Buku Guru Tema 3: Hidup Rukun SMALB - Tunagrahita Ringan

  Buku Guru Hidup Rukun Tunagrahita Ringan

  KURIKULUM 2013

SEKOLAH MENENGAH ATAS LUAR BIASA

  Buku Guru Tema 3: Hidup Rukun SMALB - Tunagrahita Ringan

  Buku ini merupakan buku guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi kurikulum 2013. Buku guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahap awal penerapan kurikulum 2013. Buku ini merupakan "dokumen hidup" yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat Hak Cipta pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang – Undang MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN

  Kontributor : Dr. Astati Penyunting materi : (tim pengarah) Diterbitkan oleh : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kotak katalog dalam terbitan (KDT)

  Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Hidup Rukun- SMALB TUNAGRAHITA RINGAN : Buku Guru/ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. –Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2014. viii, 124 hl. : ilus.; 25 cm. Untuk SMALB Kelas X

  ISBN 978-602-282-557-9 (jilid lengkap)

  ISBN 978-602-282-558-6 (jilid 1) Hidup Rukun – Studi dan Pengajaran

  I. Judul I. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

KATA PENGANTAR

  Pemerintah Republik Indonesia telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 2013 tentang perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Berdasarkan peraturan ini telah ditetapkan kebijakan baru pendidikan khususnya yang berkaitan dengan kurikulum yang berlanjut dengan penerapan kurikulum 2013. Menurut peraturan ini, struktur kurikulum merupakan pengorganisasian Kompetensi Inti, Kompetensi Dasar, Muatan Pembelajaran, Mata Pelajaran, dan Beban Belajar pada setiap satuan pendidikan dan program pendidikan. Khusus struktur Kurikulum untuk satuan pendidikan menengah termasuk untuk SMALB di antaranya terdiri atas. muatan umum; dan muatan pilihan lintas minat atau pendalaman minat.

  Pengembangan Kurikulum 2013 SMALB seperti juga pengembangan kurikulum 2013 SMA dilaksanakan atas dasar beberapa prinsip utama. Pertama, standar kompetensi lulusan diturunkan dari kebutuhan. Kedua, standar isi diturunkan dari standar kompetensi lulusan melalui kompetensi inti yang bebas

mata pelajaran. Ketiga, semua mata pelajaran harus

berkontribusi terhadap pembentukan sikap, keterampilan, dan pengetahuan peserta didik. Keempat, mata pelajaran diturunkan dari kompetensi yang ingin dicapai. Kelima, semua mata pelajaran

  

mengembangkan bahan ajar pendidikan khusus. Dari kegiatan

pengembangan tersebut telah diterbitkan sebanyak 54 jenis

bahan ajar pendidikan khusus untuk peserta didik/siswa SMALB kelas X Tunanetra, Tunarungu, Tunagrahita Ringan, Tunagrahita Sedang, Tunadaksa Ringan, Tunadaksa Sedang, dan Autis, yang

terdiri dari 27 bahan ajar untuk peserta didik/siswa dan 27

bahan ajar untuk guru yang mencakup mata pelajaran Bahasa

Indonesia, Bahasa Inggris, Pendidikan Kewarganegaraan,

Matematika, dan Seni Budaya.

  Akhirnya, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar – besarnya kepada semua pihak yang

berperan dalam penyusunan bahan ajar ini khususnya kepada

semua Penulis, Editor, dan Ilustrator serta team profesional dari

Dit. PPKLK Ditjen Pendidikan Menengah Kemendikbud dibawah

koordinasi Direktur Dit. Pembinaan Pendidikan Khusus dan

Layanan Khusus, dengan dibantu Kasubdit Pembelajaran, Kasi

Pelaksanaan Kurikulum, Kasi Penilaian dan Akreditasi yang telah

mengkoordinir penulis, penelaah/editor, illustrator, dan tim

tehnis Dit. PPKLK serta staf subdit pembelajaran Dit. PPKLK

sehingga atas kerja keras dan bekerja dengan penuh konsentrasi dapat dihasilkannya bahan ajar ini. Semoga ketersediaan bahan ajar ini akan mendorong semua guru dan Kepala Sekolah SMALB

untuk meningkatkan kapasitasnya dalam memahami dan

menerapkan prinsip- prinsip pembelajaran dalam mengelola kelas

  DAFTAR ISI

  iv KATA PENGANTAR ........................................... vi DAFTAR ISI .....................................................

  BAB I: PENDAHULUAN

  1 A. Latar Belakang ....................................

  2 B. Karakteristik Siswa..............................

  5 C. Karakteristik Bahan Ajar Tematik.........

  7 D. Ruang Lingkup Isi Buku......................

  8 E. Penggunaan Buku...............................

  BAB II: PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN

  10 A. Model-Model Pembelajaran ..................

  18 B. Strategi Pembelajaran .........................

  23 C. Pemetaan KI dan KD ke dalam Tema....

  44 D. Penyusunan Jaringan Tema ................

  C. Penilaian

  83 DAFTAR PUSTAKA ............................................... 110 GLOSARIUM ....................................................... 110 LAMPIRAN .......................................................... 112

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan pandangan masyarakat mengenai

  pendidikan berpengaruh pada kebutuhan akan peningkatan mutu pendidikan termasuk peningkatan mutu pembelajaran. Peningkatan dan pengembangan perangkat pembelajaran sangat dibutuhkan dalam membelajarkan siswa berkebutuhan khusus termasuk siswa tunagrahita yang satu sama lain memiliki perbedaan kemampuan,baik yang bersifat antar maupun intra individual.

  Dalam upaya mengembangkan pembelajaran bagi siswa tunagrahita digunakan beberapa model pembelajaran, diantaranya pembelajaran tematik. Pembelajaran tematik pada hakekatnya merupakan salah dilihat, diraba, dibaui,dll) yang ada di lingkungannya.

  

Integratif, artinya siswa memandang apa yang dipelajari

  sebagai suatu keutuhan atau keterpaduan. Hal ini berarti materi pembelajaran dikait-kaitkan menjadi pengalaman belajar yang bermakna. Hirarkis, artinya belajar dimulai dari hal yang mudah ke hal yang sulit. Karena itu perlu memperhatikan urutan logis, keterkaitan antar materi pelajaran dan keluasannya. Bermakna, artinya siswa bukan hanya mengetahui melainkan juga mengalamiapa yang dipelajarinya. Siswa dapat memiliki pengalaman tentang apa yang dipelajarinya dengan jalan mengamati, menanyakan, mencoba, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan apa yang dipelajarinya.

B. Karakteristik Siswa

  Dalam dunia pendidikan terdapat sejumlah siswa yang ketinggalan dalam belajar dari temannya yang

  1986) alih bahasa Astati (2011:9) bahwa: "Ketunagrahitaan mengacu pada fungsi intelektual umum yang secara nyata (signifikan) berada di bawah rata-rata bersamaan dengan kekurangan dalam adaptasi tingkah laku yang termanifestasi selama periode perkembangannya". Definisi tersebut mengisyaratkan bahwa seseorang disebut tunagrahita harus memiliki ketiga ciri tersebut yaitu fungsi intelektual umum berada di bawah rata-rata secara nyata/meyakinkan, kesulitan dalam perilaku adaptif, dan terjadi di usia 0 – 18 tahun.

  Berdasarkan berat dan ringannya kelainan, ketunagrahitaan dikelompokkan: tunagrahita ringan, sedang, berat dan sangat berat. Kelompok yang menjadi pembahasan dalam tulisan ini adalah siswa tunagrahita ringan berusia 16-18 tahun dengan perkiraan usia kecerdasannya setara siswa normal usia 10 sampai 12 tahun. Kemampuan belajar mereka diperkirakan setara

  2) mengalami kesulitan berpikir abstrak tetapi masih dapat mengikuti pelajaran akademik seperti siswa normal usia 12 tahun;

  3) dalam pergaulan mereka kurang mampu mengurus, memelihara dan memimpin diri; 4) mereka dapat mengerjakan hal-hal yang sifatnya semi skill; 5) mereka mampu bergaul di masyarakat; 6) mereka dapat hidup layak di masyarakat asalkan memperoleh bimbingan yang optimal.

  Sejalan dengan karakteristik tersebut maka kecenderungan perkembangan berpikir siswa tunagrahita ringan pada usia 16-18 tahun setara dengan siswa normal usia 12 tahun. Tahapan berpikir pada usia ini menurut Piaget ( Rusman, 2011:150) adalah "operasi" konkrit dan awal operasi formal) dengan ciri tingkah Sedangkan ciri belajar siswa tunagrahita adalah: "belajar dengan membeo, cenderung pada hal bersifat konkrit, membutuhkan kesesuaian usia kecerdasan dengan materi pelajaran, membutuhkan alat bantu, dan lain lain" (Wardani, 2008:6.23)

  Oleh karena itu melalui pembelajaran yang berdasarkan karakteristik, tahapan berpikir dan pemanfaatan lingkunganserta ciri belajar siswa tunagrahita dapat merumuskan pembelajaran tematik yang mampu mewujudkan proses dan hasil pembelajaran yang berkualitas bagi siswa-siswa tunagrahita ringan.

C. Karakteristik Pembelajaran Tematik

  Pembelajaran tematik merupakan salah satu model yang dapat digunakan dalam pembelajaransiswa tunagrahita karena makna pembelajaran tematik adalah mewujudkan pembelajaran di sekolah dalam menekankan pada penetapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu (learning by doing). Karena itu "pembelajaran tematik haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan siswa," (Piaget dalam Ruslan: 2011:254). Pernyataan tersebut sesuai dengan keberadaan siswa tunagrahita termasuk tunagrahita ringan.

  Pembelajaran tematik yang merupakan salah satu model pembelajaran mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) berpusat pada siswa, maksudnya pembelajaran ini termasuk pendekatan belajar modern yang menempatkan siswa sebagai subyek dan guru hanya sebagai fasilitator (memberikan kemudahan pada siswa untuk melakukan sesuatu);

  2) memberikan pengalaman langsung, maksudnya siswa dihadapkan pada sesuatu yang nyata (melakukan langsung) sebagai dasar untuk memahami hal-hal lainnya, bahkan mengaitkan dengan kehidupan siswa dan keadaan lingkungan dimana sekolah dan siswa berada;

  6) hasil pembelajaran sesuai dengan minat dan kebutuhan siswa, maksudnya siswa diberi kesempatan untuk mengoptimalkan potensinya;

  7) menggunakan prinsip belajar sambil bermain dan menyenangkan.

  (Ruslan, 2011: 258-259).

  Karakteristik tersebut sesuai dengan ciri-ciri belajar siswa tunagrahita ringan, seperti: belajar dengan melakukan, belajar sambil bermain, belajar dengan suasana flesibel, materi pelajaran dihubungan dengan lingkungan agar siswa setelah belajar dapat menggunakan keterampilannya untuk hidup dengan baik di lingkungannya. Bab III: Pelaksanaan Pembelajaran, meliputi: pelaksanaan pembelajaran sub tema 1, 2, dan 3. E. Penggunaan Buku Siswa

1. Penyusunan Buku

  Alur penyusunan buku siswa adalah:

  a. Menentukan tema Dimulai dengan menentukan kata kunci dari analisis KI dan KD tiap mata pelajaran.

  b. Membuat sub tema Sub tema ditentukan bila diperlukan, artinya jika tema pembelajaran terlalu luas.

  c. Kegiatan pembelajaran Kegiatan pembelajaran ditentukan dengan melihat kompetensi apa yang harus dimiliki siswa setelah mempelajari tema atau sub tema tertentu.

  d. Pelaksanaan kegiatan pembelajaran Pelaksanaan kegiatan pembelajaran memuat 5 (lima) unsur pendekatan, yaitu: mengamati, menanya, mengekplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasi- kan. hidup rukun di keluarga dan melakukan cara hidup rukun di keluarga 2) Sub Tema 2 mengenai Hidup Rukun di Sekolah terdiri 2 (dua) kegiatan pembelajaran yaitu: Cara hidup rukun di sekolah dan melakukan cara hidup rukun di sekolah

3) Sub Tema 3 mengenai Hidup Rukun di

  Masyarakat terdiri 2 (dua) kegiatan pembelajaran yaitu: Cara hidup rukun di masyarakat dan melakukan cara hidup rukun di masyarakat.

b. Sub Tema dan Kegiatan Pembelajaran

  1) Sub tema dan kegiatan pembelajaran yang tertulis dalam buku siswa sebaiknya dipelajari oleh siswa secara berurutan, namun apabila siswa mengalami kesulitan maka siswa dapat mempelajarinya sesuai dengan kemampuannya.

2) Materi kegiatan pembelajaran merupakan

BAB II PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN A. Model-Model Pembelajaran Model-model pembelajaran yang dapat digunakan

  dalam pembelajaran siswa tunagrahita adalah model- model pembelajaran yang digunakan pada pembelajaran siswa normal. Namun dalam memilih dan menentukan model pembelajaran harus memperhatikan karakterisitik dan kebutuhan siswa serta karakteristik pembelajaran. Dapat saja terjadi bahwa model pembelajaran yang tidak digunakan pada pembelajaran siswa normal justru digunakan pada pembelajaran siswa tunagrahita atau sebaliknya model pembelajaran utama bagi pendidikan siswa normal tidak digunakan pada pembelajaran siswa tunagrahita.

1. Model Pembelajaran Kontekstual

a. Makna model kontekstual

  Model pembelajaran kontekstual merupakan bentuk pembelajaran yang mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa sehingga dapat mendorong siswa menghubungkan antara yang dipelajarinya di sekolah dengan penerapannya dalam kehidupan siswa di keluarga dan masyarakat. Oleh karena itu dalam pelaksanaannya diperlukan pemberian kesempatan yang lebih banyak kepada siswa untuk melakukan, mencoba, melaksanakannya sendiri, menemukan pengalaman dan bukan hanya sekedar mendengarkan dan menghafalkan. Melalui model pembelajaran kontekstual berarti mencari dan memfasilitasi siswa untuk mampu menerapkan apa yang dipelajarinya dalam bersifat fleksibel, tidak kaku karena itu desainnya dalam bentuk yang bervariasi tergantung pada tujuan dan materi serta karakteristik siswa yang akan belajar. Model ini tentu saja memiliki kesamaan dengan model lain namun ia memiliki karakteristik atau ciri khas tertentu, seperti:

  1) Konstruktivisme (Constructivism)

  Konstruktivisme merupakan landasan berpikir

  (filosofi) dalam pembelajaran kontekstual bahwa pengetahuan dibangun sedikit demi sedikit dan memberi makna akan pengetahuan tersebut melalui pengalaman yang nyata. Jadi pengetahuan itu tetap dibutuhkan karena pengetahuan yang dimiliki siswa dapat memberikan pedoman nyata untuk diaktualisasikan dalam kondisi nyata. Oleh karena itu dalam pembelajaran perlu dirumuskan strategi untuk membelajarkan siswa dibandingkan dengan sepenuhnya merupakan pemberian dari guru. 3) Bertanya (Questioning)

  Penerapan unsur bertanya dalam pembelajaran telah lama dikenal dan hal ini tentu merupakan kegiatan yang harus difasilitasi guru untuk mendorong meningkatnya kualitas pembelajaran. Melalui penerapan bertanya pembelajaran akan lebih hidup, proses dan hasil pembelajaran lebih luas dan mendalam. Oleh karena itu pengembangan bertanya dapat mengecek pemahaman siswa, membangkitkan respon siswa, mengetahui sejauh mana keingintahuan siswa, memfokuskan perhatian siswa, membangkitkan pertanyaan dari siswa, dan menyegarkan kembali pengetahuan yang telah dimiliki siswa. lebih banyak dari komunitas lain dan sebaliknya anggota masyarakat akan terus menyiapkan diri untuk menerima perubahan sebagai akibat belajar dalam kehidupan nyata. 5) Refleksi ( Reflection)

  Melalui refleksi, siswa diberi area kesempatan untuk mencerna, menimbang, membandingkan, menghayati dan melakukan diskusi dengan dirinya sendiri. Dengan demikian kemampuan untuk mengaplikasikan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada dunia nyata akan mudah teraktualisasikan karena pengalaman belajar itu telah terinternalisasi dalam jiwa siswa.

  6) Penilaian Sebenarnya (Authentic Assessment) Penilaian sebenarnya adalah penilaian yang dilakukan pada sepanjang proses pembelajaran dan berinteraksi. Dalam pembelajaran ini siswa belajar bekerjasama dengan anggota kelompok lainnya dan menekankan kerja sama dalam kelompok. Dengan demikian terjadi dua tanggung jawab yaitu mereka belajar untuk dirinya sendiri dan membantu sesama anggota kelompok untuk belajar. Pembelajaran kooperatif dibutuhkan karena dalam sistuasi belajar pun sering terjadi sikap individualitas seperti bersikap tertutup, kurang memberi perhatian kepada teman, bergaul dengan hanya orang tertentu ingin menang sendiri, dan sebagainya. Jika hal ini dibiarkan maka akan terjadi warga negara yang egois, kurang bergaul di masyarakat, acuh tak acuh dengan tetangga, kurang menghargai orang lain, serta tak mau menerima kelebihan dan

ras, budaya, suku, jenis kelamin berbeda-beda; (4) penghargaan lebih berorientasi pada kelompok ketimbang individu. Jenis-jenis model pembelajaran di antaranya: (1) membuat pasangan dengan cara mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu topik dalam suasana yang menyenangkan; (2) model jigsawyaitu gergaji ukir atau puzzle, maksudnya sebuah tekateki menyusun potongan gambar dimana siswa melakukan suatu kegiatan belajar dengan cara bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama; dan (3) model TGT (Teams Games Tournaments), yaitu permainan yang disusun oleh guru dalam bentuk pertanyaan yag berkaitan dengan materi pelajaran dan tiap siswa akan mengambil kartu pertanyaan dan menjawab pertanyaan tersebut dan hasilnya adalah merupakan skor kelompok (adaptasi dari

menghargai upaya dan hasil belajar baik kelompok maupun individu. 2) Segi siswa: (a) siswa belajar dengan mengerjakan tugas kelompok; (b) saling memotivasi sangat dibutuhkan; (c) siswa didorong untuk mempersentasikan hasil pekerajaannya; dan (d) bersedia menerima kritik untuk perbaikan. 3) Segi materi pelajaran: menekankan pada masalah- masalah sosial, budaya, moral seni dan keterampilan (kegiatan proyek) yang menghasilkan kesadaran yang mengarah pada masyarakat demokratis.

3. Model Pembelajaran Perilaku

a. Makna model pembelajaran perilaku

  Model pembelajaran yang didasarkan pada urutan

  1) menjajikan materi pelajaran secara bertahap, 2) pemahaman tentang hasil tes materi pelajaran diperoleh dengan cara mengamati jawaban siswa dan menghargai jawaban yang benar dan baik.

  Segi siswa:

  Menunjukkan pemaham dengan memancarkan tanggapan perilaku yang diinginkan.

  Segi materi pelajaran:

  Pada umumnya mencakup keterampilan- keterampilan dasar yang ditentukan oleh tujuan perilaku yang telah ditetapkan dan ditunjukkan dalam urutan langkah-langkah yang logis. Model-model pembelajaran yang telah dikemukakan di atas, dapat dipilih dan digunakan dalam pembelajaran bagi siswa tunagrahita. Guru dapat menggunakan model-model ini sesuai dengan materi dan kemampuan siswa serta lingkungannya.

1. Strategi Pembelajaran Kooperatif

  Penerapan strategi kooperatif paling efektif pada kelompok siswa yang heterogen. Strategi ini bertitik tolak dari semangat kerjasama dimana siswa yang lebih mampu agar membantu temannya yang kurang mampu. Strategi ini sangat diperlukan dalam pembelajaran yang menyatukan siswa tunagrahita dengan siswa normal.

  Keunggulan dari strategi ini menurut Amin (1995: 188) adalah: "(a) membantu meingkatkan pretastai; (b) merangsang peningkatan daya ingat; (c) dapat meningkatkan motivasi belajar; (d) meningkatkan sosialisasi antara siswa tunagrahita dan siswa normal; (e) menumbuhkan penghargaan siswa normal terhadap kemampuan siswa tunagrahita; (f) meningkatkan harga diri siswa tunagrahita; dan (g)

2. Strategi Pembelajaran Kompetitif

  Pada hakekatnya setiap individu memiliki kebutuhan dasar untuk mencapai prestasi dan mendapat penghargaan. Karena itu dalam pembelajaran tunagrahita perlu menggunakan strategi ini walaunpun mereka tidak dapat berkompetisi secara akademik. Prinsip yang harus diperhatikan oleh guru bila menggunakan strategi ini adalah: (a) kompetisi diadakan untuk memvariasi kegiatan, dan (b) kompetisi harus diakukan pada siswa yang kemampuannya seimbang.

  Dalam penggunaannya tentu saja mengalami kesulitan apalagi mengingat keterbatasan kemampuan siswa tunagrahita. Keberadaan mereka dalam satu kelas sangat beragam, sedangkan strategi ini dapat yang sama dengan bidang studi yang sama pula, tetapi kedalaman dan keluasan materi berbeda-beda.

  Individualisasi pengajaran tampak pada hal-hal di bawah ini (Amin 1995:191): 1) guru tidak hanya memusatkan perhatiannya kepada apa yang diajarkan, melainkan juga pada cara belajar siswa,

  2) kegiatan-kegiatan yang beraneka warna dan beraneka ragam dalam menciptakan lingkungan belajar,

  3) sesuainya aktivitas-aktivitas yang dilakukan dengan keadaan siswa, 4) ikutnya siswa dalam menetapkan apa yang dipelajarinya,

  

5) tersedianya tempat untuk melakkan independent

study dan group instruction,

  6) tersedianya tempat/fasilitas yang memungkinkan kebijakan, kepala sekolah dan kalau memungkinkan siswa itu sendiri.

  Strategi pembelajaran dapat saja dipilih dan ditentukan guru atau mengambil dari strategi lain yang kemungkinan sesuai dengan situasi, materi pembelajaran serta kebutuhan siswa dan lingkungannya.

  

C. Pemetaan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar ke Dalam Tema

PEMETAAN TEMA

Satuan Pendidikan : SMALB-C Kelas/Semester : X Kompetensi Inti : KI 1 : Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya sesuai dengan kemampuan anak berkebutuhan khusus.

KI 2 : Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama,

toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sesuai dengan kemampuan anak berkebutuhan khusus. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, sesuai dengan

  KI 3 : kemampuan anak berkebutuhan khusus berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

  

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan kemampuan

anak berkebutuhan khusus terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

  Tema Mata

  Ling Makanan Hidup Daerahku Berbagai kungan Sehat itu

  Pelajaran Kompetensi Dasar Sehat& Rukun Tercinta Pekerjaan bersih & penting

  / jampel Bergizi sehat

  PPKn 1 .1 Menghargai kebhinnekatunggalikaan dan

  V V

  V keragaman agamayang dianut

  1.2 Menghargai kebersamaan dalam

  V keberagaman sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat sekitar.

  2.1 Menunjukkan perilaku, disiplin, tanggung

  V V

  V jawab, percaya diri, berani mengakui kesalahan, meminta maaf dan memberi maaf sebagai perwujudan nilai moral Pancasila

  2.2 Menunjukkan perilaku yang sesuai dengan

  V V hak dan kewajiban di rumah, sekolah dan masyarakat sekitar

  2.3 Menunjukkan perilaku sesuai dengan hak

  V V dan kewajiban sebagai warga dalam kehidupan sehari-hari di rumah sekolah dan masyarakat sekitar

  2.4 Menunjukkan perilaku bersatu sebagai wujud

  V V keyakinan bahwa tempat tinggal dan lingkungannya sebagai bagian dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

  3.1 Menganalisis sederhana kasus-kasus

  V V pelanggaran HAM dalam rangka pelindungan dan pemajuan HAM sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

  3.2 Memahami pokok pikiran sederhana yang

  V V

  V terkandung dalam Pembukaan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

  3.3 Memahami sederhana bentuk dan

  V V

  V kedaulatan Negara sesuai dengan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945.

  3.4 Memahami sederhana hubungan struktural

  V V danfungsional pemerintahan pusat dan daerah menurut Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

  3.5 Memahami sederhana sistem hukum dan

  V V peradilan nasional dalam lingkup NKRI. Bahasa

  4.1 Menyaji kasus–kasus pelanggaran HAM

  V V Indone- dalam rangka perlindungan dan pemajuan sia HAM sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

  4.2 Menyajikan hasil telaah pokok-pokok

  V V

  V pikiran Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945.

  4.3 Menyaji hasil telaah bentuk dan

  V V

  V kedaulatan negara sesuai dengan Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

  4.4 Menyajikan hasil telaah hubungan

  V V

  V struktural dan fungsional pemerintahan pusat dan daerah menurut Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

  4.5 Menyaji hasil telaah sistem hukum dan

  V peradilan nasional dalam lingkup NKRI

  V V

  1.1 Meresapi makna anugerah Tuhan Yang Maha Esa berupa bahasa Indonesia yang diakui sebagai bahasa persatuan yang kokoh dan sarana belajar untuk memperoleh ilmu pengetahuan

  1.2 Mensyukuri anugerah Tuhan yang Maha Esa

  V V

  V atas keberadaan lingkungan dan sumber daya alam, alat teknologi modern dan tradisional, perkembangan teknologi, energi, serta permasalahan sosial.

  2.1 Memiliki kepedulian terhadap gaya, gerak,

  V energi panas, bunyi,dancahaya, melalui penggunaan bahasa Indonesia

  2.2 Memiliki kedisiplinan dan tanggung jawab

  V V terhadap penggunaan alat teknologi modern dan tradisional, melalui pemanfaatan bahasa Indonesia

  2.3 Memiliki perilaku santun dan jujur dalam

  V V jenis-jenis usaha dan kegiatan ekonomi melalui pemanfaatan bahasa Indonesia

  2.4 Memiliki kepedulian terhadap lingkungan

  V dan sumber daya alam melalui pemanfaatan bahasa Indonesia

2.5 Memiliki perilaku jujur dan santun terhadap

  V V nilai peninggalan sejarah di Indonesia melalui pemanfaatan bahasa Indonesia

  V

  3.1 Mengenal informasi dari teks anekdot dalam

  V bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosa kata baku

  3.2 Mengenal isi teks laporan hasil observasi

  V V dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosa kata baku.

  3.3 Mengenal teks prosedur sederhana dalam

  V bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosa kata baku

  V

  3.4 Mengenal informasi dari eksposisi dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosa kata baku.

  4.1 Mengidentifikasi informasi dari teks

  V V anekdotdalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosa kata baku.

  4.2 Menulis teks laporan hasil observasi dalam

  V V bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosa kata baku

  4.3. Memaparkan prosedur sederhana dalam

  V V bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosa kata baku

  4.4. Mengidentifikasi informasi dari eksposisi

  V V dalam bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan memilah kosa kata baku.

  IPS Menerima karunia Tuhan YME yang telah

  V

  1.1 menciptakan waktu dengan segala perubahannya.

  Menjalankan ajaran agama dalam berfikir

  V V

  V

  1.2 dan berperilaku sebagai penduduk Indonesia dengan mempertimbangkan kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik dalam masyarakat.

  Menerima karunia Tuhan YME yang telah

  V

  1.3 menciptakan manusia dan lingkungannya.

  2.1 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin

  V V bertanggung jawab, peduli, santun dan percaya diri sebagaimana ditunjukkan oleh tokoh-tokoh pada masa Hindu Budha dan Islam dalam kehidupannya sekarang

  2.2 Menunjukkan perilaku rasa ingin tahu,

  V V peduli, menghargai, dan bertanggungjawab terhadap kelembagaan sosial, budaya, ekonomi dan politik

  2.3 Menunjukkan perilaku santun, toleran dan

  V peduli dalam melakukan interaksi sosial dengan lingkungan dan teman sebaya.

  3.1 Mengenal perubahan dan keberlanjutan yang

  V terjadi dalam kehidupan manusia dan masyarakat Indonesia pada masa penjajahan, masa tumbuhnya rasa kebangsaan serta perubahan dalam aspek sosial, ekonomi, pendidikan dan budaya

  3.2 Memahami manusia Indonesia dalam

  V V bentuk-bentuk dan sifat dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, dan ekonomi melalui berbagai media

  4.1 Menyajikan hasil pengamatan mengenai

  V V aktivitas dan perubahan kehidupan manusia dalam ruang, konektivitas antar ruang dan waktu serta dan keberlanjutannya dalam kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan dan budaya dalam lingkup sederhana dari sumber-sumber yang tersedia

  V

  4.2 Menyajikan pemahaman tentang manusia

  V dalam hubungannya dengan kondisi geografis di wilayah Indonesia

  V Mate-

  1.1 Menerima dan menghargai orang lain

  V sebagai wujud syukur pada ajaran agama matika yang dianutnya

  2.1 Menunjukkan sikap cermat dan teliti, tertib

  V dan mengikuti aturan, peduli, disiplin waktu

  V serta tidak mudah menyerah dalam mengerjakan tugas.

  2.2 Memiliki rasa ingin tahu dan ketertarikan

  V pada matematika yang terbentuk melalui

  V pengalaman belajar.

  2.3 Memiliki sikap objektif dan menghargai

  V pendapat dan karya teman sebaya dalam diskusi kelompok maupun aktivitas sehari- hari.

  V

  3.1 Mengenal bangun datar dengan menggunakan benda-benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat bermain.

  3.2 Mengenal bangun yang membentuk pola pengubinan sederhana

  V V

  V

  3.3 Memahami dengan memperkirakan panjang suatu benda menggunakan istilah sehari-hari (lebih panjang, lebih pendek).

  4.1 Membentuk berbagai bangun datar dengan

  V menggunakan berbagai media.

  4.2 Melakukan pengubinan dari bangun datar sederhana tertentu.

  V V

  4.3 Menentukan urutan berdasarkan panjang pendeknya benda, tinggi rendahnya badan,

  V dan urutan kelompok berdasarkan jumlah anggotanya.

  IPA

  1.1 Bertambah keimanannya dengan menyadari hubungan keteraturan dan kompleksitas alam dan jagad raya terhadap kebesaran Tuhan

  V V yang menciptakannya, serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang dianutnya.

  2.1 Menunjukkan perilaku rasa ingin tahu jujur; teliti; cermat; tekun; hati-hati; bertanggung jawab; dan peduli lingkungan; dalam

  V V melaksanakan aktivitas sehari-hari

  2.2 Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai wujud implementasi melaksanakan penelaahan

  V fenomena alam secara mandiri maupun berkelompok.

  3.1 Mengenal bentuk luar tubuh hewan, tumbuhan dan fungsinya.

  3.2 Menjelaskan daur hidup beberapa jenis

  V mahluk hidup.

  3.3 Menyebutkan hubungan antara gaya, gerak,

  V dan energi dalam kehidupan sehari-hari melalui pengamatan.

  V

  3.4 Membedakan berbagai bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari melalui pengamatan

  V

  3.5 Mengenal sifat-sifat bunyi melalui pengamatan dan keterkaitannya dengan indera pendengaran.

  V

  3.6. Mengenal sifat-sifat cahaya melalui pengamatan dalam kehidupan sehari-hari.

  3.7 Mengenalhubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan, teknologi, dan V masyarakat.

  4.1 Menuliskan bentuk luar (morfologi) tubuh hewan dan tumbuhan serta fungsinya berdasarkan hasil pengamatan.

  V V

  4.2 Menuliskan dengan sederhana hasil pengamatan daur hidup beberapa jenis mahluk hidup.

  V

  4.3 Menyajikan hasil percobaan tentang gaya, gerak dan energi.

  4.4 Membuat sebuahkarya / model sederhana yang memanfaatkan sifat-sifat energi cahaya

  V

  4.5 Mendemonstrasikan tentang bunyi dari benda-benda di sekitarnya.

  V

  4.6 Melakukan percobaan tentang sifat-sifat

  Seni Budaya cahaya.

  4.7 Menyajikan laporan sederhana hasil pengamatan tentang teknologi yang digunakan di kehidupan sehari-hari.

  1.1 Mengagumi ciri khas keindahan karya seni dan karya kreatif masing-masing daerah sebagai anugerah tuhan.

  2.1 Menunjukkan sikap berani mengekspresikan diri dalam berkarya seni

  2.2 Menunjukkan rasa ingin tahu dalam mengamati alam di lingkungan sekitar untuk mendapatkan ide dalam berkarya seni

  2.3 Menunjukkan perilaku sikap disiplin, tanggung jawab dan kepedulian terhadap alam sekitar melalui karya seni.

  3.1 Mengenal tempat- tempat industri seni, galeri dan seni pertunjukan di daerah

3.2 Mengenal jenis jenis seni pertunjukan daerah

  3.3 Mengenal gambar alam, benda, dan teknik lipat, gunting dan tempel (3M)

  V V

  V V

  V V

  V

  3.4 Mengenal panjang-pendek bunyi, dan tinggi- rendah nada dengan gerak tangan

  3.5 Mengenal tari-tari daerah dan keunikan geraknya

  3.6 Mengetahui berbagai cara dan pengolahan media karya seni

  3.7 Memahami cerita terkait situs-situs budaya.

  4.1 Membuat laporan singkat tentang kunjungan ke tempat-tempat bersejarah dan industri seni.

  4.2 Menyaksikan karya seni pertunjukan di daerah masing-masing

  4.3 Membuat gambar alam, benda, karya seni melalui teknik lipat, gunting, tempel dengan berbagai bahan

  4.4 Menyanyikan lagu yang sesuai dengan panjang-pendek bunyi dan tinggi rendah nada disertai dengan gerak tangan yang sesuai.

  4.5 Memperagakan tari-tari daerah dan keunikan geraknya

  4.6 Membuat karya kreatif berupa benda

  V V

  V V

  V V aksesoris pelengkap busana dengan berbagai bahan dan cara

  4.7 Menuturkan cerita terkait situs-situs budaya di Indonesia dengan menggunakan bahasa nasional dan daerah

  PJOK

  1.1 Mengenal tubuh dengan seluruh perangkat

  V gerak dan kemampuannya sebagai anugrah Tuhan

  1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harus dipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur V kepada sang Pencipta.

  2.1 Berperilaku sportif dalam bermain.

  V

  2.2 Bertanggung jawab terhadap keselamatan dan kemajuan diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar, serta dalam penggunaan

  V sarana dan prasarana pembelajaran.

  2.3 Mengenal perbedaan karakteristik individual dalam melakukan berbagai V aktivitas fisik.

  2.4 Menunjukkan kemauan bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas fisik.

  V

  2.5 Mau berbagi dengan teman dalam

  V penggunaan peralatan dan kesempatan.

  2.6 Disiplin selama melakukan berbagai aktivitas fisik.

  V

  2.7 Menerima kekalahan dan kemenangan

  V dari suatu permainan .

  2.8 Memiliki perilaku hidup sehat dalam memilih makanan dan minuman, penyalahgunaan obat-obatan, dan kebersihanan alat reproduksi.

  3.1 Mengenal variasi dan kombinasi keterampilan gerak salah satu permainan V bola besar.

  3.2 Mengenal variasi dan kombinasi keterampilan permainan bola kecil.

  3.3 Membedakan variasi dan kombinasi keterampilan salah satu nomor atletik ( lari, lompat dan lempar).

  3.4 Mengenal permainan tradisionaldalam olah raga rekreasi.

  3.5 Mengenal rangkaian senam lantai.

  3.6. Mengenalvariasi dan kombinasi keterampilan rangkaian aktivitas gerak ritmik.

  3.7. Mengetahui salah satu keterampilan renang gaya bebas dan tekhniknya.

  3.8. Mengetahui jenis makanan dan minuman yang bermanfaat bagi kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

  3.9. Mengetahui aktivitas fisik sebagaiupaya pencegahan penyakit untuk mengurangi biaya perawatan kesehatan.

  3.10. Mengetahui jenis-jenis dan bahaya penggunaan NARKOBA diri sendiri, keluarga dan masyarakat luas.

4.1 Menampilkangaya variasi dan kombinasi

  V keterampilan dalam memainkan salah satu permainan bola besar dengan koordinasi gerak

  4.2 Menampilkan variasi dan kombinasi keterampilan dalam memainkan salah satu permainan bola kecil

  4.3 Menampilkan variasi dan kombinasi keterampilan salah satu nomor atletik (jalan cepat, lari, lompat dan lempar denganalat bantu atautanpa alat bantu)

  4.4 Memainkan permainan tradisional dalam olah raga rekreasi.

  4.5 Mempraktikkan rangkaian senam lantai.

  4.6 Menirukan variasi dan kombinasi rangkaian aktivitas gerak ritmik.

  4.7 Mempraktikkan keterampilan satu gaya renang.

  4.8 Menyajikan hasil interpretasi berbagai jenis makanan dan minuman yang bermanfaat terhadap kesehatan, pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

  4.9 Menampilkanlangkah-langkah aktivitas fisik sebagaiupaya pencegahan penyakit untuk mengurangi biaya perawatan kesehatan.

  4.10 Mengetahuijenis-jenis dan bahaya penggunaan NARKOBA terhadap dirinya, keluarga dan masyarakat luas.

  Bina

  1.1 Menghargai tubuh dengan seluruh perangkat gerak dan kemampuannya Diri sebagai anugrah Tuhan yang tidak ternilai

  1.2 Tumbuhnya kesadaran bahwa tubuh harusdipelihara dan dibina, sebagai wujud syukur kepada sang Pencipta

  2.1 Menunjukkan disiplin, kerjasama, toleransi, belajar menerima kekalahan dan kemenangan, sportif dan tanggungjawab, menghargai perbedaan

2.2 Menunjukkanperilakusantunkepadateman, guru.

  2.3 Menunjukkanperilakusantunkepadateman, guru dalam berkomunikasi non verbal

  2.4 Menunjukkanperilakusantunkepadateman, guru dalam berkomunikasi verbal

  3.1 Menemukan informasi tentang manfaat kebersihan dan keselamatan tubuh dalam melakukan aktivitas sehari-hari di lingkungan keluarga

  3.2 Menemukan informasi tentang manfaat pemeliharaan dan menjaga kebersihan alat reproduksi di lingkungan keluarga

  3.3 Mengkomunikasikan cara-cara melakukan kegiatan bina diri melalui bahasa lisan dan tulisan di lingkungan keluarga

  3.4 Menemukan informasi tentang cara melakukan kegiatan sehari-hari di lingkungan keluarga

  3.5 Menemukan informasi tentang fungsi kegiatan relaksasi di lingkungan keluarga

3.6 Memahami penggunaan waktu luang.

  4.1 Melakukan kegiatan pemeliharaan diri (makan–minum, kebersihan diri) di lingkungan keluarga

  4.2 Melakukan kegiatan dalam hal mengurus diri (berpakaian, berhias, bersepatu) di lingkungan keluarga

  4.3 Melakukan kegiatan dalam hal menolong diri (menghindari bahaya benda tajam, obat-obat terlarang, penggunaan rambu- rambu lalu lintas di lingkungan keluarga

  4.4 Berkomunikasi (mampu menerima dan menyampaikan pesan serta menyatakan keinginan) di lingkungan keluarga

  4.5 Melakukan kegiatan sehari-hari yang dapat berguna untuk diri sendiri maupun orang lain (menyiapkan makan-minum untuk diri sendiri maupun orang lain) di lingkungan keluarga. Melakukan kegiatan dalam penggunaan

  4.6 waktu luang (bermain bersama. bercerita, bernyanyi, rekreasi) di lingkungan keluarga.

D. Jaring Tema BAHASA INDONESIA

SENI BUDAYA

  Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan

  3.2 Mengenal isi teks laporan hasil observasi dalam

  3.3 Mengenal gambar alam, benda, dan teknik

  3.1 Mengenal variasi dan kombinasi keterampilan gerak

bahasa Indonesia lisan dan tulis dengan memilih

lipat, gunting dan tempel (3M). salah satu permainan bola besar. dan memilah kosa kata baku

  3.4 Mengenal panjang-pendek bunyi dan tinggi

  4.1 Menampilkangaya variasi dan kombinasi keterampilan

  3.3 Mengenal teks prosedur sederhana dalam Bahasa rendah nada dengan gerak tangan. dalam memainkan salah satu permainan bola besar

Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan

  3.5 Mengenal tari-tari daerah dan keunikan dan memilah kosa kata baku. dengan koordinasi gerak gerakannya.

  4.2 Menulis teks laporan hasil observasi dalam bahasa

  4.3 Membuat gambar alam, benda, karya seni Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan melalui teknik lipat, gunting, tempel memilah kosa kata baku dengan berbagai bahan.

  4.3 Memaparkan prosedur sederhana dalam Bahasa

  4.4 Menyanyikan lagu yang sesuai dengan PPKn

  Indonesia lisan dan tulis dengan memilih dan panjang-pendek bunyi dan tinggi rendah

  3.1 Menganalisis sederhana kasus-kasus memilah kosa kata baku. nada disertai dengan gerak tangan yang pelanggaran HAM dalam rangka sesuai pelindungan dan pemajuan HAM

  4.5 Memperagakan tari-tari daerah dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila keunikan gerakannya. dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

  Hidup Rukun

  4.1 Menyaji kasus–kasus pelanggaran HAM dalam rangka perlindungan dan pemajuan HAM sesuai dengan

  I P A nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan

  3.3 Menyebutkan hubungan antara gaya, bermasyarakat, berbangsa, dan gerak, dan energi dalam kehidupan

  IPS bernegara. sehari-hari melalui pengamatan.

  3.1 Mengenal perubahan dan berkelanjutan yang terjadi dalam kehidupan manusia dan masyarakat Indonesia pada masa

  3.4 Membedakan berbagai bentuk energi dalam kehidupan sehari-hari melalui penjajahan, masa tumbuhnya rasabkebangsaan serta pengamatan perubahan dalam aspek sosial, ekonomi, pendidikan dan

  MATEMATIKA 3.6 Mengenal sifat-sifat cahaya melalui budaya.

  Mengenal bangun datar dengan menggunakan benda-

  3.1 pengamatan dalam kehidupan sehari-

  3.2 Memahami manusia Indonesia dalam bentuk-bentuk dan sifat benda yang ada di sekitar rumah, sekolah, atau tempat hari. dinamika interaksi dengan lingkungan alam, sosial, budaya, bermain. dan ekonomi melalui berbagai media.

  4.1 Menyajikan hasil percobaan tentang

  3.3 Memahami dengan memperkirakan panjang suatu gaya, gerak dan energi.

  4.1 Menyajikan hasil pengenalan mengenai aktivitas dan benda menggunakan istilah sehari-hari (lebih panjang,

  4.4 Membuat sebuah karya / model perubahan kehidupan manusia dalam ruang, konektivitas lebih pendek). sederhana yang memanfaatkan sifat- antar ruang dan waktu serta berkelanjutannya dalam

  4.1 Membentuk berbagai bangun datar dengan sifat energi cahaya kehidupan sosial, ekonomi, pendidikan dan budaya dalam menggunakan berbagai media.

  4.6 Melakukan percobaan tentang sifat- lingkup sederhana dan sumber yang tersedia.

  4.3 Menentukan urutan berdasarkan panjang pendeknya

E. Penyusunan Silabus

SILABUS HIDUP RUKUN

  Sekolah : SMALB/C Mata Pelajaran : PPKn, Bahasa Indonesia,IPA,IPS, Matematika dan Seni Budaya, PJOK. Kelas / Semester : X / I Tema : HIDUP RUKUN

Tujuan : Setelah mengikuti pembelajaran dengan tema “Hidup Rukun” ini siswa dapat

mengetahui hak nya sebagai anggota keluarga sehingga dapat melindungi

dirinya serta meminta perlindungan atas dirinya sendiri.

Metode : pengamatan, demonstrasi, penemuan, pemberian tugas, diskusi. Kompetensi Inti :

1. Menerima, menghargai, dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya sesuai dengan kemampuan anak berkebutuhan khusus .

  2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sesuai dengan kemampuan anak berkebutuhan khusus.

  

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati [mendengar, melihat, membaca]