ANALISIS DETERMINAN EKSPOR PROVINSI SUMATERA UTARA: PENDEKATAN GRAVITY MODEL.

(1)

ANALISIS DETERMINAN EKSPOR PROVINSI SUMATERA UTARA:

PENDEKATAN

GRAVITY MODEL

T E S I S

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan

Dalam Memperoleh Gelar Magister Sains

Pada Program Studi Ilmu Ekonomi

Oleh :

EFORI TELAUMBANUA

NIM : 8106162029

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

2013


(2)

ANALISIS DETERMINAN EKSPOR PROVINSI SUMATERA UTARA:

PENDEKATAN

GRAVITY MODEL

T E S I S

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan

Dalam Memperoleh Gelar Magister Sains

Pada Program Studi Ilmu Ekonomi

Oleh :

EFORI TELAUMBANUA

NIM : 8106162029

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

2013


(3)

TESIS

ANALISIS DETERMINAN

EKSPOR

PROVINSI

SUMATERA

UTARA:

PANDEKATAN

GRIYITY

MODEL

Disusun dan diajukan oleh:

EFORI, TBI/AUMBA.NUA

NIM.8t06t62029

Telah dipertahankan di depan Panitia Ujian Tesis

pada tanggal 21 Februari2013 dan dinyatakan telah memenuhi

salah satu syarat untuk memperoleh gelar Magister Sains

Program Studi Ilmu Ekonomi

Medan, 28 Februari 2013

Menyetujui: Komisi Pembimbing,

Pembimbing I, Pembimbing II,

4/-,J)

Dr.

II.

Dede Ruslan. M.Si.

NrP. 19650704 199003 1 002 Dr.

IL

Dede Ruslan, M,Si.

KetuaProgram Studi

Iknu Ekonomi,

Mengetahui:

Direktur Pascasarjana Dr. Jonni Manurung


(4)

PERSETUJUAN DEWAI\I PENGUJI

UJIAN

TESIS

MAGISTER

SAINS

NO.

l.

NAMA

Dr.

H. Dede Rusla.n, M.SL

(Pembimbing

t)

Dr. Jonni ManurunE (Pembimbing

II)

Dr.

H. Mqhammad Yusuf. M.Si. (Penguji)

fndra

Maipita. M,Si.. Ph.D. (Penguji)

Prof-Dr.

Zulkarnain, Lubis. M.Si.

(Penguji)

Nama

NIM

Program Studi

Tanggal Sidang

:

EFORI

TELAUMBANUA

:

8106162029

:

ILMU EKONOMI

z

2l

Februari

2tl3


(5)

ABSTRAK

EFORI TELAUMBANUA. Analisis Determinan Ekspor Provinsi Sumatera Utara:

Pendekatan Gravity Model. Tesis. Medan: Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan, Februari, 2013.

Pertumbuhan ekspor telah menjadi salah satu komponen penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sumatera Utara. Selama kurun waktu 2005-2010, pertumbuhan nilai ekspor di Provinsi Sumatera Utara rata-rata 16,5 persen per tahun dengan kontribusi pada pertumbuhan ekonomi rata-rata 5,23 persen per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara selama kurun waktu 2005-2010. Dengan pendekatan augmented gravity model, penelitian ini menganalisis pengaruh nilai produk domestik bruto per kapita dan jumlah populasi dari masing-masing negara mitra dagang, jarak geografis antara Provinsi Sumatera Utara dengan masing-masing negara mitra dagang, serta nilai investasi asing langsung dan nilai tukar efektif riil di Provinsi Sumatera Utara, terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara ke masing-masing negara mitra dagang, yaitu Amerika Serikat, Belanda, Cina, India, Italia, Jepang, Malaysia, Mesir, Singapura, dan Ukraina. Dengan memakai random effect model pada pengolahan data panel, hasil penelitian menunjukkan bahwa produk domestik bruto per kapita dan jumlah populasi dari masing-masing negara tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara. Demikian halnya dengan nilai investasi asing langsung serta nilai tukar efektif riil di Provinsi Sumatera Utara menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan. Sedangkan, jarak geografis yang merupakan hambatan perdagangan, berhubungan negatif dan signifikan terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara.


(6)

ii

ABSTRACT

EFORI TELAUMBANUA. Analysis of Export Determinant of North Sumatera

Province: Gravity Model Approach. Thesis. Medan: Post Graduate Program of the State University of Medan, February, 2013.

Export Growth has been being one of important component in enhancing of economic growth of North Sumatera Province. During 2005-2010, the average growth of export rate of North Sumatera Province is 16,5 percent per year with 5,23 percent per year the

average of it’s contribution to growth. The aim of this research is to detect the factors

which affect the enhancement of export rate of North Sumatera Province during 2005-2010. With augmented gravity model approach, this research analyzes the effect of gross domestic product percapita rate and the population of each trading partner countries, geographical distance between North Sumatera Province and every trading partner countries, foreign direct investment and real effective exchange rate of North Sumatera Province, to the export rate of North Sumatera Province to every trading countries, such as United States of America, Netherland, China, India, Italy, Japan, Malaysia, Egypt, Singapore, and Ukraine. By using random effect model in pooled data processing, the result of this research describes that the gross domestic product percapita and the population of each trading partner countries affect positively and significantly to the export rate of North Sumatera Province. As well as foreign direct investment rate and real effective exchange rate of North Sumatera Province show the positive and significant effect. Whereas, geographical distance as the trade barrier, correlate negatively and significantly to the export rate of North Sumatera Province. Keywords: Export rate, gravity model approach, export destination country


(7)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur Penulis panjatkan ke hadirat Allah, Bapa yang di Sorga, yang telah memberikan rahmat dan hikmat sehingga Penulis dapat menyelesaikan penyusunan tesis ini untuk memenuhi persyaratan dalam memperoleh gelar Magister Sains pada Program Studi Ilmu Ekonomi Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

Dalam penyusunan tesis ini Penulis telah banyak mendapat bantuan, arahan dan bimbingan dari berbagai pihak, bahkan selama mengikuti pendidikan program pascasarjana, baik moril maupun materil yang tak terhingga. Oleh karena itu pada kesempatan ini dari lubuk hati yang terdalam, Penulis menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada:

1. Bapak Binahati B. Baeha, S.H. sebagai mantan Bupati Nias Periode 2006-2011, dan Bapak Drs. Sõkhiatulõ Laoli, M.M. sebagai Bupati Nias Periode 2011-2016, yang telah memberikan kesempatan kepada Penulis sebagai Pegawai Negeri Sipil Tugas Belajar pada Program Studi Ilmu Ekonomi Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

2. Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si. selaku Rektor Universitas Negeri Medan dan Bapak Prof. Dr. H. Abdul Muin Sibuea, M.Pd. selaku Direktur Program Pasca sarjana Universitas Negeri Medan, juga kepada Bapak Syarifuddin, M.Sc.,Ph.D. dan Bapak Prof. Dr. Abdul Hasan Saragih, M.Pd. masing-masing sebagai Asisten Direktur I dan Asisten Direktur II Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

3. Bapak Dr. Dede Ruslan, M.Si. selaku Ketua Program Studi Ilmu Ekonomi Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan, sekaligus sebagai Pembimbing


(8)

iv

I, yang telah dengan ikhlas dan sabar memberikan banyak arahan dan bimbingan dalam penyusunan tesis ini.

4. Bapak Dr. Jonni Manurung sebagai Pembimbing II, yang juga telah dengan ikhlas meluangkan waktu dan memberikan masukan yang berharga pada penyusunan tesis ini.

5. Bapak Dr. H.M.Yusuf, M.Si., Bapak Drs. Indra Maipita, M.Si., Ph.D., dan Bapak Prof. Dr. Zulkarnain Lubis, M.Si., masing-masing sebagai Penguji yang telah memberikan kesempatan kepada Penulis untuk mempertanggungjawabkan hasil penelitian dalam tesis ini.

6. Bapak Dr. Eko Wahyu Nugrahadi, M.Si. selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Ekonomi Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

7. Kedua orang tuaku yang selalu mendukung dan mendoakan Penulis dalam mengikuti pendidikan hingga penyelesaian program pascasarjana ini.

8. Yang tercinta, isteriku Yeni Hasratwati Marunduri dan anak kami Eunike Wise Putri Telaumbanua, yang selalu setia memberi semangat, dukungan dan pengertian yang tulus kepada Penulis dalam mengikuti dan menyelesaikan pendidikan program pascasarjana ini.

9. Adik-adik beserta keluarga besar Penulis; juga rekan-rekan Pegawai Negeri Sipil di Pemkab Nias; rekan-rekan mahasiswa Program Studi Ilmu Ekonomi; dan semua pihak yang tidak dapat Penulis sebutkan satu persatu, yang telah mendukung dan membantu Penulis dalam menyelesaikan program pascasarjana ini.

Akhirnya, Penulis mengharapkan kiranya tesis ini dapat bermanfaat.

Medan, Februari 2013 Penulis,


(9)

Halaman

DAFTAR ISI

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR TABEL ... vii

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR LAMPIRAN ... ix

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah ... 1

1.2. Perumusan Masalah ... 10

1.3. Tujuan Penelitian ... 11

1.4. Manfaat Penelitian ... 11

BAB II KAJIAN PUSTAKA 2.1. Kerangka Teoritis ... 13

2.1.1. Perdagangan Internasional ... 13

2.2. Model Gravitasi ... 53

2.3. Determinan Perdagangan Bilateral ... 56

2.3.1. Gross Domestic Product ... 56

2.3.2. Populasi ... 60

2.3.3. Jarak ... 61

2.3.4. Investasi Asing Langsung ... 63

2.3.5. Kurs atau Nilai Tukar ... 66

2.4. Penelitian Terdahulu ... 68

2.5. Kerangka Konseptual dan Hipotesis ... 72

2.5.1. Kerangka Konseptual ... 72

2.5.2. Hipotesis ... 74

BAB III METODE PENELITIAN 3.1. Ruang Lingkup Penelitian ... 75

3.2. Jenis dan Sumber Data ... 75

3.3. Disain Penelitian ... 76

3.3.1. Definisi Operasional ... 76


(10)

vi

3.4. Metode Analisis Data ... 78

3.4.1. Data Panel ... 78

3.4.2. Pemilihan Model ... 83

3.4.3. Uji Hipotesis ... 84

3.4.4. Uji Asumsi Klasik ... 86

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Perkembangan Ekspor Provinsi Sumatera Utara ... 93

4.2. Determinan Ekspor Provinsi Sumatera Utara ... 96

4.2.1. Produk Domestik Bruto Negara Tujuan Ekspor ... 96

4.2.2. Jumlah Penduduk Negara Tujuan Ekspor ... 99

4.2.3. Jarak (Distance) ... 99

4.3.4. Nilai Tukar Efektif Riil (REER) ... 101

4.3.5. Investasi Asing Langsung (FDI) ... 103

4.3. Hasil Penelitian ... 105

4.3.1. Pemilihan Metode Analisis Data Panel ... 106

4.3.2. Hasil Estimasi Model Penelitian ... 107

4.4. Pengujian Hasil Estimasi Model Penelitian ... 109

4.4.1. Uji Kriteria “A Priori” Ekonomi ... 109

4.4.2. Uji Kriteria Statistik ... 111

4.4.3. Uji Kriteria Ekonometrika ... 114

4.5. Pembahasan Hasil Penelitian ... 117

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan ... 121

5.2. Saran ... 122

DAFTAR PUSTAKA ... 123


(11)

Halaman

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1. Pertumbuhan Nilai Ekspor dan Impor Sumatera Utara

2001-2010 ... 4

Gambar 1.2. Nilai Total Ekspor Sumatera Utara ke Negara-Negara Tujuan Utama Ekspor (2001-2010) dan Jarak Geografis ... 8

Gambar 2.1. Production Possibility Frontier (PPF) ... 24

Gambar 2.2. Kurva Konvergensi Harga-Harga Relatif ... 29

Gambar 2.3. Kerangka dan Karakter Keseimbangan Umum Teori Heckser-Ohlin ... 30

Gambar 2.4. Skema M. Porter – Diamond ... 35

Gambar 2.5. Daya Saing Internasional – Model 9 Faktor ... 38

Gambar 2.6. Pengaruh Perdagangan Internasional di Negara Pengekspor ... 41

Gambar 2.7. Pengaruh Perdagangan Internasional di Negara Pengimpor ... 42

Gambar 2.8. Dampak Pemberlakuan Tarif di Negara Perekonomian Kecil .... 46

Gambar 2.9. Dampak Pemberlakuan Tarif di Negara Perekonomian Besar .... 48

Gambar 2.10. Peranan Perdagangan Internasional terhadap Perekonomian ... 52

Gambar 2.11. Pergeseran Kurva Kemungkinan Produksi akibat Perubahan GDP ... 57

Gambar 2.12 Fungsi Impor ... 58

Gambar 2.13. Perubahan Kecondongan Fungsi Impor ... 58

Gambar 2.14 Perubahan Fungsi Impor yang Sejajar ... 59

Gambar 2.15. Pengaruh Pertambahan Populasi terhadap Ekspor Suatu Negara 60 Gambar 2.16. Skema Kerangka Konseptual ... 74

Gambar 3.1. Aturan Membandingkan Uji Durbin-Watson dengan Tabel Durbin-Watson ... 89

Gambar 4.1. Pertumbuhan Nilai Total Ekspor Nonmigas Provinsi Sumatera Utara Tahun 2005-2010 ... 94


(12)

ix

Gambar 4.2. Pertumbuhan Nilai Ekspor Sumatera Utara ke Negara Tujuan Utama Tahun 2005-2010 ... 96 Gambar 4.3. Perkembangan Nilai Tukar Efektif Riil (REER) Indonesia

Tahun 2005-2010 ... 103 Gambar 4.4. Pertumbuhan FDI dan Nilai Total Ekspor Provinsi Sumatera


(13)

Halaman

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Data Panel Untuk Estimasi Model Penelitian ... 126 2. Statistik Deskriptif Residual ... 128


(14)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Dalam sistem perekonomian terbuka, perdagangan internasional merupakan komponen penting dalam determinasi pendapatan nasional suatu negara atau daerah, di samping komponen konsumsi (C), investasi (I) dan pengeluaran pemerintah (G).

Perdagangan internasional sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara, karena dalam perdagangan internasional semua negara bersaing di pasar internasional. Salah satu keuntungan perdagangan internasional adalah memungkinkan suatu negara untuk berspesialisasi dalam menghasilkan barang dan jasa secara murah, baik dari segi bahan maupun cara berproduksi. Manfaat nyata dari perdagangan internasional dapat berupa kenaikan pendapatan, cadangan devisa, transfer modal dan luasnya kesempatan kerja. Dengan kata lain, perdagangan internasional merupakan engine of development, karena dapat menciptakan nilai tambah terhadap pendapatan nasional melalui arus penawaran atau permintaan barang dan jasa dari suatu negara ke negara lain.

Perdagangan internasional meliputi ekspor dan impor barang maupun jasa. Dengan terbukanya akses pasar global, maka memungkinkan Indonesia untuk mengekspor produk ke luar negeri dan mengimpor produk dari luar negeri. Dalam penghitungan pendapatan nasional, peningkatan ekspor akan meningkatkan pendapatan nasional, sedangkan peningkatan impor akan menurunkan pendapatan nasional. Oleh karena itu, maka setiap negara akan berusaha untuk meningkatkan ekspornya. Tabel 1.1. berikut memperlihatkan perkembangan ekspor dan impor nonmigas Indonesia dalam kurun waktu 2001 – 2010.


(15)

2

Tabel 1.1. Perkembangan Ekspor dan Impor Nonmigas Indonesia 2001 – 2010

Tahun

Ekspor Impor

Nilai (Juta US$) Pertumbuhan (%) Nilai (Juta US$) Pertumbuhan (%) 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 43.684,6 45.046,1 47.406,8 55.939,3 66.428,4 79.589,1 92.012,3 107.894,2 97.491,7 129.739,5 -8,53 3,12 5,24 18,00 18,75 18,81 15,61 17,26 -9,64 33,08 25.490,3 24.763,1 24.939,8 34.792,5 40.243,2 42.102,6 52.540,6 98.644,4 77.848,5 108.250,6 -7,29 -2,85 0,71 39,51 15,67 4,62 24,79 87,75 -21,08 39,05

Sumber : BPS (berbagai tahun terbitan, diolah)

Tabel 1.1. di atas menunjukkan pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia yang semakin meningkat, kecuali pada tahun 2009 yang tumbuh negatif sebagai imbas dari krisis finansial global sejak akhir tahun 2008. Peningkatan pertumbuhan ekspor tersebut merupakan upaya nyata pemerintah Indonesia, yang sejak pertengahan 1980-an mulai menjadikan ekspor nonmigas sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi, seiring dengan berubahnya strategi industrialisasi dari penekanan pada industri substitusi impor ke industri promosi ekspor. Pergeseran ini terjadi setelah pemerintah mengeluarkan serangkaian kebijakan dan deregulasi di bidang ekspor, sehingga memungkinkan produsen untuk meningkatkan ekspor nonmigas.

Kegiatan menggenjot perdagangan internasional tidak saja dilakukan oleh pemerintah pusat, tetapi juga oleh masing-masing daerah, yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi. Seperti halnya pembangunan di Provinsi Sumatera Utara yang berlangsung secara menyeluruh dan berkesinambungan telah meningkatkan perekonomian masyarakat. Pencapaian hasil-hasil pembangunan yang sangat dirasakan masyarakat merupakan agregat pembangunan dari 33 Kabupaten/Kota di Sumatera Utara yang tidak terlepas dari usaha keras


(16)

3

bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat. Namun di sisi lain berbagai kendala dalam memaksimalkan potensi sumber daya manusia dan sumber modal masih dihadapi oleh penentu kebijakan di tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota.

Dari sisi permintaan, selain konsumsi dan investasi, pertumbuhan perekonomian Sumatera Utara ditunjang oleh transaksi perdagangan internasional yang merupakan salah satu motor perekonomian, seperti ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 1.2. Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Sumatera Utara

Menurut Penggunaan 2001 – 2010 (Persen)

Jenis Penggunaan

T a h u n

2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

Konsumsi Investasi Ekspor Impor 2,22 -2,40 9,92 4,78 4,85 1,80 5,18 4,53 6,50 -7,14 2,39 -2,76 4,73 -12,51 22,56 22,68 6,68 16,21 6,48 14,75 8,64 17,32 2,84 10,65 9,53 29,45 2,10 15,42 6,95 24,32 10,60 22,75 8,07 4,62 -0,95 2,56 8,58 4,78 10,29 14,44

PDRB 3,98 4,56 4,81 5,74 5,48 6,18 6,90 6,39 5,07 6,37

Sumber : BPS (berbagai tahun terbitan, diolah)

Sebagaimana data pada Tabel 1.2. di atas, ekspor sebagai salah satu komponen dalam struktur PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto) Sumatera Utara terlihat tumbuh positif, kecuali pada tahun 2009 sebagai imbas dari krisis global di akhir 2008. Selama kurun waktu 2001-2010, ekspor Sumatera Utara tumbuh rata-rata 7,14 persen per tahun, melebihi pertumbuhan rata-rata PDRB dalam kurun waktu yang sama, yakni sebesar 5,55 persen per tahun.

Neraca perdagangan luar negeri Sumatera Utara dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir tetap positif, terlihat dari realisasi nilai ekspor yang selalu lebih besar dibandingkan dengan nilai impor, seperti ditunjukkan pada Tabel 1.3. dan Gambar 1.1. berikut ini.


(17)

4

Tabel 1.3. Realisasi Nilai Perdagangan Luar Negeri Sumatera Utara 2001-2010

Tahun Ekspor (US$.000) Impor (US$.000) Neraca (US$.000)

1 2 3 4

2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2.294.796 2.891.996 2.687.877 4.239.409 4.563.075 5.523.901 7.082.899 9.261.977 6.460.117 9.147.778 860.758 819.298 679.811 953.359 1.178.006 1.456.987 2.109.879 3.696.065 2.724.236 3.576.248 1.434.038 2.072.698 2.008.066 3.286.050 3.385.069 4.066.914 4.973.020 5.565.912 3.735.881 5.571.530

Sumber : BPS (berbagai tahun terbitan)

Gambar 1.1. Pertumbuhan Nilai Ekspor Impor Sumatera Utara 2001-2010 (Persen) -40 -20 0 20 40 60 80 100 Pert u mbu h an ( %)

Ekspor(%) -5.86 26 -7.06 57.7 7.63 21.1 28.2 30.8 -30.3 41.6 Impor(%) 11 -4.82 -17 40.2 23.6 23.7 44.8 75.2 -26.3 31.3 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010

Sumber : BPS (berbagai tahun terbitan, diolah)

Dari data di atas, terlihat bahwa baik ekspor maupun impor Provinsi Sumatera Utara secara umum memiliki kecenderungan yang semakin meningkat. Perdagangan ke


(18)

5

luar negeri Provinsi Sumatera Utara mengalami perkembangan yang relatif tinggi. Pada tahun 2001 nilai ekspor mencapai 2.294,80 juta US$, meningkat sekitar empat kali lipat menjadi 9.147,78 juta US$ pada tahun 2010. Selama kurun waktu tersebut, nilai ekspor pernah mengalami penurunan yang cukup besar, yaitu pada tahun 2009 menurun sekitar 30,25 persen dibandingkan tahun 2008. Hal ini terkait dengan krisis finansial global yang dampaknya dirasakan sejak pertengahan 2008. Meskipun terlihat fluktuatif, namun dalam kurun 2001-2010, pertumbuhan ekspor Sumatera Utara rata-rata positif 16,98 persen.

Demikian halnya dengan impor, pada tahun 2001 bernilai 860,76 juta US$, kemudian meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi 3.576,25 US$ pada tahun 2010. Seperti halnya dengan nilai ekspor, pertumbuhan terendah dari nilai impor juga terjadi pada tahun 2009, yaitu tumbuh –26,29 persen. Penurunan tersebut juga terkait dengan krisis finansial global yang dampaknya mulai dirasakan pada penurunan perdagangan luar negeri di akhir tahun 2008 dan puncak penurunannya pada tahun 2009.

Dalam kurun waktu tersebut, terlihat bahwa neraca perdagangan tertinggi Provinsi Sumatera Utara terjadi pada tahun 2010 sedangkan terendah terjadi pada tahun 2001. Selama kurun waktu satu dasawarsa terakhir tersebut, pergerakan neraca perdagangan dapat dikelompokkan menjadi empat periode. Pertama, periode 2001-2003 neraca perdagangan cenderung stagnan. Periode kedua, yaitu sejak tahun 2003 sampai dengan tahun 2008 menunjukkan tren neraca perdagangan yang semakin meningkat, dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 24,20 persen per tahun. Periode ketiga merupakan periode krisis keuangan global yang berpengaruh terhadap penurunan neraca perdagangan. Ini terjadi pada tahun 2009 di mana neraca perdagangan turun sekitar 32,88 persen. Periode keempat yaitu paska krisis global atau tahun 2010 sampai dengan sekarang di mana neraca perdagangan kembali mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan.


(19)

6

Apabila ditinjau dari sisi mitra dagang, negara tujuan utama ekspor Sumatera Utara antara lain adalah India, Jepang, Cina, Amerika Serikat, Belanda, Singapura, Malaysia, Italia, Mesir, dan Ukraina. Nilai ekspor Sumatera Utara ke masing-masing negara tersebut ditunjukkan pada tabel berikut:

Tabel 1.4. Nilai Ekspor Sumatera Utara ke Negara Tujuan Utama (000 US$) Tahun 2005-2010

Negara Tujuan Utama Ekspor

T a h u n

Total

2005 2006 2007 2008 2009 2010

1 2 3 4 5 6 7 8

India Jepang Cina A S Belanda Singapura Malaysia Italia Mesir Ukraina 332.677 582.077 377.795 454.186 349.460 207.383 162.836 102.334 54.823 70.791 433.554 894.044 545.975 461.230 326.089 228.967 216.475 111.663 68.964 39.610 907.379 949.637 620.430 518.761 422.717 290.047 219.498 132.992 159.031 63.828 1.540.773 1.053.721 718.975 612.452 427.877 300.892 381.426 243.897 253.475 129.660 1.087.285 623.059 527.512 516.318 249.564 317.744 262.279 174.600 210.336 168.831 1.528.616 1.038.553 811.678 661.003 435.009 363.172 316.621 210.883 210.535 250.192 5.830.284 5.141.091 3.602.365 3.223.950 2.210.716 1.708.205 1.559.135 976.369 957.164 722.912

Sumber: BPS (berbagai tahun terbitan)

Dari Tabel 1.4. di atas, terlihat bahwa dalam kurun waktu enam tahun terakhir, nilai terbesar dari ekspor Provinsi Sumatera Utara tertuju kepada empat negara yaitu India, Jepang, Cina, dan Amerika Serikat. Hal ini diduga karena keempat negara tersebut memiliki jumlah populasi dan sekaligus Gross Domestic Product (GDP) yang lebih besar dibandingkan negara tujuan lainnya, seperti ditunjukkan pada Tabel 1.5. berikut.

Ini menunjukkan bahwa populasi dapat digunakan sebagai ukuran suatu negara, di mana negara dengan populasi lebih banyak memiliki potensi pasar yang cukup besar. Demikian halnya dengan GDP yang menunjukkan kemampuan suatu negara untuk membiayai impornya, di mana negara dengan GDP lebih besar memiliki kemampuan


(20)

7

negara maka digunakan pendapatan per kapita yang merupakan hasil pembagian GDP suatu negara dengan jumlah penduduk negara tersebut.

Tabel 1.5. GDP (miliar US$) dan Jumlah Penduduk (juta jiwa) Negara-Negara Tujuan Utama Ekspor Provinsi Sumatera Utara 2005-2010

Negara Tujuan Utama Ekspor

T a h u n

2005 2006 2007 2008 2009 2010

India GDP 834,2 949,1 1238,7 1224,1 1361,1 1684,3 Jumlah

penduduk 1140 1157 1174 1190,9 1207,7 1224,6 Jepang GDP 4571,9 4356,7 4356,3 4849,2 5035,1 5488,4

Jumlah

penduduk 127,8 127,8 127,8 127,7 127,6 127,5 Cina GDP 2256,9 2712,9 3494,1 4521,8 4991,3 5930,5

Jumlah

penduduk 1303,7 1311 1317,9 1324,7 1331,4 1338,3 A S GDP 12564 13315 13962 14219 13864 14447

Jumlah

penduduk 295,5 298,4 301,2 304,1 306,8 309,3 Belanda GDP 638,5 677,7 782,6 870,8 793,4 774,2

Jumlah

penduduk 16,3 16,3 16,4 16,4 16,5 16,6 Singapura GDP 123,5 139,1 168,4 167 175,9 213,2

Jumlah

penduduk 4,3 4,4 4,6 4,8 4,9 5,1 Malaysia GDP 138 156,6 186,8 222,7 192,9 237,8

Jumlah

penduduk 26,1 26,6 27,1 27,5 27,9 28,4 Italia GDP 1786,3 1873 2127,2 2307,3 2111,1 2043,6

Jumlah

penduduk 58,6 58,9 59,4 59,8 60,2 60,5 Mesir GDP 89,7 107,5 130,5 162,8 189 218,9

Jumlah

penduduk 74,2 75,6 76,9 78,3 79,7 81,1 Ukraina GDP 86,1 107,8 142,7 180 117,2 136,4

Jumlah

penduduk 47,1 46,8 46,5 46,3 46,1 45,9


(21)

8

Berdasarkan Tabel 1.4., pada kurun waktu 2005-2010 nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara ke negara Singapura dan Malaysia, masing-masing hanya berada pada urutan keenam dan ketujuh dari sepuluh negara tujuan utama ekspor, meskipun secara geografis Singapura dan Malaysia memiliki jarak yang lebih dekat dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Krugman (1991) mempertimbangkan, bahwa jarak dua mitra dagang menjadi determinan penting pola perdagangan secara geografis. Hal ini dikarenakan jarak akan meningkatkan biaya transportasi, sehingga secara teori ekonomi, jarak berhubungan negatif dengan ekspor. Gambar 1.2. berikut memperlihatkan nilai total ekspor Sumatera Utara dan jarak geografis dari ibu kota Provinsi Sumatera Utara ke ibu kota masing-masing negara tujuan utama ekspor.

Gambar 1.2. Nilai Total Ekspor Sumatera Utara ke Negara-Negara Tujuan Utama Ekspor (2005-2010) dan Jarak Geografis

0 1000000 2000000 3000000 4000000 5000000 6000000 7000000

340 630 3594 4419 5527 7647 8175 9434 9955 15284 MalaysiaSingapura India Cina Jepang Mesir Ukraina Italia Belanda AS

Jarak dari Sumut (km)

N

il

a

i

e

k

s

po

r

S

um

ut

(

0

0

0

U

S

$

)

Sumber: BPS (berbagai tahun terbitan, diolah)

Bertolak dari kenyataan-kenyataan tersebut, menarik untuk meneliti pola hubungan perdagangan antara Provinsi Sumatera Utara dengan beberapa negara tujuan utama ekspornya. Salah satu pendekatan untuk memprediksi hubungan perdagangan bilateral adalah gravity model, di mana pada dasarnya pendekatan tersebut


(22)

9

mempertimbangkan pengaruh ukuran pasar – dalam hal ini GDP (Gross Domestic Product) – dan jarak antara dua perekonomian.

Berdasarkan data pada Tabel 1.4. dan Gambar 1.2. di atas, variabel GDP dan jarak yang merupakan variabel dasar dari gravity model, tidak cukup dapat menjelaskan pola hubungan perdagangan dimaksud. Oleh karena itu menurut hemat Penulis, pengaruh dari beberapa variabel lain perlu ditambahkan dalam penelitian ini. Menurut Samuelson (1995), selain GDP, volume dan nilai ekspor dipengaruhi oleh harga relatif suatu komoditi di pasar internasional, yang berkaitan erat dengan nilai tukar mata uang. Selain beberapa variabel di atas, peningkatan ekspor Sumatera Utara kemungkinan tidak terlepas dari pertumbuhan investasi, khususnya investasi asing langsung (FDI = foreign direct investment) di Provinsi Sumatera Utara. Realisasi nilai FDI (PMA = Penanaman Modal Asing) di Sumatera Utara dalam kurun waktu enam tahun terakhir, ditunjukkan pada Tabel 1.6. berikut.

Tabel 1.6. Realisasi Nilai PMA di Sumatera Utara 2005-2010

Tahun Nilai PMA (US$.000) Pertumbuhan (%)

1 2 3

2005 2006 2007 2008 2009 2010

52.669,55 54.156,31 330.250,53 255.176,02 940.296,46 290.630,83

-47,69 2,82 509,81 -22,73 268,49 -69,09

Sumber : Sumut Dalam Angka (BPS, 2011)

Dari data di atas, terlihat bahwa pertumbuhan investasi asing langsung di Provinsi Sumatera Utara berfluktuatif, namun secara keseluruhan memiliki pertumbuhan positif rata-rata 106,935 persen. Pertumbuhan yang cukup signifikan tersebut secara tidak langsung telah meningkatkan industrialisasi yang pada akhirnya akan meningkatkan jumlah output yang memungkinkan terjadinya peningkatan pada


(23)

10

ekspor. Hal ini sejalan dengan penelitian Brenton and Di Mauro (1999), menyatakan bahwa secara statistik terdapat hubungan yang positif antara FDI dan ekspor, yakni hubungan komplementer yang kuat.

Dari uraian di atas, penelitian tentang pola perdagangan Provinsi Sumatera Utara ke negara-negara tujuan utama ekspor sangat penting dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara terhadap negara-negara mitra dagangnya. Pengetahuan akan determinan ekspor tersebut dapat digunakan untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam mengembangkan potensi perdagangan internasional Provinsi Sumatera Utara.

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian sebelumnya, maka untuk mengetahui determinan ekspor Provinsi Sumatera Utara dengan pendekatan gravity model, rumusan masalah yang akan diteliti oleh Penulis adalah:

1. Bagaimanakah pengaruh produk domestik bruto (GDP) per kapita negara importir terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara?

2. Bagaimanakah pengaruh jumlah populasi negara importir terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara?

3. Bagaimanakah pengaruh jarak geografis antara Provinsi Sumatera Utara dengan negara importir terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara?

4. Bagaimanakah pengaruh nilai investasi asing langsung (FDI) di Sumatera Utara terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara?

5. Bagaimanakah pengaruh nilai tukar efektif riil terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara?


(24)

11

1.3. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan latar belakang dan perumusan masalah, maka tujuan penelitian adalah :

1. Menganalisis pengaruh produk domestik bruto (GDP) negara importir terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara.

2. Menganalisis pengaruh jumlah populasi negara importir terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara.

3. Menganalisis pengaruh jarak geografis antara Provinsi Sumatera Utara dengan negara importir terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara.

4. Menganalisis pengaruh nilai investasi asing langsung (FDI) di Sumatera Utara terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara.

5. Menganalisis pengaruh nilai tukar efektif riil terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara.

1.4. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat, baik secara aspek teoritis (keilmuan) maupun secara aspek praktis (guna laksana). Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Manfaat teoritis (keilmuan):

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi salah satu bahan untuk mengembangkan analisis pola dan faktor-faktor penentu dalam studi arus perdagangan internasional, khususnya dalam penggunaan gravity model untuk perdagangan.

2. Manfaat praktis (guna laksana):

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para pengambil kebijakan di jajaran Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara dalam


(25)

12

mengembangkan potensi perdagangan Sumatera Utara, untuk mendukung pembangunan perekonomian daerah.


(26)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Dari hasil estimasi penelitian dan pembahasan seperti telah diuraikan pada bab sebelumnya, pendekatan gravity model mampu menjelaskan determinan ekspor Provinsi Sumatera Utara dalam kurun waktu 2005-2010. Adapun kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut:

1. Variabel produk domestik bruto per kapita dari masing-masing negara tujuan utama ekspor Provinsi Sumatera Utara berpengaruh positif secara signifikan terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara, sehingga jika nilai produk domestik bruto negara tujuan ekspor meningkat satu persen, maka nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara akan meningkat sebesar 0,48 persen.

2. Variabel jumlah penduduk dari masing-masing negara tujuan utama ekspor Provinsi Sumatera Utara berpengaruh positif secara signifikan terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara, sehingga jika jumlah penduduk negara tujuan ekspor meningkat satu persen, maka nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara akan meningkat sebesar 0,53 persen.

3. Variabel jarak geografis antara ibu kota Provinsi Sumatera Utara dan ibu kota masing-masing negara tujuan utama ekspor Provinsi Sumatera Utara secara umum berpengaruh negatif dan signifikan, di mana peningkatan satu persen dalam jarak akan menurunkan nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara sebesar 0,35 persen. Namun demikian, untuk dua negara tujuan ekspor yakni Malaysia dan Singapura, terlihat fenomena tersendiri di mana pengaruh jarak geografis tidak sesuai dengan keadaan riil. Hal ini terkait dengan komoditas unggulan yang dipengaruhi oleh faktor kesamaan produk serta proses transaksi perdagangan komoditas tersebut.


(27)

121

4. Variabel investasi asing langsung atau foreign direct investment di Provinsi Sumatera Utara berpengaruh positif secara signifikan terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara, sehingga jika investasi asing langsung meningkat satu persen, maka nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara akan meningkat sebesar 0,12 persen.

5. Variabel nilai tukar efektif riil (REER) berpengaruh positif secara signifikan terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara, di mana peningkatan REER sebesar satu persen akan meningkatkan nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara sebesar 1,25 persen.

5.2. Saran

1. Kebijakan-kebijakan pemerintah hendaknya dapat mendorong pertumbuhan investasi asing langsung di Provinsi Sumatera Utara, khususnya yang berorientasi ekspor, karena terbukti bahwa pertumbuhan FDI dapat meningkatkan nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara.

2. Bank Indonesia hendaknya tetap memperhatikan kebijakan terhadap kestabilan nilai tukar rupiah, karena terbukti bahwa nilai tukar efektif riil sangat berpengaruh terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara.

3. Untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif atas faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor Provinsi Sumatera Utara, bagi yang berminat hendaknya melakukan penelitian terhadap berbagai komoditas unggulan ekspor serta memasukkan variabel lain seperti keterlibatan dalam perjanjian perdagangan atau integrasi ekonomi (misalnya AFTA, APEC, dan lain-lain) dan variabel relevan lainnya. Selain itu, jika penelitian dilakukan untuk tiap komoditas, maka dapat memakai variabel biaya transportasi tanpa harus diproksi dengan jarak geografis.


(28)

DAFTAR PUSTAKA

Ambarsari, Indah dan Purnomo, Didit. 2005. Studi tentang Penanaman Modal Asing di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, Vol. 6, No. 1: 26-47.

Badan Pusat Statistik. Berbagai tahun terbitan. Sumatera Utara Dalam Angka. Medan: BPS.

Batra, Amita. 2004. India’s Global Trade Potential: The Gravity Model Approach. Working Paper No.151. New Delhi: ICRIER.

Boediono. 2008. Ekonomi Makro (edisi keempat). Yogyakarta: BPFE.

Brenton, P., and Di Mauro, F. 1999. The Potential Magnitude and Impact of FDI Flow to CEECs. Journal of Economic Integration, Vol. 14 No. 1, pp 59-74.

Chaisrisawatsuk, S. & W. Chaisrisawatsuk. 2007. Imports, Exports and Foreign Direct Investment Interactions and Their Effects. Towards Coherent Policy Frameworks: Understanding Trade and Investment Linkages – A study by the Asia-Pacific Research and Training Network on Trade, pp.93-110. New York: United Nations.

Darvas, Zsolt. 2012. Real Effective Exchange Rate for 178 Countries: A New Database. Bruegel Working Paper 2012/06.

Deardoff, V. Allan. 1995. Determinants of Bilateral Trade: Does Gravity Work in a Neoclassic World?. National Bureau of Economic Research Working Paper No. 5377.

Deliarnov. 1995. Pengantar Ekonomi Makro. Jakarta: Bina Grafika.

Di Mauro, Fransesca. 2000. The Impact of Economic Integration on FDI and Export: A Gravity Approach. CEPS Working Document No.156.

Dornbusch R., Fischer S., Startz R. 2008. Macroekonomic (10th edition). New York: McGraw-Hill.

Egger, P. 2000. A Note on the Proper Econometric Specification of the Gravity Equation. Economic Letter 66, 25-31.

Elliot, Robert J.R., Kengo Ikemoto. 2005. AFTA and Asian Crisis: Help or Hidrance to ASEAN Intra-Regional Trade? (online) (www.lesman-ac.uk/ses/research/discussion-paper0311.pdf., diakses 12 Oktober 2012). Fitzsimons, E., Hogan, V., Neary, J.P. 1999. Explaining the Volume of North-South

Trade in Ireland: A Gravity Model Approach. University College Dublin: The Economic and Social Review, Vol. 30, No. 4, October, 1999, pp. 381-401 Feldstein, Martin. 2000. Aspect of Global Integration: Outlook of The Future.


(29)

123

Gujarati, Damodar N. 2010. Dasar-Dasar Ekonometrika (Buku 1, edisi ke-5). Jakarta: Salemba Empat.

Gujarati, Damodar N. 2012. Dasar-Dasar Ekonometrika (Buku 2, edisi ke-5). Jakarta: Salemba Empat.

Hady, Hamdy. 2004. Ekonomi Internasional, Teori dan Kebijakan Perdagangan Internasional. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Halwani, Hendra. 2005. Ekonomi Internasional dan Globalisasi Ekonomi (edisi ke-2). Bogor: Ghalia Indonesia.

Head, Keith. 2003. Gravity for Beginners. Vancounver: Faculty of Commerce University of British Columbia.

Hinkle, Lawrence E. & Peter J. Montiel. 1999. Exchange Rate Misalignment: Concepts and Measurement for Developing Countries. New York: A World Bank Publication, Oxford University Press, Inc.

Hoftyzer, J. 1984. A Further Analysis of the Linder Trade Thesis. Quarterly Review of Economics and Bussiness, 24(2), 57-90.

Hutabarat, Reselyne. 1996. Transaksi Ekspor Impor. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Keynes, John Maynard. 1936. The General Theory of Employment, Interest and Money (e-Book). New York: Harcourt, Brace and Company.

Krugman, Paul R. and Obstfeld, Maurice. 1991. Ekonomi Internasional Teori dan Kebijakan (edisi kedua). Jakarta: P.T. Raja Grafindo Persada.

Kunawangsih, T. & Soares, P. 2007. Nilai Tukar Riil dan Ekspor Indonesia. Media Ekonomi, Vol.15 No.3.

Lindet, Peter H., Penerjemah Agustinus Subekti. 1994. Ekonomi Internasional. Jakarta: Bumi Aksara.

Mankiw, N.Gregory. 2006. Makroekonomi (edisi ke-4). Jakarta: Penerbit Erlangga. Mankiw, N.Gregory. 2009. Principle of Economics: Pengantar Ekonomi Mikro (edisi

ke-3). Jakarta: Salemba Empat.

Mishkin, Frederic S. 2008. Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Keuangan (Buku 2, edisi ke-8). Jakarta: Salemba Empat.

Nopirin. 1997. Ekonomi Internasional. Yogyakarta: BPFE UGM.

Pramadhani, M., Bissoondeeal, R., & Driffield, N. 2007. FDI, Trade and Growth, A Causal Link? Research Paper 0710, Aston Bussiness Scholl. Birmingham: Aston University.

Razin, A. and Sadka, E. 2007. Foreign Direct Investment: Analysis of Aggregate Flows. New Jersey: Princeton University Press.


(30)

124

Samuelson, Paul A., Nordhaus, William D. 1998. Economics (16th edition). USA: The McGraw-Hill Companies, Inc.

Sarwedi. 2010. Analisis Determinan Perubahan Penawaran Barang Ekspor Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Vol.12 No.3, Januari 2010. Jakarta: Bank Indonesia.

Sastradipoera, Komarudin. 2001. Sejarah Pemikiran Ekonomi: Suatu Pengantar Teori dan Kebijaksanaan Ekonomi. Bandung: Kappa-Sigma.

Soekartawi. 2006. A Policy Instrument Model for Assesing Trade Liberalization and Export Competitiveness. Disampaikan dalam Seminar Internasional di Universitas Prof.Dr.Moestopo, Jakarta.

Sukirno, Sadono. 2006. Makroekonomi Teori Pengantar (edisi ke-3). Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.

Sukirno, Sadono. 2010. Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan (edisi ke-2). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Suryana. 2000. Ekonomi Pembangunan, Problematika dan Pendekatan. Jakarta: Salemba Empat.

Tambunan, Tulus. 2000. Perdagangan Internasional dan Neraca Pembayaran: Teori dan Temuan Empiris. Jakarta: LP3ES.

Tarigan, Robinson. 2009. Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Tarmidi, L.T., P. Gammeltoft. 2008. “The Characteristics of China’s Multinationals in

the Manufacturing Sector Operating in Indonesia’’, Makalah pada Conference ‘’Emerging Multinationals’ : Outward Foreign Direct Investment

from Emerging and Developing Economies’’, diselenggarakan oleh

Copenhagen Business School, Copenhagen, 9-10 Oktober.

Todaro, Michael P. dan Smith, Stephen C. 2006. Pembangunan Ekonomi (Jilid 1 dan 2, edisi ke-9). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Triyoso, Bambang. 1984. Analisis Statistik atas Besarnya Parameter Ekonomi Makro: Sisi Lain dari Pengamatan Teoritis Perkembangan Perekonomian Indonesia 1968-1983. EKI, Vol.XXXII, No.3 September 1984.

Wooldridge, J.M. 2006. Introductory Econometrics: A Modern Approach (4th edition). USA: South-Western Cengage Learning.


(1)

12

mengembangkan potensi perdagangan Sumatera Utara, untuk mendukung pembangunan perekonomian daerah.


(2)

5.1. Kesimpulan

Dari hasil estimasi penelitian dan pembahasan seperti telah diuraikan pada bab sebelumnya, pendekatan gravity model mampu menjelaskan determinan ekspor Provinsi Sumatera Utara dalam kurun waktu 2005-2010. Adapun kesimpulan dari penelitian ini sebagai berikut:

1. Variabel produk domestik bruto per kapita dari masing-masing negara tujuan utama ekspor Provinsi Sumatera Utara berpengaruh positif secara signifikan terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara, sehingga jika nilai produk domestik bruto negara tujuan ekspor meningkat satu persen, maka nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara akan meningkat sebesar 0,48 persen.

2. Variabel jumlah penduduk dari masing-masing negara tujuan utama ekspor Provinsi Sumatera Utara berpengaruh positif secara signifikan terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara, sehingga jika jumlah penduduk negara tujuan ekspor meningkat satu persen, maka nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara akan meningkat sebesar 0,53 persen.

3. Variabel jarak geografis antara ibu kota Provinsi Sumatera Utara dan ibu kota masing-masing negara tujuan utama ekspor Provinsi Sumatera Utara secara umum berpengaruh negatif dan signifikan, di mana peningkatan satu persen dalam jarak akan menurunkan nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara sebesar 0,35 persen. Namun demikian, untuk dua negara tujuan ekspor yakni Malaysia dan Singapura, terlihat fenomena tersendiri di mana pengaruh jarak geografis tidak sesuai dengan keadaan riil. Hal ini terkait dengan komoditas unggulan yang dipengaruhi oleh faktor kesamaan produk serta proses transaksi perdagangan komoditas tersebut.


(3)

121

4. Variabel investasi asing langsung atau foreign direct investment di Provinsi Sumatera Utara berpengaruh positif secara signifikan terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara, sehingga jika investasi asing langsung meningkat satu persen, maka nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara akan meningkat sebesar 0,12 persen.

5. Variabel nilai tukar efektif riil (REER) berpengaruh positif secara signifikan terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara, di mana peningkatan REER

sebesar satu persen akan meningkatkan nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara sebesar 1,25 persen.

5.2. Saran

1. Kebijakan-kebijakan pemerintah hendaknya dapat mendorong pertumbuhan investasi asing langsung di Provinsi Sumatera Utara, khususnya yang berorientasi ekspor, karena terbukti bahwa pertumbuhan FDI dapat meningkatkan nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara.

2. Bank Indonesia hendaknya tetap memperhatikan kebijakan terhadap kestabilan nilai tukar rupiah, karena terbukti bahwa nilai tukar efektif riil sangat berpengaruh terhadap nilai ekspor Provinsi Sumatera Utara.

3. Untuk mendapatkan hasil yang lebih komprehensif atas faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor Provinsi Sumatera Utara, bagi yang berminat hendaknya melakukan penelitian terhadap berbagai komoditas unggulan ekspor serta memasukkan variabel lain seperti keterlibatan dalam perjanjian perdagangan atau integrasi ekonomi (misalnya AFTA, APEC, dan lain-lain) dan variabel relevan lainnya. Selain itu, jika penelitian dilakukan untuk tiap komoditas, maka dapat memakai variabel biaya transportasi tanpa harus diproksi dengan jarak geografis.


(4)

Ambarsari, Indah dan Purnomo, Didit. 2005. Studi tentang Penanaman Modal Asing di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, Vol. 6, No. 1: 26-47.

Badan Pusat Statistik. Berbagai tahun terbitan. Sumatera Utara Dalam Angka. Medan: BPS.

Batra, Amita. 2004. India’s Global Trade Potential: The Gravity Model Approach.

Working Paper No.151. New Delhi: ICRIER.

Boediono. 2008. Ekonomi Makro (edisi keempat). Yogyakarta: BPFE.

Brenton, P., and Di Mauro, F. 1999. The Potential Magnitude and Impact of FDI Flow to CEECs. Journal of Economic Integration, Vol. 14 No. 1, pp 59-74.

Chaisrisawatsuk, S. & W. Chaisrisawatsuk. 2007. Imports, Exports and Foreign Direct Investment Interactions and Their Effects. Towards Coherent Policy Frameworks: Understanding Trade and Investment Linkages – A study by the Asia-Pacific Research and Training Network on Trade, pp.93-110. New York: United Nations.

Darvas, Zsolt. 2012. Real Effective Exchange Rate for 178 Countries: A New Database.

Bruegel Working Paper 2012/06.

Deardoff, V. Allan. 1995. Determinants of Bilateral Trade: Does Gravity Work in a Neoclassic World?. National Bureau of Economic Research Working Paper No. 5377.

Deliarnov. 1995. Pengantar Ekonomi Makro. Jakarta: Bina Grafika.

Di Mauro, Fransesca. 2000. The Impact of Economic Integration on FDI and Export: A Gravity Approach. CEPS Working Document No.156.

Dornbusch R., Fischer S., Startz R. 2008. Macroekonomic (10th edition). New York: McGraw-Hill.

Egger, P. 2000. A Note on the Proper Econometric Specification of the Gravity Equation. Economic Letter 66, 25-31.

Elliot, Robert J.R., Kengo Ikemoto. 2005. AFTA and Asian Crisis: Help or Hidrance to ASEAN Intra-Regional Trade? (online) (www.lesman-ac.uk/ses/research/discussion-paper0311.pdf., diakses 12 Oktober 2012). Fitzsimons, E., Hogan, V., Neary, J.P. 1999. Explaining the Volume of North-South

Trade in Ireland: A Gravity Model Approach. University College Dublin: The Economic and Social Review, Vol. 30, No. 4, October, 1999, pp. 381-401 Feldstein, Martin. 2000. Aspect of Global Integration: Outlook of The Future.


(5)

123

Gujarati, Damodar N. 2010. Dasar-Dasar Ekonometrika (Buku 1, edisi ke-5). Jakarta: Salemba Empat.

Gujarati, Damodar N. 2012. Dasar-Dasar Ekonometrika (Buku 2, edisi ke-5). Jakarta: Salemba Empat.

Hady, Hamdy. 2004. Ekonomi Internasional, Teori dan Kebijakan Perdagangan Internasional. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Halwani, Hendra. 2005. Ekonomi Internasional dan Globalisasi Ekonomi (edisi ke-2). Bogor: Ghalia Indonesia.

Head, Keith. 2003. Gravity for Beginners. Vancounver: Faculty of Commerce University of British Columbia.

Hinkle, Lawrence E. & Peter J. Montiel. 1999. Exchange Rate Misalignment: Concepts and Measurement for Developing Countries. New York: A World Bank Publication, Oxford University Press, Inc.

Hoftyzer, J. 1984. A Further Analysis of the Linder Trade Thesis. Quarterly Review of Economics and Bussiness, 24(2), 57-90.

Hutabarat, Reselyne. 1996. Transaksi Ekspor Impor. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Keynes, John Maynard. 1936. The General Theory of Employment, Interest and Money (e-Book). New York: Harcourt, Brace and Company.

Krugman, Paul R. and Obstfeld, Maurice. 1991. Ekonomi Internasional Teori dan Kebijakan (edisi kedua). Jakarta: P.T. Raja Grafindo Persada.

Kunawangsih, T. & Soares, P. 2007. Nilai Tukar Riil dan Ekspor Indonesia. Media Ekonomi, Vol.15 No.3.

Lindet, Peter H., Penerjemah Agustinus Subekti. 1994. Ekonomi Internasional. Jakarta: Bumi Aksara.

Mankiw, N.Gregory. 2006. Makroekonomi (edisi ke-4). Jakarta: Penerbit Erlangga. Mankiw, N.Gregory. 2009. Principle of Economics: Pengantar Ekonomi Mikro (edisi

ke-3). Jakarta: Salemba Empat.

Mishkin, Frederic S. 2008. Ekonomi Uang, Perbankan, dan Pasar Keuangan (Buku 2, edisi ke-8). Jakarta: Salemba Empat.

Nopirin. 1997. Ekonomi Internasional. Yogyakarta: BPFE UGM.

Pramadhani, M., Bissoondeeal, R., & Driffield, N. 2007. FDI, Trade and Growth, A Causal Link? Research Paper 0710, Aston Bussiness Scholl. Birmingham: Aston University.

Razin, A. and Sadka, E. 2007. Foreign Direct Investment: Analysis of Aggregate Flows. New Jersey: Princeton University Press.


(6)

Samuelson, Paul A., Nordhaus, William D. 1998. Economics (16th edition). USA: The McGraw-Hill Companies, Inc.

Sarwedi. 2010. Analisis Determinan Perubahan Penawaran Barang Ekspor Indonesia. Buletin Ekonomi Moneter dan Perbankan, Vol.12 No.3, Januari 2010. Jakarta: Bank Indonesia.

Sastradipoera, Komarudin. 2001. Sejarah Pemikiran Ekonomi: Suatu Pengantar Teori dan Kebijaksanaan Ekonomi. Bandung: Kappa-Sigma.

Soekartawi. 2006. A Policy Instrument Model for Assesing Trade Liberalization and Export Competitiveness. Disampaikan dalam Seminar Internasional di Universitas Prof.Dr.Moestopo, Jakarta.

Sukirno, Sadono. 2006. Makroekonomi Teori Pengantar (edisi ke-3). Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.

Sukirno, Sadono. 2010. Ekonomi Pembangunan: Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan (edisi ke-2). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Suryana. 2000. Ekonomi Pembangunan, Problematika dan Pendekatan. Jakarta: Salemba Empat.

Tambunan, Tulus. 2000. Perdagangan Internasional dan Neraca Pembayaran: Teori dan Temuan Empiris. Jakarta: LP3ES.

Tarigan, Robinson. 2009. Ekonomi Regional Teori dan Aplikasi. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Tarmidi, L.T., P. Gammeltoft. 2008. “The Characteristics of China’s Multinationals in

the Manufacturing Sector Operating in Indonesia’’, Makalah pada

Conference ‘’Emerging Multinationals’ : Outward Foreign Direct Investment from Emerging and Developing Economies’’, diselenggarakan oleh Copenhagen Business School, Copenhagen, 9-10 Oktober.

Todaro, Michael P. dan Smith, Stephen C. 2006. Pembangunan Ekonomi (Jilid 1 dan 2, edisi ke-9). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Triyoso, Bambang. 1984. Analisis Statistik atas Besarnya Parameter Ekonomi Makro: Sisi Lain dari Pengamatan Teoritis Perkembangan Perekonomian Indonesia 1968-1983. EKI, Vol.XXXII, No.3 September 1984.

Wooldridge, J.M. 2006. Introductory Econometrics: A Modern Approach (4th edition). USA: South-Western Cengage Learning.