PENGEMBANGAN BUKU KERJA BERBASIS PENEMUA (1)

PENGEMBANGAN BUKU KERJA BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING
PADA PERKULIAHAN GEOMETRI RUANG
DI UNIVERSITAS MAHAPUTRA MUHAMMAD YAMIN SOLOK

TESIS

Oleh
SUGENG RIYADI
NIM 1103969

KONSENTRASI PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014

1

PENGEMBANGAN BUKU KERJA BERBASIS PENEMUAN TERBIMBING
PADA PERKULIAHAN GEOMETRI RUANG
DI UNIVERSITAS MAHAPUTRA MUHAMMAD YAMIN SOLOK

TESIS

Oleh
SUGENG RIYADI
NIM 1103969

Ditulis untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam
mendapatkan gelar Magister Pendidikan

KONSENTRASI PENDIDIKAN MATEMATIKA
PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2014

1

ABSTRACT

Sugeng Riyadi. 2014. The Development of the Work Book Based on Guided
Discovery on the Geometry Space in Mahaputra Muhammad Yamin
University of Solok. Thesis. Post Graduate Program. State University of
Padang.

One of the learning materials that could help the students to do continuous
and direct learning is a work book. The work book which is facilitated by the
lecturer aimed to train the students to discover the concept. The guided discovery
method is one of the learning process that could help the students in getting the
concept. The aim of this research is to create the valid, practice and effective work
book.
The kind of this research is research development. This research used 4-D
model which are consist of four stages: define, design, develop, and disseminate.
The work book based on guided discovery was validated by geometry expert,
indonesian language and mathematic lecturer of UMMY solok.
The practical of the work book can be seen from the students' responses to
the questionnaire, observation analysis of the learning process, and interview to
the students. The work book's effectiveness can be seem from the result of the
observation analysis of the learning process and the result of the students' learning
process. Analysis result on the validation stage shown that the work book based
on the guided discovery was valid. The result of the students' responses to the
questionnaire, learning process observation, and interview to the students shown
that the work book based on the guided discovery was practical. The result of the
students' learning process shown that no one of the students got D or E. The result
of activities analysis and the students' learning result shown that the work book
based on the guided discovery was effective. Based on the result of the research,
the work book based on guided discovery on geometry space class was valid,
practice, and effective.

i

ABSTRAK
Sugeng Riyadi. 2014. “Pengembangan Buku Kerja Berbasis Penemuan
Terbimbing pada Perkuliahan Geometri Ruang Di Universitas Mahaputra
Muhammad Yamin Solok”. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Negeri
Padang.
Salah satu bahan ajar yang dapat membantu mahasiswa belajar secara
kontinu dan terarah adalah buku kerja. Buku kerja yang disediakan oleh dosen
hendaknya mampu melatih mahasiswa dalam menemukan konsep. Salah satu
pembelajaran yang dapat membimbing mahasiswa dalam menemukan konsep
adalah metode penemuan terbimbing. Pada penelitian ini dikembangkan buku
kerja berbasis penemuan terbimbing. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan
buku kerja yang valid, praktis dan efektif.
Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan. Penelitian ini
menggunakan model 4-D yang terdiri dari 4 tahap yaitu: tahap pendefinisian
(define), perancangan (design), pengembangan (develop) dan penyebaran
(disseminate). Buku kerja berbasis penemuan terbimbing divalidasi oleh dua
orang pakar yaitu pakar geometri ruang, dan bahasa Indonesia, serta dosen
matematika UMMY Solok. Kepraktisan dilihat dari hasil angket respon
mahasiswa, analisis observasi pelaksanaan pembelajaran dan wawancara dengan
mahasiswa. Keefektivan dilihat melalui hasil analisis observasi aktivitas dan hasil
belajar mahasiswa. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif.
Hasil analisis pada tahap validasi menunjukkan bahwa buku kerja berbasis
penemuan terbimbing yang dihasilkan valid dari segi isi dan konstruk. Hasil
analisis angket respon mahasiswa, observasi pelaksanaan pembelajaran dan hasil
wawancara dengan mahasiswa menunjukkan bahwa buku kerja berbasis
penemuan terbimbing yang dihasilkan praktis. Hasil belajar mahasiswa yang
diperoleh menunjukkan bahwa tidak ada mahasiswa yang mendapatkan nilai D
maupun E. Hasil analisis aktivitas dan hasil belajar mahasiswa menunjukkan
bahwa buku kerja berbasis penemuan terbimbing yang dihasilkan efektif.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa buku kerja berbasis penemuan
terbimbing pada perkuliahan geometri ruang yang dikembangkan telah valid,
praktis dan efektif.

ii

iii

iv

SURAT PERNYATAAN

menyatakan bahwa:
Dengan ini sayaa m
uku Kerja Berbasis
1. Karya tulis saya dengan judul “Pengembangan Buku
bimbing pada Perkuliahan Geometri Ruang
ng Di Universitas
Penemuan Terbim
Muhammad Yamin Solok”, adalah asli dan belum
um pernah diajukan
Mahaputra Muham
patkan gelar baik di Universitas Negeri Pada
adang maupun di
untuk mendapatka
lainnya.
perguruan tinggii la
ni m
murni gagasan, penilaian dan rumusan say
saya sendiri tanpa
2. Karya tulis ini
dari pihak lain, kecuali arahan Tim Pembimbi
mbing.
bantuan tidakk sah da
tulis ini tidak terdapat karya atau pendapat ya
yang telah ditulis
3. Di dalam karya tul
sikan orang lain kecuali dikutip secara tertuliss de
dengan jelas dan
atau dipublikasika
bagai acuan di dalam naskah saya dengan men
enyebutkan nama
dicantumkan seba
dicantumkan pada daftar rujukan.
pengarangnya dan di
saya buat dengan sesungguhnya, dan apabila di kemudian hari
4. Pernyataan ini say
mpangan dan ketidakbenaran pernyataan ini, saya bersedia
terdapat penyimpa
nksi akademik berupa pencabutan gelar yang tel
telah saya peroleh
menerima sanksi
ulis ini, serta sanksi lainnya sesuai dengan norm
norma dan ketentuan
karena karya tulis
rlaku.
hukum yang berla

Padang,, 15 Agustus 2014
Saya yang
ng Me
Menyatakan,

Sugengg Ri
Riyadi
NIM: 1103969

v

KATA PENGANTAR
Alhamdulillahirabbil‘alamin, puji syukur peneliti ucapkan atas kehadirat
Allah SWT, yang telah memberikan kesempatan dan kesehatan pada peneliti
sehingga peneliti dapat menyelesaikan tesis yang berjudul “Pengembangan Buku
Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing pada Perkuliahan Geometri Ruang Di
Universitas Mahaputra Muhammad Yamin Solok”.
Keberhasilan peneliti dalam menyelesaikan tesis tidak terlepas dari
bimbingan, arahan, dan bantuan dalam menyiapkan, melaksanakan dan
menyelesaikan dari berbagai pihak. Atas bimbingan, arahan, dan bantuannya
peneliti menyampaikan rasa terima kasih kepada:
1. Bapak Prof. Dr. I Made Arnawa, M.Si, selaku Pembimbing I.
2. Bapak Dr. Yerizon, M.Si, selaku Pembimbing II.
3. Ibu Dr. Armiati, M.Pd, Bapak Dr. Edwin Musdi, M.Pd, dan Bapak Prof.
Dr. Atmazaki, M.Pd selaku kontributor.
4. Bapak Dr. Abdurahman, M.Pd, Bapak Rudi Chandra, M.Pd, Ibu Hana
Adhia, S.Si. M.Pd, dan Ibu Elan Halid, S.Si, M.Pd, selaku validator
5. Pihak-pihak yang turut membantu dalam penulisan tesis ini.
Semoga segala bimbingan, arahan, dan bantuan yang telah Bapak dan Ibu
berikan menjadi amalan dan diberikan pahala yang berlipat ganda oleh Allah
SWT. Mudah-mudahan tesis ini bermanfaat secara khusus bagi peneliti dan secara
umum untuk para pembaca. Peneliti telah berusaha dengan maksimal untuk
menyelesaikan tesis ini, namun peneliti menyadari baik isi maupun penulisan ini
masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu kepada pembaca, peneliti mengharapkan
saran dan kritikan yang sifatnya membangun demi perbaikan di masa yang akan
datang.

Padang, 15 Agustus 2014

Peneliti

vi

DAFTAR ISI

Halaman
ABSTRACT ...........................................................................................................i
ABSTRAK ............................................................................................................ ii
PERSETUJUAN AKHIR TESIS ..........................................................................iii
PERSETUJUAN KOMISI UJIAN TESIS ............................................................iv
SURAT PERNYATAAN ...................................................................................... v
KATA PENGANTAR ...........................................................................................vi
DAFTAR ISI......................................................................................................... vii
DAFTAR TABEL .................................................................................................ix
DAFTAR GAMBAR ............................................................................................xi
DAFTAR LAMPIRAN ........................................................................................ xii
BAB I

PENDAHULULUAN ......................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah................................................................. 1
B. Rumusan Masalah .......................................................................... 7
C. Tujuan Pengembangan .................................................................. 8
D. Spesifikasi Produk yang diharapkan ............................................. 8
E. Pentingnya Pengembangan ........................................................... 9
F. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan ................................... 10
G. Definisi Istilah .............................................................................. 11

BAB II KAJIAN PUSTAKA ......................................................................... 13
A. Landasan Teori ............................................................................. 13
1. Perkuliahan Geometri Ruang .................................................. 13
2. Metode Penemuan Terbimbing ............................................... 14
3. Bahan Ajar .............................................................................. 18
4. Buku Kerja .............................................................................. 22
5. Aktivitas Mahasiswa dalam Perkuliahan ................................ 24
6. Hasil Belajar............................................................................ 25
B. Kajian Penelitian yang Relevan .................................................... 26
BAB III METODE PENGEMBANGAN ....................................................... 28
vii

A. Model Pengembangan .................................................................. 28
B. Prosedur Pengembangan ............................................................... 28
C. Uji Coba Produk............................................................................ 33
D. Subjek Uji Coba ............................................................................ 33
E. Jenis Data ...................................................................................... 35
F. Instrumen Pengumpulan Data ....................................................... 35
1. Instrumen Kevalidan .............................................................. 35
2. Instrumen Kepraktisan ........................................................... 37
3. Instrumen Keefektivan ........................................................... 40
G. Teknik Analisis Data..................................................................... 44
BAB IV HASIL PENGEMBANGAN ............................................................ 49
A. Validitas Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing ............... 49
1. Hasil Tahap Pendefinisian ...................................................... 50
2. Hasil Perancangan Prototipe .................................................. 59
3. Hasil Validasi Buku Kerja Berbasis Penemuan
Terbimbing ............................................................................. 71
B. Praktikalitas Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing........... 76
1. Hasil Angket Praktikalitas Buku Kerja Berbasis
Penemuan Terbimbing ........................................................... 76
2. Hasil Observasi Pelaksanaan Pembelajaran ........................... 78
3. Hasil Wawancara dengan Mahasiswa .................................... 90
C. Efektivitas Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing ............. 94
1. Aktivitas Mahasiswa Matematika UMMY Solok .................. 94
2. Hasil Belajar Mahasiswa Matematika UMMY Solok ............ 95
D. Revisi Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing..................... 96
E. Keterbatasan Penelitian................................................................. 97
BAB V KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN ................................. 98
A. Kesimpulan .................................................................................. 98
B. Implikasi ....................................................................................... 99
C. Saran ........................................................................................... 100
DAFTAR RUJUKAN ....................................................................................... 102

viii

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

1. Perbedaan Buku Teks dan Bahan Ajar............................................................ 20
2. Validasi Buku Kerja........................................................................................ 29
3. Praktikalitas Buku kerja .................................................................................. 30
4. Efektivitas Buku kerja..................................................................................... 31
5. Hasil Validasi dari Lembar Validasi Buku Kerja ........................................... 32
6. Hasil Revisi Angket Respon Mahasiswa terhadap Buku Kerja
Berbasis Masalah ........................................................................................... 36
7. Hasil Validasi Angket Respon Mahasiswa terhadap Buku Kerja
Berbasis Penemuan Terbimbing ..................................................................... 37
8. Hasil Revisi Lembar Wawancara Mahasiswa terhadap Buku Kerja
Berbasis Masalah ........................................................................................... 38
9. Hasil Validasi dari Lembar Validasi Buku Kerja ........................................... 39
10. Hasil Revisi Lembar Observasi Aktivitas Belajar Siswa ................................ 40
11. Hasil Validasi Lembar Observasi Aktivitas Mahasiswa ................................ 40
12. Hasil Revisi Soal Tes Hasil Belajar Siswa...................................................... 42
13. Hasil Validasi Soal Tes Hasil Belajar ............................................................. 42
14. Instrumen yang Digunakan dalam Penelitian ................................................ 43
15. Kategori Praktikalitas Buku Kerja .................................................................. 45
16. Kriteria Keberhasilan Aktivitas Belajar Mahasiswa ....................................... 47
17. Kompetensi Umum dan Kompetensi Khusus Geometri
Ruang untuk Mahasiswa Semester II Setelah Dianalisis ................................ 52
18. Saran dan Buku Kerja Berbasis Masalah Buku Kerja .................................... 72
19. Hasil Validasi Aspek Penyajian Buku Kerja .................................................. 73
20. Hasil Validasi Aspek Isi Buku Kerja .............................................................. 74
21. Hasil Validasi Aspek Bahasa dan Keterbacaan Buku Kerja .......................... 75
22. Hasil Validasi Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing
secara Keseluruhan.......................................................................................... 76
23. Hasil Angket Praktikalitas Buku Kerja ........................................................... 77

ix

24. Hasil Observasi Aktivitas Mahasiswa UMMY Solok .................................... 94
25. Hasil Tes Akhir Mahasiswa UMMY Solok ................................................... 95
26. Hasil Revisi Produk setelah Penelitian .......................................................... 96

x

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

1. Diagram Alir Prosedur Penelitian 4D ............................................................. 34
2. Cuplikan Materi Limas pada Buku HT .......................................................... 54
3. Cuplikan Materi Limas pada Buku DI ........................................................... 55
4. Penulisan Kompetensi Umum, Kompetensi Khusus, Indikator
dan Petunjuk Penggunaan .............................................................................. 61
5. Penulisan Ringkasan Materi pada Buku Kerja berbasis
Penemuan Terbimbing ................................................................................... 62
6. Mengenal Masalah pada Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing.......... 63
7. Analisis Masalah pada Buku Kerja Berbasis PenemuanTerbimbing.............. 64
8. Konjektur pada Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing ....................... 64
9. Menemukan Jawaban pada Buku Kerja Berbasis Penemuan
Terbimbing ..................................................................................................... 65
10. Kesimpulan pada Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing ..................... 65
11. Latihan Mandiri pada Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing ............. 66
12. Kunci Jawaban pada Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing ............... 67
13. Bahan Diskusi pada Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing ................ 67
14. Cover Buku Kerja Geometri Ruang Berbasis Penemuan Terbimbing............ 69
15. Kata Pengantar pada Buku Kerja Geometri Ruang
Berbasis Penemuan Terbimbing .................................................................... 70
16. Judul Subbab dan Materi pada Buku Kerja Berbasis Penemuan
Terbimbing ..................................................................................................... 71
17. Mahasiswa Mendiskusikan dengan Teman Sebelahnya
untuk Menjawab Pertanyaan pada Buku Kerja .............................................. 82
18. Hasil kerja mahasiswa menjawab soal latihan 3 ............................................ 84
19. Mahasiswa Diskusi Kelompok untuk Mengerjakan
Latihan Mandiri pada Buku Kerja .................................................................. 86
20. Contoh Hasil Pekerjaan Kelompok Tiga untuk Soal
Nomor Satu (Pertemuan Kedua) .................................................................... 88

xi

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

1. Nama-nama Validator Instrumen Pengumpul Data ...................................... 105
2. Nama-nama Validator Instrumen Pengembangan Buku
Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing.......................................................... 106
3. Nama-Nama Mahasiswa yang Diwawancara Untuk Melihat
Praktikalitas Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing........................... 107
4. Kisi-kisi Lembar Validasi Buku Kerja Berbasis
Penemuan Terbimbing ................................................................................. 108
5. Format Lembar Validasi Buku Kerja Berbasis
Penemuan Terbimbing .................................................................................. 109
6. Kisi-kisi Lembar Angket Praktikalitas untuk Mahasiswa ............................ 112
7. Format Lembar Angket Praktikalitas untuk Mahasiswa .............................. 113
8. Kisi-kisi Lembar Validasi Angket Respon Mahasiswa terhadap
Kepraktisan Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing ........................... 115
9. Format Lembar Validasi Angket Respon Mahasiswa terhadap
Kepraktisan Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing ........................... 116
10. Data Hasil Penyebaran Angket Praktikalitas Buku Kerja
Berbasis Masalah oleh Mahasiswa ............................................................... 118
11. Kisi-kisi Pedoman Wawancara untuk Mahasiswa tentang
Praktikalitas Buku kerja Berbasis Penemuan Terbimbing............................ 119
12. Pedoman Wawancara untuk Mahasiswa tentang Praktikalitas
Buku kerja Berbasis Penemuan Terbimbing................................................. 120
13. Format Lembar Validasi Instrumen Pedoman Wawancara
dengan Mahasiswa ........................................................................................ 121
14. Hasil Wawancara dengan Mahasiswa tentang Kepraktisan
Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing ............................................... 123
15. Kisi-kisi Lembar Validasi Observasi Aktivitas Mahasiswa ........................ 128
16. Format Lembar Validasi Observasi Aktivitas Mahasiswa............................ 129
17. Lembar Observasi Aktivitas Mahasiswa....................................................... 131

xii

18. Data Hasil Observasi Aktivitas Belajar Mahasiswa ..................................... 133
19. Lembar Validasi Tes Akhir Belajar Geometri Ruang................................... 134
20. Kunci Jawaban Tes Hasil Belajar Geometri Ruang ..................................... 136
21. Data Hasil Tes Akhir .................................................................................... 140
22. Data Hasil Validasi Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing .............. 141
23. Dokumentasi ................................................................................................ 143
24. Surat Keterangan Penelitian ......................................................................... 144
25. Satuan Acara Pembelajaran (SAP) ............................................................... 145
26. Silabus Mata Kuliah Geometri Bidang dan Ruang ...................................... 157
27. Buku Kerja Geometri Ruang Berbasis Penemuan Terbimbing ................... 164
28. Riwayat Singkat Peneliti .............................................................................. 235

xiii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Mata pelajaran matematika perlu diberikan kepada semua peserta didik
mulai dari tingkat satuan pendidikan dasar yakni Sekolah Dasar (SD) sampai
ke tingat satuan pendidikan menengah yakni di Sekolah Menengah Pertama
(SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Tujuan dari mempelajari mata
pelajaran matematika untuk membekali peserta didik memiliki kemampuan
berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan
bekerjasama. Kompetensi tersebut diperlukan agar peserta didik dapat
memiliki kemampuan memperoleh, mengelola, dan memanfaatkan informasi
untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan
kompetitif.
Permendikbud No. 64 tahun 2013 menjelaskan bahwa muatan
matematika memiliki banyak ruang lingkup diantaranya geometri yang selalu
dipelajari dari tingkal kelas SD sampai SMA. Berdasarkan Permendikbud No.
64 tahun 2013 tentang standar isi pendidikan dasar dan menengah, kompetensi
yang diharapkan untuk muatan matematika tingkat satuan kelas XII bagian
geometri ruang adalah: “menganalisis sifat-sifat sederhana dari bangun ruang
seperti diagonal ruang, diagonal bidang, dan bidang diagonal, jarak antar
objek geometri ruang”.

1

2

Universitas Mahaputra Muhammad Yamin (UMMY) Solok pada
dasarnya mendidik dan menyiapkan mahasiswanya untuk menjadi calon guru
yang berkompeten sesuai dengan jurusannya. Hal ini sesuai dengan
Kepmendiknas Nomor 232 tahun 2000 yang berbunyi:
Program sarjana diarahkan pada hasil lulusan yang memiliki
kualifikasi sebagai berikut:
a. menguasai dasar-dasar ilmiah dan ketrampilan dalam
bidang keahlian tertentu sehingga mampu menemukan,
memahami, menjelaskan, dan merumuskan cara
penyelesaian masalah yang ada di dalam kawasan
keahliannya;
b. mampu menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan
yang dimilikinya sesuai dengan bidang keahliannya dalam
kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat
dengan sikap dan perilaku yang sesuai dengan tata
kehidupan bersama;
c. mampu bersikap dan berperilaku dalam membawakan diri
berkarya di bidang keahliannya maupun dalam
berkehidupan bersama di masyarakat;
d. mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan,
teknologi, dan/atau kesenian yang merupakan keahliannya.
Berdasarkan arahan dari Kemendiknas terkait lulusan program sarjana
dalam mencapai kualifikasi yang diharapkan maka dosen memiliki peran yang
cukup penting dalam mewujudkannya. Hal ini juga diperkuat oleh Peraturan
Pemerintah Nomor 37 tahun 2009 yang berbunyi:
Dosen adalah pendidik profesional dan ilmuwan dengan tugas
utama
mentransformasikan,
mengembangkan,
dan
menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni melalui
pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Transformasi ilmu yang dosen lakukan perlu mempertimbangkan
Keputusan Dirjen DIKTI No. 43 tahun 2006 menyatakan bahwa
“perencanaan proses pembelajaran hendaknya memiliki deskripsi matakuliah
dan menjadi pedoman bagi dosen untuk dikembangkan lebih lanjut menjadi

3

silabus dan satuan acara pembelajaran (SAP)”. Oleh karena itu, dosen
seharusnya membuat perangkat pembelajaran yang terdiri dari silabus, SAP,
bahan ajar sebagai sumber belajar mahasiswa baik sebelum belajar maupun
saat belajar di ruang kuliah, media pembelajaran jika ada dan instrumen
penilaian yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotor.
Pemilihan dan penggunaan perangkat pembelajaran yang tepat dalam
suatu proses pembelajaran merupakan faktor yang sangat penting dalam
mengarahkan mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar. Cara dosen
mengajar sangat terkait dengan bahan ajar yang digunakan, penyusunan SAP
yang tepat dan bagaimana cara mahasiswa belajar terkait dengan penggunaan
bahan ajar. Dengan adanya bahan ajar yang dirancang oleh dosen, mahasiswa
akan menjadi lebih aktif dan proses pembelajaran berjalan dengan baik.
Kenyataan di lapangan yang peneliti temui belum adanya bahan ajar
yang dirancang oleh dosen UMMY Solok. Belum adanya bahan ajar di
UMMY Solok yang peneliti temui diperkuat dengan hasil wawancara dengan
Ibu Rita pada tanggal 19 Februari 2013 selaku dosen mata kuliah geometri
bidang dan ruang. Berdasarkan wawancara tersebut diperoleh keterangan
bahwa untuk mata kuliah geometri bidang dan ruang belum ada bahan ajar
yang dikembangkan oleh dosen. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor,
diantaranya kemampuan dosen dalam mengembangkan bahan ajar masih
terbatas

dan

kurangnya

ketersediaan

waktu

bagi

dosen

untuk

mengembangkan bahan ajar tersebut. Selain itu, diperoleh keterangan bahwa
bahan ajar yang dipakai oleh dosen pada mata kuliah geometri bidang dan

4

ruang adalah buku-buku matematika SMA yang terdapat materi geometri dan
buku Nurlius.
Mahasiswa S1 Pendidikan Matematika UMMY Solok merupakan
mahasiswa yang dipersiapkan untuk menjadi guru sekolah menengah yang
profesional. Mereka dikhususkan memiliki kemampuan dan keahlian untuk
mengajar di sekolah menengah. Oleh karena itu mereka perlu dibekali dengan
penguasaan konsep yang benar agar tidak terjadi kecenderungan untuk
melakukan kesalahan dalam mentransfer ilmu berupa konsep matematika,
yang salah satu materi yang harus diajarkan di sekolah menengah adalah
geometri ruang.
Penguasaan konsep yang benar seiring dengan pemahaman yang
dimiliki oleh mahasiswa. Mahasiswa matematika di UMMY Solok pada
umumnya belum terbiasa menemukan konsep geometri ruang secara mandiri.
Salah satu yang penyebab mahasiswa belum terbiasa menemukan konsep
geometri ruang secara mandiri adalah belum adanya bahan ajar yang
memfasilitasi mahasiswa untuk belajar secara kontinu dan terarah dalam
menemukan konsep geometri ruang. Bahan ajar yang ditemui di UMMY
Solok pada umumnya buku-buku matematika SMA kelas X. Salah satu buku
yang ditemui buku karangan Husein Tampomas penerbit Erlangga tahun 2008
dengan judul buku Matematika Jilid 1 untuk SMA/MA kelas X yang
selanjutnya disingkat dengan buku HT. Pemaparan dalam buku HT terdiri dari
materi singkat disertai rumus, contoh soal dan soal latihan. Buku HT pada
dasarnya ditujukan sebagai sumber rujukan untuk siswa. Buku HT kurang

5

tepat apabila dijadikan sumber rujukan untuk mahasiswa, seharusnya ada
tambahan yang membedakan dengan siswa misalnya pembuktian rumus untuk
luas permukaan dan volume dari berbagai bangun ruang.
Penguasaan konsep juga dipengaruhi dari cara mahasiswa menemukan
konsep itu sendiri. Cara mahasiswa menemukan konsep yang terjadi di kelas
matematika UMMY Solok hanya sebatas dari apa yang dilihat, didengar dan
dicatat dari penjelasan dosen di papan tulis. Akibatnya mahasiswa tidak secara
aktif dalam menemukan konsep geometri ruang dan pembelajaran yang terjadi
lebih cenderung berpusat pada dosen (instructor centered). Mustafa (2001:36)
menjelaskan ciri dari instructor centered adalah “memanfaatkan diri mereka
untuk menjadi model dari profesi dan pendidikan bidang studi tersebut, baik
segi proses intelektual maupun seninya”.
Fakta di lapangan yang peneliti temui, tidak dapat dipungkiri bahwa
mahasiswa matematika UMMY Solok berasal dari sekolah menengah dengan
jurusan yang berbeda-beda. Keberagaman jurusan asal studi mahasiswa
sebelumnya juga memberikan pengaruh terhadap pemahaman konsep dasar
matematika yang dimilikinya. Perbedaan konsep dasar matematika yang
dimiliki mahasiswa ini juga mempengaruhi dalam memahami konsep
geometri ruang. Untuk menyamakan konsep geometri ruang perlu adanya
kesamaan bahan ajar yang dimiliki oleh mahasiswa.
Bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran seperti buku teks
seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung yang dapat
memfasilitasi mahasiswa untuk bisa belajar secara kontinu sehingga dalam

6

proses belajar dan mengajar mahasiswa dapat berpartisipasi dengan aktif.
Upaya yang harus dilakukan untuk memfasilitasi mahasiswa dalam belajar
secara kontinu pada perkuliahan geometri ruang adalah perubahan dalam
proses perkuliahan. Perubahan dapat dilakukan dari berbagai aspek, salah
satunya adalah bahan ajar. Bahan ajar yang mampu membimbing, melatih
mahasiswa dalam memahami konsep geometri ruang.
Salah satu pembelajaran yang dapat membimbing, melatih mahasiswa
dalam menemukan konsep geometri ruang adalah metode penemuan
terbimbing. Metode penemuan terbimbing dipilih karena metode ini dapat
mengaktifkan mahasiswa dalam proses perkuliahan baik secara mental
maupun fisik. Suherman (2003:212) menjelaskan bahwa pengajaran dengan
metode penemuan terbimbing benar-benar aktif belajar menemukan sendiri
bahan yang dipelajarinya. Dengan mengembangkan bahan ajar yang berbasis
penemuan terbimbing, diharapkan mahasiswa dapat memahami konsep dan
prinsip dari geometri ruang.
Salah satu bahan ajar yang dapat dikembangkan dengan metode
penemuan terbimbing adalah buku kerja. Buku kerja yang berbasis penemuan
terbimbing memuat ringkasan materi, langkah-langkah pembuktian rumus,
latihan terbimbing yang sesuai dengan langkah-langkah dari metode
penemuan terbimbing, latihan mandiri dan kunci jawaban, serta bahan diskusi
yang dikemas sedemikian rupa sehingga mahasiswa dapat menemukan
jawaban dari soal-soal yang ada.

7

Agar penggunaan buku kerja berbasis penemuan terbimbing ini dapat
berfungsi dengan baik, hendaknya diiringi dengan perencanaan yang baik
pula. Untuk itu perencanaan pembelajaran yang terangkum dalam SAP juga
disesuaikan dengan buku kerja yang digunakan yaitu dikembangkan sesuai
dengan silabus. Dengan demikian, mahasiswa diharapkan dapat memahami
konsep sendiri dan mampu menyelesaikan soal-soal yang ada.
Berdasarkan uraian di atas maka diadakan sebuah penelitian yang
bertujuan mengembangan suatu buku kerja yang disebut buku kerja berbasis
penemuan terbimbing. Untuk itu dilakukan penelitian dengan judul
”Pengembangan Buku Kerja Berbasis Penemuan Terbimbing pada
Perkuliahan Geometri Ruang Di Universitas Mahaputra Muhammad
Yamin Solok”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat dirumuskan
permasalahan bahwa saat ini bahan ajar berupa buku kerja geometri ruang
yang praktis dari dosen belum ada. Permasalahan ini dapat dirinci menjadi
pertanyaan penelitian sebagai berikut.
1. Bagaimanakah buku kerja geometri ruang berbasis penemuan terbimbing
yang memenuhi kriteria valid dari segi isi dan konstruk?
2. Bagaimanakah buku kerja geometri ruang berbasis penemuan terbimbing
yang memenuhi kriteria praktis?

8

3. Bagaimanakah buku kerja geometri ruang berbasis penemuan terbimbing
yang memenuhi kriteria efektif?

C. Tujuan Pengembangan
Secara umum

penelitian pengembangan ini

bertujuan untuk

mengetahui proses dan hasil pengembangan buku kerja berbasis penemuan
terbimbing pada perkuliahan geometri ruang yang valid, praktis dan efektif.
Tujuan secara umum penelitian pengembangan adalah untuk
menghasilkan buku kerja berbasis penemuan terbimbing pada perkuliahan
geometri ruang. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai
berikut.
1. Mengembangkan buku kerja geometri ruang berbasis penemuan
terbimbing yang memenuhi kriteria valid dari segi isi dan konstruk.
2. Mengembangkan buku kerja geometri ruang berbasis penemuan
terbimbing yang memenuhi kriteria praktis.
3. Mengembangkan buku kerja geometri ruang berbasis penemuan
terbimbing yang memenuhi kriteria efektif.

D. Spesifikasi Produk yang Diharapkan
Produk yang diharapkan dalam penelitian ini adalah buku kerja
berbasis penemuan terbimbing untuk perkuliahan geometri ruang dengan
karakteristik sebagai berikut.

9

1. Buku kerja berisi sasaran belajar, ringkasan materi, latihan terbimbing,
latihan mandiri dan kunci jawaban, serta bahan diskusi.
2. Sasaran belajar untuk setiap bab dalam buku kerja di paparkan kompetensi
utama, kompetensi khusus, indikator, dan petunjuk penggunaan buku
kerja.
3. Ringkasan materi berisi materi yang dianggap penting seperti definisi atau
pembuktian dari rumus yang sesuai dengan topik pada geometri ruang.
4. Latihan mandiri berisi langkah-langkah menyelesaikan permasalahan yang
diberikan berdasarkan metode penemuan terbimbing.
5. Bagian latihan mandiri berisi soal-soal yang dalam penyelesaiannya dilakukan
oleh mahasiswa secara mandiri, dan disertai kunci jawaban.

6. Bahan diskusi berisi soal-soal yang diharapkan dapat diselesaikan oleh
mahasiswa baik secara individu maupun secara berkelompok.
7. Buku kerja akan diketik dengan huruf Cambria, ukuran 12 dan memiliki
paduan warna yang menarik agar mahasiswa termotivasi dalam belajar.
8. Buku kerja menggunakan bahasa yang dapat dipahami oleh mahasiswa.

E. Pentingnya Pengembangan
Produk yang dihasilkan diharapkan mampu menjawab permasalahan
sebagai berikut:

10

1. Bagi dosen mata geometri ruang UMMY Solok
Buku kerja ini diharapkan dapat memberikan alternatif model baru dalam
penyusunan bahan ajar yang dapat digunakan dalam kegiatan perkuliahan
geometri ruang di UMMY Solok.
2. Bagi mahasiswa UMMY Solok
Membantu mahasiswa dalam memperoleh alternatif bahan ajar selain buku
teks dan sebagai sumber belajar baru untuk memberikan motivasi dalam
kegiatan belajar sehingga diharapkan mampu memberikan stimulus kepada
mahasiswa untuk belajar secara kontinu dan terarah.

F. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan
1. Asumsi Pengembangan
Penelitian ini dilakukan dengan berpegang pada beberapa asumsi,
yaitu sebagai berikut:
a. Pembelajaran dengan menggunakan produk buku kerja geometri ruang
pada perkuliahan

menjadi lebih baik karena buku kerja tersebut

memiliki komponen-komponen pembelajaran yang jelas sesuai dengan
tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
b. Pemanfaatan buku kerja ini dapat memotivasi mahasiswa dalam proses
perkuliahan sehingga aktivitas mahasiswa meningkat dan hasil
belajarnya menjadi lebih baik.

11

2. Keterbatasan Pengembangan
Dalam pengembangan buku kerja geometri ruang berbasis
penemuan terbimbing ini terdapat keterbatasan.
a. Analisis kebutuhan, subjek uji coba dan tempat uji coba hanya
dilakukan di UMMY Solok.
b. Materi hanya pada geometri ruang pada mata kuliah geometri bidang
dan ruang.

G. Definisi Istilah
Agar tidak menimbulkan perbedaan penafsiran istilah dalam penelitian
maka perlu dikemukakan definisi istilah sebagai berikut.
1. Pengembangan adalah proses untuk menghasilkan sesuatu (dalam hal ini
buku kerja berbasis penemuan terbimbing pada perkuliahan geometri
ruang).
2. Buku kerja berisikan sasaran belajar, ringkasan materi, latihan terbimbing ,
latihan mandiri disertai kunci jawaban dan bahan diskusi. Buku kerja
ditujukan untuk membantu mahasiswa agar belajar secara kontinu dan
terarah.
3. Penemuan terbimbing merupakan suatu metode yang mengarahkan
mahasiswa untuk bisa menemukan dan memahami sendiri konsep
matematika yang dipelajarinya. Metode penemuan terbimbing merupakan
suatu cara penyampaian topik matematika sehingga pada proses
perkuliahan

mahasiswa mampu menemukan sendiri pola atau struktur

12

matematika melalui rangkaian pengalaman sebelumnya yang berada dalam
bimbingan dosen yang bersangkutan.
4. Validitas yang dikaji meliputi validitas isi dan validitas konstruk. Validitas
isi melihat sejauh mana penilaian mampu mengukur materi/tujuan yang
digariskan secara representatif. Validitas konstruk melihat sejauh mana
kebermaknaan penilaian mengukur sifat atau karakteristik yang tidak dapat
diobservasi.
5. Praktikalitas berkaitan dengan kemudahan menggunakan buku kerja dan
penyajian yang mudah dipahami oleh mahasiswa.
6. Efektifitas berkaitan dengan dampak buku kerja terhadap aktivitas dan
hasil belajar mahasiswa.

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori
1. Perkuliahan Geometri Bidang dan Ruang
Geometri berasal dari bahasa yunani kuno (geo artinya bumi dan
metron artinya pengukuran). Secara harfiah geometri dapat diartikan
dengan pengukuran bumi. Geometri merupakan salah satu cabang dari
matematika yang berkaitan dengan bentuk, ukuran, posisi, dan sifat ruang
(http://id.wikipedia.org/wiki/Ruang_%28matematika%29).

Dalam

matematika, sebuah bidang adalah permukaan datar dan dua dimensi
(http://id.wikipedia.org/wiki/Bidang_%28geometri%29).

Di

dalam

matematika kuno, ruang adalah abstraksi geometri ruang berdimensi-tiga
yang

dapat

diamati

dalam

kehidupan

sehari-hari

(http://id.wikipedia.org/wiki/Ruang_%28matematika%29).

Berdasarkan

pengertian geometri, bidang, dan ruang dapat dikatakan bahwa geometri
bidang dan ruang adalah salah satu cabang dari matematika yang
mempelajari bentuk, ukuran, posisi dan sifat dari ruang berdimensi dua
dan berdimensi tiga yang dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari.
Jurusan PMIPA (2013: 3) mengkelompokkan mata kuliah geometri
bidang dan ruang ke dalam kategori mata kuliah keilmuan dan
keterampilan (MKK). merupakan kelompok bahan kajian dan pelajaran
yang bertujuan menghasilkan tenaga ahli dengan kekaryaan berdasarkan

13

14

dasar ilmu dan keterampilan yang dikuasai. Jurusan PMIPA (2013: 9)
menguraikan sinopsis mata kuliah geometri bidang dan ruang adalah
sebagai berikut:
berbagai bangun datar, garis dan sudut bangun segi empat,
segitiga, dalil Pythagoras, garis-garis pada segitiga,
lingkaran serta unsur-unsurnya, melukis lingkaran luar dan
lingkaran dalam suatu segitiga. Garis singgung pada
lingkaran dan sifat-sifatnya, kedudukan dua lingkaran dan
kesebangunan. Berbagai bangun ruang, sifat dan unsurunsurnya, luas permukaannya, volume tabung, bola dan
kerucut, kesejajaran dan ketegaklurusan pada ruang, sudut
pada bangun ruang. Kedudukan titik dan garis dalam ruang,
irisan, benda putar, simetri dan bidang banyak.
Fakultas MIPA (2005: 38) menjelaskan bahwa “satuan kredit
semester (sks) adalah satuan yang digunakan menyatakan besarnya usaha
mahasiswa, besarnya pengakuan komulatif bagi suatu program studi
tertentu, serta besarnya usaha untuk menyelenggarakan pendidikan bagi
dosen”. Jurusan PMIPA (2013: 9) menyatakan bahwa untuk mata kuliah
geometri bidang dan ruang yang harus dipelajari dengan total 3 sks oleh
mahasiswa program studi pendidikan matematika. Mata kuliah geometri
bidang dan ruang diambil oleh mahasiswa pada semester 2 (Jurusan
PMIPA, 2013: 5).
2. Metode Penemuan Terbimbing
Salah satu metode yang dapat mengaktifkan mahasiswa dalam
proses perkuliahan baik secara mental maupun fisik adalah metode
penemuan

terbimbing.

Suherman

(2003:212)

menjelaskan

bahwa

pengajaran dengan metode penemuan berharap agar siswa benar-benar
aktif belajar menemukan sendiri bahan yang dipelajarinya.

15

Suherman (2003:212) mengemukakan bahwa penemuan sebagai
metode mengajar merupakan penemuan yang dilakukan oleh siswa. Ini
berarti, dalam proses pembelajarannya siswa/mahasiswa menemukan
sendiri sesuatu hal yang baru namun sudah diketahui oleh orang lain
(guru/dosen). Selain itu Suherman (2003:213) juga menambahkan bahwa
metode penemuan dapat dilakukan secara terpimpin (terbimbing).
Pelaksanaan

metode

penemuan

harus

disesuaikan

dengan

pengetahuan mahasiswa yang telah diperoleh sebelumnya. Perlu diingat
bahwa tidak setiap bahan pelajaran dapat disajikan dengan metode
penemuan. Suherman (2003:213) menyatakan bahwa untuk merencanakan
pengajaran dengan metode penemuan hendaknya diperhatikan bahwa :
a.
b.
c.
d.

Aktivitas siswa untuk belajar sendiri sangat berpengaruh
Hasil (bentuk) akhir harus ditemukan sendiri oleh siswa
Prasyarat-prasyarat yang diperlukan sudah dimiliki siswa
Guru hanya bertindak sebagai pengarah dan
pembimbing saja, bukan pemberitahuan.

Merencanakan pelajaran dengan menggunakan model penemuan
terbimbing melibatkan tiga langkah penting. Hal ini diungkapkan oleh
Eggen (2012:182) yaitu:
a. Mengidentifikasi topik. Topik ini bisa berasal dari
standar, buku teks, panduan kurikulum, atau sumbersumber lain, termasuk guru itu sendiri.
b. Menentukan tujuan belajar. Setelah mengidentifikasi
topik kemudian harus memutuskan hal apa yang kita
ingin siswa kita ketahui tentang topik tersebut.
c. Menyiapkan contoh dan noncontoh.
Menurut Markaban (2008:17) beberapa langkah menggunakan
model penemuan terbimbing yang perlu ditempuh oleh guru matematika
adalah sebagai berikut:

16

a. Merumuskan masalah yang akan diberikan kepada
siswa dengan data secukupnya, perumusannya harus
jelas, hindari pernyataan yang menimbulkan salah tafsir
sehingga arah yang ditempuh siswa tidak salah.
b. Dari data yang diberikan guru, siswa menyusun,
memproses, mengorganisir, dan menganalisis data
tersebut. Dalam hal ini, bimbingan guru dapat diberikan
sejauh yang diperlukan saja. Bimbingan ini sebaiknya
mengarahkan siswa untuk melangkah ke arah yang
hendak dituju, melalui pertanyaan-pertanyaan, atau
LKS.
c. Siswa menyusun konjektur (prakiraan) dari hasil
analisis yang dilakukannya.
d. Bila dipandang perlu, konjektur yang telah dibuat siswa
tersebut diatas diperiksa oleh guru. Hal ini penting
dilakukan untuk meyakinkan kebenaran prakiraan
siswa, sehingga akan menuju arah yang hendak dicapai.
e. Apabila telah diperoleh kepastian tentang kebenaran
konjektur tersebut, maka verbalisasi konjektur
sebaiknya diserahkan juga kepada siswa untuk
menyusunya. Di samping itu perlu diingat pula bahwa
induksi tidak menjamin 100% kebenaran konjektur.
f. Sesudah siswa menemukan apa yang dicari, hendaknya
guru menyediakan soal latihan atau soal tambahan
untuk memeriksa apakah hasil penemuan itu benar.
Metode penemuan menurut Hamalik (2008:132) dikembangkan
menjadi metode inquiry-discovery. Pelaksanaan metode inquiry-discovery
haruslah memenuhi beberapa syarat. Menurut Sudjana (2008:154) syaratsyarat tersebut antara lain :
a. Guru harus terampil memilih persoalan yang relevan
untuk diajukan kepada kelas dan sesuai dengan daya
nalar siswa.
b. Guru harus terampil menumbuhkan motivasi belajar
siswa dan menciptakan situasi belajar yang
menyenangkan.
c. Adanya fasilitas dan sumber belajar yang cukup.
d. Adanya kebebasan siswa untuk berpendapat, berkarya
dan berdiskusi.
e. Partisipasi setiap siswa dalam setiap kegiatan belajar.

17

f. Guru tidak banyak ikut campur tangan dan intervensi
terhadap kegiatan siswa.
Melalui pembelajaran dengan menggunakan metode penemuan
terbimbing, mahasiswa diharapkan benar-benar aktif dalam perkuliahan
sehingga mampu menemukan sendiri konsep dan prinsip yang
dipelajarinya. Pembelajaran dengan metode penemuan terbimbing
mempunyai

kelebihan

mengemukakan

dan

kekurangan.

Suherman

ada beberapa kelebihan dari

(2003:214)

metode penemuan,

diantaranya adalah :
a. Siswa aktif dalam kegiatan belajar, sebab ia berfikir dan
menggunakan kemampuan untuk menemukan hasil akhir
b. Siswa memahami benar bahan pelajaran sebab
mengalami sendiri proses menemukannya. Sesuatu yang
diperoleh dengan cara ini lebih lama diingat.
c. Menemukan sendiri menimbulkan rasa puas. Kepuasan
batin ini mendorong melakukan penemuan lagi hingga
minat belajarnya meningkat.
d. Siswa yang memperoleh pengetahuan dengan metode
penemuan akan lebih mampu
mentransfer
pengetahuannya ke berbagai konteks.
e. Metode ini melatih siswa untuk lebih banyak belajar
sendiri.
Suherman (2003:214) mengemukakan kekurangan dari metode
penemuan sebagai berikut.
a. Metode ini banyak menyita waktu.
b. Tidak tiap guru mempunyai selera atau kemampuan
mengajar dengan cara penemuan.
c. Tidak semua anak mampu melakukan penemuan.
d. Metode ini tidak dapat digunakan untuk mengajarkan
tiap topik.
e. Kelas yang banyak siswanya akan sangat merepotkan
guru dalam memberikan bimbingan dan pengarahan
belajar dengan metode penemuan.

18

Di antara keuntungan dan kekurangan pembelajaran dengan
metode penemuan terbimbing, satu hal yang perlu diingat bahwa tidak ada
sesuatu yang sempurna, selalu ada kelebihan dan kekurangan. Oleh karena
itu, dosen sebagai pengguna metode ini harus kritis dalam melihat
kelebihannya dan kreatif dalam meminimalkan kekurangannya sehingga
rencana pembelajaran yang dibuat dapat berjalan dengan baik.
3. Bahan Ajar
a. Pengertian Bahan Ajar
Bahan perkuliahan merupakan bagian yang penting dalam
perkuliahan karena dapat digunakan sebagai sumber belajar baik bagi
dosen maupun mahasiswa. Menurut National Center for Competency
Based Training dalam Suprawoto (2009:1), “Bahan perkuliahan adalah
segala bentuk bahan yang digunakan oleh dosen dalam melaksanakan
kegiatan belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud dapat berupa
bahan tertulis atau bahan tidak tertulis”. Bahan perkuliahan dapat juga
disebut dengan bahan ajar. Adapun tujuan dari bahan ajar menurut
Rosyid (2010:1) adalah “(1) membantu mahasiswa dalam mempelajari
sesuatu, (2) menyediakan berbagai jenis pilihan bahan ajar, (3)
memudahkan dosen dalam proses perkuliahan, (4) agar proses
perkuliahan menjadi lebih menarik”. Bentuk dari bahan ajar
bermacam-macam, ada yang berbahan cetak, audio visual, audio,
visual, dan multimedia.
Bahan ajar merupakan bagian penting dalam proses

19

pembelajaran. Bahan ini dapat digunakan untuk menentukan
keberhasilan proses pembelajaran, ketercapaian tujuan serta kegiatankegiatan belajar. Menurut Majid (2011:173), “bahan ajar adalah segala
bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur
dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar”. Bahan ajar bisa
berupa bahan tertulis ataupun bahan tidak tertulis. Dengan bahan ajar,
ada kemungkinan bagi siswa/mahasiswa untuk mempelajari suatu
kompetensi dasar tertentu secara runut dan sistematis, sehingga siswa
dapat menguasainya dengan utuh dan terpadu.
Pannen (1997:14-7) juga mengungkapkan pengertian bahan
ajar, yaitu “bahan-bahan atau materi pelajaran yang disusun secara
sistematis dan dipakai pada saat proses pembelajaran. Bahan ajar
memiliki struktur dan urutan yang runut dan dapat menjelaskan tujuan
pembelajaran yang ingin dicapai”. Bahan ajar mengandung informasi,
alat dan teks yang diperlukan guru untuk perencanaan dan penelaahan
implementasi pembelajaran. Informasi dalam bahan ajar akan
membantu siswa untuk mempelajari materi tertentu yang akan
disampaikan guru.
Walaupun di dalam bahan ajar diuraikan segala informasi yang
seharusnya diketahui siswa, tetapi bahan ajar tidak sama dengan buku
teks. Menurut Pannen (1997:14-8), perbedaan bahan ajar dengan buku
teks dapat dilihat dalam Tabel 1. Pada Tabel 1 tergambar bahwa bahan
ajar dibuat dan dirancang untuk membantu kegiatan pembelajaran.

20

Bahan ajar dikemas sedemikian rupa dengan penjelasan tentang cara
mempelajarinya, tujuan pembelajaran serta latihan-latihan dan terfokus
pada topik tertentu yang akan dibahas. Adapun buku teks, lebih banyak
menjelaskan materi dan meminta pembacanya untuk mengambil
sendiri ide atau pokok-pokok yang dibahas. Dari perbedaan tersebut,
tergambar bahwa cakupan bahan ajar lebih jelas dan terinci secara
sistematis.
Tabel 1. Perbedaan Buku Teks dan Bahan Ajar
Buku Teks
Mengasumsikan
minat
pembaca

Bahan Ajar
dari Menimbulkan
minat
pembaca

Ditulis dan dirancang untuk
pengajar
Belum tentu menjelaskan tujuan
instruksional
Belum tentu memberikan latihan
Belum
tentu
memberikan
rangkuman
Dikemas untuk dijual secara
umum
Tidak mempunyai mekanisme
untuk mengumpulkan umpan
balik dari pembaca
Tidak
menjelaskan
cara
mempelajari buku

dari

Ditulis dan dirancang untuk
siswa
Menjelaskan tujuan instruksional
Berfokus memberi latihan
Selalu memberikan rangkuman
Dikemas
untuk
kegiatan
pembelajaran
Mempunyai mekanisme untuk
mengumpulkan umpan balik dari
pembaca
Menjelaskan cara mempelajari
bahan ajar

b. Isi Bahan Ajar
Penyusunan bahan ajar diupayakan agar semua pesan
pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa dapat diterima dengan
baik. Untuk itu, kecermatan isi, ketetapan cakupan, penggunaan bahasa
dan

pengemasan

atau

tampilannya

harus

menjadi

perhatian

penyusunnya. Kecermatan isi dan ketetapan materi dibuat berdasarkan

21

konsep atau teori yang berlaku dalam bidang ilmu pengetahuan serta
sesuai dengan kemutakhiran perkembangan ilmu tersebut. Penggunaan
bahasa dalam menyusun bahan ajar merupakan salah satu yang perlu
dipertimbangkan. Bahan ajar harus dipaparkan dengan logis dan
menggunakan bahasa yang mudah dipahami mahasiswa.
Tentang isi dari bahan ajar yang baik, Majid (2011:174)
menyatakan bahwa setidaknya sebuah bahan ajar mencakup beberapa
hal, yaitu:
1) Petunjuk belajar untuk guru dan siswa, yaitu
bagaimana mempelajari dan menggunakan bahan ajar.
2) Kompetensi yang akan dicapai, diambil dari indikator
yang telah dirumuskan.
3) Informasi pendukung, termasuk uraian materi, gambar
dan ilustrasi.
4) Latihan-latihan yang terdiri dari soal yang
berhubungan dengan materi yang dipelajari.
5) Petunjuk kerja atau lembaran kerja,

Dokumen yang terkait

Dokumen baru