Seni Rupa Modern dan Kontemporer di Duni

SENI RUPA MODERN & KONTEMPORER
SERTA
SEJARAH PERKEMBANGAN SENI RUPA DUNIA

OLEH:
I Gusti Ngurah Satria Widyadharma (1)
I Wayan Eka Oktaviana Putra (4)
I Gede Chandra Hutama Putra (5)
Komang Tri Dharma (7)
I Komang Ade Mertayasa (10)
Ketut Esa Budiana (12)

XII PSIA 4
SMA NEGERI 2 AMLAPURA
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
KOMPETENSI DASAR

I

A. PENGERTIAN SENI RUPA MODERN/KONTEMPORER
1. Seni Rupa Modern
Seni rupa Modern adalah istilah umum yang digunakan untuk kecenderungan
karya seni yang diproduksi sejak akhir abad 19 hingga sekitar tahu 1970 an. Seni rupa
modern menunjuk kepada suatu pendekatan baru dalam seni dimana tidak lagi
mementingkan representasi subjek secara realistis penemuan fotografi menyebabkan
fungsi penggambaran di dalam seni menjadi absolut, para seniman modern berksperimen
mengeksplorasi cara baru dalam melihat sesuatu, dengan ide segar tentang alam, material
dan fungsi ini, seringkali bergerak melaju kearah abstrak.
Jadi seni rupa modern yaitu seni rupa yang tidak terbatas pada kebudayaan suatu
adat atau daerah, namun tetap berdasarkan sebuah filosofi dan aliran-aliran seni rupa.

2. Seni Rupa Kontemporer
Seni rupa kontemporer dapat dikatakan sebagai sebuah wacana dalam praktek
seni rupa di Barat yaitu praktek seni rupa yang menunjuk kepada kecenderungan
posmodern. Kecenderungan ini menyiratkan wacana dalam praktek seni rupa yang “anti
modern”. Hal ini disebabkan karena salah satu paradigma kemunculan posmodern adalah
paradigma yang menolak moernisme.
Seni Kontemporer adalah salah satu cabang seni yang terpengaruh dampak
modernisasi. Kontemporer itu artinya kekinian, modern atau lebih tepatnya adalah
sesuatu yang sama dengan kondisi waktu yang sama atau saat ini. Jadi seni kontemporer
adalah seni yang tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai
zaman sekarang.

1

(Contoh seni rupa kontemporer)

B. UNSUR-UNSUR DARIPADA KARYA SENI RUPA
1. Titik
Titik adalah unsur seni rupa dua dimensi yang paling dasar (esensial), dari sebuah titik
dapat dikembangkan menjadi garis atau bidang. sebuah gambar dalam bidang gambar
akan berawal dari sebuah titik dan berhenti pada sebuah titik juga.
2. Garis
Suatu goresan, batas dari suatu benda yang merupakan sisi dari sebuah bidang. Memiliki
sifat panjang, pendek, vertical, horizontal, patah, zigzag, lurus, lengkung, dll. Macammacam kesan garis:
a. Garis lurus berkesan tegak/kejantanan.
b. Garis lengkung berkesan lembut/kewanitaan.
c. Garis vertical dan horizontal berkesan tenang/statis.
d. Garis patah-patah berkesan ragu-ragu, dll

3.

a.
b.
c.
d.

(Contoh garis)
Bidang
Suatu yang dibatasi oleh garis-garis yang mempunyai panjang dan lebar ( 2 matra ).
Macam-macam bentuk bidang:
Bidang geometris, bidang yang dibuat secara matematika. Contohnya lingkaran, segitiga,
bujur sangkar, dll.
Bidang organik, bidang yang dibatasi lengkung bebas.
Bidang bersudut: bidang yang dibatasi oleh beberapa lurus yang secara matematika tidak
saling mengkait.
Bidang tak beraturan, bidang yang dibatasi oleh garis lurus dan lengkung yang secara
matematika tidak saling kait mengkait.

(Contoh bidang)
4. Warna
2

Warna yang dilihat pada suatu benda berasal dari sinar matahari dank arena benda
menyerap dan memantulkan warna. Macam-macam warna:

(Pembagian warna)
a.
b.
c.
d.
e.
a.

b.

c.

5.

Merah: mempunyai kesan berani, panas, marah.
Hijau: mempunyai kesan sejuk, kesuburan.
Kuning: mempunyai kesan gembira.
Biru: mempunyai kesan agung, dingin, tenang.
Hitam: mempunyai kesan sedih, menakutkan, dll.
Pembagian warna :
Warna pokok (Primer)
 Merah
 Kuning
 Biru
Warna Sekunder (campuran 2 warna primer)
 Orange ( campuran merah dan kuning )
 Ungu ( campuran merah dan biru )
 Hijau ( campuran kuning dan biru )
Warna Tersier ( campuran warna-warna sekunder ).
 Seluruh warna dari warna-warna sekunder tersebut bila dicampurkan akan
terbentuk warna-warna yang baru.
Gelap Tearang
Dalam karya seni rupa dua dimensi gelap terang dapat berfungsi untuk beberapa hal,
antara lain: menggambarkan benda menjadi berkesan tiga dimensi, menyatakan kesan
ruang atau kedalaman, dan memberi perbedaan (kontras). Gelap terang dalam karya seni
rupa dapat terjadi karena intensitas (daya pancar) warna, dapat pula terjadi karena
percampuran warna hitam dan putih.

3

(Contoh gelap terang)
6. Tekstur
Merupakan nilai raba dari suatu permukaan. Kadang permukaan yang kita raba terasa
kasar dan terasa halus. Ada dua macam tekstur didalam seni rupa yaitu
a. Tekstur nyata: permukaan yang diraba sesuai dengan yang dilihat dan setelah diraba
ternyata memang kasar.
b. Tekstur semu: permukaan yang diraba tidak sesuai dengan yang dilihat dan setelah diraba
ternyata memang halus. Contoh: gambar keset atau gambar batu.

(Contoh tekstur)
7. Ruang, Volume atau Isi
Ruang dapat berupa bentuk atas gubahan dari dua atau tiga dimensi, dapat pula
merupakan kesan batas yang dibentuk oleh bidang positif dan negatif.
Ruang bagi seorang pelukis umumnya dalam pengertian hayal, karena pelukis bekerja di
atas dua dimensi, sebaliknya bagi pematung, ruang adalah ukuran nyata karena benda
yang digunakan dan dikerjakan memiliki volume sebagai ujud ruang yang sebenarnya.

(Contoh ruang)

4

C. CIRI-CIRI SENI RUPA MODERN/KONTEMPORER
1. Ciri-ciri Seni Rupa Modern
Konsep penciptaannya tetap berbasis pada sebuah filosofi, tetapi jangkauan
penjabaran visualisasinya tidak terbatas dan tidak terikat pada pakem-pakem tertentu.
Contohnya seperti lukisan-lukisan karya Raden Saleh Syarif Bustaman, Basuki Abdullah,
Affandi, S.Soedjojono dan pelukis era modern lainnya.
2. Ciri-ciri Seni Rupa Kontemporer
Tidak terikat oleh aturan-aturan zaman dulu dan berkembang sesuai zaman dan
tidak adanya sekat antara berbagai disiplin seni, alias meleburnya batas-batas antara seni
lukis, patung, grafis, kriya, teater, tari, musik, hingga aksi politik. Contohnya seperti
karya-karya happening art, karya-karya Christo dan berbagai karya enviromental art.
D. FUNGSI DAN TUJUAN SERTA CORAK SENI RUPA MODERN /
KONTEMPORER
Corak dalam seni rupa merupakan suatu ciri khas dari suatu karya seni rupa yang
secara turun temurun tidak akan berubah. Suatu karya seni rupa tergantung bagaimana
gaya yang dipilih seniman yang membuatnya. Jadi membaca gaya suatu karya seni
sebenarnya sama dengan mempelajari latar belakang gagasan seorang seniman. Dengan
demikian sebagai pengamat seni, harus memperhatikan waktu penciptaan serta latar
belakang yang melingkupi senimannya.
Secara garis besar, gaya karya seni rupa dapat dibedakan menjadi tiga yaitu,
Tradisional, Modern, dan Post Modern/Posmo.
1. Tradisional
Gaya seni rupa tradisional mempunyai sifat turun temurun, artinya seni rupa yang
diciptakan oleh masyarakat tidak mengalami perubahan dari masa kemasa . Gaya seni
rupa tradisional dapat dibedakan menjadi dua yaitu, Primitif dan Klasik.
a. Primitif
Gaya primitive mempunyai cirri-ciri sederhana, baik dari segi bentuk dan warnanya.
b. Klasik.
Gaya klasik sudah mengalami perubahan gaya, dari yang sederhana menjadi rumit dan
ornamental.
2. Modern
Gaya seni rupa modernadalah corak karya seni rupayang sudah mengalami
kemajuan, perubahan dan pembaharuan. Secara umum, modernisasi gaya seni rupa dapat
dibedakan menjadi tiga , yaitu gaya Representatif, Deformatif, dan Non representative.
a. Representatif
Perwujudan gaya seni rupa ini menggambarkan keadaan nyata pada kehidupan
masyarakat atau keadaan alam. Gaya seni rupa yang tergolong representative antara lain;
Romantisme, Naturalisme, dan Realisme.
 Romantisme
Gaya / aliran seni rupa yang penggambarannya mengandung cerita kehidupan
manusia binatang.
 Naturalisme
Gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan keadaan alam atau
alami. Pelukis pada umumnya mengambil pemandangan alam sebagai obyeknya.
5



Realisme
Gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kenyataan hidup.
b. Deformatif
Perwujudan gaya seni rupa ini sudah mengalami perubahan bentuk ( deformasi ). Bentuk
alam diubah sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk baru, tetapi masih
menyerupai bentuk aslinya. Gaya seni rupa yang tergolong deformatif antara lain;
Surealisme, Ekspresionisme, Impresionisme, dan Kubisme.
 Surealisme
Gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya melebih-lebihkan kenyataan,
bahkan ada yang menyebutkan otomatisme psikis yang murni atau alam mimpi.
 Ekspresionisme
Gaya/aliran seni rupa yang menggambarkan obyek sesuai dengan keadaan
perupanya yang spontan saat melihat obyek.
 Impresionisme
Gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya sesuai dengan kesan saat obyek
tersebut dilukis.
 Kubisme
 Gaya/aliran seni rupa yang penggambarannya berupa bidang persegi empat atau
bentuk dasarnya kubus.
c. Non Representatif
Non Representatif atau Abstrak, mengandung pengertian suatu bentuk yang sukar
dikenali. Karya seni rupa abstrak ini, berupa susunan garis, bidang, dan warna yang
terbebas dari bentuk alam.
3. Post Modern atau Posmo
Gaya seni rupa pasca atau sesudah modern. Seni rupa posmo, memiliki perpaduan
antara penyederhanaan bentuk dan sedikit ornament. Gaya posmo lebih bebas dan
cenderung tidak memiliki aturan tertentui.
Dari sekian banyak aliran atau corak seni rupa, ternyata semua memiliki fungsi dan
tujuan yang sama seperti dibawah ini.
1. Fungsi Individual
Manusia Terdiri dari unsur psikis dan fisik. Salah satu unsur psikis adalah emosi.
Maka fungsi individual dibagi lagi menjadi fungsi pemenuhan kebutuhan seni secara fisik
dan emosional.
a. Fisik
Fungsi ini banyak dipenuhi melalui seni pakai yang berhubungan dengan fisik. Seperti
Busana, perabot,rumah, dan sebagainya.
b. Emosional
Dipenuhi melalui seni murni, baik dari segi si pembuat atau pengubah, maupun
konsumen penikmatnya. Contohnya, lukisan, novel, musik, tari , film dan sebagainya.
2. Fungsi Sosial

6

Fungsi sosial artinya dapat dinikmati dan bermanfaat bagi kepentingan orang
banyak dalam waktu relatif bersamaan. Fungsi ini dikelompokkan menjadi beberapa
bidang.
a. Rekreasi atau Hiburan
Seni dapat jadikan sebagai sarana melepas kejenuhan atau mengurangi kesedihan. Hal itu
dapat terjadi misalkan pada saat kita menyaksikan likisan, patung, mural, dll.
b. Komunikasi
Seni rupa dapat digunakan untuk mengkomunikasikan sesuatu, seperti pesan, kritik,
kebijakan, gagasan, dan produk kepada orang banyak. Contoh: lukisan, poster, dan
reklame. Tema yang sering dibuat antara lain:
 Ketidakdisiplinan anggota masyarakat terhadap lingkungan
 Himbauan melaksanakan program pemerintah
 Anjuran kesehatan atau kesejahteraan
 Ketidakadilan suatu kebijakan
c. Pendidikan
Pendidikan juga memanfaatkan seni rupa sebagai sarana penunjangnya. Contoh: gambar
ilustrasi buku pelajaran, film ilmiah atau dokumenter, poster ilmiah, peta dan foto.
d. Religi atau Keagamaan
Karya seni rupa dapat dijadikan ciri atau pesan keagamaan. Contoh: kaligrafi, busana
muslim atau muslimah, arsitektur atau dekorasi rumah ibadah, arca, dll.

E. CONTOH-CONTOH GAMBAR
BESERTA GAGASAN

SENI

7

RUPA

MODERN/KONTEMPORER

Gagasan: Hub. Manusia dengan dirinya

Gagasan: Hub. Manusia dengan orang lain

Gagasan: Hub. Manusia dengan alam sekitar

Gagasan: Hub. Manusia dengan alam sekitar

8

Gagasan: Hub. Manusia dengan alam benda

Gagasan: Hub. Manusia dengan alam
benda

Gagasan: Hub. Manusia dengan aktivitasnya

Gagasan: Hub. Manusia dengan alam khayal

KOMPETENSI DASAR
II

A. SEJARAH DAN PERKEMBANGAN SENI RUPA DUNIA
Secara garis besar seni rupa dunia terbagi dalam beberapa periode sajarah yaitu,
jaman prasejarah, peradaban bangsa kuno, abad pertengahan, renaisance, barok rokoko,
abad 19, dan abad 20.
1. Jaman Prasejarah
Jaman Prasejarah adalah masa dimana manusia belum mengenal tradisi tulis.
Meskipun belum mengenal tradisi tulis manusia prasejarah telah memiliki kebiasaan
9

melukis/memahat. Zaman ini berakir setelah sejarah mulai ditulis, dengan pengertian
telah mulai dibuat tulisan-tulisan pada batu.
Jauh sebelum dimulai perhitungan tahun Masehi, beberapa bangsa ternyata sudah
mempunyai kebudayaan yang tinggi dan kesenian sebagai hasil budaya mereka.
Pada akhir abad 19 dan permulaan abad ke 20, ditemukan peninggalan hasil seni
yang dianggap paling tua pada saat ini. Penemuan itu berupa gambar binatang di dinding
gua yang dibuat dengan teknik gurat/cungkil. Diberi warna dengan batu bangkik (sejenis
tanah liat yang berwarna merah, coklat dan hitam) dicampur dengan lemak binatang
sebagai perekatnya. Penemuan tersebut merupakan lukisan-lukisan pada diding gua-gua
yang terdapat di Perancis dan Spanyol Utara, seperti di Combaralles, Font de Gaume,
Altamira dan Alpera.
Contoh Lukisan di gua Altamira:

Contoh Lukisan di Combaralles :

10

Di Indonesia gambar semacam itu terdapat di gua Leang-Leang Sulawesi Selatan
yaitu berupa tapak tangan purba.
Lukisan dinding di Gua Leang-Leang:

Menurut penelitian, gambar pada gua Leang-leang tersebut bukanlah sebuah
usaha manusia untuk menghiasi tempat tinggalnya tetapi lebih pada sebuah bentuk
11

motivasi praktis dan spiritual. Artinya gambar tersebut sebagai bentuk pemujaan dan
permohonan serta sihir. Karya seni juga ditemukan dalam bentuk gerabah yang diberi
ornament hias, patung-patung leluhur. Jauh sebelum tahun Masehi beberapa bangsa
mempunyai kebudayaan yang tinggi, kesenian yang hebat akan tetapi kita tidak bisa
mempelajari bagaimana itu terjadi, untuk apa, kapan, mengapa. Hal ini disebabkan
mereka tidak meninggalkan jejak tulisan apapun, sehingga para ahli purbakala hanya
meraba-raba berdasarkan apa yang ada.
Berdasarkan penemuan patung dewi Venus, konsep keindahan pada zaman
prasejarah tidak penting, mereka mementingkan makna yang ada.
Gambar Patung Dewi Venus

(Penemuan patung dewi Venus terletak di Wina Austria diperkirakan berasal dari tahun
25.000 SM. Dewi Venus merupakan dewi kecantikan masa prasejarah)
Lihatlah sosoknya yang gembrot, berbuah dada besar, bentuk muka tidak ada. Hal
ini merupakan konsep kecantikan pada masa itu. Hal itu merupakan bukti bahwa konsep
keindahan/kecantikan pada masyarakat prasejarah adalah keindahan secara maknawi.
Lihatlah ukuran dewi venus!

2. Peradaban Bangsa Kuno

12

Bangsa timur yang mendiami daerah Yunani, Romawi Kuno, Timur Tengah, Asia
Kecil dan daerah Mesir merupakan salah satu pusat kebudayaan peradaban tinggi di
dunia. Peningggalan berupa patung spinx dan bangunan piramida yang digunakan untuk
menyimpan mayat sekaligus merupakan tempat ibadat/pemujaan arwah leluhurnya. Pada
dinding-dindingnya juga sudah terdapat tulisan yang merupakan rangkaian
gambar/symbol kecil yang digunakan sebagai sarana komunikasi dan pendokumentasian
(Huruf Heroglypht).
Berikut adalah bangunan pada masa peradaban bangsa kuno:

(Gambar Spinx)

13

(Gambar Piramida)
Yang paling menonjol pada periode ini adalah (1). Seni arsitektur bangunan
menggunakan tiang penyangga yang besar, gedung bertingkat, terdapat lukisan
kepahlawanan di dinding-dinding dengan teknik fresco (kapur lembab), Patung dewadewa dan raja-raja serta (3) Ornamenty yang terdapat pada perhiasan mahkota emas dan
keramik. Oleh para ahli hasil kebudayaan dan peninggalan seni Bangsa Yunani dan
Romawi Kuno dianggap sebagai titik awal perkembangan seni rupa dunia.
Berikut adalah contoh bangunan yang terdapat pada jaman peradaban bangsa
kuno:

14

(Romawi Kuno)
Salah satu simbol kota Roma adalah Colosseum – sebuah arena terbesar yang
dibangun pada masa kejayaan kekaisaran Romawi, sekitar tahun 72 Moleh kaisar
Vespian dan puteranya Titus yang menyelesaikan bangunan ini pada 80 M. Colossium
adalah tempat para budak diperhadapkan dengan binatang buas dan manusia lain yang
dikenal dengan nama gladiator. Bila menang, mereka berhak mendapatkan status
manusia yang merdeka.

(Yunani Kuno)
Salah satu peninggalan yang menarik adalah lukisan mozaik yang menampilkan
pertempuran Ikadar Agung melawan Bangsa Persia di dekat kota Issus.
15

(Mozaik Iskandar Agung)
Dan banyak bangunan-bangunan yang sampai sekarang masih berdiri megah
milik bangsa Babilonia, Asirian dan Persia, masa ini berakhir setelah lahirnya kekaisaran
Romawi yang mengembangkan keuasaannya di daerah Eropa dan Asia Kecil.
Berikut adalah beberapa contoh bangunan tersebut:

(Taman Gantung Babilonia)
Taman ini dibangun oleh Nebukadnezar II sekitar tahun 600 SM sebagai hadiah
untuk istrinya, Amyitis. Lokasi taman ini sekarang berada di negara Irak.

16

(Petra)
Petra adalah kota yang didirikan dengan memahat dinding-dinding batu di
Yordania. Petra berasal dari bahasa Yunani yang berarti 'batu'. Petra merupakan simbol
teknik dan perlindungan. Kata ini merujuk pada bangunan kotanya yang terbuat dari
batu-batu di Wadi Araba, sebuah lembah bercadas di Yordania. Kota ini didirikan dengan
menggali dan mengukir cadas setinggi 40 meter. Petra merupakan ibukota kerajaan
Nabatean. Didirikan sembilan tahun sebelum Masehi sampai dengan tahun ke-40 M oleh
Raja Aretas IV sebagai kota yang sulit untuk ditembus musuh dan aman dari bencana
alam seperti badai pasir. Suku Nabatean membangun Petra dengan sistem pengairan yang
luar biasa rumit .

(Asiria)
3. Abad Pertengahan
Dimulai tahun 476 sebagai awal kebangkitan karya seni dan perkembangan
agama nasrani kuni di Romawi yang meliputi daerah Spanyol, Prancis, Italia sampai
Bizantium. Ciri-ciri karya seni pada massa ini adalah Karya seni banyak dipengaruhi oleh
nilai yang dikandung dalam agama nasrani, dipengaruhi oleh corak budaya Yunani dan
Romawi kuna, Lukisan ditempatkan pada dinding bangunan, menggunakan teknik
tempera, al fesco, Mozaik dan lukisan kaca berkembang pesat.

17

Pada masa ini karya seni rupa nasrani banyak muncul namun di bawah
ketertekanan Romawi kuno. Hal ini ditunjukkan dengan adanya lukisan yang terdapat di
kata Komba yang menggambarkan Yesus dilukis seperti Dewa Orpheus.
Lihat gaambar di bawah ini:

Percampuran kedua kebudayaan ini melahirkan karya-karya seni yang indah,
antara Mitos dan keyakinan Nasrani. Burung Bangau sebagai burung keabadian, roh
nenek moyang dilukiskan sebagai dewa Psyche ,dewi Cinta sebagai Eros, bidadari
sebagai Cupido bersayap, kebahagiaan sorga dilukiskan tenpat berkumpulnya orangorang muda.
Periode ini menempatkan karya seni bernafaskan Nasrani sebagai karya seni
tertinggi. Periode ini berlangsung selama 12 abad. Zaman ini berakir pada tahun 1492
saat ditemukannya benua Amerika.
Berikut adalah contoh gambar pada abad Pertengahan :

Suatu lukisan dwidimensional Abad Pertengahan oleh Hans Memling, seorang
pelukis asal Belgia utara, tentang penyaliban, kebangkitan, dan kenaikan ke sorga dari
Yesus Kristus.
4. Renaisance
Periode ini merupakan zaman perubahan besar-besaran terhadap kebudayaan
dunia. Adanya penemuan di berbagai bidang keilmuan seperti Geografi, Fisika,
Astronomi yang mendapat reaksi keras karena menentang kemapanan gereja. Galileo
(1564-1642) seorang ahli astronomi, fisika dan filsuf ditangkap dan dipenjarakan karena
pendapatnya yang mengganggu imanensi manusia. Meskipun kemudian muncul juga
tokoh Reformis Gereja bernama Marthin Luther. Lalu muncul tokoh Leonardo da Vinci,
Michelanggelo dan Rafaelsanti, sebagai tiga seniman besar Itali yang mengawalinya
karya seni rupa yang lepas dari pengaruh/nafas gereja. Karya yang penting saat itu adalah

18

lukisan dinding, relif pada pintu gereja, bangunan mewah, patung perunggu dan gereja
ghotic. Ciri lukisan pada zaman ini warnanya terkesan lembut dan gelap.
Berikut contoh karya-karya leonardo da Vinci :

(Monalisa)

(Jamuan Terakhir)

Contoh karya Michelangelo:

19

Contoh karya Rafael Santy:

(Kenaikan Kristus)
5. Barok Rokoko
Baroque berasal dari bahasa Romawi yang berarti tidak beraturan atau
menyimpang. Gerakan ini dipelopori oleh Michaelangelo dan Palladio pada pertengahan
abad 16 sebaga awal pengaruh seni Itali di dataran Eropa. Ciri-ciri karya rupa zaman ini
adalah pelukis lebih leluasa dan bebas bereksprei, lukisan terkesan berlebihan dari
keadaan sebenarnya, lukisan lebih cemerlang dan warna-warna bercahaya. Peteer Paul
Rubben 1557-1640 seorang seniman Belanda meluks laki-laki penuh dengan otot dan
kesan tokoh-tokoh perkasa. Dari zaman inilah lahir aliran seni klasik yang menampilkan
bentuk-bentuk anaatomi lebih ideal.
Rococo yang berati seni kulit kerang yang menjadi karya seni paling digemari di
seluruh Eropa, periode ini terjadi pada abad 18 setelah kemunduran masak barok dengan
ditandai adanya penyelewengan kaidah seni yang lebih meluas, lukisan lebih hebat dan
menyompang dari aslinya, tampak fantastis. Karya seni pada zaman ini menjadi barang
pesanan dan komoditi dagang biasa, sehingga seniman dalam berkarya buan berasal dari
rasa keseniannya melainkan karena kebutuhan pasar. Akibatnya harga seni menjadi
murahan. Oleh sebagian seniman dan ahli zaman Rokoko merupakan zaman kemunduran
di bidang seni terutamakaitannya dengan nilai-nilai keindahan. Dikenal pula teknik
stilisasi (ornamentalis), yang artinya perubahan secara halus bentuk alamiah seperti
ukiran dekoratif dan deformas perubahan secara radikan bentuk alamiah seperti wayang
kulit. Pada masa ini perkembangan pula karya seni rupa design terapan dan kriya.
Contoh karya masa ini:

20

(Penyaliban)

6. Abad 19
Periode ini ditandai munculnya banyak aliran-aliran seni rupa yang kuat seperti
klasisme, romantisme, impresionisme, monumentalisme. Karya rupa pada masa ini sama
sterlepas dari pengaruh gereja sama sekali, sehingga seniman pelukis dan pematung tidak
lagi berkiblat pada nafas gerejawi namun lebih pada gambaran nyata kehidupan manusia
sehari-hari. Pada zaman ini mulai bermunculan seniman-seniman rupa dari kalangan
bawah dan tersebar di seluruh dunia. Hal ini disebabkan oleh adanya perubahan
kebudayaan di Eropa.
Ciri-ciri karya rupa pada abad ini adalah penggunaan warna-warna lebih cerah
dan impresif, Penggalian kembali karya-karya masa Peradaban kuno yang dimodifikasi
sesuai aliran yang dianut.
Pada masa inilah perkembangan seni rupa semakin meluas, meskipun ada juga
yang menentang karya seni, karena hal ini dianggap sebagai pemborosan, mereka yang
menentang adalah aliran dari fungsionalisme.
7. Abad 20
Pada awal abad ini masih terasa pengaruh gaya abad ke 19 namun setelah perang
dunia I bangkitnya paham sosialisme, muncul banyak negara maju, terjadi perubahan
karya rupa baik fisik, materiil, mental dan spiritual. Ciri-cirinya adalah : ekspresi pribadi
seniman menjadi alasan kuat pembuatn karya, Banyak penambahan suasana dekoratif
pada hasil karya rupanya.
Tokoh yang terkenal antara lain Pablo Picasso, Vincent van Gigh yang
menuangkan lukisannya dengan warna dramatis dan gelisah. Pada abad ini muncul aliran
Fauvisme, Kubisme, Futurisme, Absolutisme. Seni bangunan juga mengalami
perkembangan yang sangat pesat adanya bangunan bertingkat dan mulai diperhatikan
fungsi artistiknya, sehingga tidak hanya menjadi tempat tinggal manusia tetapi sudah

21

banyak menjadi multi fungsi. Seni patung yang berorientasi natural dan realis
menampilkan bentuk, gerak, ekspresi baru dan mulai mengenal bentuk abstrak dan
primitif yang dikembangkan.
B. ALIRAN-ALIRAN SENI RUPA
1. Abad 19
1. Klasisme
Berkembang pada tahun 1700 an atau disebut aliran klasik mempunyai ciri-ciri
perwujudan objek rupanaya sangat sempurna dan lebih indah dari aslinya. Banyak
ditemukan dalam karya-karya yang mengacu pada masa Yunani dan Romawi Kuno,
wujud Dewa selalu digambarkan wanita cantik atau pria tampan dan perkasa.
2. Romantik
Mempunyai ciri-ciri perwujudan objek rupanya fantastis, kedahsyatan dan penuh
perasaan sehingga menampilkan aspek peristiwa emosional dari kehidupan manusia
dengan kontras cahaya yang tegas,menjadikannya komposisi yang benar-benar hidup.
Tokoh pelopornya Delacroix “The Reft of Medusaa”. Dari Indonesia tokohnya adalah R.
Saleh Sjarif Bastman “Banjir Bengawan Solo, Hutan yang Terbakar”.
Contoh lukisan Raden Saleh

(Penangkapan Diponegoro) (1 Banteng melawan 2 Singa)
3. Impresionis
Impresionisme berarti mengesankan pandangan mata. Yang menonjol ciri-cirinya
adalah warna yang digunakan lembut, bentuk tidak tegas, serta pandangan kabur karena
berpijak pada suasana peralihan cuaca. Tokoh pelopornya Claude Monet (1840) yang
melukis bunga teratai di kabut pagi hari. Aliran ini pernah menganggap agama sebagai
pijakan dalam berkarya.
Lukisan Claude Monet (Bunga Teratai pada suasana cuaca pagi hari)

22

Karya Aduard Manet

Contoh lukisan Alfred Sisley

4. Neo Impresionis
Adalah kelanjutan dari impresionisme, yang lebih menekankan pada pencahayaan
yang lembut atau efek pencahayaan objek. Aliran ini berpijak dari penemuan teori
spektrum cahaya matahari yang sebenarnya tersusun dari berbagai warna, sehingga aliran
ini berpendapat bahwa suasana selalu dipengaruhi spectrum yang berubah-ubah. Muncul
juga teknik divisionis (melukis dengan titik-titik kecil berbagai warna) dan Luminis
(bias). Tokohnya adalah Paul Signac (1863-1935).
Contoh karya Paul Signac:

23

5. Realisme
Sebagai bentuk penolakan gerakan romantik yang dianggap tidak nyata dan
terlalu berlebihan. Aliran ini berpijak pada kenyataan sehari-hari tanpa memberi suasana
di luar kenyataan hidup. Biasanya yang diangkat adalah realitas penderitaan dan
kepahitan hidup manusia. Pertama kali dipeloppori oleh G. Hendrik Breitner (18571923). Seniman patung oleh Auguste Rodin. Aliran ini tidak pernah menganggap agama
sebagai pijakan dalam berkarya.
Karya G. Hendrik Breitner :

\

24

6. Simbolisme
Merupakan ungkapan pergolakan batin yang menampilkan berbagai perasaan
kegelisahan, kemurungan yang diwujudkan dalam bentuk personifikasi. Mereka merasa
tidak puas atas visualisasi impresionis dan realis, mereka berfikir bahwa ada yang lebih
hakiki dari semua itu. Bukan hanya sekedar penderitaan yang harus diselami tetapi nilai
apa yang sebenarnya ada dibalik itu adalah kesederhanaan. Tokoh pelukisnya adalah
William Blake.
Contoh Karya Wiliam Blake :

(Habil, Pembunuhan Pertama)

(Penciptaan)
7. Monumentalisme
Aliran ini sebenarnya merupakan penggalian karya seni rupa Mesir Kuno dan
kehidupan kebudayaan masyarakat Hindu. Sebagai aliran yang bepijak dari karya rupa
simbolisme yang merupakan bentuk sederhana, kemudian mengalami perubahan menjadi
wujud hiasan/pralambang. Tokohnya berasal dari Perancis Pierre Puvis de Chavannes
(1824-1898).
25

Contoh karya Pierre Puvis de Chavannes:

2. Abad 20
a. Fauvisme
Des Fauves berati binatang jalang (perancis) dalam seni rupa berarti keliaran
warna-warna, bentuk serta goresan. Tidak ada nilai kesungguhan hidup dalam karya
hanyalah pencarian atas kepuasan seniman. Memberi warna semaunya terhadap bendabenda yang terkadang tidak alamiah. Dipelopori oleh : Henri matisse, Leo Gestel.
Contoh Karya Henri Matise :

26

Contoh Karya Leo Gestel :

b. Kubisme
Karya ini melepaskan diri dari pandangan optis objek dengan menampilkan
bentuk-bentuk geometris (kubus, tabung, limas dsb). Yang kemudian mmpengaruhi
bentuk arsitektur bangunan di dunia. Pelukis pertama kali adalah Paul Cezanne, Pablo
Picasso, Otto Van Rees.
Contoh karya Pablo Picasso :

27

(Friendship)

(Seated)

28

(Lukisan ini seharga 1,15 Trilyun Rupiah)

(Lukisan ini seharga 1,05 Trilyun Rupiah)

c. Futurisme
Tahun 1909, Italia menyatakan bahwa kehidupan manusia harus diangkat
setinggi-tingginya melalui tenaga yang penuh. Bahkan peran dan revolusi dianggap sah
untuk dijalani demi tujuan mengangkat derajat kemanusiaan, objek lukisannya tidak
hanya dibuat berkaki empat tapi kadang lebih, bersayap dsb. Kegiatan pesta, arak-arakan
dan kesibukan lain yang penuh dengan gerak.
Contoh karya Futurisme:

29

d. Esensialisme
Berlawanan dengan Futurisme. Esensialisme menyatakan bahwa segala sesuatu
terletak pada kekokohan, kesatuan dan keseimbangan. Sehingga pergerakan jika tidak
berada pada esensi kesatuan akan menyebabkan kepincangan maka itu bukanlah
kehidupan yang sebenarnya. Aliran ini juga tidak melukis bentuk dan warna ilmiah.
30

Mereka menghasilkan warna dan gambar yang datar dan abstrak tidak berdimensi. Aliran
ini dipelopori oleh Piet Mondrian (1872-1945) dari Paris dan Van Des Lek dari Belanda.
Contoh karya Piet Mondrian:

31

Contoh karya Van Des Lek:

e. Absolutisme
Membuang keterikatan terhadap bentuk-bentuk alamiah. Harus secara murni
merupakan kesatuan warna-warni garis dan bidang sehingga bentuk alam sama sekali
tidak ada. Aliran ini dipeloporii : Wassily Kadinsky dari Rusia
Contoh karya Wassily Kadinasky:

32

f. Ekspresionisme
Lahia pada awal abad 19 dipelopori oleh Van Gogh (1853-1890) dengan
mengemukakan langsung kesan benda secara pasif yang dikelila menurut cara pandang
pelukisnya dengan warna-warna berat, garis tegas dan bidang yang terkesan kuat. Di
Indonesia tokohnya adalah Affandi.
Contoh Karya Vincent van Gogh :

33

(Karya ini seharga 908 Milyiar Rupiah)
Contoh Karya-karya Afandi :

(Kuda-kudaan)

34

(Gunung Merapi Meletus)

(Kuda Putih)
g. Dadisme
Lukisan bersifat kekanak-kanakan, lucu, naif mengandung kemurnian anak-anak.
Mereka memandang bahwa kehidupan itu sebuah lelucon. Pelopor aliran ini adalah Paul
Klee dan Kurt Scwitters.
Contoh Karya Dadisme:

35

h. Naturalis
Lebih pada kekaguman pada keindahan alam. Di Indonesia benyak sekali aliran
ini, karena memang masyarakat Indonesia sangat akrab dengan keindahan alam. Salah
satu tokohnya adalah Basuki Abdullah.
Contoh Karya Basuki Abdullah:

36

(Wanita Cantik dari Bali)

(Keluarga Berencana)
i. Surealisme
Aliran ini dianggap radikan dan emmbahayakan karena mereka mengagap rndah
peradaban manusia. Mereka meyakini bahwa peradaban yang tertinggi manusia akan
mencapai kesempurnaan jika sudah melepaskan diri dari bathin manusia yang
tersembunyi, dan hanya dapat dipahami oleh individu tanpa bisa memaksakan kepada
37

orang lain untuk menjalani kesejatian hidupnya. Aliran ini lahir pada tahun 1942
dipelopori oleh Salvador Dali, Marc Ghagall. Selain di atas terdapat banyak sekali aliran
seperti Neo Reaisme, Neo Klasisme, Elementarisme, Neo Ghotic, neo Barok dan neo
Renaisance.
Contoh karya aliran ini :

38

39


Dokumen yang terkait

ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN DAN EFISIENSI ANTARA BERAS POLES MEDIUM DENGAN BERAS POLES SUPER DI UD. PUTRA TEMU REJEKI (Studi Kasus di Desa Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)

22 202 16

FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)

27 197 2

DEKONSTRUKSI HOST DALAM TALK SHOW DI TELEVISI (Analisis Semiotik Talk Show Empat Mata di Trans 7)

21 176 1

MANAJEMEN PEMROGRAMAN PADA STASIUN RADIO SWASTA (Studi Deskriptif Program Acara Garus di Radio VIS FM Banyuwangi)

29 198 2

MOTIF MAHASISWA BANYUMASAN MENYAKSIKAN TAYANGAN POJOK KAMPUNG DI JAWA POS TELEVISI (JTV)Studi Pada Anggota Paguyuban Mahasiswa Banyumasan di Malang

20 170 2

PERANAN ELIT INFORMAL DALAM PENGEMBANGAN HOME INDUSTRI TAPE (Studi di Desa Sumber Kalong Kecamatan Wonosari Kabupaten Bondowoso)

36 224 2

Analisis Sistem Pengendalian Mutu dan Perencanaan Penugasan Audit pada Kantor Akuntan Publik. (Suatu Studi Kasus pada Kantor Akuntan Publik Jamaludin, Aria, Sukimto dan Rekan)

136 598 18

DOMESTIFIKASI PEREMPUAN DALAM IKLAN Studi Semiotika pada Iklan "Mama Suka", "Mama Lemon", dan "BuKrim"

130 598 21

KONSTRUKSI MEDIA TENTANG KETERLIBATAN POLITISI PARTAI DEMOKRAT ANAS URBANINGRUM PADA KASUS KORUPSI PROYEK PEMBANGUNAN KOMPLEK OLAHRAGA DI BUKIT HAMBALANG (Analisis Wacana Koran Harian Pagi Surya edisi 9-12, 16, 18 dan 23 Februari 2013 )

64 455 20

PENERAPAN MEDIA LITERASI DI KALANGAN JURNALIS KAMPUS (Studi pada Jurnalis Unit Aktivitas Pers Kampus Mahasiswa (UKPM) Kavling 10, Koran Bestari, dan Unit Kegitan Pers Mahasiswa (UKPM) Civitas)

104 421 24

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

69 1649 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 427 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 388 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 240 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 350 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 500 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 441 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 282 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 449 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 520 23