Perancangan Kampanye Kebiasaan Mengucapkan Tolong Dan Terima Kasih Di Masyarakat Kota Bandung

(1)

Laporan Pengantar Tugas Akhir

PERANCANGAN KAMPANYE KEBIASAAN MENGUCAPKAN

TOLONG DAN TERIMA KASIH DI MASYARAKAT KOTA BANDUNG

DK 38315/Tugas Akhir Semester II 2014/2015

Oleh:

Siti Intan Fathonah 51911035

Program Studi Desain Komunikasi Visual

FAKULTAS DESAIN

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG


(2)

(3)

(4)

iii KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas izin serta rahmat dan ridha-Nya penulis telah menyelesaikan “Perancangan Kampanye Sosial Mengucapkan Tolong dan Terima Kasih di Masyarakat Kota Bandung”. Selama proses penelitian ini, penulis mendapat bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak program studi DKV, terutama dengan izin Allah SWT, kesulitan tersebut dapat teratasi. Penulis juga ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang secara langsung maupun tidak secara langsung telah membantu dalam proses penyelesaian tugas akhir ini, terutama kepada:

1. Bapak Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto selaku Rektor Universitas Komputer Indonesia.

2. Bapak Prof. Dr. Primadi Tabrani selaku Dekan Fakultas Desain, Universitas Komputer Indonesia.

3. Bapak Irwan Tarmawan, M.Ds, sebagai koordinator Tugas Akhir penulis. 4. Bapak Deni Albar, M.Ds, sebagai pembimbing Tugas Akhir penulis.

5. Bapak M. Syahril Iskandar M.Ds, selaku Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual, Universitas Komputer Indonesia.

6. Ibunda dan ayahanda penulis yang telah memberikan dorongan moril maupun materil.

7. Rekan-Rekan: Meilanti Asriana Mentari, Sandri Nur Pasha, Endih Rosidin, Bambang Candra Purnama, serta seluruh rekan peserta Tugas Akhir/Skripsi semester genap 2014-2015.

8. Serta seluruh pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.

Bandung, 2015


(5)

vi DAFTAR ISI

LEMBAR PENGESAHAN ...i

LEMBAR PERNYATAAN ORISINALITAS ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

ABSTRAK ...iv

ABSTRACT ... v

DAFTAR ISI ...vi

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR LAMPIRAN ...xi

Bab I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 2

1.3 Rumusan Masalah ... 2

1.4 Batasan Masalah ... 3

1.5 Tujuan Perancangan ... 3

Bab II PERANCANGAN KAMPANYE KEBIASAAN MENGUCAPKAN TOLONG DAN TERIMA KASIH DI MASYARAKAT KOTA BANDUNG ... 4

II.1 Kampanye ... 4

II.1.1 Strategi Komunikasi Persuasif Untuk Kegiatan Kampanye ... 4

II.2 Pengertian Ucapan Tolong dan Terima Kasih ... 6

II.2.1 Nilai dan Norma Ucapan Tolong dan Terima Kasih ... 7

II.2.2 Manfaat Mengucapkan Tolong dan Terima Kasih ... 8

II.3 Opini Masyarakat Terkait Mengucapkan Tolong dan Terima Kasih ... 11

II.4 Masyarakat Kota Bandung ... 13

II.5 Khalayak Sasaran Terkait Ucapan Tolong dan Terima Kasih ... 13


(6)

vii

Bab III STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL ... 17

III.1 Strategi Perancangan ... 17

III.1.1 Tujuan Komunikasi ... 17

III.1.2 Pendekatan Komunikasi ... 17

III.1.3 Materi Pesan ... 18

III.1.4 Gaya Bahasa ... 18

III.1.5 Khalayak Sasaran Perancangan ... 19

III.1.6 Strategi Kreatif ... 19

III.1.6.1 Konsep Pelaksanaan Acara ... 19

III.1.6.2 Tahap Pelaksanaan Acara ... 20

III.1.7 Strategi Media ... 21

III.1.7.1 Strategi Pemilihan Media ... 22

III.1.8 Strategi Distribusi dan Waktu Penyebaran Media ... 23

III.2 Konsep Visual ... 24

III.2.1 Format Desain ... 24

III.2.2 Tata Letak (layout) ... 25

III.2.3 Huruf ... 25

III.2.4 Ilustrasi ... 25

III.2.5 Warna ... 44

Bab IV TEKNIS PRODUKSI DAN APLIKASI MEDIA ... 45

Bab IV.1 Teknis Produksi ... 45

Bab IV.2 Media Utama ... 46

Bab IV.3 Media Pendukung ... 47

DAFTAR PUSTAKA ... 57


(7)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan keberadaan orang lain untuk dapat bertahan hidup. Dalam menjalankan kehidupannya dengan orang lain, seseorang harus mampu menghargai orang lain dalam bersikap maupun berkomunikasi. Menurut Suryalaga (dalam Saleh, 2014) “kearifan lokal yang terdapat dalam kehidupan masyarakat Sunda adalah meletakkan pentingnya keharmonisan hubungan antar manusia dan masyarakat yang saling ketergantungan (interdependency) dengan tidak melupakan jati diri dan habitatnya masing-masing”. Kearifan lokal ini berlandaskan pada silih asih, silih asah, dan silih asuh pada masyarakatnya. Salah satu sikap yang dapat menjaga keharmonisan hubungan antara manusia adalah mengucapkan tolong dan terima kasih. Kedua kata ini menggambarkan sebuah kondisi dimana adanya tolong menolong antara sesama manusia, juga rasa menghargai dan dihargai.

Kenyataan saat ini, muncul sebuah fenomena pada masyarakat kota Bandung dimana bagi sebagian orang yang sudah dewasa mengucapkan tolong dan terima kasih terkadang tidak dilakukan sebagaimana mestinya. Berdasarkan observasi (2014) yang dilakukan di wilayah kota Bandung, terdapat sebuah fakta bahwa orang dewasa jarang mengucapkan tolong dan terima kasih pada waktu yang tepat, orang yang tepat, dan cara yang tepat. Seperti kepada orang yang dimintai pertolongan dan kepada orang yang memberikan pertolongan di lingkungan publik, lingkungan kerja, bahkan lingkungan keluarga. Orang dewasa beranggapan bahwa mengucapkan tolong dan terima kasih lebih tepat diucapkan kepada orang yang lebih tua dan orang asing. Kota Bandung merupakan kota yang secara geografis menjadi salah satu wilayah yang didiami oleh masyarakat suku sunda. Fenomena yang terjadi di kota Bandung saat ini tidak sesuai dengan kearifan lokal yang ada pada masyarakat sunda. Selain itu, sebagai ibukota dari


(8)

2 provinsi Jawa Barat, sudah sepatutnya kota Bandung mampu menjadi kota percontohan bagi kota-kota lainnya di wilayah Jawa Barat.

Mengucapkan tolong dan terima kasih idealnya dilakukan kepada orang yang tepat, dilakukan pada waktu yang tepat, dan dengan cara yang tepat pula. Baik pada orang tua, anak, istri, teman, pegawai, adik, bahkan orang asing sebagai wujud penghargaan terhadap orang lain. Berdasarkan uraian masalah diatas, maka penelitian mengenai kebiasaan mengucapkan tolong dan terima kasih penting untuk dilakukan.

1.2Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah maka dapat diidentifikasi masalah sebagai berikut:

 Kebiasaan mengucapkan tolong dan terima kasih pada orang dewasa tidak dilakukan sebagaimana mestinya, yaitu kepada orang yang dimintai pertolongan dan memberikan pertolongan.

 Kebiasaan mengucapkan tolong dan terima kasih jarang dilakukan pada orang-orang yang telah akrab dan juga kepada orang-orang yang lebih muda.

 Anggapan orang dewasa bahwa mengucapkan tolong dan terima kasih lebih tepat diucapkan kepada orang yang lebih tua dan orang asing saja.

 Kota Bandung sebagai wilayah yang didiami oleh masyarakat suku sunda mengalami fenomena yang tidak sesuai dengan kearifan lokal yang ada pada masyarakat sunda.

 Kota Bandung sebagai ibukota provinsi Jawa Barat sudah sepatutnya mampu menjadi kota percontohan bagi kota-kota lainnya di wilayah Jawa Barat.

1.3Rumusan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:

“Bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya orang dewasa agar mengucapkan tolong dan terima kasih kepada orang yang tepat, di waktu yang tepat, dan dengan cara yang tepat, mengingat kota Bandung merupakan kota yang


(9)

3 memiliki kearifan lokal yang berlandaskan pada silih asih, silih asah, dan silih asuh pada masyarakatnya?”

1.4Batasan Masalah

Agar permasalahan terfokus pada masalah yang diteliti, maka penelitian dibatasi hanya di wilayah kota Bandung. Hal ini bertujuan menjadikan Bandung sebagai kota awal percontohan untuk kota-kota lainnya di Jawa Barat.

1.5Tujuan Perancangan

Berdasarkan identifikasi masalah maka tujuan dari perancangan adalah sebagai berikut:

 Membuat orang dewasa biasa mengucapkan tolong dan terima kasih kepada orang yang tepat menerimanya dan pada waktu yang tepat pula.

 Membuat orang dewasa membiasakan mengucapkan tolong dan terima kasih pada teman akrab juga pada orang yang lebih muda.

 Memberi informasi bahwa tidak tepat hanya mengucapkan tolong dan terima kasih kepada orang yang lebih tua dan orang asing.

 Memberi informasi bahwa fenomena jarangnya orang dewasa mengucapkan tolong dan terima kasih tidak sesuai dengan kearifan lokal yang ada pada masyarakat sunda.

 Membuat kota Bandung mampu menjadi percontohan kota-kota lainnya di Jawa Barat.


(10)

4 BAB II

PERANCANGAN KAMPANYE KEBIASAAN MENGUCAPKAN TOLONG DAN TERIMA KASIH DI MASYARAKAT KOTA BANDUNG

II.1 Kampanye

Pada dasarnya kampanye merupakan bentuk tindakan komunikasi yang bertujuan mengubah pola pikir dan prilaku masyarakat. Rogers dan story (seperti dikutip Muyasaroh, 2013) mendefinisikan kampanye sebagai “serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan menciptakan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu”. Berdasarkan definisi tersebut dapat diperoleh kesimpulan bahwa terdapat empat hal yang menjadi ciri-ciri kampanye, antara lain adanya efek atau dampak tertentu sebagai tujuan, adanya jumlah khalayak yang besar, dalam kurun waktu tertentu, dan menggunakan serangkaian tindakan komunikasi yang terorganisasi. Masing-masing organisasi penyelenggara kampanye, baik pemerintah maupun perusahaan swasta, lembaga swadaya masyarakat atau lembaga lainnya mempunyai tujuan yang berbeda.

Setiap kampanye sosial pada dasarnya tidak terlepas dari tiga hal yang oleh Ostergaard (dalam Muyasaroh, 2013) dikenal dengan 3A, yaitu awareness, attitude dan action. Ketiga hal tersebut berkaitan satu sama lain untuk mewujudkan kondisi perubahan yang bertahap. Hal yang paling sulit dalam melaksanakan ketiga hal tersebut adalah membangun kesadaran. Menurut Muyasaroh (2013) “kesadaran adalah motif internal yang menjadi akar munculnya perasaaan suka, simpati, kepedulian, bahkan keberpihakan, yang akan membentuk sikap mental masyarakat.” Tumbuhnya kesadaran yang kritis merupakan salah satu tujuan dari kampanye, karena kesadaran yang kritis akan memberikan kesadaran berdasarkan hati nurani dan tanpa paksaan dari pihak lain.

II.1.1 Strategi Komunikasi Persuasif Untuk Kegiatan Kampanye

Menurut Muyasaroh (2013) kegiatan dan bentuk komunikasi yang bertujuan untuk mengubah pandangan, pendapat, pola pikir dan perubahan prilaku


(11)

5 sebenarnya mengandung apa yang sering disebut sebagai komunikasi persuasif. Istilah persuasif lebih ditekankan pada aspek psikologi dan bukan koersi. Kegiatan koersi akan memunculkan perubahan sikap, pendapat dan prilaku yang didasari karena ancaman, perasaan takut yang pada akhirnya akan menimbulkan perasaan benci, tidak senang, dan sikap-sikap negatif lainya. Sementara kegiatan persuatif diharapkan akan melahirkan perubahan sikap, pendapat dan prilaku yang didasari atas kesadaran, kerelaan dan dilakukan dengan penuh kesungguhan dan perasaaan suka cita dan gembira.

Menurut Hogan (dalam Muyasaroh, 2013) terdapat sembilan prinsip umum persuasi yang selalu dapat diterapkan dalam praktik kampanye, prinsip-prinsip tersebut adalah sebagai berikut :

 Prinsip timbal balik. Jika manusia menerima sesuatu yang dipandang berharga, maka seketika ia akan menanggapi dan memberikan sesuatu.

 Prinsip kontras. Orang akan cenderung memilih yang terbaik dari pilihan yang hampir sama. Orang cenderung mengingat hal terakhir yang mereka lihat atau diberitahukan bahwa hal tersebut jauh lebih baik daripada hal sebelumnya.  Prinsip karena teman. Orang mempunyai kecenderungan untuk melakukan

sesuatu terhadap apa yang diminta temannya.

 Prinsip harapan. Orang akan cenderung melakukan sesuatu yang menjadi harapan orang yang ia percaya dan dihormati.

 Prinsip asosiasi. Manusia mempunyai kecenderungan untuk menyukai produk, jasa atau gagasan yang didukung oleh orang lain yang disukai atau dihormati.  Prinsip konsistensi. Orang akan melakukan sesuatu jika sesuai dengan

pendiriannya

 Prinsip kelangkaan. Semakin langka sesuatu yang diinginkan, akan semakin besar nilainya. Orang akan melakukan sesuatu jika merasa bahwa kesempatan yang sama tidak akan ia dapatkan pada waktu dan tempat yang lain.

 Prinsip kompromi. Kebanyakan orang cenderung menyetujui usul, produk, jasa yang akan dipandang bisa diterima olah mayoritas orang lain atau mayoritas anggota kelompoknya.


(12)

6  Prinsip kekuasaan. Semakin berkuasa seseorang dipandang oleh orang lain, semakin besar kemungkinan permintaannya akan dipertimbangkan dan diterima. Kekuasaan ini bukan semata kekuasaan politik, tetapi kekuasaan yang dipengaruhi oleh ruang dan waktu, dimana seseorang bertindak.

II.2 Pengertian Ucapan Tolong dan Terima Kasih

Sebagai makhluk sosial, manusia cenderung hidup secara berkelompok dengan manusia lainnya. Seseorang tidak bisa hidup sendiri tanpa keberadaan orang lain, karena setiap orang memiliki karakteristik dan kemampuannya masing-masing. Dalam hidup berkelompok, hal yang sangat penting untuk diperhatikan adalah sikap saling menghargai antar manusia agar tercipta suasana yang nyaman dan harmonis. Jika seseorang memiliki hubungan yang baik dengan orang lain, maka orang tersebut akan mudah meminta bantuan ketika ia membutuhkannya. Namun, ketika meminta pertolongan, seseorang harus tetap bersikap sopan terutama dalam hal perkataan. Hamidin (2011) berpendapat bahwa “perkataan merupakan bentuk perhatian dan penghargaan seseorang terhadap orang yang dimintai tolong, baik orang tersebut sudah dikenal ataupun belum”. Seseorang yang berkata sopan telah menciptakan bentuk penghargaan dan perhatian terhadap lawan bicaranya tersebut.

Kata tolong merupakan gambaran seseorang tentang dirinya sebagai manusia, di mana manusia memiliki keterbatasan-keterbatasan. Mengucapkan tolong kepada orang lain ketika meminta bantuan, membuat seseorang menghargai orang tersebut dan menghargai dirinya sendiri. Ketika seseorang mengucapkan terima kasih, baik dalam hati maupun lisan, maka akan terjadi proses penyerapan kembali kata-kata itu oleh pikiran. Kekuatan dari kata-kata yang seseorang pikirkan mampu mempengaruhi pikiran, emosi, maupun fisiknya.

Menurut Hamidin (2011) “jika dilihat dari akar kata, terima kasih terdiri atas dua kata, yaitu terima dan kasih. Ini artinya, ada dua hal yang harus dilakukan, setelah seseorang menerima (terima), orang tersebut juga harus memberi (kasih), sehingga disini dituntut adanya timbal balik antara seseorang dan orang lainnya


(13)

7 yang telah memberikan sesuatu kepada orang tersebut”. Hamidin (2011) berpendapat “dengan mengucapkan terima kasih, menggambarkan seseorang bertanggung jawab terhadap orang- orang di sekitarnya”. Dapat disimpulkan bahwa mengucapkan terima kasih dapat membuat hubungan sosial menjadi lebih baik, dimana dapat mempererat hubungan individu-individu didalamnya.

II.2.2 Nilai dan Norma Ucapan Tolong dan Terima Kasih

Nilai dan norma memegang peranan yang sangat penting sebagai pengatur tata kehidupan bermasyarakat. Nilai dan norma harus dijunjung tinggi kehidupan sosial dapat terjalin secara harmonis sehingga tercipta keseimbangan sosial. Pelanggaran terhadap sistem nilai dan norma akan menimbulkan konflik dalam kehidupan sosial. Kimball Young (dalam Widianti, 2009) berpendapat “nilai sosial merupakan asumsi-asumsi abstrak mengenai apa yang benar dan penting”. Sedangkan M.Z. Lawang (dalam Widianti, 2009) berpendapat “nilai sosial merupakan gambaran mengenai apa yang diinginkan, yang pantas, yang berharga, dan yang mempengaruhi perilaku sosial”. Dari pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa nilai sosial merupakan sikap dan perasaan yang diterima oleh masyarakat, sebagai dasar untuk merumuskan apa yang dianggap benar dan penting. Nilai sosial sangat besar peranannya dalam membentuk pandangan hidup. Perwujudan nilai-nilai sosial dalam peri kehidupan, juga akan membentuk identitas budaya suatu masyarakat tertentu yang membedakannya dengan budaya lain. Sedangkan norma sosial merupakan pedoman-pedoman berperilaku bermasyarakat, yang berupa aturan- aturan dan sanksi-sanksi yang dikenakan, baik terhadap individu maupun kelompok dalam masyarakat secara keseluruhan dalam rangka mewujudkan nilai-nilai sosial. Norma sosial sangat besar peranannya di dalam pembentukan identitas suatu masyarakat. Perwujudan norma sosial dapat berbentuk tertulis dan tidak tertulis. Berdasarkan pada kekuatan yang mengikat sistem nilai dalam kehidupan masyarakat, norma sosial dapat digolongkan dalam beberapa macam, yaitu cara (usage), kebiasaan (folkways), tata susila (mores), adat istiadat (customs), hukum (laws), dan agama (religion). Mengucapkan tolong dan terima kasih merupakan contoh norma kebiasaan yang


(14)

8 ada pada masyarakat, Sanksi palanggaran hanya berupa gunjingan, nasihat, atau teguran.

II.2.3 Manfaat Mengucapkan Tolong dan Terima Kasih

Mengucapkan tolong dan terima kasih merupakan sebuah bentuk komunikasi. Mulyana (2014) “komunikasi memiliki banyak fungsi, beberapa diantaranya adalah untuk kelangsungan hidup, memupuk hubungan, dan memperoleh kebahagiaan”. Menurut para psikolog, kebutuhan utama kita sebagai manusia yang sehat secara rohani adalah kebutuhan hubungan sosial yang ramah, yang hanya bisa terpenuhi dengan membina hubungan yang baik dengan orang lain. Kebutuhan dalam hubungan sosial yang baik dapat dilakukan dengan mengucapkan tolong dan terima kasih. Ucapan tolong dan terima kasih mampu memenuhi kebutuhan dasar manusia akan penghargaan diri, sehingga orang yang mendapat ucapan tolong dan terima kasih akan merasa bahwa keberadannya diakui dan orang tersebut telah mendapat dukungan sosial. Menurut Sommer (seperti dikutip Mulyana, 2014) “orang-orang yang mendapat dukungan sosial yang tinggi mempunyai kemungkinan lebih rendah untuk terserang penyakit jantung, kanker, kemangkiran, dan dirawat di rumah sakit”. Menurut penelitian yang dilakukan Michael Babyak dari Universitas Duke (dalam Mulyana, 2014), “orang yang tidak ramah, tidak suka berteman, dan mendominasi pembicaraan, berpeluang 60% lebih tinggi menemui kematian dibandingkan orang yang ramah, suka berteman, dan berbicara tenang”.

Ucapan tolong dan terima kasih juga memiliki peran yang penting dalam kehidupan rumah tangga. Ketika seorang suami tidak bisa menghargai istrinya maka hubungan rumah tangga yang terjalin tidak akan harmonis. Surat kabar The Age yang terbit pada tanggal 24 Desember 1998 (seperti dikutip Mulyana ,2014) “pria dan wanita yang menikah, hidup lebih lama daripada yang tidak menikah atau bercerai”. Ucapan tolong dan terima kasih agar menjadi komunikasi yang tulus, hangat, dan akrab, maka perlu dilakukan baik secara verbal maupun non verbal (perilaku atau ekspresi wajah). Hal ini bertujuan untuk memberikan rangsangan emosional dan sensoris. Menurut Eric Berne (seperti dikutip Mulyana,


(15)

9 2014) “kelangkaan rangsangan emosional dan sensoris mampu menimbulkan kemunduran struktur otak manusia, yang akan mengakibatkan kurang gizi dan akhirnya berujung pada kematian. Sehingga sentuhan emosional dan sensoris menjadi sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia”. Dapat disimpulkan bahwa manfaat mengucapkan tolong dan terima kasih adalah sebagai berikut:  Sebagai wujud hubungan sosial yang ramah, ucapan tolong dan terima kasih

mampu menyehatkan rohani manusia.

 Ucapan tolong dan terima kasih mampu memenuhi kebutuhan dasar manusia akan penghargaan diri.

 Ucapan tolong dan terima kasih merupakan wujud dukungan sosial seseorang kepada orang lain yang dapat mengurangi resiko terserang penyakit jantung, kanker, bahkan kematian.

Dalam mengucapkan tolong dan terima kasih dalam bentuk verbal dan non verbal, terdapat beberapa contoh bentuk komunikasi yang biasanya dilakukan oleh sekelompok masyarakat ketika mengucapkan tolong dan terima kasih, antara lain; berjabat tangan, tersenyum, menepuk pundak, dan mengangguk. Menurut Mulyana (2014) “beberapa studi menunjukkan bahwa sentuhan bersifat persuasif, misalnya subjek yang lengannya disentuh lebih terdorong untuk menandatangani suatu petisi daripada mereka yang tidak disentuh”. Berjabat tangan merupakan komunikasi nonverbal yang biasanya dilakukan seseorang ketika mengucapkan terima kasih. Hal ini sebagai simbol kesepakatan bahwa orang yang dimintai tolong bersedia untuk menolong. Selain itu menurut Heslin (dalam Mulyana, 2014) “sosial-sopan, perilaku dalam situasi ini membangun dan memperteguh pengharapan, aturan, dan praktik sosial yang berlaku, misalnya berjabat tangan”.


(16)

10 Gambar II.1 Jabatan tangan sebagai ucapan terima kasih

Sumber: http://www.google.com/index.php (10 April 2015)

Sama seperti berjabat tangan, menepuk pundak juga merupakan komunikasi non verbal yang biasa dilakukan ketika mengucapkan tolong dan terima kasih. Menyentuh pundak biasanya dilakukan kepada orang yang akrab seperti teman, atau seorang atasan terhadap pegawainya.

Gambar II.2 Menyentuh pundak sebagai simbol ucapan terima kasih Sumber:https://anatoliaratnadewi.wordpress.com/author/anatoliaratnadewi/page//


(17)

11 Tersenyum memiliki arti lebih dari sekedar ungkapan rasa senang dan bahagia. Setiap orang pasti pernah tersenyum, ketika sendiri maupun berada dalam lingkungan sosial, namun bukan hanya memberi sinyal bahwa mereka bahagia, tetapi banyak hal lain yang dimaksudkan ketika sesorang tersenyum. Seseorang tersenyum untuk tujuan sosial tertentu, dengan tersenyum segala macam manfaat dapat diterima oleh dirinya sendiri maupun orang lain. Salah satu tujuan sosial ini adalah mengungkapan rasa terima kasih. Hal ini dapat dilakukan dengan menampilkan ekspresi wajah yang ramah, seperti tersenyum. Melalui senyuman rasa terima kasih terhadap orang yang telah membantu dapat tersampaikan, selain dengan ucapan. Salah satu kebahagiaan dalam kehidupan sosial adalah ketika seseorang tersenyum kepada orang lain dan orang tersebut tersenyum kembali.

Gambar II.3 Senyuman merupakan ekspresi yang ideal dilakukan ketika mengucapkan terima kasih

Sumber: http://www.daftarmenarik.com/2014/09/10-artis-indonesia-tercantik-dan-terpopuler.html (10 April 2015)

Pada kelompok masyarakat sunda, ketika seseorang mengucapkan tolong (punten dalam bahasa Sunda) kepada orang lain biasanya disertai oleh anggukan kepala sebagai bentuk kesantunan. Menurut Mulyana (2011) “pada dasarnya suatu kelompok yang punya bahasa verbal khas juga dilengkapi dengan bahasa nonverbal khas yang sejajar dengan bahasa verbal tersebut.”


(18)

12 II.3 Opini Masyarakat Terkait Mengucapkan Tolong dan Terima Kasih Menurut opini masyarakat, mengucapkan tolong dan terima kasih adalah sesuatu yang penting untuk dilakukan, karena manusia merupakan makhluk yang memiliki keterbatasan, dengan mengucapkan tolong dan terima kasih maka keterbatasan tersebut dapat dilengkapi oleh orang lain. Mengucapkan tolong dan terima kasih merupakan wujud keramahan dan sopan santun dalam berkomunikasi yang merupakan budaya orang Indonesia. Memberi efek psikologis, pendengarnya akan merasa dihargai menjadikan komunikasi yang berlangsung menjadi lebih manis.

Adapun hal- hal yang menjadi kendala terhentinya mengucapkan tolong dan terima kasih berdasarkan sumber data primer dan data sekunder antara lain:

 Data Primer

Proses pengumpulan data primer dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap 25 responden, pria dan wanita berusia 20- 40 tahun yang berada di wilayah kota Bandung. Adapun pertanyaan yang ditujukan kepada responden adalah berkaitan dengan kendala yang menyebabkan responden tidak mengucapkan tolong dan terima kasih terhadap orang lain. Berdasarkan wawancara tersebut diperoleh data mengenai kendala tidak terucapnya kata tolong dan terima kasih adalah sebagai berikut:

 Jika pada teman sebaya, atau teman akrab akan menjadi canggung ketika mengucapkan tolong dan terima kasih karena bahasa cenderung formal. Adanya rasa saling mengerti ketika tidak adanya ucapan tolong dan terima kasih, karena sifat pertemanan yang santai.

 Untuk hal-hal sepele atau kecil seperti meminjam pulpen, menyuruh adik mengambilkan handuk, ucapan tolong dan terima kasih tidak dilakukan, karena bantuan yang diberikan bukan hal yang besar.

 Orang yang menolong adalah orang yang dianggap menyebalkan. Ketika seseorang diberikan pertolongan namun orang tersebut tidak menunjukkan ketulusan dalam memberikan bantuan, maka orang yang meminta


(19)

13 pertolongan merasa tidak perlu untuk mengucapkan terima kasih karena si penolong tidak membantu dengan ikhlas.

 Suasana hati. Ketika orang yang ditolong dalam keadaan marah, jengkel, atau kesal, biasanya orang tersebut tidak akan fokus pada orang-orang disekitarnya, orang tersebut hanya fokus pada suasana hatinya.

 Status sosial yang lebih tinggi, sehingga malu untuk mengucapkan tolong dan terima kasih. Orang yang memiliki status sosial yang lebih tinggi beranggapan tidak perlu mengucapkan tolong dan terima kasih karena apa yang orang tersebut minta adalah kewajiban orang yang dimintai pertolongan.

 Mampu mengerjakan sebuah pekerjaan tanpa bantuan orang lain, karena seseorang merasa mampu orang tersebut tidak merasa membutuhkan bantuan orang lain. Ketika ada seseorang yang membantu, orang tersebut tidak mengucapkan tolong dan terima kasih karena orang tersebut tidak memintanya.

 Data Sekunder

Proses pengumpulan data selanjutnya dilakukan melalui media buku yang bertema motivasi yang berjudul “Betapa Dahsyatnya Energi Maaf, Tolong, dan Terima Kasih”. Dalam buku ini dijelaskan pengalaman menulis mengenai lunturnya ucapan tolong dan terima kasih pada orang dewasa disekitar penulis. Hal ini disebabkan oleh pengkotak-kotakan sosial yang terjadi di masyarakat. Selain itu buku bertema sosial, budaya, dan psikologi juga digunakan dalam penelitian ini.

II.4 Masyarakat Kota Bandung

Kota Bandung merupakan salah satu wilayah yang secara geografis didiami oleh masyarakat suku sunda. Masyarakat sunda memiliki kearifan lokal yang telah ada sejak dahulu. Sartini (dalam Saleh, 2014) kearifan lokal merupakan kebenaran yang mentradisi dalam suatu komunitas masyarakat sebagai perpaduan antara nilai-nilai suci firman Tuhan dan berbagai nilai yang ada dalam kehidupannya. Suryalaga (dalam Saleh, 2014) kearifan lokal yang terdapat dalam kehidupan


(20)

14 masyarakat sunda adalah meletakkan pentingnya keharmonisan hubungan antara manusia dan masyarakat yang saling ketergantungan, dengan tidak melupakan jati diri dan habitatnya masing-masing. Salah satu kearifan budaya sunda yang menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat adalah silih asih, silih asah, dan silih asuh. Silih asih dimaknai sebagai saling mengasihi dengan segenap kebeningan hati. Silih asah bermakna saling mencerdaskan kualitas kemanusiaan. Silih asuh tak pelak lagi dimaknai kehidupan yang penuh harmoni (Suryalaya dalam Saleh, 2014).

II.5 Khalayak Sasaran Terkait Ucapan Tolong dan Terima Kasih

Mengetahui khalayak sasaran dalam sebuah permasalahan merupakan hal yang penting, karena solusi dari permasalahan tersebut akan diterapkan pada khalayak sasaran. Menurut McQuail dan Windahl (dalam Muyasaroh) “khalayak sasaran didefinisikan sebagai sejumlah besar orang yang pengetahuan, sikap, dan prilakunya akan diubah melalui kegiatan kampanye”. Penentuan khalayak sasaran dibuat berdasarkan demografis, psikografis, dan geografis. Demografis adalah gambaran penduduk di suatu wilayah, mengklasifikasikan khalayak sasaran berdasarkan status ekonomi sosial, jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan, pendidikan, dan status dari khalayak sasaran. Psikografis mengenai pandangan, gaya hidup, sikap, dan kepribadian khalayak sasaran. Dan geografis mengenai wilayah yang menjadi tujuan penyampaian pesan atau informasi. Adapun khalayak sasaran terkait ucapan tolong adalah sebagai berikut:

Tabel II.1 Khalayak Sasaran Terkait Ucapan Tolong dan Terima Kasih

Demografs

Usia : 20- 40 tahun

Dariyo (dalam Melati, 2011) “Mengatakan bahwa secara umum mereka yang tergolong dewasa muda (young adulthood) ialah mereka yang berusia 20-40 tahun.” Status Ekonomi Sosial : B, Kelas Menengah


(21)

15 Psikografis

Senang berkumpul baik bersama teman maupun keluarga, memiliki kepribadian yang cenderung terbuka, memiliki pandangan yang besar mengenai penghargaan diri. Memiliki gaya hidup modern dan mengikuti perkembangan teknologi.

Geografis Wilayah perkotaan Bandung, provinsi Jawa Barat.

Pemilihan wilayah perkotaan Bandung, karena masyarakat perkotaan/ atau modern memiliki ciri menurut Selo Soemardjan (dalam Soekanto, 1993) “hubungan antar manusia didasarkan atas kepentingan pribadi, masyarakat tergolong-golong menurut profesi serta keahlian, dan hukum yang berlaku hukum tertulis”. Pada masyarakat modern, hukum yang berlaku hanya hukum tertulis yang menurut bentuknya adalah hukum yang diatur UUD, seperti hukum pidana.

II.6 Ringkasan dan Solusi

Kearifan lokal yang terdapat pada masyarakat sunda kota Bandung meletakkan pentingnya keharmonisan hubungan antara manusia dan masyarakat yang saling ketergantungan. Salah satu hal dasar yang dapat dilakukan untuk menjaga keharmonisan ini adalah dengan mengucapkan tolong dan terima kasih. Tolong dan terima kasih merupakan wujud sikap saling menghargai antar sesama. Di dalamnya terdapat penggambaran manusia yang memiliki ketergantungan terhadap orang lain, sehingga dalam kehidupannya seseorang dalam masyarakat


(22)

16 harus mampu menerapkan sikap saling menghargai ini sebagai perwujudan dari silih asih, silih asah, dan silih asuh yang merupakan landasan masyarakat sunda.

Sebagai ibukota provinsi Jawa Barat yang secara geografis didiami oleh masyarakat sunda, sudah sepatutnya kota Bandung mampu menjaga dan memelihara kearifan lokal ini, karena kearifan lokal merupakan hal yang mengendalikan dan memberikan arah terhadap perkembangan kebudayaan, sehingga masyarakat di dalamnya tidak kehilangan jati diri. Ketika kota Bandung mampu melakukannya, maka kota Bandung akan menjadi percontohan bagi kota- kota lainnya di Jawa Barat.

Berdasarkan permasalahan tersebut, maka solusi yang akan dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat kota Bandung (orang dewasa berusia 20-40 tahun) agar membiasakan kembali mengucapkan tolong dan terima kasih, sebagai wujud pelestarian kearifan lokal budaya sunda yang silih asih, silih asah, dan silih asuh. Sehingga membuat kota Bandung menjadi percontohan bagi kota-kota lainnya di Jawa Barat. Solusi ini akan diwujudkan dalam sebuah kampanye. Secara teknis kampanye ini akan dibuat dalam bentuk event yang akan dilaksanakan satu bulan sebelum hari ulang tahun kota Bandung setiap hari minggu pada acara Car Free Day di Dago Bandung.


(23)

17 BAB III

STRATEGI PERANCANGAN DAN KONSEP VISUAL

III.1 Strategi Perancangan

Dalam melakukan strategi perancangan, solusi yang akan digunakan adalah pelaksanaan kampanye yang bertujuan mengubah perilaku khalayak sasaran. Menurut Rogers dan Story (dalam Muyasaroh, 2013) mendefinisikan kampanye sebagai “serangkaian tindakan komunikasi yang terencana dengan tujuan menciptalan efek tertentu pada sejumlah besar khalayak yang dilakukan secara berkelanjutan pada kurun waktu tertentu”. Kampanye yang merupakan bentuk komunikasi akan dilakukan dengan komunikasi persuasif. Menurut Muyasaroh (2013) komunikasi persuasif merupakan “kegiatan dan bentuk komunikasi yang bertujuan untuk mengubah pandangan, pendapat, pola pikir dan perubahan perilaku”. Komunikasi persuasif ini dipilih karena komunikasi dilakukan dengan merangsang aspek psikologis khalayak sasaran, sehingga perubahan yang dilakukan khalayak berdasarkan atas kesadaran pribadi, kerelaan, dan kesungguhan diri khalayak sendiri.

III.1.1 Tujuan Komunikasi

Adapun tujuan komunikasi yang dilakukan kepada khalayak sasaran, antara lain:  Mengubah perilaku khalayak sasaran agar mengucapkan tolong dan terima

kasih kepada orang yang tepat, pada waktu yang tepat, dan cara yang tepat.  Memberikan informasi kepada khalayak sasaran mengenai manfaat

mengucapkan tolong dan terima kasih yang dilakukan dengan tulus kepada orang yang tepat, pada waktu yang tepat, dan cara yang tepat.

III.1.2 Pendekatan Komunikasi

Ketika berbicara kepada khalayak sasaran, pendekatan komunikasi harus dirancang dengan baik dan benar agar esensi pesan yang akan disampaikan dapat langsung ditangkap dan melekat pada khalayak sasaran. Pendekatan komunikasi yang dipilih dalam kampanye ini adalah pendekatan emosional-rasional. Pendekatan ini dipilih karena khalayak sasaran dari kampanye ini adalah


(24)

18 masyarakat modern yang sedang mengalami masa membangun hubungan sosial yang baik dengan orang lain.

 Pendekatan verbal

Pendekatan verbal yang akan digunakan dalam kampanye ini berdasarkan pada khalayak sasaran, yakni orang dewasa. Sehingga pendekatan yang akan digunakan adalah pendekatan yang formal juga tegas. Penggunaannya bertujuan untuk memberikan kesan serius mengenai permasalahan yang disampaikan. Adapun tagline dari kampanye ini adalah “Ucapkan Tolong & Terima Kasih”.

 Pendekatan visual

Pendekatan visual dalam kampanye ini menggunakan ilustrasi vektor dengan karakter realis. Tujuannya agar ilustrasi terlihat nyata sehingga memudahkan khalayak sasaran untuk peka terhadap pesan yang disampaikan. Ilustrasi ini dikemas menggunakan warna- warna yang cerah, dan ceria. Selain itu, ikon- ikon kota Bandung juga ditampilkan agar memperkuat suasana Bandung dalam penyampaian pesan. Dengan menggunakan pendekatan visual seperti yang telah dijelaskan, diharapkan dapat menarik perhatian serta menggugah kesadaran khalayak sasaran.

III.1.3 Materi Pesan

Materi pesan yang akan disampaikan dalam kampanye perubahan sosial ini antara lain; manfaat dari ucapan tolong dan terima kasih baik secara fisik, sosial, dan psikis bagi orang yang mengucapkan dan menerimanya jika dilakukan dengan tulus, ikhlas, dan akrab, serta dilakukan dengan dukungan jabatan tangan, menepuk pundak, dan senyuman.

III.1.4 Gaya Bahasa

Bahasa yang digunakan dalam kampanye ini adalah bahasa Indonesia yang formal, karena khalayak sasaran merupakan orang dewasa, juga karena tujuannya memberikan kesan serius serta tegas mengenai permasalahan yang disampaikan.


(25)

19 III.1.5 Khalayak Sasaran Perancangan

Consumer Insight

Pria atau wanita berusia 20-40 tahun yang berada pada status sosial kelas menengah atas. Senang berkumpul baik bersama teman maupun keluarga, memiliki kepribadian yang cenderung terbuka, memiliki pandangan yang besar mengenai penghargaan diri. Memiliki gaya hidup modern dan mengikuti perkembangan teknologi.

III.1.6 Strategi Kreatif

Dalam proses pembuatan kampanye sosial ini, strategi kreatif yang digunakan adalah membuat permainan kartu kuartet yang nantinya akan dimainkan pada acara akrab bersama tolong dan terima kasih yang bekerja sama dengan pemerintah kota Bandung sebagai mandatory acara tersebut.

Tujuan dari pembuatan permainan kartu kuartet ini antara lain:

 Menarik perhatian khalayak sasaran untuk melihat informasi dalam acara akrab bersama tolong dan terima kasih.

 Mengajak khalayak sasaran untuk membiasakan diri mengucapkan tolong dan terima kasih.

 Sebagai media kampanye yang dapat menciptakan keakraban antara khalayak sasaran.

III.1.6.1 Konsep Pelaksanaan Acara

Acara akrab bersama tolong dan terima kasih merupakan sebuah gerakan untuk membuat masyarakat membiasakan kembali mengucapkan tolong dan terima kasih dalam kehidupan sehari- hari. Acara ini akan dilaksanakan satu bulan sebelum ulang tahun kota Bandung, mulai dari tanggal 23 Agustus 2015 – 20 September 2015. Car free day di jalan Dago Bandung akan menjadi lokasi pelaksanaan acara. Dengan adanya kampanye Akrab bersama Tolong dan Terima Kasih ini, diharapkan kota Bandung dapat menjadi kota percontohan bagi kota-kota lain di Jawa Barat, sebagai kota-kota yang menjunjung tinggi budaya saling menghargai diantara masyarakatnya.


(26)

20 III.1.6.2 Tahapan Pelaksanaan Acara

Agar khalayak sasaran dapat menerima dan mengikuti informasi mengenai acara Akrab bersama tolong dan terima kasih, maka dibuat sebuah tahapan untuk mempermudah jalur penyampaian. Tahapan penyampaian pesan ini antara lain:

 Tahap Pra-Event

Sebagai tahap awal, media poster dan iklan akan digunakan sebagai media penyampai pesan. Media poster dibuat dalam bentuk cetak dan digital, media cetak poster akan disebar di papan pengumuman umum Jl. Ganesha Bandung, sedangkan poster digital akan disebar di media sosial dan website.

 Tahap Informasi

Pada tahap ini, penyebaran informasi dilakukan melalui media brosur. Dalam brosur ini akan diinformasikan mengenai betapa pentingnya mengucapkan tolong dan terima kasih, juga menginformasikan fenomena yang terjadi pada masyarakat kota Bandung sekarang ini terkait masalah tolong dan terima kasih. Tahap ini bertujuan menumbuhkan simpati terhadap masyarakat, sehingga masyarakat mau ikut berpartisipasi dalam kampanye sosial ini.  Tahap Pelaksanaan Event

Acara bincang-bincang akrab akan diadakan dalam tahap ini. Tujuan dari acara bincang-bincang akrab ini adalah untuk mengingatkan kembali masyarakat mengenai kebiasaan tolong dan terima kasih dan kaitannya dengan nilai lokal yang menjadi landasan masyarakat kota Bandung.

 Tahap Pasca Event

Setelah acara bincang- bincang akrab selesai dilaksanakan, maka diadakan pemainan kuartet bersama bagi warga masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut. Peserta yang mampu menjadi pemenang dalam tiga level permainan akan mendapat hadiah dari pihak penyelenggara acara.

 Copywriting

Kampanye sosial ini akan menampilkan sebuah kondisi hubungan seseorang dengan orang-orang disekitarnya. Ketika seseorang tersebut mampu menghargai orang-orang disekitarnya maka orang tersebut akan menciptakan


(27)

21 hubungan sosial harmonis, yang dapat memberikan manfaat bagi dirinya sendiri juga orang-orang disekitarnya berupa keakraban yang hangat.

 Pembuatan Headline Visual

Headline dibuat berdasarkan acara yang akan dilaksanakan, yaitu acara

talkshow dan bermain kartu kuartet bersama tentang mengucapkan tolong dan terima kasih, dan berdasarkan konsep kampanye secara keseluruhan yaitu menciptakan keakraban.. Adapun headline dan subheadline visual dari kampanye adalah sebagai berikut:

Headline:

“Yuk, Ucapkan Tolong & Terima Kasih” Subheadline:

“Bersama Tolong & Terima Kasih menjadi lebih akrab.”  Visualisasi

Visual dari headline “Yuk, Ucapkan Tolong & Terima kasih” adalah menceritakan empat orang dewasa yang sedang bercanda gurau sambil tertawa, duduk melingkar diatas meja sambil memegang kartu kuartet. Empat orang dewasa ini terdiri dari satu laki- laki usia 30an, satu laki- laki usia 20an, satu laki- laki usia 40an, dan wanita usia 30an. Masing-masing orang memakai kaos olah raga dan memakai nametag. Laki- laki usia 40an menunjuk laki- laki usia 20an. Visualisasi ini menggambarkan keakraban pada saat acara “Tolong dan Terima Kasih Bandung”.

III.1.7 Strategi Media

Strategi media merupakan proses perancangan alat atau sarana penyampai pesan yang disesuaikan dengan kebutuhan perancangan agar pesan dapat disampaikan dan diterima dengan baik oleh khalayak sasaran dan sesuai dengan tujuan perancangan. Dalam kampanye ini akan digunakan media primer sebagai penggugah perhatian khalayak sasaran, media sekunder sebagai media yang memberikan informasi lebih banyak mengenai pesan, dan media alternatif sebagai


(28)

22 media yang mampu mengingatkan khalayak sasaran untuk terus melakukan hal yang dijelaskan dalam pesan.

III.1.7.1 Pemilihan Media

Media merupakan hal yang sangat penting dalam proses penyampaian pesan. Media yang tepat dapat membuat pesan tersampaikan secara efekif. Dalam kampanye kebiasaan mengucapkan tolong dan terima kasih ini, digunakan media utama dan media pendukung dalam proses penyampaian pesan.

 Media utama

Media utama dalam kampanye ini adalah kartu permainan kuartet. Kartu kuartet dipilih karena kartu ini menjadi media yang aplikatif dalam penyampaian pesan. Selain itu, ketika permainan berlangsung dapat tercipta suasana yang akrab antar sesama pemain, serta para pemain dan warga yang ikut berpartisipasi dalam acara akan akrab kembali dengan tolong dan terima kasih.

 Media pendukung

Media pendukung berfungsi mendukung tersampaikannya informasi pada media utama. Dalam kampanye ini media pendukung yang digunakan antara lain:

 Poster Acara

Poster cetak dan digital sebagai media yang mendukung adanya media utama akan disebar di beberapa kawasan strategis seperti media sosial, mall, papan pengumuman umum.

 Brosur Informasi

Brosur informasi akan dibagikan kepada khalayak sasaran sebagai media untuk menarik simpati dan mengerti mengenai materi pesan yang nantinya akan disampaikan.

X-Banner

Media ini digunakan untuk menginformasikan sebuah acara, yang ditempatkan langsung di lokasi kegiatan, sangat tepat dan efektif menginformasikan mengenai acara yang sedang berlangsung.


(29)

23  Backdrop

Backdrop ditempatkan di tempat berlangsungnya acara, biasanya digunakan sebagai media informasi mengenai acara.

 Stiker

Stiker merupakan media yang dapat ditempel dimana saja, media ini merupakan media yang efektif menyampaikan tagline kampanye. Selain itu, jangkauan penyampaian pesannya pun luas.

Flag Chain

Media ini digunakan untuk keperluan display stand booth yang ditempatkan ketika acara berlangsung.

 Media Sosial

Media ini digunakan sebagai media informasi sekaligus media attention.

III.1.8 Strategi Distribusi dan Waktu Penyebaran Media

Pendistribusian media dilakukan dengan kerjasama Pemerintah Kota Bandung. Media utama akan ditempatkan pada saat acara dilaksanakan, sedangkan untuk media pendukung akan disebarkan di papan pengumuman umum, media sosial, pusat kota, serta tempat-tempat publik lainya yang sering ramai dikunjungi warga kota Bandung. Adapun tabel tahapan strategi distribusinya sebagai berikut:


(30)

24 III.2 Konsep Visual

Adapun konsep visual yang dibuat untuk menyampaikan pesan dalam kampanye antara lain:

- Format Desain - Tata Letak (Layout) - Tipografi

- Ilustrasi - Warna

III.2.1 Format Desain

Kartu kuartet yang menjadi media utama dalam kampanye ini berukuran custom

(85mmx140mm), dicetak pada kertas art paper plus laminasi dof. Format seperti ini dipilih agar mudah digenggam oleh orang dewasa, dan keterbacaan pada kartu jelas. Laminasi dof pada kartu bertujuan membuat orang yang memainkannya merasa nyaman dengan tekstur halus pada kertas kartu.

III.2.2 Tata Letak (layout)

Layout yang akan digunakan pada desain visual kampanye adalah layout dengan pola simetris. Layout yang digunakan pada media utama yaitu portrait. Layout ini akan disesuaikan dengan media-media pendukung lainnya agar terdapat keterkaitan antara media utama dan media pendukung.

Gambar III.1 Layout pada media utama Sumber : Dokumen Pribadi


(31)

25 III.2.3 Huruf

Huruf atau tipografi merupakan elemen dasar dalam karya desain. Tipografi yang baik mampu membuat proses komunikasi verbal dalam karya dapat tersampaikan dengan baik. Menurut Supriyono (2010) “tipografi merupakan pemilihan bentuk huruf, besar huruf, cara dan teknik penyusunan huruf menjadi kata atau kalimat sesuai karakter pesan (sosial atau komersial) yang ingin disampaikan.

Font yang digunakan pada headline, subheadline, dan tagline: Fundamental Brigade

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ!@#$%^&*()_+ Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz1234567890

Font ini dipilih karena mencerminkan kota Bandung sekarang ini yang modern dengan karakter garis lurus pada huruf, selain itu juga selain memiliki garis lurus font ini juga memiliki karakter garis lengkung yang terkesan ramah, dan halus, karakter ini sesuai dengan konsep dari pesan yang ingin disampaikan.

Optimus Princeps

ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ!@#$%^&*()_+ Abcdefghijklmnopqrstuvwxyz1234567890

Digunakan pada media utama kartu kuartet, font ini memiliki kesan yang hangat dengan lengkukan garis pada hurufnya, karakter ini sesuai dengan konsep dari penyampaian pesan.

III.2.4 Ilustrasi

Menurut Supriyono (2010) “ilustrasi merupakan gambar atau foto yang bertujuan menjelaskan teks dan sekaligus menciptakan daya tarik”. Ilustrasi yang digunakan dalam media utama ini adalah visualisasi dari sebuah kondisi dimana, kapan, dan kepada siapa idealnya tolong dan terima kasih diucapkan. Kondisi-kondisi ini biasanya dialami oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari, hal ini bertujuan mengingatkan khalayak sasaran dengan perumpamaan yang dekat dengan kehidupannya. Ilustrasi vektor dengan karakter realis dipilih untuk menyajikan ilustrasi dalam kampanye ini. Alasan mengapa ilustrasi jenis ini digunakan dalam konsep visual adalah karena khalayak sasaran merupakan orang dewasa secara umum, dengan karakter ilutrasi yang realis akan memudahkan khalayak sasaran


(32)

26 untuk mengerti apa yang disampaikan oleh gambar karena sifat gambar yang sama seperti wujud sebenarnya secara umum. Ilustrasi dalam media utama ini merupakan modifikasi dari sebuah foto yang telah ada. Foto ini digunakan sebagai referensi untuk gestur-gestur dalam ilustrasi.

Identitas Kampanye

Gambar III.2 Ilustrasi pada logo identitas kampanye

Sumber : (a) http://eventasticme.com/2014/07/ (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Konsep logo kampanye dibuat berdasarkan gestur tangan yang sedang meminta tolong dan memberikan pertolongan. Gestur ini menggambarkan sebuah kondisi dimana adanya konsep memberi dan menerima. Warna yang digunakan dalam logo ini adalah warna oranye dan hijau yang memiliki kesan hangat, dan ceria.

Ilustrasi pada Media Utama

Gambar III.3 Bentuk kartu kuartet Sumber : Dokumen Pribadi


(33)

27 Garis lengkung yang terdapat pada bagian ujung kartu memiliki arti santai, halus, disesuaikan dengan konsep kampanye. Pada bagian dalam kartu, terdapat garis yang bergelombang, garis ini merupakan garis yang menggambarkan letak kota Bandung yang dikelilingi oleh gunung-gunung.

Gambar III.4 Ilustrasi pada bagian belakang kartu kuartet Sumber : Dokumen Pribadi

Pada bagian belakang kartu, ilustrasi dari beberapa ikon kota Bandung ditampilkan sebagai visual yang mewakili kota Bandung sebagai subjek sekaligus objek dari kampanye yang akan dilaksanakan. Ilustrasi pada kartu bagian belakang dibuat sama karakter garisnya dengan kartu bagian depan, agar konsep visual dapat terlihat konsisten.

a. b. Gambar III.5 Ilustrasi iket pada media utama


(34)

28 Gambar III.6 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://www.cooladvices.com/how-to-talk-to-a-friend-who-goes-through-hard-moments/ (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Ilustrasi ini dibuat untuk menggambarkan orang yang sedang menjelaskan alasannya ketika meminta pertolongan kepada orang lain. Menjelaskan alasan merupakan hal harus dilakukan ketika meminta pertolongan. Hal ini mempermudah orang yang meminta pertolongan untuk mengukur kemampuannya untuk memberikan pertolongan.

Gambar III.7 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a)http://www.hipwee.com/motivasi/ada-bermacam-macam-cara-buat-bahagia/ (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Ketika seseorang menolong orang lain, maka orang lain pun akan memberikan pertolongan kepadanya. Ilustrasi ini menggambarkan bagaimana seseorang dapat menolong orang lain dengan cara yang sederhana, yaitu membantu seorang nenek


(35)

29 menyeberang jalan. Kebaikan kecil yang dapat tumbuh menjadi hal baik lain yang lebih besar.

Gambar III.8 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://de.123rf.com/photo_4822301_zwei-frohliche-geschaftsfrau-ein-gesprach-ber-die-br-nette-frau-etwas-zu-erklaren-und-gesten-mit-den.html (2 Juni 2015)

(b) Dokumen Pribadi

Dalam waktu santai dan kondisi suasana hati yang baik adalah waktu yang lebih baik digunakan untuk meminta tolong, agar orang yang dimintai pertolongan tidak terbebani. Ilustrasi ini menggambarkan waktu santai yang dimaksud, duduk bersama dan minum kopi atau teh. Suasana hati yang dalam kondisi baik tergambarkan dengan senyuman dari masing-masing karakter dalam ilustrasi.

Gambar III.9 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://blog.connectfamily.in/2015/03/15-insights-on-improving-mother-daughter-relationship/ (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi


(36)

30 Ketika meminta tolong dalam sebuah pekerjaan kepada orang lain, melihat kemampuan dan kapasitas orang tersebut dalam pekerjaan yang diminta perlu diperhatikan, hal tersebut untuk mencegah orang tersebut merasa terbebani. Ilustrasi ini menggambarkan kondisi dimana seseorang diberi pekerjaan yang melebihi kemampuannya, dengan ekspresi wajah dan gestur yang terlihat terbebani dengan pekerjaannya.

Gambar III.10 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) https://jaihamidon.wordpress.com/2014/07/07/bersalaman-berjabat-tangan/ (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Mengucapkan tolong dan terima kasih kepada kerabat, membuat hubungan kekerabatan semakin dekat. Ilustrasi ini menggambarkan suasana seorang kerabat yang baru bertemu kembali dengan kerabatnya dalam sebuah acara keluarga. Pelukan yang diberikan kepada pria berbaju oranye merupakan bentuk ungkapan terima kasih terhadap pria berbaju oranye karena mau meluangkan waktunya untuk dating ke acara tersebut.


(37)

31 Gambar III.11 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) https://djuniadi.wordpress.com/galeri/idul-fitri-2009/ (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Orang tua merupakan orang yang paling berjasa bagi seorang anak, meluangkan waktu untuk mengucapkan terima kasih atas apa yang telah orang tua lakukan merupakan hal yang diwajibkan. Seorang pria yang sedang melakukan sungkem terhadap ayahnya digambarkan dalam ilustrasi ini. Sungkem merupakan tradisi orang Sunda yang dilakukan untuk meminta restu, meminta maaf, atau berterima kasih kepada orang tua sebagai wujud penghormatan.

Gambar III.12 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://www.dreamstime.com/stock-photo-having-breakfast-home-happy mature-wife-serving-bread-to-her-husband-image44104315 (2 Juni 2015) (b) Dokumen


(38)

32 Mengucapkan terima kasih kepada istri ketika menyediakan makanan untuk sarapan dapat membuat istri bahagia dan merasa dihargai. Ilustrasi ini menggambarkan hal tersebut, seorang istri yang sedang menghidangkan makanan dan ungkapan terima kasih suami kepada istri atas kewajiban yang telah dilakukannya dengan tersenyum.

Gambar III.13 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a http://blog.connectfamily.in/2015/03/15-insights-on-improving-mother-daughter-relationship/ (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Menemani anak belajar dan mengucapkan terima kasih atas apa yang telah dia lakukan akan membuat anak termotivasi dan semakin bersemangat untuk berprestasi. Hal ini digambarkan dalam ilustrasi seorang ibu yang sedang menemani anaknya belajar di sebuah taman. Latar taman yang digunakan dalam ilustrasi tersebut dipilih karena taman merupakan tempat yang nyaman dan dapat mendukung suasana untuk lebih erat.


(39)

33 Gambar III.14 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://www.dreamstime.com/royalty-free-stock-photography-man-comforting-unhappy-senior-friend-outdoors-whilst-sitting-bench-looking-worried image40894267 (2

Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Mengucapkan terima kasih kepada teman dapat dilakukan dengan cara mendengarkan keluh kesahnya. Hal seperti ini dapat menjadikan ucapan terima kasih lebih bermakna. Ilustrasi tersebut digambarkan dengan satu orang dewasa yang mendengarkan dan menenangkan temannya yang terlihat memiliki masalah dengan raut wajah yang sedang sedih.

Gambar III.15 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://www.dreamstime.com/stock-photo-couple-boyfriend-giving-flowers-to-his-beautiful-girlfriend-home-image51387475 (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi


(40)

34 Memberikan sesuatu yang menyenangkan kepada teman dekat sebagai ungkapan terima kasih akan membuat teman dekat semakin nyaman. Digambarkan dalam sebuah ilustrasi pria yang memberikan kejutan bunga kepada teman dekatnya. Memberikan bunga dapat menjadi salah satu bentuk mengekspresikan ungkapan terima kasih kepada teman dekat, untuk membuat teman dekat berharga.

Gambar III.16 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) https://rahmatjunet.wordpress.com/tag/office-boy/ (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Seorang atasan memberikan ucapan terima kasih kepada pegawai sebagai apresiasi terhadap pekerjaan yang telah ia lakukan dapat membuat pegawai merasa dihargai dan lebih menghormati atasan. Hal tersebut digambarkan dalam ilustrasi ini, seorang office boy yang telah menyajikan minuman untuk atasannya, diberikan apresiasi dengan senyum dan ucapan terima kasih oleh atasannya.


(41)

35 Gambar III.17 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://sulut.kemenag.go.id/index.php?a=foto&id=91498 (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Mengucapkan tolong dan terima kasih kepada orang yang tidak dikenal ataupun baru dikenal dapat dilakukan dengan menjabat tangannya. Hal ini dapat membuat ucapan terima kasih lebih berharga. Dalam ilustrasi ini digambarkan dua orang pria yang sedang berjabat tangan. Pria berbaju hijau mengucapkan terima kasih kepada pria berbaju oranye yang telah membantunya menemukan jalan yang ia cari.

Gambar III.18 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) https://www.youtube.com/watch?v=aw_hYnmpDw4 (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Mengucapkan tolong dapat menyadarkan seseorang mengenai keterbatasannya sebagai manusia yang selalu membutuhkan bantuan orang lain. Seorang pria yang dibantu oleh beberapa pria lainnya untuk mendorong mobilnya digambarkan


(42)

36 dalam ilustrasi diatas. Pria tersebut tidak dapat mendorong mobilnya sendiri karena sebagai manusia ia memiliki keterbatasan, oleh karena itu bantuan orang lain dapat memenuhi keterbatasan pria tersebut sehingga ia dapat mendorong mobil tersebut.

Gambar III.19 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://www.jurukunci.net/2011/12/10-kebaikan-di-balik-senyuman.html (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Ucapan tolong dapat menghilangkan kesombongan dalam diri seseorang, karena dengan meminta tolong seseorang telah sadar membutuhkan orang lain. Kesombongan diri yang hilang digambarkan dengan senyum ramah seorang pria. Ilustrasi ini menggambarkan hal positif yang dapat terjadi ketika kesombongan diri seseorang telah hilang.


(43)

37 Gambar III.20 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://www.imagekb.com/akrab (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Mengucapkan tolong kepada orang yang dimintai pertolongan membuat orang tersebut akan merasa dihargai. Hal ini akan menjadikan hubungan seseorang dengan orang lain menjadi akrab. Ilustrasi diatas menggambarkan gestur yang biasanya dilakukan ketika meminta tolong atau berterima kasih kepada orang lain.

Gambar III.21 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://de.123rf.com/photo_18117874_asian-businessman-standing-and-talking-in-office.html (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Mengucapkan terima kasih juga merupakan bentuk penghargaan seseorang terhadap orang lain. Salah satunya seorang atasan yang mengucapkan terima kasih kepada pegawai, ucapkan terima kasih atas pekerjaannya sebagai apresiasi, ini akan membantu pegawai anda untuk lebih termotivasi. Ilustrasi diatas


(44)

38 menggambarkan seorang atasan yang sedang memberikan apresiasi terhadap apa yang telah dilakukan pegawainya, dengan menepuk pundak pegawai sebagai gestur yang mendukung penyataan atasannya tersebut.

Gambar III.22 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://adrianaden.blogspot.com/2013_05_01_archive.html (2 Juni 2015) (b) https://hijapedia.com/6-cara-agar-doa-kita-dikabulkan-allah-swt/ (2 Juni 2015) (c) http://nataliakusnadi.blogdetik.com/index.php/category/uncategorized/ (2 Juni 2015) (d) http://grettyann.blogspot.com/2013/03/om-swastyastuhere-my-melasti-story.html (2 Juni

2015) (e) Dokumen Pribadi

Mengucapkan Terima kasih kepada Tuhan dengan berdoa merupakan wujud rasa syukur terhadap , menjadikan manusia menjadi makhluk yang rendah hati. Ilustrasi diatas menggambarkan orang-orang dari berbagai agama sedang berdoa, sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas apa yang telah Tuhan berikan. Rasa syukur dapat dikatakan sebagai bentuk ungkapan terima kasih, dan ungkapan rasa terima kasih ini dilakukan dengan cara berdoa.


(45)

39 Gambar III.23 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://www.123rf.com/photo_8911490_mother-and-son-having-a-hug.html (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Ibu adalah seseorang yang paling berjasa bagi seorang anak di dunia ini, meluangkan waktu untuk berkumpul bersama dan memeluknya dengan penuh kasih sayang merupakan ungkapan terima kasih yang paling sederhana. Seorang anak yang sedang memeluk ibunya digambarkan dalam ilustrasi diatas. Pelukan merupakan wujud kasih sayang yang dapat dilakukan seorang anak kepada orang tua.

Gambar III.24 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://tags.walla.co.il/?w=///1370151/5/@@/media (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Seorang atasan yang mengucapkan terima kasih kepada pegawainya telah memberikan penghargaan kepada dirinya dan pegawainya tersebut. Seorang


(46)

40 pegawai yang dihargai dan diapresiasi oleh atasannya akan lebih termotivasi dalam pekerjaannya. Ilustrasi diatas menggambarkan kondisi dimana seorang atasan sedang memberikan apresiasi terhadap pegawainya, dengan bentuk jabatan tangan, senyuman, dan sentuhan di lengannya.

Gambar III.25 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://makesmokinghistory.org.au/how-do-i-stay-quit/keeping-on-track (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Mengucapkan terima kasih dapat meningkatkan derajat seseorang dihadapan Tuhan, karena berarti seseorang tersebut termasuk pribadi yang pandai bersyukur. Orang dengan gestur seperti seorang pemenang yang memenangkan sebuah kompetisi, berdiri di tangga yang paling tinggi menunjukkan bahwa orang tersebut berada pada tingkatan teratas. Ilustrasi ini menggambarkan orang yang tingkatan derajatnya tinggi.


(47)

41 Gambar III.26 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://www.pasarpolis.com/blogs/tidur-sehat-kunci-jalani-puasa-dengan-lancar (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Ilustrasi diatas menggambarkan manfaat yang dapat timbul ketika seseorang mengucapkan terima kasih. Manfaat ini adalah meningkatkan kualitas tidur. Ilustrasi digambarkan dengan orang yang sedang menikmati tidurnya yang nyenyak dan sehat, dapat terlihat dari ekspresi wajah yang tenang dan nyaman.

Gambar III.27 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://www.dreamstime.com/stock-image-strong-heart-attack-young-man-white-t-shirt-image37761241 (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Ilustrasi diatas menggambarkan manfaat yang dapat timbul ketika seseorang mengucapkan terima kasih. Manfaat ini adalah mengurangi resiko penyakit


(48)

42 jantung. Ilustrasi digambarkan dengan orang yang sedang mengalami serangan jantung, dimana serangan jantung ini dapat dikurangi resikonya dengan mengucapkan terima kasih.

Gambar III.28 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) http://www.huffingtonpost.com/michele-willens/mother-daughter-relationship_b_3547296.html (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi

Mengucapkan terima kasih kepada orang- orang di sekitar merupakan salah satu cara sederhana yang dapat ditunjukkan sebagai bentuk cinta dan kasih sayang terhadap mereka. Ilustrasi diatas menggambarkan bentuk cinta dan kasih sayang yang merupakan ungkapan terima kasih seorang anak terhadap ibunya.

Gambar III.29 Ilustrasi pada kartu kuartet

Sumber : (a) https://artoflivingid.wordpress.com/category/meditasi/ (2 Juni 2015) (b) Dokumen Pribadi


(49)

43 Ilustrasi diatas menggambarkan manfaat yang dapat timbul ketika seseorang mengucapkan terima kasih. Manfaat ini adalah meningkatkan kesehatan mental. Ilustrasi digambarkan dengan orang yang sedang melakukan meditasi, dimana meditasi dapat menyehatkan mental dan fisik seseorang.

Ilustrasi pada media pendukung

Ilustrasi pada media pendukung poster dan flyer dibuat dengan cara yang sama dengan media utama yaitu dengan memodifikasi sebuah foto sebagai referensi gestur. Visualisasi dalam ilustrasi menggambarkan keakraban yang tercipta ketika masyarakat ikut berpastisipasi bermain kuartet bersama dalam acara “Tolong dan Terima Kasih Bandung”.

a. b.

Gambar III.30 Ilustrasi pada media poster dan flyer (2 Juni 2015)

Sumber : (a) http://postgradproblems.com/the-old-balls-club-membership-brochure/ (b) Dokumen Pribadi

III.2.5 Warna

Warna yang akan digunakan dalam visual adalah warna-warna ceria yang ramah, akrab, hangat, dan halus. yang terdiri dari warna biru, kuning, dan merah. Warna biru yang memiliki kesan ramah dan tenang, warna kuning yang berkesan hangat, dan bahagia, serta warna merah yang melambangkan kesan emosi yang kuat.


(50)

44 Gambar III.31 Warna untuk visual perancangan


(51)

45 BAB IV

TEKNIS PRODUKSI DAN APLIKASI MEDIA

IV.1 Teknis Produksi

Proses Produksi media akan dilakukan melalui beberapa tahap yaitu:  Tahap Pengumpulan Data

Setelah medapatkan konsep dari tujuan perancangan dan strategi perancangan maka selanjutnya adalah mengumpulkan data pendukung yang akan dimuat di media, seperti data berupa gambar, foto, tulisan/font, logo serta referensi internet dan buku.

Tahap Perancangan

Tahap perancangan ini adalah tahapan dimana konsep yang telah dibuat diwujudkan kedalam media-media kampanye. Proses pertama yang dilakukan adalah membuat sketsa ilustrasi untuk keperluan media. Tahap selanjutnya membuat ulang sketsa tersebut kedalam bentuk digital dengan menggunakan

softaware Adobe Illustrator CS5, membuat ikon-ikon pendukung ilustrasi, dan mengatur layout dari ilustrasi dan ikon tersebut. Kemudian menambahkan materi pesan pada media serta menambahkan pula logo kampanye dan logo mandatory penyelenggara kampanye. Tahap terakhir adalah tahap finishing dimana softcopy media yang telah dirancang dan akan disempurnakan sebagai media utama ataupun sebagai media pendukung.

Tahap Cetak

Tahap cetak adalah proses perwujudan media yang sebelumnya berupa

softcopy lalu akan dicetak sesuai keperluannya hingga menjadi benda asli (hardcopy) seperti poster, flyer, banner, backdrop, flag chain, dan kebutuhan media lainnya.


(52)

46 VI.2 Media Utama

Media ini menampilkan informasi mengenai materi pesan dari kampanye sosial yang akan dilaksanakan bersama ketika acara berlangsung

Gambar IV.1 Gambar Kartu Kuartet Sumber: Dokumen Pribadi

Ukuran Media: 7.5cm x 13cm Bahan: Art paper 310gr


(53)

47 Media kartu ini menampilkan informasi mengenai materi pesan dari kampanye sosial yang akan dilaksanakan, dan akan dimainkan bersama ketika acara berlangsung.

IV.3 Media Pendukung

Media-media pendukung yang akan digunakan dalam kampanye ini antara lain:  Brosur Informasi

Gambar IV.2 Gambar Brosur Informasi Sumber: Dokumen Pribadi


(54)

48 Ukuran Media: 14.85cm x 21cm

Bahan: Art paper 150gr Teknik: Digital Print

Media brosur digunakan untuk menyampaikan informasi lengkap mengenai hal-hal yang berhubungan dengan ucapan tolong dan terima kasih, sehingga mampu menarik simpati masyarakat terhadap materi pesan yang disampaikan

 Poster Acara

Gambar IV.3 Gambar Poster Acara Sumber: Dokumen Pribadi

Ukuran Media: 29.7cm x 42cm Bahan: Art paper 150gr

Teknik: Digital Print

Media poster digunakan untuk menginformasikan seputar pelaksanaan acara. Ditempatkan di kawasan strategis yang banyak dikunjungi orang dewasa secara umum, seperti papan pengumuman umum, dan juga media sosial.


(55)

49  Flyer Acara

Gambar IV.4 Gambar Flyer Acara Sumber: Dokumen Pribadi

Ukuran Media: 14.85cm x 21cm Bahan: Art paper 150gr

Teknik: Digital Print

Media flyer digunakan untuk menginformasikan seputar pelaksanaan acara. Dibagikan secara langsung kepada masyarakat di kawasan strategis yang banyak


(56)

50 dikunjungi seperti Mall, Car Free Day, dan alun-alon kota Bandung, sehingga penyebarannya efektif.

 Stiker

Gambar IV.5 Gambar Stiker Acara Sumber: Dokumen Pribadi

Ukuran Media: 12 cm x 3cm Bahan: Sticker Chromo

Teknik: Digital Print

Stiker digunakan sebagai gimmick yang dibagikan kepada masyarakat ketika acara berlangsung, berfungsi sebagai media pengingat kampanye yang memberi informasi mengenai pesan yang disampaikan oleh kampanye yang dilaksanakan.


(57)

51  Gantungan kunci

Gambar IV.6 Gambar Gantungan kunci Sumber: Dokumen Pribadi

Ukuran Media: 5.8 cm x 5.8 cm Bahan: Plastik putih, ring rantai Teknik: Digital Print

Gantungan digunakan sebagai gimmick yang dibagikan kepada masyarakat ketika acara berlangsung, berfungsi sebagai media yang mengingatkan masyarakat mengenai mengenai pesan yang disampaikan pada kampanye sosial yang telah dilaksanakan.


(58)

52

Mug

Gambar IV.7 Gambar Mug Sumber: Dokumen Pribadi

Ukuran Media: Custom

Bahan: Keramik Teknik: Digital Print

Gantungan digunakan sebagai souvenir yang dibagikan kepada masyarakat ketika acara berlangsung, berfungsi sebagai media pengingat kampanye yang memberi informasi mengenai pesan yang disampaikan oleh kampanye yang dilaksanakan.


(59)

53  X-banner

Gambar IV.8 Gambar x-banner Sumber: Dokumen Pribadi

Ukuran Media: 60 cm x 260 cm Bahan: Flexi Korea

Teknik: Digital Print

X- banner digunakan untuk keperluan display acara, menampilkan informasi sesuai dengan kampanye yang dilakukan.


(60)

54  Media sosial

Gambar IV.9 Banner media sosial

Ukuran Media: 850px x 315px

Media sosial digunakan sebagai media informasi yang akan menyampaikan hal-hal seputar kampanye.


(61)

55  Kaos

Gambar IV.10 Kaos merchandise Sumber: Dokumen Pribadi

Ukuran Media: 29.7 cm x 21 cm Bahan: Cotton Kombat

Teknik: Digital Print

Kaos akan digunakan sebagai merchandise sekaligus remainding dalam kampanye ini.


(62)

56  Flag Chain

Gambar IV.11 Gambar Flag Chain Sumber: Dokumen Pribadi

Ukuran Media: 14.85 cm x 21 cm Bahan: Art paper 150gr

Teknik: Digital Print

Flag chain akan ditempatkan di lokasi pelaksanaan acara sebagai display pada


(63)

57 DAFTAR PUSTAKA

Buku:

Hamidin, Syaiful, Aep. 2011. Betapa Dahsyatnya Energi Maaf, Tolong, dan

Terima Kasih. Jogjakarta: DIVA Press.

Mulyana, Deddy. (2014). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT.

Remaja Rosdakarya.

Koentjaningrat. 2002. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta:

Gramedia Pustaka Utama.

Soekanto, Soerjono. 1993. Beberapa Teori Sosiologi Tentang Struktur

Masyarakat. Jakarta: Citra Niaga Rajawali Pers.

Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Supriyono, Rahmat. 2010. Desain Komunikasi Visual – Teori dan Aplikasi.

Jakarta: ANDI.

Widianti, Wida. 2009. Sosiologi 1: Untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta:

Departemen Pendidikan Nasional.

Jurnal:

Muyasaroh, Siti. (2013). “Kampanye Perubahan Sosial (Kesadaran Masyarakat,

Aspek Perubahan Kognitif dan Prilaku)”. Jurnal Komunikasi. Laporan Ilmiah:

Melati, Adinda (2011). “Gambaran Kebahagiaan Pada Penyandang Tuna Daksa

Dewasa Awal”[Skripsi] Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara

Saleh, Firdaus. (2014). Makna Silih Asih, Silih Asah, dan Silih Asuh Menurut Kearifan Budaya Sunda dalam Perspektif Filsafat Nilai : Relevansinya Bagi Pemberdayaan Masyarakat Miskin (Studi kasus di kota Bandung dan kabupaten Subang). Disertasi Doktor pada Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta: diterbitkan.


(64)

(65)

58 DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Siti Intan Fathonah

Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 08 November 1993 JenisKelamin : Perempuan

Agama : Islam

Kewarganegaraan : Indonesia

Status : Belum Menikah

Alamat : Jl. Sadang 108 RT 03 RW 08, Margahayu, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Margahayu, Bandung 40225

Telepon : 088218769765

E-mail : sitiintanfathonah@gmail.com

RIWAYAT PENDIDIKAN

 Tahun 2005 Lulus di SDN Nata Endah I Bandung  Tahun 2008 Lulus di SMP Negeri 3 Bandung  Tahun 2011 Lulus di SMK Negeri 4 Bandung


(1)

54  Media sosial

Gambar IV.9 Banner media sosial

Ukuran Media: 850px x 315px

Media sosial digunakan sebagai media informasi yang akan menyampaikan hal-hal seputar kampanye.


(2)

55  Kaos

Gambar IV.10 Kaos merchandise Sumber: Dokumen Pribadi

Ukuran Media: 29.7 cm x 21 cm Bahan: Cotton Kombat

Teknik: Digital Print

Kaos akan digunakan sebagai merchandise sekaligus remainding dalam kampanye ini.


(3)

56  Flag Chain

Gambar IV.11 Gambar Flag Chain Sumber: Dokumen Pribadi

Ukuran Media: 14.85 cm x 21 cm Bahan: Art paper 150gr

Teknik: Digital Print

Flag chain akan ditempatkan di lokasi pelaksanaan acara sebagai display pada booth.


(4)

57 DAFTAR PUSTAKA

Buku:

Hamidin, Syaiful, Aep. 2011. Betapa Dahsyatnya Energi Maaf, Tolong, dan Terima Kasih. Jogjakarta: DIVA Press.

Mulyana, Deddy. (2014). Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Koentjaningrat. 2002. Kebudayaan, Mentalitas, dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Soekanto, Soerjono. 1993. Beberapa Teori Sosiologi Tentang Struktur Masyarakat. Jakarta: Citra Niaga Rajawali Pers.

Soekanto, Soerjono. 2012. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers. Supriyono, Rahmat. 2010. Desain Komunikasi Visual – Teori dan Aplikasi.

Jakarta: ANDI.

Widianti, Wida. 2009. Sosiologi 1: Untuk SMA dan MA Kelas X. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Jurnal:

Muyasaroh, Siti. (2013). “Kampanye Perubahan Sosial (Kesadaran Masyarakat, Aspek Perubahan Kognitif dan Prilaku)”. Jurnal Komunikasi.

Laporan Ilmiah:

Melati, Adinda (2011). “Gambaran Kebahagiaan Pada Penyandang Tuna Daksa

Dewasa Awal”[Skripsi] Fakultas Psikologi Universitas Sumatera Utara Saleh, Firdaus. (2014). Makna Silih Asih, Silih Asah, dan Silih Asuh Menurut

Kearifan Budaya Sunda dalam Perspektif Filsafat Nilai : Relevansinya Bagi Pemberdayaan Masyarakat Miskin (Studi kasus di kota Bandung dan kabupaten Subang). Disertasi Doktor pada Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta: diterbitkan.


(5)

(6)

58 DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Siti Intan Fathonah

Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 08 November 1993 JenisKelamin : Perempuan

Agama : Islam

Kewarganegaraan : Indonesia

Status : Belum Menikah

Alamat : Jl. Sadang 108 RT 03 RW 08, Margahayu, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Margahayu, Bandung 40225

Telepon : 088218769765

E-mail : sitiintanfathonah@gmail.com

RIWAYAT PENDIDIKAN

 Tahun 2005 Lulus di SDN Nata Endah I Bandung  Tahun 2008 Lulus di SMP Negeri 3 Bandung  Tahun 2011 Lulus di SMK Negeri 4 Bandung