Asuhan Keperawatan pada Ny.N dengan Prioritas Masalah Halusinasi Pendengaran di RSJD Provsu Medan

(1)

KARYA TULIS ILMIAH

Asuhan Keperawatan pada Ny.N dengan Prioritas

Masalah Halusinasi Pendengaran di RSJD Provsu Medan

Disusun Dalam Rangka Menyelesaikan Program Studi DIII Keperawatan

Oleh Niatin Laia

102500012

Program Studi DIII Keperawatan Fakultas Keperawatan

Universitas Sumatera Utara


(2)

(3)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.

Adapun judul Karya Tulis Ilmiah ini adalah : “Asuhan Keperawatan pada Ny.N dengan Prioritas Masalah Halusinasi Pendengaran di RSJD Provsu Medan”. Dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini, penulis juga mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada berbagai pihak yang telah membantu dalam menyusunnya khususnya kepada :

1. Bapak dr. Dedi Ardinata, M.Kes, selaku Dekan Fakultas Keperawatan. 2. Ibu Erniyati, S.Kp, MNS selaku Pembantu Dekan I dan Ibu Evi Karota

Bukit, S.Kp, MNS

3. Ibu Nur Afi Darti, S.Kp, M.Kep, selaku ketua Prodi DIII Keperawatan dan Bapak Mula Tarigan selaku Sekretaris Program DIII Keperawatan

4. Ibu Sri Eka Wahyuni, S.Kep, Ns, M.Kep, selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan pengarahan dalam penulisan Karya Tulis Ilmiah ini dan Ibu Wardiah Daulay, S.Kep, M.Kep selaku Dosen Penguji. 5. Direktur Rumah Sakit Jiwa Propinsi Sumatera Utara Medan.

6. Teristimewa kepada kedua orang tua tercinta yang tidak pernah menyerah untuk memotivasi saya dalam bentuk nasehat, material, dorongan dan doa. 7. Untuk teman-teman DIII Keperawatan Universitas Sumatera Utara yang

selalu mendukung dan memotivasi saya dalam menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini, terutama kepada Siti Rahayu, Nuraini, Marisa Nurul Banurea, Hotliana Daely, Lamtiurma Tobing, Megawati Sianturi, Nurwanti Gultom, Sora Esha Sinulingga, Tiara P.P Hulu, Yolanda Sari, Riris Noviana, Utami, yang telah membantu saya menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah ini.


(4)

Demikian Karya Tulis Ilmiah ini saya perbuat, semoga bermanfaat bagi pembaca khususnya dalam bidang keperawatan jiwa. Akhir kata saya mengucapkan terima kasih.

Medan, Juli 2013

Penulis Niatin Laia (102500012)


(5)

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan ... i

Kata Pengantar ... ii

Daftar Isi ... iv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang ... 1

B. Tujuan 1. Tujuan Umum ... 2

2. Tujuan Khusus ... 2

C. Manfaat ... 3

BAB II PENGELOLAAN KASUS A. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan dengan Halusinasi Pendengaran a. Pengkajian Keperawatan ... 4

b. Analisa Data ... 9

c. Rumusan Masalah ... 9

d. Perencanaan... 10

B. Asuhan Keperawatan Kasus e. Pengkajian ... 12

f. Analisa Data ... 21

g. Rumusan Masalah ... 21

h. Perencanaan Keperawatan dan Rasional ... 22

i. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan ... 30

BAB III PENUTUP A. Kesimpulan ... 40

B. Saran ... 40

DAFTAR PUSTAKA ... 41


(6)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Gaya hidup dan persaingan hidup semakin tinggi, hal ini disebabkan karena tuntutan akan kebutuhan ekonomi, sandang, pangan dan papan, pemenuhan kebutuhan kasih sayang, rasa aman dan aktualisasi diri dapat berakibat tingginya tingkat stress di kalangan masyarakat. Jika individu kurang atau tidak mampu dalam menggunakan mekanisme koping dan gagal dalam beradaptasi maka individu akan mengalami berbagai penyakit baik fisik maupun mental (Rasmun, 2004).

Prevalensi gangguan kesehatan jiwa di Indonesia menurut hasil study Bahar dkk (1995) adalah 18,5 %, yang berarti dari 1000 penduduk terdapat sedikitnya 185 penduduk dengan gangguan kesehatan jiwa atau tiap rumah tangga terdapat seorang anggota keluarga yang mengalami gangguan kesehatan jiwa. Jika hasil studi dapat dijadikan dasar maka tidak dapat dipungkiri bahwa telah terjadi berkisar antara 20-60 per 1000 penduduk, seperti yang tercantum pada sistem kesehatan nasional (Hamid, 2000).

Gangguan jiwa yang banyak ditemukan adalah gangguan jiwa berat atau biasa disebut skizofrenia. Tiga per empat dari jumlah pasien skizofrenia

umumnya dimulai diusia 16 sampai 25 tahun pada laki-laki. Pada kaum perempuan, skizofrenia biasanya mulai diidap pada usia 25 hingga 30 tahun. Penyakit yang satu ini cenderung menyebar di antara anggota keluarga sedarah.

Salah satu jenis skizofrenia adalah skizofrenia katatonik yang memiliki gambaran klinis seperti gaduh gelisah, menampilkan posisi tubuh tertentu dan mempertahankannya negativisme, ragiditas serta “Command automatism”

(kepatuhan secara otomatis terhadap perintah dan pengulangan kata serta kalimat). Gejala katatonik dapat dicetuskan oleh gangguan saraf, gangguan metabolik, atau alkohol dan obat-obatan serta dapat terjadi pada gangguan afektif (Stuart, 2006). Perubahan persepsi adalah ketidakmampuan manusia membedakan antara rangsang yang timbul dari sumber internal seperti pikiran, perasaan, sensasi somatik dengan impuls dan stimulus eksternal.


(7)

Halusinasi pendengaran sangat mempengaruhi rasa aman dan nyaman manusia. Hal ini tampak dalam konsep kebutuhan dasar manusia menurut Maslow salah satunya adalah kebutuhan rasa aman dari berbagai aspek, baik fisiologis maupun psikologis. Kebutuhan ini meliputi : bebas dari rasa takut dan cemas, bebas dari perasaan terancam karena pengalaman yang baru atau asing (Mubarak & Chayatin, 2008).

Halusinasi merupakan gangguan atau perubahan persepsi dimana klien mempersiapkan sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi. Suatu penerapan panca indera tanpa ada rangsangan dari luar. Suatu penghayatan yang dialami suatu persepsi melalui panca indera tanpa stimulus eksternal : persepsi palsu (Maramis, 2005).

Dengan begitu banyaknya orang yang mengalami gangguan jiwa, penulis tertarik untuk memberikan Asuhan Keperawatan pada klien dengan Halusinasi Pendengaran di RSJD Provsu Medan.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Untuk memperoleh pengalaman nyata dalam melaksanakan Asuhan Keperawatan pada klien dengan Halusinasi Pendengaran dengan pendekatan proses keperawatan.

2. Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus dari penulisan karya tulis ilmiah ini adalah agar penulis mampu :

1. Mengumpulkan, mengkaji dan menganalisa data-data klien dengan halusinasi pendengaran

2. Menentukan diagnosa keperawatan klien dengan halusinasi pendengaran 3. Memprioritaskan masalah sesuai dengan tingkat kebutuhan dasar manusia 4. Menentukan intervensi keperawatan klien dengan halusinasi pendengaran 5. Mengimplementasikan rencana yang telah disusun dalam bentuk

pelaksanaan tindakan keperawatan yang telah ditetapkan

6. Mengevaluasi hasil tindakan yang telah ditentukan berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan


(8)

C. Manfaat

1. Bagi Pelayanan Kesehatan

Dapat mengerti dan menerapkan asuhan keperawatan jiwa dengan halusinasi pendengaran, menambah pengetahuan dan pengalaman dalam penerapan asuhan keperawatan jiwa, meningkatkan keterampilan dalam memberikan asuhan keperawatan jiwa.

2. Bagi Bagi RS/Institusi RS

Sebagai bahan masukan dan informasi bagi perawat yang ada di RSJ dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan keperawatan jiwa khususnya dengan kasus halusinasi pendengaran.

3. Bagi Pendidikan Keperawatan

Hasil penulisan ini dapat digunakan sebagai bahan acuan untuk institusi pendidikan D III keperawatan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan keperawatan dimasa yang akan datang.


(9)

BAB II

PENGELOLAAN KASUS

A. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan Dengan Gangguan Persepsi Sensori : Halusinasi Pendengaran

2.1Pengkajian Keperawatan

Menurut Stuart dan Sundeen (1998) : 1. Faktor Predisposisi

Faktor predisposisi adalah faktor resiko yang mempengaruhi jenis dan jumlah sumber yang dapat dibangkitkan oleh individu untuk mengatasi stress. Faktor predisposisi meliputi :

a. Faktor Perkembangan

Jika tugas perkembangan mengalami hambatan dan hubungan interpersonal terganggu, maka individu akan mengalami stress dan kecemasan.

1) Usia bayi, tidak terpenuhi kebutuhan makanan, minum dan rasa aman

2) Usia balita, tidak terpenuhi kebutuhan ekonomi

3) Usia sekolah, mengalami peristiwa yang tidak terselesaikan b. Faktor Sosial Budaya

Kehidupan sosial budaya dapat mempengaruhi gangguan orientasi realita seperti kemiskinan, konflik sosial budaya (peperangan atau kerusuhan) dan kehidupan yang terisolasi atau seseorang yang merasa disingkirkan disertai stress sehingga orang tersebut merasa kesepian di lingkungan yang membesarkannya. Stress yang menumpuk dapat menunjang terhadap skizofrenia dan gangguan psikotik lain tetapi diyakini sebagai peenyebab utama gangguan. c. Faktor Biologis

Gangguan perkembangan dan fungsi otak susunan syaraf pusat dapat menimbulkan gangguan orientasi realitas. Gejala yang mungkin timbul adalah hambatan dalam belajar, berbicara, daya ingat dan muncul perilaku menarik diri. Abnormalitas yang


(10)

menyebabkan respon neurobiologi yang maladaptif termasuk hal-hal berikut :

1) Penelitian pencitraan otak yang menunjukkan keterlibatan otak yang lebih luas dalam perkembangan skizofrenia, lesi pada area frontal dan temporal.

2) Beberapa kimia otak dikaitkan dengan skizofrenia seperti dopamine neurotransmitter yang berlebihan dan masalah pada respon dopamine.

d. Faktor Psikologis

Teori psikodinamika yang menggambarkan bahwa halusinasi terjadi karena adanya isi alam tidak sadar yag masuk alam sadar sebagai respon terhadap konflik psikologis dan kebutuhan yang tidak terpenuhi, sehingga halusinasi merupakan gambaran dan rangsangan keinginan dan ketakutan yang dialami oleh klien. Hubungan interpersonal yang tidak harmonis serta adanya peran ganda bertentangan yang sering diterima oleh seseorang akan mengakibatkan stress dan kecemasan yang tinggi dan berakhir pada gangguan orientasi realitas. Gangguan orientasi realitas meliputi : penolakan atau kekerasan dalam kehidupan klien. Mudah kecewa, mudah putus asa, kecemasan tinggi, menutup diri, ideal diri tinggi, harga diri rendah, identitas diri tidak jelas, krisis peran, gambaran diri negatif, dan koping destruktif.

e. Faktor Genetik

Adanya pengaruh herediter (keturunan) berupa anggota keluarga terdahulu yang mengalami skizofrenia dan kembar monozigot. 2. Faktor Presipitasi

a. Biologi

Stressor biologi yang berhubungan dengan respon neurobiologi yang maladaptif, termasuk gangguan dalam putaran umpan balik otak yang mengatur proses informasi dan abnormalisasi pada mekanisme pintu masuk dalam otak yang mengakibatkan ketidakmampuan untuk selektif menghadapi rangsangan.


(11)

b. Stress lingkungan

Secara biologis menetapkan ambang toleransi terhadap stress yang berinteraksi terhadap stressor lingkungan yang menentukan terjadinya gangguan perilaku.

c. Pemicu gejala

Pemicu yang biasanya terdapat pada respon neurobiologi yang maladaptif berhubungan dengan kesehatan (gizi buruk, infeksi), lingkungan rasa bermusuhan/lingkungan yang penuh kritik, gangguan dalam hubungan intrpersonal, sikap dan perilaku (keputusasaan, kegagalan).

3. Perilaku

Respon klien terhadap halusinasi dapat berupa rasa curiga, takut, tidak aman, gelisah dan bingung, berperilaku yang merusak diri, kurang perhatian, tidak mampu mengambil keputusan, serta tidak dapat membedakan kenyataan nyata dan tidak nyata. Ketidakmampuan untuk mempersepsikan stimulus secara nyata dapat menyulitkan kehidupan klien. Rawlins dan Heacock (1993) mencoba memecahkan masalah halusinasi berlandaskan atas hakikat keberadaan seorang individu sebagai makhluk yang dibangun atas dasar unsur-unsur bio-psiko-sosio-spiritual sehingga halusinasi dapat dilihat dari lima dimensi yaitu sebagai berikut :

a. Dimensi fisik

Manusia dibangun oleh sistem indera untuk menanggapi rangsangan eksternal yang diberikan oleh lingkungannya. Halusinasi dapat ditimbulkan oleh beberapa kondisi fisik seperti kelelahan yang luar biasa, penggunaan obat-obatan, demam hingga delirium, intoksikasi alkohol, dan kesulitan untuk tidur dalam waktu yang lama.

b. Dimensi emosional

Perasaan cemas yang berlebihan karena problema atau masalah yang tidak dapat diatasi merupakan penyebab halusinasi itu terjadi. Isi dari halusinasi dapat berupa perintah memaksa dan menakutkan.


(12)

Klien tidak sanggup lagi menentang printah tersebut sehingga berbuat sesuatu terhadap ketakutannya.

c. Dimensi intelektual

Dimensi intelektual menerangkan bahwa individu yang mengalami halusinasi akan memperlihatkan adanya penurunan fungsi ego. Pada awalnya halusinasi merupakan usaha dari ego sendiri untuk melawan impuls yang menekan, tetapi pada saat tertentu menimbulkan kewaspadaan yang dapat mengambil seluruh perhatian klien dan tidak jarang akan mengontrol semua perilaku klien.

d. Dimensi sosial

Dimensi sosial pada individu yang mengalami halusinasi menunjukkan kecenderungan untuk menyendiri. Individu asyik dengan halusinasinya, seolah-olah ia merupakan tempat untuk memenuhi kebutuhan akan interaksi sosial, kontrol diri, dan harga diri yang tidak didapatkan dalam dunia nyata. Isi halusinasi dijadikan sistem kontrol oleh individu tersebut, sehingga jika perintah halusinasi berupa ancaman, maka hal tersebut dapat mengancam dirinya atau orang lain. Oleh karena itu, aspek penting dalam melaksanakan intervensi keperawatan pada klien yang mengalami halusinasi adalah dengan mengupayakan suatu proses interaksi yang meenimbulkan pengalaman interpersonal yang memuaskan, serta mengusahakan agar klien tidak menyendiri. Jika klien selalu berinteraksi dengan lingkungannya diharapkan halusinasi tidak terjadi.

e. Dimensi spiritual

Manusia diciptakan Tuhan sebagai makhluk sosial, sehingga interaksi dengan manusia lainnya merupakan kebutuhan yang mendasar. Klien yang mengalami halusinasi cenderung menyendiri hingga proses di atas tidak terjadi. Individu tidak sadar dengan keberadaannya dan halusinasi menjadi sistem kontrol dalam


(13)

individu tersebut. Saat halusinasi menguasai dirinya, individu kehilangan kontrol terhadap kehidupan nyata.

4. Sumber Koping

Sumber koping merupakan suatu evaluasi terhadap pilihan koping dan strategi seseorang. Individu dapat mengatasi stress dan ansietas dengan menggunakan sumber koping yang ada di lingkungannya. Sumber koping tersebut dijadikan sebagai modal untuk menyelesaikan masalah. Dukungan sosial dan keyakinan budaya dapat membantu seseorang mengintegrasikan pengalaman yang menimbulkan stress dan meengadopsi strategi koping yang efektif.

5. Mekanisme Koping

Perilaku yang mewakili upaya untuk melindungi diri sendiri dari pengalaman yang menakutkan berhubungan dengan respon neurobiologi termasuk

a. Regresi, menghindari stress, kecemasan dan menampilkan perilaku kembali seperti pada perilaku perkembangan anak atau berhubungan dengan masalah proses informasi dan upaya untuk menanggulangi ansietas.

b. Proyeksi, keinginan yang tidak dapat ditoleransi, mencurahkan emosi pada orang lain karena kesalahan yang dilakukan sendiri (sebagai upaya untuk menjelaskan kerancuan persepsi).

c. Menarik diri, reaksi yang ditampilkan dapat berupa reaksi fisik maupun psikologis, reaksi fisik yaitu individu pergi atau lari menghindar sumber stressor misalnya menjauhi polusi, sumber infeksi, gas beracun dan lain-lain. Sedangkan reaksi psikologis individu menunjukkan perilaku apatis, mengisolasi diri, tidak berminat, sering disertai rasa takut dan bermusuhan.


(14)

2.2Analisa Data

Masalah Keperawatan Data yang perlu dikaji Perubahan persepsi sensori

halusinasi pendengaran

Subjektif:

- Klien mengatakan mendengar sesuatu - Klien mengatakan melihat bayangan putih - Klien mengatakan dirinya seperti disengat

listrik

- Klien mencium bau-bauan yang tidak sedap seperti feses

- Klien mengatakan kepalanya melayang di udara

- Klien mengatakan dirinya merasakan ada sesuatu yang berbeda pada dirinya

Objektif :

- Klien terlihat bicara atau tertawa sendiri saat dikaji

- Bersikap seperti mendengarkan sesuatu - Berhenti bicara di tengah-tengah kalimat

untuk mendengarkan sesuatu - Disorientasi

- Konsentrasi rendah

- Pikiran cepat berubah-ubah - Kekacauan alur pikiran

(Fitria, N. 2010) 2.3Rumusan Masalah

Masalah Keperawatan a. Halusinasi Pendengaran b. Harga Diri Rendah c. Isolasi Sosial


(15)

2.4Perencanaan

Langkah kedua dari proses keperawatan adalah perencanaan dimana perawat akan menyusun rencana yang akan dilakukan pada klien untuk mengatasi masalahnya, perencanaan disusun berdasarkan diagnosa keperawatan. Diagnosa pertama atau masalah utamanya adalah halusinasi pendengaran. Tujuan utama adalah klien dapat mengontrol halusinasi yang dialaminya. Adapun tujuan khusus pada diagnosa ini adalah:

a. Membina hubungan saling percaya dengan cara

Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip terapeutik 1. Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal

2. Perkenalkan nama, nama panggilan perawat dan tujuan perawat berinteraksi

3. Tanyakan nama lengkap dan nama panggilan yang disukai klien 4. Tunjukkan sikap jujur dan menepati janji setiap kali interaksi 5. Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya

6. Berikan perhatian kepada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klien

7. Tanyakan perasaan klien dan masalah yang dihadapi klien 8. Buat kontrak interaksi yang jelas

9. Dengarkan dengan penuh perhatian ungkapan perasaan klien b. Klien dapat mengenal halusinasinya

1. Adakan kontak sering dan singkat secara bertahap

2. Observasi tingkah laku klien yang terkait dengan halusinasinya, dengar, lihat, penghidu, raba dan pengecapan. Jika menemukan klien yang sedang halusinaasi maka:

a) Tanyakan apakah klien mengalami sesuatu (halusinasi dengar, lihat, penghidu, peraba, pengecap)

b) Jika klien menjawab ya, tanyakan apa yang sedang dialaminya c) Katakan bahwa perawat percaya klien mengalami hal tersebut,

namun perawat sendiri tidak mengalaminya (dengan nada bersahabat tanpa menuduh atau menghakimi)


(16)

e) Katakan bahwa perawat akan membantu.

3. Jika klien tidak sedang berhalusinasi, klarifikasi tentang adanya pengalaman halusinasi diskusikan dengan klien

a) Isi, waktu, dan frekuensi terjadinya halusinasi (pagi, siang, sore, malam) atau sering dan kadang-kadang

b) Situasi dan kondisi yang menimbulkan atau tidak menimbulkan halusinasi

c) Diskusikan dengan klien apa yang dirasakan jika terjadi halusinasi dan beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaannya

d) Diskusikan dengan klien apa yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut

e) Diskusikan tentang dampak yang akan dialaminya bila klien berhalusinasi.

c. Klien dapat mengontrol halusinasinya

1. Identifikasi bersama klien cara atau tindakan yang dilakukan jika terjadi halusinasi (tidur, marah, menyibukkan diri dan lain-lain) 2. Diskusikan cara yang digunakan

a) Jika cara yang dilakukan klien adaptif maka berikan pujian b) Jika cara yang digunakan maladaptif, diskusikan dengan klien

kerugian cara tersebut.

c) Diskusikan cara baru untuk memutus atau mengontrol timbulnya halusinasi dengan cara

d) Katakan pada diri sendiri bahwa ini tidak nyata, katakan saya tidak mau dengar, lihat. Mencium, meraba dan mengecap pada saat halusinasi terjadi

e) Menemui orang lain atau perawat, teman ataupun anggota keluarga untuk menceritakan halusinasinya

f) Membuat dan melaksanakan jadwal kegiatan harian yang telah disusun

g) Meminta keluarga, teman, perawat menyapa klien jika sedang berhalusinasi.


(17)

3. Bantu klien memilih cara yang sudah dianjurkan dan latih untuk mencobanya

4. Beri kesempatan kepada klien untuk melakukan cara yang dipilih dan dilatih

5. Pantau pelaksanaan yang telah dipilih dan dilatih, jika berhasil berikan pujian

6. Anjurkan klien mengikuti terapi aktivitas kelompok, orientasi realita stimulasi persepsi

d. Klien dapat memanfaatkan obat dengan baik

1. Diskusikan dengan klien tentang manfaat dan kerugian bila tidak minum obat, nama, warna, dosis, cara, efek terapi dan efek samping penggunaan obat.

2. Pantau klien saat penggunaan obat

3. Beri pujian bila klien menggunakan obat dengan benar 4. Diskusikan akibat berhenti minum obat tanpa konsultasi

5. Anjurkan klien untuk konsultasi kepada dokter/perawat jika terjadi hal yang tidak diinginkan.

B. Asuhan Keperawatan Kasus 2.5Pengkajian

a. BIODATA

IDENTITAS PASIEN

Nama : Ny.N Jenis Kelamin : Perempuan Umur : 27 tahun

Status Perkawinan : Belum menikah Agama : Islam

Pendidikan : SMA

Pekerjaan : Belum bekerja

Alamat : Jl Sudarsono LK 24 Pekan Labuhan Tanggal Masuk RS : 04 Mei 2013


(18)

Ruangan/Kamar : Ruang Mawar Golongan Darah : O

Tanggal Pengkajian : 18 Juni 2013 Tanggal Operasi : -

Diagnosa Medis : Skizofrenia Paranoid

b. KELUHAN UTAMA

±3 bulan yang lalu pasien mengalami gangguan seperti menangis tanpa sebab, ketawa sendiri, melompat ke sungai, malas kerja di rumah, susah disuruh mandi. Keluarga pernah mencoba mengobati ke orang kampong namun tidak ada perubahan.

c. RIWAYAT KESEHATAN SEKARANG

A. Provocative/palliative

1. Apa penyebabnya

Pasien merasa mendengar suara-suara aneh dan tidak jelas. 2. Hal-hal yang memperbaiki keadaan

Tidak ada hal-hal yang bisa memperbaiki keadaan pasien, sehingga pasien harus dirawat di RSJ.

B. Quantity/quality

1. Bagaimana dirasakan

Pasien merasa terganggu dengan suara-suara aneh tersebut 2. Bagaimana dilihat

Pasien terkadang kurang kontak mata jika sedang berbicara dengan lawan bicaranya, pasien kelihatan tidak tenang kalau merasa sewaktu-waktu suara-suara itu muncul lagi.

C. Severity

Halusinasi yang dialami klien saat ini sudah mulai berkurang tidak seperti waktu pertama kali klien baru mengalami halusinasi.

D. Time

Suara itu muncul pada saat pasien menyendiri, dan pada saat akan tidur di malam hari.

d. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU


(19)

±3 bulan yang lalu pasien mengalami gangguan jiwa B. Pengobatan/tindakan yang dilakukan

Keluarga pernah mengobati pasien ke orang kampung tetapi tidak ada perubahan

C. Pernah dirawat/dioperasi

Pasien belum pernah dioperasi ataupun dirawat sebelumnya D. Lama dirawat

- E. Alergi

Pasien tidak memiliki riwayat alergi. F. Imunisasi

Tidak lengkap

e. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA

A. Orang tua

Ibu dan Ayah kandung pasien sehat hingga sekarang. B. Saudara kandung

Saudara kandung pasien sehat. C. Penyakit keturunan yang ada

Tidak ada riwayat penyakit keturunan dalam keluarga pasien D. Anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa

Tidak ada riwayat anggota keluarga pasien yang mengalami gangguan jiwa kecuali pasien sendiri

E. Anggota keluarga yang meninggal

Tidak ada anggota keluarga pasien yang meninggal F. Penyebab meninggal

-

f. RIWAYAT KEADAAN PSIKOSOSIAL

A. Persepsi pasien tentang penyakitnya Pasien merasa tidak dapat cepat sembuh B. Konsep diri


(20)

1. Gambaran diri : Ny.N mengatakan dirinya sangat menyukai anggota tubuhya karena menganggap dirinya tidak ada kekurangan yang berarti.

2. Ideal diri : Ny.N mengatakan ingin bsa pulang dari rumah sakit jiwa, serta berguna bagi keluarganya, pasien pun ingin sukses agar bisa membuat bangga orang tua.

3. Harga diri : Ny.N mengatakan tidak bisa lagi membantu orang tua, merasa tidak layak sebagai anak dan sungkan untuk berkumpul dengan masyarakat. Ny.N mengatakan menyesal tidak bisa membantu orang tua tetapi menjadi beban bagi mereka.

4. Peran diri : Ny.N memiliki peran dalam keluarga sebagai anak namun masih belum mendapat bekerja hingga sekarang

5. Identitas diri : Ny.N adalah anak keempat dari 9 bersaudara dan telah menempuh sekolah sampai kelas 2 SMA saja.

C. Keadaan emosi

Keadaan emosi pasien masih labil. D. Hubungan sosial

1) Orang yang berarti : Kedua orang tua Ny.N 2) Hubungan dengan keluarga : Baik

3) Hubungan dengan orang lain : pasien kurang bergaul dengan orang lain

4) Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain : pasien merasa tidak pandai dan malu dalam bergaul

E. Spiritual

1) Nilai dan keyakinan : pasien beragama islam

2) Kegiatan ibadah : pasien tidak sholat ±2 minggu terakhir ini g. STATUS MENTAL

1) Tingkat kesadaran : klien mengatakan masih merasa bingung/orientasi dengan lingkungan sekitarnya

2) Penampilan : klien tidak rapi dalam berpakaian


(21)

4) Alam perasaan : klien mengalami ketakutan dengan lingkungan sekitarnya serta orang-orang baru yang masih belum dikenal klien dan ingin cepat pulang

5) Afek : datar

6) Interaksi selama wawancara : klien kooperatif namun kurang kontak mata dengan lawan bicara

7) Persepsi : klien mengalami halusinasi pendengaran

8) Proses pikir : klien tidak mengalami gangguan dalam berbicara 9) Isi pikir : fobia

10)Waham : curiga

11)Memori : gangguan daya ingat jangka pendek h. PEMERIKSAAN FISIK

A. Keadaan Umum

Kesadaran komposmentis B. Tanda-Tanda Vital

1) Suhu tubuh : 36,3°C

2) Tekanan darah : 120/80 mmHg 3) Nadi : 80×/i

4) Pernafasan : 20×/i 5) Skala nyeri : Sedang 6) TB : 155 cm 7) BB : 60 kg C. Pemeriksaan Head to toe

Kepala dan Rambut

1) Bentuk : Normal, tidak ada benjolan 2) Ubun-ubun : Simetris

3) Kulit kepala : Kurang bersih Rambut

1) Penyebaran keadaan rambut : Rata

2) Bau : Agak berbau


(22)

Wajah

1) Warna kulit : Sawo matang 2) Struktur wajah : Simetris Mata

1) Kelengkapan dan kesimetrisan : Lengkap, simetris 2) Palpebra : Normal

3) Konjungtiva dan sclera : Normal

4) Pupil : Normal

5) Cornea dan iris : Normal

6) Visus : -

7) Tekanan bola mata : - Hidung

1) Tulang hidung dan posisi septum nasi:

2) Lubang hidung : Ada, tidak ada kelainan 3) Cuping hidung : Tidak ada

Telinga

1) Bentuk telinga : Simetris kanan dan kiri 2) Ukuran telinga : Normal

3) Lubang telinga : Bersih 4) Ketajaman pendengaran : Baik Mulut dan faring

1) Keadaan bibir : Lembab 2) Keadaan gusi dan gigi : Bersih 3) Keadaan lidah : Bersih 4) Orofaring : - Leher


(23)

1) Posisi trachea : Normal 2) Thyroid : Normal

3) Suara : Normal

4) Kelenjar limfe : Normal 5) Vena jugularis : Normal 6) Denyut nadi karotis : Normal Pemeriksaan integumen

1) Kebersihan : Bersih 2) Kehangatan : Hangat 3) Warna : Sawo matang

4) Turgor : Normal

5) Kelembaban : Lembab

6) Kelainan pada kulit : Tidak ada kelainan Pemeriksaan payudara dan ketiak

1) Ukuran dan bentuk : Normal 2) Warna payudara dan areola : - 3) Kondisi payudara dan putting : Normal 4) Produksi ASI : Tidak ada 5) Aksila dan clavicula : Normal Pemeriksaan thoraks/dada

1) Inspeksi thoraks : -

2) Pernafasan (frekuensi, irama) : 20×/i, regular 3) Tanda kesulitan bernafas : Tidak ada Pemeriksaan paru

1) Palpasi getaran suara : Normal 2) Perkusi : Normal

3) Auskultasi : Suara nafas ada, suara ucapan normal, suara tambahan tidak ada


(24)

Pemeriksaan jantung

1) Inspeksi : Normal 2) Palpasi : Normal 3) Perkusi : Normal 4) Auskultasi : Normal Pemeriksaan abdomen

1) Inspeksi : Normal, simetris dan tidak ada benjolan 2) Auskultasi : Normal

3) Palpasi : Normal

Pemeriksaan kelamin dan daerah sekitarnya 1) Genitalia : Ada

2) Anus dan perineum : Ada, tidak ada kelainan

Pemeriksaan musculoskeletal/ekstremitas : Simetris, Normal Pemeriksaan neurologi : Normal

Fungsi motorik : Normal Fungsi sensorik : Normal Reflex : Normal i. POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI

1. Pola makan dan minum

a. Frekuensi makan/hari : 3 kali b. Nafsu/selera makan : Ada

c. Nyeri ulu hati : Tidak ada nyeri

d. Alergi : Tidak ada riwayat alergi e. Mual dan muntah : Tidak ada

f. Tampak memisahkan diri : Terkadang g. Waktu pemberian makan : Pagi, Siang, Sore h. Jumlah dan jenis makan : Makanan Biasa, 1 porsi


(25)

i. Waktu pemberian cairan/minum :

j. Masalah makan dan minum : Tidak ada 2. Perawatan diri/personal hygiene

a) Kebersihan tubuh : Bersih b) Kebersihan gigi dan mulut : Bersih c) Kebersihan kuku kaki dan tangan : Bersih 3. Pola kegiatan/aktivitas

1) Uraian aktivitas pasien : Seluruh kegiatan pasien dilakukan secara mandiri

2) Uraian aktivitas ibadah : Pasien jarang beribadah 4. Pola eliminasi

a. BAB

1. Pola BAB : Normal, 1×/hari 2. Karakter feses : Normal

3. Riwayat perdarahan : Tidak ada 4. BAB terakhir : Pagi hari 5. Diare : Tidak ada 6. Penggunaan laksatif : Tidak ada

b. BAK

1. Pola BAK : Normal 2. Karakter urine : -

3. Nyeri/rasa terbakar/kesulitan BAK : Tidak ada 4. Riwayat penyakit ginjal/kandung kemih : Tidak ada 5. Penggunaan diuretik : Tidak ada 6. Upaya mengatasi masalah : -

c. Mekanisme koping


(26)

2.6 Analisa Data

No Data Masalah Keperawatan 1 DS: klien mengatakan sewaktu di

rumah sering mendengar suara-suara aneh pada malam hari

DO: klien tampak tidak tenang, klien kurang kontak mata saat berbicara

Halusinasi Pendengaran

2 DS: klien mengatakan tidak berharga dalam keluarga karena belum memiliki pekerjaan, tidak layak sebagai seorang anak dan hanya bisa, merepotkan keluarga saja

DO: klien tampak sedih dan putus asa

Harga Diri Rendah

3 DS: klien mengatakan tidak pandai dan malu bergaul dengan lingkungannya

DO: klien tampak selalu menyendiri

Isolasi Sosial

2.7Rumusan Masalah Masalah Keperawatan 1. Halusinasi pendengaran 2. Harga Diri Rendah 3. Isolasi Sosial


(27)

2.8 Perencanaan Keperawatan dan Rasional No Diagnosa

Keperawatan

Tujuan Kriteria Hasil Intervensi Rasional

1 Halusinasi Pendengaran

Tujuan : klien mampu mengontrol atau mengendalikan halusinasi yang dialaminya.

SP 1

1. Klien mampu

mengidentifikasi jenis halusinasinya

2. Klien mampu

mengetahui isi halusinasinya

3. Klien mampu mengenal

situasi yang menimbulkan

halusinasinya

4. Klien memberi respon terhadap halusinasi yang dialaminya.

5. Klien mampu

menghardik

1. Mengidentifikasi jenis halusinasi klien

2. Mengidentifikasi isi halusinasi klien

3. Mengidentifikasi waktu terjadinya halusinasi klien

4. Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan halusinasi klien

5. Mengidentifikasi respons klien terhadap halusinasi yang dialaminya

6. Mengajarkan klien untuk menghardik halusinasi

7. Menganjurkan klien untuk

Kepercayaan dari klien merupakan hal yang mutlak serta akan memudahkan dalam melakukan pendekatan dan tindakan

keperawatan kepada klien.


(28)

halusinasinya.

6. Klien mampu

memasukkan dalam jadwal kegiatan harian untuk tetap diingat.

memasukkan cara menghardik halusinasi dalam

jadwal kegiatan hariannya.

SP 2 1. Klien mampu mengingat kembali kegiatan yang

telah dilakukan sebelumnya

2. Klien mampu

mengendalikan halusinasinya

3. Klien mampu

memasukkan ke dalam

jadwal kegiatan hariannya.

1.Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

2.Melatih klien mengendalikan halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.

3.Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal

kegiatan hariannya.

Tingkah laku klien terkait halusinasinya menunjukkan isi, waktu, frekuensi serta situasi dan kondisi yang menimbulkan

halusinasi.

Membantu klien dalam mengenal konsekuensi dari halusinasi yang muncul.

SP 3 1. Klien mampu

melakukan kegiatan yang telah dijadwalkan

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

2. Melatih klien untuk

1. Ungkapan klien menunjukkan seberapa


(29)

2. Klien mampu menyebutkan cara baru

untuk mengontrol halusinasinya serta melakukannya

3. Klien mampu mengingat kegiatan yang telah dilakukan dengan memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

mengendalikan halusinasinya dengan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan di rumah sakit.

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal

kegiatan hariannya.

kemampuan klien untuk mengontrol halusinasinya

2. Cara baru memberikan pilihan baru yang adaptif bagi klien

.

SP 4 1. Klien mampu

melakukan kegiatan yang telah dijadwalkan

2. Klien mampu

memahami cara penggunaan obat dengan

baik dan teratur

3. Klien mampu

melakukan dengan benar

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

2. Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obar secara

teratur

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal

kegiatan hariannya.

Memudahkan

pemahaman dalam menyukseskan program pengobatan yang optimal bagi klien


(30)

dan memasukan dalam jadwal kegiatan harian.

2 Harga Diri Rendah

Tujuan : klien dapat berinteraksi dengan baik, klien memiliki konsep diri yang positif

SP 1

1. Klien mampu

menunjukkan aspek positif yang dimiliki.

2. Klien mampu memilih kegiatan yang mampu untuk dilakukan

3. Klien mampu

melaksanakan kegiatan yang telah dipilih

4. Klien mampu memasukkan dalam jadwal kegiatan harian untuk diingat.

1. Mengidentifikasi

kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien

2. Membantu klien menilai kemampuan klien yang masih dapat digunakan

3. Membantu klien memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan klien (1 kemampuan)

4. Melatih klien sesuai dengan kemampuan yang dipilih 5. Memberi pujian yang wajar

terhadap keberhasilan klien

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal

Kepercayaan dari klien merupakan hal yang mutlak serta akan memudahkan dalam melakukan pendekatan dan tindakan

keperawatan kepada klien.


(31)

kegiatan harian SP 2 1. Klien mampu mengingat

kembali kegiatan yang

telah dilakukan sebelumnya

2. Klien mampu

melakukan kegitan yang lain selain dari kemampuan 1

3. Klien mampu

memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

2. Melatih kemampuan kedua klien

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal

kegiatan harian.

1. Aspek positif yang dimiliki klien penting untuk meningkatkan rasa percaya diri serta harga diri

2. Meningkatkan harga diri serta memancing

klien untuk mengungkapkan apa

yang diinginkan oleh klien.

SP 3 1. Klien mampu mengingat kembali kegiatan yang

telah dilakukan sebelumnya

2. Klien mampu

melakukan kemampuan lain yang dimiliki

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

2. Melatih kemampuan ketiga yang dimiliki klien

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal

kegiatan harian.

1.Untuk meningkatkan harga diri klien

2.Menghargai

kemampuan klien serta menunjukkan

kemampuan yang klien miliki.


(32)

3. Klien mampu memasukkan dalam

jadwal kegiatan harian

3 Isolasi Sosial Tujuan : klien mampu berinteraksi dengan orang lain SP 1

1. Klien mampu

menyebutkan penyebab isolasi sosial yang dialami

2. Klien mampu

mengetahui kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain

3. Klien mampu

melakukan cara berinteraksi dengan orang lain

4. Klien mampu

memasukkan dalam

1. Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial (teman yang disukai, yang tidak disukai, alasan)

2. Berdiskusi dengan klien tentang kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain

3. Berdiskusi dengan klien tentang kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain

4. Mengajarkan klien cara berkenalan dengan satu orang

Kepercayaan dari klien merupakan hal yang mutlak serta akan memudahkan dalam melakukan pendekatan dan tindakan

keperawatan kepada klien.


(33)

jadwal kegiatan harian 5. Menganjurkan klien memasukkan kegiatan latihan

berbincang-bincang dengan orang lain dalam kegiatan harian.

SP 2 1. Klien mampu

melakukan kegiatan yang telah dijadwalkan

2. Klien mampu

melakukan interaksi dengan cara berkenalan dengan orang lain

3. Klien mampu

memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien (latihan

1 dan 2)

2. Memberikan kesempatan kepada klien mempraktekkan cara berkenalan dengan satu orang

3. Membantu klien

memasukkan kegiatan berbincang-bincang dengan orang lain sebagai salah satu kegiatan harian.

Dengan membantu mekanisme koping klien dalam berinteraksi sosial, serta strategi apa selanjutnya yang akan diterapkan kepada klien.


(34)

kembali kegiatan yang

telah dijadwalkan sebelumnya

2. Klien mampu

berinteraksi kepada lebih dari satu orang

3. Klien mampu

memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

kegiatan harian klien

2.Memberi kesempatan untuk berkenalan dengan dua orang atau lebih

3.Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal

kegiatan harian.

manfaat berhubungan sosial dan menarik diri, maka klien akan

termotivasi untuk berinteraksi dengan orang lain.

SP 4 1. Klien mampu

melakukan kegiatan yang telah dilatih sebelumnya

2. Klien mampu

menjelaskan manfaat obat dengan prinsip 5 benar

3. Klien mampu

melakukan prinsip 5

1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien (latihan1, 2 dan 3)

2. Menjelaskan kegunaan obat 3. Melatih klien untuk minum

obat dengan prinsip 5 benar

4. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal

kegiatan harian.

Mensukseskan program pengobatan klien dan mengoptimalkan kerja dari obat terhadap klien


(35)

benar dalam minum obat

4. Klien mampu

memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

a. Implementasi dan Evaluasi Keperawatan

Hari/Tanggal Diagnosa Keperawatan Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP) Selasa, 18

Juni 2013

Halusinasi Pendengaran SP 1

1. Mengidentifikasi jenis halusinasi klien 2. Mengidentifikasi isi halusinasi klien

3. Mengidentifikasi waktu terjadinya halusinasi klien

4. Mengidentifikasi situasi yang menimbulkan halusinasi klien

5. Mengidentifikasi respons klien terhadap halusinasi yang dialaminya

S : Klien menjawab nama saya N, mbak mau kita ngomong soal apa? Klien mengatakan saya sering mendengar suara-suara aneh di rumah. Klien mengatakan sering menangis karena dengar suara-suara aneh itu

O : Wajah klien lesu, pandangan/kontak mata kurang, nada suara rendah. Klien kooperatif menjawab pertanyaan


(36)

6. Mengajarkan klien untuk menghardik halusinasi

7. Menganjurkan klien untuk memasukkan cara menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan hariannya.

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan

SP 2 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

2. Melatih klien mengendalikan halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan hariannya.

S : Klien mencoba melaksanakan kgiatan yang telah dijadwalkan

O : Klien kelihatan mengalihkan halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain

A : Masalah belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan

SP 3 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

2. Melatih klien untuk mengendalikan halusinasinya dengan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan di rumah sakit.

S : Klien mengatakan telah melakukan cara yang telah diajarkan

O : Klien tampak belum bisa menghindari suara-suara aneh tersebut

A : Masalah belum teratasi P : intervensi dilanjutkan


(37)

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan hariannya.

SP 4 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

2. Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obar secara teratur 3. Menganjurkan klien memasukkan dalam

jadwal kegiatan hariannya

S : Klien berusaha untuk mengendalikan halusinasinya dengan minum obat

O : Klien tampak patuh melakukan cara minum obat yang benar

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan Harga Diri Rendah

SP 1

1. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien

2. Membantu klien menilai kemampuan klien yang masih dapat digunakan

3. Membantu klien memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan klien (1 kemampuan)

4. Melatih klien sesuai dengan kemampuan yang dipilih

5. Memberi pujian yang wajar terhadap keberhasilan klien

S : Klien mengatakan tidak memiliki kemampuan apa-apa hanya bisa melakukan sedikit pekerjaan rumah tangga yaitu menyapu

O : Klien sudah mengerti terhadap tugas yang akan dikerjakannya jika setiap kamar mulai tampak kotor A : Masalah teratasi sebagian


(38)

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

SP 2 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

2. Melatih kemampuan kedua klien

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan sudah mengerti mana kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya serta mencoba untuk memperbaiki kekurangannya

O : Klien tampak mulai melakukan kegiatannya

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan

SP 3 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

2. Melatih kemampuan ketiga yang dimiliki klien

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan memilih kegiatannya yaitu mencuci piring setiap hari

O : Klien tampak sudah mengerti tentang kegiatan hariannya dan juga melaksanakan kegiatan yang telah dipilihnya

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan


(39)

SP 1 (teman yang disukai, yang tidak disukai, alasan)

2. Berdiskusi dengan klien tentang kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain 3. Berdiskusi dengan klien tentang kerugian

tidak berinteraksi dengan orang lain

4. Mengajarkan klien cara berkenalan dengan satu orang

5. Menganjurkan klien memasukkan kegiatan latihan berbincang-bincang dengan orang lain dalam kegiatan harian.

berhubungan dengan orang lain

O : Klien tampak sudah mengerti dan akan melaksanakannya

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan

SP 2 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien (latihan 1 dan 2)

2. Memberikan kesempatan kepada klien mempraktekkan cara berkenalan dengan satu orang

3. Membantu klien memasukkan kegiatan berbincang-bincang dengan orang lain

S : Klien mengatakan mampu bergaul dengan orang lain

O : Klien tampak senang mendapat teman baru

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan


(40)

sebagai salah satu kegiatan harian.

SP 3 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

2. Memberi kesempatan untuk berkenalan dengan dua orang atau lebih

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan akan mencoba untuk berkenalan dengan lebih dari satu orang

O : Klien tampak berusaha melakukan perkenalan dengan dua orang sekaligus

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan SP 4 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian

klien (latihan1, 2 dan 3) 2. Menjelaskan kegunaan obat

3. Melatih klien untuk minum obat dengan prinsip 5 benar

4. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan masih susah untuk melakukan kegiatan 1, 2 dan 3

O : Klien tampak setuju dan melakukan dengan benar cara minum obat

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan

Rabu, 19 Juni 2013

Halusinasi Pendengaran SP 1

1. Mengidentifikasi jenis halusinasi klien 2. Mengidentifikasi isi halusinasi klien

3. Mengidentifikasi waktu terjadinya halusinasi klien

4. Mengidentifikasi situasi yang

S : Pasien mengatakan bahwa halusinasinya yang dialaminya berkurang. Pasien mengatakan bahwa mulai bisa mengontrol halusinasinya.


(41)

menimbulkan halusinasi klien

5. Mengidentifikasi respons klien terhadap halusinasi yang dialaminya

6. Mengajarkan klien untuk menghardik halusinasi

7. Menganjurkan klien untuk memasukkan cara menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan hariannya.

rendah. Pasien kooperatif menjawab pertanyaan

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan

SP 2 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

2. Melatih klien mengendalikan halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan hariannya.

S : Pasien mengatakan terkadang mampu untuk menghardik halusinasinya

O : Klien tampak mulai bisa menghindari munculnya suara-suara aneh tersebut

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan

SP 3 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

2. Melatih klien untuk mengendalikan halusinasinya dengan melakukan

S : Pasien mengatakaan telah mampu mengontrol halusinasinya

O : Klien tampak senang bisa melakukan apapun pekerjaannya


(42)

kegiatan yang biasa dilakukan di rumah sakit.

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan hariannya.

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan

SP 4 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

2. Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obar secara teratur 3. Menganjurkan klien memasukkan dalam

jadwal kegiatan hariannya

S : Klien mengatakan telah mampu mengendalikan halusinasinya

O : Klien tampak patuh melakukan cara minum obat yang benar

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan Harga Diri Rendah

SP 1

1. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien

2. Membantu klien menilai kemampuan klien yang masih dapat digunakan

3. Membantu klien memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan klien (1 kemampuan)

4. Melatih klien sesuai dengan kemampuan yang dipilih

S : Klien mengatakan sudah mengerti mana kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya serta mencoba untuk memperbaiki kekurangannya dan juga klien menyatakan ingin sekali berkumpul dengan keluarga O : Klien tampak mulai membuat jadwal kegiatan harian serta menjalankannya

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan


(43)

5. Memberi pujian yang wajar terhadap keberhasilan klien

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

SP 2 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

2. Melatih kemampuan kedua klien

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan memilih kegiatannya yaitu mencuci piring setiap hari

O : Klien tampak sudah mengerti tentang kegiatan hariannya dan juga melaksanakan kegiatan yang telah dipilihnya

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan SP 3 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian

klien

2. Melatih kemampuan ketiga yang dimiliki klien

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan telah mampu melakukan ketiga kemampuan yang dimiliki O : Klien tampak menjelaskan dan melaksanakan ketiga kemampuan yang dimilikinya dalam waktu yang sama

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan


(44)

SP 1 (teman yang disukai, yang tidak disukai, alasan)

2. Berdiskusi dengan klien tentang kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain 3. Berdiskusi dengan klien tentang kerugian

tidak berinteraksi dengan orang lain

4. Mengajarkan klien cara berkenalan dengan satu orang

5. Menganjurkan klien memasukkan kegiatan latihan berbincang-bincang dengan orang lain dalam kegiatan harian.

berkomunikasi/berhubungan dengan orang lain

O : Klien tampak benar-benar melaksanakannya

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan

SP 2 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien (latihan 1 dan 2)

2. Memberikan kesempatan kepada klien mempraktekkan cara berkenalan dengan satu orang

3. Membantu klien memasukkan kegiatan berbincang-bincang dengan orang lain sebagai salah satu kegiatan harian.

S : Klien mengatakan akan melakukan seperti yang telah diajarkan yaitu menyebutkan manfaat dan 6 cara minum obat yang benar

O : Klien tampak berusaha menyebutkan dan melakukannya

A : Masalah teratasi sebagian P: Intervensi dilanjutkan


(45)

SP 3 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

2. Memberi kesempatan untuk berkenalan dengan dua orang atau lebih

3. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan telah mampu berinteraksi dengan orang lain

O : Klien tampak benar-benar melakukan cara berinteraksi dengan orang lain

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan SP 4 1. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian

klien (latihan1, 2 dan 3) 2. Menjelaskan kegunaan obat

3. Melatih klien untuk minum obat dengan prinsip 5 benar

4. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan masih susah untuk melakukan kegiatan 1, 2 dan 3

O : Klien tampak setuju dan melakukan dengan benar cara minum obat

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan


(46)

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan

Halusinasi pendengaran merupakan salah satu bentuk dari gangguan orientasi realita yang apabila tidak dilakukan intervensi dapat merugikan bagi klien sendiri, orang lain dan juga lingkungan sekitarnya.

Intervensi yang dilakukan untuk mengatasi masalah pasien adalah melakukan asuhan keperawatan dengan menerapkan teknik komunikasi terapeutik. Pendekatan secara individu dan kelompok, juga keterlibatan keluarga dalam melakukan perawatan sangat penting untuk mencapai kesembuhan pasien.

Pendekatan asuhan keperawatan meliputi : pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan. Sehingga didapatkan hasil yang optimal dengan kriteria berkurangnya halusinasi pasien meliputi frekuensi dan waktu munculnya halusinasi pendengaran.

B. Saran

1. Bagi Keluarga

Keluarga atau orang terdekat harus memberikan motivasi dan nasehat agar klien dapat sembuh dari halusinasi pendengaran.

2. Bagi Perawat

Perawat wajib memahami dan mengerti secara teori dan praktik tentang asuhan keperawatan jiwa meliputi pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi keperawatan, implementasi keperawatan dan evaluasi keperawatan pada klien halusinasi pendengaran.

3. Bagi Rumah Sakit

Rumah sakit wajib meningkatkan mutu pelayanan bagi klien dalam mengontrol halusinasi pendengarannya.


(47)

DAFTAR PUSTAKA

Maramis, F.W. (2005). Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya : Airlangga University Press

Stuart, G.W. dan Sundeen S.J. (1998). Principles and Practice Psychiatric Nursing. 5th ed. St. Louis Mosby Year Book

Purba, M.J. dkk. (2011). Asuhan Keperawatan pada Klien dengan Masalah Psikososial dan Gangguan Jiwa. Medan : USU Press

Mubarak, I.W. dan Chayatin, N. (2007). Kebutuhan Dasar Manusia (Teori dan Aplikasi dalam Praktik). Jakarta : EGC

Fitria, N. (2010). Prinsip Dasar Aplikasi Penulisan Laporan Pendahuluan dan Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika Erlinafsiah. (2010). Model Perawat dalam Praktik Keperawatan Jiwa. Jakarta :

Trans Info Media

Dalami, E. dkk. (2009). Asuhan Keperawatan Klien dengan Gangguan Jiwa. Jakarta : Trans Info Media


(48)

LAMPIRAN

CATATAN PERKEMBANGAN Implementasi dan Evaluasi Keperawatan

Hari/Tanggal Diagnosa Keperawatan Implementasi Keperawatan Evaluasi (SOAP) Selasa, 18

Juni 2013

Halusinasi Pendengaran SP 1

8. Mengidentifikasi jenis halusinasi klien 9. Mengidentifikasi isi halusinasi klien

10. Mengidenti

fikasi waktu terjadinya halusinasi klien

11. Mengidenti

fikasi situasi yang menimbulkan halusinasi klien

12. Mengidenti

fikasi respons klien terhadap halusinasi yang dialaminya

13. Mengajark

an klien untuk menghardik halusinasi

14. Menganjur

kan klien untuk memasukkan cara

S : Klien menjawab nama saya N, mbak mau kita ngomong soal apa? Klien mengatakan saya sering mendengar suara-suara aneh di rumah. Klien mengatakan sering menangis karena dengar suara-suara aneh itu

O : Wajah klien lesu, pandangan/kontak mata kurang, nada suara rendah. Klien kooperatif menjawab pertanyaan

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan


(49)

menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan hariannya.

SP 2 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

5. Melatih klien mengendalikan halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan hariannya.

S : Klien mencoba melaksanakan kgiatan yang telah dijadwalkan

O : Klien kelihatan mengalihkan halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain

A : Masalah belum teratasi P : Intervensi dilanjutkan

SP 3 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

5. Melatih klien untuk mengendalikan halusinasinya dengan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan di rumah sakit.

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan hariannya.

S : Klien mengatakan telah melakukan cara yang telah diajarkan

O : Klien tampak belum bisa menghindari suara-suara aneh tersebut

A : Masalah belum teratasi P : intervensi dilanjutkan


(50)

klien

5. Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obar secara teratur 6. Menganjurkan klien memasukkan dalam

jadwal kegiatan hariannya

halusinasinya dengan minum obat

O : Klien tampak patuh melakukan cara minum obat yang benar

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan

Harga Diri Rendah SP 1

7. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien

8. Membantu klien menilai kemampuan klien yang masih dapat digunakan

9. Membantu klien memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan klien (1 kemampuan)

10. Melatih klien sesuai dengan kemampuan yang dipilih

11. Memberi pujian yang wajar terhadap keberhasilan klien

12. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

S : Klien mengatakan tidak memiliki kemampuan apa-apa hanya bisa melakukan sedikit pekerjaan rumah tangga yaitu menyapu

O : Klien sudah mengerti terhadap tugas yang akan dikerjakannya jika setiap kamar mulai tampak kotor A : Masalah teratasi sebagian


(51)

SP 2 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

5. Melatih kemampuan kedua klien

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan sudah mengerti mana kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya serta mencoba untuk memperbaiki kekurangannya

O : Klien tampak mulai melakukan kegiatannya

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan

SP 3

4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

5. Melatih kemampuan ketiga yang dimiliki klien

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan memilih kegiatannya yaitu mencuci piring setiap hari

O : Klien tampak sudah mengerti tentang kegiatan hariannya dan juga melaksanakan kegiatan yang telah dipilihnya

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan Isolasi Sosial

SP 1

6. Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial (teman yang disukai, yang tidak disukai, alasan)

7. Berdiskusi dengan klien tentang kerugian

S : Klien mengatakan akan mencoba untuk berhubungan dengan orang lain

O : Klien tampak sudah mengerti dan akan melaksanakannya


(52)

tidak berinteraksi dengan orang lain 8. Berdiskusi dengan klien tentang kerugian

tidak berinteraksi dengan orang lain

9. Mengajarkan klien cara berkenalan dengan satu orang

10. Menganjurkan klien memasukkan kegiatan latihan berbincang-bincang dengan orang lain dalam kegiatan harian.

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan

SP 2 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien (latihan 1 dan 2)

5. Memberikan kesempatan kepada klien mempraktekkan cara berkenalan dengan satu orang

6. Membantu klien memasukkan kegiatan berbincang-bincang dengan orang lain sebagai salah satu kegiatan harian.

S : Klien mengatakan mampu bergaul dengan orang lain

O : Klien tampak senang mendapat teman baru

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan

SP 3 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

5. Memberi kesempatan untuk berkenalan

S : Klien mengatakan akan mencoba untuk berkenalan dengan lebih dari satu orang


(53)

dengan dua orang atau lebih

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

perkenalan dengan dua orang sekaligus A : Masalah teratasi sebagian

P : Intervensi dilanjutkan SP 4 5. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian

klien (latihan1, 2 dan 3) 6. Menjelaskan kegunaan obat

7. Melatih klien untuk minum obat dengan prinsip 5 benar

8. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan masih susah untuk melakukan kegiatan 1, 2 dan 3

O : Klien tampak setuju dan melakukan dengan benar cara minum obat

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan

Rabu, 19 Juni 2013

Halusinasi Pendengaran SP 1

8. Mengidentifikasi jenis halusinasi klien 9. Mengidentifikasi isi halusinasi klien

10. Mengidenti

fikasi waktu terjadinya halusinasi klien

11. Mengidenti

fikasi situasi yang menimbulkan halusinasi klien

12. Mengidenti

fikasi respons klien terhadap halusinasi

S : Pasien mengatakan bahwa halusinasinya yang dialaminya berkurang. Pasien mengatakan bahwa mulai bisa mengontrol halusinasinya.

O : Wajah pasien tampak senang, nada suara rendah. Pasien kooperatif menjawab pertanyaan

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan


(54)

yang dialaminya

13. Mengajark

an klien untuk menghardik halusinasi

14. Menganjur

kan klien untuk memasukkan cara menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan hariannya.

SP 2 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

5. Melatih klien mengendalikan halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan hariannya.

S : Pasien mengatakan terkadang mampu untuk menghardik halusinasinya

O : Klien tampak mulai bisa menghindari munculnya suara-suara aneh tersebut

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan

SP 3 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

5. Melatih klien untuk mengendalikan halusinasinya dengan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan di rumah

S : Pasien mengatakaan telah mampu mengontrol halusinasinya

O : Klien tampak senang bisa melakukan apapun pekerjaannya


(55)

sakit.

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan hariannya.

P : Intervensi dihentikan

SP 4 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

5. Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obar secara teratur 6. Menganjurkan klien memasukkan dalam

jadwal kegiatan hariannya

S : Klien mengatakan telah mampu mengendalikan halusinasinya

O : Klien tampak patuh melakukan cara minum obat yang benar

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan Harga Diri Rendah

SP 1

7. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien

8. Membantu klien menilai kemampuan klien yang masih dapat digunakan

9. Membantu klien memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan klien (1 kemampuan)

10. Melatih klien sesuai dengan kemampuan yang dipilih

11. Memberi pujian yang wajar

S : Klien mengatakan sudah mengerti mana kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya serta mencoba untuk memperbaiki kekurangannya dan juga klien menyatakan ingin sekali berkumpul dengan keluarga O : Klien tampak mulai membuat jadwal kegiatan harian serta menjalankannya

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan


(56)

terhadap keberhasilan klien

12. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

SP 2 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

5. Melatih kemampuan kedua klien

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan memilih kegiatannya yaitu mencuci piring setiap hari

O : Klien tampak sudah mengerti tentang kegiatan hariannya dan juga melaksanakan kegiatan yang telah dipilihnya

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan SP 3 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian

klien

5. Melatih kemampuan ketiga yang dimiliki klien

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan telah mampu melakukan ketiga kemampuan yang dimiliki O : Klien tampak menjelaskan dan melaksanakan ketiga kemampuan yang dimilikinya dalam waktu yang sama

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan Isolasi Sosial

SP 1

6. Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial (teman yang disukai, yang tidak disukai,

S : Klien mengatakan telah mampu berkomunikasi/berhubungan dengan orang


(57)

alasan)

7. Berdiskusi dengan klien tentang kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain 8. Berdiskusi dengan klien tentang kerugian

tidak berinteraksi dengan orang lain

9. Mengajarkan klien cara berkenalan dengan satu orang

10. Menganjurkan klien memasukkan kegiatan latihan berbincang-bincang dengan orang lain dalam kegiatan harian.

lain

O : Klien tampak benar-benar melaksanakannya

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan

SP 2 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien (latihan 1 dan 2)

5. Memberikan kesempatan kepada klien mempraktekkan cara berkenalan dengan satu orang

6. Membantu klien memasukkan kegiatan berbincang-bincang dengan orang lain sebagai salah satu kegiatan harian.

S : Klien mengatakan akan melakukan seperti yang telah diajarkan yaitu menyebutkan manfaat dan 6 cara minum obat yang benar

O : Klien tampak berusaha menyebutkan dan melakukannya

A : Masalah teratasi sebagian P: Intervensi dilanjutkan


(58)

klien

5. Memberi kesempatan untuk berkenalan dengan dua orang atau lebih

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

berinteraksi dengan orang lain

O : Klien tampak benar-benar melakukan cara berinteraksi dengan orang lain

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan SP 4 5. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian

klien (latihan1, 2 dan 3) 6. Menjelaskan kegunaan obat

7. Melatih klien untuk minum obat dengan prinsip 5 benar

8. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan masih susah untuk melakukan kegiatan 1, 2 dan 3

O : Klien tampak setuju dan melakukan dengan benar cara minum obat

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan


(1)

dengan dua orang atau lebih

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

perkenalan dengan dua orang sekaligus A : Masalah teratasi sebagian

P : Intervensi dilanjutkan SP 4 5. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian

klien (latihan1, 2 dan 3) 6. Menjelaskan kegunaan obat

7. Melatih klien untuk minum obat dengan prinsip 5 benar

8. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan masih susah untuk melakukan kegiatan 1, 2 dan 3

O : Klien tampak setuju dan melakukan dengan benar cara minum obat

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan

Rabu, 19 Juni 2013

Halusinasi Pendengaran SP 1

8. Mengidentifikasi jenis halusinasi klien 9. Mengidentifikasi isi halusinasi klien

10. Mengidenti

fikasi waktu terjadinya halusinasi klien

11. Mengidenti

fikasi situasi yang menimbulkan halusinasi klien

12. Mengidenti

fikasi respons klien terhadap halusinasi

S : Pasien mengatakan bahwa halusinasinya yang dialaminya berkurang. Pasien mengatakan bahwa mulai bisa mengontrol halusinasinya.

O : Wajah pasien tampak senang, nada suara rendah. Pasien kooperatif menjawab pertanyaan

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan


(2)

yang dialaminya

13. Mengajark

an klien untuk menghardik halusinasi

14. Menganjur

kan klien untuk memasukkan cara menghardik halusinasi dalam jadwal kegiatan hariannya.

SP 2 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

5. Melatih klien mengendalikan halusinasi dengan cara bercakap-cakap dengan orang lain.

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan hariannya.

S : Pasien mengatakan terkadang mampu untuk menghardik halusinasinya

O : Klien tampak mulai bisa menghindari munculnya suara-suara aneh tersebut

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan

SP 3 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

5. Melatih klien untuk mengendalikan halusinasinya dengan melakukan kegiatan yang biasa dilakukan di rumah

S : Pasien mengatakaan telah mampu mengontrol halusinasinya

O : Klien tampak senang bisa melakukan apapun pekerjaannya


(3)

sakit.

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan hariannya.

P : Intervensi dihentikan

SP 4 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

5. Memberikan pendidikan kesehatan tentang penggunaan obar secara teratur 6. Menganjurkan klien memasukkan dalam

jadwal kegiatan hariannya

S : Klien mengatakan telah mampu mengendalikan halusinasinya

O : Klien tampak patuh melakukan cara minum obat yang benar

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan Harga Diri Rendah

SP 1

7. Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien

8. Membantu klien menilai kemampuan klien yang masih dapat digunakan

9. Membantu klien memilih kegiatan yang akan dilatih sesuai dengan kemampuan klien (1 kemampuan)

10. Melatih klien sesuai dengan kemampuan yang dipilih

11. Memberi pujian yang wajar

S : Klien mengatakan sudah mengerti mana kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya serta mencoba untuk memperbaiki kekurangannya dan juga klien menyatakan ingin sekali berkumpul dengan keluarga O : Klien tampak mulai membuat jadwal kegiatan harian serta menjalankannya

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan


(4)

terhadap keberhasilan klien

12. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian

SP 2 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien

5. Melatih kemampuan kedua klien

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan memilih kegiatannya yaitu mencuci piring setiap hari

O : Klien tampak sudah mengerti tentang kegiatan hariannya dan juga melaksanakan kegiatan yang telah dipilihnya

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan SP 3 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian

klien

5. Melatih kemampuan ketiga yang dimiliki klien

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan telah mampu melakukan ketiga kemampuan yang dimiliki O : Klien tampak menjelaskan dan melaksanakan ketiga kemampuan yang dimilikinya dalam waktu yang sama

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan Isolasi Sosial

SP 1

6. Mengidentifikasi penyebab isolasi sosial (teman yang disukai, yang tidak disukai,

S : Klien mengatakan telah mampu berkomunikasi/berhubungan dengan orang


(5)

alasan)

7. Berdiskusi dengan klien tentang kerugian tidak berinteraksi dengan orang lain 8. Berdiskusi dengan klien tentang kerugian

tidak berinteraksi dengan orang lain

9. Mengajarkan klien cara berkenalan dengan satu orang

10. Menganjurkan klien memasukkan kegiatan latihan berbincang-bincang dengan orang lain dalam kegiatan harian.

lain

O : Klien tampak benar-benar melaksanakannya

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan

SP 2 4. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian klien (latihan 1 dan 2)

5. Memberikan kesempatan kepada klien mempraktekkan cara berkenalan dengan satu orang

6. Membantu klien memasukkan kegiatan berbincang-bincang dengan orang lain sebagai salah satu kegiatan harian.

S : Klien mengatakan akan melakukan seperti yang telah diajarkan yaitu menyebutkan manfaat dan 6 cara minum obat yang benar

O : Klien tampak berusaha menyebutkan dan melakukannya

A : Masalah teratasi sebagian P: Intervensi dilanjutkan


(6)

klien

5. Memberi kesempatan untuk berkenalan dengan dua orang atau lebih

6. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

berinteraksi dengan orang lain

O : Klien tampak benar-benar melakukan cara berinteraksi dengan orang lain

A : Masalah teratasi P : Intervensi dihentikan SP 4 5. Mengevaluasi jadwal kegiatan harian

klien (latihan1, 2 dan 3) 6. Menjelaskan kegunaan obat

7. Melatih klien untuk minum obat dengan prinsip 5 benar

8. Menganjurkan klien memasukkan dalam jadwal kegiatan harian.

S : Klien mengatakan masih susah untuk melakukan kegiatan 1, 2 dan 3

O : Klien tampak setuju dan melakukan dengan benar cara minum obat

A : Masalah teratasi sebagian P : Intervensi dilanjutkan