PENERAPAN SISTEM BAGI HASIL KEPADA PEMODAL DALAM

BAB IV PENERAPAN SISTEM BAGI HASIL KEPADA PEMODAL DALAM

KEGIATAN PEMBIAYAAN KOPERASI SYARIAH PADA BMT AL MUSABBIHIN MEDAN A. Gambaran Umum Bmt Al Musabbihin Medan. 1. Riwayat Kegiatan Operasional Koperasi Syariah BMT Musabbihin. Koperasi Syariah BMT Musyabbihin di dirikan pada bulan juni 2014 berdasarkan Akte PendidikanNo. 18 dihadapan Notaris Irwan Santoso,SH. Tanggal 17 oktober 2014. Pada awalnya koperasi syariah BMT Mussabbihin mulai usaha bergerak di bidang simpan pinjam : a. Simpanan. 1 Simpanan dengan produk Tabungan Berkah 2 Simpanan Berjangka dengan produk Deposito b. Pinjaman 1 Pinjamanan diberikan khusus untuk golongan Mikro yang dapat digunakan untuk pedagang kecil golongan ekonomi lemah maupun untuk komsumtif. Kegiatan operasional simpanan Tabungan Berkah sampai posisi akhir Januari 2015 telah mencapai 143 nasabah dengan menghimpun dana sebesar Rp.115.661.000,- . Sedangkan untuk pinjaman sampai akhir Januari 2015 BMT Musabbihin telah menyalurkan pembiayaan kepala pedagang kecil maupun Universitas Sumatera Utara fasilitas komsumtif sebanyak 143 nasabah dengan total plafond sebesar Rp.618.083.000,-. Seiring dengan perkembangan kegiatan BMT Musabbihin, dengan pembinaan pembiayaan kepala pedagang kecil khususnya, BMT bekerja sama dengan IKMT telah mencoba memberikan fasilitas untuk peternak sapi sebanyak 40 ekor yang diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan hewan qurban di Masjid Al Musabbihin. Disamping itu BMT Musabbihin akan mencoba memberikan fasilitas di sektor pertanianpetani rakyat, dan saat ini BMT musabbihin bekerjasama dengan pihak Aceh Sepakat sedang melakukan ujicoba khusus tanaman jagung seluas ± 1 satu hektar dengan pemenuhan syarat para petani untuk pengolahan tanah, dengan menggunakan pupuk organik. Dengan perkembangannya informasi atas kegiatan BMT musabbihin kepala masyarakat melalui keluarga besar IKMT serta peran aktif keluarga besar pengurus Aceh Sepakat cabang III Medan dan anggotanya, BMT Musabbihin mengalami kendala kekurangan dana untuk memenuhi kebutuhan modal kerja para calon nasabah, khususnya nasabah retail : a. pedagang kecil, peternakan yang berada di wilayah Medan Sunggal sekitarnya. 2. Data Perusahaan. a. Nama Perusahaan : Koperasi Syariah BMT Musabbihin. Universitas Sumatera Utara b. Alamat : Komplek Taman Setia Budi Indah Block C No.99 Medan. 3. Legalitas Perusahaan. a. Akte Perusahaan. 1 Nomor : 18 2 Tanggal : 17 Oktober 2014 3 Notaris : Irwan Santoso,SH. 4. Tanda Daftar Perusahaan. a. Nomor : 02.12.264.0106156196142122014 b. Tanggal : 22 Desember 2014 c. Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Medan d. Surat Izin Usaha Perdagangan. 1 Nomor : 621562301.11902122014 2 Tanggal : 22 Desember 2014 3 Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Medan e. Surat Ijin Gangguan 1 Nomor : 6969699168392.11902122014 2 Tanggal : 22 Desember 2014 3 Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu Kota Medan f. Nomor Pokok Wajib Pajak 1 Nomor : 71.600.427.0-124.000 Universitas Sumatera Utara 2 Tanggal : 03 Desember 2014 3 Direktorat Jenderal Pajak g. Surat Pinbuk 1 Nomor : A.058PINBUK.INDO-SUBPARKXI2014 2 Tanggal : 07 Nopember 2014 3 Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil Indonesia Perwakilan Sumatera Utara h. Surat Ijin Dinas Koperasi 1 Nomor : 51813BHII.14XI2014 2 Tanggal : 28 Nopember 2014 3 Kepala Dinas Koperasi UMKM Kota Medan i. Susunan Pengurus Koperasi Syariah Bmt Musabbihin 1 Terlampir j.Neraca Laba Rugi Posisi SD Akhir Januari 2015 1 Terlampir k.Foto Usaha Nasabah Binaan Bmt Musabbihin 1 Terlampir 5. Susunan Pengurus. a. Pengurus : 1 Ketua : Sugiyanto 2 Sekretaris : Hendri Pramana Triputra 3 Bendahara : Muhammad Boy Arsyad Universitas Sumatera Utara b. Pengawas : 1 Ketua : Maulana Pohan 2 Anggota : Armein Rusdin Jusuf 3 Anggota : Abikusno Dharsuky Drs. c. Pengawas Syariah :Drs. H. Syahrul Rambe MM. Peran, Fungsi dan Tugas Pengurus BMT Al-Musabbihin juga memiliki bagian –bagian yang tersendiri sesuai dengan Anggaran Dasar yang telah disusun sebelumnya. Adapun beberapa penjelasan tentang fungsi dan tugas Pengurus BMT Al-Musabbihin antara lain : 1. Menyusun kebijakan umum BMT yang telah dirumuskan dalam Rapat Anggota. 2. Melakukan pengawasan operasional BMT dalam bentuk : 3. Persetujuan pembiayaan untuk suatu jumlah tertentu 4. Pengawasan tugas Manager pengelola. 5. Bersama pengelola menetapkan komite pembiayaan. 6. Melaporkan perkembangan BMT kepada Para Anggota dalam Rapat Anggota Ketua Pengurus BMT Al-Musabbihin memiliki wewenang dalam melakukan controlpengawasan secara keseluruhan atas aktivitas lembaga dalam rangka menjaga kekayaan BMT dan memberikan arahan dalam upaya lebih mengembangkan dan meningkatkan kualitas BMT. Adapun tanggung jawab Ketua dapat dijelaskan sebagai berikut: Universitas Sumatera Utara 1. Bertanggung jawab atas aktivitas BMT dan melaporkan perkembangan unit BMT kepada seluruh anggota mekanisme rapat yang disepakati. 2. Terseleksinya calon karyawan sesuai dengan formasi yang dibutuhkan dan mengeluarkan Surat Keputusan PengangkatanPemberhentian Karyawan. 3. Terkendalinya aktivitas simpan pinjam di BMT. 4. Terjaganya kondisi kerja yang aman,nyaman di BMT. 5. Terbukanya hubungan kerjasama dengan pihak-pihak luar dalam rangka mengembangkan usaha BMT. 6. Menjaga BMT agar dalam aktivitasnya senantiasa tidak lari dari visi dan misinya. 7. Meningkatkan kualitas SDM BMT. Ketua juga memiliki tugas pokok tertentu yang telah diatur dalam Anggaran Dasar BMT ialah sebagai berikut: 1. Bertanggungjawab atas aktivitas BMT dan melaporkan perkembangan unit BMT kepada seluruh anggota melalui mekanisme rapat yang disepakati. 2. Melakukan pengawasan dan pertemuan bulananan .triwulan semester untuk membahas capaian target BMT serta kendala-kendala yang dihadapi BMT. 3. Memberikan masukan pada pengelola mengenai strategi-strategi yang dapat dikembangkan BMT dalam pencapaian target. 4. Membantu pengelola melakukan evaluasi dan menyusun perencanaan BMT. Universitas Sumatera Utara 5. Mendapatkan data dan mempersiapkan bahan dan agenda rapat anggota untuk melaporkan perkembangan BMT. 6. Menyelenggarakan rapat anggota dan melaporkan perkembangan BMT secara periodik triwulansemestertahunan kepada anggota BMT. 7. Mengajukan rencana kerja dan anggaran pendapatan belanja BMT pada musyawarah anggota. 8. Terseleksinya calon karyawan sesuai dengan formasi yang dibutuhkan dan mengeluarkan Surat Keputusan pengangkatanpemberhentian karyawan. 9. Melakukan penilaian terhadap kinerja karyawan dan kebutuhan akan penambahan SDM. 10. Membuka peluang kesempatan kerja secara terbuka apabila masih dibutuhkan formasi di BMT. 11. Melakukan tahap-tahap rekruitmen hingga seleksi karyawan sesuai dengan aturan yang berlaku. 12. Mengeluarkan Surat Keputusan pengangkatan atau pemberhentian karyawan. 13. Terkendalinya aktivitas simpan pimjam di BMT. 14. Mengawasi secara keseluruhan aktivitas BMT. Dalam Anggaran Dasar Ketua memiliki wewenang yang telah diatur dalam Anggaran Dasar BMT Al-Musabbihin yang sudah tertera sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan ialah sebagai berikut: 1. Menyetujui menolak pengajuan pengeluaran biaya dengan alasan-alasan yang dapat diterima. Universitas Sumatera Utara 2. Menyetujui menolak pengajuan biaya hasil rapat komite apabila dianggap dapat merugikan lembaga. 3. Menyetujui menolak pengajuan pembelian aktiva tetap. 4. Menyetujui menolak pencairan dropping pembiayaan sesuai dengan batasan wewenang. 5. Menyetujui menolak penggunaan keuangan yang dianjurkan yang tidak melalui prosedur. 6. Memberikan teguran dan sanksi atas pelanggaran yang dilakukan manajemen pengelola. 7. Melakukan penilaian dan evaluasi atas prestasi karyawan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 8. Memberikan keputusan promosi, rotasi dan PHK sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 9. Mengeluarkan Surat Keputusan pengangkatan dan atau pemberhentian karyawan. 10. Mengadakan kerjasama dengan pihak lain untuk kepentingan lembaga dalam upaya mencapai target proyeisi dan tidak merugikan lembaga. 11. Memutuskan menolak atau menerima kerjasama dengan pihak lain dalam sesuai dengan kegiatan utama BMT simpan pinjam. Sekretaris BMT Al-Musabbihin memiliki fungsi utama dalam melakukan pengelolaan pengadministrasian segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas Badan Pengurus. Adapun tanggung jawab sekretaris dalam Anggaran Dasar yang telah ditetapkan adalah: Universitas Sumatera Utara 1. Mengadministrasikan seluruh berkas yang menyangkut keanggotaan BMT. 2. Semua surat-surat masuk dan keluar, khususnya yang berkaitan dengan Badan Pengurus. 3. Merencanakan rapat rutin koordinasi dan evaluasi kegiatan Badan Pengurus. 4. Mendistribusikan setiap hasil rapat Pengurusanggota kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Tugas tugas pokok dari Sekretaris Pengurus BMT itu sendiri juga dapat dijelaskan beberapa hal sebagai berikut: 1. Mengadministrasikan seluruh berkas yang menyangkut keangotaan BMT. 2. Melakukan pendataan ulang terhadap anggota baru BMT. 3. Melakukan penghimpunan biodata atau kelengkapan administrasi anggota BMT. 4. Melakukan registrasi keanggotaan BMT. 5. Mengadministrasikan semua surat masuk dan keluar yang berkaitan dengan aktivitas Badan Pengurus. 6. Melakukan kegiatan administrasi surat masuk dan keluar. 7. Membuat kebijakan system administrasi pada tingkat Badan Pengurus. 8. Mengadministrasikan dokumen lembaga yang sifatnya permanen, seperti akte pendirian. 9. Membuat Surat Keputusan atau persetujuan Ketua Pengurus untuk pengangkatan Karyawan yang ditandatangani Ketua Badan Pengurus. Universitas Sumatera Utara 10. Mengadministrasikan seluruh Surat Keputusan yang dikeluarkan oleh Badan Pengurus. 11. Merencanakan rapat rutin koordinasi dan evaluasi kegiatan Badan Pengurus. 12. Menyusun kalender kerja Badan Pengurus bersama ketua dan bendahara. 13. Mengatur rencana rapat dengan agenda yang disepakati dan evaluasi kegiatan Badan Pengurus. 14. Mendistribusikan hasil rapat pengurus kepada pihak-pihak yang berkepentingan. 15. Membuat notulasi pada setiap rapat. 16. Mendokumentasikan notulasi dan mendistribusikan kepada seluruh pihak yang berkepentingan. Sedangkan sekretaris pengurus BMT memiliki wewnang yang telah ditetapkan dalam anggaran dasar seperti: menandatangani undangan rapat, mendokumentasikan arsip penting mengenai kepengurusan, dan mendistribusikan hasil notulasi rapat pada seluruh pihak yang berkepentingan. Struktur selanjutnya dalam pengurus BMT ialah Bendahara. Bendahara memiliki fungsi utama sebagai pengelola keuangan BMT secara keseluruhan diluar unit-unit yang ada. Adapun juga bendahara memiliki tugas tanggung jawab untuk mengeluarkan laporan keuangan BMT kepada pihak yang berkepentingan, memberikan laporan mengenai perkembangan simpanan wajib dan simpanan Universitas Sumatera Utara pokok anggota. Sedangkan tugas pokok dari bendahara pengurus BMT secara spesifik ialah sebagai berikut: 1. Mengeluarkan laporan keuangan BMT kepada pihak yang berkepentingan. 2. Membuat laporan keuangan BMT simpan pinjam dan sektor riil. 3. Melakukan analisis bila diperlukan dan memberikan masukan pada Rapat Badan Pengurus mengenai perkembangan BMT dari hasil laporan keuangan yang ada. 4. Memberikan laporan mengenai perkembangan simpanan wajib dan simpanan pokok anggota. 5. Melakukan evaluasi terhadap perkembangan simpanan pokok dan wajib. 6. Mendata ulang anggota yang masih belum melunasi kewajibannya dalam menyetor simpanan pokok dan simpanan wajib. 7. Melakukan koordinasi dengan sekretaris bila diperlukan mengenai kondisi anggota. Sedangkan wewenang dari Bendahara adalah mengeluarkan laporan keuangan BMT untuk keperluan intern dan melakukan analisis keuangan BMT. BMT ZAl- Musabbihin juga memiliki struktur yang namanya Pengawas Syari’ah Koperasi yang memiliki fungsi utama untuk emberikan fatwa, penjelasan, informasi dan pandangan-pandangan yang dianggap perlu dalam hal ketepatan pola, akad, dan transaksi-transaksi lainya di BMT dengan Syari’ah Islam sebagai dasar pedoman operasional BMT. Tanggung jawab dari pengawas syariah BMT Musabbihin ialah mengevaluasi pelaksanaan operasional BMT dalam periode tertentu dalam hal Universitas Sumatera Utara akad-akad Syari’ah BMT. Sedangkan tugas pokok dari pengawas syariah ialah merdisposisikannya produk-produk BMT sesuai Syari’ah, mengevaluasi program- program BMT, membantu pengelola dalam rangka sosialisasi ekonomi Syari’ah kepada masyarakat. Kewenangan dari pengawas syariah pengurus BMT AL-MUsabbihin ialah melakukan evaluasi dan monitoring terhadap operasional BMT, lalu memberikan keputusan dan pandangan terhadap ketepatan produk-produk Syari’ah BMT, dan memberikan rekomendasi terhadap kelayakan kerjasama dengan pihak ke tiga khususnya dalam hal kesesuaiannya dengan prinsip Syari’ah Islam, serta melakukan pengawasan langsung maupun berjenjang dalam hal operasional keuangan BMT.

B. Penerapan Sistem Bagi Hasil Kepada Pemodal Koperasi Syariah Pada BMT Al Musabihin Medan ;