PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP KOMITMEN ORGANISASI GURU SMA NEGERI KECAMATAN BINJAI SELATAN KOTA BINJAI.

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

ABSTRACT

HAMIDAH D. NIM.8136132018.Influence of Headmasters Leadership and Achievement Motivation on Organizational Commitment of Teachers SMA Negeri Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai.

This studyaims to determinethe influence ofheadmasters’ leadership onteachers’ achievement motivation, the influence ofheadmasters leadership onteachers’ organizational commitmentand the influenceof achievement motivation onorganizational commitmentof teachers SMA Negeri Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai.The methode used on this study is cuantitative methode with pathanalysis approach. The population of this study were228 teachers of SMA Negeri Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai and 135 of them were choosen as samplers based on technique of determining samplers amount developed by Isaac and Michael. Sampling methode was stratified proportional random sampling.The collection of dataobtained throughquestionnaires. Results of study are: a) Headmasters’ leadershipeffected directly and significantly onteachers’ achievement motivation.It was proved by calculation ofthesub-structure 1pathcoefficientbetweenheadmasters’ leadership onteachers’ achievement motivation is21=0,681 at a price t 10,728 > 1,98 ttable.; b) Headmasters’ leadershipeffected directly and significantly onteachers’organizational

commitment. It was proved by calculation ofthesub-structure

2pathcoefficientbetweenheadmasters’ leadership onteachers’ organizational commitment is ρ31=0.443at a pricet =7,377> t table=1.98; c) Teachers’ achievement motivation effected directly and significantly onteachers’organizational commitment. It was proved by calculation ofthesub-structure 2pathcoefficientbetweenachievement motivation and teachers’organizational commitment is 32= 0,354 at a price t 4,375 > 1,98 t table.Based on the results above, it is concluded that: a) There is direct effect of headmasters’ leadership towards achievement motivation of teachersSMA Negeri Kecamatan Binjai SelatanKota Binjai; b) There is direct effect of headmasters’ leadership towards organizational commitment of teachers SMA Negeri Kecamatan Binjai SelatanKota Binjai; and c) There is direct effect of achievement motivation towards organizational commitment of teachers SMA Negeri Kecamatan Binjai SelatanKota Binjai.

Keywords: headmasters’ leadership, teachers’ achievement motivation, teachers’ organizational commitment


(6)

ABSTRAK

HAMIDAH D. NIM.8136132018.Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Berprestasi Terhadap Komitmen Organisasi Guru SMA Negeri Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi berprestasi guru, pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap komitmen organisasi guru, dan pengaruh motivasi berprestasi terhadap komitmen organisasi guru SMA Negeri Kecamatan Binjai Selatan KotaBinjai.Metode penelitian adalah metode kuantitatif dengan pendekatan analisis jalur (Path Analysis). Populasi penelitian adalah guru SMA Negeri Kecamatan Binjai Selatan KotaBinjaisebanyak 228 orang dengan jumlah sampel sebanyak 135 orang yang ditetapkan dengan teknik penentuan jumlah sampel Isaac dan Michael. Metode pengambilan sampel adalah stratifiedproportional random sampling. Pengumpulan data diperoleh melalui instrumen angket.Hasil penelitian yaitu: a) Kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh langsung terhadapmotivasi berprestasi. Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan pada sub struktur 1 diperoleh koefisien jalur antara kepemimpinan kepala sekolah dengan motivasi berprestasi yaitu ρ21 =0,681dan harga thitung = 10,728 > ttabel = 1,98; b) Kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh langsung terhadap komitmen organisasi. Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan pada sub struktur 2 diperoleh koefisien jalur antara kepemimpinan kepala sekolah dengan komitmen organisasi yaitu ρ31=0.442dan harga thitung = 7,377> ttabel = 1,98; c) Motivasi berprestasi berpengaruh langsung terhadap komitmen organisasi. Hal ini dibuktikan dari hasil perhitungan sub struktur 2 diperoleh koefisien jalur antara motivasi berprestasi dengan komitmen organisasi yaitu ρ32 =0,355 dengan harga thitung = 6,568> ttabel = 1,98.Berdasarkan hasil penelitian, dapat dinyatakan bahwa: a) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi berprestasi guru SMA Negeri se Kecamatan Binjai SelatanKota Binjai; b)Terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap komitmen organisasi guru SMA Negeri se Kecamatan Binjai SelatanKota Binjai; dan c) Terdapat pengaruh langsung yang signifikan antara motivasi berprestasi terhadap komitmen organisasi guru SMA Negeri se Kecamatan Binjai SelatanKota Binjai.


(7)

(8)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan, kebijaksanaan, kesabaran dan limpahan rahmat-Nya kepada penulis sehingga tesis ini dapat diselesaikan. Dalam proses penulisan tesis ini, penulis tentu banyak menghadapai kendala dan keterbatasan. Namun berkat bimbingan, arahan dan motivasi dosen pembimbing serta nara sumber, dan orangtuaku serta keluarga besarku,serta rekan-rekan mahasiswa pascasarjana yang pada akhirnya penulisan tesis ini dapat diselesaikan. Maka dalam kesempatan ini penulis ingin mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada :

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri Medanyang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk mengikuti Pendidikan Program Pascasarjana di Universitas Negeri Medan dansebagai nara sumber yang sangat banyak memberikan masukan dan sumbangan pemikiran sehingga menambah wawasan pengetahuan bagi penulis dalam penyempurnaan tesis ini.

2. Bapak Prof. Dr. Bornok Sinaga, M.Pd selaku Direktur Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan yang telah memberikan kesempatan bagi penulis untuk mengikuti pendidikan Program Pascasarjana di Universitas Negeri Medan dan mendukung penulis untuk menyelesaikan perkuliahan dengan baik dan telah banyak memberikan masukan serta saran ditengah kesibukan yang tentunya sangat berarti bagi penulis dalam menyelesaikan tesis ini.


(9)

3. Bapak Dr. Darwin, M.Pd selaku Ketua Program Studi Administrasi Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan yang telah banyak memberikan masukan berupa saran, ide dan gagasan serta selalu memberikan motivasi untuk segera menyelesaikan perkuliahan sehingga hal ini menjadi semangat yang besar bagi penulis dalam penyelesaian tesis ini.

4. Bapak Dr. Irsan, M.Pd. M.Si selaku pembimbing I yang telah banyak memberikan bimbingan berupa saran, gagasan, masukan yang sangat berharga sehingga menjadi ide dan membuka cakrawala berfikir yang lebih luas bagi penulis untuk dapat menulis tesis ini menjadi lebih baik.

5. Bapak Prof. Dr. Abdul Hamid K, M.Pd selaku pembimbing II yang dalam kesibukannya selalu meluangkan waktu kapan dan dimana saja untuk membimbing dan memberikan arahan serta memberikan motivasi untuk segera menyelesaikan penulisan tesis ini, sehingga pada akhirnya tesis ini dapat penulis selesaikan lebih baik.

6. Bapak Prof. Dr. Yusnadi, M.S selaku nara sumber yang juga telah banyak memberikan masukan berupa saran dan ide dan gagasan pemikiran, sehingga hal ini sangat banyak membantu dan mempermudah penulis dalam menyelesaikan tesis menjadi lebih baik.


(10)

7. Bapak Dr. Restu, M.S selaku nara sumber yang juga telah banyak memberikan masukan berupa saran dan ide dan gagasan pemikiran, sehingga hal ini sangat banyak membantu dan mempermudah penulis dalam menyelesaikan tesis menjadi lebih baik. 8. Bapak Dr.Darwin, M.Pd selaku nara sumber yang juga telah banyak memberikan

masukan berupa saran dan ide dan gagasan pemikiran, sehingga hal ini sangat banyak membantu dan mempermudah penulis dalam menyelesaikan tesis menjadi lebih baik. 9. Kedua orang tua tercinta H. Darma MD, SI.P dan Hj. Zairani Lubis, S.Pdyang selalu

mendukung dan mendorong terus untuk belajar serta selalu mendo’akan agar dapat mengikuti perkuliahan dengan sebaik-baiknya. Hal inilah yang menjadi semangat sehingga dapat menghasilkan karya terbaik penulis dengan bantuan Allah SWT yang penulis persembahkan buat kedua orang tua tercinta.

10. Suami tercinta Zainal Arifin, S.Kom dan anak tersayang Najwa Chalisya Arifin yang selalu mendukung dan memotivasi penulis agar semangat dalam menyelesaikan perkuliahan dengan sebaik-baiknya.

11. Bapak Anang Wibowo,S.Pdselaku Kepala Dinas Pendidikan Pemuda Binjai yang banyak membantu secara administratif dan meluangkan waktu guna melengkapi data dan berkas selama penulis melakukan penelitian ini.

12. Rekan-rekanku seperjuangan mahasiswa Pascasarjana Program Studi Administrasi Pendidikan Angkatan Ke-XXII Kelas Eksekutif AP B1 Tahun 2013 (Mutia Khairani, Dini. Yuni, Zulkifli, Eliyanti, Izhar Fuadi, Rustam Efendi, M. Riza Iqbal, Pitriani Nasution). Kedua kk tersayang Diana Astuti D. SP, Nur Afrida D, S.Pdi dan Kedua adik tersayang Amri Hakim D, S.Pd, Aswin Fahmi D, SE. yang selalu memberikan motivasi dan bantuan, serta kontribusi ide yang sangat berharga di saat perkuliahan terlebih dalam penyelesaian penulisan tesis ini.


(11)

Akhir kata penulis dengan sepenuh hati juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang namanya tidak dituliskan satu persatu yang telah banyak membantu dalam penyelesaian tesis ini. Mudah-mudahan bantuan dan kontribusi yang diberikan kepada penulis mendapat balasan dari Allah SWT. Penulis menyadari tesis ini masih banyak terdapat kelemahan dan kekurangan, oleh karena itu penulis mohon saran dan kritikan yang membangun guna kesempurnaan penulisan selanjutnya. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita semua, khususnya kemajuan pendidikan di Kota Madya Binjai.

Medan, April 2016 Penulis.

HAMIDAH D. NIM. 8136132018


(12)

DAFTAR ISI

Halaman

ABSTRAK ... i

ABSTRACT ... ii

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... . iv

DAFTAR TABEL ... vi

DAFTAR GAMBAR ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... viii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 13

C. Pembatasan Masalah ... 15

D. Rumusan Masalah ... 15

E. Tujuan Penelitian ... 16

F. Manfaat Penelitian ... 16

BAB II KAJIAN TEORETIS, KERANGKA BERFIKIR DAN HIPOTESISPENELITIAN ... 18

A. Kajian Teoretis ... 18

1. Komitmen Organisasi ... 18

2. Kepemimpinan Kepala Sekolah ... 26

3. Motivasi Berprestasi ... 32

4. Penelitian Relevan ... 35

B. Kerangka Berfikir ... 37

C. Paradigma Penelitian ... 41

D. Hipotesis Penelitian ... 43

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 44

A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 44

B. Metodologi Penelitian ... 44

C. Sumber Data... 45


(13)

E. Teknik Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian ... 50

F. Uji Coba Instrumen ... 53

G. Teknik Analisis Data ... 57

BAB IVHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 68

A. Deskripsi Data Hasil Penelitian ... 68

B. Identifikasi Tingkat Kecenderungan Variabel Penelitian ... 75

C. Pengujian Persyaratan Analisis ... 78

D. Pengujian Hipotesis ... 87

E. Temuan Penelitian ... 90

F. Pembahasan Hasil Penelitian ... 91

G. Keterbatasan Penelitian ... 97

BAB VSIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN ... 99

A. Simpulan ... 99

B. Implikasi Hasil Penelitian ... 99

C. Saran ... 101


(14)

(15)

vii

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

3.1 Data Jumlah Guru SMA Negeri Kecamatan Binjai Selatan... 46

3.2 Jumlah Sampel Berdasarkan Golongan Dan Masa Kerja ... 47

3.3 Kisi-kisi Variabel Komitmen Organisasi ... 51

3.4 Kisi-kisiVariabel Kepemimpinan Kepala Sekolah (X1) ... 51

3.5 Kisi-kisiVariabel Motivasi Berprestasi Guru (X2) ... 52

3.6 Penetapan Skor Jawaban Angket ... 53

3.7 Rangkuman Uji Reliabilitas ... 56

3.8 Kategori Kecenderungan Data ... 59

4.1 Ringkasan Deskripsi Data Variabel Penelitian ... 68

4.2 Distribusi Frekuensi Skor Kepemimpinan Kepala Sekolah ... 69

4.3 Distribusi Frekuensi Skor Motivasi Berprestasi ... 71

4.4 Distribusi Frekuensi Skor Komitmen Organisasi ... 73

4.5 Tingkat Kecenderungan Variabel Kepemimpinan Kepala Sekolah .... 75

4.6 Tingkat Kecenderungan Variabel Motivasi Berprestasi ... 76

4.7 Tingkat Kecenderungan Variabel Komitmen Organisasi ... 77

4.8 Rangkuman Uji Normalitas Variabel Penelitian ... 78

4.9 Rangkuman Uji Homogenitas Variabel Penelitian ... 79

4.10 Ringkasan Analisis Varians Untuk Persamaan X2 atas X1 ... 80

4.11 Ringkasan Analisis Varians Untuk Persamaan X3 atas X1 ... 81

4.12 Ringkasan Analisis Varians Untuk Persamaan X3 atas X2 ... 82

4.13 Pengujian Sub Struktur 1 ... 84


(16)

viii

4.15 Dekomposisi Dari Koefisien Jalur Pengaruh Langsung dan PengaruhTidak Langsung Variabel Eksogenusdengan


(17)

(18)

viii

DAFTAR GAMBAR

Gambar Halaman

2.1 Teori Jalur Komitmen Menurut Colquitt, LePine, Wasson. ... 22

2.2 Paradigma Penelitian ... 42

3.1 Model Hubungan Kausal Antara Variabel X1, X2 dan X3 ... 62

4.1 Histogram Skor Kepemimpinan Kepala Sekolah ... 70

4.2 Histogram Skor Motivasi Berprestasi... 72

4.3 Histogram Skor Komitmen Organisasi... 74


(19)

(20)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

1. Instrumen Angket Penelitian ... 106

2. Uji Coba ... 110

3. Perhitungan Validitas dan Reliabilitas Angket ... 113

4. Data Hasil Penelitian (Angket) ... 119

5. Data Ubahan Penelitian ... 131

6. Perhitungan Angket Distribusi Frekuensi Median ... 135

7. Identifikasi Kecenderungan ... 141

8. Normalitas ... 144

9. Perhitungan Regresi Uji Linieritas ... 157

10. Homogenitas ... 181

11. Korelasi Antar Variabel Penelitian ... 183

12. Perhitungan Koefisien Jalur ... 197

13. Uji Hipotesis ... 200


(21)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Komitmen adalah upaya untuk mencapai tujuan dalam organisasi dengan kemauan mengarahkan segala daya untuk kepentingan organisasi dan keterikatan untuk tetap ikut menjadi anggota organisasi. Komitmen seseorang dalam melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya tidak sama pada setiap orang. Terwujudnya komitmen dalam suatu organisasi adalah tergantung kepada bagaimana kita membangun suatu tanggung jawab untuk memiliki niat yang kuat dalam melaksanakan tujuan dalam organisasi itu.

Komitmen pada setiap anggota organisasi sangat penting karena dengan suatu komitmen seorang anggota organisasi dapat menjadi lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaannya dibanding dengan anggota organisasi yang tidak mempunyai komitmen. Biasanya anggota organisasi yang memiliki suatu komitmen, akan bekerja secara optimal sehingga dapat mencurahkan perhatian, pikiran, tenaga dan waktunya untuk pekerjaannya, sehingga apa yang sudah dikerjakannya sesuai dengan yang diharapkan oleh organisasi.

Penelitian Chriss Preyer sebagaimana disebutkan dalam jurnal Management Reserch Review Vol.3 tahun 2010 menyajikan data bahwa komitmen organisasi memberikan pengaruh terhadap perubahan sikap seorang karyawan dalam bekerja. Dalam penelitian tersebut juga disebutkan bahwa karyawan yang memiliki komitmen organisasi yang tinggi, menunjukkan etos kerja yang lebih baik dibanding karyawan yang tidak memiliki komitmen organisasi yang baik.


(22)

2

Guru merupakan bagian dari organisasi sekolah oleh sebab itu, diharapkan memiliki komitmen terhadap organisasi sekolah. Komitmen organisasi tersebut ditampilkan ketika seorang guru melakukan tugas-tugas keguruannya dan juga tugasnya sebagai bagian organisasi sekolah. Seorang guru dikatakan profesional harus memiliki komitmen organisasi yang tinggi, dalam hal ini ditandai dengan keinginan yang kuat untuk tetap menjadi anggota organisasi, menerima tujuan organisasi, dan berusaha keras untuk memajukan organisasi.

Sekolah merupakan suatu organisasi yang dituntut untuk menghasilkan anak didik yang mampu hidup dan bersaing di tengah-tengah masyarakat. Dalam upaya tersebut sekolah dituntut untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada anak didik. Tugas mendidik dan mengajar menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari rutinitas seorang guru sebagai bagian organisasi sekolah.

Peran guru dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen Pasal 1 dinyatakan sebagai berikut “Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah”. Sesuai dengan pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa guru mempunyai peran utama dalam mendidik dan memberi bekal pengetahuan dan keterampilan kepada anak didik..

Selanjutnya Pada pasal 7 ayat 1b undang-undang di atas disebutkan bahwa”guru harus memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia”. Pasal tersebut menegaskan bahwa peran dan fungsi guru dalam meningkatkan mutu pendidikan hendaknya didasarkan pada komitmen guru, dan pemerintah mensyaratkan para guru untuk memiliki


(23)

3

komitmen dalam melaksanakan tugas-tugas keguruannya, yang secara umum dijelaskan pada pasal dan ayat di atas adalah meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia.

Guru yang memiliki komitmen akan meningkatkan kualitas kerjanya, yang selanjutnya menentukan mutu pendidikan. Sebaliknya guru yang memiliki kualitas kerja di bawah standar minimal akan menghambat peningkatan kualitas pendidikan. Supriadi (2001:178) menyatakan bahwa di antara berbagai masukan (input) yang menentukan mutu pendidikan (yang ditunjukkan oleh prestasi belajar siswa), sepertiganya ditentukan oleh guru. Faktor guru adalah faktor yang paling dominan dan mempengaruhi hasil pembelajaran.

Pernyataan tersebut sejalan dengan hasil penelitian Nana Sudjana (2002: 42) yang menunjukkan bahwa 76,6% hasil belajar siswa dipengaruhi oleh kinerja guru, dengan rincian: kemampuan guru mengajar memberikan sumbangan 32,43%, penguasaan materi pelajaran memberikan sumbangan 32,38%, dan sikap guru terhadap mata pelajaran memberikan sumbangan 8,60%.

Dengan posisi guru yang sedemikian penting dalam mencapai hasil pembelajaran, seorang guru diharuskan memiliki komitmen meelaksanakan tugas-tugas dan fungsinya. Sahertian (2006:44) menyatakan bahwa komitmen adalah kecenderungan dalam diri seseorang untuk merasa terlibat aktif dengan penuh rasa tanggung jawab. Arikunto (2008:51) menyebutkan bahwa komitmen terhadap tugas bukan hanya sekedar keterlibatan saja, akan tetapi menunjukkan kesediaan seseorang untuk terlibat aktif dalam suatu kegiatan dengan tanggung jawab yang tinggi. Schatz (Edwin, 2012:44) mengatakan bahwa komitmen merupakan hal yang paling mendasar bagi setiap orang dalam menggeluti profesinya.


(24)

4

Pendapat para pakar di atas mengambarkan pentingnya seorang guru untuk memiliki komitmen terhadap pekerjaannya. Komitmen terhadap tugas ditunjukkan seseorang melalui kecenderungan dan kesediaan untuk terlibat aktif dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dengan tanggungjawab yang tinggi. Seorang guru yang memiliki komitmen tugas yang baik, akan berusaha melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik sampai tuntas. Sebagai wujud komitmen tugas yang dimilikinya, seorang guru selalu terlibat dalam aktivitas-aktivitas di sekolah. Apabila komitmen guru rendah, maka proses pencapaian hasil pembelajaran peserta didik akan terganggu.

Guru merupakan anggota organisasi sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah. Sebagai bagian dari organisasi sekolah, guru diharapkan memiliki komitmen untuk senantiasa bekerja sama dan saling mendukung dalam melaksanakan program-program di sekolah dan mencapai tujuan-tujuan sekolah yang merupakan tujuan bersama segenap anggota organisasi sekolah. Sebaliknya, guru yang kurang memiliki komitmen organisasi akan memperlambat pencapaian tujuan sekolah, bahkan ia merasa tidak nyaman untuk menjadi bagian dari organisasi sekolah.

Noe (2013:214) menyatakan, “organizational commitment is the degree to which an employee identifies with the organization and is willing to put effort on its behalf. Individuals who have low organizational commitment are often just waiting for the firts good opportunity their jobs”. Pernyataan Noe di atas menjelaskan bahwa komitmen organisasi adalah tingkat dimana seseorang merasa menyatu dengan organisasi dan mau berusaha dan berbuat demi kepentingan organisasi. Pernyataan tersebut juga menyiratkan bahwa individu yang memiliki


(25)

5

komitmen organisasi yang rendah sering kali hanya menunggu kesempatan yang baik untuk keluar dari tugas-tugas mereka.

Menurut Newstroom (2003:135) bahwa secara konseptual, komitmen organisasional ditandai oleh tiga hal: (1) adanya rasa percaya yang kuat dan penerimaan seseorang terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi, (2) adanya keinginan seseorang untuk melakukan usaha secara sungguh-sungguh demi organisasi, (3) adanya hasrat yang kuat untuk mempertahankan keanggotaan dalam suatu organisasi. Dari pandangan Newstroom tersebut, dimengerti bahwa komitmen organisasi meliputi tiga aspek, yaitu: a) Identifikasi, yang berwujud dalam bentuk kepercayan anggota organisasi; b) keterlibatan atau partisipasi anggota dalam kerja-kerja penting yang menyebabkan mereka bekerja sama, baik dengan pimpinan atau rekan kerja, dan; c) loyalitas anggota terhadap organisasi, yang bermakna kesediaan seseorang untuk dapat melanggengkan hubungannya dengan organisasi termasuk mengorbankan kepentingan pribadinya tanpa mengharapkan apapun.

Berdasarkan fakta di lapangan yang peneliti temukan dengan melakukan pengamatan dan wawancara awal di salah satu SMA Negeri di Kecamatan Binjai SelatanKota Binjai, peneliti mendapati bahwa 8 dari 11 orang guru yang diwawancarai menyatakan keengganan mereka untuk terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan di sekolah. Alasan yang dikemukakan beragam, dua diantaranya mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan bagian tugasnya, 3 orang mengatakan bahwa kepala sekolah sudah menunjuk orang tertentu, dan 3 guru mengatakan bahwa itu tugas guru-guru yang lebih muda untuk melaksanakan kegiatan itu.


(26)

6

Dari 11 guru yang peneliti wawancarai, 6 orang menyatakan bahwa mereka kurang perduli dengan penyusunan perangkat pembelajaran (RPP) yang merupakan tugas individual guru. RPP yang ia susun adalah perangkat yang sama dari tahun ke tahun, hanya mengganti tahun pelajaran saja. Tiga orang responden menyebutkan bahwa RPP yang ia pakai didapati dengan cara copy-paste dari internet, lalu tinggal di ganti data-data fisik, seperti nama sekolah, tahun pelajaran, dan lain-lain.

Fakta di lapangan juga menampilkan bahwa 7 dari 11 orang guru menyatakan tidak mengetahui dengan visi dan misi sekolah, dan mengaku tidak berusaha mencari tahu apa visi dan misi sekolah. Mereka beranggapan bahwa visi dan misi sekolah adalah tugas administratif sekolah yang disusun hanya untuk sekedar mencukupi persyaratan sebagai sekolah yang memiliki visi dan misi.

Padahal seyogyanya seorang guru menyadari bahwa visi dan misi sekolah merupakan nilai dan tujuan yang dipahami dan diterima oleh segenap anggota organisasi sekolah termasuk guru, bersama-sama berusaha mewujudkan visi dan misi sekolah dengan rangkaian usaha dan kegiatan. Guru sebagi anggota organisasi sekolah bekerja bersama-sama dengan seluruh bagian organisasi mencpai visi dan misi yang ditetapkan sekolah.

Fakta-fakta yang terkumpul menyiratkan bahwa komitmen guru terhadap tugas-tugas mereka di sekolah masih rendah, dan berikutnya berdampak pada terhambatnya tujuan sekolah. Rendahnya komitmen guru menyelesaikan tugas-tugasnya merupakan indikasi bahwa guru memiliki komitmen organisasi yang rendah.Seyogyanya guru yang memiliki komitmen yang baik akan melaksanakan


(27)

7

tugas-tugasnya dengan baik dan melibatkan diri secara aktif dalam upaya-upaya pengembangan sekolah dan program-program sekolah yang sedang berjalan.

Allen dan Meyer (1997:538-551) dalam penelitiannya yang diterbitkan oleh Journal of Applied Psychology menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi pada anggota organisasi meliputi: a) karakteristik pribadi, termasuk usia dan masa kerja, kebutuhan berprestasi dan pendidikan; b) karakteristik pekerjaan, termasuk tantangan kerja, kesempatan untuk berinteraksi, kejelasan peran dalam organisasi, dan umpan balik; c) karakteristik desain organisasi; d) pengalaman kerja, dan e) dukungan organisasi.

Nahlawi (2003:47) mengatakan bahwa komitmen guru selain tumbuh dari dalam diri masing-masing, juga dipengaruhi oleh kepala sekolah sebagai unsur pimpinan. Pendapat Nahlawi di atas telah dibuktikan oleh beberapa penelitian terkait pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap komitmen guru.

Penelitian Edwin (2012:57) menyimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah memberikan pengaruh langsung terhadap komitmen guru sebesar 34,6% dan sisanya 65,4 % merupakan pengaruh di luar kepemimpinan kepala sekolah. Kesimpulan penelitian tersebut menyatakan bahwa semakin baik kepemimpinan kepala sekolah, maka semakin baik pula komitmen guru.

Penelitian Darwito (2014:108) juga menyimpulkan adanya pengaruh langsung kepemimpinan terhadap komitmen organisasi. Darwito kemudian menyatakan bahwa bagi organisasi mewujudkan gaya kepemimpinan harus menjadi sebuah referensi penting bagi penyusunan organisasi.

Perilaku kepemimpinan kepala sekolah diterima secara inderawi oleh para guru. Guru melihat, menyaksikan dan mengolah informasi yang berkaitan dengan


(28)

8

kepemimpinan kepala sekolah. Informasi-informasi tersebut kemudian diolah oleh guru sehingga mewujudkan suatu gambaran tentang kepemimpinan kepala sekolah. Gambaran itu kemudian menjadi sebuah persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah.

Pareek (2003: 31) menyatakan bahwa persepsi dapat didefinisikan sebagai proses menerima, menyeleksi, mengorganisasikan, mengartikan, menguji dan memberikan reaksi kepada rangsangan panca indera atau data. Pendapat Pareek tersebut menekankan bahwa persepsi seseorang terhadap suatu objek diawali dengan informasi yang diterima, diseleksi dan kemudian pada tahapan akhir adalah memberikan reaksi terhadap informasi tersebut.

Sobur (2003:449) menyebutkan tiga tahap dalam proses pembentukan persepsi.Tahapan pertama, adalah terjadinya rangsangan atau stimulasi terhadap alat-alat indra. Tahap kedua, rangsangan terhadap alat indra diatur menurut berbagai prinsip. Tahap ketiga, stimulasi alat indra tersebut ditafsirkan-dievaluasi.Selanjutnya ia menyatakan bahwa dalam kenyataannya, ketiga tahap tersebut tidaklah saling berpisah benar. Ketiganya bersifat kontinu, bercampur baur dan bertumpang tindih satu sama lain.

Robbins (2006:122) menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi yaitu: 1) Faktor yang ada pada pelaku persepsi (perceiver); 2) Faktor yang ada pada obyek yang dipersepsikan (target); dan 3) Faktor yang ada pada situasi terjadinya persepsi.

Kenyataan di atas berlaku juga bagi guru-guru dalam menerima informasi tentang kepemimpinan kepala sekolah. Informasi-informasi yang ditangkap indera dan kemudian dihubungkan membentuk sebuah pengalaman yang kemudian


(29)

9

diterjemahkan ke dalam bentuk pendapat atau pandangan. Pendapat atau pandangan tersebut merupakan konstruksi persepsi dari masing-masing guru. Inilah yang merupakan realita kepemimpinan kepala sekolah menurut guru-guru.

Dari pandangan yang telah terbangun, guru kemudian memberikan reaksi dan respon terhadap objek tersebut, yang dalam hal ini adalah kepemimpinan kepala sekolah. Reaksi yang diberikan guru bisa berbentuk penerimaan ataupun penolakan, peningkatan kinerja maupun penurunan kinerja, dan pneingkatan komitmen organisasi ataupun penurunan komitmen organisasi. Dengan demuikian persepsi guru tentang kepemimpinan kepala sekolah memberikan pengaruh terhadap komitmen organisasi guru.

Selanjutnya Colquitt, LePine, Wasson, (2009:34) mengemukakan bahwa motivasi berprestasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi. Menurut Colquitt faktor-faktor lain yang mempengaruhi komitmen organisasi adalah budaya organisasi, iklim organisasi, kepuasan kerja, kepemimpinan dan kerja sama kelompok.

Penelitian Wau (2012) menguatkan pendapat Colquitt dan menyimpulkan bahwa motivasi berprestasi memberikan pengaruh langsung terhadap komitmen dengan koefisien jalur sebesar 0,42.Hasil penelitian Dasmiati (2013:49) juga menyimpulkan bahwa motivasi berprestasi berpengaruh langsung terhadap komitmen guru. Artinya, semakin baik motivasi berprestasi maka semakin baik juga komitmen.

Motivasi berprestasi menurut Dasmiati (2013:40) adalah kekuatan atau dorongan dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu aktivitas atau menampilkan perilaku-perilaku tertentu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya


(30)

10

dengan penuh perhatian dan ketekunan. Motivasi berprestasi merupakan upaya seseorang mencapai prestasi yang lebih tinggi dalam melaksanakan tugas yang diembannya.

Motivasi berprestasi dalam diri guru tumbuh seiring dengan kebutuhan guru tersebut untuk berprestasi. Teori motivasi berprestasi bersumber dari teori kebutuhan McClelland (Dasmiati, 2013:40) yang berpendapat bahwa setiap individu memiliki tiga kebutuhan yaitu kebutuhan berprestasi (need for achievement), kebutuhan berafiliasi (need for affiliation), dan kebuituhan berkuasa (need for power). Ketiga kebutuhan ini adalah kebutuhan yang sangat kuat dalam menggerakkan aktivitas atau perilaku individu.

McClelland (Sobur, 2003:284) menyatakan bahwa kebutuhan untuk berprestasi adalah suatu daya dalam mental manusia untuk melakukan suatu kegiatan yang lebih baik, lebih cepat, lebih efektif dan lebih efisien daripada kegiatan yang dilaksanakan sebelumnya. Orang yang memiliki kebutuhan berprestasi yang tinggi mengalami kepuasan bukan karena mendapatkan imbalan dari hasil kerjanya, tetapi karena hasil kerja tersebut dianggapnya baik. Ada kepuasan batin tersendiri ketika ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya dengan sempurna.

Dengan demikian dapat disebutkan bahwa individu yang memiliki kebutuhan berprestasi cenderung untuk memiliki komitmen organisasi yang baik. Karena ia memiliki hasrat dan rasa tanggungjawab yang besar terhadap pekerjaan sehingga menunjukkan usaha maksimal dalam bekerja demi tercapainya prestasi. Jika ia gagal mewujudkan prestasi, maka akan merasa tidak nyaman dan tidak puas terhadap pekerjaannya.


(31)

11

Fakta di lapangan yang dikumpulkan melalui wawancara awal dan pengamatandi SMA Negeri Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai menyajikan data bahwa 7 dari 11 guru yang diwawancarai menyatakan tidak puas dengan kepemimpinan kepala sekolah. Tiga orang menyebutkan alasan ketidakpuasan adalah kepala sekolah tidak mau membangun komunikasi dua arah dengan guru, dua orang menyebutkan kepala sekolah tidak memberikan solusi dalam permasalahan pembelajaran yang dihadapi guru, dan dua orang mengatakan bahwa kepala sekolah lambat dalam memenuhi sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pembelajaran.

Pengamatan peneliti di lapangan menunjukkan bahwa 5 orang guru yang diamati ketika mengajar, 3 diantaranya menggunakan model pembelajaran yang konvensional, yaitu pembelajaran yang berpusat pada guru dengan menggunakan model ceramah. Ketiga guru tersebut ketika diwawancarai menyatakan bahwa mereka enggan untuk mempelajari dan menguasai model-model pembelajaran yang variatif, dan enggan untuk beradaptasi dan menguasai komponen-komponen Kurikulum 2013 yang merupakan kurikulum yang baru diberlakukan di sekolah. Alasan yang dikemukakan adalah bahwa kurikulum 2013 menyulitkan guru, dan model pembelajaran yang variatif mensyaratkan guru aktif dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran.

Fakta-fakta di lapangan yang telah terkumpul menampilkan data bahwa guru cenderung memiliki komitmen organisasi yang rendah, kepemimpinan kepala sekolah yang belum efektif, dan motivasi berprestasi guru yang rendah di SMA Negeri yang ada di Kecamatan Binjai Selatan, Kota Binjai. Masalah ini menarik untuk diteliti seiring dengan program pemerintah Kota Binjai yang telah


(32)

12

mencanangkan diri sebagai kota pendidikan, yang pasti membutuhkan dukungan komitmen organisasi guru untuk mensukseskan program pemerintah Kota Binjai tersebut.

Untuk itu peneliti merasa penting untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang komitmen guru dan ditinjau dari dua faktor yang mempengaruhinya yaitu faktor kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi guru. Faktor-faktor lain yang mempengaruhi komitmen organisasi guru selain dua faktor di atas tidak termasuk dalam kajian penelitian ini.

Hasil penelitian selanjutnya disajikan dalam laporan penelitian dengan judul, “Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Berprestasi terhadap KomitmenOrganisasi Guru SMA Negeri Se-Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai”.

B. Identifikasi Masalah

Dengan memperhatikan hal-hal dikemukakan dalam latar belakang masalah tersebut di atas, maka dapat diidentifikasikan berbagai masalah yang mempengaruhi komitmen organisasi guru. Colquitt, LePine, Wasson, (2009:34)

mengemukakan bahwa komitmendapat dipengaruhi oleh: 1) organizational

mechanisms (mekanisme organisasi); 2) groupmechanisms (mekanisme kelompok atau grup); 3) individual characteristics (karakter individu);dan4)individual mechanisms (mekanisme individu).

Organizational mechanisms (mekanisme organisasi) meliputi budaya organisasi dan struktur organisasi. Group mechanisms (mekanisme kelompok


(33)

13

atau grup) meliputi perilaku dan gaya kepemimpinan, kekuatan kepemimpinan, proses dalam tim, dan karakter tim. Individual characteristics (karakter individu) meliputi kepribadian, nilai budaya yang dianut, dan kemampuan atau keterampilan. Adapun individual mechanisms (mekanisme individu) meliputi kepuasan kerja, stress, motivasi, tingkat kepercayaan dan keadilan, proses belajar dan pengambilan keputusan. Variabel-variabel tersebut dalam pandangan Colquitt dkk memberikan pengaruh terhadap komitmen organisasi.

Dari uraian tentang komitmen organisasi di atas, diketahui beberapa faktor yang dapat mempengaruhi komitmen organisasi, yaitu: 1) apakah budaya organisasi dapat mempengaruhi komitmen organisasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai? 2) apakah struktur organisasi dapat mempengaruhi komitmen organisasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai? 3) apakah gaya kepemimpinan kepala sekolah dapat mempengaruhi komitmen organisasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai? 4) apakah perilaku kepemimpinan kepala sekolah dapat mempengaruhi komitmen organisasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai? 5) apakah proses atau perekembangan tim dapat mempengaruhi komitmen organisasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai? 6) apakah karakteristik kelompok dapat mempengaruhi komitmen organisasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai? 7) apakah kepuasan kerja dapat mempengaruhi komitmen organisasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai? 8) apakah stress dapat mempengaruhi komitmen organisasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai? 9) apakah motivasi dapat mempengaruhi komitmen


(34)

14

organisasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai? 10) apakah pembelajaran dapat mempengaruhi komitmen organisasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai? 11) apakah pengambilan keputusan dapat mempengaruhi komitmen organisasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai?

C. Pembatasan Masalah

Dikarenakan permasalahan terkait dengan komitmen organisasi guru dan faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen organisasi guru tersebut cukup luas, maka peneliti perlu melakukan pembatasan masalah dalam penelitian ini. Adapun pembatasan masalah dalam penelitian ini adalah mengenai komitmen organisasi guru dan ditinjau dari faktor kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi guru.

Hal ini berarti, faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi komitmen organisasi guru tidak diteliti/dikaji. Kondisi ini disebabkan keterbatasan peneliti untuk mengkaji seluruh aspek yang berhubungan dengan komitmen organisasi guru.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah di atas, disusun rumusan masalah penelitian sebagai berikut:

1. Apakah kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh langsung terhadap

motivasi berprestasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai?


(35)

15

2. Apakah kepemimpinan kepala sekolah berpengaruh langsung terhadap

komitmen organisasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai?

3. Apakah motivasi berprestasi berpengaruh langsung terhadap komitmen

organisasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, peneliti menetapkan tujuan penelitian adalah untuk mengetahui:

1. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap motivasi berprestasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai.

2. Pengaruh kepemimpinan kepala sekolah terhadap komitmen organisasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai.

3. Pengaruh motivasi berprestasi terhadap komitmen organisasi guru SMA Negeri di Kecamatan Binjai Selatan Kota Binjai.

F. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Manfaat Teoritis

a. Memberikan informasi yang mendukung tentang pengaruh kepemimpinan

kepala sekolah dan motivasi berprestasi terhadap komitmen organisasi guru;

b. Memberikan informasi yang menguatkan tentang pengaruh kepemimpinan


(36)

16

c. Sebagai bahan masukan pada kajian atau penelitian yang relevan di masa mendatang.


(37)

17 2. Manfaat Praktis

a. Sebagai bahan masukan bagi Kepala sekolah selaku pemimpin organisasi sekolah khususnya dalam upaya meningkatkan motivasi berprestasi dan komitmen organisasi para guru.

b. Sebagai bahan masukan bagi guru dalam meningkatkan kinerjanya, hasil khususnya dengan peningkatan motivasi berprestasi dan peningkatan komitmen organisasi guru.

c. Sebagai bahan masukan bagi peneliti lain maupun pihak yang tertarik untuk

meneliti tentang komitmen organisasi yang diduga dipengaruhi oleh kepemimpinan pemimpin organisasi dan motivasi berprestasi di masa mendatang.


(38)

99

BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan data dan hasil analisis data yang telah dipaparkan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan motivasi berprestasi guru. Artinya semakin baik kepemimpinan kepala sekolah maka semakin baik motivasi berprestasi guru. Variasi yang terjadi pada variabel kepemimpinan kepala sekolah sebesar 46,4% dapat dipredikasi dalam meningkatkan motivasi berprestasi guru dan kepemimpinan kepala sekolah cenderung kategori tinggi.

2. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dengan komitmen organisasi guru. Artinya semakin baik kepemimpinan kepala sekolah maka semakin baik komitmen organisasi guru. Variasi yang terjadi pada variabel kepemimpinan kepala sekolah sebesar 46,7% dapat dipredikasi dalam meningkatkan komitmen organisasi guru dan kepemimpinan kepala sekolah cenderung kategori tinggi.

3. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi berprestasi dengan komitmen organisasi guru. Artinya semakin baik motivasi berprestasi maka semakin baik komitmen organisasi guru. Variasi yang terjadi pada variabel motivasi berprestasi sebesar 43% dapat dipredikasi dalam meningkatkan komitmen organisasi guru dan motivasi berprestasi cenderung kategori tinggi.

4. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi dengan komitmen organisasi guru. Artinya semakin baik kepemimpinan kepala sekolah dan moitivasi berprestasi maka semakin baik komitmen organisasi guru. Variasi yang terjadi pada variabel kepemimpinan kepala sekolah dan


(39)

100

motivasi berprestasi sebesar 53,5% dapat dipredikasi dalam meningkatkan komitmen organisasi guru.

B. Implikasi Hasil Penelitian

Implikasi penelitian dapat diberikan berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan penelitian. Untuk meningkatkan komitmen organisasi guruperlu upaya meningkatkan kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi berprestasi. Komitmen pada diri guru akan tumbuh jika adanya perlakuan khusus kepemimpinan kepala sekolah yangbaik, memberikan kenyamanan kepadaguru dalam melaksanakan tugas mengajar di sekolah.

Penyelenggaraan pendidikan formal merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi. Ada beberapa jenis pendidikan, diantaranya yaitu pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang mempersiapkan peserta didik untuk dapat menjalankan peranan yang menuntut penguasaan pengetahuan dan keterampilan demi kepentingan masa depan.

Guru sebagai salah satu unsur penting dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah harus memiliki komitmen. Komitmen guru terhadap pekerjaan didefinisikan sebagai hubungan psikologisantara seseorang dan pekerjaannya yang berdasarkan reaksi afektif terhadappekerjaan tersebut.Guru yang memiliki komitmen terhadappekerjaan yang kuat terutama dalam mengajar akan mengidentifikasi dan memiliki perasaan yang kuatterhadap pekerjaannya dibandingkan dengan orang yang komitmennya rendah.Hubungan emosional terhadap pekerjaan memberikan gambaran perilaku kerjaguru dalam mengajar adalah sesuai dan menentukan keinginan untuk tetap bertahan dan meningkatkan kemampuannya dalam mengajar.

Hasil penelitian ini jika diterapkan dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah, khususnya berkaitan dengan komitmen guru terhadap tugas mengajarnya merupakan perspektif yangmultidimensional yang berupa pengembangan dari teori komitmen


(40)

101

organisasi.Dalam pendekatan multidimensional, komitmen guru terhadap tugas mengajar seperti halnyakomitmen organisasi memberikan pemahaman yang kompleks mengenaiketerikatan guru dengan pekerjaannya.

Guru memegang peranan sentral dalam proses belajar mengajar. Jika komitmen guru terhadap organisasi rendah, maka akan terjadi kemangkiran guru yang akan berimplikasi negatif pada prestasi belajar siswa. Karena siswa harus selalu beradaptasi kembali dengan guru baru yang mengajarnya. Komitmen organisasi guru terhadap lembaga sekolah sebagai organisasi pada dasarnya merupakan suatu kondisi yang dirasakan oleh guru yang dapat menimbulkan perilaku positif yang kuat terhadap organisasi kerja yang dimilikinya. Komitmen guru terhadap organisasi khususnya sekolah tempat bekerja berkaitan dengan identifikasi dan loyalitas guru pada sekolah dengan meningkatkan kemampuannya untuk mencapai tujuan sekolah.

C. Saran

Berdasarkan uraian dalam simpulan dan implikasi hasil penelitian maka dapat diberikan beberapa saran antara lain:

Berdasarkan uraian dalam simpulan dan implikasi hasil penelitian maka dapat diberikan beberapa saran antara lain:

1. Kepala sekolah lebih meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepemimpinan dalam melaksanakan tugasnya di sekolah termasuk dalam melaksanakan kepemimpinan sehingga lebih meningkatkan profesionalisme guru dalam mengajar.

2. Para guru hendaknya berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan diri dengan mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan profesionalistas kerja dalam mengajar.


(41)

102

3. Bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian dengan melibatkan lebih banyak lagi variabel prediktor dan responden, sehingga aspek lain yang diduga memiliki hubungan dengan penelitian ini dapat dianalisis sehingga memperoleh hasil penelitian yang lebih sempurna.


(42)

(43)

103

DAFTAR PUSTAKA

Ambarita, Biner dan Paningkat Siburian. 2013. Manajemen Pendidikan dan Komunikasi. Bandung: Alfabeta.

Arikunto, Suharsimi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Blanchard, Kenneth H., and Hersey, Paul. 2006. Management of Organizational Behavior. Utilizing Human Recource. New Jersey: Prentice-Hall.

Colquitt Jasson A., Jeffery A. Lepine, Michael J. Wesson. 2009. Organizational Behavior, Improving Performance and Commitment In The Workplace. New York : McGraw Hill International Edition.

Dasmiati. 2013. “Pengaruh Persepsi Guru Tentang Kecerdasan Emosional Kepala Sekolah, Iklim Kerja, Dan Terhadap Komitmen Afektif Guru Sekolah Luar Biasa di Medan”. Jurnal Manajemen Pendidikan Indonesia, Vol.5 Nomor 1, Medan.

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Echols, John M.. 2003. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Fattah, Nanang. 2003. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Rosdakarya.

Gibson, James l, Jhon M. Ivancevich, and James H Donnelly, Jr. 1997. Organisasi, Prilaku, Struktur, Proses. Terjemahan Agus Dharma. Jakarta: Erlangga.

Harun, Al-Rasjid. 1994. Analisis Jalur (Path Analysis). Bandung: Universitas Padjadjaran.

Hasan, Chalijah. 2002. Dimensi-dimensi Psikologi Pendidikan. Surabaya: Al-Ikhlash.

Jumpa Ukur.2011. “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kepuasan Kerja dan Pengendalian Stres Terhadap Komitmen Kepala Sekolah. Studi Empiris di SD/MI Di Kota Tebing Tinggi“. Tesis. Program Pasca Sarjana Uninersitas Negeri Medan.

Kusnendi. 2005. Analisis Jalur Konsep dan Aplikasi dengan Program SPSS &


(44)

104

Luthan, Fred. 2006. Perilaku Organisasi: Edisi kesepuluh terjemahan. Yogyakarta: Andi.

Mathis, Robert L dan John H. Jakcson. 2006. Human Resource Management:

Manajemen Sumber Daya Manusia, Buku I, Alih Bahasa: Diana Angelia.

Jakarta : Salemba Empat.

Meyer, John P., Allen, Natalie J., Smith, Catherine A. 1997. “Commitment to Organizations and Occupations”. Journal of Applied Psychology, Vol.78, No.4, 538-551.

Miner, John B., 1992. Industrial Organizational Psychology. New York: Random Grawhill, Inc.

Perryer, Chris.,et.al., 2010. “Predicting Turnover Intentions: The Interactive Effects Of Organizational Commitment And Perceived Organizational Support”. Management Research Review, Vol. 33 Iss: 9, pp.911 – 923 Ricky,GriffinW.danEbertJ.Ronald.1999. Business.edisi-5.

NewJersey:PrenticeHallInternationalInc.

Robbin, Stephen. 2006. Perilaku Organisasi. Alih Bahasa Hadiana Pudja Atmaka, Jakarta : Prehalindo.

Siburian, Paningkat.2009.Pengaruh Komunikasi Interpersonal dan Motivasi Berprestasi terhadap Kepuasan Kerja.Studi Kausal pada SMA Parulian 2 Medan. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Medan.

Silalahi, Freddy. 2013. Pengaruh Persepsi Guru tentang Supervisi Akademik, Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja

Guru SMK Kecamatan Medan Sunggal. Dalam Jurnal Manajemen

Pendidikan Indonesia. Vol.5. No.1 April 2013.

Simanjuntak, Edwin TH. 2012. “Pengaruh Budaya Organisasi, Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Organisasi Guru”. Formasi, Jurnal Kajian Manajemen Pendidikan, Vol.13 Nomor 1 Medan.

Sopiah, 2008. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Andi.

Steers, Richard M and Lyman W, Porter. 2003. Motivation and Work Behavior. New York, McGraw Hill, Inc.

Sugiono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sukartini, Patmah, Sri. dan Mohammad Imam Faisal Baihaqi. 2007. Teori Psikologi Pendidikan. Dalam Ali.M., Ibrahim, R., Sukmadinata, N.S.,


(45)

105

Sudjana, D., dan Rasjidin, W Penyunting. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: Pedagogiana Press.

Thoha Miftah. 2007. Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Usman, H . 2008. Manajemen: Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Wahjosumidjo. 2001. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan Permasalahan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

William,Lindsay M. dan Patrick A. Joseph. 1997. Total Quality and Organization Development. Florida:St.LuciePress,

Winardi,J. 2007. Motivasi dan Pemotivasian Dalam Manajemen. Jakarta: Grafindo Persada

Wirawan. 2014. Kepemimpinan: Teori, Psikologi, Perilaku Organisasi, Aplikasi dan Penelitian. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada

Yasaratodo Wau. 2012, “Pengaruh Kepemimpinan partisipatif, kemampuan pribadi, Iklim kerja, dan motivasi berprestasi terhadap komitmen afektif kepala sekolah”. Disertasi. Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Medan

Yetti S. 2013. “Kemampuan Profesional, Iklim komunikasi dan Budaya Kerja dengan Komitmen Kerja Guru”. Jurnal Manajemen Pendidikan Indonesia, Medan, Vol.5 Nomor 2.

Yukl, Gary. 2008. Kepemimpinan dalam Organisasi. Alih Bahasa: Budi Suprianto. Indeks: Jakarta.


(1)

organisasi.Dalam pendekatan multidimensional, komitmen guru terhadap tugas mengajar seperti halnyakomitmen organisasi memberikan pemahaman yang kompleks mengenaiketerikatan guru dengan pekerjaannya.

Guru memegang peranan sentral dalam proses belajar mengajar. Jika komitmen guru terhadap organisasi rendah, maka akan terjadi kemangkiran guru yang akan berimplikasi negatif pada prestasi belajar siswa. Karena siswa harus selalu beradaptasi kembali dengan guru baru yang mengajarnya. Komitmen organisasi guru terhadap lembaga sekolah sebagai organisasi pada dasarnya merupakan suatu kondisi yang dirasakan oleh guru yang dapat menimbulkan perilaku positif yang kuat terhadap organisasi kerja yang dimilikinya. Komitmen guru terhadap organisasi khususnya sekolah tempat bekerja berkaitan dengan identifikasi dan loyalitas guru pada sekolah dengan meningkatkan kemampuannya untuk mencapai tujuan sekolah.

C. Saran

Berdasarkan uraian dalam simpulan dan implikasi hasil penelitian maka dapat diberikan beberapa saran antara lain:

Berdasarkan uraian dalam simpulan dan implikasi hasil penelitian maka dapat diberikan beberapa saran antara lain:

1. Kepala sekolah lebih meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku kepemimpinan dalam melaksanakan tugasnya di sekolah termasuk dalam melaksanakan kepemimpinan sehingga lebih meningkatkan profesionalisme guru dalam mengajar.

2. Para guru hendaknya berusaha untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan diri dengan mengikuti berbagai pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan profesionalistas kerja dalam mengajar.


(2)

3. Bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian dengan melibatkan lebih banyak lagi variabel prediktor dan responden, sehingga aspek lain yang diduga memiliki hubungan dengan penelitian ini dapat dianalisis sehingga memperoleh hasil penelitian yang lebih sempurna.


(3)

(4)

DAFTAR PUSTAKA

Ambarita, Biner dan Paningkat Siburian. 2013. Manajemen Pendidikan dan Komunikasi. Bandung: Alfabeta.

Arikunto, Suharsimi. 2003. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Blanchard, Kenneth H., and Hersey, Paul. 2006. Management of Organizational Behavior. Utilizing Human Recource. New Jersey: Prentice-Hall.

Colquitt Jasson A., Jeffery A. Lepine, Michael J. Wesson. 2009. Organizational Behavior, Improving Performance and Commitment In The Workplace. New York : McGraw Hill International Edition.

Dasmiati. 2013. “Pengaruh Persepsi Guru Tentang Kecerdasan Emosional Kepala Sekolah, Iklim Kerja, Dan Terhadap Komitmen Afektif Guru Sekolah Luar Biasa di Medan”. Jurnal Manajemen Pendidikan Indonesia, Vol.5 Nomor 1, Medan.

Departemen Pendidikan Nasional. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Echols, John M.. 2003. Kamus Inggris Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Fattah, Nanang. 2003. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung:

Rosdakarya.

Gibson, James l, Jhon M. Ivancevich, and James H Donnelly, Jr. 1997. Organisasi, Prilaku, Struktur, Proses. Terjemahan Agus Dharma. Jakarta: Erlangga.

Harun, Al-Rasjid. 1994. Analisis Jalur (Path Analysis). Bandung: Universitas Padjadjaran.

Hasan, Chalijah. 2002. Dimensi-dimensi Psikologi Pendidikan. Surabaya: Al-Ikhlash.

Jumpa Ukur.2011. “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Kepuasan Kerja dan Pengendalian Stres Terhadap Komitmen Kepala Sekolah. Studi Empiris di SD/MI Di Kota Tebing Tinggi“. Tesis. Program Pasca Sarjana Uninersitas Negeri Medan.

Kusnendi. 2005. Analisis Jalur Konsep dan Aplikasi dengan Program SPSS &


(5)

Luthan, Fred. 2006. Perilaku Organisasi: Edisi kesepuluh terjemahan. Yogyakarta: Andi.

Mathis, Robert L dan John H. Jakcson. 2006. Human Resource Management:

Manajemen Sumber Daya Manusia, Buku I, Alih Bahasa: Diana Angelia.

Jakarta : Salemba Empat.

Meyer, John P., Allen, Natalie J., Smith, Catherine A. 1997. “Commitment to Organizations and Occupations”. Journal of Applied Psychology, Vol.78, No.4, 538-551.

Miner, John B., 1992. Industrial Organizational Psychology. New York: Random Grawhill, Inc.

Perryer, Chris.,et.al., 2010. “Predicting Turnover Intentions: The Interactive Effects Of Organizational Commitment And Perceived Organizational Support”. Management Research Review, Vol. 33 Iss: 9, pp.911 – 923

Ricky,GriffinW.danEbertJ.Ronald.1999. Business.edisi-5.

NewJersey:PrenticeHallInternationalInc.

Robbin, Stephen. 2006. Perilaku Organisasi. Alih Bahasa Hadiana Pudja Atmaka, Jakarta : Prehalindo.

Siburian, Paningkat.2009.Pengaruh Komunikasi Interpersonal dan Motivasi Berprestasi terhadap Kepuasan Kerja.Studi Kausal pada SMA Parulian 2 Medan. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Medan.

Silalahi, Freddy. 2013. Pengaruh Persepsi Guru tentang Supervisi Akademik, Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja

Guru SMK Kecamatan Medan Sunggal. Dalam Jurnal Manajemen

Pendidikan Indonesia. Vol.5. No.1 April 2013.

Simanjuntak, Edwin TH. 2012. “Pengaruh Budaya Organisasi, Kepemimpinan dan Kepuasan Kerja Terhadap Komitmen Organisasi Guru”. Formasi, Jurnal Kajian Manajemen Pendidikan, Vol.13 Nomor 1 Medan.

Sopiah, 2008. Perilaku Organisasi. Yogyakarta: Andi.

Steers, Richard M and Lyman W, Porter. 2003. Motivation and Work Behavior.

New York, McGraw Hill, Inc.

Sugiono. 2009. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Sukartini, Patmah, Sri. dan Mohammad Imam Faisal Baihaqi. 2007. Teori Psikologi Pendidikan. Dalam Ali.M., Ibrahim, R., Sukmadinata, N.S.,


(6)

Sudjana, D., dan Rasjidin, W Penyunting. Ilmu dan Aplikasi Pendidikan. Bandung: Pedagogiana Press.

Thoha Miftah. 2007. Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Usman, H . 2008. Manajemen: Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Wahjosumidjo. 2001. Kepemimpinan Kepala Sekolah Tinjauan Teoritik dan

Permasalahan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

William,Lindsay M. dan Patrick A. Joseph. 1997. Total Quality and Organization Development. Florida:St.LuciePress,

Winardi,J. 2007. Motivasi dan Pemotivasian Dalam Manajemen. Jakarta:

Grafindo Persada

Wirawan. 2014. Kepemimpinan: Teori, Psikologi, Perilaku Organisasi, Aplikasi dan Penelitian. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada

Yasaratodo Wau. 2012, “Pengaruh Kepemimpinan partisipatif, kemampuan

pribadi, Iklim kerja, dan motivasi berprestasi terhadap komitmen afektif kepala sekolah”. Disertasi. Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Medan

Yetti S. 2013. “Kemampuan Profesional, Iklim komunikasi dan Budaya Kerja dengan Komitmen Kerja Guru”. Jurnal Manajemen Pendidikan Indonesia, Medan, Vol.5 Nomor 2.

Yukl, Gary. 2008. Kepemimpinan dalam Organisasi. Alih Bahasa: Budi


Dokumen yang terkait

PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH, PENGALAMAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KOMITMEN AFEKTIF DI SMK NEGERI KOTA BINJAI.

0 2 48

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN SITUASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN KEPUASAN KERJA GURU DI SMA NEGERI KOTA BINJAI.

0 2 28

HUBUNGAN PERSEPSI GURU TENTANG PERILAKU KEPEMIMPINAN TRANSFORMASIONAL KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM KOMUNIKASI DENGAN KINERJA GURU SD NEGERI DI KECAMATAN BINJAI TIMUR KOTA BINJAI.

0 3 34

PERSEPSI GURU TERHADAP HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA DENGAN KINERJA GURU SD GUGUS I KECAMATAN BINJAI BARAT KOTA BINJAI.

0 0 34

PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KOMITMEN KERJA GURU SMP NEGERI DI KECAMATAN MEDAN KOTA.

0 0 44

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN KINERJA GURU SMA NEGERI DI KOTA BINJAI.

0 2 12

HUBUNGAN BUDAYA ORGANISASI SEKOLAH DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DENGAN KINERJA GURU SMAN KOTA BINJAI.

0 1 12

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, MOTIVASI BERPRESTASI DAN PARTISIPASI GURU DALAM MENGAMBIL KEPUTUSAN DENGAN KINERJA GURU SD NEGERI DI KECAMATAN BINJAI UTARA KOTA BINJAI.

0 0 32

Pengaruh Kepemimpinan Kepala Sekolah Dan Motivasi Berprestasi Guru Terhadap Kinerja Mengajar Guru Pada Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya.

0 1 67

PENGARUH IKLIM ORGANISASI DAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI GURU SMA NEGERI DI KABUPATEN LANDAK

1 1 11