Studi Deskriptif Mengenai Gaya Kepribadian Pada Marketing Staff Bank "X" di Kota Bandung.

(1)

i Universitas Kristen Maranatha ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gaya kepribadian pada marketing staff Bank “X” kota Bandung. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan penelitian deskriptif. Dalam penelitian ini menggunakan teknik sensus yang berjumlah 20 responden.

Teori yang digunakan adalah teori Personality Self-Portrait dari John M. Oldham, M.D., dan Lois B. Morris (1988). Alat ukur yang digunakan merupakan alat ukur yang disadur oleh Felix Lengkong, M.A., Ph.D. dari buku John M. Oldman, M.D. & Lois B. Morris (1990) yang terdiri dari 104 item. Berdasarkan hasil uji validitas dengan menggunakan Rank Spearman dan uji reliabilitas dengan menggunakan rumus koefisien reliabilitas Alpha Cronbach diperoleh validitas berkisar antara 0,302 – 0,935 dan reliabilitas sebesar 0,765. Pengolahan data menggunakan teknik analisis deskriptif yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan tabulasi silang.

Dari hasil penelitian ini diperoleh bahwa sebanyak 35% marketing staff Bank “X” di kota Bandung memiliki gaya kepribadian Dramatic, 25% memiliki gaya kepribadian Conscientious, lalu 15% memiliki gaya kepribadian Devoted serta 5% memiliki gaya kepribadian Solitary, 5% Adventurous, 5% Mercurial, 5% sensitive, dan 5% Aggressive. Marketing staff yang memiliki gaya kepribadian Dramatic memiliki daya tarik yang membuat orang sekitarnya akan terpengaruh. Marketing staff yang memiliki gaya kepribadian Conscientious akan senang bekerja keras untuk mendapatkan prestasi dan Marketing Staff yang memiliki gaya kepribadian Devoted akan setia dengan atasan yang mereka segani dan tidak akan ragu-ragu untuk bekerja keras demi atasannya.

Peneliti mengajukan saran agar dalam penelitian lanjutan berikutnya perlu mencari tiga kepribadian yang menonjol dan melihat kecocokan gaya kepribadian dengan pekerjaan yang ditekuni. Adapun saran yang dapat diberikan bagi lembaga adalah hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi atasan untuk lebih mengenali gaya kepribadian marketing staff Bank “X”, sehingga dapat mengetahui bagamaimana cara menghadapi karyawan-karyawan tersebut.


(2)

ii Universitas Kristen Maranatha ABSTRACT

The research was conducted to determine the personality style on the marketing staff of the "X" Bank in Bandung. The design in this research is using descriptive research design. This study using census techniques that amounted to 20 respondents.

The theory is derived from Personality Self-Portrait of John M. Oldham, M.D., and Lois B. Morris (1988) theories. A measuring tool is derived from a measurement tool, adapted by Felix Lengkong, MA, Ph.D. of the book John M. Oldman, M.D. & Lois B. Morris (1990) which consists of 104 items. Based on the result, validity test is using the Spearman Rank and reliability testing is using Cronbach alpha reliability coefficient formula obtained validity ranged from 0.302 to 0.935 and the reliability of 0.765. The processing data is using descriptive analysis techniques presented in the form of frequency distributions and cross tabulation.

The research of this study found that as many 35% of marketing staff of the "X" Bank in Bandung have Dramatic personalities style, 25% have Conscientious personalities style, 15% have Devoted personalities style and 5 % have Solitary personalities style, 5% Adventurous, 5% Mercurial, 5% Sensitive, and 5% Aggressive. Marketing staff who has a Dramatic personality style would be charming and make people around him will be affected. Marketing staff who has a Conscientious personality style will be happy to work hard to get achievements, and Marketing staff who has a Devoted personality style will be loyal to his boss, respect and would not hesitate to work hard for his boss.

The researchers give any suggestions to the next advanced research to looking for the three personalities that stand out and look in how appropriate the personalities style to the job occupied. The result can be given as an advice or a suggestion for the “X” Bank, that can be being input for the boss to the better identify the personality style of marketing staff of the "X" Bank, so it can be known how to deal with these employees.


(3)

v Universitas Kristen Maranatha DAFTAR ISI

ABSTRAK ...i

ABSTRACT ...ii

KATA PENGANTAR ...iii

DAFTAR ISI...v

DAFTAR TABEL ...ix

DAFTAR GAMBAR ...x

DAFTAR LAMPIRAN ...xi

BAB I` PENDAHULUAN ...1

1.1Latar Belakang Masalah ...1

1.2Identifikasi Masalah ...14

1.3Maksud dan Tujuan Penelitian ...14

1.3.1 Maksud Penelitian ...14

1.3.2 Tujuan Penelitian ...14

1.4Kegunaan Penelitian ...15

1.4.1 Kegunaan Teoritis ...15

1.4.2 Kegunaan Praktis ...15

1.5Kerangka Pikir ...15


(4)

vi Universitas Kristen Maranatha

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ...27

2.1 Personality Self– Portrait (Tipe Kepribadian) ...27

2.1.1 Kemungkinan-kemungkinan Bagi Setiap Individu ...28

2.1.2 Gen-gen dan Pengalaman ...28

2.1.3 Gaya Kepribadian : Hal yang Baik ...30

2.1.4 Enam Fungsi Utama ...31

2.1.5 Tiga Belas Kepribadian Menurut Jhon M. Oldham, M.D., M.S ...33

2.2 Definisi Marketing (Pemasaran) ...56

2.2.1 Fungsi-fungsi Pemasaran ...57

2.2.1.1 Fungsi Pertukaran...57

2.2.1.2 Fungsi Distribusi Fisik ...57

2.2.1.3 Fungsi Perantara ...57

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ...58

3.1 Rancangan dan Prosedur Penelitian ...58

3.2 Bagan Rancangan Penelitian ...59

3.3 Variabel Penelitian ...59

3.3.1 Definisi Konseptual ...59

3.3.2 Definisi Operasional ...60


(5)

vii Universitas Kristen Maranatha

3.4.1 Prosedur Pengisian ...65

3.4.2 Sistem Penilaian ...65

3.4.3 Data Penunjang ...65

3.5 Validitas dan Reliabilitas Alat Ukur ...66

3.5.1 Validitas Alat Ukur ...66

3.5.2 Reliabilitas Alat Ukur ...67

3.6 Populasi Sasaran dan Teknik Sampling ...69

3.6.1 Populasi Sasaran ...69

3.6.2 Karakteristik Sampel ...69

3.6.3 Teknik Penarikan Sampel ...69

3.7 Teknik Analisis Data ...69

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ...71

4.1 Gambaran Responden ...71

4.2 Hasil Penelitian ...74

4.2.1 Persentase Gaya Kepribadian Marketing Staff ...74

4.3 Pembahasan ...81

4.3.1 Gambaran Gaya Kepribadian Marketing Staff ...81

4.3.2 Gambaran Interaksi Antar Gaya Kepribadian Marketing Staff ...91

4.3.3 Gambaran Gaya Kepribadian Berdasarkan Jenis Kelamin dan Usia ...93


(6)

viii Universitas Kristen Maranatha

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...98

5.1 Kesimpulan ...98

5.2 Saran ...98

5.2.1 Saran Teoritis ...99

5.2.2 Saran Praktis ...98

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR RUJUKAN LAMPIRAN


(7)

ix Universitas Kristen Maranatha DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Gaya Kepribadian – Rangkaian Gangguan Kepribadian ...30

Tabel 2.2 Enam Area Kunci Hidup ...32

Tabel 3.1 Distribusi Item Kuesioner Gaya Kepribadian...64

Tabel 4.1 Gambaran Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ...71

Tabel 4.2 Gambaran Responden Berdasarkan Usia ...71

Tabel 4.3 Responden Berdasarkan Peran Orang Tua Dalam Kehidupan ...72

Tabel 4.4 Responden Berdasarkan Orang yang Berperan Dalam Kehidupan ...72

Tabel 4.5 Responden Berdasarkan Penanaman Bertingkah Laku dari Orang Tua ...73

Tabel 4.6 Responden Berdasarkan Keteladanan Bertingkah Laku dari Orang Tua ...73

Tabel 4.7 Responden Berdasarkan Figur yang Mempengaruhi Tingkah Laku ...74

Tabel 4.8 Distribusi Frekuensi Gaya Kepribadian Marketing Staff ...75

Tabel 4.9 Gaya Kepribadian Marketing Staff Berdasarkan Rangking...76

Tabel 4.10 Tabulasi Silang Antara Gaya Kepribadian dan Jenis Kelamin ...77

Tabel 4.11 Tabulasi Silang Antara Gaya Kepribadian dan Usia ...78

Tabel 4.12 Tabulasi Silang Antara Gaya Kepribadian dan Peran Orang Tua ...79

Tabel 4.13 Tabulasi Silang Antara Gaya Kepribadian dan Orang yang Berperan dalam Kehidupan ...79

Tabel 4.14 Tabulasi Silang Antara Gaya Kepribadian dan Penanaman Cara Bertingkah Laku ...80

Tabel 4.15 Tabulasi Silang Antara Gaya Kepribadian dan Keteladanan Bertingkah Laku dari Orang Tua ...80

Tabel 4.16 Tabulasi Silang Antara Gaya Kepribadian dan Figur yang Mempengaruhi Tingkah Laku ...81


(8)

x Universitas Kristen Maranatha DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Skema Kerangka Pikir ...25 Gambar 3.1 Bagan rancangan penelitian ...59


(9)

xi Universitas Kristen Maranatha DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Data Pribadi dan Data penunjang

Lampiran 2 : Alat ukur Personality Self-Portrait dan Lembaran score sheet Lampiran 3 : Gambaran Subjek


(10)

1 Universitas Kristen Maranatha BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perusahaan adalah suatu organisasi yang melakukan kegiatan menghasilkan barang atau jasa dengan tujuan untuk dijual dan untuk memperoleh laba dari hasil kegiatan tersebut. Berdasarkan sifat kegiatan produksi dan produk yang dihasilkannya, perusahaan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu perusahaan jasa,

perusahaan perdagangan, dan perusahaan manufaktur.

(sumber:www.seputarakuntansi.info). Perbankan termasuk ke dalam jenis

perusahaan jasa karena sifat kegiatannya yang bergerak dalam bidang pelayanan yang memberikan kemudahan, kenyamanan, dan kepuasan kepada masyarakat yang memerlukan.

Bank “X” adalah salah satu dari sekian banyak perbankan International yang

merupakan gabungan bank dari berbagai negara yaitu India, Australia, China dan Afrika Selatan. Bank “X” ini terbentuk sejak tahun 1853 dan saat ini telah tersebar di 56 negara.

Dalam suatu perusahaan perbankan terdapat suatu bagian unit kerja yang memiliki tanggung jawab untuk memasarkan dan mempromosikan produk yang dihasilkan dari perusahaan perbankan tersebut. Unit kerja itu biasa dikenal sebagai


(11)

2

Universitas Kristen Maranatha marketing unit. Produk-produk dari suatu perusahaan perbankan akan dapat diterima

oleh masyarakat apabila marketing unit ini memiliki kemampuan dalam bernegosiasi dengan masyarakat yang berperan sebagai konsumen. Adapun orang-orang yang terlibat langsung dalam kegiatan pemasaran dan penjualan produk ini dikenal sebagai marketing staff.

Marketing staff merupakan ujung tombak keberhasilan dari suatu perusahaan

baik perusahaan perdagangan maupun perusahaan perbankan dalam memasarkan dan menjual produk yang dihasilkan. Marketing staff dituntut untuk dapat mencapai target penjualan yang telah ditentukan oleh perusahaan dan memberikan pelayanan yang baik terhadap nasabah yang secara langsung akan mempengaruhi target penjualan produk. Jika marketing staff tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik, maka akan berdampak negatif terhadap perusahaan tersebut. Misalnya jika marketing staff tidak mampu mempresentasikan dan menawarkan keunggulan dari produk kepada nasabah, maka calon nasabah tidak akan tertarik untuk bergabung menjadi nasabah tetap, sehingga target penjualan produk yang diberikan oleh perusahaan tidak akan tercapai dengan maksimal.

Bank “X” memiliki brand promise, yaitu here for good, yang artinya Bank

“X” ingin menjadi salah satu bank international terbaik di dunia. Untuk dapat mencapai keberhasilan dari brand promise tersebut, maka diperlukan peran dari para marketing staff sebagai ujung tombak pemasaran produk perusahaan. Bank “X” memiliki suatu ketentuan nilai-nilai yang harus dimiliki oleh para marketing staff


(12)

3

Universitas Kristen Maranatha dalam menjalankan pekerjaannya. Adapun nilai-nilai yang dimaksud tersebut yaitu: Courgeous, Responsive, International, Creative, dan Trustworthy.

Courageous, yaitu berani dalam menghadapi nasabah saat menawarkan

produk perusahaan dan percaya diri dalam mengekspresikan pandangan-pandangan yang dapat menguntungkan nasabah, serta berani memberikan solusi yang menurut marketing staff lebih baik untuk para nasabah. Marketing staff pun dituntut harus siap

dalam menanggapi respon diberikan oleh calon nasabah, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan.

Responsive, yaitu cepat tanggap akan kebutuhan dan mau menjadi pendengar

yang baik saat nasabah mempunyai keluhan, serta membantu nasabah untuk dapat memenuhi kebutuhannya dan mencarikan solusi dari permasalahan yang dihadapi nasabah yaitu dengan cara berempati kepada nasabah.

International, yaitu respect terhadap semua nasabah baik lokal maupun

internasional, dan bersikap profesional atau tidak membeda-bedakan. Selain itu harus dapat memberikan yang terbaik kepada semua nasabah dengan standar yang telah ditentukan.

Creative, yaitu mencari cara yang menarik untuk membuat nasabah menjadi

tertarik dengan produk yang ditawarkan sehingga dalam hal ini sangat diperlukan kemampuan untuk bernegosiasi dengan calon nasabah secara baik dan menarik.


(13)

4

Universitas Kristen Maranatha Trustworthy, yaitu kepercayaan, sebagai marketing staff mereka harus

memegang kepercayaan nasabahnya, membuat nasabah nyaman dan mempercayakan kita akan memberikan yang terbaik untuk mereka lewat produk-produk yang menguntungkan.

Berikut ini ada beberapa tahapan yang biasa dilewati oleh seorang marketing staff di Bank “X” dalam menjalankan pekerjaannya. Tahapan pertama yaitu memperkenalkan atau mempresentasikan produk yang sedang dipromosikan oleh perusahaan dengan cara sales call atau telephone. Kemudian mengadakan visit atau bertemu langsung dengan calon nasabah untuk menjelaskan produk yang akan ditawarkan secara lebih terinci. Marketing staff tersebut harus memberikan penjelasan ulang tentang keuntungan dan kelebihan dari produk yang ditawarkan. Dalam setiap presentasi seringkali terjadi tanya jawab, maka seorang marketing staff yang baik harus dapat memberikan penjelasan yang memuaskan bagi para calon nasabah dan juga harus berani menyampaikan pendapat-pendapatnya yang dapat memberikan kepuasan bagi calon nasabah. Seorang marketing staff yang sekaligus berperan sebagai consultant financial harus mematuhi salah satu kode etik dalam memasarkan produk, yaitu tidak diperbolehkan menyampaikan informasi produk lain dengan nada menyerang atau menjelekan produk yang ditawarkan oleh kompetitor lain.

Tahapan kedua yaitu marketing staff diharuskan untuk dapat menonjolkan nilai unggul positif dari produk yang ditawarkan atau lebih dikenal dengan sales point dengan cara yang kreatif. Diharapkan dengan cara itu produk yang ditawarkan


(14)

5

Universitas Kristen Maranatha mempunyai nilai plus dari sudut pandang calon nasabah. Sales point dapat dilakukan oleh seorang marketing staff dengan cara mempromosikan bunga tabungan yang tinggi, bebas biaya administrasi, kredit tanpa agunan, hadiah cuma-cuma, transaksi mudah dimana saja, dan lain-lain saat menawarkan produk perusahaan. Dalam proses ini seringkali calon nasabah memberikan tanggapan yang bersifat membandingkan produk yang ditawarkan marketing staff dengan produk pesaing. Saat kondisi ini terjadi, marketing staff harus memberikan kesempatan bicara bagi calon nasabah untuk menanggapi produk yang sedang ditawarkan, dan diharapkan mampu menemukan kebutuhan dari calon nasabah, sekaligus mencarikan solusi yang tepat atas keluhan calon nasabah. Tidak menutup kemungkinan marketing staff tersebut akan tetap ditolak oleh calon nasabahnya walaupun sudah memberikan pelayanan yang baik dan informatif, sehingga para marketing staff harus menyiapkan teknik-teknik untuk mengakhiri persentasi produknya.

Tahapan yang ketiga, yaitu closing. Maksud dari closing ini adalah marketing staff mengakhiri presentasi yang telah disampaikan kepada calon nasabah dengan

tetap menggunakan bahasa yang santun walaupun produk yang ditawarkan ditolak oleh calon nasabah. Tetapi, apabila produk yang ditawarkan diterima oleh calon nasabah maka sebagai marketing staff yang baik sudah seharusnya dapat menjaga kepercayaan nasabah dan tidak mengecewakan mereka dengan produk yang dijual.

Bank “X” memberikan target kepada setiap marketing staff untuk dapat


(15)

6

Universitas Kristen Maranatha berikut, setiap marketing staff harus memiliki minimal 3 nasabah dalam satu bulan yang minimal menabung 50 juta dengan jumlah akumulasi sebesar 200 juta. Bisa juga marketing staff mendapatkan 4 nasabah dengan tabungan sebesar 50 juta atau 5

nasabah dengan tabungan sebesar 25 juta. Hal tersebut merupakan target minimal seorang marketing staff Bank “X” agar dikatakan berprestasi dan mendapatkan komisi (achieved). Namun, untuk mendapatkan kenaikan jabatan, target yang mesti dipenuhi adalah dalam 6 bulan setiap marketing staff harus memiliki 18 nasabah, dimana minimal 4 nasabah tersebut menabung 500 juta, dan dalam 3 bulan terakhir marketing staff harus achieved. Apabila target achieved belum tercapai, Bank “X” akan memberikan kesempatan kepada marketing staff dalam posisi yang sama untuk berusaha achieved selama 3 bulan berikutnya. Marketing staff akan mendapatkan surat peringatan apabila kesempatan kedua untuk memenuhi target achieved yang diberikan oleh perusahaan tidak dapat dipenuhi. Hal tersebut yang menjadi tantangan terbesar sekaligus menjadi salah satu pressure bagi setiap marketing staff.

Untuk dapat tetap bertahan dalam pekerjaannya, marketing staff harus memiliki loyalitas yang tinggi karena perusahaan tidak memberikan komisi lembur walaupun mereka memiliki jam kerja yang lebih panjang dibandingkan dengan staff di bidang lainnya. Marketing staff merupakan perwakilan dari sebuah perusahaan yang merupakan ujung tombak keberhasilan dari penjualan produk yang ditawarkan, sehingga diperlukan kerja keras dan waktu kerja yang lebih banyak untuk dapat memenuhi target penjualan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.


(16)

7

Universitas Kristen Maranatha Seorang marketing staff juga harus bersikap ramah, menarik, dan menjaga norma kesopanan sehingga calon nasabah akan merasa nyaman dan tertarik saat berinteraksi dalam penawaran produk. Dalam menjalankan pekerjaannya, seorang marketing staff mungkin saja mengalami kegagalan dalam menawarkan produk

perusahaan, namun mereka harus dapat tetap menjaga hubungan/relasi yang baik dengan calon nasabah tersebut. Salah satu keuntungannya jika seorang marketing staff dapat menjaga hubungan baik dengan para nasabahnya adalah mereka dapat

meminta referensi lain untuk dijadikan calon nasabah seperti teman-teman, kerabat, bahkan mungkin keluarganya.

Menurut hasil wawancara terhadap sales manager marketing Bank “X”, didapatkan infomasi bahwa sebagai seorang sales manajer marketing ia seringkali menjumpai kesulitan dalam menghadapi 20 marketing staff yang memiliki karakter berbeda-beda. Menurutnya ada marketing staff yang mudah diajak bekerja sama saat menjalankan pekerjaannya, namun ada juga yang sulit diatur dan diajak bekerja sama bahkan memiliki kecenderungan bekerja sesuai dengan kemauan sendiri. Kadangkala seorang sales manager marketing merasa kesal melihat perilaku yang kurang baik dari marketing staff seperti: sering datang telat, malas melakukan salescall atau menelepon nasabah untuk memperbaharui info produk perusahaan yang ditawarkan. Menurut sales manager marketing tersebut, sebenarnya para marketing staff yang ada di bawah tanggung jawabnya bisa saja mencapai achieved setiap bulan, hanya saja ada beberapa dari marketing staff tersebut kurang memiliki kemauan dan kegigihan


(17)

8

Universitas Kristen Maranatha dalam menawarkan produk. Kemampuan seorang sales manager marketing dalam memimpin dan bekerja sama dengan para marketing staff sangat diperlukan, karena setiap tindakan yang dilakukannya akan mendapat tanggapan dan dampak yang berbeda-beda pada setiap marketing staff nya.

Menurut hasil wawancara pada beberapa marketing staff perihal kinerja dan kepemimpinan atasannya, mereka mempunyai tanggapan yang berbeda-beda. Ada yang berpendapat bahwa keterlambatan datang ke kantor tidak akan mempengaruhi kinerjanya dalam mencari calon nasabah baru. Achieved atau tidaknya itu, tidak bisa diatur sesuai dengan keinginan, yang terpenting adalah sudah menjalankan pekerjaan dengan baik dan tanggung jawab. Pendapat lainnya menyebutkan bahwa kepemimpinan dari sales manager marketing sudah sangat sabar dalam menghadapi marketing staff yang jarang mendapatkan achieved. Ada juga yang merasa kesal

karena sales manager marketing dirasa kurang dapat mengerti keadaan bawahannya dan sering terlalu cerewet padahal setiap bulannya marketing staff tersebut dapat memenuhi target pekerjaannya yang dibuktikan dengan achieved.

Setiap marketing staff memiliki perilaku yang berbeda-beda dalam menghadapi tekanan dari atasan untuk dapat memenuhi target penjualan. Dari hal tersebut dapat dilihat bahwa setiap individu memiliki style yang berbeda-beda dalam merespon, bertindak dan berperilaku di suatu lingkungan yang sama. Perilaku mereka itu juga akan mencerminkan bagaimana cara mereka bekerja yang nantinya akan mempengaruhi pencapaian prestasi pekerjaan.


(18)

9

Universitas Kristen Maranatha Menurut sales manager marketing di Bank “X”, seorang marketing staff harus memiliki kesadaran dan inisiatif yang tinggi dengan pekerjaannya. Dengan demikian setiap marketing staff akan sadar dengan kewajibannya seperti melakukan sales call setiap hari tanpa harus selalu ditegur atau diperingati terlebih dahulu. Ia

juga berpendapat bahwa seorang marketing staff yang baik harus memiliki semangat yang tinggi, pantang menyerah dan tidak malu atau gengsi walaupun ditolak terus oleh calon nasabah.

Menurut John M. Oldham, M.D., dan Lois B. Morris (1988), ada tiga belas gaya kepribadian yang mempunyai tipe karakteristik yang berbeda-beda. Setiap individu dapat memiliki beberapa gaya kepribadian dari ketiga belas gaya kepribadian tersebut yang satu sama lainnya akan berdinamika sehingga terbentuk individu-individu yang unik. Ketiga belas gaya kepribadian tersebut bersifat normal dan universal. Tidak ada yang salah satu pun dari ketiga belas gaya kepribadian tersebut, dan tidak ada yang tidak normal apabila ada gaya kepribadian yang lebih mendominasi dalam diri suatu individu. Kepribadian diri hanyalah manifestasi dari perbedaan yang kaya dan indah di antara kita semua. Berikut adalah tiga belas gaya kepribadian yang mungkin dimiliki oleh suatu individu menurut John M. Oldham, M.D., dan Lois B. Morris : Vigilant (pencuriga), Solitary (penyendiri), Idiosyncratic (memiliki dunia sendiri), Adventurous (pengelana), Mercurial (perubahan mood yang cepat), Dramatic (pencari perhatian), Self-Confident (percaya diri), Sensitive (peka


(19)

10

Universitas Kristen Maranatha diri), Devoted (teman setia), Conscientious (pekerja keras dan benar), Leisury (lamban), Aggressive (pemenang), Self-sacrificing (rela berkorban).

Seorang marketing staff diperkirakan harus memiliki karakter pekerja keras, percaya diri, mudah bersosialisasi, mampu mengalihkan perhatian nasabah, memiliki jiwa sebagai pemenang dan pantang menyerah, setia terhadap atasan dan loyalitas pada perusahaan. Keseluruhan karakter tersebut diperkirakan akan cocok dengan pekerjaan seorang marketing staff untuk dapat menjalankan pekerjaannya dengan baik. Maka dari itu untuk menjadi seorang marketing staff tentu harus memiliki beberapa gaya kepribadian yang cocok dengan pekerjaan tersebut.

Menurut hasil wawancara dengan Felix Lengkong, M.A., Ph.D (seorang referensi ahli yang menerapkan teori John M. Oldham, M.D., dan Lois B. Morris dalam menggambarkan gaya kepribadian seseorang ) ada beberapa gaya kepribadian yang cocok untuk pekerjaan marketing staff, yaitu; Conscientious adalah seorang pekerja keras yang selalu ingin bekerja dengan benar. Menurutnya orang seperti ini akan selalu rajin melakukan pekerjaan yang sudah menjadi kewajibannya, seperti rajin melakukan sales call atau selalu berusaha mencari database dimana-mana. Gaya kepribadian yang kedua adalah Self Confident yaitu seorang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi akan yakin bahwa dirinya mampu untuk mencapai target yang telah ditentukan oleh perusahaan. Menurutnya tidak ada hal yang tidak bisa dilakukan untuknya, termasuk dalam mencapai prestasi dalam pekerjaannya. Rasa percaya dirinya akan muncul


(20)

11

Universitas Kristen Maranatha sangat kuat saat bertemu dengan calon nasabah dan tidak akan sungkan dalam menjalin hubungan baik dengan para nasabahnya. Gaya kepribadian yang ketiga adalah Dramatic atau si pencari perhatian. Orang yang berkarakter dramatic akan mudah membuat mata orang lain tertuju kepada mereka ketika mereka sedang berbicara di depan publik. Hal tersebut akan memudahkan orang-orang dramatic untuk mendapatkan perhatian dari para calon nasabah, seakan mereka terhipnotis ketika mendengarkan presentasi produk yang ditawarkan. Gaya kepribadian yang keempat adalah Aggressive atau seorang pemenang. Orang yang berkarakter

Aggressive memiliki energi yang kuat dalam berkompetisi dan akan berusaha sekuat

tenaga untuk menjadi yang terbaik sebagai pemenang. Dalam menjalankan pekerjaanya, mereka akan berjuang sangat keras untuk mendapat hasil yang terbaik. Gaya kepribadian yang kelima adalah Adventurous atau si pengelana. Mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal takut dan menyukai tantangan. Dalam pekerjaan seorang marketing staff, keharusan untuk achieved merupakan tantangan bagi mereka yang berkarakter Adventurous. Pekerjaan sebagai seorang marketing staff banyak resikonya seperti; di kritik apabila ada nasabah yang merasa diperlakukan kurang baik atau bahkan dikeluarkan dari pekerjaan apabila tidak dapat mencapai achieved sama sekali dalam jangka waktu yang telah disepakati. Tidak ada kata takut bagi seorang adventurous. Namun, kekurangan mereka adalah kurang setia dengan pekerjaannya. Mereka tidak akan segan untuk keluar dari pekerjaannya apabila dirinya telah merasa bosan dengan aktivitas pekerjaannya. Gaya kepribadian yang keenam adalah Devoted, yaitu seorang yang setia atau memiliki loyalitas yang tinggi


(21)

12

Universitas Kristen Maranatha dalam bekerja. Kesetiaan dalam menjalankan pekerjaan dan komitmen sebagai pekerja diperlukan untuk dapat menjadi seorang marketing staff. Orang-orang

Devoted biasanya akan berperilaku sopan, patuh pada pimpinan, bijaksana, dan akan

lebih mengutamakan keharmonisan suatu kebersamaan daripada pertarungan atau kompetisi.

Gaya kepribadian diatas adalah beberapa kepribadian yang setidaknya harus dimiliki dalam diri seorang marketing staff. Bank “X” yang dijadikan sebagai sumber penelitian pun memiliki marketing staff dengan berbagai gaya kepribadian yang berbeda-beda. Untuk dapat mengetahui penyebab adanya beberapa marketing staff yang kesulitan mendapatkan achieved dan hal-hal yang membuat para marketing staff tersebut sering beradu pendapat dengan atasan mereka, perlu dicari tahu dan digambarkan terlebih dahulu gaya kepribadian dari setiap marketing staff yang bekerja di “Bank X”.

Untuk dapat menggambarkan gaya kepribadian marketing staff di Bank “X”, maka dilakukan survei awal terhadap 10 orang marketing staff yang bekerja disana. Hasil survei awal tersebut memperoleh beberapa gaya kepribadian yang berbeda-beda dari setiap marketing staff. Adapun hasil survei awal tersebut yaitu; AD (Vigiliant, Devoted Leisurely), VG (Dramatic, Vigilant, Adventurous), TT (Mercurial,

Self-Confident, Dramatic), LT (Devoted, Vigilant, Self-Sacrificing), LL (Vigilant,


(22)

13

Universitas Kristen Maranatha Leisurely, Self-Sacrificing), AR (Vigilant, Adventurous, Self-Sacrificing), YN

(Consientious, Self-Confident, Mercurial), LK (Devoted, Vigilant, Mercurial).

Berdasarkan hasil survei terhadap 10 marketing staff diatas peneliti mengambil tiga gaya kepribadian yang dominan di tiap marketing staff. Pada hasil data tersebut dapat dilihat bahwa gaya kepribadian dominan yang pertama terdapat 4 marketing staff yang memiliki gaya kepribadian yang tidak sesuai atau tidak ideal sebagai marketing staff yaitu vigilant, mercurial, dan leisurely.

Menurut informasi yang didapat melalui survei awal, diketahui bahwa terdapat gaya kepribadian yang beragam diantara marketing staff Bank “X”. Perbedaan gaya kepribadian ini juga memicu terjadinya masalah dalam berinteraksi antara marketing staff dengan sales manager ataupun marketing staff lainnya. Selain itu, diketahui bahwa ada ketidaksesuaian antara gaya kepribadian yang dimiliki marketing staff Bank “X” saat ini dengan gaya kepribadian yang ideal atau yang dibutuhkan sebagai marketing staff.

Berdasarkan fakta-fakta tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai gaya kepribadian pada marketing staff Bank “X” di kota Bandung. Agar dapat menggambarkan gaya kepribadian mereka.


(23)

14

Universitas Kristen Maranatha 1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan hal-hal yang telah diuraikan dalam latar belakang masalah diatas, maka hal yang akan diteliti dan dibahas adalah mengenai gambaran gaya kepribadian yang beranekaragam pada marketing staff Bank “X” di kota Bandung. Setelah mendapatkan gambaran gaya kepribadian tersebut selanjutnya dapat diketahui pengaruhnya terhadap kinerja marketing staff dalam menjalankan pekerjaannya.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian 1.3.1 Maksud Penelitian

Penelitian dilakukan untuk memperoleh gambaran gaya kepribadian pada marketing staff Bank “X” di kota Bandung.

1.3.2 Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran gaya kepribadian pada setiap marketing staff, khususnya gambaran cara kerja mereka dan interaksi antar marketing staff Bank “X” di kota Bandung


(24)

15

Universitas Kristen Maranatha 1.4 Kegunaan Penelitian

1.4.1 Kegunaan Teoritis

1. Menambah wawasan dan pengetahuan mengenai gaya kepribadian di bidang ilmu Psikologi, khususnya Psikologi Klinis serta Psikologi Industri dan Organisasi.

2. Sebagai informasi tambahan atau referensi untuk penelitian-penelitian lainnya yang berminat membahas mengenai gaya kepribadian.

1.4.2 Kegunaan Praktis

1. Memberikan informasi pada marketing staff Bank “X” mengenai gaya kepribadian mereka.

2. Memberikan pengetahuan dan informasi yang berguna mengenai gaya kepribadian pada pihak atasan yaitu sales manager dan supervisor, dalam menghadapi marketing staffnya

3. Memberikan informasi bagi psikolog atau manager HRD untuk mengetahui gambaran gaya kepribadian seseorang.

1.5 Kerangka Pikir

Pada dasarnya setiap individu itu memiliki gaya kepribadian yang berbeda-beda, begitupula yang terjadi pada marketing staff di Bank “X”. Para marketing staff itu memiliki gaya kepribadian yang berbeda-beda sehingga mempunyai keunikan masing-masing. Menurut John M. Oldham, M.D., dan Lois B Morris (1988), ada tiga


(25)

16

Universitas Kristen Maranatha belas gaya kepribadian yang mempunyai tipe karakteristik yang berbeda. Setiap marketing staff di Bank “X”, dapat memiliki beberapa kepribadian dari ketiga belas gaya kepribadian tersebut. Dari ketigabelas gaya kepribadian itu akan dilihat gaya kepribadian yang paling dominan. Kepribadian yang paling dominan itu akan mewakili gaya kepribadian individu atau marketing staff yang diteliti.

Gaya kepribadian seseorang dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal itu meliputi genetik yang diturunkan secara biologis. Dalam hal ini yang dimaksud dengan faktor genetik adalah sifat bawaan (tempramen). Seorang psikoanalisis Carl Jung (1930) mengusulkan tipologi kepribadian berdasarkan fundamental yang berasal dari “Sikap” bawaan, yaitu introvert (energi difokuskan kedalam) dan ekstrovert (energi difokuskan ke orang lain). Salah satu dari kedua mode tersebut akan mendominasi dalam setiap individu. Carl Jung juga mendalilkan bahwa setiap individu didominasi oleh salah satu dari empat tipe fungsi , yaitu Thinking (berpikir), Feeling (perasaan), Sensation (sensasi) dan Intuition (intuisi).

Sedangkan yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah lingkungan dan pengalaman hidup, seperti: pola asuh orang tua, kebiasaaan keluarga, peristiwa-peristiwa hidup, kebudayaan dan pergaulan, yang pada akhirnya membentuk “Gaya Kepribadian.” Seseorang akan memiliki gaya kepribadian yang berbeda apabila dibesarkan dengan perlakuan yang berbeda pula. Semua faktor eksternal dan internal itulah yang pada akhirnya membentuk gaya kepribadian seseorang.


(26)

17

Universitas Kristen Maranatha Berikut adalah ketiga belas gaya kepribadian menurut John M. Oldham, M.D., dan Lois B. Morris (1988); Consientious style adalah individu yang memiliki prinsip moral yang kuat. Mereka sangat pekerja keras dan mampu secara intens berpikir mandiri. Mereka menyukai semua tugas yang diberikan dan akan mengerjakannya secara lengkap dan detail tanpa ada kesalahan sekecil apapun. Marketing staff dengan gaya kepribadian seperti ini akan sangat bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Dalam menjalankan pekerjaannya, mereka akan rajin melakukan salescall, visit, dan up-date produk setiap bulannya.

Self-Confident style, mereka adalah para pemimpin dan para pengalih

perhatian dunia umum. Mereka terlahir sebagai pribadi yang memiliki harga diri dengan kualitas bintang. Mereka memiliki rasa hormat pada diri sendiri, dan memiliki keyakinan diri yang kuat. Marketing staff dengan gaya kepribadian ini tidak akan membiarkan dirinya untuk mendapat prestasi buruk dalam pekerjaannya, karena mereka memiliki harga diri kualitas bintang. Mereka akan berusaha keras untuk tetap berprestasi agar dapat menunjukkan dirinya memiliki kualitas bintang.

Devoted style, seseorang dengan kepribadian loyal atau setia terhadap

hubungan-hubungan dalam kehidupan mereka. Individu devoted style memiliki kecenderungan lebih senang jika ditemani oleh seseorang atau lebih banyak orang daripada menyendiri. Mereka juga akan lebih memilih menjadi seorang pengikut daripada menjadi pemimpin serta dalam pengambilan keputusan mereka lebih suka untuk mencari pendapat dan nasihat dari orang lain. Orang dengan gaya kepribadian


(27)

18

Universitas Kristen Maranatha ini biasanya akan setia dalam pekerjaan dan lebih dekat dengan atasan, karena mereka patuh pada otoritas yang ada. Kekurangannya terletak pada pekerjaan yang mereka kerjakan akan terlihat datar sesuai dengan job description dan saran dari atasannya.

Dramatic style, seseorang yang dapat mewarnai hidup orang lain di sekeliling

mereka. Individu dramatic style memiliki talenta yang luar biasa untuk dapat mengubah suatu suasana menjadi lebih menyenangkan. Mereka adalah orang-orang yang bersemangat dan memiliki imaginasi yang tinggi. Mereka juga mampu menjadi pusat perhatian dan mencari kesempatan agar semua mata tertuju padanya. Jika seorang marketing staff mempunyai gaya kepribadian ini, maka akan memudahkan mereka dalam hal menarik perhatian calon nasabah.

Vigilant style, adalah seseorang yang memiliki kewaspadaan yang tinggi.

Individu vigilant style termasuk tipikal orang yang berhati-hati dalam setiap tindakan. Mereka termasuk orang yang komunikatif sehingga dapat berkomunikasi dengan baik di setiap tingkatan komunikasi, serta dapat menjadi pendengar setia bagi orang lain. Seorang marketing staff dengan gaya kepribadian ini akan bekerja dengan hati-hati dan cenderung bekerja sesuai dengan job description yang diberikan. Mereka cenderung untuk tidak mudah mengikuti perintah atasan dan akan mencari tahu terlebih dahulu maksud serta tujuan dari perintah atasannya tersebut. Mereka termasuk orang-orang yang sering memberikan kritik hebat dalam setiap pengambilan keputusan atasannya.


(28)

19

Universitas Kristen Maranatha Sensitive style, adalah seseorang yang tidak membutuhkan jaringan

teman-teman dan kenalan yang luas. Mereka lebih senang berada di dalam rumah atau lingkungan keluarga dan teman dekat. Mereka akan tetap merasa nyaman dan menyenangi kegiatan yang dilakukan secara rutin dan berulang. Selain itu, mereka sangat peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya. Dalam bersosialisasi individu sensitive style akan bersikap sopan dan memiliki penguasaan penuh pada dirinya. Bekerja sebagai seorang marketing staff memerlukan relasi sosial yang luas dan individu yang mudah dekat dengan orang, sehingga dalam pekerjaannya seorang sensitive style akan menemukan kesulitan untuk hal tersebut. Marketing staff dengan gaya kepribadian ini akan mudah merasa kesal dan sakit hati

jika presentasi produknya ditolak oleh calon nasabah, apalagi jika memiliki atasan yang tempramen saat menghadapi karyawannya yang tidak berprestasi.

Leisurely style, adalah individu yang bertanggung jawab atas

kewajiban-kewajibannya. Mereka tidak segan untuk menolak pekerjaan yang bukan menjadi tanggung jawabnya. Mereka akan menerima diri mereka sebagaimana adanya dan tidak kagum akan otoritas. Marketing staff dengan gaya kepribadian ini memiliki kecenderungan untuk bekerja sesuai dengan job description yang ada dan tidak tergesa-gesa dalam menyelesaikan tanggung jawab pekerjaannya. Motivasi mereka dalam bekerja akan lebih mementingkan hak mereka untuk tetap bekerja sesuai dengan kontrak dan prosedur yang ada, sehingga mereka akan protes apabila harus pulang lewat dari jam kerja yang sudah ditentukan.


(29)

20

Universitas Kristen Maranatha Adventurous style, adalah seseorang yang menyukai tantangan dan melakukan

tindakan-tindakan yang tidak melalui perencanaan atau pertimbangan tertentu. Mereka adalah pribadi yang aktif, mandiri, mencari pengalaman yang bervariatif dan tidak suka dipengaruhi oleh orang lain ataupun oleh norma-norma masyarakat. Marketing staff dengan gaya kepribadian ini sangat menyukai tantangan, sehingga

mereka akan merasa senang untuk dapat memenuhi target yang diberikan oleh perusahaan. Mereka juga cenderung bekerja dengan caranya sendiri dengan waktu kerja yang lebih fleksibel. Maka dalam menjalankan pekerjaannya mereka tidak bisa diharapkan untuk dapat bekerja dari jam 8 pagi hingga jam 5 sore secara rutin dan rajin melakukan salescall. Ketika mereka merasa bosan dan tidak tertantang lagi dengan pekerjaannya, seorang adventurous style ini akan memilih untuk mencari pekerjaan yang baru.

Idiosyncratic style, adalah orang yang apa adanya dalam menunjukkan

dirinya. Terkadang mereka terlihat sebagai seseorang yang bertingkah laku aneh atau terkadang seperti seseorang yang jenius. Mereka adalah pribadi yang terarah dan mandiri, sehingga tidak membutuhkan teman yang banyak. Seorang marketing staff dengan gaya kepribadian seperti ini akan menjumpai masalah dalam melaksanakan pekerjaannya ketika mereka memerlukan relasi sosial yang luas, sebab mereka lebih menyukai dirinya dan hidup dalam dirinya sendiri.

Solitary style, adalah pribadi yang mandiri dan tidak membutuhkan interaksi


(30)

21

Universitas Kristen Maranatha Mereka selalu percaya diri dalam melakukan setiap tindakan dan sangat menikmati waktu kesendirian mereka. Marketing staff dengan kepribadian ini akan cenderung bekerja dengan caranya sendiri sesuai dengan prosedur yang ada, namun mereka memiliki kesulitan untuk menjalin relasi yang baik dengan publik.

Mercurial style, adalah individu yang aktif secara emosi dan reaktif. Mereka

memiliki kelebihan dalam memberikan inisiatif dan mengarahkan orang lain untuk dapat bertindak aktif. Mercurial style cenderung melibatkan suasana hati dalam segala hal yang dikerjakannya dan dalam hal hubungan sosial mereka selalu menjalin relasi secara mendalam dengan orang lain. Marketing staff dengan gaya kepribadian ini cenderung bekerja sesuai dengan suasana hatinya, mereka bisa saja sangat semangat, namun bisa juga sangat tidak semangat. Individu dengan gaya kepribadian ini terlihat sedikit kurang professional dalam bekerja karena terlalu melibatkan suasana hati dalam bekerja.

Self-sacrificing style, adalah pribadi yang murah hati dan senang untuk

memberikan bantuan kepada orang lain. Mereka bukan orang yang memiliki ambisius tinggi dan jiwa berkompetisi dengan orang lain. Mereka cenderung mengalah, sabar, dan menerima kelemahan orang lain. Marketing staff dengan gaya kepribadian ini sangatlah merugikan dirinya sendiri, karena mereka terkadang mengorbankan diri mereka demi staff lainnya sehingga terlihat kurang bertanggung jawab dengan pekerjaannya.


(31)

22

Universitas Kristen Maranatha Aggressive style, adalah pribadi yang kuat dan berkuasa dibandingkan dengan

orang lain yang berkepribadian lain. Mereka dapat melakukan tanggung jawab yang besar tanpa takut akan kegagalan. Mereka akan menggunakan kuasa dan kekuasaan dengan mudah dan senang dalam berkompetisi dengan orang lain. Marketing staff dengan gaya kepribadian ini memiliki tekad yang kuat menjadi yang terbaik dalam setiap pekerjaannya dan mempunyai hasrat kuat untuk menjadi pemimpin bagi orang lain di lingkungan yang sama.

Kepribadian adalah sesuatu yang mengatur diri dan menggerakan jalan hidup seseorang. Hal tersebut mencerminkan semua atribut-atribut, pemikiran-pemikiran, perasaan-perasaan, sikap-sikap atau perilaku-perilaku dan mekanisme dalam menghadapi sebuah masalah, khususnya pada masalah pekerjaan.

Menurut John M. Oldham, M.D., dan Lois B Morris, seorang individu akan lebih mudah menghadapi masalah pekerjaannya apabila ia memiliki gaya kepribadian yang sesuai dengan pekerjaannya. Hal ini dikarenakan gaya kepribadian memiliki enam area kunci yang mempengaruhi; cara individu menampilkan dirinya (self), kehidupan relasinya (relationships), cara menampilkan emosinya (emotions), cara mengontrol diri (self-control), cara menanggapi kenyataan hidup (real world), dan tentunya mempengaruhi kehidupan pekerjaannya (work).

Dari pembahasan di atas, diperkirakan seorang marketing staff setidaknya harus memiliki beberapa gaya kepribadian seperti; Conscientious yaitu seorang pekerja keras yang selalu ingin bekerja dengan baik dan benar. Orang seperti ini akan


(32)

23

Universitas Kristen Maranatha rajin melakukan pekerjaan yang sudah menjadi kewajibannya, seperti rutin melakukan sales call dan mencari database baru dimana-mana.

Selanjutnya adalah Self Confident, yaitu seorang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi. Seseorang yang memiliki kepercayaan diri yang tinggi akan yakin bahwa dirinya mampu untuk mencapai target yang telah ditentukan oleh perusahaan. Menurutnya tidak ada hal yang tidak bisa dilakukan untuknya, termasuk dalam mencapai prestasi dalam pekerjaannya. Rasa percaya dirinya akan muncul sangat kuat saat bertemu dengan calon nasabah dan tidak akan sungkan dalam menjalin hubungan baik dengan para nasabahnya.

Lalu, Dramatic atau si pencari perhatian. Orang yang berkarakter dramatic akan mudah membuat mata orang lain tertuju kepada mereka ketika mereka sedang berbicara di depan public. Hal tersebut akan memudahkan orang dramatic untuk mendapatkan perhatian dari calon nasabah ketika mereka melakukan presentasi produk perusahaan.

Selanjutnya, Aggressive atau seorang pemenang. Seorang pemenang memiliki energi yang kuat dalam berkompetisi untuk menjadi juara. Seseorang dengan kepribadian ini memiliki ambisi yang kuat untuk menjadi yang terbaik serta mereka tahu benar apa yang perlu dilakukannya untuk dapat mencapai tujuan tersebut.

Selanjutnya adalah Adventurous, atau si pengelana. Mereka adalah orang-orang yang tidak mengenal takut dan menyukai tantangan. Tuntutan perusahaan untuk dapat achieved juga dapat dijadikan sebuah tantangan bagi mereka. Pekerjaan


(33)

24

Universitas Kristen Maranatha sebagai seorang marketing staff banyak resikonya seperti; di kritik apabila ada nasabah yang merasa diperlakukan kurang baik atau bahkan dikeluarkan dari pekerjaan apabila tidak dapat mencapai achieved sama sekali dalam jangka waktu yang telah disepakati. Tidak ada kata takut bagi seorang adventurous. Namun, kekurangan mereka adalah kurang setia dengan pekerjaannya. Mereka tidak akan segan untuk keluar dari pekerjaannya apabila dirinya telah merasa bosan dengan aktivitas pekerjaannya.

Yang terakhir adalah Devoted, yaitu seorang yang setia. Kesetiaan dalam menjalankan pekerjaan dan komitmen sebagai pekerja diperlukan untuk dapat menjadi seorang marketing staff. Orang-orang Devoted biasanya akan berperilaku sopan, patuh pada pimpinan, bijaksana, dan akan lebih mengutamakan keharmonisan suatu kebersamaan daripada pertarungan atau kompetisi. (John M. Oldham, M.D., dan Lois B. Morris, 1988)

Apabila salah satu dari keenam gaya kepribadian tersebut dimiliki oleh seorang marketing staff, maka hal tersebut akan mempengaruhi kinerja mereka menjadi lebih baik dan berprestasi dalam pekerjaannya. Berikut ini diperlihatkan skema kerangka pikir untuk memperjelas deskripsi kerangka pikir yang disebutkan di atas.


(34)

25

Universitas Kristen Maranatha

SKEMA KERANGKA PIKIR

Enam Fungsi Kehidupan:

- Work

- Self

- Emotion

- Relationship - Self – control - Real world Faktor Internal :

- tempramen

Tiga Belas Gaya Kepribadian

(John M. Oldham, M.D., dan Lois B. Morris) MARKETING STAFF

BANK X

- Pikiran - Perasaan - Sikap - Perilaku Faktor Eksternal:

- Lingkungan Keluarga atau Orang Tua

-Gambaran Gaya Kepribadian Marketing Staff


(35)

26

Universitas Kristen Maranatha 1.6 Asumsi

Gaya kepribadian marketing staff Bank “X” di kota Bandung dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.

 Gaya kepribadian mencerminkan pikiran, perasaan, serta perilaku dan dapat ditampilkan dalam work, self, emotion, relation, self-control, dan real world.

 Ada karakteristik kepribadian yang menunjang untuk menjadi seorang marketing staff, yaitu: conscientious style, self-confident style, dramatic

style, aggressive style, adventurous style, dan devoted style.

Dengan mengetahui gambaran gaya kepribadian pada marketing staff

Bank “X” maka dapat diketahui cara kerja dari tiap-tiap individu dan


(36)

98

Universitas Kristen Maranatha BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan pengolahan data dan pembahasan hasil yang diperoleh maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Marketing Staff Bank “X” di kota Bandung memiliki tiga Gaya Kepribadian yang paling banyak. Yaitu Dramatic, Conscientious, dan Devoted.

2. Cara kerja marketing staff Bank “X” kota Bandung sinergi sesuai dengan gaya kepribadian mereka masing-masing

3. Setiap marketing staff Bank “X” di kota Bandung akan saling berinteraksi satu sama lain dalam menjalankan pekerjaannya. Keunikan dari setiap gaya kepribadian akan menghasilkan interaksi yang sinergi antara marketing staff .

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan, maka peneliti mengajukan beberapa saran, yaitu:


(37)

99

Universitas Kristen Maranatha 5.2.1 Saran Teoritis

1. Penelitian ini hanya meneliti satu gaya kepribadian yang dominan saja, maka untuk penelitian selanjutan disarankan untuk meneliti tiga gaya kepribadian yang dominan setiap individu.

2. Bagi penelitian lanjutan mengenai gaya kepribadian bidang psikologi industri dan organisasi, disarankan untuk meneliti lebih lanjut mengenai kecocokan antara gaya kepribadian dan bidang pekerjaan yang ingin diteliti.

5.2.2 Saran Praktis

1. Hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi atasan untuk lebih mengenali gaya kepribadian marketing staff Bank “X”, sehingga dapat mengetahui cara menghadapi karyawan mereka tersebut.


(38)

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Gulo, W. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta : Grasindo

Oldham, John M., and Lois B. Morris. 1988. The New Personality Self-Portrait: Why You Think, Work, Love, and Act the Way You Do. Rev. ed. New

York: Bantam.

Siegel, Sidney. 1997. Statistik Nonparmatik untuk Ilmu – ilmu Sosial. Jakarta : PT. Gramedia.

Singarimbun,Masri dan Effendi. 1989. Metodologi Penelitian Survey. Jakarta Suryabrata, Sumadi. 2006. Psikologi Kepribadian. Jakarta : PT Raja Grafindo


(39)

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR RUJUKAN

http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-pemasaran-fungsi-pemasaran-marketing- ilmu-manajemen-pemasaran


(1)

Universitas Kristen Maranatha

Enam Fungsi Kehidupan: - Work

- Self - Emotion - Relationship - Self – control - Real world Faktor Internal :

- tempramen

Tiga Belas Gaya Kepribadian

(John M. Oldham, M.D., dan Lois B. Morris) MARKETING STAFF

BANK X

- Pikiran - Perasaan - Sikap - Perilaku Faktor Eksternal:

- Lingkungan Keluarga atau Orang Tua

-Gambaran Gaya Kepribadian Marketing Staff


(2)

26

1.6 Asumsi

Gaya kepribadian marketing staff Bank “X” di kota Bandung dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal.

 Gaya kepribadian mencerminkan pikiran, perasaan, serta perilaku dan dapat ditampilkan dalam work, self, emotion, relation, self-control, dan real world.

 Ada karakteristik kepribadian yang menunjang untuk menjadi seorang marketing staff, yaitu: conscientious style, self-confident style, dramatic style, aggressive style, adventurous style, dan devoted style.

Dengan mengetahui gambaran gaya kepribadian pada marketing staff Bank “X” maka dapat diketahui cara kerja dari tiap-tiap individu dan interaksi antar marketing staff yang diteliti.


(3)

Universitas Kristen Maranatha

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan pengolahan data dan pembahasan hasil yang diperoleh maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Marketing Staff Bank “X” di kota Bandung memiliki tiga Gaya Kepribadian yang paling banyak. Yaitu Dramatic, Conscientious, dan Devoted.

2. Cara kerja marketing staff Bank “X” kota Bandung sinergi sesuai dengan gaya kepribadian mereka masing-masing

3. Setiap marketing staff Bank “X” di kota Bandung akan saling berinteraksi satu sama lain dalam menjalankan pekerjaannya. Keunikan dari setiap gaya kepribadian akan menghasilkan interaksi yang sinergi antara marketing staff .

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dikemukakan, maka peneliti mengajukan beberapa saran, yaitu:


(4)

99

5.2.1 Saran Teoritis

1. Penelitian ini hanya meneliti satu gaya kepribadian yang dominan saja, maka untuk penelitian selanjutan disarankan untuk meneliti tiga gaya kepribadian yang dominan setiap individu.

2. Bagi penelitian lanjutan mengenai gaya kepribadian bidang psikologi industri dan organisasi, disarankan untuk meneliti lebih lanjut mengenai kecocokan antara gaya kepribadian dan bidang pekerjaan yang ingin diteliti.

5.2.2 Saran Praktis

1. Hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi atasan untuk lebih mengenali gaya kepribadian marketing staff Bank “X”, sehingga dapat mengetahui cara menghadapi karyawan mereka tersebut.


(5)

Universitas Kristen Maranatha

Gulo, W. 2002. Metodologi Penelitian. Jakarta : Grasindo

Oldham, John M., and Lois B. Morris. 1988. The New Personality Self-Portrait: Why You Think, Work, Love, and Act the Way You Do. Rev. ed. New York: Bantam.

Siegel, Sidney. 1997. Statistik Nonparmatik untuk Ilmu – ilmu Sosial. Jakarta : PT. Gramedia.

Singarimbun,Masri dan Effendi. 1989. Metodologi Penelitian Survey. Jakarta Suryabrata, Sumadi. 2006. Psikologi Kepribadian. Jakarta : PT Raja Grafindo


(6)

DAFTAR RUJUKAN

http://organisasi.org/arti-definisi-pengertian-pemasaran-fungsi-pemasaran-marketing- ilmu-manajemen-pemasaran