Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran Tahun 2011 – BSNP Indonesia SD-KELAS 5

DESKRIPSI BUTIR INSTRUMEN 1
PENILAIAN BUKU TEKS PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA BUDDHA

SEKOLAH DASAR KELAS V
I. KELAYAKAN ISI
A. CAKUPAN MATERI
Butir 1

Kelengkapan materi

Deskripsi

Materi yang disajikan mencakup ruang lingkup pokok bahasan atau materi pokok yang terkandung dalam Standar Kompetensi (SK) dan
Kompetensi Dasar (KD).
Materi yang disajikan tentang cara-cara melakukan perbuatan baik menurut agama Buddha, riwayat Pangeran Siddharta dalam kisah Sarana
untuk membahagiakan Pangeran Siddharta, penjelasan singkat mengenai Hukum Kebenaran (Cattari Ariya Saccani, Hukum Kamma,
Punabhava) untuk memberikan wawasan kebenaran dan pemahaman sehingga dapat mengatasi penderitaan dalam kehidupan sehari-hari.
1.
2.
3.
4.

5.

Riwayat Hidup Pangeran Siddharta
Hukum Kebenaran
Hukum Karma
Punabhava
Dana

Butir 2

Keluasan materi

Deskripsi

Materi (termasuk contoh dan latihan) yang disajikan mencerminkan jabaran minimal (fakta, konsep, prinsip dan doktrin) yang mendukung
pencapaian semua Kompetensi Dasar (KD).
1. Riwayat Hidup Pangeran Siddharta, dalam kisah Sarana untuk Membahagiakan Pangeran Siddharta
¾ Menceritakan cara Pangeran Siddharta dibesarkan dan sarana yang diberikan Raja Sudhodana
¾ Menjelaskan tujuan Raja Sudhodana memanjakan Pangeran Siddharta
¾ Menjelaskan sikap Pangeran Siddharta menghadapi kemewahan dan kesenangan duniawi

2. Hukum Kebenaran
¾ Mendeskripsikan Hukum Kebenaran
¾ Menjelaskan hakekat kehidupan menurut ajaran agama Buddha
3. Hukum Karma
¾ Mendeskripsikan Hukum Karma
4. Punabhava
¾ Menjelaskan Hukum Kelahiran Kembali
5. Dana

 



¾
¾
¾
¾

Mendeskripsikan macam-macam dana
Menerapkan cara-cara berdana yang baik dan benar

Menerapkan cara merawat dan mendoakan orang sakit
Melatih diri untuk menjaga pikiran ketika sedang sakit

Butir 3

Kedalaman materi

Deskripsi

Materi yang disajikan sesuai dengan tingkat pendidikan peserta didik, dan sesuai dengan yang diamanatkan oleh Standar Kompetensi (SK) dan
Kompetensi Dasar (KD). Tingkat kesulitan dan kerumitan materi mencakup rincian materi pokok serta pengembangan aspek kognitif, afektif dan
psikomotor peserta didik.
1. Riwayat Hidup Pangeran Siddharta, dalam kisah Sarana untuk Membahagiakan Pangeran Siddharta
¾ Menjelaskan 3 kolam yang dibangun untuk Pangeran Siddharta
¾ Menjelaskan nama tiap-tiap kolam
¾ Menyebutkan tujuan dibangunnya ketiga kolam tersebut untuk Pangeran Siddharta
2. Hukum Kebenaran
¾ Mendeskripsikan hukum kebenaran
¾ Menyebutkan macam-macam hukum kebenaran
¾ Menyebutkan perbedaan hukum kebenaran dengan hukum yang dibuat oleh manusia

¾ Menjelaskan tempat berlakunya hukum kebenaran
¾ Menjelaskan manfaat memiliki keyakinan terhadap hukum kebenaran
¾ Menjelaskan tentang Hukum Kebenaran Mulia / Cattari Ariya Saccani
¾ Menjelaskan isi dari Cattari Ariya Saccani
¾ Menjelaskan Dukkha menurut Cattari Ariya Saccani
¾ Menyebutkan sebab dari Dukkha
¾ Menyebutkan akhir dari Dukkha
¾ Menyebutkan cara/jalan mengakhiri Dukkha
¾ Menyebutkan tujuan dari kehidupan manusia
¾ Menjelaskan pengertian Nibbana
¾ Menjelaskan Jalan Mulia Berunsur Delapan
3. Hukum Karma
¾ Menjelaskan pengertian hukum karma
¾ Menyebutkan macam-macam hukum karma menurut salurannya
¾ Menjelaskan kaya karma, vaci karma dan mano karma
¾ Menyebutkan jenis-jenis perbuatan baik dan perbuatan buruk serta akibatnya dalam kehidupan sehari-hari
¾ Mempraktekkan perbuatan baik yang dilakukan oleh pikiran, ucapan, dan badan jasmani dalam kehidupan sehari-hari
4. Punabhava
¾ Mendefinisikan hukum kelahiran kembali
¾ Memberi contoh adanya hukum kelahiran kembali

¾ Menjelaskan hubungan hukum karma dengan hukum kelahiran kembali

 



¾
¾
¾
¾
5. Dana
¾
¾
¾
¾
¾
¾
¾
¾
¾


Menjelaskan tempat kelahiran kembali makhluk-makhluk
Menjelaskan macam-macam kelahiran
Menyebutkan contoh kelahiran makhluk hidup yang disebabkan oleh perbuatan baik maupun perbuatan jahat
Mempraktekkan bentuk-bentuk perbuatan baik supaya terlahir kembali sebagai makhluk yang bahagia
Menguraikan macam-macam dana
Menjelaskan cara-cara berdana yang baik
Menjelaskan manfaat berdana
Mengidentifikasi ladang yang subur untuk dana sehingga dapat memberikan manfaat berlipat ganda
Menerapkan cara-cara berdana yang benar
Menjelaskan pengertian sehat dan sakit
Menjelaskan cara-cara merawat orang sakit dan menjaga kesehatan supaya tidak sakit
Menjelaskan cara menjaga pikiran dengan meditasi agar jasmani tidak sakit
Membiasakan diri hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari

B. KETEPATAN MATERI
Butir 4

Keakuratan konsep, doktrin dan definisi


Deskripsi

Konsep, doktrin dan definisi yang disajikan untuk mencapai Kompetensi Dasar (KD) tidak menimbulkan banyak tafsir dan sesuai dengan konsep,
doktrin dan definisi yang berlaku menurut Buddha Dharma, digunakan secara tepat sesuai dengan tema pada materi sajian yang dibahas dan
tidak menimbulkan banyak tafsir
Punabhava artinya kelahiran kembali atau tumimbal lahir. Ajaran kelahiran kembali berhubungan erat dengan hokum karma. Ajaran kelahiran
kembali dalam agama Buddha, menyatakan tentang adanya kehidupan yang berulang kali dari makhluk-makhluk yang ada di alam
kehidupan ini.
Manusia telah hidup puluhan ribu kali, hingga tak terhitung banyaknya kehidupan manusia itu pada planet bumi ini. Bahkan manusia yang
sama itu telah hidup di planet-plent bumi yang lain, sebelum hidup di planet bumi ini. Jadi kehidupan itu merupakan mata rantai yang
panjang. Mata rantai kehidupan itu dapat diputuskan apabila seseorang telah mencapai Nibbana. Ia tidak dilahirkan lagi di alam kehidupan
ini. Ia telah mencapai kebahagiaan yang kekal abadi. Kelahiran kembali ini ditentukan oleh karmanya sendiri.

Butir 5

Keakuratan fakta dan data

Deskripsi

Fakta dan data (contoh dan latihan) yang disajikan sesuai dengan kenyataan empiris (yang benar-benar terjadi) yang diajarkan dalam Buddha

Dharma dan mendukung materi sajian untuk meningkatkan pemahaman peserta didik.
Kelahiran kembali erat hubungannya dengan hukum karma. Kalau seseorang di dalam kehidupan sekarang berbuat baik, maka setelah
meninggal ia akan dilahirkan kembali dalam kehidupan yang berbahagia. Tetapi kalau dalam kehidupan sekarang seseorang banyak berbuat
jahat, maka dalam kelahirannya yang akan datang, ia akan hidup menderita. Karena itu berbuatlah baik dalam kehidupan sekarang, agar bisa
dilahirkan kembali dalam kehidupan yang akan datang dalam keadaan bahagia dan tidak menderita.

 



Butir 6

Keakuratan contoh dan kasus

Deskripsi

Contoh dan kasus yang disajikan sesuai dengan kenyataan empiris (yang benar-benar terjadi) yang diajarkan dalam Buddha Dharma untuk
meningkatkan keyakinan dan pemahaman peserta didik.
Karma seseorang di masa lampau dan karma pada kehidupan sekarang akan berbuah pada kehidupan-kehidupan sekarang dan yang akan
datang, yang akan bertumimbal lahir di salah satu dari 31 alam kehidupan sebagai permulaan dari suatu kehidupan baru.

Bila seseorang dalam kehidupannya yang sekarang malas memperoleh ilmu pengetahuan baru, maka ia akan dilahirkan dalam kehidupan
yang akan datang dalam keadaan bodoh. Tetapi jika seseorang dengan penuh semangat mengejar ilmu pengetahuan, maka ia akan
dilahirkan dengan otak yang cerdas dan bijaksana.

Butir 7

Keakuratan gambar dan ilustrasi

Deskripsi

Gambar dan ilustrasi yang disajikan sesuai dengan materi yang disajikan dalam Buddha Dharma untuk meningkatkan motivasi peserta didik
dalam pembelajaran.

Butir 8

Keakuratan istilah

Deskripsi

Agar istilah-istilah keagamaan bisa dipertanggungjawabkan keakuratannya, dapat menggunakan bahasa Pali, Sanskerta, Mandarin, Jepang,

Tibet dan lainya yang disajikan sesuai dengan Buddha Dharma.
Dana adalah beramal kebajikan, berkorban/berbuat bagi kepentingan orang-orang yang menderita. Berdana adalah memberikan sesuatu
barang atau jasa kebajikan kepada orang lain atau makhluk yang membutuhkan tanpa mengharapkan suatu balasan atau imbalan. Dana
sebagai perbuatan bajik yang merupakan Paramita pertama dan yang utama dilakukan oleh seorang Bodhisatta dalam usahanya mencapai
Kebuddhaan.

 

Butir 9

Keakuratan acuan pustaka

Deskripsi

Pustaka acuan yang digunakan dalam teks, simbol, lambang dan bahasa sesuai dengan Buddha Dharma.
• Cornelis Wowor, MA, Hukum Kamma Buddhis, Jakarta, Arya Surya Chandra, 1990
• Narada, Ven. Alm., Sang Buddha dan Ajaran-AjaranNya, Jakarta, Penerbit Yayasan Dhammadipa Arama, 1997
• Dan lain sebagainya.




C. MATERI PENDUKUNG PEMBELAJARAN
Butir 10

Kesesuaian materi dengan perkembangan agama Buddha

Deskripsi

Materi yang disajikan aktual yaitu sesuai dengan perkembangan keilmuan agama Buddha.
Hukum kebenaran merupakan hukum abadi yang berlaku di mana-mana, mengatasi waktu, tempat dan keadaan, yang berarti bahwa hokum
kebenaran ini berlaku di mana saja, kapan saja dan dalam keadaan yang bagaimana pun. Hukum kebenaran disebut juga hukum
kesunyataan. Hukum kebenaran ini ada dalam dunia ini, Sang Buddha hanya menemukannya dan mengajarkannya kepada para dewa dan
manusia. Hukum kebenaran ini berlaku bagi semua makhluk di bumi maupun di alam surga, atau bagi semua makhluk yang hidup di 31 alam
kehidupan.

Butir 11

Penyajian Contoh konkret dan faktual

Deskripsi

Contoh konkret dan faktual yaitu sesuai dengan kenyataan empiris (yang benar-benar terjadi) pada kehidupan Sang Buddha dan umat Buddha
masa kini.
Hukum kebenaran sangat berperan dalam kehidupan manusia di dunia. Percaya atau tidak, hukum kebenaran tetap akan mempengaruhi
kelahiran, kehidupan, kebahagiaan, maupun penderitaan manusia. Tidak ada seorang pun atau satu makhluk pun yang dapat melepaskan
diri, mendapatkan keringanan ataupun kelebihan perlakuan dari hukum kebenaran ini. Hal ini disebabkan karena hukum kebenaran bersifat
universal dan tidak membeda-bedakan.
Seseorang atau suatu makhluk yang dilahirkan, pada suatu ketika akan menderita sakit dan akhirnya mengalami kematian. Tidak akan ada di
tempat manapun seseorang yang dapat hidup kekal, pada saatnya pasti akan sakit dan mati. Jika seseorang berbuat jahat, maka suatu ketika
pasti ada saja kejahatan yang menimpa dirinya. Begitu pula jika ia berbuat baik, maka suatu saat akan ada kebaikan yang menghampiri
dirinya. Inilai cara kerja hukum kebenaran. Ia tidak membeda-bedakan antara si kaya dan si miskin atau antara orang cantik dan buruk rupa.
Ia bekerja bagaikan sinar matahari yang menyinari seluruh penjuru dunia tanpa membeda-bedakan orang atau benda yang disinarinya.

 

Butir 12

Penyajian Gambar, simbol dan ilustrasi aktual

Deskripsi

Gambar, simbol dan ilustrasi diutamakan yang aktual, namun juga dilengkapi penjelasan atau perbandingan sesuai dengan materi sajian dalam
Buddha Dharma.

Butir 13

Menggunakan contoh dan kasus di Indonesia

Deskripsi

Contoh dan kasus yang disajikan sesuai dengan ajaran Buddha Dharma dan sesuai dengan situasi serta kondisi di Indonesia.
Mahatidana adalah bentuk dana yang mengorbankan/menyumbangkan jiwa dan raga untuk kepentingan dan kebahagiaan masyarakat,
bangsa dan Negara. Mahatidana merupakan dana tertinggi dan termulia. Yang melaksanakan mahatidana adalah para pahlawan bangsa
yang telah gugur dalam mempertahankan kemerdekaan.



Butir 14

Pengembangan lingkungan sebagai sumber belajar

Deskripsi

Uraian yang disajikan selain bersumber dari teks-teks Buddha Dharma, juga memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar dalam rangka
pembelajaran kontekstual.
Pemberian dana akan bermanfaat apabila diberikan kepada orang yang memerlukan, barang yang tepat dan pada waktu yang tepat pula.
Orang yang tepat adalah orang yang sedang memerlukan pertolongan, misalnya orang sakit atau orang yang sedang mendapat musibah.
Barang yang tepat adalah barang yang diperoleh dengan usaha yang benar, yang dapat digunakan pada saat itu untuk membantu
meringankan penderitaan orang yang kita tolong, misalnya orang yang sedang kelaparan.
Para siswa diajak untuk melihat dan merasakan langsung penderitaan orang-orang yang sedang membutuhkan bantuan, dengan melakukan
perbuatan berdana dengan barang-barang yang tepat dan bermanfaat.

Butir 15

Apresiasi terhadap keanekaragaman budaya, adat istiadat, agama, dan tidak bias gender, serta menghindari persoalan Suku, Ras dan
Golongan

Deskripsi

Uraian, contoh, dan latihan yang disajikan dapat membuka wawasan dan pemahaman peserta didik untuk mengenal dan menghargai perbedaan
budaya, adat-istiadat, agama, dan tidak bias gender, serta menghindari persoalan Suku, Ras dan Golongan dalam kehidupan sehari-hari yang
majemuk, sesuai dengan ajaran Buddha Dharma.
Siswa diajak melakukan kegiatan bakti sosial dan kunjungan ke panti-panti asuhan, sebagai bentuk kegiatan pemahaman dan menumbuhkan
rasa kebersamaan dan keyakinan, dengan tanpa membeda-bedakan Suku, Ras dan Golongan.

Butir 16

Pengembangan kecakapan sosial

Deskripsi

Uraian, contoh, dan latihan dapat menciptakan interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengan guru, peserta didik dengan lingkungan sosialnya
sesuai dengan Buddha Dharma.

D. MENDORONG KEINGINTAHUAN
Butir 17

Mendorong berpikir kritis, kreatif, dan inovatif

Deskripsi

Penyajian materi dapat mendorong berpikir kritis, kreatif, dan inovatif, melalui metode pembelajaran yang sesuai (misalnya metode diskusi,
simulasi, bermain peran, inkuiri) sesuai dengan ajaran Buddha Dharma.



 

Demonstrasi : Siswa mampu melaksanakan bakti sosial dan kunjungan ke panti asuhan bersama warga kelas
Inkuiri : bercerita berkaitan dengan materi sajian yang dibahas



Butir 18

Memuat tugas, latihan, dan evaluasi untuk umpan balik

Deskripsi

Pada setiap bab diberikan tugas dan latihan. Tugas yang diberikan dapat didasarkan dari dalam maupun dari luar teks. Latihan didasarkan pada
uraian materi ajaran Buddha Dharma yang disajikan dalam teks dan diberikan pada bagian akhir bab. Evaluasi didasarkan pada uraian materi
yang disajikan dalam teks dan diberikan pada bagian akhir buku.
¾
¾
¾

Tugas : tugas pribadi, tugas kelompok
Latihan : demonstrasi, hafalan, bermain peran, isian singkat
Evaluasi : uji kompetensi bentuk pilihan berganda

II. KELAYAKAN PENYAJIAN
A. TEKNIK PENYAJIAN
Butir 19

Konsistensi sistematika sajian dalam bab

Deskripsi

Sistematika penyajian dalam setiap bab taat asas (memiliki pendahuluan, isi, penutup, dan evaluasi).
Materi : Cattari Ariya Saccani
Pendahuluan : Cattari Ariya Saccani atau hukum kebenaran mulia merupakan pokok ajaran Sang Buddha yang dibabarkan dalam khotbah
pertama kali kepada lima orang pertapa di Taman Rusa Isipatana, Benares (sekarang : Sarnath), yang meliputi : ....
Isi : Bahasan mengenai Dukkha, asal mula Dukka, lenyapnya Dukkha, dan cara menuju lenyapnya Dukkha
Penutup : Empat kebenaran mulia disebut juga Jalan Tengah, yaitu ajaran yang berada di tengah-tengah dua paham ekstrim (tidak terlalu
terikat pada keduniawian dan tidak terlalu menyiksa diri yang berlebihan)
Evaluasi : Apa yang dimaksud dengan Jalan Tengah?

Butir 20

Keruntutan konsep

Deskripsi

Penyajian konsep disajikan secara runtun mulai dari yang mudah ke sukar, konkret ke abstrak, sederhana ke kompleks, dari yang dikenal sampai
yang belum dikenal. Materi ajaran Buddha Dharma dari bagian sebelumnya bisa membantu pemahaman materi pada bagian selanjutnya.
Contoh salah satu materi mengenai Hukum Kebenaran :
1. Pengertian Hukum Kebenaran
2. Empat macam Hukum Kebenaran

 



3. Cattari Ariya Saccani
3.1. Dukkha Ariyasacca
3.2. Sukkha Samudaya Ariyasacca
3.3. Dukkha Nirodha Ariyasacca
3.4. Dukkha Nirodha Gaminipatipada Ariyasacca
4. Evaluasi
Butir 21

Kesesuaian ilustrasi (misalnya teks, gambar, simbol) dengan materi yang disajikan

Deskripsi

Ilustrasi (misalnya teks, gambar, simbol) yang disajikan memperjelas materi yang diuraikan. Untuk kelas V, sajian ilustrasi seimbang dengan uraian
(teks). Ilustrasi berasal dari lingkungan sekitar yang sesuai dengan konteks menurut ajaran Buddha Dharma.

B. PENDUKUNG PENYAJIAN
Butir 22

Pembangkit motivasi belajar pada awal bab

Deskripsi

Terdapat uraian tentang apa yang akan dicapai peserta didik setelah mempelajari bab tersebut dalam upaya membangkitkan motivasi belajar dan
pemahaman peserta didik.
1. Riwayat Hidup Pangeran Siddharta, dalam kisah Sarana untuk Membahagiakan Pangeran Siddharta
Pada akhir Bab, siswa diharapkan mampu :
¾ Menjelaskan 3 kolam yang dibangun untuk Pangeran Siddharta
¾ Menjelaskan nama tiap-tiap kolam
¾ Menyebutkan tujuan dibangunnya ketiga kolam tersebut untuk Pangeran Siddharta
2. Hukum Kebenaran
Pada akhir Bab, siswa diharapkan mampu :
¾ Mendeskripsikan hukum kebenaran
¾ Menyebutkan macam-macam hukum kebenaran
¾ Menyebutkan perbedaan hukum kebenaran dengan hukum yang dibuat oleh manusia
¾ Menjelaskan tempat berlakunya hukum kebenaran
¾ Menjelaskan manfaat memiliki keyakinan terhadap hukum kebenaran
¾ Menjelaskan tentang Hukum Kebenaran Mulia / Cattari Ariya Saccani
¾ Menjelaskan isi dari Cattari Ariya Saccani
¾ Menjelaskan Dukkha menurut Cattari Ariya Saccani
¾ Menyebutkan sebab dari Dukkha
¾ Menyebutkan akhir ari Dukkha
¾ Menyebutkan cara/jalan mengakhiri Dukkha
¾ Menyebutkan tujuan dari kehidupan manusia
¾ Menjelaskan pengertian Nibbana
¾ Menjelaskan Jalan Mulia Berunsur Delapan

 



3. Hukum Karma
Pada akhir Bab, siswa diharapkan mampu :
¾ Menjelaskan pengertian hukum karma
¾ Menyebutkan macam-macam hukum karma menurut salurannya
¾ Menjelaskan kaya karma, vaci karma dan mano karma
¾ Menyebutkan jenis-jenis perbuatan baik dan perbuatan buruk serta akibatnya dalam kehidupan sehari-hari
¾ Mempraktekkan perbuatan baik yang dilakukan oleh pikiran, ucapan, dan badan jasmani dalam kehidupan sehari-hari
4. Punabhava
Pada akhir Bab, siswa diharapkan mampu :
¾ Mendefinisikan hukum kelahiran kembali
¾ Memberi contoh adanya hukum kelahiran kembali
¾ Menjelaskan hubungan hukum karma dengan hukum kelahiran kembali
¾ Menjelaskan tempat kelahiran kembali makhluk-makhluk
¾ Menjelaskan macam-macam kelahiran
¾ Menyebutkan contoh kelahiran makhluk hidup yang disebabkan oleh perbuatan baik maupun perbuatan jahat
¾ Mempraktekkan bentuk-bentuk perbuatan baik supaya terlahir kembali sebagai makhluk yang bahagia
5. Dana
Pada akhir Bab, siswa diharapkan mampu :
¾ Menguraikan macam-macam dana
¾ Menjelaskan cara-cara berdana yang baik
¾ Menjelaskan manfaat berdana
¾ Mengidentifikasi ladang yang subur untuk dana sehingga dapat memberikan manfaat berlipat ganda
¾ Menerapkan cara-cara berdana yang benar
¾ Menjelaskan pengertian sehat dan sakit
¾ Menjelaskan cara-cara merawat orang sakit dan menjaga kesehatan supaya tidak sakit
¾ Menjelaskan cara menjaga pikiran dengan meditasi agar jasmani tidak sakit
¾ Membiasakan diri hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari
Butir 23

Contoh-contoh soal dalam setiap bab

Deskripsi

Terdapat contoh-contoh soal yang dapat membantu menguatkan pemahaman konsep yang ada dalam materi ajaran Buddha Dharma. Soal-soal
yang dapat melatih kemampuan memahami dan menerapkan konsep yang berkaitan dengan materi ajaran Buddha Dharma dalam bab sebagai
umpan balik disajikan pada setiap akhir bab, serta pada setiap akhir buku terdapat soal-soal Uji Kompetensi yang memuat materi keseluruhan isi
buku, untuk mencapai tujuan KD dan SK.



 

Kolam teratai berwarna biru yang dibangun Raja Sudhodana untuk Pangeran Siddharta dinamakan ....
Jenis dana yang dapat dilakukan oleh orang biasa adalah ....







Memberikan donor darah merupakan contoh berdana yang disebut ....
Apa yang disebut dengan Mata Pencaharian Benar?
Kapan, di mana dan terhadap siapa saja hukum kebenaran itu berlaku?

Butir 24

Kata Pengantar

Deskripsi

Inti pengantar di awal buku adalah ucapan terima kasih, namun dapat ditambah dengan tujuan penulisan, sistematika buku, kelebihan buku, cara
belajar yang dianjurkan, dan hal-hal lain yang dianggap penting untuk diinformasikan kepada peserta didik/pemakai baik oleh penulis maupun oleh
penerbit.

Butir 25

Pendahuluan

Deskripsi

Uraian pada awal buku berisi tujuan penulisan buku teks pelajaran Buddha Dharma., sistematika buku, kurikulum yang diacu, cara belajar yang
harus diikuti, keterangan tentang adanya beberapa contoh uraian serta evaluasi soal yang bersifat tematik.

Butir 26

Daftar Isi

Deskripsi

Garis besar isi buku yang disertai nomor halaman.

Butir 27

Daftar Pustaka

Deskripsi

Daftar buku bacaan dan buku rujukan yang diawali dengan nama pengarang (diurutkan secara alfabetis), judul buku, tempat dan nama penerbit,
tahun terbitan.
• Cornelis Wowor, MA, Hukum Kamma Buddhis, Jakarta, Arya Surya Chandra, 1990
• Narada, Ven. Alm., Sang Buddha dan Ajaran-AjaranNya, Jakarta, Penerbit Yayasan Dhammadipa Arama, 1997
• Dan lain sebagainya.

C. PENYAJIAN PEMBELAJARAN
Butir 28

Keterlibatan peserta didik

Deskripsi

Penyajian materi bersifat interaktif dan partisipatif (ada bagian yang mengajak pembaca untuk berpartisipasi, misalnya dengan mengajak peserta
didik mengerjakan latihan, kuis, melengkapi gambar serta menyelesaikan kasus secara berkelompok).
Bentuk Instrumen :
1. Kuis – menyusun gambar, dan menceritakan kembali
2. Bernyanyi – menyanyikan bersama vihara gita ”Hari Kathina”, ”Berdana”, dan lain-lain
3. Desain – membuat skema Paticcasamuppada

 

10 

Butir 29

Kesesuaian dengan karakteristik ajaran Buddha Dharma

Deskripsi

Metode dan pendekatan penyajian diarahkan ke metode inkuiri dan pengembangan psikomotorik, di akhir setiap bab minimum memuat materi atau
latihan yang dapat dipraktekkan dan dikerjakan oleh peserta didik sesuai dengan ajaran Buddha Dharma.



Siswa mampu melaksanakan dan mempraktekkan cara-cara berdana yang baik
Siswa memahami dan dapat mengerjakan semua latihan dan evaluasi (uji kompetensi) yang disediakan

D. KOHERENSI DAN KERUNTUTAN ALUR PIKIR

 

Butir 30

Ketertautan antarbab atau subbab atau alinea

Deskripsi

Penyampaian pesan antara subbab dengan bab lain atau subbab dengan subbab atau antaralinea dalam subbab yang berdekatan mencerminkan
keruntutan dan keterkaitan isi sesuai dengan ajaran Buddha Dharma.

Butir 31

Keutuhan makna dalam bab atau subbab atau alinea

Deskripsi

Pesan atau materi yang disajikan dalam satu bab atau subbab atau alinea mencerminkan kesatuan tema sesuai dengan ajaran Buddha Dharma.

11