LEKSIKON NAMA PENYAKIT DALAM BAHASA MELAYU DIALEK SEKADAU

  LEKSIKON NAMA PENYAKIT DALAM BAHASA MELAYU DIALEK SEKADAU Sakinah, A. R. Muzammi, Agus Syahrani

  Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak

  Email: sakinahyeye2@gmail.com Abstrak: Penelitian ini menfokuskan pengamatan pada objek bahasa,

  yaitu leksikon nama penyakit. Leksikon nama penyakit yang dimaksudkan adalah nama penyakit yang dikenal dan diketahui masyarakat Melayu Sekadau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan bentuk kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah tuturan BMDS (bahasa Melayu dialek Sekadau) yang dituturkan oleh penutur asli masyarakat Melayu Sekadau. Data dalam penelitian ini yaitu leksikon nama penyakit. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik libat cakap. Alat pengumpul data yang digunakan yaitu bertanya jawab dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan, mencatat dan merekam pengucapan informan, mentranskripkan, menerjemahkan, dan mengklasifikasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, terhimpun 101 terdiri dari 7 leksikon nama penyakit perempuan, 5 leksikon nama penyakit laki-laki, 7 leksikon nama penyakit anak-anak, dan 83 penyakit umum yang bisa diderita oleh perempuan dan laki-laki pada usia anak-anak dan dewasa.

  Kata kunci: Leksikon, Nama Penyakit, Komponen makna,

  Antropolinguistik

  Abstract: This research focuses on the observation of the language object, i.e. the lexicon of disease names known to the Sekadau Malay community. The research data were collected in Peniti Village, Subdistrict of Sekadau Hilir, Sekadau Regency. The method used in this research was the descriptive method with qualitative approach. The source of data in this study is the speech of Sekadau Malay Dialect spoken by speakers of Malay community of Sekadau. The data in this study are the lexicon of disease names. The technique used in this study is the involved conversation technique. The data collection tool used was a set of questions, note-taking and recording the pronunciation of informants, transcribing, translating, and classifying it. This research managed to collect 101 words as research data consists of 7 names of women's, 5 names of men’s, 7 names of children's, and 83 common diseases that can infect women and men both during childhood and adulthood.

  Keywords: Lexicon, Disease Names, Meaning Components, Anthropo- linguistics ndonesia merupakan negara yang kaya suku bangsa. Setiap suku bangsa

I mempunyai ciri khas bahasanya masing-masing. Bahasa merupakan alat komunikasi yang bersifat manasuka yang digunakan oleh suatu masyarakat

  Melalui bahasa seseorang dapat menyampaikan suatu informasi kepada orang lain. Bahasa yang disampaikan oleh seseorang tentunya memiliki suatu makna. Makna tersebut dapat disampaikan secara langsung ataupun secara tidak langsung. Untuk mengetahui makna yang disampaikan oleh seseorang, perlu dilakukan penelaahan secara teliti tentang informasi tersebut. Penelaahan mengenai informasi tersebut tidak dapat dilakukan dengan sembarangan. Oleh sebab itu, diperlukan ilmu pengetahuan untuk melakukan penelitian mengenai suatu makna. Jika dikaitkan dengan makna, maka semantik adalah ilmu yang paling tepat digunakan untuk mengkaji tentang suatu makna. Makna yang dikaji dalam semantik cukup luas, maka dalam penelitian ini peneliti memfokuskan penelitian tentang leksikon nama penyakit yang ada pada masyarakat Sekadau.

  Leksikal atau leksikon adalah makna asli dari suatu kata. Menurut Pateda (2010: 119) makna leksikal (lexical meaning) atau makna semantik (semantic

  

meaning ), atau makna ekstra (external meaning) adalah makna kata ketika kata

  itu berdiri sendiri, entah dalam bentuk leksem atau bentuk berimbuhan yang maknanya kurang lebih tetap, seperti ada dalam kamus tertentu.

  Di era modern seperti sekarang ini agak sulit menemukan masyarakat yang menyebutkan leksikon nama penyakit dengan menggunakan bahasa daerah. Masyarakat sekarang lebih mengenal leksikon nama penyakit yang digunakan oleh para medis dibandingkan dengan menyebutkan leksikon asli nama penyakit yang sering digunakan dalam suatu masyarakat. Hal tersebut menyebabkan berkurangnya jumlah leksikon nama penyakit yang dikenal oleh generasi muda. Bukan hanya itu, dengan jarang digunakannya bahasa daerah dalam menyebutkan leksikon nama penyakit dalam suatu daerah akan menyebabkan berkurangnya jumlah penutur asli leksikon tersebut, serta juga menyebabkan hilangnya bahasa asli suatu daerah.

  Di antara 7 kecamatan yang ada di Kabupaten Sekadau, dimilih kecamatan Sekadau Hilir, tepatnya di desa Peniti sebagai tempat penelitian. Pemilihan desa Peniti sebagai tempat penelitian tentunya memiliki alasan, alasan tersebut didasarkan pada masih banyaknya masyarakat di desa ini melakukan pengobatan dengan cara tradisional, yaitu dengan datang ke rumah dukun untuk meminta obat untuk menyembuhkan penyakitnya. Selain itu, dengan dilakukannya penelitian di desa ini tanpa disadari masyarakat juga ikut melestarikan bahasa mereka untuk generasi yang akan datang.

  Masalah umum dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan leksikon nama penyakit dalam bahasa Melayu dialek Sekadau dengan pendekatan antropolinguistik. Adapun submasalah dalam penelitian ini yaitu pendeskripsian leksikon namapenyakit, pengklasifikasian leksikon nama penyakit, dan makna kultural leksikon nama penyakit berdasarkan pada proses pengobatan pada masyarakat Sekadau.

  Setiap masyarakat berkomunikasi menggunakan bahasa yang dimengerti oleh lawan bicaranya. Dari komunikasi yang dilakukan lewat bahasa tersebut tentunya mengandung suatu makna tertentu. Makna tersebut dapat terkandung langsung dalam bahasa ataupun hanya tersirat dalam bahasa tersebut. Sesuai dengan pendapat Bolinger (dalam Aminudin, 2011:52-53) makna ialah hubungan antara bahasa dengan dunia luar yang telah disepakati bersama oleh pemakai bahasa sehingga dapat saling dimengerti.

  Makna yang terdapat dalam suatu bahasa tentu terbentuk dari leksem, leksikal, kata, ataupun gabungan kata. Makna yang dimiliki oleh setiap kata tersebut terdiri dari beberapa komponen (komponen makna). Komponen tersebut dianalisis secara satu per satu, seperti yang dikatakan oleh Chear (2009:114) komponen makna atau komponen semantik (semantic feature, semantic property,

  

atau semantic marker ) mengajarkan bahwa setiap kata atau unsur leksikal terdiri

  dari satu atau beberapa unsur yang sama-sama membentuk makna kata atau unsur leksikal tersebut.

  Pendekatan antropolinguisti merupakan pendekatan yang digunakan untuk mengkaji leksikon nama penyakit dari segi semantik. Antopolinguistik adalah cabang ilmu yang mengkaji tentang bahasa dan kebudayaan yang ada pada suatu masyarakat. Sejalan dengan pendapat peneliti di atas, Sibarani (2004:50) mengatakan antropolinguistik adalah cabang linguistik yang mempelajari varian dan penggunaan bahasa dalam hubungan perkembangan waktu, perbedaan tempat komunikasi, sistem kekerabatan, pengaruh kebiasaan etnik, kepercayaan, etika bahasa, adat istiadat, dan pola-pola kebudayaan lain dari suatu suku bangsa.

  METODE

  Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif dapat diartikan sebagai proses pengumpulan data dalam bentuk kata-kata atau gambar daripada angka-angka. Data tersebut mencakup transkrip wawancara, catatan lapangan, fotografo, vidiotipe, dokumen pribadi, memo, dan rekaman-rekaman resmi lainnya (Emzir, 2012:3).

  Bentuk penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti obyek yang alami, di mana peneliti adalah sebagai instrumen kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara trianggulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna dari pada generalisasi (Sugiyono, 2014:1). Bentuk penelitian kualitatif dalam penelitian ini digunakan untuk mendeskripsikan leksikon nama penyakit dalam bahasa Melayu dialek Sekadau.

  Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan antropolinguistik. Pendekatan ini akan mengkaji bahasa dilihat dari bahasa yang ada pada suatu masyarakat. Pendekatan ini digunakan dalam penelitian karena pendekatan ini sesuai dengan objek yang diteliti, yaitu leksikon nama penyakit dalam masyarakat Melayu Sekadau.

  Sumber data dalam penelitian ini adalah penutur asli bahasa Melayu Sekadau yang dituturkan oleh penutur tentang leksikon nama penyakit dalam BMDS. Untuk mendapatkan data yang sesuai, penelitian akan memilih penutur yang memenuhi syarat. Tujuan peneliti memilih penutur yang baik sebagai sumber informasi agar data yang diperoleh sesuai dengan tujuan penelitian dan dapat memecahkan masalah dalam penelitian.

  Leksikon nama penyakit dalam BMDS merupakan data dalam penelitian ini. Penelitian ini dilakukan khususnya pada masyarakat desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau.

  Teknik yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah teknik simak libat cakap, teknik rekam, dan teknik catat. Pada teknik libat cakap penelti akan terun langsung ke tempat penelitian. Selain itu, peneliti juga akan berbicara secara langsung dan dapat menyimak langsung pembicaraan penutur. Teknik rekam digunakan untuk merekam pembicaraan peneliti dan informan. Teknik catat digunakan untuk mencatat hal-hal yang dianggap penting saat pembicaraan peneliti dan informan sedang berlangsung. Dalam teknik catat ini akan dilakukan pengelompokkan dan pengklasifikasian data.

  Teknik analisis data yang dilakukan peneliti dimulai dari mendeskripsikan data penelitian, membaca kembali data yang sudah diklasifikasi, menganalisis, mentranskripsikan, dan menginterpretasikan jenis penyakit berdasarkan leksikon nama penyakit. Menganalisis, mentranskripsikan, dan menginterpretasikan hasil penelitian berdasarkan konteks penggunaan leksikon. Menyimpulkan hasil penelitian.

  HASIL DAN PEMBAHASAAN Hasil

  Penelitian ini dilakukan di desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. Dalam penelitian ini diwawancarai 4 informan yang

  ). Penelitian ini berhasil berprofesi sebagai dukun kampung ( mengumpulkan 101 leksikon nama penyakit dalam bahasa Melayu dialek Sekadau yang terdiri data 7 leksikon nama penyakit perempuan, 5 leksikon nama penyakit laki-laki, 7 leksikon nama penyakit anak-anak, dan 83 leksikon nama penyakit umum yang bisa diderita oleh perempuan dan laki-laki pada usia anak-anak dan dewasa.

  Penelitian ini mendeskripsikan leksikon nama penyakit berdasarkan ciri penyakit serta bagian tubuh yang terkena penyakit tersebut dan makna kultural dari cara pengobatan serta bahan obat yang digunakan untuk mengobati penyakit. Pada bagian hasil ini dilakukan klasifikasi terhadap leksikon nama peyakit menjadi 4 bagian, yaitu (1) leksikon nama penyakit perempuan, (2) leksikon nama penyakit laki-laki, (3) leksikon nama penyakit anak-anak, dan (4) leksikon nama penyakit umum yang bisa diderita oleh perempuan dan laki-laki pada usia anak-

Deskripsi dan Klasifikasi Leksikon Nama Penyakit 1. Penyakit Perempuan

   adalah penyakit yang menyebabkan laki-laki tidak bisa memberikan atau memiliki keturunan. 4)

  Anak-anak yang terkena penyakit ini bagian betisnya terasa gatal dan pedas.

  adalah penyakit yang terdapat pada bagian perut. Pada bagian bawah tulang rusuk akan muncul benda seperti gumpalan. 6) adalah penyakit yang terdapat pada bagian betis anak-anak.

  penyakit demam tinggi yang terjadi pada anak-anak. 5)

  2) adalah penyakit yang terdapat pada bagian anus anak-anak. 3) adalah penyakit yang terdapat pada bagian lubang telinga. 4)

  1) adalah penyakit kulit yang terdapat pada bagian dada sampai ke bagian belakang.

  3. Penyakit Anak-anak

   adalah penyakit kelamin yang dialami laki-laki sehingga menyebabkan bagian penis tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

  adalah penyakit yang hanya dialami laki-laki yang memasuki usia dewasa. Bagian selangkangan terasa gatal dan timbul bintik merah. 5)

  1)  adalah penyakit yang dirasakan perempuan saat demam yang disertai dengan ngilu pada bagian tulang.

  2) adalah penyakit kelamin yang diderita oleh perempuan. 3)

  Biasanya penderita penyakit ini kantong zakarnya bengkak dengan sendirinya dan terasa sakit. 2) adalah penyakit yang terdapat pada bagian kelamin laki-laki.

  1) adalah penyakit kelamin yang hanya dialami oleh laki-laki.

  2. Penyakit Laki-laki

  adalah penyakit yang dialami perempuan saat haid. Saat haid perempuan mengalami sakit pada bagian perut dan kentong kemih.

  adalah penyakit yang mengganggu saraf kepala. Seseorang yang mengidap penyakit ini biasanya tidak bisa mengontrol emosi. 7)

  adalah penyakit haid yang tidak normal yang alami perempuan. Saat haid perempuan yang mengidap penyakit ini mengeluarkan darah merah bercampur darah putih lebih dari satu minggu. 6)

  adalah penyakit yang menyebabkan seorang perempuan tidak bisa memberikan atau memiliki keturunan. 5)

   adalah penyakit yang terdapat pada bagian payudara perempuan. 4)

  Ketika penyakit ini kambuh, bagian penis laki-laki akan masuk ke dalam kantong kemih. 3)

  7) adalah penyakit yang terdapat pada bagian dalam mulut.

  

   adalah penyakit kulit yang menyebabkan badan terasa panas dingin dan muncul bintik halus berwarna merah di seluruh tubuh. 18)

  Pada pangkal baha muncul benjolan sebesar jempol orang dewasa. Benjolan tersebut terasa nyeri dan badan terasa panas. 16)  adalah sejenis penyakit kulit. 17)

   adalah penyakit kulit. muncul pada bagian ketiak. Ketiak akan terasa gatal dan muncul ruam kecil berwarna kemerahan, bernanah, dan bermata. 15)  adalah penyakit yang terdapat pada bagian pangkal paha.

   adalah penyakit kulit. Bagian kulit muncul ruam kecil berwarna kemerahan bernanah, bermata, dan terasa nyeri. 14)

   adalah penyakit yang berhubungan dengan suhu badan yang tidak normal yang mengakibatkan badan terasa panas dingin, lemah, tidak ada nafsu makan, dan mulut terasa pahit. 12)  adalah penyakit yang terdapat pada bagian anus. 13)

   adalah penyakit yang berhubungan dengan tekanan darah yang tidak normal atau terlalu tinggi. 11)

  adalah penyakit yang muncul pada bagian kulit yang mengakibatkan terasa badan panas, kepala pusing, tidak ada nafsu makan. 10)

  

  adalah penyakit yang terdapat pada bagian mata yang mengakibatkan pandangan tidak jelas bila malam hari. 9)

  Penyakit ini mengakibatkan bagian mulut muncul bintik halus berwarna putih.

  adalah penyakit yang biasanya terdapat pada bagian telinga (kiri atau kanan) sampai bagian pipi. 8)

  adalah penyakit sering buang air besar. Penderita penyakit ini mengalami mulas, badan terasa lemah, kotoran yang keluar pun encer seperti air. 7)

  adalah penyakit yang menyebabkan sering buang air besar dan disertai sakit perut. Bagian pinggang dan pantat terasa sakit. 6)

  adalah penyakit menyebabkan sebagian tubuh manusia (baik itu bagian kiri ataupun kanan) tidak dapat berfungsi lagi seperti biasanya. 5)

  Penderita penyakit ini badannya menjadi kurus dan mengalami sesak napas saat batuk. 4)

  3) adalah penyakit batuk yang tidak mengeluarkan dahak.

  2)  adalah penyakit yang terdapat pada bagian tenggorokan. Ketika  tenggorokan terasa perih dan sakit.

  1)  adalah penyakit yang biasanya terdapat pada bagian pinggir kuku tangan.

  adalah penyakit yang terdapat pada bagian pinggir jempol kaki. Jempol kaki terasa nyeri dan mengeluarkan bau yang tidak enak.

  20)  adalah penyakit yang menyerang saraf kelapa manusia. 21) adalah penyakit kulit yang terdapat pada bagian wajah. 22)

   adalah penyakit yang timbul akibat rasa dingin yang berlebihan sehingga penderita menjadi mengigil. 23)

   adalah penyakit kulit yang biasanya terdapat pada bagian punggung sebelah kanan. Pada bagian punggung penderita muncul setumpuk bintik-bintik merah. 24)

   adalah penyakit kulit yang biasanya terdapat pada bagian pinggang sampai ke bagian perut. Pada bagian pinggang sampai ke bagian perut penderita muncul setumpuk bintik-bintik merah. 25)

   adalah penyakit kulit yang terdapat pada bagian kaki atau tangan. Bagian kaki atau tangan yang terkena penyakit ini akan tumbuh bintik bulat sebesar biji jeruk sambal yang menempel pada kulit. 26)

  adalah penyakit susah kencing yang disebabkan banyak makan jengkol. 27)

   adalah penyakit yang biasanya terdapat pada bagian bibir mata (bisa bibir mata bagian atas ataupun bawah). 28)

  adalah penyakit yang terdapat pada bagian kaki. Pada bagian tulang lutut dan pergelangan kaki terasa sakit dan sangat ngilu. 29)

   adalah penyakit yang terdapat pada bagian tangan. Pada bagian tulang siku dan pergelangan tangan terasa sakit dan sangat ngilu. 30)

   adalah penyakit yang terdapat pada bagian bola mata. Seseorang yang menderita matanya berubah warna menjadi abu-abu.

  31)  adalah penyakit kulit. Seseorang yang terkena pada bagian kulitnya muncul bercak kecil yang berwarna putih bening.

  32)  adalah penyakit kurang darah. 33)

   adalah penyakit kulit. Seseorang yang menderita penyakit ini hampir ada pada seluruh badannya terasa gatal dan muncul bintik yang menyerupai sisik (kecuali wajah, telapak tangan, dan telapak kaki). 34)

   adalah penyakit kulit. Seseorang yang terkena penyakit ini badannya akan terasa gatal pada bagian tertentu. Bintik-bintik merah itu membentuk lingkaran tidak beraturan dan berubah warna menjadi bercak-bercak merah. 35)

   adalah penyakit kulit yang terdapat bagian pinggir jari- jari kuku tangan. 36)

   adalah penyakit yang terdapat pada bagian telapak kaki. Pada bagian telapak kaki muncul benjolan berwarna kemerahan serta terasa sakit bila berjalan, terasa berdenyut-denyut, dan nyeri. 37)

   adalah penyakit kulit yang terdapat pada bagian leher, ketiak, dan pangkal paha. Bagin tubuh yang terkena penyakit ini merah dan bergaris- garis. 38)

   adalah penyakit yang terdapat pada bagian tumit kaki. Tumit kaki muncul garis-garis kecil sebesar ujung lidi yang menyerupai luka pisau.

  39) adalah penyakit yang terdapat pada bagian kaki. Bagian pergelangan kaki sampai ke jari-jari mengeras dan melengkung ke bawah seperti ditarik.

  40)  adalah sakit muntah-muntah yang disertai dengan sering buang air besar.

  41)  adalah penyakit batuk yang disertai dengan muntah darah.

  42)  adalah penyakit yang terdapat pada bagian perut yang mengakibatkan perut terasa sangat sakit seperti ditusuk-tusuk.

  43)  adalah penyakit yang biasanya terdapat pada bagian gusi. 44)

   adalah penyakit yang disebabkan oleh cacing terdapat di dalam perut. 45)  adalah penyakit yang menyerang saluruan pernapasan. 46)

   adalah penyakit kulit. Penyakit ini biasanya terdapat pada bagian dada dan leher. Seseorang yang terkena penyakit ini muncul bintik-bintik putih secara berkelompok pada dada dan lehernya. 47)

   adalah penyakit yang terdapat pada bagian bawah garis- garis jari kaki. Garis-garis jari kaki tampak seperti luka sayatan pisau. 48)

   adalah penyakit yang terdapat pada bagian belakang daun telinga (kiri atau kanan). Pada bagian belakang daun telinga muncul bejolan yang menyebabkan bagian pipi ikut membengkak. 49)

  adalah penyakit terdapat pada bagian kaki (kiri ataupun kanan). Seseorang yang terkena penyakit ini kakinya terasa, muncul benjolan yang berwarna merah, bernanah, dan bermata. 50)

   adalah penyakit yang mengakibatkan muncul benjolan pada bagian tubuh. Benjolan tersebut terasa gatal dan berwarna merah.

  

   adalah penyakit yang terdapat pada bola mata. Seseorang 51)

   mengidap penyakit ini bola matanya terasa sakit, pada bagian kornea mata seperti ada benda yang menghalangi ketika melihat. Penyakit ini hanya menyerang satu bola mata saja. 52)

   adalah penyakit yang terdapat pada mata. Seseorang yang mengidap penyakit ini kedua bola matanya terasa sakit, perih ketika melihat cahaya terang tanpa kaca mata, bola mata merah, dan pandangan menjadi kabur. 53)

   adalah penyakit yang terdapat pada bola mata. Seseorang mengidap penyakit ini kedua bola matanya berwarna merah, bola mata terasa sakit dan perih, matanya bengkak, dan silau melihat cahaya terang. 54)

   adalah penyakit yang biasanya terdapat pada bagian perut. Pada bagian perut khususnya tulang rusuk bagian kanan (bisa juga kiri tetapi sangat jarang) akan terdapat benjolan atau gumpalan. 55)

   adalah penyakit yang biasanya terdapat pada bagian pusar sampai ke bagian kepala. Pada bagian tubuh yang terkena penyakit ini muncul terasa gatal. ruam kecil berwarna kemerahan

  56)  adalah penyakit yang terdapat pada bagian bibir, dalam mulut dan sampai tenggorokan. Pada bagian bibir, dalam mulut dan tenggorokan muncul bintik-bintik merah.

  Seseorang yang terkena penyakit ini lidahnya muncul bintik-bintik merah. 70)

  adalah penyakit yang mengganggu saluran pernapasan. Seseorang yang terkena hidung terasa gatal dan hidung berubah berwarna menjadi kemerahan. 77)  adalah penyakit  yang disertai dengan . 78)

   adalah penyakit yang terdapat pada bagian betis. Bagian betisnya terasa mengeras dan terasa sangat sakit. 76)

   adalah penyakit yang terdapat pada bagian telapak kaki. Jempol kaki merupakan bagian yang paling sering terkena penyakit ini sehingga menyebabkan bagian tersebut tampak luka seperti sayatan pisau. 75)

   adalah penyakit yang terdapat pada bagian dalam perut. Pada bagian bawah tulang rusuk sebelah kiri timbul benda menempel. 74)

   adalah penyakit gatal-gatal. Seseorang yang terkena penyakit ini badannya terasa sangat gatal, bila digaruk kulit terasa perih. 72)  adalah penyakit yang terdapat di dalam hulu hati. 73)

   adalah penyakit yang terdapat pada bagian belakang leher dan bahu. Seseorang yang terkena penyakit ini susah menggerakan kepalanya, hal tersebut dikarenakan bagian leher dan bahu terasa sakit. 71)

   adalah sakit yang terdapat pada bagian bibir dan lidah.

  57)  adalah penyakit yang terdapat di dalam perut. Penyakit ini terdapat pada bagian usus. Pada bagian usus muncul benjolan seperti bisul.

  

  Seseorang yang menderita penyakit ini seluruh badannya tampak berwarna kuning. 65)  adalah penyakit yang terdapat pada bagian mata. 66)  sakit yang terdapat pada bagian pinggang. 67)  adalah sakit yang terdapat pada bagian perut. 68)  adalah sakit yang terdapat pada hulu hati. 69)

   adalah penyakit yang menyebabkan badan menjadi bengkak. 63)  adalah penyakit yang menyebabkan susah kencing. 64) sakit kunin adalah penyakit yang menyerang sistem imun seseorang.

  60)  adalah penyakit yang terdapat pada bagian gigi. 61)  adalah penyakit yang terdapat pada bagian kepala. 62)

  59)  adalah penyakit yang terdapat pada bagian bibir atas. Seseorang yang menderita penyakit ini bagian bibir atasnya terbelah seperti dirobek dan bila berbicara tidak jelas.

  58)  adalah penyakit yang berhubungan dengan suhu badan yang tidak normal.

   adalah penyakit yang terdapat pada bagian tulang rusuk bagian

  79) adalah penyakit kulit yang terdapat pada sela-sela kaki. 80)  adalah rasa sakit pada bagian lutut atau pergelangan kaki. 81) adalah penyakit bau badan. 82)

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara mengendong ronjong dibelakangnya dan mengelilingi rumah sebanyak 7x  12. 

  8.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara mengasaikan bagian tubuh menggunakan kunyit, beras, dan lengkuas yang sudah dihaluskan.

  9.

  merupakan penyakit dapat diobati dengan cara menuliskan bagian bawah telinga menggunakan tinta pulpen dengan huruf mandarin.

  10.

  merupakan penyakit yang tidak dapat diobati.

  11.

  

  

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara meminum 

  

    dan dimandikan dengan air rebusan 

  

    

   .

  13.

   .

  

   adalah penyakit yang terdapat pada bagian leher. Penyakit ini menyebabkan pada bagian leher muncul benjolan. 83)

  3.

   adalah penyakit yang terdapat pada bagian kaki. Seseorang yang terkena penyakit ini satu di antara kaki membengkak dari bagian lutut sampai bagian kaki telapak kaki.

  Makna kultural 1.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara mengoleskan bagian jari tangan yang terkena menggunakan 

  

  atau 

  

     2. merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara mengasaikan bagian yang terkena  menggunakan bunga belimbing buluh, temulawak, dan beras yang sudah dihaluskan.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara menyemburkan bagian tenggorokan menggunakan kencur dan ketan hitam.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara menapalkan bagian perut menggunakan 

  4.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan meminum 

       .

  5.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara mengurutkan bagian yang terkena menggunakan   (yang sudah dibakar) dan dicampurkan dengan minyak goreng.

  6.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan meminum rebusan air jambu biji yang dicampurkan dengan kunyit.

  7.

  merupakan penyakit dapat diobati dengan cara meminum air rebusan daun belimbing buluh.

  14.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara membasuh

      .

  tubuh menggunakan air dari remasan 15. merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara duduk di atas tempurung kelapa bermata tiga yang sudah dihangatkan.

  16.

  adalah penyakit yang dapat diobati dengan cara menempelkan

  

  menggunakan    yang sudah bagian yang terkena ditumbuk.

  17.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara menggunakan sabun mengoleskan bagian yang terkena cuci.

  18.

  merupakan dapat diobati dengan cara mengoleskan menggunakan abu yang bagian selangkangan terkena dicampur dengan garam.

  19.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan memimun air

        yang sudah tumbuk.

  20.

  penyakit dapat diobati dengan cara makan daging ular.

  21.

  merupakn penyakit yang dapat diobati dengan cara meminum

      .

  22.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara  menggunakan mengoleskan bagian pinggir kuku yang terkena rumput biru.

  23.

  meruapakan penyakit yang dapat diobati dengan cara merokok

  

   yang sudah dikeringkan dan digiling seperti menggunakan rokok.

  24.

  merupakan penyakit yang tidak bisa diobati.

  25.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara gosokan

  wajah menggunakan  26. merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara menapalkan

    .

   bagian perut menggunakan    yang sudah dihaluskan.

  27.

   merupakan penyakit yang tidak bisa diobati.

  28.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara mengoleskan

   bagian telinga menggunakan    .

  29.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara menggunakan kelapa tua menyemburkan bagian yang terkena yang sudah di .

  30.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara menggunakan kelapa menyemburkan bagian yang terkena

  . tua yang sudah di 31.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara meneteskan bagian kulit yang terkena menggunakan cuka karet.

  32.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara membasuh tubuh menggunakan air yang dicampur dengan daun singkong merah yang sudah diremas-remas.

   merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara meminum 33.

   air kulit jengkol yang sudah dibakar. Setelah itu, kulit jengkol tersebut ditumbuk dan kemudian dibuatkan minuman.

  34.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara menggunakan mengoleskan bagian bibir mata yang terkena buntut wadah garam.

  35.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara mengoleskan bagian kaki menggunakan minyak pemulang.

  36.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara mengoleskan bagian tangan menggunakan minyak pemulang.

  37.

  merupakan penyakit yang tidak dapat diobati.

  38.

  adalah penyakit yang tidak bisa diobati.

  39.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara

  

        yang sudah menempelkan payudara menggunakan ditumbuk.

  40.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara menggosok

  

  menggunakan    yang bagian kulit yang terkena sudah ditumbuk dan dicampurkan dengan minyak tanah.

  41.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan rutin makan daun singkong rebus.

  42.

  merupakan penyakit yang tidak bisa diobat.

  43.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara menggosok bagian kulit yang terkena menggunakan

  

     yang sudah ditumbuk dan dicampurkan dengan

    minyak tanah.

  44.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan menempelkan bagian jari tangan yang terkena menggunakan tunas daun lalang yang sudah dibakar.

  45.

  adalah penyakit yang dapat diobati dengan cara menguapkan telapak kaki menggunakan rebusan air jambu biji.

  46.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara menggunakan rendaman air mengoleskan bagian yang terkena kertas merah (kertas bekas imlek).

  47.

  merupakan penyakit yang tidak dapat diobati.

  48.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara   ke dalam darah sapi yang mencelupkan kaki yang terkena masih segar.

  49.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara

  mengasaikan kaki menggunakan 50. merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara meminum air larutan garam yang dicampurkan dengan gula.

  

  yang sudah ditumbuk.

  51.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara yang sudah dibakar dan ditumbuk. meminum air

  52.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara menyemburkan perut menggunakan kunyit.

  53.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara memakan buah .

  54.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara diurut dan selanjutnya menapalkan bagian perut menggunakan

  

    55. merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara memakan

     la yang dimasak dan dicampur dengan telur.

  56.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara memberikan penderita meminum air rambut.

  57.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara menggunakan menempelkan bagian kaki yang terkena

    .

  58.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara menggosok

  

  bagian kulit yang terkena menggunakan  yang sudah ditumbuk dan dicampurkan dengan minyak tanah.

  59.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara mengikatkan bagian jari kaki yang terkena menggunakan    .

     60.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara

   menempelkan telinga menggunakan   yang sudah ditumbuk.

   61.

   merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara

  

       yang ditumbuk meminum saripati secara bersamaan.

  62.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara mengoleskan bagian yang terkena menggunakan

    yang sudah ditumbuk.

  63.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara

  

  menempelkan yang terkena menggunakan    yang sudah ditumbuk.

  

  64. penyakit yang dapat diobati dengan cara meniupkan mata  menggunakan   . Kemudian, mata diteteskan

      yang sudah ditumbuk.

  65.

   penyakit yang dapat diobati dengan cara meniupkan mata menggunakan     . Kemudian, mata diteteskan dengan

  w y da on pa it , lalat, kunyit, dan boras yang sudah ditumbuk.

  66.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara     . Kemudian, mata meniupkan mata menggunakan

  w y

  diteteskan dengan da on pa it , lalat, kunyit, dan beras yang sudah ditumbuk. 67.  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara diurut

   menggunakan minyak goreng dicampurkan dengan bawang merah.

  68.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara menempelkan

  

   menggunakan   bagian yang terkena  yang sudah ditumbuk.

  

  69. merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara mengulum 

         kikisan

  70.

  merupakan penyakit dapat diobati dengan

  

  cara menempelkan kening menggunakan      yang sudah ditumbuk.

  71.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara meminum

    air rebusan       .

    72. merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara

  

e

  mandi air rebusan     e dan dicampurkan dengan daun tumbuhan lainnya.

  73.

  merupakan penyakit yang tidak bisa diobati.

  74.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara

   memasukan  pada gigi yang sakit.

  75.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara menyemburkan kepala menggunakan bawang merah.

  76.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan memakan kacang hijau yang direbus dengan bawang putih. Kacang hijau tersebut harus dimakan saat pagi hari ketika hari mulai panas.

  77.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan

   meminum    untuk melancarkan kencing.

  78.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara  yang dicampur dengan teh. meminum rebusan air aka  79. merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara meneteskan mata menggunakan air   .

  80.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan meminum air kunyit putih yang dicampurkan dengan sedikit gula, asam kandis dan di campurkan dengan sedikit garam. Bahan tersebut ditumbuk dan diambil air saripatinya.

  81.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara mengoleskan bagian yang sakit menggunakan obat biru.

  82.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan cara meminum air rebusan   .

  83.

  merupakan penyakit yang dapat diobati dengan menyemburkan bagian perut menggunakan kunyit.

  84.

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3901 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1037 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 932 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 624 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 780 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1327 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1227 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 813 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1097 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1326 23