TUGAS TERSTUKTUR SISTEM INFORMASI MANAJE

TUGAS TERSTUKTUR
SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
(Resume Bab 4 dan Bab 17)

Disusun Oleh :
Nama : Dul Rokhim
Kelas : E-3
NPP

: 18.0464

INSTITUT PEMERINTAHAN DALAM NEGERI
JATINANGOR
2008

Sistem Informasi Manajemen

1

BAB 4
Pendahuluan
Sistem Informasi Manajeman pada dasarnya merupakan sistem
informasi yang komplek. Untuk menjelaskan konsep tersebut secara
menyeluruh akan sangat sulit kalau tidak dipecahkan kedalam sub-sub
sistem informasi berdasarkan fungsi organisasi dan menyajikannya
dalam bentuk model-model dari sub sistem tersebut. Model-model ini
akan mempermudah dalam memahami konsep sistem informasi
manajeman karena dapat dituangkan dalam selembar kertas. Model
disajikan dalam bentuk data foo diagram (diagram arus data/DAD)
dan tampilan model softoarenya. Untuk lebih menyempurnakan
pemahaman tentang penetapan konsep dalam sistem informasi
manajeman maka akan dijelaskan pula bagaimana komponen sistem
informasi manajemen tersebut berinteraksi satu sama lain membentuk
sistem informasi manajemen.
Manajemen dan Sistem Informasi Manajemen
Manajemen
Manajemen dipandang sebagai upaya atau proses pencapaian
tujuan dengan menggunakan keahlian orang lain. Bila perusahaan
pada suatu saat memiliki suatu keinginan untuk mencapai satu tujuan
tertentu, yang penting diperhatikan disini adalah (sesuai dengan
konsep sistem) tujuan tersebut harus didefnisikan terlebih dahulu
dengan jelas. Apabila defnisi tujuan telah ditentukan dengan jelas
maka langkah selanjutnya adalah menentuka ciri-ciri dari tujuan
tersebut yang akan menjadi tolak ukur keberhasilan.
Apabila defnisi dan tolak ukur dari sistem telah ditentukan
maka langkah selanjutnya adalah merencanakan dengan cara apa
tujuan sistem tersebut harus dicapai. Seringkali pencapaian tujuan
tersebut harus melibatkan banyak orang, dan pada saat itu
manajemen dan pimpinan manajemen akan mengalami kesulitan
dalam memantau dan mengkoordinasikan semua aktivitas yang terjadi
di perusahaan.
Sistem Informasi Manajemen
Dalam
melaksanakan
fungsinya,
manajemen
sebagai
penggerak dan pengendali suatu organisasi sangat tergantung kepada
inforasi yang diterimanya. Keputusan yang harus diambil saat
melaksanakan fungsinya akan sulit dilakukan seandainya manajemen
tersebut tidak mendapatkan informasi yang mencerminkan keadaan
perusahaan yang sebenarnya. Informasi yang diberikan kepada
manajemen tersebut disebut sebagai informasi manajemen sedangkan

Sistem Informasi Manajemen

2

sistem informasi yang menghasilkan informasi manajemen tersebut
disebut sebagai sistem informasi manajemen yang merupakan
kumpulan dari sub-sub sistem yang saling berhubungan satu sama lain
dan bekerjasama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan yaitu
mengolah data menjadi informasi yang diperlukan oleh manajemen
dalam proses pengambilan keputusan saat melaksanakan fungsinya.
Informasi yang berkualitas pada intinya harus :





Relevan : informasi yang diterima harus sesuai dengan yang
dibutuhkan
Tepat oaktu : informasi harus tersedia pada saat diperlukan
Akurat : informasi harus mencerminkan keadaan yang
sebenarnya
Lengkap : informasi yang diberikan tidak sepotong-potong
dengan ketentuan yang berlaku.

Evolusi Sistem Informasi Manajemen
Sistem informasi manajemen mulai berkembang pada tahun
1960-an sebagai akibat dari semakin meningkatnya kecepatan dan
kekuatan komputer. Penambahan kekuatan dan kecepatan komputer
ini telah mendorong para manajemen untuk tidak hanya menggunakan
komputer sebagai alat untuk mempercepat dan meningkatkan akurasi
pengolahan data, tapi para manajer berfkir kecepatan dan akurasi
bukan segalanya, yang penting adalah informasi yang dihasilkan harus
berkualitas dapat digunakan secara efektif.
Pengembangan SIM yang didalamnya juga mencangkup
pengembangan Sistem Pengolahan Transaksi (SPT) juga dilakukan bila
program-program yang digunakan dalam SPT dann data yang
dihasilkannya tidak memungkinkan bisa digunakan sebagai dasar
untuk pembuatan SIM. SPT didalam konsep SIM dioperasikan pada
manajemen tingkat baoah . sebagian pakar menyatakan bahoa sistem
informasi yang didalamnya mencangkup sistem untuk pengolahan data
transaksi (SPT) dan sistem untuk mengolah kembali data hasil
pengolahan data transaksi tersebut menjadi informasi yang diperlukan
bagi manajemen atau SIM sebagai sistem informasi bisnis.
Sistem Informasi Manajemen dan Fungsi Organisasi
Seperti diuraikan diatas pengembangan suatu sistem informasi
manajemen dapat mencangkup didalamnya pengembangan sistem
pengolahan transaksi bila SPT/EDP (data prosesing sistem) yang
selama ini digunakan oleh perusahaan atau data yang dihasilkan oleh
SPT/EDP tersebut tidak dapat digunakan sebagai dasar untuk
membangun SIM. Alasan mengapa pengembangan sistem informasi

Sistem Informasi Manajemen

3

manajemen berdasarkan SPT yang ada sulit dilakukan diantaranya
adalah :
 Aplikasi SPT suatu fungsi bisnis sulit untuk di integrasikan satu
sama lainnya karena suatu masalah yang tidak dapat
dipecahkan misalnya masalah kepentingan manajer di masingmasing fungsi bisnis dan masalah standar pemilihan
pemograman siap yang dipakai apabila masing-masing SPT di
buat oleh programer yang berbeda.
 SPT memiliki data yang sama dengan SPT lainnya tapi dengan
format yang berbeda Penyamaan format yang menyangkut
semua kepentingan berarti menyusun struktur data format
yang baru.
 Manajer masing-masing fungsi bisnis merasa SPT di bagiannya
adalah terbaik sehingga sulit dilakukan kompromi (memban
dan menerima) untuk penyatuan.
 Pimpinan suatu organisasi tidak dapat memutuskan SPT mana
yang digunakan sebagai acuan dasar dalam membangun
Sistem informasi manajemen.
Karena itu akibat kesulitan di atas pengembangan sistem
informasi manajemen yang banyak dilakukan saat ini adalah
pengembanagan sistem informasi untuk organisasi secara keseluruhan
dimana pengembangan SPT sudah merupakan pengembangan
tersebut sehingga bagi sebagian praktisi dan pakar sistem informasi
SIM dianggap sebagai sistem informasi yang menghasilkan informasi
bagi semua tingkatan manajemen dan berbagai fungsi organisasi
secara keseluruhan. Sistem informasi ini berdasarkan fungsi bisnis
atau fungsi organisasi dapat dipecah menjadi beberapa sub sistem
informasi ditambah dengan sistem informasi eksekutif yang khusus
dirancang utuk para eksekutif.
Sistem Informasi Eksekutif (SIE)
Subsistem
informasi
didalam
suatu
organisasi
untuk
kepentingan eksekutif disebut sebagai sistem informasi eksekutif.
Sistem informasi ini dibangun karena aktiftas para eksekutif tidak
terstruktur dengan baik, para eksekutif tidak banyak berurusan dengan
intern perusahaan tapi lebih banyak keluar sehingga perlu ada sistem
informasi yang bisa menampung data-data tidak terstruktur yang
diterimanya, dan mengolahnya menjadi informasi yang harus selalu
siap setiap saat bila diperlukan.
Sistem Pendukung Eksekutif (SPE)

Sistem Informasi Manajemen

4

Istilah ini digunakan oleh para ilmuoan yang mengalami
kesulitan dalam membedakan sistem informasi manajemen dan sistem
pendukung keputusan, karena itu perbedaan antara SIE dan SPE juga
kurang jelas. Beberapa penulis mengatakan bahoa SIE hanya
memenuhi kebutuhan informasi bagi eksekutif sedangkan SPE
memberikan kebutuhan informasi, komunikasi dan analisis dengan
dukungan artifcial intelejen.
Model Sistem Informasi Eksekutif
Eksekutif menggunakan database organisasi perusahaan yan
berisi data-data yang berasal dari sistem pengolahan data (SPT)
ditambah dengan e-mail yang digunakan oleh para eksekutif untuk
mengirim dan surat elektronik, kalender elktronik untuk membuat
jadoal dan softoare untuk mencatat catatan-catatan pribadi.
Untuk mendispleay (Broose) data yang belum diformat sesuai
dengan kebutuhan eksekutif (dan apabila mampu melakukannya)
eksekutif dapat mengcopy data-data yang ada di organisasi
perusahaan tersebut ke PC miliknya untuk diproses sesuai dengan
kebutuhannya saat itu. Proses biasanya menggunakan SQL (Srtuctured
Query Lenguage).
Dialog antara Eksekutif dengan Sistem Informasi Eksekutif
Eksekutif memasukan perintah kedalam sistem melalui menu.
Pemilihan menu dan sub menu dilakukan dengan menggunakan mouse
atau dengan menggunakan “tuoch screen”. Jadi manfaat keyboard
disini berkurang. Informasi dapat ditanyakan dalm bentuk tabel, grafk
dan dalam bentuk uraian. Beberapa softoare memberikan fasilitas
untuk melihat detail dan laporan yang diberikan.
Sistem Informasi Pemasaran
Fungsi manajemen pemasaran dalam upaya melaksanakan
fungsi pemasaran menurut Kotler meliputi analisis, perencanaan,
pelaksanaan dan pengendalian program yang dirancang untuk
menciptakan, membentuk dan mempertahankan pertukaran yang
menguntungkan dengan pembeli. Untuk melaksanakan fungsinya
manajer pemasaran memerlukan informasi mengenai internal
perusahaan yang berkaitan dengan bidang pemasaran serta
lingkungan pemasarannya seperti pesaing, penyalur, dan kekuatan
lainnya yang selalu tersedia setiap saat.
Informasi pemasaran dapat berasal dari luar dan dalam
organisasi perusahaan. Ada 3 jenis informasi pemasaran :
o Intelejen pemasaran, informasi yang mengalir dari lingkungan
ke perusahaan

Sistem Informasi Manajemen

5

Informasi pemasaran intern, informasi yang berasal dari dalam
perusahaan sendiri
o Komunikasi pemasaran, informasi yang mengalir dari
perusahaan ke lingkungannya.
Subsistem informasi sistem pemasaran
Subsistem
ini
memberikan
fasilitas
untuk
merancang,
mengumpulkan, menganalisis dan melaporkan data hasil riset
dibidang pemasaran secara sistematis.adapun data yang dapat
dikumpulkan dalam riset pemasaran yaitu :
o

a. Data sekunder, dapat diperoleh melalui berbagai sumber
seperti :
Sumber item masalnya laporan rugi, laba, neraca, laporan
penjualan dan lain-lain data sekunder dapat diperoleh dalam
bentuk diskette/CD, bundle laporan, HTML, PDA dan lain-lain.
b. Data primer, data yang langsung dikumpulkan langsung oleh
petugas perusahaan. Pengumpulan data bias dengan berbagai
pendekatan seperti dilihat pada table dibaoah ini

Metode
penelitian

Teknik
pengumpulan
data

Rencana
sampel

Alat
penelitian

Observasi

Surat

Unit
sampling

Kuisioner

Survey

Telepon

Ukuran
sampel

Alat mekanik

Eksperimen

Kontak pribadi

Prosedur
sampling

Merumuskan masalah dan tujuan riset,
Peneliti harus memiliki pengetahuan tentang riset pemasaran dan
bagaimana mendapatkan informasi. Manajer pemasaran harus
memahami riset pemasaran untuk membantu dalam perencanaan
dan menginterprestasikan hasil dari riset.

Sistem Informasi Manajemen

6

Menyusun rencana riset,
Yaitu menentukan kebutuhan informasi, menyusun rencana untuk
mendapatkan informasi yang diperlukan tersebut secara efsien dan
mempresentasikan rencana pemasaran kepada manajer pemasaran.
Melaksanakan rencana riset,
setelah rencana riset disusun maka langkah selanjutnya adalah
melaksanakan rencana riset tersebut yang meliputi pengumpulan,
pengolahan, dan penganalisisan informasi. Tahap pengumpulan data
pada riset pemasaran merupakan tahap yang paling sulit. Peneliti
harus turun kelapangan untuk
melihat bahoa rencana telah
dijalankan dengan baik.
Mengiterprestasikan dan melaporkan temuan-temuan,
Yaitu menginterprestasikan dan menyimpulkan setiap temuan yang
diperoleh dilapangan.
Subsistem informasi pemasaran, Sub sistem ini setiap hari
mengumpulkan data dan informasikan yang berkaitan dengan
lingkungan perusahaan khususnya mengenai pesaing untuk membantu
para manajer mempersiapkan dan menyempurnakan rencana
pemasaran
Tugas-tugas Dasar intelejen adalah :
 Mengumpulkan data, data yang dikumpulkan bias data primer
ataupun data sekunder. Data primer haru dicari melalui suatu
penelitian tertentu, sedangkan data sekunder adalah data yang
tersedia.
 Mengevaluasi data, semua data baik data primer maupun data
sekunder harus dievaluasi untuk memastikan keakurasiannya.
 Menganalisis data, analisis data dilakukan untuk mendapatkan
gambaran-gambaran terhadap data-data yang diperoleh.
 Menyimpan data intelejen, data disimpan dalam madia
penyimpanan dan disusun dalam bentuk judul, topik-topik yang
terkait dengan judul tersebut, abstraknya dan pada kondisi
tertentu dilengkapi dengan seluruh data dan hasil analisisnya.
 Mendistribusikan data intelijen, berdasarkan data tersebut sistem
informasi intelejen pemasaran akan menyajikan semua judul yang
terkait dengan topic yang dilengkapi dengan abstraknya.

Sistem Informasi Manajemen

7

Subsistem input produksi
Dalam sistem informasi produksi sebagian data diperoleh dari sistem
informasi akuntansi yang menempatkan terminal computer
diseluruh pabrik dengan tugas mencatat setiap kegyatan karyaoan
bagian produksi dan mesin saat terjadi proses produksi.
Data lainnya yang diterima oleh sistem informasi produksi adalah
data yang berasal dari subsistem produksi. Subsistem produksi ini
memiliki beberapa ahli produksi yang mempelajari secara terus
menerus proses produksi yang dilakukan oleh perusahan agar lebih
efsien.

Subsistem output produksi
Ada empat subsistem output yang menjadi acuan dalam proses
produksi, yaitu :
o Subsistem informasi produksi menunjukkan bagaimana dan
kabartahap-tahap pekerjaan tertentu harus dilakukan
o Subsistem informasi persediaan yang menghitung volume
produksi yang dihasilkan baik untuk barang dalam proses
maupun barang jadi
o Subsistem informasi kualitas mengukur kualitas bahan baku yang
digunakan dalam proses produksi sejak diterima dari supplier
sampai dengan menjadi barang jadi.
Sistem Informasi Produksi
Pada bagian ini computer juga digunakan sebagai alat dalam sistem
informasi secara konseptual misalnya untuk penjadoalan proses
produksi, mengendalikan persediaan, pengendaliaan pengendaliaan
kualitas produk dan melaporkan biaya produksi.
Sistem informasi keuangan
Sistem informasi ini dirancang untuk menyediakan informasi yang
berhubungan dengan arus uang kepara pemakai di perusahaan.
Para pemakai utamanya adalah para manajer yang menggunakan
informasi tersebut untuk mengelola sumber dayanya.
Sistem informasi sumber daya manusia (SDM)
Manajemen sumber daya manusia secara garis besar meliputi
aktivitas merencanakan, menerima, menempatkan, melatih dan
mengembangkan serta memelihara atau meraoat sumber daya atau
anggota perusahaan.

Sistem Informasi Manajemen

8

Empat aspek penting dalam perencanaan SDM, yaitu :
o Kebutuhan SDM dimasa mendatang dengan menentukan berapa
jumlah, jenis, dan tingkat keahlian SDM yang diperlukan.
o Keseimbangan
SDM
dimasa
mendatang,
dengan
cara
membandingkan SDM dengan jumlah karyaoan saat ini yang
diperkirakan tetap bergabung dengan organisasi.
o Penerimaan atau pemutusan hubungan kerja, berdasarkan
kondisi SDM saat ini dan kebutuhan dimasa mendatang.
o Pengembangan SDM yang dimaksudkan untuk menjamin
terpenuhinya kebutuhan organisasi akan karyaoan yang memiliki
kemampuan dan berpengalaman.

 Penerimaan Khusus, penerimaan karyaoan ini dimaksudkan
untuk mendapatkan SDM pada tingkat yang lebih tinggi atau
tenaga ahli. Hal ini dilakukan pada saat organisasi perusahaan
memerlukan SDM dengan kualifkasi tertentu.
Sebelum SDM diterima ada beberapa hal yang harus
dilakukan oleh bagian penerimaan, seperti:
Analisis pekerjaan dan tanggung jaoab, ini dilakukan
untuk memperoleh gambaran yang jelas mengenai
aktivitas dan tanggung jaoab yang harus dilakukan oleh
SDM baru.
o Uraian tugas dan tanggung jaoab, dilakukan dengan
mengisi pernyatan secara tertulis mengenai apa-apa yang
harus dilakukan dan menjadi tanggung jaoab suatu
pekerjaan tertentu.
 Pemilihan, aktiftas ini dilakukan dengan mengevaluasi
informasi yang diperoleh dari formulir pendaftaran atau lamaran
yang diterima, intervieo, berbagai macam test seperti tes IQ,
dan EQ dn lain-lain bentuk informasi yang dianggap perlu oleh
manajemen SDM dalam penyeleksian untuk mendapatkan SDM
yang sesuai dengan rencana yang telah ditentukan. Tahaptahap yang dilakukan dalam pemilihan adalah :
o Melengkapi berkas lamran, dilakukan untuk menunjukkan
posisi yang diharapkan oleh pelamar dan mendapatkan
informasi aoal yang diperlukan saat intervieo.
o Intervieo
penyaringan
aoal,
dimaksudkan
untuk
mendapatkan penilaian umum pelamar.
o

Sistem Informasi Manajemen

9

Test, dilakukn untuk mengukur keahlian pelamar dibidang
pekerjaannya dan kemampuan untuk belajar saat
melakukan pekerjannya.
o Penelitian latar belakang, dilakukan untuk mendpatkan
ringkasan kebenaran tentang formulir lamaran.
o Intervieo pemilihan secra mendalam, dilakukan untuk
mendapatkan informasi yang lebih mendalam tentang
pelamar individu.
o Uji kemampuan phisik, dilakukan untuk mendapatkan
kinerja yang efektif dari SDM. Menjaga terhadap
penularan penyakit, membuat catatan kesehatan
pelamar, menjag perusahaan dari tuntutan kompensasi
yangtidak sesuai.
o Penaoaran pekerjaan, dilakukan untuk mengisi looongan
kerja atau posisi tertentu di organisasi.
 Sosialisasi, dilakukan untukmembantu SDM yang baru diterima
agar harus beradaptasi dengan lingkungan intern organisasi.
SDM baru tersebut diperkenalkan dengan rekan-rekan barunya
serta tanggung jaoabnya yng diembannya. Karyaoan baru
tersebut juga di informasikan tentang tujuan organisasi,
kebijaksanan dan perilaku yang diharapkan terhadap karyaoan
baru tersebut.
 Pelatihan dan pengembangan, dimaksudkn untuk meningkatkan
kinerja SDM saaat ini agar mampu melaksanakan tugas yang
diberikan secra efektif dan efsien.
o Ada empat prosedur untuk menentukan kebutuhan
pelatihan setiap individu dlam suatu organisasi :
 Penilaian kinerja, menilai setiap pekerjaan karyaoan
dibandingkan dengan standar tujuan yang telah
ditentukan sebelumnya.
 Analisis kebutuhan pekerjaan, mengevaluasi kesesuaian
antara tugas atau posisi yang telah ditentukan denah
keahlihan dan pengalaman SDM.
 Analisis organisasi, efektiftas dan kesuksesan dalam
mencapai tujuan dianalisis untuk melihat penyimpangan
yang ada.
 Survei SDM, manajer dan non manajer dimintai
keterangannya untuk menjelaskan masalah yang pernah
dialami dalam pekerjaannya dan aktiftas apa yang harus
dilakukan untuk memecahkannya.
o

Ada empat metode pengembangan yang umum digunakan
untuk melatih seseorang dalam pekerjaannya yaitu :

Sistem Informasi Manajemen

10

 Pelatihan atasan kepada baoahan, pelatihan suatu
bagian yang dilakukan oleh bagin yang lebih tinggi
kedudukannya atu oleh atasannya.
 Rotasi pekerjaan, meliputi pekerjaan memindahkan
seorang manajer dari satu posisi ke posisi yang lain.
 Pelatihan posisi, manajer melatih staf atau asisiten yng
langsug ada dibaoahnya.
 Aktivitas pekerjaan yang direncankan, memberikan tugs
penting kepada yng dilatih untuk meningkatkan keahlian
dan pengalamanya.
 Dilakukan dengan membandingkan antara kinerja secara
individu /organisasi/suborganisasi dengan standar yang telah
ditentukan. Ada 3 macam penilaian kinerja, yaitu:
 Penilaian informal, proses yang dilakukan secara terus
menerus untuk memberikan masukan kepada bagian
yang lebih baoah tentang seberapa baik mereka
melekukan pekerjaannya.
 Penileian formal secara sistematis, penileian yang
dilakukan antara satu tahun sekli atau dua kali.penilaian
ini bertujuan untuk :
 Memberi tahu bagian yang berada dibaoah
tingkat kinerjnya saat ini secara formal.
 Untuk menentukan bagian baoah yang pantas
menerima jasa peningkatan.
 Untuk mencari bagian baoah yang masih perlu
pelatihan
 Untuk mencari calon yang dapat dipromosikan.
 Promosi, mutasi, penurunan pangkat,pemecatan. Aktiftas ini
mencerminkan nilai SDM bagi orgnisasi perusahaan. SDM yang
menunjukkan kinerja yang baik akan dipromosikan ke jabatn
yang lebih tinggi sedangkan SDM yang memiliki kinerja
rendahakan diturunkan pangkatnya, dipindahkan ke posisi yang
kurang penting atau dipecat.
Subsistem Input Sistem Informasi SDM
 Sistem informasi akuntansi pengganjian
Sistem informasi akuntansi memberikan data keungan yang
berhubungan dengan SDM perusahaan. Tanggung jaoab untuk
semua aplikasi penggajian ada pada bagian SDM. Data
keuangan ini di kombinasikan dengan data non keuangan untuk
mendapatkan gambara yang lengkap tentang SDM. Absensi juga
masuk dalam sebagai data untuk sistem informasi akuntansi

Sistem Informasi Manajemen

11

karena absensi karyaoan berhubungan erat dengan gaji yang
harus dibayarkan.
 Subsistem informasi riset SDM
Riset lebih mendalam tentang pekerjaan yang harus dikerjakan,
dilakukan oleh subsistem riset yang dilakukan untuk
mendapatkan informasi yang diperlukan dalam rangka
mengelola SDM. Beberapa riset yang sering dilakukan adalah:
o Riset tentang suksesi, ini dilakukan untuk mencari orangorang yang cocok untuk menduduki jabatan tertentu
disuatu organisasi perusahaan.
o Analisis dan evaluasi jabatan, ini dilakukan untuk
mengetahui kesesuaian antara pekerjaan yang harus
dilakukan dan keahlian yang harus dimiliki oleh seorang
seseorang yang memiliki jabatan tertentu.
o Riset keluhan, ini ditunjukan untuk mengetahui beberapa
keluhan yang disampaikan oleh karyaoan suatu
organisasi perusahaan SDM
 Subsistem informasi intelejen SDM
Subsitem ini berfungsi untuk mengumpulkan berbagai macam
data yang berhubungan dengan SDM pihak luar perusahaan.
Beberapa pihak yang dapat menyediakan data diantaranya
adalah:
o Komunitas/masyarakat keuangan, ,masyarakat keuangan
memiliki data-data yang berkaitan dengan kondisi
ekonomi dimasa mendatang.
o Serikat pekerja, seperti SBSI, SPSI memberikan data yang
berkaitan dengan pekerja. Maka akan diketahui berbagai
tuntutan dan keluhan dari para pekerja.
o Pemasok SDM, sepeti perguruan tinggi yang berfungsi
sebagai sumber diperolehnya karyaoan-karyaoan baru
bagi perusahaan.
o Pemerintah sebagai pihak yang mengeluarkan peraturan
tentang ketenagakerjaan
Subsistem Output Sistem Informasi SDM
 Subsistem informasi perencanaan tenaga kerja adalah
subsistem iunformasi yang menghasilkan informasi tentang
kondisi SDM saat ini dan kebutuhannya dimasa yang akan
datang seperti jumlah, jenis dan kualitasnya.
 Suibsistem informasi penerimaan pegaoai, digunakan untuk
menelusuri lamaran-lamaran sebelum terima dan juga
digunakan untuk mencari tenaga kerja yang tersedia yng cocok
untuk menempati suatu jabatan tertentu.

Sistem Informasi Manajemen

12

 Subsistem
informasi
kompensisasi,
digunakan
untuk
mengkompensasi karyaoan atas apa yang telah mereka
kerjakan
 Subsistem informasi benaft, meliputi aplikasi yang mendukung
baik SDM yang masih bekerja maupun yang sudah pensiun.
 Subsistem informasi lingkungan, memiliki tanggung jaoab dalam
melaporkan kebijakan SDM perusahaan dan melaporkannya
kepada pemerintah.
Pengendalian Hak Pemakai
Didalam sistem informasi manajemen yang sudah terintegrasi penuh
dan terminal pengoperasiaanya tersebar diseluruh lokasi perusahaan,
para pegaoai dapat mengakses sistem informasi manajemen dimana
saja tidak selalu harus diruangannya. Boleh tidaknya seseorang
mengakses aplikasi tertentu dalam sistem informasi manajemen
sangat tergantung pada hak yang diberikan sesuai dengan uraian
tugas yang diberikan oleh organisasi.

Komponen Sistem Informasi Manajemen

Komponen dan Integrasi antar Komponen dalam Sitem
Informasi Manajemen
Komponen sistem informasi meliputi hardoare, sofoare, brainoare,
prosedur, data base dan jaringan komunikasi. Komponen sistem
informasi manajemen secara terperinci adalah sebagai berikut:
N
O

KOMPONEN

1

HARDWARE

2

SOFWARE

3

BRAINWAR
E

SUB KOMPONEN
 Bagian input
 Bagian
pengolah/prosesor
dan
memori
 Bagian output
 Bagian komunikasi (dilihat dari
phisiknya)
 Sistem operasi
 Sofoare aplikasi informasi sistem
informasi pemasaran
 Sofoare aplikasi informasi sistem
informasi produksi
 Sofoare aplikasi informasi sistem
informasi keuangan
 Sofoare aplikasi informasi sistem
SDM
 Sofoare
aplikasi
sistem
pengendalian/keamanan
 Manajer sistem informasi
 Analisis sistem informasi
 Ahli komunikasi
 Administrator data base
 Programer
 Operator

Sistem Informasi Manajemen

13

JENIS

phisik

Non
phisik

Phisik

4

PROSEDUR

5

DATA BASE

6

JARINGAN
KOMUNIKA
SI

 Rangkaian aktivitas dalam
o Manajemen pemasaran
o Manajemen keuangan
o Manajemen produksi
o Manajemen SDM
o Manajemen
pengendalian/keamanan
 Eksternal data keuangan
 Konseptial data keuangan
 Internal data keuangan
 Server
 Terminal
 Netoork card
 Soitching hub
 Saluran komunikasi

Non
phisik

Non
phisik

Phisik

Sistem informasi manajemen merupakan integrasi dari sistem-sistem
informasi yang membentuknya seperti sistem informasi pemesaran,
produksi, keuangan dan sumber daya manusia. Sesuai dengan konsep
sistem informasi tersebut harus harmonis.
Integrasi Komponen Hardware
Hardoare terbagi menjadi beberapa bagian seperti bagian input,
pengolah/prosesor dan memori, bagian output, dan bagian komunikasi.
Bagian-bagian ini satu sama lain harus selalu berhubungan dan bekerja
sama
secara
harmonis/berintegrasi
secara
harmonis/sinergis
membentuk hardoare sistem informasi.
Integrasi Komponen Software
Softoare terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu softeoare sistem
dan softoare aplikasi. Softoare sistem terbagi lagi menjadi beberapa
kelompok yakni sistem operasi, interpreter, kompiler, sedangkan
softoare aplikasi terbagi menjadi beberapa jenis softoare tergantung
kepada aplikasi yang akan digunakan. Softoare ini harus berintegrasi
secara harmonis dan bekerja dengan baik.
Integrasi Software dengan Hardware
Selain melihat orang menggunakan sistem operasi apa pada
umumnya, setiap operasi yang dipakai harus disesuaikan dengan
komputer yang akan menjalankannya.
Integrasi softwareaplikasi dengan sistem operasi hardware
Setelah memilih sistem operasi yang harmonis dengan situasi, kondisi,
keadaan keuangan, kebutuhan manajemen, dan hardoare yang
digunakan maka selanjutnya harus menentukan softoare aplikasi
sistem informasi manajemen semacam apa yang dibutuhkan dan
dapat diterapakan pada sistem informasi yang digunakan. Selain harus

Sistem Informasi Manajemen

14

sesuai dengan sistem operasi yang digunakan softoare aplikasi harus
sesuai dengan beban kerja yang akan dipikul oleh aplikasi tersebut.
Integrasi komponen brainware
Brainoare adalah orang yang memiliki, membangun dan menjalankan
sistem informasi manajemen. Jenjang brainoare yang banyak
digunakan adalah manajer Sistem informasi, analisis sistem, dat base
administrator, ahli jaringan, programmer, operator, pustakaoan.
Integrasi komponen brainoare mengandung arti semua jenjang
brainoare tersebut harus dapat bekerja sama secara harmonis dalam
mendukung berjalannya sistem informasi manajemen.
Integrasi antara brainware, software dan hardware
Keharmonisan antara hardoare dan softoar untuk saaat ini tidak lagi
menjadi masalah. Semua komputer dan softoare yang beredr didunia
umumnya sudah diuji terlebih dahulu kemampuan integrasinya
sebelum dipasarkan.
Integrasi antara prosedur dengan brainware, software dan
hardware
Prosedur merupakan rangkaian aktiftas atau transaksi. Aktivitas pada
dasarnya segala sesuatu yang dilakukan oleh brainoare berdasarkan
informasi yang masuk dan persepsi tentang informasi tersebut.
Prosedur merupakan komponen dalam Sim, prosedur yang diterapkan
harus sesuai juga dengan hardoare, softoare, database dan teknologi
jaringan komunikasi yang digunakan,
Integrasi komponen data base
Database dalam arti luas merupakan data-data yang ada diperusahaan
sedangkan dalam arti sempit database merupakan data-data yang ada
didalam komputer. Data-data tersebut harus berhubungan secara
harmonis .
Integrasi teknologi Jaringan telekomunikasi
Jaringan komunikasi (network) atau disebut juga sebagai jaringan
komunikasi data, pada dasarnya merupakan media elektronik atau
sinar untuk memindahkan data dari satu lokasi ke satu atau beberapa
lokasi yang lain. Komponen-komponen yang digunakan dalam jaringan
komunikasi data satu sama lain harus berintegrasi secara
harmonis/bersinergi membentuk jaringan komunikasi data dalam SIM.

Sistem Informasi Manajemen

15

BAB 17
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
Komputer pada aktivitas bisnis ditunjang dengan tersedianya
berbagai softoare telah menjanjikan berbagai transakasi bisnis dan
penyediaan informasi dapat dilakukan lebih mudah, efektif dan efsien.
Teknisi dan programmer menjadi andalan bagi para pelaku bisnis
untuk memciptakan suatu sistem informasi yang mamp memecahkan
masalah mereka, namun terkdang mereka kurang memahami aplikasi
bisnisyang menimbulkan kesenjangan komunikasi antara para pelaku
bisnis sebagai pengguna computer dan pembuat program aplikasi
dapat dijembatani denga seorang analis sistem informasi/ manajemen.
Kesenjangan komunikasi anatara pelaku bisnis sebagai pengguna
komputer dan pembuat program aplikasi dapat dijembatani dengan
adanya seorang analis sistem informasi/ SIM.
Analis dan Analisis Sistem
Jika perusahaan menginginkan aktivitas usahanya bekerja
dengan lebih produktif dengan tingkat efsiensi dan efektiftas yang
lebih baik maka komputer dijadikan andalan untuk memecahkannya.
Di dalam SIM masalah menjadi kompleks, karena apabila satu sub
sistem mengalami masalah maka berdampak pada sub sistem lainnya.

Sistem Informasi Manajemen

16

Analis system adalah orang yang bertanggung jaoab untuk
mempelajari informasi yang berhubungan dengan masalah yang timbul
dan mampu memberikan jalan keluar sesuai dengan masalah yang
dihadapi.
Tugas utamanya adalah menganalis sistem yang telah ada,
mengembangkannya dan menyusun system baru terutama pada sub
sistem yang bermmasalah dengan bantuan teknologi computer dan
mampu menyajikan satu system informasi manajemen yang terpadu.
Kunci utamanya adalah mengkombinasikan antara hasil analisisnya
dengan teknologi computer sehingga dapat menjelaskan bagaimana
sumber daya manusia yang dimiliki perusahaan dengan metodologi
yang tersedia dengan dan teknologi computer yang dimiliki dapat
memberikan hasil yang terbaik. Rancangan pengumpulan data,
pemasukan dan pemrosesan dan penyimpanan data dikomputer yang
dilakukan analis sistem haruslah disajikan secara efektif sehingga
dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan tepat oaktu bagi
pengguna computer.
Tugas dan Tanggungjawab Analis Sistem
Bertanggungjaoab kepada : Manajer Pusat Pengembangan
Tugas Utama :
 Mengumpulkan dan menganalisis data untuk mengembangkan
system informasi. Analis system bertanggungjaoab dalam
mempelajari masalah-masalah dan kebutuhan-kebutuhan
organisasi/perusahaan untuk menentukan bagaimana, teknologi
computer, prosdur dan sumber daya manusia dapat bersamasama memecahkan masalah dan mengembangkan system yang
ada secara terpadu.
 Mendesain system dan metode untuk dikomputerisasikan
berdasarkan system informasi yang ada dan memberikan
petunjuk penggunaannya
 Mempertanggungjaoabkan temuan-temuan, rekomendasi dan
spesifkasi secara formal baik lisan maupun dalam laporan
resmi.
Tanggungjawab :
a. Melakukan evaluasi proyek
b. Menganalis system yang ada untuk mengetahui masalah yang
ada da kemungkinan pemecahannya
c. Mendefnisikan pengembangan atau perubahan sisitem bila
diperlukan

Sistem Informasi Manajemen

17

d. Mengevaluasi alternative pemecahan masalah
e. Memilih perangkat keras dan perangkat lunaknya (dengan
persetujuan atasan)
f. Mendesain, alur dan prosedur sisitem baru
g. Melakukan supervise untuk penerapan system baru
Tugas-tugas :
1) Memperkirakan kebutuhan personil, anggaran biaya dan jadoal
pembuatan system
2) Mengenbangkan dan menerapkan rencana pengembangan
system sesuai dengan standar yang baik
3) Melakukan pengumpulan data melalui oaoancara dan data
lainnya
4) Menganalisa dan mendokumentasikan system yang telah
berjalan
5) Merumuskan perlengkapan teknologi terbaru untuk menangani
masalah perusahaan
6) Mempelajari pengetahuan teknologi manajemen yang akan
menggunakan system
7) Melakukan evaluasi terhadap berbagai teknologi yang mungkin
digunakan berdasarkan pertimbangan teknis, operasi dan
ekonomi
8) Melakukan revieo terhadap system baru yang akan diajukan
untuk persetujuan
9) Membuat desain dan melakukan uji coba protipe system baru
10)
Mendesain struktur data dan fle
11)
Mendesai input, output dan bahasa yang akan
dipergunakan dalam sisitem komputerisasi
12)
Mendesain teknik dan bentuk pengumpulan data
13)
Mendesain control dan pengamanan system
14)
Mempersiapkan spesifkasi penerapan program
15)
Menerapkan, melakukuan uji coba dan mengintegrasikan
program
16)
Melakukan supervise penerapan program
17)
Mengembangkan dan mengarahkan uji coba system dan
rencana selanjutnya.
Perbedaan Tugas
Programmer

dan

Tanggungjawab

Analis Sistem

Sistem Informasi Manajemen

18

Analis

Sistem

dan

Analis system adalah studi tentang system bisnis yang sedang
berjalan dan permasalahannya, menentukan kebutuhan aktivitas bisnis
dan permintaan pemakai system dan melakukan evaluasi terhadap
berbagai alternative solusi.
Perancangan Sistem
Perancangan system adalah spesifkasi umum dan terinci dari
pemecahan masalah berbasis computer yang telah dipilih selama
tahap analisis. Spesifkasi perancangan umumnya dikerjakan oleh
programmer agar system informasi yang dirancang dapat diterapkan.
Penerapan Sistem
Adalah menerapkan system dalam operasi organisasi. Program
computer diterapkan dan diuji coba, manajer dan pemakai system
dilatih untuk menggunakan system baru dan operasi organisasi dan
dikonvversikan pada system baru.
Dukungan Sistem
Adalah tindak lanjut yang diberikan terhadap system informasi
manajemen yang telah diterapkan dalam operasi perusahaan
mencakup pemeliharaan program dan meningkatkan kemampuan
system, secara umum karakteristik programmer adalah sebagai
berikut :
 Pekerjaan programmer tidak banyak membutuhkan hubumgan
dengan pihak lain, terbatas dengan sesame programmer dan
analis system yang menyiapkan spesifkasi program
 Bertanggungjaoab terhadap program computer yang meliputi
computer, mengoperasikan program dan kelengkapannya dan
bahasa pemrograman yang digunakan
 Pekerjaannya adala pasti, penilaiannya berkisar pada benar atau
tidaknya instruksi dan logika program
Perbedaan tanggungjaoab antara programmer dan analis system
sebagai berikut :
 Sistem analis tidak hanya berhadapan dengan program
computer, juga bertanggungjaoab dalam pemilihan perangkat
computer orang yang menggunakan system informasi
manajemen yang disusunnya, prosedor system dan fle/database
system yang digunakan
 Kerja yang dihasilkan oleh analis system bukan merupakan
suatu hal yang pasti, ada banyak kemungkinan jaoaban betul
atau salah solusinya dapat dirundingkan
 Analis system memiliki hubungan kompleks dengan klien
bisnisnya, pihak manajemen, programmer, manajemen system
informasi, auditor dan penjual system informasi manajemen
(kalau beli) yang memiliki kepentingan yang berbeda.
Sistem Informasi Manajemen

19

Analis Sistem Sebagai Pemecah Masalah
Perubahan pada organisasi umumnya terjadi karena berubanya
peraturan pemerintah, berubahnya tingkat dan jenis persaingan,
adanya teknologi baru baik dalam bidang informasi maupun bisnis dan
berubahnya aktivitas bisnis dan salah satu tahap pengembangan
sisitem informasi manajemen baru adalah melakukan analisis system
yaitu suatu aktivitas mempelajari masalah dan menemukan
pemecahan yang terbaik bagi masalah yang dihadapi yang dikatakan
juga sebagai proses pemecahan masalah yang terbagi dalam tiga
tahap yaitu:
Pertama : Mengidentifkasikan masalah atau situasi yang perlu
diperbaiki;
 Kedua : Menentukan hasil yang akan dicapai
 Ketiga : Mengidentifkasi dan memilih alternative pemecahan
masalah yang paling sesuai dengan masalah atau kondisi yang
dihadapi
Dengan tujuan mengembangkan sisitem informasi manajemen
selain dibutuhkan oleh pengguna system (end users), adanya masalah
(problem), kesempatan (opportunity) dan pengarahan (directive).
James oatherbe (1984) mengelompokkan masalah, kesempatan dan
pengarahan dalam enam kategori yaitu; Meningkatkan kualitas
informasi atau data (information), bidang ekonomi (economy) atau
biaya, pengendalian (control) dan keamanan, efsiensi (Efciency)
sumber daya manusia dan mesin, jasa/pelayanan (service) pada
pelanggan, rekanan, pegaoai dan pihak lainnya.


Analisis kerja
Kesempatan
dapat
tercapai
bila
unsure
manajemen
mengusulkan percepatan aktivitas agar sasaran organisasi dapat
tercapai, kinerja perusahaan diukur dari hasil kerja yang diperoleh
selama
periode tertentu (throughput) dan oleh rata-rata oaktu
penundaan yang erjadi antara transaksi dan pelaksanaan transaksi
(response time)
Analisis data dan informasi
Informasi merupakan hal yang penting untuk memberikan
pengarahan, Analisis informasi dilakukan berdasarkan hasil yang
diperoleh dari suatu aktivitas sedangkan analisis data didasarkan pada
data yang disimpan oleh system.
Analisis Ekonomi

Sistem Informasi Manajemen

20

Keuntungan ekonomi merupakan pertimbangan paling umum
yang mendorong dikembangkannya proyek system informasi
manajemen. Yang penting adalah mengetahui tingkat keseimbangan
anatara pengurangan biaya pembelian yang dilakukan dengan
peningkatan biaya penyimpanan persdiaan bahan mentah, sehingga
dapat diambil keputusan alterbatif yang diambil.
Analisis pengendalian dan keamanan
Digunakan untuk meningkatkan kinerja system dan ada dua
kondisi yang mendukung yaitu control yang longgar menyebabkan
terjadinya perbedaan antar sisitem informasi manajemen dan sisitem
bisnis, kedua control yang ketat menyebabkan system berjalan terlalu
lambat.
Analisis efsiensi
Pengertian efsiensi adalah output dibandingkan dengan input,
masalah yang muncul adalah bagaimana meningkatkan output dengan
menimilkan input. Efsiensi ditekankan pada bagaimana sumber daya
tersebut seminimal mungkin pemborosan.
Analisis jasa/pelayanan
Analisis tingkat pelayanan yang diberikan perusahaan umumnya
dijadikan dasar dalam mengevaluasi bagaimana pelaksanaan
pelayanan yang dilakukan oleh perusahaan selama ini. Meningkatkan
kualitas pelayanan juga berarti memberikan kepuasan yang optimal
baik kepada pelanggan, karyaoan maupun pihak manjajemen untuk
menciptakan kondisi berikut : Memperoleh akurasi data, proses dan
hasilnya, Mencapai reabilitas, Memudahkan penggunaan, Menciptakan
feksibelitas, Menciptakan koordinasi.
Mengidentifkasi masalah
Dilakukan dengan cara mempelajari dan mengetahui system
informasi manajemen yang tengah berjalan pada saat itu dan
permasalahannya dan memiliki tujuan yang sama dengan survey untuk
melakukan penyelidikan aoal terhadap system yang sedang berjalan.
Bagaimana menentukan hasil yang akan dicapai
Didahului dengan mengetahui apa yang dibutuhkan dan
diinginkan oleh pemakai system dari pengembangan system yang
dilakukan karena merupakan hal yang penting untuk mengetahui apa
yang harus dikembangkan dari system yang ada tanpa harus
mengetahui
secara
khusus
bagaimana
system
tersebut
dikembangkannya.

Sistem Informasi Manajemen

21

Bagaimana memilih alternative pemecahan masalah
Memiliki tujuan mmenentukan solusi atau pemecahan apa yang
paling
memadai dan bermanfaat bagi pemakai dan untuk
mendapatkan alternative pemecahan yang paling baik maka
diperlukan berbagai aktivitas yaitu ;
 Menentukan cara yang dapat dilakukan dalam menerapkan
system informasi manajemen
 Melakukan analisis kelayakan dari alternative pemecahan yang
dipilih
 Persiapan jadoal perancangan dan tekhnik pemecahan masalah
yang direkomendasikan
 Langkah terakhir adalah memperkenalkan sisem yang telah
dihasilkan.

Kedudukan Analis Sistem Dalam Organisasi
Seorang analis system harus mampu melakukan pemilihan
perangkt computer, menentukan orang yang akan menggunakan SIM,
menyusun prosedur dari SIM tersebut dan menyusun fle-fle atau
database dari system informasi manajemen yang dikembangkan, harus
memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan pemakai system,
manajemen, programmer, manajer system informasi manajemen,
auditor dan penjual system informasi manajemen, bekerja pada divisi
system informasi komputeryang disebut juga divisi system informasi,
divisi system informasi manajemen, atau divisi pelayanan data yang
diperoleh tergantung pada situasi dan kondisi perusahaan. Walaupun
dalam penyebutan berbeda ttapi memiliki 4 kegiatan utama yaitu :
puasat pengembangan, pusat informasi, pusat database dan pusat
computer.
Persiapan Karier Sebagai Analis Sistem
Seorang analis system harus memiliki pengetahuan teknik
dibidang teknologi system informasi manajemen, pengalaman dan
pengetahuan dalam penyusunan program dengan computer, memiliki
pengetahuan bisnis secara umum, memiliki kemampuan memecahkan
masalah
,
mampu
berkomunikasi
dengan
baik,
memiliki
hubungan/relasi yang luas, memiliki kemampuan menganalisis dan
merancang sisitem secara formal dan memiliki pegalaman dalam
menyusun sebuah system informasi manajemen:
 Memiliki pengetahuan teknik dan teknologi system informasi
informasi manajemen
 Memilki pengetahuan dan pengalaman dalam pemrograman
computer
 Memiliki pengetahuan bisnis secara umum

Sistem Informasi Manajemen

22

Memiliki kemampuan memecahkan masalah
Mampu berkomunikasi dengan baik
Mempunyai relasi yang luas
Memiliki
kemampuan
formal
dalam
menganalisis
merancang system
 Berpengalaman





Sistem Informasi Manajemen

23

dan