BAB VI PROFIL KABUPATEN BONE BOLANGO - DOCRPIJM 5ee9d1ac1d BAB VIBAB 6

BAB VI PROFIL KABUPATEN BONE BOLANGO 6.1. Administrasi Wilayah Kabupaten Bone Bolango merupakan bagian dari Provinsi Gorontalo yang secara

  o o o o

  astronomis terletak di 00 28’ 17” LU – 00 35’ 56” LU dan 122 59’ 44” BT - 123 05’ 59” BT.

  2 Luas wilayah Kabupaten Bone Bolango sebesar 1.984,58 Km dengan persentase sebesar 16,24% dari luas wilayah Provinsi Gorontalo.

  Secara geografis letak Kabupaten Bone Bolango berbatasan langsung dengan: Sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Gorontalo Utara & Kabupaten Bolaang

   Mongondow Utara, Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan,

   Sebelah selatan berbatasan dengan Teluk Tomini,

   Sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo.

   Jumlah Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango sebanyak 18 kecamatan yang terdiri dari 166 Kelurahan/desa. Kecamatan yang memiliki wilayah terluas adalah Kecamatan

2 Suwawa Timur sebesar 489,20 Km atau 24,65% dari luas keseluruhan Kabupaten Bone

  Bolango. Sedangkan kecamatan yang memiliki luas terkecil adalah Kecamatan Bulango

  2 selatan dengan persentase sebesar 9,87 Km dari luas Kabupaten Bone Bolango atau 0,50%.

  Luas wilayah menurut kecamatan di Kabupaten Bone Bolango dapat dilihat pada tabel berikut ini.

  Tabel 6. 1. Luas Wilayah Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango Kecamatan Luas Area (Km 2 ) Persentase (%)

  Tapa 64,41 3,25 Bulango Utara 176,10 8,87 Bulango Selatan 9,87 0,50 Bulango Timur 10,82 0,55 Bulango Ulu 78,41 3,95 Kabila 193,45 9,75 Botupinggae 47,11 2,37 Tilongkabila 79,74 4,02 Suwawa 33,51 1,69 Suwawa Selatan 184,09 9,28 Suwawa Timur 489,20 24,65 Suwawa Tengah 64,70 3,26 Pinogu * * Bonepantai 161,82 8,15 Kabila Bone 143,51 7,23 Bone Raya 64,12 3,23 Bone 72,71 3,66 Bulawa 111,01 5,59

  Jumlah 1.984,58 100 Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango dalam Angka Tahun 2014. Sumber; Dokumen RTRW Kabupaten Bone Bolango.

  Gambar 6. 1. Peta Wilayah Administrasi Kabupaten Bone Bolango

6.2. Demografi

  Jumlah penduduk Kabupaten Bone Bolango pada tahun 2013 berjumlah 166.235 jiwa yang terdiri dari 83.704 jiwa penduduk berjenis kelamin laki-laki dan 82.531 jiwa penduduk yang berkelamin perempuan. Jumlah penduduk terbanyak ada pada Kecamatan Kabila dengan jumlah 24.435 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk terkecil ada di Kecamatan Pinogu dengan jumlah 7.135 jiwa. Untuk lebih jelasnya penduduk dirinci berdasarkan kecamatan, jenis kelamin dan rasio jenis kelamin dapat dilihat pada tabel berikut.

  Tabel 6. 2. Jumlah Penduduk Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango, 2013 Kecamatan Penduduk (jiwa) Rasio Jenis Kelamin Laki-laki Perempuan Jumlah

  Tapa 4056 4179 8235

  97 Bulango Utara 4033 3978 8011 101 Bulango Selatan 5547 5594 11141

  99 Bulango Timur 2888 2985 5873

  97 Bulango Ulu 2163 2005 4168 108 Kabila 12089 12346 24435

  98 Botupinggae 3372 3272 6644 103 Tilongkabila 9185 9428 18613

  97 Suwawa 6541 6489 13030 101 Suwawa Selatan 2848 2739 5587 104 Suwawa Timur 2924 2727 5651 107 Suwawa Tengah 3367 3235 6602 104 Pinogu 1151 1073 2224 107 Bonepantai 5789 5641 11430 103 Kabila Bone 6065 5665 11730 107 Bone Raya 3631 3504 7135 104 Bone 5205 5008 10213 104 Bulawa 2850 2663 5513 107

  Jumlah 83704 82531 166235 Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango dalam Angka Tahun 2014.

6.2.1. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian

  Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Bone Bolango pada tahun 2013 sebesar 4,96 persen, persentase tersebut mengalami penurunan bila dibandingkan pada tahun 2012 yaitu sebesar 6,94%. Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) sebesar 56,9 persen. Sementara itu, pencari kerja yang terdaftar di Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bone Bolango tahun 2012 sebanyak 1.746 orang.

  6.2.2. Jumlah Penduduk Miskin

  Besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan, karena penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan dikategorikan sebagai penduduk miskin.

  Garis Kemiskinan pada tahun 2013 sebesar Rp. 265.208/kapita/bulan. Nilai ini menunjukan bahwa terjadi peningkatan sebesar 8,39% jika dibandingkan dengan tahun 2012. Persentase penduduk miskin di Kabupaten Bone Bolango pada periode tahun 2013 mengalami kenaikan menjadi 17,19% dari 16,67% pada tahun 2012.

  6.2.3. Laju Pertumbuhan Penduduk

  Data jumlah penduduk yang dihimpun dari tahun 2009 hingga tahun 2013 menunjukan jumlah penduduk Kabupaten Bone Bolango mengalami peningkatan selama lima tahun dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 5,98%.

  

Tabel 6. 3. Pertumbuhan Penduduk Kabupaten Bone Bolango

Kecamatan Tahun 2009 2010 2011 2012 2013

  Tapa 6.575 6.871 7.477 7976 8235 Bulango Utara 6.537 6.933 7.239 7641 8011 Bulango Selatan 8.775 9.711 10.240 10714 11141 Bulango Timur 5.325 4.995 5.309 5583 5873 Bulango Ulu 3.046 3.612 3.722 4005 4168 Kabila 18.795 21.004 20.690 23427 24435 Botupingge 5.462 5.598 6.209 6394 6644 Tilongkabila 15.375 16.569 16.794 17896 18613 Suwawa 9.881 10.688 11.726 12490 13030 Suwawa Selatan 4.510 4.796 5.068 5392 5587 Suwawa Timur 5.815 6.578 7.112 5401 5651 Suwawa Tengah 5.201 5.716 5.683 6342 6602 Pinogu * * * 2216 2224 Bone Pantai 9.331 6.871 10.903 11192 11430 Kabila Bone 9.176 6.933 10.529 11447 11730 Bone Raya 4.979 9.711 6.033 6743 7135 Bone 8.307 4.995 9.424 9815 10213 Bulawa 4.707 3.612 5.089 5444 5513

  Jumlah 131.797 135.193 142.247 160.118 166.235 Sumber: Diolah dari dokumen RP3KP, BPS-DDA tahun 2012 & 2013. Hasil proyeksi jumlah penduduk berdasarkan dari data yang ada maka pada tahun 2015 jumlah penduduk Kabupaten Bone Bolango adalah 186.694 jiwa dan pada tahun 2019 adalah 235.477 jiwa. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini.

  

Tabel 6. 4. Proyeksi Jumlah Penduduk Kabupaten Bone Bolango 2013-2019

Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah Pendududuk 176.168 186.694 197.850 209.672 222.200 235.477

  Sumber: Hasil Analisis Tim, Tahun 2014 6.2.4.

   Persebaran dan Kepadatan Pendududuk

  Penduduk Kabupaten Bone Bolango tahun 2013 yang tersebar di 18 kecamatan. Berjumlah 166.235 jiwa. Kecamatan Bulango selatan dengan luas

  2

  daerah 9,87 Km dan ditempati oleh 11.141 penduduk, merupakan kecamatan dengan penduduk paling padat apa bila dibandingkan dengan 17 kecamatan lainnya.

  

Tabel 6. 5. Persebaran dan Kepadatan Penduduk Kabupaten Bone Bolango, 2013

2 2 Kecamatan Luas Wilayah (Km ) Penduduk (jiwa) Kepadatan (jiwa/Km ) Tapa 64,41 8235 128 Bulango Utara 176,10 8011

  45 Bulango Selatan 9,87 11141 1129 Bulango Timur 10,82 5873 543 Bulango Ulu 78,41 4168

  53 Kabila 193,45 24435 126 Botupinggae 47,11 6644 141 Tilongkabila 79,74 18613 233 Suwawa 33,51 13030 389 Suwawa Selatan 184,09 5587

  30 Suwawa Timur 489,20 5651

  12 Suwawa Tengah 64,70 6602 102 Pinogu 2224 *

  • Bonepantai 161,82 11430

  71 Kabila Bone 143,51 11730

  82 Bone Raya 64,12 7135 111 Bone 72,71 10213 140 Bulawa 111,01 5513

  50 Jumlah 1.984,58 166235

  84 Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango dalam Angka Tahun 2014.

  Kepadatan penduduk yang tinggi berada di kecamatan Kota selatan sebesar 8.695

  2

  2

  jiwa/Km disusul Kecamatan Kota Tengah sebesar 5.995 695 jiwa/Km . Sedangkan

  2 kepadatan terkecil berada di Kecamatan Kota Barat, yaitu 1.136 695 jiwa/Km .

6.3. Topografi

  Kondisi topografi dan kemiringan lereng di Kabupaten Bone Bolango cukup variatif dengan didominasi oleh kelas lereng datar dengan kemiringan lereng 15 - 25 %, disusul oleh kelas kemiringan lereng 25 - 40 % dan kelas-kelas lereng lainnya.

  Secara umum kondisi topografi wilayah Kabupaten Bone Bolango dikelompokkan kedalam tiga kelompok yaitu kondisi lahan dengan permukaan dataran tinggi (bergunung) atau berada pada kemiringan lereng diatas 40% dan bertekstur morfologi yang kasar. Persebaran lahan dengan ciri tersebut berada di Kecamatan Suwawa, Bonepantai, Kabila Bone, Bone, Bone Raya, Botupingge dan Tilongkabila.

  Kondisi lahan dengan relief berbukit (bergelombang) dengan tekstur morfologi sedang. Persebaran lahan hampir sebagian besar berada disetiap kecamatan di Kabupaten Bone Bolango. Kondisi dengan relief permukaan rendah. Persebaran lahan berada di Kecamatan Tapa, Suwawa dan Kabila.

  

Tabel 6. 6. Keadaan Tanah Menurut Kecamatan di Kabupaten Bone Bolango

2 Keadaan Tanah (Km )

No Kecamatan Dataran Jumlah

Dataran Rendah Pegunungan

  Tinggi

  1 Tapa 12,58 4,50 47,34 64,42

  2 Bulango Utara 41,44 33,89 75,34 176,09

  3 Bulango Selatan 9,87 9,87

  4 Bulango Timur 7,90 2,92 10,82

  5 Bulango Ulu 17,47 29,57 31,37 78,41

  6 Kabila 193,43 193,43

  7 Botupingge 13,2 17,56 16,35 47,11

  8 Tilongkabila 67,11 9,07 3,26 79,74

  9 Suwawa 17,94 9,04 6,52 33,50

  10 Suwawa Selatan 83,73 52,82 106,92 243,47

  11 Suwawa Timur 68,61 18,38 24,29 105,28

  12 Suwawa Tengah 15,25 10,25 39,20 64,70

  13 Bone Pantai 40,61 121,21 161,82

  14 Kabila Bone 40,48 103,03 143,51

  15 Bone Raya 11,66 24,16 28,30 64,12

  16 Bone 72,71

  17 Bulawa 12,05 38,76 60,20 111,01

  18 Pinogu 129,77 86,52 169,63 385,92

  Jumlah 783,1 337,44 832,96 1.984,58 Sumber: Dokumen RP3KP Kabupaten Bone Bolango Tahun 2012-2032. Sumber; Dokumen RTRW Kabupaten Bone Bolango.

  

Gambar 6. 2. Peta Topografi Kabupaten Bone Bolango

6.4. Geohidrologi Kondisi hidrologi di Kabupaten Bone Bolango meliputi perairan darat dan perairan laut.

  Perairan darat antara lain sungai dan danau yang dapat dimanfaatkan untuk sumber air bersih, irigasi dan perikanan darat. Sedangkan perairan laut dapat dimanfaatkan untuk sarana transportasi dan penangkapan ikan laut.

  Kabupaten Bone Bolango mempunyai dua Daerah Aliran Sungai (DAS) besar, yaitu DAS Bone dan DAS Bolango. Kedua DAS ini bermuara pada satu tempat yaitu Teluk Tomini/Teluk Gorontalo. Disamping itu juga ditemukan banyak DAS-DAS kecil lainnya yang umumnya terdapat dihampir seluruh wilayah pegunungan di pinggiran kawasan pantai.

  

Tabel 6. 7. Nama-nama Sungai Besar dan Kecil di Kabupaten Bone Bolango

Nama Sungai Panjang (Km) Kecamatan yang Dilalui

  Bone 90,00 Suwawa, Botupingge Bolango 40,00 Tapa, Bulango, Tilongkabila Tamboo 3,50 Kabila Bone Inengo 10,25 Kabila Bone Kiki 5,00 Kabila Bone Molotabu 5,50 Kabila Bone Aladi 5,00 Kabila Bone Bututonuo 7,25 Kabila Bone Oluhuta 3,75 Kabila Bone Olele 4,00 Bone Pantai Tolotio 6,25 Bone Pantai Butalo 11,50 Bone Pantai Bilungala 15,00 Bone Pantai Tongokiki 6,50 Bone Pantai Tongodaa 2,75 Bone Pantai Uabanga 7,75 Bone Pantai, Bone Raya Tombulilato 20,00 Bone Raya Ombulo 3,50 Bone Raya Mamunga Daa 7,00 Bone Raya Mopuya Daa 5,00 Bone Raya Mopuya Kiki 3,50 Bone Raya Tapambudu 3,25 Bone Raya, Bone Monano 9,50 Bone Topidaa 3,50 Bone SogitaDaa 6,50 Bone Sogita Kiki 5,50 Bone Taludaa 18,00 Bone Sumber: Dokumen RP3KP Kabupaten Bone Bolango Tahun 2012-2032.

6.5. Klimatologi

  Kabupaten Bone Bolango secara umum memiliki dua musim, yaitu musim kemarau dan musim penghujan. Keadaan ini berkaitan erat dengan arus angin yang bertiup di wilayah Kabupaten Bone Bolango. Pada bulan Oktober sampai April arus angin berasal dari barat/barat laut yang banyak mengandung uap air, sehingga mengakibatkan musim penghujan. Sementara itu, pada bulan Juni sampai September arus angin berasal dari timur yang tidak mengandung uap air. Keadaan seperti itu berganti setiap setengah tahun setelah melewati masa peralihan pada bulan April-Mei dan November - Oktober.

  

Tabel 6. 8. Tekanan Udara Rata-rata (Mb) Menurut Bulan

di Provinsi Gorontalo, 2012-2013

Bulan Tahun 2012 2013

  Januari 1.009,20 1.009,20 Februari 1.009,00 1.008,90 Maret 1.008,80 1.010,10 April 1.009,60 1.009,00 Mei 1.009,70 1.009,40 Juni 1.009,30 1.008,50 Juli 1.009,40 1.009,10 Agustus 1.010,50 1.010,30 September 1.010,40 1.010,10 Oktober 1.010,20 1.010,60 Nopember 1.009,40 1.009,00 Desember 1.009,60 1.008,50 Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango dalam Angka Tahun 2014.

  Suhu udara ditentukan oleh tinggi rendahnya tempat/wilayah tersebut terhadap permukaan laut dan jaraknya dari pantai. Pada tahun 2013, Provinsi Gorontalo mempunyai suhu udara dengan rata-rata 27,13 derajat celsius. Sementara itu, rata-rata kelembaban relatif adalah 82,65 persen.

  

Tabel 6. 9. Rata-rata Suhu Udara dan Kelembapan Udara setiap Bulan di Provinsi

Gorontalo, 2013

Bulan Suhu Udara ( o

C) Kelembapan Udara (%) Min Maks Rata-rata

  07.00

  13.00

  18.00 Rata-rata

  Januari 23,9 32,1 27,0 93,2 70,4 81,5 84,6 Februari 23,7 32,8 26,8 94,1 66,9 82,0 84,3 Maret 24,0 33,1 27,6 93,0 61,8 78,4 81,6 April 24,1 33,2 27,6 92,5 64,7 83,6 83,3 Mei 24,4 32,4 27,3 93,2 67,8 87,8 85,5 Juni 23,9 32,7 27,3 93,6 68,4 82,4 84,5 Juli 23,5 32,1 26,2 93,7 73,1 85,4 86,5 Agustus 23,1 32,4 26,5 92,1 64,9 78,0 81,8 September 22,8 33,1 27,2 91,2 56,2 68,9 76,9 Oktober 23,1 33,5 27,5 89,8 58,8 73,1 77,9 Nopember 23,7 32,5 27,4 90,5 62,1 79,5 80,7 Desember 24,0 32,2 27,2 93,5 66,2 83,7 84,2 Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango dalam Angka Tahun 2014.

  Kecepatan angin pada tahun 2013 yang dipantau Stasiun Pengamatan BMKG Jalaludin hampir merata setiap bulannya, yaitu pada kisaran antara 1.1 sampai 2,7 knot.

  

Tabel 6. 10. Arah Angin Terbanyak, Kecepatan Maksimal dan Rata-rata Serta Arah Angin

saat Kecepatan Maksimal menurut Bulan di Provinsi Gorontalo, 2013

Bulan Arah Angin Terbanyak Kecepatan Maksimal (knot) Rata-rata (knot) Arah Angin Saat Kecepatan Maksimal

  Januari 350 20 2,0 270 Februari 360 13 1,8 360 Maret 360 14 2,0 270 April 340 11 1,6 340 Mei 180 14 1,1 160 Juni 180 20 1,3 150 Juli 130 16 1,6 240 Agustus 130 14 2,6 150 September 180 17 2,7 160 Oktober 180 12 1,6 180 Nopember 360 13 1,3 320 Desember 360 15 1,2 360 Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango dalam Angka Tahun 2014.

  Curah hujan pada suatu tempat antara lain dipengaruhi oleh keadaan iklim, keadaan geografi, dan perputaran/pertemuan arus angin. Karena itu, jumlah curah hujan beragam menurut bulan dan letak stasiun pengamatan. Catatan curah hujan tahun 2013 berkisar antara 37 - 308 mm. Jumlah hari hujan terbanyak terjadi pada bulan Juli dan Desember 2013 yaitu 24 hari.

  

Tabel 6. 11. Jumlah Hari Hujan, Jumlah Curah Hujan, dan Rata-rata Penyinaran Matahari

Setiap Bulan di Provinsi Gorontalo, 2013

Bulan Jumlah Hari Hujan (hari) Jumlah Curah Hujan (mm) Rata-rata Penyinaran Matahari (jam)

  Januari 19 109 5,2 Februari 19 130 5,8 Maret

  10 67 5,3 April 17 159 5,3 Mei 23 116 5,5 Juni 20 205 5,2 Juli 24 244 4,5 Agustus 20 107 7,6 September

  9 46 5,3 Oktober 10 154 6,1 Nopember 18 412 5,5 Desember

  24 27 6,7 Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango dalam Angka Tahun 2014.

6.6. Sosial dan Ekonomi Wilayah

  Kondisi sosial dan ekonomi antara lain menggambarkan tentang nilai budaya, kondisi tingkat pendidikan masyarakat, angka kemiskinan, kondisi PDRB, Laju Investasi dan potensi perekonomian Kabupaten Bone Bolango.

6.7.1. Budaya

  Potret sehari hari masyarakat Gorontalo dikenal sangat kental dengan paduan nuansa adat dan agama. Cerminan realitas tersebut terkristalisasi dalam ungkapan “Adat Bersendi Syara, Syara Bersendi Kitabullah”. Filosofi hidup ini menjadi bagian yang melingkupi keseluruhan sistem budaya dengan tetap menghargai nilai-nilai, norma dan kaidah yang berlaku secara umum di tengah-tengah masyarakat Kota Gorontalo dan tetap selaras dengan dinamika masyarakat yang semakin terbuka, modern, dan demokratis.

  Dalam proses sosialisasi dan komunikasi keseharian masyarakat Gorontalo, selain menggunakan Bahasa Indonesia juga menggunakan pula Bahasa Gorontalo

  (Hulondalo). Bahasa daerah ini tidak ditinggalkan, kecuali sebagai salah satu kekayaan budaya, penggunaannya memberi label ciri khas Provinsi Gorontalo.

  6.7.2. Perkembangan Tingkat Pendidikan Masyarakat

  Angka partisipasi sekolah Kabupaten Bone Bolango di dua tahun terakhir mengalami peningkatan dapat kelompok usia sekolah dasar dan usia sekolah lanjutan tingkat pertama. Pada usia sekolah lanjutan tingkat atas terjadi penurunan dari tahun 2012 ke tahun 2013.

  Pada tahun 2013, Angka Partisipasi Sekolah (APS) pada penduduk kelompok usia sekolah 7-12 tahun sebesar 99,60 persen atau naik dari tahun 2012 yang sebesar 98,84 persen. Sementara itu, APS penduduk kelompok usia sekolah 13-15 tahun naik dari 83,02 menjadi 90,70 pada tahun 2013. Sedangkan kelompok usia 16-18 tahun mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu dari 68,35 menjadi 59,04.

  Angka Partisipasi Murni (APM) tingkat SD/MI pada tahun 2013 sebesar 98,14 persen. Sementara itu, APM tingkat SMP/MTS dan SMA/SMK/MA masing-masing sebesar 66,03 persen dan 54,20 persen.

  Tabel 6. 12. Angka Partisipasi Sekolah menurut Kelompok Umur di Kabupaten Bone Bolango, 2012-2013 Tahun Kelompok umur 2012 2013

  7 - 12 98,84 99,60 13 - 15 83,02 90,70 16 - 18 68,35 59,04 Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango dalam Angka Tahun 2014.

  6.7.3. Tingkat kemiskinan

  Persentase penduduk miskin Kabupaten Bone Bolango pada tahun 2013 mengalami kenaikan setelah pada beberapa tahun sebelumnya mengalami penurunan. Pada tahun 2013 persentase penduduk miskin Kabupaten Bone Bolango sebanyak 17,19%. Untuk lebih jelasnya menyangkut jumlah penduduk miskin, garis kemiskinan dan persentase penduduk miskin dapat dilihat pada tabel berikut.

  

Tabel 6. 13. Garis Kemiskinan dan Persentase Penduduk Miskin di

Kabupaten Bone Bolango Tahun Garis Kemiskinan (Rp/kapita/bulan) Penduduk Miskin Jumlah (000) Persentase (%)

  2006 136503 39,10 30,85 2007 141685 36,10 30,60 2008 150238 27,12 22,70 2009 190732 24,08 19,97 2010 202308 25,10 17,65 2011 225395 25,30 17,39 2012 244682 R

  24,60 R 16,67 2013 265208 25,70 17,19

  Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango Dalam Angka Tahun 2014 R = Revisi 6.7.4.

   Keuangan Daerah

  Sumber penerimaan APBD terbesar di tahun 2013 di sumbang oleh dana perimbangan yaitu sebesar 79,72% dari seluruh penerimaan daerah. Realisasi belanja daerah pada tahun 2013 adalah sebesar 548,81 miliar rupiah, lebih besar dibanding penerimaan daerah yang besarnya 541,17 miliar rupiah.

  Tabel 6. 14. Realisasi Pengeluaran Daerah Menurut Jenis Pengeluaran di Kabupaten Bone Bolango (miliar rupiah), 2013 Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango dalam Angka Tahun 2014.

  

Tabel 6. 15. Realisasi Penerimaan Daerah Menurut Jenis Penerimaan di Kabupaten Bone

Bolango (miliar rupiah), 2013

Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango dalam Angka Tahun 2013.

6.7.5. Perkembangan PDRB

  Situasi perekonomian Kabupaten Bone Bolango tahun 2013 terlihat semakin meningkatkan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2013 nilai PDRB atas dasar Harga Berlaku sebesar 1.222 milyar rupiah, angka tersebut mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya yaitu 1.108 milyar rupiah pada tahun 2012.

  Atas dasar Harga Konstan PDRB juga menunjukan peningkatan. PDRB atas dasar harga konstan tahun 2000 sebesar 346,26 milyar rupiah pada tahun 2013 naik dari 321,2 milyar rupiah pada tahun 2012.

  Dari distribusi persentase menurut harga berlaku terlihat bahwa sektor pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan masih mendominasi perekonomian Kabupaten Bone Bolango. Pada tahun 2013 sekor pertanian, peternaan, kehutanan, dan perikanan memiliki nilai konstribusi sebesar 40,32%. Sektor lain yang cukup besar pengaruhnya adalah sektor jasa-jasa, memiliki nilai konstribusi sebesar 16,65%. Sedangkan sektor yang paling kecil konstribusinya adalah sektor listrik, gas dan air bersih yang hanya sebesar 0,31%.

  

Tabel 6. 16. Produk Domestik Regional Bruto atas Dasar Harga Berlaku di Kabupaten Bone

Bolango (juta rupiah), 2011-2013

Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango dalam Angka Tahun 2013.

  

Tabel 6. 17. Produk Domestik Regional Bruto atas Dasar Harga Konstan 2000 di Kabupaten

Bone Bolango (juta rupiah), 2011-2013

Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango dalam Angka Tahun 2014.

6.7.6. Potensi Ekonomi 1.

  Pertanian Luas sawah di Kabupaten Bone Bolango pada tahun 2013 seluas 2.046,93

  Hektar. Menurut pengairannya, sebagian besar sawah menggunakan sistem irigasi teknis yaitu mencapai 92,69%. Pada tahun 2013 , produksi padi sawah di Kabupaten Bone Bolango sebesar 29.720,50 ton dimana produksi terbesar dihasilkan di Kecamatan Tilongkabila. Sementara untuk produksi jagung di tahun 2013 adalah sebesar 13.547,20 ton. Produksi hasil pertanian tanaman pangan dan holtikultura, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.

  Tabel 6. 18. Luas Panen, Produksi dan Produktivitas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Buah-buahan di Kabupaten Bone Bolango, 2013 Komoditi 2013 Luas Panen (ha) Produksi (ton) Produktivitas (kuintal/ha)

  Padi Sawah 4.511,0 29.720,5 65,9 Jagung 3145,0 13.547,20 43,08 Ubi jalar 41 273,00 66,59 Cabe 475,0 930,0 Mangga 48,0 2558,0 Durian - 411,9 Jeruk - 2,85 Pisang - 3421,9 Pepaya - 186,16 Nanas -

  27.6 Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango dalam Angka Tahun 2014.

  Populasi ternak terdiri dari sapi perah, sapi potong, dan kambing. Pada tahun 2013, jumlah populasi tersebut berturut turut 14 ekor, dan 3.055 ekor. Populasi unggas yang terdiri dari ayam kampung, ayam pedaging, dan itik pada tahun 2013 secara berturut-turut adalah 36.448 ekor, 246.280 ekor, dan 2.162 ekor.

  Tabel 6. 19. Populasi Ternak dan Unggas di Kabupaten Bone Bolango, 2013 Ternak Populasi Ternak (ekor)

  Sapi potong 22.042

  Kuda

  14 Kambing 3.055

  Ayam kampung 36.448 Ayam pedaging 246.280 itik

  2.162 Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango dalam Angka Tahun 2014.

  Produksi perikanan darat pada tahun 2012 tercatat terdiri dari Tambak dan kolam. Produksi untuk perikanan darat dengan media tambak sebesar 97,86 Ton. Sedangkan produksi perikanan darat dengan media kolam sebesar 481,09 Ton.

  Tabel 6. 20. Produksi Perikanan Tangkap di Kabupaten Bone Bolango, 2012

Hasil laut Produksi Perikanan Darat (ton)

  Tambak 97,86

  Kolam 481,09 Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango dalam Angka Tahun 2014.

2. Industri

  Pada tahun 2013, di Kabupaten Bone Bolango terdapat 2.183 unit usaha industri dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 3.531 orang.

  

Tabel 6. 21. Perkembangan Sektor Industri di Kabupaten Bone Bolango,

2007-2013

Tahun Unit Usaha Tenaga Kerja

  2007 1592 2969 2008 1984 3652 2009 1319 2865 2010 1435 3053 2011 1575 3468 2012 1799 3522 2013 2183 3531 Sumber: BPS, Kabupaten Bone Bolango dalam Angka Tahun 2014.

  3. Perdagangan dan jasa Jumlah perusahaan perdagangan barang dan jasa di Kabupaten Bone

  Bolango berdasarkan data terakhir yang tersedia tahun 2011 mengalami penurunan sebesar 14,43% dibanding pada tahun 2010. Pada tahun 2011 tercatat 180 perusahaan perdagangan barang dan jasa yang meliputi 9 unit perusahaan perdagangan besar, 26 perusahaan perdagangan skala menengah dan 145 buah perusahaan perdagangan skala kecil. Dari 180 perusahaan tersebut sebagian besar, atau sebesar 33,33% perusahaan perdagangan tersebut berada di Kecamatan Kabila.

  Untuk aktifitas jula beli masyarakat, di kabupaten bone Bolango terdapat 22 unit pasar dengan spesifikasi pasar inpres 7 unit, noninpres 3 unit dan pasar bangdes berjumlah 12 unit.

  4. Pariwisata Sampai tahun 2013 belum ada hotel yang terbangun di Kabupaten Bone Bolango. Untuk rumah makan terdapat 40 unit yang tersebar.

Lanjutkan membaca

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

56 1234 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 346 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 285 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

4 197 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 268 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 363 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 331 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 190 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 343 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 385 23