MANAJEMEN STRATEGI PENDIDI KAN BERORENTAS

MANAJEMEN STRATEGI PENDIDIKAN BERORENTASI SISTEM
VALUE DI ERA GLOBALISASI
ABSTRAK
Jarkawi
Program Studi Bimbingan dan Konseling Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin Indonesia
jarkawi010462@gmail.com

Kehidupan adalah suatu pilihan yang ditentukan dengan berorentasi pada nilai yang dimengerti,
dipahami, disadari dan diyakini dalam wolrd vision life. Dalam kehidupan, peran pendidikan
merupakan usaha sadar untuk mendidik dan mengajarkan serta memandirikan agar kehidupan
menjadi bernilai lebih baik, bermanfaat dan bermakna di dunia dan akhirat sebagai tujuan akhir
dari pendidikan dan berlangsung sepanjang kehidupan. Diera globalisasi sebagai bagian dari role
life sistem kehidupan terus terjadi perubahan dan perubahan menciptakan kompleksitas
kehidupan disamping kemajuan cara berpikir dan berpandangan tentang kehidupan yang terjadi
secara bersamaan dengan dua sisi mata uang sebagai pilihan kehidupan untuk menjadi pilihan
dalam menjalani proses pendidikan sepanjang kehidupan. Fenomena sosial di era globalisasi
sekarang ini dapat kita cermati dengan ada kekerasan anak remaja dengan tawuran, pengrusakan
lingkungan ramah, kekerasan orang tua terhadap guru Manajemen strategi pendidikan dilakukan
melalui suatu pengelolaan yang strategis dalam merencanakan, mengkoordinasikan,
mengendalikan dan mengevaluasi serta follow up untuk mencapai tujuan kehidupan lebih baik,
bermanfaat dan bermakna dalam kehidupan di dunia dan akhirat menjadi suatu perubahan
kehidupan yang efektif, kreatif, inovatif, produktif serta outcome. Manajemen startegi
pendidikan berorentasi sistem Value perlu dilakukan agar proses pendidikan dapat
mengembangkan dan mengoptimalkan setiap tahapan perkembangan kehidupan yang bernilai
lebih baik, bermanfaat dan bermakna di dunia dan akhirat
Kata Kunci: Manajemen startegi, Pendidikan, Sistem Value

1

PENDAHULUAN
Kehidupan adalah suatu pilihan yang ditentukan dengan berorentasi pada nilai yang
dimengerti, dipahami, disadari dan diyakani sebagai world vision life sebagaimana Sanusi (2015)
“hidup adalah pilihan” yang dapat dijelaskan manusia dihadapkan pada dua pilihan antara
melakukan dan tidak melakukan. Disetiap kehidupan dimuka bumi ini tidak mungkin lepas dari
nilai-nilai kehidupan yang berkembang kapan dan dimanapun kehidupan itu terjadi. Akan tetapi
nilai-nilai yang ada dalam kehidupan diantara suatu-suku, daerah dan bangsa yang ada dalam
kehidupan patut disadari bahwa nilai-nilai tersebut tidak semua berlaku secara umum yang
tentunya ada nilai-nilai yang tidak berlaku disuatu daerah atau suku bahkan bangsa satu dengan
bangsa yang lainnya disamping ada juga nilai-nilai kehidupan yang berlaku secara umum dan
universal seperti kejujuran, kecerdasan, kedisiplinan dan kumonikasi dalam kehidupan dengan
sistem nilai berorentasi pada keyakinan agama yang diyakini, etika dan estetika serta loka
sebagaimana diungkapkan Sanusi (2015) sistem nilai dalam kehidupan dapat dikemukan adalah
teologis, fisikologis, etis, etetis, logis, teleologis. Nilai bukan terletak pada objek yang diamati,
akan tetapi nilai berada pada subjek yang menilai dan bersipat subjektif tergantung dari sudut
mana subjek menilainya sebagaimana telah dikemukakan Mulyana (2004) nilai lahir dari sebuah
konsekuensi penyikapan atau penilaian atas sesuatu hal yang faktual
Dalam kehidupan peranan pendidikan merupakan usaha sadar untuk mendidik dan
mengajarkan serta memandirikan agar kehidupan menjadi bernilai lebih baik, bermanfaat dan
bermakna di dunia dan akhirat sebagai tujuan akhir dari pendidikan dan berlangsung sepanjang
kehidupan sebagaimana dijelaskan Sadullah (2010) bahwa pendidikan merupakan berlangsung
seumur hidup dimulai sejak manusia dalam kandungan sampai meninggal dunia dinilah manusia
menerima pengaruh dan mengembangkan dirinya yang berlangsung dalam keluarga, sekolah dan
masyarakat. Lebih tegas lagi dikemukakan Mulyasana (2011) mengemukakan bahwa pendidikan
pada hakekatnya pembebasan manusia dari ketidak-tahuan, ketidak-mampuan, ketidakberdayaan, ketidak-benaran, ketidak-amanahan, ketidak-disiplinan dan membebaskan manusia
dari pikiran negative, hati gelap serta akhlak kurang mulia serta lemahnya keimanan terhadap
Allah SWT dan Rasulullah SAW.
Diera globalisasi sebagai bagian dari role life sistem kehidupan terus terjadi perubahan dan
perubahan menciptakan kompleksitas kehidupan disamping kemajuan cara berpikir dan
berpandangan tentang kehidupan yang terjadi secara bersamaan dengan dua sisi mata uang
sebagai pilihan kehidupan untuk menjadi pilihan dalam menjalani proses pendidikan sepanjang
kehidupan. A. Surayadi (Sanusi.2009) telah mengemukakan arus globalisasi telah menggusur
norma dan nilai (norma and values). Dari fenomena soaisl di era globalisasi sekarang ini dapat
kita cermati ada kekerasan anak remaja dengan tawuran, perusakan lingkungan ramah, kekerasan
orang tua terhadap guru sebagai dampak negative dari era globalisasi sejalan dengan hasil
penelitian Wening (2012)) dapat dimaknai bahwa pendidikan nilai pada lingkungan kehidupan
berupa keluarga, masyarakat, dan media berpengaruh terhadap pembentuk karakter.
Dikemukakan juga oleh Sutjipto, Rektor Universitas Jakarta dalam Sutikno (2006) dalam sebuah
laporan hasil penelitian dikemukan salah satu hasil penelitiannya bahwa pendidikan nasional
terpuruk dikarenakan krisis nilai yang melanda peserta didik sehingga mudah tawuran.
2

Manajemen strategi pendidikan dilakukan melalui suatu pengelolaan yang strategis dalam
merencanakan, mengkoordinasikan, mengendalikan dan mengevaluasi serta memfollow up untuk
mencapai tujuan kehidupan lebih baik, bermanfaat dan bermakna dalam kehidupan di dunia dan
akhirat menjadi suatu perubahan kehidupan yang efektif, kreatif, inovatif, produktif serta
outcome dengan memperhitung faktor internal dan ekstenral sebagai bahan analisis untuk
mengambil keputusan yang strategis dalam pencapain tujuan sebagaimana dikemukakan Siagian
(2001). Dapat jelaskan bahwa kompleksitas dari pengaruh faktor internal dan eksternal
organisasi diperlukan manajemen strategik.
Manajemen startegi pendidikan berorentasi sistem Value perlu dilakukan agar proses
pendidikan dapat mengembangkan dan mengoptimalkan setiap tahapan perkembangan
kehidupan yang bernilai lebih baik, bermanfaat dan bermakna di dunia dan akhirat. Pergeseran
nilai dalam dunia pendidikan yang didorong pergerakan faktor internal dan eksternal sehingga
menimbulkan kesenjangan sistem nilai pada kehidupan sehingga membutuhkan pemikiran dan
pemahaman secara komprehensif dan mendalam tentang sistem nilai secara strategis dengan
merevitalisasi strategi pendidikan dengan berorentasi value sebagaimana dikemukakan Alma
(2008) mengemukakan pendidikan harus melakukan kesesuaian tuntutan lingkungan dan
persaingan dengan kekuatan internal dan merespon peluang dan ancaman ekternal.
Dalam manajemen pendidikan berorentasi value patut dipertanyakan : (a) Seperti apa
konsep pendidikan yang mendidik, mengajar dan memandirikan untuk suatu kehidupan bernilai?
(b) Bagaimana perubahan dari berpikir dan berkemajuan di era globalisasi ? (c) Apa yang harus
dilakukan agar kehidupan menjadi efektif, kreatif, inovatif, produktif serta outcome dengan
penuh nilai kebermaknaan di dunia dan di akhirat di era globalisasi ? (d) Bagaimana Proses
pendidikan dalam mengembangkan dan mengoptimalkan setiap tahapan perkembangan
kehidupan ?
MANAJEMEN STRATEGI PENDIDIKAN
Pendidikan dan Sistem Value
Pendidikan merupakan usaha sadar manusia dalam melakukan suatu proses menjadikan
manusia terbebas dari kemerosotan akhlak dan kemunduran dalam berpikir dan berpandangan
serta berperasaan untuk bekal dalam menjalani kehidupan dengan benar dan baik serta indahnya
kehidupan di dunia dan akhirat sejalan dengan Mulyasana (2011) pendidikan pada hakekatnya
adalah proses pematangan hidup yang diharapkan dapat memahami hakekat hidup dengan focus
pada pembentukan kepribadian dan pematangan logika, hati, akhlak dan keimanan menjadikan
kehidpan menajdik berkualitas.
Pendidikan terus berkembang sejalan dengan kehidupan manusia dimuka bumi mulai sejak
masa prakonsepsi manusia sampai kehidupan manusia berakhir dan pendidikan membentuk
kepribadian manusia dengan warna dan corak yang beragam sebagai hasil dari interaksi dengan
lingkungan dimana manusia berada dan berprosesnya pendidikan itu sendiri sebagaimana
dijelaskan Alport (Hutagalung. 2007) menegaskan bahwa manusia tidak dapat dipisahkan
dengan lingkungan sebagai kepribadian yang terbentuk dan melekat pada seseorang.
3

Pendidikan diperlukan oleh setiap manusia dalam mewujudkan hiudpnya dalam kehidupan
berkeluarga dan bermasyarakat serta berbangsa dimana manusia merupakan makhluk edukasi
(education human) dan disamping itu juga manusia juga adalah mahkluk social (social human)
sebagaimana diungkapkan Tilaar (2015) manusia sebagai mahluk sosial yang membutuhkan
pendidikan sebagai syarat dalam mewujudkan kemanusiaannya dan membentuk suatu
kebudayaan. Pendidikan merupakan suatu proses pembelajaran agar manusia dapat
bertanggungjawab dan mandiri serta disiplin dalam menajalani kehiudpan sebagaimana
diungkapkan Iqbal (2015) dapat dijelaskan bahwa pendidikan merupakan pemberian
pengetahuan, pemahaman, pengertian, tanggung gjawab, dan penanaman amanah sehingga
terjadi pembersihan diri, menerima, dan mempelajari apa yang belum diketahui untuk kegunaan
dalam kehidupan dirinya. Pendidikan sangat penting bagi kehidupan manusia karena dengan
pendidikan manusia berbudaya dan terus mengembangkan budaya untuk kehidupan yang lebih
baik dan berkualitas dari kehidupan sekarang dengan pendidikan manusia terbentuk kepribadian
dan budaya yang mampu mengatasi berbagai permasalah kehidupan yang lebih baik dan terus
tumbuh dan berkembang, sebagaimana dikemukakan Suharsaputra (2015) peranan pendidikan
membentuk individu menuju pembentukan budaya masyarakat yang berkualitas.
Kehidupan adalah suatu pilihan yang ditentukan dengan berorentasi pada nilai yang
dimengerti, dipahami, disadari dan diyakani. Dalam kehidupan peranan pendidikan merupakan
usaha sadar untuk mendidik dan mengajarkan serta memandirikan agar kehidupan menjadi
bernilai lebih baik, bermanfaat dan bermakna di dunia dan akhirat sebagai tujuan akhir dari
pendidikan dan berlangsung sepanjang kehidupan tidak bias lepas dengan nilai.
Nilai selalu terlibat dalam pendidikan sewaktu menentukan materi pembelajaran, metode,
media dan evaluasi pendidikan yang membetuk manusia menjadi kritis terhadap pendidikan.
Sewaktu masyarakat ataupun para pakar pendidikan mengkritisi pendidikan maka disitulah
terkait dengan masalah nilai sebagaimana dikemukakan Mulyana (2004) Masyarakat maupun
pakar pendidikan dalam mengkritisi pendidikan akan merujuk pada nilai baik-buruk, benar-salah,
indah-tidak. Hasil penelitian Iswahyingtyas (2011) Nilai-nilai pendidikan karakter pada sekolah
dasar diantaranya nilai karakter religius, nilai karakter pribadi yang baik, nilai karakter
kepedulian social, nilai karakter kejujuran, nilai karakter kerja keras, nilai karakter cinta
lingkungan.
Nilai dalam perkembangannya merupakan suatu kejadian yang dijalani oleh manusia
dalam kehidupan keseharian dimana nilai dipertimbangkan saat manusia menentukan ya atau
tidak terhadap suatu kejadian sebagaimana seorang guru dalam menanamkan nilai kepada
siswanya melalui proses pembelajaran dengan materi dan metode serta media dan evaluasi yang
digunakan dalam proses pembelajaran dengan berbagai pertimbangan nilai sebagaimana telah
dijelaskan Mulyana (2004) pertimbangan nilai merupakan peristiwa dalam kehidupan manusia.
Nilai juga merupakan sutau pemikiran yang ada dalam pikiran seseorang bukan berada pada
objek yang dinilai, sebagaimana dijelaskan Subur (2007) bahwa nilai merupakan suatu konsep
yang berada dalam pikiran manusia yang sifatnya tersembunyi, tidak berada dalam dunia yang
sifatnya emperis dan berfungsi sebagai standar atau ukuran bagi tingkah laku manusia yang
terkait dengan baik dan buruk, indah tidak indah, layak tidak layak, adil tidak adil
4

Pendidikan dan nilai tidak dapat dipisahkan antara satu dengan yang lainnya, ketika
pendidikan dilakukan terhadap manusia maka disana akan ada nilai yang akan ditanamkan
kepada manusia dan nilai itu sendiri merupakan pergerak dalam berbagai tindakan pendidikan
dalam rangka tujuan pendidikan itu sendiri, sebagaimana dijelaskan Mulyana (2004) nilai
berfungsi sebagai penggerak tindakan-tindakan pendidikan dalam rangka mencapai tujuan
pendidikan. Hasil Penelitian Wening (2012) Pendidikan nilai diperoleh siswa melalui sekolah ,
keluarga dan teman sebaya serta media masa cendrung membentukan prilaku siswa
NILAI
LINGKUNGAN
EKSTERNAL

SISWA

PENDIDIKAN

PRILAKU
BERNILAI

NILAI
LINGKUNGAN
INTERNAL

Gambar : Pendidikan dan Nilai
Pendidikan di Era Globaliasi
Dalam pendidikan diera global kita dapat mengamati dari berbagai level permasalahan
pendidikan mulai dari interaksi pembelajaran antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa atau
antar guru dengan kelompok siswa, kelpok siswa dengan kelompok siswa yang sangat kental
dengan permasalahan kompetensi siswa untuk diberdayakan agar dapat berkembang dan
bermakna bagi kehidupan secara pribadi, keluarga, masyarakat dan bangsa. Disisi lain dapat juga
dilihat dari bidang mata pelajaran dari berbagai cabang ilmu seperti matematika, ilmu
pengetahuan sosial dan ilmu pengetahuan alam serta bahsasa, agama, kewarnaegaraan, kesehatan
dan pengembangan kepribadian dengan materi pelajaran yang diajarkan, selanjutnya proses
pembelajaran, siswa, guru, penilaian, kepala sekolah, komite sekolah, pengawas sekolah,
kurikulum, dan keuangannya. Lebih luas lagi dengan memandang pendidikan dari hubungan
antar lembaga pendidikan dalam masyarakat, kelompok lokal, regional dan nasional bahkan
global. Sejalan dengan pandangan Sanusi (2015) dapat kemukakan tentang tingkatan pendidikan
yakni: ada tingkatan mikro, messo dan makro.
Globalisasi sebagai bagian dari role life sistem kehidupan terus terjadi perubahan dan
perubahan menciptakan kompleksitas kehidupan disamping kemajuan cara berpikir dan
berpandangan tentang kehidupan yang terjadi secara bersamaan seperti dua sisi mata uang
sebagai pilihan kehidupan untuk menjadi pilihan dalam menjalani proses pendidikan sepanjang
kehidupan. Jacques Delors dalam Mudyahardjo (2014) pendidikan untuk abad 21 tantangan
pendidikan adalah (a) global dengan lokal (b) universal dengan individual (c) modern dengan
tradisional (d) pertumbungan jangka panjang dengan pendek (e) kompetisi dengan persamaan
kesempatan (f)perluasan pengetahuan dengan kemampuan manusia (g) spiritual dengan material.
5

Perubahan juga membawa kepada suatu kehidupan kedepan yang sulit untuk dipridiksi dan perlu
mencari suatu strategi guna dapat bertahan dan berusaha untuk mencari dan menemukan solusi
yang strategis dalam merenpos perubahan globalisasi sejalan dengan Duderstadt dalam
Suharsaputra ( 2015) yang dapat dikemukakan bahwa suatu situasi yang terus selalu berubah dan
tidak dapat dipridiksi perlu mencari cara dalam merespon perubahan.
Kehidupan merupakan suatu sistem organis dengan perubahan, pertumbuhan dan
perkembangan kehidupan yang perlu dipahami dengan baik dan benar dengan memandang role
life sistem selalu berubah, tumbuh dan berkembang. Dalam suatu perubahan tentunya ada yang
maju dan ada yang mundur, ada yang hidup dan ada yang mati, ada yang kalah dan ada yang
menang dengan latar belakang dan factor pendukung serta penghambat dari perubahan itu sendiri
sebagaimana dikemukakan oleh Sanusi (2015) Sistem kehidupan merupakan sisten organik
bukan mekanik yang akan mengalami perubahan, pertumbuhan dan perkembangan.
Perubahan kehidupan sebagai hasil perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
memunculkan kesadaran akan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi di era globalisasi
dalam memecahkan permasalahan kehidupan yang dihadapi sebagaimana dikemukakan
Ramodan St. Clair 1998 dalam Sanusi ( 2015) dapat dijelaskan bahwa role life sistem pribadi,
masyarakat, organisasi dan global telah mengalami perubahan karena perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi yang merupakan suatu zaman kesadaran bahwa ilmu pengetahuan
dan teknologi mengubah kehidupan dunia.

KEHIDUPAN

SOLUSI

GLOBALISASI

RLS

KOMPLEKSITAS

PERUBAHAN

Gambar:Pendidikan di Era Globalisasi
Manajemen Strategi Pendidikan
Pendidikan dengan tujuan sebagai mana terdapat dalam Undang Undang Sistem
Pendidikan Nasional Np 20 tahun 2003 menyatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan
terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara. Tujuan pendidikan tentunya memerlukakan serangkaian
usaha dan ihtiar untuk mecapainya dengan suatu manajemen strategi sebagai kunci dengan daya
6

dukungan sistem yang sangat kuat begitu sebaliknya apabila usaha dan ikhtiar pencapian tujuan
pendidikan mengabaikan manajemen strategi tentunya pencapaian tujuan pendidikan menjadi
kurang maksimal, sebagai mana dapat dijelaskan Kurniawan (2000) apabila suatu strategi
dirumuskan dengan secara baik maka pencapaian tujuan akan membuahkan hasil yang bagus.
Dalam mencapai tujuan pendidikan usaha yang dilakukan dengan mengintegrasikn seluruh
cabang manajemen secara bersinergi yang telah disepakati untuk mencapai tujuan sebagaimana
dijelaskan Anwar (20016) proses pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan factor dominan
yang mempengarhinya adalah manajemen pendidikan yang strategis. Tujuan pendidikan nasional
merupakan suatu tujuan yang cukup luas yang tentunya dihadapkan dengan lingkungan internal
dan ekternal yang luas dan kompleks sejalan dengan Siagian (2000) Makin besar suatu
organisasi maka makin luas lingkungan internal dan eksternal organisasi dan akan semakin
kompleks.
Manajemen strategi pendidikan perlu dilakukan melalui suatu pengelolaan pendidikan
yang strategis dalam merencanakan, menkoordinasikan, mengendalikan dan mengevaluasi serta
follow up untuk mencapai tujuan pendidikan dalam mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara, sehingga kehidupan lebih
baik, bermanfaat dan bermakna dalam kehidupan di dunia dan akhirat menjadii suatu perubahan
kehidupan yang efektif, kreatif, inovatif, produktif serta outcome sebagaimana dijelaskan Dess
(1993) Manajeme strategi merupakan is a process that combines there major interrealated
activities strategic analysis, strategy formulation, and strategi implementation. Sejalan juga
dengan John Andrew Pearce dan Ricard Benjamin Robinson dalam Kurniawan (2000)
Manajemen strategik merupakan suatu pengkajian suatu keputusan dan tindakan dalam dalam
mencapai tujuan. Dalam manejemen strategi ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan untuk
efektif dan efisiensi serta produktif dalam mencapai suatu tujuan termasuk dalam pendidikan.
Unsur-unsur tesebut adalah: Unsur tujuan yang akan dicapai dan harus ada baik bersipat umum
maupun khusus, dan adanya unsure kebijakan atau arahan dari suatu organiasi yang harus ada
dan ditati setiap orang setiap bidang dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan oranisasi,
serta unsure perencanaan yang merupakan tahapan-tahapan yang harus dilakukan dalam suatu
organisasi menuju kepada pencapaian tujuan sebagaimana diungkapkan Dess (1993) dalam
bukunya Strategic Manajement bahwa ada beberapa unsur yakni (a) goals) (b) policies (c) Plans.
Lebih jelas dapat dilihat dibawah ini :

7

GOALS

IINTENDED
STRATEGY

POLICIES

PLANS

Gambar: Unsur Manajemen Strategi
Manajemen Startegi Pendidikan Berorentasi Sistem Value
Manajemen strategi pendidikan berorentasi sistem Value perlu dilakukan agar proses
pendidikan dapat mengembangkan dan mengoptimalkan setiap tahapan perkembangan
kehidupan bernilai lebih baik, bermanfaat dan bermakna di dunia dan akhirat. Perlu disadari
dalam proses pendidikan akan syarat dengan nilai-nilai yang ada dalam pikiran seoarang tenaga
pendidik untuk menetapkan tujuan, tindakan dan perencaan pendidikan diimplementasikan
kedalam proses pembelajaran, agar siswa menjadi manusia bernilai dalam kehidupan sekarang
dan masa depan, sebagaimana dapat dijelaskan menurut Sanusi (2015) pentingnya nilai dalam
kehidupan manusia (tenaga pendidik) dalam ucapan dan tindakkan tenaga pendidik dalam
mendidik dan mengajar.
Dalam pendidikan tidak dapat dipisahkan dengan nilai sebagai core untuk tujuan
pendidikan yang tertuang dan diimplementasikan kedalam dalam proses pembelajaran
seumpama titik berada dalam suatu garis tujuan pendidikan terkandung nilai sebanyak titik yang
membentuk garis tujuan pendidikan. Dijelaskan Mulyana (2004) dalam pengembangan strategi
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan ada tahapan yaitu (a) Inditivikasi nilai (b)
Pelaksnaaan (c) Alat bantu (d) Interaksi kesatuan (e) penilaian.
Nilai ada beberapa karakteristik dan dioraganisasikan kedalam sistem nilai yang menjadi
pilihan dalam berprilaku seorang atau suatu organisasi dalam suatu kehidupan sebagaimana
dikemukakan Quyen dan Zaharim 2012 dalam Sanusi (2015) menyebutkan karakteristik nilai
yaitu: (a) Relatif langgeng (b) Keyakinan (c) Opsional (d) Tujuan abstrak (e) Sebagai standar (f)
Bersipat hirarkis.
Sistem nilai merupakan suatu keterkaitan antar unsur dalam suatu sistem yang saling
kterkaitan dan integral tidak dapat terpisahkan antar unsur yang satu dengan unsur yang lainnya
dalam melahirkan prilaku manusia (siswa). Sanusi (2015) merumuskan sistem nilai kedalam 6
sistem nilai sebagaimana dikemukakannya yaitu: (a) nilai teologis (b) nilai etis (c) nilai estetika
(d) logika (e) Nilai fisikal (f) Teologikal. Nilai-nilai tersebut terwujud kedalam prilaku baik
manusia (siswa), Organisasi ( pendidikan) maupun negara dan bangsa. Keenam nilai seperti yang
dikemukakan Sanusi dapat di rujukan dan sebagai bahan pertimbangan yang strategik dalam
melakukan proses pendidikan untuk diimplementasi kedalam proses pembelajaran di dalam
kelas/ruang kuliah agar dapat memunculkan prilaku yang evektif, kreatif, inovatif, produktif dan
8

outcomes menjadikan kepribadian dan karekter manusia (siswa) dan pendidikan serta negara
dan bangsa.

TEOLOGI
FISIOLOGI
ETIKA
ESTITIKA
LOGIKA
TELEOLOGIKA

TUJUAN,
KEBIJAKAN DAN
PERENCANAAN
PENDIDIKAN YANG
BERNILAI

TUJUAN
KEBIJAKAN
PERENCANAAN
NILAI SISTEM
NILAI

MANAJEMEN
STRATEGI
BERORENTASI
SISTEM NILAI

MANAJEMEN
STRATEGI

Gambar: Manajemen Strategi Pendidikan Berorentasi Sistem Nilai
KESIMPULAN
1.
Peranan pendidikan dalam proses mendidik dan mengajar serta memandirikan dalam suatu
kehidupan bernilai lebih baik, bermanfaat dan bermakna di dunia dan akhirat sebagai
tujuan akhir dan berlangsung sepanjang kehidupan melalui proses pendidikan pendidikan
yang berorentasi pada nilai yang dimengerti, dipahami, disadari dan diyakani sebagai Role
Life Sistym
2.
Perubahan menciptakan kompleksitas dan chous kehidupan disamping kemajuan cara
berpikir dan berpandangan tentang kehidupan (wold life vision) yang terjadi secara
bersamaan seperti dua sisi mata uang sebagai pilihan kehidupan untuk menjadi pilihan
dalam menjalani proses pendidikan sepanjang kehidupan diera globalisasi.
3.
Mencapai tujuan kehidupan lebih baik, bermanfaat dan bermakna dalam kehidupan di
dunia dan akhirat sehingga menjadikan suatu perubahan kehidupan yang efektif, kriatif,
inovatif, produktif serta outcome perlu suatu strategy management pendidikan yang
dilakukan melalui suatu pengelolaan yang strategis dalam menetapkan gols, policies dan
plans
4.
Proses pendidikan dalam mengembangkan dan mengoptimalkan setiap tahapan
perkembangan kehidupan yang bernilai lebih baik, bermanfaat dan bermakna di dunia dan
akhirat perlu dilakukan dengan suatu pengelolaan yang strategis melalui manajemen
startegi pendidikan berorentasi sistem Value

9

REFERENSI
Alma, B., & Hurriyati, R (2008). Manajemen Corparate & Strategi Pemasaran Jasa Pendidikan.
Bandung: Alfa Beta.
Anwar, Kasypul (2016) Pelaksanaan Manajemen Proses Pembelajaran Dalam Peningkatan
Prestasi Belajar. Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman. Tahun 2015. Volume 1 No
1 hal 41-48.
Dess, Gregory. Alex Miller (1993) Strategic Management. Singapore: McGraw-Hill Book Co
Hutagalung, Inge (2007) Pengembangan Kepribadian. Jakarta: Indeks
Iqbal, Abu Muhammad ( 2015) Pemikiran Pendidikan Islam. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Iswahyuningtyas, Farida (2011) Nilai-Nilai Pendidikan karakter Pada Materi ajar Bahasa
Indonesia Kelas 2 SD Terbitan Tiga Serangkai. http://eprints.ums. ac.id/21096/25/
Jurnal_Penelitian.pdf
Kurniawan, Fitri Lukiastuti. Hamdani, Muliawan (2000) Manajemen Strategik Dalam
Organisasi. Jakarta: PT Buku Kita
Mulyana. Rohmat. (2004) Mengartikulasikan Pendidikan Nilai. Bandung: Albeta
Mulyasana, D. (2011). Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing. Bandung: PT Remaja
Rosakarya.
Mudyahardjo, Redja (2014) Pengantar Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Sadulloh, U. (2010). Pedagogik. Bandung: Alfabeta
Sanusi, Akhmad (2015) Sistem Nilai. Bandung: Penerbit Nuansa Cendekia
_______(2009) Spiral Dynamics. Bandung: Nusantara Education Review Program Pascasarjana
Universitas Islam Nusantara
Siagian, Sondang P (2001). Manajemen Stratejik. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Subur (2007) Pendidikan Nilai: Telaah Tentang Model Pembelajaran. Jurnal Insania Vol. 12 No
1 Januari April 2007 hal. 3-16
Sutikno, Sobary (2006) Pendidikan Sekarang dan Masa Depan. Mataraman, NTP press
Suharsaputra, Uhar (2015) Manajemen Pendidikan Tinggi. Bandung: PT Refika Aditama
Tilaar, H.A.R (2015) Pedagogik Teoritis Untuk Indonesia. Jakarta: Kompas Media Nusantara
Wening, Sri. (2012). Pembentukan Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Nilai. Jurnal
Pendidikan Karakter TH 2 No 1. hal 55-66

10

Dokumen yang terkait

Dokumen baru