Lampiran I Sinopsis Novel Hongloumeng Karya Cao Xueqin

  Lampiran I Sinopsis Novel Hongloumeng Karya Cao Xueqin

  Konon pada masa purba, langit berlubang besar. Dewi Nuwa memperbaiki langit yang berlubang ini dengan batu gaib yang berjumlah tiga puluh enam ribu satu. Akan tetapi, pada akhirnya batu-batu yang dipakai hanya tiga puluh enam ribu saja dan sisanya, sebuah batu, diletakkan di kaki gunung Qinggeng. Karena batu ini batu gaib, lama-kelamaan batu ini menjadi sebuah giok yang dapat berbicara dan mendengar dan juga dapat menjelma menjadi manusia. Sesudah Dewi Nuwa memperbaiki langit, dia bertamasya ke mana-mana dengan giok ini. Ketika sampai di tempat Dewi Jinghuan, giok ini ditinggalkan dan menjadi pelayan Shenying untuk Dewi Jinghuan. Di tempat Dewi Jinghuan ada sebuah rumput suci yang bernama Xiangzhu. Pelayan Shenying sangat sayang pada rumput ini dan setiap hari menyirami rumput Xiangzhu dengan air suci sehingga rumput ini dapat berusia panjang dan juga dapat menjelma menjadi seorang perempuan. Rumput Xiangzhu sangat berterima kasih atas siraman dari pelayan Shenying, tetapi dia sendiri tidak mempunyai air suci untuk dibalaskan sehingga dia meminta ke pelayan itu jika ia pergi ke dunia manusia agar dirinya turut dibawa serta supaya dia dapat membalas baik budi pelayan Shenying dengan air mata hidupnya. Pada suatu hari datanglah seorang sangha dan seorang pendeta agama Tao. Mereka beristirahat di kaki gunung Qinggeng untuk sementara sambil menceritakan apa yang terjadi di dunia manusia yang berkembang baik dan makmur. Si Giok amat tertarik pada dunia manusia dan minta dibawa ke dunia manusia. Kelihatan giok yang begitu bagus dan ajaib, permintaannya dipenuhi serta diukir beberapa huruf kanji pada giok itu. Rumput Xiangzhu juga dibawa serta ke dunia manusia.

  Di suatu keluarga bangsawan yang bermarga Jia dilahirkan seorang anak laki-laki dengan sebuah giok yang cantik di dalam mulutnya, yaitu Si Giok yang telah disebutkan di atas. Giok ini diukir dengan beberapa huruf kanji yang berbunyi “ Mo Shi Mo Wang Xian Shou Heng Chang”, yang berarti giok ini jangan dihilangkan dan jangan dilupakan, akan mujur dan panjang usia. Kemudian anak ini dinamai Jia Baoyu. Dia sangat pintar dan nakal. Ketika berusia satu tahun, diberikan berbagai macam barang untuk dipilih agar dapat mengetahui cita-cita anak ini pada masa depan. Yang diambil oleh Jia Baoyu ialah kosmetik dan barang-barang perhiasan wanita. Maka, ayahnya sangat marah karena jika dipilih barang seperti kosmetik dianggap tidak akan berjasa pada masa depan. Kendati demikian, Baoyu tetap disayangi oleh para anggota keluarga yang lain, terutama oleh neneknya, Jia Mu. Baoyu sangat suka bergaul dengan saudara-saudara perempuannya dan tidak suka belajar.

  Lin Ruhai dan Jia Min yang tinggal di kota Yangzhou melahirkan seorang anak perempuan yang diberi nama Lin Daiyu ketika mereka sudah berusia 40 tahun. Mereka juga menggaji seorang guru yang bernama Jia Yucun untuk anak ini. Ketika Lin Daiyu berusia 6 tahun, ibunya meninggal karena sa kit. Setelah itu, Daiyu diantarkan ke rumah Jia Mu yang berada di ibu kota supaya hidup bersama dengan saudara-saudara yang lain. Ketika sampai rumah Jia Mu, Lin Daiyu sudah merasakan keluarga ini bukan keluarga yang biasa: pembantu-pembantu berpakaian lebih bagus daripada orang awam. Sudah barang tentu, waktu Jia Mu bertemu Lin Daiyu, semua orang tidak tahan dan menangis karena ibu Daiyu sudah meninggal. Oleh anggota keluarga ini, Daiyu dipandang sangat cantik dan mempunyai sopan santun, tetapi kelihatannya sangat lemah, maka ditanya obat apa yang biasa diminumnya dan mengapa tidak kunjung sembuh. Daiyu menjawab bahwa sejak lahir sudah mendapat sakit seperti ini yang tidak tahu namanya dan sebabnya padahal sudah dipanggil banyak dokter tetapi tidak berhasil menyembuhkannya. Pada suatu hari datang seorang biksu yang mengatakan bahwa jika Daiyu menjadi biksuni, penyakit ini akan cepat sembuh, tetapi jika tidak, Daiyu tidak boleh mendengar suara tangisan. Daiyu juga tidak boleh mengalirkan air mata, tidak boleh bertemu dengan orang lain, kecuali orang tua sendiri, baru penyakit ini akan dapat sembuh. Sebelum makan malam, Baoyu pulang dari luar. Begitu bertemu Baoyu, dalam hati Daiyu sudah timbul perasaan yang aneh, dia merasa bahwa Baoyu tidak asing lagi dan seperti sudah saling mengenal. Sesudah Baoyu melihat Daiyu, dia langsung berkata bahwa dia sudah pernah bertemu adik ini meskipun sebenarnya tidak pernah bertemu, tetapi seperti berjumpa kembali sesudah lama berpisah. Jia Mu tinggal bersama cucu laki-laki maupun cucu perempuannya dan memanggil guru untuk mengajar cucunya membaca dan menulis.

  Tidak lama kemudian, Xue Yima bersama anaknya Xue Fan dan Xue Baochai memindahkan rumahnya ke rumah Jia Mu karena suaminya sudah lama meninggal. Sebelum suaminya meninggal, dia adalah pedagang yang khusus melayani keluarga kaisar, jadi keluarga Xue sangat kaya. Akan tetapi, anaknya Xue Fan tidak pandai mengurus perdagangan, dan pergi berlindung kepada keluarga Jia. Xue Baochai mempunyai sebuah kunci emas yang diberikan oleh seorang biksu yang berkudis waktu dia masih kecil. Biksu ini mengatakan bahwa hanya pria yang mempunyai giok baru yang dapat dinikahi dan perkawinan ini akan membawa kebahagiaan. Kunci emas ini juga diukir beberpa huruf kanji yang berbunyi “ Bu Li Bu Qi Fang Ling Yong Ji ”, yang berarti kunci emas ini jangan ditinggalkan dan jangan dibuang, akan makmur dan panjang usia. Dulu ketika Lin Daiyu datang, semua orang dari keluarga ini berpendapat bahwa Daiyu adalah seorang yang cantik, tetapi kurang sehat, luhur, dan murni. Sekarang datanglahXue Baochai yang juga cantik, sopan, tenang, dan murah hati. Xue Baochai lebih disukai dandiperhatikan daripada Daiyu.

  Suatu hari datanglah perintah kaisar bahwa Jia Zheng diminta segera masuk ke istana dan menghadap kaisar. Jia Zheng, Jia Mu, dan orang lain merasa tegang dan gelisah karena perintah yang akan diturunkan dari kaisar. Jia Zheng masuk ke istana setelah menggantikan pakaian pejabat dengan terburu-buru. Tidak lama kemudian ada perintah dari istana lagi bahwa Jia Mu dan Wang Furen diminta masuk ke istana untuk mengucapkan terima kasih kepada kaisar karena Jia Yuanchun, anak putrid Jia Zheng dan Wang Furen sudah berhasil dipilih sebagai Selir Xiande. Tidak lama kemudian Selir Xiande diizinkan oleh kaisar pulang dan mengunjungi orang tuanya. Mendapat berita tersebut keluarga Jia mulai membangun Taman Daguan yang dilengkapi puluhan rumah yang mewah untuk menyambut Selir Xiande. Saat Selir Xiande pulang, sudah barang tentu Jia Mu dan orang tua Yuanchun sangat senang, tetapi juga sedih karena waktu untuk berkumpul bersama keluarga sangat pendek.Taman Daguan hanya dipakai untuk menyambut Selir Xiande sehingga agak boros karena hanya dipakai untuk beberapa hari saja. Jadi, rumah-rumah di dalam taman itu oleh Selir Xiande, dibagi-bagikan kepada para cucu Jia Mu. Baoyu tinggal di Yihongyuan, Daiyu tinggal di Xiaoxiangguan, Baochai tinggal di Hengwuyuan dan sebagainya.

  Ibu Jia Huan adalah gundik, tidak mempunyai giok dalam mulutnya waktu dilahirkan dan juga tidak disayangi oleh neneknya. Walaupun mereka bersaudara, Jia Huan sangat iri hati pada Baoyu. Baoyu mendapat kasih sayang dari Jia Mu. Wang Xifeng juga sangat disukai orang karena dia cantik, cakap, dan berpengalaman sebagai pengurus rumah tangga. Baoyu dan Wang Xifeng paling disukai orang, tetapi juga paling dibenci Zhao Yiniang karena dia dan anaknya dianggap remeh orang. Oleh karena itu, dia memberikan sejumlah uang beserta tanggal lahir Baoyu dan Xifeng pada seorang sihir untuk menyihir supaya Baoyu dan Xifeng menjadi tidak normal atau sakit terus. Nama dan tanggal lahirnya ditulis diatas kertas yang digunting berbentuk manusia, lalu kertas itu dipaku dengan beberapa lembar kertas yang digunting berbentuk setan jahat. Akibat sihir tersebut, Baoyu sakit kepala, Xifeng menjadi gila dan tidak mengenal siapa-siapa. Sudah barang tentu semua orang gelisah sekali, kecuali Zhao Yiniang. Dokter mana pun tak dapat menyembuhkan mereka. Beberapa hari kemudian datanglah seorang sangha dan seorang pendeta agama Tao, mereka memegang giok milik Baoyu dan membacakan mantra untuk mereka dan satu bulan kemudian mereka sembuh.

  Ada surat dari Lin Ruhai bahwa dia sedang sakit berat dan mungkin tidak dapat bertahan lama. Isi surat meminta agar Daiyu diantar pulang ke kota Yangzhou untuk pertemuan yang terakhir. Mendapat berita ini Baoyu agak murung sebab Daiyu tidak dapat menemaninya sebagai sahabat akrab. Baoyu dan Daiyu bersama-sama tidak berniat pada kemasyhuran dan kekayaan, tidak seperti orang lain, Daiyu tidak mendesak Baoyu supaya rajin belajar. Oleh karena itu, mereka saling mengenal. YatouDaiyu, yang bernama Zi Juan bilang sama Baoyu bahwa mungkin Daiyu tidak akan kembali lagi karena kota Yangzhou adalah kampung halamannya. Bagaimanapun dia harus pulang ke sana dan tidak dapat tinggal di sini selamanya. Mereka tinggal di sini hanya untuk sementara saja. Begitu mendengar kata ini, Baoyu terpaku. Kebetulan di kamarnya ada sebuah perahu ukiran kayu, disuruh Baoyu dibuangnya supaya tidak dapat menjemputDaiyu pulang ke kota Yangzhou. Zi Juan hanya ingin mencari tahu betapa pentingnya Daiyu bagi Baoyu. Ahirnya, Daiyu kembali lagi sesudah ayahnya meninggal.

  Dalam hati Daiyu selalu ada satu kekhawatiran, yaitu perkawinan Baoyu, karena sudah banyak terdengar bahwa perkawinan antara emas dan giok merupakan perkawinan ideal, Baochai dan Baoyu dianggap cocok. Pada suatu hari, waktu Daiyu sengaja menyinggung hal ini, Baoyu menjadi marah karena Daiyu tidak mengerti perasaannya ter-hadap Daiyu. Memang Daiyu hanya ingin mencari tahu sikap Baoyu terhadap hal itu. Baoyu ingin memecahkan giok itu untuk menghindari perkawinan emas dan giok. Ternyata giok itu adalah giok ajaib dan tidak mudah dipecahkan. Daiyu juga berkata bahwa dia akan pulang ke Kota Yangzhou saja supaya tidak mengganggu perkawinan emas dan giok. Bayou bertekad mengikuti ke mana pun Daiyu pergi, bahkan akan menjadi biksu bila Daiyu mati.

  Pada suatu hari Baoyukehilangan giok ajaibnya. Semua orang mencarigiok itu dengan membongkar semua isi peti danlemari, tetapi tidak tampak bayangannya. Semuaorang resah dan gelisah karena giok itu dianggapsebagai tali nyawanya, kecuali Baoyu sendiri.Baoyu menjadi termangu-mangu dan melakukanapa pun yang diinginkan orang di sekitarnya.Sudah jatuh tertimpa tangga. Kehilangan gioksudah sangat merepotkan keluarga ini ditambahlagi Jia Jing dan Jia She, yang mem-punyaijabatan di pemerintah pusat, menerima suap danmelanggar hukum, sehingga dilaporkan olehseseorang pejabat lain kepada kaisar. Akibatnya,rumahnya digeledah dan barang-barang suap disitasemua sehingga keluarga ini mengalami kesulitankeuangan. Karena dari keluarga Jia inilah beberapagenerasi ada yang mempunyai jabatan penting dipemerintah, dan berjasa besar pada negara. KarenaJia Yuanchun adalah Selir Xiande yang disukaiKaisar, Jia Jing dan Jia She tidak dimasukkan kepenjara, tetapi hanya disita barang suapannya.Sejak itu keluarga ini mulai merosot.

  Satu tahun pun tidak berhasilmencari giok itu. Jia Mu, Wang Furen, dan XueYima membicarakan bagaimana dapat menyembuh-kan Baoyu. Keputusan mereka adalah menawarkanhadiahsebanyak sepuluh ribuliang11perak untukmencari giok itu, memanggil biksu membacakankitab Budha supaya Budha dapat melindungiBaoyu, menyumbang sejumlah uang kepadakuil untuk membelikan hio dan dibakar di depanpatung Budha, juga mencari tukang ramal.Tukang ramal berkata bahwa harus mencari gadisyang mempunyai emas dan kemudian dinikahibaru dapat sembuh. Oleh karena itu, merekamemutuskan mengadakan upacara perkawinanBaoyu dan Baochai karena Baochai mempunyaikunci emas. Mereka juga sadar bahwa sebenarnyaBaoyu dan Daiyu saling mencintai, maka beritaini tidak boleh diketahui oleh Baoyu dan Daiyusupaya jangan membuat mereka keberatan.Xue Yima bertanya kepada Baochai, apapendapatnya tentang perkawinan ini, “Sejak dulukala perkawinan anak ditentukan oleh orang tua,memang ayahku sudah meninggal, tetapi ibumasih ada, kalau ibu meninggal juga, saya masihmempunyai kakak, kenapa ibu tanya kepada saya!”jawab Baochai. Wang Xifeng juga bertanya kepadaBaoyu yang masih dalam keadaan tidak sadar bahwabagaimana kalau menikah dengan Daiyu, “Baik,hatiku sudah aku berikan kepada Daiyu, nanti diaakan bawa kembali,” jawab Baoyu. Ketika diabermimpi dia mengatakan, “Apa itu perkawinanemas dan giok, aku justru tidak percaya, aku percayaperkawinan batu dan kayu.” Kebetulan Bao-chai terdengar di luar jendela, dia terkejut.

  Namun, terjadi liku-liku dalam hal ini. SeorangYatou yang agak demensia menceritakan hal inikepada Daiyu waktu Daiyu jalan-jalan di halaman.Bagi Daiyu hal ini bagaikan halilintar di siangbolong. Dia pergi ke kamar Baoyu dan bertanyamengenai sakitnya Baoyu. Setelah itu Daiyu masukke kamarnya dan muntah darah.

  Pada upacara perkawinan, Baochaisudah berpakaian pengantin dan kepalanya ditutupdengan kain merah, dan diangkat dengan tandu.Yatou yang ditemani Xue Yan di luar tandu, Yatoupunya Daiyu. Begitu melihat Xue Yan, Baoyusangat percaya pengantin itu adalah Daiyu. Sesudahbersembahyang kepada nenek moyang dan JiaMu serta orang tuanya, kain merahpenutup kepalaBaochai dilepaskan oleh Baoyu. Baoyu melihatpengantin itu bukan Daiyu tetapi Baochai. Setelahmengucek matanya dan pengantin tetap Baochai.Xue Yan juga sudah pergi. Karena masih dalamkeadaan tidak sadar, maka Baochai tidak keberatan.Pada waktu yang sama, Daiyu sedang sakitparah, mukanya pucat sekali dan tidak berdaya. Airmatanya mengalir terus. Dia berbaring di ranjangdan menyuruh Zi Juan mencari semua barangyang dikasih oleh Baoyu dan disuruh membakarsemuanya. Daiyu sadar bahwa dia tidak mungkinsembuh lagi, dia minta mayatnya dibawa pulangke kampung halamannya. Kemudian Lin Daiyu menghembuskan nafas terakhirnya.

  Beberapa hari kemudian Baoyudiberitahukan Daiyu sudah meninggal. Baoyu jugasadar bahwa hal ini tidak dapat diubah lagi. Padasuatu hari datang lagisanghadan pendeta agama Tao untuk mengembalikan giok kepada Baoyu. Dengandikembalikan giok ini, Baoyu menjadi normal dantidak terpaku lagi. Sejak itu Baoyu mulai rajin belajaruntuk mengikuti ujian negara. Sesudah ujianitu diselesaikan, Baoyu tidak pulang, melainkanmengikutsanghadan pendeta agama Tao tersebutkarena menurut mereka sudah sampai waktunyapulang ke tempat aslinya, yaitu kaki GunungQinggeng. Waktu untuk Giok menikmati kehidupanmanusia sudah berakhir. Dalam perjalanan, merekabertemu ayah Baoyu, yaitu Jia Zheng. Baoyuberhenti dan bersujud kepada ayahnya tanpasatu kata pun, kemudain mereka meneruskanperjalanannya. Jia Zheng merasa agak heran karenapakaian Baoyu adalah pakaian biksu dan rambutnyasudah dicukur gundul.Si Giok itu dibawa kembali ke kaki GunungQinggeng sebagai tempat asalnya dan diletakkan disana. Rumput Xiangzhu juga kembali ke tempat DewiJinghuan karena dia sudah membalas budi pelayanShenying dengan air mata sepanjang umurnya.

  

苏 北 大 学

本科生毕业论文

  论文 题目: 小说《红楼梦》中贾宝玉人物性格分析

  学生姓名 : 安德妃 学 号 : 100710004 指导教师 : 杨阳 学 院 : 人文学院 学 系 : 中文系 毕业时间 : 2015

  

苏 北 大 学 中 文 系

2015 年01月 日

摘要

  文题目是小说《红楼梦》中贾宝玉人物性格分析。《红楼梦》小说是中 国古代最伟大的长篇小说,故事始于贾宝玉衔玉出生。本文采用了定性分析 法与文献检索法来对小说《红楼梦》中贾宝玉进行人物性格分析。本论文讨

  论三个方面贾宝玉的人物性格:贾宝玉的外形特征;从心理学角度分析贾宝 玉的性格特点;从社会学角度分析贾宝玉的性格特点。

  关键词:《红楼梦》;贾玉宝;性格

  目录

  目录……………………………………………………………………….. i 摘要……………………….....…………………………………………..... ii 第一章

  1 引言…………………………………………………….. 1.1研究背景………………………………………………………..………. 1 1.2 研究目的……………………………………………………………… 2 1.3 研究现状……………………………………………………………… 4 1.4 研究方法……………………………………………………………… 5 第二章《红楼梦》小说………...……………………………..………… 6 2.1 《红楼梦》小说………………………………………………...……. 6 2.2 《红楼梦》小说里面的人物………………………………………... 7 第三章

  贾宝玉的性格 ........................................................................... 10

  3.1 贾宝玉性格好……………………………………………………..… 10

  1. ……………………………………………………..… 10 2. ……………………………………………………..… 10 3恩人. ………….……………………………………………………..… 10 4. ……………………………………………………..… 10 5. ……………………………………………………..… 10 3.2 ……………………………………………………..… 10 1. ……………………………………………………..… 10 2. ……………………………………………………..… 10 3.……………………………………………………..… 10 第四章 结论

  …..………………………………………….……………. ..20 3.1 结论…..……………………………………………………………….20 3.2 建议…………………………………………………………………...21 参考文献………………………….………………………………………….14 致谢…………………………………………………………………………. 16

  第一章 引言 1.1 研究背景 文学是一种包含想象能力和创造能力的艺术。在中国现代汉语词典里,文学是

“语言的可视化,是反映艺术的客观现实的工具。”文学有四种形式:诗歌、散文

  

、小说和戏剧。小说是叙事的文学体裁,具有形式和情节,人物描述的环境一般为

社会生活的表现。在小说中有很多人物,最重要的是主角,在《红楼梦》中,贾宝

玉是第一男主角。笔者选择《红楼梦》小说作为研究对象,不仅是为了学习,更因

为这本小说揭示

了人物的心理活动,并且精确和细致地分析了18世纪典型的中国贵族的生活和社会

结构。这本小说也在对读者了解中国文化方面给了很大的启示。

  小说《红楼梦》是国古代最伟大的长篇小说,又名《石头记》,《金玉缘》,全

书共一百二十回,前八十回是曹雪芹写的,后四十回据说是高鹗续写的。故事始于贾

宝玉衔玉出生,为贾母所钟爱,林黛玉失恃,来依外祖母家,迄于黛玉死和宝玉出家

。其中插叙金陵十二钗的身世、经历和结局。全书可分七个部分:第一回至十八回主

  

要介搜索绍荣、宁两府及大观园的环境,以及贾宝玉、林黛玉、薛宝钗、王熙凤、秦

可卿等的生活。第十九回至四十一回主要描写贾宝玉和林黛玉对爱情的探索,贾宝玉

和封建正统思想的斗争,以及薛宝钗、史湘云、花袭人、妙玉和刘姥姥等人物。第四

十二回至七十回主要写其他人物,如探春、薛宝琴、邢岫烟、尤二姐、鸳鸯、晴雯、

香菱等的活动。第七十一回至八十回主要写贾府的衰败之兆,晴雯之死。第八十一回

至九十八回主要写宝玉和黛玉的婚姻发生了波折,在贾母和王熙凤的策划下,宝玉和

宝钗结成夫妻,黛玉以死殉情。第九十九回至一百零六回主要写贾府被查抄和贾母对

天悔罪。第一百零七回至结尾主要写贾府衰败和宝玉的出家。

  贾宝玉,传说女娲炼石补天之时,单留下一块未用,弃在青埂峰下。该石自经 锻炼之后,通了灵性,可大可小。一僧一道见后,便在石上镌上“莫失莫忘,仙 寿恒昌”几个字,投它入世,成为贾政与王夫人的次子—

贾宝玉。他是封建叛逆者。他厌恶封建社会的仕宦道路,尖刻地讽刺那些热衷于功名

的人是“沽名钓誉之

徒”、“国贼禄鬼之流”。他一反“男尊女卑”的封建道德观念,说∶“女儿是水作

的骨肉,男子是泥作的骨肉,我见了女儿,便清爽;见了男子,便觉浊臭逼 人!”贾宝玉的种种叛逆思想,当然被封建正统人物视作“

草莽”、“不肖”。他和林黛玉真心相爱,互为知己,但在贾母等人的安排下,他被

迫娶薛宝钗为妻。终因双方思想不同,且无法忘怀精神上的伴侣林黛玉,婚后不久,

宝玉就出家当和尚去了。 1.2 研究目的

  本研究的目的是描述小说《红楼梦》中贾宝玉的人物性格,以便增加外国学生对 中国文学的认识,希望能帮助中文系学生更好地了解中国文化。 1.3 研究现状 成敏(2008)在《红楼梦》的死亡描写与贾宝玉性格的发展。中解释说,本文主

  

要就《红楼梦》所写死亡与贾宝玉性格发展的关系作一探讨。《红楼梦》所写人物的

死亡大都与贾宝玉有密切的关系,宝玉日渐感受到死亡所带来的沉重悲意,同时也感受

到生活和生命受到越来越严重的制约,对于人生、自己未来的出路、生命本身的思考逐

步深入,随着思考的深入宝玉性格一步步发展,这种发展对《红楼梦》情节发展、结局

  的形成有着重要的作用。 范育新(2006)在试析贾宝玉叛逆性格的根源。中解释说,

《红楼梦》第一回交代了贾宝玉的前身是一块无材补天的顽石,这块顽石对贾宝玉的叛

逆性格有隐喻作用,他厌弃功名利禄,反对封建制度和封建礼教,追求自由平等,要求个 性解放。探究贾宝玉叛逆性格的根源,笔者认为,正是由于他受所生活的社会背景和自

然环境的影响,树立了他情投意合的爱情观,培养了他尊重女性的人道主义精神。同时,

由于贾府这个“诗书翰墨之族”的崩溃,以及贾政这个封建卫道者的回天“乏术”,才 造就了贾宝玉这个与封建世俗观念格格不入的叛逆之徒。

  < 郑德明(1991)在形成贾宝玉叛逆性格的契机和内驱力。中解释说, 正> 一贾宝玉为什么会成为叛逆者?他的叛逆性格是如何形成和发展的?性格形成的契机的 内驱力是什么?对这些问题红学家们作过许多研究,最为集中系统富有代表性的恐怕要 算蒋和森的《贾宝玉论》。此文围绕“贾宝玉叛逆性格是怎样形成的”这一问题从五 个方面做了回答;一是贾宝玉生活的时代是一个没落腐朽,“互相仇恨、互相猜忌、欺 诈、倾轧、争夺”的时代,贾宝玉的性格是“复杂的历史折光”,“激荡着那一。 周晓波(2010)在男性偶像的缺席—— 试论贾府教育缺失对贾宝玉性格形成的影响。中解释说,贾宝玉视男人为"渣滓浊沫" ,觉得其"浊臭逼人",这与其生长的贾府环境有关,与其没有一个可供模仿的男性偶 像有关。男性偶像的缺席影响了贾宝玉的性格形成,也反映了小说作者深深的内心悲 哀。

  朱迪光(2001)在贾宝玉的女性化心理及其性格。中解释说,《红楼梦》作者通过贾

宝玉独特心理成长过程的描写,揭示了贾宝玉的性格是其独特生理、心理成长的结果又

是一种社会影响的结果,还是一种传统历史文化的载体;正是有了这一女性化心理细致 深入的描写才使贾宝玉这一形象更加有血有肉 ,而成为不朽的典型。

  1.4 研究方法

本文采用了定性分析法与文献检索法来对小说《红楼梦》中贾宝玉进行人物性格

分析。

  第二部 《红楼梦》小说

  2.1 《红楼梦》小说 简介 《红楼梦》一书,通过对“贾、史、王、薛”四大家族荣衰的描写,展示了广阔 的社会生活视野,森罗万象,囊括了多姿多彩的世俗人情。人们称

  

《红楼梦》内蕴着一个时代的历史容量,是封建末世的百科全书。《红楼梦》是中国

最具文学成就的古典文学巨著,它是中国古典文学创作的颠峰之作,是全人类的文化

瑰宝。 《红楼梦》成于清朝乾隆时期,最初是以手抄本面世的,现在我们所发现的最早

  

的一个手抄本,是乾隆甲戌年(1754年)的,但只有不连续的十六回,后来又发现了

若干的手抄本,如乾隆庚辰年(1761)的抄本,差不多有八十回,这些手抄本都把这

本小说定名为《石头记》,并且有署名“脂砚斋”的许多批语。据考证,这部小说的

作者是曹雪芹,他大约生在康熙末年或雍正初年,卒于1763或1764年,他的身世究竟

如何,至今不能形成统一的看法,但他由于贫病交加、爱子夭折,而未能最终完成这

部小说,是可以肯定的事实,现在传下来的前八十回,基本上是他的手笔。在他去世

三十年后,有一种120回的《红楼梦》以木活字印刷面世,在1791年和1792年连印了两

次,从此大为流行。但据专家们考证,这种流行本的后四十回是一个叫高鹗的官僚续

作的,他的续书虽然使故事有了一个完整的规模,人物大体上都有了一个结局,但因

为他本人的思想境界和艺术修养都远不及曹雪芹,所以他续写的内容并不符合曹雪芹

的原意。按曹雪芹的构思,贾家最后是要破落到“好似一食尽鸟投林,落了片白茫茫

大地真干净”的,而高鹗却写成宝玉“中乡魁”,贾家“沐皇恩”、“延世泽”。所

以,高鹗的后四十回乃一大败笔。但两百年来这种120回的作法已成习俗,而且高鹗所

写出的宝黛悲剧结局,也被广大读者所接受。所以,现在人们说起《红楼梦》,往往

指的就是曹雪芹的前八十回和高鹗的后四十回续书的总称。这120回的本子,总字数达

1075000

  字左右。 曹雪芹在写这部书时,用了“谐音寓意”的手法,他把贾家四姐妹命名为元春、

迎春、探春、惜春,这是谐“原应叹息”的音;在贾宝玉神游太虚幻境时,警幻仙姑

让他饮的茶“千红一窟”,是“千红一哭”的谐音,又让他饮“万艳同杯”的酒,这

酒名是“万艳同悲”的谐音,这样的手法几乎贯穿了全书,读者应该慢慢戌去品味。

《红楼梦》内容的浩大,不同的人赋予它不同的主题,仁者见仁,智者见智。正如鲁

迅所说:

“单是命意,就因读者的眼光而有种种,经学家看见《易》,道学家看见淫,才子看

见缠绵,革命家看见排满,流言家看见宫闺秘事......在我眼下的宝玉,却看见他看许多

死亡

......”亦如王蒙所说:“它自成一个宇宙,一个世界,既丰富又复杂,既深邃又玄秘,既

真实生动又意味无穷。”人物关系图《红楼梦》清朝嘉庆年间姜祺统计共四百四十八人

。《红楼梦人物谱》,共收七百二十一人,《红楼梦》所述及的古代帝王二十三人,

  古人一百一十五人,后妃十八人,列女二十二人,仙女二十四人,神佛四十七人,故 事人物十三人,共二百六十二人,每人略考其生平及传说。共收九百八十三人。 2.2 《红楼梦》小说里面的人物

  2.2.1贾宝玉 贾宝玉,传说女娲炼石补天之时,单留下一块未用,弃在青埂峰下。该

  石自经锻炼之后,通了灵性,可大可小。一僧一道见后,便在石上镌上“莫 失莫忘,仙 寿恒昌”几个字,投它入世,成为贾政与王夫人的次子— 贾宝玉。他是封建叛逆者。他厌恶封建社会的仕宦道路,尖刻地讽刺那些热 衷于功名的人是“沽名钓誉之 徒”、“国贼禄鬼之流”。他一反“男尊女卑”的封建道德观念,说∶“女 儿是水作的骨肉,男子是泥作的骨肉,我见了女儿,便清爽;见了男子,便 觉浊臭逼 人!”贾宝玉的种种叛逆思想,当然被封建正统人物视作“ 草莽”、“不肖”。他和林黛玉真心相爱,互为知己,但在贾母等人的安排 下,他被迫娶薛宝钗为妻。终因双方思想不同,且无法忘怀精神上的伴侣林 黛玉,婚后不久,宝玉就出家当和尚去了。

  2.2.2 林黛玉

林黛玉,林如海与贾敏的独女。 因父母先后去世,外祖母怜其孤独,接

  来荣国府抚养。虽然她是寄人篱下的孤儿,但她生性孤傲,天真率直,和宝 玉同为封建的叛逆者,从不劝宝玉走封建的仕宦道路。她蔑视功名权贵,当 贾宝玉把北静 王所赠的圣上所赐的名贵念珠一串送给她时,她却说∶“什么臭男人拿过的 ,我不要这东西!”她和宝玉有著共同理想和志趣,真心相爱,但这一爱情

  被贾母等人残 忍地扼杀了,林黛玉泪尽而逝。 2.2.3 薛宝钗

  薛宝钗,金陵十二钗之一,薛姨妈的女儿,家中拥有百万之富。她容貌 美丽,肌骨莹润,举止娴雅。她热衷于“仕途经济”,劝宝玉去会会做官的 ,谈讲谈讲仕途经济,被宝玉背地里斥之为“混帐话” 。 她恪守封建妇德,而且城府颇深,能笼络人心,得到贾府上下的夸赞。她挂 有一把錾有“不离不弃,芳龄永继”的金锁,薛姨妈早就放风说∶“你这金 锁要拣有玉的 方可配”,在贾母、王夫人等的一手操办下,贾宝玉被迫娶薛宝钗为妻。由 于双方没有共同的理想与志趣,贾宝玉又无法忘怀知音林黛玉,婚后不久即 出家当和尚去 了。薛宝钗只好独守空闺,抱恨终身。 2.2.4贾政

  贾政,字存周,工部员外郎,贾母的次子。他是儒家统治思想的化 身。儿子贾宝玉的叛逆思想使他大为不满,动不动就骂他“畜生”、“该死 的奴才”。曾亲自抡起大板子朝宝玉狠命打去,随后还要用绳子来勒死,因 贾母及王夫人 的拦阻,才未勒死宝玉。他是个伪君子的典型,满口仁义道德,宽柔待下, 而实际上他对奴隶的训斥却是∶“等我闲一闲,先揭了你的皮!”外甥薛蟠 打死了人,他 公然徇情枉法;对贪赃暴虐的贾雨村,他却最是热衷与其来往;外放江西粮 道时,在他的纵容下,手下人横行不法,公然纳贿。他无能又孤独,儿女亲 属相聚谈笑, 他一出现就会让大家敛声屏息,弄得索然无味,致使贾母也不得不“撵他出 去休息”。当锦衣军来抄检贾府时,他只会“跪在地下磕头 ”,“心惊肉跳”跺脚长叹而已。

  2.2.5 王夫人

  王夫人,贾政之妻,现任京营节度使王子腾之妹,与薛姨妈是一母所生

  的姐妹。她虽是贾家的二儿媳,也不太说话,但深得贾母的信任。她虚伪残 酷。丫环金钏和宝玉的一句玩笑话,就被她一个巴掌“ 打 得半边脸火热”,还把她撵了出去,致使金钏儿投井身亡。金钏儿死后,她 却流下伪善的眼泪,并向宝钗说,金钏儿前日把她的一件东西弄坏了,一时 生气,打了她 两下子而已。宝玉的丫环晴雯,只因她蔑视王夫人为笼络丫头们所施的小恩 小惠,又遭到她的残酷报复,在晴雯“病得四五日水米不曾沾牙”的情况下 ,硬把她“ 从炕上拉了下来”,撵出大观园,当夜就悲惨地死去。但王夫人向贾母回话 时却说晴雯又懒又淘气,且得了女儿痨,才把送出大观园的。 2.2.6贾母

  贾母,贾代善之妻,出嫁前为金陵世家史侯的小姐。她在贾家从重 孙媳妇做起,一直到有了重孙媳妇,凭著她的精明能干,才坐稳了贾家最高 统治者的位置。她虽已年老,也不管家,但余威犹在。当她发现有下人在园 中聚赌时,便 立即一一查实,并作严厉的处罚。她是个典型的享乐主义者,她的儿孙成了 淫棍、赌徒,只要他们不来搅扰她的享乐,她是不干涉的。她不大喜欢大儿 子贾赦和大儿 媳邢夫人,偏爱小儿子贾政和小儿媳王夫人。她喜欢众孙女,溺爱孙子宝玉 ,但并不支持宝黛的爱情。她批准了王熙凤的“掉包计”,使宝玉被迫娶了 薛宝钗。后以 八十三岁高龄去世。 2.2.7王熙凤

  王熙凤,金陵十二钗之一,贾琏之妻,王夫人的内侄女。长著一双 丹凤三角眼,两弯柳叶吊梢眉,身量苗条,体格风骚。她精明强干,深得贾 母和王夫人的信任,成为贾府的实际大管家。她高踞在贾府几百口人的管家 宝座上,口才

  与威势是她谄上欺下的武器,攫取权力与窃积财富是她的目的。她极尽权术 机变,残忍阴毒之能事,虽然贾瑞这种纨฀子弟死有余辜,但“毒设相思局 ”也可见其报

  复的残酷。 “弄权铁槛寺”为了三千两银子的贿赂,逼得张家的女儿和某守备之子双双 自尽。尤二姐以及她腹中的胎儿也被王熙凤以最狡诈、最狠毒的方法害死。 她公然宣称∶ “我从来不信什么阴司地狱报应的,凭什么事,我说行就行!”她极度贪婪 ,除了索取贿赂外,还靠著迟发公费月例放债,光这一项就翻出几百甚至上 千的银子的体己利钱来。抄家时,从她屋子里就抄出五七万金和一箱借券。 王熙凤的所作所为,无疑是在加速贾家的败落,最后落得个“ 机关算尽太聪明,反算了卿卿性命”的下场。 2.2.8平儿

  平儿,王熙凤的陪房丫头,贾琏之妾。她是个极聪明、极清俊的女孩儿 。虽是凤姐的心腹,要帮著凤姐料理事务,但她为人很好,心地善良,常背 著王熙凤做些好事。王熙凤死后,王仁和贾环等要把巧姐卖给藩王作使女, 是平儿陪伴巧姐逃出大观园。后来,贾琏把平儿扶了正。

  第二章 贾宝玉的性格

  3.1

   贾宝玉性格好

  好的角色由 贾宝玉的角色演出,还提到了主角。贾宝玉的人物有一些态

  度表 现出良好的特性,如人物贾宝玉照顾服务员袭人。这里有一些人物拥有

  贾宝玉: 1.

   神恩

  ,是在有人 复活的崇拜和敬仰从公众对他的领导能力与领导特质非凡,

  是基于个人的个性品 质。在这种情况下,表示人物贾宝玉事件,林黛玉和贾

  宝玉第一次见面,黛玉愣了一下看到贾宝玉。这可以从以下报价看小说: 黛玉心想,这个宝玉不知是怎样个惫懒人呢。及至进来一看 ,却是位青年公子:头上戴着束发嵌宝紫金冠,齐眉勒着二 龙戏珠金抹额,一件二色金百蝶穿花大红箭袖,束着五彩丝 攒花结长穗宫绦,外罩石青起花八团倭缎排穗褂,登着青缎 粉底小朝靴。面若中秋之月,色如春晓之花,鬓若刀裁,眉 如墨画,鼻如悬胆,睛若秋波,虽怒时而似笑,即฀视而有 情。项上金螭缨络,又有一根五色丝绦,系着一块美玉。 2.

   聪明的

  聪明是聪明的;巧妙;足智多谋,多才多艺,善于(表演或工作上的 东西)。在这种情况下,自从我7岁或8岁的贾宝玉聪明的开始,而贾宝玉也 表示同年龄的大小,一个奇怪的诗为孩子。它看起来在小说节选如下:

  他说:‘女儿是水做的骨肉,男子是泥做的骨肉。我见了女儿便 清爽,见了男子便觉浊臭逼人。’你道好笑不好笑?将来色鬼无 疑了!” 3.

   恩人

  恩人是一个仁慈的心;人喜 欢捐赠(慈善,礼品)。贾宝玉大方的性

  格在活 动中表现出来的,他收到的赞扬和让服务员拿了一袋饰品,腰带上挂

  着的眼睛 标志。这是明显的在下面的小说节选:

  当服 务员听到的天宝时代的实力,他们立即看到他,祝贺

  河口服务员而捏直接告诫他,“基本工匠睡”听到斥责,第 一部长,他的眼睛打开。但随后,他的眼睛已经闭上了长 告诉他走开后。当贾宝玉看了看他的母亲,原来他的母亲 睡着了。

  4。聪明的

  智慧是一直使用budinya阿里夫,头脑敏锐,聪明和小心,当面临困难。在 这种情况下,聪明的性格往往是由贾宝玉的环境和学校的数据显示。这看起 来在事件在宁国家庭griya调节葬礼的准备各种任务不整齐。贾镇担心万一有

  什么错误,它会干扰的葬礼计划和宝玉会员建议的完善是非常好的。这是明 显的在下面的小说节选:

  当贾宝玉看到恐惧,他立即给出了建议,“我认为有人帮助 吗?我想如果我们得到它,一切都会解决的。” 2.

  淘气的 顽皮的行为是不经常违抗,干扰。淘气的人物经常表现出图时他家讨

  厌的女人。贾宝玉看时,河口分犯罪扰乱仆人母亲按摩他的母亲。这是明显 的在下面的小说节选:

  贾宝玉在小说中常见的调皮的性格。当周锐的妻子正要给花饰林黛玉 淘气的性格宝玉看到他来到黛玉房间的事件,黛玉打扰唤醒休息。这是明显 的在下面的小说节选:爱玉,他立即要求之前就为黛玉手中看到它。这是明 显的在下面的小说节选:

  “我想躺下来,”贾宝玉说 “好吧,躺下”说林黛玉 “但没有更多的,如果我们用枕头代替睡眠如何?”贾宝玉 说 “啊,好喜欢。你只是抓住一个枕头从外面"说林黛玉

  “我不想使用此垫因为用的老女人。”贾宝玉说 “你真的很烦!它的存在,你只是把我的"说黛玉

  贾宝玉在小说中常见的调皮的性格。当周锐的妻子正要给花饰林黛玉 ,他立即要求之前就为黛玉手中看到它。这是明显的在下面的小说节选:“ 头饰是什么?”问贾宝玉。”我可以看看吗?”他立刻打开箱子,然后看他漂 亮的头饰。

  贾宝玉调皮的性格是看到当他发现耳环薛宝钗有写是一样的玉,宝玉 急薛宝钗表面给河口。这是明显的在下面的小说节选:“哦,看来写作也存 在于你的耳环,姐姐?我可以看看吗?”贾宝玉说,“你别听他高谈阔论,耳 环我没有我的屁股。”宝钗,“我看,你最后一次见到我的项链“敦促贾宝玉

  也可见在谈话中他和嘉雪宝斋,河口打听这气味,薛宝斋正要问它。 这是明显的在下面的小说节选:

  “你是用什么香?这感觉就像我从来没有闻到这种香味一 样。”贾宝玉说 “我不喜欢使用它,因为我不喜欢香,我不知道为什么很 多人喜欢膨胀的衣服在香?说宝钗“那么,这个,是什么 味道?”问贾宝玉 “啊,也许它的香味香凉丸我今天早上喝“说宝钗

  “香凉丸?它闻起来很美味。试试吧,我就是”贾宝玉说 “你不要乱来,不要服用药物,偶尔玩票”说宝钗 3.

  自私 自私是商品或所需的或理想的预期没有不利的影响,发生在想什么。贾宝玉 的性格自私的追求他母亲时表示,居住在春,王夫人。王太太忽然醒来立即 打号。当他悄悄溜走,不知道厄运降临的女招待。虽然他是造成金川打了他 母亲的愧疚,但他并没有想太多。显然他认为他的母亲只骂服务员。这是明 显的在下面的小说节选:

  然后他吃了药的气味从他的口袋里并把它放在口中的女招待。那女孩 接受那不开眼睛。之后,他握着她的手,低声说,“我要问你 一个母亲,所以我们总是能紧密的结合在一起。”但是女孩没有 回答,他继续说道,“好,现在我走了,但母亲醒来后,我要 去见你!” 突然,在王夫人坐下来,然后打金川的脸,厉声说道, 无耻 “ 的小贱人!显然你是一个让我孩子乱!”向边夫人叫川,金川的妹妹 。约会后,王夫人说“

  川,叫你妈妈来带你妹妹。”

  同时,宝玉已经溜走了,不知道厄运降临加尔斯服务员。虽然他是造 成金川愧疚打他的母亲,但他并没有想太多。显然他认为他的母亲只骂服务 员。

  第四章 结论 4.1 结论

  小说《红楼梦》是国古代最伟大的长篇小说。故事始于贾宝玉衔玉出 生,为贾母所钟爱,林黛玉失恃,来依外祖母家,迄于黛玉死和宝玉出家。

  笔者研究贾宝玉的人物性格,其中包括:贾宝玉的外形特征;从心理学角度 分析贾宝玉的性格特点;从社会学角度分析贾宝玉的性格特点。

  贾宝玉的外形特征是能会看到贾宝玉的脸很英俊,优雅的外观,和有威 信。贾玉宝是个位特别的,出生的时候他嘴里已有玉,还有在上面的嘴里有 许多字迹。

  从心理学角度分析贾宝玉的性格特点是可见贾宝玉是一个男生很淘气, 但是很聪明,如果有百个男生,发现了他是一个男生特别的。解释了贾玉宝 具有智能化程度高。本文能会看到贾玉宝对女儿比男儿尊重了。

  从社会学角度分析贾宝玉的性格特点是贾宝玉有皇家血统,出生带有传 奇色彩,而其不同常人的行为在几大家族中可谓远近闻名。贾宝玉衔玉而生 的消息当时甚至达到了北京王子的耳朵。 4.2 建议

  本研究只探讨人物小说《红楼梦》中贾宝玉人物性格分析的作品通过生 理方面,社会学和心理学贾宝玉的性格分析。除了小说以外还有一部红楼梦 电影.希望其他的研究下来可以研究贾玉宝的性格CONG红楼梦电影。

  

参观文献

1.

  Aminuddin,Pengantar Apresiasi Karya Sastra[M].Bandung:Sinar Baru Algensindo,2004.

Dokumen yang terkait

BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG - Pantai Labu Marine Research & Resort

0 0 12

Efektivitas Pelaksanaan Program Bimbingan Keterampilan Di Panti Sosial Karya Wanita (Pskw) Ruhui Rahayu Kota Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah

0 0 14

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Pengaruh Struktur Birokrasi Dan Kemampuan Sumber Daya Manusia Terhadap Implementasi Kebijkan Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor Di Kantor Unit Pelaksan Teknis Daerah – Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas P

0 0 12

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah - Efektivitas Media dalam Gerakan Donor Darah

0 1 7

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Pengaruh Budaya Patriarki Terhadap Partisipasi Politik Perempuan Di Dprd Kabupaten Nias Pada Pemilihan Legislatif Tahun 2014

0 0 47

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang - Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi Audit Timeliness pada Perusahaan Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia

0 0 9

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang - Penerapan Akuntabilitas dan Transparansi dalam Pelayanan Publik (Studi Pelayanan Pembuatan Surat Izin Mengemudi di Kantor Satuan Lalu Lintas Polresta Medan)

0 3 43

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang - Peranan Pusat Rehabilitasi Anak Korban Penyalahgunaan Narkotika Ditinjau Dari UU No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika (Studi Kasus Pusat Rehabilitasi Narkotika Al Kamal Sibolangit Centre)

0 0 37

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah - Pengaruh Keahlian Manajerial Terhadap Kinerja PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk Cabang Iskandar Muda Medan

0 0 8

BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Konsep - Gaya Bahasa dalam Novel Bulan Lebam di Tepian Toba Karya Sihar Ramses Simatupang: Kajian Stilistika

0 1 14