Sistem pakar identifikasi bentuk keris jawa dengan metode CF ( Certainty Factor)

(1)

SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI BENTUK KERIS JAWA DENGAN METODE CF (CERTAINTY FACTOR)

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Oleh : Kasmui 206091004060

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA


(2)

ii

SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI BENTUK KERIS JAWA DENGAN METODE CF (CERTAINTY FACTOR)

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Oleh : Kasmui 206091004060

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA


(3)

iii

SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI BENTUK KERIS JAWA DENGAN METODE CF (CERTAINTY FACTOR)

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana Komputer

Fakultas Sains dan Teknologi

Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Oleh:

Kasmui 206091004060

Menyetujui,

Pembimbing I Pembimbing II

Husni Teja Sukmana, Ph.D Victor Amrizal, M.Kom

NIP. 19771030 2001121 003 NIP. 150 411 288

Mengetahui,

Ketua Program Studi Teknik Informatika,

Yusuf Durrachman, M.sc., M.I.T. NIP.197110522 200604 1 002


(4)

iv

PENGESAHAN UJIAN

Skripsi yang berjudul “ Sistem Pakar Identifikasi Bentuk Keris Jawa Dengan Metode CF (Certainty Factor) “ telah diuji dan dinyatakan lulus dalam Sidang Munaqosyah Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada hari jumat, 01 Juli 2011. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S1) Program Studi Teknik Informatika.

Jakarta, Juli 2011 Menyetujui,

Penguji I, Penguji II,

Ria Hari Gusmita, M.Kom Anif Hanifa Setianingrum, M.Si NIP. 198208172009122002

Pembimbing I, Pembimbing II,

Husni Teja Sukmana, Ph.D Victor Amrizal, M.Kom

NIP. 19771030 2001121 003 NIP. 150 411 288

Mengetahui,

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Ketua Program Studi Teknik Informatika,

DR. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis Yusuf Durrachman, M.sc., M.I.T NIP. 1968801172001121 001 NIP.197110522 200604 1 002


(5)

v

PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-BENAR

HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKANSEBAGAI SKRIPSI

ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA

MANAPUN.

Jakarta, Juli 2011


(6)

vi

ABSTRAK

Kasmui 206091004060, Sistem Pakar Identifikasi Bentuk Keris Jawa Dengan Metode CF (Certainty Factor), dibimbing oleh Husni Tedja Sukmana dan Victor Amrizal.

Dalam identifikasi keris jawa masih terdapat keracuan dan kurangnya pakar dalam perkerisan, maka di butuhkan sistem pakar untuk membantu dalam memecahkan masalah. Karena pemecahan masalah tersebut dapat dilakukan dengan mengembangkan sistem yang dapat berperan sebagai seorang ahli. Dengan kata lain terjadi pemindahan atau proses pengolahan informasi bersifat heuristic yang artinya membangun dan mengoperasikan basis pengetahuan yang berisi fakta beserta penalarannya. Dalam hal ini prosesnya disebut knowledge engineering yaitu penyerapan basis pengetahuan dari seorang pakar ke sebuah komputer. Fakta-fakta yang diperoleh dari pengetahuan seorang ahli disimpan dalam suatu basis pengetahuan. Dengan bantuan mesin inferensi dan memori kerja. Proses penarikan kesimpulan tentang dapur, jenis luk,tangguh dan nama keris.Berdasarkan Kategori bidang yang sesuai, sistem pakar ini termasuk jenis diagnosisi, yaitu mengecek ricikan dan jenis luk yang ada dan memberikan kesimpulan tentang dapur, jenis luk, tangguh dan nama keris. Pada penelitian ini dibuat sistem pakar menggunakan forward chaining dengan menggunakan metode Certainty Factor (CF) atau faktor kepastian untuk identifikasi bentuk keris jawa.Sistem ini dapat memberikan diagnosa awal dari bentuk keris jawa. dari ricikan dan jenis luk yang ada, tanpa harus bertanya langsung ke pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CF dapat digunakan sebagai cara untuk mengatasi ketidakpastian untuk kasus identifikasi bentuk keris jawa.

Kata Kunci: heuristic, knowledge engineering, CF (certainy factor), luk.


(7)

vii

KATA PENGANTAR

Bismillaahirrahmaanirrahiim………

Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala karunia, rahmat dan kekuatan, juga segala petunjuk dan kemudahan sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan sebaik-baiknya. Shalawat serta salam selalu kita haturkan kepada junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, beserta keluarganya, para sahabatnya, dan para pengikutnya.

Skripsi ini berjudul “Sistem Pakar Identifikasi Bentuk Keris Jawa Dengan Metode CF (Certainty Factor)”, yang disusun untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan program S1 pada Program Studi Teknik Informatika di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pada kesempatan yang berbahagia ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini. Mereka yang berdedikasi tinggi diantaranya:

1. Bapak DR. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis., selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Bapak Yusuf Durrachman, M.Sc., M.I.T., selaku Ketua Program Studi Teknik Informatika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Bapak Husni Teja Sukmana, Ph.D., Victor Amrizal, M.Kom., selaku dosen pembimbing yang senantiasa sabar dan selalu meluangkan


(8)

viii

waktunya di tengah-tengah berbagai kesibukannya untuk

membimbing penulis dalam proses penyusunan skripsi ini.

4. Seluruh Dosen Program Studi Teknik Informatika yang tidak mungkin penulis sebutkan satu persatu.

5. Staff karyawan Fakultas Sains dan Teknologi dan Prodi.

Akhirnya, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat. Saran dan kritik untuk kesempurnaan skripsi ini sangat penulis harapkan.

Jakarta, Juni 2011 Penulis


(9)

ix

Teruntuk

Skripsi ini terkhusus penulis persembahkan kepada mereka yang telah mendukung, baik moril maupun materiil, baik melalui doa ataupun sua dalam menyelesaikan skripsi ini.

1. Teruntuk ibu tercinta, Alm. Muniroh dan bapak tercinta, Kustino. Semoga Allah SWT selalu melimpahkan rahmat, rahim dan ampunan-Nya kepada mereka. Amin.

2. Teruntuk kakak-kakakku, Adenda dan Adede. Dukungan kalianlah yang selalu memberikan penulis motivasi untuk terus maju dan bertahan. Semoga kalian tidak pernah lelah untuk terus memberi penulis motivasi untuk menjadi yang lebih baik. Amin.

3. Teruntuk kekasih tersayang, yati yang senantiasa memberikan semangat dan perhatian yang tak henti kepada penulis.

4. Teruntuk teman-teman satu perjuangan, Esa Herdiana, Herman, Hermanto. Terima kasih atas segala bantuan dan semangatnya.

5. Teruntuk Ofiechan, Esa Herdiana, dan teman-teman seperjuangan TI UIN 2006. Terima kasih untuk waktu, ilmu, dan semua kenangan terindahnya.

6. Dan seluruh pihak yang telah membantu penulis, baik langsung maupun tidak langsung dalam menyelesaikan skripsi ini.


(10)

x DAFTAR ISI

Halaman

Halaman Judul ... ... ii

Lembar Persetujuan Pembimbing ... iii

Lembar Pengesahan Skripsi ... iv

Lembar Pernyataan ... v

Abstrak ... vi

Kata Pengantar ... vii

Lembar Persembahan ... ix

Daftar Isi ... x

Daftar Tabel... xv

Daftar Gambar ... xvi

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Perumusan Masalah ... 2

1.3. Batasan Masalah ... 3

1.4. Tujuan Penelitian ... 3

1.5. Manfaat Penelitian ... 4

1.6. Metodologi Penelitian ... 5


(11)

xi

BAB II LANDASAN TEORI... 8

2.1 Sistem Pakar . ... 8

1.1.1. Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pakar ... 9

1.1.2. Konsep Umum Sistem Pakar ... 10

1.1.3. Struktur Sistem Pakar ... 12

1.1.4. 5 Ciri-ciri Sistem Pakar ... 17

1.1.5. Kategori Masalah Sistem Pakar ... 18

2.2. Identifikasi ... ... 20

2.3. Keris.. ... ... 20

2.3.1. Ricikan ... 21

2.3.2. Luk. ... 25

2.3.3. Tangguh ... 26

2.3.4. Dapur. ... 28

2.3.5. Pamor... 35

2.4. Certainty Factor ... 36

2.5. Flowchart………… ... 37

2.5.1. Simbol-simbol Flowchart ... 38

2.6. DFD (Data Flow Diagram) ... 42

2.7. Tools Pengembangan Sistem ... 44

2.7.1. System Transition Diagram (STD) ... 44

2.8. Alat Perancangan Database ... 46


(12)

xii

2.9. Alat Pengembangan Sistem Pakar ... 48

2.9.1. PHP…………. ... 48

2.9.2. MySQL ... 52

2.10.Metode Penelitian... 55

2.10.1. Observasi………..56

2.10.2. Studi Pustaka…… ... 56

2.10.3. Interview/wawancara… ... 56

2.11. Konsep Expert System Development Live Cycle (ESDLC) ... 56

2.11.1. Inisialisasi Kasus ... 58

2.11.2. Analisis dan Desain Sistem ... 58

2.11.3. Prototipe Dasar Kasus... 59

2.11.4. Pengembangan Sistem ... 60

2.11.5. Implementasi Sistem... 61

2.11.6. Implementasi Tahap Lanjut ... 61

2.12.Tinjauan Literatur Sejenis ... 61

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 64

3.1. Pengumpulan Data ... 64

3.1.1. Observasi ... 64

3.1.2. Studi Pustaka.. ... 64

3.1.3. Interview/wawancara.. ... 65

3.2. Identifikasi Sistem Pakar ... 65


(13)

xiii

3.2.2. Analisis Data Sistem Pakar ... 66

3.2.3. Prototipe Dasar Kasus ... 67

3.2.4. Pengembangan Sistem ... 68

3.2.5. Kerangka Berpikir ... 71

BAB IV PEMBAHASAN ... 73

4.1. Inisialisasi Kasus... 73

4.2. Analisis Data Sistem Pakar ... 91

4.2.1. Mekanisme Inferensi ... 93

4.2.2. Metode CF (Certainty Factor)... 109

4.3. Prototipe Dasar Kasus ... 121

4.3.1. Representasi Pengetahuan ... 121

4.4. Pengembangan Sistem ... 132

4.4.1. Perancangan Sistem ... 132

4.4.2. Analisis Dan Desain Sistem ... 145

4.4.3. Implementasi Sistem ... 143

4.4.4. Implementasi Tahap Lanjut.. ... 156

BAB V PENUTUP ... 164

5.1. Kesimpulan ... 165

5.2. Saran ... 165

DAFTAR PUSTAKA ... 166 LAMPIRAN


(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Perbandingan kemampuan seorang pakar dengan system pakar ... 11

Tabel 2.2 Daftar Ricikan Keris... ... 21

Tabel 2.3 Daftar Luk Keris ………. ... 26

Tabel 2.4 Daftar Tangguh Keris ………. ... 27

Tabel 2.5 Daftar Dapur Keris ... 29

Tabel 2.6 Daftar Pamor Keris ……….. ... 35

Tabel 2.7 Simbol Penghubung ... 38

Tabel 2.8 Simbol Proses Flowchart ... 39

Tabel 2.9. Simbol input output flowchart ... 41

Tabel 2.10. Simbol Data Flow Diagram ... 43

Tabel 4.1. Nilai MB, MD dan CF ... 111

Tabel 4.2. Analisa Hasil ... 146

Tabel 4.3. Aturan ... 146

Tabel 4.4. Tabel Luk ... 147

Tabel 4.5. Tabel Pamor ... 147

Tabel 4.6. Pengetahuan ... 147

Tabel 4.7. Tabel Ricikan ... 148

Tabel 4.8. Tabel Tangguh ... 148

Tabel 4.9. Tabel Pengujian Halaman untuk User... 154


(15)

xv

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Arsitektur Sistem Pakar ... 13

Gambar 2.2 Proses Backward Chaining ... 15

Gambar 2.3 Proses Forward Chaining………. ... 15

Gambar 2.4 Diagram Alir Teknik Penelusuran Dept First Search………. . 16

Gambar 2.5 Diagaram Alir Teknik Penelusuran Best-First Search ... 16

Gambar 2.6 Ricikan Keris……….. ... 25

Gambar 2.7 Pamor Mrambut……….. ... 36

Gambar 2.8 Pamor Gajih……….. ... 36

Gambar 2.9 Pamor Sanak……….. ... 36

Gambar 2.10 Pamor Pejetan……….. ... 36

Gambar 2.11 Contoh Perubahan State……….. ... 45

Gambar 2.12 Notasi Modul ... 45

Gambar 2.13 Notasi Tampilan ... 46

Gambar 2.14. Notasi Tindakan... 46

Gambar 2.15. Simbol Entity ... 47

Gambar 2.16. Simbol Relasi ... 48

Gambar 2.17. Simbol Atribut ... 48

Gambar 2.18. Simbol Atribut a Sebagai Key ... 48

Gambar 2.19. Fase Pengembangan Sistem Pakar ... 57

Gambar 3.1 Kerangka Berpikir ... 71


(16)

xvi

Gambar 4.2. Pohon Inferensi /Forward Chaining ... 104

Gambar 4.3. Penelusuran Data Berdasarkan Luk Lurus ... 104

Gambar 4.4.Penelusuran Data Berdasarkan Luk Tiga ... 104

Gambar 4.5. Penelusuran Data Berdasarkan Luk Lima... 105

Gambar 4.6. Penelusuran Data Berdasarkan Luk Tujuh ... 105

Gambar 4.7. Penelusuran Data Berdasarkan Luk Sembilan ... 106

Gambar 4.8. Penelusuran Data Berdasarkan Luk Sebelas ... 106

Gambar 4.9. Penelusuran Data Berdasarkan Luk Tiga Belas ... 107

Gambar 4.10. Penelusuran Data Berdasarkan Luk Lima Belas ... 107

Gambar 4.11. Penelusuran Data Berdasarkan Luk Tujuh Belas ... 108

Gambar 4.12. Penelusuran Data Berdasarkan Luk Sembilan Belas ... 108

Gambar 4.13. Penelusuran Data Berdasarkan Luk Dua Puluh Satu ... 108

Gambar 4.14. Penelusuran Data Berdasarkan Luk Dua Puluh Lima ... 108

Gambar 4.15. Penelusuran Data Berdasarkan Luk Dua Puluh Tujuh ... 109

Gambar 4.16. Penelusuran Data Berdasarkan Luk Dua Puluh Sembilan ... 109

Gambar 4.17. Flowchart Pakar ... 132

Gambar 4.18. Flowchart User ... 133

Gambar 4.19. DiagramKonteks Sistem Pakar Identifikasi Bentuk Keris Jawa . 134 Gambar 4.20. Diagram Zero Sistem Pakar Identifikasi Bentuk Keris Jawa ... 136

Gambar 4.21. Diagram Level 1 Proses 1 Sistem Pakar Identifikasi Bentuk Keris Jawa ... 137

Gambar 4.22. Diagram Level 1 Proses 2 Sistem Pakar Identifikasi Bentuk Keris Jawa ... 138


(17)

xvii

Gambar 4.23. Diagram Level 1 Proses 3 Sistem Pakar Identifikasi Bentuk

Keris Jawa ... 139

Gambar 4.24. Diagram Level 1 Proses 4 Sistem Pakar Identifikasi Bentuk Keris Jawa ... 140

Gambar 4.25. Diagram Level 1 Proses 5 Sistem Pakar Identifikasi Bentuk Keris Jawa ... 141

Gambar 4.26. Diagram Level 1 Proses 6 Sistem Pakar Identifikasi Bentuk Keris Jawa ... 142

Gambar 4.27. Diagram Level 1 Proses 7 Sistem Pakar Identifikasi Bentuk Keris Jawa ... 142

Gambar 4.28. Activity Diagram (STD) Untuk Halaman User ... 144

Gambar 4.29. State Diagram (STD) Untuk Halaman Pakar (Knowledge Enginer) .... 145

Gambar 4.30. Entity Relationship Diagram ... 146

Gambar 4.31. Tampilan Menu Home dan Login User ... 158

Gambar 4.32. Tampilan MenuRegistrasi User ... 158

Gambar 4.33. Tampilan MenuBantuan User ... 159

Gambar 4.34. Tampilan Menu Konsultasi ... 159

Gambar 4.35. Tampilan Menu Daftar Pengetahuan ... 160

Gambar 4.36. Tampilan Menu Daftar Kata ... 160

Gambar 4.37. Tampilan Menu Daftar Luk ... 161

Gambar 4.38. Tampilan Menu Daftar Tangguh ... 161

Gambar 4.39. Tampilan Menu Daftar Pamor ... 162

Gambar 4.40. Tampilan Menu Cetak Hasil Konsultasi ... 162


(18)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan zaman yang semakin maju seperti sekarang ini membuat kebutuhan manusia semakin meningkat. Terlebih lagi didorong dengan adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat. Sebagai contoh, dengan adanya komputer segala kegiatan dapat dilakukan dengan cepat dan resiko kesalahan dapat dikurangi. Di dalam perkembangan komputer, para ahli komputer mencoba untuk menciptakan suatu sistem yang diharapkan dapat memiliki kemampuan memecahkan suatu permasalahan seperti seorang ahli. Hal inilah yang mendorong lahirnya konsep sistem pakar.

Keris adalah ilmu dan dipandang sebagai sebuah manifestasi Jiwa Jawi.

Jawa berasal dari kata Javana yang bearti kearif-bijaksanaan. Kata keris

berasal dari mangker karana aris artinya mundur dengan bijaksana maksudnya mundur dari dunia ini dengan bijaksana. Oleh karena itu menggeluti dunia keris seharusnya bergulat dengan membaca alam, membaca diri, dan membaca kehendak Sang Pencipta.

Keris merupakan simbol pribadi, piyandel, sipat kandel, dan ini merupakan kepercayaan yang tidak bisa digugat dalam dunia perkerisan. Keris mempunyai makna dan isi, pertama-tama yang harus disadari adalah keris itu berisi piwulang-wewarah, nasehat untuk hidup dengan baik dan benar (harapan


(19)

2

Kita sebagai masyarakat biasa, masih banyak yang tidak tahu tentang bentuk dan Komposisi dari sebuah keris terutama keris jawa. Masih banyak terjadi kesalahan dalam pengidentifikasian sebuah keris jawa. Bahkan sorang pakar ataupun seseorang ahli tentang keris terkadang tidak bisa menjawab pertanyaan tentang bentuk dan komposisi dari keris jawa.

Bedasarkan latar belakang permasalahan di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap permasalahan yang berkaitan dengan bentuk dari keris jawa untuk dapat memberikan suatu alternatif solusi dalam menangani permasalahan yang ada. Oleh karena itu, maka dalam penyusunan Tugas Akhir ini penulis mengambil judul ”Sistem Pakar Identifikasi Bentuk Keris Jawa Dengan Metode CF (Certainty Factor )”.

1.2 Perumusan Masalah

Sesuai dengan permasalahan yang diangkat pada latar belakang penulisan, maka masalah yang akan dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut :

1. Bagaimana agar sistem pakar dapat memberikan informasi dalam mengidentifikasi bentuk keris jawa.

2. Bagaimana agar sistem pakar dapat memberikan keakuratan dalam identifikasi elemen keris.

3. Bagaimana cara membangun sistem yang user friendly sehingga mudah


(20)

3 1.3 Batasan Masalah

Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, penulis membatsi pembahasannya hanya pada :

1. Aplikasi ini diperuntukkan kepada user untuk mengetahui bentuk atau dapur keris jawa. Bentuk atau dapur keris di sini berupa Keris Lurus, Keris

Luk 3, Keris Luk 5, Keris Luk 7, Keris Luk9, Keris Luk 11, Keris Luk 13,

Keris Luk 15, Keris Luk 17, Keris Luk 19, Keris Luk 21, Keris Luk 23,

Keris Luk 25, Keris Luk 27, Keris Luk 29.

2. Sitem pakar ini memberikan solusi kepada user dalam identifikasi bentuk

keris jawa.

3. Pembangunan sistem pakar menggunakan metode factor kepastian

(Certainty Factor).

4. Aplikasi ini berbasis web, sehingga diharapkan dapat digunakan secara bersamaan oleh banyak user.

5. Aplikasi sistem pakar identifikasi bentuk keris jawa dibuat menggunakan penyimpanan data-data penunjang menggunakan database MySQL 1.54 dan bahasa pemograman PHP.

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian latar belakang masalah, maka tujuan penyusunan Tugas Akhir ini adalah :

1. Menghasilkan sistem yang membantu user dan bagi masyarakat luas dalam mengidentifikasi bentuk keris jawa.


(21)

4

2. Menambah referensi bagi user atau masyarakat luas dalam mencari informasi tentang bentuk keris jawa.

3. Dapat membantu dalam melestarikan kepakaran tentang bentuk keris jawa. 4. Dapat digunakan oleh pakar sebagai dokumentasi keahlian yang dimiliki oleh pakar tersebut dengan cara menuangkan pengetahuannya ke dalam knowledge base.

1.5 Manfaat Penulisan

Adapun manfaat dari penyusunan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:

a. Bagi Penulis

1. Lebih mengerti dan memahami tentang bahasa pemograman yang digunakan oleh penulis, yaitu PHP dan MySQL.

2. Lebih mengenal elemen – elemen dan bentuk keris jawa.

3. Memberikan pemahaman yang meenyeluruh mengenai rancang

bangun suatu sistem pakar. b. Bagi Instansi

1. Terbantu dalam memberikan informasi tentang keris jawa.

2. Informasi tentang keris dapat diakses kapan saja dan dari mana saja, dan dengan cepat dapat diperbaharui oleh seorang pakar.

3. Terbantu dalam aspek publikasi kepada masyarakat luas.

4. Membantu dalam memberikan informasi mengenai bentuk dan


(22)

5 c. Bagi Universitas :

1. Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menguasai materi

pelajaran yang diperoleh dibangku kuliah.

2. Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmunya dan sebagai bahan evaluasi.

3. Memberikan gambaran tentang kesiapan mahasiswa dalam

menghadapi dunia kerja yang sebenarnya.

1.6 Metodologi Penelitian

Dalam rangka penyusunan Tugas Akhir yang berjudul “Sistem Pakar Identifikasi Bentuk Keris Jawa Dengan Metode CF (Certainty Factor)” penulis melakukan pengumpulan data dengan menggunakan metode :

a. Metode Pengumpulan Data

1. Wawancara (Interview)

Yaitu dengan cara tanya jawab secara langsung dengan pihak yang terkait untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi.

2. Studi Pustaka (Library Research)

Yaitu pengumpulan data dan informasi dengan cara mencari sumber-sumber literatur yang digunakan untuk landasan teori dan permasalahan mendasar dalam penelitian.

3. Pengamatan (Observasi)

Yaitu pengumpulan data dari informasi dengan cara mengunjungi tempat penelitian ini dilakukan


(23)

6 b. Identifikasi Sistem Pakar (ESDLC)

Pada Identifikasi Sistem Pakar menggunakan metode Expert System

Development Life Cycle (ESDLC) diantaranya :

1. Inisialisasi Kasus

2. Analisa Data Sistem Pakar

2.1. Mekanisme Inferensi

2.2. Forward Chaining

2.3. Depth First Search

2.4. Perhitungan Nilai CF (Certainty Factor) 3. Prototype Dasar Kasus

3.1. Representasi Pengetahuan

4. Pengembangan System

4.1. Perancangan System

4.2. Analisa Dan Desain Sistem

4.3. Implementasi

4.4. Implementasi Tahap Lanjut

1.7 Sistematika

Dalam penelitian ini pembahasan terbagi dalam lima bab yang secara singkat akan diuraikan sebagai berikut:


(24)

7 BAB 1 PENDAHULUAN

Dalam bab ini akan dibahas mengenai latar belakang penulisan skripsi, batasan masalah, tujuan dan manfaat, metode penelitian dan sistematika penulisan yang merupakan gambaran menyeluruh dari penulisan skripsi ini.

BAB 2 LANDASAN TEORI

Dalam bab ini akan dibahas mengenai berbagai teori yang mendasari analisis permasalahan dan berhubungan dengan topik yang dibahas.

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini membahas mengenai metode penelitian yang digunakan dalam mengembangkan aplikasi system pakar.

BAB 4 PEMBAHASAN

Pada Bab ini membahas mengenai hasil dari analisa, perancangan, impelementasi sesuai dengan metode yang dilakukan pada sistem yang dibuat. BAB 5 PENUTUP

Bab ini menguraikan tentang kesimpulan dari hasil penelitian yang didapat dan juga saran yang dapat digunakan untuk pengembangan sistem ini ke arah yang lebih baik lagi di masa yang akan datang.


(25)

8 BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Sistem Pakar

Sistem pakar adalah paket perangkat lunak pengambilan keputusan atau pemecahan masalah yang dapat mencapai tingkat performa yang setara – atau bahkan lebih – dengan pakar manusia di beberapa bidang khusus dan biasanya mempersempit area masalah (Turban, 2005 : 31).

Menurut Muhammad Arhami dalam bukunya yang berjudul Konsep Dasar Sistem Pakar, ada beberapa definisi sistem pakar, antara lain (Muhammad Arhami, 2005):

1. Sistem pakar adalah salah satu cabang dari Artificial Intelligence (AI) yang

membuat penggunaan secara luas knowledge yang khusus untuk

penyelesaian masalah tingkat manusia yang pakar.

2. Suatu sistem pakar adalah suatu sistem komputer yang menyamai (emulates) kemampuan pengambilan keputusan dari seorang pakar.

3. Sistem pakar (expert system) merupakan paket perangkat lunak atau paket program komputer yang ditujukan sebagai penyedia nasihat dan sarana bantuan dalam memecahkan masalah di bidang-bidang spesialisasi tertentu seperti sains, perekayasaan, matematika, kedokteran, pendidikan dan sebagainya.


(26)

9

2.1.1 Kelebihan dan Kekurangan Sistem Pakar

Menurut Muhammad Arhami (2004 : 9), secara garis besar banyak keuntungan yang didapatkan dengan adanya system pakar, antara lain :

1. Menjadikan pengetahuan dan nasihat lebih mudah didapat. 2. Meningkatkan output dan produktivitas.

3. Menyimpan kemampuan dan keahlian pakar.

4. Meningkatkan penyelesaian masalah – menerusi paduan pakar, penerangan, system pakar khas.

5. Meningkatkan reliabilitas.

6. Memberikan respon (jawaban) yang cepat. 7. Merupakan panduan yang intelligence (cerdas).

8. Dapat bekerja dengan informasi yang kurang lengkap dan mengandung ketidakpastian.

9. Intelligence database (basis data cerdas), bahwa system pakar dapat digunakan untuk mengakses basis data dengan cara cerdas (Kerschberg:86, Schur:88).

Selain kelebihan-kelebihan diatas, sistem pakar seperti hal lainnya, juga memiliki kelemahan, dianataranya adalah:

1. Masalah dalam mendapatkan pengetahuan di mana pengetahuan tidak selalu bisa didapatkan dengan mudah. Karena kadangkala pakar dari masalah yang kita buat tidak ada, dan kalaupun ada kadang-kadang pendekatan yang dimiliki oleh pakar berbeda-beda.


(27)

10

2. Untuk membuat suatu sistem pakar yang benar-benar berkualitas tinggi sangatlah sulit dan memerlukan biaya yang sangat besar untuk pengembangan dan pemeliharaannya.

3. Boleh jadi sistem tak dapat membuat keputusan.

4. Sistem pakar tidaklah 100% menguntungkan, walaupun seorang tidak sempurna atau tidak terlalu benar. Oleh karena itu perlu diuji ulang secara teliti sebelum digunakan.

Kelemahan-kelemahan atau kekurangan dari sistem pakar tersebut bukanlah sama sekali tidak bisa diatasi, tetapi dengan terus melakukan perbaikan dan pengolahan berdasarkan pengalaman yang telah ada maka hal itu diyakini akan dapat diatasi, walaupun dalam waktu yang panjang dan terus menerus.

2.1.2 Konsep Umum Sistem Pakar

Pengetahuan dari suatu system pakar mungkin dapat direpresentasikan dalam sejumlah cara. Salah satu metode yang paling umum untuk merepresentasikan pengetahuan adalah dalam bentuk tipe aturan (rule)

IF…THEN (Jika…maka).

Turban (1995) menyatakan bahwa konsep dasar dari suatu system pakar mengandung beberapa unsur/elemen, yaitu keahlian, ahli, pengalihan keahlian, inferensi, aturan, dan kemampuan menjelaskan.

Menurut Turban (1995), terdapat tiga orang yang terlibat dalam lingkungan sistem pakar, yaitu :


(28)

11 1. Pakar

Pakar adalah orang yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu, yaitu pakar yang mempunyai knowledge atau kemampuan khusus yang

orang lain tidak mengetahui atau mampu dalam bidang yang dimilikinya. Seorang pakar dengan system pakar mempunyai banyak perbedaan. Darkin (1994) mengemukakan perbandingan kemampuan antara seorang pakar dengan sebuah system pakar seperti pada Tabel 2.1 berikut ini :

Tabel 2.1 Perbandingan kemampuan seorang pakar dengan system pakar Factor Human Expert Expert System

Time availability Hari kerja Setiap saat

Geografis Lokal/tertentu Di mana saja

Keamanan Tidak tergantikan Dapat diganti

Perishable/dapat habis Ya Tidak

Performasi Variable Konsisten

Kecepatan Variable Konsisten

Biaya Tinggi Terjangkau

2. Knowledge Engineer (Perekayasa Sistem)

Knowledge Engineer adalah orang yang membantu pakar dalam

menyusun area permasalahan dengan menginterpretasikan dan mengintegrasikan jawaban-jawaban pakar atas pertanyaan yang


(29)

12

diajukan, menggambarkan analogi, mengajukan counte example dan

menerangkan kesulitan-kesulitan konseptual.

3. Pemakai

Sistem pakar memiliki beberapa pemakai, yaitu: pemakai bukan pakar, pelajar, pembangun system pakar yang ingin meningkatkan dan menanmbah basis pengetahuan, dan pakar.

2.1.3 Struktur Sistem Pakar

Sistem pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi

(consultasi environment) (Turban, 1995). Lingkungan pengembangan

system pakar digunakan untuk memasukkan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan system pakar, sedangkan lingkungan konsultasi digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar. Komponen-komponen system pakar dalam kedua bagian tersebut dapat dlihat dalam Gambar 2.1 berikut ini:


(30)

13

Gambar 2.1 Arsitektur Sistem Pakar (sumber: Turban, 1995)

Komponen-komponen yang terdapat dalam sistem pakar adalah seperti yang terdapat pada gambar 2.1, antara lain:

1. Antarmuka Pengguna (User Interface)

User Interface merupakan mekanisme yang digunakan oleh pengguna dan system pakar untuk berkomunikasi. Menurut McLeod (1995), pada bagian ini terjadi dialog antara program dan pemakai, yang memungkinkan sistem pakar menerima instruksi dan informasi (input)

dar pemakai, juga memberikan informasi (output) kepada pemakai. LINGKUNGAN LINGKUNGAN

Fasilitas Penjelasan

Mesin Inferensi Aksi yang

direkomendasikan

Workplace Pemakai

Antar Muka

Perbaikan Pengetahuann

Pakar Knowledge Basis

Pengetahuan: Fakta dan aturan


(31)

14 2. Basis Pengetahuan

Basis pengetahuan mengandung pengetahuan untuk pemahaman, formulasi, dan penyelesaian masalah. Komponen sistem pakar ini disusun atas dua elemen dasar, yaitu fakta dan aturan. Fakta merupakan informasi dalam objek dalam area permsalahan tertentu, sedangkan aturan merupakan informasi tantang cara bagaimana memperoleh fakta baru dari fakta yang telah diketahui.

3. Akuisisi Pengetahuan (Knowledge Acquisition)

Akuisisi pengetahuan adalah akumulasi, transfer dan transformasi keahlian dalam menyelesaikan masalah dari sumber pengetahuan ke dalam program komputer. Pengetahuan diperoleh dari pakar, dilengkapi dengan buku, basis data, laporan penelitian dan pengalaman pemakai. 4. Mesin Inferensi

Mesin Inferensi adalah program computer yang memberikan metodologi untuk penalaram tentang informasi yang ada dalam basis pengetahuan dan dalam workplace, dan untuk memformulasikan

kesimpulan (Turban, 1995).

Terdapat dua pendekatan untuk mengontrol inferensi dalam system pakar berbasis aturan, yaitu pelacakan ke belakang (backward chaining)

dan pelacakan ke depan (forward chaining).

a. Pelacakan ke belakang adalah pendekatan yang dimotori tujuan (goal-driven). Dalam pendekatan ini pelacakan dimulai dari tujuan,


(32)

15

kesimpulannya. Selanjutnya proses pelacakan menggunakan premis untuk aturan tersebut sebagai tujuan baru dan mencari aturan lain dengan tujuan baru sebagai kesimpulannya. Proses berlanjut sampai semua kemungkinan ditemukan.

Gambar 2.2 Proses backward chaining

b. Pelacakan ke depan adalah pendekatan yang dimotori data (

data-driven). Dalam pendekatan ini pelacakan dimulai dari informasi

masukan, dan selanjutnya mencoba menggambarkan kesimpulan. Pelacakan ke depan mencari fakta yang sesuai dengan bagian IF dari aturan IF-THEN.

Gambar 2.3 Proses forward chaining

Kedua metode inferensi tersebut dipengaruhi oleh tiga macam penelusuran, yaitu Depth-first search, Breadth-first search dan

Best-first search.

a. Depth-first search, melakukan penelusuran kaidah secara

mendalam dari simpul akar bergerak menurun ke tingkat dalam yang berurutan.

Observasi

Observasi focus

focus aturan aturan aturan aturan R2 Tujuan 1 (Kesimpul Observasi

Observasi focus

focus aturan aturan aturan aturan R2 Kesimpulan focus Kesimpulan


(33)

16

Gambar 2.4 Diagram Alir Teknik Penelusuran Depth First Search b. Breadth-first search, bergerak dari simpul akar, simpul yang ada

pada setiap tingkat diuji debelum pindah ke tingkat selanjutnya.

Gambar 2.5 Diagram Alir Teknik Penelusuran Breadth First Search

c. Best-first search, bekerja berdasarkan kombinasi kedua metode sebelumnya.

5. Workplace

Workplace merupakan area dari sekumpulan memori kerja (working

memory). Workplace digunakan untuk merekam hasil-hasil antara dan kesimpulan yang dicapai. Ada 3 tipe keputusan yang dapat direkam, yaitu :

a. Rencana : Bagaimana menghadapi masalah

b. Agenda : Aksi-aksi yang potensial yang sedang menunggu untuk dieksekusi.

1 Start

5

6 8 9 10

7 4 3 2 Goal (End) 1 Start 3

7 8 9 10

4 6 5 2 Level 2 Level 1 Level 0


(34)

17

c. Solusi : Calon aksi yang akan dibangkitkan 6. Fasilitas Penjelasan

Fasilitas penjelasan adalah komponen tambahan yang akan

meningkatkan kemampuan system pakar. Komponen ini

menggambarkan penalaran system kepada pemakai. Fasilitas penjelasan dapat menjelaskan perilaku system pakar dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut (Turban, 1995):

a. Mengapa pertanyaan tertentu ditanyakan oleh system pakar?

b. Bagaimana kesimpulan tertentu diperoleh?

c. Mengapa alternative tertentu ditolak?

d. Apa rencana untuk memperoleh penyelesaian?

7. Perbaikan Pengetahuan

Pakar memiliki kemampuan untuk menganalisa dan meningkatkan

kinerjanya serta kemampuan untuk belajarndari kinerjanya.

Kemampuan tersebut adalah penting dalam pembelajaran

terkomputerisasi, sehingga program akan mampu menganalisis penyebab kesuksesan dan kegagalan yang dialaminya.

2.1.4 5 Ciri-ciri Sistem Pakar

Disebabkan oleh karakteristiknya dan sifatnya yang berdasarkan pada pengetahuan, maka umumnya system pakar memiliki cirri-ciri sebagai berikut :


(35)

18

1. Memiliki informasi yang handal, baik dalam menampilkan langkah-langkah antara maupun dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang proses penyelesaian.

2. Mudah dimodifikasi, yaitu dengan menambah atau menghapus suatu kemampuan dari bisnis pengetahuan.

3. Heuristik dalam penguunaan pengetahuan (yang seringkali tidak sempurna) untuk mendapatkan penyelesaiannya.

4. Dapat digunakan dalam berbagai jenis komputer. 5. Memiliki kemampuan untuk beradaptasi.

2.1.5 Kategori Masalah Sistem Pakar

Sistem pakar saat ini telah dibuat untuk memecahkan berbagai macam permasalahan dalam berbagai bidang, seperti matematika, teknik, kedokteran, kimia, farmasi, sains computer, bisnis, hokum, pendidikan, sampai pertahanan. Secara umum ada beberapa area permasalahan system pakar, yaitu :

1. Interpretasi, yaitu pengambilan keputusan atau deskripsi tingkat tinggi dari sekumpulan data mentah, termasuk di antaranya juga pengawasan, pengenalan ucapan, analisis citra, interpretasi sinyal, dan beberapa anaslisis kecerdasan.

2. Proyeksi, yaitu memprediksi akibat-akibat yang dimungkinkan dari situasi-situasi tertentu, di antaranya peramalan, prediksi demografis,


(36)

19

peramalan ekonomi, prediksi lalulintas, estimasi hasil, militer, pemasaran, atau peramalan keuangan.

3. Diagnosis, yaitu menentukan sebab malfungsi dalam situasi kompleks yang didasarkan pada gejala-gejala yang teramati, diantaranya medis, elektronis, mekanis dan diagnosis perangkat lunak.

4. Desain, yaitu menentukan konfigurasi komponen-komponen system yang cocok dengan tujuan-tujuan kinerja tertentu yang memenuhi kendala-kendala tertentu, di antaranya layout sirkuit dan perancangan bangunan.

5. Perencanaan, yaitu merencanakan serangkaian tindakan yang akan mencapai sejumlah tujuan dengan kondisi awal tertentu, di antaranya perencanaan keuangan, komunikasi militer, pengembangan produk, routing dan manajemen proyek.

6. Monitoring, yaitu membandingkan tingkah laku suatu system yang teramati dengan tingkah laku yang diharapkan darinya diantaranya Computer Aided Monitoring System.

7. Debugging dan repair, yaitu menentukan dan mengimplementasikan cara-cara untuk mengatasi multifungsi, di antaranya memberikan resep obat terhadap suatu kegagalan.

8. Intruksi, yaitu mendeteksi dan mengoreksi defisiensi dalam pemahaman domain subjek,di antaranya melakukan intruksi untuk diagnosis, debugging dan perbaikan kinerja.


(37)

20

9. Pengendalian, yaitu mengatur tingkah laku suatu environment yang kompleks seperti kontrol terhadap interpretasi-interpretasi , prediksi, perbaikan dan monitoring kelakuan sistem.

10.Seleksi, mengidentifikasi pilihan terbaik dari sekumpulan (list) kemungkinan.

11.Simulasi, pemodelan interaksi antara komponen-komponen sistem.

2.2 Identifikasi

Identifikasi artinya adalah pengumpulan data dan pencatatan segala keterangan tentang bukti-bukti dari objek sehingga kita dapat menetapkan dan mempersamakan keterangan tersebut dengan objek lain, dengan kata lain bahwa dengan identifikasi kita dapat mengetahui identitas dan dengan identitas tersebut kita dapat mengenal objek dengan membedakan dari objek lain.

(Misky, 2005 : 11).

2.3 Keris

Keris adalah ilmu dan dipandang sebagai sebuah manifestasi Jiwa Jawi. Jawa berasal dari kata Javana yang bearti kearif-bijaksanaan. Kata keris

berasal dari -mangker karana aris- artinya mundur dengan bijaksana

maksudnya mundur dari dunia ini dengan bijaksana. Oleh karena itu menggeluti dunia keris seharusnya bergulat dengan membaca alam, membaca diri, dan membaca kehendak Sang Pencipta. Keris terdiri dari bermacam-macam komposisi yang terdapat didalamnya seperti :


(38)

21 2.3.1 Ricikan

Ricikan adalah bagian-bagian atau komponen bilah keris atau tombak. Masing-masing ricikan keris ada namanya. Dalam dunia

perkerisan soal ricikan ini penting, karena sangat erat kaitannya dengan soal dapur dan tangguh keris. Sebilah keris ber-dapur Jalak Sangu

Tumpeng tanda-tandanya adalah berbilah lurus, memakai gandik polos,

pejetan, sogokan rangkap, tikel alis, dan tingil. Gandik polos, pejetan, sogokan rangkap, tikel alis, dan tingil, adalah komponen keris yang disebut ricikan. Daftar ricikan keris dapat dilihat pada tabel 2.2.

Tabel 2.2 Daftar Ricikan Keris

No Ricikan Definisi

1. Pesi

Yang dinamakan pesi adalah berwujud besi panjang bundar yang terletak di pangkal wilahan.

2. Sirah Cecak

Sirah cecak adalah perwujudan yang ditetapkan menjadi ketentuan arah kiblat depan, umumnya bentuknya

3. Waduk

Waduk atau Gendok, gendokan atau wetengan adalah nama bagian yang paling tengah di sebuah ganja. Bentuknya cembung

menggembung bagai perut kenyang.

Dibagian tengah terdapat leng-lengan yaitu tempat masuknya bagian pesi.

4. Buntut Perwujudan yang ditetapkan menjadi


(39)

22

berbentuk runcing

5. Ganja

Perwujudan bentuk yang terpisah dengan wilahan. Namun ada juga ganja yang dibuat langsung menyatu.

6. Lambe Gajah Letaknya menempel di gandik, yang

dibentuk sepeti bibir gajah yang bawah.

7. Greneng

Tempatnya dibawah ujung Ganja, dan migkin bisa dibikin rangkap sehingga terletak diujung wilahan.

8. Wadidang

Letaknya dibelakang, mulai ujung awak-awak belakang hingga sampai sejajar dengan sor-soran.

9. Bungkul

Terdepat di tengah-tengah dan menempel di

ganja, bentuknya membendul seperti

tumpeng.

10. Pejetan

Letaknya dibelakang Gandik, merupakan tekanan yang membentuk melodok ke dalam.

11. Gandik

Terletak dibawah kepala ganja, besinya menonjol atau mengembung, beniknya seperti gandik.

12. Kembang

Kacang

Tempatnya dibawah gandik dan dibawah lambe gajah pun jalen. Bentuknya seperti lung-lungan.

13. Jalen Bentuknya runcing dan memenpel pada

gandik di pangkal bawah.

14. Tikel Alis

Berada dibawah pejetan, mengalir ke bawah dan kalau dilihat seperti gambar alis yang besar depan.


(40)

23

pejetan dan tikelalis, terletak didepan. 16. Sogokan Mburi Seperti tanggul yang membelah antara

pejetan dan tikelalis, terletak dibelakang.

17. Sor-soran

Sor-soran atau bongkot merupakan bagian paling bawah dari bilah keris, diatas bagian ganja.

18. Gulamilir Seolah merupakan kruwingan yang dimulai

dari sor-soran dan berhenti ditengah bilah.

19. Kruwingan Tempatnya di muka dan di belakang

Ada-ada, dan berada didalam garis gusen. 20. Gusen Ngarep Tempatnya mulai dari sor-soran sampai

pucuk.

21. Gusen Buri Tempatnya mulai dari sor-soran sampai

pucuk, terletak di sisi belakang.

22. Ada-ada

Tempatnya tepat di tengah-tengah awak-awak, yaitu mulai dari arah sor-soran sampai pucuk.

23. Kudup Ujung yang runcing

24. Sraweyan

Disebut juga sarawehan , sarawehan nama bagian keris yang bentuknya merupakan permukaan melandai cekung, dibelakang bagian sogokan belakang sampai ke dekat greneng.

25. Ripandan

Salah satu bagian atau ricikan keris, letaknya di sor-soran sebelah belakang, dan sering kali merupakan bagian dari greneng.

26. Thingil

Terletak persis dibagian ekor ganja, dibagian atas. Thingil ini berupa tonjolan kecil tidak runcingujungnya.


(41)

24

ricikan atau bagian keris yang bentuknya tonjolan runcing yang terletak di dahi kembang kacang. tonjolannya mirip dengan bentuk rondan dan ripandan.

28. Ganja Sebitrotan

Bentuk seperti rotan yang dibelah dua.

29. Ganja Cecak Ganja yang betuknya seperti cecak.

30. Ganja Tekek Ganja yang bentuknya seperti tekek atau tokek.

31. Ganja Hucengmati

Bentuknya seperti uceng (anak ikan) yang sudah mati. yaitu badan bulat kecil dan kepala runcing.

32. Ganja Cangkem

Kodok

Bentuknya mrip mulut kodok. Kepalanya besar tetapi mulut kecil.

33. Ganja Dungkul Badannya menebal ke atas di tengah-tengah menancapnya pesi.

34. Ganja Wilud Ganja yang bentuk kepala dan ekornya

melengkung ke bawah. 35. Ganja Kelap

Lintah

Bentuknya mulai dari kepala mengombak, seperti lintah mengambang di air.

36. Ganja Sepang

Ganja yang tidak mempunyai kepala, jadi dari depan terus meruncing kebelakang. Biasanya diterapkan ke ganja iras.


(42)

25 2.3.2 Luk

Istilah ini digunakan untuk bilah keris yang tidak lurus, tetapi berkelok atau berlekuk. Luk pada keris selalu gasal, tidak pernah genap.

Hitungannya mulai dari luk tiga, sampai luk tigabelas. Itu keris yang normal. Jika luknya lebih dari 13, dianggap sebagai keris yang tidak

normal dan disebut keris kalawijan atau palawijan.

Jumlah luk pada keris selalu gasal, tidak pernah genap. Selain itu, irama

luk keris dibagi menjadi tiga golongan. Pertama, luk yang kemba atau

samar. Kedua, luk yang sedeng atau sedang. Dan ketiga, luk yang rengkol Gambar 2.6 Ricikan


(43)

26

yakni yang irama luknya tegas. Daftar luk keris dapat dilihat pada tabel

2.3.

Tabel 2.3 Daftar Luk Keris

No Luk Definisi

1. Lurus Bentuk Luk lurus atau tidak berkelok

2. Luk 3 (Tiga) Luk 3 (Tiga) Bentuk keris berkelok

tiga

3. Luk 5 (Lima) Bentuk keris berkelok lima

4. Luk 7 (Tujuh) Bentuk keris berkelok tujuh

5. Luk 9 (Sembilan) Bentuk keris berkelok sembilan

6. Luk 11 (Sebelas) Bentuk keris berkelok sebelas

7. Luk 13 (Tiga Belas) Bentuk keris berkelok tiga belas 8. Luk 15 (Lima Belas) Bentuk keris berkelok lima belas 9. Luk 17 (Tujuh Belas) Bentuk keris berkelok tujuh belas 10. Luk 19 (Sembilan Belas) Bentuk keris berkelok sembilan belas 11. Luk 21 (Dua puluh satu) Bentuk keris berkelok dua puluh satu 12. Luk 25 (Dua puluh lima) Bentuk keris berkelok dua puluh lima

13. Luk 27 (Dua puluh

tujuh)

Bentuk keris berkelok dua puluh tujuh

14. Luk 29 (Dua puluh

sembilan)

Bentuk keris berkelok dua puluh sembilan

2.3.3 Tangguh

Tangguh arti harfiahnya adalah perkiraan atau taksiran. Dalam dunia perkerisan maksudnya adalah perkiraan zaman pembuatan bilah keris, perkiraan tempat pembuatan, atau gaya pembuatannya. Karena hanya merupakan perkiraan, me-nangguh keris bisa saja salah atau keliru.


(44)

27

Kalau sebilah keris disebut tangguh Blambangan, padahal sebenarnya tangguh Majapahit, orang akan memaklumi kekeliruan tersebut, karena bentuk keris dari kedua tangguh itu memang mirip. Tetapi jika sebuah

keris buatan baru di-tangguh keris Jenggala, maka jelas ia bukan seorang

ahli tangguh yang baik. Daftar tangguh keris dapat dilihat pada tabel 2.4.

Tabel 2.4 Daftar Tangguh Keris

No Tangguh Definisi

1. Pajajaran

Panjang kira kira dua kilan atau kurang sedikit. Pengetrapan ganja atau bentuknya

ambatok mengkurep. Sirah cecaknya

panjang, gandiknya miring panjang,

sogokan tidak terlalu panjang,keluar pamor seakan-akan tidak teratur, tetapi padat sebagian besar memakai dasar gambar pamor gajih.

2. Majapahit

Ganja sebit rotan, sirah cecaknya pendek tetapi halus luwes, gandiknya pendek sedikit miring, sogokan pendek luwes, kebanyakan pengetrapan pamor selalu terang mabyor dan dibuat ngrambut atau bisa dikatakan berserat -serat panjang.

3. Blambangan

Besinya selalu kelihatan basah tetapi sedikit bersinar putih. Karena campuran besi sedikit,kebanyakan besi penawangnya. Dasar pembuatan gambar pamor masih banyak mengambil dasar gambar pamor gajih, tapi banyak juga yang diseling dengan cara mrambut.


(45)

28

4. Sedayu

Ganja sebit lontar sedikit panjang, walau panjang kira kira dua kilan, tetapi kelihatan rampinh, dan lurusnya sengaja dibuat mendoyong. Awak-awakan dari belakang kelihatan ramping, tetapi separuh hingga ujung sedikit melebar. Pamor sangat

kurang tetapi dibuat mrambut,

pengetrapannya kurang memadat.

5. Tuban

Sirah cecak besar pendek, yang dibuat lengkok, kelihatan lengkoknya merenggang dan ujugnya runcing. Besi kelihatan kering terlalu banyak besi bajanya. Pengetrapan pamor mubyar padat. Jika diraba terasa halus.

2.3.4 Dapur

Dapur adalah istilah yang digunakan untuk menyebut nama bentuk atau type bilah keris. Dengan menyebut nama dapur keris, orang yang

telah paham akan langsung tahu, bentuk keris yang seperti apa yang dimaksud. Misalnya, seseorang mengatakan: "Keris itu ber-dapur Tilam

Upih", maka yang mendengar langsung tahu, bahwa keris yang dimaksud adalah keris lurus, bukan keris yang memakai luk. Lain lagi kalau disebut

dapur-nya Sabuk Inten, maka itu pasti keris yang ber-luk sebelas. Daftar


(46)

29

Tabel 2.5 Daftar Dapur Keris

No Dapur Definisi Luk

1. Panjianom Badan Sedikit Bongkok Lurus

2. Jakatuwa Badan hampir sama

dengan Tilamupih yaitu tidak begitu lebar dan tidak tebal, tetapi terasa kukuh

Lurus

3. Bethok Badan Lebar dan

pendek

Lurus

4. Karnatinanding Lebar dan panjangnya sedang,

Lurus

5. Semar Bethak Badan Lebar dan

Pendek

Lurus

6. Regol Badan Sedang Lurus

7. Kebo Teki Badan Lebar dan

Pendek

Lurus

8. Jalak Nguwuh Badan Biasa Lurus

9. Sempaner Badan Panjang Lurus

10. Jamangmurup Badan sedikit panjang

dan lebar sedang

Lurus

11. Tumenggung Lurus

12. Pasopati Badan sedang kecil

tipis tetapi kekar

Lurus

13. Tilamupih Badan dan Tebal

Sedang

Lurus

14. Condongcampu

r

Badan Sedang Lurus


(47)

30 Sedang

16. Jalak Ngore Badan Lebar Panjang

Sedang

Lurus

17. Jalak Sangu

Tumpeng

Badan Lebar Panjang Sedang

Lurus

18. Mendarang Badan Lebar Panjang

Sedang

Lurus

19. Mesem Badan sedang tetapi

panjang

Lurus

20. Semar Tinadu Badan Lebar dan

Pendek

Lurus

21. Ron Teki Badan Kecil, Tebal,

Panjang

Lurus

22. Sujen Empel Badan atau wilayahnya

tebal

Lurus

23. Kelap Lintah Keris ini sangat

sederhana, sebab selain tanpa ricikan, bahkan tanpa ganja

Lurus

24. Dungkul Badan Sedang Lurus

25. Yuyurumpung Bandan lebar panjang

dan sedikit

membungkuk

Lurus

26. Brojol Badan biasa Lurus

27. Laler Mengeng Badan Sedang Lurus

28. Puthut Badan Pendek, Lebar

Sedang

Lurus

29. Jalaksumelang

Gandring

Badan biasa Lurus


(48)

31 Sedang

31. Mayat Miring Badan Bongkok Lurus

32. Kalam

Munyeng

Badan Sedang Lurus

33. Pinarak Badan Panjang seperti

pedang.

Lurus

34. Marak Badan Sedang Lurus

35. Jalak Tilamsari Badan pendek kecil Lurus

36. Tilamsari Badan biasa Lurus

37. Jakaloka - Lurus

38. Wora-Wari Badan sedang Lurus

39. Sinom Badan sedang Lurus

40. Kala Misani Badan Sedang Kekar Lurus

41. Jangkung Pacar - Luk 3 (Tiga)

42. Mahesasuka Badan Lebar Panjang

Sedang

Luk 3 (Tiga)

43. Mahesa Nempuh Badan Sedang Luk 3 (Tiga)

44. Wuwung Badan belakang

membenjol

Luk 3 (Tiga)

45. Mayat Badan Sedang Luk 3 (Tiga)

46. Jangkung - Luk 3 (Tiga)

47. Tebusauyung - Luk 3 (Tiga)

48. Bangodolog Luk tiga gigir belakang

tumpul

Luk 3 (Tiga)

49. Larmotha - Luk 3 (Tiga)

50. Campurbawur - Luk 3 (Tiga)

51. Sagara Winotan - Luk 3 (Tiga)

52. Sinarasah - Luk 5 (Lima)

53. Pudaksategal - Luk 5 (Lima)


(49)

32

55. Pandawa - Luk 5 (Lima)

56. Anoman - Luk 5 (Lima)

57. Kebodengen - Luk 5 (Lima)

58. Kalandah - Luk 5 (Lima)

59. Pandawa Lare - Luk 5 (Lima)

60. Urap-Urap - Luk 5 (Lima)

61. Nagasasira - Luk 5 (Lima)

62. Kebobendeng - Luk 5 (Lima)

63. Pandawa

Cinarita

- Luk 5 (Lima)

64. KidangMas - Luk 7 (Tujuh)

65. Balebang - Luk 7 (Tujuh)

66. Crubuk - Luk 7 (Tujuh)

67. Jaranguyung - Luk 7 (Tujuh)

68. Nagakeras - Luk 7 (Tujuh)

69. Sempama

Punjul

- Luk 7 (Tujuh)

70. Sempama

Bungkem

- Luk 7 (Tujuh)

71. Carita Kasapta - Luk 7 (Tujuh)

72. Angen-angen - Luk 7 (Tujuh)

73. Sabuk Tampar - Luk 9 (Sembilan)

74. Caritakanawa - Luk 9 (Sembilan)

75. Butaijo - Luk 9 (Sembilan)

76. SempanaKlenth

ang

- Luk 9 (Sembilan)

77. Kidang

Mas-Masan

- Luk 9 (Sembilan)

78. Sempana - Luk 9 (Sembilan)


(50)

33

80. Panimbal - Luk 9 (Sembilan)

81. Carangsoka - Luk 9 (Sembilan)

82. Kidangsoka - Luk 9 (Sembilan)

83. Paniwen - Luk 9 (Sembilan)

84. Jaruman - Luk 9 (Sembilan)

85. Panjisekar - Luk 9 (Sembilan)

86. Pandengan - Luk 9 (Sembilan)

87. TundungMungs

uh

- Luk 9 (Sembilan)

88. Ganjur - Luk 9 (Sembilan)

89. CaritaBungkem - Luk 11 (Sebelas)

90. Waluring - Luk 11 (Sebelas)

91. JakaWuru - Luk 11 (Sebelas)

92. Sabuktali - Luk 11 (Sebelas)

93. Caritagandu - Luk 11 (Sebelas)

94. Carita Prasaja - Luk 11 (Sebelas)

95. Carita

Kaprabon

- Luk 11 (Sebelas)

96. Carita Daleman - Luk 11 (Sebelas)

97. Carita

Genengan

- Luk 11 (Sebelas)

98. Sabuk Inten - Luk 11 (Sebelas)

99. Naga Kiki - Luk 11 (Sebelas)

100. Naga Ngikik - Luk 11 (Sebelas)

101. Kantar - Luk 13 (Tiga Belas)

102. ParungSari - Luk 13 (Tiga Belas)

103. Johan Mangan

Kala

- Luk 13 (Tiga Belas)

104. Caluring - Luk 13 (Tiga Belas)


(51)

34

106. Sepokal - Luk 13 (Tiga Belas)

107. Karawelang - Luk 13 (Tiga Belas)

108. Bhimakurda - Luk 13 (Tiga Belas)

109. Naga Seluman - Luk 13 (Tiga Belas)

110. Sangkelat - Luk 13 (Tiga Belas)

111. NagaSasra - Luk 13 (Tiga Belas)

112. Sedet - Luk 15 (Lima Belas)

113. RagaPasung - Luk 15 (Lima Belas)

114. Carita Buntala - Luk 15 (Lima Belas)

115. Carang Buntala - Luk 15 (Lima Belas)

116. RagaWilah - Luk 15 (Lima Belas)

117. Mahesa

Nabrang

- Luk 15 (Lima Belas)

118. Ngamperbuta - Luk 17 (Tujuh Belas)

119. Cancingan - Luk 17 (Tujuh Belas)

120. Trimurda - Luk 19 (Sembilan

Belas)

121. Kala Tinantang - Luk 21 (Dua puluh

satu)

122. Indrajid - Luk 21 (Dua puluh

satu)

123. Trisirah - Luk 21 (Dua puluh

satu)

124. Bhima Kurda - Luk 25 (Dua puluh

lima)

125 AnggaWirun - Luk 27 (Dua puluh

tujuh)

126. KalaBendu - Luk 29 (Dua puluh


(52)

35 2.3.5 Pamor

Pamor adalah perwujudan putih keperak-perakan yang

memancarkan sinar yang mengkilap, berada di tengah-tengah atau di seluruh bagian keris, bahkan ada yang sampai pesinya. Daftar pamor keris dapat dilihat pada tabel 2.6.

Tabel 2.6 Daftar Pamor Keris

No Pamor Definisi

1. Pamor Mrambut

Pamor yang menempelnya di badan keris terlihat miring ke arah luar. Keluarnya pamor berserat seperti rambut

2. Pamor Gajih

Menempelnya di badan keris kelihatan membendul dan putus-putus seperti melelehnya lemah yang menetes. Jika diraba terasa ketebalannya.

3. Pamor Sanak

Cahaya tidak begitu terang. Bila di raba tidak terasa membendul keluar, seolah olah keris tidak di tambahi penempelan apa-apa.

4. Pamor Pejetan

Pamor yang menempelnya di badan keris berupa seperti cap ibu jari yang di sejajarkan dengan dekat dan jika di

raba gambaran tersebut seperti


(53)

36 2.4 Faktor Kepastian (Certainty Factor)

Faktor kepastian (certainty factor) diperkenalkan oleh Shortliffe

Buchanan dalam pembuatan MYCIN (Wesley, 1984). Certainty factor (CF)

merupakan nilai parameter klinis yang diberikan MYCIN untuk menunjukkan besarnya kepercayaan. Certainty factor didefinisikan sebagai berikut :

Gambar 2.7 Pamor Mrambut

Gambar 2.8 Pamor Gajih

Gambar 2.9 Pamor Sanak


(54)

37

CF(H,E) = MB(H,E) – MD(H,E)

CF(H,E) : certainty factor dari hipotesis H yang dipengaruhi oleh gejala

(evidence) E. Besarnya CF berkisar antara –1 sampai dengan 1.

Nilai –1 menunjukkan ketidakpercayaan mutlak sedangkan nilai 1 menunjukkan kerpercayaan mutlak.

MB(H,E) :ukuran kenaikan kepercayaan (measure of increased belief)

terhadap hipotesis H yangdipengaruhi oleh gejala E.

MD(H,E) :ukuran kenaikan ketidakpercayaan (measure of increased

disbelief) terhadap hipotesis H yangdipengaruhi oleh gejala E.

2.5 Flowchart

Flowchart adalah bagan-bagan yang mempunyai arus yang

menggambarkan langkah-langkah penyelesaian suatu masalah. Flowchart merupakan cara penyajian dari suatu algoritma (Ladjamudin, 2005 : 263).

Ada dua macam flowchart yang menggambarkan proses dengan komputer, yaitu :

1. System Flowchart

Bagan yang memperlihatkan urutan proses dalam system dengan menunjukkan alat media input, output serta jenis media penyimpanan dalam proses pengolahan data.


(55)

38 2. Program Flowchart

Bagan yang memperlihatkan urutan instruksi yang digambarkan dengan symbol tertentu untuk memecahkan masalah dalam suatu program (Ladjamudin, 2005 : 263).

2.5.1 Simbol-Simbol Flowchart

Flowchart disusun dengan symbol. Simbol ini dipakai sebagai alat bantu menggambarkan proses di dalam program. Simbol-simbol yang digunakan dapat dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok, yaitu :

1. Flow Direction Symbols (Simbol Penghubung atau Alur)

Simbol yang digunakan untuk menghubungkan antara simbol yang satu dengan simbol yang lain. Simbol ini disebut juga connecting line, simbol-simbol tersebut adalah :

Tabel 2.7 Simbol Penghubung (Ladjamudin, 2005 : 266)

No Symbol Nama dan Keterangan

1.

Symbol arus / flow

Untuk menyatakan jalannya arus suatu proses

2. Simbol communication link

Untuk menyatakan bahwa ada

suatutransisi suatu data / informasi dari satulokasi kelokasi lainnya


(56)

39

3. Simbol connector

Untuk menyatakan sambungan dari satu proses ke proses lainnya dalam halaman / lembar yang sama

4. Simbol offline connector

Untuk menyatakan sambungan dari satu proses ke proses lainnya dalam halaman / lembar yang berbeda

2. Processing Symbols (Simbol Proses)

Simbol yang menunjukkan jenis operasi pengolahan dalam suatu proses atau prosedur, simbol-simbol tersebut adalah :

Tabel 2.8 Simbol Proses Flowchart (Ladjamudin, 2005 : 267).

No Symbol Nama dan Keterangan

1.

Simbol Offline Connector

Untuk menyatakan sambungan dari satu proses ke proses lainnya kedalam halaman/lembar yang berbeda

2. Simbol Manual

Untuk menyatakan suatu tindakan (proses) yang tidak dilakukan oleh komputer(manual)


(57)

40

3. Simbol Decision/logika

Untuk menunjukan suatu kondisi tertentu yang akan menghasilkan dua kemungkinan jawaban, ya/tidak

4. Simbol Predefined Proses

Untuk menyatakan penyediaan tempat penyimpanan suatu pengolahan untuk member harga awal

5. Simbol Terminal

Untuk menyatakan permulaan atau akhir suatu program

6. Simbol Keying Operation

Untuk menyatakan segala jenis operasi yang diproses dengan menggunakan suatu mesin yang mempunyai keyboard

7. Simbol off-line storage

Untuk menunjukkan bahwa data dalam symbol ini akan disimpan ke suatu media tertentu

8. Simbol Manual Input

Untuk memasukkan data secara manual dengan menggunakan online keyboard


(58)

41

3. Input-output Symbols

Simbol yang menunjukkan jenis peralatan yang digunakan sebagai media input atau output, simbol-simbol tersebut adalah :

Tabel 2.9 Simbol input output flowchart (Ladjamudin, 2005 : 268).

No Symbol Nama dan Keterangan

1. Simbol Input-output

Untuk menyatakan proses input dan output tanpa tergantung dengan jenis peralatannya

2. Simbol Punched Card

Untuk menyatakan input berasal dari kartu atau output ditulis ke kartu

3. Simbol Magnetic-tape unit

Untuk menyatakan input berasal dari pita magnetic atau output disimpan ke pita

4. Simbol Disk Storage

Untuk menyatakan input berasal dari disk atau output disimpan ke disk

5. Simbol document


(59)

42

6. Simbol display Untuk menyatakan

peralatan output yang digunakan berupa layar (video, komputer)

2.6 DFD (Data Flow Diagram)

DFD (Data Flow Diagram) adalah model dari sistem untuk menggambarkan pembagian sistem ke modul yang lebih kecil. DFD dapat memudahkan pemakai (user) yang kurang menguasai bidang komputer untuk

mengerti sistem yang akan dikerjakan, urutannya sebagai berikut: 1. Diagram Konteks (Context Diagram)

Diagram konteks adalah diagram yang terdiri dari suatu proses dan menggambarkan ruang lingkup suatu sistem (Ladjamudin, 2005 : 64). 2. Diagram Zero (Overview Diagram)

Diagram zero adalah diagram yang menggambarkan proses dari data flow diagram.

3. Diagram Rinci (Level Diagram)

Diagram rinci adalah diagram yang menguraikan proses yang ada dalam diagram zero.

Elemen-elemen data yang digunakan dalam proses DFD adalah sebagai berikut:


(60)

43

Tabel 2.10 Simbol Data Flow Diagram

Simbol Nama Keterangan

Kesatuan Luar (External Entity)

Sesuatu yang berada di luar sistem, tetapi ia memberikan masukan ke dalam sistem atau menerima data dari sistem. External entity tidak termasuk bagian dari sistem.

Arus Data (Data Flow)

Tempat mengalir informasi dan

digambarkan dengan garis yang

menghubungkan komponen dari

sistem. Arus data ini mengalir diantara proses, data store, dan menunjukkan

arus data dari data berupa masukan untuk sistem atau hasil proses sistem. Proses

(Proccess)

Apa yang dikerjakan oleh sistem. Proses dapat mengolah data atau aliran data masuk menjadi aliran data keluar. Proses berfungsi mentranformasikan satu atau beberapa data masukan menjadi satu atau beberapa data keluaran sesuai dengan spesifikasi yang dihasilkan.


(61)

44

(Data Store) dalam sistem, yang disimbolkan

dengan sepasang garis sejajar dengan sisi samping terbuka.

(Sumber: Ladjamudin, 2005: 72)

2.7 Tools Pengembangan Sistem

Menurut Pressman (1997:186) ada tiga alasan dalam memakai rancangan untuk membuat suatu sistem :

1. Agar dapat terfokus pada bagian sistem yang penting.

2. Agar dapat terfokus pada bagian yang akan mengalami perubahan-perubahan dan koreksi, serta dokumentasi.

3. Agar dapat mengerti akan lingkungan pemakai, sehingga sistem tersebut lebih baik.

2.7.1 State Transition Diagram (STD)

State transition diagram merupakan suatu diagram yang

menggambarkan bagaimana state dihubungkan dengan state yang lain pada satu waktu. State Transition Diagram menggambarkan suatu state yang

mempunyai kondisi dimana dapat menyebabkan perubahan satu state ke state yang lain (Hoffer, George, dan Valacich, 1996:364).

State Transition Diagram pada dasarnya merupakan sebuah diagram yang terdiri dari state dan transisi atau perpindahan state. Transisi atau


(62)

45

keadaan pada umumnya disebabkan oleh suatu kondisi. Kondisi adalah suatu kejadian yang dapat diketahui oleh sistem. Sedangkan aksi adalah tindakan yang dilakukan oleh sistem apabila terjadi perubahan state atau

merupakan reaksi dari sistem.

Gambar 2.11 Contoh Perubahan State

Adapun komponen atau simbol yang digunakan dalam diagram ini adalah:

a. Modul

Menggunakan simbol lingkaran kecil (Gambar 2.12 yang mewakili modul yang dipanggil apabila terjadi suatu tindakan.

Gambar 2.12 Notasi Modul b. Tampilan kondisi (state)

Merupakan layer yang ditampilkan menurut keadaan atau atribut, untuk memenuhi suatu tindakan pada waktu tertentu yang mewakili suatu bentuk keberadaan atau kondisi tertentu, menggunakan simbol kotak (Gambar 2.13).

Aksi State1


(63)

46

Gambar 2.13 Notasi Tampilan

c. Tindakan (state transition)

Menggunakan symbol anak panah (Gambar 2.9) disertai keterangan tindakan yang dilakukan.

Gambar 2.14 Notasi Tindakan

2.8 Alat Perancangan Database

2.8.1 Entity Relationship Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram pertama kali diperkenalkan oleh Peter

Chen (1976) (dalam Kowal, 1992:104) adalah sebuah ilustrasi entitas secara grafik (juga dikenal sebagai objek), atribut, dan relasi (relationship) yang

ada diantara mereka.

Dalam Fathansyah (1999:70) disebutkan bahwa model Entity

Relationship Diagram yang berisi komponen-komponen himpunan entitas dan relasi masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang merepresentasikan seluruh fakta dari “dunia nyata” yang kita tinjau, dapat digambarkan dengan lebih sistematis dengan menggunakan Entity

Relationship Diagram (ERD).


(64)

47 1. Entitas

Merupakan representasi dari sebuah objek tempat dimana sistem menyimpan data. Simbol untuk entitas digambarkan dengan empat persegi panjang.

Gambar 2.15 Simbol entity

2. Himpunan Relasi

Himpunan relasi adalah perantara yang menghubungkan antara dua atau lebih entitas. Ada empat jenis relasi, yaitu :

a. Relasi one to one : relasi yang ada ketika kita menghubungkan

tepat 1 data pada suatu tabel dengan 1 data lainnya pada tabel lain. b. Relasi one to many : relasi yang terbentuk ketika kita

menghubungkan secara tepat 1 data pada suatu tabel dengan 1 atau lebih data pada tabel lainnya.

c. Relasi many to one : relasi yang terbentuk ketika kita

menghubungkan secara tepat 1 atau lebih data pada suatu tabel dengan 1 data pada tabel lainnya.

d. Relasi many to many : relasi yang terbentuk ketika kita

menghubungkan secara tepat 1 atau lebih data pada suatu tabel dengan 1 atau lebih data pada tabel lainnya


(65)

48

Simbol relasi digambarkan dengan bentuk belah ketupat.

Gambar 2.16. Simbol Relasi 3. Atribut

Atribut adalah data yang dihubungkan dengan entitas. Atribut berguna untuk menjelaskan, mengidentifikasi, dan mengekspresikan hubungan antar entitas. Simbol atribut digambarkan dengan ellips.

2.9 Alat Pengembangan Sistem Pakar 2.9.1 PHP

1. Sejarah PHP

PHP pertama kali dibuat musin gugur tahun 1994 oleh Rasmus Lerdoff, awalnya digunakan pada websitenya untuk mencatat siapa saja yang berkunjung dan melihat biodatanya. Versi pertama yang di-release tersedia pada awal tahun 1995, dikenal sebagai tool Personal Home Page,

yang terdiri atas engine parser yang sangat sederhana yang hanya

mengerti beberapa makro khusus dan sejumlah utlitas yang sering digunakan pada halaman-halaman web, seperti buku tamu, counter pengunung, dan lainnya. Parser diprogram ulang pada pertengahan 1995

a

Gambar 2.17 Simbol Atribut Gambar 2.18 Simbol Atribut


(66)

49

dan diberi nama PHP/F1 versi 2.0. F1 berasal dari paket Rasmus lainnya yang ditulis untuk menginterprestasikan data dari form, yang kemudian dikombinasikan dengan tool Personal Home Page dan ditambahkan dukungan untuk database mSQL (mini SQL).

Tahun 1995 ini dianggap sebagai tahun kelahiran dari PHP/F1 yang kemudian membuat pertumbuhan aplikasi web yang pesat, dan banyak orang kemudian berkontribusi mengembangkan PHP/F1. Sulit untuk mendapatkan statistik yang tepat untuk memperikan penggunakan PHP/F1, tetapi diperkirakan pada akhir 1996 telah digunakan oleh sedikitnya 15000 web site di seluruh dunia. Dan pertengahan 1997 mencapai 50000 situs.

Pada pertengahan 1997 ini juga terjadi perubahan pengembangan PHP. Pengembangan dilakukan oleh tim yang terorganisasi bukan oleh Rasmus sendiri saja lagi. Parser dikembangkan oleh Zeev Suraski dan Andi Gutmans yang kemudian menjadi dasar untuk versi 3, dan banyak utilitas tambahan yang deprogram untuk menambah kemampuan dari versi 2. Versi terakhir (PHP 4) menggunakan engine script Zend untuk lebih meningkatkan kinerja (performance) dan mempunyai dukungan yang banyak berupa ekstensi dan fungsi dari berbagai library pihak ketiga (third party), dan berjalan seolah modul asli (native) dari berbagai server web yang popular.

Sejak tahun 2001 PHP3 dan PHP4 disertakan pada sejumlah produk server web komersial seperti server web komersial seperti seperti


(67)

50

server web StrongHold RedHat. Perkiraan konservatif yang didapat dari angka yang diberikan oleh Netcraft yang diekstrapolasi, pengguna PHP sekitar 5.100.000 sedikit lebih banyak dari server web yang menggunakan Microsoft IIS (5.03 juta) di Internet.

Berdasarkan data terakhir dari Netcraft Maret 2002 pemakai PHP telah mencapai hamper 9 juta nama domain.

PHP versi 4.2.0 direlease pada tanggal 22 April 2002. Perbaikan pada bug (kesalahan-kesalahan) terutama pada upload file melalui browser telah dibetulkan, dan banyak penambahan fungsi yang lebih memudahkan lagi pengembang aplikasi untuk membuat program yang lebih baik. Jumlah fungsi yang ada sampai dengan versi ini mencapai ribuan fungsi dan dikelompokkan menjadi 109 fungsi, banyak bertambah dari versi sebelumnya.

Sampai dengan versi 4.3.7 tercatat ada 125 kelompok fungsi yang dimiliki oleh PHP.

Saat ini pengembangan PHP telah mulai memasuki versi 5,sampai dengan buku ini disusun, PHP versi 5 baru mencapai tahap beta (release candidate ke-3), masih dalam masa uji.

2. Karakteristik PHP

PHP merupakan script untuk pemograman script web server-side,


(68)

51

HTML yang dihasilkan dari suatu aplikasi bukan dokumen HTML yang dibuat dengan menggunakan editor teks atau editor HTML.

Dengan menggunakan PHP maka maintenance suatu situs web menjadi lebih mudah. Proses update data dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi yang dibuat dengan menggunakan script PHP.

PHP/FI merupakan nama awal dari PHP. PHP – Personal Home

Page, F1 adalah Form Interfance. Dibuat pertama kali oleh Rasmus Lerdoff. PHP, awalnya merupakan program CGI yang dikhususkan untuk menerima input melalui form yang ditampilkan dalam browser web.

Software ini disebarkan dan dilisensikan sebagai parangkat lunak Open

Source.

PHP secara resmi merupakan kependekan dari PHP:Hypertext

Preprocessor,merupakan bahasa script server-side yang disisipkan pada

HTML.

3. Kemampuan PHP

PHP secara mendasar dapat mengajarkan semua yang dapat dikerjakan oleh program CGI, sepsrti mendapatkan data dari form, menghasilkan isi halaman web yang dinamik, dan menerima cookies.

Kemampuan (Feature) PHP yang paling diandalkan dan signifikan adalah dukungan kepada banyak database. Membuat halaman web yang menggunakan data dari database dengan sangat mudah dapat dilakukan.

PHP juga mendukung untuk berkomunikasi dengan layanan lain menggunakan protocol IMAP, SNMP, NNTP, POP3, HTTP, dan lainnya


(69)

52

yang tidak terhitung. Pemograman juga dapat membuka soket jaringan secara mentah dan berinteraksi dengan menggunakan protokol lainnya.

2.9.2 MySQL

1. Mengenal MySQL

MySQL adalah sebuah program database server yang mampu menerima dan mengirimkan datanya dengan sangat cepat, multi user serta menggunakan parintah standar SQL (Structured Query Language).

MySQL memiliki dua bentuk lisensi, yaitu FreeSoftware dan Shareware. MySQL yang biasa kita gunakan adalah MySQL FreeSoftware yang berada di bawah Lsensi GNU/GPL (General Public License).

MySQL merupakan sebuah database server yang free, artinya kita bebas menggunakan database ini untuk keperluan pribadi atau usaha tanpa harus membeli atau membayar lisensinya. MySQL pertama kali dirintis oleh seorang programmer database bernama Michael Widenus. Selain untuk database server, MySQL juga merupakan program yang dapat mengakses suatu database MySQL ysng berposisi sebagai server. Pada saat itu berarti program kita berposisi sebagai Client. Jadi MySQL adalah sebuah database yang dapat digunakan baik sebagai Client maupun Server.

Database MySQL, biasa kita baca es-ki-el atau bisa juga mai-se-kuel, merupakan suatu perangkat lunak database yang berbentuk


(70)

53

database relasional atau dalam bahasa basisdata sering kita sebut dengan Relation Database Management System (RDBMS) yang menggunakan suatu bahasa permintaan bernama SQL.

Sebagai pengguna awal database mungkin anda merasa bingung dengan kedua istilah antara MySQL dengan SQL. Nah, yang perlu anda pahami adalah bahwa kedua istilah tersebut sangat berbeda artinya. MySQL adalah sebuah program database, sedangkan SQL adalah bahasa perintah (Query) dalam program MySQL (Nugroho, 2005 : 1).

2. Kelebihan MySQL

MySQL adalah sebuah database server, dapat juga berperan sbegai clien sehingg sering disebut database client/server, yang pen source dengan kemampuan dapat berjalan baik di OS (Operating Sistem) manapun, dengan Platform Windows maupun linux. Selain itu database ini memiliki beberapa klebihan disbanding database lain, diantaranya adalah:

1. MySQL sebagai Database Management System (DBMS)

2. MySQL sebagai Relation Database Management System (RDBMS)

3. MySQL adalah sebuah Software database yang OpenSource, artinya program ini bersifat free atau bebas digunakan oleh siapa saja tanpa harus membeli dan membayar lisensi kepada pembuatnya.


(71)

54

4. MySQL merupakan sebuah database server, jadi dengan

menggunakan database ini anda dapat menghubungkannya ke media internet sehingga dapat diakses dari jauh.

5. MySQL merupakan sebuah client. Selain menjadi server yang melayani permintaan, MySQL juga dapat melakukan query yang mengakses database pada Server. Jadi MySQL dapat juga berperan sebagai Client.

6. MySQL mampu menerima query yang bertumpuk dalam satu

permintaan atau yang disebut Multi-Threading.

7. MySQL merupakan sebuah database yang mampu mnyimpan data berkapasitas besar hingga berukuran Gigabite sekalipun.

8. MySQL didukung oleh driver ODBC, artinya database MySQL dapat diakses menggunakan aplikasi apa saja termasuk berupa visual seperti Delphi maupun Visual Basic.

9. MySQL database menggunakan enkripsi password. Jadi database ini cukup aman karena memiliki password untuk mengaksesnya.

10.MySQL merupakan Server database yang multi user, artinya database ini tidak hanya digunakan oleh sepihak orang akan tetapi merupakan database yang dapat digunakan oleh banyak pengguna. 11.MySQL dapat menciptakan lebih dari 16 kunci per table, dan dalam

satu kunci memungkinkan berisi belasan Field (kolom).

12.MySQL mendukung field yang dijadikan sebagai kunci primer dan kunci Uniq (atau Unique).


(1)

<td width="25%" align="center" >NILAI MD MAX</td></tr> <tr bgcolor="#CCEBF4">

<td height="20" align="center" ><?php echo $hasil_kesimpulan[MinMB];?></td>

<td align="center" ><?php echo $hasil_kesimpulan[MaxMB];?></td>

<td align="center" ><?php echo $hasil_kesimpulan[MinMD];?></td>

<td align="center" ><?php echo

$hasil_kesimpulan[MaxMD];?></td></tr></table> <table width="100%" cellpadding="1" cellspacing="1" lass="BorderUtama" bgcolor="#EBF2FA">

<tr bgcolor="#CCCCCC">

td width="50%" height="21" align="center" >NILAI CF GABUNGAN "^"</td>

<td width="50%" align="center" >NILAI CF GABUNGAN "v"</td></tr>

<tr bgcolor="#CCEBF4">

<td height="20" align="center" ><?php $CFDan =

$hasil_kesimpulan[MinMB]-$hasil_kesimpulan[MinMD]; echo $CFDan;?></td>

td align="center" ><?php $CFAtau = $hasil_kesimpulan[MaxMB]-$hasil_kesimpulan[MaxMD]; echo $CFAtau;?></td></tr></table> </td></tr></table> <?php }?></td> </tr></table><br>


(2)

4.2.1 Mekanisme Inferensi 4.2.1.1 Forward Chaining

Gambar 4.2

Pohon Inferensi Sstem Pakar Identifikasi Bentuk Keris Jawa 19

D35 D36 12

D55 D59

D53 D56 D57 D60

D52 D63

D53 D63

D54 D55

D58 L1

SISTEM PAKAR IDENTIF IKAS I BENTUK

KERIS JAWA

6

D41 D42 D43 L2

7

D43 D45 D47 11

D49

12

D42 D48

D41 D45 D46 D50 D51

16

D46 18

D46 15

D41 D51

D42 D45

D50

24

D43 D47 25

D45 D46 D49 27

D42 D50

D41 D51

5

D57 6

D57 D59

D56 D63

7

D55 D63 10

D63 14

D63 15

D53 D58 16

D55 D63

D56 D60 D57 17 D53 19 D63 20

D53 D63 21

D60 22

D52

24 26

D63 25

D53 D58

D52 D55 D56 D59 D63

L3

10

D6 D26

D4 D13 D15

6

D14 D21

D12 D18 D19 D22

D7 D39 D40

7

D7 D16

D4 D11 D14 D18

D1 D34 D37 D40

11

D4 D21

D3 D5 D6 D24

14

D1 D39

D2 D9 D3

D13 12

D9 D14

D7 D11 D12 D18

D4 D20

15

D2 D22

D4 D10 D17 16 D20 20

D12 D14

D8 D15

21

D38 22

D8 24

D16 D29

D11 D17 D18 D32

D1 D39

25

D4 D32

D9 D22 D12 D30 27 D22 5

D23 D25 D33

19

D35 D36

26

D8 D17


(3)

Mekanisme Inferensi Lanjutan

Gambar 4.2

Pohon Inferensi Sstem Pakar Identifikasi Bentuk Keris Jawa (Bagian 3) SISTEM PAKAR

IDENTIFIKASI BENTUK KERIS JAWA

25

D102 D104 D105

27

D102 D105 D108 5

D109 6

D101 D110

D102 D105

D107 D103 D110

D101 D111

7

10

D102 D110 11

D109 D111 12 D110 D108 D107 D105 D102 D101 14

D102 D110 15 D110 D107 D103 D105 D102 D101 18 D103 1 19 D102 1 20 D102 D108 D106 D105 D104 D102 D101 24 L7 6 D112 D115 D116 L8 7

D113 D116

12 D112 D114 D115 14 D113 15 D112 24

D115 D116 25

D115 D116 27 D115 6 D118 L9 12

D118 D119 6 D118 L10 14 D120 6 D121 D122 D123 12

D121 D122 14

D123 24

D121 D122

L11 L12

6 D124 12 D124 15 D124 25 D124 6 D125 12 D125 15 D125 25 D125 L13 6 D126 12 D126 15 D126 25 D126 L14


(4)

Mekanisme Inferensi Lanjutan

Gambar 4.2

Pohon Inferensi Sstem Pakar Identifikasi Bentuk Keris Jawa (Bagian 2)

D74 D80

D73 D78 D79 D81 D82

SISTEM PAKAR IDENTIFIKASI BENTUK

KERIS JAWA

D68 D71

D66 D72

7 5

D64

D66 D71

D65 D72

6 10

D67 D72 11

D69 D72 12

D66 D70

D65 D68 D69 D71

D64 D72

14

D71 D72

19

D71 17

D68 D72 15

D65 D71

20

D71

D66 D69

D65 D72

24 25

D69 D72 26

D67

L5 L6

27

D93 D96 D97

D95 D99 D94 D98 D96 D100 6

D95 D96 7

D91 D99 10 D90 D96 D89 D95 D93 D97 D98 12

D95 D97 14

D95 D96 19 D92 D97 D90 D96 D95 D98 15

D95 D96 20

D95 D96

D92 D98

24 25

D91 D97 D98 L4 5 D88 10 D86 12 D75 D79 D73 D78 D76 D80 D81 D82 D83 7

D74 D87

D77 D80 D78

D86

6 14

D74 D76 15 D74 D80 D73 D79 D75 D83

D84 D83 D74 D87

19 20

D74 D74 D80 D73 D79 D75 D83

D84 D85 24

D73 D87

D75 D76 D77 25 27 D79


(5)

LAMPIRAN A WAWANCARA

A.1 Wawancara Dengan Seorang Yang Mengerti Tentang Keris

Tanggal : 25 April 2011

Narasumber : Victor Amrizal M.Kom

Narasumber adalah dosen pembimbing dan seorang yang mengerti tentang keris. Penulis : Apa tujuan dari sistem pakar identifikasi keris ?

Narasumber : Tujuannya melestarikan kebudayaan Indonesia terutama keris agar kebudayaan indonesia tidak di akui Negara lain dan melestarikan kepakaran tentang keris.

Penulis : Apakah kepakaran sudah jarang di temukan? Narasumber : Kepakaran keris sudang jarang di temukan. Penulis : Selain itu apa tujuan lain?

Narasumber : Untuk membantu para pecinta keris untuk mengetahui tentang keris yang dimiliki, karena untuk identifikasi keris sekarang biayanya sudah cukup mahal, ambil contoh saja di museum keris TMII, untuk identifikasi sebuah keris saja harus mengeluarkan biaya sekitar Rp 100.000.

Penulis : Apa saja yang harus diperhatikan dalam identifikasi keris ?

Narasumber : Dalam mengidentifikasi keris harus di perhatikan beberapa komponen.

Penulis : Komponen apa saja yang harus diperhatikan dalam identifikasi keris ?

Narasumber : Komponen yang harus di perhatikan yang pertama yaitu ricikan keris.

Penulis : Ada berapa jenis ricikan dalam keris ? Narasumber : Jenis ricikan keris ada banyak.

Penulis : Selain ricikan apakah ada komponen lain ?


(6)

Penulis : Ada berapa bentuk luk atau lengkung keris ?

Narasumber : Bentuk luk keris ada sekitar 29 dan bentuk luk keris yang normal selalu ganjil.

Penulis : Apa lagi yang harus di perlukan dalam identifikasi keris ? Narasumber : Yang harus di perhatikan lagi yaitu dapur keris.

Penulis : Dalam sistem pakar ini apa saja yang di butuhkan untuk identifikasi keris ?

Narasumber : Yang di butuhkan dalam sistem pakar ini sama dengan identifikasi biasanya.

Penulis : Apa yang harus pertama di perhatikan dalam identifikasi dalam sistem pakar ini ?

Narasumber : Yang pertama harus memprhatikan rikan keris. Penulis : Kemudian apa lagi yang harus di perhatikan ? Narasumber : Yang selanjutnya adalah luk keris.

Penulis : Apa yang di hasilkan sistem pakar yang akan di buat?

Narasumber : Sistem pakar harus menghasilkan hasil dari identifikasi yang berupa nama keris, nama dapur, tangguh, dan definisi keris kemudian ada nilai faktor kepastiannya.

Penulis : Apa fungsi dari nilai kepastian ?

Narasumber : Nilai kepastian untuk memastikan nilai faktor kepastian dari hasil identifikasi keris karena dengan faktor kepastian maka hasil dari identifikasi bisa di bandingkan.

Narasumber