Variabel Minat Belajar Hasil Penelitian 1. Deskripsi Data Umum

Tabel 16. Distribusi Frekuensi Variabel Minat Belajar No. Interval Skor Frekuensi 1 2 3 4 5 6 7 40-44 45-49 50-54 55-59 60-64 65-69 70-74 2 3 9 17 9 6 1 Jumlah 47 Berdasarkan tabel distribusi frekuensi di atas, dapat digambarkan histogram sebagai berikut: Gambar 5. Histogram Variabel Minat Belajar Data tersebut kemudian digolongkan ke dalam kategori kecenderungan Minat Belajar. Untuk mengetahui kecenderungan masing-masing skor variabel digunakan skor ideal dari subjek penelitian sebagai kriteria perbandingan. Harga mean ideal Mi dan standar deviasi ideal SDi diperoleh berdasarkan rumus sebagai berikut: 2 3 9 17 9 6 1 2 4 6 8 10 12 14 16 18 F re k u e n si Kelas Interval 39,5 44,5 49,5 54,5 59,5 64,5 69,5 74,5 Mean ideal Mi = ½ skor maksimal + skor minimal = ½ 76 + 19 = 47,5 Standar Deviasi ideal SDi = 1 6 skor maksimal - skor minimal = 1 6 76 – 19 = 9,5 1,5 SDi = 1,5 9,5 = 14,25 Mi+1SDi = 57 Mi-1SDi = 38 Berdasarkan perhitungan di atas, variabel Minat Belajar dapat dikategorikan sebagai berikut: Tabel 17. Identifikasi Kategori Variabel Minat Belajar No. Kategori 1 2 3 4 Sangat tinggi Tinggi Rendah Sangat rendah X ≥ 57 47,5 ≤ X 57 38 ≤ X 47,5 X 38 Berdasarkan kategori di atas, dapat dibuat tabel identifikasi kategori variabel Minat Belajar sebagai berikut: Tabel 18. Kategori Kecenderungan Minat Belajar No. Rentang Skor Frekuensi Frekuensi Kategori 1 2 3 4 X ≥ 57 47,5 ≤ X 57 38 ≤ X 47,5 X 38 26 18 3 55 38 6 Sangat tinggi Tinggi Rendah Sangat rendah Jumlah 47 100,00 Tabel di atas menunjukkan terdapat 26 siswa 55 yang memiliki Minat Belajar dalam kategori sangat tinggi, 18 siswa 38 yang memiliki Minat Belajar dalam kategori tinggi, 3 siswa 6 yang memilki Minat Belajar dalam kategori rendah, dan tidak terdapat siswa 0 yang memilki Minat Belajar dalam kategori sangat rendah. Berdasarkan distribusi kecenderungan frekuensi variabel Minat Belajar di atas, dapat disajikan dalam Pie Chart sebagai berikut: Gambar 6. Pie Chart Kecenderungan Minat Belajar Berdasarkan data dari identifikasi kategori variabel Minat Belajar, menunjukkan bahwa kecenderungan variabel Minat Belajar berpusat pada kategori sangat tinggi.

c. Variabel Kebiasaan Belajar

Variabel Kebiasaan Belajar X 2 diukur melalui angket dengan 16 butir pernyataan. Berdasarkan data yang diperoleh dari angket yang disebarkan kepada 47 responden siswa menunjukkan bahwa variabel Kebiasaan Belajar X 2 diperoleh skor tertinggi sebesar 55 dari skor maksimal yang mungkin dicapai sebesar 64 4 55 38 7 Sangat Tinggi Tinggi Rendah Sangat Rendah x 16, dan skor terendah sebesar 36 dari skor minimal yang mungkin dicapai yaitu sebesar 16 1 x 16. Dari skor tersebut kemudian dianalisis menggunakan SPSS Statistik 20.0 for windows pada lampiran 5, diperoleh harga mean sebesar 46,26; median sebesar 47,00; modus sebesar 47,00 dan standar deviasi sebesar 4,72. Distribusi frekuensi Kebiasaan Belajar disusun dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1 Menentukan jumlah kelas interval Jumlah kelas interval K = 1 + 3,3 log n = 1 + 3,3 log 47 = 1 + 3.3 1,672 = 6,518 dibulatkan ke atas = 7 2 Menentukan rentang kelas range Rentang kelas R = nilai tertinggi – nilai terendah = 55 – 36 = 19 2 Menentukan panjang kelas interval Panjang kelas interval = rentang kelas : kelas interval = 19 : 7 = 2,7 dibulatkan ke atas = 3 Tabel 19. Distribusi Frekuensi Variabel Kebiasaan Belajar

Dokumen yang terkait

EFEKTIFITAS BERBAGAI KONSENTRASI DEKOK DAUN KEMANGI (Ocimum basilicum L) TERHADAP PERTUMBUHAN JAMUR Colletotrichum capsici SECARA IN-VITRO

4 157 1

ANALISIS KOMPARATIF PENDAPATAN DAN EFISIENSI ANTARA BERAS POLES MEDIUM DENGAN BERAS POLES SUPER DI UD. PUTRA TEMU REJEKI (Studi Kasus di Desa Belung Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang)

23 307 16

AN ANALYSIS ON GRAMMATICAL ERROR IN WRITING MADE BY THE TENTH GRADE OF MULTIMEDIA CLASS IN SMK MUHAMMADIYAH 2 MALANG

26 336 20

FREKUENSI KEMUNCULAN TOKOH KARAKTER ANTAGONIS DAN PROTAGONIS PADA SINETRON (Analisis Isi Pada Sinetron Munajah Cinta di RCTI dan Sinetron Cinta Fitri di SCTV)

27 310 2

APRESIASI IBU RUMAH TANGGA TERHADAP TAYANGAN CERIWIS DI TRANS TV (Studi Pada Ibu Rumah Tangga RW 6 Kelurahan Lemah Putro Sidoarjo)

8 209 2

PENYESUAIAN SOSIAL SISWA REGULER DENGAN ADANYA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SD INKLUSI GUGUS 4 SUMBERSARI MALANG

64 523 26

KEBIJAKAN BADAN PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN DAERAH (BAPEDALDA) KOTA JAMBI DALAM UPAYA PENERTIBAN PEMBUANGAN LIMBAH PABRIK KARET

110 657 2

FENOMENA INDUSTRI JASA (JASA SEKS) TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL ( Study Pada Masyarakat Gang Dolly Surabaya)

63 375 2

PENGARUH PENGGUNAAN BLACKBERRY MESSENGER TERHADAP PERUBAHAN PERILAKU MAHASISWA DALAM INTERAKSI SOSIAL (Studi Pada Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Angkatan 2008 Universitas Muhammadiyah Malang)

127 505 26

STRATEGI KOMUNIKASI POLITIK PARTAI POLITIK PADA PEMILIHAN KEPALA DAERAH TAHUN 2012 DI KOTA BATU (Studi Kasus Tim Pemenangan Pemilu Eddy Rumpoko-Punjul Santoso)

119 459 25