PENGARUH PERSEPSI HALAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK POP MIE (Studi Kasus: Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang)

PENGARUH PERSEPSI HALAL TERHADAP KEPUTUSAN
PEMBELIAN PRODUK POP MIE
(Studi Kasus: Pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang)

SKRIPSI

Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Mencapai
Derajad Sarjana Ekonomi dan Bisnis

Oleh

Hairul Umam
09610355

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
MEI 2015

vii

viii

ix

x

xi

xii

xiii

xiv

SURAT PERNYATAAN

Yang bertanda tangan dibawah ini, saya :
Nama

: Hairul Umam

Tempat Tanggal Lahir

: Denpasar 16 February 1990

NIM

: 09610355

Fakultas

: Ekonomi Dan Bisnis

Jurusan

: Manajemen

Dengan ini menyatakan dengan sebenar-benarnya bahwa :
1.

Skripsi dengan judul PENGARUH PERSEPSI HALAL TERHADAP
KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK POP MIE(Studi Pada Mahasiswa
Universitas Muhammadiyah Malang) adalah hasil karya saya dan dalam
Skripsi ini tidak terdapat karya ilmiah yang pernah diajukan oleh orang lain
untuk memperoleh gelar akademik di suatu Perguruan Tinggi dan tidak
terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan orang lain.
Baik sebagian ataupun keseluruhan, kecuali yang tertulis dikutip dalam
naskah ini dan disebutkan dalam sumber kutipan dan daftar pustaka.

2.

Apabila ternyata didalam Skripsi ini dapat dibuktikan terdapat unsur-unsur
PLAGIASI, saya bersedia SKRIPSI ini DIGUGURKAN dan GELAR
AKADEMIK YANG TELAH SAYA PEROLEH DIBATALKAN, serta
diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

3.

Skripsi ini dapat dijadikan sumber pustaka yang merupakan HAK BEBAS
ROYALTY NON EKSKLUSIF.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya untuk dipergunakan
sebagaimana mestinya.

xv

KATA PENGANTAR
Assalammualaikum Wr.Wb

Puji syukur Alhamdulillah, atas segala nikmat dan karunia Allah yang telah
diberikan kepada seluruh makhluk-Nya yang ada di alam semesta ini. Dengan
ridho-Nya, maka skripsi ini dapat terselesaikan. Shalawat serta salam semoga
tetap tercurahkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW sebagai Murabbi
pilihan, uswatun hasanah bagi siapapun yang merindukan-Nya.
Sebagai pribadi yang memiliki keterbatasan, penulis menyadari bahwa
kelancaran penyusunan skripsi ini tidak lepas dari dorongan, bantuan, dan
dukungan dari semua pihak. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima
kasih kepada:
1. Prof.Dr.Muhadjir Effendy MAP selaku Rektor Universitas Muhammadiyah
Malang yang telah memberikan kepercayaan kepada saya untuk dapat
menyelesaikan program sarjana Ekonomi di kampus putih tercinta.
2. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan kesempatan
penulis untuk menimba ilmu.
3. Dr. Marsudi, M.M. selaku Ketua Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan
Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang yang telah memberikan
kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini.
4. Dra.Aniek Rumijati ,M.M. selaku dosen wali penulis yang terus memberikan
motivasi untuk penulis demi terselesaikannya skripsi ini.

xvi

5. Drs.Eko Handayanto.M.M. selaku dosen pembimbing I atas dorongan,
bimbingan, dan masukan yang berarti dalam penulisan skripsi ini.
6. Drs.Dicky Wisnu UR,MM. selaku dosen pembimbing II atas bimbingan,
masukkan, dan saran-saran pada penulis dari awal penyusunan sehingga
selesainya skripsi ini.
7. Para

Dosen

Jurusan

Muhammadyah Malang

Manajemen

Fakultas

Ekonomi

Universitas

yang telah memberikan ilmu penulis mengikuti

pendidikan dengan baik.
8. Ayahanda dan Ibunda (Nisman & Laila) tercinta, terima kasih atas bantuan
materi dan do’anya
9. serta kakakku

Nur Hidayati, Syahrudin, Firdaus, Muri Mudrika, Baiti

Azizah yang selalu memberikan dukungan, semangat dan do’a sehingga
penulis dapat melalui semua ini dengan baik.
10. ZuaFasihuni
memberikan

Kekasih
Semangat

tercinta
dan

yang

telah

Motivasi

menemani

serta

mendo’akan

dorongan

sehingga

terselesaikannya skripsi ini, saya ucapkan banyak terimakasih.
11. Seluruh teman-teman angkatan 2009,”Tamtama ali mufi Hendra,, Komandan
Suyanto,bayu, Azaruddin ,Ali Wafa,”dan seluruh rekan-rekan yang telah
membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini yang tidak dapat penulis
sebutkan satu persatu.
12. Sahabat Kost; bang Wafi(Sfc), bang jhon(Jts), rajaz, FL salim 08, Herman
andega, Ady (Die ligh), Gopal dan teman-teman lainnya) terima kasih atas
dukungannya dan persahabatan selama di bumi Arema (Ongis Nade).

xvii

13. SeluruhtemantemanO2Pool&Café,MasIwan,mbalia,niken,devi,aris,riris,elis
mmba siska, terima kasih atas dukungannya dan persahabatan selama di
bumi Arema (Ongis Nade).
14. Kepada semua orang yang tidak dapat disebutkan satu-satu terima kasih atas
bantuannya selama pengerjaan karya ini hingga selesai.
Akhir kata tiada satupun karya manusia yang sempurna, saran dan kritik
sangat penulis harapkan untuk kebaikan bersama. Semoga Skripsi ini
bermanfaat bagi kita semua.
Billahi Fii Sabiilil Haq Fastabiqul Khairat

Malang,

Hairul Umam

xviii

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................
DAFTAR ISI ...........................................................................................

vii

DAFTAR TABEL ...................................................................................

viii

DAFTAR GAMBAR ..............................................................................

ix

DAFTAR LAMPIRAN ...........................................................................

xii

SURAT PERNYATAAN........................................................................

xiii

ABSTRAK ..............................................................................................

xiv

ABSTRACT ............................................................................................

xv

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................

1

1.1

Latar Belakang ...............................................................................

1

1.2

Perumusann Masalah .....................................................................

6

1.3

Tujuan Penelitian ...........................................................................

6

1.4

Kegunaan Penelitian ......................................................................

7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS .............................

8

2.1

Landasan Penelitian Terdahulu......................................................

8

2.2

Landasan teori ................................................................................

8

2.2.1 Perilaku Konsumen dan Faktor keputusan pembelian .......

8

2.2.2 Proses Keputusan Pembelian Konsumen ...........................

13

2.2.3 Klasifikasi Pengambilan Keputusan Konsumen…………

17

2.3

Label Produk ..................................................................................

29

2.4

Pengertian Halal.............................................................................

20

2.5

Teori Persepsi……………………………………………………

21

2.5.1

Terjadinya stimulasi alat indera (sensory stimultan)..

24

2.5.2

Stimulasi terhadap alat indera diatur........................

24

2.5.3

Stimulasi terhadap alat indera ditafsirkan-dievaluasi...

25

2.5.4

Faktor Fungsional………………………………………

26

2.5.5

Faktor Struktural……………………………………….

27

vii

2.5.6

Perilaku Konsumen……………………………………

28

2.6

Persepsi Halal…………………………………………………… .

30

2.7

Kerangka Pikir………………………………………………….. . .

30

2.8

Hipotesis…………………………………………………………

31

BAB III METODE PENELITIAN..........................................................

32

3.1

Lokasi penelitian ............................................................................

32

3.2

Jenis Penelitian ..............................................................................

32

3.3

Populasi dan Sampel ......................................................................

33

3.3.1 Populasi ..............................................................................

33

3.3.2 Sampel…………………………………………………. ...

33

3.4

Variabel Penelitian.........................................................................

34

3.5

Definisi Operasional Variabel .......................................................

34

3.5.1

Variabel Bebas (X)…………………………………….. ..

34

3.5.2 Variabel Terikat (Y)……………………………………. ..

34

3.6

Data dan Sumber Data ...................................................................

36

3.7

Teknik Pengumpulan Data ...........................................................

36

3.8

Teknik Analisis Data…………………………………………. ....

37

3.8.1 Metode Analisis Deskriptif .................................................

37

Regresi Linier Sederha…………………………………………..

37

3.10 Uji Asumsi Klasik……………………………………………… .

38

3.10.1 Uji Normalitas Data……………………………………. ..

38

3.10.2 Heteroskedastisitas……………………………………….

39

3.11 Uji Validitas dan Reliabilitas………………………………….. ...

39

3.11.1 Validitas………………………………………………… . .

39

3.11.2 Uji Reliabilitas……………………………………………

39

3.9

3.12 Koefisien Determinasi (R)…………………………………………

40

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ........................

41

4.1

Gambaran Karakteristik Responden ..............................................

41

4.1.1 Jenis Kelamin Responden ..................................................

41

4.1.2 Tingkat Usia Responden ....................................................

42

4.1.3 Tingkat Pengeluaran Responden……………………… ...

43

viii

4.2

4.3

Hasil Uji Instrumen........................................................................

43

4.2.1 Uji Validitas .......................................................................

44

4.2.2 Uji Reliabilitas ...................................................................

45

Diskripsi Jawaban Responden .......................................................

46

4.3.1 Variabel Persepsi Halal(X) ................................................

46

4.3.2 Variabel Keputusan Pembelian(Y) ....................................

51

4.3.3 Hasil Analisis Pengaruh Persepsi Halal Terhadap
Keputusan Pembelian produk Pop Mie…………………….. .......

57

4.4.4 Hasil Uji Hipotesis……………………………………… .

59

4.4.5 Pembahasan Hasil Penelitian…………………………… .

60

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN ..............................................

61

5.1

Kesimpulan ....................................................................................

61

5.2

Saran ...........................................................................................

61

5.5.1 Bagi Perusahaan……………………………………….. ...

61

5.5.2 Bagi Peneliti Selanjutnya……………………………… ...

62

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

ix

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian
Konsumen ........................................................................

11

Gambar 2.2 Pengertian Produk ...........................................................

19

Gambar 2.3 Proses pembentukan Persepsi……………………….. ....

24

Gambar 4.1 Kurva Uji F ......................................................................

59

xi
x

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1

Empat Jenis Perilaku Pembelian ........................................

16

Tabel 3.1

Operasional Variabel .........................................................

35

Tabel 3.1

Instrumen Skala Likert.......................................................

36

Tabel 4.1

Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ............

41

Tabel 4.2

Distribusi Responden Berdasarkan Usia............................

42

Tabel 4.3

Distribusi Responden Berdasarkan Pengeluaran Per
Bulan……………………………………………………

43

Tabel 4.4

Hasil Uji Validasi...............................................................

44

Tabel 4.5

Hasil Uji Reliabilitas ..........................................................

46

Tabel 4.6

Diskripsi jawaban Responden mengenai Variabel
Persepsi Halal (X) ..............................................................

Tabel 4.7

Diskripsi Jawaban Responden Mengenai Variabel
Keputusan Pembelian (Y) ..................................................

Tabel 4.8

47

52

Hasil Analisis Pengaruh Persepsi Halal Terhadap
Keputusan Pembelian Produk Pop Mie .............................

57

Tabel 4.18 Distribusi Jawaban Pada Memikirkan Untuk
Keluar.................................................................................

64

Tabel 4.19 Penilaian Variabel Trunover Intention ..............................

85

Tabel 4.20 Hasil Analisis Pengaruh Kepuasan Kerja
Terhada Trunover Intention CV Mega Karya....................

xix

66

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1

Kuesioner Penelitian

Lampiran 2

Reliability

Lampiran 3

Skor Jawaban Responden Variabel Keputusan Persepsi Halal

Lampiran 4

Skor Jawaban Responden Variabel Keputusan Pembelian

Lampiran 5

Hasil Uji Validitas

Lampiran 6

Hasil Analisis Regresi

xii

DAFTAR PUSTAKA

Berman, Barry dan Joel R. Evans.1998. Retail Manajemen. Prentice Hal. New
Jersey.
Engel, James F. 1994. Perilaku Konsumen. Edisi keenam. Jilid 1.Binarupa
Aksara: Jakarta.
Ginting, Paham dan Syafrizal Helmi Situmorang. 2008. Filsafat Ilmu dan Metode
Riset. USU Press : Medan
Kotler, Philip. 2008. Prinsip-Prinsip Pemasaran. Edisi 12. Jilid 1. Erlangga:
Jakarta.
Kusumaningrum (2012) dengan judul penelitian yaitu Pengaruh Labelisasi Halal
Terhadap Keputusan Pembelian Produk Makanan Dalam dalam Kemasan
(Studi Kasus Di Masyarakat Kecamatan Lowokwaru Kota Malang).
Purwanto, Erwan Agus dan Dyah Ratih Sulistyastuti, Metode Penelitian
Kuantitatif (Untuk Administrasi Publik dan Masalah-Masalah Sosial),
Yogyakarta : Gaya Media, 2011.
Schiffman, Leon G. dan Leslie Kanuk. 1997. Consumer Behaviour. Edisi ketujuh.
Prentice Hall:Jakarta
Setiadi, Nugroho J. 2003. Perilaku Konsumen. Konsep dan Implikasi Untuk
Strategi dan Penelitian Pemasaran. Kencana : Jakarta
Setiadi, Nugroho J. 2010. Perilaku Konsumen: Persepektif Kontemporer Pada
Motif, Tujuan, Dan Keinginan Konsumen.edisi revisi. Jakarta: Kencana
Situmorang, Syafrizal Helmi. Doli M Ja’far Dalimunthe. Iskandar Muda. Muslich
Lufti. Syahyunan 2008. Analisis Data Penelitian (Menggunakan Program
SPSS). USU Press : Medan
Stanton, J. William, 1996, Prinsip Pemasaran, Edisi ke tujuh. Jilid 1
Erlangga:Jakarta
Stanton, J. William. Walker Bruce J dan Etzel Michael J 2004, Marketing, Edisi
kesebelas. Jilid 1 Erlangga:Jakarta
Sugiyono. 2007. Metodologi penelitian Bisnis. Alfabeta:Bandung
xiii

Sukardi, 2009, Metodologi Penelitian Pendidikan, Jakarta, PT Bumi Aksara
Supramono dan Haryanto.
Andi:Yogyakarta

2003.

Desain

Proposal

Studi

Pemasaran

Supriadi, Yayat. 2005. Pengaruh Kebijakan Labelisasi Halal Terhadap Hasil
Penjualan Produk Industri Makanan dan Dampaknya Pada Ketahanan
Perusahaan. Sripsi. Departemen Manajemen. Universitas Indonesia.
Tjiptono, Fandy. 1997. Strategi Pemasaran. Edisi Kedua. Andi-Offset. Yogyakarta
Umar, Husein, Research Methods in Finance and Banking, Jakarta: PT.Gramedia
Pustaka Utama, 2000.
.

xiv

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Semakin maraknya persaingan bisnis global, pasar menjadi semakin ramai
dengan barang-barang produksi yang dihasilkan. Bangsa Indonesia dengan
masyarakatnya yang mayoritas memeluk agama Islam, pola konsumsinya juga
secara mutlak tidak boleh terlepas dari aturan Islam. Yakni barang yang
dikonsumsi harus bebas dari hal-hal yang tergolong haram. Konsumen
memberikan persepsi terhadap suatu barang yang tidak sama, ada sebagian
konsumen yang memberikan persepsi positif, dan sebagian lagi memberikan
persepsi negatif. Bagi sebuah perusahaan yang bertanggung jawab atas suatu
permasalahan merebut pangsa pasar konsumen ini, tentu memberikan akibat
kepada perusahaan tersebut untuk lebih baik dan bisa memenuhi ketentuan
perundang-undangan yang berlaku. Akan tetapi bagi suatu perusahaan yang hanya
semata-mata berorientasi kepada pasar dan melupakan ketentuan yang ada di
tengah-tengah masyarakat maka terkadang produksi yang dilakukan tidak dapat
dipertanggungjawabkan. Tidak banyak konsumen yang mengetahui tentang halal
dan tidaknya produk-produk yang diperjual belikan dipasaran. Umat Islam
menghendaki agar produk yang dipasarkan untuk dikonsumsi secara masal
dijamin kehalalan dan kesuciannya, sehingga dari kepercayaan yang dianut
memberikan akibat kepada seluruh tatanan

dan berlangsungnya kehidupan

masyarakat yang beragama Islam itu sendiri, termasuk dalam mengkonsumsi
makanan dan minuman maupun bidang-bidang yang berhubungan dengan dua

1

2

hal tersebut di atas.
Dalam setiap produksi makanan maupun minuman yang disertai dengan
adanya kemasan-kemasan lainnya yang menunjang sektor produk tersebut
memberikan jaminan dan keamanan dari apa yang akan dikonsumsi, Dalam hal ini
yaitu pada produk Pop Mie, dengan banyak kegunaan dalam mengkonsumsinya.
Pop Mie banyak ditemui diberbagai penjuru dunia, salah satunya di Indonesia
yang sudah banyak beredar di pasar, supermarket, toko, dan warung – warung
kecil yang menyediakan produk Pop Mie dalam kemasan. Kebiasaan
mengkonsumsi Pop Mie sebagai bahan makanan pengganti nasi bagi sebagian
masyarakat merupakan hal yang sudah wajar untuk dikonsumsi, namun ada
beberapa persepsi masyarakat mengenai Pop Mie adalah tidak baik untuk
dikonsumsi terlalu banyak. Ada pula yang bertanya tentang apa saja kandungan
yang terdapat dalam produk Pop Mie tersebut. Namun persepsi itu hanyalah
sebuah ungkapan belaka dengan hanya melihat tampilan kemasan yang
menjadikan produk Pop Mie laku dipasaran, seperti contoh dengan adanya desain
kemasan yang menarik dan sudah lengkap masalah kandungannya. sudah terdaftar
di LPOM dan menjadikan standar untuk makanan atau minuman layak untuk
dikonsumsi.
Melihat kasus-kasus besar yang berkaitan dengan kehalalan produk telah
terjadi di Indonesia dan telah merugikan banyak pihak, serta menimbulkan
keresahan masyarakat. Belajar dari kasus yang terjadi yaitu pada tahun 1988
dengan adanya isu tentang lemak babi dan penyedap kandungan MSG pada suatu
produk. maka Majelis Ulama Indonesia (MUI) berusaha berperan untuk

3

menentramkan umat Islam dalam masalah kehalalan produk dengan cara
mendirikan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan dan Kosmetika (LPOM
MUI).
Berbagai pendapat tentang produk halal, semakin memperkuat indikasi
semangat bersyari’at Islam. Menurut hasil polling yang diselenggarakan oleh
situsmindohalal.com, Yayasan Halalan Thoyyiban dan LPOM MUI akhir tahun
2002, 77,6% responden menjadikan jaminan kehalalan sebagai pertimbangan
pertama

dalam berbelanja produk (makanan, minuman, obat dan kosmetik).

Mereka (93,9%) setuju bila pada setiap kemasan produk bersertifikat halal, wajib
dicantumkan label dan nomor bersertifikat halal. Undang-Undang No. 8 Tahun
1999 Pasal 8 ayat (1) huruf f menyatakan bahwa: pelaku usaha dilarang
memproduksi dan/atau memperdagangkan barang dan/atau jasa yang tidak sesuai
dengan janji yang dinyatakan dalam label, etiket, keterangan, iklan atau promosi
penjualan barang dan/atau jasa tersebut. Label halal dalam prakteknya di dalam
suatu kemasan produk berfungsi ganda. Selain sebagai media informasi bagi
konsumen, maka label halal juga merupakan iklan dari produk tersebut,
khususnya tentang pertanyaan apakah produk tersebut layak dikonsumsi atau
tidak.
Stanton dalam Setiadi (2010:88) menyebutkan persepsi dapat didefinisikan
sebagai makna yang dipertalikan berdasarkan pengalaman masa lalu, stimuli
(rangsangan) yang diterima melalui lima indra. Stimuli merupakan setiap bentuk
fisik, visual atau komunikasi verbal yang dapat mempengaruhi tanggapan
individu. Sedangkan menurut Sunarto (2003:50), persepsi adalah proses dimana

4

individu

diekspose

untuk

menerima

informasi,

memperhatikan,

dan

memahaminya. Persepsi konsumen terhadap suatu produk sangat dipengaruhi oleh
proses penerimaan citra (image) dari produk tersebut pada waktu konsumen
pertama kali
Halal itu sendiri merupakan sesuatu yang diperbolehkan menurut ajaran
Islam. Seperti yang telah terkandung dalam firman Allah swt. “Dan makanlah
makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah berikankan kepadamu, dan
bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”. Sedangkan yang
dimaksud dengan makanan halal menurut Himpunan Majelis Ulama Indonesia
(MUI) adalah makanan yang dibolehkan memakannya menurut ajaran Islam.
Adapun syarat-syarat produk makanan halal menurut syari’at Islam antara lain
adalah sebagai berikut:
1. Halal zatnya artinya halal dari hukum asalnya misalkan sayuran.
2. Halal cara memperolehnya artinya cara memperolehnya sesuai dengan
syari’at Islam misalkan tidak dengan mencuri.
3. Halal dalam memprosesnya, misalkan proses menyembelih binatang
dengan syari’at Islam misalkan dengan membaca basmalah.
Sebagaimana dikemukakan uraian di atas, masalah kehalalan produk yang
akan dikonsumsi merupakan persoalan yang sangat besar, sehingga apa yang akan
dikonsumsi itu benar-benar halal dan tidak tercampur sedikitpun dengan barang
haram. Oleh karena itu, tidak semua orang dapat mengetahui kehalalan suatu
produk secara pasti, sertifikat halal sebagai bukti penetapan fatwa halal bagi suatu
produk yang dikeluarkan oleh MUI dan merupakan sesuatu yang mutlak

5

diperlukan keberadaanya. Persepsi halal dapat mempengaruhi minat konsumen
dalam membeli barang yang dihasilkan oleh suatu perusahaan. Pengetahuan
konsumen didefinisikan sebagai sejumlah pengalaman dengan informasi
tentang produk atau jasa tertentu yang dimiliki seseorang. Dengan
meningkatkan

pengetahuan

individu

konsumen,

memungkinkan

bagi

konsumen tersebut berpikir kembali tentang produk – produk sama yang
beredar dipasaran. Konsumen akan lebih selektif untuk memilih produk yang
dianggap paling sesuai dengan pengetahuannya dan apa yang telah dialami
sebelumnya.
Pengambilan keputusan pembelian merupakan suatu kegiatan individu yang
secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan menggunakan barang yang
ditawarkan. Suatu proses keputusan membeli bukan sekedar mengetahui berbagai
factor yang akan mempengaruhi pembeli, tetapi berdasarkan peranan dalam
pembelian dan keputusan untuk membeli. Proses ini merupakan penyeleseian
masalah dalam membeli barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen.
Pembuatan keputusan konsumen itu sendiri terdiri atas proses merasakan dan
mengevaluasi informasi terhadap merek produk, mempertimbangkan bagaimana
alternatif merek dapat memenuhi kebutuhan konsumen, dan pada akhirnya
memutuskan merek apa yang akan dibeli. Terdapat tiga faktor utama yang
mempengaruhi keputusan konsumen. Faktor pertama konsumen individual, yakni
pilihan untuk membeli dipengaruhi oleh hal-hal yang ada pada diri konsumen.
kedua yaitu pengaruh dari lingkungan yang ada di sekelilingnya. Ketiga yaitu

6

stimuli pemasaran atau strategi pemasaran yang diterapkan perusahaan dalam
menarik minat konsumen atas barang yang ditawarkan.
Melihat kenyataan yang terjadi sekarang, banyak persaingan antar
pengusaha dalam membuat makanan atau produk mereka bisa memenangkan
pangsa pasar serta dapat bertahan untuk tetap dapat dikonsumsi banyak konsumen
dan menghasilkan keuntungan yang besar sehingga bagaimana hal tersebut dapat
mempengaruhi minat beli konsumen dalam membeli suatu produk. Untuk itu
penulis tertarik untuk melakukan suatu penelitian mengenai “Pengaruh Persepsi
Halal terhadap Keputusan Pembelian Produk Pop Mie”.
1.2 Perumusan Masalah
Adapun rumusan masalah penelitian adalah sebagai berikut:
1.

Bagaimana persepsi halal pada produk Pop Mie?

2. Apakah persepsi halal berpengaruh terhadap keputusan pembelian
produk Pop Mie?
1.3

Tujuan Penelitian
a. Mengetahui pengaruh persepsi halal pada produk Pop Mie dalam benak
konsumen.
b. Mengetahui pengaruh persepsi halal terhadap keputusan pembelian
produk Pop Mie.

7

1.4

Kegunaan Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat, baik itu yang bersifat

teoritis maupun praktis.
a. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat

sebagai

acuan penelitian selanjutnya yang mempunyai kesamaan dengan tema penelitian
yang diajukan.
b. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi perusahaan
dalam mengetahui persepsi konsumen mengenai label halal pada produknya dan
bagaimana

pengaruh

label

halal

terhadap

keputusan

pembelian

dapat

mempengaruhi konsumen. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan
pertimbangan bagi perusahaan dalam mengembangkan produknya dengan
mencantumkan label halal dimasa yang akan datang.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

2.1 Landasan Penelitian Terdahulu
Penelitian yang dilakukan oleh Kusumaningrum (2012) dengan judul
penelitian yaitu Pengaruh Labelisasi Halal Terhadap Keputusan Pembelian
Produk Makanan Dalam dalam Kemasan (Studi Kasus Di Masyarakat Kecamatan
Lowokwaru Kota Malang). Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis pengaruh
labelisasi halal terhadap keputusan pembelian produk makanan Teknik analisis
data yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda dengan menggunakan
uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh labelisasi halal
terhadap keputusan pembelian produk makanan dalam kemasan.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Alfi (2007) melakukan
penelitian yang berjudul “Pengaruh Kebijakan Label Halal Terhadap Keputusan
Pembelian”. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mendeskripsikan dan
menganalisis bagaimana pengaruh Kebijakan Label Halal Terhadap Keputusan
Pembelian. Hasil analisis dapat diketahui bahwa terdapat pengaruh yang
signifikan antara kebijakan label halal terhadap keputusan pembelian.
2.2 Landasan Teori
2.2.1 Perilaku Konsumen dan Faktor Keputusan Pembelian
Semakin meningkatnya persaingan bisnis mendorong produsen untuk lebih
berorientasi pada konsumen atau pelanggan. Untuk mendukung upaya tersebut
diperlukan pengetahuan mengenai konsumen terutama mnegenai perilakunya.

8

9

Schiffman dan Kanuk (1997:6) menerangkan tentang definisi perilaku konsumen
sebagai berikut :”The behavior that consumers display in searching for
purchasing, using, evaluating, and disposing of products, services, and ideas
which they expect to satisfy their needs”(“Perilaku yang ditunjukkan oleh
konsumen dalam pencariannya untuk membeli, menggunakan, mengevaluasi, dan
membuang produk, jasa dan ide yang mereka kira dapat memenuhi kebutuhan
mereka”). Sedangkan The American Marketing Association (Setiadi, 2003:3)
mendefinisikan perilaku konsumen adalah interaksi dinamis antara afeksi dan
kognisi, perilaku, dan lingkungannya dimana manusia melakukan pertukaran
dalam hidup mereka.
Dengan kata lain perilaku konsumen meliputi bagaimana aktivitas dinamis
individu, kelompok, dan organisasi memilih, membeli, menukar, memakai, atau
membuang barang, jasa, dan gagasan atau pengalaman dalam rangka memuaskan
kebutuhan dan hasrat mereka. Memahami perilaku konsumen dan mengenal
pelanggan bukan hal yang sederhana. Pelanggan mungkin menyatakan kebutuhan
dan keinginan mereka namun dapat bertindak sebaliknya. Mereka mungkin
menanggapi pengaruh yang merubah mereka pada menit-menit terakhir.
Karenanya pemasar harus mempelajari keinginan, persepsi, preferensi serta
perilaku belanja dan pembelian pelanggan sasaran mereka.
Keputusan pembelian dari konsumen sangat dipengaruhi oleh beberapa
faktor-faktor penting. Faktor-faktor ini penting untuk diketahui bagi pemasar agar
dapat menentukan strategi yang akan diterapkan. Seperti yang dikemukakan
Engel(1994:46) berpendapat bahwa konsumen dapat dipengaruhi perilakunya

10

menurut kehendak pihak yang berkepentingan. Selanjutnya Engel juga
menyebutkan sedikitnya ada 3 faktor yang menjadi deteminan variasi penentu
keputusan konsumen. 3 faktor ini yang menjadi pengaruh yang mendasari pada
perilaku konsumen. Faktor-faktor tersebut adalah :
a.

Pengaruh Lingkungan.

Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks dimana keputusan
mereka dipengaruhi oleh:1. Budaya, 2. Kelas Sosial, 3. Pengaruh Pribadi, 4.
Keluarga, dan 5. Situasi.
b. Perbedaan dan Pengaruh Individual.
Konsumen juga

dipengaruhi faktor internal

yang menggerak dan

mempengaruhi perilaku mereka. Faktor internal ini sangat mungkin berbeda antar
individu sehingga akan mengahsilkan keputusan dan perilaku yang berbeda pula.
Faktor-faktor tersebut adalah 1. Sumber daya konsumen, 2. motivasi dan
Keterlibatan, 3. Pengetahuan, 4. Sikap, dan, 5. Kepribadian, gaya hidup, dan
demografi.
c. Proses Psikologis.
Proses psikologis dari konsumen akan membawa mereka pada proses berikut
yaitu pengolahan Informasi, pembelajaran dan, perubahan Sikap/Perilaku, yang
kesemuanya akan memberikan dampak pada penentuan keputusan mereka.
Senada dengan Engel, Kotler (2008:159) menyebutkan setidaknya ada 4
faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu : faktor budaya, sosial,
kepribadian, dan kejiwaan. Masing-masing dari faktor-faktor tersebut memiliki
subfaktor yang menjadi elemen pembentuknya.

11

Gambar 2.1
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pembelian Konsumen

Sumber: prinsip-prinsip pemasaran, Kotler (2008:160)

Adanya faktor yang mempengaruhi perilaku pembelian konsumen, Menurut
Schiffman dan Kanuk (1997:560) juga membahas tentang istilah model konsumen
menunjuk kepada cara pandang umum bagaimana dan mengapa individu
berperilaku seperti yang ditampilkannya. Terdapat empat pandangan mengenai hal
ini yaitu:
a. Sudut Pandang Ekonomis (Economic Man)
Dalam persaingan sempurna, konsuemn sering digolongkan sebagai
economic man, yaitu seorang yang membuat keputusan secra rasional. Untuk
bertindak secara rasional harus sadar akan alternatif produk yang tersedia, harus
mampu mengurutkan dengan benar alternatif yang ada, menimbang keuntungan
dan kerugian produk yang akan dibeli dan ia harus dapat memsatikan bahwa

12

produk yang ditawarkan itu sebagai alternatif terbaik, meskipun terkadang tidak
memiliki info yang cukup dan akurat.
b. Sudut Pandang Pasif (Passive Man)
Sebagai lawan dari economic man, passive man digambarkan sebagai
konsumen yang patuh terhadap keinginan dan promosi dari pemasar, produsen
dapat menggunakan formula yang disingkat dengan AIDA (attention, interest,
desire, dan action)
c. Sudut Pandang Kognitif (Cognitive Man)
Model ini memfokuskan pada proses konsumen dalam mencari dan
mengevaluasi merek. Model cognitive man merupakan gambaran konsumen yang
lebih realistis dan menggambarkan konsuemn yang berada diantara model
economic man dan model passive man, yaitu konsumen yang memiliki cukup
pengetahuan dan oleh karenanya tidak dapat mebuat keputusan yang tepat, tetapi
meskipun demikian mereka aktif mencari informasi dan berusaha membuat
keputusan yang memuaskan.
d. Sudut Pandang Emosi (Emotional Man)
Pada kenyataannya, kita mungkin menghubungkan perasaan dan emosi,
prestise, harapan dan kesenangan dalam melakukan pembelian. Pada saat
melakukan pembelian secara emosional cenderung kurang memperhatiakn dan
mencari informasi, lebih memperhatikan pada perasaan dan suasana hati, namun
hal ini bukan berarti emotional man mengambil keputusan secara irasional,
pengambilan keputusan itu juga rasional.

13

2.2.2 Proses Keputusan Pembelian Konsumen
Salah satu keputusan yang penting diambil konsumen dan harus mendapat
perhatian yang besar dari para pemasar adalah keputusan pembelian konsumen.
Pengambilan keputusan konsumen menurut Setiadi (2003:415) adalah proses
pengintergrasian yang mengkombinasikan pengetahuan untuk mengevaluasi dua
atau lebih perilaku alternatif, dan memilih salah satu diantaranya. Hasil dari
proses ini adalah pilihan (choise) yang disajikan secara kognitif sebagai keinginan
berperilaku.
Menurut Kotler (2008:179) untuk sampai kepada keputusan pembelian
konusumen akan melewati 5 tahap yaitu :
a. Pengenalan Masalah (Problem Recognition)
Merupakan tahap dimana pembeli mengenali masalah atau kebutuhannya.
Pembeli mersakan perbedaan antara keadaan aktualnya dengan keadaan yang
diinginkannya. Kebutuhan tersebut dapat dipicu oleh rangsangan internal seperti
lapar dan haus yang bila mencapai titik tertentu akan menjadi sebuah dorongan
dan rangsangan ekternal. Misalnya ketika melewati toko kue yang merangsang
rasa laparnya.
b. Pencarian Informasi (Information Search)
Setelah tergerak oleh stimuli konsumen berusaha mencari informasi lebih
banyak tentang hal yang dikenalinya sebagai kebutuhannya. Konsumen
memperoleh info dari sumber pribadi (keluagra, teman, tetangga, dan kenalan),
komersial (iklan, tenaga penjual, perantara, kemasan), publik (media massa,

14

organisasi pembuat peringkat), dan sumber pengalaman (pengkajian, pemakaian
produk)
c. Mengevaluasi Alternatif (Alternative Evaluation)
Merupakan tahapan dimana konsumen memperoleh informasi tentang suatu
objek dan membuat penilaian akhir. Pada tahap ini konsumen menyemmpitkan
pilihan hingga alternatif yang dipilih berdasarkan besarnya kesesuaian antara
manfaat yang dingiinkan dengan yang bisa diberiakn oleh pilihan produk yang
tersedia.
d. Keputusan Pembelian (Purchase Decision)
Merupakan tahapan dimana konsumen telah memiliki pilihan dan siap
melakukan transaksi pembelian atau pertukaran antara uanga atau janji untuk
mebayar dengan hak kepemilikan atau penggunaan suatu benda.
e. Evaluasi Pasca-Pembelian (Post-Purchase Behavior)
Merupakan tahapan dimana konsumen akan mengalami dua kemungkinan
yaitu kepuasan dan ketidak-puasan terhadap pilihan yang diambilnya.
Pada saat yang bersamaan seseorang dapat memerankan beragam peran yang
dapat dilakukannya pada suatu proses pembelian. Peran pembelian yang dapat
dilakukan seorang individu dapat terbagi menjadi lima peran, Kotler (2008:157)
yaitu:
a. Pencetus (Initiator)
Seseorang yang pertama kali mengusulkan gagasan untuk membeli
produkatau jasa.

15

b. Pemberi Pengaruh (Influencer)
Adalah individu yang memberikan saran atau pengaruh baik langsung
maupun tidak langsung dapat mempengaruhi proses keputusan pembelian baik
melaui tindakan atau ucapannya.
c. Pengambil Keputusan (Decision Maker)
Seseorang yang memutuskan setiap komponen dari suatu keputusan
pembelian, apakah akan membeli, tidak membeli, bagamana membelinya, kapan,
dimana akan membeli.
d. Pembeli (Buyer)
Adalah individu yang secara langsung melakukan transaksi pembelian yang
sesungguhnya
e. Pemakai (User)
Adalah orang yang paling langsung terlibat dalam mengkonsumsi atau
menggunakan produk atau jasa yang telah dibeli.
f. Perilaku Pembelian
Dalam pengambilan keputusannya setiap konsumen dapat melakukan
keputusan yang berbeda bergantung pada jenis pembelian yang dilakukannya.
Keputusan yang mereka ambil akan membawa pada perilku pembelian yang
berbeda pula. Jenis produk yang mereka beli akan menentukan besarnya
ketelibatan mereka dan peserta yang terlibat dalam proses pembeliannya. Assael
dalam Kotler (2008:177) membedakan empat jenis perilaku pembelian konsumen
berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat diferensiasi merek.

16

Tabel 2.2
Empat Jenis Perilaku Pembelian

a. Perilaku Pembelian Yang Rumit (Complex Buying Behavior)
Konsumen yag terlibat dalam perilaku pembelian yang rumit akan sangat
terlibat dalam proses pembeliannya karena mereka menyadarai bahwa ada
perbedaan yang signifikan dari tiap merek dan resiko yang dihadapi cukup tinggi
karena ketiadaan pengalaman sebelumnya dalam proses keputusan pembeliannya.
Produk yang masuk dalam kategori ini biasanya adalah produk yang mahal, jarang
dibeli dan beresiko. Perilaku pembelian yang rumit terdiri atas tiga langkah,
pertama, pembeli mengembangkan keyakinan tentang produk tersebut, kedua,
membangun pendirian tentang produk tersebut, ketiga, membuat pilihan
pembelian yang cermat. Komsumen akan memiliki keterlibatan yang tinggi dalam
perilaku pencarian informasi tentang produk.
b. Perilaku Pembelian Pengurang Disonansi (Dissonance-reducing Buying
Behavior)
Konsumen yang telibat dalam perilaku pembelian pengurang disonansi akan
sangat terlibat dalam proses pembeliannya namun melihat hanya ada sedikit
perbedaandalam merek-merek produk sejenis. Keterlibatan tinggi didasari fakta
bahwa pembelian tersebut mahal, jarang dilakukan dan beresiko. Konsumen

17

mungkin bereaksi pada harga yang baik atau kenyamanan dalam berbelanja.
Setelah pembelian konsumen mungkin mengalami disonansi/ketidaksesuiaan yang
muncul dari pengamatan terhadap hal-hal yang mengganggu produk yang
dibelinya atau kabar yang menyenangkan dari produk yang lain. Konsumen akan
waspada terhadap informasi yang membenarkan keputusannya.
c. Perilaku Pembelian Pencari Variasi (Variety-seeking Buying Behavior)
Beberapa situasi pembelian ditandai oleh keterlibatan konsumen yang rendah
namun terdapat perbedaan antar merek yang signifikan. Dalam situasi ini
konsumen sering melakukan perpindahan merek yang disebabkan ketidakpuasan,
rasa bosan atau sekedar mencari variasi. Produk yang masuk dalam kategori ini
adalah produk minor yang beresiko rendah seperti kue atau permen.
d. Perilaku Pembelian Karena Kebiasaan (Habitual Buying Behavior)
Konsumen yang terlibat dalam perilaku pembelian kebiasaan akan memiliki
keterlibatan yang rendah dalam proses pembeliannya merasa tidak terdapat
perbedaan yang signnifikan antar merek produk sejenis. Misalnya garam,
konsumen tetap akan mengambil merek yang sama bukan karena kesetiaan merek
yang kuat, namun hanya sebatas karena kebiasaan untuk mengambil garam
dengan merek tersebut.
2.2.3 Klasifikasi Pengambilan Keputusan Konsumen
Proses keputusan pembelian konsumen diterpakan secara berbeda pada setipa
situasi. Suatu situasi, misalnya saat pembelian mobil baru, mebutuhkan semua
tahap dari proses keputusan pembelian karena adanya kemungkinan diterimanya
resiko yang tinggi oleh konsumen apapun golongannya. Sementara dalam situasi

18

lain seperti pembelian permen, memungkinkan konsuemn untuk melewatkan
tahap tertentu dari proses keputusan pembelian.
Ada tiga macam proses pengambilan keputusan oleh konsumen (Berman dan
Evan, 1998:223) yaitu:
a. Pengambilan Keputusan yang diperluas (Extended Decision Making).
Tipe ini terjadi ketika seorang konsumen menggunakan semua tahapan proses
keputusan pembelian, namun konsumen dapat berhenti pada tahap manapun dari
proses keputusan pembelian. Konsuemn membutuhkan lebih banyak waktu dalam
pencarian informasi dan mengevaluasi alternatif. Karakteristik konsumen seperti
umur, pendidikan, pendapatan dan status pernikahan, memiliki pengaruh besar
bagi pengambilan keputusan dalam tipe ini. Kategori produk yang dibeli adalah
produk yang mahal, kompleks, dan konsumen memiliki sedikit atau bahkan tidak
sama sekali pengalaman dengan produk tersebut, misalnya rumah baru, mobil
pertama, atau asuransi jiwa.
b. Pengambilan Keputusan yang Terbatas (Limited Decision Making)
Pengambilan keputusan seperti ini berlaku apabila konsumen menjalani
semua tahap keputusan pembelian namun tidak menggunakan banyak waktu
untuk setiap tahapnya. Kategori produk yang dibeli adalah produk rutin, dengan
resiko yang mungkin diterima secara moderat dan konsumen dapat berbelanja
kapan saja. Tahap keputusan dilalui dibawah pengaruh pengalaman sebelumnya.
Prioritas ditetapkan pada evaluasi alternatif yang sudah diketahui dengan
mengacu kepada keinginan dan standar individu. Contoh produknya adalah mobil
yang kedua, pakaian, hadiah, perjalanan wisata. Selain pengalaman, pendapatan,
tingkat kepentingan untuk membeli dan motif sangat berpengaruh dalam
pengambilan keputusan.
c. Pengambilan Keputusan yang rutin (Routine Decision Making)
Terjadi apabila konsumen membeli sesuai kebiasaan dan melewatkan
tahapan-tahapan

dalam

proses

keputusan

pembelian.

Konsumen

ingin

menggunakan waktu yang tersingkat untuk berbelanja, membeli produknya
dengan merek yang sama dan seringkali ditoko yang sama. Kategori produknya

19

adalah produk yang secara rutin dibeli dan mengandung resiko yang kecil karena
sudah ada pengalaman sebelumnya. Tahap kunci pada tipe ini adalah pengenalan
kebutuhan, manakala konsumen menyadari bahwa produknya dibutuhkan maka
otomatis akan dilakukan pembelian. Pencarian informasi, evalusi alternatif dan
prilaku pasca pembelian sedikit dilakukan dibandingkan pada keputusan
pembelian terbatas. Langkah itu tidak dilakukan selama konsumen merasa puas.
Contoh produknya adalah koran atau jasa cukur rambut.
2.2 Label Produk
Menurut Kotler (2008:419), menyatakan bahwa :“Pemberian label produk
berkaitan dengan kemasan. Label merupakan bagian dari produk yang
menyampaikan informasi mengenai produk dan produsen. Label bisa juga
merupakan tanda pengenal yang dicantumkan pada produk.. Sebuah label bisa
merupakan bagian dari kemasan atau pula tanda pengenal yang dicantumkan pada
produk.
Produk merupakan segala sesuatu yang dapat ditawarkan produsen untuk
diperhatikan, diminta, dicari, dibeli, digunakan, atau dikonsumsi pasar sebagai
pemenuhan kebutuhan atau keinginan pasar yang bersangkutan. Produk yang
ditawarkan bisa meliputi barang fisik (tangible) atau meliputi barang jasa
(intangibe) yang dapat memuaskan konsumennya. Pengertian ini dapat diperjelas
dari gambar berikut :

20

Secara konseptual, produk adalah pemahaman subjektif dari produsen atas
sesuatu yang ditawarkan sebagai usaha untuk mencapai tujuan organisasi melalui
pemenuhan keinginan konsumen sesuai dengan kompetensi dan kapabilitas
organisasi serta daya beli pasar. Selain itu, produk dapat pula didefinisikan
sebagai persepsi konsumen yang dijabarkan oleh produsen melalui hasil
produksinya. Secara lebih rinci, konsep produk total meliputi barang, kemasan,
label, pelayananan dan jaminan.
Sedangkan Kotler (2008:276) menyatakan bahwa label memiliki 3 fungsi
utama yaitu:
1. mengidentifikasikan produk atau merek
2. menentukan kelas produk
3. menjelaskan produk yaitu siapa pembuatnya, kapan, dimana, apa
isinya.

2.3

Pengertian Halal
Pengertian Halal menurut Departemen Agama yang dimuat dalam

KEPMENAG RI No 518 Tahun 2001 tentang Pemeriksaan dan Penetapan Pangan
Halal adalah: “tidak mengandung unsur atau bahan haram atau dilarang untuk
dikonsumsi umat Islam, dan pengolahannya tidak bertentangan dengan syariat
Islam.” Proses-proses yang menyertai dalam suatu produksi makanan atau
minuman, agar termasuk dalam klasifikasi halal adalah proses yang sesuai dengan
standard halal yang telah ditentukan oleh agama Islam. Diantara standard-standard
itu (www.halalmui.org) adalah:

21

a. Tidak mengandung babi atau produk-produk yang berasal dari babi
serta tidak menggunakan alkohol sebagai ingridient yang sengaja
ditambahkan.
b. Daging yang digunakan berasal dari hewan halal yang disembelih
menurut tata cara syariat Islam.
c. Semua bentuk minuman yang tidak beralkohol.
d. Semua tempat penyimpanan, tempat penjualan, pengolahan, tempat
pengelolaan dan tempat transportasi tidak digunakan untuk babi atau
barang tidak halal lainnya, tempat tersebut harus terlebih dahulu
dibersihkan dengan tata cara yang diatur menurut syari’at Islam.
2.4 Teori Persepsi
Kegiatan Individu bisa memahami kata – kata, suara, dan gambar yang
ditangkap dalam suatu pesan merupakan suatu proses pemaknaan atau
mempersepsi. Sedangkan persepsi adalah hasil dari proses dimana seseorang
memilih, mengatur, dan mengintepretasikan informasi untuk membentuk suatu
gambaran yang berarti mengenal dunia jadi seseorang yang termotivasi siap untuk
bertindak dan memilih. (Wibowo, 2006:27)
Berdasarkan pendapata tersebut dapat dikatakan bahwa persepsi merupakan
pengalaman tentang obyek, peristiwa, atau hubungan–hubungan yang diperoleh
dengan menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan. Sedangkan menurut
Berelson dan Steiner dalam buku Teori Komunikasi, Sejarah , dan Terapan
didalam media massa diungkapkan bahwa proses yang kompleks, dimana orang
memilih, mengorganisasikan, dan menginterpretasikan respons terhadap suatu
rangsangan ke dalam situasi masyarakat dunia yang penuh arti dan logis. Dari
beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa persepsi merupakan

22

aktivitas aktif yang melibatkan pembelajaran, pembaharuan cara pandang, dan
pengaruh timbal balik dalam pengamatan.
Seseorang yang termotivasi siap untuk bertindak. Bagaimana cara seseorang
bertindak dipengaruhi oleh persepsinya mengenai situasi tertentu. Mengapa orang
– orang memandang situasi – situasi yang sama secara berbeda?. Hal ini karena
semua belajar melalui arus informasi yang melewati kelima indera, yaitu indera
pendengaran, indera pencium, indera penglihat, indera peraba, dan indera
pengecap.

Namun

masing-masing

personal

menerima,

mengatur,

dan

menginterpretasikan informasi tersebut dengan cara masing –masing.
Setiap individu diciptakan berbeda. Persepsi masing–masing individu
terhadap rangsangan yang diterimanya tentunya juga akan berbeda–beda. Persepsi
sebenarnya inti dari komunikasi, disebut demikian karena jika persepsi tidak
akurat kita tidak mungkin berkomunikasi dengan

efektif. Persepsilah yang

menentukan kita memilih suatu pesan dan mengabaikan pesan yang lain
(Mulyana, 2007:180). Bagaimana kita berkomunikasi diawali dengan proses
persepsi. Ketika kita menyampaikan sesuatu kepada seseorang pada awalnya kita
telah memiliki persepsi sendiri tentang sesuatu dan seseorang tersebut.
Secara etimologis, persepsi atau dalam bahasa inggris yaitu perception dan
dari bahasa latin perception, dari percipere, yang artinya menerima atau
mengambil. Dalam arti sempit, persepsi ialah penglihatan, yakni bagaimana
seseorang melihat sesuatu. Sedangkan dalam arti luas ialah pandangan atau
pengertian, yaitu bagaimana seseorang memangdang atau mengartikan sesuatu
(Sobur, 2003:445).

23

Sementara itu Walgito dalam Wibowo (2006:29) mengatakan bahwa persepsi
adalah proses menerima, menyeleksi, mengorganisasikan dalam pikirannya,
menafsirkan, mengalami dan juga mengolah segala sesuatu yang terjadi di
lingkungannya. Lebih lanjut, Walgito mengatakan bahwa persepsi itu merupakan
proses yang terintegrasi atau menyeluruh dari individu yang bersangkutan, maka
apa yang ada dalam diri individu, berupa pengetahuan, pengalaman – pengalaman,
sikap – sikap dan sebagainya akan ikut aktif dalam menentukan persepsi individu
yang bersangkutan.
Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa proses persepsi tidak terjadi
begitu saja, dan beberapa proses yang mempengaruhinya. Menurut Werner J.
Severin dan James W. Tankard Jr. (2005: 85-89), persepsi dipengaruhi oleh faktor
psikologis, yaitu
1. Asumsi – asumsi yang didasarkan pada pengalaman – pengalaman
masa lalu (yang sering terjadi pada tingkat bawah sadar)
2. Harapan – harapan budaya
3. Motivasi (kebutuhan)
4. Suasana hati (mood)
5. Sikap
Persepsi bersifat kompleks. Tidak ada hubungan satu lawan satu antara pesan
yang terjadi di “luar sana”. Apa yang terjadi di dunia luar dapat sangat berbeda
dengan apa yang mencapai otak kita, proses terjadinya dapat diilustrasikan
melalui bagan berikut ini :

24

Terjadinya
stimulasi alat
indera

Stimulasi alat
indera diatur

Stimulasi alat
indera
dievaluasi ditafsirkan

Gambar 2.3 Proses Pembentukan Persepsi
(sumber : De Vito, 2007 : 75-76)

Berikut adalah penjelasan bagan diatas mengenai proses terjadinya
persepsinya (De Vito, 2007 : 75 – 76):
2.5.1 Terjadinya stimulasi alat indera (sensory stimultan)
Pada tahap pertama, alat indera distimulasi (dirangsang). Kita mendengar
suara musik. Kita melihat seseorang yang sudah lama kita jumpai. Kita mencium
parfum orang yang berdekatan dengan kita. Kita mencicipi sepotong kue. Kita
merasakan telapak tangan yang berkeringat ketika berjabat tangan. Meskipun kita
memiliki kemampuan penginderaan untuk merasakan stimulus (rangsangan), kita
tidak selalu menggunakannya. Kita akan menangkap apa yang bermakna bagi kita
dan tidak menangkap apa yang kelihatannya tidak bermakna.
2.5.2

Stimulasi terhadap alat indera diatur.

Pada tahap kedua, rangsangan terhadap alat indera diatur menurut berbagai
prinsip. Salah satu prinsip yang sering digunakan adalah prinsip proksimitas
(proximity), atau kemiripan: orang atau pesan yang secara fisik mirip satu sama
lain dipersepsikan bersama – sama, atau sebagai satu kesatuan (unit). Prinsip lain
adalah kelengkapan (closure): kita memandang atau mempersepsikan suatu
gambar atau pesan yang lengkap. Kemiripan atau kelengkapan hanyalah dua

25

diantara banyak prinsip pengaturan yang akan kita singgung. Dalam
membanyangkan prinsip – prinsip ini, hendaklah kita ingat bahwa apa yang kita
persepsikan, juga kita tata ke dalam suatu pola yang bermakna bagi kita. Pola ini
belum tentu benar atau logis dari suatu segi obyektif tertentu.
2.5.3

Stimulasi terhadap alat indera ditafsirkan-dievaluasi

Langkah ketiga dalam proses perceptual adalah penafsiran – evaluasi. Kita
menggabungkan dua istilah ini untuk menegaskan bahwa keduanya tidak bisa
dipisahkan. Langkah ketiga ini merupakan proses subyektif yang melibatkan
evaluasi di pihak penerima. Penafsiran – evaluasi kita tidak semata – mata
didasarkan pada rangsangan luar, melainkan juga sangat dipengaruhi oleh
pengalaman masa lalu, kebutuhan, keinginan, system nilai, keyakinan tentang
yang seharusnya, keadaan fisik dan emosi pada saat itu, dan sebagainya yang ada
pada kita. Hendaklah jelas dari pengaruh diatas bahwa ada banyak peluang bagi
penafsiran. Walaupun kita semua menerima sebuah pesan, cara masing – masing
orang menafsirkan – mengevaluasinya tidaklah sama. Penafsiran-evaluasi ini juga
akan berbeda bagi satu orang yang sama dari waktu ke waktu. De Vito (2007:7788), merupakan proses-proses yang mempengaruhi pers

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

96 2696 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 698 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 588 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 384 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 525 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

42 883 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

42 803 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 493 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 730 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 871 23