Angka indeks 001

A. Indek Harga
1. Pengertian Angka Indek
Angka indek merupakan suatu konsep
yang dapat memberikan gambaran
tentang
perubahan-perubahan
variabel dari suatu priode ke periode
berikutnya. Dengan demikian angka
indek dapat diartikan sebagai angka
perbandingan
yang
perubahan
relatifnya dinyatakan dalam bentuk
prosentase (%) terhadap yang lain.

2. Peranan angka indek dalam ekonomi

Indek harga dalam
peranan antara lain :

ekonomi

mempunyai

 Dapat dijadikan standar/pedoman untuk
melakukan perbandingan harga dari waktu
ke waktu.
 Indek harga merupakan petunjuk/indikator
yang dapat digunakan untuk mengukur
pertumbuhan ekonomi secara umum.
 Indek harga
memberikan
perdagangan.

pedagang besar
gambaran/trend

dapat
dalam

 Indek harga konseumen dan indek biaya
hidup dapat digunakan sebagai dasar
penetapan gaji, termasuk dasar untuk
mengubahnya.
 Indek harga yang dibayar/diterima petani
dapat menggambarkan apakah petani
semakin makmur atau tidak.
 Indek harga dapat dijadikan dasar untuk
menetapkan pola / kebijakan ekonomi dan
moneter oleh pemerintah.

3. Jenis-jenis angka indek
a. Indek harga konsumen (IHK)
Indek harga konsumen adalah ukuran statistik
yang
dapat
menunjukkan
perubahanperubahan yang terjadi pada eceran barang
dan jasa yang diminta oleh konsumen dari
waktu ke waktu.
b. Indek harga perdagangan besar (Whole
Saler)
Indek harga perdangan besar adalah angka
indek
yang
menunjukkan
perubahanperubahan yang terjadi atas harga pada pasar
primer mengenai barang-barang tertentu.
c. Indek harga yang diterima petani
Angka indek yang diterima petani adalah
indek harga yang berhubungan dengan
pengorbanan (harga pokok) yang telah
dikorbankan
denganhasil/yang
diterima
petani.
d. Indek harga yang dibayar petani.

Indek yang dibayar petani adalah indek harga
yang meliputi pembelian/biaya konsumsi dan
pembelanjaan
untuk
biaya
produksi
pertaniannya.

4. Perhitungan angka indek harga
(price index).
Angka indek harga adalah angka
indek yang menunjukkan perubahan
harga dari suatu periode ke periode
lainnya. angka indek harga dapat
dirumuskan sebagai berikut:

∑Pn
Pn = --------------- x 100%
∑Po
Keterangan
:
P = angka indek harga pada tahun n

Pn = harga tahun n, tahun yang akan
dihitung indeknya
Po = harga tahun dasar

Contoh kasus :
beberapa harga
sebagai berikut :

kebutuhan

pokok

-------------------------------------------------------------Jenis
Harga Tahun 2003
Harga
Tahun
2004
barang
(Po)
(Pn)
-------------------------------------------------------------Beras
3.000
4.000
Terigu
7.000

8.000
Gula
10.000
8.000
----------------------------------------------------------∑Po = 20.000
∑Pn =
20.000
----------------------------------------------------------jika tahun 2003 dianggap tahun dasar
maka angka indek tahun 2003 adalah
100. sedangkan angka indek tahun
2004 secara agregatif dapat dicari
sebagai berikut :

Pn

=

20.000
-----------x
20.000

100%

Pn
=
1
x
100%
Pn =
100%,
jadi angka indek tahun 2004 adalah
100%.

5. Indek harga dengan Metode Laspeyres
Perhitungan angka indek laspeyres (IL)
merupakan angka indek tertimbang dengan
faktor penimbang (W) secara obyektif. Faktor

penimbangnya ditentukan dengan kuantitas
(Q) dengan menggunakan tahun dasar (Qo).
angka indek laspeyres (IL) dihitung dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :

IL =

∑PnxQo
--------------- x 100%
∑PoxQo

keterangan:
IL = angka indek laspeyres.
Pn = harga tahun n, tahun yang akan dihitung
angka indeknya.
Po = harga tahun dasar.
Qo = kuantitas tahun dasar.

untuk lebih jelasnya tentang IL, mari
kita bahas soal dibawah ini :
beberapa
sebagai

harga

kebutuhan

pokok
berikut:

--------------------------------------------------------------Jenis
Harga Harga Kuantitas (Kg)
Po x Qo
Pn
x
Qo
Barang
2003
2004
2003
2004
2003
2004
(Po)
(Pn)
(Qo)
(Qn)
-------------------------------------------------------------------------------Beras
3.000 4.000
90
95
270.000
360.000
Terigu
7.000
8.000
50
60
350.000
400.000
Gula
10.000
8.000
10
25
100.000
80.000
------------------------------------------------------------------------------∑
20.000
20.000
150
180
720.000
840.000
-------------------------------------------------------------------------------

JIka tahun 2003 dianggap sebagai
tahun dasar maka angka indek tahun
2003 adalah 100. untuk angka indek
laspeyres tahun 2004 adalah sebagai
berikut :

∑PnxQo
IL = ---------------x100%
∑PoxQo
840.000
IL = -------------- x 100%
720.000
IL = 116,67%
dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa harga kebutuhan pokok pada
tahun 2004 mengalami kenaikan
sebesar 16,67% dibandingkan tahun
dasar
2003.

6.

Indek

harga

dengan

metode

Paasche
Angka indek paasche merupakan
angka indek tertimbang dengan faktor
penimbang secara obyektif. Faktor
penimbangnya ditentukan dengan
jumlah (Q) dengan menggunakan
jumlah tahun n (Qn). angka indek
Paasche
dihitung
menggunakan
rumus
sebagai
berikut
:
∑PnxQn
IP = ---------------x100%
∑PoxQn
Contoh Kasus:
Tabel
daftar
harga
beberapa
kebutuhan pokok tahun 2003 s/d 2004

------------------------------------------------------------------------------Jenis
Harga Harga Kuantitas
Po x Qn
Pn
x
Qn
Barang
2003
2004
2003
2004
2003
2004
(Po)
(Pn)
(Qo)
(Qn)
------------------------------------------------------------------------------Beras
3.000
4.000
90
95
285.000
380.000
Terigu
7.000
8.000
50
60
420.000
480.000
Gula
10.000
8.000
10
25
250.000
200.000
-------------------------------------------------------------------------------∑
20.000
20.000
150
180
955.000
1.060.000
--------------------------------------------------------------------------------

JIka tahun 2003 dianggap sebagai
tahun dasar maka angka indek tahun
2003 adalah 100. untuk angka indek

Paasche tahun 2004 adalah sebagai
berikut :
∑PnxQn
IP = ---------------x100%
∑PoxQn
1.060.000
IP = -------------- x 100%
955.000
IP = 110,99%
dengan demikan dapat disimpulkan
bahwa harga beberapa kebutuhan
pokok pada tahun 2004 mengalami
kenaikan sebesar 10,99% dibanding
tahun dasar 2003.


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

85 2182 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 561 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 484 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

12 313 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 434 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 690 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 599 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 386 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 568 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

27 688 23