PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL SISWA KELAS IV SD NEGERI 7 METRO BARAT

ABSTRAK

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR ILMU
PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI PENDEKATAN
KONTEKSTUAL SISWA KELAS IV
SD NEGERI 7 METRO BARAT

Oleh

IMMA SHOFIANA TSANI

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar
siswa kelas IV SD Negeri 7 Metro Barat pada pembelajaran IPS yakni 10 siswa
(37,03%) dari 27 siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan belajar
berdasarkan KKM yang telah ditentukan yaitu ≥66. Tujuan penelitian ini adalah
untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa melalui pendekatan
kontekstual.
Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan
setiap siklus, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik
pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara observasi dan soal
tes. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif dan
kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan kontekstual
pada pembelajaran IPS di kelas IV SD Negeri 7 Metro Barat dapat meningkatkan
aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata aktivitas
siswa siklus I sebesar 69,77 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar
(66,66%) kategori aktif dan siklus II yaitu 80,88 dengan persentase ketuntasan
klasikal sebesar (85,18%) kategori sangat aktif, peningkatan aktivitas dari siklus I
ke siklus II sebesar (11,11%). Hasil belajar siswa pada siklus I nilai rata-rata yaitu
69,40 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar (66,66%) kriteria tinggi dan
siklus II yaitu 80,92 dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar (85,18%)
dengan kriteria sangat tinggi, peningkatan persentase ketuntasan klasikal hasil
belajar siswa dari siklus I ke siklus II sebesar (18,52%).
Kata kunci: aktivitas, hasil belajar, pendekatan kontekstual.

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR ILMU
PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI PENDEKATAN
KONTEKSTUAL SISWA KELAS IV
SD NEGERI 7 METRO BARAT

Oleh
IMMA SHOFIANA TSANI

Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar
SARJANA PENDIDIKAN
Pada
Jurusan Ilmu Pendidikan
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Lampung

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2015

RIWAYAT HIDUP

Peneliti dilahirkan di Metro, pada tanggal 18 Februari 1993. Peneliti
adalah anak kedua dari tiga bersaudara, dari pasangan Bapak Drs. Hi. Rokhiman
dan Ibu Hj. Supriyati. Penulis memulai pendidikan formalnya di Taman Kanakkanak (TK) diselesaikan di Aisyiyah Bustanul Athfal Metro Pusat, pada tahun
1999, Pendidikan Sekolah Dasar (SD) diselesaikan di SD Negeri 6 Metro Barat,
pada tahun 2005. Sekolah Menengah Pertama (SMP) diselesaikan di SMP
Muhammadiyah 1 Metro, pada tahun 2008. Sekolah Menengah Atas (SMA)
diselesaikan di SMA Muhammadiyah 1 Metro, pada tahun 2011.
Tahun 2011 penulis terdaftar sebagai mahasiswa S-1 PGSD Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung melalui jalur
SNMPTN. Selama menjadi mahasiswa peneliti aktif di beberapa kegiatan
organisasi kampus maupun luar kampus. Beberapa organisasi yang pernah peneliti
ikuti adalah Forum Mahasiswa Studi Islam (FORMASI) PGSD, Himpunan
Mahasiswa Jurusan Ilmu Pendidikan (HIMAJIP), Ikatan Pelajar Muhammadiyah
(IPM), Nasiyatul Aisyiyah (NA) dan Griya Baca Komunitas (GBK).

PERSEMBAHAN

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang.
A



,

y

Sang Maha, dengan segala

kerendahan hati, ku persembahkan karya sederhana ini kepada:
1. Ayahanda dan Ibunda tercinta yaitu Drs. Hi. Rokhiman dan Hj. Supriyati, terimakasih
atas segala cinta dan kasih sayang tanpa batas, serta segala untaian doa yang senantiasa
dimohonkan pada Illahi untuk kebaikan ananda.
2. Kakakku Abdul Rahman Wahid, A.Md. Kep. dan Risna Sulistyawati, A.Md. Keb. Adikku
Nadia Hasanah Tsalisah, semoga karya ini menjadi motivasi bagi kalian untuk menjadi
lebih baik dari ku. Aamiin. Teruslah belajar dan berikanlah prestasi terbaik bagi Ayah
dan Ibunda dan yang lebih penting adalah berikan akhlak terbaik bagi Ayah dan Ibunda.
3. Keponakanku Haidar Affan Al-Fatih, yang telah menghadirkan keceriaan dan semangat
di sela-sela kepenatan. Semoga kelak menjadi anak sholeh dan bermanfaat bagi umat.


4.

O

-orang luar biasa yang tidak bisa disebutkan satu persatu

yang telah memberikan dukungan dan motivasi luar biasa ku ucapkan terimakasih.
Hanya Allah yang bisa membalas kebaikan kalian semua semoga Allah memberikan
balasan yang lebih baik. Aamiin.
5. A

“U

L

”.

MOTTO

BARANG SIAPA YANG MENEMPUH JALAN UNTUK MENCARI ILMU, MAKA
ALLAH AKAN MEMUDAHKAN JALANNYA MENUJU SURGA
(HR. Muslim : 2699)
ALLAH MENGANGKAT ORANG-ORANG YANG BERIMAN DI ANTARA KALIAN
DAN ORANG-ORANG YANG DIBERIKAN ILMU KE BEBERAPA DERAJAT
(QS Al-Mujadalah: 11)

SANWACANA

Alhamdulillahirobbil’alamin, puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, karena atas ridha-Nya skripsi ini dapat diselesaikan. Skripsi
dengan judul “Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial
melalui Pendekatan Kontekstual Siswa Kelas IV SD Negeri 7 Metro Barat” adalah
salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan di Universitas
Lampung.
Penulisan skripsi ini masih belum sempurna sehingga terdapat kekurangan
bahkan kesalahan yang penulis tidak sadari. Penyelesaian skripsi ini tidak lepas
dari bimbingan, dorongan, petunjuk, serta bantuan dari berbagai pihak, untuk itu
dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1.

Bapak Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Hariyanto, M.S., selaku Rektor Universitas
Lampung yang telah banyak berjasa dalam kemajuan Universitas Lampung
dan membawa nama Universitas Lampung terus menjadi yang terbaik di
lingkup nasional;

2.

Bapak Dr. Hi. Bujang Rahman, M. Si., selaku Dekan FKIP Universitas
Lampung yang telah memberikan semangat kemajuan serta dorongan untuk
memajukan

program

studi

PGSD

menyelesaikan surat guna syarat skripsi;

dan

membantu

peneliti

dalam

3.

Ibu Dr. Riswanti Rini, M.Si., selaku Ketua Jurusan Ilmu Pendidikan FKIP
Universitas Lampung yang telah memberikan sumbangsih untuk kemajuan
program studi PGSD dan juga membantu peneliti dalam menyelesaikan surat
guna syarat skripsi;

4.

Bapak Dr. Hi. Darsono, M.Pd., selaku Ketua Program Studi PGSD FKIP
Universitas Lampung dan selaku penguji skripsi. Terimakasih atas kritik dan
saran yang berharga, mulai dari seminar proposal hingga ujian skripsi;

5.

Bapak Drs. Hi. Siswantoro, M.Pd., selaku Koordinator Kampus B FKIP
Universitas Lampung yang telah memberikan banyak ilmu kepada penulis
selama masa kuliah dan memberikan bantuan untuk kelancaran penyusunan
skripsi ini;

6.

Bapak Dr. Hi. Suwarjo, M.Pd., selaku Dosen Pembimbing Akademik
sekaligus Pembimbing Utama yang telah bersedia untuk memberikan
keleluasaan waktu dalam membimbing, serta memotivasi dalam proses
penyelesaian skripsi ini;

7.

Bapak Drs. Mugiadi, M.Pd., selaku Pembimbing Kedua atas kesediaan
memberikan waktu untuk membimbing, serta motivasi yang sangat luar biasa
dalam proses penyelesaian skripsi ini;

8.

Seluruh Dosen dan Staf pengajar PGSD FKIP Universitas Lampung, yang
telah memberi ilmu pengetahuan kepada penulis selama kuliah;

9.

Bapak Drs. Budi Susetia, selaku kepala SD Negeri 7 Metro Barat yang telah
mengizinkan penulis untuk melakukan penelitian, terimakasih atas kerja sama
selama ini;

10. Ibu Nur Aisyah, S.Pd. SD., selaku guru kelas IV yang berperan sebagai
observer I penulis dalam melakukan penelitian. Terima kasih atas kesempatan
yang

diberikan

kepada

penulis

untuk

mempelajari

keadaan

yang

sesungguhnya dalam mendidik;
11. Anak-anakku kelas IV SD Negeri 7 Metro Barat, semoga kalian menjadi anak
yang taqwa, cerdas, dan berprestasi;
12. Sahabat-sahabatku yang memotivasi dan menemani perjuangan untuk
menyelesaikan skripsi ini, terimakasih Mba Nuke, Risti, Aulia, Ikke, Gusti,
Azka, Maknyak, Umi, Via, Icha, Mj, Mas Jum, Tante Rizky, Mba Rimba;
13. Teman-temanku angkatan 2011, khususnya HIMALASA yang selalu
menghadirkan semangat dan kebersamaan yang tak terlupakan;
14. Seseorang yang telah menghadirkan semangat tersendiri untuk peneliti.
Terimakasih atas doa, bantuan, dan motivasi yang diberikan;
15. Seluruh pihak yang tak dapat penulis sebutkan namanya, terimakasih atas doa
dan dukungan yang diberikan.
Semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi calon guru khususnya
dan bagi para pembaca pada umumnya.

Metro, 08 April 2015
Peneliti,

DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR TABEL .........................................................................................
vi
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... vii
DAFTAR GRAFIK ....................................................................................... viii
DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................
ix
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...................................................................................
B. Identifikasi Masalah ...........................................................................
C. Rumusan Masalah ..............................................................................
D. Tujuan Penelitian ...............................................................................
E. Manfaat Penelitian .............................................................................

1
7
7
8
8

BAB II KAJIAN PUSTAKA
A. Belajar ................................................................................................
1. Pengertian Belajar ......................................................................
2. Pengertian Teori Belajar .............................................................
3. Pengertian Aktivitas Belajar .......................................................
4. Pengertian Hasil Belajar ............................................................
B. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) ...........................................................
1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) .................................
2. Tujuan Pembelajaran IPS ............................................................
C. Pendekatan Kontekstual .....................................................................
1. Pengertian Pendekatan Kontekstual............................................
2. Karakteristik Pendekatan Kontekstual ........................................
3. Komponen-komponen Pendekatan Kontekstual .........................
4. Langkah-langkah Penerapan Pendekatan Kontekstual ..............
5. Kelebihan dan Kekurangan Pendekatan Kontekstual ................
D. Kinerja Guru Profesional ....................................................................
1. Pengertian Kinerja Guru .............................................................
2. Kompetensi Profesional Guru .....................................................
E. Hasil Penelitian yang Relevan ............................................................
F. Kerangka Pikir ...................................................................................
G. Hipotesis Tindakan ............................................................................

10
10
11
13
14
15
15
16
18
18
20
21
25
26
27
27
28
32
33
35

BAB III METODE PENELITIAN
A. Metode Penelitian .............................................................................

36

iv

B. Setting Penelitian ..............................................................................
1. Lokasi Penelitian ........................................................................
2. Waktu Penelitian ........................................................................
C. Subjek Penelitian ..............................................................................
D. Teknik dan Alat Pengumpulan Data ..................................................
1. Teknik Pengumpulan Data .........................................................
2. Alat Pengumpulan Data .............................................................
E. Teknik Analisis Data..........................................................................
1. Teknik Analisis Data Kualitatif ..................................................
2. Teknik Analisis Data Kuantitatif ...............................................
F. Prosedur Penelitian ...........................................................................
G. Indikator Keberhasilan ......................................................................

37
37
37
38
38
38
39
39
39
43
44
52

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ..................................................................................
1. Profil SD Negeri 7 Metro Barat ..................................................
2. Pelaksanaan Kegiatan Penelitian ................................................
3. Pelaksanaan Kegiatan dan Hasil Penelitian Siklus I ...................
4. Pelaksanaan Kegiatan dan Hasil Penelitian Siklus II .................
B. Pembahasan Hasil Penelitian dalam Proses Pembelajaran ................
1. Kinerja Guru ..............................................................................
2. Aktivitas Siswa ...........................................................................
3. Hasil Belajar ...............................................................................

53
53
54
55
76
89
90
92
95

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ........................................................................................
B. Saran ..................................................................................................

98
99

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 102
LAMPIRAN .................................................................................................... 105

v

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

1.1

Persentase ketuntasan belajar siswa kelas IV pada
mid semester ganjil .................................................................................
3.1 Pedoman penskoran kinerja guru............................................................
3.2 Kriteria penilaian kinerja guru secara klasikal dalam
pembelajaran ...........................................................................................
3.3 Instrumen aktivitas belajar siswa ............................................................
3.4 Rubrik aktivitas belajar siswa .................................................................
3.5 Persentase ketuntasan aktivitas belajar siswa secara klasikal dalam
pembelajaran ...........................................................................................
3.6 Ketuntasan hasil belajar ..........................................................................
3.7 Persentase ketuntasan hasil belajar siswa ...............................................
4.1 Jadwal pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan kelas .........................
4.2 Nilai kinerja guru siklus I .......................................................................
4.3 Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran siklus I ...........................
4.4 Hasil belajar kognitif dalam kegiatan pembelajaran siklus I ..................
4.5 Nilai kinerja guru siklus II ......................................................................
4.6 Aktivitas siswa dalam kegiatan pembelajaran siklus II ..........................
4.7 Hasil belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran siklus II ....................
4.8 Rekapitulasi kinerja guru dalam pembelajaran.......................................
4.9 Rekapitulasi aktivitas siswa tiap siklus...................................................
4.10 Rekapitulasi hasil belajar siswa tiap siklus.............................................

5
40
40
41
42
42
43
44
54
62
63
65
83
84
87
90
93
95

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

SURAT
1. Penelitian pendahuluan dari fakultas ......................................................
2. Keterangan penelitian dari fakultas .........................................................
3. Izin penelitian dari fakultas .....................................................................
4. Keterangan telah melaksanakan penelitian dari SD ................................
5. Izin penelitian dari SD ............................................................................
6. Surat penelitian teman sejawat ................................................................

105
106
107
108
109
110

PERANGKAT PEMBELAJARAN
1. Pemetaan siklus I.....................................................................................
2. Pemetaan siklus II ...................................................................................
3. Silabus siklus I ........................................................................................
4. Silabus siklus II .......................................................................................
5. Rencana perbaikan pembelajaran siklus I ...............................................
6. Kisi-kisi soal tes formatif siklus I ...........................................................
1. Hasil tes formatif siswa dengan nilai terendah siklus I ...........................
2. Hasil tes formatif siswa dengan nilai tertinggi siklus I ...........................
3. Rencana perbaikan pembelajaran siklus II..............................................
4. Kisi-kisi soal tes formatif siklus II ..........................................................
5. Hasil tes formatif siswa dengan nilai terendah siklus II .........................
6. Hasil tes formatif siswa dengan nilai tertinggi siklus II..........................

112
115
119
123
128
135
145
146
147
154
164
165

PENILAIAN
1. Instrumen penilaian kinerja guru siklus I ................................................
2. Rekapitulasi kinerja guru siklus .............................................................
3. Instrumen penilaian kinerja guru siklus II ..............................................
4. Rekapitulasi kinerja guru siklus II ..........................................................
5. Aktivitas belajar siswa siklus I................................................................
6. Rekapitulasi nilai aktivitas belajar siswa siklus I....................................
7. Aktivitas belajar siswa siklus II ..............................................................
8. Rekapitulasi nilai aktivitas belajar siswa siklus II ..................................
9. Daftar nilai hasil belajar tes formatif 1 ...................................................
10. Daftar nilai hasil belajar tes formatif 2 ...................................................
11. Rekapitulasi hasil belajar tes formatif siswa siklus I dan siklus II .........

166
170
172
176
178
180
181
183
184
185
186

DOKUMENTASI ........................................................................................ 187

DAFTAR GAMBAR

Gambar
2.1
3.1

Halaman

Kerangka pikir penelitian .......................................................................
Alur siklus penelitian tindakan kelas ......................................................

33
37

DAFTAR GRAFIK

Grafik
4.1
4.2
4.3

Halaman

Peningkatan persentase kinerja guru dalam menerapkan pendekatan
kontekstual ..............................................................................................
Peningkatan nilai aktivitas siswa melalui penerapan pendekatan
kontekstual ............................................................................................ ..
Peningkatan persentase hasil belajar kognitif siswa melalui penerapan
pendekatan kontekstual ...........................................................................

91
93
96

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan merupakan modal utama untuk siswa agar dapat
mengembangkan dirinya menjadi insan yang berpengetahuan, bersikap, dan
berketerampilan sesuai dengan apa yang diperlukan untuk dirinya,
masyarakat, bangsa dan negara.
Undang-undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan
Nasional (Sisdiknas) Pasal 1 (ayat 1) yang menjelaskan bahwa
pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia,
serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan
negara (Depdiknas, 2003: 1).
Undang-undang di atas menjelaskan bahwa pendidikan dilaksanakan
dengan mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran aktif untuk
mengembangkan potensi siswa. Suasana belajar dan proses pembelajaran
aktif yang dimaksud adalah proses pembelajaran yang interaktif, menantang,
dan dapat memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran.
Pemerintah melalui dinas pendidikan berupaya melakukan inovasi
pendidikan guna tercapainya tujuan pendidikan nasional. Mutu dan kualitas
pendidikan sangat ditentukan oleh proses dan hasil suatu pendidikan dalam
mencapai suatu tujuan yang telah dirumuskan. Salah satu bentuk inovasi

2

pendidikan adalah perubahan kurikulum, hal ini merupakan bentuk usaha
dalam memajukan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia khususnya.
Peran pendidikan dalam upaya pembentukan generasi di masa
mendatang menuntut guru sebagai bagian dari elemen pendidikan untuk
proaktif dalam meningkatkan mutu pembelajaran di kelas, sehingga terjadi
peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang mengarah pada tujuan
pendidikan. Jenjang pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang
paling fundamental dalam pemberian konsep pengetahuan
Pendidikan khususnya pada sekolah dasar sangat menentukan langkah
ke depan seseorang dalam melanjutkan jenjang pendidikannya. Pendidikan di
sekolah dasar memiliki beberapa mata pelajaran yang sangat penting bagi
kehidupan manusia dikemudian hari. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang
merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari jenjang
sekolah dasar sampai sekolah menengah. IPS mengkaji seperangkat
peristiwa, fakta, konsep dan generalisasi yang berkaitan dengan masalahmasalah sosial (Depdiknas, 2006: 575). Kurikulum IPS di SD dalam
pelaksanaannya, selain menuntut para guru memiliki wawasan pengetahuan
yang luas dalam mengembangkan materi, juga mampu menentukan teknik
dan pendekatan pembelajaran yang beragam sehingga pembelajaran lebih
bermakna dan berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Tujuan mata pelajaran IPS yaitu, (1) mengenal konsep-konsep yang
berkaitan dengan kehidupan masyarakat dan lingkungannya, (2)
memiliki kemampuan dasar untuk berpikir logis dan kritis, rasa ingin
tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam kehidupan
sosial, (3) memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial
dan kemanusiaan, (4) memiliki kemampuan berkomunikasi,
bekerjasama dan berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, di
tingkat lokal, nasional, dan global (Permendiknas, No. 22: 2006).

3

Guru sebagai pendidik harus mengoptimalkan kemampuannya untuk
membentuk dan mengembangkan potensi dan nilai-nilai yang dimiliki siswa.
Upaya mengoptimalkan kemampuan ini akan menciptakan kegiatan
pembelajaran yang mengacu pada indikator pembelajaran dan hasil
pembelajaran secara efektif.
Menurut Dworeztky (dalam Suwarjo, 2008: 3) potensi anak dapat
dikembangkan melalui potensi berpikir, potensi kebahasaan, potensi moral,
dan potensi sosiokultural. Jika guru dapat memanfaatkan potensi-potensi
tersebut secara baik, terbuka, dan terarah, kelak, anak didik akan menjadi
manusia yang berpengetahuan dan berbudi pekerti luhur.
Peneliti memberikan banyak perhatian yang tidak hanya difokuskan
pada pemahaman siswa terhadap konsep, tetapi juga pada penguasaan dalam
menyelesaikan masalah dalam pembelajaran yang berhubungan dengan
kehidupan sehari-hari. Pemberian pengalaman belajar tersebut dapat berupa
pemberian

pengalaman

lingkungan,

melakukan

sesuatu,

pengalaman

dramatisasi maupun dalam bentuk pemberian pengalaman mengkaji sesuatu
hal atau peristiwa. Untuk memberikan pengalaman-pengalaman pembelajaran
yang bermakna kepada siswa guru harus mampu memilih salah satu bagian
penting dalam belajar mengajar yaitu pemilihan pendekatan pembelajaran.
Hasil pengamatan dan wawancara dengan guru kelas IV SD Negeri 7
Metro Barat yang dilakukan peneliti pada pada tanggal 02 Desember 2014,
diketahui bahwa ketika pembelajaran IPS berlangsung, guru kurang berupaya
melibatkan siswa dalam proses pembelajaran, baik ketika penanaman konsep
maupun penugasan. Penugasan hanya menggunakan sumber buku pegangan

4

siswa tanpa menggunakan buku lainnya yang relevan sehingga siswa hanya
sebatas buku pegangan siswa.
Pengamatan dan wawancara kembali dilakukan oleh peneliti tanggal 05
Desember 2014 dengan guru dan siswa. Guru masih mengutamakan
pemberian materi ajar yang mengarahkan siswa untuk memahami sesuatu
yang abstrak tanpa proses yang real dan berkaitan dengan konteks dunia
nyata, sehingga dalam pelaksanaannya siswa hanya belajar secara terstruktur
sesuai dengan prosedur yang tertulis dalam buku pelajaran. Hal ini disebabkan
karena cara penyampaian materi ajar oleh guru masih terpaku pada buku
pelajaran yang digunakan, sehingga pembelajaran yang dilaksanakan belum
menampakkan adanya proses konstruktivis yang optimal dan bermakna bagi
siswa.
Pengamatan dan wawancara kembali dilakukan oleh peneliti tanggal 09
Desember 2014 dengan guru dan siswa. Hasil pengamatan menunjukan bahwa
sebagian besar siswa cenderung pasif untuk bertanya dan mengajukan
pendapat, sehingga proses pembelajaran menjadi kurang komunikatif.
Pengamatan-pengamatan yang dilakukan oleh peneliti diduga ada keterkaitan
antara aktivitas dan hasil belajar pada mata pelajaran IPS. Siswa yang belum
tuntas memiliki aktivitas yang rendah sedangkan siswa yang tuntas memiliki
aktivitas yang tinggi dalam mengikuti proses pembelajaran. Selaras dengan
hal di atas, berdasarkan wawancara yang telah peneliti lakukan dengan wali
kelas serta penelusuran dokumen hasil belajar siswa diketahui terdapat
beberapa permasalahan yang terjadi pada saat pembelajaran diantaranya
adalah hasil belajar siswanya masih tergolong rendah.

5

Tabel 1.1 Persentase ketuntasan belajar siswa kelas IV pada mid
semester ganjil tahun pelajaran 2014/2015
KKM
yang
Ditetap
kan

Jumlah
Seluruh
Siswa
(orang)

≥66

27

Jumlah
Siswa
yang
Tuntas
(orang)
10

Jumlah
Siswa yang
Belum
Tuntas
(orang)
17

Persentase
Siswa yang
Tuntas (%)

Persentase
Siswa yang
Belum
Tuntas (%)

37,04%

62,96%

Melihat fakta-fakta yang telah dipaparkan tabel di atas, dapat diketahui
bahwa dengan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah
yaitu ≥66, hanya 10 siswa yang tuntas dari 27 siswa yang ada di kelas IV. Hal
tersebut menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar siswa masih rendah,
hanya

37,04%

yang

idealnya

≥75%.

Menurut

Depdiknas

(dalam

Suryosubroto, 2009: 47) menyatakan bahwa pembelajaran dikatakan berhasil
apabila telah memenuhi kriteria ketuntasan klasikal sebesar ≥75% dari jumlah
siswa.
Permasalahan yang telah dikemukakan di atas tentu saja tidak
diharapkan. Berkenaan dengan hal ini, upaya yang akan dilakukan peneliti
antara lain dengan membangun pembelajaran yang menyenangkan dan
bermakna. Melihat kebutuhan tersebut, perlu diterapkan pembelajaran
bermakna yang dapat menjebatani siswa memperoleh pengalaman belajar
yang paling sesuai dengan kebutuhan dirinya dan lingkungan. Pembelajaran
dapat menjadi bermakna karena berbagai faktor, salah satunya adalah
penerapan pendekatan pembelajaran yang dipandang mampu menunjang
proses belajar.
Salah satu altermatif pendekatan yang peneliti pilih dalam upaya
memperbaiki memperbaiki proses pembelajaran tersebut adalah pendekatan

6

kontekstual. Pendekatan kontekstual merupakan salah satu pendekatan
pembelajaran yang menarik bagi siswa. Penerapan pendekatan kontekstual
dalam pembelajaran secara tepat dapat berpengaruh terhadap peningkatan
aktivitas dan hasil belajar siswa serta mempermudah guru dalam
menyampaikan materi kepada siswanya.
Pendekatan kontekstual merupakan alternatif perbaikan yang tepat. Hal
ini didukung oleh Trianto (2010: 109) bahwa pendekatan pembelajaran
kontekstual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara
materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa
membuat

hubungan

antara

pengetahuan

yang

dimilikinya

dengan

penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari. Depdiknas (dalam
Supinah, 2008: 9) menyatakan bahwa pendekatan pembelajaran yang
dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan dengan produktif
dan bermakna bagi siswa adalah pembelajaran kontekstual. Selaras dengan
pendapat tersebut, Komalasari (2010: 7) mengemukakan bahwa pendekatan
pembelajaran kontekstual adalah pendekatan pembelajaran yang mengaitkan
antara materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata siswa sehari-hari, baik
dalam lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat maupun warga negara,
dengan tujuan untuk menemukan makna materi tersebut bagi kehidupannya.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka perlu dilakukan perbaikan
kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas dengan judul
“Peningkatan Aktivitas dan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui
Pendekatan Kontekstual pada Siswa Kelas IV SD Negeri 7 Metro Barat”.

7

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat diidentifikasi masalah
sebagai berikut.
1. Guru kurang berupaya melibatkan siswa dalam proses pembelajaran baik
ketika penanaman konsep maupun penugasan.
2. Penugasan hanya menggunakan sumber buku pegangan siswa tanpa
menggunakan buku lainnya yang relevan sehingga siswa hanya sebatas
buku pegangan siswa.
3. Guru mengarahkan siswa untuk memahami sesuatu yang abstrak tanpa
proses yang real dan berkaitan dengan konteks dunia nyata.
4. Guru masih memberikan materi ajar yang terpaku pada buku pelajaran,
sehingga penerapan proses konstruktivis belum optimal.
5. Sebagian besar siswa cenderung pasif untuk bertanya dan mengajukan
pendapat, sehingga proses pembelajaran menjadi kurang komunikatif.
6. Rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri 7 Metro Barat, hanya
10 siswa (37,04%) dari 27 siswa yang mencapai KKM yaitu ≥66.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, penulis merumuskan masalah
penelitian sebagai berikut.
1. Apakah penerapan pembelajaran ilmu pengetahuan sosial melalui
pendekatan kontekstual dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas
IV SD Negeri 7 Metro Barat?

8

2. Apakah penerapan pembelajaran ilmu pengetahuan sosial melalui

pendekatan kontekstual dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV
SD Negeri 7 Metro Barat?

D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitan tindakan
kelas ini adalah sebagai berikut.
1. Meningkatkan

aktivitas

belajar

siswa

dalam

pembelajaran

ilmu

pengetahuan sosial di kelas IV SD Negeri 7 Metro Barat melalui
pendekatan kontekstual.
2. Meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran ilmu pengetahuan
sosial di kelas IV SD Negeri 7 Metro Barat melalui pendekatan
kontekstual.

E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian tindakan kelas ini diharapkan dapat memberikan
manfaat sebagai berikut.
1.

Siswa
Melalui penerapan pendekatan kontekstual, diharapkan siswa dapat
memperoleh pembelajaran bermakna yang berkaitan dengan situasi dunia
nyata, dan mampu mengembangkan pengetahuannya sesuai dengan
pengalaman belajar yang dialami, dan meningkatkan hasil belajar siswa.

9

2.

Guru
Melalui penerapan pendekatan kontekstual, dapat dijadikan sebagai
salah satu alternatif dalam melakukan inovasi pembelajaran dan dapat
meningkatkan

kualitas

pembelajaran

di

kelas,

sehingga

dapat

memberikan pengetahuan dan pengalaman melaksanakan pembelajaran
didalam kelasnya.
3.

Sekolah
Melalui penerapan pendekatan kontekstual, dapat sebagai bahan
masukan bagi sekolah dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan
diharapkan sekolah akan lebih meningkatkan mutu pendidikan, berupaya
untuk beradaptasi, dan selektif terhadap perubahan serta pembaharuan
dalam dunia pendidikan.

4.

Peneliti
Penelitian ini dapat memotivasi peneliti untuk terus belajar, dan
menggali pengetahuan mengenai perkembangan dalam dunia pendidikan
yang dinamis, guna menambah wawasan dan pengalaman kontekstual.
Sehingga, diharapkan

memiliki

kredibilitas tinggi

dalam dunia

pendidikan.
5.

Keilmuan Ke-PGSD-an
Penelitian ini dapat dijadikan referensi pendekatan pembelajaran
yang bisa diterapkan dalam kelas sehingga meningkatkan kualitas
pendidikan khususnya di biang ke-SD-an.

10

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Belajar
1.

Pengertian Belajar
Belajar bukanlah istilah baru, pengertian belajar terkadang
diartikan secara common sense atau pendapat umum saja. Komalasari
(2010: 2) bahwa belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku
dalam pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperoleh dalam
jangka waktu yang lama dan dengan syarat bahwa perubahan yang terjadi
tidak disebabkan oleh adanya kematangan ataupun perubahan sementara
karena suatu hal.
Meyer (dalam Suwarjo, 2008: 35) menjelaskan belajar adalah
mengonstruksi perubahan tingkah laku yang relatif mantap berkat latihan
dan pengalaman. Adanya pengetahuan yang dikonstruksikan, secara garis
besar tingkah laku seseorang akan berubah karena latihan dan
pengalaman yang telah diperolehnya. Hakim (2009: 27) menyatakan
bahwa belajar adalah proses perubahan perilaku, akibat interaksi individu
dengan lingkungan. Sejalan dengan hal tersebut Sutikno (2014: 180)
mengemukakan bahwa belajar adalah usaha yang dilakukan seseorang

11

untuk perubahan yang baru, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam
interaksi dengan lingkungannya.
Berdasarkan pendapat para ahli di atas, peneliti menyimpulkan
bahwa belajar adalah suatu proses yang dilakukan secara sadar untuk
memperoleh perubahan perilaku yang meliputi perubahan pengetahuan,
sikap, dan keterampilan.

2.

Pengertian Teori Belajar
Teori belajar pada dasarnya merupakan penjelasan mengenai
bagaimana terjadinya belajar atau bagaimana informasi diproses di dalam
pikiran siswa. Ada beberapa teori belajar yang melandasi pembelajaran
melalui pendekatan kontekstual yaitu teori belajar konstruktivisme, teori
belajar perkembangan kognitif, teori penemuan, dan teori pembelajaran
perilaku.
Trianto (2013: 28-39) berpendapat bahwa salah satu teori yang
melandasi pembelajaran melalui pendekatan kontekstual adalah teori
konstruktivisme. Hanafiah (2010: 62) menyatakan bahwa teori
konstruktivisme pada dasarnya dalam belajar merupakan salah satu
pendekatan yang lebih berfokus kepada peserta didik sebagai pusat dalam
proses pembelajaran.
Trianto (2013: 28) menjelaskan teori konstruktivisme memiliki
satu prinsip yang paling penting yaitu guru tidak hanya sekadar
memberikan pengetahuan kepada siswa, melainkan siswa harus
membangun sendiri pengetahuan di dalam benaknya.

12

Winataputra, dkk (2007: 6.7) menyatakan bahwa perspektif
konstruktivisme pada pembelajaran di kelas dilihat sebagai proses
„konstruksi‟ pengetahuan oleh siswa. Perspektif ini mengharuskan
siswa bersikap aktif. Dalam proses ini siswa mengembangkan
gagasan atau konsep baru berdasarkan analisis dan pemikiran
ulang terhadap pengetahuan yang diperoleh pada masa lalu dan
masa kini.
Piaget (dalam Rusman, 2014: 202) mengemukakan bahwa belajar
merupakan sebuah proses aktif dan pengetahuan disusun di dalam pikiran
siswa. Dengan menyusun pengetahuan siswa di dalam pikirannya, ini
sesuai

dengan

karateristik

teori

konstruktivisme.

Teori

belajar

konstruktivisme merupakan teori yang tepat untuk melandasi penelitian
ini. Prinsip belajar operatif, kolaboratif, dan autentik terdapat dalam
penerapan pendekatan kontekstual. Konstruktivisme beraksentuasi
belajar sebagai proses operatif, menekankan pada belajar autentik, dan
proses sosial. Belajar operatif merupakan prinsip belajar yang tidak
hanya menekankan pada pengetahuan deklaratif (pengetahuan tentang
apa), namun pengetahuan struktural (pengetahuan tentang mengapa),
serta pengetahuan prosedural (pengetahuan tentang bagaimana).
Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa teori belajar yang sesuai
dengan pembelajaran melalui pendekatan kontekstual yaitu teori
konstruktivisme. Teori belajar konstruktivisme menekankan bahwa
dalam belajar siswa dituntut untuk membangun pengetahuannya sendiri
dan guru berperan sebagai fasilitator. Di samping itu, guru tidak hanya
memberikan pengetahuan pada siswa melainkan juga harus membangun
pengetahuan dalam pikirannya.

13

3.

Pengertian Aktivitas Belajar
Hidup manusia dari bayi sampai dewasa selalu mengalami
berbagai perubahan, untuk menghadapi perubahan-perubahan dalam
hidupnya manusia selalu berusaha untuk belajar dalam mempertahankan
hidupnya. Setiap manusia akan belajar, namun kondisi-kondisi belajar
dapat diatur untuk mengembangkan bentuk kelakuan tertentu pada
seseorang, mempertinggi kemampuannya atau mengubah kelakuannya.
Aktivitas siswa bukan hanya secara individual, tetapi juga dalam
kelompok sosial. Sardiman (2009: 100) berpendapat bahwa aktivitas
belajar adalah aktivitas yang bersifat fisik maupun mental. Poerwanti
(2008: 7.4) menyatakan bahwa selama proses belajar berlangsung dapat
terlihat aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran, seperti aktif
bekerjasama dalam kelompok, memiliki keberanian untuk bertanya, atau
mengungkapkan pendapat. Kunandar (2013: 277) mengemukakan bahwa
aktivitas belajar adalah keterlibatan siswa dalam bentuk sikap, pikiran,
perhatian, dan aktivitas dalam kegiatan pembelajaran, guna menunjang
keberhasilan proses belajar mengajar dan memperoleh manfaat dari
kegiatan tersebut.
Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar adalah
seluruh rangkaian kegiatan secara sadar yang dilakukan siswa, untuk
memperoleh berbagai konsep sebagai hasil belajar siswa, baik secara
fisik

maupun

mental.

Adapun

indikator

aktivitas

yang

ingin

dikembangkan dalam penelitian ini adalah (1) siswa memperhatikan
penjelasan guru atau teman, (2) mengemukakan pendapat berdasarkan

14

pengetahuan yang dimiliki dan dikaitkan dengan situasi dunia nyata, (3)
mengajukan pertanyaan kepada teman atau guru untuk memperoleh
konsep pengetahuan yang dibutuhkan, (4) berdiskusi kelompok untuk
memperoleh berbagai pendapat teman dalam menyelesaikan soal, (5)
menanggapi pendapat yang dikemukakan oleh kelompok lain, (6)
menyampaikan hasil diskusi berdasarkan konstruksi berpikir dalam
kelompok, (7) menyimpulkan hasil pembelajaran melalui diskusi aktif
antara guru dan siswa, dan (8) merefleksikan pembelajaran yang
dilakukan melalui proses komunikatif.

4.

Hasil Belajar
Belajar merupakan suatu proses untuk mencapai hasil belajar,
dengan hasil belajar tujuan pendidikan dan pembelajaran yang diinginkan
dapat diukur apakah sudah tercapai atau belum. Hasil belajar siswa
dipengaruhi oleh dua faktor utama yakni faktor dari dalam diri siswa dan
faktor yang datang dari luar siswa atau faktor lingkungan. Sapriya, dkk.
(2006: 7) mengemukakan bahwa faktor dari dalam diri siswa terutama
menyangkut kemampuan yang dimiliki siswa.
Suprijono (2011: 7) menjelaskan bahwa hasil belajar adalah
perubahan perilaku secara keseluruhan bukan hanya salah satu aspek
potensi kemanusiaan saja. Artinya, pembelajaran yang dikategorikan
oleh para pakar pendidikan sebagaimana tersebut di atas tidak dilihat
secara fragmentaris atau terpisah, melainkan komprehensif, sehingga
hasil belajar meliputi berbagai aspek perkembangan.

15

Lebih lanjut Gagne (dalam Suprijono, 2011: 5), menyebutkan
bahwa hasil belajar berupa:
a) Informasi verbal yaitu kapabilitas mengungkapkan
pengetahuan dalam bentuk bahasa, baik lisan maupun
tertulis.
b) Keterampilan intelektual yaitu kemampuan mempretasikan
konsep dan lambang. Keterampilan intelektual merupakan
kemampuan melakukan aktivitas kognitif bersifat khas.
c) Strategi kognitif yaitu kemampuan menyalurkan dan
mengarahkan aktivitas kognitifnya sendiri. Kemampuan ini
meliputi penggunaan konsep dan kaidah dalam memecahkan
masalah.
d) Keterampilan motorik yaitu kemampuan melakukan
serangkaian gerakan jasmani dalam urusan dan koordinasi,
sehingga terwujud otomatisme gerak jasmani.
e) Sikap adalah kemampuan menerima atau menolak objek
berdasarkan penilaian terhadap objek tersebut. Sikap
merupakan kemampuan menjadikan nilai-nilai sebagai
standar perilaku.
Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar adalah
perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran secara
keseluruhan. Perubahan ini tidak dilihat secara parsial, melainkan
terhubung secara komprehensif sehingga hasil belajar meliputi berbagai
aspek perkembangan.

B. Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
1. Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Mata pelajaran di sekolah dasar terdiri dari beberapa mata pelajaran
pokok, salah satunya yaitu mata pelajaran IPS. Sapriya, dkk. (2006: 3)
menjelaskan IPS merupakan perpaduan dari pilihan konsep ilmu-ilmu
sosial seperti sejarah, geografi, ekonomi, antropologi, budaya dan

16

sebagainya yang diperuntukkan sebagai pembelajaran pada tingkat
persekolahan.
Rosdijati, dkk. (2010: 58) menyatakan bahwa IPS merupakan salah
satu mata pelajaran yang diberikan di tingkat SD/MI/SDLB. IPS mengkaji
seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan
dengan isu sosial. Sapriya, dkk. (2006: 7) mengemukakan bahwa IPS
merupakan ilmu pengetahuan yang memadukan sejumlah konsep pilihan
dari cabang-cabang ilmu sosial dan ilmu lainnya kemudian diolah
berdasarkan prinsip pendidikan dan didaktik untuk dijadikan program
pengajaran pada tingkat pendidikan dasar dan menengah.
Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa IPS adalah ilmu-ilmu sosial
dan ilmu lain yang dipadukan dalam suatu program pendidikan yang
ditujukan pada jenjang pendidikan dasar sampai perguruan tinggi.

2. Tujuan Pembelajaran IPS
Setiap pembelajaran memiliki tujuan yang akan dicapai dalam
kegiatan pembelajaran, dengan adanya tujuan pembelajaran dapat
dijadikan sebagai arah untuk mencapai tujuan yang diharapkan dalam
proses belajar mengajar.
Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang standar isi menyatakan
bahwa mata pelajaran IPS bertujuan agar siswa mempunyai kemampuan
sebagai berikut.
a.

Mengenal konsep yang berkaitan
masyarakat dan lingkungannya.

dengan

kehidupan

17

b.

c.
d.

Memiliki kemampuan dasar untuk berfikir logis dan kritis, rasa
ingin tahu, inkuiri, memecahkan masalah, dan keterampilan
dalam kehidupan sehari-hari (sosial).
Memiliki komitmen dan kesadaran terhadap nilai-nilai sosial
dan kemanusiaan.
Memiliki kemampuan berkomunikasi, bekerjasama dan
berkompetisi dalam masyarakat yang majemuk, ditingkat
lokal, nasional, global.

Supriatna, dkk. (2007: 5) menjelaskan tujuan pembelajaran IPS
dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori, yaitu pengembangan
kemampuan intelektual siswa, pengembangan kemampuan dan rasa
tanggung jawab sebagai

anggota masyarakat dan bangsa, serta

pengembangan diri siswa sebagai pribadi. Solihatin & Raharjo (2007: 14)
mengemukakan bahwa pembelajaran IPS bertujuan untuk mendidik dan
memberi bekal kemampuan dasar pada siswa untuk mengembangkan diri
sesuai dengan bakat, minat, kemampuan dan lingkungannya, serta sebagai
bekal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih
tinggi.
Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS bertujuan
untuk mendidik dan membekali siswa agar dapat mengembangkan
kemampuan diri yang dimiliki oleh siswa sehingga dapat diterapkan di
dalam kehidupannya, dalam pembelajaran IPS diharapkan guru dapat
mendidik dan memberi bekal kepada siswa dengan pengetahuan dan
keterampilan agar dapat bermanfaat bagi kehidupannya.

18

C. Pendekatan Kontekstual
1. Pengertian Pendekatan Kontekstual
Pembelajaran kontekstual diartikan sebagai pembelajaran yang
berhubungan dengan konteks tertentu. Secara harfiah, kontekstual berasal
dari kata context yang berarti “hubungan, konteks, suasana, dan keadaan
konteks”.

Komalasari

pembelajaran

(2010:

kontekstual

7)

adalah

menyatakan

bahwa

pendekatan

pendekatan

pembelajaran

yang

mengaitkan antara materi yang dipelajari dengan kehidupan nyata siswa
sehari-hari, baik dalam lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat maupun
warga negara, dengan tujuan untuk menemukan makna materi tersebut
bagi kehidupannya. Johnson (dalam Suwarjo, 2008: 22) menjelaskan
bahwa pembelajaran kontekstual merupakan suatu sistem pengajaran yang
didasarkan pada sebuah pernyataan bahwa makna muncul atau dibangun
atas dasar hubungan antara isi dan konteks.
Sanjaya

(2014:

109)

mengemukakan

bahwa

pendekatan

pembelajaran kontekstual adalah suatu pendekatan pembelajaran yang
menekankan kepada proses keterlibatan siswa secara penuh, untuk dapat
memahami materi yang dipelajari, dan menghubungkannya dengan situasi
kehidupan nyata, sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya
dalam kehidupan mereka.
Penjelasan lebih lanjut dikemukakan oleh Muchith (2008: 86),
bahwa pendekatan kontekstual merupakan pembelajaran yang bermakna
dan menganggap tujuan pembelajaran adalah situasi yang ada dalam
konteks tersebut, konteks itu membantu siswa dalam belajar bermakna dan

19

juga untuk menyatakan hal-hal yang abstrak. Suprijono (2009: 79),
pendekatan pembelajaran kontekstual atau Contexstual Teaching and
Learning (CTL) merupakan konsep yang membantu guru mengaitkan
antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata, dan
mendorong peserta didik membuat hubungan antara pengetahuan yang
dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai
anggota keluarga dan masyarakat.
Pendekatan

pembelajaran

kontekstual

merupakan

prosedur

pendidikan yang bertujuan membantu siswa memahami makna bahan
pelajaran yang mereka pelajari, dengan cara menghubungkannya dengan
konteks kehidupan mereka sendiri dalam lingkungan sosial dan budaya
masyarakat. Sehingga, proses belajar tidak hanya berpengaruh pada hasil
belajar

yang

menjadi

tujuan

pembelajaran,

namun

memberikan

kebermaknaan pengetahuan dan pengalaman yang bermanfaat dalam
konteks dunia nyata siswa.
Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendekatan kontekstual
merupakan pendekatan dengan konsep belajar mengajar yang mengaitkan
antara materi yang diajarkan oleh guru dengan situasi dunia nyata siswa,
konteks itu membantu siswa dalam belajar bermakna dan juga untuk
menyatakan hal-hal yang abstrak, dan mendorong siswa untuk membuat
hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam
kehidupan nyata siswa sebagai anggota keluarga dan masyarakat, secara
fungsional apa yang dipelajari di sekolah senantiasa bersentuhan dengan

20

situasi dan permasalahan kehidupan yang terjadi di lingkungannya
(keluarga dan masyarakat).

2. Karakteristik Pendekatan Kontekstual
Pembelajaran kontekstual memiliki beberapa karakteristik yang
khas, yang membedakannya dengan pendekatan pembelajaran lainnya.
Delapan karakteristik pendekatan kontekstual menurut Johonson (2007:
15), yaitu:
a. Making meaningful connections (membuat hubungan penuh
makna)
b. Doing significant work (melakukan kerja signifikan)
c. Self-regulated learning (belajar mengatur sendiri)
d. Collaborating (kerjasama)
e. Critical and creative thinking (berpikir kritis dan kreatif)
f. Nurturing the individual (memelihara pribadi)
g. Reaching high standard (mencapai standar yang tinggi)
h. Using authentic assessment (penggunaan penilaian autentik).
Sounders (dalam Komalasari, 2010: 8) menjelaskan bahwa
pembelajaran kontekstual difokuskan pada REACT (Relating: belajar
dalam konteks pengalaman hidup; Experiencing: belajar dalam konteks
pencarian

dan

penemuan;

Applying:

belajar

ketika

pengetahuan

diperkenalkan dalam konteks penggunaannya; Cooperating: belajar
melalui konteks komunikasi interpersonal dan saling berbagi; Transfering:
belajar penggunaan pengetahuan dalam suatu konteks atau situasi baru).
Trianto (2010: 101) menambahkan bahwa karaketristik pendekatan
kontekstual, yaitu (1) kerjasama; (2) saling menunjang; (3) menyenangkan,
mengasyikkan; (4) tidak membosankan (joyfull, comfortable); (5) belajar

21

dengan bergairah; (6) pembelajaran terintegrasi; dan (7) menggunakan
berbagai sumber siswa aktif.
Penjelasan lebih lanjut dikemukakan oleh Komalasari (2010: 13)
bahwa karakteristik pembelajaran kontekstual meliputi pembelajaran yang
menerapkan konsep keterkaitan (relating), konsep pengalaman langsung
(experiencing),

konsep

aplikasi

(applying),

konsep

kerjasama

(cooperating), konsep pengaturan diri (self-regulating), dan konsep
penilaian autentik (authentic assessment).
Uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pendekatan kontekstual
memiliki ciri khusus, yakni pembelajaran yang mengaitkan materi
pembelajaran dengan situasi kehidupan nyata, mengarahkan siswa untuk
berpikir kritis dengan melakukan eksplorasi terhadap konsep dan informasi
yang dipelajari, serta adanya penerapan penilaian autentik untuk menilai
pembelajaran secara holistik.

3. Komponen-komponen Pendekatan Kontekstual
Menurut Trianto (2013: 111) menjelaskan bahwa pendekatan
pembelajaran kontekstual memiliki tujuh komponen utama, yakni:
a. Konstruktivisme (Constructivism)
Konstruktivisme merupakan landasan

filosofis

pendekatan

pembelajaran kontekstual, bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia
sedikit demi sedikit melalui sebuah proses. Pengetahuan bukanlah
seperangkat fakta-fakta, konsep atau kaidah yang siap untuk diambil
dan diingat. Manusia harus mengonstruksi pengetahuan itu dan

22

memberi makna melalui pengalaman nyata. Menurut pandangan
konstruktivisme, tugas guru adalah memfasilitasi proses tersebut
dengan cara: (a) menjadikan pengetahuan bermakna dan relevan bagi
siswa; (b) memberi kesempatan siswa menemukan dan menerapkan
idenya sendiri; dan (c) menyadarkan siswa agar menerapkan strategi
mereka sendiri dalam belajar. Pengetahuan tumbuh berkembang melalui
pengalaman pemahaman berkembang semakin dalam dan semakin kuat
apa bila selalu diuji dengan pengalaman baru.
b. Inkuiri (Inquiry)
Inkuiri merupakan bagian inti dari kegiatan pembelajaran
berbasis kontekstual. Inkuiri artinya proses pembelajaran didasarkan
pada pencarian dan penemuan melalui proses berpikir secara sistematis

Dokumen yang terkait

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 1 KAMPUNG KOTAAGUNG KABUPATEN TANGGAMUS TAHUN PELAJARAN 2012/2013

0 5 34

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS IVA SDN 1 METRO BARAT

0 8 90

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS IVA SDN 1 METRO BARAT

0 13 90

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASI BELAJAR SISWA KELAS II A SD NEGERI 7 METRO PUSAT

0 7 76

PENINGKATAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM MELALUI MODEL COOPERATIVE LEARNING TIPE SCRAMBLE SISWA KELAS IV B SD NEGERI 5 METRO PUSAT

0 10 68

PENERAPAN PENDEKATAN KONTEKSTUAL UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN Penerapan Pendekatan Kontekstual Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Krajan Jatinom Kabupaten Klaten Tahun 2013/

0 3 14

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI BIMBINGAN BELAJAR KELOMPOK PADA SISWA KELAS MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL MELALUI BIMBINGAN BELAJAR KELOMPOK PADA SISWA KELAS IV SD NEGERI 01 JATIHARJO KECAMATAN JATIPURO KAB

0 0 13

PENINGKATAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM MELALUI PENDEKATAN KONTEKSTUAL KELAS IV Peningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Pendekatan Kontekstual Kelas Iv Sd Negeri Bantengurip Tahun 2012/2013.

0 1 17

PENDAHULUAN Peningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Pendekatan Kontekstual Kelas Iv Sd Negeri Bantengurip Tahun 2012/2013.

0 0 7

SD NEGERI BANTENGURIP TAHUN 2012/2013 Peningkatan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Pendekatan Kontekstual Kelas Iv Sd Negeri Bantengurip Tahun 2012/2013.

0 2 17

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3874 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1030 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 925 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 774 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1322 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1215 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 805 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1086 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1320 23