Identifikasi dan Inventarisasi Jenis Tanaman Umbi-umbian yang Berpotensi Sebagai Sumber Karbohidrat Alternatif di Kabupaten Serdang Bedagai

IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI JENIS TANAMAN UMBI-UMBIAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI SUMBER KARBOHIDRAT ALTERNATIF DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI SKRIPSI SIHOL MARITO SIBUEA 080307010/PEMULIAAN TANAMAN
PROGRAM STUDI PEMULIAAN TANAMAN FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013
Universitas Sumatera Utara

IDENTIFIKASI DAN INVENTARISASI JENIS TANAMAN UMBI-UMBIAN YANG BERPOTENSI SEBAGAI SUMBER KARBOHIDRAT ALTERNATIF DI KABUPATEN SERDANG BEDAGAI
SKRIPSI Oleh:
SIHOL MARITO SIBUEA 080307010/PEMULIAAN TANAMAN Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Mendapatkan Gelar Sarjana di Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian
Universitas Sumatera Utara, Medan
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2013
Universitas Sumatera Utara

Judul Skripsi :

Nama

:

NIM :

Program Studi :

Minat

:

Identifikasi dan Inventarisasi Jenis Tanaman Umbi-umbian yang Berpotensi Sebagai Sumber Karbohidrat Alternatif di Kabupaten Serdang Bedagai Sihol Marito Sibuea 080307010 Agroekoteknologi Pemuliaan Tanaman

Disetujui Oleh : Komisi Pembimbing

(Ir. Emmy Harso Kardhinata, Msc) Ketua

(Ir. Syafruddin Ilyas) Anggota

Mengetahui

(Ir. T. Sabrina, M. Agr. Sc. PhD.) Ketua Program Studi Agroekoteknologi

Tanggal lulus :

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK SIHOL MARITO SIBUEA: Identifikasi dan Inventarisasi Jenis Tanaman Umbiumbian yang Berpotensi Sebagai Sumber Karbohidrat Alternatif di Kabupaten Serdang Bedagai dibimbing oleh EMMY HARSO KARDHINATA dan SYAFRUDDIN ILYAS.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang penyebaran jenis, penyebaran serta teknik budidaya tanaman umbi-umbian sumber karbohidrat alternatif di Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini dilaksanakan di kabupaten Serdang Bedagai dari Juli hingga Agustus 2013. Diambil 3 Kecamatan dengan ketinggian tempat yang berbeda, setiap kecamatan diambil 3 desa dan tiap desa dipilih 3 petani. Untuk mendapatkan data-data penelitian, dilakukan survey ke Kabupaten Serdang Bedagai. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan (judgemental sampling) dan pengambilan sampel petani dilakukan melalui rancangan sampling nonprobabilitas, yaitu sampling kebetulan (accidental sampling). Data primer diperoleh melalui wawancara kepada petani yang dijumpai di lokasi penelitian, dan data sekunder untuk mendukung data primer yang diperoleh dari berbagai sumber lainnya. Dari hasil penelitian dapat diketahui jenis umbi-umbian, penyebaran jenis umbi-umbian, dan tingkat pemeliharaan, budidaya dan penggunaan hasil di lokasi penelitian.
Kata kunci: identifikasi, inventarisasi, umbi-umbian
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT SIHOL MARITO SIBUEA: Identification and Inventory of Tuber Crops Potential as a Source of Alternative Carbohydrates in Serdang Bedagai supervised by EMMY HARSO KARDHINATA and SYAFRUDDIN ILYAS.
This study aims to gain an overview of the type of deployment, deployment and cultivation techniques tubers alternative carbohydrate sources in Serdang regency. This research was conducted at the Serdang district from July to August 2013. Taken the District with a height of 3 different places, each district was taken 3 villages and each village selected three farmers. To obtain data intensive search, conducted a survey to Serdang regency. Sampling was done based considerations (judgmental sampling) and sampling of farmers conducted through nonprobabilitas sampling design, ie sampling accidental (accidental sampling). The primary data obtained through interviews to farmers that were found in the location of the research, and secondary data to support the primary data obtained from various other sources. From the results of this research is the type of bulbs, tubers deployment type, and level of maintenance, cultivation and use of the results of the research sites. Keyword: iddentification, inventory, tubers
Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP Sihol Marito Sibuea, lahir pada tanggal 17 juni 1990 di Tukka, anak ketiga dari lima bersaudara, putra dari Ayahanda Armansyah Sibuea dan Ibunda Nur Awani Tarihoran. Pendidikan formal yang pernah diperoleh penulis antara lain : tahun 19962002 menempuh pendidikan dasar di SD Negeri 152981 Tukka; tahun 2002-2005 menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Tukka; tahun 2005-2008 menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Tukka dan terdaftar sebagai mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan pada tahun 2008 melalui jalur PMP di Departemen Budidaya Pertanian Program Studi Pemuliaan Tanaman. Selama mengikuti perkuliahan, penulis pernah menjadi asisten laboratorium di Laboratorium Dasar Pemuliaan Tanaman (2009-2013), Penulis aktif mengikuti kegiatan organisasi sebagai anggota Himpunan Mahasiswa Jurusan Budidaya Pertanian (HIMADITA). Penulis melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di PP. PT LONSUM Tbk, Dolok 50’ Estate pada bulan Juni sampai Juli 2011.
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR Puji dan syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Adapun judul dari skripsi ini adalah “Identifikasi dan Inventarisasi Jenis Tanaman Umbi-Umbian Yang Berpotensi Sebagai Sumber Karbohidrat Alternatif Di Kabupaten Serdang Bedagai” yang merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan. Pada kesempatan ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada Bapak Ir. Emmy Harso Kardhinata, MSc selaku ketua komisi pembimbing dan Bapak Ir. Syafruddin Ilyas selaku anggota komisi pembimbing yang telah banyak memberikan arahan dan masukan kepada penulis sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun demi kesempurnaan skripsi ini. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi pembaca dan pihak yang membutuhkan.
Medan, Desember 2013
Penulis
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
ABSTRAK ........................................................................................................... i
ABSTRACT ......................................................................................................... ii
RIWAYAT HIDUP ........................................................................................... iii
KATA PENGANTAR ...................................................................................... iv
DAFTAR ISI ...................................................................................................... v
DAFTAR TABEL ............................................................................................. vi
DAFTAR GAMBAR........................................................................................ vii
DARTAR LAMPIRAN................................................................................... viii
PENDAHULUAN Latar Belakang ......................................................................................... 1 Tujuan Penelitian ..................................................................................... 4 Hipotesis Penelitian.................................................................................. 4 Kegunaan Penelitian ................................................................................ 4
TINJAUAN PUSTAKA
BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian .................................................................. 9 Metode Penelitian .................................................................................... 9 Pelaksanaan Penelitian ............................................................................. 9
HASIL DAN PEMBAHASAN Lokasi Penelitian .................................................................................... 11 Jenis Umbi-umbian di Lokasi Penelitian ............................................... 11 Penyebaran Jenis Umbi-umbian di Lokasi Penelitian............................ 25 Tingkat Pemeliharaan, Budidaya dan Penggunaan Hasil....................... 28
KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan............................................................................................. 36 Saran....................................................................................................... 36
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

No. Judul 1 Lokasi penelitian identifikasi umbi-umbian

Halaman 11

2 Penyebaran jenis umbi-umbian di 3 desa dim kecamatan Sei Rampah

25

3 Penyebaran jenis umbi-umbian di 3 desa di kecamatan Pantai Cermin

26

4 Penyebaran jenis umbi-umbi di 3 desa di kecamatan Dolok Marsihul

27

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

No. Judul
1 Ubi kelapa(Dioscorea alata L.) yang ditemukan di kecamatan Sei Rampah, kecamatan Pantai Cermin dan kecamatan Dolok Marsihul

Halaman 13

2 Gadung (Dioscorea hispida Dennstedt) yang ditemukan di desa Celawan di kecamatan Pantai Cermin dan di desa Pergulaan kecamatan Sei Rampah

14

3 Ganyong dari desa Pergulaan dan Desa Firdaus kecamatan Sei Rampah serta dari desa Kota Tengah kecamatan Dolok Marsihul

16

4 Suweg dari kecamatan Sei Rampah, kecamatan Pantai Cermin dan kecamatan Dolok Marsihul

17

5 Keladi dari kecamatan Sei Rampah, kecamatan Pantai Cermin dan 19 kecamatan Dolok Marsihul

6 Talas hitam dan putih yang ditemukan dilapangan

21

7 Umbi talas putih dan hitam

21

8 Garut dari kecamatan Sei Rampah, kecamatan Pantai Cermin dan kecamatan Dolok Marsihul

23

9 Gembili dari desa Simpang Empat, kecamatan Sei Rampah

25

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

No. Judul 1. Peta kecamatan Sei Rampah 2. Peta kecamatan Pantai Cermin 3. Peta kecamatan Dolok Marsihul 4. Tabel Ketinggian Lahan di Wilayah Kabupaten Serdang
Bedagai

Halaman 47 48 49 50

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK SIHOL MARITO SIBUEA: Identifikasi dan Inventarisasi Jenis Tanaman Umbiumbian yang Berpotensi Sebagai Sumber Karbohidrat Alternatif di Kabupaten Serdang Bedagai dibimbing oleh EMMY HARSO KARDHINATA dan SYAFRUDDIN ILYAS.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang penyebaran jenis, penyebaran serta teknik budidaya tanaman umbi-umbian sumber karbohidrat alternatif di Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian ini dilaksanakan di kabupaten Serdang Bedagai dari Juli hingga Agustus 2013. Diambil 3 Kecamatan dengan ketinggian tempat yang berbeda, setiap kecamatan diambil 3 desa dan tiap desa dipilih 3 petani. Untuk mendapatkan data-data penelitian, dilakukan survey ke Kabupaten Serdang Bedagai. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan (judgemental sampling) dan pengambilan sampel petani dilakukan melalui rancangan sampling nonprobabilitas, yaitu sampling kebetulan (accidental sampling). Data primer diperoleh melalui wawancara kepada petani yang dijumpai di lokasi penelitian, dan data sekunder untuk mendukung data primer yang diperoleh dari berbagai sumber lainnya. Dari hasil penelitian dapat diketahui jenis umbi-umbian, penyebaran jenis umbi-umbian, dan tingkat pemeliharaan, budidaya dan penggunaan hasil di lokasi penelitian.
Kata kunci: identifikasi, inventarisasi, umbi-umbian
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT SIHOL MARITO SIBUEA: Identification and Inventory of Tuber Crops Potential as a Source of Alternative Carbohydrates in Serdang Bedagai supervised by EMMY HARSO KARDHINATA and SYAFRUDDIN ILYAS.
This study aims to gain an overview of the type of deployment, deployment and cultivation techniques tubers alternative carbohydrate sources in Serdang regency. This research was conducted at the Serdang district from July to August 2013. Taken the District with a height of 3 different places, each district was taken 3 villages and each village selected three farmers. To obtain data intensive search, conducted a survey to Serdang regency. Sampling was done based considerations (judgmental sampling) and sampling of farmers conducted through nonprobabilitas sampling design, ie sampling accidental (accidental sampling). The primary data obtained through interviews to farmers that were found in the location of the research, and secondary data to support the primary data obtained from various other sources. From the results of this research is the type of bulbs, tubers deployment type, and level of maintenance, cultivation and use of the results of the research sites. Keyword: iddentification, inventory, tubers
Universitas Sumatera Utara

PENDAHULUAN Latar Belakang
Kekurangan pangan bukanlah hal baru, sejarah manusia hampir selalu berkisar pada usaha mereka untuk memperoleh pangan dan mencegah penyakit. Persoalan baru tentang kekurangan pangan adalah berupa kecenderungan para petani di negara-negara bukan industri beralih ke tanaman perdagangan dan pada saat yang bersamaan jumlah pertambahan penduduk meningkat cepat. Petani yang khusus memproduksi beberapa hasil pertanian seperti beras, jagung atau ubi jalar untuk dijual jumlahnya semakin bertambah, sehingga untuk konsumsi keluarganya sendiri tidak cukup. Selanjutnya pola pembelian dan perdagangan mereka tidak dapat mengatasi kekurangan gizi yang diakibatkan oleh berkurangnya petani yang menanam tanaman pangan bagi kebutuhan rumah tangganya. Berhubung orang perlu mengkonsumsi pangan yang beraneka ragam, perubahan pola pertanian ini menambah gawatnya masalah gizi yang sudah banyak terdapat pada tingkatan masyarakat dan rumah tangga (Suhardjo, dkk., 1986).
Terletak di daerah tropis, Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Namun ironisnya, dengan kenaekaramgaman yang begitu kaya, ternyata Indonesia hanya mengandalkan satu jenis tanaman sebagai sumber pangan utamanya, yaitu beras. Sebagian besar penduduk mengkonsumsi beras, sehingga seiring dengan terus naiknya jumlah penduduk, semakin meningkat pula kebutuhan akan beras.
Upaya peningkatan swasembada pangan tidak hanya berorientasi pada beras dan gandum saja namun didukung pula oleh jenis-jenis komoditas strategis
Universitas Sumatera Utara

lainnya seperti umbi-umbian, dan pohon-pohon penghasil pangan seperti sagu, sukun, aren serta pohon serba guna lainnya (multipurpose tree specieses). Dengan demikian diversifikasi bahan pangan melalui pemanfaatan komoditi pangan spesifik perlu diupayakan, karena ketergantungan pada satu jenis pangan dan pangan impor terbukti menyebabkan kerentangan pangan. Ketahanan pangan akan mantap bila konsumsi masyarakat berasal dari berbagai sumber, terutama komoditi spesifik sebagai sumber pangan lokal (Alfons, 2012).
Tingginya konsumsi beras tergambar dari besarnya alokasi pengeluaran. Dalam struktur pengeluaran keluarga, beras merupakan pengeluaran yang cukup besar. Menurut World Bank (1999) 70% pengeluaran keluarga miskin digunakan untuk pangan dan sebesar 34% pengeluaran rumah tangga dialokasikan untuk membeli beras sebagai makanan pokok (Dewan Ketahanan Pangan, 2005).
Sumatera Utara sebagai daerah agraris yang memprioritaskan pertanian sebagai sektor andalan pembangunan daerahnya, juga mengalami permasalahan kekurangan pangan khususnya beras setiap tahunnya. Ketergantungan terhadap beras sebenarnya dapat dikurangi dengan penganekaragaman pangan melalui perubahan citra bahan pokok selain beras, sedangkan perbaikan gizi sepenuhnya tergantung pada peningkatan pendapatan. Umbi-umbian sebagai sumber karbohidrat non beras dan kacang-kacangan yang dikenal sebagai sumber protein nabati, vitamin dan mineral belum optimal pemberdayaannya. Peningkatan kontribusi kacang dan ubi sebagai sumber pangan alternatif dalam pemenuhan kebutuhan pangan berkualitas dapat memberikan pengaruh signifikan terhadap ketahanan pangan dan kualitas sumberdaya masyarakat berpenghasilan rendah.
Universitas Sumatera Utara

Undang-undang Nomor 7 Tahun 1996 tentang Pangan menyebutkan tentang pembangunan ketahanan pangan. Pembangunan pangan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas sumberdaya manusia sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan nasional. Konsumsi pangan penduduk Indonesia masih belum memenuhi kecukupan gizi. Kuantitas, kualitas, dan keragaman pangan belum memenuhi kaedah berimbang, karena masih didominasi oleh serealia khususnya beras, sebaliknya kontribusi jagung, umbi-umbian, kacangan-kacangan, pangan hewani, sayur-sayuran dan buahbuahan masih sangat kurang. Ketergantungan terhadap beras dapat diperlonggar dengan penganekaragaman pangan melalui perubahan citra bahan pangan pokok berbasis umbi-umbian yang diperkaya nutrisinya oleh kacang-kacangan (UU RI Nomor 7 tentang pangan, 1996).
Para ahli pertanian mempunyai peranan penting dalam menekan prevalensi kurang gizi yang dimulai dari keluarga petani sebagai anggota dari tim pembangunan desa atau kelompok yang bekerja dengan para petani dan pemimpin-pemimpin desa lainnya. Para ahli petani dapat membantu memutuskan lingkaran spiral yang berbahaya dari mata rantai produksi pangan yang rendah, kemiskinan dan kurang gizi. Mereka dapat membantu petani dengan cara :
1. memperbaiki cara bertani 2. meningkatkan jumlah tanaman pangan yang diusahakan 3. meningkatkan keragaman pangan yang ditanam 4. memperbaiki cara peranan, penyimpanan, pengawetan dan pengolahan
pangan, dan lain-lain. (Suhardjo, dkk., 1986).
Universitas Sumatera Utara

Dari uraian di atas, peneliti tertarik untuk melakukan indentifikasi sekaligus menginventarisasikan jenis umbi-umbian sebagai sumber karbohidrat alternatif yang dapat dijadikan sebagai bahan pangan. Tujuan Penelitian
Untuk memperoleh gambaran tentang penyebaran jenis, penyebaran serta teknik budidaya tanaman umbi-umbian sumber karbohidrat alternatif di Kabupaten Serdang Bedagai. Kegunaan Penelitian
Sebagai salah satu syarat untuk dapat memperoleh gelar sarjana di Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan, dan sebagai bahan informasi bagi pihak yang membutuhkan.
Universitas Sumatera Utara

TINJAUAN PUSTAKA

Direktorat Jenderal Pertanian Tanaman Pangan (1980) melaporkan selain

ubi kayu dan ubi rambat, diperoleh berbagai jenis tanaman umbi-umbian

yang potensial sebagai sumber karbohidrat. Berdasarkan hasil survey di beberapa

Provinsi di Jawa diperoleh jenis umbi-umbian sebagaimana tertera pada tabel

berikut :

Tabel 1. Daftar Nama Umbi-umbian sumber karbohidrat

No Nama Daerah

Nama Latin

1 Ubi Kelapa 2 Gembili 3 Gadung 4 Ganyong 5 Garut 6 Talas Bogor 7 Talas Belitung 8 Suweg 9 Acung 10 Iles-iles

Dioscorea alata L. Dioscorea esculenta L. Dioscorea hispida Dennstedt. Canna edulis Ker. Maranta arundinacea L. Colocasia esculenta Xantosoma sagittifolium Amorphophallus campanulatus Amorphophallus variabilis Amorphophallus oncophyllus

Selain talas, di pedesaan Indonesia terdapat umbi-umbi lainya, yang dari segi ilmu botani umbi-umbi tersebut berkerabat jauh dengan talas. Ganyong misalnya, selain enak rasanya setelah direbus, tepungnya bagus sekali untuk penganan. Demikian pula garut, penghasil tepung pangan bayi. Dari segi pembuatan kue-kue kering, tepung garut mempunyai peran penting. Baik ganyong maupun garut bukan tanaman asli Indonesia. Diperkenalkan ke Indonesia pada zaman orang-orang Spanyol datang ke Asia (Sastrapradja, 2012).

Universitas Sumatera Utara

Selain sebagai sumber bahan makanan, umbi-umbian juga memiliki berbagai khasiat lain. Hasil penelitian oleh peneliti PSPG UGM menunjukkan umbi-umbian mempunyai potensi meningkatkan kesehatan, antara lain, sebagai immunomodulator (meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi dan menurunkan risiko penyakit alergi serta hipersensitivitas), juga menurunkan risiko terjadinya penyakit degeneratif kanker, diabetes mellitus, dan penyakit kardiovaskular (http://www.ugm.ac.id, 2011).
Hasil penelitian Richana dan Sunarti (2004) menunjukkan bahwa ganyong, suweg, ubi kelapa, dan gembili mempunyai kadar pati yang tinggi berkisar 39,36-52,25%, kandungan lemak (0,09-2,24%), dan protein (0,08-6,65%) pada tepung umbi dan tepung pati dapat meningkatkan manfaat tepung dan pati tersebut sebagai tepung komposit. Ganyong dan ubi kelapa mempunyai ukuran granula pati lebih besar (22,5 dan 10 _m). Tepung suweg mempunyai absorbsi air maupun minyak tertinggi (2,69- 4,13 dan 2,34-2,98 g/g). Hasil rendemen menunjukkan bahwa ganyong lebih prospektif dikembangkan untuk produk tepung pati. Suweg dan gembili mempunyai prospek untuk produk tepung umbi maupun tepung pati sedangkan ubi kelapa untuk tepung umbi. Sifat fisikokimia ganyong dan suweg mempunyai amilosa rendah (18,6% dan 19,2%) dan viskositas puncak tinggi (900-1080 BU dan 780-700 BU).
Ubi Uwi (Dioscorea alata L.) merupakan tumbuhan yang menghasilkan umbi, hidup semusim dan merambat. Memilki sumber karbohidrat yang tinggi yaitu sekitar 27,06 gram per 100 gram bahan. Umbi Uwi memiliki kandungan karbohidrat yang cukup besar sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan bioetanol. Bioetanol adalah etanol yang dibuat dari biomassa yang
Universitas Sumatera Utara

mengandung komponen gula, pati, maupun selulosa. Bioetanol biasanya dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat minuman keras, untuk keperluan medis, sebagai zat pelarut, dan yang sedang popular saat ini adalah pemanfaatan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif. Penggunaan bioetanol sebagai bahan bakar dicampur dengan bensin yang biasa disebut gasohol. Hasil penelitian bahwa pembuatan bioetanol dari umbi uwi dengan variabel penambahan ragi 7%, 8%, 9%, 10%, dan 11% didapatkan bioetanol dengan kadar alkohol tertinggi 51% yaitu pada variabel ke empat dengan penambahan ragi 10% dan didapatkan bioetanol dengan kadar alkohol terendah adalah 32% yaitu dengan penambahan ragi 10% (Dian, 2011).
Umbi gembili juga mempunyai prospek cerah untuk menggantikan beras. Dalam kondisi segar, gembili yang berasal dari Indocina ini mengandung air sebesar 75%. Akan tetapi, gembili yang dikeringkan seperti beras (giling) atau gandum (tepung terigu) memiliki gizi yang sepadan atau bahkan lebih baik daripada beras atau gandum. Selain itu, umbi ini memiliki kandungan vitamin C cukup tinggi (4 mg/100 g) sehingga bisa dimanfaatkan untuk mencegah sariawan dan menjaga stamina tubuh. Kelebihan ini tidak ditemukan pada beras, jagung atau terigu. Gembili mentah yang dimasak cepat dan langsung dimakan bisa menimbulkan gatal-gatal. Zat pemicu gatal-gatal ini berarti di dalam gembili mengandung khasiat obat, bisa untuk menyembuhkan luka dan bengkak-bengkak, koreng, payudara bengkak dan rasa sakit ( Saleh, Rahayuningsih dan Adie).
Suweg (Amorphophallus campanulatus BI.) merupakan tanaman herba yang dapat tumbuh pada naungan hingga 60%. Suweg mulai bertunas di awal musim kemarau dan pada akhir tahun di musim kemarau umbinya bisa
Universitas Sumatera Utara

dipanen.Umbi suweg mengandung serat tinggi dan lemak rendah, masing-masing 13,71% dan 0,28%. Secara tradisional umbi suweg dikonsumsi setelah direbus. Umbi suweg dapat dibuat tepung yang memiliki IG (Indeks Glisemik) sebesar 42. Pangan dengan nilai IG di bawah 55 bisa menekan peningkatan kadar gula darah, sehingga sesuai bagi penderita diabetes mellitus. Tepung suweg dapat dibuat kue basah, kue kering. Suweg kaya serat dan konsumsi serat pangan dalam jumlah tinggi dapat menangkal berbagai penyakit seperti kanker usus besar, divertikular, kardiovaskular, kegemukan, kolesterol tinggi dalam darah, dan kencing manis (Kasno et al,2009).
Universitas Sumatera Utara

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di kabupaten Serdang Bedagai dari Juli hingga Agustus 2013. Diambil 3 Kecamatan dengan ketinggian tempat yang berbeda, setiap kecamatan diambil 3 desa dan tiap desa dipilih 3 petani. Metode Penelitian
Untuk mendapatkan data tentang jenis umbi-umbian sumber karbohidrat dilakukan survey ke Kabupaten Serdang Bedagai. Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan (judgemental sampling), antara lain: jarak tempuh dari Medan, keterwakilan daerah dataran rendah dan dataran tinggi. Demikian pula halnya dengan pengambilan sampel untuk kecamatan dan desa. Pengambilan sampel petani dilakukan melalui rancangan sampling nonprobabilitas, yaitu sampling kebetulan (accidental sampling). Berdasarkan petani pertama yang dijumpai ditetapkan petani kedua melalui informasi yang diperoleh.
Data primer diperoleh melalui wawancara kepada petani yang dijumpai di lokasi penelitian. Selain itu diperlukan juga data sekunder untuk mendukung data primer yang diperoleh berbagai sumber antara lain Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Studi Pustaka. Pelaksanaan Penelitian
Survey ke lokasi penelitian dilakukan dengan mendatangi Dinas Pertanian Kabupaten untuk memperoleh gambaran lokasi yang akan di survey. Berdasarkan informasi dari Kabupaten ditetapkan kecamatan-kecamatan yang akan disurvey. Dari kantor kecamatan diperoleh gambaran desa yang diduga dapat ditemukan
Universitas Sumatera Utara

jenis umbi-umbian yang akan dicari. Informasi juga diperoleh dari para penyuluh pertanian, kepala desa dan sumber-sumber lain.
Survey dilakukan di 9 desa yang ada di 3 Kecamatan dalam 1 Kabupaten dengan skema sebagai berikut :
Sumatera Utara

Serdang Bedagai

Kec. Kec. Kec.

Desa. 3 petani Desa. 3 petani Desa. 3 petani

Desa. 3 petani Desa. 3 petani Desa. 3 petani

Desa. 3 petani Desa. 3 petani Desa. 3 petani

Total : 1 Kabupaten, 3 Kecamatan, 9 desa. Dari hasil penelitian ini diperoleh data primer tentang : a. Lokasi penelitian b. Jenis tanaman umbi-umbian c. Penyebaran jenis umbi-umbian yang dijumpai di lokasi penelitian d. Tingkat pemeliharaan, budidaya, dan penggunaan hasil dari tanaman

Universitas Sumatera Utara

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Lokasi penelitian

Identifikasi umbi-umbian dilaksanakan di Kabupaten Serdang Bedagai

dengan mengambil 3 (tiga) kecamatan sebagai sampel, dan tiap kecamatan dipilih

3 desa. Lokasi sampel tertera pada tabel berikut :

Tabel 1. Lokasi Penelitian Identifikasi Umbi-umbian

Kabupaten Sergai

Kecamatan 1. Sei Rampah

2. Pantai Cermin

3. Dolok Marsihul

`

Desa 1. Simpang Empat 2. Cempedak lobang 3. Pergulaan 1. Ujung Rambung 2. Celawan 3. Besar II Terjun 1. Pekan Dolok 2. KotaTengah 3. Kerapuh

Penentuan kecamatan dan desa yang menjadi sampel pada penelitian ini

dilakukan dengan menghubungi dinas penyuluhan dan ketahanan pangan

kabupaten serdang bedagai untuk mendapatkan daftar lokasi yang berpotensi

ditemukannya umbi-umbian yang diteliti serta lokasi tersebut dapat mewakili

lokasi kabupaten dengan berdasarkan ketinggian tempat yaitu dataran tertinggi

(kecamatan Dolok Marsihul), sedang (kecamatan Sei Rampah) dan pinggiran

pantai (Kecamatan Pantai Cermin). Dilakukan juga pengamatan pada beberapa

desa yang berada disekitar atau diluar wilayah penelitian untuk memperkaya hasil

pengamatan, yaitu di desa Firdaus dan Sina Kasih Kecamatan Sei Rampah.

B. Jenis Umbi-umbian di Lokasi Penelitian

Beberapa dari tanaman umbi-umbian di lokasi penelitian rata-rata sudah

sulit ditemukan sehingga target menemukan 3 (tiga) petani setiap desa tidak dapat

Universitas Sumatera Utara

dilakukan untuk setiap jenis umbi-umbian yang diteliti. Untuk menemukan

tanaman umbi-umbian dilakukan melalui kunjungan langsung ke lokasi sampel

yang telah didapat dan juga dibantu oleh penyuluh untuk memperoleh informasi,

dilanjutkan dengan kunjungan ke desa dan mencari informan atau key person

yang mengetahui dan mengenal jenis umbi-umbian yang akan diteliti. Informan

yang digunakan dalam penelitian ini antara lain adalah petugas Penyuluh

Pertanian, dan petani yang dijumpai di lahan tempat mereka bekerja.

Dari pengamatan secara langsung yang di lakukan di lapangan diperoleh

beberapa jenis tanaman umbi-umbian yang potensial sebagai sumber karbohidrat.

Jenis-jenis tanaman umbi-umbian tersebut adalah suweg, ubi kelapa, gadung,

gembili, ganyong, irut, dan beberapa jenis talas-talasan. Secara taksonomi

tanaman umbi-umbian tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Ubi Kelapa (Dioscorea alata L.)

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Super Divisi : Spermatophyta

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Liliopsida

Sub Kelas : Liliidae

Ordo

: Liliales

Famili

: Dioscoreaceae

Genus

: Dioscorea

Spesies

: Dioscorea alata L.

Nama lainnya adalah uwi payau, uwi batang bersayap, atau uwi ubi.

Berasal dari Asia Tenggara, tetapi sekarang merupakan spesies yang paling

tersebar luas. Batangnya membelit ke kanan. Daunnya ovate (bundar telur) dan

tersusun saling berhadapan. Umbinya tunggal atau jamak, bermacam macam

Universitas Sumatera Utara

ukuran, bentuk dan warnanya, dan memiliki masa dormansi yang panjang (Rubatzky dan Yamaguci,1998).
Untuk memperoleh panen yang maksimum, curah hujan yang baik adalah kisaran 100-1500 mm dan ini harus terbagi rata dalam7-8 bulan. Curah hujan dibawah 1000 mm biasanya menghambat pertumbuhan normal (Tindal, 1983).
Tanah subur yang gembur, dalam, dan berdrainase baik diperlukan agar hasil umbi tinggi, sistem perakaran uwi bersifat khas, dangkal dan menyebar dan pada tanah gersang, produktifitasnya terbatas, Uwi biasanya merupakan tanaman pertama yang ditanam dalam sistem pertanian ‘tebas dan bakar’ atau untuk memanfaatkan sistem nitrogen, tanaman ini ditanam setelah tanaman kacangkacangan.
,
Gambar 1. Ubi kelapa (Dioscorea alata L.) yang ditemukan di kecamatan Sei Rampah, kecamatan Pantai Cermin dan Kecamatan Dolok Marsihul.
Universitas Sumatera Utara

Selain ubi kelapa yang paling dikenal dengan nama uwi, dilapangan ditemukan juga jenis uwi yang mengandung racun tetapi bisa diolah untuk dikonsumsi yaitu Gadung (Dioscorea hispida Dennstedt.)
Jenis ini adalah jenis uwi penyebab mabuk, nama lainnya adalah uwi pati. Berasal dari India dan Asia Tenggara. Batangnya membelit ke kiri, tidak menghasilkan umbi laying. Umbi yang terbentuk dekat tanah sering berbentuk bulat, kadang juga memanjang. Beberapa klon harus dibuang dahulu racunnya sebelum bisa dimakan (Rubatzky dan Yamaguchi, 1998).
Umbi yang dihasilkan gadung mengandung racun, yang menyebabkan rasa mual atau mabuk bagi pemakannya. Karena itu sebelum dimasak racun tersebut harus dihilangkan dengan cara merendamnya dalam air abu selama semalam, sesudah itu umbi dapat dimasak atau di iris-iris untuk dijadikan keripik gadung. Gadung memang termasuk jenis uwi, hanya saja daunnya bercangap liama sehingga mudah dibedakan dengan uwi kelapa atau gembili. Tempat penyebaran aslinya ialah Asia. Dapat tumbuh dari ketinggian 500 -1000mdpl (Sastrapradja, 2012).
Gambar 2. Gadung (Dioscorea hispida Dennstedt.) yang ditemukan di desa Celawan di kecamatan Pantai Cermin dan desa Pergulaan kecamatan Sei Rampah.
Universitas Sumatera Utara

2. Ganyong (Canna edulis Ker.)

Kingdom

: Plantae

Subkingdom

: Tracheobionta

Super Divisi

: Spermatophyta

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Liliopsida

Sub Kelas

: Commelinidae

Ordo

: Zingiberales

Famili

: Cannaceae

Genus

: Canna

Spesies

: Canna edulis Ker.

Tanaman Ganyong atau Ganyong (Canna edulis Ker.) adalah tanaman

ubi-ubian yang dapat dimakan dan kebanyakan digunakan sebagai makanan

cadangan. Nama lainnya adalah Canna. Queensland arrow root, indian shot

(Inggris). Ganyong (Jawa, Sunda), buah tasbeh (Jawa), ubi pikul (Sumatera), daun

tasbeh, ganyong, pisang sebiak (Malaysia). Sampai saat ini, tanaman ganyong

belum diusahakan secara serius dan intensif, tetapi memberikan harapan untuk

menunjang program diversifikasi pangan dan gizi, memanfaatkan lahan kosong

dan meningkatkan ketahanan pangan.

Ganyong tumbuh baik pada daerah dengan distribusi curah hujan 1000 mm

sampai 1200 mm per tahun. Toleran terhadap kelebihan kadar air (tetapi tidak

tahan jenuh air) dan naungan. Pertumbuhan normal terjadi pada suhu di atas 10o C, tetapi dapat melalui suhu tinggi 30-32o C. Ganyol tumbuh sampai

ketinggian 1000 m di atas permukaan laut. Tumbuh subur pada berbagai macam

tanah, termasuk tanah marginal bagi kebanyakan tanaman umbi. Tanah yang

disukai adalah lempung berpasir dan kaya humus. Tanaman ini toleran terhadap

interval pH 4,5-8,0 (Sukarsa, 2013).

Universitas Sumatera Utara

Tepung pati ganyong mudah dicerna dan baik sekali untuk makanan bayi atau orang yang sedang sakit. Di Amerika Selatan, umbi muda tanaman ini dimakan sebagai sayuran dan kadang-kadang digunakan sebagai makanan ringan. Umbi yang sudah tua dapat dimakan dengan cara merebus dan memiliki rasa yang manis dan aroma yang wangi. Pucuk dan tangkai daun dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak (Direktorat Jenderal Pertanian Tanaman Pangan, 1980).

Gambar 3. Ganyong dari desa Pergulaan dan desa Firdaus kecamatan Sei Rampah serta dari desa Kota Tengah Kecamatan Dolok Marsihul.

3. Suweg (Amorphophallus campanulatus BI.)

Kingdom Subkingdom Super Divisi Divisi Kelas Sub Kelas Ordo Famili Genus Spesies

: Plantae : Tracheobionta : Spermatophyta : Magnoliophyta : Liliopsida : Arecidae : Arales : Araceae : Amorphophallus : Amorphophallus campanulatus Bl.

Universitas Sumatera Utara

Sebagian besar spesies Amorphophallus diyakini berasal dari India atau Sri Lanka, atau mungkin dari Asia Tenggara. Tanaman ini adalah tanaman tropika dan subtropika. Dengan siklus vegetatif dan dorman semusim. Suweg menyukai suhu antara 25o dan 35o C, kondisi kelembaban yang tinggi dan sangat lengas. Suhu dan kelengasan rendah cenderung merangsang dormansi dini. Pertumbuhan daun-daun baru dimulai setelah dormansi. Struktur daunnya berbeda dengan talas-talas lain dan menyerupai struktur daun tanaman dikotiledone (Rubatzky dan Yamaguchi, 1998).
Suweg dipelihara untuk dimakan umbinya. Parutan umbinya yang segar dapat dipakai untuk obat luka. Seperti halnya talas, umbi suweg mengandung kristal Kalsium Oksalat yang membuat rasa gatal, namun dapat hilang melalui perebusan.
Gambar 4. Suweg dari kecamatan Sei Rampah, kecamatan Pantai Cermin dan Kecamatan dolok Marsihul.
Universitas Sumatera Utara

4. Keladi (Colocasia esculenta (L.) Schott)

Kingdom

: Plantae

Subkingdom

: Tracheobionta

Super Divisi

: Spermatophyta

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Liliopsida

Sub Kelas

: Arecidae

Ordo

: Arales

Famili

: Araceae

Genus

: Colocasia

Spesies

: Colocasia esculenta (L.) Schott

Tanaman keladi banyak tersebar di Indonesia , dapat dibudidayakan

dengan baik karena umbinya banyak mengandung zat tepung (sebagai pembuat

berbagai jenis makanan) maka akan sangat menunjang dalam mencukupi

kebutuhan pangan. Tanaman ini bagi pertumbuhannya hanya memerlukan daerah

dengan rata-rata curah hujan setahunnya sekitar 1.200 mm, daerah dengan

ketinggian tempat antara 900 m sampai 1800 mdpl. Jenis colocasia dapat bertahan

pada lahan yang tergenang air. Jenis colocasia sering kita dapati tumbuh ditepi

sungai, ditanah yang banyak tergenang air atau rawa-rawa, di pinggir kolam,

tetapi di tanah perkampungan pun dapat tumbuh dengan baik asal pengairan

terjamin (kartasapoetra, 1988).

Di beberapa daerah Indonesia dimana padi tidak dapat tumbuh, antara lain

di Kepulauan Mentawai dan Papua, keladi dimakan sebagai makanan pokok,

dengan cara dipanggang, dikukus atau dimasak dalam tabung bambu. Saat ini

keladi merupakan makanan pokok di banyak pulau di Pasifik termasuk Papua

Nugini, yang berpengaruh secara ekonomi pada permainan tradisional dan

upacara-upacara. Umbi keladi, dan helaian daun dan tangkai daun bila dimasak

Universitas Sumatera Utara

lebih dulu dapat dimakan. Bubur keladi dapat melancarkan pencernaan sehingga dapat dikonsumsi untuk makanan bayi dengan tingkat alergi yang rendah.

Gambar 5. dari kecamatan Sei Rampah, kecamatan Pantai Cermin dan Kecamatan dolok Marsihul.

5. Talas (Xanthosoma sagittifolium (L.) H.W. Schott & Endl.)

Kingdom : Plantae

Subkingdom : Tracheobionta

Super Divisi : Spermatophyta

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Liliopsida

Sub Kelas : Arecidae

Ordo

: Arales

Famili

: Araceae

Universitas Sumatera Utara

Genus

: Xanthosoma

Spesies

: Xanthosoma sagittifolium (L.) H.W.Schott&Endl.

Talas adalah jenis asli Indonesia. Entah kapan mulai ditanam dan menjadi

bagian dari kehidupan masyarakat, tidak diketahui secara pasti. Menurut para

pakar, talas mulai dibudidayakan di papua yang kemudian menyebar ke seluruh

pasifik, termasuk kawasan barat Indonesia (Sastrapradja, 2012).

Talas adalah tanaman herba monokotil tahunan, kecuali spesies

Amorphophallus, daun yang muncul dari apikal kormus berupa gulungan dengan

tangkai daun panjang dan tegak yang menopang lembar daun dan besar, berbentuk

peltate (tameng) atau sagittate (kepala anak panah), tangkai daunnya lembut

panjang padat berisi, tetpai memiliki banyak rongga. Sifat umum talasan adalah

terdapatnya banyak getah menggigit yang ditemukan diseluruh bagian

jaringan. Talas umumnya memiliki tinggi antara 1 hingga sekitar 2 m,

dan lembar daun berbentuk tameng dengan panjang 20-50 cm. Tangkai daun

menempel pada sekitar bagian tengah agak ke atas pada permukaan bawah lembar

daun (Rubatzky dan Yamaguci,1998).

Menurut Slamet Soeseno (1966) dalam http://lordbroken.wordpress.com

(2011) ada 4 jenis kimpul yang terkenal diusahakan orang yaitu:

1. Kimpul hitam, tangkai daunnya ungu, sedangkan daunnya sendiri hijau tua

bagian atasnya. Umbinya coklat dengan ujung merah. Rasanya agak getar

kalau kurang matang merebusnya.

2. Kimpul hijau, batang dan daunnya berwarna hijau tua. Rasanya juga getar

seperti kimpul hitam.

Universitas Sumatera Utara

3. Kimpul belitung, daunnya hijau muda sering disebut kimpul belang, karena tangkai daunnya yang hijau muda mempunyai garis ungu. Umbinya berwarna coklat dan lebih besar dari pada kimpul yang hitam dan hijau, rasanya enak sekali.
4. Kimpul haji atau kimpul putih,daunnya berwarna hijau muda sampai hampir kuning keputih-putihan,bantuk umbinya besar, kira-kira 15 cm warna dari umbi hitam kecoklatan dan sedikit berambut, teksturnya padat.
Gambar 6. Talas hitam dan putih yang ditemukan dilapangan.
Gambar 7. Umbi talas putih dan Talas hitam
Universitas Sumatera Utara

6. Garut/Irut (Maranta arundinacea L.)

Kingdom

: Plantae

Subkingdom

: Tracheobionta

Super Divisi

: Spermatophya

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Liliopsida

Sub Kelas

: Commelinidae

Ordo

: Zingiberales

Famili

: Marantaceae

Genus

: Maranta

Spesies

: Maranta arundinacea L.

Tanaman garut atau irut bukan merupakan tanaman asli Indonesia. Garut

berasal dari daerah Amerika tropik yang kemudian menyebar ke daerah tropik

termasuk Indonesia. Daerah penyebarannya merata, meliputi India, Indonesia, Sri

Lanka, Hawai, Filipina, Australia, dan St. Vincent. Di Indonesia,tanaman garut

dapat dijumpai di berbagai daerah seperti Jawa, Sulawesi, dan Maluku. Garut

dikenal dengan nama daerah yang berbeda-beda, misalnya sagu Banban (Batak

Karo), sagu rare (Minangkabau), sagu andrawa (Nias), sagu (Palembang),

larut/pata sagu (Sunda), arut/jelarut/irut/larut/garut (Jawa Timur), labia walanta

(Gorontalo), dan huda sula (Ternate). (Djaafar,T.F, dkk., 2008).

Umbi tanaman garut dapat diolah menjadi pati baha baku berbagai

produk, seperti makanan, minuman, farmasi, kosmetik, tekstil, hingga kertas.

Dengan bentuk serat yang pendek lebih mudah dicerna dan cocok sebagai bahan

baku makanan bayi, penyandang autis, dan down syndrom.

Universitas Sumatera Utara

desa

Gambar 8. Garut dari kecamatan Sei Rampah, kecamatan Pantai Cermin dan Kecamatan dolok Marsihul.

7. Gembili (Dioscorea esculenta L.)

Kingdom

: Plantae

Subkingdom

: Tracheobionta

Super Divisi

: Spermatophyta

Divisi

: Magnoliophyta

Kelas

: Liliopsida

Sub Kelas

: Liliidae

Ordo

: Liliales

Famili

: Dioscoreaceae

Genus

: Dioscorea

Spesies

: Dioscorea esculenta L.

Nama lainnya adalah uwi kentang, uwi asia, uwi cina. Berasal dari

indocina, tetapi ditemukan diseluruh wilayah asia.Dalam bahasa Latin, tanaman

Universitas Sumatera Utara

gembili ini memiliki beberapa sinonim antara lain; Oncus esculentus Lour. Dioscorea fasciculata Roxb. Dioscorea sativa Auct. Sedangkan di berbagai daerah namanya juga berbeda-beda, antara lain Lesser yam, Chinese yam, Asiatic yam (Inggris), ubi aung (Jawa Barat), ubi gembili (Jawa Tengah), kombili (Ambon).
Batangnya membelit ke kiri, ramping, berbentuk silinder, berbulu halus, dan berduri. Daunnya sedikit, tunggal, cordate, dan berselang seling. Tidak menghasikan umbi layang. Tanaman ini memiliki umbi banyak, berukuran kecil, ramping, berkulit, sebagian besar berbentuk silinder, dan dihasilkan didekat permukaan tanah sehingga mudah dipanen, beberapa forma menghasilkan umbi tunggal besar. Masa dormansi umbi pendek. Tanaman ini tergolong terna memanjat dan dapat mencapai tinggi antara 3-5 m, seringkali berduri. Setiap 1 tanaman terdapat 4-20 umbi; umbi tua berbentuk silinder, kadangkala berlobi, kulit lapisan luar coklat atau abu-abu-coklat, tipis, seringkali kasar; daging putih. Batang tegak, memanjat melingkar ke kiri, berduri di bagian dasar dan di bagian atas tidak berduri. Daun tunggal, berseling, menjantung, seringkali terdapat 2 duri di pangkal. Perbungaan jantan di ketiak, perbungaan betina melengkung ke bawah, bulir menyerupai tandan, soliter. Buah (sangat jarang ditemukan) kapsul, pipih. Biji bersayap membundar. Susunan senyawa umbi gembili bervariasi menurut spesies dan varietas menyatakan bahwa komponen terbesar dari umbi gembili adalah karbohidrat 27-33% (Rubatzky dan Yamaguci, 1998).
Tempat tumbuh terbaiknya adalah pada daerah dengan curah hujan 875 - 1750 mm per tahun, dengan suhu minimum 22oC.
Universitas Sumatera Utara

Penyebarannya menurun pada daerah bersuhu 35°C atau di atasnya. (Dyta, 2011).

Gambar 9. Gembili dari desa Simpang Empat,kecamatan Sei Rampah.

C. Penyebaran jenis umbi-umbian di lokasi penelitian Dari hasil identifikasi di lapangan ditemukan penyebaran dari umbi-

umbian tidak merata terdapat di seluruh desa yang menjadi sampel untuk daerah identifikasi. Penyebarannya adalah sebagai berikut :

a. Kecamatan Sei Rampah Tabel 2. Penyebaran jenis umbi-umbian di 3 Desa di Kecamatan Sei Rampah

N o

Desa

1 Simpang Empat

Jenis Umbi-umbian

1 2 3 4 5 67

xX

X x xx

2 Cempedak Lobang

x

X x xx

3 Pergulaan

x x X x xx

1. Ubi Kelapa, 2 Gembili, 3. Ganyong, 4. Suweg, 5. Keladi, 6. Talas, 7. Garut

Dari tabel 2 diperoleh gambaran bahwa tanaman talas, keladi, garut dan suweg serta ubi kelapa masih dijumpai di seluruh desa yang diamati, sedangkan tanaman ganyong dan gembili hanya ditemukan masing-masing di satu desa saja.

Universitas Sumatera Utara

Dari keterangan petani dan penyuluh setempat bahwa tanaman seperti suweg dan

garut masih banyak tumbuh liar dan dibiarkan begitu saja karena beberapa alasan.

Seperti suweg, di desa Simpang Empat menurut informasi yang disampaikan

bapak Rusmadi selaku penyuluh yang bertugas di desa tersebut, suweg masih

banyak tumbuh dan sering dijumpai secara tidak sengaja di lahan-lahan

perkebunan kelapa sawit dan dibiarkan begitu saja karena tidak semua masyarakat

tahu akan kegunaan suweg yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat,

sehingga tanaman ini kadang masih di anggap tanaman yang tidak penting. Begitu

juga tanaman ganyong, kemungkinan masih ada tumbuh liar, tetapi ditempat-

tempat yang jelas karena tidak dibudidayakan lagi. Hal ini terbukti karena dari

beberapa warga yang dijumpai masih mengenal tanaman ganyong.

Berdasarkan hasil identifikasi dilapangan, dibandingkan dengan

kecamatan lain yang menjadi daerah sampel identifikasi, kecamatan Sei Rampah

memiliki jenis-jenis umbian yang lebih lengkap. Dimana ditemukan 7 jenis

umbian alternatif yang bisa dimanfaatkan.

b. Kecamatan Pantai Cermin

Tabel 3. Penyebaran jenis umbi-umbian di 3 Desa di Kecamatan Pantai Cermin

No Desa 1 Ujung Rambung

Jenis Umbi-umbian 1 2 3 4 5 67 x X x xx

2 Celawan

X x xx

3 Besar II Terjun

x

X x xx

1. Ubi Kelapa, 2 Gembili, 3. Ganyong, 4. Suweg, 5. Keladi, 6. Talas, 7. Garut

Dari tabel 3 diperoleh gambaran bahwa tanaman suweg, talas, keladi dan

garut masih dijumpai di seluruh desa yang diamati. Untuk tanaman ubi kelapa

hanya dijumpai di dua desa saja yaitu di desa Ujung Rambung dan

Universitas Sumatera Utara

Besar II Terjun, sedangkan tanaman gembili dan ganyong tidak ada ditemukan

saat identifikasi. Berdasarkan keterangan warga, tanaman gembili memang

sepertinya sudah sangat sulit dijumpai di daerah ini, sedangkan untuk ganyong

masih ada kemungkinan tumbuh beberapa tempat walaupun tidak dijumpai saat

identifikasi. Untuk tanaman keladi dan garut masih banyak ditemukan tumbuh di

kecamatan ini. Tanaman garut bahkan sangat banyak dan tumbuh liar tanpa

perawatan.

c. Kecamatan Dolok Marsihul

Tabel 4. Penyebaran jenis umbi-umbian di 3 Desa di Kecamatan Dolok Marsihul

No Desa

Jenis Umbi-umbian 1 2 3 4 5 67

1 Pekan Dolok

Xx xx

2 Kota Tengah

x xXx xx

3 Kerapuh

Xx xx

1. Ubi Kelapa, 2 Gembili, 3. Ganyong, 4. Suweg, 5. Keladi, 6. Talas, 7. Garut

Dari tabel 4 diperoleh gambaran bahwa tanaman keladi, talas, garut dan

suweg masih dijumpai di seluruh desa yang diamati. untuk tanaman ganyong dan

ubi kelapa hanya ditemukan di desa Kota Tengah, sedangkan tanaman gembili

tidak dijumpai sama sekali. Berdasarkan keterangan petani dan warga yang

dijumpai, tanaman ganyong kemungkinan masih ada tumbuh di desa yang tidak

ditemukan tanaman ganyong walau pun sulit ditemukan saat identifikasi. Hal ini

dikarenakan tanaman ganyong dianggap yang tidak kurang penting dan dibiarkan

begitu saja. Beberapa warga hanya mengenalnya sebagai tanaman hias.

Sedangkan tanaman gembili dan ubi kelapa kemungkinan sudah sangat sulit

ditemukan karena memang tidak banyak yang mengenalnya.

Universitas Sumatera Utara

D. Tingkat pemeliharaan, budidaya dan penggunaan hasil dari tanaman. Tanaman umbi-umbian yang dijumpai di lokasi penelitian umumnya tidak
dibudidayakan secara khusus oleh petani sehingga tidak dilakukan pemeliharaan yang intensif untuk mencapai hasil tanaman yang maksimal . 1. Ubi Kelapa (Dioscorea alata L.)
Dari 9 desa yang disurvey, tanaman ubi kelapa ditemukan di 6 desa yaitu di semua desa sampel Kecamatan Sei Rampah meliputi desa Cempedak Lobang, Simpang Empat dan Pergulaan. Di kecamatan Pantai Cermin yaitu desa Besar II Terjun, Ujung Rambung dan di kecamatan Dolok Marsihul ditemukan di desa Kota Tengah. Hampir semua tanaman di seluruh lokasi penelitian ditemukan dalam jumlah sedikit yang dibudidayakan tanpa perawatan khusus oleh pemiliknya kecuali di desa Cempedak Lobang.
Tingkat budidaya masih sangat sederhana bahkan tanpa ada perlakuan pemupukan khusus, perlakuan jarak tanam dan pemeliharaan yang intensif. Tanaman yang tumbuh di areal pertanaman petani dibiarkan merambat ke tanaman yang ada disekitarnya. Sesekali pemilik melakukan penimbunan untuk menutupi umbi yang keluar kepermukaan tanah agar umbi tetap berkembang, selain itu jika umbi dibiarkan lama timbul kepermukaan akan mengalami perubahan warna dan rasa sehingga tidak enak lagi untuk dikonsumsi.
Hasil dari tanaman ini hanya untuk konsumsi rumah tangga, sebagai makanan tambahan atau selingan. Umbi dapat dipanen saat tanaman berusia kurang lebih 1 tahun. Kadang dipanen lebih lama lagi untuk hasil umbi yang lebih besar. Pengolahan untuk konsumsi biasa dilakukan hanya dengan mengukus atau merebus umbi.
Universitas Sumatera Utara

Di desa Kota Tengah, pemilik tanaman menanamnya di bawah pohon kakao. Sebagian pemilik tanaman menanamnya hanya dalam karung goni atau pot yang di isi tanah bercampur kompos atau pupuk kandang dan membiarkannya merambat ke pagar pekarangannya seperti yang ditemukan di desa Besar II Terjun dan Ujung Rambung.
Khusus di desa Cempedak Lobang, berdasarkan identifikasi dan informasi yang diperoleh dari ibu Riani selaku penyuluh yang bertugas di desa ini bahwa tanaman ubi kelapa masih cukup banyak ditemukan. Bahkan beliau memiliki program tersendiri untuk menganjurkan setiap rumah memiliki setidaknya 1 tanaman ini. Beberapa tanaman sengaja ditanaman untuk tujuan hasil panen di hari-hari besar. Hal ini dibenarkan oleh ibu Afifah selaku ketua Kelompok Wanita Tani Cemerlang di desa Cempedak Lobang. Di desa ini tanaman ubi kelapa umumnya ditanaman di bawah tanaman karet dan juga pohon disekitar lokasi pertanaman petani. Tingkat budidaya masih sangat sederhana tanpa ada pemupukan dan perawatan khusus secara intensif. Hanya dibiarkan merambat kemudian akan dipanen apabila dibutuhkan. Kelompok Wanita Tani Cempaka juga sudah pernah mengolah Umbi tanaman ini sampai bahan jadi selain olahan basah seperti beberapa jenis kue juga olahan kering (ditepungkan) yang kemudian dipakai sebagai bahan untuk beberapa jenis kue dan pembuatan mie. 2. Ganyong (Canna edulis Ker.)
Di lokasi penelitian, tanaman ini hanya ditemukan di dua desa saja yaitu di desa Pergulaan kecamatan Simpang Empat dan di desa Kota tengah kecamatan Dolok Marsihul. Tanaman ada yang tumbuh secara liar dadan sebagian ditanam menumpuk disekitar lahan pertanaman petani (di desa Pergulaan) dan di pinggir
Universitas Sumatera Utara

jalan sebagai tanaman hias (di Desa Kota Tengah), belum ada petani yang membudidayakan tanaman ini secara komersil. Hanya untuk sebagai makanan tambahan dan konsumsi keluarga.
Budidaya tanaman ganyong yang ada di dua desa di atas masih secara tradisional tanpa menggunakan jarak tanam yang jelas , pemupukan dan p

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

76 1823 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 474 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 429 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 255 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 377 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 557 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 490 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 317 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 485 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 573 23