Pengelolaan Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) di PG Madukismo PT Madubaru Yogyakarta dengan Aspek Khusus Manajemen Tebang Angkut Tebu.

i

PENGELOLAAN TANAMAN TEBU
(Saccharum officinarum. L) DI PG MADUKISMO
PT MADUBARU YOGYAKARTA DENGAN ASPEK KHUSUS
MANAJEMEN TEBANG ANGKUT TEBU

DINDA RIZKI AMALIA
A24080161

DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2012

Manajemen Tebang Angkut Tebu di PG Madukismo PT Madubaru
Managemen of Harvest and Transportation Sugarcane at PG Madukismo PT Madubaru
Dinda Rizki Amalia1, Purwono2
1

2

Mahasiswa Departemen Agronomi dan Hortikultura Faperta IPB
Staf Pengajar Departemen Agronomi dan Hortikultura Faperta IPB
Abstract

The objective of this internship is to increase technical and managerial skill. The
internship was conducted from February 13th until May 13th 2012 at PG Madukismo PT
Madubaru, Bantul, Yogyakarta. Observations made with the specific aspects of harvest and
transportation management. Particular aspect observed was losses and the percentage of
sugar cane trash. The results obtained from the observation is all the problems that occur
during harvest and transportation can be managed by applying the good practises of harvest
and transportation management. Harvest and transportation management is an activity in
organizing and putting things relating harvest and transportation according to the standards.
Losses in Bantul area larger than the area of Purworejo. Levels of impurities in PG
Madukismo percentage is still below the tolerance limit corporate standards. A proper
harvest system is consider terms of sugarcane milling capacity, the optimal maturity, state of
the plant, area conditions, weather and climate, the number of worker and transport
methods. Losses of sugarcane during harvest have effect on the productivity levels of sugar
that produced.
Keyword : harvest, transportation, management, trash

ii

RINGKASAN

DINDA RIZKI AMALIA. Pengelolaan

Tanaman Tebu (Saccharum

officinarum L.) di PG Madukismo PT Madubaru Yogyakarta dengan Aspek
Khusus Manajemen Tebang Angkut Tebu. (Dibimbing oleh PURWONO)
Pabrik gula (PG) Madukismo berdiri pada tahun 1955. Pabrik gula ini
merupakan perusahaan swasta di bawah pimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono
IX. PT Madubaru PG/PS Madukismo berdiri dari dua kepemilikan saham, yaitu
65% milik Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan 35% milik PT Rajawali
Nusantara Indonesia. PG Madukismo didirikan di lokasi bekas PG Padokan 5 km
di sebelah selatan Yogyakarta, tepatnya di Desa Padokan, Kelurahan
Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Pabrik
menempati areal seluas 276,000 m2 dengan luas bangunan 51,000 m2.
Berdasarkan letak geografi, PG Madukismo terletak antara 7°4‟ LU dan 8°20‟ LS
dan antara 110° dan 111° BT pada ketinggian 84 m dpl.
Kegiatan magang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan dalam setiap teknis budidaya dan manajemen di perkebunan serta
mengetahui bagaimana manajemen tebang angkut tebu yang baik dan benar.
Magang ini dilaksanakan mulai tanggal 13 Februari hingga 13 Mei 2012 di PG
Madukismo PT Madubaru, Bantul, Yogyakarta. Kegiatan magang dilaksanakan
dengan menggunakan dua metode yaitu metode langsung dan metode tidak
langsung. Metode langsung meliputi beberapa kegiatan mengenai aspek teknis,
aspek manajerial, dan aspek khusus yang merupakan data primer dan diperoleh
secara langsung di lapangan. Metode tidak langsung yang dilakukan pada saat
magang adalah pengumpulan data-data sekunder PG Madukismo beserta studi
pustakanya.
Berdasarkan kegiatan manajemen tebang angkut tebu yang dilakukan di
lapangan, diperoleh data kehilangan hasil panen dan persentase kotoran tebu.
Kehilangan hasil panen tersebut diukur dari tebu tertinggal di lahan yang berupa
tunggul/tunggak. Hasil yang diperoleh adalah kehilangan hasil panen pada tebu
tertinggal di lahan daerah Bantul lebih besar dibandingkan dengan daerah

iii

Purworejo. Kehilangan hasil tebu pada saat tebang angkut berpengaruh pada
tingkat produktivitas gula yang dihasilkan. Hal lain yang berpengaruh pada
produktivitas gula dan tingginya nilai rendemen adalah kadar kotoran/trash pada
tebu siap giling. Persentase kotoran tebu di PG Madukismo masih di bawah batas
toleransi. Pelaksanaan tebang harus memperhatikan tingkat kebersihan dan
kesegaran tebu agar tebu layak giling yang diangkut ke pabrik memiliki
kandungan gula tinggi dan kotoran tidak banyak.
Suatu sistem penebangan yang tepat harus mempertimbangkan segi
kapasitas giling pabrik, kemasakan optimal, keadaan tanaman, kondisi areal,
cuaca dan iklim, jumlah tenaga dan alat angkut. Manajemen tebang angkut adalah
kegiatan dalam mengatur dan menempatkan hal-hal yang berkaitan dengan panen
dan tebang angkut sesuai dengan standar. Manajemen tebang angkut harus
dilakukan sesuai dengan standar-standar yang telah ditetapkan. Keberhasilan
pemanenan ditentukan oleh manajemen tebang angkut yang baik dan kemampuan
divisi tebang angkut dalam mengelola semua kegiatan tebang angkut dan
mengatasi semua permasalahan yang ada di lapangan.

iv

PENGELOLAAN TANAMAN TEBU
(Saccharum officinarum. L) DI PG MADUKISMO PT MADUBARU
YOGYAKARTA DENGAN ASPEK KHUSUS MANAJEMEN TEBANG
ANGKUT TEBU

Skripsi sebagai salah satu syarat
untuk memperoleh gelar Sarjana Pertanian
pada Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

DINDA RIZKI AMALIA
A24080161

DEPARTEMEN AGRONOMI DAN HORTIKULTURA
FAKULTAS PERTANIAN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2012

v

Judul

: PENGELOLAAN TANAMAN TEBU (Saccharum
officinarum. L) DI PG MADUKISMO PT
MADUBARU YOGYAKARTA DENGAN ASPEK
KHUSUS MANAJEMEN TEBANG ANGKUT TEBU

Nama

: DINDA RIZKI AMALIA

NRP

: A24080161

Menyetujui,
Pembimbing

Dr. Ir. Purwono, MS
NIP. 19580922 198203 1 001

Mengetahui,
Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura
Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor

Dr. Ir. Agus Purwito, MSc.Agr
NIP. 19611101 198703 1 003

Tanggal Lulus : . . . . .

vi

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Kota Sidendreng Rappang Makasar, Provinsi
Sulawesi Selatan pada tanggal 13 Agustus 1990. Penulis merupakan anak kedua
dari Bapak Didi Ruswandi dan Ibu Sundari.
Tahun 1995 penulis mengawali masa sekolah di TK/RA Yapisal Cianjur,
kemudian pada tahun 2001 penulis menyelesaikan studi di SD Ibu Dewi 1
Cianjur. Selanjutnya penulis lulus dari SLTPN 1 Warungkondang Cianjur pada
tahun 2005. Tahun 2008 penulis menyelesaikan studi di SMAN 1 Cilaku Cianjur
kemudian penulis di terima di IPB melalui jalur SNMPTN. Selanjutnya tahun
2009 penulis di terima sebagai mahasiswa Departemen Agronomi dan
Hortikultura, Fakultas Pertanian.
Selama menjadi mahasiswa pemulis aktif di berbagai organisasi
mahasiswa dan kegiatan kepanitian. Penulis adalah anggota OMDA HIMAT
(Organisasi Mahasiswa Daerah Himpunan Mahasiswa Cianjur). Tahun 2009/2010
menjabat sebagai Bendahara II Himagron (Himpunan Mahasiswa Agronomi dan
Hortikultura. Selain itu penulis menjabat sebagai staff PSDM Koperasi
Agrohotplate AGH pada periode 2009/2010 -2010/2011. Penulis juga mengikuti
beberapa kepanitiaan seperti staff Sponsorship IAC, CO Sponsorship AGS 2, staff
Logstran Festa (Festival Tanaman) dan Tegar (Temu Keluarga Alumni AGH).

vii

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmatNya penulis dapat

menyelesaikan penyusunan tugas akhir skripsi

kegiatan

magang yang berjudul “Pengelolaan Tanaman Tebu (Saccharum officinarum.
L) di PG Madukismo PT Madubaru Yogyakarta dengan Aspek Khusus
Manajemen Tebang Angkut Tebu”.Ucapan terima kasih penulis ucapkan
kepada semua pihak yang membantu dalam penyelesaian kegiatan ini.
1. Ayah dan Ibu tercinta yang selalu mendoakan dan memberikan yang
terbaik untuk anak kebanggaannya serta kakak dan adik-adikku yang
senantiasa memberikan dukungan dan semangat selama ini.
2. Dr. Ir. Purwono MS. selaku dosen pembimbing skripsi yang telah
memberikan nasehat dan saran selama bimbingan.
3. Dr. Dwi Guntoro, M.Si dan Dr. Ir. Herdhata Agusta, MS. sebagai dosen
penguji ujian yang telah memberikan saran.
4. Dr. Ir. Trykoesoemaningtyas, MSc. selaku dosen pembimbing akademik
yang telah mengarahkan selama program studi serta membantu dalam
keperluan beasiswa.
5. Direksi PG Madukismo PT Madubaru yang telah memberi izin magang.
6. Ir. Nugroho selaku jajaran Direktur PG Madukismo PT Madubaru.
7. Syaeful Anam SP. MM. Selaku kepala Bina Sarana Tani yang telah
membimbing baik secara teori maupun secara praktik di lapang selama
magang.
8. Pak Ponido dan Bu Ponido sebagai bapak dan ibu kos selama di lokasi
magang.
9. Dini Rosdianingsih dan Ahmad Hanif Fadil sebagai Partner satu
bimbingan yang telah menemani dan sama-sama berjuang dalam tugas
akhir ini.
10. Farmita, Ratih, Pipit, Hesti, dan Alma sebagai sahabat yang selalu
memberi semangat untuk menyelesaikan skripsi.

viii

11. Muhamad Ismail sebagai seseorang yang menjadi penyemangat dan
motivator serta memberikan saran-saran yang membangun dalam
penyelesaian skripsi.
Penulis merasa masih banyak terdapat kekurangan baik pada teknis
penulisan maupun materi dalam penyusunan laporan skripsi ini. Penulis berharap
dengan tulisan skripsi ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan dan semoga
Allah memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan
bantuan dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa
Robbal „Alamiin.

Bogor, November 2012

Penulis

ix

DAFTAR ISI
Halaman
DAFTAR TABEL .......................................................................................

x

DAFTAR GAMBAR ..................................................................................

xi

DAFTAR LAMPIRAN ...............................................................................

xii

PENDAHULUAN ......................................................................................
Latar Belakang ................................................................................
Tujuan .............................................................................................

1
1
2

TINJAUAN PUSTAKA .............................................................................
Syarat Tumbuh Tanaman Tebu .......................................................
Proses Pemasakan Tanaman Tebu ..................................................
Tebang Angkut Tanaman Tebu .......................................................
Trash/kotoran dan Tebu Tertinggal ................................................

3
3
3
4
5

METODE MAGANG .................................................................................
Waktu dan Tempat ..........................................................................
Metode Pelaksanaan ........................................................................
Pengumpulan Data ..........................................................................
Analisis Data ...................................................................................

6
6
6
7
8

KEADAAN UMUM PERUSAHAAN .......................................................
Sejarah Singkat Perusahaan ............................................................
Visi dan Misi Perusahaan ................................................................
Letak Geografi ................................................................................
Keadaan Iklim dan Tanah ...............................................................
Luas Areal dan Wilayah Kerja ........................................................
Struktur Organisasi dan Ketenagakerjaan Perusahaan ....................
Keadaan Tanaman dan Produksi .....................................................

9
9
11
11
12
13
13
17

PELAKSANAAN KEGIATAN MAGANG ..............................................
Aspek Teknis ...................................................................................
Aspek Manajerial ............................................................................
Pengolahan Hasil Tebu ...................................................................

20
20
42
44

HASIL DAN PEMBAHASAN ...................................................................
Pola Kemitraan Pabrik Gula dengan Petani ....................................
Manajemen Tebang Angkut ............................................................
Sumber Daya Manusia (SDM) ........................................................
Kehilangan Hasil Tebu di Areal Lahan ...........................................
Kadar Kotoran/ Trash .....................................................................
Pengaruh Curah Hujan ....................................................................

50
50
51
60
60
63
64

KESIMPULAN DAN SARAN ...................................................................
Kesimpulan .....................................................................................
Saran ................................................................................................

66
66
67

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................

68

x

DAFTAR TABEL
Nomor

Halaman

1. Daftar luas areal tebu rakyat kerjasama di PG Madukismo .......................

12

2. Daftar luas areal tebu rakyat kerjasama binaan di PG Madukismo ...........

13

3. Jadwal jam kerja khusus mandor ...............................................................

17

4. Produksi PG Madukismo lima tahun terakhir ............................................

18

5. Varietas yang dikembangkan PG Madukismo ...........................................

18

6. Standar mutu bibit tebu ..............................................................................

26

7. Kesesuaian varietas terhadap tipologi wilayah. .........................................

27

8. Aplikasi jenis dan herbisida musim tanam 2011/2012. .............................

31

9. Data Gulma Dominan di Wilayah PG Madukismo....................................

31

10. Asumsi perhitungan skor tebang ................................................................

56

11. Rata-rata kehilangan hasil panen di wilayah Purworejo ............................

61

12. Rata-rata kehilangan hasil panen di wilayah Bantul ..................................

61

13. Hasil Uji t-student kehilangan hasil panen tebu pada dua wilayah ............

62

14. Hasil konversi kehilangan hasil panen tebu ...............................................

63

15. Koreksi kotoran pada tebu yang akan digiling ...........................................

64

16. Persentase kotoran tebu yang akan digiling ...............................................

64

17. Hasil uji korelasi curah hujan terhadap produktivitas tebu, rendemen,
dan produksi hablur. ..................................................................................

65

xi

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Halaman

1. Lahan yang telah diolah. ............................................................................

20

2. Got mujur ...................................................................................................

22

3. Tebang bibit ...............................................................................................

24

4. Angkut bibit yang sudah dipanen ...............................................................

24

5. Pengklentekan bibit tebu ............................................................................

25

6. Pemotongan bibit bagal ..............................................................................

25

7. Penanaman secara over lapping .................................................................

28

8. Penutupan bibit ..........................................................................................

28

9. Bibit tebu dederan ......................................................................................

29

10. Pemupukan madros ....................................................................................

30

11. Hama uret ( Lepidiota stigma F. ) ..............................................................

33

12. Hama penggerek pucuk tebu ......................................................................

34

13. Pemasangan pias ........................................................................................

34

14. Hama penggerek batang tebu .....................................................................

35

15. Kegiatan budidaya tanaman keprasan ........................................................

36

16. Tebu tertinggal di lahan berupa tunggak. ...................................................

40

17. Alur tebang angkut tebu .............................................................................

60

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Halaman

1. Jurnal harian kegiatan magang di PT Madubaru PG Madukismo ..............

71

2. Analisis usahatani tanaman pertama (PC) ..................................................

79

3. Data curah hujan PG Madukismo ...............................................................

80

4. Peta wilayah kerja PT Madubaru PG Madukismo bagian Sleman ............

81

5. Peta wilayah kerja PT Madubaru PG Madukismo bagian Bantul...............

82

6. Peta wilayah kerja PT Madubaru PG Madukismo bagian Kulon Progo .....

83

7. Peta wilayah kerja PT Madubaru PG Madukismo bagian Purworejo.........

84

8. Peta wilayah kerja PT Madubaru PG Madukismo bagian Magelang .........

85

9. Struktur organisasi di PT Madubaru PG Madukismo .................................

86

1

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Tebu adalah salah satu bahan utama dari gula sedangkan gula merupakan
bagian dari komoditas sembilan bahan kebutuhan pokok. Kebutuhan gula nasional
diperkirakan mencapai 5.7 juta ton di tahun 2014. Sementara itu, produksi gula
nasional dua tahun terakhir masing-masing tahun 2009 sebesar 2.6 juta ton dan
tahun 2010 sebesar 2.29 juta ton. Upaya program swasembada gula nasional
dilakukan untuk memenuhi kebutuhan gula tersebut. Salah satu misi untuk
mencapai swasembada gula nasional adalah dengan cara revitalisasi sektor onfarm yaitu perluasan areal dan peningkatan produktivitas gula. Salah satu cara
peningkatan produktivitas gula ialah menerapkan sistem budidaya tanaman tebu
yang baik dan benar (Ditjenbun, 2011).
Sistem budidaya tanaman tebu yang baik dan benar memperhatikan segala
aspek mulai dari pemilihan varietas yang unggul, pemeliharaan tanaman tebu
yang intensif hingga prosedur penebangan yang sesuai jadwal. Adapun tahapan
teknik budidaya tanaman tebu yang dilakukan ialah mulai dari persiapan lahan,
pemeliharaan tanaman seperti pemupukan, pengendalian hama dan penyakit,
pengendalian gulma, pengklentekan dan lain sebagainya tebu hingga masuk ke
tahap panen.
Kegiatan teknik budidaya tanaman tebu yang sangat berpengaruh terhadap
nilai kualitas dan kuantitas tebu salah satunya adalah pada saat tebang angkut.
Dalam menentukan manajemen tebang angkut yang baik, pihak manajemen perlu
menentukan dan memperhitungkan areal dan luasan yang hendak ditebang sesuai
perkiraan produktivitasnya hingga memenuhi target giling di pabrik. Manajemen
tebang angkut yang dilakukan dengan tepat dan baik akan menghasilkan tebu
manis, bersih, dan segar (MBS).
Hubungan koordinasi antara produksi tebu per hektar di lapangan dengan
kapasitas giling di pabrik merupakan kunci utama dalam menjaga kualitas dan
keberlanjutan produksi gula. Kegiatan giling tebu akan optimal dan efisien jika
jumlah tebu yang dikirim memenuhi kapasitas giling yang diharapkan. Selama
musim giling, pengelolaan tebang angkut harus ada di dalam satu tangan dengan

2

pengelolaan pabrik atau paling sedikit ada di bawah satu komando sehingga
penyediaan tebu atau jumlah tebu yang ditebang sesuai dengan kebutuhan pabrik.
Kesulitan dalam penebangan/pengangkutan yang akan menyebabkan tertundanya
tebu giling atau kekurangan tebu harus segera diinformasikan pada pengelola
sehingga dapat segera diambil jalan pengamanan (P3GI, 2008). Oleh karena itu
manajemen tebang angkut tebu harus benar-benar diperhatikan.

Tujuan
Tujuan dari kegiatan magang ini terdiri dari tujuan umum dan tujuan
khusus. Secara umum kegiatan magang ini bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan penulis dalam setiap aspek teknis budidaya dan
manajemen di perkebunan tebu. Secara khusus kegiatan magang ini bertujuan
untuk mempelajari manajemen tebang angkut tebu yang baik dan benar di PG
Madukismo.

3

TINJAUAN PUSTAKA

Syarat Tumbuh Tanaman Tebu
Keberhasilan penyesuaian budidaya tebu ditentukan oleh kesesuaian tebu
terhadap kondisi iklim, kesesuaian tebu terhadap kesuburan tanah, kesesuaian
pengelolaan tebu dengan topografi, kesesuaian pengelolaan tebu berdasarkan
keterbatasan tenaga sehingga mengharuskan penerapan peralatan mekanisasi dan
kesesuaian tebu menuju pertanian berkelanjutan. Curah hujan bulanan ideal untuk
pertanaman tebu adalah 200 mm/bulan pada 5-6 bulan berturut-turut, 125
mm/bulan pada dua bulan transisi dan kurang 75 mm/bulan pada 4-5 bulan
berturut-turut. Menurut tipe iklim Oldeman, zona yang terbaik untuk tanaman
tebu adalah tipe iklim C2 dan C3.
Lahan kering umumnya memiliki tingkat kesuburan relatif rendah.
Kebanyakan pengembangannya dilakukan pada daerah dengan topografi tidak
rata, peka terhadap erosi dan kerusakan lainnya. Titik kritis dari pengelolaan tebu
lahan kering yaitu kondisi kekeringan yang kelak akan berdampak terhadap
penurunan produksi tebu per hektar, terutama pada fase pembentukan gula
maupun fase pematangan. Kondisi tersebut berdampak terhadap penurunan
produktivitas gula persatuan luas secara signifikan meskipun secara kuantitas
rendemen (kandungan gula persatuan bobot tebu) meningkat (Irianto, 2003).
Proses Pemasakan Tanaman Tebu
Proses pemasakan tebu merupakan proses yang berjalan dari ruas ke ruas.
Tingkat kemasakannya tergantung pada ruas yang bersangkutan. Tebu yang sudah
mencapai umur masak, keadaan kadar gula di sepanjang batang seragam kecuali
beberapa ruas di bagian pucuk dan pangkal batang. Panen dilakukan dengan cara
ditebang. Usahakan agar tebu di tebang saat rendemen pada posisi optimal yaitu
umur sekitar 10 bulan atau tergantung jenis tebu (Suwarto, 2010). Gula terbentuk
pada fase pemasakan hingga titik optimal, kurang lebih terjadi pada bulan
Agustus. Proses pemasakan tebu berjalan dari ruas ke ruas tetapi derajat
kemasakannya setiap ruas memiliki sifat tersendiri sesuai dengan umurnya. Ini

4

berarti pada tanaman tebu yang masih muda, ruas-ruas bagian bawah mengandung
kadar gula yang relatif tinggi daripada bagian atasnya. Pada umumnya tebu masak
pada umur 12-16 bulan (Notojoewono, 1981).
Masa pemasakan tebu adalah suatu gejala bahwa pada akhir dari
pertumbuhannya terdapat timbunan sukrosa di dalam batang tebu. Pelaksanaan
tebang yang tampaknya belum cukup siap dalam segi teknis dan pengelolaannya
cenderung mengakibatkan semakin merosotnya mutu tebangan. Hal itu dapat
merugikan petani maupun proses pengolahan di pabrik (Adisasmito,1984).
Analisis tingkat kemasakan tebu dilaksanakan terus menerus selama tahun giling
dan beberapa bulan sebelumnya. Perubahan tingkat kemasakan tebu dapat
diketahui dari data hasil analisis tebu dari berbagai areal yang pengambilan
contohnya ditentukan dari peta tanaman (Moerdokusumo, 1993).
Tebang dan Angkut Tanaman Tebu
Pola penebangan yang baik adalah: 1) penebangan disesuaikan dengan
pola tebang, 2) di dalam surat pengiriman tebu harus dicantumkan nama kebun,
golongan tanaman, luas lahan, nomor kontrak, dan nama ketua kelompok, 3) di
dalam satu kebun, pada waktu bersamaan tidak boleh lebih dari dua monster vak
yang ditebang, 4) tiap monster vak yang ditebang dalam satu hari usahakan
minimal terdapat delapan lori dalam satu deretan, 5) penulisan data tebu harus
benar (Nitiadiwidjojo, 1984).
Sistem tebangan berhubungan dengan cara-cara praktis di lapang untuk
memanen tebu. Pelaksanaan sistem tebang, muat, angkut dapat dipengaruhi oleh
beberapa faktor terutama dalam penentuan jadwal tebang (T-Score) yang meliputi
masa tanam, selisih harkat kemurnian bawah dan harkat kemurnian atas,
rendemen rata-rata, selisih antara rendemen atas dan bawah, faktor kemasakan,
koefisien peningkatan, koefisien daya tahan, hama penggerek pucuk, kondisi
tanaman, dan jarak. Layout kebun, prasarana (kondisi jalan, jembatan), topografi,
iklim dan cuaca, dan peralatan penanggulangan kebakaran menentukan sistem
tebangan yang akan digunakan (Supatma, 2008).

5

Trash/kotoran dan Tebu Tertinggal
Kebersihan tebu hasil pemanenan sangat berperan penting terhadap nilai
rendemen. Semakin besar persentase kotoran yang terdapat pada tebu yang akan
digiling maka rendemen yang dihasilkan akan menurun.Trash/kotoran adalah
segala sesuatu yang tidak mengandung gula yang melekat pada tanaman tebu.
Beberapa hal yang termasuk ke dalam Trash/kotoran meliputi kelaras (kelopak
daun) daun kering/hijau, sogolan yang kurang dari 1.5 m, pucuk, akar, tali ikat,
dan tebu mati. Trash/kotoran dinyatakan dengan nilai EM (Extraneous Matter)
yaitu persentase dari bobot kotoran dibanding dengan bobot tebu. Berdasarkan
kriteria di lapangan dinyatakan tebu bersih bila EM

Dokumen yang terkait

Pengelolaan Tanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) di PG Madukismo PT Madubaru Yogyakarta dengan Aspek Khusus Manajemen Tebang Angkut Tebu.