Sistem Pengawasan Intern Terhadap Aktiva Tetap Pada PT. Bank Tabungan Negara, Tbk Cabang Medan

TUGAS AKHIR

SISTEM PENGAWASAN INTERN TERHADAP AKTIVA TETAP PADA PT.
BANK TABUNGAN NEGARA, Tbk CABANG MEDAN
Oleh

ZULFADLI LUBIS
082102017

PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum.wr.wb
Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat ALLAH SWT, yang
telah memberikan rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan
tugas akhir ini dengan baik.
Tugas akhir ini di buat dengan tujuan untuk melengkapi salah satu syarat
dalam menyelesaikan perkuliahan pada jurusan Akuntansi Program Diploma III
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
Pada kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada pihakpihak yang memberikan bantuan, bimbingan, saran-saran, serta orang tua saya
Drs. Sakti Fadjar Lubis dan, Guslaini Pulungan yang selalu memberi semangat,
dorongan dan kasih sayang kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas
akhir ini dengan baik dan tepat pada waktunya.
Tanpa melupakan pihak-pihak yang telah mendukung dan membantu
penulis selama proses pembuatan skripsi minor ini penulis mengungkapkan
banyak terima kasih kepada :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Rustam, M.Si, Ak selaku ketua Program studi Diploma III
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

3. Bapak Drs. Chairul Nazwar, M.Si, Ak selaku sekretaris program studi
Diploma III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dan
sebagai dosen pembimbing mata kuliah tugas akhir.
4. Seluruh dosen dan pegawai Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
5. Abang Muhammad Mabin lubis, kakak Heliyani Lubis, kakak Syaripah Lubis
yang selalu memberi dorongan semangat dan meteri.
6. Pada kawan terbaik saya Kurnia Rahmadhani Ptr Nst karena tanpa kamu
mustahil tugas akhir aku siap.
7. Kepada gandak saya yang tercinta Anggie Nst yang memberi semangat, doa,
dan waktu.
8. Seluruh kawan – kawan HMD D3 Akuntansi yang tidak dapat disebutkan
namanya satu persatu, terima kasih buat masukan dan ilmu yang telah
diberikan.
Mudah-mudahan ALLAH SWT, memberikan balasan atas kebaikan yang
diberikan kepada penulis akhirnya dari hasil penulisan dalam bentuk tugas akhir
ini penulis berharap dapat bermanfaat bagi kita semua semoga kita selalu di jalan
yang diridhoi ALLAH SWT, Amin.
Medan,

Juli 2011

Penulis,

( Zulfadli Lubis )

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN TUGAS AKHIR
KATA PENGANTAR......................................................................................

i

DAFTAR ISI...................................................................................................

iii

BAB I

PENDAHULUAN
A. Alasan Pemilihan Judul

…………………………………

1

B. Perumusan Masalah ................................................................

4

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian ……………………………….

5

D. Metode Penelitian

6

E.
BAB II

…...........................................................

Sistematika Pembahasan

…...............................................

7

PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), Tbk CABANG
MEDAN
A. Sejarah Ringkas Perusahaan ……………………………….....

8

B. Struktur Organisasi Perusahaan ……………………………...

10

C. Uraian Tugas (Job Description

11

D. Kinerja Kegiatan Terkini

……….........................

...................................................

16

BAB III PEMBAHASAN
A. Pengertian Aktiva Tetap

…………………….................... 18

B. Jenis – jenis Aktiva Tetap

…… ………………………….... 20

C. Perolehan Aktiva Tetap

....................................................... 23

Universitas Sumatera Utara

D. Metode Penyusutan Aktiva Tetap ……………………. ……... 28

BAB IV

E.

Penarikan Aktiva Tetap

………………………………… 33

F.

Pengawasan Internal Aktiva Tetap

………………………... 36

PENUTUP
A. Kesimpulan

............................................................................ 44

B. Saran ........................................................................................ 45
DARTAR PUSTAKA

...........................................................................

46

LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

A. Alasan Pemilihan Judul
Secara umum, tujuan utama sebuah perusahaan adalah untuk memperoleh
laba (profit). Selanjutnya laba tersebut digunakan untuk menjamin kesinambungan
usaha (continue), untuk meningkatkan pertumbuhan usaha (growth), serta untuk
mempertahankan kelangsungan usaha (survival). Perusahaan yang memenuhi hal
di atas dapat digolongkan sebagai perusahaan yang makmur. Kemakmuran
perusahaan dapat tercapai apabila kinerja perusahaan meningkat dan perusahaan
menujukkan perubahan ke arah yang lebih baik.
Salah satu penunjang yang penting dalam menjalankan kegiatan
operasional perusahaan adalah aktiva tetap yang dimiliki perusahaan. Contohnya,
perusahaan tidak akan dapat menjalankan kegiatan usahanya apabila tidak
memiliki gedung dan kendaraan. Aktiva tetap (plant assets) adalah sumber daya
yang memiliki tiga karakteristik: memiliki bentuk fisik (bentuk dan ukuran yang
jelas), digunakan dalam kegiatan operasional, dan tidak untuk dijual ke konsumen.
Nilainya relatif materil dengan umur pakai lebih dari satu tahun. Aset ini biasa
dinamakan dengan property, pabrik, dan peralatan (property, plant, and
equipment); atau aktiva tetap (plant assets). Aktiva dalam kelompok ini
diharapkan dapat memberikan manfaat lebih dari satu tahun bagi perusahaan.
Kecuali tanah, aktiva tetap memiliki nilai yang semakin menurun seiring dengan
berkurang masa manfaatnya.

Universitas Sumatera Utara

Dari segi akuntansi , aktiva tetap dapat diperoleh dengan berbagai cara
salah satunya adalah dengan cara membeli aktiva tetap baik secara tunai ataupun
kredit. Aktiva tetap mempunyai harga perolehan yang meliputi harga pembelian
ditambah dengan pengorbanan lain-lain sehubungan dengan perolehan aktiva
tetap tersebut ampai dengan aktiva tetap tersebut siap digunakan. Dalam masa
penggunaan aktiva tetap, dilakukan pencatatan penyusutan untuk mengalokasikan
harga pokok aktiva tetap secara sistematis dan rasional. Selain itu aktiva tetap juga
memerlukan biaya pemeliharaan dan biaya untuk memperbaiki aktiva tetap yang
mengalami kerusakan. Pengeluaran- pengeluaran seperti itu harus diperhatikan
untuk dibebankan sebagai biaya dalam pencatatan akuntansi berkaitan dengan
penilaian aktiva tersebut.
Bila kita perhatikan dalam laporan keuangan perusahaan, aktiva tetap
memiliki jumlah dana yang relatif besar, oleh karena itu perlu dibuat suatu
penilaian khusus dari sudut akuntansi. Untuk menginvestasikan dana dalam
bentuk aktiva tetap, perusahaan harus terlebih dahulu memiliki pertimbangan dan
perencanaan yang baik, karena pengembalian dana yang telah diinvestasikan
tersebut membutuhkan jangka waktu yang cukup lama.
Seluruh aktiva tetap milik perusahaan memerlukan biaya perawatan dan
pemeliharan agar dapat digunakan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan rencana.
Pengeluaran- pengeluaran guna pemeliharaan dan perawatan aktiva tetap tersebut
dapat menambah masa manfaat aktiva tetap, meningkatkan kapasitas, dan
meningkatkan mutu produksinya. Aktiva tetap sangat berpengaruh tehadap

Universitas Sumatera Utara

berbagai kegiatan operasional perusahaan demi tercapainya efisiensi dan
efektivitas kegiatan operasional yang mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
Oleh karena itu, diperlukan pengendalian dan pengawasan internal yang
begitu besar terhadap aktiva tetap.
Pengendalian dan pengawasan tersebut dilakukan untuk melindungi aktiva
dari pencurian, penggelapan, penyalahgunaan, atau penempatan aktiva pada lokasi
yang tidak tepat. Dalam hal ini, pengawasan terhadap aktiva tetap merupakan hal
yang sangat penting untuk diperhatikan oleh perusahaan, sebab jika terdapat
kesalahan pengelolaan aktiva karena kurangnya perhatian dari perusahaan akan
membawa pengaruh pada kegiatan ekonomi dan juga merugikan perusahaan.
Sebaliknya, apabila pengawasan terhadap aktiva dilaksanakan dengan baik
akan memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan. Kebenaran aktiva tetap
harus dipertanggung jawabkan, dipergunakan secara efektif ekonomis dan efisien.
Demikian juga pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang
Medan, sebagai sebuah perusahaan perbankan sudah tentu memiliki aktiva tetap
relative besar, tentunya memerlukan pengawasan yang baik agar aktiva tetapnya
terkelola dan terpelihara dengan baik. Aktiva tetap memiliki peranan penting
sebagai penunjang kegiatannya untuk memberikan pelayanan dalam bidang
pelayanan dalam bidang perbankan terhadap seluruh pihak dapat berjalan dengan
baik.

Universitas Sumatera Utara

Melihat begitu besarnya pengaruh pengawasan aktiva tetap terhadap
perusahaan seperti yang telah dikemukakan diatas, maka penulis berkeinginan
untuk membahasnya lebih lanjut dalam bentuk penulisan Tugas Akhir dengan
judul : “Sistem Pengawasan Internal Aktiva Tetap Pada PT. Bank Tabungan
Negara (Persero), Tbk Cabang Medan.

B. Perumusan Masalah
Pengawasan internal atas aktiva tetap berbeda di setiap perusahaan, baik
perusahaan besar atau kecil sekalipun, baik perusahaan dagang ataupun jasa,
karena masing-masing perusahaan mempunyai cara pencatatan yang berbeda
sesuai dengan kebutuhan perusahaan. Dalam hal ini yang ingin diketahui adalah
apakah pengawasan dalam perusahaan tersebut telah dilakukan dengan “benar”
atau tidak. Oleh karena itu penulis berkeinginan untuk membahas pengawasan
yang berkaitan dengan aktiva tetap di PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk
Cabang Medan, yaitu : “Apakah Pengawasan Internal Aktiva Tetap pada PT.
Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan sudah diterapkan
dengan baik?”

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan penelitian
Tujuan merupakan hasil akhir yang ingin dicapai. Adapun tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengawasan internal aktiva

Universitas Sumatera Utara

tetap pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan sudah
diterapkan dengan baik.
2. Manfaat penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah:
a. Bagi perusahaan
Sebagai bahan masukan dan pertimbangan

menentukan kebijakan

dalam pengawasan intern terhadap aktiva tetap pada masa yang akan
datang dari beberapa literature yang diuraikan beserta saran-saran yang
diberikan oleh penulis.
b. Bagi penulis
Sebagai bahan masukan kepada penulis agar dapat mengetahui secara
langsung mengenai pengawasan intern terhadap aktiva tetap di PT. Bank
Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan dan dapat menambah
ilmu pengetahuan peneliti, serta dapat mengaplikasikan teori-teori yang
didapat dari perkuliahan dengan sebenarnya.
c. Bagi pembaca
Sebagai bahan masukan dan pertimbangan yang

nantinya dapat

bermanfaat sebagai referensi bagi rekan- rekan mahasiswa dalam membuat
paper ditahun-tahun mendatang yang berkaitan dengan pengawasan intern
terhadap aktiva tetap
.
D. Metode Penelitian

Universitas Sumatera Utara

Dalam memperoleh data dan keterangan-keterangan yang diperlukan dalam
penyusunan paper ini, melalui metode:
1. Sumber data
a. Data primer, merupakan data yang diperoleh langsung dari perusahaan
yang berhubungan dengan objek penelitian.
b. Data sekunder, merupakan data yang diperoleh dari sumber lain yang
mendukung data primer.
2. Metode pengumpulan data
a. Penelitian kepustakaan (library research)
Yaitu penelitian yang melakukan dengan cara mengumpulkan bahan-bahan
dan keterangan yang dibutuhkan berdasarkan buku-buku, catatan ilmiah
serta tulisan ilmiah yang mempunyai hubungan dengan paper yang disusun
ini.
b. Penelitian lapangan (field research)
Yaitu penelitian yang langsung dilakukan perorangan atau objek yang
diteliti.
3. Teknik pengumpulan data
a. Interview, yaitu melakukan tanya jawab langsung kepada pihak yang
berwenang untuk memperoleh data tentang sistem pengawasan intern
terhadap aktiva tetap.
b. Observasi, yaitu suatu studi yang dilakukan dengan jalan
mengadakan pengamatan ke objek penelitian secara langsung.

Universitas Sumatera Utara

E. Sistematika Pembahasan
Untuk mempermudah dalam penulisan paper ini, penulis memmbuat
sistematika pembahasan dalam 4 (empat) bab. Setiap bab dibagi atas beberapa
sub-sub bab yang sesuai dengan kebutuhan penulis.
BAB I

:

PENDAHULUAN
Dalam bab ini penulis menguraikan tentang alasan
pemilihan judul, perumusan masalah, tujuan dan manfaat
penelitian, metode penelitian dan sistematika pembahasan.

BAB II

:

PT. BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), Tbk
CABANG MEDAN
Pada bab ini menguraikan sejarah ringkas PT. Bank
Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan, struktur
organisasi perusahaan, Job Description, Kinerja Kegiatan
terkini.

BAB III :

PEMBAHASAN
Bab ini berisikan teori yang menjelaskan tentang pengertian
aktiva tetap dan jenis – jenisnya, cara perolehan aktiva
tetap, dan metode penyusutannya, penggantian aktiva tetap,
serta pengawasan intern aktiva tetap.

BAB IV

: PENUTUP

Universitas Sumatera Utara

Pada bab akhir ini, penulis akan memberikan kesimpulan
dan saran dari penelitian yang telah dilaksanakan di PT
Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan

Universitas Sumatera Utara

BAB II
PT BANK TABUNGAN NEGARA (PERSERO), Tbk CABANG MEDAN

A. Sejarah Ringkas Perusahaan
Dengan maksud mendidik masyarakat agar gemar menabung, pemerintah
Hindia belanda melakukan Koninkljik Besluit no. 27 tanggal 16 Oktober 1897
mendirikan Posts Paar Bank, yang kemudian terus hidup dan berkembang hingga
tahun 1939.
Pada tahun 1940 kegiatannya terganggu, sebagai akibat penyerbuan Jerman
atas Netherland yang mengakibatkan penarikan tabungan besar-besaran dalam
waktu yang relatif singkat (rush). Namun kemudian keadaannya keuangan Posts
Paar Bank pulih kembali pada tahun 1941. Tahun 1942, Hindia belanda menyerah
tanpa syarat kepada Pemerintah Jepang. Jepang membekukan kegiatan Posts Paar
Bank dan mendirikan Tyokin Kyoku yang bertujuan untuk menarik dana dari
masyarakat melalui tabungan.
Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945 telah memberikan inspirasi
kepada Bapak Darmosoetanto untuk memprakarsai pengambilalihan Tyokin
Kyoku dari pemerintah Jepang ke pemerintah RI dan terjadilah penggantian nama
menjadi Kantor Tabungan Pos.
Tugas pertamanya adalah melakukan penukaran mata uang Jepang dengan
ORI, tetapi kegiatannya tidak berumur panjang karena agresi belanda (Desember

Universitas Sumatera Utara

1946) sampai tahun 1949. Kantor Tabungan Pos dibuka kembali tahun 1949, dan
nama Kantor Tabungan Pos diganti menjadi Bank Tabungan RI.
Tanggal 9 Februari 1950 , hal yang terpenting bagi sejarah Bank Tabungan
Negara (BTN) adalah dikeluarkannya UU darurat No. 9 Tahun 1950 yang
mengubah nama “Posts Paar Bank Indonesia” berdasarkan Staasbalt No. 295
Tahun 1941 menjadi Bank Tabungan Pos dan memindahkan induk kementrian
keuangan dibawah menteri urusan Bank Central. Tanggal 9 Februari 1950
ditetapkan sebagai hari dan tanggal BTN. Nama Bank Tabungan Pos menurut UU
darurat tersebut dikukuhkan dengan UU No. 36 Tahun 1953. Perubahan nama dari
Bank Tabungan Pos menjadi BTN didasarkan pada Perpu No.4 Tahun 1964
tanggal 23 Juni 1963 yang kemudian dikuatkan dengan UU No. 2 Tahun 1964
tanggal 25 Mei 1964.
Penegasan status BTN sebagai Bank Tabungan milik negara ditetapkan
dengan UU No. 20 tahun 1968 tanggal 19 Desember 1968 yang sebelumnya
(sejak tahun 1964) BTN menjadi BNI unit V (lima). Jika tugas utama saat
pendirian Posts Paar Bank (1897) sampai dengan BTN (1968) adalah bergerak
dalam lingkup perhimpunan dana masyarakat melalui tabungan, maka sejak tahun
1974 BTN ditambah tugasnya yaitu memberikan pelayanan KPR dan untuk
pertamakalinya penyaluran KPR terjadi pada tanggal 10 Desember yang
diperinganti sebagai hari KPR bagi BTN.
Bentuk hukum BTN mengalami perubahan lagi pada tahun 1992 yaitu
dengan dikeluarkannya PP No. 24 tahun 1992 tanggan 29 April 1992 yang

Universitas Sumatera Utara

merupakan pelaksanaan dari UU No. 7 Tahun 1992 bentuk hukum Bank
Tabungan Negara berubah menjadi Perseroan. Sejak nama Bank Tabungan
Negara menjadi PT. Bank Tabungan Negara (Persero) dengan call name Bank
BTN (Persero). Berdasarkan kajian konsultan independent, Price Water House
Coopers,

pemerintah melalui

menteri BUMN dalam

surat

No.

5 –

544/MMBU/2002 memutuskan Bank BTN (Persero) sebagai Bank umum dengan
fokus bisnis pembiayaan perumahan tanpa subsidi.
Visi :
Menjadi bank yang terkemuka dalam pembiayaan perumahan
Misi :
1. Memberikan pelayanan unggul dalam pembiayaan perumahan dan
industri terkait, pembiayaan konsumsi dan usaha kecil menengah.
2. Meningkatkan keunggulan kompetitif melalui inovasi pengembangan
produk, jasa, dan jaringan strategis berbasis teknologi terkini.
3. Menyiapkan dan mengembangkan Human Capital yang berkualitas,
profesional, dan memiliki integritas tinggi.
4. Melaksanakan manajemen perbankan yang sesuai dengan prinsip
kehati-hatian dan good corporate governance untuk meningkatkan
Shareholder Value.
5. Mempedulikan kepentingan masyarakat dan lingkungannya.

Universitas Sumatera Utara

G. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur Organisasi diperlukan untuk membedakan batas-batas wewenang
dan tanggung jawab secara sistematis yang menunjukkan adanya hubungan /
keterkaitan antara setiap bagian untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Demi tercapainya tujuan umum suatu instansi diperlukan suatu wadah untuk
mengatur seluruh aktivitas maupun kegiatan instansi tersebut. Pengaturan ini
dihubungkan dengan pencapaian tujuan instansi yang telah ditetapkan
sebelumnya. Wadah tersebut disusun dalam suatu struktur organisasi dalam
instansi.
Melalui struktur organisasi yang baik, pengaturan pelaksanaan pekerjaan
dapat diterapkan, sehingga efisiensi dan efektifitas kerja dapat diwujudkan
melalui kerja sama dengan koordinasi yang baik sehingga tujuan perusahaan dapat
dicapai.
Suatu instansi terdiri dari berbagai unit kerja yang dapat dilaksanakan
perseorangan, maupun kelompok kerja yang berfungsi untuk melaksanakan
serangkaian kegiatan tertentu dan mencakup tata hubungan secara vertikal,
melalui saluran tunggal.
Struktur organisasi pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang
Medan dapat dilihat pada lampiran.

C. Uraian Tugas (Job Description)

Universitas Sumatera Utara

1. Kepala Cabang (Branch Manager)
a. Melakukan kontrol terhadap seluruh pelaksanaan MTSI
b. Melakukan Pengawasan melekat terhadap pegawai yang disupervisi
c. Melakukan otorisasi sesuai kewenangan yang diberikan
d. Melakukan service quality level terhadap nasabah-nasabah prima
e. Melakukan supervisi di dalam menjalankan fungsi manajemen
2. Wakil Kepala Cabang Utama
a. Melakukan fungsi otorisasi untuk aktifitas financial dan non financial
sesuai

ketentuan

yang

berlaku

dan

lazim

dilakukan

serta

dapat

dipertanggungjawabkan.
b. Melakukan pengawasan melekat terhadap pegawai yang disupervisi.
c. Melakukan monitoring dan evaluasi atas strategi serta pencapaian target
dana, kredit dan feebased income.
d. Melakukan sekaligus mensupervisi pemberian Quality Service Level
terhadap nasabah prima.
3. Teller
a. Menerima Kas Awal Hari
b. Melakukan Permintaan Uang ke Kas Besar dan Permintaan Uang antar
Teller
c. Melakukan Penyetoran Uang ke Kas Besar
d. Melakukan Pencetakan Laporan Akhir Hari
4. Kepala Layanan Nasabah (Customer Service Head)

Universitas Sumatera Utara

a. Melakukan aktivitas otorisasi sesuai batas kewenangan
b. Melakukan supervisi untuk terjaganya kualitas pelayanan yang optimal di
unit CS bagi nasabah yang datang maupun melalui telepon atau surat.
c. Melakukan supervisi terhadap layanan administrasi Giro, Tabungan, dan
Deposito.
5. Kepala Layanan Kredit (Loan Service Kredit)
a. Melakukan supervisi dan memastikan terselenggaranya layanan informasi
kredit baik melalui telepon, surat maupun debitur/customer yang datang
langsung dengan baik.
b. Melakukan supervisi dan memastikan terselenggaranya Proses Pelunasan
Kredit, pelayanan klaim debitur, dan pelayanan klaim asuransi kredit.
c. Melakukan supervisi dan memastikan pelayanan permohonan pembayaran
ekstra dan advance payment sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
6. Kepala Operasi (Operation Head)
a. Melakukan supervisi atas kebenaran proses administrasi nasabah giro dan
proses transaksi pembayaran angsuran kredit.
b. Melakukan supervisi atas kebenaran proses maintenance KPR, Non KPR,
Kredit Umum, biaya Pra Realisasi, dan blokir saldo rekening.
c. Melakukan supervise atas pengadaan aktiva tetap
d. Melakukan supervise atas proses asuransi aktiva tetap
7. Kepala Administrasi Kredit (Loan Administration Head)

Universitas Sumatera Utara

a. Melakukan supervisi dan memeriksa proses OTS atas permintaan unit
terkait dengan baik dan benar sesuai ketentuan bank.
b. Melakukan supervisi dan memeriksa proses permohonan pelaksanaan
taksasi nilai dan kehandalan agunan melalui LPA sesuai ketentuan bank.
c. Melakukan supervisi dan memeriksa proses permohonan pelaksanaan
taksasi nilai dan kehandalan agunan melalui jasa Appraisal sesuai ketentuan
bank.
8. Kepala Umum dan Administrasi (General Branch and Administration
Head)
a. Melakukan supervisi atas proses pengelolaan absensi pegawai, penilaian
pegawai, dan perencanaan pembangunan pegawai.
b. Melakukan supervisi atas proses pengelolaan Administrasi Data
Kepegawaian.
c. Melakukan supervisi atas proses pengelolaan Gaji, tunjangan pegawai dan
pensiunan.
9. Sekretaris (Secretary)
a. Memproses pembuatan dan pengaturan jadwal kegiatan Kepala Cabang,
baik dengan pihak intern maupun ekstern.
b. Memproses administrasi notula rapat (registrasi, pengarsipan), baik dengan
pihak intern maupun ekstern.

Universitas Sumatera Utara

c. Memproses

administrasi

surat

dan

facsimile

masuk

(registrasi,

pengarsipan, pendistribusian sesuai disposisi dan monitoring) untuk Kantor
Cabang.
d. Memproses administrasi penyampaian semua surat dan facsimile keluar
(registrasi, pengarsipan) yang ditanda tangani oleh Kepala Cabang.
e. Mengatur semua kegiatan protokoler dan perjalanan dinas Kepala Cabang
baik dari pihak internal dan eksternal bank.
10. Staf Personalia (Staff Personel)
a. Proses pengelolaan absensi pegawai, penilaian pegawai, dan perencanaan
pengembangan pegawai.
b. Mengelola Administrasi Data Kepegawaian
c. Mengelola gaji, tunjangan pegawai, dan pensiunan
11. Kepala Akunting dan Kontrol (Accounting and Control Head)
a. Melakukan supervisi atas kebenaran proses administrasi dokumentasi atas
transaksi.
b. Melakukan supervisi atas kebenaran proses penyelesaian suspense dan
rekening selisih lainnya.
c. Melakukan supervisi atas entry jurnal GL-GL atas transaksi yang
dilakukan oleh unit kerja lain.
d. Melakukan supervisi atas pemeriksaan atas kebenaran semua transaksi
operasional bank.
12. Accounting and Control Supervisor

Universitas Sumatera Utara

a. Melakukan supervisi atas kebenaran proses administrasi dokumentasi atas
transaksi.
b. Melakukan supervisi atas kebenaran proses penyelesaian suspense dan
rekening selisih lainnya.
c. Melakukan supervisi atas pemeriksaan atas kebenaran semua transaksi
operasional bank.
13. Internal Control Staff
a. Melakukan pemeriksaan atas kebenaran semua transaksi operasional bank
b. Melakukan koordinator dalam rangka pemeriksaan pihak Intern dan
Extern.
c. Melakukan pemeriksaan atas penyelesaian suspense dan rekening selisih
lainnya sudah diselesaikan.
14. Reporting Staff
a. Melakukan penyusunan URAP dan RKAP
b. Melakukan input laporan ke pihak esktern
c. Melakukan perhitungan atas hasil kinerja dan laporan lainnya

D. Kinerja Kegiatan Terkini
Setiap perusahaan tentu mempunyai visi dan misi yang harus dijalankan
dengan tujuan perusahaan, butuh waktu untuk mencapai itu semua, begitu juga
pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan , Perusahaan
terus berupaya agar tujuan yang telah digariskan oleh perusahaan dapat terwujud.

Universitas Sumatera Utara

Tidak mudah dalam mewujudkan itu semua karena membutuhkan kerja keras
yang tinggi, disiplin dan loyalitas dalam bekerja.
Pastinya untuk mendorong mencapai hasil yang maksimal diperlukan kinerja
yang bermutu dan tepat. Jadi kinerja usaha terkini yang dijalankan perusahaan
adalah menyelenggarakan program – program perbankan yang dapat diminati oleh
seluruh lapisan masyarakat, melakukan berbagai macam kegiatan – kegiatan yang
dapat menunjang kinerja seluruh karyawan dalam perusahaan yang dapat
menunjang kinerja dalam melayani konsumen (masyarakat), serta melakukan
pengabdian kepada masyarakat, memotivasi masyarakat agar dapat hidup lebih
layak dan mandiri, kegiatan bakti sosial kepada masyarakat, dan lain sebagainya.
Kegiatan-kegiatan kerohanian juga tetap dilaksanakan perusahaan, seperti
perayaan hari-hari besar keagamaan ( misalnya : Natal, Paskah, Idul Fitri, Isr’a
Mi’raj, dll ) sehingga seluruh karyawan selalu memiliki nilai-nilai dan normanorma keagamaan dalam menjalani hidup, serta selalu bertaqwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa.

Universitas Sumatera Utara

BAB III
PEMBAHASAN

A. Pengertian Aktiva Tetap
Aktiva tetap adalah aktiva yang tidak lancar yang diperoleh untuk
digunakan dalam operasi perusahaan yang memiliki masa manfaat lebih dari satu
periode akuntansi serta tidak untuk diperjualbelikan dalam operasi normal
perusahaan. Adapun defenisi aktiva tetap menurut mulyadi (2001) : Aktiva tetap
adalah kekayaan perusahaan yang memilki wujud, mempunyai manfaat
ekonomis lebih dari satu tahun, dan diperoleh perusahaan untuk
melaksanakan kegiatan perusahaan bukan untuk dijual kembali.
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia ( 2004 : 58 ) : Aktiva Tetap adalah
aktiva tetap berwujud yang diperoleh dengan membangun lebih dahulu yang
digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual
dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai manfaat lebih
dari satu tahun.
Menurut Suharli ( 2006;259 ) aktiva tetap disebut juga plant asset atau
fixed assets dan mendefinisikannya sebagai berikut:
Harta berwujud (tangible asset) yang memiliki masa manfaaat
ekonomis lebih dari satu tahun bernilai material, dan digunakan
untuk kegiatan operasi normal perusahaan adalah aktiva yang
diperoleh untuk digunakan dalam kegiatan perusahaan untuk
waktu yang lebih dari satu tahun, tidak dimaksudkan untuk

Universitas Sumatera Utara

dijual kembali dalam kegiatan normal perusahaan, dan
merupakan pengeluaran yang nilainya besar atau material.
Menurut Soemarso S.R (2005) : aktiva tetap adalah aktiva berwujud
(tangible fixed assets) yang masa manfaatnya lebih dari satu tahun,
digunakan dalam kegiatan perusahaan, dimiliki tidak untuk dijual kembali
dalam kegiatan normal perusahaan, serta nilainya cukup besar.
Menurut Halim dan Supomo (2001) : aktiva tetap adalah kekayaan yang
dimiliki dan digunakan untuk beroperasi dan memiliki masa manfaat
dimasa yang akan datang lebih dari satu periode anggaran serta tidak
dimaksudkan untuk dijual.
Warren,Reeve,Fess,2005;492 : Aktiva tetap merupakan aktiva jangka
panjang atau aktiva yang relative permanen. Mereka merupakan aktiva
berwujud (Tangible Assets) karena ada secara fisik, aktiva tersebut dimiliki
dan digunakan oleh perusahaan serta tidak dimaksudkan untuk dijual
sebagai bagian dari operasi normal.

Dari defenisi diatas terdapat beberapa karakteristik aktiva tetap, yaitu:
1.

Jangka waktu pemakainnya lebih dari satu tahun/periode. Dari karakteristik

ini dikenal istilah penyusutan.
2.

Merupakan aktiva berwujud karena dapat dilihat secara fisik.

3.

Dimiliki oleh perusahaan untuk tujuan administrative dan bukan untuk dijual.

4.

Aktiva tetap bisa memiliki bagian yang sangat besar bila dibandingkan

dengan unsur aktiva.

Universitas Sumatera Utara

B. Jenis – Jenis Aktiva Tetap
Jenis aktiva tetap di setiap perusahaan berbeda-beda, hal ini disebabkan
karena perbedaan jenis kegiatan operasional yang dilakukan perusahaan. Secara
umum, penggolongan aktiva tetap didasarkan pada beberapa sudut pandang, yaitu;
1.

Dari sudut pandang substansinya, terdiri dari :
a. Aktiva Berwujud (Tangible Asset). Contoh : Lahan, Gedung, Mesin,
dan lain-lain.
b. Aktiva Tak Berwujud (Intangible Asset). Contoh : Hak cipta (Copy
Right), Hak Merek (Trade Mark), Paten, dan lain-lain.

2.

Dari sudut pandang penyusutan, terdiri dari :
a. Aktiva Tetap yang disusutkan (Depreciated Plant Asset). Contoh :
Gedung, Mesin, Kenderaan, dan lain-lain.
b. Aktiva Tetap yang tidak disusutkan (Undepreciated Plant Asset).
Contoh : Tanah.

3.

Dari sudut pandang umur, terdiri dari :
a. Aktiva tetap berwujud yang umur atau masa kegunaannya tidak
terbatas. Misal ; tanah, bangunan pabrik, gudang dan kantor.
b. Aktiva tetap berwujud yang umur atau masa kegunaannya terbatas
dan dapat diganti dengan aktiva sejenis apabila masa kegunaannya telah
berakhir. Misal; Bangunan, mesin, perlengkapan kantor, kendaraan dan
alat transport.

Universitas Sumatera Utara

c. Aktiva berwujud yang umur atau masa kegunaannya terbatas, dan
tidak dapat diganti dengan aktiva sejenis apabila masa kegunaannya
sudah habis, seperti tambang hutan atau biasa disebut Aktiva Sumber
Alam.
4.

Penggolongan aktiva tetap secara luas
a. Lahan, yaitu bidang tanah terhampar baik yang merupakan tempat
bangunan maupun yang masih kosong. Dalam akuntansi, apabila ada
lahan yang didirikan bangunan di atasnya maka harus dipisahkan
pencatatanya dari lahan tersebut. Khusus untuk bangunan yang
dianggap sebagai bagian dari lahan atau yang dapat meningkatkan
nilai gunanya seperti jalan, maka pencatatanya dapat digabungkan
dalam nilai lahan.
b. Gedung, adalah bangunan yang berdiri di atas lahan baik di atas
tanah ataupun di atas air. Tidak seperti tanah yang tidak pernah
disusutkan, maka gedung mengalami penyusutan dari tahun ke tahun
sehingga nilainya akan berkurang tiap periodenya.
c. Mesin, yaitu alat mekanis yang dikuasai perusahaan alam
kegiatannya baik untuk dagang ataupun jasa. Pencatatanya dilakukan
dengan menambahkan nilai dari peralatan-peralatan yang menjadi
bagian dari mesin itu.
d. Kenderaan, merupakan sarana angkutan yang dimiliki perusahaan
untuk mendukung kegiatan operasionalnya. Misalnya Truk, Mobil

Universitas Sumatera Utara

dinas, kenderaan roda dua, serta jenis kenderaan lain yang dapat
digunakan sebagai sarana transportasi.
e. Inventaris, perlengkapan yang melengkapi isi kantor misalnya.
Termasuk perlengkapan pabrik, kantor, ataupun alat-alat besar yang
digunakan dalam perusahaan. Contoh : Inventaris kantor, inventaris
pabrik, inventaris Laboratorium, serta inventaris gudang.

5. PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan
menggolongkan aktiva tetap ke dalam 4 golongan yaitu :
a. Machineries
Terdiri dari :
1)

Overhead projector,

2)

LCD projector / infocus,

3)

Focusing screen / Layar LCD Projector

4)

Sepeda motor

5)

Mesin ketik

6)

Mesin fotocopy

7)

Generator

b. Tools and equiptment
Terdiri dari :
1) Alat pemotong kertas,
2) Lemari es,
3) AC ( Window , Split ),
4) Kipas angin,
5) Televisi,
6)

Dispenser,

Universitas Sumatera Utara

7)

Printer,

8)

Pesawat telepon.

9)

Tabung pemadam api

10) Microphone
c. Furniture and fixture
Terdiri dari :
1)

Filling kabinet besi,

2)

Brankas,

3)

Papan visual / papan nama,

4)

White board,

5)

Meja kerja besi / metal

6)

Meja kerja kayu,

7)

Kursi besi / metal,

8)

Kursi kayu,

9)

Meja komputer,

10) Meja ketik,
11) Meja telepon,
12) Karpet,
13) PC unit,
14) CPU,
15) Keyboard,
16) Lemari penyimpanan,
17) Lemari besi / metal,
18) Lemari kayu.
19) Rak kayu
20) Cermin besar
21) Jam elektronik
22) Laptop
23) Scanner
d. Installation

Universitas Sumatera Utara

Terdiri dari :
1) Elektrik,
2) Kabel elektronik,
3) Kabel Komputer

C.

Perolehan Aktiva Tetap

Menurut S. Hadibroto ada beberapa cara untuk memperoleh aktiva tetap dalam
perusahaan. Diantaranya adalah :
1. Dengan pembelian tunai
2. Dengan pembelian angsuran
3. Dengan pertukaran aktiva lain
4. Dengan membuat sendiri
5. Sewa guna usaha
6. Pertukaran dengan sekuritas dan
7. Dari pemberian atau hadiah
Cara memperoleh aktiva tetap ini akan mempengaruhi akuntansi dari pada
aktiva tetap, khususnya mengenai masalah biaya perolehannya sampai dengan
aktiva tetap ditetapkan dan siap dipergunakan. Berikut akan diuaraikan tiap cara
dari perolehan aktiva tetap ini.
1. Pembelian tunai

Universitas Sumatera Utara

Aktiva tetap yang diperoleh dengan cara pembelian tunai akan memerlukan
uang kas. Pengeluaran yang menjadi biaya perolehan adalah harga aktiva itu
sendiri ditambah dengan biaya yang menyangkut padanya. Seperti : pajak
penjualan, biaya pengangkutan, asuransi dalam perjalanan, pemasangan dan lainlain biaya, sehingga aktiva ini siap dipergunakan.
Biaya yang dibebankan pada pembelian tanah selain daripada harga dasar
tanah termasuk pula biaya seperti : komisi bagi perantara, pengukuran tanah,
pematangan tanah, penelitian, sertifikat tanah dan biaya lain-lain yang tersangkut
dengan pembeliannya.
Biaya yang dimaksudkan dalam pembelian aktiva tetap lainnya, seperti
bangunan, kenderaan, dan lain-lain akan sama dengan aktiva yang disebutkan di
atas yaitu biaya-biaya yang memungkinkan aktiva siap untuk dipergunakan.
Jika aktiva yang dibeli merupakan barang bekas, selalu dibebankan pula
biaya onderdil yang baru yang diperlukan, biaya perbaikan, jika perlu biaya
pengecatan dan biaya lain-lain, sehingga aktiva ini akan menambah umur
manfaatnya dan siap untuk dipergunakan.
2. Pembelian angsuran
Apabila Aktiva diperoleh dengan pembelian angsuran untuk beberapa
jangka waktu, maka perhitungan biaya perolehannya bergantung pada kontrak jual
belinya. Pada pembelian demikian selalu dikenakan bunga, dan bunga dibebankan
pada biaya bunga, tidak termasuk dalam biaya perolehan aktiva. Dengan kata lain
perolehan aktiva ini sama dengan cara pembelian tunai.

Universitas Sumatera Utara

3. Pertukaran aktiva lain
Suatu aktiva yang diperoleh dengan tukar-tambah, harga aktiva yang baru
(pengertian baru disini, tidak senantiasa barang yang belum pernah dipakai)
dinilai dengan harga pasarnya. Perbedaan harga antara aktiva yang baru dan nilai
buku aktiva yang baru akan merupakan keuntungan atau kerugian dalam
pertukaran kedua aktiva ini. Apabila aktiva yang baru ini dibeli dengan tunai,
maka biaya perolehan dari aktiva ini ialah jumlah uang tunai yang dikeluarkan,
sedangkan selisih harga aktiva baru dan nilai buku aktiva lama akam merupakan
keuntungan ataupun kerugian.
4. Membuat sendiri
Adakalanya aktiva dalam perusahaan diperoleh dengan cara membuat
sendiri. Ini selalu dilakukan karena biaya perolehannya akan lebih rendah atau
kwalitas yang lebih baik daripada membeli. Dalam membuat sendiri aktiva-aktiva
yang dibutuhkan oleh perusahaan akan menimbulkan bermacam-macam biaya
untuk mendapatkan biaya perolehan aktiva hingga siap dipergunakan.
Ada beberapa alasan yang mendorong perusahaan untuk membangun atau
membuat sendiri aktiva tetap yang diperlukan untuk menjalankan operasinya :
a.

Memanfaatkan fasilitas yang menganggur

b.

Menghemat biaya konstruksi

c.

Mencapai standar kualitas konstruksi yang lebih tinggi

d.

Agar dapat segera dioperasikan

Universitas Sumatera Utara

Biaya perolehan aktiva adalah seluruh biaya-biaya pembuatannya, bahan
baku, tenaga kerja dan biaya tidak langsung yang merupakan biaya-biaya diluar
daripa biaya operasi perusahaan sehari-hari.
5. Sewa guna usaha
Sewa guna usaha adalah setiap kegiatan pembiayaan perusahaan dalam
bentuk penyediaan barang-barang modal untuk digunakan oleh suatu perusahaan
untuk suatu jangka waktu tertentu berdasarkan pembayaran-pembayaran secara
berkala disertai hak pilih (option) bagi perusahaan tersebut untuk membeli
barang-barang modal bersangkutan atau memperpanjang jangka waktu sewa guna
usaha.
Ada dua kemungkinan yang sering digunakan :
a. Sewa guna usaha dianggap sebagai persetujuan sewa menyewa
(operating lease), adalah kegiatan sewa guna usaha dimana penyewa guna
usaha tidak mempunyai hak opsi untuk membeli obyek sewa guna usaha.
b. Sewa guna usaha dianggap sebagai transaksi pembelian / penjualan
(finance lease ), adalah kegiatan sewa guna usaha dimana penyewa guna
usaha pada akhir masa kontrak mempunyai hak opsi untuk membeli obyek
sewa guna usaha berdasarkan nilai sisa yang disepakati bersama.
6. Pertukaran dengan sekuritas
Perusahaan bisa mendapatkan aktiva tetapnya melalui pertukaran dengan
surat- surat berharga atau sekuritas yang diterbitkan oleh perusahaan yang
bersangkutan,

baik

berupa

sekuritas

hutang

maupun

sekuritas

saham.

Universitas Sumatera Utara

Pada dasarnya, nilai perolehan aktiva yang didapat melalui transaksi pertukaran
dengan sekuritas harus diukur berdasarkan :
a. Harga pasar dari sekuritas yang diserahkan dalam transaksi
b. Harga pasar yang didapat
Aktiva tetap yang diperoleh melalui transaksi pertukaran dengan sekuritas
biasanya dalam rangka merger atau akuisisi.
7. Pemberian atau hadiah
Aktiva yang diperoleh sebagai pemberian atauh hadiah dari pihak lain
sebenarnya tidak ada pengeluaran biaya. Kalaupun ada biaya dikeluarkan hanya
untuk memperolehnya, akan tetapi biaya ini tidak akan begitu besar jika
dibandingkan dengan nilai daripada aktiva itu sendiri.
Meskipun demikian, maka karena aktiva ini dipergunakan dalam operasi
perusahaan, harus mempunyai biaya perolehannya untuk pembebanan depresiasi.
Pada umumnya aktiva ini harus dinilai biaya perolehannya dan dibukukan sebagai
aktiva tetap dengan mempunyai nilai buku. Penilain biaya perolehan ini
merupakan penambahan kekayaan perusahaan, atau menjadi sumber penambahan
modal. Dalam pembukuan ini dinyatakan dengan perkiraan Modal donasi
(donation capital).
Contoh : Perusahaa memperoleh sebuah kendaraan dari pemerintah karena
prestasi perusahaan dalam bidang pembinaan usaha kecil, kendaraan yang
dimaksud harga pasarnya Rp 300.000.000, dan untuk administrasi perusahaan
membayar Rp 10.000.000, transaksi ini dicatat sebagai berikut :

Universitas Sumatera Utara

Kenderaan

Rp 310.000.000

Modal donasi – Kenderaan hadiah

Rp 310.000.000

Kas

Rp 10.000.000

Dari beberapa cara perolehan aktiva tetap diatas, PT. Bank Tabungan
Negara (Persero) Tbk Cabang Medan

pada umumnya memperoleh aktiva

tetapnya dengan cara pembelian tunai , donasi / sumbangan.

D. Metode Penyusutan Aktiva Tetap
Bersamaan dengan berlalunya waktu, semua aktiva tetap kecuali tanah,
akan kehilangan kemampuannya menghasilkan jasa. Dengan demikian, harga
perolehan aktiva semacam ini harus dipindahkan ke perkiraan beban secara teratur
selama masa manfaatnya yang diharapkan. Penurunan manfaat secara periodik ini
disebut penyusutan (depreciation ).
Penyusutan adalah penurunan nilai buku aktiva tetap dalam masa
manfaatnya dalam rangka aktivitas operasional perusahaan. Hal ini dikarenakan
pemakaian yang terus-menerus, sehingga mengakibatkan fungsi aktiva tetap
tersebut menurun dari hari ke hari.
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia (2002:16.2) : Penyusutan adalah alokasi
sistematik jumlah yang dapat disusutkan dari suatu aktiva sepanjang masa
manfaat.

Universitas Sumatera Utara

Faktor-faktor yang menyebabkan penurunan manfaat dapat dibagi dalam dua
kategori, yaitu :
1. Penyusutan fisik
Penyusutan yang disebabkan karena keusangan suatu aktiva tetap, dan
hal tersebut tidak dapat dihindari. Keusangan dikarenakan pemakaian yang
sudah terlalu lama dan keausan karena gerakan elemen – elemen.
2. Penyusutan fungsional
a. Ketidakmampuan aktiva untuk memenuhi kebutuhan produksi
b. Perubahan permintaan terhadap barang/jasa yang dihasilkan
c. Kemajuan teknologi yang menyebabkan suatu aktiva tidak ekonomis
lagi untuk dipergunakan.
Selanjutnya dalam menetukan jumlah beban penyusutan, terdapat istilahistilah yang harus dipahami yaitu:
a. Biaya awal Aktiva Tetap (Cost), yaitu biaya perolehan dari suatu
aktiva termasuk

semua pengeluaran yang

berhubungan dengan

perolehannya dan biaya persiapan untuk penggunaan sampai dengan
Aktiva Tetap tersebut siap untuk digunakan.
b. Nilai sisa (residual value), yaitu nilai buku akhir Aktiva Tetap ketika
Aktiva Tetap tersebut ditarik dari pemakaian (dinonaktifkan).
c. Masa manfaat (Use Full Life), yaitu berapa lama Aktiva Tetap tersebut
dapat diambil manfaatnya dalam kegiatan operasional perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

Beberapa metode yang dapat digunakan untuk menghitung jumlah beban
penyusutan, antara lain:
1.

Metode garis lurus

Dengan metode garis lurus dalam menghitung penyusutan berarti beban
penyusutan dibebankan secara merata selama estimasi umur aktiva tersebut.
Untuk menentukan besarnya beban penyusutan tiap tahun, harga pembelian aktiva
dikurangi taksiran nilai residu dibagi dengan umur ekonomis yang ditaksir. Atau
dengan rumus :

Penyusutan tahunan =

Contoh : Suatu aktiva dengan harga Rp 41.000.000, umur ekonomis diperkirakan
5 tahun, nilai residu ditaksir Rp 1.000.000. Maka beban penyusutan tiap tahun
dihitung sebagai berikut :

Penyusutan tahunan =

= Rp 8.000.000

jurnal penyesuaian untuk penyusutan akhir tersebut sebagai berikut :
Beban Penyusutan Mesin
Akumulasi Penyusutan Mesin
2.

Rp 8.000.000
Rp 8.000.000

Metode saldo menurun berganda

Metode saldo menurun menghasilkan beban penyusutan periodik yang
semakin menurun sepanjang umur estimasi aktiva itu. Cara menghitung beban

Universitas Sumatera Utara

penyusutan yaitu dengan menggunakan persentase penyusutan yang tetap,
dihitung dari nilai buku ( harga perolehan-akumulasi penyusutan).
Contoh : Sebuah aktiva tetap yaitu peralatan kantor dimiliki dengan harga
perolehan Rp 15.000.000 , nilai residu Rp 1.500.000 , umur ekonomis 5 tahun.

Tarif penyusutan saldo menurun =

Tarif ganda

=20%

= 20% x 2 = 40%

Penyusutan Menurut Metode Saldo Menurun Ganda
Akumulasi
Tahun

Beban Penyusutan

Nilai Buku
Penyusutan

I

40% x 15.000.000 = 6.000000

6.000.000

9.000.000

II

40% x 9.000.000 = 3.600.000

9.600.000

5.400.000

III

40% x 5.400.000 = 2.160.000

11.760.000

3.240.000

IV

40% x 3.240.000 = 1.296.000

13.056.000

1.944.000

V

40% x 1.944.000 = 777.600

13.833.600

1.216.400

3. Metode satuan unit produksi

Universitas Sumatera Utara

Menurut metode ini, besarnya penyusutan tiap periode akuntansi dihitung
berdasarkan kapasitas produksi yang diperkirakan dapat dihasilkan oleh suatu
aktiva. Dengan demikian, besarnya beban penyusutan tiap- tiap periode belum
tentu sama.
Contoh : Harga beli sebuah mesin Rp 12.000.000 dan nilai residu Rp 2.000.000.
Selama umur produksi diperkirakan dapat menghasilkan 80.000 unit produk.
Maka beban penyusutan per satuan produksi :

Penyusutan per uit produksi =

= Rp 125

Berdasarkan contoh diatas, apabila selama periode pertama mesin itu dapat
menghasilkan 10.000 unit produk maka besarnya beban penyusutan adalah 10.000
X Rp 125 = Rp 1.250.000. Pada tahun berikutnya, mesin tersebut dapat
menghasilkan 9.000 unit produk,
maka besarnya beban penyusutan = 9.000 X Rp 125 = Rp 1.125.000
4.

Metode jumlah angka tahun

Metode jumlah angka tahun memberikan hasil yang sama seperti yang
dihasilkan metode saldo menurun. Beban penyusutan periodic akan menurun
secara tetap sepanjang umur estimasi itu karena angka pecahan yang dikalikan

Universitas Sumatera Utara

setiap tahun terhadap harga perolehan aktiva tetap dikurangi estimasi nilai residu,
semakin kecil. Jumlah angka tahun dihitung dengan rumus :

Jumlah angka tahunan =

n = Lama penyusutan ( umur ekonomis aktiva )
contoh : Pada tanggal 1 Januari 2010 suatu perusahaan membeli kendaraan
dengan harga perolehan Rp 60.000.000. taksiran usia penggunaan 6 tahun dan
nilai residu Rp 7.500.000. kendaraan tersebut mulai dioprasikan pada tanggal 2
Januari 2010 dan disusutkan menurut metode jumlah angka tahun.
Maka penyusutannya tiap tahun adalah :

Universitas Sumatera Utara

Tahun
Penggunaan

Angka
Tahun

Sisa usia pada

Perhitungan penyusutan

Tahun
penggunaan

Ke – 1

1

6

6/21 x Rp 52.000.000 =

Rp

15.000.000
Ke – 2

2

5

5/21x

Rp

52.000.000

=

Rp

12.500.000
Ke – 3

3

4

4/21 x Rp 52.000.000 = Rp
10.000.000

Ke – 4

4

3

3/21 x Rp 52.000.000 = Rp
7.500.000

Ke – 5

5

2

2/21 x Rp 52.000.000 = Rp
5.000.000

Ke – 6

6

1

1/21 x Rp 52.000.000 = Rp
2.500.000

Jumlah

21

Rp 52.000.000

Pada PT. Bank Tabungan Negara (Persero), Tbk Cabang Medan semua aktiva
tetap disusutkan dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus/straight line

Universitas Sumatera Utara

method. Metode garis lurus menghasilkan jumlah beban penyusutan yang sama
setiap tahun sepanjang umur manfaat suatu aktiva tetap.
Dengan metode ini diasumsikan besarnya biaya penyusutan tiap periode akan
tetap sama sepanjang aktiva tetap masih digunakan dalam operasi perusahaan.
Nilai buku aktiva tetap akan semakin menurun akibat adanya alokasi, akan tetapi
apabila terhadap aktiva tetap diadakan perbaikan yang dapat memperpanjang
umur aktiva tetap tersebut, maka jumlah penyusutannya akan berubah.

E. Penarikan Aktiva Tetap
Aktiva tetap tidak boleh ditarik dari akun hanya karena aktiva tetap
tersebut disusutkan secara penuh. Jika aktiva masih digunakan oleh perusahaan,
maka biaya dan akumulasi penyusutan harus tetap tercatat dalam buku besar. Jika
nilai buku aktiva tetap dihapuskan dari buku besar, maka tidak akan ada lagi bukti
mengenai keberadaan aktiva tetap tersebut. Penarikan aktiva tetap dimaksudkan
sebagai upaya untuk menghapuskan aktiva tetap dari catatan perusahaan.
Penarikan aktiva tetap dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu:
1.

Pembuangan aktiva tetap

Apabila aktiva tetap tidak berguna lagi bagi perusahaan serta tidak memiliki
nilai jual maka aktiva tersebut dapat dibuang. Jika aktiva tetap tersebut belum
disusutkan secara penuh, maka harus terlebih dahulu dilakukan pencatatan
penyusutan sebelum aktiva dibuang dan dihapus dari catatan akuntansi
perusahaan. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari transaksi ini dilaporkan

Universitas Sumatera Utara

sebagai beban lain-lain ataupun sebagai pendapatan lain-lain. Misalkan suatu jenis
peralatan diperoleh seharga Rp 3.000.000,- dan telah disusutkan secara penuh
pada akhir periode. Pada awal februari, peralatan tersebut dibuang.
Jurnal untuk mencatat pembuangan aktiva tetap ini adalah :
Ak Penyusutan Peralatan

Rp 3.000.000

Peralatan

Rp 3.000.000

2. Penjualan aktiva tetap
Apabila suatu aktiva tetap sudah tidak digunakan lagi, tetapi masih memiliki
nilai jual maka aktiva tetap tersebut dapat dijual dan akan menimbulkan
keuntungan penjualan apabila dijual di atas nilai bukunya. Ataupun akan
menimbulkan kerugia penjualan apabila dijual di bawah nilai bukunya. Misalkan
bahwa suatu peralatan yang diperoleh seharga Rp 3.500.000,- dan disusutkan
dengan menggunakan metode garis lurus sebesar 20% setiap tahunnya. Peralatan
tersebut dijual secara tunai pada awal tahun ke-4 pemakainnya. Saldo akumulasi
penyusutan pada saat penjualan terjadi adalah Rp 2.800.000,-. Nilai buku
peralatan tersebut adalah Rp 700.000,a. Penjualan seharga nilai buku Rp 700.000,Kas

Rp 2.800.000,-

Ak Penyusutan Peralatan

Rp

Peralatan

700.000,Rp 3.500.000,-

Universitas Sumatera Utara

b. Penjualan di bawah nilai buku Rp 500.000,Kas

Rp

Ak Penyusutan Peralatan

Rp 2.800.000,-

Kerugian Penjualan Aktiva

Rp

Peralatan

500.000,-

200.000,Rp 3.500.000,-

c. Penjualan di atas nilai buku Rp 800.000,Kas

Rp

800.000,-

Ak Penyusutan Peralatan

Rp 2.800.000,-

Peralatan

Rp 3.600.000,-

Keuntungan atas Penjualan

Rp

100.000,-

3. Pertukaran dengan aktiva lainnya
Sering terjadi bahwa aktiva lama ditukar dengan aktiva baru dengan
mempertimbangkan harga pasar aktiva lama. Pertukaran ini dapat terjadi baik
antara aktiva yang sejenis ataupun aktiva tetap yang tidak sejenis. Nilai tukar
tambah (trade-in allowance), dapat lebih tinggi atau lebih rendah daripada nilai
buku aktiva lama. Saldo yang tersisa atau jumlah yang terutang dapat dibayarkan
tunai atau dicatat sebagai suatu kewajiban. Penjelasan tentang pertukaran ini telah
termuat dalam penjelasan pada perolehan aktiva tetap. Pertukaran seperti ini akan
menimbulkan keuntungan dan kerugian pertukaran.

Universitas Sumatera Utara

PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Cabang Medan melakukan
penggantian aktiva tetap dengan beberapa cara yaitu :
1. Dengan Cara Dibuang
Dibuang dalam hal ini lebih dimaksudkan di non aktifkan. Hal ini
dikarenakan aktiva tetap tersebut sudah tidak fungsional lagi untuk digunakan
dalam menjalankan kegiatan opersional perusahaan serta sudah tidak memiliki
nilai residu dan nilai pasar.
2. Dengan Cara Ditukar dengan Aktiva Lain
Pertukaran aktiva tetap dalam hal ini peralatan lama ditukar dengan
peralatan baru yang sama penggunaannya. Nilai tukar tambah peralatan lama
dikurangkan dari harga peralatan baru, dan sia yang terhutang dibayar sesuai
persyaratan kredit. Jika nilai tukar lebih besar dari pada nilai buku, maka
diperoleh keuntungan. Sebaliknya, jika nila tukar lebih kecil daripada nilai buku,
berarti pertukaran tersebut mendatangkan kerugian

F. Pengawasan Internal Aktiva Tetap
Pengawasan yang baik atas aktiva tetap merupakan salah satu hal yang
penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan. Pengawasan terhadap aktiva
harus dilakukan secara tepat dan terorganisir. Alasan ini disebabkan keberadaan
aktiva tetap merupakan sesuatu yang penting dalam pelaksanaan operasional
perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

Aktiva tetap memerlukan perencanaan dan pengawasan yang tetap agar
tidak terjadi penggelapan, kecurangan, ataupun penyelewengan terhadap aktiva
tersebut. Penetapan sistem pengawasan intern yang baik dapat menunjang
peningkatan efisiensi dan kualitas kegiatan operasional perusahaan. Fungsi
pengawasan dapat dilakukan dengan mengukur dan mengevaluasi kinerja dari
setiap bagian kepala perusahaan kemudian mengambil tindakan perbaikan apabila
diperlukan.
Pimpinan bertanggungjawab penuh dalam usaha pengawasan intern
terhadap aktiva tetap. Manajemen perlu memperhatikan dan menentukan cara
yang baik untuk menciptakan sistem pengawasan yang efektif dan efisien agar
pelaksanaan prosedur – prosedur pengawasan dapat dilaksanakan sebaik mungkin.
Pengawasan intern merupakan kebijakan dan pros

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23