Tinjauan Atas Perencanaan Dan Pengendalian Anggaran Kas Pada Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung

  

TINJAUAN ATAS PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN

ANGGARAN KAS PADA LEMBAGA KEMAHASISWAAN

INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG

  

Review Of Planning And Control

Cash On Student Affairs Agency Budget Bandung Institute Of Technology

Tugas Akhir

  

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Sidang Tugas Akhir

Guna Memperoleh Gelar AHLI MADYA

Program Studi Ekonomi

  

Oleh :

Nurlaila Laksana

21309041

  

PROGRAM STUDI AKUNTANSI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

2012

  Tinjauan Atas Perencanaan dan Pengendalian Anggaran Kas Pada Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung

  Oleh : Nurlaila Laksana ABSTRAK

  Setiap perusahaan memerlukan perencanaan dan pengendalian anggaran kas khususnya pada Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung, kas memiliki kedudukan yang sangat penting dalam usaha menjaga kelancaran operasi unit kerja sehingga perlu dijalankan perencanaan dan pengendalian kas yang efektif agar tidak terjadi penyerapan anggaran yang belum dilaksanakan secara maksimal. Tujuan utama penelitian adalah mengetahui Perencanaan dan Pengendalian Anggaran Kas pada Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung.

  Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif metode yang bertujuan untuk mengetahui gambaran unit kerja secara faktual, akurat, mengenai fenomena yang diselidiki.. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung dengan pihak yang bersangkutan dan penelitian kepustakaan dengan membaca buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.

  Hasil penelitian ini adalah perencanaan dan pengendalian anggaran kas tidak selamanya berjalan dengan lancar, hal tersebut dikarenakan adanya faktor- faktor yang menghambat kelancaran anggaran kas karena kesalahan prediksi dan penerapan sehingga terjadi kenaikan biaya dan keterbatasan pengajuan dana, sehingga pelaksanaan anggaran tidak maksimal. Kata Kunci : Perencanaan, Pengendalian, Anggaran Kas.

  

Review Cash Budget Planning And Control The Student Body Institute Of

Technology Bandung

By : Nurlaila Laksana

ABSTRACT

  Every company needs a cash budget planning and control especially at

Student Body Institute Of Technology Bandung, has a cash position is very

important in maintaining the smooth operation of the business unit that needs to

be run planning and effective cash controls to prevent absorption of the budget

that has not been implemented to the fullest. The main purpose of the study was to

determine Cash Budget Planning and Control Student at Institut Teknologi

Bandung.

  The method used in this research is descriptive method that aims to

describe the unit of work in a factual, accurate, about the phenomenon under

investigation .Data was collected through direct observation by the parties

concerned, research literature by reading books related to the problem under

study.

  The results of this study is the planning and control of the cash budget is

not always run smoothly, it is because the factors that hamper the cash budget

because the prediction error and the application resulting in increased costs and

the limited application of funds, so that the budget is not maximal.

  Keywords: Planning, Control, Cash Budget.

KATA PENGANTAR

  Assalam u’alaikum Wr. Wb

  Alhamdulillahirab bil’alamin. Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini yang dilaksanakan di Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung.

  Laporan yang penulis susun ini berjudul

  “Tinjauan Atas Perencanaan

dan Pengendalian Anggaran Kas pada Lembaga Kemahasiswaan Institut

Teknologi Bandung

  ”. Dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis menghadapi

  hambatan, namun berkat bantuan dan dorongan moril dari berbagai pihak maka penulisan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan.

  Penulisan Tugas Akhir ini adalah untuk memenuhi salah satu syarat ujian sidang guna memperoleh gelar Ahli Madya pada Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia.

  Penulis menyadari sepenuhnya bahwa dalam penyusunan Tugas Akhir ini belumlah sempurna baik dalam hasil, tema yang dibahas maupun bahasanya. Hal ini dikarenakan terbatasnya kemampuan, pengetahuan, serta pengalaman yang dimiliki oleh penulis.

  Pada kesempatan ini penulis mengucapakan terima kasih kepada seluruh pihak yang memberikan bantuan, bimbingan dan dukungan secara material maupun moril dari awal hingga selesainya penyusunan Tugas Akhir ini, terutama kepada:

  1. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, Selaku Rektor Universitas Komputer Indonesia.

  2. Prof. Dr. Hj. Umi Narimawati, Dra., SE. M.Si., Selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia.

  3. Sri Dewi Anggadini, SE., M.Si., Selaku Ketua Program Studi Akuntansi Diploma III Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

  4. Dr. Ely Suhayati, S.E., Ak.,M.Si., Selaku Dosen Wali.

  5. Rini Septiani SE., M.Si., Selaku Dosen Pembimbing yang telah meluangkan waktu dan pikirannya dalam memberikan pengarahan dan masukan penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini.

  6. Seluruh Staff Pengajar dan Karyawan Program Studi Akuntansi Diploma III Fakultas Ekonomi Universitas Komputer Indonesia.

  7. Brian Yuliarto, Ph, D Selaku Kepala Lembaga kemahasiswan ITB.

  8. Didi Sudiana, S. IP selaku Kepala Bagian Tata Usaha.

  9. Riki Iskandar, SE selaku pembimbing penulis pada bagian Lembaga Kemahasiswan ITB.

  10. Seluruh Staff dan Karyawan Lembaga Kemahasiswan ITB 11.

  Kedua orangtuaku tercinta yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materil. (Semoga ALLAH SWT senantiasa memberikan kebahagiaan dunia dan akhirat, Amin).

  12. Sahabat-sahabatku, untuk Ratna, Ratih , Putri, Santi, Yanti, Adhe, Yayang, Wina, Icha, Riyana, Windi, Dini, Agan, Agung, Bany,Mulki dan Lingga, terimakasih untuk kebersamaannya dan semoga kita selalu kompak.

  13. Untuk Agung terima kasih atas support dan kasih sayangnya yang tulus selama ini.

  14. Semua pihak yang telah membantu penulis dalam penyusunan laporan ini, yang tidak dapat penulis sebutkan satu per satu.

  Akhir kata, semoga Allah SWT melimpahkan rahmat-Nya kepada semua pihak dan semoga Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat bagi para pihak yang memerlukan. Terima kasih.

  Wassalamualaikum Wr.Wb

  Bandung, Juli 2012 Nurlaila Laksana

  21309041

  DAFTAR ISI LEMBAR PENGESAHAN LEMBAR PERNYATAAN KEASLIAN MOTTO

A BSTRACT ........................................................................................................ i

  ......................................................................................................... ii

  ABSTRAK

KATA PENGANTAR ....................................................................................... iii

DAFTAR ISI ..................................................................................................... vi

DAFTAR TABEL ............................................................................................. xi

DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xii

DAFTAR LAMPIRAN ................................................................................... xiii

  BAB 1 PENDAHULUAN

  1.1 Latar Belakang Penelitian .................................................................. 1

  1.2 Identifikasi Masalah dan Rumusan Masalah ..................................... 4

  1.2.1 Identifikasi Masalah .............................................................. 4

  1.2.2 Rumusan Masalah ................................................................ 4

  1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian .......................................................... 5

  1.3.1 Maksud Penelitian ................................................................ 5

  1.3.2 Tujuan Penelitian .................................................................. 5

  1.4 Kegunaan Penelitian ......................................................................... 6

  1.4.1 Kegunaan Praktis ................................................................. 6

  1.4.2

  1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian............................................................. 7

  1.5.1 Lokasi Penelitian .................................................................. 8

  1.5.2 Waktu Penelitian .................................................................. 8

  BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

  2.1 Kajian Pustaka .................................................................................. 9

  2.1.1 Penganggaran ....................................................................... 9

  2.1.2 Anggaran ............................................................................ 10

  2.1.3 Fungsi Anggaran ................................................................ 10

  2.1.4 Tujuan Penyusunan Anggaran ............................................ 13

  2.1.5 Manfaat Anggaran .............................................................. 14

  2.1.6 Syarat-syarat Penyusunan Anggaran ................................... 15

  2.1.7 Jenis Anggaran ................................................................... 16

  2.1.8 Faktor Penyusunan Anggaran ............................................. 18

  2.1.9 Keunggulan dan Kelemahan Anggaran ............................... 19

  2.1.10 Prinsip Penyusunan Anggaran ............................................ 21

  2.1.11 Hubungan Penganggaran dengan Akunting ......................... 23

  2.1.12 Perencanaan ....................................................................... 23

  2.1.13 Tujuan Prencanaan ............................................................. 24

  2.1.14 Fungsi Perencanaan ............................................................ 24

  2.1.15 Pendekatan perencanaan ...................................................... 24

  2.1.16 Pengendalian ...................................................................... 26

  2.1.17

  2.1.18 Pengertian Kas.................................................................... 27

  3.2 Metode Penelitian ........................................................................... 39

  3.2.4.2 Teknik Pengumpulan Data ..................................... 48

  3.2.4.1 Sumber Data .......................................................... 47

  3.2.4 Sumber Data dan Teknik Pengumpulan Data ....................... 46

  3.2.3.2 Sampel .................................................................. 45

  3.2.3.1 Populasi ................................................................. 45

  3.2.3 Metode penarikan sampel ................................................... 45

  3.2.2 Operasionalisasi Variabel .................................................... 43

  3.2.1 Desain Penelitian ................................................................. 41

  3.1 Objek Penelitian ............................................................................. 39

  2.1.19 Jenis-jenis Kas .................................................................... 28

  BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN

  2.2 Kerangka pemikiran ........................................................................ 35

  2.1.25 Faktor Anggaran Kas .......................................................... 34

  2.1.24 Kegunaan Anggaran Kas .................................................... 33

  2.1.23 Macam- macam anggaran kas ............................................. 32

  2.1.22 Metode Penyusunan Anggaran Kas..................................... 31

  2.1.21 Tujuan penyusunan anggaran kas........................................ 30

  2.1.20 Anggaran Kas ..................................................................... 28

  3.2.5 Metode Analisis ................................................................. 51

  BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

  4.1 Gambaran Umum Perusahaan ....................................................... 53

  4.1.1 Sejarah Perusahaan .......................................................... 53

  4.1.2 Struktur Organisasi Perusahaan ......................................... 56

  4.1.3 Deskripsi Tugas ................................................................ 58

  4.1.3.1 Bidang Kesejahteraan ............................................ 58

  4.1.3.2 Bidang Non Kurikuler dan Kemasyarakatan .......... 59

  4.1.3.3 Bidang Karakter dan Keprofesian .......................... 59

  4.1.3.4 Bagian Tata Usaha ................................................. 60

  4.1.4 Aktivitas Perusahaan ......................................................... 61

  4.1.4.1 Bidang Non-Kulikuler dan Pengabdian Masyarakat ............................................................. 61

  4.1.4.2 Bidang Pengembang Karakter dan Keprofesian ..... 64

  4.1.4.3 Bimbingan Konseling ............................................ 65

  4.1.4.4 Bidang kesejahteraan ............................................. 66

  4.1.4.5 Bagian Tata Usaha ................................................. 68

  4.2 Hasil Analisis Deskriptif ................................................................ 68

  4.2.1 Proses Perencanaan dan Pengendalian Anggaran Kas pada Lembaga Kemahasiswaan ITB ................................. 68

  4.2.2 Hambatan yang terjadi dalam Perencanaan dan Pengendalian Anggaran Kas ............................................. 75

  4.2.3 Peranan Perencanaan dan Pengendalian Anggaran Kas pada Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung ....... 77

  4.3 Hasil Implementasi Model ............................................................ 79

  4.3.1 Proses Perencanaan dan Pengendalian Anggaran Kas pada Lembaga Kemahasiswaan ITB ............ 79

  4.3.2 Hambatan yang terjadi dalam Perencanaan dan Pengendalian Anggaran Kas ............................................... 81

  4.3.3 Peranan Perencanaan dan Pengendalian Anggaran Kas pada Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung ....... 82

  BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

  5.1 Simpulan ........................................................................................ 85

  5.2 Saran .............................................................................................. 86

  

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 88

LAMPIRAN .................................................................................................... 89

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ...................................................................... 104

BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Penelitian

  Perkembangan pembangunan arus globalisasi dan teknologi informasi yang sangat pesat dewasa ini menuntut bangsa Indonesia merespon dengan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta sumber daya insani yang unggul. Sinergi dalam bentuk kerjasama antar komponen bangsa “Industri - Pemerintah - Pusat Penelitian -

  Perguruan Tinggi”, perlu dikembangkan semakin erat serta ditata dan diarahkan dalam program-program bersama. Untuk itu, Indonesia memerlukan kontribusi perguruan tinggi nasional dengan kekuatan sumber daya insani yang unggul, infrastruktur yang kuat, dan jejaring yang luas, untuk menghela kemajuan dan kemakmuran bangsa.

  Perkembangan pembangunan ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang semakin pesat serta menempatkan suatu tujuan untuk menentukan apa yang harus dilakukan, mengembangkan rencana yang efektif, serta menentukan sasaran. Tanpa tujuan yang pasti maka segala yang dicapai akan menjadi sia-sia karena tidak ada standar yang mengukur antara perencanan dengan hasil yang dicapai, dimana fungsi perencanaan merupakan awal dari berbagai kelemahan yang dimiliki oleh banyak perusahaan di Indonesia. Penjabarannya menjadi rencana yang realistis, sederhana, dan terperinci guna untuk menjalankan aktivitas perusahaan.

  Hampir semua transaksi bermula dan berakhir pada penerimaan dan pengeluaran kas. Kas itu sendiri sering dijadikan dasar pertimbangan untuk mengambil keputusan. Oleh karena itu, perencanaan kas yang dimaksud adalah pembuatan anggaran kas yang dapat memperhatikan posisi kas dimasa yang akan datang karena anggaran kas memberikan pemikiran mengenai kas dengan jalan memilih alternatif yang tepat mengenai penerimaan dan pengeluaran.

  Dengan adanya anggaran kas perusahaan dapat melihat bagaimana posisi kas dimasa mendatang dan bagaimana pengendalian yang tepat dapat dilaksanakan terhadap proses-proses penerimaan serta pengeluaran yang terjadi sehingga kelancaran posisi keuangan dapat terjamin dengan baik. Anggaran kas merupakan pedoman bagi manajemen dalam melaksanakan operasi perusahaan, anggaran kas juga merupakan alat bantu bagi manajemen dalam melaksanakan pengendalian, anggaran kas tidak akan berjalan lancar tanpa adanya pengendalian kas. Oleh karena itu, anggaran kas disusun sebagai pengendalian kegiatan perusahaan, pengendalian pada dasarnya adalah membandingkan antara rencana dengan pelaksanaan.

  Menurut Don R. Hansen dan M. Mowen menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang erat antara anggaran, pengendalian, dan perencanaan yaitu :

  “Dimana perencanaan digunakan untuk melihat kedepan terkait dengan tindakan apa yang seharusnya diambil untuk mencapai tujuan tertentu, sedangkan pengendalian lebih melihat kebelakang, menentukan apa yang sebenarnya telah terjadi dan membandingkannya dengan perencanaan. Komponen utama dari perencanaan itu sendiri adalah anggaran. Sebelum anggaran dibuat, perusahaan harus membuat perencanaan yang strategis, dimana dalam perencanaan yang strategis tersebut diidentifikasi untuk

  Riki Iskandar sebagai Staf Keuangan pada Lembaga Kemahasiswaan ITB mengemukakan bahwa dalam perencanaan dan pengendalian anggaran kas pada Lembaga Kemahasiswaan ITB memiliki aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh pimpinan Lembaga Kemahasiswaan yang sudah memenuhi aturan yang telah ditetapkan, namun pada kenyataannya meskipun perencanaan dan pengendalian anggaran telah ditetapkan, masih terdapat penyusunan anggaran yang belum mampu mengefektifkan penggunaan dana yang tidak sesuai dengan perencanaan anggaran kas, sehingga mengalami pemborosan atau kenaikan biaya diluar rencana yang sudah ditetapkan sebelumnya, dan keterbatasan pengajuan dana yang berimbas pada realisasi penyerapan anggaran sehingga terdapat sisa anggaran yang belum terserap. Hal ini mengakibatkan terhambatnya kegiatan operasional di Lembaga Kemahasiswaan ITB.

  Untuk menghadapi semua hambatan tersebut tentunya harus mempunyai strategi yang lebih baik dari sebelumnya supaya dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi, sehingga penggunaan dana dapat berjalan sesuai dengan perencanaan dan pengendaliannya.

  Berdasarkan fenomena tersebut maka penulis bermaksud membuat laporan penelitian,dan menetapkan judul yaitu:

  ATAS PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN “TINJAUAN ANGGARAN KAS PADA LEMBAGA KEMAHASISWAAN

  INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG ”.

1.2 Identifilasi Masalah dan Rumusan Masalah

  1.2.1 Identifikasi Masalah

  Untuk menyelesaikan permasalahan yang akan dibahas dibab-bab selanjutnya, perlu adanya pengidentifikasian masalah, sehingga hasil analisa selanjutnya dapat terarah dan sesuai dengan tujuan peneliti. Berdasarkan uraian dan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalahan yang terjadi pada Lembaga Kemahasiswaan ITB adalah sebagai berikut :

  1 Masih terdapat penyusunan anggaran yang belum mampu mengefektifkan penggunaan dana yang tidak sesuai dengan perencanaan anggaran kas, sehingga mengalami pemborosan atau kenaikan biaya diluar rencana yang sudah ditetapkan sebelumnya.

  2 Keterbatasan pengajuan dana yang berimbas pada realisasi penyerapan anggaran sehingga penyerapan anggaran tidak dapat dilaksanakan secara maksimal.

  1.2.2 Rumusan Masalah

  Berdasarkan uraian diatas dalam latar belakang, penulis merumuskan masalah dalam penelitian sebagai berikut:

1 Bagaimana proses perencanaan dan pengendalian anggaran kas pada lembaga kemahasiswaan institut teknologi bandung.

  2 Bagaimana hambatan yang terjadi dalam perencanaan dan pengendalian anggaran kas pada Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung.

3 Bagaimana peranan perencanaan dan pengendalian anggaran kas pada lembaga kemahasiswaan institut teknologi bandung.

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

  1.3.1 Maksud Penelitian

  Adapun Maksud pelaksanaan penelitian adalah mengetahui perencanaan dan pengendalian anggaran kas pada Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung.

  1.3.2 Tujuan Penelitian

  Tujuan yang hendak dicapai dalam permasalahan yang telah diidentifikasi diatas adalah:

  1. Untuk mengetahui proses penyusunan perencanaan dan pengendalian anggaran kas terhadap Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung.

  2. Untuk mengetahui hambatan yang terjadi dalam perencanaan dan pengendalian anggaran kas pada Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung.

3. Untuk mengetahui peranan perencanaan dan pengendalian anggaran kas pada Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung.

1.4 Kegunaan Penelitian

1.4.1 Kegunaan Praktis

  Kegunaan praktis adalah kegunaan yang ditujukan kepada instansi tempat dilakukannya penelitian, dalam hal ini adalah Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung secara keseluruhan dan bagi petugas pada bagian anggaran, yang dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Bagi Lembaga Kemahasiswaan ITB

  Penulis berharap dari hasil penelitian ini dapat bermanfaat dan memberikan masukan dalam hal mengenai Perencanaan dan Pengendalian Anggaran Kas, khususnya pada bagian Anggaran pada Lembaga Kemahasiswaan ITB.

  2. Bagi Petugas pada bagian Anggaran hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan untuk perbaikan dalam menyusun perencanaan anggaran, dapat menjadi bahan pertimbangan bagi bagian anggaran untuk lbih teliti, memperhatikan dan mengawasi dalam perencanaan dan pengendalian anggarannya, sehingga dapat meningkatkan kualitas kerja yang lebih baik lagi, dan dapat melaksanakan tugas sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

1.4.2 Kegunaan akademis

  Kegunaan akademis ini mencakup kegunaan bagi perkembangan ilmu pengetahuan, kegunaan bagi peneliti dan kegunaan bagi peneliti selanjutnya yang dapat diuraikan sebagai berikut : 1.

  Bagi Pengembang Ilmu Pengetahuan Diharapkan dapat memberikan masukan atau sumbangan pemikiran dalam meninjau perencanaan dan pengendalian anggaran kas, guna dalam meningkatkan kualitas secara keseluruhan.

  2. Bagi Peneliti Menambah wawasan dan memperluas pola pikir dalam meninjau perencanaan dan pengendalian anggaran kas.

  3. Bagi Peneliti Selanjutnya Hasil dari penulisan penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat, salah satunya untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan bagi penulis lainnya.

1.5 Lokasi dan Waktu Penelitian

  Dalam melaksanakan Tugas Akhir ini peneliti memilih Lembaga Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung. Adapun rincian dari lokasi dan waktu penelitian, yaitu :

  1.5.1 Lokasi Penelitian

  Penelitian di laksanakan di Institut Teknologi Bandung yang berlokasi di Jalan Ganesha 10 Bandung 40132.

  1.5.2 Waktu Penelitian

  Adapun waktu pelaksanaan penelitian dari mulai Tanggal 01 April 2012 sampai dengan 31 Juni 2012, dengan melakukan penelitian pada hari Selasa dan Kamis.

Tabel 1.1 Waktu penelitian

  BULAN TAHAP PROSEDUR Maret April Mei Juni Juli 2012 2012 2012 2012 2012

  I Tahap Persiapan :

  1. Membuat outline dan proposal TA

  2. Mengambil formulir penyusunan TA

  3. Menentukan tempat penelitian

  II Tahap Pelaksanaan :

  1. Mengajukan outline dan Tugas Akhir

  2. Bimbingan Tugas Akhir

  3. Penelitian dan Pengumpulan Data

  4. Penyusunan Tugas Akhir

  III Tahap Pelaporan :

  1. Menyiapkan draftTugas Akhir

  2. Sidang Akhir Tugas Akhir

  3. Penyempurnaan Laporan Tugas Akhir

  4. Penggandaan Tugas Akhir

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

2.1 Kajian Pustaka

2.1.1 Penganggaran (budgeting)

  Definisi anggaran menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu adalah sebagai berikut :

  “Penganggaran merupakan suatu proses sejak tahap persiapan yang diperlukan sebelum dimulainya penyusunan rencana, pengumpulan berbagai data informasi yang perlu, pembagian tugas perencanaan, penyusunan rencananya sendiri, implementasi dari rencana tersebut, sampai pada akhirnya tahap pengawasan dan evaluasi dari hasil rencana itu. Hasil dari rencana kegiatan penganggaran adalah anggaran ( budget) ”. (2007:3)

  Sedangkan menurut M Nafarin menjelaskan bahwa :

  “Penganggaran merupakan proses menyusun anggaran sehingga anggaran adalah hasil dari penganggaran. Dengan demikian, penganggaran berarti menghitung, menjelaskan, dan menyusun

anggaran baik perusahaan maupun non perusahaan.”

(2007:5)

  Dari beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa penganggaran merupakan kegiatan dalam menghasilkan anggaran serta proses kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan fungsi budget seperti fungsi pedoman kerja, alat perencanaan kerja dan alat pengendalian kerja.

  2.1.2 Anggaran (budget)

  Menurut RA Supriyono dalam buku Tendi Haruman dan Sri

  Rahayu mengemukakan bahwa : “Anggaran adalah suatu rencana terperinci yang dinyatakan secara formal dalam ukuran kuantitatif, biasanya dinyatakan dalam satuan uang, untuk perolehan dan penggunaan sumber- sumber suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu,biasanya satu tahun”. (2007:3)

  Menurut M. Nafarin menjelaskan bahwa : “Anggaran adalah suatu rencana kuantitatif (satuan jumlah)

  periodik yang disusun berdasarkan program yang telah disahkan ”.

   (2007:11)

  Dengan demikian dari penjelasan tersebut dapat terasa pentingnya suatu perencanaan dan pengendalian yang baik hanya dapat diperoleh manajemen dengan mempelajari, menganalisa, dan mempertimbangkan dengan seksama kemungkinan-kemungkinan, serta konsekuensi yang ada.

  2.1.3 Fungsi Anggaran

  Menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu menjelaskan beberapafungsi anggaran dalam proses manajemen adalah sebagai berikut :

  “Fungsi anggaran adalah sebagai berikut : 1. Dibidang perencanaan (Planning) 2. Dibidang pengkoordinasian (Coordinating) 3. Dibidang pengendalian (Controlling). (2007:6) Adapun beberapa penjelasan tentang fungsi anggaran yaitu : 1.

  Dibidang perencanaan (Planning)

  a) Membantu manajemen meneliti dan mempelajari semua masalah yang berkaitan dengan aktivitas yang akan dilaksanakan

  b) Membantu mengarahkan seluruh sumber daya yang ada diperusahaan dalam menentukan arah aktivitas yang paling menguntungkan.

  c) Membantu arah atau menunjang kebijaksanaan pemerintah

  d) Membantu manajemen memilih tujuan perusahaan

  e) Membantu menstabilkan kesempatan kerja yang tersedian

f) Membantu pemakaian alat-alat fisik secara lebig efektif.

2. Dibidang pengkoordinasian (Coordinating)

  a) Membantu mengkoordinir faktor sumber daya manusia dengan perusahaan.

  b) Membantu menilai kesesuaian antara rencana aktivitas perusahaan dengan keadaan lingkungan usaha yang dihadapi c)

  Membantu menempatkan pemakaian modal pada saluran- saluran yang menguntungkan sesuai dan seimbang dengan program perusahaan

  d) Membantu mengetahui kelemahaan dalam organisasi 3.

  Dibidang pengendalian (Controlling) b) Membantu mencegah pemborosan

  c) Membantu menetapkan standar baru

  Sedangkan menurut M. Nafarin, fungsi anggaran merupakan alat manajemen dalam melaksanakan fungsinya. Proses dari fungsi manajemen tersebut dapat diilustrasikan pada Gambar 2.1.

  PERENCANAAN

Umpan balik Umpan maju

PENGAWASAN PELAKSANAAN

Gambar 2.1 Fungsi Anggaran

  Gambar tersebut menunjukkan bahwa fungsi manajemen dimulai dari fungsi perencanaan, kemudian diadakan pelaksanaan dan perencanaan memberikan proses umpan maju dalam arti agar dapat memberikan arahan kepada setiap manajer dalam mengambil keputusan operasional sehari-hari.

  Setelah dilakukan pelaksanaan barulah diadakan pengawasan yang memberikan proses umpan balik dalam perencanaan, artinya pengawasan melakukan evaluasi dengan cara membandingkan rencana dengan realisasi (apakah pekerjaan sudah dilaksanakan sesuai rencana).

2.1.4 Tujuan Penyusunan Anggaran

  Berdasarkan ilustrasi yang telah digambarkan sebelumnya, M Nafarin mengemukakan bahwa tujuan penyusunan anggaran adalah :

  “Tujuan penyusunan anggaran yaitu sebagai berikut : 1. Digunakan sebagai landasan yuridis formal.

2. Mengadakan pembatasan jumlah dana 3. Mencari jenis sumber sana maupun jenis investasi dana 4. Merasionalkan sumber dana maupun investasi dana 5. Menyempurnakan rencana yang disusun 6. Menampung dan menganalisis keuangan.” (2007:19)

  Adapun beberapa penjelasan tentang tujuan penyusunan anggaran yaitu sebagai berikut :

  1. Digunakan sebagai landasan yuridis formal dalam memilih sumber dan investasi dana.

  2. Mengadakan pembatasan jumlah dana, dalam hal ini sumber dana akan membatasi jumlah dana yang terlalu tinggi dan akan mengurangi jumlah dana tersebut.

  3. Mencari jenis sumber sana maupun jenis investasi dana sehingga dapat mempermudah pengendalian.

  4. Merasionalkan sumber dana maupun investasi dana agar dapat mencapai hasil yang maksimal.

  5. Menyempurnakan rencana yang disusun, karena dengan anggaran menjadi lebih jelas dan nyata dilihat.

  6. Menampung dan menganalisis keuangan dengan memutuskan setiap usulan yang berkaitan dengan keuangan.

  Dari kutipan diatas dapat disimpulkan bahwa tujuan penyusunan anggaran adalah untuk menyempurnakan rencana yang telag disusun, merinci jenis sumber dana dan penggunaan dana agar perusahaan dapat mempermudah pengawasan dalam operasionalnya sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal dan dapat mencapai tujuan yang diharapkan.

2.1.5 Manfaat Anggaran

  Menurut M. Nafarin, anggaran mempunyai banyak manfaat antara lain:

  “Manfaat anggaran adalah : 1. Semua kegiatan dapat mengarah pada pencapaian tujuan bersama.

  2. Dapat digunakan sebagai alat menilai kelebihan dan kekurangan karyawan.

  3. Dapat memotivasi karyawan 4. Menimbulkan tanggung jawab tertentu pada karyawan 5. Menghindari pemborosan dan pengeluaran yang kurang perlu.

  6. Alat pendidikan bagi para manajer.” (2007:20)

  Adapun penjelasannya sebagai berikut : 1. Semua kegiatan dapat mengarah pada pencapaian tujuan bersama.

  Anggaran merupakan target yang harus dicapai oleh perusahaan yang menggunakannya, oleh karena itu seluruh bagian perusahaan mempunyai tujuan yang sama yaitu mencapai target yang telah ditentukan dalam anggaran

2. Dapat digunakan sebagai alat menilai kelebihan dan kekurangan karyawan.

  Anggaran digunakan untuk melihat bagaimana kinerja para pegawai dalam melakukan tugas-tugasnya.

  3. Dapat memotivasi karyawan Anggaran merupakan suatu target perusahaan, dimana dengan adanya target tersebut dapat memotivasi karyawan agar lebih kreatif dalam pencapaian tujuan yang maksimal.

  4. Menimbulkan tanggung jawab tertentu pada karyawan.

  Karyawan akan lebih bertanggung jawab dalam melaksanakan tugasnya, karena hasil yang telah dikerjakan harus sesuai dengan anggaran yang telah ditentukan.

  5. Menghindari pemborosan dan pengeluaran yang kurang perlu.

  Penganggaran digunakan agar tidak terjadi pemakaian biaya yang tidak semestinya.

  6. Alat pendidikan bagi para manajer.

  Suatu alat para manajer dalam mengembangkan ilmu yang telah dimilikinya.

2.1.6 Syarat-Syarat Penyusunan Anggaran

  Menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu, syarat-syarat penyusunan anggaran adalah sebagai berikut :

  “Syarat-syarat penyusunan anggaran adalah : 1. Realistis 2. Luwes 3. Kontinyu.”

  Adapun penjelasan dari syarat-syarat penyusunan anggaran kas yaitu : 1. Realistis, artinya sangat mungkin untuk dicapai sesuai dengan keadaan saat ini, tidak terlalu optimis dan juga tidak terlalu pesimis

2. Luwes, artinya tidak kaku sehingga terdapat peluang untuk perubahan sesuai dengan dengan situasi dan kondisi.

  3. Kontinyu, artinya bahwa anggaran perusahaan memerlukan perhatian secara terus menerus dan bukan merupakan suatu usaha yang bersifat insidental.

2.1.7 Jenis Anggaran

  Jenis anggaran menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu adalah sebagai berikut :

  “Jenis-jenis anggaran : 1. Berdasarkan Luang Lingkup 2. Berdasarkan fleksibilitas 3. Berdasarkan jangka waktu.” (2007:6)

  Adapun uraian dari beberapa jenis anggaran yaitu : 1.

  Berdasarkan ruang lingkup

  a) Anggaran komprehensif, yaitu anggaran perusahaan yang disusun dengan ruang lingkup yang menyeluruh serta mencakup seluruh kegiatan aktivitas perusahaan.

  b) Anggaran parsial, yaitu anggaran perusahaan yang disusun dengan ruang lingkup yang terbatas yang hanya mencakup sebagian dari kegiatan perusahaan.

  2. Berdasarkan fleksibilitas

  a) Anggaran fixed, yautu anggaran yang disusun untuk periode tertentu, dimana volumenya sudah ditentukan dan berdasarkan volume tersebut direncanakan revenue, cost, dan expense, serta tidak diadakan revisi secara periodik.

  b) Anggaran kontinyu, yaitu anggaran yang disusun untuk periode tertentu dimana volumenya sudah ditentukan dan berdasarkan volume tersebut direncanakan revenue, cost, dan expense, tetapi diadakan revisi secara periodik dan ditambahkan anggaran untuk satu triwulan pada periode anggaran berikutnya.

  3. Berdasarkan jangka waktu.

  a) Anggaran jangka pendek, yaitu anggaran operasional yang menunjukkan rencana operasi atau kegiatan untuk satu periode akuntansi (biasanya satu tahun) yang akan dating.

  b) Anggaran jangka panjang, yaitu anggaran yang menunjukkan jangka investasi dalam tahun anggaran dengan waktu lebih dari satu tahun.

2.1.8 Faktor Penyusunan Anggaran

  Faktor-faktor yang mempengaruhu penyusunan anggaran menurut

  Tendi Haruman dan Sri Rahayu adalah sebagai berikut : “Faktor Penyusunan Anggaran :

1. Faktor Intern 2. Faktor Ekstern.” (2007:8-9)

  Adapun penjelasannya sebagai berikut : 1.

  Faktor Intern antara lain berupa :

  a) Data penjualan pada tahun-tahun yang lalu

  b) Kebijaksanaan perusahaan yang berhubungan dengan masalah harga jual, syarat-syarat pembayaran yang dijual c) tenaga kerja yang dimiliki perusahaan, baik jumlah maupun keahliannya

  d) modal kerja yang dimiliki perusahaan e) fasilitas-fasilitas yang dimiliki perusahaan

2. Faktor Ekstern

  Faktor Ekstern antara lain berupa :

  a) Keadaan persaingan

  b) Agama, adat istiadat

  c) Berbagai kebijaksanaan pemerintah

  d) Keadaan ekonomi nasional maupun internasional

  e)

2.1.9 Keunggulan dan Kelemahan Anggaran

  Menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu, ulasan yang telah dikemukakan sebelumnya, dapat disimpulkan beberapa keunggulan yang dapat diperoleh dengan penyusunan anggaran yang baik, antara lain :

  “Keunggulan dalam penyusunan anggaran : 1. Hasil yang direncanakan dari suatu rencana tertentu

diproyeksikan sebelum rencana terebut dilaksanakan

2. diperlukan analisis yang sangat teliti terhadap setiap tindakan yang akan dilakukan 3. Anggaran merupakan penelitian untuk kerja 4. Anggaran memerlukan adanya dukungan organisasi.” (2007:7)

  Adapun beberapa penjelasan mengenai keunggulan tersebut yaitu : 1. Hasil yang direncanakan dari suatu rencana tertentu diproyeksikan sebelum rencana terebut dilaksanakan. Bagi manajemen hasil proyeksi ini menciptakan peluang untuk memilih rencana yang paling menguntungkan untuk dilaksanakan.

  2. Dalam penyusunan anggaran, diperlukan analisis yang sangat teliti terhadap setiap tindakan yang akan dilakukan. Analisis ini sangat bermanfaat bagi manajemen sekalipun ada pilihan untuk tidak melanjutkan keputusan tersebut.

3. Anggaran merupakan penelitian untuk kerja sehingga dapat dijadikan patokan untuk menilai baik buruknya suatu hasil yang diperoleh.

  4. Anggaran memerlukan adanya dukungan organisasi yang baik sehingga setiap manajer mengetahui kekuasaan, kewenangan, dan kewajibannya. Anggaran sekaligus berfungsi sebagai alat

  Menurut Tendi Haruman dan Sri Rahayu disamping beberapa keunggulan diatas, terdapat pula beberapa kelemahan antara lain :

  “Kelemahan penyusunan anggaran yaitu : 1. Karena anggaran disusun berdasarkan estimasi 2. Anggaran hanya merupakan rencana 3. Anggaran hanya merupakan suatu alat bantu manajemen 4. Kondisi yang terjadi tidak selalu seratus persen sama dengan orang yang diramalkan sebelumnya .” (2007:7)

  Adapun beberapa penjelasan mengenai keunggulan tersebut yaitu : 1. Karena anggaran disusun berdasarkan estimasi (permintaan efektif, kapasitas produksi, dan lain-lain) maka terlaksananya dengan baik kegiatan-kegiatan tergantung pada ketepatan estimasi tersebut.

2. Anggaran hanya merupakan rencana, dan rencana tersebut baru berhasil apabila dilaksanakan cengan sungguh-sungguh.

  3. Anggaran hanya merupakan suatu alat yang dipergunakan untuk membantu manajemen dalam melaksanakan tugas-tugasnya, bukan menggantikannya.

  4. Kondisi yang terjadi tidak selalu seratus persen sama dengan orang yang diramalkan sebelumnya, sebab itu anggaran perlu memiliki sifat yang luwes. Disamping mempunyai banyak keunggulan, anggaran juga mempunyai kelemahan, sebab anggaran dibuat berdasarkan asumsi. Bila asumsunya berubah maka anggaran menjadi kurang bermanfaat, kecuali direvisi sesuai dengan perubahan asumsi.

2.1.10 Prinsip Penyusunan Anggaran Tendi Haruman

  dan Sri Rahayu mengemukakan bahwa Prinsip

  • – prinsip dasar yang harus dipenuhi dan ditaati agar suatu anggaran dapat disusun dan silaksanakan adalah sebagai berikut :

  “Prinsip-prinsip dasar penyusunan anggaran yaitu : 1. Manajemen involvement 2. Organizational Adaptation 3. Responsibility Accounting 4. Goal Orientation 5. Full Communication 6. Realistis exprctation 7. Timeliness 8. Flexible Application 9. Reward and Punishment.” (2007:10)

  Adapun beberapa penjelasan tentang prinsip penyusunan anggaran yaitu :

  1. Manajement involvement Keterlibatan manajemen dalam penyusunan rencana mempunyai makna bahwa manajemen mempunyai komitmen yang kuat untuk mencapai sesuatu yang direncanakan.

  2. Organizational Adaptation Suatu rencana keuangan harus disusun berdasarkan struktur organisasi dimana ada ketegasan garis wewenang dan tanggung jawab.Seorang manajemen tidak dapat memindahkan tanggungjawab atas suatu pekerjaan walaupun dia dapat melimpahkan sebagian wewenangnya kepada bawahannya.

  3. Responsibility Accounting Agar rencana keuangan dapat dilaksanakan dengan baik, maka harus didukung dengan adanya suatu sistem responsibility accounting yang polanya disesuaikan dengan pertanggungjawaban organisatoris.

  4. Goal Orientation Penetapan tujuan yang realistis akan menjamin kelangsungan hidup dan pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.Jadi konsep

  Manajement dapat diterapkan.

  5. Full Communication Suatu perencanaan dan pengendalian dapat berjalan secara efektif apabila antara tingkatan manajemen mempunyai pemahaman yang sama tentang tanggung jawab dan sasaran yang harus dicapai.

  6. Realistis exprctation Dalam perencanaan, manajemen harus menghindari konservatisme dan optimisme yang berlebiahan yang menjadi sasaran yang tidak dicapai.

  7. Timeliness Laporan-laporan berupa informasi mengenai realisasi rencana harus duterima oleh manajemen yang berkompeten tepat pada waktunya agar informasi tersebut efektif dan berguna bagi manajemen.

  8. Flexible Application Perencanaan tidak boleh kaku tetapi harus terdapat celah untuk perubahan sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi.

9. Reward and Punishment

  Manajemen harus melakukan penilaian kinerja manajer berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan.


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

58 1234 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 346 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 285 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

4 197 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 268 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 363 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 331 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

6 190 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

11 343 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 385 23