Pengaruh Laba Akuntansi dan Komponen Arus Kas Terhadap Harga Saham Di Bursa Efek Indonesia

SKRIPSI PENGARUH LABA AKUNTANSI DAN KOMPONEN ARUS
KAS TERHADAP HARGA SAHAM DI BURSA EFEK INDONESIA OLEH :
ALFONSO ERIK S HUTABARAT 060503221
PROGRAM STUDI STRATA 1 AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2011
Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi saya yang berjudul: “Pengaruh Laba Akuntansi dan Komponen Arus Kas Terhadap Harga Saham Di Bursa Efek Indonesia”, adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah dimuat, dipublikasikan, atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks skripsi Program Reguler S1 Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi Sumatera Utara. Semua sumber data dan informasi yang diperoleh telah dinyatakan dengan jelas dan benar apa adanya. Apabila di kemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh Universitas Sumatera Utara.
Medan, 23 Juni 2011 Yang Membuat Pernyataan, Alfonso Erik S. Hutabarat NIM: 060503221
Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada Allah Swt. atas segala berkat dan anugerah-Nya, sehingga Penulis mampu menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Pengaruh Laba Akuntansi dan Komponen Arus Kas Terhadap Harga Saham Di Bursa Efek Indonesia”. Penulisan skripsi ini bermanfaat untuk menambah wawasan dan pengetahuan Penulis khususnya mengenai masalah yang diangkat dalam penelitian ini. Selama penyusunan skripsi ini, Penulis telah banyak mendapat bimbingan, pengarahan, bantuan, dan doa dari berbagai pihak. Untuk itu, dengan hati yang tulus Penulis mengucapkan terima kasih kepada: 1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara. 2. Bapak Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak. selaku Ketua Program Studi S1
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dan Ibu Dra. Mutia Ismail, MM, Ak selaku sekretaris Departemen Departemen Akuntansi S1 Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Iskandar Muda, SE, M.Si,Ak selaku dosen pembimbing yang telah banyak meluangkan waktu dalam memberikan petunjuk, pengarahan, bimbingan dan bantuan dari awal hingga selesainya skripsi ini. 4. Bapak Drs. Syahrul Rambe, MM,Ak selaku Dosen Pembanding/ Penguji I dan Drs. Hotmal Ja’far, MM selaku dosen Pembanding/ Penguji II yang telah banyak memberikan masukan dan arahan dalam penulisan skripsi ini.
Universitas Sumatera Utara

5. Secara khusus Penulis persembahkan kepada kedua orangtua Penulis yang sangat Penulis sayangi, Ayahanda Albert Hutabarat,SH dan Ibu Suryani .S serta abang dan adik Penulis, terima kasih atas kasih sayang, didikan, dukungan, dan doa kalian.
6. Teman-teman di Fakultas Ekonomi angkatan 2006 serta semua pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna karena
keterbatasan penulis dalam pengetahuan dan pengulasan skripsi. Oleh karena itu Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun sehingga dapat dijadikan acuan dalam penulisan karya-karya ilmiah selanjutnya. Akhir kata, Penulis berharap semoga skripsi ini menjadi bahan bacaan yang bermanfaat bagi pembaca.
Medan, 23 Juni 2011 Penulis, Alfonso Erik S. Hutabarat NIM: 060503221
Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laba akuntansi, arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan terhadap harga saham pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2006 sampai dengan 2008. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tolak ukur mana yang mempunyai pengaruh yang paling signifikan terhadap harga saham. Data yang digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing perusahaan sampel, yang dipublikasikan melalui website www.idx.co.id, dan ringkasan kinerja perusahaan yang diperoleh melalui ICMD (Indonesian Capital Market Directory). Metode analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pengujian asumsi klasik, serta analisis statistik yaitu analisis regresi linear berganda. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah laba akuntansi sebagai variabel X1, aktivitas operasi sebagai variabel X2, arus kas dari aktivitas investasi sebagai variabel X3 dan arus kas dari aktivitas pendanaan sebagai variabel X4, serta harga saham sebagai variabel Y dengan total sampel per tahun sebanyak 18 perusahaan. Hasil penelitian ini adalah ketiga variabel independen berpengaruh signifikan positif terhadap harga saham secara bersama-sama, tetapi secara parsial arus kas dari aktivitas operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan tidak berpengaruh terhadap harga saham. Arus kas dari aktivitas operasi memiliki pengaruh yang paling signifikan.
Kata Kunci: laba akuntansi, arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, arus kas dari aktivitas pendanaan, harga saham.
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
This study analyzed the influence of accounting earnings, cash flow from operating activities, cash flow from investing activities and cash flow from financing activities to the stock prices of the companies that listed in Indonesia stocks exchange since 2006 up to 2008. This study was also intended to know which performances measured have the most significant effect to the stock price.
Data that used in this research are financial statements from each company, published through website www.idx.co.id and companies financial data that get from ICMD (Indonesian Capital Market Directory). Analysis method that used in this research is quantitative method with multiple regressions. Sampling method that used is purposive sampling. Variables that used in this research are accounting earnings as X1 variable, cash flow from operating activities as X2 variable, cash flow from investing activities as X3 variable and cash flow from financing activities as X4 variable and also stock price as Y variable consist of the 18 firm.
This research concludes that all of the independent variables have positive significant influence toward stock price in simultan, but in partial cash flow from operating activities have positive significant to the stock price, whereas cash flow from investing activities and cash flow from financing activities are not influence toward stock price. The most significant effect was from cash flow from operating activities.
Keyword: accounting earnings, cash flow from operating activities, cash flow from investing activities, cash flow from financing activities, stock price.
Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

PERNYATAAN .................................................................................................. i

KATA PENGANTAR........................................................................................ ii

ABSTRAK......................................................................................................... iv

ABSTRACT ....................................................................................................... v

DAFTAR ISI ..................................................................................................... vi

DAFTAR GAMBAR....................................................................................... viii

DAFTAR TABEL ............................................................................................. ix

DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xi

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian ....................................................... 1

B. Perumusan Masalah ................................................................ 6

C. Tujuan Penelitian .................................................................... 6

D. Manfaat Penelitian .................................................................. 6

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teoritis

1. Laporan Keuangan 7

2. Tujuan Laporan Keuangan ................................................ 8

3. Jenis-jenis Laporan Keuangan .......................................... 8

4. Laba ................................................................................. 9

a. Konsep Laba ....................................................... 8

b. Laba Akuntansi .................................................. 12

Universitas Sumatera Utara

BAB III

5. Laporan Arus Kas ..................................................... 13

6. Harga Saham

..................................................... 16

B. Tinjauan Penelitian Terdahulu ............................................... 18

C. Kerangka Konseptual dan Hipotesis ...................................... 20

METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain Penelitian .................................................................. 23

B. Populasi dan Sampel Penelitian............................................. 23

C. Jenis Data dan Sumber Data.................................................. 24

D. Teknik Pengumpulan Data .................................................... 25

E. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ..................... 25

F. Metode Analisis Data............................................................ 27

G. Jadwal Penelitian .................................................................. 30

BAB IV

ANALISIS HASIL PENELITIAN A. Data Penelitian...................................................................... 31 B. Analisis Hasil Penelitian ....................................................... 31
1. Statistik Deskriptif ...................................................... 31 2. Uji Asumsi Klasik ....................................................... 33
a. Uji Normalitas...................................................... 33 b. Uji Multikolinearitas ............................................ 36 c. Uji Heteroskedastisitas ......................................... 38 d. Uji Autokorelasi ................................................... 39 3. Analisis Regresi .......................................................... 40

Universitas Sumatera Utara

a. Persamaan Regresi ............................................... 41 b. Analisis Koefisien dan Koefisien
Determinasi .......................................................... 42 c. Pengujian Hipotesis .............................................. 44 C. Pembahasan Hasil Penelitian................................................. 46

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan........................................................................... 48

B. Keterbatasan Penelitian ......................................................... 48

C. Saran..................................................................................... 49

DAFTAR PUSTAKA....................................................................................... 50

LAMPIRAN ..................................................................................................... 63

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual.................................................................. 21

Gambar 4.1 Histogram .................................................................................. 35

Gambar 4.2 Grafik Normal P-P Plot............................................................... 35

Gambar 4.3 Scatterplot .................................................................................. 39

Universitas Sumatera Utara

Nomor Tabel 2.1 Tabel 4.1
Tabel 4.2 Tabel 4.3 Tabel 4.4 Tabel 4.5 Tabel 4.6 Tabel 4.7 Tabel 4.8 Tabel 4.9

DAFTAR TABEL

Judul

Halaman

Penelitian Terdahulu ................................................................... 21

Statistik Deskriptif Variabel-Variabel Selama

Tahun 2006 sampai tahun 2008................................................... 32

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ..................................... 34

Coefficients ................................................................................ 37

Coefficients Correlations ............................................................ 37

Hasil Uji Durbin Watson............................................................. 40

Hasil Analisis Regresi................................................................. 41

Hasil Analisis Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi ..... 43

Hasil Uji t ................................................................................... 44

Hasil Uji F .................................................................................. 45

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Judul

Halaman

Lampiran i Statistik Deskriptif Variabel-Variabel Selama

Tahun 2006 sampai tahun 2008................................................... 51

Lampiran ii One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test ..................................... 52

Lampiran iii Histogram & Normal P-P Plot..................................................... 53

Lampiran vi Coefficients Coefficients Correlations......................................... 54

Lampiran v Scatterplot .................................................................................. 55

Lampiran vi Hasil Uji Durbin Watson............................................................. 56

Lampiran vii Hasil Uji t & Uji F ...................................................................... 57

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh laba akuntansi, arus kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan terhadap harga saham pada perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia sejak tahun 2006 sampai dengan 2008. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui tolak ukur mana yang mempunyai pengaruh yang paling signifikan terhadap harga saham. Data yang digunakan adalah laporan keuangan dari masing-masing perusahaan sampel, yang dipublikasikan melalui website www.idx.co.id, dan ringkasan kinerja perusahaan yang diperoleh melalui ICMD (Indonesian Capital Market Directory). Metode analisi data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, dengan pengujian asumsi klasik, serta analisis statistik yaitu analisis regresi linear berganda. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel penelitian ini adalah laba akuntansi sebagai variabel X1, aktivitas operasi sebagai variabel X2, arus kas dari aktivitas investasi sebagai variabel X3 dan arus kas dari aktivitas pendanaan sebagai variabel X4, serta harga saham sebagai variabel Y dengan total sampel per tahun sebanyak 18 perusahaan. Hasil penelitian ini adalah ketiga variabel independen berpengaruh signifikan positif terhadap harga saham secara bersama-sama, tetapi secara parsial arus kas dari aktivitas operasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, sedangkan arus kas dari aktivitas investasi dan arus kas dari aktivitas pendanaan tidak berpengaruh terhadap harga saham. Arus kas dari aktivitas operasi memiliki pengaruh yang paling signifikan.
Kata Kunci: laba akuntansi, arus kas dari aktivitas operasi, arus kas dari aktivitas investasi, arus kas dari aktivitas pendanaan, harga saham.
Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
This study analyzed the influence of accounting earnings, cash flow from operating activities, cash flow from investing activities and cash flow from financing activities to the stock prices of the companies that listed in Indonesia stocks exchange since 2006 up to 2008. This study was also intended to know which performances measured have the most significant effect to the stock price.
Data that used in this research are financial statements from each company, published through website www.idx.co.id and companies financial data that get from ICMD (Indonesian Capital Market Directory). Analysis method that used in this research is quantitative method with multiple regressions. Sampling method that used is purposive sampling. Variables that used in this research are accounting earnings as X1 variable, cash flow from operating activities as X2 variable, cash flow from investing activities as X3 variable and cash flow from financing activities as X4 variable and also stock price as Y variable consist of the 18 firm.
This research concludes that all of the independent variables have positive significant influence toward stock price in simultan, but in partial cash flow from operating activities have positive significant to the stock price, whereas cash flow from investing activities and cash flow from financing activities are not influence toward stock price. The most significant effect was from cash flow from operating activities.
Keyword: accounting earnings, cash flow from operating activities, cash flow from investing activities, cash flow from financing activities, stock price.
Universitas Sumatera Utara

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah Salah satu alternatif bagi perusahaan untuk mendapatkan dana atau
tambahan modal adalah melalui pasar modal. Pasar modal memberikan jasanya yaitu dengan menjembatani hubungan antara pemilik modal dalam hal ini disebut sebagai pemodal (investor) dengan peminjam dana dalam hal ini disebut dengan nama emiten ( perusahaan yang go public ). Para pemodal memperjualbelikan instrumen pasar modal (saham dan obligasi) untuk keperluan investasi portofolio sehingga pada akhirnya dapat memaksimalkan penghasilan .Investor di pasar modal sangat berkepentingan dengan informasi yang berkaitan dengan kinerja perusahaan, karena perusahaan yang memiliki kinerja yang baik mampu memaksimalkan keuntungan perusahaan yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan para pemilik saham. Kesejahteraan pemegang saham ditunjukkan melalui harga pasar per saham perusahaan, yang juga merupakan refleksi dari keputusan investasi, pendanaan dan aktiva manajemen.
Salah satu ukuran penting untuk menilai kinerja perusahaan adalah laporan keuangan. Sesuai dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 1 yang dikeluarkan oleh IAI pada tahun 2004, dinyatakan bahwa tujuan laporan keuangan untuk umum adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan- keputusan ekonomi serta
Universitas Sumatera Utara

menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber – sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Dalam rangka mencapai tujuan tersebut, suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan yang meliputi aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan beban, termasuk keuntungan dan kerugian serta arus kas.
Salah satu informasi dalam laporan keuangan yang direspon oleh investor serta mempengaruhi pengambilan keputusan ekonomi mereka adalah informasi mengenai laba akuntansi dan arus kas. Standar Akuntansi Keuangan 2004 menyatakan bahwa laba akuntansi atau penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomi selama periode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahan aktiva atau penurunan kewajiban yang mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. Dengan kata lain, laba akuntansi menunjukkan ukuran tingkat pengembalian bagi para pemegang saham dan ukuran kinerja manajemen dalam keseluruhan penilaian kinerja keuangan. Jika laba akuntansi suatu perusahaan menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu, maka investor akan tertarik untuk menginvestasikan dananya pada perusahaan tersebut, dengan demikian harga saham yang dimiliki oleh perusahaan akan semakin meningkat.
Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, selain menggunakan informasi dari laba akuntansi, pemakai laporan keuangan perusahaan melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan untuk menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya melalui laporan arus kas. Informasi laporan arus kas merupakan bagian dari laporan keuangan yang sangat bermanfaat untuk
Universitas Sumatera Utara

membantu para investor dalam pengambilan keputusan. Pada mulanya laporan arus kas belum merupakan bagian dari pelaporan keuangan. Laporan arus kas baru diwajibkan pada tahun 1987 dengan dikeluarkannya SFAS No.95 oleh FSAB yang menghendaki laporan arus kas sebagai pengganti laporan perubahan posisi keuangan dan sebagai bagian dari laporan keuangan. Di Indonesia, pengungkapan laporanarus kas baru diwajibkan setelah dikeluarkannya Standar Akuntansi Keuangan pada tanggal 7 September 1994 oleh Ikatan Akuntan Indonesia dan berlaku mulai 1 Januari 1995. Laporan arus kas memberikan informasi yang memungkinkan para pemakai untuk mengevaluasi perubahan dalam aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan dan kemampuan untuk mempengaruhi jumlah serta waktu arus kas dalam adaptasi dengan perubahan keadaan dan peluang. Kandungan informasi arus kas dapat diukur dengan menggunakan hubungan antara arus kas dengan harga atau return saham.
Sejak 1 Januari 1999 melalui Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2, perusahaan yang go public diwajibkan membuat laporan arus kas yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan. Tujuan laporan arus kas adalah memberikan informasi historis mengenai perubahan kas dan setara kas dari suatu perusahaan, melalui laporan arus kas yang mengklasifikasikan arus kas berdasarkan kegiatan operasi, arus kas berdasarkan kegiatan investasi dan arus kas berdasarkan kegiatan pendanaan selama satu periode akuntansi.
Arus kas dari aktivitas operasi adalah arus kas yang berasal dari aktivitaspenghasil utama pendapatan perusahaan. Arus kas dari aktivitas investasi
Universitas Sumatera Utara

adalah arus kas yang mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan. Arus kas dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh pemasok modal perusahaan. Arus kas yang sehat sangat vital karena perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya membutuhkan kas. Menurut PSAK No.2 Tahun 2004, arus kas dari aktivitas operasi mempunyai hubungan yang signifikan dengan saham dan harga saham. Jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan apakah dari operasinya perusahaan mampu menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahan, membayar deviden dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan pada sumber pendanaan dari luar. Jika arus kas yang berasal dari aktivitas operasi mengalami peningkatan, maka investor akan tertarik untuk menginvestasikan dananya pada perusahaan yang bersangkutan, dan kondisi ini akan memberikan dampak bagi peningkatan harga saham perusahaan tersebut.
PSAK No.2 Tahun 2004 menyebutkan bahwa arus kas dari aktivitas investasi mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masa depan dan pada umumnya melibatkan aktiva jangka panjang. Jika arus kas dari aktivitas investasi meningkat maka arus kas di masa yang akan datang juga meningkat sehingga harga saham akan meningkat pula. Dengan kata lain, dengan adanya peningkatan arus kas dari aktivitas investasi akan menarik investor untuk
Universitas Sumatera Utara

melakukan aksi beli saham yang secara otomatis akan meningkatkan harga saham, dengan demikian return sahampun akan meningkat secara signifikan.
Arus kas dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang diperoleh karena adanya kegiatan peminjaman atau pembayaran hutang, perolehan sumber daya dari pemilik perusahaan, serta pemberian imbalan atas investasi bagi pemilik perusahaan. Makin meningkatnya arus kas dari aktivitas pendanaan akan meningkatkan harga saham. Investor akan sangat berminat pada peningkatan arus kas dari aktivitas pendanaan, karena kondisi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan mampu meningkatkan pendapatan di masa yang akan datang.
Beberapa penelitian yang berhubungan dengan kandungan informasi laba akuntansi dan arus kas telah banyak dilakukan oleh para peneliti. Dari hasil – hasil penelitian yang menghubungkan antara informasi penghasilan atau laba dengan harga saham menunjukkan hasil yang kontradiktif ( tidak konsisten ) antara peneliti yang satu dengan yang lain. Zahroh Naimah (2000) yang melakukan penelitian melalui pengujian dengan analisis regresi memperoleh hasil bahwa total arus kas berpengaruh secara positif terhadap harga saham, serta ketiga komponen arus kas berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, sedangkan Triyono dan Jogiyanto Hartono (2000) melalui penelitiannya menyatakan bahwa total arus kas tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan harga atau return saham, tetapi pemisahan arus kas ke dalam tiga komponen arus kas yaitu arus kas dari aktivitas pendanaan, investasi dan operasi mempunyai hubungan yang signifikan dengan harga atau return saham.
Berdasarkan uraian di atas, maka peneliti tertarik untuk melakukan
Universitas Sumatera Utara

penelitian dengan judul : “Pengaruh Kandungan Laba Akuntansi dan Komponen Arus Kas Terhadap Harga Saham Di Bursa Efek Indonesia”
B. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka
peneliti merumuskan masalah yaitu apakah kandungan laba akuntansi dan komponen arus kas berpengaruh terhadap harga saham? C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan perumusan di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh bukti empiris mengenai apakah kandungan laba akuntansi dan komponen arus kas berpengaruh terhadap harga saham. D. Manfaat Penelitian
Adapun Manfaat dari penelitian ini adalah : 1. Penelitian ini bagi penulis diharapkan dapat berkontribusi dalam
pengembangan teori, terutama akuntansi keuangan total arus kas, komponen arus kas, dan laba akuntansi serta pengaruhnya terhadap harga saham perusahaan. 2. Penelitian ini bagi para pemakai laporan keuangan dan praktisi penyelenggara perusahaan diharapkan dapat memberikan manfaat dalam memahami kandungan laba akuntansi, komponen arus kas harga saham. 3. Penelitian ini bagi pihak lain diharapkan dapat digunakan sebagai bahan masukan untuk menyempurnakan penelitian selanjutnya yang sejenis.
Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teoritis 1. Laporan Keuangan Laporan keuangan merupakan ringkasan dari transaksi-transaksi keuangan yang terjadi selama tahun buku bersangkutan menggambarkan kemajuan perusahaan dan disusun secara periodik. Menurut Munawir (2003:2), laporan keuangan adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak–pihak yang berkepentingan dengan dana atau aktivitas perusahaan tersebut. Pihak-pihak yang membutuhkan laporan keuangan keuangan antara lain : pemilik perusahaan, kreditur, investor, manajer atau pemimpin perusahaan, karyawan perusahaan dan pemerintah. Pemilik perusahaan sangat berkepentingan terhadap laporan keuangan perusahaannya untuk menilai keberhasilan manajemen dalam menjalankan perusahaan. Hal ini dapat dilihat melalui laba yang dihasilkan perusahaan. Kreditur menggunakan laporan keuangan untuk mengambil keputusan dalam hal pemberian kredit suatu perusahaan. Manajer atau pimpinan perusahaan menggunakan laporan keuangan untuk menyusun rencana dan strategi perusahaan, memperbaiki operasional perusahaan dan menentukan kebijaksanaan perusahaan. Investor berkepentingan dengan laporan keuangan untuk mengetahui apakah modal yang telah diinvestasikan
Universitas Sumatera Utara

memberikan prospek keuntungan di masa yang akan datang. Pemerintah
melihat laporan keuangan untuk menentukan jumlah pajak yang akan
dibebankan ke perusahaan. Karyawan perusahaan berkepentingan dengan
laporan keuangan antara lain untuk kepentingan kompensasi.
2. Tujuan Laporan Keuangan
Tujuan laporan keuangan yang tertuang di dalam PSAK No.1 adalah
Untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan keuangan dalam rangka membuat keputusankeputusan ekonomi serta menunjukkan pertanggung jawaban (stewardship) manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepada mereka.
3. Jenis-jenis Laporan Keuangan
Menurut Warren, Reeve, Fees (2005; 24-25) jenis-jenis laporan
keuangan perusahaan yaitu:
a. Laporan Laba Rugi Laporan laba rugi melaporkan pendapatan dan beban selama periode waktu tertentuberdasarkan konsep perbandingan atau pengaitan (matching concept). Laporan laba rugi juga melaporkan kelebihan pendapatan terhadap beban yang terjadi yang disebut dengan laba bersih.
b. Laporan Ekuitas Pemilik Laporan ekuitas pemilik melaporkan perubahan ekuitas pemilik selama langka waktu tertentu. Laporan tersebut dipersiapkan setelah laporan laba rugi karena laba bersih atau rugi bersih dalam periode berjalan harus dilaporkan dalam laporan ini. Laporan ekuitas pemilik dibuat sebelum mempersiapkan neraca, karena jumlah ekuitas pemilik pada akhir periode harus dilaporkan didalam neraca.
c. Neraca Neraca merupakan suatu daftar aktiva, kewajiban, dan ekuitas pemilik pada tanggal tertentu biasanya pada akhir bulan atau akhir tahun. Pada bagian aktiva dalam neraca biasanya disusun berdasarkan urutan cepat lambatnya aktiva tersebut dikonversikan kedalam kasatau digunakan dalam operasi.
Universitas Sumatera Utara

d. Laporan Arus Kas Laporan arus kas merupakan suatau ikhtisar penerimaan kas dan pembayaran kas selama periode waktu tertentu. Laporan arus kas terdiri dari tiga bagian yaitu aktivitas operasi, aktivitas investasi, aktivitas pendanaan.
Catatan atas laporan keuangan mengungkapkan (IAI,2004):
a) Informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan akuntansi yang dipilih dan diterapkan terhadap peristiwa dan transaksi yang penting,
b) Informasi yang diwajibkan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan tetapi tidak disajikan di neraca, laporan laba rugi, laporan arus kas, dan laporan perubahan ekuitas,
c) Informasi tambahan yang tidak disajikan dalam laporan keuangan tetapi diperlukan alam rangka penyajian secara wajar.
4. Laba
a. Konsep Laba
Laba merupakan suatu pos dasar dan penting dari ikhtisar
keuangan yang merniliki berbagai kegunaan dalam berbagai konteks.
Laba pada umumnya dipandang sebagai suatu dasar bagi perpajakan,
determinan pada kebijakan pembayaran dividen, pedoman investasi,
dan pengambilan keputusan, dan unsur prediksi (Belkaoui,2000)
Dalam SFAC no. 1 menyebutkan bahwa informasi laba merupakan
komponen laporan keuangan yang disediakan dengan tujuan
membantu menyediakan informasi untuk menilai kinerja
manajemen, mengestimasi kemampuan laba yang representative
dalam jangka panjang dan menaksir resiko dalam investasi atau
kredit. Pengertian laba secara konvensional adalah nilai maksimum
yang dapat dibagi atau di konsumsi selama satu periode akuntansi
Universitas Sumatera Utara

dimana keadaan pada akhir periode masih sama seperti pada awal periode.
Laba dipandang sebagai suatu peralatan prediktif yang membantu dalam peramalan laba mendatang dan peristiwa ekonomi yang akan datang. Laba terdiri dari hasil operasional, atau luar biasa, dan hasil-hasil non-operasional, atau keuntungan dan kerugian luar biasa, dimana jumlah keseluruhannya sama dengan laba bersih. Laba biasa dianggap bersifat masa kini (current) dan berulang, sedangkan keuntungan dan kerugian luar biasa tidak demikian.
Ditinjau dari ruang lingkupnya terdapat 3 konsep laba sebagaimana dikemukakan FASB dalam SFAC nomor 5 (1984) yaitu: earning, net income dan comprehensive income. Earning merupakan laba selama satu periode akuntansi tanpa ada pengaruh kumulatif perubahan prinsip akuntansi. Perbedaan income dengan net income terletak pada perhitungan pengaruh kumulatif perubahan prinsip akuntansi (Muqodim, 2005:113).
Menurut Suwardjono (2005:455) makna income dalam konteks perpajakan dapat berbeda atau bahkan berbeda dengan makna income dalam akuntansi atau pelaporan keuangan. Dalam perpajakan, income dimaknai sebagai jumlah kotor sehingga diterjemahkan sebagai penghasilan sebagaimana digunakan dalam Standar Akuntansi Keuangan. Dalam buku-buku teks akuntansi (khususnya teori akuntansi, istilah income pada umumnya dimaknai
Universitas Sumatera Utara

sebagai jumlah bersih sehingga istilah laba lebih menggambarkan apa yang dimaksud income dalam buku-buku tersebut.
Muqodim (2005:111) menyatakan bahwa banyak literatur akuntansi sebagian penulis mengutip pendapat tentang tujuan penghitungan laba dan pengertian laba sebagaimana dikemukakan oleh ekonom John Hiks (1949) yang dapat dikemukakan bahwa laba pribadi merupakan nilai maksimum yang dapat dikonsumsi selama periode (misalnya satu minggu atau satu bulan) dengan harapan keadaannya pada akhir periode tetap sama (as well off) seperti keadaan awal periode.
Setelah ekonom John Hick (1949) mengemukakan konsep laba, banyak literatur yang mengadaptasikan pengertian laba yang bersumber dari John Hick. Menurut FASB dalam SFAC nomor 6 menyatakan bahwa Comprehensive Income atau laba komprehensip adalah perubahan modal (aktiva bersih) perusahaan selama satu periode, dari transaksi, peristiwa lain dan keadaan dari sumber selain pemilik. Sedangkan Vemon Kam mengemukakan bahwa Income atau laba merupakan perubahan modal suatu kesatuan usaha di antara dua titik waktu tidak termasuk perubahan-perubahan akibat investasi oleh pemilik dan distribusi kepada pemilik, dimana modal dinyatakan dengan ukuran nilai dan didasarkan pada skala tertentu. Laba dalam teori akuntansi biasanya lebih menunjuk pada konsep yang oleh FASB disebut dengan laba komprehensif. Laba
Universitas Sumatera Utara

komprehensif dimaknai sebagai kenaikan aset bersih selain yang berasal dari transaksi dengan pemilik. Sedangkan earning adalah laba yang diakumulasikan selama beberapa periode atau kenaikan ekuitas atau aktiva neto suatu perusahaan yang disebabkan karena aktivitas operasi maupun aktivitas di luar usaha selama periode tertentu. Earning merupakan konsep yang paling sempit sedang comprehensive income merupakan konsep paling luas (Muqodim, 2005:110). b. Laba Akuntansi
Dalam Pernyataan Standar Akuntansi (PSAK) dinyatakan bahwa tujuan laporan keuangan untuk umum adalah memberikan informasi tentang posisi keuangan, kinerja dan arus kas perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan dalam rangka membuat keputusan – keputusan ekonomi serta pertanggungjawaban (stewardship) manajemen atas penggunaan sumber–sumber daya yang dipercayakan kepada mereka. Dalam rangka mencapai tujuan–tujuan tersebut, suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan yang meliputi aktiva, kewajiban, ekuitas, pendapatan dan beban termasuk keuntungan dan kerugian, dan arus kas (PSAK No.1 Paragraph 05,2004).
Laporan keuangan yang lengkap terdiri dari komponen – komponen neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas dan catatan atas laporan keuangan. Informasi yang
Universitas Sumatera Utara

disajikan dalam laporan laba rugi minimal mencakup pos – pos pendapatan, laba rugi usaha, beban pinjaman, bagian dari laba atau rugi perusahaan afiliasi dan asosiasi yang diperlakukan menggunakan metode ekuitas, beban pajak, laba rugi dari aktivitas normal perusahaan, pos luar biasa, hak minoritas dan laba rugi bersih untuk periode berjalan. Informasi keuangan yang disajikan dalam laporan laba rugi yang bermanfaat bagi para pengambil keputusan ( terutama investor) adalah laba bersih setelah pajak atau net income after tax (NIAT). NIAT merupakan pendapatan bersih sesudah pajak dengan memperhitungkan keuntungan hak minoritas (minority interest). Keuntungan hak minoritas merupakan keuntungan kerugian bersih (net earning or losses ) yang diperoleh dari laporan konsolidasi anak perusahaan (consolidated subsidiaries) 5. Laporan Arus Kas Laporan arus kas merupakan salah satu komponen laporan keuangan yang wajib untuk disampaikan oleh perusahaan yang mencatatkan sahamnya di bursa efek pada laporan keuangannya. Laporan arus kas sendiri berguna untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai penerimaan dan pengeluaran kas pada suatu entitas untuk satu periode. Dalam PSAK No.2 dinyatakan bahwa laporan arus kas harus melaporkan arus kas selama periode tertentu dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Klasifikasi menurut aktivitas memberikan informasi yang memungkinkan para pengguna laporan untuk
Universitas Sumatera Utara

menilai pengaruh aktivitas tersebut terhadap posisi keuangan perusahaan
serta terhadap jumlah kas dan setara kas. Informasi tersebut dapat pula
digunakan untuk mengevaluasi hubungan diantara ketiga aktivitas tersebut.
Aktivitas operasi adalah aktivitas penghasil utama pendapatan
perusahaan (principal revenue-producing activities) dan aktivitas lain yang
bukan merupakan aktivitas investasi dan aktivitas pendanaan. Oleh karena
itu, arus kas tersebut pada umumnya berasal dari transaksi dan peristiwa
lain yang mempengaruhi penentapan laba atau rugi bersih. Jumlah arus kas
yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan
apakah dari operasinya perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang
cukup untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi
perusahaan, membayar deviden. Arus kas dari aktivitas operasi secara rinci
terdiri dari ( PSAK No .2 , 2004) :
1. Penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa 2. Penerimaan kas dari royalti, fees, komisi dan pendapatan lain 3. Pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa 4. Pembayaran kas kepada karyawan 5. Penerimaan dan pembayaran kas oleh perusahaan asuransi
sehubungan dengan premi, klaim, anuitas dan manfaat asuransi lainnya 6. Pembayaran kas atau penerimaan kembali (restitusi) pajak penghasilan kecuali jika dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagian dari aktivitas pendanaan dan investasi. 7. Penerimaan dan pembayaran kas dari kontrak yang diadakan untuk tujuan transaksi usaha dan perdagangan.
Beberapa transaksi seperti penjualan peralatan pabrik dapat
menimbulkan keuntungan atau kerugian yang dimasukkan dalam
perhitungan laba rugi bersih. Arus kas yang menyangkut transaksi
Universitas Sumatera Utara

semacam ini merupakan arus kas dari aktivitas investasi (bukan
merupakan arus kas dari aktivitas operasi).
Arus kas dari aktivitas investasi merupakan arus kas yang
mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas sehubungan dengan
sumber daya yang bertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas
masa depan. Arus kas dari aktivitas investasi dapat diperinci sebagai
berikut (PSAK No.2,2004) :
1. Pembayaran kas untuk membeli aktiva tetap, aktiva tak berwujud dan aktiva jangka panjang lain termasuk biaya pengembangan yang dikapitalisasi dan aktiva tetap yang dibangun sendiri.
2. Penerimaan kas dari penjualan tanah, bangunan dan peralatan , aktiva tak berwujud dan aktiva jangka panjang lain.
3. Perolehan saham atau instrumen keuangan perusahaan lain 4. Uang muka dari pinjaman yang diberikan kepada pihak lain
serta pelunasannya (kecuali yang dilakukan oleh lembaga keuangan ). 5. Pembayaran kas sehubungan dengan future contracts yaitu forward contract tetapi diperdagangkan dalam jumlah yang telah distandar dengan jatuh tempo tertentu pada bursa yang terorganisasi dan dijamin oleh bursa dan umumnya membutuhkan jaminan deposito yang disebut margin , forward contracts yaitu transaksi sejumlah mata uang tertentu dengan sejumlah mata uang tertentu lainnya dengan penyerahan pada waktu yang akan datang, kurs ditetapkan pada saat kontrak dilakukan tetapi pembayaran dan penyerahan baru dilakukan pada saat kontrak jatuh tempo, option contracts yaitu kontrak yang memberi hak kepada pembeli untuk melaksanakan opsi tersebut pada hari apa saja sebelum berakhirnya masa berlaku kontrak (American Option) atau kontrak yang memungkinkan pembeli melaksanakan opsi hanya pada saat berakhirnya masa berlaku kontrak (European Option) dan swap contracts yaitu pembelian dan penjualan secara bersamaan sejumlah tertentu mata uang dengan dua tanggal valuta (penyerahan) yang berbeda, pembelian dan penjualan mata uang tersebut dilakukan pada bank lain yang sama.
Universitas Sumatera Utara

Arus kas dari aktivitas pendanaan merupakan arus kas yang berguna untuk memprediksi klaim terhadap arus kas masa depan oleh para pemasok modal perusahaan. Arus kas dari aktivitas pendanaan dapat diperinci sebagai berikut: (PSAK No.2 , 2004) :
1. Penerimaan kas dari emisi saham atau instrumen modal lainnya
2. Pembayaran kas kepada para pemegang saham untuk menarik atau menebus saham perusahaan
3. Penerimaan kas dari emisi obligasi, pinjaman, wesel, hipotik dan pinjaman lainnya serta Pelunasan pinjaman
4. Pembayaran kas oleh penyewa guna usaha (lesee) untuk mengurangi saldo kewajiban yang berkaitan dengan sewa guna usaha pembiayaan (finance lease).
6. Harga Saham Harga saham merupakan nilai pasar dari selembar saham sebuah
perusahaan emiten pada waktu tertentu. Menurut Lubis (2006:60) “Harga pasar adalah harga jual dari investor satu dengan investor lainnya”. Dimana Harga pasar saham bisa berubah-ubah dengan cepat, yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu:
a. Harapan dan perilaku investor, b. Kondisi keuangan perusahaan, c. Permintaan dan penawaran saham, d. Tingkat efisiensi pasar modal.
Universitas Sumatera Utara

B. Tinjauan Peneliti Terdahulu Triyono dan Jogiyanto Hartono (2000) melakukan penelitian tentang
hubungan kandungan informasi arus kas, komponen arus kas dan laba akuntansi dengan harga atau return saham. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mendapatkan bukti empiris mengenai hubungan kandungan informasi dari total arus kas, komponen arus kas , seperti yang direkomendasikan dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 2 yang menyatakan bahwa laporan arus kas sebagai bagian tak terpisahkan dari laporan keuangan dan bermanfaat bagi para pemakai laporan keuangan, termasuk investor. Dari hasil penelitian tersebut ditemukan bahwa total arus kas tidak mempunyai hubungan yang signifikan dengan harga atau return saham, tetapi pemisahan arus kas ke dalam tiga komponen arus kas yaitu arus kas dari aktivitas pendanaan, investasi dan operasi mempunyai hubungan yang signifikan dengan harga atau return saham.
Zahroh Naimah (2000) dalam penelitiannya yang bertujuan untuk melakukan pengujian empiris berkaitan dengan hubungan laba akuntansi, total arus kas dan komponen arus kas terhadap harga saham pada 53 perusahaan yang go public di Bursa Efek Jakarta tahun 1997–1998 menemukan bahwa laba akuntansi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, serta ketiga komponen arus kas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.
Universitas Sumatera Utara

Zahroh Naimah (2000) dalam penelitiannya yang bertujuan untuk melakukan pengujian empiris berkaitan dengan hubungan laba akuntansi, total arus kas dan komponen arus kas terhadap harga saham pada 53 perusahaan yang go public di Bursa Efek Jakarta tahun 1997–1998 menemukan bahwa laba akuntansi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham, serta ketiga komponen arus kas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.
Universitas Sumatera Utara

Tabel 2.1

Penelitian Terdahulu

Nama Peneliti

Judul

Variabel Penelitian

Kesimpulan Penelitian

Triyono dan Jogiyanto Hartono (2000)

Hubungan Kandungan Informasi Arus Kas, Komponen Arus Kas dan Laba Akuntansi dengan Harga atau Return Saham.

Laba Akuntansi, total arus kas, perubahan arus kas dari ktivitas operasi, investasi, dan pendanaan sebagai variabel bebas. Harga Saham dan Return saham sebagai Variabel Terikat

Zahroh Naimah (2000)

Kandungan

Informasi Laba

Akuntansi dan

Arus

Kas

terhadap Harga

Saham

Arus kas dari aktivitas

operasi dan laba

akuntasi

sebagai

variabel bebas.

Harga Saham sebagai

variable terikat.

Vicky Octavia Analisis

Total arus kas,

(2008)

Pengaruh Total komponen arus kas, dan

Arus

Kas, laba akuntasi sebagai

Komponen Arus variabel bebas.

Kas Dan Laba Harga Saham sebagai

Akuntansi

variable terikat.

Terhadap Harga

Saham Di Bursa

Efek Jakarta

Sumber : Data yang Diolah Peneliti, 2011

Laba Akuntansi dan

Total arus kas

berpengaruh secara

signifikan terhadap

harga

saham.

Perubahan laba,

perubahan arus kas

dan aktivitas

operasi, investasi,

dan pendanaan

berpengaruh secara

signifikan terhadap

return saham.

Laba akuntansi

tidak berpengaruh

secara signifikan

terhadap harga

saham,

ketiga

komponen arus kas

tidak berpengaruh

secara signifikan

terhadap harga

saham

total arus kas dan

laba akuntansi

mempunyai

pengaruh positif dan

signifikan terhadap

harga saham.

Penelitian ini merupakan pengembangan dari Zahroh Naimah

(2000) yang menggunakan periode penelitian tahun 1997 dan 1998. Dalam

penelitian tersebut, obyek yang diteliti adalah terbatas pada emiten sector

Universitas Sumatera Utara

manufaktur saja, sehingga kesimpulan penelitian tersebut dikhususkan bagi emiten – emiten sektor manufakur dan tidak dapat diberlakukan bagi perusahaan – perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Jakarta pada umumnya.
C. Kerangka Konseptual dan Hipotesis 1. Kerangka Konseptual Harga saham merupakan fungsi dari informasi. Informasi yang menunjukkan kondisi perusahaan secara financial adalah laporan keuangan dan laporan arus kas. Laporan keuangan sendiri berisi tentang laporan – financial perusahaan selama satu tahun, sementara itu arus kas merupakan aliran dana dalam kegiatan perusahaan yang sangat vital bagi kegiatan operasi perusahaan. Oleh sebab itu kedua laporan tersebut berisi kandungan – kandungan informasi yang penting bagi keputusan investasi seorang investor. Apabila perusahaan memiliki laba yang cukup tinggi dan arus kas yang memadai maka kondisi perusahaan tersebut secara financial dapat dikatakan baik dan harga saham perusahaan akan cenderung tinggi. Berdasarkan uraian tersebut di atas, maka dikembangkan kerangka pemikiran teoritis sebagai berikut :
Universitas Sumatera Utara

Kandungan Laba Akuntansi (X1)
Arus kas dari Aktivitas Operasi (X2)
Arus kas dari Aktivitas Investasi (X3)
Arus kas dari Aktivitas Pendanaan (X4)

H1 H2 H3 H4

Harga Saham (Y)

H5
2. Hipotesis Dari kerangka pemikiran teoritis di atas, maka perumusan hipotesis
yang dikembangkan adalah sebagai berikut : H1 : Laba Akuntansi berpengaruh positif terhadap harga saham.

Universitas Sumatera Utara

H2 : Arus kas dari aktivitas operasi berpengaruh positif terhadap harga saham
H3 : Arus kas dari aktivitas investasi berpengaruh positif terhadap harga saham
H4 : Arus kas dari aktivitas pendanaan berpengaruh positif terhadap harga saham
H5 : Laba akuntansi, arus kas dari aktivitas operasi, investasi dan pendanaan secara bersama – sama berpengaruh positif terhadap harga saham
Universitas Sumatera Utara

BAB III METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian Desain Penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah desain asosiatif, yaitu
penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih (Sugiyono,2007:11).
B. Populasi dan Sampel Penelitian Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007:72). Populasi penelitian ini adalah semua perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2006 sampai tahun 2008, sejumlah 184 perusahaan. Dari populasi sebesar 184 perusahaan, dengan menggunakan metode random sampling maka diambil sampel sejumlah 18 perusahaan dengan rumus sebagai berikut
Sampel = 10 % x Total Populasi = 10% x 184 = 18 Perusahaan (pembulatan)
Universitas Sumatera Utara

Untuk lebih jelasnya nama– nama emiten yang menjadi sampel penelitian adalah :
1. PT. Astra Agro Lestari,Tbk 2. PT. Astra International,Tbk 3. PT.Astra Otoparts,Tbk 4. PT. Bentoel Internasional Investama, Tbk 5. PT. Fast Food Indonesia Tbk 6. PT. Gudang Garam,Tbk 7. PT. Gajah Tunggal, Tbk 8. PT. HM Sampoerna, Tbk 9. PT. Indofood Sukses Makmur, Tbk 10. PT. Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk 11. PT. Indonesian Satelite Corporation,Tbk 12. PT. Kalbe Farma, Tbk 13. PT. Kimia Farma (Persero) Tbk 14. PT. Mayora Indah Tbk 15. PT. Merck Tbk 16. PT. Semen Gresik, Tbk 17. PT. Timah, Tbk 18. PT. United Tractors,Tbk
C. Jenis dan Sumber Data
Universitas Sumatera Utara

Data-data yang akan digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder yang diambil dari laporan keuangan perusahaan tahun 2006-2008. Berdasarkan waktu pengumpulannya, data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data pooling data yaitu gabungan dari data cross section dan time series. Sumber data diperoleh dari Indonesian Capital Markey Directory (ICMD) dan situs www.idx.co.id
D. Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi.
Pengumpulan data dimulai dengan tahap penelitian pendahuluan, yaitu melakukan studi kepustakaan dengan mempelajari buku – buku bacaan yang berhubungan dengan pokok bahasan dalam penelitian ini. Pada tahap ini juga dilakukan pengkajian data yang dibutuhkan, yaitu mengenai jenis data yang dibutuhkan, ketersediaan data, cara memperoleh data dan gambaran cara pengolahan data.
Tahapan selanjutnya adalah penelitian pokok yang digunakan untuk mengumpulkan keseluruhan data yang dibutuhkan guna menjawab persoalan penelitian dan memperkaya literatur untuk menunjang data kuantitatif yang diperoleh.
E. Defenisi

Dokumen yang terkait

Dokumen baru