Peranan Sistem Informasi Absensi Terhadap Disiplin Kerja Karyawan Di Borma Toserba Dakota Bandung

PERANAN SISTEM INFORMASI ABSENSI TERHADAP
DISIPLIN KERJA KARYAWAN DI BORMA TOSERBA
DAKOTA BANDUNG
SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat kelulusan
Pada Program Studi Sistem Informasi
Jenjang Sarjana Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Oleh :
ANDRI SANTOSO
NIM. 1.05.06.066

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER
UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA
BANDUNG
2012

ABSTRAK
Sistem Informasi Absensi adalah salah satu sistem informasi yang diterapkan
oleh Borma Toserba Dakota untuk melakukan evaluasi dan monitoring kehadiran
para pegawai. Selain itu untuk memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya
kepada pimpinan segala hal yang berhubungan dengan kedisiplinan karyawan berupa
absensi kehadiran kerja. Adapun tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk
mengetahui Peranan dari Sistem Informasi Absensi Terhadap Disiplin Kerja
Karyawan di Borma Toserba Dakota Bandung
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dan verifikatif
dengan pendekatan kuantitatif. Untuk mengetahui implementasi dari Sistem
Informasi Absensi yang kini sedang berjalan di Borma Toserba Dakota Bandung ini,
dapat dilihat dari Flow Map, Diagram Konteks (DK) dan Data Flow Diagram (DFD)
yang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan
penyebaran kuesioner. Analisis kuantitatif menggunakan statistik analisis Korelasi
Pearson, Koefisien Determinasi, dan Uji Z untuk menguji hipotesis dengan bantuan
aplikasi SPSS 15.0 For Windows.
Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti diperoleh kesimpulan
bahwa tanggapan responden terhadap Sistem Informasi Absensi dinyatakan BAIK
dan Tanggapan responden mengenai disiplin kerja dikategorikan BAIK pula,
dihasilkan tingkat korelasi Sedang dan Searah serta signifikan dalam meningkatkan
disiplin kerja karyawan dengan persentase peranan yang dihasilkan oleh Sistem
Informasi Absensi terhadap disiplin kerja karyawan yaitu sebesar 40,0% dan sisanya
60,0% dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diteliti yaitu motivasi, insentif
karyawan dan gaya kepemimpinan. Dalam uji hipotesis yang dilakukan dengan
menggunakan uji z, didapatkan nilai Zhitung sebesar 4,651 dan Ztabel sebesar 2,58 untuk
α = 1 %, maka dapat diketahui bahwa H0 ada pada daerah penolakan, berarti H1
diterima atau Sistem Informasi Absensi berperan Terhadap Disiplin Kerja di Borma
Toserba Dakota.
Kata Kunci

: Sistem Informasi Absensi, Disiplin Kerja

i

ABSTRACT
Attendance Information System is one of the information systems implemented
by Borma Dakota General Store for evaluation and monitoring of staff attendance. In
addition to providing the information as complete as possible to the leadership of all
matters relating to disciplinary absences of employees in the form of work
attendance. The purpose of this study is to determine the role of the Information
Systems Discipline Against Employee Attendance at the General Store Borma Dakota
Bandung
The method used in this study is descriptive and verifikatif with quantitative
approach. To know the implementation of Attendance Information System which is
now under way in Borma Dakota Department Store Bandung, can be seen from the
Flow Map, Context Diagram (DK) and Data Flow Diagrams (DFD) is. Data
collection techniques using observation techniques, interviews, and questionnaires.
Quantitative analysis using the statistical analysis the Pearson Correlation,
Coefficient of Determination, and the Z test to test the hypothesis with the aid of SPSS
15.0.
The results of research conducted by the researchers obtained the conclusion
that the respondent's response stated GOOD Attendance Information Systems and
Feedback categorized respondents about work discipline GOOD Similarly, the
resulting level of correlation and Unidirectional Moderate and significant in
increasing the percentage of employee discipline roles generated by Attendance
Information System to discipline employees that is equal to 40.0% and the remaining
60.0% influenced by other factors not examined the motivation, employee incentives
and leadership style. In hypothesis testing is done using the z test, a score of 4.651
and Ztable of 2.58 for α = 1%, it is known that H0 is in the region of rejection, it
means that H1 is received or the Information Systems Discipline Against Work
Attendance
role
in
Borma
Dakota
Department
Store.
Keywords: Attendance Information System, Work Discipline

ii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Alhamdulillah, akhirnya berkat Rahmat dan Izin – Nya, penulis dapat
menyelesaikan Skripsi ini. Shalawat serta salam semoga tercurah untuk pimpinan
umat, Nabi Besar Muhammad SAW yang selalu memberikan teladan, yang
menerangi langkah menuju kebenaran, menanggalkan kebodohan, serta bagi para
sahabat, keluarga, dan para mujahid yang selalu membantu perjuangan Beliau.
Penyusunan Skripsi ini pada hakikatanya menguraikan judul Skripsi yang
penulis

susun,

yaitu

“PERANAN

SISTEM

INFORMASI

ABSENSI

TERHADAP DISIPLIN KERJA KARYAWAN DI BORMA TOSERBA
DAKOTA BANDUNG”.
Penulis menyadari pada Skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan,
namun penulis mencoba untuk menyelesaikan Skripsi ini dengan sebaik-baiknya.
Harapan penulis, Skripsi ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan.
Dalam penyusunan Skripsi ini, penulis tidak lepas dari bimbingan serta
bantuan dari berbagai pihak, baik moril maupun materil. Oleh karena itu, pada
kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan ucapan terima kasih terutama
kepada Drs. Bambang S. Soedibjo, M.Eng.Sc. yang telah memberikan bantuan

iii

serta saran dalam penyelesaian Skripsi ini. Semoga Allah membalas kebaikan dan
melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya. Amiin. Tak lupa juga penulis
mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dr.Ir.Eddy Soeryanto Soegoto M.Sc, selaku Rektor Universitas Komputer
Indonesia.
2. Prof. Dr. H. Denny Kurniadie,. Ir.,M.Sc., selaku Dekan Fakultas Teknik
dan Ilmu Komputer.
3. Bapak H. Dadang Munandar, SE.,M.Si., selaku Ketua Program Studi
Sistem Informasi.
4. Ibu Citra Noviyasari, S.Si.,MT selaku Dosen Wali MI-2 yang telah banyak
membantu selama perkuliahan.
5. Ibu Wahyuni S.Si.,MT. selaku Dosen Penguji I sidang skripsi yang telah
memberikan masukan yang besar bagi penulis, sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.
6. Ibu Novrini Hasti S.Si, M.Si, selaku Dosen Penguji II sidang skripsi yang
telah memberikan masukan yang besar bagi penulis, sehingga penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini.
7. Pimpinan dan semua karyawan BORMA TOSERBA DAKOTA Bandung,
khusunya di bagian Pusat Pemanfaaatan Sains Atmosfer dan Iklim
terimakasih atas kerja sama dan bantuanya.
8. Bapak Tunisman, selaku pembimbing di BORMA TOSERBA DAKOTA

iv

BANDUNG Bandung yang telah banyak membantu penulis dalam
mengumpulkan data, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini,
terima kasih atas bimbingannya selama penulis melaksanakan observasi.
9. Semua staf Tata Usaha Fakultas Teknik Informatika, Universitas
Komputer Indonesia, Terima kasih atas bantuannya.
10. Penyusunan Laporan Tugas Akhir tidak lepas dari dukungan semua pihak,
terutama teman-teman mahasiswa MI-2 angkatan 06’(Agus, Asep, Gema,
Deni, Defri, Aditya Surahman, Yuliandi Aditya, Hagana, Andi ,Via, Evi &
yang lainnya )
11. Buat Hagana Maranai, S.Kom. dan Keluarga, terima kasih atas bantuannya
selama ini.
Tiada manusia yang sempurna, karenanya penulis sangat menyadari
adanya keterbatasan ilmu dan kemampuan yang dimiliki, sehingga dalam
penyusunan Skripsi ini banyak terdapat kekurangan.
Akhir kata penulis berharap semoga Skripsi ini dapat bermanfaat bagi
yang membutuhkan. Mohon maaf atas segala kekurangan. Semoga Allah SWT
senantiasa melimpahkan segala Rahmat - Nya kepada kita semua.
Penulis doakan semoga segala bantuan yang diberikan kepada penulis
hingga Skripsi Skripsi ini selesai di balas oleh Allah SWT.Amiin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

v

Bandung, Februari 2011
Penulis,

Andri Santoso
NIM. 1.05.06.066

vi

DAFTAR ISI
LEMBAR PENGESAHAN
PERNYATAAN KEASLIAN
MOTTO
ABSTRAK ......................................................................................................... i
ABSTRACT ........................................................................................................ ii
KATA PENGANTAR ....................................................................................... iii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... vii
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... x
DAFTAR TABEL.............................................................................................. xii
DAFTAR SIMBOL ........................................................................................... xv
BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................... 1
1.1.

Latar Belakang Penelitian ......................................................... 1

1.2.

Identifikasi Dan Rumusan Masalah.......................................... 6

1.3.

Maksud dan Tujuan Penelitian ................................................. 7

1.4.

Kegunaan Penelitian ................................................................. 8
1.4.1.

Kegunaan Praktis ......................................................... 8

1.4.2.

Kegunaan Akademis .................................................... 9

1.5.

Batasan Masalah ....................................................................... 9

1.6.

Lokasi dan Waktu Penelitian .................................................... 10

BAB II. KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN & HIPOTESIS..11
2.1. Sistem Informasi .......................................................................... 11

vii

2.1.1. Pengertian Sistem .............................................................. 11
2.1.2. Pengertian Informasi ......................................................... 17
2.1.3. Pengertian Sistem Informasi.............................................. 19
2.1.4. Sistem Informasi Absensi .................................................. 23
2.1.5. Scaner ................................................................................ 23
2.1.6. Barcode .............................................................................. 25
2.2. Disiplin Kerja .............................................................................. 27
2.2.1. Disiplin .............................................................................. 27
2.2.2. Pengertian Disiplin Kerja .................................................. 29
2.2.3. Jenis – Jenis Disiplin Kerja ............................................... 31
2.2.4. Pendekatan Dalam Disiplin ............................................... 33
2.2.5. Tingkat Dan Jenis Sanksi Disiplin Kerja ........................... 35
2.3. Hubungan Antara Sistem Absensi Dan Disiplin Kerja ............... 36
2.4. Kerangka Pemikiran Dan Hipotesis ............................................ 37
BAB III. OBJEK DAN METODE PENELITIAN ......................................... 44
3.1. Objek Penelitian .......................................................................... 44
3.1.1. Sejarah Singkat Perusahaan ............................................... 44
3.1.2. Visi dan Misi Perusahaan .................................................. 45
3.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan ......................................... 46
3.1.4. Deskripsi Tugas ................................................................. 47
3.2. Metode Penelitian ........................................................................ 51
3.2.1. Desain Penelitian ............................................................... 51
3.2.2. Operasionalisasi Variabel .................................................. 52

viii

3.2.3. Sumber Data Dan Teknik Penarikan Sampel .................... 55
3.2.3.1 Sumber Data........................................................... 55
3.2.3.2. Populasi ................................................................. 56
3.2.3.2. Teknik Penarikan Sampel ..................................... 56
3.2.4. Metode Pengumpulan Data ............................................... 58
3.2.4.1 Skala Pengukuran ................................................... 59
3.2.4.2. Validitas Dan Reliabilitas ..................................... 60
3.2.4.2.1. Uji Validitas ........................................... 61
3.2.4.2.2. Uji Reliabilitas........................................ 62
3.2.5. Rancangan Analisis Dan Uji Hipotesis ............................. 63
3.2.5.1 Rancangan Analisis ................................................ 63
3.2.5.2. Uji Hipotesis ......................................................... 66

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ................................ 69
4.1. Sistem Informasi Yang Sedang Berjalan ..................................... 69
4.1.1. Tampilan Hardware Sistem Absensi ................................. 69
4.1.2. Tampilan Software Absensi Scanner ................................. 71
4.1.3. Prosedur Sistem Yang Sedang Berjalan ............................ 77
4.1.3.1 Diagram Sistem Prosedur (Flow Map) ................. 78
4.1.3.2 Diagram Konteks Yang Sedang Berjalan ............. 79
4.1.3.3 Data Flow Diagram Yang Sedang Berjalan .......... 80
4.1.4. Temuan Dari Sistem Yang Sedang Berjalan ..................... 81

ix

4.2. Tanggapan Responden Terhadan Sistem Informasi dan Disiplin
Kerja...........................................................................................83
4.2.1. Karakteristik Responden ................................................... 83
4.2.1.1. Karakteristik

Responden

Berdasarkan

Pendidikan. .......................................................... 83
4.1.1.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis
Kelamin ................................................................ 84
4.1.1.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Status
Perkawinan........................................................... 85
4.1.1.4. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa
Usia. ..................................................................... 86
4.1.1.5. Karakteristik Responden Berdasarkan Masa
Kerja..................................................................... 87
4.2.2. Tanggapan Responden Terhadap Implementasi Sistem
Absensi Di Borma Dakota ................................................. 88
4.2.3. Tanggapan Responden Terhadap Disiplin Kerja Di Borma
Dakota ................................................................................ 97
4.3. Peranan Sistem Absensi Terhadap Disiplin Kerja ....................... 108
4.3.1. Hasil Uji Validitas ............................................................. 108
4.3.2. Hasil Uji Reliabilitas ......................................................... 110
4.3.3. Uji Korelasi ....................................................................... 111
4.3.4. Koefisien Determinasi ....................................................... 112
4.3.4. Rancangan Analisis Dan Uji Hipotesis ............................. 113

x

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ........................................................... 116
5.1. Kesimpulan .................................................................................. 116
5.2. Saran ............................................................................................ 117
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN – LAMPIRAN .............................................................................xviii

xi

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Nama Gambar

Hal

2.1.

Karakteristik Sistem. .......................................................................... 15

2.2.

Bentuk Umum Sistem......................................................................... 15

2.3.

Siklus Informasi. ................................................................................. 18

3.1.

Struktur Organisasi BORMA ............................................................. 47

3.2.

Uji Daerah Penerimaan Dan Penolakan Hipotesis ............................. 68

4.1.

Mesin Scanner .................................................................................... 69

4.2.

ID Card. .............................................................................................. 70

4.2.

Tampilan Login. ................................................................................. 72

4.4.

Tampilan Utama Absensi Pegawai ..................................................... 72

4.5.

Tampilan Attendance.......................................................................... 73

4.6.

Tampilan Jadwal Kerja ....................................................................... 74

4.7.

Tampilan Shift Kerja. ......................................................................... 74

4.8.

Tampilan Data Diri Karyawan. .......................................................... 74

4.9.

Tampilan Menu Laporan. ................................................................... 75

4.10.

Tampilan Cetak Laporan. .................................................................. 76

4.11.

Keterlambatan dan Kelebihan Jam Kerja ........................................... 77

4.12.

Flow Map Sistem Informasi yang sedang Berjalan. ........................... 79

4.10.

Diagram konteks Yang Sedang Berjalan ............................................ 80

4.11.

DFD Level 1 Yang Sedang Berjalan .................................................. 81

4.15.

Kurva Penolakan dan Penerimaan Hipotesis Untuk α = 1 %. ............ 115

xii

DAFTAR TABEL

Tabel

Nama Tabel

Hal

1.1.

Persentase Keterlambatan Karyawan ................................................. 5

1.2.

Jadwal Penelitian ................................................................................ 10

2.1.

Skema Kerangka Penelitian ................................................................ 42

3.1.

Operasionalisasi Variabel ................................................................... 53

3.2.

Skor Pernyataan Positif ...................................................................... 59

3.3.

Skor Pernyataan Negatif ..................................................................... 60

3.4.

Interprestasi koefisien Korelasi .......................................................... 65

4.1.

Karakteristik responden Berdasarkan Pendidikan .............................. 83

4.2.

Karakteristik responden Berdasarkan Jenis Kelamin ......................... 84

4.3.

Karakteristik responden Berdasarkan Status Perkawinan .................. 85

4.4.

Karakteristik responden Berdasarkan Usia......................................... 86

4.5.

Karakteristik responden Berdasarkan Masa Kerja ............................. 87

4.6.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Hardware Item
Pernyataan 1 ....................................................................................... 89

4.7.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Hardware Item
Pernyataan 2 ....................................................................................... 89

4.8.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Software Item
Pernyataan 3 ....................................................................................... 90

4.9.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Software Item
Pernyataan 4 ....................................................................................... 91

xiii

4.10.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Basis Data Item
Pernyataan 5 ....................................................................................... 92

4.11.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Basis Data Item
Pernyataan 6 ....................................................................................... 93

4.12.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Prosedur Item
Pernyataan 7 ....................................................................................... 94

4.13.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Prosedur Item
Pernyataan 8 ....................................................................................... 95

4.14.

Jawaban Responden Terhadap Sistem Absensi .................................. 96

4.15.

Analisis Secara Keseluruhan Variabel X........................................... 96

4.16.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Ketepatan Waktu
Item Pernyataan 1 ............................................................................... 97

4.17.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Ketepatan Waktu
Item Pernyataan 2 ............................................................................... 98

4.18.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Pemanfaatan dan
Penggunaan Perlengkapan Item Pernyataan 3 .................................... 99

4.19.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Pemanfaatan dan
Penggunaan Perlengkapan Item Pernyataan 4 .................................... 100

4.20.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Hasil Kerja Yang
Memuaskan Item Pernyataan 5........................................................... 101

4.21.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Hasil Kerja Yang
Memuaskan Item Pernyataan 6........................................................... 102

xiv

4.22.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Kepatuhan
Terhadap Tata Tertib Item Pernyataan 7 ............................................ 103

4.23.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Kepatuhan
Terhadap Tata Tertib Item Pernyataan 8 ............................................ 104

4.24.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Tanggung Jawab
Yang Tinggi Item Pernyataan 9 .......................................................... 105

4.25.

Kategori Jawaban Responden Terhadap Indikator Tanggung Jawab
Yang Tinggi Item Pernyataan 10 ........................................................ 106

4.26.

Data Jawaban responden Terhadap Disiplin Kerja ............................ 107

4.27.

Analisis Terhadap Keseluruhan Variabel y ....................................... 107

4.28.

Hasil Uji Validitas Sistem Informasi Absensi (X) ............................. 109

4.29.

Hasil Uji Validitas Disiplin Kerja Karyawan(Y) ............................... 109

4.30.

Reliabilitas Sistem Informasi Absensi (X) ......................................... 110

4.31.

Reliabilitas Disiplin Kerja Karyawan(Y) ........................................... 111

4.32.

Korelasi Pearson ................................................................................ 111

xv

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Penelitian
Pada era modern saat ini Sistem komputer banyak berperan di segala bidang.
Perusahaan-perusahaan di Indonesia banyak memanfaatkan peranan komputer dalam
mengambil suatu keputusan. untuk menyelesaikan masalah yang ada berdasarkan
pada informasi yang akurat dan dapat dipercaya. Oleh karena itu diperlukan suatu
teknologi informasi yang cukup baik dan kompeten sehingga dapat dipercaya guna
mengolah semua informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan demi kemajuan
perusahaan tersebut.
Tidak diragukan lagi dengan pemanfaatan sistem informasi. Sebuah
perusahaan dapat terbantu dalam berbagai bidang yang dikehendaki guna kemajuan
perusahaan. Hal ini membantu pula suatu perusahaan dalam persaingan global. Maka
dalam persaingan global saat ini perusahaan – perusahaan berusaha menerapkan
berbagai teknologi informasi untuk mendukung seluruh kegiatan di dalam
perusahaan. Hal ini juga diterapkan oleh BORMA TOSERBA Dakota Bandung.
Salah satu teknologi informasi tersebut adalah Sistem informasi absensi.
Sistem ini dibuat untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam
proses absensi bagi karyawan. Serta dalam rangka pembinaan pegawai khususnya

1

2

untuk melakukan evaluasi dan monitoring kehadiran para pegawai sesuai dengan
ketentuan yang berlaku. Dengan kata lain adalah untuk melihat tingkat disiplin para
karyawan. Selain itu sistem dibuat untuk keperluan penghitungan gaji karyawan
kontrak yaitu dengan melihat kehadiran tiap bulan serta dari jam masuk serta jam
keluar kantor para karyawan tersebut. Yang terpenting dengan adanya sistem absensi
ini diharapkan kecurangan karyawan dalam hal absensi.
BORMA Dakota telah menerapkan sistem informasi absensi yang ditunjang
oleh teknologi mesin berupa Scanner. Scanner merupakan sebuah alat pendeteksi
dengan menggunakan sinar infra merah yang menscan rangkaian kode berupa garis –
garis yang disebut barcode. Dimana dalam barcode ini berisi data yang dapat diolah
kembali guna berbagai keperluan. Sistem ini telah diterapkan sejak tahun 2005.
dengan proses kerja yang tidak begitu rumit. Mula – mula mesin Scanner menscan
barcode yang ada pada ID Card, yang dibuat dan diberikan pada saat karyawan mulai
bekerja di BORMA Dakota. Lalu data yang ada pada ID Card akan langsung masuk
pada Sistem yang ada untuk mengolah absensi. Adapun masalah yang ada pada
Sistem yang diterapkan di BORMA Dakota Ini yaitu, sering tidak terbacanya barcode
pada mesin Scanner. sehingga membuat karyawan memerlukan waktu yang lama
untuk mengabsen, dan terkadang tidak bisa mengabsen sama sekali dikarenakan
kondisi ID Card sudah tidak baik lagi. Faktor yang menyebabkan itu terjadi adalah
karena kurangnya pemahaman mereka tentang Sistem absensi yang ada. Sehingga
mereka kurang memperhatikan bahwa ID Card mereka adalah penunjang Sistem.

3

Yang dimana harus dijaga agar kondisinya tetap baik. Selain itu masalah lainya
adalah bahwa admin yang berperan untuk mengoperasikan Sistem. Tidak terlalu
paham akan Sistem yang digunakan. Hanya paham sekedar input absensi saja, tidak
untuk proses data yang lain seperti edit, tambah, hapus, maupun membuat laporan
absen. Hanya si pembuat Sistem yang benar – benar paham terhadap Sistem yang
ada. Sehingga terkadang bila ada karyawan yang sakit atau lupa mengabsen si admin
tidak bisa mengubah data yang telah masuk. Dia harus menunggu si pembuat Sistem.
Bila pembuat Sistem tidak ada data tidak bisa diubah sehingga dapat merugikan
karyawan.
Untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, maka
dibutuhkan peranan manusia dalam organisasi sebagai pegawai atau karyawan.
karena hidup matinya organisasi semata-mata tergantung pada manusia. Karyawan
merupakan faktor penting dalam setiap organisasi baik dalam pemerintah maupun
swasta. Karyawan merupakan faktor penentu dalam pencapaian tujuan perusahaan
ataupun instansi secara efektif dan efisien. karyawan yang menjadi penggerak dan
penentu jalannya organisasi.
Untuk mencapai produktivitas kerja karyawan yang baik bukan hal yang
mudah utuk dilaksanakan. Faktor yang sangat penting untuk mencapai produktivitas
kerja yang tinggi adalah pelaksanaan disiplin kerja dari para karyawan. Karena hal
tersebut merupakan salah satu faktor penentu bagi keberhasilan dan kemajuan dalam
mencapai tujuan perusahaan. Kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang

4

menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku (
Hasibuan,2002: 193 ).
Disiplin kerja disini adalah mengenai disiplin waktu kerja, dan disiplin dalam
menaati peraturan yang telah ditetapkan dalam perusahaan. Dengan adanya kesadaran
yang tinggi dalam melaksanakan aturan-aturan perusahaan yang diwujudkan dalam
disiplin dan efektifitas kerja. Maka suatu produktivitas kerja juga akan tercapai.
Kedisiplinan bukan hanya indikasi adanya semangat dan kegairahan kerja. Melainkan
dapat mempengaruhi efektivitas dan efisiensi pencapaian tujuan. Perusahaan tidak
perlu bersikap lemah dalam menghadapi karyawan. Seorang pemimpin yang lemah
bukan hanya akan mengacaukan jalannya perusahaan tetapi juga akan kehilangan rasa
hormat dari para bawahannya. Selama perusahaan telah mempunyai peraturan dan
telah disepakati bersama. Maka pelanggaraan terhadap peraturan ini haruslah
dikenakan tindakan pendisiplinan atau sanksi.
Tingginya disiplin kerja pegawai akan mampu mencapai efektivitas kerja
yang maksimal. Baik itu disiplin waktu, tata tertib, ataupun peraturan yang telah
ditetapkan dalam instansi tersebut. Untuk lebih mengefektifkan peraturan yang
dikeluarkan dalam rangka menegakkan kedisiplinan perlu teladan dari pimpinan.
Teladan pimpinan sangat berperan dalam menentukan kedisiplinan pegawai karena
pimpinan dijadikan panutan oleh para pegawainya.

5

Disiplin kerja yang telah dilakukan pegawai di BORMA TOSERBA Dakota
Bandung belum berjalan dengan baik dan belum dilakukan dengan kesadaran diri
dan penuh rasa tanggung jawab. Hal ini dapat dilihat dari persentase keterlambatan
dari 110 karyawan di BORMA Dakota dapat dilihat dari tabel dibawah ini :
Tabel 1.1
Persentase Keterlambatan Karyawan
Waktu

Jumlah Karyawan

( Minggu Ke -)

Yang Terlambat

1

Pertama

24

18,32 %

2

Kedua

18

13,74 %

3

Ketiga

16

12,21 %

4

Keempat

27

20,62 %

No.

Persentase (%)

Sumber : BORMA Dakota, September 2011

Dengan diterapkannya Sistem Informasi Absensi diharapkan para karyawan
akan lebih meningkatkan kedisiplinannya terhadap penggunaan jam kerja, dengan
kata lain mentaati peraturan-peraturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan supaya
tujuan kantor dan intansi dapat berjalan lancar. Berdasarkan Uraian diatas, penulis
tertarik untuk melakukan penelitian mengenai Sistem Informasi Absensi terutama
mengenai bagaimana peranannya terhadap disiplin kerja karyawan dan bermaksud

6

menuangkannya kedalam bentuk skripsi dengan judul: “Peranan Sistem Informasi
Absensi Terhadap Disiplin Kerja Karyawan di BORMA TOSERBA Dakota
Bandung”.

1.2. Identifikasi dan Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah di uraikan di atas, maka
penulis mencoba untuk mengidentifikasikan masalah-masalah yang ada sebagai
berikut :
1. Masih terjadinya keterlambatan karyawan dalam jam masuk kantor dan terlalu
cepat pulang kantor, hal ini dikarenakan didalam Sistem tidak tersedianya
prosedur pembatasan jam absensi yang diijinkan.
2. Apabila ada pegawai yang sakit dihari tersebut admin tidak bisa mengubah data
yang telah masuk. Karena yang menjadi admin adalah karyawan biasa, sehingga
tidak dilengkapi kemampuan untuk dapat merubah data. Hanya pembuat sistem
yang bisa mengubah data. Hal ini dapat merugikan karyawan. Karena karyawan
tersebut akan dianggap tidak masuk atau alpa pada hari tersebut.
Adapun penulis merumuskan permasalahan yang akan dibahas sebagai
berikut:
1. Bagaimana Sistem Absensi yang sedang berjalan di BORMA TOSERBA
Dakota Bandung.

7

2. Bagaimana tanggapan responden atas peranan Sistem absensi pada BORMA
TOSERBA Dakota Bandung.
3. Bagaimana kedisiplinan karyawan setelah menggunakan Sistem absensi di
BORMA TOSERBA Dakota Bandung.
4. Seberapa besar peranan Sistem absensi terhadap disiplin kerja karyawan di
BORMA TOSERBA Dakota Bandung.

1.3. Maksud dan Tujuan Penelitian
Adapun maksud penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah untuk
mendapatkan data dan informasi yang relevan mengenai Sistem absensi
menggunakan Scanner dan disiplin kerja. yang nantinya akan digunakan untuk
memberikan gambaran mengenai kualitas Sistem absensi menggunakan Scanner
dampaknya terhadap disiplin kerja di BORMA TOSERBA Dakota Bandung.
Adapun tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk mengetahui Sistem absensi yang sedang berjalan di BORMA
TOSERBA Dakota Bandung.
2. Untuk mengetahui tanggapan responden terhadap implementasi Sistem
Absensi terhadap disiplin kerja karyawan di BORMA TOSERBA Dakota
Bandung
3. Untuk mengetahui Tanggapan Responden tentang disiplin kerja di BORMA
TOSERBA Dakota Bandung.

8

4. Untuk mengetahui seberapa besar peranan Sistem Absensi terhadap disiplin
kerja di BORMA TOSERBA Dakota Bandung.

1.4. Kegunaan Penelitian
Semua informasi yang dihasilkan dikumpulkan melalui penelitian dan studi
literatur ini diharapkan dapat memberikan kegunaan baik bagi penulis sendiri,
BORMA TOSERBA DAKOTA, maupun Pihak lain.

1.4.1. Kegunaan Praktis
I. Bagi perusahaan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang berguna serta
sumbangan pemikiran bagi perusahaan dalam mengambil keputusan terkait dengan
penerapan Sistem Absensi..

II.Bagi Karyawan
Diharapkan dapat memberikan sumbangan pemikiran yang bermanfaat bagi
karyawan dengan tujuan memperbaiki dan meningkatkan pelaksanaan disiplin kerja
yang selama ini dilaksanakan.

9

1.4.2. Kegunaan Akademis
Adapun kegunaan penelitian ini adalah dapat bermanfaat secara akademis
sebagai berikut :

1. Bagi Pengembangan Ilmu
Diharapkan dapat menambah pengetahuan tentang pentingnya arti suatu
kedisiplinan dalam hal apapun, terutama mengenai dampak Sistem Absensi Scanner
terhadap disiplin kerja.
2. Bagi Peneliti Lain
Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai sumbangan informasi
bagi peneliti lain baik secara langsung maupun secara tidak langsung mengenai
Sistem Absensi ataupun dalam hal pelaksanaan disiplin kerja.
3.

Bagi Penulis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat berguna dalam menambah atau

memperkaya wawasan pengetahuan khususnya tentang penerapan Sistem Absensi
dan pelaksanaan disiplin kerja karyawan, serta membandingkan antara fakta dengan
teori yang diperoleh selama masa perkuliahan.

1.5. Batasan Masalah
Untuk mengkaji suatu permasalahan yang di hadapi oleh BORMA TOSERBA
Bandung Dakota, dalam hal ini penulis membatasi permasalahan yang akan di bahas,
agar pembahasan dan penyusunan dapat di lakukan secara terarah dan tercapai

10

dengan tujuan yang di harapkan serta untuk menghindari meluasnya masalah, maka
batasan masalah yang ada yaitu penelitian dilakukan hanya pada karyawan di
BORMA TOSERBA Dakota Bandung.

1.6. Lokasi dan Waktu Penelitian
Sesuai dengan judul penelitian ini yaitu Dampak Sistem Informasi Absensi
Terhadap Disiplin Kerja Karyawan di BORMA TOSERBA Dakota Bandung, maka
tempat dimana akan dilakukan penelitian adalah di BORMA TOSERBA Dakota
Bandung yang bertempat di Jl. Dakota No.109 Gunung Batu Bandung.
Adapun jadwal Penelitian yang dilakukan oleh penulis adalah sebagai berikut:
Tabel 1.2 Jadwal Penelitian
Tahun 2011
Bulan
No

Kegiatan

Agustus

September

Oktober

November

Minggu ke1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

1

Penyusunan dan
Pengajuan Proposal

2

Observasi Objek
Penelitian

3

Pengumpulan dan
analisis Data

4

Penyusunan Laporan
Penelitian / Skripsi

11

18

BAB II
KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN & HIPOTESIS

2.1. Sistem Informasi
2.1.1. Pengertian Sistem
Terdapat dua kelompok pendekatan didalam mendefinisikan sistem, yaitu yang
menekankan kepada prosedur dan pada komponen atau elemennya.
1. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedurnya:
“Pendekatan prosedur adalah pendekatan yang menekankan pada
konsep sistem berdasarkan prosedur-prosedur yang ada dalam
sistem”.
2. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen-elemen
atau kelompoknya, yang dalam hal ini sistem itu didefinisikan
sebagai “Suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu
kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu aturan tertentu”.
Definisi sistem menurut Jogiyanto(2005 :5):
“Sistem adalah kumpulan dari elemen – elemen yang berintegresi untuk
mencapai tujuan tertentu.”

Definisi sistem menurut Jogiyanto (1999:4 ):
“Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling
berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukkan suatu kegiatan
atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu”.

11

12

Definisi sistem menurut Sri (2008:7):
“Sistem adalah kumpulan/group dari bagian/komponen apapun baik pisik
maupun non pisik yang saling berhubungan satu sama lain dan bekerja
sama secara harmonis untuk mencapai satu tujuan tertentu”.
Definisi sistem menurut Hanif (2007:10):
“Suatu kumpulan atau himpunan dari unsur atau variable-veriabel yang
saling terorganisasi, saling berinteraksi, dan saling bergantung sama lain”.

Ketiga pendapat diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa sistem
merupakan suatau kumpulan dari sub sistem atau jaringan kerja yang saling
berhubungan satu dengan yang lainnya untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Suatu sistem mempunyai karateristik atau sifat-sifat yang tertentu, yaitu
mempunyai komponen-komponen (components), batas sistem (boundary),
lingkungan luar sistem (environments), penghubung (interface), masukan (input),
keluaran (output), pengolah (proses) dan sasaran atau tujuan.
1. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling
berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan.
Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa
suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap subsistem
mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu
dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan.
2. Batas Sistem

13

Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu
sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas
sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan.
3. Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari
sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat
bersifat menguntungkan dan dapat jaga bersifat merugikan sistem tersebut.
Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan
dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan
luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka
akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
4. Penghubung Sistem
Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem
dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan
sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang
lainnya. Keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk
subsistem yang lainnya dengan malalui penghubung.
5. Masukan Sistem
Masukan (input) adalah energi yang dimasukan ke dalam
sistem.masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan
masukan sinyal (signal input). Masukan perawatan adalah energi yang

14

dimasukan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Masukan sinyal
adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.
6. Keluaran Sistem
Keluaran (output) adalah hasil dari energi yang diolah dan
diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.
Misalkan untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran
yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedangkan
informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.
7. Pengolahan Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan
merubah masukan menjadi keluaran.
8. Sasaran Sistem
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran kalau suatu
sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan berguna.
Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atau tujuannya.

15

Penghubung

Subsistem
Boundary

Subsistem

Subsistem

Boundary

Subsistem

input

Proses

Subsistem

Output

Gambar 2.1 Karakteristik Sistem
Sumber : Jogiyanto (1999:686)
Bentuk umum dari sistem terdiri dari atas masukan (input), proses, dan keluaran
(output). Dalam bentuk umum sistem ini biasa melakukan satu atau lebih masukan
yang akan diproses dan menghasilkan keluaran sesuai dengan yang direncanakan
sebelumnya.
Gambaran umum mengenai sistem ditunjukan pada gambar berikut ini :

INPUT

PROCESSING

Gambar 2.2 Bentuk Umum Sistem
Sumber Jogiyanto (1999:3)

OUTPUT

16

Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandangan, diantaranya adalah
sebagai berikut ini.
1. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak dan sistem fisik. Sistem
abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak
tampak secara fisik.
2. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah dan sistem buatan
manusia. Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam,
tidak dibuat manusia. Sistem buatan manusia adalah sistem yang
dirancang oleh manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi
antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine sistem atau
ada yang menyebut dengan man-machine.
3. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu dan sistem tak tentu.
Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat
diprediksi. Sistem komputer adalah contoh dari sistem tertentu yang
tingkah lakunya dapat dipastikan berdasarkan program-program yang
dijalankan. Sedangkan sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa
depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probalitas.
4. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup dan sistem terbuka.
Sistem tertutup merupakan sistem yang tidak berhubungan dan tidak
terpengaruh dengan lingkungan luarnya. Sistem ini bekerja secara
otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Sistem

17

terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruhi dengan
lingkungan luarnya.
2.1.2. Pengertian Informasi
Pada konsep dasar ini penulis akan menjelaskan mengenai definisi informasi,
siklus informasi dan kualitas informasi.
Informasi merupakan salah satu unsur yang sangat penting di dalam organisasi.
Suatu sistem yang kurang mendapatkan informasi akan menjadi luruh, sehingga
informasi tersebut sangat penting artinya bagi suatu organisasi.
Definisi Informasi menurut Hanif (2007:15 ) adalah:
“Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang
berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambilan keputusan
saat ini atau mendatang”.
Definisi Informasi menurut Jogiyanto (2005:589 ) adalah :
“Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna
dan lebih berarti bagi yang menerimanya.”
Definisi data menurut Jogiyanto (1999:2 )
“Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kejadian”.
Definisi data Menurut Jogiyanto (2005: 5)
“Informasi adalah hasil dari pengolahan data dalam suatu bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu
kejadian – kejadian yang nyata (fact) yang digunakan untuk pengamatan
keputusan”.
Kejadian – kejadian (event) adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu.
Kejadian nyata (fact) adalah berupa suatu object nyata seperti tempat –
tempat, orang – orang, yang betul – betul terjadi.”

18

Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang berguna. Data
yang diolah melalui suatu model informasi. Penerima akan menerima informasi
tersebut dan membuat keputusan serta diwujudkan dengan suatu tindakan yang
berarti menghasilkan suatu tindakan yang membuat sejumlah data kembali. Data
tersebut akan ditanggap sebagai input, diproses kembali lewat suatu model dan
seterusnnya sehingga membentuk suatu siklus.
Untuk lebih jelasnya siklus informasi dapat dijelaskan dengan gambar
sebagai berikut. Adapun gambar siklus informasi tersebut dapat dilihat pada
gambar di bawah ini:

PROSES (MODEL)

OUTPUT
(information)

INPUT (data)
DASAR DATA

DATA
(ditangkap)

PENERIMA

PROSES
(tindakan)

Keputusan
Tindakan

Gambar 2.3 Siklus Informasi
Sumber: Jogiyanto( 2005:600)

Kualitas dari suatu informasi tergantung dari 3 hal yaitu:

19

1. Akurat (accurat)
Berarti informasi harus bebas dari kesalahan – kesalahan dan informasi
harus mencerminkan maksudnya.
2. Tepat waktu (time lines)
Berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat.
Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi, karena
informasi merupakan suatu landasan dalam mengambil keputusan.
3. Relevan (relevance)
Berarti informasi tersebut mempunyai manfaat oleh pemakai, dimana
relevansi untuk tiap–tiap individu tergantung pada yang menerima dan
yang membutuhkan.
Informasi harus mempunyai nilai manfaat agar mempunyai nilai.
Menurut Jogiyanto (2005: ) pengertian nilai informasi adalah :
”Nilai informasi (value of information ) ditentukan oleh dua hal yaitu
manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi bernilai jika manfaat
lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkanya”.
2.1.3. Pengertian Sistem Informasi
Pengertian sistem informasi adalah:
“Suatu sistem yang dibuat oleh manusia yang terdiri dari komponen-komponen
dalam organisasi untuk mencapai suatu tujuan yaitu menyajikan informasi.” (AlBahra Bin Ladjamudin 2005:13).

Tata S, Analisis Sistem Informasi (2003:10) sistem didefinisikan sebagai:

20

“Sistem adalah setiap kumpulan dari komponen atau sub-sistem yang berinteraksi
untuk mencapai suatu tujuan tertentu”.
Menurut (Jogiyanto 2003:8) sistem informasi adalah:
“Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem dalam organisasi yang
merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, tehnologi, media, prosedurprosedur dan pengendalian yang ditujukan untuk mendapatkan jalur komunikasi
penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada
manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal
sebagai suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.”
Sistem Informasi menurut (Tejoyuwono Notohadiprawiro, 2008) adalah
sebagai berikut :
“Suatu pengumpulan data yang terorganisasi beserta tatacara penggunaanya yang
mencakup lebih jauh daripada sekedar penyajiannya. Istilah tersebut menyiratkan
suatu maksud yang ingin dicapai dengan jalan memilih dan mengatur data serta
menyusun tatacara penggunaanya.”

Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa Sistem informasi merupakan
satu kesatuan yang utuh yang terbentuk dari sub-sub sistem dalam mengolah data
menjadi informasi. Dimana dalam sistem informasi diperlukan adanya
perencanaan, pengelolaan, pengendalian serta penilaian terhadap sistem informasi.
Hal ini diharapkan sistem informasi dapat dijadikan sebagai bahan untuk
pengambilan sebuah keputusan.
Dan dalam sebuah perusahaan Sistem informasi merupakan komponenkomponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mengumpulkan,
memproses, menyimpan dan menyebarkan informasi untuk mendukung
pengambilan keputusan, koordinasi, pengendalian, dan untuk memberikan
gambaran aktivitas didalam perusahaan.

21

Suatu sistem meiliki karakteristik atau sifat tertentu yaitu diantaranya adalah
memiliki komponen (component), batas sistem (boundary), lingkungan luar
sistem (environment), penghubung (interface), masukan (input), keluaran
(output), pengolah (process) dan sasaran (objective).
Demikian penjelasan dari karakteristik atau sifat-sifat dari sistem yang
telah dipaparkan diatas:
1. Komponen sistem (component)
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi,
yang artinya saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Komponenkomponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem
atau bagian dari suatu sistem.
2. Batas sistem (boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem
dengan sistem yang lainnya dengan lingkungan luar sebiuah sistem.
3. Lingkungan luar sistem (environment)
Lingkungan luar sistem adalah apapun yang terdapat diluar batas sistem
yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat
menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut.
4. Penghubung sistem (interface)
Penghubung merupakan media penghubung antara dua subsistem dengna
subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumbersumber daya mengalir dari suatu subsistem ke subsistem lainnya.

22

5. Masukan sistem (input)
Masukan adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat
berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal
input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem
tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk
mendapatkan keluaran.
6. Keluaran sistem (output)
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi
keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan
masukan unutk subsistem yang lain atau kepada supra sistem.
7. Pengolahan sistem (process)
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian atau sistem itu sendiri sebagai
pengolahnya. Pengolah yang akan merubah input dan output.
8. Sasaran (objective)
Suatu sistem pasti memiliki tujuan (goal) atau sasaran (objective). Jika
suatu sistem tidak memiliki sasaran atau tujuan, maka operasi sitem tidak akan
ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang
dibutuhkan sistem dan keluaran yang dihasilkan sistem. Suatu sistem
dikatakan berhasil apabila dapat mencapai sasaran ataupun tujuan dari sistem
itu sendiri.

23

2.1.4. Sistem Informasi Absensi

Sistem Informasi Absensi adalah sistem informasi yang bertujuan untuk
mempermudah proses absensi dari tahap absensi sampai pembuatan
laporannya. (Tunisman 2011)

2.1.5.

Scanner

Scanner merupakan salah satu perangkat input komputer. Scanner
merupakan alat yang berfungsi untuk menduplikat objek layaknya mesin
fotokopi ke dalam bentuk digital. Scanner menduplikat objek tersebut
menggunakan sebuah sensor cahaya yang terdapat di dalamnya. Sensor
yang ada pada scanner tersebut mendeteksi struktur, tulisan, maupun
gambar dari objek yang discan tersebut dan dikirimkan ke komputer dalam
bentuk digital.

Dalam scanner terdapat sebuah sensor. Sensor tersebut mendeteksi
struktur, seperti tulisan, warna, gelap, terang, dan bentuk benda. Setelah itu
scanner mengirimkan hasil dari scan tersebut ke komputer dalam bentuk
digital. Scanner merupakan suatu alat yang berfungsi seperti mesin
fotokopi, yaitu dengan cara memasukkan data melalui pencahayaan dan
selanjutnya diterjemahkan dalam bentuk digital. Sensitive kepada cahaya
dan dapat menerjemahkan teks, barcode, gambar, dan sebagainya. Hasil
scan dapat berupa gambar, maupun data (file, teks, dokumen). hasil scan

24

tersebut bisa diedit atau disimpan dalam komputer. Untuk gambar
biasanya scanner menscan foto, makalah, dll.

Perangkat input scanner dapat berupa pembaca mengenal karakter
tinta magnetic atau magnetic ink character recognition (MICR) dan optical
data reader. MICR reader biasanya digunakan untuk transaksi cek pada
suatu bank, yang ditulis dengan tinta magnetic yang hanya bisa dibaca
dengan perangkat MICR dan tidak bisa dibaca dengan mata manusia.
Optical Data Reader hamper seperti MICR, namun lebih fleksibel yang
dapat berupa Optical Characte

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

76 1878 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 495 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 437 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 262 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 381 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 578 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 506 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 320 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 494 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 588 23