PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA (Studi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Bandar Lampung Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013)

ABSTRAK

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF
TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP MINAT
DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA
(Studi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Bandar Lampung Semester
Genap Tahun Pelajaran 2012/2013)

Oleh
ERMITIA NOVITASARI

Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk
mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT
terhadap minat dan hasil belajar matematika siswa.

Desain yang digunakan

adalah posttest only control group design, dengan populasi seluruh siswa kelas
VIII SMP Negeri 3 Bandar Lampung semester genap tahun pelajaran 2012/2013.
Sampel penelitian dipilih dengan teknik purposive sampling. Pengambilan data
minat belajar dilakukan dengan cara menyebarkan angket pada setiap akhir
pertemuan, sedangkan data hasil belajar dengan cara memberikan tes di akhir
penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa pem-

belajaran NHT berpengaruh terhadap minat dan hasil belajar matematika siswa.

Kata Kunci

: Kooperatif Tipe NHT, Minat, Hasil Belajar.

Judul Skripsi

: PENGARUH PENERAPAN MODEL
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE
NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT)
TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR
MATEMATIKA SISWA (Studi pada Siswa
Kelas VIII SMP Negeri 3 Bandar Lampung
Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013)

Nama Mahasiswa

:

Ermitia Novitasari

Nomor Pokok Mahasiswa

:

0913021040

Program Studi

:

Pendidikan Matematika

Jurusan

:

Pendidikan MIPA

Fakultas

:

Keguruan dan Ilmu Pendidikan

MENYETUJUI

1. Komisi Pembimbing

Dra. Rini Asnawati, M.Pd.
NIP 19620210 198501 2 003

Drs. M. Coesamin, M.Pd.
NIP 19591002 198803 1 002

2. Ketua Jurusan Pendidikan MIPA

Dr. Caswita, M.Si.
NIP 19671004 199303 1 004

MENGESAHKAN

1. Tim Penguji

Ketua

: Dra. Rini Asnawati, M.Pd.

_________

Sekretaris

: Drs. M. Coesamin, M.Pd.

__________

Penguji
Bukan Pembimbing

: Dr. Sri Hastuti Noer, M.Pd.

__________

2. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Dr. H. Bujang Rahman, M.Si.
NIP 19600315 198503 1 003

Tanggal Lulus Ujian Skripsi :

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Desa Dono Arum, Kecamatan Seputih Agung, Kabupaten
Lampung Tengah

pada tanggal 24 November 1991. Penulis merupakan anak

pertama dari dua bersaudara pasangan berbahagia Bapak Taryadi dan Ibu Supami.

Penulis menyelesaikan pendidikan taman kanak-kanak di TK Dharma Wanita
pada tahun 1997, pendidikan dasar di SD Negeri 1 Dono Arum pada tahun 2003,
pendidikan menengah pertama di SMP Negeri 1 Seputih Agung pada tahun 2006,
dan pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Terbanggi Besar pada tahun
2009. Penulis melanjutkan pendidikan di Universitas Lampung pada tahun 2009
melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)
dengan mengambil program studi Pendidikan Matematika.

Penulis melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sukajaya Punduh dan
menjalani Program Pengalaman Lapang (PPL) di SMP Negeri 1 Sukajaya
Punduh, Pesawaran. Selama menjadi pelajar, penulis pernah tercatat sebagai juara
3 Olimpiade Sains bidang studi Geofisika tingkat Kabupaten Lampung Tengah,
dan mewakili Lampung Tengah dalam Olimpiade Sains Propinsi di Bandar Lampung
pada tahun 2008.

Selanjutnya selama menjadi mahasiswa, aktif mengikuti

organisasi yakni sebagai pengurus HIMAKSAKTA FKIP UNILA periode
2010/2011.

Motto

Think the best, do the best, for get all the best
Apapun yang terjadi, dalam kondisi apapun, tetaplah tersenyum.
(Ermitia Novitasari)

Persembahan

Segala Puji Bagi Allah SWT, Dzat Yang Maha Sempurna
Sholawat serta Salam Selalu Tercurah Kepada Uswatun Hasanah Rosululloh
Muhammad SAW
Kupersembahkan karya kecil ini sebagai tanda cinta & kasih sayangku kepada :
Ayahanda (Taryadi) dan ibunda tercinta (Supami), yang selalu memberikan
semangat, nasehat, do’a, dan cinta kasih sepenuh hatinya untukku, yang
menjadi motivasi terbesar dalam hidupku.
Adikku tersayang Muhammad Tova Maghribi yang menjadi pelipur
laraku.
Seluruh keluarga besarku, yang terus memberikan nasehat dan do’anya.
Para pendidik yang telah mengajar dan mendidik dengan penuh
kesabaran
Sahabat-sahabatku Meiko Herlian, Rudi Susilo, Mutiara, Vera
Yustiana, Maryunis, Fera Mulya Sari, Siti Nurzalbiah, Ayu Rahmah
Putri, dan semua teman-teman seperjunganku pendidikan matematika
2009 yang selalu mendukungku.
Seseorang yang telah hadir dalam hidupku, yang selalu menemaniku,
menghiburku, menuntunku, dan memberikan warna dalam hidupku.
Almamater Universitas Lampung tercinta

SANWACANA

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya sehingga penyusunan skripsi ini dapat diselesaikan. Sholawat serta salam
semoga selalu tercurah pada suri tauladan kita, Rasulullah Muhammad SAW.
Skripsi yang berjudul “Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe
Numbered Heads Together (NHT) Terhadap Minat Dan Hasil Belajar Matematika
Siswa (Studi Pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Bandar Lampung Semester
Genap Tahun Pelajaran 2012/2013)” adalah salah satu syarat untuk memperoleh
gelar sarjana pendidikan pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Lampung.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa terselesaikannya penyusunan skripsi ini
tidak terlepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan
terima kasih yang tulus ikhlas kepada:
1. Bapak Dr. H. Bujang Rahman, M.Si., selaku dekan FKIP Universitas Lampung
beserta staff dan jajarannya yang telah memberikan bantuan kepada penulis
dalam menyelesaikan skripsi ini.
2. Bapak Dr. Caswita, M.Si., selaku ketua jurusan PMIPA, yang telah memberikan kemudahan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

3. Ibu Dra. Nurhanurawati, M.Pd., selaku ketua Program Studi Pendidikan
Matematika yang telah memberikan kemudahan kepada penulis dalam
menyelesaikan skripsi ini.
4. Ibu Rini Asnawati, M.Pd., selaku dosen pembimbing akademik sekaligus
pembimbing I yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk konsultasi dan
memberikan bimbingan, sumbangan pemikiran, motivasi, semangat, nasehat,
kritik, dan saran kepada penulis demi terselesaikannya skripsi ini.
5. Bapak Drs. M. Coesamin, M.Pd., selaku dosen pembimbing II yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membimbing, memberikan perhatian, dan
sumbangan pikiran selama penyusunan skripsi sehingga skripsi ini menjadi
lebih baik.
6. Ibu Ranni Rahmayati Z, S.Pd., M.A., selaku dosen pembantu yang telah bersedia meluangkan waktu untuk membimbing, dan sumbangan pikiran selama
penyusunan skripsi sehingga skripsi ini menjadi lebih baik.
7. Ibu Dr. Sri Hastuti Noer, M.Pd., selaku dosen pembahas yang telah memberikan masukan, kritik, dan saran kepada penulis.
8. Bapak dan Ibu dosen Pendidikan Matematika di Fakultas Keguruan dan Ilmu
Pendidikan yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan kepada penulis.
9. Ayahanda Taryadi, Ibunda Supami, Adinda Muhammad Tova Maghribi dan
keluarga besarku tercinta yang selalu menyayangi, mendoakan, menasehati,
dan selalu menjadi motivator dalam hidupku.
10. Bapak Drs. Bahrunsyah, M.Pd. selaku kepala SMP Negeri 3 Bandar Lampung
beserta wakil, staff, dan karyawan yang telah memberikan kemudahan selama
penelitian.

iii

11. Ibu Gusnaini Anwar, S.Pd., selaku guru mitra yang telah banyak membantu
dalam penelitian.
12. Siswa-siswi di SMP Negeri 3 Bandarlampung yang telah membantu dalam
penyelesaian skripsi ini terutama di kelas VIIIA, VIIID, VIII C, dan IXC.
13. Sahabat-sahabat seperjuanganku angkatan 2009 yang memberikan kenangan
indah, persaudaraan, dan semangatnya selama ini.
14. Teman-teman seperjuangan KKN dan PPL di SMP Negeri 1 Sukajaya
Punduh, Pesawaran: Pipit, Cia, Made, Desma, Winy, Bang Ferdi, Kiki, Yuni,
Ketut, Retna,Ayu, Ardi, dan Ahmad.
15. Kakak tingkat 2006 sampai 2008 dan adik tingkat 2010 sampai 2012.
16. Sahabat-sahabat kosan Rahayu: Silvi, Ayu, Yuni, Dona, Ana, Nurul, Ria,
Desvi, Nuy, dan Rika, terima kasih atas kebersamaanya selama ini.
17. Sahabat-sahabat terbaikku: Meiko, Rudi, Mutiara, May, Fero, Vera, Siti, dan
Ayu.
18. Murid-muridku yang selalu memberikan motivasi untuk menjadi lebih baik.
19. Semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini.

Semoga dengan kebaikan, bantuan, dan dukungan yang telah diberikan pada
penulis mendapat balasan pahala yang setimpal dari Allah SWT dan semoga
skripsi ini bermanfaat.

Bandar Lampung,

April 2013

Penulis,

Ermitia Novitasari

iv

DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR TABEL .....................................................................................

vii

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................. viii
I.

II.

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ...............................................................................

1

B. Rumusan Masalah ..........................................................................

4

C. Tujuan Penelitian ............................................................................

5

D. Manfaat Penelitian ..........................................................................

5

E. Ruang Lingkup Penelitian ...............................................................

5

TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Pustaka .............................................................................

7

1. Pembelajaran Kooperatif .............................................................

7

2. Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together
(NHT) ......................................................................................... 11
3. Pembelajaran Konvensional ........................................................ 15
4. Minat Belajar Siswa ..................................................................... 15
5. Hasil Belajar Siswa ..................................................................... 21
B. Kerangka Pikir ................................................................................ 22
C. Anggapan Dasar ............................................................................... 25
D. Hipotesis ......................................................................................... 25
1. Hipotesis Penelitian ...................................................................... 26
2. Hipotesis Kerja ............................................................................. 26

III. METODE PENELITIAN
A. Populasi dan Sampel ....................................................................... 27
B. Desain Penelitian ............................................................................ 28
C. Prosedur Penelitian ......................................................................... 28
D. Data Penelitian................................................................................. 29
E. Teknik Pengumpulan Data .............................................................. 29
F. Instrumen Penelitian ........................................................................ 30
1. Uji Validitas Instrumen ............................................................... 31
2. Uji Reliabilitas Instrumen ........................................................... 33
F. Teknik Analisis Data ...................................................................... 34
1. Data Minat Belajar Matematika Siswa .......................................... 34
2. Data Hasil Belajar Matematika Siswa ........................................... 36
a) Uji Normalitas ........................................................................ 36
b) Uji Hipotesis ............................................................................ 37
IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian ............................................................................... 39
1. Data Minat Belajar Matematika Siswa ......................................... 39
2. Data Hasil Belajar Matematika Siswa ........................................... 40
B. Pembahasan .................................................................................... 41
V.

SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan ........................................................................................ 45
B. Saran ............................................................................................... 45

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

vi

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

2.1

Enam Langkah/Fase dalam Model Pembelajaran Kooperatif .............

11

3.1

Nilai Ujian Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/2013 .........

27

3.2

Desain Pelaksanaan Penelitian ..........................................................

28

3.3

Indikator Minat Belajar Siswa .............................................................

31

3.4 Rekapitulasi Uji Normalitas Data Hasil Belajar Matematika Siswa ...
4.1

Rekapitulasi Uji Statistik Nonparametris Data Minat Belajar Matematika Siswa .........................................................................................

37

38

4.2 Rekapitulasi Hasil Belajar Matematika Siswa ....................................

39

4.3 Rekapitulasi Uji Statistik Nonparametris Data Hasil Belajar Matematika Siswa .........................................................................................

41

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

A. Perangkat Pembelajaran
A.1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Eksperimen ....

53

A.2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Kelas Kontrol ...........

76

A.3 Lembar Kerja Kelompok Kelas Eksperimen ...............................

99

B. Perangkat Tes
B.1 Kisi-Kisi Soal Tes Hasil Belajar Matematika Siswa .................

115

B.2 Soal Tes Hasil Belajar Sebelum Ujicoba ....................................

117

B.3 Soal Tes Hasil Belajar Setelah Ujicoba ......................................

119

B.4 Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran Soal Tes Hasil Belajar
Matematika Siswa ...................................................................

121

B. 5 Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran Soal Tes Hasil Belajar
Matematika Siswa .....................................................................

124

B.6 Kisi-Kisi Angket Minat Belajar Siswa ........................................

126

B.7 Angket Sebelum Ujicoba ...........................................................

129

B.8 Angket Setelah Ujicoba ..............................................................

131

B.9 Form Penilaian Validitas Angket ................................................

133

C. Analisis Data
C.1

Kode Siswa Kelas Eksperimen ..................................................

137

C.2

Kode Siswa Kelas Kontrol ........................................................

138

C.3

Kode Siswa Kelas Ujicoba ........................................................

139

C.4

Daftar Nilai Tes Hasil Belajar Siswa Kelas Kontrol ..................

140

C.5

Daftar Nilai Tes Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen ............

141

C.6

Daftar Nilai Tes Hasil Belajar Siswa Kelas Ujicoba ..................

142

C.7

Skor Skala Pengukuran Minat Belajar Siswa Kelas Ujicoba ......

143

C.8

Skor Skala Pengukuran Minat Belajar Siswa Kelas Kontrol ......

145

C.9

Skor Skala Pengukuran Minat Belajar Siswa Kelas Eksperimen

146

C.10 Perhitungan Uji Validitas Skala Pengukuran Minat Belajar Matemaika Siswa ...........................................................................

147

C.11 Skor Tes Hasil Belajar Siswa Kelas Ujicoba .............................

153

C.12 Perhitungan Uji Validitas Butir Soal Tes Hasil Belajar Matematika Siswa ..................................................................................

154

C.13 Perhitungan Uji Reliabilitas Skala Pengukuran Minat BelajarMatematika Siswa ....................................................................

156

C.14 Perhitungan Uji Relibilitas Soal Tes Hasil Belajar MatematikaSiswa ........................................................................................

159

C.15 Uji Normalitas Data Hasil Belajar Matematika Siswa KelasKontrol......................................................................................

160

C.16 Uji Normalitas Data Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas Eks
perimen .....................................................................................

163

C.17 Perhitungan Uji Hipotesis Data Minat Belajar Matematika Siswa

166

C.18 Perhitungan Uji Mann-Whitney U Data Hasil Belajar Matematika
Siswa Tiap Pertemuan ...............................................................

167

C.19 Uji Hipotesis Data Hasil Belajar Matematika Siswa ..................

174

D. Lain-lain
D.1 Surat Izin Penelitian Pendahuluan .............................................

177

D.2 Surat Izin Penelitian .................................................................

178

D.3 Surat Keterangan Penelitian ......................................................

179

D.4 Daftar Hadir Seminar Proposal .................................................

180

D.5 Daftar Hadir Seminar Hasil Penelitian ......................................

182

D.6 Kesediaan Pembimbing/ Pembahas ...........................................

185

D.7 Kartu Kendali Bimbingan Skripsi ..............................................

186

D.8 Form Penilaian Validitas Tes Hasil Belajar Matematika ............

188

D.9 Saran-Saran Perbaikan Skripsi ..................................................

189

D.10 Rekomendasi Cetak Skripsi .......................................................

192

ix

I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Berdasarkan pasal 37 Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003
tentang sistem pendidikan nasional yang juga dituangkan dalam pasal 7 Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia No. 19 Tahun 2005 tentang standar nasional
pendidikan, matematika adalah salah satu mata pelajaran yang wajib diberikan
pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Oleh karena itu, pada jenjang SD,
SMP, SMA hingga perguruan tinggi, mata pelajaran matematika selalu diberikan
pada peserta didik. Dalam pasal tersebut dijelaskan pula bahwa bahan kajian
matematika antara lain, berhitung, ilmu ukur, dan aljabar, dengan tujuan untuk
mengembangkan logika dan kemampuan berpikir siswa.

Menurut Conelius

(dalam Abdurrahman, 2009: 253) :
Lima alasan perlunya belajar matematika karena matematika merupakan
(1) sarana berpikir yang jelas dan logis, (2) sarana untuk memecahkan masalah
kehidupan sehari-hari, (3) sarana mengenal pola-pola hubungan dan
generalisasi pengalaman, (4) sarana mengembangkan kreativitas, dan
(5) sarana untuk meningkatkan kesadaran terhadap perkembangan budaya.

Pentingnya penguasaan dan banyaknya manfaat di bidang matematika membuat
banyak pihak menaruh perhatian terhadap proses penguasaan matematika.
Ironinya, matematika sejak dahulu dianggap oleh siswa sebagai pelajaran yang
sulit dan menakutkan (Nawangsari dalam Astuti, 2011: 2). matematika telah

2
diberi label negatif di kalangan siswa, yaitu sebagai pelajaran yang sulit,
menakutkan, dan

membosankan, sehingga menimbulkan minat yang rendah

untuk belajar (Astuti, 2011: 2).

Selain itu, guru masih menggunakan model

pembelajaran konvensional yaitu model pembelajaran yang berpusat pada guru,
sehingga siswa kurang berperan aktif dalam pembelajaran.

Pada model pembelajaran konvensional, siswa lebih banyak mendengarkan
penjelasan guru daripada mencari atau menemukan sendiri hal yang berkaitan
dengan materi yang sedang dipelajari. Hal tersebut menyebabkan siswa menjadi
kurang antusias mengikuti pelajaran matematika, bahkan tak jarang siswa
mengantuk ketika kegiatan pembelajaran berlangsung.

Hal tersebut yang

menyebabkan banyak siswa yang kurang tertarik terhadap pelajaran matematika.
Jika siswa kurang berminat terhadap matematika, siswa tidak dapat menerima
materi dengan maksimal sehingga hasil belajar yang diperoleh tidak sesuai dengan
yang diharapkan (Supardi, 2011).

Kondisi tersebut juga terjadi pada siswa SMP Negeri 3 Bandar Lampung. Guru
masih menggunakan pengajaran yang berpusat pada guru, sehingga tak heran jika
siswa di SMP Negeri 3 Bandar Lampung merasa kurang tertarik terhadap mata
pelajaran matematika. Hasil belajar matematika siswa di SMP Negeri 3 Bandar
Lampung juga masih rendah. Hal tersebut ditunjukkan dari hasil ujian akhir
semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013. Oleh karena itu, guru sebagai ujung
tombak

dalam

pencapaian tujuan pembelajaran,

pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik.

perlu

memilih

model

3
Ada beberapa jenis model pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru, salah
satunya adalah model pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning). Model
pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang mengorganisir
pembelajaran dengan menggunakan kelompok belajar kecil dimana siswa bekerja
bersama untuk mencapai tujuan pembelajaran (Bern dan Erickson dalam
Komalasari, 2011: 62). Dalam pembelajaran kooperatif setiap siswa harus saling
membantu

temannya

dalam

memahami

pelajaran,

saling

berdiskusi

menyelesaikan tugas, saling bertanya antar teman jika belum memahami
pelajaran. Hal tersebut dapat membantu siswa untuk lebih memahami materi
daripada hanya mendengarkan penjelasan dari guru. Selain itu, siswa juga lebih
antusias karena pembelajaran yang dihadirkan di kelas lebih bervariasi. Siswa
tidak hanya duduk, diam, dan mendengarkan, namun siswa lebih banyak
berinteraksi, saling berkomunikasi, dan berbagi informasi.

Dalam pembelajaran kooperatif terdapat berbagai macam tipe, salah satunya ialah
Numbered Heads Together (NHT). NHT adalah pembelajaran kooperatif yang
memiliki empat langkah kegiatan utama yaitu penomoran, pengajuan pertanyaan,
berpikir bersama dan pemberian jawaban. Dalam pembelajaran kooperatif tipe
NHT, lebih ditekankan pada adanya penomoran. Pada tahap penomoran inilah
siswa dituntut untuk lebih bertanggung jawab dan lebih siap. Siswa harus benarbenar memahami materi yang sedang dipelajari. Oleh karena itu, siswa harus
berusaha untuk memahami materi dengan cara berdiskusi dengan teman, atau
mencari dari sumber belajar yang lain. Hal ini tentunya akan berdampak positif
terhadap minat belajar siswa, karena siswa lebih antusias dan aktif mencari
sumber belajar. Jika siswa lebih aktif mencari dan menemukan sendiri bahan

4
pelajaran atau sumber belajar, tentunya siswa akan lebih mudah memahami materi
yang sedang dipelajari. Jika siswa dapat memahami materi yang sedang dipelajari
tentunya hasil belajar matematika siswa juga akan lebih baik. Dengan demikian
diharapkan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT dapat menjadikan
siswa berminat untuk mengikuti pembelajaran serta dapat meningkatkan
penguasaan akademik siswa.

Berdasarkan uraian di atas, maka perlu dilakukan penelitian tentang pengaruh
penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap minat dan hasil
belajar matematika siswa.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah dalam
penelitian ini ialah “Apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT
berpengaruh terhadap minat dan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP
Negeri 3 Bandar Lampung tahun pelajaran 2012/2013?”

Dari rumusan masalah diatas, dapat dijabarkan pertanyaan penelitian secara rinci
sebagai berikut:
1. Apakah minat belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran
kooperatif tipe NHT lebih tinggi daripada minat belajar matematika siswa
yang mengikuti pembelajaran konvensional?
2. Apakah hasil belajar matematika siswa yang mengikuti pembelajaran
kooperatif tipe NHT lebih tinggi daripada hasil belajar matematika siswa yang
mengikuti pembelajaran konvensional?

5
1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, penelitian ini dilakukan bertujuan
mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe NHT
terhadap minat dan hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3
Bandar Lampung tahun pelajaran 2012/2013.

1.4 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah:
a.

Bagi peneliti, sebagai acuan atau referensi untuk peneliti (peneliti yang
relevan) dan pada penelitian yang sejenis.

b. Bagi guru untuk menjadi pertimbangan dalam memilih model pembelajaran
alternatif yang dapat diterapkan untuk meningkatkan minat dan hasil belajar
matematika siswa.

1.5 Ruang Lingkup Penelitian

Agar penelitian ini mencapai sasaran yang diinginkan sebagaimana yang telah
dirumuskan dalam tujuan dan untuk menghindari terjadinya kesimpangsiuran
permasalahan yang akan dibahas, maka perlu adanya pembatasan pengertian
dalam penelitian. Adapun pengertian-pengertian yang menyangkut dalam
penelitian ini adalah:
a.

Pengaruh berarti daya yang ada atau ditimbulkan dari sesuatu yang berkuasa
atau yang berkekuatan. Sesuatu yang berkekuatan dalam hal ini yaitu model
pembelajaran kooperatif tipe NHT ditinjau dari minat dan hasil belajar
matematika siswa.

Model pembelajaran kooperatif tipe NHT dikatakan

6
berpengaruh jika minat dan hasil belajar matematika siswa yang mengikuti
pembelajaran kooperatif tipe NHT lebih tinggi dibandingkan dengan minat
dan hasil

belajar

matematika

siswa

yang

mengikuti pembelajaran

konvensional (proses pembelajaran yang dilakukan sebagaimana umumnya
guru mentransfer ilmu pengetahuan kepada siswa, sedangkan siswa lebih
banyak sebagai penerima).
b.

Pembelajaran kooperatif tipe NHT adalah pembelajaran kooperatif yang memiliki empat struktur langkah kegiatan utama yaitu penomoran, pengajuan
pertanyaan, berpikir bersama, dan pemberian jawaban. Setiap siswa dalam
tiap kelompok memiliki nomor yang berbeda dan kemampuan akademik yang
heterogen.

c.

Minat belajar merupakan perhatian, kesukaan, ketertarikan terhadap
matematika sehingga menimbulkan keinginan untuk belajar matematika.

d.

Hasil belajar yang dimaksud dalam penelitian ini adalah hasil dari
kemampuan kognitif siswa.

e.

Materi pembelajaran dalam penelitian adalah lingkaran.
menentukan unsur, bagian lingkaran, serta ukurannya.

Pokok bahasan
Kompetensi dasar

menggunakan hubungan sudut pusat, panjang busur, luas juring dalam
pemecahan masalah, serta kompetensi dasar menghitung panjang garis
singgung persekutuan dua lingkaran.

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Pustaka

1. Pembelajaran Kooperatif

Roger (dalam Huda, 2011: 29) menyatakan pembelajaran kooperatif merupakan
aktivitas pembelajaran kelompok yang diorganisir oleh satu prinsip bahwa
pembelajaran harus didasarkan pada perubahan informasi secara sosial di antara
kelompok-kelompok belajar yang di dalamnya setiap pembelajar bertanggung
jawab atas belajarnya sendiri dan didorong untuk meningkatkan aktivitas belajar
anggota-anggota yang lain. Dipihak lain, Bern dan Erickson (dalam Komalasari,
2011: 62) juga mengemukakan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan
strategi pembelajaran yang mengorganisir pembelajaran dengan menggunakan
kelompok belajar kecil di mana siswa bekerja bersama untuk mencapai tujuan
belajarnya.

Pendapat lain dikemukakan oleh Taniredja, dkk (2012: 55) yang

mengungkapkan bahwa pembelajaran kooperatif merupakan sistem pengajaran
yang memberi kesempatan kepada anak didik untuk bekerja sama dengan sesama
siswa dalam tugas-tugas yang terstruktur.

Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif
adalah model pembelajaran yang dirancang untuk mendidik kerja sama kelompok

8

dan interaksi antarsiswa dengan menggunakan kelompok belajar kecil yang di
dalamnya setiap siswa bertanggung jawab atas belajarnya sendiri dan didorong
untuk meningkatkan aktivitas belajar anggota-anggota yang lain dalam menyelesaikan tugas-tugas yang terstruktur untuk mencapai tujuan belajarnya.

Menurut Linda Lungren dalam Ibrahim (2011) ada beberapa manfaat pembelajaran kooperatif bagi siswa dengan prestasi belajar yang rendah, yaitu:
1. Meningkatkan pencurahan waktu pada tugas
2. Rasa harga diri menjadi lebih tinggi
3. Memperbaiki sikap terhadap IPA dan sekolah
4. Memperbaiki kehadiran
5. Angka putus sekolah menjadi rendah
6. Penerimaan terhadap perbedaan individu menjadi lebih besar
7. Perilaku mengganggu menjadi lebih kecil
8. Konflik antar pribadi berkurang
9. Sikap apatis berkurang
10. Pemahaman yang lebih mendalam
11. Motivasi lebih besar
12. Hasil belajar lebih tinggi
13. Retensi lebih lama
14. Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi

Ibrahim (2011) juga mengatakan bahwa pembelajaran kooperatif memiliki
dampak yang positif untuk siswa yang hasil belajarnya rendah, antara lain sebagai
berikut.
1. Siswa mempunyai tanggung jawab dan terlibat secara aktif dalam
pembelajaran.
2. Siswa dapat mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
3. Meningkatkan ingatan siswa.
4. Meningkatkan kepuasan siswa terhadap materi pembelajaran.

Menurut Karlina (2008), Karakteristik pembelajaran kooperatif diantaranya
adalah sebagai berikut.
a. Siswa bekerja dalam kelompok kooperatif untuk menguasai materi
akademis.

9

b. Anggota-anggota dalam kelompok diatur terdiri dari siswa yang
berkemampuan rendah, sedang, dan tinggi.
c. Jika memungkinkan, masing-masing anggota kelompok kooperatif berbeda
suku, budaya, dan jenis kelamin.
d. Sistem penghargaan yang berorientasi kepada kelompok daripada individu.

Lebih lanjut, Karlina (2008) mengungkapkan bahwa terdapat empat tahapan
keterampilan kooperatif yang harus ada dalam model pembelajaran kooperatif
yaitu:
a. Forming (pembentukan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk
membentuk kelompok dan membentuk sikap yang sesuai dengan norma.
b. Functioniong (pengaturan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk
mengatur aktivitas kelompok dalam menyelesaikan tugas dan membina
hubungan kerja sama diantara anggota kelompok.
c. Formating (perumusan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk
pembentukan pemahaman yang lebih dalam terhadap bahan-bahan yang
dipelajari, merangsang penggunaan tingkat berpikir yang lebih tinggi, dan
menekankan penguasaan serta pemahaman dari materi yang diberikan.
d. Fermenting (penyerapan) yaitu keterampilan yang dibutuhkan untuk
merangsang pemahaman konsep sebelum pembelajaran, konflik kognitif,
mencari lebih banyak informasi, dan mengkomunikasikan pemikiran untuk
memperoleh kesimpulan.

Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa manfaat pembelajaran
kooperatif ialah siswa lebih banyak meluangkan waktu untuk mengerjakan tugas,
dapat meningkatkan kepuasan siswa terhadap materi pembelajaran dan dapat
meningkatkan hasil belajar siswa.

Roger dan David Johnson (dalam Lie, 2008: 31) mengatakan bahwa dalam
pembelajaran kooperatif terdapat lima unsur model pembelajaran yang harus
diterapkan yaitu: (1) saling ketergantungan, (2) tanggung jawab perseorangan,
(3) tatap muka, (4) komunikasi antar anggota, dan (5) evaluasi proses kelompok.

10

Hal senada juga diungkapkan oleh Ibrahim (2011) yang mengatakan bahwa unsurunsur dasar pembelajaran kooperatif sebagai berikut.
1. Siswa dalam kelompok haruslah beranggapan bahwa mereka sehidup
sepenanggungan bersama
2. Siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam kelompoknya
3. Siswa haruslah melihat bahwa semua anggota di dalam kelompoknya
memiliki tujuan yang sama
4. Siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara
anggota kelompoknya
5. Siswa akan dikenakan evaluasi atau diberikan penghargaan yang juga akan
dikenakan untuk semua anggota kelompok
6. Siswa berbagi kepemimpinan dan mereka membutuhkan keterampilan untuk
belajar bersama selama proses belajarnya
7. Siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi
yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

Kedua pendapat tersebut menjelaskan bahwa dalam pembelajaran kooperatif perlu
adanya ketergantungan positif antaranggota kelompok. Ketergantungan positif
yang dimaksud ialah suatu persepsi bahwa dalam suatu kegiatan kelompok apa
yang dilakukan dan dicapai seorang anggota kelompok berhubungan dan saling
berkaitan dengan apa yang dilakukan dan dicapai oleh anggota kelompok yang
lain.

Selain itu, siswa bertanggung jawab atas segala sesuatu di dalam

kelompoknya sehingga siswa haruslah membagi tugas dan tanggung jawab yang
sama di antara anggota kelompoknya.

Selanjutnya, siswa akan dikenakan

evaluasi atau diberikan penghargaan yang juga akan dikenakan untuk semua
anggota kelompok dan siswa akan diminta mempertanggungjawabkan secara
individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

Menurut Ibrahim (2011), langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif sebagai
berikut.

11

Tabel 2.1 Enam Langkah/Fase dalam Model Pembelajaran Kooperatif
Langkah/fase

Kegiatan guru

Fase 1

Guru menyampaikan semua tujuan

Menyampaikan tujuan dan me-

pembelajaran yang ingin dicapai pada

motivasi siswa

pembelajaran tersebut dan memotivasi
siswa belajar

Fase 2

Guru menyajikan informasi kepada siswa

Menyajikan informasi

dengan jalan demonstrasi atau lewat
bahan bacaan

Fase 3

Guru menjelaskan kepada siswa

Mengorganisasikan siswa

bagaimana caranya membentuk

dalam kelompok-kelompok

kelompok belajar agar melakukan

belajar

transisi secara efisien

Fase 4

Guru membimbing kelompok-kelompok

Membimbing kelompok

belajar pada saat mereka mengerjakan

bekerja dan belajar

tugas mereka

Fase 5

Guru mengevaluasi hasil belajar tentang

Evaluasi

materi yang telah dipaparkan/masingmasing kelompok mempresentasikan
hasil kerjanya

Fase 6

Guru mencari cara-cara untuk

Memberikan Penghargaan

menghargai baik upaya atau hasil belajar
individu dan kelompok

Sumber: http://www.sarjanaku.com

2.

Pembelajaran Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT)

NHT merupakan tipe pembelajaran yang dikembangkan oleh Spencer Kagan (Lie,
2008: 59), yang bertujuan untuk mendorong siswa meningkatkan semangat
kerjasama dalam kelompok serta memberikan kesempatan kepada para siswa
untuk saling membagikan ide-ide dan mendiskusikan jawaban yang paling tepat.

12

Selain itu, Lie (2008: 56) menyatakan struktur pembelajaran NHT dapat
memberikan kesempatan bekerja sendiri serta bekerja sama dengan orang lain
sehingga dapat mengoptimalisasikan partisipasi siswa. Melalui pembelajaran
konvensional memungkinkan hanya satu siswa dan membagikan hasilnya untuk
seluruh kelas, namun melalui pembelajaran struktural ini memberikan kesempatan
sedikitnya delapan kali lebih banyak kepada setiap siswa untuk dikenali dan
menunjukkan partisipasi mereka kepada orang lain.

Pemberian nomor pada

metode NHT akan membuat aktivitas siswa lebih terstruktur baik dalam diskusi
maupun saat mengungkapkan hasil diskusi.

Jadi pembelajaran kooperatif tipe NHT ialah salah satu tipe pembelajaran
kooperatif yang menekankan pada struktur khusus yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa dan memiliki tujuan untuk meningkatkan
penguasaan akademik, mendorong siswa meningkatkan semangat kerja sama
dalam kelompok serta memberikan kesempatan kepada para siswa untuk saling
membagikan ide-ide dan mendiskusikan jawaban yang paling tepat.

Lie dalam Layla (2012) mengungkapkan ada beberapa langkah yang perlu
dilakukan dalam merencanakan dan menyiapkan pembelajaran kooperatif tipe
NHT yaitu:
1. siswa dibagi dalam kelompok, setiap siswa dalam setiap kelompok
mendapatkan nomor,
2. guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya,
3. kelompok memutuskan jawaban yang dianggap paling benar dan
memastikan setiap anggota kelompok mengetahui jawaban ini,
4. guru memanggil salah satu nomor, siswa dengan nomor yang dipanggil
melaporkan hasil kerjasama mereka.

13

Hanafiah (2012: 42) juga mengungkapkan bahwa langkah-langkah yang dapat
ditempuh dalam model pembelajaran kooperatif tipe NHT sebagai berikut.
1. Peserta didik dibagi dalam kelompok, setiap peserta didik dalam kelompok
mendapat nomor.
2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap
anggota kelompok dapat mengerjakannya atau mengetahui jawabannya.
4. Guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang dipanggil
melaporkan hasil kerjasama mereka.
5. Tanggapan dari teman yang lain, kemudian guru menunjuk nomor yang
lain.
6. Kesimpulan.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa ada empat tahapan utama dalam
pembelajaran kooperatif tipe NHT yaitu penomoran, pengajuan pertanyaan,
berpikir bersama, dan pemberian jawaban. Pada tahap penomoran, peserta didik
dibagi dalam kelompok dan setiap peserta didik dalam kelompok mendapat nomor
yang berbeda. Pada tahap pengajuan pertanyaan, guru memberikan tugas dan
masing-masing kelompok mengerjakannya. Pada tahap berpikir bersama, kelompok mendiskusikan jawaban yang benar dan memastikan setiap anggota kelompok
dapat mengerjakannya atau mengetahui jawabannya. Tahap terakhir yaitu tahap
pemberian jawaban, guru memanggil salah satu nomor siswa dengan nomor yang
dipanggil melaporkan hasil kerjasama mereka dan guru tidak memberitahukan
sebelumnya nomor yang akan dipanggil.

Ibrahim (dalam Herdian, 2009) mengemukakan tiga tujuan yang hendak dicapai
dalam pembelajaran kooperatif dengan tipe NHT yaitu:
1. Hasil belajar akademik stuktural
Bertujuan untuk meningkatkan kinerja siswa dalam tugas-tugas akademik.
2. Pengakuan adanya keragaman
Bertujuan agar siswa dapat menerima teman-temannya yang mempunyai
berbagai latar belakang.

14

3. Pengembangan keterampilan social
Bertujuan untuk mengembangkan keterampilan sosial siswa.
Lundgren dalam Ibrahim (2011) mengungkapkan ada beberapa manfaat pada
model pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap siswa yang hasil belajar
rendah, antara lain sebagai berikut.
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Rasa harga diri menjadi lebih tinggi.
Memperbaiki kehadiran.
Penerimaan terhadap individu menjadi lebih besar.
Perilaku mengganggu menjadi lebih kecil.
Konflik antara pribadi berkurang.
Pemahaman yang lebih mendalam.
Meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan toleransi.
Hasil belajar lebih tinggi.

Menurut Reikson Panjaitan (dalam Nico, 2012), kelebihan dan kelemahan model
pembelajaran NHT adalah sebagai berikut.
1. Kelebihan
a. Setiap siswa menjadi siap semua.
b. Dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh.
c. Siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.
2. Kelemahan
a. Kemungkinan nomor yang dipanggil, dipanggil lagi oleh guru.
b. Tidak semua anggota kelompok dipanggil oleh guru.
c. Kendala teknis, misalnya masalah tempat duduk kadang sulit atau kurang
mendukung diatur kegiatan kelompok.

Selain itu, kelebihan dari model pembelajaran kooperatif tipe NHT sebagaimana
dijelaskan oleh Hill dalam Tryana (2011) adalah sebagai berikut.
model NHT dapat meningkatkan prestasi belajar siswa, mampu memperdalam
pamahaman siswa, menyenangkan siswa dalam belajar, mengembangkan sikap
positif siswa, mengembangkan sikap kepemimpinan siswa, mengembangkan
rasa ingin tahu siswa, meningkatkan rasa percaya diri siwa, mengembangkan
rasa saling memiliki, serta mengembangkan keterampilan untuk masa depan.

15

Jadi, tujuan dari pembelajaran kooperatif tipe NHT yaitu meningkatkan kinerja
siswa dalam tugas-tugas akademik serta mengembangkan keterampilan sosial
siswa.

Selain itu, manfaat dari pembelajaran kooperatif tipe NHT ialah me-

ningkatkan prestasi belajar siswa, mampu memperdalam pamahaman siswa,
menyenangkan siswa dalam belajar, serta meningkatkan rasa percaya diri siswa.

3.

Pembelajaran Konvensional

Pembelajaran konvensional atau konservatif saat ini paling disukai oleh para guru.
Sebagaimana dikatakan oleh Wallace (dalam Sunartombs, 2009), pembelajaran
konvensional memiliki ciri-ciri, yaitu: (1) pembelajaran berpusat pada guru, (2)
terjadi passive learning, (3) interaksi di antara siswa kurang, (4) tidak ada
kelompok-kelompok kooperatif. Jadi kegiatan guru yang utama adalah menerangkan dan siswa mendengarkan atau mencatat apa yang disampaikan guru. Salah
satu ciri kelas dengan pembelajaran secara biasa yaitu para siswa tidak
mengetahui apa tujuan mereka belajar pada hari itu.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran konvensional yang dimaksud adalah pembelajaran yang menggunakan metode ceramah atau memberi
penjelasan materi secara lisan kepada siswa, dan pembelajaran ini adalah pembelajaran yang dilakukan sebagaimana umumnya guru mentransfer ilmu
pengetahuan kepada siswa dan siswa lebih banyak sebagai penerima.

4.

Minat Belajar Siswa

Menurut Hilgard dalam Slameto (2010: 57) minat adalah kecenderungan untuk
memberikan perhatian dan menikmati beberapa aktivitas atau kegiatan. Menurut

16

Slameto (2010: 180) minat adalah suatu rasa lebih suka dan ketertarikan pada
suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat pada dasarnya adalah
penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri.
Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat. Selanjutnya,
menurut Sardiman A.M. (2012:76) minat diartikan sebagai suatu kondisi yang
terjadi apabila sesorang melihat ciri-ciri atau arti sementara situasi yang dihubungkan dengan keinginan-keinginan atau kebutuhan-kebutuhannya sendiri.
Oleh karena itu, apa yang dilihat seseorang sudah tentu akan membangkitkan
minatnya sejauh apa yang dilihatnya itu mempunyai hubungan dengan
kepentingannya sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa minat merupakan
kecenderungan jiwa seseorang kepada seseorang (biasanya disertai dengan
perasaan senang), karena itu merasa ada kepentingan dengan sesuatu itu.
Sedangkan menurut Bernard dalam Sardiman (2012: 76), minat timbul tidak
secara tiba-tiba/spontan melainkan timbul akibat dari partisipasi, pengalaman,
kebiasaan pada waktu belajar atau bekerja. Di sisi lain, menurut Getzel dalam
Mardapi (2008: 106) minat adalah suatu disposisi yang terorganisir melalui
pengalaman yang mendorong seseorang untuk memperoleh objek khusus,
aktivitas, pemahaman, dan keterampilan untuk tujuan perhatian atau pencapaian.
Selain itu, menurut Zanikhan (2008) dikatakan sebagai berikut.
Minat adalah kecenderungan seseorang terhadap obyek atau sesuatu kegiatan
yang digemari yang disertai dengan perasaan senang, adanya perhatian, dan
keaktifan berbuat. Minat mengandung unsur kognisi (mengenal), emosi
(perasaan), dan konasi (kehendak). Oleh sebab itu, minat dianggap sebagai
respon yang sadar, sebab jika tidak demikian, minat tidak akan mempunyai arti
apa-apa. Unsur kognisi maksudnya adalah minat itu didahului oleh
pengetahuan dan informasi mengenai obyek yang dituju oleh minat tersebut,
ada unsur emosi karena dalam partisipasi atau pengalaman itu disertai oleh
perasaan tertentu, seperti rasa senang, sedangkan unsur konasi merupakan

17

kelanjutan dari unsur kognisi. Dari ketiga unsur inilah yang diwujudkan dalam
bentuk kemauan dan hasrat untuk melakukan suatu kegiatan, termasuk kegiatan
yang ada di sekolah seperti belajar.

Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa minat adalah kecenderungan untuk memberikan perhatian atau rasa lebih suka atau ketertarikan
pada suatu hal, objek, aktivitas atau kegiatan, tanpa ada yang menyuruh yang
disertai dengan keaktifan berbuat.

Dengan demikian minat belajar ialah ke-

cenderungan untuk memberikan perhatian atau rasa lebih suka atau ketertarikan
pada kegiatan pembelajaran tanpa ada yang menyuruh yang disertai keaktifan
bertanya, diskusi, menyampaikan pendapat, atau kegiatan pembelajaran lainnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi minat belajar siswa dapat ditemukan dalam diri
siswa itu sendiri. Namun pada dasarnya faktor tersebut dapat dikelompokkan ke
dalam faktor intern (dalam diri), faktor ekstern (dari luar diri) siswa yang belajar
dan faktor teknik atau pendekatan belajar. Purwanto dalam Zanikhan (2008)
mengungkapkan bahwa ada dua hal yang menyangkut minat yang perlu diperhatikan yakni:
a. Minat pembawaan, minat muncul dengan tidak dipengaruhi oleh faktorfaktor lain, baik itu kebutuhan maupun lingkungan. Minat semacam ini
biasanya muncul berdasarkan bakat yang ada.
b. Minat muncul karena adanya pengaruh dari luar, maka minat seseorang bisa
saja berubah karena adanya pengaruh dari luar, seperti: lingkungan, orang
tuanya, dan bisa saja gurunya.

Hal tersebut juga didukung oleh Slameto (2010: 180) yang mengatakan bahwa
minat tidak dibawa sejak lahir, melainkan diperoleh kemudian. Minat terhadap
sesuatu dipelajari dan mempengaruhi belajar selanjutnya serta mempengaruhi

18

penerimaan minat-minat baru.

Jadi minat terhadap sesuatu merupakan hasil

belajar dan menyokong belajar selanjutnya.

Slameto (2010: 181) mengungkapan bahwa minat siswa dapat ditingkatkan
dengan cara menghubungkan bahan pelajaran dengan suatu berita sensasional
yang sudah diketahui kebanyakan siswa.

Mengembangkan minat terhadap

sesuatu pada dasarnya ialah membantu siswa melihat bagaimana hubungan antara
materi yang diharapkan untuk dipelajarinya dengan dirinya sendiri sebagai
individu. Proses ini berarti menunjukkan pada siswa bagaimana pengetahuan
tertentu

mempengaruhi

dirinya,

melayani

tujuan-tujuannya,

memuaskan

kebutuhan-kebutuhannya. Bila siswa menyadari bahwa belajar merupakan suatu
alat untuk mencapai beberapa tujuan yang dianggap penting, dan bila siswa
melihat bahwa hasil dari pengalaman belajarnya akan membawa kemajuan pada
dirinya, kemungkinan besar ia akan berminat (dan bermotivasi) untuk mempelajarinya. Lebih lanjut Slameto (2010: 176) mengatakan bahwa guru harus memelihara minat siswa dalam belajar, yaitu dengan memberikan kebebasan tertentu
untuk berpindah dari satu aspek ke lain aspek pelajaran dalam situasi belajar.
Selain itu, Purwanto dalam Zanikhan (2008) mengungkapkan bahwa minat itu
timbul dengan menyatakan diri dalam kecenderungan umum untuk menyelidiki
dan menggunakan lingkungan dari pengalaman, anak bisa berkembang kearah
berminat atau tidak berminat kepada sesuatu. Di sisi lain, Rooijakkers dalam
Slameto (2010: 181) berpendapat bahwa cara efektif untuk membangkitkan minat
pada suatu subyek yang baru adalah dengan menggunakan minat-minat siswa
yang telah ada. Disamping memanfaatkan minat yang telah ada, Tanner & Tanner
dalam Slameto (2010: 181) menyarankan agar para pengajar berusaha membentuk

19

minat-minat baru pada diri siswa. Ini dapat dicapai dengan jalan memberikan
informasi pada siswa mengenai hubungan antara suatu bahan pengajaran yang
akan diberikan dengan bahan pengajaran yang lalu, menguraikan kegunaannya
bagi siswa di masa yang akan datang.

Jadi, minat ada yang dibawa sejak lahir ada juga yang tidak dibawa sejak lahir.
Minat yang dibawa sejak lahir ialah minat karena adanya bakat, sedangkan minat
yang tidak dibawa sejak lahir dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti
lingkungan, orang tua, guru, akibat dari partisipasi, pengalaman, kebiasaan pada
waktu belajar atau bekerja. Beberapa ahli berpendapat bahwa cara efektif untuk
membangkitkan minat pada suatu objek yang baru adalah dengan menggunakan
minat-minat yang telah ada. Untuk meningkatkan minat belajar siswa dapat dilakukan dengan cara menghubungkan pelajaran dengan berita sensasional yang
sudah diketahui kebanyakan siswa atau dengan jalan memberikan informasi pada
siswa mengenai hubungan antara suatu bahan pengajaran yang akan diberikan
dengan bahan pengajaran yang lalu serta menguraikan kegunaan bagi siswa di
masa yang akan datang.

Menurut Slameto (Season: 2010) siswa yang berminat dalam belajar mempunyai
ciri-ciri sebagai berikut.
1. Mempunyai kecenderungan yang tetap untuk memperhatikan dan
mengenang sesuatu yang dipelajari secara terus menerus.
2. Ada rasa suka dan senang pada sesuatu yang diminati.
3. Memperoleh suatu kebanggaan dan kepuasan pada sesuatu yang diminati.
4. Ada rasa keterikatan pada sesuatu aktivitas-aktivitas yang diminati.
5. Lebih menyukai suatu hal yang menjadi minatnya daripada yang lainnya.
6. Dimanifestasikan melalui partisipasi pada aktivitas dan kegiatan.

20

Purwanto dalam Zanikhan (2008) mengungkapkan bahwa minat sangat besar
pengaruhnya terhadap hasil belajar, karena apabila bahan pelajaran yang dipelajari
tidak sesuai dengan minat, siswa tidak akan belajar dengan baik sebab tidak
menarik baginya.

Siswa akan malas belajar dan tidak akan mendapatkan

kepuasan dari pelajaran itu. Bahan pelajaran yang menarik minat siswa, lebih
mudah dipelajari sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar. Minat terhadap
sesuatu hal tidak merupakan yang hakiki untuk dapat mempelajari hal tersebut,
asumsi umum menyatakan bahwa minat akan membantu seseorang mempelajarinya. Membangkitkan minat terhadap sesuatu pada dasarnya adalah membantu siswa melihat bagaimana hubungan antara materi yang diharapkan untuk dipelajari dengan diri sendiri sebagai individu. Jadi, minat sangat besar pengaruhnya terhadap hasil belajar, karena apabila bahan pelajaran yang dipelajari tidak
sesuai dengan minat, siswa tidak akan belajar dengan baik.

Siswa dikatakan berminat dalam belajar jika mempunyai kecenderungan yang
tetap untuk memperhatikan dan mengenang sesuatu yang dipelajari, adanya rasa
suka dan senang terhadap mata pelajaran, memperoleh suatu kebanggaan dan
kepuasan terhadap proses pembelajaran, adanya rasa keterikatan pada kegiatankegiatan pembelajaran yang dimanifestasikan melalui partisipasi pada aktivitas
dan kegiatan.

Menurut Arikunto (2010: 180) minat siswa dalam pembelajaran dapat diukur
dengan menggunakan skala pengukuran minat yang berbentuk angket atau
kuisioner. Menurut Mardapi (2008: 112) instrumen minat bertujuan untuk memperoleh informasi tentang minat siswa terhadap suatu mata pelajaran yang

21

selanjutnya digunakan untuk meningkatkan minat siswa terhadap suatu mata
pelajaran.

5.

Hasil Belajar Siswa

Belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan
perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas
tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan,
pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan kemampuan-kemampuan yang lain
(Indahf, 2011). Dimyati (2002: 3) mengungkapkan bahwa hasil belajar merupakan hasil dari suatu interaksi tindak belajar dan tindak mengajar. Dari sisi guru,
tindak mengajar diakhiri dengan proses evaluasi belajar. Dari sisi siswa, hasil
belajar merupakan berakhirnya penggal dan puncak proses belajar. Hasil belajar
merupakan pencapaian tujuan pengajaran dan kemampuan mental siswa.

Di sisi lain, Gagne dalam Suprijono (2010: 7) mengemukakan sebagai berikut.
Hasil belajar berupa: (1) informasi verbal (kapasitas mengungkapkan
pengetahuan dalam bahasa, bai

Dokumen yang terkait

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA (Studi pada Siswa Kelas XI Jurusan Bangunan Semester Ganjil SMK Negeri 2 Bandarlampung Tahun Pelajaran 2012/2013)

0 13 60

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA (Studi pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 3 Natar Semester Genap Tahun Pelajaran 2011/2012)

1 6 46

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) TERHADAP AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA (Studi pada Siswa Kelas VIII Semester Genap SMP Negeri 10 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2011/2012)

0 8 31

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS (Studi pada Siswa Kelas VIII Semester Ganjil SMP Negeri 5 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013)

0 15 67

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS (Studi pada Siswa Kelas VIII Semester Ganjil SMP Negeri 5 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2012/2013)

0 18 64

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA (Studi pada Siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Bandar Lampung Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013)

0 28 57

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA (Studi pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Natar Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013)

0 29 40

PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEAD TOGETHER (NHT) TERHADAP AKTIVITAS BELAJAR DANPENGUASAAN MATERI SISWA (Kuasi Eksperimen PadaSiswa Kelas VII SMP Negeri Natar Lampung Selatan Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013)

0 6 47

EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER DITINJAU DARI PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS SISWA (Studi pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Trimurjo Semester Genap Tahun Pelajaran 2012/2013)

0 3 34

PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA ANTARA PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE JIGSAW DAN MODEL NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) PADA MATERI EKOSISTEM (Kuasi Eksperimen pada Siswa Kelas VII Semester Genap SMP Negeri 23 Bandar Lampung Tahun Pelajaran 2

0 3 120

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3877 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1031 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 925 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 622 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 774 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1322 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1216 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 805 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1087 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1320 23