Perilaku komunikasi narapidana anak : (studi fenomenologi tentang perilaku komunikasi narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP I.

  Nama Lengkap : Johan Iskandarsyah Nama Panggilan : Johan, Jo Tempat / Tanggal Lahir : Kewarganegaraan :

  Jakarta, 4 Juli 1991 Indonesia

  Agama : Islam Jenis Kelamin : Laki - laki

  Alamat : Jl Keselamatan No 5 B. RT 015 / 003. Kel : Manggarai Selatan. Kec : Tebet. Jakarta selatan

  Telepon/HP : 089679733872

  E-maiI : Johaniskandarsyah24@gmail.com

II. PENDIDIKAN FORMAL No Tahun Uraian Keterangan

  • 2009-2014 Program Studi Ilmu Komunikasi 1.

  Konsentrasi Humas. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Komputer Indonesia Bandung

  2. 2006-2009 SMA 17 AGUSTUS 1945 Berijazah

  2003-2006 SMP Negeri 3 Manggarai Selatan Berijazah 3.

  4. 1997-2003 SD Negeri 01 Manggarai Selatan Berijazah III.

   PENDIDIKAN NON FORMAL No Tahun Uraian Keterangan

  Pelatihan Karate BKC (Bandung

  • 2. 2000

  Karate Club) 1.

  • 2008 Pelatihan ilmu bela diri Muay Thai, Jakarta Selatan IV.

   PENGALAMAN ORGANISASI No Tahun Uraian Keterangan

V. PELATIHAN DAN SEMINAR No Tahun Uraian Keterangan

  1. 2009 Peserta Seminar Ceramah Umum Bersertifikat

  Dekan FISIP UNIKOM “Peningkatan Kualitas Keilmuan, Keterampilan ICT dan Kewirausahaan Sebagai Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unggulan”

  2. 2010 Peserta Mentoring Agama Islam Bersertifikat

  Program Studi Ilmu Komunikasi & PR UNIKOM

  3. 2010 Peserta Seminar Fotografi, Lomba Bersertifikat

  Foto Essay dan Apresiasi Seni “Teknik dan Bahasa Foto”

  4. 2010 Peserta Table Manner Course Banana Bersertifikat

  • – Inn Hotel & Spa Bandung

  5. 2010 Peserta Seminar Budaya Preneurship Bersertifikat

  “Mengangkat Budaya Bangsa Melalui Jiwa

  Entrepreneurship” Pusat Inkubator Bisnis (PIB) Mahasiswa UNIKOM

  6. 2011 Peserta Study Tour Media Massa 2011 Bersertifikat

  oleh Prodi Ilmu Komunikasi & Public

  Relations UNIKOM 7. 2012 Peserta Seminar Bersertifikat

  “Peran POLRI dalam Mengawal Pesta Demokrasi” SESPIMTI, Lembang

  8. 2012

  Bersertifikat Peserta Seminar “Master Of Ceremony” Dalam Kegiatan One Day

  10. 2013

  Bersertifikat Peserta “Extra Large Workshop“ dalam rangka Pemecahan Rekor MURI dengan Peserta Terbanyak dan Waktu Terlama Merakit dan Instalasi PC

  2013 Bersertifikat 11. Peserta “Pelatihan Membuat Toko Online” dalam rangka Pemecahan Rekor MURI dengan Peserta Terbanyak 2014 English Proficiency Test at English Bersertifikat

12. Department Indonesian University of

  Computer. Total Score 400- VI.

   PENGALAMAN KERJA - 1. 2011 Staff Usher di Restoran TESATE,

  Pacific Place, Jakarta Selatan

  2. 2012 Praktek Kerja Lapangan di Oz Radio -

  Bandung VII.

   KEAHLIAN

  Bahasa Inggris (Pasif)

  1. Lengguage

  2. Programme Microsoft Office (Word, Excel, Publisher, Acces, Power

  Point, Adobe Pagemaker) Demikian Curriculum Vitae ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

PERILAKU KOMUNIKASI NARAPIDANA ANAK

  (Studi Fenomenologi Tentang Perilaku Komunikasi Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung)

  

SKRIPSI

Diajukan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1)pada Program Studi Ilmu

Komunikasi konsentrasi Humas

  

Oleh :

JOHAN ISKANDARSYAH

NIM. 41809079

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI KONSENTRASI HUMAS

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

KATA PENGANTAR

  Assalamu ‘alaikum Wr. Wb Alhamdulillahirabbil’alamin, segala puji dan syukur bagi Allah SWT yang

  senantiasa memberikan rakhmat dan karunia-Nya kepada peneliti, sehingga peneliti dapat menyelesaikan karya ilmiah ini sebagaimana mestinya dengan segala kekurangan dan kelebihannya. Adapun pembuatan karya ilmiah yang berjudul PERILAKU KOUNIKASI NARAPIDANA ANAK (Studi Fenomenologi

  

Tentang Perilaku Komunikasi Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan

Anak Kelas III Sukamiskin Bandung).

  Peneliti sangat menyadari bahwa adanya peran berharga dari orang-orang bernpengaruh di sisi penelitian yang bersedia membagi hidupnya untuk bersama- sama merasakan apa yang peneliti alami, hadapi, dan rasakan. Pada kesempatan ini peneliti ingin mengucapkan terima kasih terutama kepada kedua orang tua peneliti,

H. Erwin Mahmudsyah (Alm) dan Tina Soedarsa, terimakasih atas doa dan semua

  dukungan serta kasih sayang yang tiada ternilai yang telah diberikan kepada peneliti, sampai pada akhirnya peneliti dapat menyelsaikan karya ilmiah ini.

  Peneliti sadari sepenuhnya bahwa tanpa adanya dukungan, dorongan, dan bimbingan serta bantuan dari beberapa pihak dalam proses penyusunan karya ilmiah, peneliti tidaklah mampu untuk bisa menyelesaikan karya ilmiah ini. Untuk itu pada kesempatan ini, dengan segala ketulusan dan kerendahan hati peneliti ingin menyampaikan rasa terima kasih sebesar-besarnya kepada:

  1. Yth. Bapak Prof. Dr. Samugyo Ibnu Redjo, Drs., M.A., Selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik periode 2010-sekarang.

  2. Yth. Bapak Drs. Manap Solihat, M.Si., Selaku Ketua Program Studi ILmu Komunikasi periode 2010-sekarang, yang telah memberikan pengesahan pada karya ilmiahni sehingga dapat disidangkan.

  3. Yth. Ibu Melly Maulin, S.Sos., M.Si Selaku Sekertaris Program Studi Ilmu Komunikasi yang telah banyak membantu baik saat peneliti melakukan kegiatan perkuliahan.

  4. Yth. Ibu Rismawaty, S.Sos., M.Si., Selaku Dosen Wali IK-2 2009 yang telah banyak memberikan nasihat, semangat serta arahan kepada peneliti selama menempuh studi di Universitas Komputer Indonesia.

  5. Yth. Bapak Adiyana Slamet, S.IP., M.Si Selaku dosen pembimbing yang telah memberikan arahan, saran, kebijaksanaan dan telah meluangkan waktunya untuk membimbing peneliti serta memberikan motivasi untuk membantu kelancaran dalam penyusunan karya ilmiah.

  6. Yth. Staf Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi, yang telah memberikan ilmu dan pengetahuannya kepada penulis dari awal sampai akhir perkuliahan.

  7. Yth. Astri Ikawati. A.Md. Kom Selaku Sekertariat Program Studi Ilmu Komunikasi yang telah banyak membantu yang berkaitan dengan perkuliahan, serta Proposal Usulan Penelitian yang peneliti laksanakan.

  8. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kantor Wilayah Jawa

  Barat yang telah memberikan jalan kemudahan kepada peneliti untuk bisa

  melakukan penelitian di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung.

  9. Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung beserta seluruh staff yang tidak bisa peneliti sebutkan satu persatu telah memberikan banyak ilmu dan pengetahuan baru kepada peneliti, juga memberikan kemudahan kepada peneliti untuk bisa melakukan penelitian di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung.

  10. Seluruh Keluarga Besar Peneliti : A Hendrik, Teh Evi, Teh Ika, Teh

  Mella, A Dadan (alm) serta yang tidak bisa peneliti sebutkan satu persatu

  telah memberikan dukungan moril dan materil, serta semangat dan doa yang sangat luar biasa kepada peneliti.

  11. Eka Herliana yang selalu ada ketika peneliti membutuhkan semangat, perhatian, kasih sayang, nasihat, kritik, saran, dan dukungan. Terima kasih untuk segala kesabaran dan kesetiaannya.

  12. Keluarga besar UNIFICATION : Adit Juju, Fikri, Fahri, Ali, Vivi yang telah banyak memberikan dukungan dan doa, serta pengertian yang amat sangat luar bisa kepada peneliti, sehingga peneliti bisa menyelesaikan penelitian ini.

  13. Supriadi As yang telah meluangkan banyak waktunya untuk berdiskusi memberikan saran, kritik, dan masukan kepada peneliti.

  14. Teman-teman Kostan: Onyu, Kiki, Opik, Regi, Agung, Ebi, Reza,

  Mujeng, Isal, Danu, Kil yang telah memberikan banyak saran dan kritik

  kepada peneliti dan dukungan serta kebersamaan keluarga dalam suasana apapun.

  15. Teman-teman seperjuangan Yogi, Reza, Irsan, Gilang, Aldi, Gugah,

  Disti, Lani, Evfri, Manda, Ogi, Rizki, Yanis, Topan, Awis, Rendra, IK- 2009, IK-Humas 1, dan semua rekan-rekan yang tidak bisa peneliti

  sebutkan namanya satu persatu, teria kasi untuk kebersamaan dan kekeluargaan kalian.

  16. Semua Pihak, yang telah membantu peneliti dalam segala hal yang tidak bisa disebutkan satu persatu, terima kasih atas doa dan dukungan yang telah diberikan.

  Peneliti menyadari bahwa dalam penulisan karya ilmiah ini masih diperlukan penyempurnaan dari berbagai sudut, baik dari segi isi maupun pemakaian kalimat dan kata-kata yang tepat, oleh karena itu, peneliti mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk kesempurnaan penulisan karya ilmiah ini.

  Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah turut serta membantu penulis dalam melakukan penulisan karya ilmiah ini dan semoga penulisan karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi penulis khususnya dan pembaca umumnya. Semoga semua bantuan, dorongan dan bimbingan yang telah diberikan itu akan mendapat balasan yang lebih segalanya dari Allah SWT.

  Wassalamualaikum Wr. Wb.

  Bandung, Februari 2014 Peneliti

  DAFTAR ISI Hal

LEMBAR PENGESAHAN .................................................................................. i

LEMBAR PEERNYATAAN .............................................................................. ii

LEMBAR PERSEMBAHAN ............................................................................iii

ABSTRAK ........................................................................................................... iv

ABSTRACT ........................................................................................................... v

KATA PENGANTAR ........................................................................................ vi

DAFTAR ISI ....................................................................................................... xi

DAFTAR TABEL ............................................................................................. xvi

DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... xvii

DAFTAR LAMPIRAN .................................................................................. xix

  

BAB IPENDAHULUAN ................................................................................... 1

1.1 Latar Belakang Masalah .......................................................................

  …. 1

  1.2 Rumusan Masalah ........................................................................................ 9

  1.2.1 Pertanyaan Makro ............................................................................. 9

  1.2.2 Pertanyaan Mikro …………………………………………………. 9

  1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian .................................................................. 10

  1.3.1 Maksud Penelitian ......................................................................... 10

  1.3.2 Tujuan Penelitian ........................................................................... 10

  

BAB IITINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN ............ 13

  2.1 Tinjauan Pustaka ........................................................................................ 13

  2.1.1 Studi Penelitian Terdahulu ............................................................. 13

  2.1.2 Tinjauan Tentang Komunikasi ....................................................... 16

  2.1.2.1 Definisi Komunikasi ......................................................... 16

  2.1.2.2 Komponen Komunikasi .................................................... 18

  2.1.2.3 Tujuan Komunikasi ........................................................... 19

  2.1.2.4 Fungsi Komunikasi ........................................................... 20

  2.1.2.5 Proses Komunikasi ............................................................ 22

  2.1.3 Tinjauan Tentang Komunikasi Antarpribadi .................................. 23

  2.1.3.1 Definisi Komunikasi Antarpribadi .................................... 23

  2.1.3.2 Jenis Komunikasi Antarpribadi ......................................... 24

  2.1.3.3 Tujuan Komunikasi Antarpribadi ..................................... 25

  2.1.3.4 Efektivitas Komunikasi Antarpribadi ............................... 27

  2.1.4 Tinjauan Tentang PerilakuKomunikasi .......................................... 29

  2.1.4.1 Pengertian Tentang Perilaku Komunikasi ......................... 29

  2.1.5 Tinjauan Tentang Komunikasi Verbal ........................................... 31

  2.1.5.1 Definisi Komunikasi Verbal ............................................. 31

  2.1.5.2 Jenis-jenis Bahasa Verbal ................................................. 32

  2.1.5.3 Fungsi Bahasa ................................................................... 33

  2.1.6.1 Definisi Komunikasi Non Verbal ..................................... 37

  3.1 Objek Penelitian ......................................................................................... 62

  3.1.5 Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung .. 73

  3.1.4 Peradilan Pidana Anak .................................................................. 72

  3.1.3 Anak yang Berkonflik dengan Hukum .......................................... 69

  3.1.2.2 Kewajiban Anak .............................................................. 67

  3.1.2.1 Hak-hak Anak ................................................................. 64

  3.1.2 Hak-hak dan Kewajiban Anak ...................................................... 64

  3.1.1 Narapidana Anak ........................................................................... 62

  ………………………..…62

  2.1.6.2 Ciri-ciri Umum Pesan Non Verbal .................................... 38

  2.2 Kerangka Pemikiran ................................................................................... 57 BAB IIIOBJEK DAN METODE PENELITIAN.

  2.1.9 Tinjauan Tentang Narapidana ........................................................ 55

  2.1.8 Tinjauan Tentang Anak .................................................................. 51

  2.1.7 Tinjauan Tentang Interaksi Simbolik ............................................. 46

  2.1.6.6 Jenis-jenis Komunikasi Non Verbal ................................ 45

  2.1.6.5 Tujuan Komunikasi Non Verbal ...................................... 44

  2.1.6.4 Fungsi Komunikasi Non Verbal ...................................... 42

  2.1.6.3 Klasifikasi Pesan Non Verbal ........................................... 39

  3.2 Metode Penelitian ....................................................................................... 76

  3.2.2.1 Studi Pustaka .................................................................... 80

  4.1 Profil Informan Penelitian .......................................................................... 96

  …133

  ……….....122 4.4 Pembahasan Penelitian .........................................................................

  4.3.2 Penggunaan Komunikasi Non Verbal Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung

  ………....114

  4.3.1 Penggunaan Komunikasi Verbal Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung

  4.3 Hasil Penelitian ......................................................................................... 112

  4.2 Profil InformanPendukung ....................................................................... 107

  BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN .…………………...93

  3.2.2.2 Studi Lapangan ................................................................ 80

  3.2.7.2 Waktu Penelitian ............................................................... 91

  3.2.7.1 Lokasi Penelitian .............................................................. 91

  3.2.7 Lokasi dan Waktu Penelitian .......................................................... 91

  3.2.6 Uji Keabsahan Data ....................................................................... 89

  3.2.5 Teknik Analis Data ........................................................................ 87

  3.2.4 Proses Pendekatan (Gaining Acces and Making Report) .............. 84

  3.2.3 Teknik Penentuan Informan ........................................................... 82

  3.2.2.3 Internet Searching .............................................................. 82

  4.4.1 Penggunaan Komunikasi Verbal Narapidana Anak di Lembaga

  4.4.3 Perilaku Komunikasi Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung

  ……….....158

  

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .…………………………………....162

  5.1 Kesimpulan ............................................................................................... 162

  5.2 Saran ......................................................................................................... 164

  5.2.1 Saran untuk Narapidana................................................................ 164

  5.2.2 Saran untuk Peneliti Selanjutnya .................................................. 165

  

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 166

DATAR LAMPIRAN ……………………………………………………......169 DAFTAR RIWAYAT HIDUP ……………………………………………...217

  

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ................................................................... 14Tabel 2.2 Fungsi Komunikasi ..................................................................... 21Tabel 3.1 Informan Penelitian ................................................................... 83Tabel 3.2 Informan Pendukung .................................................................. 83Tabel 3.3 Time Schedule Penelitian ........................................................... 92Tabel 4.1 Profil InformanPenelitian .......................................................... 96

  

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Prinsip Perlindungan Anak ..................................................... 55Gambar 2.2 Bagan Kerangka Pemikiran .................................................... 61Gambar 3.2 Susunan Kepengurusan Lembaga Pemasyarakatan

  Anak Kelas III SUkamiskin Bandung ………………………75

Gambar 3.3 Komponen-komponen Analis Data ....................................... 89Gambar 4.1 Informan Penelitian (Ali alias Bang alias Dedew) ................ 97Gambar 4.2 Informan Penelitian (Aldi Ramdani) .................................... 100Gambar 4.3 Informan Penelitian (Fikri alias Unyil)................................ 103Gambar 4.4 Informan Pendukung (Ibu Tere) .......................................... 107Gambar 4.5 Informan Pendukung (Ibu Novi) ......................................... 110Gambar 4.6 Model Penggunaan Komunikasi Verbal Narapidana Anak dengan Sesama Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan

  Anak Kelas III Sukamiskin Bandung ………………………143

Gambar 4.7 Model Penggunaan Komunikasi Verbal Narapidana Anak dengan Petugas di Lembaga Pemasyarakatan

  Anak Kelas III Sukamiskin Bandung ………………………144

Gambar 4.8 Model Penggunaan Komunikasi Verbal Narapidana Anak dengan Orang Tua di Lembaga Pemasyarakatan

  Anak Kelas III Sukamiskin Bandung ………………………145

Gambar 4.10 Model Penggunaan Komunikasi Non Verbal Narapidana Anak dengan Sesama Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan

  Anak Kelas III Sukamiskin Bandung ……………………...156

Gambar 4.11 Model Penggunaan Komunikasi Non Verbal Narapidana Anak dengan Sesama Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan

  Anak Kelas III Sukamiskin Bandung ……………………...157

Gambar 4.9 Model Perilaku Komunikasi Narapidana Anak di Lembaga

  Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung ……161

  DAFTAR LAMPIRAN

  Lampiran 1 : Surat Perohonan Ijin Penelitian ……………………………….......169

  Lampiran 2 : Surat Balasan Ijin Penelitian .......................................................... 170 Lampiran 3 : Surat Keterangan Telah Melakukan Penelititan ............................ 171 Lampiran 4 : Persetujuan Menjadi Pembimbing Skripsi ..................................... 172 Lampiran 6 : Rekomendasi Pembimbing Untuk Mengikuti Sidang Sarjana....... 173 Lampiran 7 : Surat Pengajuan Pendaftaran Ujian Sidang Sarjana ...................... 174 Lampiran 8 : Lembar Revisi Usulan Penelitian .................................................. 175 Lampiran 9 : Berita Acara Bimbingan ................................................................ 176 Lampiran 10: Lembar Revisi Skripsi .................................................................. 177 Lampiran 11: Pedoman Wawancara .................................................................... 178 Lampiran 12: Transkrip Wawancara ................................................................... 184 Lampiran 13: Pedoman Observasi ....................................................................... 208 Lampiran 11: Dokumentasi ................................................................................. 211

DAFTAR PUSTAKA

A. BUKU Cangara. 2011. Pengantar Ilmu Komunikasi. Rajawali Pers.

  Devito, Joseph A. 2011. Komunikasi Antar Manusia (Edisi 5). Kharisma Publishing. Djamali, R Abdul. 1984. Psikologi Hukum. Bandung: Armico.

  Djamil, M Nasir. 2013. Anak Bukan Untuk Dihukum. Jakarta: Sinar Grafika. Effendy, Onong Uchjana. 2003. Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT.

  Citra Aditya Bakti. Hikmat, Mahi M. 2010. Komunikai Politik Teori dan Praktik. Bandung: Remaja Rosdakarya.

  Kuswarno, Engkus. 2013. Metodologi Penelitian Komunikasi Fenomenologi.

  Bandung: Widya Padjadjaran. Moeleong, Lexy J. 1980. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

  Mufid, Muhamad.2009. Etika dan Filsafat Komunikasi. Jakarta: Kencana. Mulyana, Deddy. 2006. Metodologi penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

  Nurudin. 2004. Sistem Komunikasi Indonesia. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

  Sobur, Alex. 2013. Filsafat Komunikasi Tradisi dan Metode Fenomenologi.

  Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D. Bandung:

  Alfabeta Suranto, Aw. 2010. Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta : Graha Ilmu.

B. INTERNET

  

di akses

  pada tanggal 18 November 2013 pukul 22. 12

  

di akses

  pada tanggal 20 November 2013 pukul 19.44

  

di

  akses pada tanggal 26 November 2013 pukul 20.15

  

  di akses pada tanggal 26 November 2013 pukul 00.15

  

  di akses pada tanggal 27 November 2013

  

di akses pada

  tanggal 1 Desember 2013 pukul 21.56

  

di akses pada tanggal 4 Desember pukul 2013

  00.42

  

di akses pada tanggal 4 Desember 2013 pukul

C. SUMBER LAIN

  Catatan Kuliah “Komunikasi Antarpribadi”

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

  Pada dasarnya pandangan hukum terhadap narapidana anak di Indonesia tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan narapidana umum lainnya, yang menajdi pembeda adalah penanganan dalam proses tindak pemidanaan terhadap narapidana anak. Narapidana anak yang telah divonis pidana akan menjalani masa hukumannya di Lembaga Pemasyarakatan. Permasalahan baru timbul ketika seorang narapidana anak menjalani hari demi harinya di Lembaga Pemasyarakatan, dalam menjalani hari- hari di Lembaga Pemasyarakatan seorang narapidana anak memerlukan komunikasi yang efektif untuk menunjang kelangsungan hidup di tempatnya yang baru. Kondisi dari lembaga pemasyarakatan yang berbeda dengan kondisi tempat tinggal narapidana anak sebelumnya dan arus komunikasi yang terjadi di dalam Lembaga Pemasyarakatan menjadi permasalahan bagi perubahan perilaku dan komunikasi seorang narapidana anak.

  Melalui proses komunikasi yang terjalin antara narapidana anak yang satu dengan narapidana anak yang lainnya, dengan petugas Lembaga Pemasyarakatan, serta kerabat yang datang untuk sekedar menjenguk dan orang tua yang ingin mengetahui perkembangan kepribadian anaknya berindikasi terhadap segala bentuk proses perubahan perilaku komunikasi seorang narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan.

  Dalam perilaku komunikasi tidak terlepas dari peran komunikasi verbal dan komunikasi non verbal. komunikasi verbal adalah semua jenis interaksi yang menggunakan satu kata atu lebih. Hampir semua rangsangan wicara yang kita sadari termasuk kedalam kategori pesan verbal disengaja, yaitu usaha-usaha yang dilakukan secara sadar untuk berhubungan dengan orang lain secara lisan. Sedangkan komunikasi non verbal adalah komunikasi yang pesannya dikemas dalam bentuk non verbal atau tanpa kata-kata. Dalam hidup nyata komunikasi non verbal ternyata jauh lebih dipakai daripada komunikasi verbal dengan kata-kata. Dalam berkomunikasi hampir secara otomatis komunikasi non verbal ikut terpakai. Karena itu komunikasi non verbal bersifat tetap dan selalu ada (Hardjana,2003:26). Dalam hal ini perilaku komunikasi seorang narapidana anak di Lembaga Pemsayarakatan diklasifikasikan melalui komunikasi verbal dan non verbal yang saling mengungkapkan perasaan emosi, pendapat, dan tujuan, sehingga terjalin komunikasi yang efektif di dalamnya.

  Peneliti ingin meneliti bagaimana komunikasi verbal dan non verbal yang digunakan oleh narapidana anak ketika berinteraksi dengan lingkungan, baik itu dengan narapidana anak yang satu dengan narapidana anak yang lainnya, dengan petugas Lembaga Pemasyarakatan, dan orang tua yang sedang kunjungan dan ingin mengetahui perkembangan kepribadian anaknya. Maka peneliti tertarik untuk setiap harinya, dan yang paling utama adalah untuk mengetahui komunikasi verbal dan non verbal dalam perilaku komunikasinya.

  Peneliti tertarik berdasarkan asumsi peneliti bahwa stiap individu memiliki perilaku yang berbeda dengan individu lainnya. Seperti bagaimana perilaku seorang narapidana anak yang sedang berinteraksi dengan lingkungannya, tata cara berbahasanya, dan gestur tubuhnya. Oleh karena itu dalam penelitian ini akan terfokus kepada bagaimana perilaku komunikasi narapidana anak dan bagaimana proses komunikasi yang terjadi di dalam Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung.

  Pada dasarnya anak adalah amanah sekaligus karunia Tuhan Yang Maha Esa, yang senantiasa harus kita jaga karena dalam dirinya melekat harkat, martabat dan hak-hak sebagai manusia yang harus dijunjung tinggi. Orang tua, keluarga, dan masyarakat bertanggung jawab untuk menjaga dan memelihara hak asasi anak sesuai dengan kewajiban yang dibebankan oleh hukum. Anak sebagai bagian dari generasi muda merupakan penerus cita-cita perjuangan bangsa dan sumber daya manusia bagi pembangunan nasional.

  Anak merupakan suatu bagian terpenting yang tidak dapat terpisahkan dari keberlangsungan sebuah Negara. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 telah diamanatkan kepada bangsa Indonesia Berdasarkan dengan Pasal 28 B ayat (2) mencerdaskan kehidupan bangsa serta menjamin setiap anak atas kelangsungan hidupnya, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

  Perkembangan bagi setiap individu melalui tahapan usia dengan tugas- tugasnya yang harus dipenuhi pada salah satu perioda kehidupannya.

  Tahap perkembangan itu terdiri dari: 1.

  Masa anak-anak 1) Pranatal: saat pembuahan sampai lahir. 2) Infancy: lahir sampai akhir minggu kedua. 3) Babyhood: akhir minggu kedua sampai 2 tahun. 4) Masa anak awal: 2 – 6 tahun. 5) Masa anak akhir: 6 – 12 tahun.

  2. Masa remaja 1) Pra pubertas: 12 – 14 Tahun. 2) Remaja: 14 – 18 tahun.

  3. Masa dewasa: 1) Masa dewasa awal: 18 – 40 tahun. 2) Masa dewasa madia: 40 – 60 tahun. 3) Masa dewasa akhir: 60 tahun sampai meninggal dunia. Pengertian anak berdasarkan UU Peradilan Anak. Anak dalam UU No.3 tahun 1997 tercantum dalam pasal 1 ayat (2) yang berbunyi: Anak adalah orang dalam perkara anak nakal yang telah mencapai umur 8 (delapan) tahun tetapi belum mencapai umur 18 tahun (delapan belas) tahun dan belum pernah menikah. Jadi dalam hal ini pengertian anak dibatasi dengan syarat sebagai berikut: pertama, anak dibatasi dengan umur antara 8 (delapan) sampai dengan 18 (delapan belas) tahun. Sedangkan syarat kedua si anak belum pernah kawin. Maksudnya tidak sedang terikat dalam perkawinan ataupun pernah kawin dan kemudian cerai. Apabila si anak sedang terikat dalam perkawinan atau perkawinanya putus karena perceraian, maka si anak dianggap sudah dewasa walaupun umurnya belum genap 18 (delapan belas) tahun. Dalam sistem pemasyarakatan berpandangan bahwa lembaga pemasyarakatan tidak lagi semata-mata sebagai tujuan dari penjara, melainkan juga merupakan suatu sistem serta cara pembinaan terhadap narapidana dengan cara pendekatan dan pengembangan potensi yang ada dalam masyarakat, individu narapidana sehingga nantinya narapidana memiliki keterampilan. Aturan mengenai sistem pemasyarakatan yang berlaku saat ini adalah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan yang diundangkan pada tanggal 30 Desember 1995. Dalam Pasal 1 angka 2 menyatakan sebagai berikut :

  “Sistem pemasyarakatan adalah suatu tatanan mengenai arah dan batas serta cara pembinaan warga binaan pemasyarakatan berdasarkan Pancasila yang dilaksanakan secara terpadu antara Pembina, yang dibina dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas warga binaan pemasyarakatan agar menyadari kesalahan, memperbaiki diri dan tidak mengulangi tindak pidana sehingga dapat diterima kembali oleh lingkungan masyarakat, dapat aktif berperan dalam pembangunan dan dapat hidup secara wajar sebagai warga yang baik dan bertanggung jawab”. Saat ini ada Lembaga Pemasyarakatan untuk anak, yaitu Lembaga

  Pemasyarakatan yang dikhususkan bagi anak-anak yang melakukan pelanggaran terhadap hukum dan salah satunya adalah Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung. Keberadaan Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung ini menjadi satu-satunya Lembaga Pemasyarakatan anak yang ada di Bandung. Setiap anak yang memiliki masalah dengan hukum dan telah divonis pidana khususnya di daerah Bandung akan menjalani masa tahanannya di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung ini. Hal tersebut yang menjadi alasan kenapa peneliti melaksanakan penelitian di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung.

  Berdasarkan hal tersebut peneliti beranggapan bahwa Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung sesuai untuk dijadikan tempat penelitian mengenai perilaku komunikasi narapidana anak yang terjadi di dalam Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung.

  Dari hal yang telah dipaparkan diatas, maka perlu diketahui bagaimana sikap optimisme masa depan narapidana anak yang masih menjalani masa hukman di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung dalam menghadapi masa kebebasan atau setelah menjalani hukuman. Pada hakikatnya manusia tidak hidup sendirian atau tidak bisa hidup sendirian untuk memenuhi kebutuha hidupnya. Manusia pasti akan membutuhkan orang lain untuk bisa berkembang, saling berkebutuhan, dan berkomunikasi.

  Pengertian komunikasi secara etimologis berasal dari perkataan latin “communicatio”. Istilah ini bersumber dari perkataan “communis” yang berarti sama; sama disini maksudnya sama makna atau sama arti. Jadi komunikasi terjadi apabila terdapat kesamaan makna mengenai suatu pesan yang disampaikan oleh komunikator dan diterima oleh komunikan. (Effendy,2003:30)

  Sementara itu menurut Stephen R. Covey komunikasi merupakan keterampilan yang paling penting dalam hidup kita. Kita menghabiskan sebagian besar jam di saat kita sadar dan bangun untuk berkomunikasi.kita menghabiskan sebagian besar jam disaat kita sadar dan bangun untuk berkomunikasi. Sama halnya dengan pernapasan, komunikasi kita anggap sebagai hal yang otomatis terjadi begitu saja, sehingga kita tidak memiliki kesadaran untuk melakukannya dengan efektif.

  (Mufid,2009:129) Fenomena perilaku komunikasi narapidana anak dapat dilihat dari pandangan interaksi simbolik. Diakui bahwa teori interaksi simbolik yang dicetuskan Goerge

  Herbert Mead (1863-1931) di Amerika mirip dengan tradisi sosiologi Eropa yang dipelopori oleh Weber (1864-1920).

  “Perspektif interaksi simbolik mengandung dasar pemikiran yang sama dengan teori tindakan sosial tentang “makna subjektif” (subjective meaning) dari perilaku manusia, proses sosial dan pragmatismenya. Meskipun terdapat beberapa versi interaksionisme simbolik, dalam pemaparan yang bersumber dari pemikiran fenomenologisnya, dikenal Herbert Blumer, seorang mahasiswa Mead yang mengumpulkan bahan kuliah Mead dan dialah yang mengukuhkan teori interaksi simbolik sebagai satu kajian ilmiah tentang berbagai aspek subjektif manusia dalam kehidupan sosial”. (Kuswarno,2013:113) Interaksi simbolik memandang bagaimana cara kita menginterpretasikan dan memberi makna pada lingkungan di sekita kita melalui cara kita berinteraksi dengan orang lain. Teori interaksi simbolik berfokus pada cara orang berinteraksi melalui simbol yang berupa kata, gerak tubuh, peraturan, dan peran. Perspektif interaksi simbolik mendasarkan pandangannya pada asumsi bahwa manusia mengembangkan satu set simbol yang kompleks untuk memberi makna terhadap dunia. Karenanya maka muncul melalui interaksi manusia dengan lingkungannya.

  Inti dari penelitian ini adalah mengungkap bagaimana cara narapidana anak menggunakan simbol-simbol yang menginterpretasikan apa yang mereka sampaikan dalam proses komunikasi yaitu pada saat berkomunikasi dengan orang lain yang ada lingkungan Lembaga Pemasyarakatan. Sehingga tercapainya suatu pemahaman diantara pihak yang terlibat dalam proses komunikasi. Untuk mengkaji lebih dalam mengenai perilaku komunikasi narapidana anak, peneliti berasumsi pada metode fenomenologi dan dengan pandangan teori interaksi simbolik. Peneliti beranggapan dengan metode fenomenologi peneliti berharap untuk memperoleh pemahaman tentang kebenaran yang esensial dari pengalaman hidup seorang narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung.

1.2 Rumusan Masalah

  Berdasarkan latar belakang di atas, maka peneliti mengambil rumusan masalah pada dua bentuk pertanyaan yaitu pertanyaan Makro dan pertanyaan Mikro.

  Pengertian dari pertanyaan makro adalah inti dari permasalahan yang peneliti ingin teliti, lalu pertanyaan mikro merupakan pertanyaan permasalahan yang berdasarkan teori sebagai landasan penelitian ini.

  1.2.1 Pertanyaan Makro

  Peneliti merumuskan pertanyaan makro yaitu

  “Bagaimana Perilaku Komunikasi Narapidana Anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas

  III Sukamiskin Bandung?

  1.2.2 Pertanyaan Mikro

  Berdasarkan uraian tersebut maka peneliti merumuskan pertanyaan mikro guna membatasi masalah sebagai berikut:

1. Bagaimana komunikasi verbal narapidana anak di Lembaga

  Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung? 2. Bagaimana komunikasi non verbal narapidana anak di Lembaga

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

  Berdasarkan dari rumusan masalah yang peneliti bagi menjadi dua pertanyaan yaitu makro dan mikro, maka penelitipun mendapati maksud dan tujuan dari penelitian ini yaitu:

  1.3.1 Maksud Penelitian

  Adapun maksud dari penelitian ini adalah untuk menganalisa dan mendeskripsikan bagaimana perilaku komunikasi narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin Bandung.

  1.3.2 Tujuan Penelitian 1.

  Untuk mengetahui komunikasi verbal narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung? 2. Untuk mengetahui komunikasi non verbal narapidana anak di

  Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung?

1.4 Kegunaan Penelitian

1.4.1 Kegunaan Teoritis

  Secara teoritis penelitian ini dapat memberikan masukan dan dapat memperdalam pengetahuan juga teori yang berhubungan dengan studi ilmu komunikasi secara umum. Penelitian ini juga lebih membuka wawasan dan pengetahuan baru bagi peneliti terhadap fenomena atau realitas sosial yang ada di masyarakat yang menarik untuk diteliti.

1.4.2 Kegunaan Praktis 1. Untuk Peneliti

  Kegunaan penelitian ini untuk peneliti adalah untuk memberikan pengetahuan lebih mendalam tentang fenomena narapidana anak dan perilaku komunikasi narapidana anak di Lembaga Pemasyarakatan Anak Kelas III Sukamiskin Bandung.

2. Untuk Universitas

  Penelitian ini berguna bagi mahasiswa Universitas Komputer Indonesia secara umum, program Ilmu Komunikasi secara khusus sebagai literatur atau untuk sumber tambahan dalam memperoleh informasi bagi peneliti yang akan melaksanakan penelitian pada kajian yang sama.

3. Untuk Masyarakat

  Penelitian ini diharapkan berguna bagi masyarakat untuk bisa lebih memahami permasalahan kondisi yang ada di Lembaga Pemasyarakatan khususnya Lembaga Pemasyarakatan anak. Agar masyarakat memahami permasalahan yang terjadi pada narapidana anak, sehingga setelah anak kembali ke lingkungan masyarakat bisa melanjutkan kehidupannya dengan lebih baik lagi. Semoga dengan karya ilmiah ini dapat menambah wawasan baru bagi masyarakat mengenai fenomena narapidana anak.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN

2.1 Tinjauan Pustaka

  Tinjauan pustaka bertujuan untuk menjelaskan teori yang relevan dengan masalah yang diteliti, tinjauan pustaka berisikan tentang data-data sekunder yang peneliti peroleh dari jurnal-jurnal ilmiah atau hasil penelitian pihak lain yang dapat dijadikan asumsi-asumsi yang memungkinkan terjadinya penalaran untuk menjawab masalah yang diajukan peneliti.

2.1.1 Studi Penelitian Terdahulu

  Dalam tinjauan pustaka, peneliti mengawali dengan menelaah penelitian yang memiliki keterkaitan serta relevansi dengan penelitian yang dilakukan. Dengan demikian, peneliti mendapatkan rujukan pendukung, pelengkap serta pembanding yang memadai sehingga penulisan skripsi ini lebih memadai. Hal ini dimaksudkan untuk memperkuat kajian pustaka berupa penelitian yang ada. Selain itu, karena pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang menghargai berbagai perbedaan yang ada serta cara pandang mengenai subjek-subjek tertentu, sehingga meskipun terdapat kesamaan maupun perbedaan adalah hal yang wajar dan dapat disinergikan untuk saling melengkapi.

  Peneliti terdahulu yang diangap relevan oleh peneliti dan dijadikan sebagai bahan acuan adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

  Perbedaan No Judul Nama Metode Hasil Dengan

  Penelitian Peneliti Yang Penelitian Penelitian Digunakan Skripsi ini

  Perilaku

  Ria Dwi Pendekatan Perilaku komunikasi Penelitian Ria

  1 komunikasi

  Mutiara kualitatif, Sales Promotion Girl untuk

  Sales

  dengan desain Provider XL Axiata mengetahui

  Promotion

  studi kasus dibagi kedalam dua perilaku

  Girl Provider

  bagian besar, yaitu komunikasi

  XL Axiata

  perilaku komunikasi sales promotion yang menggunakan girl provider komunikasi verbal dan

  XL Axiat di perilaku komunikasi Dukomsel kota yang menggunakan Bandung. komunikasi non verbal ketika sedang memberikan pelayanan terhadap konsumen. Selain itu, adanya motif yang melatari perilaku komunikasi dari seorang Sales Promotion Girl tersebut. Perilaku Shera Metode Hasil penelitian ini Penelitian Shera

  2 Komunikasi Mutia penelitian menunjukkan bahwa untuk Komunitas kualitatif dengan terdapat beberapa mengetahui apa Penggemar desain studi simbol komunikasi saja simbol Grup Musik kasus. yang mereka gunakan komunikasi menjadi ciri khas bagi yang digunakan mereka sendiri. Motif oleh komunitas dari penggunaan Dorks, mengapa mereka memang menyukai, membutuhkan, serta digunakan untuk keperluan sehari-hari. Selain itu, tindakan komunikasi pada Komunitas Dorks ini dapat terbagi menjadi dua, yakni Dorks lama dan Dorks baru. Perbedaan dalam gaya berpakaian, yang mana Dorks baru selalu beratribut lengkap, gaya sapaan dimana Dorks lama hanya memanggil dengan nama, dan gaya bicara Dorks baru yang gugup, terbata-bata, volume suara rendah, dan nada yang rendah. simbol-simbol komunikasi tersebut, serta bagaimana tindakan komunikasi yang terjadi ketika komunitas Dorks sedang bersama dan ketika bersama dengan Pee Wee Gaskins.

  3 Perilaku Komunikasi Suami Istri Pelayar Dalam Membina Keharmonis an Rumah Tangga di Kec.Suli Kab Luwu

  Ismawati Metode penelitian deskriptif kualitatif

  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, dalam hubungan rumah tangga seperti yang terjadi pada suami istri pelayar, komunikasi adalah salah satu hal yang paling utama untuk dapat mempertahankan suatu hubungan.

  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku komunikasi suami istri pelayar dalam membina keharmonisan rumah tangga di Kec. Suli Kab Luwu

  Sumber: Peneliti 2013

2.1.2 Tinjauan Tentang Komunikasi

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

109 3462 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 881 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 791 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 520 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 667 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

57 1163 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

59 1058 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 658 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 940 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 1148 23