Pemerolehan Bahasa dalam bidang pragmatik

Modul Guru Pembelajar Bahasa Indonesia SMA Kelompok Kompetensi Profesional A 25 masuk SD, anak telah menguasai sejumlah fonembunyi bahasa, tetapi masih ada beberapa fonem yang masih sulit diucapkan dengan tepat. Bidang morfologi, hal ini terjadi karena satu kata dapat berubah makna karena proses afiksasinya berubah-ubah. Bidang semantik, perkembangan kanak-kanak memperoleh makna suatu kata dengan cara menguasai fitur-fitur semantik kata itu satu demi satu sampai semua fitur semantik dikuasai, seperti yang dikuasai oleh orang dewasa. Bidang sintaksis, anak memulai berbahasa dengan mengucapkan satu kata atau bagian kata. tahap pemerolehan pragmatik, anak dipengaruhi oleh lingkungannya. Di dalam pemerolehan pragmatik, anak tidak hanya berbahasa tetapi juga memperoleh tindak berbahasa.

G. Umpan Balik dan Tindak Lanjut

1. Apa yang sudah Anda pelajari dalam modul, isilah pada kotak yang sudah disediakan 2. Apakah ada hubungan masalah yang Anda hadapi dengan modul yang dibahas dalam proses pembelajaran ? 3. Apakah setelah melakukan kegiatan pembelajaran ini Anda merasa terbantu dalam melakukan tugas Anda sehari-hari? Mengapa? 26 Modul Guru Pembelajar Bahasa Indonesia SMA Kelompok Kompetensi Profesional A 4. Bagaimana rencana selanjutnya setelah Anda memahami konsep hakikat bahasa dan pemerolehan bahasa?

H. Pembahasan Latihan Kasus Tugas

LK –1. Hakikat bahasa Konsep bahasa Ciri atau sifat hakiki bahasa Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri Ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa yaitu: 1 bahasa adalah sebuah sistem, 2 bahasa berwujud lambang, 3 bahasa itu berupa bunyi, 4 bahasa itu bersifat arbitrer, 5 bahasa itu bermakna, 6 bahasa itu bersifat konvensional, 7 bahasa itu bersifat unik, 8 bahasa itu bersifat universal, 9 bahasa itu bersifat produktif, 10 bahasa itu bervariasi, 11 bahasa itu bersifat dinamis, dan 12 bahasa itu manusiawi.