MATERI PEMBELAJARAN

MATERI PEMBELAJARAN

1. SIFAT SIKLUS PENDAPATAN

  Siklus pendapatan terdiri dari transaksi penjualan barang atau jasa, baik secara kredit maupun secara tunai, retur penjualan, pencadangan kerugian piutang, dan penghapusan piutang. Dalam transaksi penjualan kredit, jika order dari kostumer telah dipenuhi dengan pengiriman barang atau penyerahan jasa, untuk jangka waktu tertentu perusahaan memiliki piutang kepada kostumernya.

  Usaha perusahaan barang dagang, kelompok transaksi yang termasuk dalam siklus pendapatan adalah (1) penjualan kredit (penjualan yang dilakukan derngan hutang), (2) penerimaan kas (penagihan piutang dan penjualan tunai), dan (3) penyesuaian penjualan (potongan, retur penjualan dan pengurangan harga, serta piutang tak tertagih [penyisipan dan pengapusan]. Transaksi-transaksi ini akan mempengaruhi akun-akun yang diuraikan dibawah ini.

  Transaksi Debet Kredit

  Penjualan Kredit Penerimaan Kas Retur Penjualan dan Pengurangan harga Penyisihan untuk piutang tak tertagih Pengapusan piutang tak tertagih

  Piutang usaha Harga pokok penjualan Kas Diskon Penjualan Retur Penjualan dan Pengurangan Harga Beban piutang tak tertagih Penyisihan untuk piutang tak tertagih

  Penjualan Persediaan Piutang Usaha Piutang Penyisihan untuk piutang tak tertagih Piutang Tujuan audit untuk siklus pendapatan berkaitan dengan perolehan bukti kompeten yang memcukupi tentang setiap asersi laporan keuangan yang signifikan saldo dan transaksi siklus pendapatan. Untuk mencapai setiap tujuan audit spesifik ini, auditor dapat menggunakan bebagai bagian dari perencanaan audit dan metodologi pengujian audit, disamping itu aplikasi metodologi ini untuk siklus pendapatan juga diarahkan pada tujuan audit spesifikasi yang telah diberi nomor urut (C1,…EO2,…EO1,…V4,…dan seterusnya) dalam gam,baran dibawah ini :

  Kategori Asersi Kelompok Tujuan Audit Spesifikasi Transaksi/Saldo

  Eksistensi atau Transaksi Catatan transaksi penjualan menggambarkan kejadian barang-barang yang dikirmkan atau jasa-jasa yang diberikan selama periode berjalan (EO1) Catatan transaksi penerimaan kas menggambarkan kas yang diterima selama periode berjalan (EC2). Catatan penyesuaian penjualan selama periode berjalan menggambarkan diskon yang telah diorientasi, retur dan pengurangan harga, serta piutang tak tertagih (EO3) Piutang usaha menggambarkan jumlah tagihan

  Saldo kepada pelanggan yang ada pada tanggal neraca (EO4). Seluruh penjualan (C1), Penerimaan, Kas (C2),

  Kelengkapan Transaksi dan penyesuaian penjualan (C3), yang dilakukan selama periode berjalan telah dicatat. Saldo

  Piutang usah; termasuk seluruh klaim kepada pelanggan pada tanggal neraca (C4) dan kas (RO2) yang dihasilkan dari transaksi Kewajiban Transaksi siklus pendapatan yang dicatat

  Piutang usaha pada tanggal neraca menggambarkan klaim resmi perusahaan Saldo kepada pelanggan untuk membayar (RO3)

  Seluruh penjualan (VA1) dan penerimaan kas Penilaian atau

  (VA2) serta penyesuaian penjualan (VA3)) telah Transaksi alokasi dinilai dengan menggunakan GAAP dan dijurnal, diikhtisarkan, serta diposting secara tepat.

  Piutang usaha menggambarkan klaim kotor perusahaan kepada pelanggan pada tanggal Saldo neraca dan sesuai dengan jumlah pada buku pembantu piutang usaha (VA4) Penyisihan untuk piutang tak tertagih menggambarkan estimasi yang layak atas perbedaan antara piutang kotor dan nilai bersih yang dapat direalisasihkan (VA5)

  Penyajian dan Perincian penjualan (PD1), penerimaan kas

  Pengungkapan (PD2), dan Penjualan (PD3), mendukung

  Transaksi penyajiannya dalam laporan keuangan termasuk klasifikasi serta pengungkapan yang terkait.

  Piutang usaha (PD4) telah diidentifikasi dan diklasifikasikan dengan benar dalam laporan Saldo keuangan.

  Pengungkapan yang tepat telah dibuat atas piutang usaha yang telah disetujui atau digad

  

Penggunaan Pemahaman Tentang Bisnis Dan Industri Klien Untuk

Mengembangkan Strategi Audit

  Auditor menggambarkan strategi audit berdasarkan resiko salah satu saji yang material langkah pertama dalam menilai resiko itu adalah memperoleh pemahaman tentang bisnis dan industri klien karena hal teersebut juga dapat membantu auditor dalam:

  Merngembangkan ekspektasi tentang total pendapatan dengan memahami kapasitas

   klien, pasar, dan pelanggan klien. Mengembangkan ekspektisi tentang marjin kotor dengan memahami pangsa pasar  (market share) dan keunggulan kompotitif (competitive advantage) klien dipasar. Mengembangkan ekspektasi tentang piutang bersih berdasarkan periode penagihan  rata-rata untuk klien dan industri.

  Disamping itu, proses menghasilkan pendapatan ini juga memerlukan beberapa beban (seperti, harga pokok penjualan atau beban penjualan), sehingga pemahaman mengenai mengenai siklus pendapatan dapat membantu mengembangkan ekspektasi pengeluaran perusahaan yang berkaitan denagan siklus tran saksi lainya dan menilai resiko bahwa laba yang mengandung salah saji yang material belum diaudit.

  1.Materialitas Pendapatan merupakan ukuran voleme aktivitas sebenarnya bagi setiap perusahaan.

  Pendapatan biasanya melibatkan volume transaksi yang tinggi, dan total pendapatan merupakan hal yang sangat penting pada laporan keuangan yang sering kali digunakan sebagai ukuran materialitas secara keseluruhan untuk penugasan ini. Pengetahuan tentang bisnis dan industri klien merupakan hal yang penting dalam mempertimbangkan signifikasi transaksi pewnyesuaian penjualan, diskon penjualan, serta retur penjualan, dan pengurangan harga yang sangat bervariasi dari satu industri dengan industri lainnya.

  2.Resiko Inhelen

  Dalam menilai resiko inhelen pada asersi siklus pendapatan, auditor harus mempertimbangkan factor pervaris (pervasive) yang dapat mempengaruhi asersi dalam beberapa siklus, termaksud siklus pendapatan serta factor-faktor yang hanya berkaitan dengan asersi tertentu dalam siklus pendapatan. Faktor-faktor lain yang dapat menimbulkan salah saji dalam asersi siklus pendapatan termasuk hal-hal berikut:

   Volume penjualan, penerimaan kas, dan transaksi penyesuaian penjualan seringkali tinggi, hingga mengakibatkan sejumlah kesalahan terjadi  Penentuan waktu dan jumlah pendapatan yang akan diakui bertentangan dengan factor-faktor seperti standar akutansi yang mendua, kebutuhan untuk membuat estimasi, kompleksitas perhitungan yang tercangkup, dan hak pembeli untuk mengembalikan barang.

   Pada saat piutang difaktorkan dengan tanggung renteng (recourse), klasifikasi yang benar atas transaksi tersebut sebagai penjualan atau pinjaman akan menjadi rancu.  Piutang mungkin salah diklasifikasikan sebagai hutang lancar atau tidak lancar akibat kesulitan dalam mengestimasi kemungkinan penagihanya ditahun mendatang atau sumber peristiwa dimana penagihan bersifat kontinjen.

   Transaksi penerimaan kas menghasilkan aktiva likuid yang rentah terhadap nisapropriasi  Transaksi penyesuaian penjualan mungkin digunakan untuk menyembunyikan pencurian kas yang diterima dari pelanggan dengan menetapkan terlalu tinggi diskon, mencatata retur penjualan fiktif, atau menghapus saldo pelanggan sebagai tak tertagih.

3.Resiko Prosedur Analitas

  Resiko prosedur analitis merupaan unsure resiko deteksi bahwa prosedur analitis akan gagal mendeteksi salah saji yang material. Prosedur analitis merupakan cara efektif dari segi biaya dan mengandalkan pada pengetahuan auditor tentang bisnis dan industri klien. Tahap pertama dalam melakukan prosedur analitis adalah memproleh pemahaman mengenai total pendapatan yang diberikan. (1) kapasitas klien, dan (2) pasar produk-produk klien. Auditor harus memperoleh pemahaman mengenai Kapasitas Klien, yaitu volume penjualan maksimum yang dapat dihasilkan jika fasilitas dan tenagan kerja dimanfaatkan secara penuh dalam memproduksi dan mengirimkan barang atau jasa. Auditor harus sensitive terhadap volume penjualan yang dicatata perusahaan dari kapasitas yang ada, jumlah gilir kerja (shifts) yang dioperasikan perusahaan, dan variasi musiman dalam industri ini. Jauh lebin efektif untuk mengevaluasi total pendapatan terhadap ukuran aktivitas bisnis dari pada membandingkan pendapatan periode berjalan dengan pendapatan tahun sebelumya. Seringkali auditor akan menyesuaikan prosedur analitis dengan industri klien yang membandingkan pendapatan dengan ukuran proses yang menghasilkan pendapatan.

  Dalam bagian ini, kita akan membahas aplikabilitas empat dari lima komponen pengadilan internal pada siklus pendapatan – lingkungan pengadilan, penilaian resiko, informasi dan komunikasi (termasuk system akuntansi), dan pemantauan (monitoring).

  1.Lingkungan Pengendalian

  Lingkungan pengendalian terdiri dari beberapa factor yang dapat mengurangi beberapa resiko inheren yang berkaitan dengan siklus pendapatan yang telah dibahas sebelumya dalam bab ini. Disamping itu, fakor-faktor ini jugadapat meningkatkan atau mengurangi keefektifan komponen pengendalian internal lainnya dalam mengendalikan resiko salah saji pada asersi siklus pendapatan. Faktor lingkungan pengendalian yang penting untuk mengurangi resiko kecurangan pelaporan keuangan dengan menyajikan terlalu tinggi pendapatan dan piutang.

  Lingkungan pengendalian dapat diperbaiki apabila pemberian otoritas dan tanggungjawab atas semua aktivitas dalam siklus pendapatan telah dikomunikasikan dengan jelas melalui, diantara yang lain, diskripsi tugas tertulis.

  2.Penilaian Resiko

  Penilaian resiko manajemen untuk tujuan pelaporan keuangan adalah sama dengan penilaian inheren oleh auditor eksternal. Uapaya yang cermat oleh sebagian manajemen untuk mengidentifikasi jenis-jenis resiko yang bekaitan dengan saldo dan transaksi siklus pendapatan.

  3.Informasi dan Komunikasi (sistem akuntansi)

  Pemahaman atas system akuntansi pendapatan memerlukan pengetahuan tentang bagaimana : a. Penjualan diawali

  b. Barang dan jasa diberikan

  c. Piutang dicatata

  d. Kas diterima

  e. Penyesuaian penjualan dilakukan, termasuk metode pemrosesan data serta dokumen penting dan catatan yang digunakan.

  4. Pemantauan (Monitoring)

  Komponen ini harus memberikan menajemen umpan balik tentang apakahpengendalian internal yang berkaitan dengan saldo dan transaksi siklus pendapatan telah beroperasi seperti yang diharapkan. Auditor harus memproses pemahaman tentang umpan balik ini dan apakah manajemen telah mengawali setiap tindakan korektif berdasarkan informasi yang diterima dari aktivitas pemantauan. Kemungkinan ini mencakup informasi yang diterima dari :

  Pelanggan yang mengalami kesalahan penagihan  Lembaga pengatur yang memperhatikan ketidaksesuaian kebijakan pengakuan  pendapatan atau hal-hal yang berkaitan dengan pengendalian internal Auditor eksternal yang mempertimbangkan kondisi yang dapt dilaporkan atau  kelemahan material dalam pengendalian internal yang ditemukan pada audit sebelumnya. Penilaian Awal atas Resiko Pengendalian dan Strategi Audit Pendahuluan 

2. AKTIVITAS PENGENDALIAN – TRANSAKSI PENJUALAN KREDIT

  Pesanan penjualan dapat dilakukan secara over-the-counter, atau melalui telepon, surat, representatif penjualan traveling (traveling sales representative), fax, atau pertukaran data elektronika (electronika data interchage). Barang-barang dapat diambil sendiri oleh pelanggan atau dikirimkan oleh penjual. Transaksi penjualan ini biasanya dicatat dengan menggunakan system komputer yang dapat memproses transaksi secara berurutan atau metode pemrosesan batch. Terdapat dua jenis pengendalian dua jenis pengendalian dengan komputer:

  Pengendalian umum yang berhubungan dengan lingkungan komputer dan  mempunyai pengaruh pervasive terhadap aplikasi komputer. Pengendalian aplikasi yang berhubungan dengan setiap aplikasi akuntansi yang  terkomputerisasi, seperti siklus pengeluaran.

  Dokumen Dan Catatan Yang Umum

  Sejumlah dokumen dan catatan yang digunakan oleh perusahaan besar dalam penrosesan transaksi penjualan kredit seringkali mencangkup hal –hal berikut: Pesanan pelanggan. Pemintaan barang dagang oleh pelanggan yang diterima  langsung dari pelanggan, atau melalui wiraniaga (salesperson) Pesanan penjualan. Formuloir yang menunjukan deskripsi, kuantitas, dan data

   lainnya yang berkaitan dengan pesanan pelanggan. Dokumen pengiriman. Formulir yang digunakan untuk menunjukan rincian dan 

  Faktur penjualan. Formulir yang menyatakan penjualan tertentu, termasuk jumlah  yang terutang, syarat, dan tanggal penjualan. Daftar harga yang diotorisasi. Daftar atau file induk komputer yang berisi harga  barang-barang yang diotorisasi yang ditawarkan untuk dijual File transaksi penjualan. File komputer yang berisi transaksi penjualan yang telah  diselesaikan. Jurnal penjualan. Daftar jurnal dari transaksi penjualan yang telah diselesaikan  File induk pelanggan. File yang berisi informasi tentang penririman dan penaghan

   pelanggan serta batas kredit pelanggan File induk piutang usaha. File yang berisi informasi tentang transaksi dan saldo  dari setiap pelanggan. File ini berfungsi sebagai dasar untuk menyusun buku pembantu piutang usaha. Laporan bulanan pelanggan. Laporan yang dikirim setiap pelanggan yang

   menunjukan saldo awal, transaksi selama bulan berjalan, dan saldo akhir.

  Fungsi – Fungsi

  Pemrosesan transaksi pendapatan mencangkup fungsi-fungsi pendapatan berikut:

  a. Meprakarsai Penjualan Permintaan oleh sebuah perusahaan untuk melakukan transaksi penjualan dengan perusahaan lain, meliputi:

  Penerimaan pesanan pelanggan  Persetujuan kredit 

  b. Pengiriman Barang dan Jasa Pengiriman fisik atau penyerahan barang dan jasa, meliputi:

  Pemenuhan pesanan penjualan  Pengiriman pesanan penjualan 

  c. Pencatatan Penjualan Pengakuan formal atas pendapatan oleh perusahaan, meliputi:

  Penagihan pelanggan  Pencatatan penjualan 

  Setiap fungsi utama harus diberikan kepada individu atau departemen yang berbeda, dengan melakukan pemisahan tugas yang memadai. Fungsi-fungsi, aktivitas pengendalian yang berlaku, asersi yang relevan, dan tujuan audit spesifik akan dijelaskan bagian berikut.

3. AKTIVITAS PENGENDALIAN – TRANSAKSI PENERIMAAN KAS

  Penerimaan kas merupakan hasil dari beberapa aktivitas. Sebagai contoh, kas diterima dari transaksi pendapatan, pinjaman janka pendek dan pinjaman jangka panjang, serta aktiva lainnya. Lingkup bagian ini dibatasi pada penerimaan kas dari penjualan tunai dan penagihan dari pelanggan atas penjualan kredit.

  Dokumen dan Catatan Umum

  Dokumen dan catatan penting yang digunakan dalam pemerosesan penerimaan kas adalah sebagai berikut: Bukti penerimaan uang (remittance advice). Dokumen yang dikirim kepelanggan  bersama dengan faktur penjualan yang kemudian akan dikembalikan bersama pembayaran yang menunjukan nama pelanggan serta nomor akun, aomor faktur, dan jumlah yang dibayar (misalnya, bagian tagihan telepon yang dikembalikan bersama dengan pembayaran) Pendaftaran. Daftar penerimaan kas yang diterima melalui pos  Lembar perhitungan kas. Daftar kas dan cek dalam register kas. Daftar ini digunakan  dalam merekonsiliasi total penerimaan dengan total yang dicetak oleh register kas Ikhtisar kas harian. Laporan yang menunjukan total penerimaan melalui kasir (over-

   the-counter) atau pos yang diterima oleh kasir sebagai setoran Slip deposit yang disahkan. Daftar yang dibuat oleh penyetor dan distempel oleh bank  yang menunjukan tanggal serta total setoran yang diterima bank dan rincian penerimaan dalan setoran tersebut File transaksi penerimaan kas. File komputer atas transaksi penerimaan kas yang telah

   disahkan yang diterima untuk pemerosesan, file ini digunakan untuk meperbaharui file induk piutamh usaha. Jurnal penerimaan kas. Jurnal yang berisi daftar penerimaan kas dari penjualan tunai  dan penagihan piutang usaha

  Fungsi-fungsi

  Fungsi penerimaan kas, yang meliputi pemrosesan penerimaan dari penjualan tunai dan kredit, termasuk subfungsi berikut:

1. Menerima Penerimaan Kas

  Resiko utama dalam memproses transaksi penerimaan kas sebelum atau sesusah catatan penerimaan dibuat kinanpencurian kas sebelum atau sesudah catatan penerimaan dibuat. Dengan demikian, prosedur pengendalian harus memberikan kepastian yang layak bahwa dokumentasi penetapan tanggung telah dibuat pada saat kas diterima dan bahwa kas telah disimpan ditempat yang aman. Resiko kedua adalah

  Penerimaan melalui kasir (over –the-counter receipts)

  Untuk penerimaan melalui kasir, penggunaan register kas atau terminal titik penjualan (point –of-sale-terminal) sangat diperluka. Alat ini menyediakan: Gambaran visual secara langsung untuk pelanggan dengan jumlah  penjualan tunai dan kas yang dilanjutkan Kuitansi penerimaan yang dicetak atas nama pelanggan dan catatan  internal atas transaksi pada file komputer atau pita register yang terkunci Total pengendalian yang dicetak atas penerimaan harian yang diproses  pada alat tersebut.

  Penerimaan Melalui Pos (Mail Recepipts)

  Untuk menimalkan kemungkinan pengalihan melalui pos, sebagaian besar perusahaan meminta pelanggan untuk membayar dengan cek. Beberapa perusahaan yang memiliki volume penerimaan melalui pos yang besar menggunakan system kotak pos (locksbox system). Alat ini merupakan kotak surat (post office box) yang dikendalikan oleh bank perusahaan

  2. Menyetorkan Kas ke Bank

  Pengendalian fisik yang tepat atas kas mensyaratkan bahwa seluruh penerimaan kas disetorkan secara utuhsetiap hari (deposited intact daily). Kata utuh berarti semua penerimaan harus disetorkan; yaitu, pengeluaran kas tidak boleh dilakukan dengan penerimaan yang belum disetorkan

  3. Mencatat Penerimaan Kas

  Fungsi ini meliputi pembuatan jurnal penerimaan kas secara over-the-counter dan melalui pos serta posting penerimaan kas melalui pos keakun pelanggan. Untuk menjamin bahwa hanya transaksi yang sah yang dimasukkan, akses fisik kecatatan akuntasi atau terminal komputer yang digunakan untuk mencatat hal itu harus dibatasi pada orang yang berwenang. Penerimaan secara over-the counter umumnya dicatat dalam akuntansi umum berdasarkan ikhtiar kas harian yang diterima dari kasir.

IV. AKTIVITAS PENGENDALIAN-TRANSAKSI PENYESUAIAN PENJUALAN

  Transaksi penyesuaian penjualan meliputi: Pemberitahuan potongan tunai  Pemberian retur penjualan dan pengurangan harga  Penentuan piutang tak tertagih 

  Dalam banyak perusahaan, jumlah dan nilai unag dari nilai transaksi ini tidaklah material. Namun, bagi beberapa perusahaan, potensi salah saji yang diakibatkan oleh kesalahan dan pnyelewengan dalam pemrosesan transaksi ini perlu dipertimbangkan. Perhatian utamanya tertuju pada kemungkinan pencatatan transaksi penyesuaian penjualan fiktif untuk menyembunyikan penyelewengan dalam proses penerimaan kas. Misalnya, seorang karyawan dapat menggelapkan kas yang diterima dari pelanggan dan menutupi penyelewengan yang dilakukannya dengan menghapus akun pelanggan terhadap penyisihan piutang tak tertagih.

  Auditor melakukan pengujian pengendalian untuk memperoleh bukti tentang keefektifan perencanaan dan operasi system pengendalian internal perusahaan. Resiko inheren yang berkaitan dengan transaksi penerimaan sak adalah tinggi akibat kemungkinan penipuan oleh kayawan melalui pengalihan penerimaan kas. Jika prosedur analitis menunjukan kenaikan jumlah hari piutang beredar, maka hal ini mungkin dapat menjelaskan pengalihan penerimaanh kas itu. Akibat resiko inheren atas penggelapan kas, dan dampak transaksi penerimaan kas terhadap piutang, auditor seringkali akan menguji prosedur pengendalian yang berkaitan dengan penerimaan kas. Jika tujuan pengendalian telah dicapai melalui prosedur pengendalian terprogram, maka auditor akan merencanakan lingkup pengujian yang meliputi pengujian atas.

  1. Pengendalian umum dengan komputer

  2. Pengendalian aplikasi computer

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23