PENGGUNAAN TEPUNG ONGGOK SINGKONG YANG DIFERMENTASI Rhizopus sp SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus)

PENGGUNAAN TEPUNG ONGGOK SINGKONG
YANG DIFERMENTASI Rhizopus sp
SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN NILA MERAH
(Oreochromis niloticus)

Oleh

RENI ANTIKA

Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Mencapai Gelar
SARJANA PERIKANAN
Pada
Jurusan Budidaya Perairan
Fakultas Pertanian Universitas Lampung

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
BANDAR LAMPUNG
2013

ABSTRAK

PENGGUNAAN TEPUNG ONGGOK SINGKONG
YANG DIFERMENTASI Rhizopus sp
SEBAGAI BAHAN BAKU PAKAN IKAN NILA MERAH
(Oreochromis niloticus)

Oleh

RENI ANTIKA
Onggok singkong merupakan hasil samping pengolahan tepung tapioca dan
berpotensi menjadi bahan baku alternatif pakan ikan. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pengaruh penggunaan tepung onggok singkong yang
difermentasi sebagai bahan baku pakan ikan terhadap pertumbuhan nila merah
(Oreochromis niloticus). Metode percobaan menggunakan rancangan acak
lengkap dengan 5 perlakuan berupa penggunaan tepung onggok singkong yang
difermentasi Rhizopus sp. dalam berbagai jumlah dan setiap perlakuan diulang 3
kali. Pakan A (tanpa tepung onggol/kontrol), pakan B (tepung onggok fermentasi
(TOF) 10%), pakan C (TOF 15%), pakan D (TOF 20%) dan pakan E (tepung
onggok tanpa fermentasi 20%). Pakan diujikan pada nila merah dengan bobot
4,0±0,7 gram, yang dipelihara dalam bak beton berukuran 150x150x50cm dengan
kepadatan 50 ekor/bak. Ikan dipelihara selama 50 hari dengan feeding rate 3%
dan diberikan 3 kali setiap hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakan C
(TOF 15%) memberikan hasil yang terbaik untuk pertumbuhan nila merah.
Pertumbuhan mutlak sebesar 13,7±0,4 gram, tingkat kelangsungan hidup
mencapai 95,33%. Kualitas air pada tiap perlakuan berada dalam kondisi optimum
untuk budidaya ikan.
Kata kunci: Tepung Onggok Singkong, Fermentasi, Rhizopus sp., Nila merah

HALAMAN PENGESAHAN

Judul

:

tepung onggok singkong yang difermentasi
rhizopus sp sebagai bahan baku pakan ikan nila
merah (Oreochromis niloticus)

Nama

: Reni Antika

NPM

: 0714111052

Jurusan/Program Studi

: Budidaya Perairan

Fakultas

: Pertanian

MENYETUJUI,
Komisi Pembimbing
Pembimbing Utama

Pembimbing Pendamping

Ir. Siti Hudaidah, M.Sc.
NIP. 196402151996032001

LiminSantoso, S.Pi., M.Si.
NIP. 197703272005011001

Ketua Program Studi BudidayaPerairan

Ir. Siti Hudaidah, M.Sc.
NIP. 196402151996032001

HALAMAN PENGESAHAN

Judul

:

tepung onggok singkong yang difermentasi
rhizopus sp sebagai bahan baku pakan ikan nila
merah (Oreochromis niloticus)

Nama

: Reni Antika

NPM

: 0714111052

Jurusan/Program Studi

: Budidaya Perairan

Fakultas

: Pertanian

MENYETUJUI,
Komisi Pembimbing
Pembimbing Utama

Pembimbing Pendamping

Ir. Siti Hudaidah, M.Sc.
NIP. 196402151996032001

LiminSantoso, S.Pi., M.Si.
NIP. 197703272005011001

Ketua Program Studi BudidayaPerairan

Ir. Siti Hudaidah, M.Sc.
NIP. 196402151996032001

HALAMAN PENGESAHAN

Judul

:

tepung onggok singkong yang difermentasi
rhizopus sp sebagai bahan baku pakan ikan nila
merah (Oreochromis niloticus)

Nama

: Reni Antika

NPM

: 0714111052

Jurusan/Program Studi

: Budidaya Perairan

Fakultas

: Pertanian

MENYETUJUI,
Komisi Pembimbing
Pembimbing Utama

Pembimbing Pendamping

Ir. Siti Hudaidah, M.Sc.
NIP. 196402151996032001

LiminSantoso, S.Pi., M.Si.
NIP. 197703272005011001

Ketua Program Studi BudidayaPerairan

Ir. Siti Hudaidah, M.Sc.
NIP. 196402151996032001

DAFTAR ISI

Halaman
DAFTAR ISI ...................................................................................................
ii
DAFTAR TABEL ..........................................................................................

iv

DAFTAR GAMBAR ......................................................................................

v

DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................

vi

I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang........................................................................................
B. Tujuan .....................................................................................................
C. Manfaat Penelitian ..................................................................................
D. Kerangka Pemikiran .............................................................................
E. Hipotesis .................................................................................................

1
5
5
5
8

II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Ikan Nila Merah ......................................................................................
B. Kebutuhan Nutrien Ikan Nila..................................................................
1. Kebutuhan Protein ..............................................................................
2. Kebutuhan Karbohidrat ......................................................................
3. Kebutuhan Lemak ..............................................................................
4. Kebutuhan Vitamin dan Mineral ........................................................
C. Onggok Singkong ...................................................................................
D. Fermentasi .............................................................................................
E. Rhizopus sp .............................................................................................

9
11
12
13
13
13
14
16
17

III. METODE PENELITIAN
A. Waktu dan Tempat .................................................................................
B. Alat dan Bahan Penelitian ......................................................................
C. Desain Penelitian ....................................................................................
D. Prosedur Penelitian.................................................................................
1. Persiapan .............................................................................................
2. Pemeliharaan dan Pemberian Pakan ...................................................
3. Pengolahan Kualitas Air .....................................................................
E. Parameter Penelitian................................................................................
1. Pertumbuhan Mutlak ..........................................................................
2. Kelangsungan Hidup ..........................................................................

19
19
19
21
21
22
22
22
22
23

3. Kualitas Air...........................................................................................
F. Analisis Data ...........................................................................................

23
23

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil ......................................................................................................
1. Fermentasi Tepung Onggok Singkong ..............................................
2. Kandungan Nutrien Tiap Jenis Pakan ...............................................
3. Pertumbuhan Berat Mutlak Benih Ikan Nila Merah .........................
4. Kelangsungan Hidup Benih Ikan Nila Merah ...................................
5. Kualitas Air ........................................................................................
B. Pembahasan ............................................................................................

24
24
25
25
27
27
28

V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ............................................................................................
B. Saran .......................................................................................................

34
34

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................

36

LAMPIRAN

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Ketersediaan pakan yang cukup, berkualitas, dan berkesinambungan sangat
menentukan keberhasilan dalam kegiatan budidaya ikan. Kebutuhan pakan ikan
akan meningkat seiring dengan bertambahnya kegiatan budidaya ikan serta
meningkatnya teknologi budidaya. Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan
salah satu ikan yang dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomis tinggi.Sifat
makan ikan nila yang omnivora menyebabkan bergantungnya kebutuhan akan
pakan buatan relatif tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ikan nila,maka
bahan baku pakan yang lazim digunakan sebagai penyusun nutrisi pakan komersil
seperti tepung ikan, tepung kedelai, jagung, minyak ikan, mineral dan vitamin
masih didatangkan dari luar negeri. Harga bahan baku pakan impor tersebut cukup
mahal sehingga menyebabkan harga pakan ikan menjadi tinggi.

Tepung jagung merupakan salah satu bahan pakan sumber karbohidrat yang
sering digunakan untuk menyusun pakan. Hingga saat ini sebagian besar
pemenuhan tepung jagung untuk pakan masih tergantung pada impor. Indonesia
menempati peringkat ke tujuh dunia dalam hal impor jagung pada tahun 2011
(Kemendag, 2012). Khususnya di provinsi Lampung hanya dapat memproduksi
jagung tidak lebih dari 1,8 juta ton saja. Jumlah ini tidak mampu mencukupi

1

kebutuhan jagunguntuk berbagai macam keperluan industri pangan dan pakan
(BPS, 2011). Jagung diperlukan dalam formulasi pakan ikan karena merupakan
sumber karbohidrat yang penting sebagai penyuplai energi untuk aktivitas tumbuh
kembang ikan. Namun semakin melambungnya harga bahan baku impor
khususnya tepung jagung dan bahan lainnya turut mempengaruhi harga pakan
ikan di pasar dalam negeri.

Salah satu upaya untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor
khususnya jagung adalah penggunaan bahan baku lokal yang lebih murah serta
dapat disediakan dalam jumlah yang besar dan berkesinambungan. Salah satu
bahan alternatif tersebut adalah onggok singkong.

Indonesia merupakan salah satu negara agroindustri dengan jumlah produk
sampingan yang melimpah. Menurut BPS (2012), di propinsi Lampung mencapai
8,3 juta ton produksi ubi kayu yang diolah untuk berbagai keperluan pangan dan
industri. Hasil penelitian menunjukkan dalam 1000 kg ubi kayu dihasilkan 250 kg
tapioka, 114 kg onggok, dan 636 kg air (Supriati, 2003). Dengan demikian potensi
onggok di provinsi Lampung sebesar 946.200 ton/tahun. Salah satu bahan produk
sampingan dari proses pengolahan ubi kayu menjadi tepung tapioka adalah
onggok. Onggok yang telah diolah menjadi tepung onggok diharapkan dapat
dijadikan komponen dalam bahan baku pakan pengganti fungsi tepung jagung
sebagai penyedia sumber karbohidrat atau sumber energi dalam pakan ikan.
Penggunaan onggok dalam pakan ikan diharapkan dapat mengurangi bahkan
menggantikan penggunaan bahan baku impor yaitu tepung jagung sehingga dapat

2

menurunkan harga pakan dengan catatan onggok yang digunakan lebih dahulu
ditingkatkan kualitasnya dan terjamin ketersediaannya sepanjang tahun.

Penggunaan tepung onggok dalam pakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu
kandungan karbohidrat dan serat kasar yang tinggi sehingga sulit dicerna oleh
tubuh ikan, serta protein yang rendah. Berdasarkan hasil penelitian Supriyati et al
(1998) kandungan nutrisi onggok adalah sebagai berikut: karbohidrat 51,8 %,
protein 2,2 %, serat kasar 31,6 %, dan abu 2,4 %. Sedangkan berdasarkan hasil
pengujian laboratorium uji BPPBAT Sempur, Bogor, kandungan nutrisi onggok
adalah sebagai berikut: karbohidrat 87,24%, protein 1,28%, serat kasar 8,92%,
dan abu 2,01%.

Peningkatan kualitas tepung onggok singkong perlu diupayakan dengan proses
fermentasi. Pendegradasian serat kasar dengan jenis kapang Rhizhopus sp
diharapkan sebagai solusi yang berdampak baik untuk peningkatan nutrien dalam
pakan yang dihasilkan serta meningkatkan performa pada saat diaplikasikan pada
ikan.

Ikan nila merah merupakan ikan yang bersifat omnivora yang cenderung
herbivora (Pompma 1982; Wilson and Poe 1981; Widyanti 2009). Tinggi
rendahnya kandungan protein optimum yang terdapat dalam pakan dipengaruhi
oleh kandungan energi non protein yang berasal dari karbohidrat dan lemak.
Kandungan energi non protein tersebut mempengaruhi jumlah protein yang
digunakan untuk proses pertumbuhan. Jika pakan kekurangan energi yang berasal
dari bahan non protein, maka sebagian besar protein yang seharusnya digunakan

3

untuk pertumbuhan akan dimanfaatkan sebagai sumber energi. Sebaliknya jika
energi dalam pakan terlalu besar, maka keadaan ini akan membatasi jumlah pakan
yang dimakan oleh ikan yang selanjutnya akan membatasi jumlah protein yang
dimakan sehingga laju pertumbuhan rendah (Stickney 1974; Widyanti 2009).

Karbohidrat merupakan sumber energi yang penting, namun pada umumnya kadar
dari karbohidrat memiliki jumlah yang relatif rendah dalam pakan. Karbohidrat
yang terkandung dalam pakan dapat berupa serat kasar serta bahan ekstrak tanpa
nitrogen atau BETN (NRC 1993; Widyanti 2009). Karbohidrat dan lemak
memiliki keefektifan yang sama sebagai sumber energi (Piferrer 1980: Widyanti
2009). Tingkat energi optimum sangat penting, hal tersebut dikarenakan kelebihan
dan kekurangan energi dapat menurunkan pertumbuhan (Lovell 1989; Widyanti
2009). Karbohidrat sama dengan protein yang kebutuhannya bergantung pada
spesies dan dipengaruhi oleh kompleksitas karbohidrat. Ikan-ikan omnivora dan
herbivora dapat mencerna karbohidrat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan
(Yamada 1983; Widyanti 2009). Ikan-ikan omnivora mampu memanfaatkan
karbohidrat optimum sebesar 30 sampai 40% dalam pakan (Furuichi 1988;
Fatmawati 2010). Pernyataan tersebut di atas sangat mendukung penggunaan
tepung onggok singkong sebagai bahan baku pakan ikan nila merah.

B. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh penggunaan tepung
onggok singkong yang difermentasi sebagai komponen pakan pengganti tepung
jagung terhadap pertumbuhan benih ikan nila merah.

4

C. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini yaitu menambah pengetahuan terkait bagaimana proses
fermentasi tepung onggok singkong serta mendapatkan informasi tentang
peningkatan kualitas onggok singkong yang difermentasi dalam pakan sehingga
serat kasar pada onggok dapat dicerna dengan baik sehingga dapat memberikan
kontribusi bagi pembudidaya ikan untuk mengembangkan usaha budidaya yang
dilakukan.

D. Kerangka Pemikiran
Tingginya konsumsi masyarakat terhadap hasil olahan perikanan tidak diimbangi
dengan berkembangnya budidaya intensif yang dilakukan. Permasalahan yang
dihadapi pembudidaya ikan mencakup ketersediaan modal, lahan yang terbatas,
perijinan yang berbelit-belit serta pemenuhan pakan ikan berkualitas yang bahan
baku pembuatannya masih didatangkan dari luar negeri sehingga mempengaruhi
harga akhir pakan tersebut. Pakan komersil yang diproduksi pabrik memiliki
kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan ikan. Namun penggunaan bahan
baku impor dalam formulasinya dinilai menyebabkan harganya menjadi mahal
dipasaran. Salah satu upaya mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan
tepung jagung sebagai sumber energi pada pakan adalah dengan menggunakan
sumber energi alternatif yang mudah didapat tetapi memiliki kandungan nutrisi
yang cukup dan mudah dicerna oleh ikan.

Onggok yang berasal dari hasil pengolahan tepung tapioka jumlahnya melimpah,
memiliki harga yang relatif murah, ketersediaannya berkelanjutan, dan sampai saat
ini masih belum dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ikan. Penggunaan tepung

5

onggok singkong dalam pakan dibatasi oleh beberapa hal, yaitu kandungan protein
yang rendah (2-5%), kandungan serat kasar yang cukup tinggi (12-20%), serta
adanya zat anti nutrisi yaitu asam sianida (Kristian, 2007). Batas aman kandungan
sianida untuk peternakan dan perikanan harus di bawah 0,02ppm (Kantor
Kementerian Kependudukan dan Lingkungan Hidup, 1991).

Untuk umbi dan kulit umbi yang diolah dalam pembuatan tapioka perlu
dipotong/dicacah terlebih dahulu untuk memperluas permukaan dan mempercepat
kontak antara sianogen dan enzim sehingga mempercepat proses hidrolisis
(pelepasan) sianida. Setelah pencacahan, ubi kayu dikeringkan di bawah sinar
matahari (pengeringan secara tradisional) untuk mempercepat pelepasan sianida.
Pengeringan sangat diperlukan terutama untuk jenis ubi kayu pahit yang
pelepasan sianidanya sangat lambat dibandingkan dengan jenis ubi kayu
lainnya (Yuningsih, 2009).

Untuk mengatasi faktor pembatas dalam penggunaan onggok singkong, maka
dilakukan proses fermentasi menggunakan jenis kapang Rhizopus sp yang
diharapkan dapat menurunkan kandungan serat kasar, menurunkan kandungan
lemak, serta menaikkan kandungan protein. Rhizopus sp memiliki kemampuan
menghasilkan enzim salah satunya selulase. Enzim ini berfungsi sebagai agen
pengurai yang spesifik untuk menghidrolisis ikatan kimia dari selulosa dan
turunannya. Menurut Mandels et al. (1976) selulase merupakan enzim yang
sangatpenting peranannya dalam proses biokonversi limbah-limbah organik
berselulosa menjadi glukosa, makanan ternak dan etanol. Prinsip utama produksi
selulase yaitu dihasilkan oleh mikroorganisme yang diinkubasi dalam substrat

6

yang diperkaya dengan nutrien pendukung seperti nitrogen dan fosfat.
Mikroorganisme berperan sebagai pemecah glukosa yang terdapat dalam substrat.
Aktivitas mikroorganisme sangat dipengaruhi kondisi lingkungan pada saat
inkubasi seperti kandungan nutrien, oksigen bagi organisme aerob dan derajat
keasaman (pH).
Limbah Pertanian
Sebagai Bahan Baku
Pakan Ikan





Ketersediaan melimpah
Tidak bersaing dengan
bahan pangan manusia
Berpotensi sebagai
sumber energi

Peningkatan kualitas
nutrisi pada bahan pakan
(Protein, Karbohidrat,
Lemak)


Onggok
singkong

Onggok
fermentasi




Nilai nutrisi rendah
Protein: 1,28%
Lemak: 0,55%
Karbohidrat: 87,24%
Serat kasar tinggi
Adanya zat antinutrisi
yaitu HCN

Pengolahan secara biologis
(Fermentasi oleh kapang
Rhizopus sp)

Bahan baku pakan Ikan
Gambar 1. Kerangka Penelitian

7

E. Hipotesis
Adapun hipotesis perlakuan yang digunakan yaitu :
H0: Tidak ada pengaruh penggunaan tepung onggok singkong yang difermentasi
sebagai pengganti tepung jagung dalam pakan terhadap pertumbuhan benih
ikan nila merah (Oreochromis niloticus).
H1: Minimal ada satu penggunaan tepung onggok singkong yang difermentasi
sebagai pengganti tepung jagung dalam pakan yang mempengaruhi
pertumbuhan benih ikan nila merah (Oreochromis niloticus).

8

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Nila Merah
Nila NIFI (National Inland Fish Institute) dikenal juga sebagai nila merah atau
nirah. Nila merah adalah varietas tersendiri. Nila merah merupakan hasil
hibridisasi antara ikan nila betina reddish-orange mossambique (Oreochromis
mossambicus) dengan ikan nila jantan normal (Oreochromis niloticus) (Pompma
dan Maseer, 1999). Hal ini mematahkan dugaan bahwa nila merah merupakan
ikan yang mengalami penyimpangan genetik karena warna tubuhnya albino. Ikan
nila merah hidup dengan toleransi salinitas yang cukup besar yaitu berkisar antara
6–8,5 namun pertumbuhannya akan optimal pada pH 7–8 dan suhu 25–300C
(Suyanto, 2003). Ikan nila merah mempunyai bentuk badan yang relatif pipih.
Gurat sisi atau Linea lateralis pada ikan lengkap atau tidak terputus. Sirip
berwarna kemerah-merahan. Permukaan tubuh ikan tertutup sisik tipe ctenoid.
Morfologi ikan nila merah dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

Gambar 2. Ikan Nila Merah (Oreochromis niloticus)
Sumber: (Rukmana, 2001)

9

Klasifikasi ikan nila merah menurut Trewavas (1982) dalam Suyanto (2003) :
Filum

: Chordata

Subfilum

: Vertebrata

Klass

: Osteichthyes

Subkelas

: Acanthoptherygii

Ordo

: Percomorphi

Subordo

: Percoidea

Famili

: Cichlidae

Genus

: Oreochromis

Spesies

: Oreochromis niloticus

Secara alami ikan nila ditemukan di negara Syria hingga Afrika timur, Kongo,
Liberia, Danau Tanganyika, Chad, Nigeria, dan Kenya. Pada tahun 1969, Nila
merah diintroduksi pertama kali ke Indonesia oleh Balai Penelitian Perikanan Air
Tawar (BPPAT) dan menjadi salah satu ikan air tawar yang populer. Rochdianto
(1993) melaporkan bahwa nila merah (Oreochromis sp) menjadi salah satu
komoditas ekspor yang merambah pasaran luar negeri khususnya Singapura dan
Jepang. Nila merah juga dapat tumbuh cepat di perairan payau, tak kalah dengan
kerabatnya yang dibudidayakan di perairan tawar. Kemal (2002) menyatakan
bahwa komoditas ikan nila merah memiliki keunggulan, yaitu: (a) pertumbuhan
cepat, (b) sangat respon terhadap pakan buatan, (c) dapat hidup dalam kondisi
kepadatan tinggi, (d) nilai FCR lebih rendah serta (e) tahan terhadap penyakit dan
lingkungan perairan yang tidak memadai. Menurut Chervinski (1982) bahwa nila

10

merah (tilapia) merupakan salah satu komoditi yang dapat dikembangkan karena
dapat tumbuh dengan cepat, toleran terhadap suhu rendah maupun tinggi dan
bersifat euryhalin.

Ikan nila tergolong ikan pemakan segala (omnivora) karena jenis makanannya
dapat berupa hewan atau tumbuhan. Di habitat alaminya ikan nila memakan jenis
plankton, alga, crustacea, insecta, dan organisme benthos. Ikan nila diketahui
memiliki toleransi yang tinggi terhadap lingkungan hidupnya. Habitat hidup ikan
nila cukup beragam, antara lain: sungai, danau, waduk, rawa, sawah, kolam, dan
tambak. Beberapa spesies ikan nila khususnya nila merah telah berhasil
dibudidayakan secara komersial. Hal ini karena mudahnya ikan ini untuk
dipelihara dan dikembangbiakkan (Anonim, 2012).

B. Kebutuhan Nutrisi Pada Ikan Nila
Untuk pertumbuhan dan perkembangbiakan serta kelangsungan hidupnya ikan
memerlukan pakan yang cukup dari segi kualitas dan kuantitas. Pakan yang
bermutu baik, salah satunya ditentukan oleh kandungan gizi (protein, karbohidrat,
lemak, vitamin, mineral dan serat kasar) dalam komposisi yang tepat (seimbang)
dapat menunjang pertumbuhan ikan nila (Fitzsimmons, 1997). Ikan Nila adalah
ikan omnivora yang cenderung herbivora sehingga lebih mudah beradaptasi
dengan jenis pakan yang dicampur dengan sumber bahan nabati seperti bungkil
kedelai, tepung jagung, tepung biji kapuk, tepung enceng gondok (Sayed 1999).
Komposisi yang seimbang dari bahan baku penyusun pakan serta kecernaan pakan

11

adalah dasar untuk menyusun formulasi pakan yang sesuai dengan kebutuhan
nutrisi pada ikan (Watanabe, 1997).

Ikan nila membutuhkan nutrien yang diperlukan guna menunjang selama proses
pertumbuhan dan reproduksinya, antara lain: protein, asam amino, lemak, asam
lemak, karbohidrat, posfor, dan lain-lain. Kebutuhan nutrisi pada ikan nila
disajikan pada Tabel 1 berikut:
Tabel 1. Kebutuhan Nutrisi Ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Nutrien
Protein

Jumlah yang dibutuhkan

Sumber referensi

Larva 35 %

Santiago et al (1982)

Benih 23-30%

Santiago et al (1986)












Santiago dan Lovell
(1988)

Asam amino











Arginin
Histidin
Isoleusin
Leusin
Lysin
Metionin+Cystin
Phenilalanin+Tyrosin
Threonin
Triptopan
Valin

4,2 %
1,7 %
3,1 %
3,4 %
5,1 %
3,2 % (Cys 1,5)
5,5 % (Tyr 0,8)
3,8 %
1,0 %
2,8 %

Lemak

6-10 %

Asam lemak esensial

0,5 % - 18:2n-6

Jauncey dan Ross (1982)

Pospor

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

98 2763 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 715 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 603 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 397 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 537 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

45 911 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

44 821 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 503 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 746 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

30 900 23