Penggantian Aktiva Tetap Pengendalian dan Sistem Informasi Akuntansi

yang mempengaruhi aktiva tersebut. Berikut ini akan disajikan beberapa metode- metode penyusutan yang biasa dipergunakan : 1. Berdasarkan waktu a. Metode garis lurus Straight Line Method. b. Metode pembebanan menurun decreasing charge deprecation. - metode jumlah angka tahun sum of the year digit method. - metode saldo menurun ganda double declining balnce method. 2. Berdasarkan penggunaan. a. Metode jam jasa servise hours method. b. Metode jumlah unit produksi production output method. Pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara tidak ada dilakukan penyusutan seperti yang dikemukakan teori-teori diatas.

C. Penggantian Aktiva Tetap

Menurut Jerry, Donal, dan Paul 2007 cara pengggantian aktiva tetap terbagi atas tiga yaitu: 1. Dibuang. dibuang dalam hal ini lebih dimaksudkan dengan dinonaktifkan. Hal ini dikarenakan aktiva tetap tersebut sudah tidak fungsional lagi untuk digunakan dalam menjalankan kegiatan operasional perusahaan serta tidak memiliki nilai residu atau nilai pasar. 2. Dijual. Universitas Sumatera Utara penjualan aktiva tetap yang sudah tidak produktif lagi dapat dilakukan secara tunai maupun secara kredit. 3. Ditukar dengan aktiva lain. dalam hal ini peralatan lama ditukar dengan peralatan yang baru, yang sama penggunaannya. Jika nilai tukar lebih besar dari pada nilai buku, maka diperoeh keuntungan. Pada Fakultas Ekonomi USU aktiva tetap yang sudah tidak bermanfaat lagi maka akan digudangkan dan digantikan dengan aktiva lain, prinsip-prinsip Menurut jerry, Donal, Paul 2007 dalam cara pengggantian aktiva tetap diatas, sangat berbeda dengan yang diterapkan oleh fakultas ekonomi, aktiva tetap yang sudah tidak dapat digunakan lagi harus digudangkan, tidak bisa dibuang, maupun dijual, karena aktiva tetap yang dimiliki oleh fakultas ekonomi merupakan harta milik Universitas Sumatera Utara dan merupakan kekayaan negara.

D. Pengendalian dan Sistem Informasi Akuntansi

Menurut Nafarin 2004, pengendalian controlling adalah melakukan evaluasi menilai atas pelaksanaan pekerjaan dengan cara membandingkan realisasi dengan rencana, dan melakukan tindakan perbaikan apabila dipandang perlu jika ada penyimpangan yang merugikan. Menurut Warren, Reeve, Fees 2005 Pengendalian Control adalah kebijakan dan prosedur yang melindungi aktiva dari penyalahgunaan, memastikan bahwa informasi usaha akurat, memastikan bahwa perundang-undangan serta peraturan dipatuhi sebagaimana mestinya. Universitas Sumatera Utara Pengendalian internal internal control adalah rencana organisasi dan metode bisnis yang dipergunakan untuk menjaga aset, memberikan informasi yang akurat dan andal, mendorong dan memperbaiki efisiensi jalannya organisasi, serta mendorong kesesuaian dengan kebijakan yang telah ditetapkan. Struktur pengendalian interanal internal control structure terdiri dari kebijakan dan prosedur yang dibuat untuk memberikan tingkat jaminan yang wajar atas pencapaian tujuan tertentu organisasi. Pengendalian internal melaksanakan tiga fungsi penting: 1. Pengendalian untuk pencegahan preventive control. 2. Pengendalian untuk pemeriksaan detective control. 3. Pengendalian kolektif corrective control. Unsur-unsur pengendalian intern aktiva tetap adalah sebagai berikut : 1. Organisasi. Struktur organisasi yang baik adalah struktur organisasi yang melakukan pemisahan fungsi, berikut diuraikan organisasi sebagai unsur pengendalian intern antara lain : a. Fungsi Pemakai Harus Terpakai dari Fungsi Akuntansi Aktiva Tetap. Untuk mengawasi aktiva tetap dan pemakaiannya, fungsi yang mencatat semua data yang bersangkutan dengan aktiva tetap harus dipisah dari fungsi pemakai aktiva tetap. b. Transaksi Perolehan, Penjualan, Penghentian Pemakaian Aktiva Tetap Harus Dilaksanakan oleh Lebih dari Unit Organisasi yang Bekerja Secara Independen. Untuk menciptakan pengecekan intern dalam setiap transaksi Universitas Sumatera Utara yang mengubah aktiva tetap,unit organisasi dibentuk sedemikian rupa sehingga tidak ada satupun transaksi yang mengubah aktiva tetap yang dilaksanakan secara penuh hanya oleh satu unit organisasi saja. 2. Sistem Otorisasi. Sistem otorisasi dirancang untuk memudahkan pengendalian intern terhadap anggaran pengadaan aktiva tetap, sistem otorisasi Pada Fakultas Ekonomi Pengendalian internal aktiva tetap dilakukan dengan SIA yang diberi nama SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN AKUNTANSI BARANG MILIK NEGARA SIMAK- BMN yang sudah dirancang khusus oleh Pemerintah Pusat.

E. Dokumen

Dokumen yang terkait

Peranan Sistem Informasi Akuntansi dalam Meningkatkan Efektifitas Pengendalian Intern Terhadap Aset Tetap Milik Fakultas Ekonomi Sumatera Utara

2 87 47

Peranan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Meningkatkan F|Efektifitas Pengendalian Intern Terhadap Aktiva Tetap milik Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

0 46 73

Peranan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Meningkatkan Efektifitas Pengendalian Intern Terhadap Aktiva Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

0 43 61

Peranan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Meningkatkan Efektifitas Pengendalian Intern Terhadap Aktiva Tetap Milik Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara

0 42 50

Peranan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Meningkatkan Efektifitas Pengendalian Intern Terhadap Aktiva Tetap Milik Fakultas Ekonomi USU

3 44 52

Peranan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Meningkatkan Efektifitas Pengendalian Intern Pada Aktiva Tetap Milik Fakultas Ekonomi USU

1 31 52

Peranan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Meningkatkan Efektifitas Pengendalian Intern Pada Aktiva Tetap Milik Fakultas Ekonomi USU

0 2 52

Peranan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Meningkatkan Efektifitas Pengendalian Intern Pada Aktiva Tetap Milik Fakultas Ekonomi USU

0 0 11

Peranan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Meningkatkan Efektifitas Pengendalian Intern Pada Aktiva Tetap Milik Fakultas Ekonomi USU

0 0 7

Peranan Sistem Informasi Akuntansi Dalam Meningkatkan Efektifitas Pengendalian Intern Pada Aktiva Tetap Milik Fakultas Ekonomi USU

0 0 14