Analisi Ekonomi Usahatani Kacang Tanah Desa Amabarisan dan Desa Manik Maraja Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun

ANALISIS EKONOMI USAHATANI KACANG TANAH
(Studi Kasus : Desa Ambarisan dan Desa Manik Maraja, Kecamatan Sidamanik,
Kabupaten Simalungun)

SKRIPSI

Oleh :

NEINY SAFRINA
050304005
AGRIBISNIS

DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

ANALISIS EKONOMI USAHATANI KACANG TANAH
(Studi Kasus : Desa Ambarisan dan Desa Manik Maraja, Kecamatan Sidamanik,
Kabupaten Simalungun)

SKRIPSI

Oleh :

NEINY SAFRINA
050304005
AGRIBISNIS

Skripsi Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh
Gelar Sarjana di Fakultas Pertanian
Universitas Sumatera Utara

Disetujui Oleh :
Komisi Pembimbing

Ketua,

Anggota,

Prof. Dr. Ir. Hiras M.L. Tobing
(NIP : 19405291978071001)

Dr. Ir. Rahmanta Ginting, Msi
(NIP : 196309281998031001)

DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2010

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

NEINY SAFRINA: Analisi Ekonomi Usahatani Kacang Tanah Desa Amabarisan
dan Desa Manik Maraja Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun,
dibimbing oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Hiras M.L. Tobing dan Bapak Dr. Ir. Rahmanta
Ginting, Msi.
Produksi kacang tanah Sumatera Utara tahun 2007 sebesar 20.329 Ton naik
sebesar 210 Ton atau 1,04% dibandingkan produksi kacang tanah tahun 2006. Kenaikan
produksi kacang tanah disebabkan oleh kenaikan produktivitas 0,31 Ton/ Ha atau 2,77%
sedangkan luas panen mengalami penurunan sebesar 297 Ha atau 1,65%. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar biaya produksi, penerimaan, dan
pendapatan bersih pada usahatani kacang tanah di daerah penelitian, mengetahui apakah
usahatani kacang tanah layak diusahakan secara ekonomi dan mengetahui berapa besar
kontribusi pendapatan usahatani kacang tanah terhadap total pendapatan keluarga di
daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan yaitu secara purposive, metode
penarikan sampel dilakukan secara simple random sampling atau acak. Metode analisis
kelayakan usahatani digunakan Kriteria Investasi R/C (Return/ Cost) Ratio dan untuk
analisis besar kontribusi pendapatan usahatani kacang tanah digunakan tabulasi
sederhana.
Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan: Besar biaya produksi rata-rata
kacang tanah per hektar untuk Desa Ambarisan Rp. 5.982.595,78 dan untuk Desa Manik
Maraja Rp. 6.388.464,70. Sedangkan, besar penerimaan rata-rata usahatani kacang
tanah di Desa Ambarisan Rp. 19.850.000 per hektar dan Rp. 18.125.000 untuk Desa
Manik Maraja. Besar pendapatan bersih rata-rata yang diterima petani kacang tanah per
hektar di Desa Ambarisan sebesar Rp. 13.867.404 dan untuk Desa Manik sebesar Rp.
11.736.535 per hektar dengan periode satu kali musim tanam. Secara ekonomi usahatani
kacang tanah layak di usahakan. Sementara usahatani kacang tanah merupakan mata
pencaharian utama pada daerah penelitian.
Kata kunci : Analisis Usahatani, Kacang Tanah, Layak, Kontribusi.

Universitas Sumatera Utara

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan di Pematang Siantar, Sumatera Utara pada tanggal 20 Oktober
1987 dari Bapak H. Ismail Muhammad dan Ibu Hj. Nur’aini. Penulis merupakan anak
ke tiga dari tiga bersaudara.
Tahun 2005 penulis lulus dari SMA Negeri 2 Pematang Siantar, dan pada tahun
yang sama masuk ke Fakultas Pertanian USU melalui jalur Reguler Mandiri. Penulis
memilih program studi Agribisnis, Departemen Agribisnis.
Penulis melaksanakan Pratek Kerja Lapangan (PKL) di Desa Mangan Molih,
Kecamatan Tanah Pinem, Kabupaten Dairi dari tanggal 15 Juni sampai 16 Juli 2009.
Pada bulan November 2009 – Januari 2010 melaksanakan penelitian skripsi di Desa
Ambarisan dan Desa Manik Maraja. Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya
yang memberikan kesempatan dan kekuatan kepada penulis sehingga dapat
menyelesaikan penyusunan skripsi ini. Adapun judul penelitian ini adalah Analisis
Ekonomi Usahatani Kacang Tanah di Desa Ambarisan dan Desa Manik Maraja,
Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun sebagai salah satu syarat untuk
mendapatkan gelar sarjana di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya
kepada Bapak Prof. Dr. Ir. Hiras M.L. Tobing selaku komisi pembimbing ketua dan
Bapak Dr. Ir. Rahmanta Ginting, Msi selaku komisi pembimbing anggota yang telah
membimbing penulis dalam penyusunan skripsi ini dan seluruh Staff Pengajar dan
Pegawai Tata Usaha di Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan yang
turut berperan dalam studi penulis.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Ayahanda tercinta H. Ismail
Muhammad dan Ibunda tercinta Hj. Nur’aini, serta kakak Neisy Julita untuk dukungan
semangat, materi dan doa yang diberi pada penulis.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua sahabat penulis serta
semua rekan mahasiswa SEP-05 yang tidak dapat disebutkan satu persatu disini, yang
telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. Akhir kata Penulis berharap
skripsi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Penulis

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

ABSTRAK ..................................................................................................... i
RIWAYAT HIDUP ....................................................................................... ii
KATA PENGANTAR .................................................................................. iii
DAFTAR ISI ................................................................................................ iv
DAFTAR GAMBAR .................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ........................................................................................ vii
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................... viii
PENDAHULUAN
Latar Belakang ................................................................................................ 1
Identifikasi Masalah ........................................................................................ 7
Tujuan Penelitian ............................................................................................ 7
Kegunaan Penelitian ....................................................................................... 8
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Pustaka ............................................................................................. 9
Landasan Teori .............................................................................................. 13
Kerangka Pemikiran....................................................................................... 15
Hipotesis Penelitian ....................................................................................... 18
METODE PENELITIAN
Metode Penentuan Daerah Penelitian ............................................................. 19
Metode Penentuan Sampel ............................................................................. 19
Metode Pengumpulan Data ............................................................................ 20
Metode Analisis Data ..................................................................................... 20
Definisi dan Batasan Operasional ................................................................... 22
Definisi .............................................................................................. 22
Batasan Operasional ........................................................................... 23
DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK SAMPEL
Deskripsi Daerah Penelitian Desa Ambarisan ................................................. 24
Karakteristik Petani Sampel Desa Ambarisan ................................................. 27
Deskripsi Daerah Penelitian Desa Manik Maraja ............................................ 29
Karakteristik Petani Sampel Desa Manik Maraja ............................................ 31

Universitas Sumatera Utara

HASIL DAN PEMBAHASAN
Biaya Produksi Usahatani Kacang Tanah ....................................................... 33
Penerimaan Usahatani Kacang Tanah............................................................. 34
Pendapatan Usahatani Kacang Tanah ............................................................. 35
Analisis Usahatani Kacang Tanah .................................................................. 35
Kontribusi Pendapatan Usahatani Kacang Tanah Terhadap Pendapatan
Keluarga ........................................................................................................ 37
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan .................................................................................................... 40
Saran.............................................................................................................. 41
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

No.

Judul

Hal

1. Gambar Skema Kerangka Pemikiran .......................................................... 17

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

No.

Judul

Hal

1. Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Kacang Tanah Menurut
Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2007 ................................... 5
2. Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Kacang Tanah Menurut
Kecamatan di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2007 .................................. 6
3. Data Populasi Petani Kacang Tanah di Desa Ambarisan dan Desa
Manik Maraja , Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun ............... 19
4. Distribusi Penggunaan Lahan di Desa Ambarisan..................................... 25
5. Distribusi Penduduk Menurut Mata Pencaharian ...................................... 26
6. Sarana dan Prasarana di Desa Ambarisan ................................................. 26
7. Karakteristik Petani Sampel di Desa Ambarisan ....................................... 27
8. Distribusi Penggunaan Lahan di Desa Manik Maraja................................ 29
9. Distribusi Penduduk Menurut Mata Pemcaharian ..................................... 30
10. Sarana dan Prasarana di Desa Manik Maraja ............................................ 31
11. Karakteristik Petani Sampel di Desa Manik Maraja .................................. 31
12. Rata-Rata Biaya Produksi Usahatani Kacang Tanah ................................. 33
13. Produksi, Harga Jual, dan Penerimaan Usahatani Kacang Tanah .............. 34
14. Pendapatan Bersih Petani Kacang tanah ................................................... 35
15. Nilai R/C Ratio ........................................................................................ 36
16. Kontribusi Pendapatan Usahatani Kacang Tanah Terhadap Pendapatan
Keluarga .................................................................................................. 37

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

No.

Judul

Hal

1a. Karakteristik Petani Sampel Desa Ambarisan ......................................... 43
1b. Karakteristik Petani Sampel Desa Manik Maraja .................................... 43
2a. Sarana Produksi Per Petani Desa Ambarisan........................................... 44
2b. Sarana Produksi Per Petani Desa Manik Maraja ..................................... 44
3a. Sarana Produksi Per Hektar Desa Ambarisan .......................................... 45
3b. Sarana Produksi Per Hektar Desa Manik Maraja..................................... 45
4a. Biaya Sarana Produksi Per Petani Desa Ambarisan ................................. 46
4b. Biaya Sarana Produksi Per Petani Desa Manik Maraja ........................... 46
5a. Biaya Sarana Produksi Per Hektar Desa Ambarisan ................................ 48
5b. Biaya Sarana Produksi Per Hektar Desa Manik Maraja ........................... 48
6a. Jumlah Peralatan Per Petani dan Per Hektar Desa Ambarisan ................. 50
6b. Jumlah Peralatan Per Petani dan Per Hektar Desa Manik Maraja ............ 50
7a. Biaya Penyusutan Per Petani dan Per Hektar Per Musim Tanam
Desa Ambarisan ..................................................................................... 51
7b. Biaya Penyusutan Per Petani dan Per Hektar Per Musim Tanam
Desa Manik Maraja ................................................................................ 51
8a. Penggunaan Tenaga Kerja Per Petani Desa Ambarisan ........................... 53
8b. Penggunaan Tenaga Kerja Per Petani Desa Manik Maraja ...................... 53
9a. Penggunaan Tenaga Kerja Per Hektar Desa Ambarisan .......................... 55
9b. Penggunaan Tenaga Kerja Per Hektar Desa Manik Maraja ..................... 55
10a. Biaya Penggunaan Tenaga Kerja Per Petani Desa Ambarisan ................. 57
10b. Biaya Penggunaan Tenaga Kerja Per Petani Desa Manik Maraja ............ 57

Universitas Sumatera Utara

11a. Biaya Penggunaan Tenaga Kerja Per Hektar Desa Ambarisan ................ 59
11b. Biaya Penggunaan Tenaga Kerja Per Hektar Desa Manik Maraja ........... 59
12a. Biaya PBB Per Petani dan Per Hektar Per Musim Tanam
Desa Ambarisan ..................................................................................... 61
12b. Biaya PBB Per Petani dan Per Hektar Per Musim Tanam
Desa Manik Maraja ................................................................................ 61
13a. Biaya Sewa Per Petani dan Per Hektar Per Musim Tanam
Desa Ambarisan ..................................................................................... 62
13b. Biaya Sewa Per Petani dan Per Hektar Per Musim Tanam
Desa Manik Maraja ................................................................................ 62
14a. Biaya Pengangkutan Usahatani Kacang Tanah Per Petani dan Per
Hektar Desa Ambarisan .......................................................................... 63
14b. Biaya Pengangkutan Usahatani Kacang Tanah Per Petani dan Per
Hektar Desa Manik Maraja ..................................................................... 63
15a. Total Biaya Produksi Per Petani Desa Ambarisan ................................... 64
15b. Total Biaya Produksi Per Petani Desa Manik Maraja .............................. 64
16a. Total Biaya Produksi Per Hektar Desa Ambarisan .................................. 65
16b. Total Biaya Produksi Per Hektar Desa Manik Maraja ............................. 65
17a. Penerimaan Usahatani Kacang Tanah Per Petani Per Musim Tanam
Desa Ambarisan ..................................................................................... 66
17b. Penerimaan Usahatani Kacang Tanah Per Petani Per Musim Tanam
Desa Manik Maraja ................................................................................ 66
18a. Penerimaan Usahatani Kacang Tanah Per Hektar Per Musim Tanam
Desa Ambarisan ..................................................................................... 67
18b. Penerimaan Usahatani Kacang Tanah Per Hektar Per Musim Tanam
Desa Manik Maraja ................................................................................ 67
19a. Pendapatan Usahatani Kacang Tanah Per Petani Per Musim Tanam
Desa Ambarisan ..................................................................................... 68
19b. Pendapatan Usahatani Kacang Tanah Per Petani Per Musim Tanam
Desa Manik Maraja ................................................................................ 68

Universitas Sumatera Utara

20a. Pendapatan Usahatani Kacang Tanah Per Hektar Per Musim Tanam
Desa Ambarisan ..................................................................................... 69
20b. Pendapatan Usahatani Kacang Tanah Per Hektar Per Musim Tanam
Desa Manik Maraja ................................................................................ 69
21a. Pendapatan Keluarga Usahatani Kacang Tanah Per Petani Per Musim
Tanam Desa Ambarisan ......................................................................... 70
21b. Pendapatan Keluarga Usahatani Kacang Tanah Per Petani Per Musim
Tanam Desa Manik Maraja .................................................................... 70
22a. Pendapatan Keluarga Usahatani Kacang Tanah Per Hektar Per Musim
Tanam Desa Ambarisan ......................................................................... 71
22b. Pendapatan Keluarga Usahatani Kacang Tanah Per Hektar Per Musim
Tanam Desa Manik Maraja .................................................................... 71
23a. Biaya Produksi, Penerimaan, Pendapatan Bersih, dan Pendapatan
Keluarga Non Usahatani Kacang Tanah Per Petani Desa Ambarisan ...... 72
23b. Biaya Produksi, Penerimaan, Pendapatan Bersih, dan Pendapatan
Keluarga Non Usahatani Kacang Tanah Per Hektar Desa Ambarisan ..... 72
24a. Biaya Produksi, Penerimaan, Pendapatan Bersih, dan Pendapatan
Keluarga Non Usahatani Kacang Tanah Per Petani Desa Manik Maraja . 73
24b. Biaya Produksi, Penerimaan, Pendapatan Bersih, dan Pendapatan
Keluarga Non Usahatani Kacang Tanah Per Hektar Desa Manik Maraja 73
25a. Kontribusi Pendapatan Keluarga Dari Setiap Cabang Usahatani
Terhadap Total Pendapatan Keluarga di Desa Ambarisan ....................... 74
25b. Kontribusi Pendapatan Keluarga Dari Setiap Cabang Usahatani
Terhadap Total Pendapatan Keluarga di Desa Manik Maraja .................. 74

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK

NEINY SAFRINA: Analisi Ekonomi Usahatani Kacang Tanah Desa Amabarisan
dan Desa Manik Maraja Kecamatan Sidamanik Kabupaten Simalungun,
dibimbing oleh Bapak Prof. Dr. Ir. Hiras M.L. Tobing dan Bapak Dr. Ir. Rahmanta
Ginting, Msi.
Produksi kacang tanah Sumatera Utara tahun 2007 sebesar 20.329 Ton naik
sebesar 210 Ton atau 1,04% dibandingkan produksi kacang tanah tahun 2006. Kenaikan
produksi kacang tanah disebabkan oleh kenaikan produktivitas 0,31 Ton/ Ha atau 2,77%
sedangkan luas panen mengalami penurunan sebesar 297 Ha atau 1,65%. Tujuan dari
penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar biaya produksi, penerimaan, dan
pendapatan bersih pada usahatani kacang tanah di daerah penelitian, mengetahui apakah
usahatani kacang tanah layak diusahakan secara ekonomi dan mengetahui berapa besar
kontribusi pendapatan usahatani kacang tanah terhadap total pendapatan keluarga di
daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan yaitu secara purposive, metode
penarikan sampel dilakukan secara simple random sampling atau acak. Metode analisis
kelayakan usahatani digunakan Kriteria Investasi R/C (Return/ Cost) Ratio dan untuk
analisis besar kontribusi pendapatan usahatani kacang tanah digunakan tabulasi
sederhana.
Dari hasil penelitian diperoleh kesimpulan: Besar biaya produksi rata-rata
kacang tanah per hektar untuk Desa Ambarisan Rp. 5.982.595,78 dan untuk Desa Manik
Maraja Rp. 6.388.464,70. Sedangkan, besar penerimaan rata-rata usahatani kacang
tanah di Desa Ambarisan Rp. 19.850.000 per hektar dan Rp. 18.125.000 untuk Desa
Manik Maraja. Besar pendapatan bersih rata-rata yang diterima petani kacang tanah per
hektar di Desa Ambarisan sebesar Rp. 13.867.404 dan untuk Desa Manik sebesar Rp.
11.736.535 per hektar dengan periode satu kali musim tanam. Secara ekonomi usahatani
kacang tanah layak di usahakan. Sementara usahatani kacang tanah merupakan mata
pencaharian utama pada daerah penelitian.
Kata kunci : Analisis Usahatani, Kacang Tanah, Layak, Kontribusi.

Universitas Sumatera Utara

PENDAHULUAN

Latar Belakang
Indonesia adalah merupakan negara pertanian, artinya pertanian memegang
peranan penting dari keseluruhan perekonomian nasional. Hal ini dapat ditunjukkan dari
banyaknya penduduk atau tenaga kerja yang hidup atau bekerja pada pada sektor
pertanian (Mubyarto, 1989).
Ditinjau dari sudut pembangunan pertanian, hal yang terpenting mengenai
usahatani, bahwa usahatani hendaknya senantiasa berubah, baik dalam ukuran maupun
susunannya. Untuk memanfaatkan metode usahatani yang cocok bagi pertanian yang
masih primitif bukanlah corak yang paling produktif apabila sudah tersedia metodemetode modern. Pada mulanya usahatani hanya ditunjukan untuk menghasilkan lahan
makanan guna menutupi kebutuhan primer dari keluarga petani (Anonimous, 2009).
Usahatani sebetulnya tidak sekedar terbatas pada pengambilan hasil (ekstraktif)
melainkan benar-benar merupakan suatu usaha produksi. Dalam hal ini akan
berlangsung pendayagunaan tanah, modal tenaga kerja, dan manajemen sebagai sumber
produksi. Jika pendayagunaannya dapat dilakukan dengan baik dan sebaliknya jika
pengolahannya berlangsung tidak baik maka hasilnya tidak dapat kita andalkan. Jika
hasil-hasil tersebut sangat baik ditinjau dari segi kualitas dan kuantitasnya akan
menghasilkan suatu keputusan bagi produsen itu sendiri. Dengan demikian dalam
produksi komoditi pertanian terdapat berbagai kegiatan dan hubungan antara sumbersumber produksi yang didayagunakan dengan hasilnya (Anonimous, 2009).
Dalam ekonomi pertanian dibedakan pengertian produktivitas dan pengertian
produktivitas ekonomis daripada usahatani. Dalam pengertian ekonomis maka letak atau

Universitas Sumatera Utara

jarak usahatani dari pasar penting sekali artinya. Kalau dua buah usahatani mempunyai
produktivitas fisik yang sama, maka usahatni yang lebih dekat dengan pasar mempunyai
lebih tinggi karena produktivitas ekonominya lebih besar (Mubyarto, 1989).
Didalam peningkatan suatu produksi dan produktivitas usahatani di Indonesia,
dipengaruhi oleh faktor-faktor produksi (luas lahan, benih, pupuk, tenaga kerja, dan
obat-obataan) yang digunakan oleh petani. Dalam mengusahakan usahataninya, petani
selalu berusaha menggunakan sumber daya yang dimilikinya (lahan, tenaga kerja, alat
pertanian, dan modal) seefisien mungkin.
Kacang tanah merupakan tanaman palawija yang secara ekonomis, tanaman ini
berperan penting bagi kehidupan manusia. Hal ini karena tanaman tersebut dapat
dijadikan sebagai bahan pangan. Selain itu, juga dapat dijadikan bahan baku industri.
Sebagai sumber karbohidrat, tanaman ini dapat dijadikan penyangga bagi kebijaksanaan
swasembada pangan melalui diversifikasi bahan pangan (Danarti dan Najiyanti, 1999).
Kacang tanah sebagai salah satu komoditi tanaman pangan yang memiliki nilai
gizi yang tinggi dan lezat rasanya, termasuk jenis tanaman pangan yang telah
memasyarakat dan disukai oleh banyak orang sehingga perlu dikembangkan dan
ditingkatkan produksinya (AAK, 2000).
Masyarakat Indonesia sudah lama mengenal kacang tanah sebagai bahan pangan
dan industri. Tanaman ini biasanya ditanam di sawah atau tegalan secara tunggal atau
ganda dalam sistem tumpang sari. Sebagai bahan pangan, biji kacang ini banyak
mengandung lemak protein. Di Indonesia angka produksi kacang tanah, diantara jenis
kacang-kacangan lainnya menempati urutan kedua setelah kedelai (Suprapto, 2000).
Usahatani tanaman pangan, khususnya kacang tanah saat ini telah diupayakan
dalam pengembangan dan pemanfaatan sumberdaya alam yang tersedia, serta faktor

Universitas Sumatera Utara

pendukung lainnya untuk memulihkan perekonomian nasional. Di Indonesia,
pengembangan kacang tanah antara lain dilandasi oleh:
1. Tujuan diversifikasi pangan dan peningkatan gizi masyarakat.
2. Meningkatnya permintaan kacang tanah (4.4 % per tahun) yang ditandai terus
meningkatnya impor kacang tanah akibat berkembangnya industri pengolahan.
3. Adanya upaya untuk meningkatkan lapangan kerja dan pendapatan petani.
4. Masih tersedianya sumberdaya lahan, manusia dan teknologi budidaya yang
belum dimanfaatkan secara maksimal.
Sementara itu hal yang menjadi masalah utama dalam pengembangan komoditas
pertanian termasuk kacang tanah adalah sistem pemasarannya, baik yang menyangkut
rantai pemasaran yang panjang, struktur pasar yang timpang dan tidak adilnya
pembagian marjin keuntungan di antara pelaku pasar yang terlibat (Anonimous, 2004).
Produksi komoditi kacang tanah per hektarnya belum mencapai hasil yang
maksimum, meskipun bibit unggul yang diproduksi tinggi sudah diciptakan, namun
dalam prakteknya produksinya belum memenuhi harapan. Dengan penerapan tekonologi
budidaya untuk kacang tanah mampu meningkatkan hasil kacang tanah menjadi 4,1 –
6,4 ton/ Ha polong segar atau 2 – 3,2 ton/ Ha polong kering (Anonimous, 2008).
Beberapa faktor terpenting yang menyebabkan rendahnya produksi kacang tanah
di Indonesia antara lain karena :
a. Pengolahan tanah yang kurang optimal.
b. Mutu atau kwalitas benih yang masih rendah.
c. Pemeliharaan tanaman (pemberantasan gulma, hama dan penyakit, dan
pemupukan yang kurang sempurna).
(Suprapto, 2000).

Universitas Sumatera Utara

Di Indonesia, kacang tanah merupakan salah satu sumber protein nabati yang
cukup penting dalam pola menu makanan penduduk. Meskipun produksi dan
produktivitas kacang tanah di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun, namun
tetap belum dapat mengimbangi konsumsi dalam negeri

(Adisarwanto, 2008).

Kebutuhan kacang tanah dalam negeri menunjukkan angka kenaikan yang cukup
besar, yaitu dari 634,0 ribu ton menjadi 803,3 ribu ton atau meningkat sebesar 4,4% per
tahun. Sementara, selama kurun waktu sampai periode akhir pelita IV-VI perkembangan
luas areal panen, produksi, dan produksitivitas kacang tanah di Indonesia belum
menunjukkan adanya peningkatan yang menggembirakan. Peningkatannya hanya
sebesar 1,28 % per tahun. Itu pun merupakan kontribusi dari perkembangan luas areal
panen yang dapat meningkat mencapai rata-rata sebesar 1,89 % per tahun (Adisarwanto,
2008).
Produksi kacang tanah Sumatera Utara tahun 2007 sebesar 20.329 Ton naik
sebesar 210 Ton atau 1,04% dibandingkan produksi kacang tanah tahun 2006. kenaikan
produksi kacang tanah disebabkan oleh kenaikan produktivitas 0,31 Ton/ Ha atau 2,77%
sedangkan luas panen mengalami penurunan sebesar 297 Ha atau 1,65% (BPS, 2007).
Adapun produksi, produktivitas dan luas panen kacang tanah di kabupaten
Simalungun dapat dilihat pada Tabel 1.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1. Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Kacang Tanah Menurut
Kabupaten di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2006 - 2007
Luas
Panen
(Ha)

Produksi Produktivitas
No.
Kabupaten
(Ton)
(Kw/Ha)
2006
1 Nias
14
14
1.00
2 Mandailing Natal
278
296
1.06
3 Tapanuli Selatan
1669
1845
1.11
4 Tapanuli Tengah
467
479
1.03
5 Tapanuli Utara
2564
2890
1.13
6 Toba Samosir
335
371
1.11
7 Labuhan Batu
115
123
1.07
8 Asahan
148
160
1.08
9 Simalungun
6551
7470
1.14
10 Dairi
1984
2225
1.12
11 Karo
225
249
1.11
12 Deli Serdang
1558
1737
1.11
13 Langkat
797
856
1.07
14 Nias Selatan
70
71
1.01
15 H. Hasundutan
214
230
1.07
16 Pakpak Bharat
3
3
1.00
17 Samosir
175
192
1.10
18 Serdang Bedagai
265
298
1.12
19 Medan
199
218
1.10
20 Tebing Tinggi
9
10
1.11
21 Tanjung Balai
0
0
0.00
22 Binjai
136
149
1.10
23 P. Siantar
150
162
1.08
24 P. Sidempuan
65
71
1.09
25 Sibolga
0
0
0.00
JUMLAH
17991
20119
24.92
Sumber : Kantor Dinas Pertanian Sumatera Utara, 2008.

Luas
Panen
(Ha)
36
502
1534
588
2914
184
151
159
5555
2445
528
988
538
83
385
13
207
326
212
9
0
145
115
77
0
17694

Produksi Produktivitas
(Ton)
(Kw/Ha)
2007
38
1.06
550
1.10
1743
1.14
619
1.05
3386
1.16
210
1.14
168
1.11
177
1.11
6527
1.17
2824
1.16
601
1.14
1132
1.15
594
1.10
87
1.05
425
1.10
14
1.08
234
1.13
377
1.16
239
1.13
10
1.11
0
0.00
163
1.12
128
1.11
86
1.12
0
0.00
20332
25.70

Dari Tabel 1. dapat diketahui bahwa Kabupaten Simalungun merupakan sentra
produksi kacang tanah yang terbanyak di Sumatera Utara. Dari beberapa Kecamatan
yang ada di Kabupaten Simalungun, sedangkan Kecamatan Sidamanik merupakan
sentra produksi kacang tanah dengan produksi tertinggi (dapat dilihat pada Tabel 2).

Universitas Sumatera Utara

Tabel 2. Luas Panen, Produksi, dan Produktivitas Kacang Tanah Menurut
Kecamatan di Provinsi Sumatera Utara Tahun 2007
Luas Panen
(Ha)
Produksi (Ton)
1 Silimakuta
0
0
2 Paematng Silimakuta
0
0
3 Purba
0
0
4 Haranggaol Horison
0
0
5 Dolok Pardamean
260
442
6 Sidamanik
482
940
7 Pematang Sidamanik
233
453
8 Girsang Sipangan Bolon
285
490
9 Tanah Jawa
25
42
10 Hatonduhan
136
229
11 Dolok Panribuan
145
285
12 Jorlang Hataran
225
349
13 Panei
299
468
14 Panombein Panei
281
445
15 Raya
244
404
16 Dolok Silau
198
358
17 Silau Kahean
210
344
18 Raya Kahean
128
262
19 Tapian Dolok
228
391
20 Dolok Batu Nanggar
0
0
21 Siantar
30
58
22 Gunung Malela
216
364
23 Gunung Maligas
225
365
24 Hutabayu Raja
150
249
25 Jawa Maraja Bah jambi
140
230
26 Pematang Bandar
209
342
27 Bandar Huluan
113
186
28 Bandar
453
787
29 Bandar Masilam
268
458
30 Bosar Maligas
202
330
31 Ujung Padang
234
382
JUMLAH
5619
9653
Sumber : Dinas Pertanian Kabupaten Simalungun, 2008.
No.

Kecamatan

Produktivitas
(Kw/Ha)
0.00
0.00
0.00
0.00
1.70
1.95
1.94
1.72
1.68
1.68
1.97
1.55
1.57
1.58
1.66
1.81
1.64
2.05
1.71
0.00
1.93
1.69
1.62
1.66
1.64
1.64
1.65
1.74
1.71
1.63
1.63
44.75

Dari Tabel 2. dapat diketahui bahwa produksi kacang tanah tahun 2007 terbesar
adalah di Kecamatan Sidamanik yaitu sebesar 940 Ton dengan produktivitasnya 1,95
Ton/ Ha.

Sementara informasi yang diperoleh dari dinas terkait, desa yang mengusahakan
kacang tanah dengan produksi terbesar di Kecamatan Sidamanik adalah di Desa

Universitas Sumatera Utara

Ambarisan dan Desa Manik Maraja sehingga kedua Desa inilah yang ditetapkan sebagai
daerah penelitian dari 13 Desa yang terdapat di Kecamatan Sidamanik.

Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang maka dapat dirumuskan beberapa
permasalahan sebagai berikut :
1. Berapa besar biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan bersih pada usahatani
kacang tanah di daerah penelitian?
2. Apakah usahatani kacang tanah secara ekonomi layak untuk diusahakan?
3. Berapa besar kontribusi pendapatan usahatani kacang tanah terhadap total
pendapatan keluarga?

Tujuan Penelitian
Dari permasalahan di atas maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut :
1. Untuk mengetahui berapa besar biaya produksi, penerimaan, dan pendapatan
bersih pada usahatani kacang tanah di daerah penelitian.
2. Untuk mengetahui apakah usahatani kacang tanah layak diusahakan secara
ekonomi.
3. Untuk mengetahui berapa besar kontribusi pendapatan usahatani kacang tanah
terhadap total pendapatan keluarga.

Kegunaan Penelitian
1. Sebagai bahan informasi bagi pemerintah maupun lembaga lainnya dalam
mengambil kebijaksanaan khususnya dalam bidang analisis ekonomi usahatani
kacang tanah.

Universitas Sumatera Utara

2. Sebagai bahan informasi dan pertimbangan bagi para petani mengenai kelayakan
usahatani kacang tanah di daerah penelitian.
3. Sebagai bahan informasi dan studi bagi pihak-pihak yang terkait terhadap
usahatani kacang tanah, baik untuk kepentingan akademis maupun ekonomis.

Universitas Sumatera Utara

II. TINJAUAN PUSTAKA, LANDASAN TEORI, KERANGKA
PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS PENELITIAN

Tinjauan Pustaka
Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) termasuk dalam keluarga Leguminoceae
dan genus Arachis. Batangnya berbentuk perdu dengan panjang 30-50 cm. Dilihat dari
segi pertumbuhan batangnya, kacang tanah dibedakan menjadi dua tipe, yaitu tegak dan
menjalar. Tipe tegak umumnya berumur genjah (100-120 hari) dan mempunyai
kematangan polong yang seragam. Sedangkan tipe menjalar berumur panjang (150-180
hari) dan mempunyai kematangan polong yang tidak seragam (Danarti dan Najiyanti,
1999).
Tanaman

kacang

tanah

dalam

sistematika

tumbuhan

(taksonomi)

diklasifikasikan sebagai berikut :
Divisi

: Spermatophyta

Sub-Divisi

: Angiospermae

Kelas

: Dicotyledoneae

Ordo

: Rosales

Family

: Papilionaceae

Genus

: Arachis

Spesies

: Arachis hypogaea

(Suprapto, 2000).
Di Indonesia daerah yang ideal untuk pertumbuhan kacang tanah terletak pada
ketinggian 0,5-500 meter. Pada daerah dengan ketinggian lebih dari 800 meter di atas
permukaan laut, tanaman ini masih dapat tumbuh dengan baik, meskipun produksinya

Universitas Sumatera Utara

rendah. Tanaman ini juga menghendaki tanah yang gembur dengan pH 6-6,5, agak
lembap, dan berdrainase baik. Penyinaran yang penuh dengan curah hujan ideal terletak
antara 45-200 mm/bulan

(Danarti dan Najiyanti, 1999).

Penanaman kacang tanah di Indonesia kebanyakan dilakukan di tanah kering
(tegalan) atau di sawah. Pada umumnya kacang tanah di tanam pada saat menjelang
musim kemarau. Namun, penanaman kacang tanah di tegalan, dilakukan pada awal atau
akhir musim penghujan. Kacang tanah termasuk tanaman palawija, yakni tanaman
palawija yang berumur pendek. Jadi, tanaman ini tergolong tanaman yang cepat
menghasilkan (AKK, 2000).
Menurut pertumbuhannya, jenis kacang tanah dapat dibedakan menjadi dua tipe,
yakni :
1. Tipe Tegak
Cabang-cabang kacang tanah tipe tegak ini pada umumnya lurus atau sedikit
miring ke atas. Orang lebih menyukai kacang tanah tipe tegak, sebab umurnya lebih
genjah (kira-kira 100-120 hari), pemungutan hasilnya pun mudah dilakukan. Karena
buah kacang tanah tipe tegak ini hanya terdapat pada ruas-ruas dekat rumpun, maka
buah kacang (polong) ini dapat masak secara serempak.
2. Tipe Menjalar
Cabang kacang tanah tipe menjalar ini tumbuh ke samping. Hanya bagian ujung
cabangnya mengarah ke atas. Batang utama dari kacang tanah bertipe menjalar ini lebih
panjang daripada batang utama dari kacang tanah yang bertipe tegak. Umur kacang
tanah tipe ini berkisar antara 5-6 bulan. Setiap ruas kacang tanah yang berdekatan pada
tanah menghasilkan buah. Oleh karena itu, buah-buahnya tidak bisa masak secara
serempak.

Universitas Sumatera Utara

(AKK, 2000).
Secara umum varietas kacang tanah yang sering ditanam adalah varietas unggul
dan varietas lokal, yaitu :
1. Tipe Spanish, mempunyai ciri polong berbiji 1-2
2. Tipe Valencia, mempunyai ciri polong berbiji 3-4
(Adisarwanto, 2008).
Di dalam rangka pemeliharaan kacang tanah, hal-hal yang terutama perlu
diperhatikan dalam usahatani kacang tanah adalah :
a. Penyiangan dan pendangiran
Penyiangan dimaksudkan untuk mengendalikan gulma (tanaman penggangu)
yang tumbuh di sekitar tanaman. Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan cara
mekanis dan cara kimia (Danarti dan Najiyanti, 1999).
Di samping penyiangan pada saat itu sekaligus juga dilakukan pendangiran
untuk menggemburkan tanah, sehingga kondisi tanah tetap subur, selalu terangin serta
selalu terkena sinar matahari langsung, dan jasad renik yang merugikan akan mati
(AKK, 2000).
b. Pengairan
Sampai tanaman berumur 3 bulan, tanaman menghendaki tanah yang lembab.
Namun, air tidak boleh menggenang, karena akan menyebabkan busuknya akar. Kirakira 10 hari sebelum panen, tanah sebaiknya dalam keadaan kering (Danarti dan
Najiyanti, 1999).

Universitas Sumatera Utara

c. Pemupukan
Kebanyakan para petani tidak melakukan pemupukan. Untuk memperoleh hasil
yang baik mereka cukup mengatur kebutuhan air, pemeliharaan lahan dan bibit unggul
(AKK, 2000).
d. Pemberantasan Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit pada kacang tanah sangat sulit dikendalikan dan cukup
banyak menimbulkan kerugian. Satu-satunya cara yang paling baik adalah dengan
mencegah timbulnya serangan. Penyakit utama pada tanaman kacang tanah terdiri atas
penyakit layu, karat, bercak daun, mozaik, sapu setan, penyakit sclerosium, dan
penyakit gopong. Sedangkan hama yang sering menyerang tanaman kacang tanah antara
lain uret, ulat, penggerek, dan kumbang

(Danarti dan Najiyanti,

1999).
e. Panen dan Pascapanen
Kacang tanah dipanen dengan mencabut batangnya. Apabila tanah tidak gembur
dan kering, sehari sebelum panen sebaiknya tanah diairi agar lebih lunak/ gembur.
Dengan demikian, pencabutan tidak mengalami kesulitan dan tidak banyak kacang
tanah yang tertinggal di dalam tanah

(Danarti dan Najiyanti,

1999).
Tajuk dan daun lembut dapat digunakan untuk lalap, dan polong muda dimasak
untuk sayur. Diseluruh dunia, kacang tanah biasanya digoreng dan diekstrak minyak
bijinya. Komposisi karbohidrat biji berkisar sekitar 10-25%, kandungan protein sekitar
30% dan kandungan minyak biji kultivar tertentu mencapai 40-50% (Rubatzky, 1998).
Adapun tanda-tanda bahwa kacang tanah sudah masak atau sudah siap dipanen,
yaitu :

Universitas Sumatera Utara









Batang mulai mengeras
Daun menguning dan sebagian mulai berguguran
Polong sudah berisi penuh dan keras
Warna polong coklat kehitam-hitaman

(AKK, 2000).

Landasan Teori
Ilmu usahatani biasanya diartikan sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana
seseorang mengalokasikan sumberdaya yang ada secara efektif dan efisien untuk tujuan
memperoleh keuntungan yang tinggi pada waktu tertentu. Dikatakan efektif bila petani
atau produsen dapat mengalokasikan sumberdaya yang mereka miliki (yang dikuasai)
sebaik-baiknya, dan dikatakan efisien bila pemanfaatan sumberdaya tersebut
menghasilkan keluaran (output) yang melebihi masukan (input) (Soekartawi, 1995).
Untuk menentukan layak atau tidaknya suatu usaha dapat dilihat dari berbagai
aspek. Setiap aspek untuk dapat dikatakan layak harus memiliki suatu standar nilai
tertentu. Namun, keputusan penilaian tidak hanya dilakukan pada salah satu aspek saja
(Kasmir, 2004).
Analisis usahatani merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan
suatu usahatani secara keseluruhan dan merupakan salah satu aspek yang sangat penting
untuk diteliti kelayakannya. Penilaian aspek usahatani merupakan penilaian sumbersumber dana yang akan diperoleh, kebutuhan biaya investasi, estimasi pendapatan dan
biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis dan jumlah biaya yang
dikeluarkan selama umur investasi (Kasmir, 2004).
Dalam usahatani dibutuhkan masukan yang sesuai dengan tuntutan atau
kebutuhan tanaman, seperti pembelian bibit, pupuk, obat-obatan, sewa tanah, dan upah

Universitas Sumatera Utara

tenaga kerja. Biaya tersebut dibutuhkan setiap saat sehingga

masalah ini sering

menimbulkan resiko yang sangat besar pada petani, kalau biaya tidak dapat dipenuhi
secara tepat waktu ataupun tepat jumlah maka akibatnya adalah produksi atau hasil yang
dicapai tidak sesuai harapan (Daniel, 2002).
Biaya usahatani biasanya diklasifikasikan menjadi dua, yaitu :
1. Biaya tetap (fixed cost), yaitu biaya yang relative tetap jumlahnya, dan terus
dikeluarkan walaupun produksi yang diperoleh banyak atau sedikit.
2. Biaya tidak tetap (variable cost), yaitu biaya yang besar kecilnya dipengaruhi
oleh produksi yang diperoleh.
(Soekartawi, 1995).
Modal mutlak diperlukan dalam usaha pertanian. Modal mempengaruhi
ketepatan waktu dan ketepatan takaran dalam pemasukan. Modal dibutuhkan untuk
pengadaan bibit, pupuk, pestisida, dan upah tenaga kerja. Kekurangan modal
menyebabkan kurangnya pemasukan yang diberikan sehingga menimbulkan resiko atau
rendahnya hasil yang diterima (Daniel, 2002).
Proses produksi diartikan sebagai kaidah-kaidah atau yang dapat digunakan
dalam sumber daya yang terbatas dalam proses produksi agar tercapai hasil maksimum.
Ukuran dari terjadinya peningkatan produksi hasil-hasil pertanian dalam harga konstan.
Kemampuan tanaman memberikan suatu hasil produksi ditentukan oleh bibit, iklim, dan
lahan.
Pendapatan bersih adalah selisih total pendapatan tunai dengan total pengeluaran
tunai. Pendapatan bersih suatu usaha dinyatakan dalam bentuk jumlah rupiah. Tujuan
petani dalam berusahatani pada masyarakat yang telah memasuki sistem pasar adalah
untuk memperoleh pendapatan yang sebesar-besarnya (Simajuntak, 2004).

Universitas Sumatera Utara

Pada analisis ekonomi usaha, data penerimaan biaya dan pendapatan usaha
sangat perlu diketahui. Penerimaan usaha adalah perkalian antara produksi yang
dihasilkan dengan harga jual yang berlaku saat ini. Sedangkan biaya usaha adalah
semua

pengeluaran

yang

dipergunakan

baik

mempengaruhi

ataupun

tidak

mempengaruhi jumlah produksi yang dihasilkan dan pendapatan usaha merupakan
selisih antara penerimaan usaha dan pengeluaran (Soekartawi, 1995).
Analisis ekonomi dilakukan untuk menghitung sejauh mana usaha yang telah
dijalankan dapat memberi keuntungan. Keuntungan usaha tersebut baru dapat diperoleh
apabila semua biaya usaha yang telah dikeluarkan dapat ditutupi oleh hasil penjualan
dari kegiatan produksi yang telah dilakukan (Daniel, 2002).

Kerangka Pemikiran
Ketersediaan faktor produksi akan sangat berpengaruh pada proses produksi.
Karena suatu proses produksi akan membutuhkan input produksi. Input merupakan
korbanan atau masukan yang diberikan pada usahatani yang menyebabkan adanya biaya
input seperti bibit, pupuk, tenaga kerja, dan pestisida. Hal inilah yang disebut biaya
produksi.
Dalam usahatani kacang tanah faktor-faktor produksi seperti sarana produksi,
tenaga kerja, penyusutan peralatan dan lain-lain menjadi komponen biaya produksi.
Besar masing-masing komponen biaya tersebut dipengaruhi oleh jumlah input yang
digunakan dan tingkat harga pada masing-masing input, dan secara bersama-sama akan
mempengaruhi besarnya total biaya produksi.
Petani akan memperoleh penerimaan dari usahatani kacang tanah yaitu dari hasil
penjualan produksi tanaman kacang tanah. Penerimaan usahatani merupakan hasil
perkalian antara produksi usahatani dengan harga jual pada saat penelitian yang dinilai

Universitas Sumatera Utara

dengan rupiah. Pendapatan bersih diperoleh dari penerimaan dikurang dengan biaya
produksi dalam satu proses produksi.
Usahatani dalam operasinya bertujuan untuk memperoleh pendapatan yang
digunakan untuk memenuhi kebutuhan serta dana untuk kegiatan di luar usahatani.
Untuk memperoleh tingkat pendapatan yang diinginkan maka petani seharusnya
mempertimbangkan harga jual dari produksinya, melakukan perhitungan terhadap
semua unsur biaya dan menentukan harga pokok hasil usahataninya.
Untuk mengetahui sebuah usahatani merupakan pendapatan utama dalam
keluarga, maka harus diketahui seberapa besar kontribusi/ tambahan pendapatan
usahatani tersebut dan juga bersifat kontinuetas dalam memberikan pendapatan sebuah
keluarga.
Berdasarkan besar pendapatan bersih yang diterima oleh petani kacang tanah
pada akhir musim tanam, dapat dilihat apakah usahatani kacang tanah tersebut layak
atau tidak diusahakan secara ekonomi. Hal ini dapai dilihat dari perbandingan antara
penerimaan dengan biaya produksi, dengan ketentuan bila hasil perbandingan lebih
besar dari satu (>1) maka usahatani layak diusahakan sedangkan bila lebih kecil dari
atau sama dengan satu (≤1) maka tidak layak untuk diusahakan secara ekonomi.
Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada skema kerangka pemikiran berikut ini.
(Gambar 1) :

Universitas Sumatera Utara

Petani

Usahatani
Kacang Tanah

Produksi
Harga Jual

Faktor Produksi :
- Lahan
- Bibit
- Pupuk
- Obat-obatan
- Tenaga kerja
- Peralatan
- dll.

Penerimaan
Biaya Produksi
Pendapatan
Usahatani
Pendapatan
Keluarga
Analisis
Kelayakan

Layak

Tidak Layak

Keterangan :
Ada hubungan
Ada pengaruh
Gambar 1. Skema Kerangka Pemikiran

Universitas Sumatera Utara

Hipotesis Penelitian
Sesuai dengan permasalahan dan tujuan penelitian ini, maka dapat diuraikan
hipotesis penelitian sebagai berikut :
1. Usahatani kacang tanah layak diusahakan secara ekonomi.
2. Kontribusi pendapatan usahatani kacang tanah terhadap total pendapatan
keluarga > 50%.

Universitas Sumatera Utara

III. METODOLOGI PENELITIAN

Metode Penentuan Daerah Penelitian
Penelitian ini dilakukan di Desa Ambarisan dan di Desa Manik Maraja yang
terletak di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun. Penentuan daerah penelitian
ini dilakukan secara purposive, yakni pemilihan daerah penelitian secara sengaja
(Amirin, 1990). Dengan pertimbangan bahwa di Kecamatan Sidamanik merupakan
daerah penghasil kacang tanah terbesar di Kabupaten Simalungun.

Metode Penentuan Sampel
Dari hasil wawancara oleh dinas terkait, populasi petani yang mengusahakan
usahatani kacang tanah di Desa Ambarisan sebanyak 97 KK dan di desa Manik Maraja
sebanyak 46 KK, dengan luas lahan < 0,5 Ha. Penentuan sampel dilakukan secara
simple random sampling dengan mengambil 20% dari tiap populasi yaitu di Desa
Ambarisan jumlah sampel yang diambil sebesar 20 KK dan di Desa Manik Maraja
jumlah sampel yang diambil sebesar 10 KK, yang dalam hal ini sampel dianggap sudah
mewakili seluruh populasi.
Data populasi untuk penarikan sampel dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini :
Tabel 3. Data populasi petani kacang tanah di Desa Ambarisan dan Desa
Manik Maraja, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.
NO.
1
2

NAMA DESA
Desa Ambarisan
Desa Manik Maraja

JUMLAH
(KK)
500
750

JUMLAH
PETANI
KACANG
TANAH (KK)
97
46

JUMLAH
SAMPEL YANG
DIAMBIL 20%
(KK)
20
10

Sumber : Data Primer Dinas Pertanian Kec. Sidamanik, 2009.

Universitas Sumatera Utara

Desa Ambarisan dan Desa Manik Maraja dipilih sebagai tempat penarikan
sampel karena ke-2 Desa ini merupakan daerah penghasil kacang tanah terbesar dari 13
Desa yang ada di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.
Ini juga sesuai dengan teori yang dinyatakan oleh Arikunto, 1998, yakni : “Jika
subjek penelitian sedikit maka seluruh subjek dijadikan sampel dan penelitian menjadi
penelitian populasi. Jika subjeknya besar, sampel dapat diambil 10-15% atau lebih”.

Metode Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data
sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung dengan responden di daerah
penelitian. Sedangkan data sekunder diperoleh dari lembaga atau instansi terkait, seperti
BPS Sumut, kantor Kecamatan Sidamanik dan Dinas Pertanian yang terkait di daerah
penelitian ini.

Metode Analisis Data
Masalah 1 dianalisis dengan analisis deskriptif, menggunakan tabulasi
sederhana.
Untuk mengetahui besar biaya usahatani dihitung dengan menghitung biaya tetap dan
biaya variable.
TC = FC + VC
Dimana : TC = Total Cost/ Total biaya (Rp)
FC = Fixed Cost/ Biaya tetap (Rp)
VC = Variable Cost/ Biaya variabel
Untuk mengetahui penerimaan usahatani dihitung dengan formula :
TR = Y . Py

Universitas Sumatera Utara

Dimana : TR = Penerimaan usahatani kacang tanah (Rp)
Y = Produksi kacang tanah (Kg)
Py = Harga kacang tanah (Rp)
Untuk mengetahui besar pendapatan bersih usahatani dapat diketahui dengan cara
menghitung selisih antara penerimaan dengan total biaya yang dikeluarkan, yaitu :
Pd = TR – TC
Dimana : Pd = Pendapatan usahatani kacang tanah (Rp)
TR = Penerimaan usahatani kacang tanah (Rp)
TC = Total Cost/ Total biaya (Rp)
(Soekartawi, 1995).
Masalah 2 atau hipotesis 1 dianalisis dengan menggunakan Kriteria Investasi
R/C (Return/ Cost) Ratio dengan formula sebagai berikut :
Penerimaan
R/C Ratio =
Total Biaya Produksi
Bila R/C Ratio ≤ 1, maka Terima Ho dan Tolak H1
R/C Ratio > 1, maka Tolak Ho dan Terima H1
Keterangan :
- Ho = 0 : Usahatani kacang tanah tidak layak diusahakan secara ekonomi
- H1 ≠ 0 : Usahatani kacang tanah layak diusahakan secara ekonomi
Dimana usahatani kacang tanah layak secara ekonomi bila R/C Ratio > 1
Masalah 3 atau hipotesis 2 dianalisis dengan menggunakan tabulasi sederhana,
yaitu :

Universitas Sumatera Utara

PUKT
KPUKT =

X 100%
PK

Dimana : KPUKT = Kontribusi Pendapatan Usahatani Kacang Tanah
PUKT

= Pendapatan Usahatani Kacang Tanah

PK

= Total Pendapatan Keluarga

Kriteria :
- KPUKT ≤ 50% berarti pendapatan yang diterima dari usahatani kacang tanah
terhadap pendapatan keluarga di daerah penelitian bukan merupakan pendapatan
utama.
- KPUKT > 50% berarti pendapatan yang diterima dari usahatani kacang tanah
terhadap pendapatan keluarga di daerah penelitian merupakan pendapatan
utama.

Defenisi dan Batasan Operasional
Untuk menghindari kesalahpahaman dan kekeliruan atas pengertian dan
penafsiran dalam penelitian ini, maka diberikan beberapa defenisi dan batasan
operasional sebagai berikut :
Defenisi
1. Petani kacang tanah adalah petani yang mengusahakan tanaman kacang tanah
dalam lahan usahataninya dengan sistem pola rotasi.
2. Usahatani kacang tanah adalah suatu kegiatan usahatani yang menjadikan
tanaman kacang tanah sebagai komoditi dalam usahataninya.
3. Produksi adalah seluruh hasil usahatani kacang tanah, yang dihitung dengan
satuan kilogram (Kg).

Universitas Sumatera Utara

4. Faktor produksi kacang tanah adalah semua korbanan yang diberikan pada
usahatani kacang tanah agar tanaman berproduksi.
5. Modal adalah seluruh input produksi dan biaya yang dikeluarkan dalam
usahatani kacang tanah.
6. Penerimaan usahatani kacang tanah adalah produksi dikali dengan harga jual.
7. Pendapatan bersih usahatani kacang tanah adalah selisih antara total penerimaan
dengan totala biaya produksi.
8. Biaya tetap adalah jenis biaya yang besar kecilnya tidak tergantung pada besar
kecilnya produksi kacang tanah. Contohnya penyusutan peralatan.
9. Biaya variable adalah biaya yang besar kecilnya berhubungan langsung dengan
besarnya produksi kacang tanah. Contohnya pengeluaran untuk bibit, pupuk, dan
tenaga kerja.
10. Biaya produksi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan oleh petani selama proses
produksi masih berlangsung.
11. Analisis ekonomi usahatani kacang tanah adalah analisis yang digunakan untuk
mengukur apakah usahatani kacang tanah secara ekonomi layak atau tidak layak
untuk dilaksanakan di daerah penelitian.

Batasan Operasional
1. Daerah penelitian adalah di Desa Ambarisan dan Desa Manik Maraja,
Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.
2. Waktu penelitian adalah tahun 2010.
3. Sampel penelitian adalah petani yang mengusahakan tanaman kacang tanah
dalam usahataninya yang diteliti untuk 1 kali musim tanam.

Universitas Sumatera Utara

IV. DESKRIPSI DAERAH PENELITIAN DAN KARAKTERISTIK
PETANI SAMPEL

Deskripsi Daerah Penelitian Desa Ambarisan
Letak geografis, batas, dan luas wilayah
Desa Ambarisan berada di Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun
memiliki luas wilayah 1.750 Ha. Dengan memiliki jumlah penduduk di Desa Ambarisan
yaitu 1.855 jiwa dan memiliki sebanyak 500 kepala keluarga.
Desa Ambarisan ini berada pada ketinggian 891 meter di atas permukaan laut,
dengan topografi perbukitan dan suhu udara berkisar antara 23°C - 28°C. Desa ini
berjarak 4 Km dari Ibukota Kecamatan, 39 Km dari Ibukota Kabupaten, dan berjarak
180 Km dari Ibukota Propinsi Sumatera Utara.
Bila dilihat dari jarak desa dengan Ibukota Kecamatan dapat diasumsikan bahwa
desa ini dapat dengan cepat menerima arus informasi yang berasal dari daerah lain
sehingga akan berpengaruh terhadap perkembangan dan kemajuan desa.
Secara administratif batas-batas Desa Ambarisan adalah sebagai berikut :
-

Sebelah Utara berbatasan dengan Nagori Bangun Rakyat Kecamatan Panei

-

Sebelah Selatan berbatasan dengan Nagori Sidamanik (Perkebunan Teh PN-4
Sidamanik Afdeling B)

-

Sebelah Barat berbatasan dengan Nagori Siman