Faktor-faktor yang Memengaruhi Kepuasan Hidup pada Lanjut Usia

13 menyebabkan kepuasan hidup pada lanjut usia yaitu kesehatan, hubungan sosial, pendapatan. Lanjut usia dengan kesehatan yang cenderung baik dapat aktif dalam berbagai kegiatan dan dapat melakukan aktivitas yang diinginkan, dengan aktif dalam kegiatan baik kegiatan di dalam lingkungan keluarga maupun di luar lingkungan keluarga menyebabkan lanjut usia memiliki jaringan pertemanan dan hubungan sosial dengan individu lain, maka akan terjadi suatu interaksi sosial antara lanjut usia dengan individu lain maupun kelompok-kelompok organisasi. Lanjut usia akan merasa bahagia apabila dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Interaksi terhadap lingkungan menyebabkan lanjut usia dapat bertukar informasi dengan sesama lanjut usia terkait kehidupan, sehingga mendapat dukungan dalam menjaga kesehatan.

C. Interaksi Sosial

1. Pengertian Interaksi Sosial

Manusia merupakan makhluk sosial yang memiliki dorongan untuk bermasyarakat oleh karena itu diperlukan adanya suatu interaksi sosial yang dapat memenuhi kebutuhan manusia. Diperlukan hubungan interpersonal yang melibatkan dua orang atau lebih dengan menggunakan tindakan verbal maupun non verbal agar interaksi sosial dapat terjadi. Interaksi sosial menjadi faktor penting diantara hubungan dua orang atau lebih yang saling mempengaruhi. Tanpa interaksi sosial tidak akan ada hubungan bersama dalam masyarakat, oleh sebab itu interaksi sosial merupakan kunci terpenting dari kehidupan sosial. Interaksi sosial atau yang juga dapat disebut proses sosial merupakan syarat utama terjadinya aktivitas sosial. Interaksi sosial yaitu suatu hubungan yang dinamis yang menyangkut hubungan antara individu dengan individu, individu dengan kelompok maupun hubungan antara kelompok dengan kelompok Soekanto Sulistyowati,2014. Interaksi sosial melibatkan dua orang atau lebih, dan adanya perilaku individu saling 13 mempengaruhi, mengubah dan memperbaiki perilaku individu yang lain. Dengan adanya interaksi sosial maka dapat terjadi suatu aktivitas sosial dalam masyarakat. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa interaksi sosial merupakan suatu kebutuhan dalam kehidupan manusia Bonner dalam Gerungan 2000. Menurut Sarwono 2010 interaksi sosial yaitu suatu peristiwa saling mempengaruhi antara satu individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lainnya dan terjadi suatu peroses komunikasi sehingga tercapainya tujuan bersama. Dalam interaksi sosial terjadi suatu proses komunikasi antar individu maupun kelompok, karena tanpa adanya komunikasi interaksi sosial tidak dapat terjadi. Selain proses komunikasi dalam interaksi sosial juga terdapat perilaku saling mempengaruhi antara dua orang atau lebih dengan menggunakan tindakan verbal maupun non verbal Brigham, 2000. Interaksi sosial yang terjadi pada lanjut usia berbeda dengan interaksi pada fase kehidupan anak-anak sampai dewasa. Bila pada anak-anak hingga dewasa individu lebih sering menjalin interaksi dengan orangtua maupun pasangan, sedangkan lanjut usia lebih senang jika berinteraksi dengan cucu. Lanjut usia akan lebih bahagia bila dapat mengisi waktu luang dengan bermain bersama cucu yang dimiliki Bjorklund Bee, 2009. Pada masa lanjut usia umumnya individu lebih banyak memiliki waktu untuk berinteraksi dengan teman maupun keluarga, karena pada masa dewasa umumnya individu sibuk dengan pekerjaan dan mengembangkan karier dalam pekerjaan, sedangkan pada lanjut usia yang telah memasuki masa pensiun lebih banyak memiliki waktu luang untuk berinteraksi dan melakukan aktivitas bersama teman maupun keluarga Papalia, Sterns, Feldman Camp, 2007. Terdapat tiga teori terkait interaksi sosial yang terjadi pada lanjut usia yaitu : a. Succesful Aging Theory Terdapat beberapa kriteria untuk menunjukkan bahwa lanjut usia berhasil dari berbagai 13 sudut pandang seperti kondisi kesehatan yang baik, komampuan kognitif yang baik, dan penyesuaian diri yang baik pada masa lanjut usia Suardiman, 2011. b. Activity vs Disengagement Theory Teori activity menyatakan bahwa untuk mencapai keberhasilan pada lanjut usia harus tetap aktif dan menjaga hubungan sosial fisik maupun emosional. Lanjut usia yang aktif dalam berbagai kegiatan akan mencapai kepuasan dalam hidup. Sedangkan teori Disengagement menyatakan bahwa pada lanjut usia terjadi proses pengunduran diri dari kegiatan masyarakat. Proses pengunduran diri tersebut diakibatkan oleh penurunan kesehatan fisik, emosional dan berkurangnya interaksi sosial pada lanjut usia Lafracois dalam Suardiman, 2011. c. Continuity Theory Dalam teori ini menyatakan bahwa lanjut usia tetap menjaga hubungan antara masa lalu dan masa saat ini untuk menjaga gaya hidup aktif dan berkesinambungan Acthley dalam Suardiman, 2011. Dari pemaparan sebelumnya dapat diketahui bahwa interaksi sosial merupakan suatu peristiwa yang saling mempengaruhi antara satu individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lainnya,dan terjadi suatu proses komunikasi untuk mencapai suatu tujuan bersama. Pada masa lanjut usia umumnya individu telah memasuki masa pensiun sehingga memiliki lebih banyak waktu luang untuk berinteraksi dan melakukan aktivitas bersama teman maupun keluarga. Beberapa lanjut usia tergabung dalam kelompok maupun organisasi lanjut usia, sehingga dalam organisasi tersebut sesama lanjut usia dapat menjalin komunikasi dan berinteraksi untuk mencapai tujuan bersama dalam kelompok atau organisasi tersebut.

2. Aspek-aspek Interaksi Sosial

13 Terdapat beberapa aspek dalam interaksi sosial, menurut Brigham 2000 menjelaskan bahwa interaksi sosial dapat berbentuk kerjasama, akomodasi dan asimilasi. a. Kerjasama yaitu proses sosial yang didalamnya terdapat aktivitas tertentu untuk mencapai tujuan bersama. b. Akomodasi merupakan suatu usaha untuk meredakan pertentangan dengan mengurangi perbedaan yang ada. Dalam hal ini setiap individu akan mengurangi ego yang dimiliki agar tercapainya tujuan bersama. c. Asimilasi merupakan salah satu aspek dalam interaksi sosial yaitu usaha yang dilakukan untuk mengurangi perbedaan yang terdapat pada dua orang atau lebih maupun kelompok untuk mempererat kesatuan, dan untuk mencapai tujuan bersama. Selain itu, Sarwono 2010 juga menyatakan bahwa beberapa aspek yang mendasari interaksi sosial yaitu : a. Komunikasi merupakan proses pengiriman berita dari individu satu kepada individu lainnnya. Komunikasi dapat terjadi secara langsung dengan bertatap muka maupun secara tidak langsung yaitu dengan tulisan maupun simbol. b. Sikap merupakan istilah yang mencerminkan rasa senang ataupun tidak senang pada individu. Individu akan menunjukkan sikap senang ataupun tidak senang yang membuat individu menjalin interaksi. c. Tingkah laku kelompok merupakan sikap yang ditunjukkan masing-masing individu dalam kelompok sehingga akan terjadi suatu interaksi kelompok. d. Norma sosial yaitu merupakan nilai-nilai yang berlaku dalam suatu kelompok yang membatasi tingkah laku individu dalam kelompok tersebut. Sharma dan Sharma 1997 juga mengemukakan dua aspek terkait interaksi sosial yaitu : a. Kontak sosial

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23