PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT DALAMMENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TRIMURJO SEMESTER GENAP TAHUN AJAR 2013/2014

ABSTRAK
PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT
DALAMMENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA
KELAS XI SMA NEGERI 1 TRIMURJO
SEMESTER GENAP TAHUN
AJAR 2013/2014

Oleh:
Yessi Agustina

Pembelajaran yang dilakukan disekolah senantiasa masih menerapkan metode
pembelajaran yang biasa dan kurang mendorong siswa dalam menerima materi
pembelajaran dengan baik sehingga siswa kurang semangat dalam menerima dan
mengikuti proses pembelajaran yang berlangsung ini secara langsung berdampak
pada hasil belajar siswa. Metode pembelajaran akan dilakukan pembelajaran
menyenangkan dengan diterapkannya metode cooperative script yang diharapkan
mampu meningkatkan hasil belajar siswa.
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana hasil belajar kognitif
siswa dalam pembelajaran sejarah kelas XI IPS menggunakan metode cooperative
script? Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui
Hasil belajar kognitif siswa dalam pembelajaran sejarah kelas XI IPS
menggunakan metode cooperatve script di SMA Negeri 1 Trimurjo.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Trimurjo tahun
pelajaran 2013/2014 yang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik random
sampling dengan cara pengundian, sehingga kelas XI IPS 2 terpilih sebagai
sampel. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalahThe One Shoot Case
Study dengan data hasil belajar siswa yang diperoleh melalui posttest pada akhir
pembelajaran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode cooperative script
sebagai berikut: hasil belajar kognitif siswa pada pencapaian jenjang kognitif
tertinggi adalah pemahaman (C2) rata-ratanya 74,39 masuk pada kategori baik
dan hasil belajar kognitif siswa yang paling tinggi adalah kategori nilai 60-69
(cukup) 47,82% diperoleh dari jumlah keseluruhan 23 siswa yang telah
diklasifikasikan kedalam 4 kategori sesuai nilainya yaitu memuaskan, baik,
cukup, dan kurang cukup. Hasil akhirnya yang tertinggi pada kategori CUKUP
dengan jumlah 11 siswa.

RIWAYAT PENULIS

Penulis dilahirkan pada tanggal 30 Agustus 1989 di Suka
bumi OKU Selatan. Penulis merupakan anak ke-3dari 4
bersaudara dari pasangan Bapak Abdullah Susilo dan
IbuYusminar.z. Pendidikan penulis dimulai dari Sekolah
Dasar Negri Gedung Baru OKU Selatan dan tamat belajar
pada tahun2001.
Penulis melanjutkan pendidikan kejenjang sekolah menengah pertama di SMP
Negeri 2 Banding Agung OKU Selatan dan selesai pada tahun 2004 dan
dilanjutkan kejenjang sekolah menengahatas di SMA Negeri13 Bandar Lampung
dan tamat belajar pada tahun 2007.
Padatahun 2007 penulis diterima di Universitas Lampung, Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, di Program Studi
Pendidikan Sejarah. Pada Semester VI penulis menjalani Program Pengalaman
Lapangan (PPL) di SMANegeri 15 Bandar Lampung.

SANWACANA

Segala Puji Bagi Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, hanya karena
Rahmat-NyadanKarunia-Nya skripsi ini dapat diselesaikan.
Skripsi dengan judul “Penerapan Metode Pembelajaran Cooperative Script
Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah Siswa Kelas XI SMM Negeri I
Trimurjo Tahun Ajaran 2013/2014”adalah persyaratan untuk mendapat gelar
Sarjana Pendidikan di Universitas Lampung.
Dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih yang tulus kepada
1. Bapak Dr. Bujang Rahman, M.Si selaku Dekan Fakultas Keguruan dan
Ilmu Pendidikan.
2. Bapak Drs. Thoha B.S.Jaya, M.Si selaku Pembantu Dekan I Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
3. Bapak Drs. Arwin Ahmad, M.Si selaku Pembantu Dekan II Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan
4. Bapak Drs. Iskandar Syah, M.H selaku pembantu Dekan III Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan serta sekaligus sebagai Pembimbing
Akademik dan Pembimbing I penulis mengucapkan banyak terimakasih
atas masukan-masukan yang telah diberikan kepada penulis.
5. Bapak Drs. Buchori Asyik, M.Si selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu
PengetahuanSosial.
6. Bapak Drs. Maskun. M.H selaku Ketua Program Studi Pendidikan
Sejarah, serta sebagai Pembahas penulis mengucapkan banyak terimakasih

atas bimbingan serta masukan-masukan yang sangat membangun bagi
kelancaran proses penyusunan skripsi.

7. Bapak M. Basri, S.Pd, M.Pd selaku Pembimbing II. Penulis mengucapkan
terimakasih atas bimbingan dan segala masukan yang telah diberikan
dalam proses penyusunan skripsi
8. Terimakasih kepada Ibu Dr. Risma Margareta Sinaga, M.Hum, Drs Ali
Imron, M.Hum, bapak Drs. Tontowi Amsia, M.Si, bapak Drs. Syaiful,
M.Si, ibu Yustina Sri Ekwandari, S.Pd, M.Hum, bapak Suparman Arif,
S.Pd, M.Pd, Bapak Wakidi, M. Hum selaku dosen Pendidikan Sejarah
yang telah memberikan ilmu pengetahuan bagi penulis.
9. Terimakasih kepada teman-teman agkatan 2007 dan seluruh mahasiswa
Program Studi Sejarah yang selalu memberikan arahan dan dukungan
kepada penulis.
10. Terimakasih kepada sahabatku Desy aryani yang selalu menemani dan
memberikan arahan dan dukungan.
11. Terimakasih kepa sadaraku Lisa,Renti,Yuda,terimakasih untuk kalian
semua.
12. Terimakasih kepada seseorang yang jauh disanan yang selalu member
motifasi, perhatian, serta dukungannya selamaini.

Akhir kata penulis menyadari bahwa skripsi ini masih kurang dari kesempurnaan
akan tetapi penulis berharap agar skripsi ini dapat berguna dan bermanfaat bagi
kita semua. Amin.

Bandar Lampung, September2014
Penulis

YessiAgustina

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN
ABSTRAK
DAFTAR ISI
I.

PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang .................................................................................. 1
1.2.Identifikasi Masalah .......................................................................... 6
1.3.Batasan Masalah................................................................................ 7
1.4.Rumusan Msalah ............................................................................... 7
1.5.Tujuan Masalah ................................................................................. 7
1.6.Kegunaan Penelitian.......................................................................... 7
1.7.Ruang Lingkup Penelitian ................................................................. 8

II. TINJAUAN PUSTAKA,KERANGKA PIKIR DAN PARADIKMA
2.1.Tinjauan Pustaka ............................................................................. 10
2.1.1.Kongsep Metode Pembelajaran................................................. 10
2.1.2.Kongsep Pembelajaran Cooperative Script ............................... 11
2.1.3.Kongsep Hasil Belajar............................................................... 13
2.2.Kerangka Pikir ................................................................................ 16
2.3.Paradikma ........................................................................................ 18
III. METODE PENELITIAN
3.1.Jenis Penelitian dan Metode Penelitian yang digunakan ................ 19
3.2.Desain Penelitian ............................................................................ 19
3.3.Lokasi dan Waktu Penelitian .......................................................... 20
3.4.Populasi dan Sempel ....................................................................... 20
3.4.1.Populasi ..................................................................................... 21
3.4.2.Teknik Pemilihan Sempel ........................................................ .21
3.4.3.Sampel....................................................................................... 22
3.5.Variabel Penelitian dan Definisi Oprasional ................................... 23
3.5.1.Variabel Penelitian .................................................................... 23
3.5.2.Definisi Oprasional Variabel .................................................... 23
3.6.Teknik Pengumpulan Data .............................................................. 25
3.6.1.Tes ............................................................................................. 25
3.6.2.Dokumentasi ............................................................................. 26
3.6.3.Kepustakaan .............................................................................. 27
3.7.Langkah-Langkah Penelitian .......................................................... 27

3.8.Langkah-Langkah Pelaksanana Pembelajaran ................................ 28
3.9.Instrumen Penelitian ....................................................................... 29
3.10.Pengujian Validitas dan Reliabilitas ............................................. 29
3.10.1.Uji Validitas ............................................................................ 29
3.10.2.Uji Reliabilitas ........................................................................ 30
3.10.3.Tingkat Kesukaran .................................................................. 31
3.10.4.Daya Pembeda......................................................................... 32
3.11. Teknik Analisis Data ..................................................................... 34
3.12. Kriteria Hasil Belajar .................................................................... 35
VI.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1. Gambar Umum Tempat Penelitia......................................................... 36
4.2. Hasil penelitian..................................................................................... 44
4.2.1. Data Hasil Kemampuan Akhir (Nilai Posttest Siswa) .................... 44
4.3.Pembahasan ........................................................................................... 49
V.
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1.Kesimpulan ........................................................................................... 53
5.2.Saran ...................................................................................................... 53
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

I.

1.1

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah suatu modal awal proses menuju pembangunan bangsa.Karena
pendidikan sangat diperlukan untuk dapat menghasilkan generasi yang terampil
menuju perubahan kearah yang lebih baik dan positif.Pendidikan juga dapat
mengarahkan

generasi-generasi

mendatang

untuk

dapat

meningkatkan

perkembangan dunia pendidikan yang di harapkan dapat meningkatkan
kemampuannya secara optimal baik bakat maupun minat.Serta memotivasi
generasi-generasi mendatang untuk lebih memajukan dunia pendidikan itu sendiri.
Menurut Oemar Hamalik (2005:3), pendidikan merupakan satu proses dalam
rangka mempengaruhi peserta didik agar mampu menyesuaikan diri sebaik
mungkin dengan lingkungannya dan pada akhirnya dapat menimbulkan perubahan
dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi dan berguna bagi kehidupan
masyarakat sekitar maupun orang banyak.

Salah satu cara untuk mewujudkan tujuan pendidikan adalah dengan cara
meningkatkan mutu pendidikan. Peningkatan mutu pendidikan pada jenjang
sekolah harus lebih ditingkatkan untuk menghasilkan lulusan atau output yang
berkualitas serta mampu bersaing dalam era globalisasi. Pembelajaran adalah
suatu system yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubunga antara
satu dengan yang lainya. Komponen tersebut meliputi tujuan materi metode dan

2

evaluasi Tempat komponen pembelajaran tersebut harus diperhatikan oleh guru
dalam memilih dan menentukan metode pembelajaran yang digunakan dalam
kegiatan pembelajaran. Menurut Sudjana (2005:28) “Pembelajaran dapat diartikan
sebagai setiap upaya yang sistematik dan sengaja untuk menciptakan agar terjadi
kegiatan interaksi edukatif antara dua pihak,yaitu antara peserta didik (warga
belajar) dan pendidik (sumber belajar) yang melakukan kegiatan membelajarkan”.

Oleh sebab itu,diperlukanadanya peningkatan pendidikan terutama dari segi
kualitas, karena kualitas dari proses pembelajaran dapat mempengaruhi kualitas
dari hasil belajar. Saat ini pembelajaran harus diarahkan pada kegiatan yang
mampu membentuk individu yang mandiri, cerdas, kreatif. Pembelajaran harus
ditekankan pada aktivitas siswa untuk mengembangkan kemampuan berfikir
dengan cara mencari, menemukan, dan memecahkan masalah sehingga siswa
lebih dominan dalam pembelajaran dan peran guru bergeser pada merancang dan
mendesain pembelajaran. Guru tidak lagi menjadi tokoh utama dalam
pembelajaran, tetapi cenderung memiliki peran sebagai pengontrol proses belajar.

Guru sebagai tenaga edukatif dalam pendidikan yang mempunyai peran sebagai
fasilitator, dalam hal ini seorang guru akan memberikan fasilitas atau kemudahan
dalam pembelajaran yaitu dengan menciptakan suasana pembelajaran yang
menyenangkan,menetapkan materi pembelajaran, cara menyampaikannya, apa
saja hasil yang ingin dicapai, serta strategi apa yang akan digunakan untuk melihat
kemampuan siswa dan membantu mengarahkan siswa untuk melakukan sendiri
aktivitas pembelajaran itu.Selain itu, guru juga memiliki peran sebagai motivator
yang memberikan inspirasi dan dorongan, pembimbing dalam pengembangan

3

sikap, tingkah laku, dan nilai-nilai,serta orang yang menguasai bahan yang
diajarkan (Sadirman, 2007: 143-146).

Metode pembelajaran yang baik adalah metode pembelajaran yang dapat
meningkatkan perkembangan kognitif siswa.Maka tugas guru adalah memilih
metode pelajaran yang tepat untuk menciptakan proses belajar mengajar yang
baik.Metode pembelajaran adalah suatu rencana atau suatu pola yang digunakan
sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajara
dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat pembelajaran
termaksut

di

dalamnya

buku-buku,

filem,

computer,

dan

lain-

lain(Trianto,2010:22).

Metode pembelajaran merupakan perencanana pembelajaran di kelas yang mampu
mengembangkan kognitif siswa,seperti kemampuan berpikir kritis,kemampuan
berpikir kritis merupakan salah satu aspek yang penting untuk dikembangkan
dalam dunia pendidikan.

Keberhasilan dari suatu pembelajaran dapat diukur melalui hasil belajar. Hasil
belajar diartikan sebagai tolak ukur keberhasilan suatu proses belajar yang
dilakukan oleh siswa dan hasil belajar juga menggambarkan kemampuan yang
dimiliki oleh siswa serta dapat menunjukkan perubahan prilaku seorang siswa
setelah mengikuti proses pembelajaran. Tingkat hasil belajar yang dicapai oleh
siswa memiliki hasil yang berbeda-beda. Perbedaan hasil belajar ini dipengaruhi
oleh berbagai faktor, baik itu faktor yang muncul dari dalam diri siswa (faktor
internal) maupun faktor yang muncul dari luar diri siswa (faktor eksternal).Salah

4

satu pendukung hasil belajar yang baik adalah guru menggunakan metode
pembelajaran sehinnga proses belajar mengajar di kelas dapat berjalan secara
sistematis.

Metode pembelajaran menggambarkan kegiatan belajar mengajar dari awal
sampai akhir yang dilakukan secara khas oleh guru dan siswa. Penggunaan
metode pembelajaran harus disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan serta
disesuaikan dengan jenjang pendidikan. Metode pembelajaran yang baik adalah
metode pembelajaran yang mampu mendorong siswa terlibat aktif baik secara
intelektual maupun emosional dalam suatu proses belajar,sehingga siswa mampu
memahami menyerap dan menganalisis materi yang disajikan.

Metode

pembelajaran

yang

diterapkan

diharapkan

bersifatmaka

perlu

dikembangkan suatu metode pembelajaran yang mampu meningkatkan prestasi
siswa dan melibatkan peran serta siswa secara menyeluruh sehingga kegiatan
belajar mengajar tidak hanya didominasi oleh siswa-siswa tertentu saja. Selain itu,
melalui pemilihan metode pembelajaran tersebut diharapkan sumber informasi
yang diterima siswa tidak hanya dari guru melainkan juga dapat meningkatkan
peran serta dan keaktifan siswa dalam mempelajari dan menelaah ilmu yang ada
terutama pada mata pelajaran sejarah.Salah satu upaya yang dianggap mampu
untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan baik, sehingga dapat
membantu meningkatkan prestos belajar siswa dan hasil belajar siswa sejarah
adalah dengan metode pembelajaran Cooperative Script.

Setelah melakukan observasi dan diskusi dengan guru IPS yang mengajar di kelas
XI SMA Negeri 1 Trimurjo, dapat diketahui bahwa penggunaan metode kurang

5

memperhatikan interaksi atau umpan balik dari siswa dalam proses pembelajaran
yang berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Oleh karena itu akan
dilakukan penelitian dalam pembelajaran yang menyenangkan, yaitu tentang
pengaruh penggunaan motode pembelajran cooverative script terhadap hasil
belajar siswa pada mata pelajaran sejarah pada materi pengaruh repolusi besar di
dunia terhadap prgerakan Indonesia.
Permasalahan yang terjadi dalam dunia pendidikan Indonesia dewasa ini adalah
masih rendahnya prestasi belajar anak didik.Hal ini tentunya tidak terlepas dari
adanya berbagai faktor yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan pembelajaran di
dalam kelas.Antara lain tujuan, materi, sumber belajar, metode pembelajaran dan
evaluasi belajar.
Tabel 1.Nilai Ujian Tengah Semester Mata Pelajaran Siswa Kelas XI SMA Negeri
1 Trimurjo Lampung Tengah Tahun Pelajaran 2013/2014.
Nilai

Jumlah

Kelas

Keterangan

75

siswa

XI IPS 1

11

9

20

Kriteria ketuntasan

XI IPS 2

15

8

23

minimum

XI IPS 3

8

12

20

yangditetapkan sekolah

Jumlah

34

29

63

adalah 75

53,97

46,03

100%

Persentase
(%)
Sumber: Daftar nilai ujian tengah semester mata pelajaran sejarah tahun
pelajaran 2013/20 14.

6

Adapun kriteria yang dijadikan pedoman adalah Kriteria Ketuntasan Minimal
SMA Negeri 1 Trimurjo Lampung Tengah. Menurut guru SMA Negeri 1
Trimurjo Lampung Tengah, siswa yang memperoleh nilai 75 maka dianggap
tuntas.
Berdasarkan Tabel 1 dan kriteria di atas,dapat diketahui bahwa secara keseluruhan
prestasi belajar siswa pada mata pelajaran sejarah masih tergolong rendah yaitu
dari 63 siswa,hanya 29 siswa atau 46,03% yang mendapatkan nilai lebih dari
75,Sedangkan 34 siswa atau 53,97% mendapatkan nilai kurang dari 75.
Berdasarkan latar belakang di atas,maka masalah ini menarik untuk diteliti. Maka
penulis akan mengadakan penelitian dengan judul “Penerapan Metode
Pembelajaran Cooperative ScriptDalam Meningkatkan Hasil Belajar Sejarah
Siswa Kelas XI

SMA Negeri 1 Trimurjo Semester Genap Tahun Ajar

2013/2014’’.
1.2.

Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, masalah dalam penelitian ini dapat
diidentifikasikan sebagai berikut:
1. Pelaksanaan pembelajaran sejarah kelas XI IPS menggunakan metode
pembelajaran cooperative scriptdi SMA Negeri 1 Trimurjo
2. Hasil belajar kognitif siswa dalam pembelajaran sejarah kelas XI IPS
menggunakan metode cooperative script di SMA Negeri 1 Trimurjo

7

1.3 Pembatasan Masalah

Agar masalah dalam penelitian ini tidak terlalu luas, maka penulis membatasi
masalah pada “ Hasil belajar kognitif siswa dalam pembelajaran sejarah kelas XI
IPS mengunakan metode pembelajaran cooperative script di SMA Negeri 1
Trimurjo semester genap tahun ajaran 2013/2014”
1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka masalah dalam penelitian ini
dirumuskan sebagai berikut ”Bagaimanakah hasil belajar kognitif siswa dalam
pembelajaran sejarah kelas XI IPS menggunakan metodecooperative script di
SMA Negeri 1 Trimurjo Lampung Tengah ?

1.5 Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui “Hasil
belajar kognitif siswa dalam pembelajaran sejarah kelas XI IPS menggunakan
metode cooperatve script di SMA Negeri 1 Trimurjo”

1.6

Kegunaan Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi pihak-pihak yang membutuhkan.
Adapun kegunaan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi guru

: Memberikan informasi tentang metode
mengajar yang dapat diterapkan di dalam kelas untuk
meningkatkan pemahaman, aktivitas, dan hasil belajar
kognitif siswa pada pembelajaran sejarah.

8

2. Bagi siswa

: Dengan menggunakan metode
mengajar yang lebih bervariasi dapat memberikan suasana
baru dalam proses belajar di dalam kelas.

3. Bagi sekolah : Memberikan sumbangan yang bermanfaat bagi sekolah
dalam rangka mengembangkan proses belajar mengajar di
dalam kelas.
4. Bagi penulis : Memberikan pengalaman yang berharga kepada peneliti
untuk mengetahui penerapan metode pembelajaran
cooperatve scriptdan hasil belajar kognitif siswa pada
pembelajaran sejarah di SMA Negri 1 Trimurjo.

1.7

Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian adalah sebagai berikut:
1. Objek Penelitian
Ruang lingkup objek penelitian adalah metode pembelajaran Cooperative
script (X), dan hasil belajar siswa (Y).
2. Subjek Penelitian
Ruang lingkup subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1
Trimurjo.
3. Tempat Penelitian
Ruang lingkup tempat penelitian adalah SMA Negeri 1 Trimurjo.
4. Waktu Penelitian
Ruang lingkup waktu penelitian ini dilakukan pada tahun pelajaran
2013/2014.

9

5. Ilmu Penelitian
Ruang lingkup ilmu dalam penelitian ini adalah ilmu pendidikan,
khususnya bidang studi sejarah.

10

REFERENSI

B. Suryosubroto. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: Rineka
Cipta. hlm.149.
Hamalik, Oemar. 2011. Kurikulum dan Pembelajaran. Penerbit Bumi
Aksara.Jakarta.
http://www.majalahpendidikan.com/2013/03/tahap-tahap-prosesHuda, Miftahul M.Pd.2011. Cooperative Learning:Metode, Teknik, Struktur, dan
Ibid. hlm. 87
Model penerapan/PPL. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. hlm.138
pembelajaran.html
Roestiyah. 1986. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Bina Aksara. hlm.37.
S Hamalik, Oemar. 2003. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi angkasa

II.

2.1

TINJAUAN PUSTAKA,KERANGKA PIKIR DAN PARADIKMA

Tinjauan Pustaka

Dalam tinjauan pustaka ini akan memaparkan pengertian-pengertian konsep yang
berkaitan dengan penelitian sebagai berikut:
2.1.1. Konsep Metode Pembelajaran
Tugas seorang guru di kelas adalah mengelola pembelajaran dan menyampaikan
materi kepada siswanya. Proses pemberian materi pelajaran dari guru ke siswa
tidak semudah yang dibayangkan oleh kebanyakan orang dan tidak semudah
memberi permen atau gula-gula kepada anak kecil, proses penyampaian materi ini
membutuhkan metode. Metode ini digunakan oleh guru agar materi yang
disampaikan dapat diterima atau diserap secara baik dengan waktu dan biaya yang
lebih efektif dan efisien.

Menurut I Gde Widja (1989) pengertian metode adalah bagian dari strategi
mengajar yang merupakan langkah taktis yang perlu diambil guru dalam
mengefektifkan strategi yang digunakannya agar tujuan pengajaran yang telah
ditentukannya dapat tercapai. Jadi peran metode sangatlah penting dalam hal ini
karena dengan metode seorang guru diharapkan akan lebih mudah dalam
menyampaikan materinya dan siswa juga akan lebih menguasai materi tersebut,
sehingga tujuan dari pembelajaran dapat dicapai secara maksimal dengan baik.

2.1.2

Konsep Pembelajaran Cooperative Script

11

Cooperative berasal dari kata Cooperate yang artinya bekerja sama, bantuanmembantu, gotong royong. Sedangkan kata dari Cooperation yang memiliki arti
kerja sama, koperasi persekutuan. Script ini berasal dari kata Script yang memiliki
arti uang kertas darurat, surat saham sementara dan surat andil sementara.

Jadi pengertian dari Cooperative adalah Strategi belajar dimana siswa belajar
dalam kelompok kecil yang memiliki kemampuan yang berbeda. Metode
Cooperative Script menurut Departemen Nasional yaitu dimana siswa bekerja
berpasangan dan bergantian secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian materi
yang dipelajari. Pembelajaran cooperative script merupakan salah satu bentuk
atau metode pembelajaran kooperatif. Metode pembelajaran cooperative script
dalam perkembangannya mengalami banyak adaptasi sehingga melahirkan
beberapa pengertian dan bentuk yang sedikit berbeda antara yang satu dengan
yang lainnya.
Pelajaran cooperative script menurut Miftahul A’la(2011:97)adalah metode
belajar diman siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikitisarkan bagianbagian dari materi yang dipelajarinya dalam ruwangan kelas.

Brousseau (2002) dalam Hadi (2007:18) menyatakan bahwa metode pembelajaran
cooperative script adalah secara tidak langsung terdapat kontrak belajar antara
guru dengan siswa dan siswa dengan siswa mengenai cara berkolaborasi.

12

Adapun kelebihan metode pembelajaran cooperative script diantaranya adalah
sebagai berikut:
1.Melatih pendengaran,ketelitian dan kecermatan
2.Setiap siswa mendapatkan peran
3.Melatih mengungkapkan kesalahan orang lain dengan lisan (Miftahul
A’la,2011:98)
Adapun kelemahan metode pembelajaran cooperative script diantaranya adalah
sebagai berikut:
1.Hanya digunakan untuk mata pelajaran tertentu.
2.Hanya dilakukan dua orang atau lebih (Miftahul A’la,2011:98)
Metode pembelajaran Cooperative Script merupakan suatu strategi yang efektif
bagi siswa untuk mencapai hasil akademik dan sosial termasuk meningkatkan
hasil belajar, percaya diri, dan hubungan interpersonal positif antara satu siswa
dengan siswa yang lain.Metode pembelajaran Cooperative Script banyak
menyediakan kesempatan kepada siswa untuk membandingkan jawabannya dan
menilai ketepatan jawaban, sehingga dapat mendorong siswa yang kurang pintar
untuk tetap berbuat (meningkatkan kemampuan berpikir kreatifsiswa).Metode
pembelajaran ini memudahkan siswa melakukan interaksi social antara siswa
satunya dengan siswa yang lainya, sehingga mengembangkan keterampilan
berdiskusi, dan siswa bisa lebih menghargaipendapat orang lain.

Setiap metode pembelajaran pasti memiliki kelebihan dan kekurangan, begitu juga
dengan Motode pembelajaran Cooperative Script ini.Tidak semua siswa mampu
menerapkan metode pembelajaran Cooperative Script, sehingga banyak tersita

13

waktu untuk menjelaskan mengenai metode pembelajaran ini.Beberapa siswa
mungkin pada awalnya takut untuk mengeluarkan ide, takut dinilai teman dalam
kelompoknya.Penggunaan Metode pembelajaran Cooperative Script harus sangat
rinci melaporkan setiap penampilan siswa dan tiap tugas siswa, dan banyak
menghabiskan waktu

untuk

menghitung hasil

belajar

kelompok.metode

pembelajaran ini sulit membentuk kelompok yang solid yang dapat bekerja sama
dengan baik.Penilaian terhadap murid atau siswapun secara individual menjadi
sulit karena tersembunyi di dalam kelompok.

2.1.3

Konsep Hasil Belajar

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh
suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,sebagai hasil
pengalamanya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya (Slameto, 2003:2).
Belajar merupakan proses yang terus terjadi secara berkesinambungan dalam
kehidupan manusia baik dilakukan secara sadar atau tidak sadar.

Belajar merupakan perubahan tingkah laku atau penampilan dengan serangkaian
kegiatan misalnya dengan membaca, mendengarkan, meniru, dan lain sebagainya
(SardimanA.M,2001:20). Dalam keseluruhan proses pendidikan kegiatan belajar
mengajar merupakan kegiatan yang paling pokok dan paling penting dalam
keseluruhan proses pendidikan.

Belajar adalah terjadinya perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya
dari tidak tahu menjadi tahu dan dari tidak mengerti menjadi mengerti.Tingkah
laku memiliki unsur subyektif dan unsur motoris.Unsure subyektif adalah unsur

14

rohaniah sedangkan unsur motoris adalah unsur jasmaniah.Bahwa seseorang
sedang berfikir dapat dilihat dari raut mukanya, sikapnya dalam rohaniahnya tidak
dapat kita lihat (Hamalik, 2004:30).

Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh
suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan,sebagai hasil
pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya(Slameto,2003: 5)

Menurut Oemar Hamalik,belajar dibedakan menjadi 2 yaitu:1)Belajar merupakan
modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. 2)Belajar adalah
suatu proses perubahan tingkah laku individu melalui interaksi dengan lingkungan
(Oemar Hamalik, 2004:27).

Dengan demikian dapat disimpulkan belajar adalah perubahan tingkah laku pada
individu-individu yang belajar.Perubahan itu tidak hanya berkaitan dengan
penambahan ilmu pengetahuan, tetapi juga berbentuk kecakapan, keterampilan,
sikap, pengertian, harga diri, minat, watak, penyesuaian diri.Jadi, dapat dikatakan
bahwa belajar itu sebagai rangkaian kegiatan jiwa raga yang menuju
perkembangan pribadi manusia seutuhnya.

Dalam sistem pendidikan nasional, pengklasifikasian hasil belajar yang diadopsi
adalah klasifikasi yang dikemukakan oleh Blom dalam Sudjana (2004:22), secara
garis besar membagi hasil belajar menjadi 3 ranah, yaitu kognitif, afektif, dan
psikomotorik. Untuk mengukur aspek kognitif dilakukan melalui tes, untuk
mengukur aspek afektif dapat dilakukan melalui skala sikap dan untuk menguji
aspek psikomotorik dapat dilakukan dengan ujian tindakan.

15

“Untuk menangkap isi dan pesan belajar, maka dalam belajar tersebut individu
menggunakan kemampuan pada ranah-ranah:
a. Kognitifyaitu
kemampuan
yang
berkenaan
dengan
pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan
evaluasi.
b. Afektifyaitu kemampuan yang mengutamakan perasaan, emosi,
dan reaksi-reaksi yang berbeda dengan penalaran yang terdiri
dari kategori penerimaan, partisipasi, penilaian sikap,
organisasi dan pembentukan pola hidup.
c. Psikomotorik yaitu kemapuan yang mengutamakan
keterampilan jasmani terdiri dari persepsi, kesiapan, gerakan
terbimbing, gerakan terbiasa, gerakan kompleks, penyesuaian
pola gerakan dan kreativitas.”
(Benjamin S. Bloom dalam Abdurahman, 2003:38).
Setelah mengalami proses pembelajaran, seorang siswa akan memperoleh hasil
dari sebuah proses belajar yang telah ia lakukan. Oemar Hamalik(2003:43)
menyatakan bahwa hasil belajar adalah perubahan tingkah laku yang diharapkan,
yang nantinya dimiliki siswa setelah dilaksanakannya kegiatan belajar mengajar.
Sedangkan Menurut Suryosubroto (1997:2), hasil belajar adalah penilaian tentang
kemajuan siswa dalam segala hal yang dipelajari di sekolah yang menyangkut
pengetahuan dan kecakapan atau keterampilan yang dinyatakan sesudah penilaian.
Dari pengertian hasil belajar yang telah dikemukakan oleh para ahli, maka hasil
belajar merupakan segala perubahan dan kemampuan yang dimiliki siswa setelah
mengalami sebuah rangkaian kegiatan dalam proses belajar. Seseorang yang telah
melakukan aktivitas belajar dan memperoleh perubahan dalam dirinya serta
memiliki pengalaman baru dalam hidupnya, maka individu tersebut dapat
dikatakan telah melaksanakan apa yang dimaksud dengan belajar.

16

2.2

Kerangka Pikir

Metode pembelajaran cooperative script menurut Lambiotte, dkk.(1988) adalah
salah satu strategi metodepembelajaran dimana siswa bekerja berpasanagan dan
bergantian secara lisan,mengihtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari.
Setrategi ini ditunjukan untuk membantu siswa berpikir secara sistematis dan
berkonsentras pada materi pelajaran.Siswa juga dilatih untuk saling bekerja satu
sama lain dalam suasana yang menyenangkan dan juga memungkinkan siswa
untuk menumukan ide-ide pokok dari gagasan besar yang disampaikan oleh guru.
Sehinga siswa yang pakum dapat belajar secara aktif dan belajar mandiri sehinga
hasil belajar siswa diharapkan akan meningkat.
Pelajaran cooperative script menurut Miftahul A’la(2011:97)adalah metode
belajar diman siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikitisarkan bagianbagian dari materi yang dipelajarinya dalam ruwangan kelas.
Brousseau (2002) dalam Hadi (2007:18) menyatakan bahwa metode pembelajaran
cooperative script adalah secara tidak langsung terdapat kontrak belajar antara
guru dengan siswa dan siswa dengan siswa mengenai cara berkolaborasi.
Untuk mengukur aspek kognitif dilakukan melalui tes:
Ranah kognitifberkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam
aspek, yakni:
1. Pengetahuan atau ingatan adalah tingkat kemampuan yang hanya meminta
siswa untuk mengenal atau mengetahui adanya konsep, fakta, atau istilahistilah tanpa harus mengerti.
2. Pemahaman adalah tingkat kemampuan yang mengharapkan siswa mampu
memahami arti atau konsep, situasi, serta fakta yang diketahuinya.

17

3. Aplikasi adalah tingkat kemampuan yang mengharapkan siswa mampu
menerapkan atau menggunakan apa yang telah diketahuinya dalam situasi
yang baru baginya.
4. Analisis adalah tingkat kemampuan siswa untuk menganalisis atau
menguraikan suatu situasi tertentu kedalam komponen-komponen atau
unsur-unsur pembentuknya.
5. Sintesis adalah tingkat kemampuan siswa untuk menemukan hubungan
kausal atau urutan tertentu.
6. Evaluasi adalah tingkat kemampuan siswa untuk membuat suatu penilaian
tentang suatu pernyataan, konsep, situasi, dan sebagainya.

Variabel bebas dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran Cooperative
script.Sedangkan variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa
pada materi pelajaran sejarah yang telah ditentukan. Metode pembelajaran ini
akan diujicobakan kepada siswa kelas XI SMA Negeri 1 Trimurjo. Sampel dalam
penelitian ini yaitu kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Trimurjo.

18

2.3

Paradigma

Penerapan Metode Pembelajaran
Cooperative Script

1.
2.
3.
4.
5.
6.

Pengetahuan
Pemahaman
Aplikasi
Analisis
Sintesis
Evaluasi

Hasil Belajar Siswa Kognitif

Keterangan

:
: Garis Hubungan
: Garis Pengaruh

19

REFERENSI

A’la,Miftahul.2011.”Quantum Teaching”.Yogyakarta:Diva Press
Badudu-Zain.1994.Kamus Umum Bahasa Indonesia.Jakarta:Pustaka Sinar
Harapan.
Lie,A.2002. Cooperatif Laerning.Penerbit PT Gramedia Widiasarana
Indonesia.Jakarta.104 halaman.
Lukman Ali,dkk.1995.Kamus Besar Bahasa Indonesia.Jakarta:Balai Pustaka.
Mardalis. 2008. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi
Aksara.
Nasution.1997. Berbagai Pendekatan dalam Belajar Mengajar.Jakarta: Bumi
Aksara.
Nugroho,Rian.2003.Kebijakan Publik Pormulasi,Implementasi,dan
evaluasi.Jakarta:PT.Elex Media Komputindo

III.

METODE PENELITIAN

3.1.Jenis Penelitian dan Metode Penelitian yang digunakan

Metodologi penelitian adalah suatu alat dan cara yang sistematis yang dimiliki dan
ditempuh oleh seorang peneliti dalam usaha mengadakan penelitian agar
tercapainya tujuan yang diantaranya adalah menemukan, mengembangkan, dan
menguji kebenaran suatu pengetahuan. Untuk memecahkan suatu masalah dan
mendapatkan data yang tepat, maka diperlukan metode yang dapat menunjang
penyelesaian suatu masalah.
Pemilihan metode yang tepat dapat memudahkan suatu penelitian. Penulis akan
meneliti hasil belajar siwa dalam pembelajaran sejarah mengunakan metode
cooperative script. Dalam hal ini tidak terdapat kelas pembanding, maka metode
yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode eksperimen dengan
menggunakan teknik eksperimen semu (quasi eksperimen).

3.2.Desain Penelitian
Metode penelitian eksperimen memiliki bermacam-macam jenis desain. Desain
eksperimen pada penelitian ini menggunakan tipe The One Shot Case Study pada
penelitian ini tidak ada kelompok kontrol dan siswa diberikan pengajaran
(perlakuan) dalam waktu tertentu, tanda (X). Kemudian diakhiri dengan posttest

20

pada tiap akhir pelajaran atau tes setelah penggunaan metode cooperative script
yang diberikan tanda (O).
Desain penelitian ini sebagai berikut :
Perlakuan

Observasi

X

O

Keterangan :
X = Treatment yang diberikan/variabel independen yang merupakan sebab.
O = Observasi/variabel dependen yang merupakan akibat.
Jadi, penggunaan metode cooperative script terhadap hasil belajar siswa.

3.3.Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Trimurjo Lampung Tengah yang
beralamatkan di Jalan Karang Bolong 11F, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten
Lampung Tengah 34172.Kegiatan penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari,
yaitu pada Semester Genap tahun ajaran 2013/2014.

3.4.Populasi dan Sampel

3.4.1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek, subjek yang memiliki
kualitas dan karakteristik tertentu yang talah ditetapkan peneliti untuk dipelajari
dan kemudian ditarik kesimpulannya.Menurut Sugiyono (2012:117) adalah
wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek atau subjek yang mempunyai kualitas
dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan

21

kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya diartikan sebagai
orang saja, tetapi bisa juga objek dan benda-benda alam yang lain.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPS di SMA Negeri 1
Trimurjo Tahun Ajaran 2013/2014, seperti tampak pada tabel berikut ini.

Tabel 1. Jumlah populasi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Trimurjo Tahun Pelajaran
2013-2014
No.

Kelas

Siswa

Jumlah

1

XI IPS 1

L
13

2

XI IPS 2

14

9

23

3

XI IPS 3

11

9

20

38

26

64

Jumlah

P
8

21

Sumber : Tata Usaha SMA Negeri 1 Trimurjo
Dari tabel diatas dapat diketahui yang menjadi populasi adalah siswa kelas XI IPS
SMA Negri 1 Trimurjo Tahun Ajaran 2013/2014 yang terdistribusi dalam 3 kelas
(XI IPS 1, XI IPS 2, dan XI IPS 3) dengan jumlah keseluruhan sebanyak 64 siswa
terbagi menjadi 38 laki-laki dan 26 perempuan

3.4.2. Teknik Pemilihan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik
Random Sampling, menurut Suharsimi Arikunto (2006:134) dalam bukunya yang
berjudul prosedur penelitian, teknik Random Sampling ini memberikan hak yang
sama kepada setiap subjek untuk memperoleh kesempatan untuk dipilih menjadi
sampel.

22

Penarikan sampel pada penelitian ini adalah dengan cara mengundi kelas XI IPS 2
SMA Negeri 1 Trimurjo untuk menentukan kelas mana yang akan diterapkan
metode pembelajaran yang telah dipilih oleh peneliti dan yang menjadi sampel
pada penelitian ini adalah kelas XI IPS 2 sebagai objek penelitian.

3.4.3. Sampel

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karektaristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut. Sasaran yang akan menjadi data dalam penelitian. Dalam populasi
penelitian ini sebanyak 23.Sedangkan dalam menentukan besarnya sampel,
peneliti berpedoman pada pendapat (Margono, 2010:121) “sampel adalah sebagai
bagian dari pupulasi, sebagai contoh yang diambil dengan menggunakan cara-cara
tertentu”.
Tabel2. Sampel kelas XI IPS 2
No.

1.

Kelas

IX IPS 2

JUMLAH

Jumlah Siswa

Jumlah

Laki-laki

Perempuan

14

9

23orang

14

9

23orang
Sumber :Tata Usaha SMA
Negri 1 Trimurjo Tahun
Ajaran 2013/2014

Dari tabel diatas, sampel pada populasi ini adalah kelas XI IPS 2 yang mendapat
perlakuan dengan diajarkan metode pembelajaran cooperative script.

23

3.5. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional
3.5.1. Variabel Penelitian
Menurut Sumadi Suryabrata dalam bukunya Metodelogi Penelitian, yang
dimaksud dengan variabel adalah segala sesuatu yang akan menjadi obyek
pengamatan penelitian atau faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau
gejala yang diteliti (Sumadi Suryabrata, 2000 : 72).
Hatch dan Farhady:1981,(dalam sugiono 2012:60) menyatakan bahwa variabel
merupakan atribut seseorang atau objek,yang mempunyai variasi antara satuorang
dengan yang lain atau satu objek dengan objek lain.
Variabel-variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas dan variabel
terikat, sebagai berikut :
Variabel bebas adalah variabel Independen yang mempengaruhi atau variabel
yang menjadi sebab perubahannya yang menyebabkan timbulnya variabel
dependen.Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah penggunaan
Metode Pembelajarancooperative scriptdalam pembelajaran sejarah.
Variabel terikat adalah variabel dependen yang dipengaruhi atau variabel yang
menjadi akibat karena adanya variabel bebas.Dalam penelitian ini yang menjadi
variabel terikat adalah hasil belajar kognitif siswa pada mata pelajaran sejarah.

3.5.2. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional variabel adalah definisi yang diberikan kepada suatu variabel
dan konstak dengan cara memberikan arti atau lebih menspesifikasikan kegiatan
atau memberikan suatu operasional yang diperlukan untuk mengukur konstak

24

variabel tersebut. Untuk memahami objek permasalahan dalam penelitian ini
secara jelas maka diperlukan pendefinisian variabel secara operasional sebagai
berikut :
Vriabel bebas dalam penelitian ini adalah metode pembelajaran coope serativcrip.
Pada kelas ini metode pembelajaran cooperative scriptadalah metode belajar
diman siswa bekerja berpasangan dan secara lisan mengikitisarkan bagian-bagian
dari materi yang dipelajarinya dalam ruwangan kelas.Pengunaan metode
cooperative scripakan lebih mengarahkan siswa agar melatih pendengaran,
ketelitian, kecermatan untuk menemukan ide-ide pokok dan gagasan dalam
kelompok, secara tidak langsung terdapat kontrak belajar antara guru dengan
siswa dan siswa dengan siswa mengenai cara berkolaborasi. Serta mendorong
siswa untuk berlatih memecahkan suatu masalah dengan mengungkapkan idenya
secara verbal dan membandingkan ide siswa dengan ide temannya.Membantu
siswa belajar menghormati siswa yang pintar dan siswa yang kurang pintar serta
menerima perbedaan yang ada.Memotivasi siswa yang kurang pandai agar mampu
mengungkapkan pemikirannya.Memudahkan siwa berdiskusi dan melakukan
interaksi sosial dan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa.Hasil belajar
dalam penelitian ini adalah hasil be;lajar kognitif siswa setelah diberikan perilaku
berupa motode pembelajaran cooperative script.
Hasil belajar dalam penelitian ini berupa nilai atau skor yang diperoleh oleh siswa
setelah mengerjakan posttest berbentuk pilihan ganda pada materi pelajaran
sejarah yang telah ditentukan.

25

Pada rencana pengukuran variabel untuk memudahkan penulis dalam penelitian
analisis data, maka diperlukan pengukuran dan penelitian variabel yang akan
diukur pada penelitian ini adalah hasil belajar kognitif sejarah siswa yang diajar
dengan menggunakan metode Cooperative script.
3.6. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
3.6.1. Tes
Menurut (Suharsimi Arikunto,2011:52) tes atau kuis merupakan alat atau prosedur
yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dalam suasana, dengan
cara dan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Tes yang dimaksud dalam
penelitian ini adalah sebuah alat untuk menentukan atau mengukur hasil belajar
siswa dibidang aspek kognitif pada mata pelajaran sejarah.Tes yang digunakan
berupa tes formatif pilihan ganda yang diadakan setiap akhir kompetensi dasar
atau pada waktu yang telah ditentukan. Tes formatif pilihan ganda berjumlah 30
soal yang terbagi kedalam 6 ranah kognitif yaitu pengetahuan C1, pemahaman C2,
penerapan C3, analisis C4, sintesis C5, dan evaluasi C6. Untuk menentukan hasil
belajar kognitif, Dinas Pendidikan Bandar Lampung memiliki kategorinya yaitu
80-100 (Memuaskan), 70-79 (Baik), 60-69 (Cukup), 0-59 (Kurang cukup) tes ini
diadakan pada waktu yang telah ditentukan dan pada akhir pembelajaran (posttest)
pada kelas XI IPS 2 dengan kisi-kisi soal sebagai berikut :

26

Tabel 3 kisi-kisi soal posttest
NO.

JENJANG

NOMOR SOAL

JUMLAH

1.

Pengetahuan (C1)

2, 3, 6, 8, 13, 20, 21, 23,24

8

2.

Pemahaman (C2)

1, 9, 15, 17, 18, 25, 26, 28

9

3.

Penerapan (C3)

7, 16, 22

3

4.

Analisis (C4)

4, 10, 11

3

5.

Sintesis (C5)

12, 14, 30

3

6.

Evaluasi (C6)

5, 19, 27,29

4

JUMLAH KESELURUHAN

30
Sumber : Olah data peneliti

Dari tiap jenjang memiliki skor yang berbeda- beda, pengetahuan C1 skor 1,
pemahaman C2, skor 2, penerapan C3 skor 3, analisis C4 skor 5, sintesis C5 skor
6, dan evaluasi C6 skor 8, maka pengsekoran jawaban dari masing- masing
jenjang ssebagai berikut :
Jenjang = jumlah soal x skor
C1 = 8 x 1 = 8
C2 = 9 x 2 = 18
C3 = 3 x 3 = 9
C4 = 3 x 5 = 15
C5 = 3 x 6 = 18
C6 = 4 x 8 = 32
Jumlah skor 100

27

3.6.2. Dokumentasi

Dokumentasi adalah suatu teknik untuk mendapatkan data dengan cara mencatat
data yang sudah ada. Dokumentasi dilakukan dengan cara pengambilan data yang
sudah ada, seperti: data siswa kelas XI SMA Negeri 1 Trimurjo dan nilai-nilaites
siswa padamateri pelajaran sejarah sebelum menggunakan metode pembelajaran
Cooperative script.
3.6.3. Studi Kepustakaan

Teknik ini digunakan untuk mendapatkan data-data yang berhubungan dengan
penulisan dalam penelitian ini,seperti : teori yang mendukung, konsep-konsep
dalam penelitian, serta data-data yang diambil dari berbagai referensi.

3.7. Langkah-Langkah Penelitian

Langkah-langkah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Obsevasi awal untuk melihat kondisi lampangan atau tempat penelitian seperi
banyak kelas,jumlah siswa,dan cara guru mengajar.
2. Menentukan populasi dan sampel.
3. Menyusun dan menetapkan materi pelajaran yang akan digunakan dalam
penelitian.
4. Menyusun silabus dan Rencana Pelakasanan Pembelajaran(RPP).
5. Membuat instrumen tes penelitian.
6. Melakukan validasi instrumen.
7. Mengujicobakan instrumen.
8.Melaksanakan kegiatan belajar mengajar dikelas.

28

9.Menganalisis data.
10. Membuat kesimpulan.
3.8. Langkah-Langkah Pelaksanaan Pembelajaran

Langkah- langkah pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan dalam penelitian ini
adalah sebagai berikut :
1. Kegiatan Pendahuluan
Pada awal pembelajaran guru memeriksa kehadiran siswa, memberikan
motivasi,dan menyampaikan tujuan pembelajaran.
2. Kegiatan Inti
Kegiatan pembelajaran yang dilakukan merupakan metodeCooperative
script.
a. Guru membagi siswa untuk berpasangan.
b. Guru membagiakan wacana/materi tiap siswa untuk dibaca dan
membuat ringkasan.
c. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai
pembicara dan siapa yang berperan sebagai pendengar.
d. Pembicara membacakan ringkasannya selengkap mungkin dengan
memasukkan ide-ide pokok dalam ringkasannya, sementara
pendengar:
e. Menyimak/mengoreksi/melengkapi ide-ide pokok yang kurang
lengkap.
f. Membantu

mengingat/menghafal

ide/ide

pokok

dengan

menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.

29

g. Bertukar peran, semula berperan sebagai pembicara ditukar
menjadi pendengar dan sebaliknya. Kemudian lakukan seperti
kegiatan tersebut kembali..
3. Kegiatan Akhir
Pada akhir pembelajaran guru membimbing siswa untuk bersama-sama
menyimpulkan materi yang telah dipelajari, dan memberi kesempatan kepada
siswa untuk menanyakan sesuatu hal yang belum dipahami dan pembelajaran
diakhiri oleh tes.

3.9. Instrumen Penelitian
Penelitian memerlukan instrumen penelitian agar mendapatkan data yang valid.
Instrumen merupakan (Margono,2000:155) alat pengumpul data yang dibuat
sedemikian

rupa

sehingga

menghasilkan

data

empiris

sebagai

mana

adanya.Instrumen untuk mengukur pengelolaan pembelajaran yaitu pengamatan
aktivitas kegiatan belajar mengajar dan hasil belajar siswa, yaitu lembar soal tes
formatif.Lembar soal ini berisi 30 soal pilihan ganda yang digunakan saat posttest
(ujian akhir) untuk melihat hasil belajar ranah kognitif setelah diberikan metode
pembelajarancooperative script pada akhir pertemuannya.

3.10. Pengujian Validitas dan Reliabilitas

3.10.1 Uji Validitas

Sebelum instrumen digunakan dalam sampel, instrumen harus diuji terlebih
dahulu dengan menggunakan uji validitas.Uji validitas yang digunakan adalah uji

30

validitas konstruk.Validitas konstruk didapat dengan membuat kesesuaian antara
tujuan pembelajaran yang ada pada RPP dengan indikator tes, prediksi dan butir
tes.Penentuan kesesuaian antar variable tersebut dapat dilakukan melalui penilaian
ahli.

3.10.2. Uji Reliabilitas

Instrumen yang reliabel adalah instrumen yang digunakan beberapa kali untuk
mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama. Perhitungan
untuk mencari harga reliabilitas instrumen didasarkan pada pendapat Suharsimi
Arikunto (2006:109) yang menyatakan bahwa untuk menghitung reliabilitas dapat
digunakan rumus alpha, yaitu :

(



)

Dimana :
: reliabilitas yang dicari


: jumlah varians skor tiap- tiap item
: varians total
(Arikunto, 2006:109)

Uji reliabilitas merupakan indeks yang menunjukkan sejauh mana alat pengukuran
dapat dipercaya atau diandalkan.Reliabilitas instrumen diperlukan untuk
mendapatkan data sesuai dengan pengukuran. Untuk mencapai hal tersebut,
dilakukan uji relibilitas dengan menggunakan SPSS 17.0 dengan metode Alpha
Cronbach`s yang diukur berdasarkan skala alpha cronbach`s 0 sampai 1.

31

Menurut Sayuti dan Saputri (2010:30), kuisioner dinyatakan reliabel jika
mempunyai nilai koefisien alpha, maka digunakan ukuran kemantapan alpha yang
diinterpretasikan sebagai berikut :
Tabel 4. Kriteria nilai Alpha Cronbach`s
Nilai Alpha Cronbach`s

Kriteria

0,00 – 0,20

Kurang reliable

0,21 – 0,40

Agak reliable

0,41 – 0,60

Cukup reliable

0,61 – 0,80

Reliabel

0,81 – 1,00

Sangat reliable
Sumber : Buku Sayuti dan Saputri hal 30

Setelah instrumen valid dan reliabel, kemudian disebarkan kepada sampel yang
sesungguhnya. Skor total setiap siswa diperoleh dengan menjumlahkan skor setiap
nomor soal.

3.10.3. Tingkat Kesukaran
Untuk menghitung tingkat kesukaran suatu butir soal digunakan rumus sebagai
berikut :

Keterangan :
P

: angka indeks kesukaran item

Np

: banyaknya siswa yang dapat menjawab dengan betul

N

: jumlah siswa yang mengikuti tes hasil belajar

( Sudijono, 2008: 372).

32

Untuk menginterpretasikan tingkat kesukaran suatu butir soal dapat ditentukan
dengan menggunakan kriteria indeks kesukaran yang dapat dilihat seperti pada
tabel berikut ini :

Tabel 5. Interpretasi Nilai Tingkat Kesukaran
Besarnya P

Interpretasi

Kurang dari 0,30

Sangat Sukar

0,30 – 0,70

Cukup (Sedang)

Lebih dari 0,70

Mudah
Sumber : Sudijono (2008:372)

3.10.4. Daya Pembeda
Sebelum menghitung daya pembeda, terlebih dahulu data diurutkan dari siswa
yang memperoleh nilai tertinggi sampai siswa yang memperoleh nilai
terendah.Kemudian diambil 27% siswa yang memperoleh nilai tertinggi (disebut
kelompok atas) dan 27% siswa yang memperoleh nilai terendah (disebut
kelompok bawah). Sudijono mengungkapkan bahwa menghitung daya pembeda
ditentukan dengan rumus sebagai berikut :

D = PA – PB ; dimana PA =

dan PB =

Keterangan :
D

: indeks diskriminasi satu butir soal

PA

: proporsi kelompok atas yang dapat menjawab dengan benar butir soal
yang diolah

33

PB

: proporsi kelompok bawah yang dapat menjawab dengan benar butir soal
yang diolah

BA

: banyaknya kelompok atas yang dapat menjawab dengan benar butir soal
yang diolah

BB

: banyaknya kelompok bawah yang dapat menjawab dengan benar butir
soal yang diolah

JA

: jumlah kelompok atas

JB

: jumlah kelompok bawah

(Sudijono, 2008:389)

Hasil perhitungan daya pemb

Dokumen yang terkait

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DEBAT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IPS 1 SEMESTER GENAP DI SMA NEGERI 2 KOTA AGUNG TP 2011/2012

0 20 53

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN TARI BAMBU (BAMBOO DANCING) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA SEJARAH KELAS XI SMA NEGERI 1 TRIMURJO SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2013-2014

2 26 61

PENERAPAN METODE PROBLEM POSING DALAM UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IPS DI SMA NEGERI I KOTAGAJAH LAMPUNG TENGAH TAHUN PELAJARAN 2013/2014

0 6 66

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN COOPERATIVE SCRIPT DALAMMENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 TRIMURJO SEMESTER GENAP TAHUN AJAR 2013/2014

0 22 48

PENGARUH MEDIA KOMIK TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IPS 1 DI SMA SWADHIPA NATAR TAHUN PELAJARAN 2013/2014

5 33 68

PENGARUH METODE BELAJAR RESITASI TERHADAP HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS X IPA SMA NEGERI 1 KOTAAGUNG TAHUN PELAJARAN 2013-2014

0 8 68

PENGARUH MEDIA PEMBELAJARAN DAN KEMANDIRIAN BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 NATAR TAHUN AJARAN 2013/2014

3 16 92

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE LEARNING TOGETHER (LT) DENGAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA MATA PELAJARAN SEJARAH SEMESTER GENAP UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN SEJARAH DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 1 SMA NEGERI GONDANGREJO TAHUN AJARAN 201520

0 1 13

PENERAPAN STRATEGI PEMBELAJARAN ACTIVE KNOWLEDGE SHARING UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFAN BERTANYA DAN HASIL BELAJAR SEJARAH SISWA KELAS XI IIS 1 SMA NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN AJARAN 2015 2016

0 0 15

UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KESADARAN SEJARAH DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 BOYOLALI TAHUN AJARAN 20152016

0 1 14

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

117 3864 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1026 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 924 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 616 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 772 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1320 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

65 1213 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 802 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 1084 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1315 23