Sistem Pengawasan Intern Aktiva Tetap pada CV SEJAHTERA MANDIRI MEDAN.

TUGAS AKHIR

SISTEM PENGAWASAN INTERN TERHADAP AKTIVA TETAP PADA
CV.SEJAHTERA MANDIRI MEDAN

Diajukan Oleh

RIFI MUHAMMAD
062102036

PROGRAM DIPLOMA III AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah
memberikan

Rahmat

dan

Hidayah-Nya,

sehingga

penulis

telah

dapat

menyelesaikan Tugas Akhir ini dengan “Sistem Pengawasan Intern Aktiva Tetap
pada CV SEJAHTERA MANDIRI MEDAN” yang merupakan salah satu syarat
untuk menyelesaikan studi pada Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi Program
Diploma III Universitas Sumatera Utara.
Dalam menyelesaikan tugas akhir ini, penulis banyak mendapat bimbingan
dan dukungan dari berbagai pihak, baik materil mapun moril, maka dengan
kerendahan hati penulis mengucapkan terima kasih yang tidak terhingga kepada :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Rustam, M.Si, Ak, selaku Ketua Program Studi Akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara yang telah banyak
memberikan waktu dan pengarahan kepada penulis dalam menyelesaikan
Tugas Akhir ini.
3. Bapak Iskandar Muda, SE, M.Si selaku Sekretaris Program Studi Diploma
III Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
4. Bapak Nasri Dalimunthe, selaku Pimpinan CV SEJAHTERA MANDIRI
MEDAN dan seluruh staf karyawan yang telah memberikan kesempatan

Universitas Sumatera Utara

pada penulis untuk mengadakan penelitian dan memberikan data yang
diperlukan dalam penyelesaian Tugas Akhir ini.
5. Teristimewa untuk kedua orang tua penulis Ayahanda H. Tusiman dan
Ibunda Hj. Agustina Hsb yang telah membesarkan, mendidik dan
memberikan kasih sayang yang begitu besar hingga akhirnya penulis
menjadi seperti sekarang ini. Tiada ada kata yang pantas diucapkan selain
terima kasih untuk semua ini.
Akhirnya, semoga apa yang tertuang dalam tugas akhir ini dapat berguna
bagi penulis dan pihak lain yang memerlukan.

Medan, 20 Juni 2011
Penulis

( Rifi Muhammad )

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR …………………………………………...........

i

DAFTAR ISI ………………………………………………………..

iii

BAB I

SISTEM PENGAWASAN INTERN TERHADAP AKTIVA
TETAP PADA CV.SEJAHTERA MANDIRI MEDAN

BAB II

: PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah …………………...

1

2. Permasalahan………………………….........

2

3. Maksud dan Tujuan Penelitian………….....

3

4. Rencana Penulisan

BAB III

a. Jadwal Survei ………………………….

3

b. Rencana isi …………………………….

3

: PROFIL CV SEJAHTERA MANDIRI MEDAN
1. Sejarah Singkat Perusahaan…………………

6

2. Struktur Organisasi dan Personalia…………

7

3. Job Description …………………………….

7

4. Jaringan Usaha Terkini..…………………….

9

5. Kinerja Usaha Terkini ……………………...

9

6. Rencana Kegiatan ………………………….

9

Universitas Sumatera Utara

BAB IV

BAB V

: TOPIK PENELITIAN
A. Pengertian Aktiva Tetap …………………….

10

B. Jenis-jenis Aktiva Tetap ……………………

12

C. Cara Perolehan dan Penyusutan Aktiva Tetap

14

D. Sistem Akuntansi Aktiva Tetap …………….

28

: PENUTUP
A. Kesimpulan ………………………………....

30

B. Saran ………………………………………..

31

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................

32

LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
TABEL 1.1 Kegiatan Penulisan Tugas Akhir ................................................. 4
TABEL 1.2 Skala Pengukuran Variabel.......................................................... 24

Universitas Sumatera Utara

BAB I
SISTEM PENGAWASAN INTERN TERHADAP AKTIVA TETAP
PADA CV.SEJAHTERA MANDIRI MEDAN

Universitas Sumatera Utara

BAB II
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang Masalah
Sektor perekonomian suatu negara mempengaruhi perkembangan negara tersebut
dengan perekonomian yang sehat dan stabil mempermudah masyarakat menuju

cita- cita yang diinginkan sebagai masyarakat adil dan makmur. Oleh karena itu
perekonomian memiliki peranan yang sangat penting bagi setiap negara. Setiap
perusahaan, baik perusahaan industri, perusahaan jasa maupun perusahaan dagang
tentu memiliki aktiva tetap. Perkiraan aktiva tetap merupakan salah satu unsur
yang terdapat di dalam neraca yang sifatnya permanen dan dapat digunakan terusmenerus dalam proses produksi, selama taksiran umur ekonomis aktiva tersebut.
Aktiva tetap pada umumnya terdiri dari tanah, kendaraan, mesin, gedung
dan harta berwujud lainnya yang digunakan dalam kegiatan perusahaan dan tidak
untuk dijual. Aktiva tetap dapat diperoleh perusahaan dengan berbagai cara, dan
setiap cara akan mempengaruhi penentuan harga perolehan. Adapun cara tersebut
dapat berupa pembelian tunai, pembelian cicilan, hadiah. Aktiva tetap merupakan
salah satu sumber daya atau kekayaan yang harus mendapat perhatian besar. Oleh
karena itu pengawasan yang baik terhadap aktiva tetap merupakan faktor
penunjang terjaminnya operasional perusahaan dengan lancar. Bila aktiva tetap
perusahaan mengalami kerusakan karena kurangnya perhatian dari pihak
perusahaan atau kurangnya pengawasan aktiva tetap menyebabkan terganggunya
kegiatan perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

Untuk itu aktiva tetap yang ada pada suatu perusahaan haruslah benarbenar diperhatikan karena bila ditinjau dari segi pengolahan dan pembuatannya
memakan waktu yang cukup lama serta pengawasan rumit. Sistem pengawasan
dimulai dari saat dibuatnya komitmen terhadap pengadaan aktiva tetap sampai
disposisi terakhir melalui penjualan aktiva tetap. Pengawasan dilaksanakan untuk
menguji kebenaran aktiva tetap, apakah dipertanggungjawabkan, dipergunakan
secara jujur, diasumsikan secukupnya dan ditangani dengan cara lain sebagaimana
yang telah ditetapkan oleh manajemen perusahaan.
Apabila terdapat kesalahan dalam mengelola aktiva tetap yang terdapat
dalam perusahaan seperti kesalahan dalam penafsiran umur ekonomis, kesalahan
penyusutan aktiva tetap dan pemeliharaan aktiva tetap yang tidak benar akan
menimbulkan kerugian bagi perusahan sehingga aktiva tetap yang dimiliki
perusahaan perlu dibuat pengawasan intern yang benar sesuai dengan standar
akuntansi yang berterima secara umum.
Dari uraian di atas, maka peneliti memilih “Pengawasan Intern Terhadap
Aktiva Tetap pada CV Sejahtera Mandiri Medan”.

2. Permasalahan
Pengelolaan aktiva tetap seringkali tidak terlalu diperhatikan oleh sebagian
perusahaan yang mempunyai aktiva tetap yang hanya untuk mendukung operasi
perusahaan. Berdasarkan hal tersebut maka penulis mencoba merumuskan
masalah Apakah internal kontrol terhadap aktiva tetap pada perusahaan telah
dilaksanakan secara efektif ?

Universitas Sumatera Utara

3. Maksud dan Tujuan Penelitian
1. Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah pengawasan
intern terhadap aktiva tetap telah dilaksanakan secara efektif.
2. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian yaitu :
a. Sebagai bahan masukan untuk dapat terciptanya kebijakan dan penilaian
yang baik terhadap aktiva tetap,
b. Sebagai bahan masukan bagi peneliti jika dikemudian hari diminta
pendapat mengenai pengawasan intern terhadap aktiva tetap,
c. Sebagai bahan masukan bagi peneliti-peneliti berikutnya untuk
menyempurnakan penelitian pada topik yang sama agar hasil penelitian
menjadi lebih baik pada masa yang akan datang.

4. Rencana Penelitian
Rencana penelitian terdiri atas Jadwal penelitian dan rencana isi penelitian.
1. Jadwal Penelitian
Jadwal penelitian dilakukan setelah peneliti menyelesaikan magang di
Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara. Jadwal survei terdiri dari berbagai
kegiatan. Kegiatan dimulai dari berbagai persiapan mebellaksanakan survei,
pelaksanaan bimbingan untuk pengolahan data, pelaporan bimbingan untuk
penulisan tugas akhir, serta penyempurnaan tugas akhir. Jadwal penelitian untuk
lebih jelasnya dapat dilihat di tabel jadwal penelitian berikut ini :

Universitas Sumatera Utara

Tabel 1.1
Kegiatan Penulisan Tugas Akhir

NO Kegiatan
1.
2.

3.
4.

I

September
Minggu
II III IV

I

Nopember
Minggu
II III IV

A. Persiapan
Pelaksanaan
survei
untuk
mendapatkan topik tugas akhir.
Bimbingan untuk pelaksanaan
tugas akhir.
B. Pelaksanaan
Bimbingan untuk pengolahan
data perusahaan.
Pengolahan data perusahaan
dalam penyusunan tugas akhir.
C. Pelaporan

5.
6.
7.
8.
9.
10.

Bimbingan untuk penulisan
BAB I Tugas Akhir.
Bimbingan untuk penulisan
BAB II Tugas Akhir.
Penulisan untuk BAB III tugas
akhir.
Penulisan untuk BAB IV tugas
akhir.
Bimbingan Tahap Akhir dalam
penyusunan tugas akhir.
Penyempurnaan Tugas Akhir.

2. Rencana Penelitian
Laporan penelitian terdiri dari empat bab yaitu, bab pendahuluan, profil
CV Sejahtera Mandiri Medan, topik penelitian, dan penutup. Pada Bab
pendahuluan diuraikan tentang latar belakang masalah, permasalahan, tujuan dan
manfaat penelitian, sistematika penelitian yang terdiri dari jadwal penelitian dan
laporan penelitian. Pada bab selanjutnya diuraikan mengenai profil dari CV
Sejahtera Mandiri Medan, sejarah ringkas perusahaan, jenis usaha kegiatan,

Universitas Sumatera Utara

struktur organisasi dan personalia, job deskripsi, kinerja usaha terkini, dan rencana
kegiatan. Pada bab selanjutnya, peneliti akan menguraikan hasil penelitian sesuai
dengan tema yang dipilih berdasarkan bidang studi mahasiswa. Dalam bab ini
penulis mencoba memberikan analisa dan evaluasi terhadap perolehan aktiva
tetap, metode penyusutan, penggantian aktiva tetap, dan pengawasan aktiva tetap
berdasarkan teori dan hasil penelitian. Pada bab selanjutnya yaitu penutup berisi
kesimpulan berdasarkan uraian terdahulu dan saran guna meningkatkan
pengawasan intern aktiva tetap pada CV Sejahtera Mandiri Medan

dalam

menunjang kemajuan perusahaan yang akan datang.

Universitas Sumatera Utara

BAB III
PROFIL CV SEJAHTERA MANDIRI

1. Sejarah Singkat Perusahaan
CV Sejahtera Mandiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang
komputer yang sebagian dari karyawan dan pimpinan perusahaan telah sarat
dengan pengalaman dalam menangani bisnis komputer, sehingga tidak ada alasan
bagi siapapun untuk ragu atas kemampuan dan kredibilitas perusahaan. CV.
Sejahtera Mandiri. Perusahaan ini berdiri pada 17 April 2007. CV Sejahtera
Mandiri mempunyai mitra bisnis seperti PT. Dito Bagus Artomoro yang bergerak
dibidang Distribusi dan servis serta memiliki kontrak servis dengan CIMB Niaga
di Sumatera utara. Pendiri CV Sejahtera Mandiri adalah Bapak Nasri Dalimunthe.
Kebanggaan dari perusahaan CV Sejahtera Mandiri yaitu masih mampu
eksis walaupun baru berumur 3 tahun, namun tidak menyurutkan semangat dan
tujuan utama perusahaan yaitu dapat membantu dalam memajukan negara dan
dapat mengurangi pengangguran tenaga kerja.
Perusahaan masih terbatas dalam membantu masyarakat untuk dapat
mengurangi resiko yang dihadapi dalam bidang komputer (kerugian). Tantangan
ke depan bukanlah hal yang mudah dengan globalisasi ekonomi dan
perkembangan baik secara nasional dan internasional, namun dengan penuh
keyakinan perusahaan mampu untuk bersaing dengan sehat dan maju berkembang.
Pada saat ini, CV Sejahtera Mandiri masih dikelola oleh para pelaksana CV
Sejahtera Mandiri yang sama, dengan penuh dedikasi untuk mempertahankan dan

Universitas Sumatera Utara

memberi prioritas pada tujuan untuk memenuhi kepuasan konsumen dan mitra
bisnis.

2. Struktur Organisasi Perusahaan
Setiap organisasi pada hakekatnya adalah perwujudan dari suatu kerjasama
secara bersama bertanggung jawab dan teratur, hal ini digambarkan dalam struktur
organisasi yang secara sistematis yang menunjukkan kedudukan, wewenang,
tanggung jawab, dan tugas yang berbeda-beda dalam organisasi. Pengorganisasian
berguna untuk mempersatukan orang-orang dan sumber daya yang ada untuk
mencapai tujuan perusahaan. Dalam mencapai tujuan perusahaan harus ditentukan
alat-alat mana yang sesuai, siapa pemegang kunci atau jabatan yang
melakukannya dan setiap bagian memiliki wewenang untuk mengatur devisi
masing-masing.

3. Job Description
Sebagaimana yang tertera pada bagan struktur organisasi CV Sejahtera
Mandiri, maka tugas-tugas pokok tiap bagian dapat diuraikan sebagai berikut :

1. Direktur
Tugas pokok seorang direktur disini antara lain :
1. Memimpin perusahaan dan bertanggung jawab terhadap seluruh kelangsungan
hidup perusahaan.
2. Memutuskan dan menentukan urutan prioritas atas kewenangannya.

Universitas Sumatera Utara

3. Mencari mitra bisnis ataupun pelanggan baru baik di dalam maupun di luar
kota.
4. Menjaga hubungan baik dengan mitra bisnis maupun pelanggan.
5. Selalu mengikuti perkembangan di bidang komputer agar dapat mengikuti
persaingan pasar.

2. Wakil Direktur
Tugas wakil direktur disini antara lain:
1. Bertanggung jawab atas kelancaran dan ketertiban pelaksanaan pekerjaan serta
pengamanan sumber daya didalam dan dilingkungan unit kerja yang
dipimpinnya,
2. Meneliti dan merencanakan pemasaran suatu produk baru yang bakal disukai
masyarakat.
3. Bertanggung jawab kepada direktur.
4. Memberikan pelayanan terhadap pelanggan dan mitra bisnis.

3. Karyawan
Tugas karyawan disini antara lain :
1. Menservis segala jenis komputer, printer dari pelanggan maupun mitra bisnis
perusahaan.
2. Melayani penjualan produk perusahaan.
3. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diperintahkan atasan.

Universitas Sumatera Utara

4. Jaringan Usaha Terkini
Bidang komputer dan servis yang dilaksanakan oleh CV. Sejahtera
Mandiri sebagai berikut :
1. Servis CPU,
2. Servis Monitor,
3. Servis Printer,
4. Servis Jaringan internet,
5. Penjualan CPU,
6. Penjualan Monitor,
7. Penjualan Printer,
8. Penjualan modem, Hub, kabel internet
9. Pemasangan jaringan internet,

5. Kinerja Usaha Terkini
Perusahaan turut melaksanakan dan menunjang kebijaksanaan serta
program pemerintah dibidang ekonomi dan pembangunan Nasional pada
umumnya, khusus di sub sektor jasa asuransi dalam arti seluas-luasnya dengan
tujuan memupuk keuntungan berdasarkan prinsip perusahaan yang sehat.

6. Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan CV Sejahtera Mandiri adalah menjadi supplier bagi
perusahaan lain dan umum dalam penyediaan sparepart komputer sekaligus
menyediakan servis bagi setiap penggunanya.

Universitas Sumatera Utara

BAB IV
TOPIK PENELITIAN

Dalam BAB III ini penulis akan membuat pembahasan mengenai
pengawasan intern aktiva tetap yang dilakukan dengan cara membandingkan teori
yang diperoleh dari hasil tinjauan penulis ke CV. Sejahtera Mandiri.
A. Aktiva Tetap
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan sebelumnya termasuk data-data
yang dikumpulkan oleh penulis beserta hasil penelitian yang diperoleh dari
lapangan, maka pada bab ini penulis akan mencoba membahas objek penelitian
yang dititikberatkan pada penerapan Standar Akuntansi Keuangan. Sesuai dengan
apa yang telah diuraikan pada bab sebelumnya bahwa dalam memperoleh aktiva
tetap dapat dilakukan dengan beberapa cara. Begitu juga halnya dengan yang
dilakukan oleh CV. Sejahtera Mandiri.
Menurut Mulyadi (2001) pengertian aktiva tetap adalah :
“Kekayaan perusahaan yang memiliki wujud, mempunyai manfaat ekonomis lebih
dari satu tahun, dan diperoleh perusahaan untuk melaksanakn kegiatan
perusahaan, bukan untuk dijual kembali”.
Menurut Ikatan Akuntan Indonesia, (2002) pengertian aktiva adalah :
“ aktiva adalah sumber daya yang dikuasai oleh perusahaan sebagai akibat dari
peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi di masa depan diharapkan
akan diperoleh perusahaan”.

Universitas Sumatera Utara

Dari pengertian di atas diperoleh suatu kesimpulan bahwa aktiva tetap
mempunyai tiga sifat utama, yaitu :
1. Mempunyai kemungkinan masa manfaat di masa datang yang mempunyai
kemampuan sendiri maupun kombinasi dengan aktiva lainnya untuk
menyumbangkan aliran kas masuk di masa datang baik langsung maupun
tidak langsung,
2. Suatu perusahaan dapat memperoleh manfaat dan mengawasi manfaat
tersebut,
3. Transaksi-transaksi menyebabkan timbulnya hak perusahaan untuk
memperoleh dan mengawasi manfaat tersebut.
Suatu aktiva yang memiliki nilai uang dan berbentuk fisik yang menjadi
milk perusahaan dinamakan aktiva berwujud misalnya tanah, gedung, mesinmesin, peralatan kantor, kendaraan, dan lainnya. Aktiva yang tidak berwujud
dapat berupa hak atas sesuatu seperti hak paten, copyright, dan lain sebagainya.
Menurut Niswonger, Warren, Reeve, Fess, (1994) pengertian aktiva tetap
adalah :
“Aktiva adalah aktiva berumur panjang yang sifatnya permanent, yang digunakan
dalam operasi perusahaan dan yang dibeli bukan untuk dijual lagi dalam operasi
normal perusahaan”.
Dari defenisi diatas dapat diambil kesimpulan bahwa aktiva tetap
mempunyai kriteria antara lain :
a) Berwujud,
b) Dimiliki oleh perusahaan,

Universitas Sumatera Utara

c) Masa operasinya lebih dari satu tahun atau dalam jangka waktu relative
lama,
d) Nilainya besar,
e) Tidak untuk dijual.

Menurut CV. Sejahtera Mandiri pengertian aktiva tetap adalah :
“ aktiva perusahaan yang sifatnya relatif tetap yang sifatnya berwujud, digunakan
dalam operasi perusahaan, dan yang dibeli bukan untuk dijual lagi”.
Sesuai dengan perbandingan di atas, pengertian aktiva tetap pada CV.
Sejahtera Mandiri telah telah disesuaikan dengan Standar. Akuntansi Keuangan
dimana aktiva tetap yang ada memiliki ciri-ciri sesuai dengan yang dimaksudkan
oleh Ikatan Akuntan Indonesia yaitu berwujud, dimiliki oleh perusahaan serta
tidak dimaksudkan untuk dijual kembali.

B. Jenis-jenis aktiva tetap
Dapat dikelompokkan dalam beberapa segi yaitu :
1. Substansi
Yaitu aktiva yang dapat digantikan dengan sejenisnya. Aktiva tetap dapat
dibagi menjadi dua bagian, yaitu :
a. Tangible fixed asset ( aktiva berwujud )
Contohnya : lahan, mesin, gedung, peralatan, dan lainnya.

Universitas Sumatera Utara

b. Intangible fixed asset ( Aktiva tidak berwujud )
contohnya : goodwill, paten, copyright, franchise, lease hold, dan
lainnya.
c. Umur
Pengkategorian aktiva tetap dari segi ini berguna untuk mengetahui
perlu tidaknya dilakukan penyusutan terhadap harga perolehan, mengingat
aktiva tetap memiliki masa manfaat yang berbeda-beda.
Menurut Mulyadi, ( 2001) aktiva tetap berwujud yang dimiliki oleh
suatu perusahaan dikelompokkan sebagai berikut :
a. Tanah dan pematangan tanah ( land and land improvement),
b. Gedung dan perbaikan gedung,
c. Mesin,
d. Meubel,
e. Kendaraan-kendaraan
CV. Sejahtera Mandiri mengkategorikan jenis aktiva tetapnya ke dalam empat
kategori yang masing-masing harga perolehan dan masa manfaatnya telah
ditetapkan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan, yaitu :
A. Tanah,
B. Bangunan,
C. Kendaraan,
D. Peralatan kantor, dapat dibagi atas :
a) Computer,
b) Peralatan kantor lainnya.

Universitas Sumatera Utara

Sesuai dengan pengertian yang dikemukakan oleh Ikatan Akuntan
Indonesia diatas terkait ciri-ciri aktiva tetap, maka seluruh kategori yang ada pada
CV. Sejahtera Mandiri telah disesuaikan dengan Standar Akuntansi Keuangan
diman aktiva tetap yang ada memiliki ciri-ciri sesuai dengan yamg dimaksudkan
oleh Ikatan Akuntan Indonesia yaitu berwujud, dimiliki oleh perusahaan serta
tidak dimaksudkan untuk dijual kembali.

C. Cara Perolehan Aktiva Tetap
Suatu aktiva tetap mempunyai harga perolehan yang meliputi seluruh
jumlah biaya yang dikeluarkan atau hutang yang timbul untuk memperoleh aktiva
tersebut. Biaya perolehan dicatat sebesar harga perolehannya yaitu harga beli
aktiva tersebut ditambah biaya yang dikeluarkan sampai aktiva tetap tersebut
dapat digunakan oleh perusahaan. Ikatan Akuntan Indonesia, (2002) berpendapat
bahwa : Biaya perolehan suatu aktiva tetap terdiri dari harga belinya, termasuk bea
impor dan PPh masukan tidak boleh retribusi ( non refundable ), dan setiap biaya
yang dapat diretribusikan secara langsung dalam membawa aktiva tersebut dapat
bekerja untuk penggunaan yang dapat dimasukkan setiap potongan dikurangkan
dari harga pembelian. Contoh biaya yang dapat diretribusikan secara langsung
adalah :
a. Biaya persiapan manfaat,
b. Biaya penyusutan awal, biaya simpan dan bongkar merk,
c. Biaya pemasangan,
d. Biaya professional, seperti arsitek, seperti arsitek dan insinyur.

Universitas Sumatera Utara

Dalam menjalankan aktivitasnya suatu perusahaan dapat memperoleh
aktiva tetap dengan beberapa cara, antara lain :
a. Pembelian Tunai
Pembelian suatu aktiva tetap secara tunai biasa dilakukan apabila
perusahaan memiliki dana yang cukup untuk memperolehnya. Dalam perkiraan,
aktiva tetap tersebut dicatat sebesar jumlah uang yang dikeluarkan sehubungan
dengan pembelian tersebut. Biaya-biaya yang dikapitalisasi sebagai harga
perolehan adalah aktiva tetap itu sendiri ditambah dengan biaya-biaya terkait
pembelian aktiva tetap tersebut seperti pajak penjualan, biaya pengangkutan,
asuransi dalam perjalanan, bea nama balik, dan biaya pemasangan.
Dengan begitu aktiva tetap dapat diakui oleh perusahaan pada saat aktiva
tetap tersebut diterima sebesar harga perolehannya. Menurut Niswonger-FessWarren (1990) berpendapat bahwa :“Harga perolehan aktiva tetap mencakup
segala pengeluaran yang perlu sampai aktiva tersebut di tempat dan siap untuk
dipakai. Pajak pertambahan nilai, ongkos angkut, asuransi selama aktiva dalam
perjalanan, fondasi khusus dan biaya pemasangan harus ditambahkan ke harga
pembelian aktiva tetap yang bersangkutan”. Aktiva tetap yang dibeli harus dicatat
sebesar harga pembelian tersebut ditambah biaya-biaya reparasi atau perbaikan
agar dapat dipakai. Nilai buku dari pihak yang dijual tidak perlu diperhatikan.

Jurnal dalam pencatatan pembelian tunai adalah :
Aktiva Tetap
Kas

xxx
xxx

Universitas Sumatera Utara

b. Pembelian Kredit
Jika perusahaan melakukan pembelian secara kredit, maka dalam aktiva
tetap yang bersangkutan dicatat sebesar nilai tunainya. Sedangakan selisih antara
nilai yunai dengan harga pembelian kredit tersebut dianggap sebagai beban bunga.
Unsure bunga dan financing cost yang terdapat didalamnya harus dikeluarkan dan
diperlakukan sebagai biaya dalam periode dimana pembayaran itu terjadi. Oleh
karena itu harus dicatat dalam perkiraan beban bunga. Apabila aktiva tetap
diperoleh angsuran, maka dalam harga perolehan aktiva tetap tidak boleh
termasuk bunga. Pembebanan bunga atas kredit dapat dilakukan dengan :
1) Secara flat,
2) Berdasarkan sisa hutang
Jurnal untuk pembelian yang dilakukan secara kredit adalah :
Aktiva Tetap

xxx

Hutang Usaha

xxx

c. Pembelian Dengan Surat Berharga
Aktiva tetap yang dibeli dengan saham atau obligasi harus dicatat sebesar
harga saham maupun obligasi tersebut. Nilai tersebut dicata seharga dengan nilai
pari. Apabila harga pasar lebih besar dari harga pari, maka selisihnya dicatat
sebagai premium (agio saham ) dan apabila harga pasar lebih kecil dari harga pari
maka seliseihnya dicatat sebagai discount (disagio saham). Jika harga pasar saham
tidak diketahui, maka harga perolehan aktiva tetap ditentukan sebesar harga pasar
aktiva tersebut. Terkadang timbul keadaan dimana harga pasar surat berharga dan

Universitas Sumatera Utara

aktiva tetap yang ditukar tidak diketahui. Untuk itu nilai pertukaran ditentukan
oleh keputusan pimpinan perusahaan. Nilai pertukaran dipakai sebagai dasar
pencatatan harga perolehan aktiva tetap dan nilai-nilai surat-surat berharga yang
dikeluarkan.
Jurnal untuk pembelian dengan surat berharga, yaitu :
Aktiva Tetap

xxx
xxx

Discount
xxx

Capital stock
Premium

xxx

d. Aktiva tetap yang dihadiahkan
Aktiva

tetap

yang

diperoleh

dengan

cara

dihadiahkan

disebut

nonreciprocal transfer atau transfer yang tidak memerlukan umpan balik. Aktiva
ini wajib dicatat sebesar harga pasar yang wajar atau berdasarkan penilaian yang
dilakukan oleh pihak perusahaan penilai yang independen (appraisal company)
dan di kredit modal donasi ( donate capital ). Ikatan Akuntan Indonesia, (2002)
berpendapat bahwa :
“ Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan harus dicata sebesar harga
taksiran atau harga pasar yang layak dengan mengkreditkan akun modal
donasi”
Aktiva tetap yang dihadiahkan dicatat sebagai aktiva apabila hak atas
aktiva tetap tersebut sudah diterima. Apabila ada biaya-biaya dalam rangka
perolehan ini, maka dicatat sebagai resume expenditure. Contohnya biaya suratsurat, akte, dan sebagainya.

Universitas Sumatera Utara

Jurnalnya adalah sebagai berikut :
Aktiva Tetap
Modal Donasi

xxx
xxx

e. Aktiva yang dibangun sendiri
Dalam memperoleh suatu aktiva tetap terkadang dilakukan dengan cara
dibangun sendiri. Hal ini dikarenakan biaya perolehannya akan lebih rendah,
selain itu kualitas aktiva tetap akan lebih baik. Biaya perolehan aktiva tetap
meliputi seluruh biaya-biaya pembuatannya termasuk bahan baku, tenaga kerja,
dan biaya overhead langsung maupun tidak langsung yang merupakan biaya-biaya
diluar biaya operasional perusahaan sehari-hari. Menentukan jumlah overhead
tidak langsung yang akan dialokasikan pada aktiva yang dikerjakan bukanlah hal
yang mudah. Untuk itu ada beberapa cara untuk menetapkan besar biaya
overhead, yaitu :
1) Metode Incremental Cost
Biaya overhead yang dibebankan adalah kenaikan (tambahan) biaya
overhead akibat adanya pembangunan aktiva tersebut.
2) Metode Proporsional
Biaya overhead yang dibebankan bukan hanya kenaikan overhead itu
sendiri, melainkan juga biaya overhead secara baik untuk kegiatan
biasa maupun untuk kegiatan pembangunan itu sendiri.

Universitas Sumatera Utara

Ikatan Akuntan Indonesia,(2002) menyatakan :
“ Biaya perolehan suatu aktiva tetap yang dikonstruksikan sendiri ditentukan
menggunakan prinsip yang sama seperti suatu aktiva yang diperoleh”.

f. Aktiva Tetap yang Diperoleh dengan Pertukaran
Suatu aktiva tetap dapat diperoleh dengan pertukaran sebagian untuk suatu
aktiva tetap yang tidak serupa atau aktiva lain. Biaya dari pos semacam itu diukur
pada nilai wajar aktiva yang dilepaskan atau yang diperoleh, yang mana yang
lebih andal, equivalen dengan nilai wajar yang dilepaskan setelah disesuaikan
dengan jumlah setiap kas atau setara kas yang ditransfer.
Suatu aktiva tetap dapat diperileh dalam pertukaran atas suatu aktiva yang
serupa dalam bidang usaha yang sama dan memiliki suatu nilai wajar serupa.
Suatu aktiva tetap juga dapat dijual dalam pertukaran dengan kepemilikan aktiva
yang serupa. Dalam dua keadaan tersebut, karena proses perolehan penghasilan
(earning process) tidak lengkap, tidak ada keuntungan atau kerugian yang diakui
dalam transaksi. Sebaliknya, biayaperolehan aktiva tetap baru adalah jumlah
tercatat dari aktiva yang dilepaskan. Dalam keadaan ini nilai aktiva yang
dilepaskan dibukukan (write down) dan nilai turun dari buku ini diterapkan untuk
aktiva baru. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menentukan harga
perolehan dalam tukar-menukar, yaitu :
1) Nilai Buku,
Nilai buku adalah aktiva yang diperoleh dinilai dengan nilai buku
aktiva yang ditukarkan dan tidak memperhitungkan laba atau rugi.

Universitas Sumatera Utara

Nilai buku yang dihitung dari harga perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan.
2) Nilai Pasar,
Nilai Pasar adalah harga perolehan aktiva baru ditentukan sama dengan
nilai pasar aktiva lama yang ditukar tambah dengan pembayaran tunai.
Selisih nilai pasar aktiva lama dengan buku dihitung sebagai laba atau
rugi.
3) Trade-In Allowances
Trade-In Allowances adalah harga perolehan aktiva baru dihitung
berdasarkan

nilai

trade-in

allowance

lama

ditambah

dengan

pembayaran tunai. Selisihnya dihitung sebagai laba atau rugi.
Penetapan nilai suatu aktiva tetap dapat dilakukan dengan lebih dahulu
mengetahui jenis aktiva tetap itu sendiri dan darimana aktiva tetap itu diperoleh.
Harga perolehan yang dicatat adalah harga yang dibayarkan kepada penjual
ditambah dengan biaya yang dikeluarkan hingga fisik aktiva tetap yang dibeli
dipergunakan dalam aktivitas operasional perusahaan.

CV. Sejahtera Mandiri memperoleh aktiva tetap dengan dua cara yaitu :
a. Membeli Secara Tunai
Perolehan aktiva yang dibeli secara tunai sebelumnya akan dicatat ke
dalam buku besar harian sebagai harga perolehannya. Harga perolehan dibuat
dengan menjumlahkan harga yang diberikan penjual ( harga faktur ) dengan

Universitas Sumatera Utara

seluruh biaya-biaya yang dikeluarkan sampai aktiva tetap tersebut siap untuk
digunakan. Seluruh biaya-biaya yang dikeluarkan dikapitalisasi sebagai harga
perolehan aktiva tetap.
Potongan tunai yang diperoleh dari pembelian aktiva tetap merupakan
pengurangan terhadap harga faktur aktiva tersebut. Jika dalam suatu pembelian
diperoleh dari suatu aktiva tetap seperti gedung atau tanah, maka pengalokasian
harga perolehan dari aktiva tersebut didasarkan pada perbandingan nilai wajar dari
masing-masing aktiva, yaitu dengan melihat harga pasar dari gedung atau tanah,
lalu membandingkan harga pasar tersebut yang kemudian menjadi dasar alokasi
harga perolehan. Penilaian lain didasarkan pada surat bukti pembayaran pajak.
Metode ini digunakan jika harga pasar kedua aktiva tetap tidak diketahui.
b. Membangun Sendiri
Untuk memperoleh aktiva tetap seperti bangunan, CV. Sejahtera
Mandiri melakukan pembangunan sendiri dimana nilai aktiva tetap yang diperoleh
sebesar harga perolehan dan seluruh biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan
aktiva tetap tersebut sampai pada kondisi siap untuk digunakan dalam operasi
perusahaan.

D. Pengawasan Intern Aktiva Tetap
Dalam pelaksanaannya CV. Sejahtera Mandiri menjalankan berbagai
pengawasan baik pengawasan administratif, fisik maupun penggunaan. Bentuk
pengawasan lain diantaranya juga dilakukan dengan cara mengansuransikan aktiva
tetap, termasuk pengawasan dalam hal manajemen kepegawaian dengan

Universitas Sumatera Utara

menempatkan karyawan yang ahli pada bidangnya demi terciptanya suatu
spesifikasi kerja baik.
Selain daripada itu pengawasan juga dilakukan dalam usaha perolehan,
penghapusan maupun penjualan aktiva tetap. Hal ini dilakukan sebagai tindakan
pencegahan terhadap adanya penyimpangan yang mungkin terjadi. Pengawasan
terhadap perbaikan aktiva tetap yang rusak juga dilakukan dengan perhitungan
fisik persediaan aktiva tetap secara periodic dalam rangka memastikan keakuratan
catatan akuntansi. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mendeteksi aktiva tetap yang
hilang, rusak atau menganggur.
Pengawasan intern atau yang lebih dikenal dengan istilah pengendalian
intern maupun internal check merupakan prosedur-prosedur mekanis dalam
pemeriksaan

ketelitina

data-data

administerasi.

Misalnya

mencocokkan

penjumlahan horizontal dengan penjumlahan vertical. Usaha ini dilakukan untuk
memberikan keyakinan kepada manajemen bahwa kebijakan dan prosedur spesifik
yang dirancang demi sebuah pencapaian tujuan dapat dipenuhi. Fungsi
pengawasan dapat dilakukan dengan mengukur dan mengevaluasi kinerja dari
setiap bagian kepala perusahaan kemudian mengambil tindakan perbaikan apabila
diperlukan.
Beberapa tujuan dari pengawasan intern aktiva tetap adalah :
1. Membatasi pengeluaran modal dalam limit yang disetujui sesuai kebutuhan
perusahaan,
2. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan aktiva tetap dalam
menjalankan aktivitas perusahaan,

Universitas Sumatera Utara

3. Menetapkan prosedur-prosedur perlindungan dan pemeliharaan fisik suatu
aktiva tetap,
4. Menekankan bahwa aktiva tetap merupakan fasilitas yang penting dalam
pelaksanaan kegiatan operasional perusahaan,
5. Mendorong usaha perawatan yang paling sesuai dengan kebutuhan
perusahaan berikut cara yang paling menguntungkan untuk membiayai
aktiva tetap.

Pengawasan dalam perusahaan dapat meliputi :
1. Pengawasan Administratif
Pengawasan ini dapat dilakukan dengan dua tujuan, yaitu :
a. Terkait dan berhubungan dengan masalah system dan prosedur
penyelenggaraan inventarisasi,
b. Terkait dan berhibungan dengan masalah tekhnis atau materi
inventarisasi, buku induk barang atau buku lainnya.
2. Pengawasan Fisik,
Pengawasan

fisik

dilakukan

untuk

mengetahui

keberadaan

sekaligus keadaan fisik suatu aktiva tetap, apakah sudah sesuai catatan
inventaris atau belum. Pengawasan ini dilakukan dengan mengawasi
jumlah maupun kuantitas sekaligus kualitas aktiva tetap yang sebenarnya.
3. Pengawasan Penggunaan.
Tujuan dari pengawasan ini adalah untuk mengetahui apakah suatu
barang atau inventaris sudah benar dalam penggunaannya. Hal ini

Universitas Sumatera Utara

dilakukan

dengan

memperhatikan

aspek

efisiensi

penggunaan.

Pengawasan ini penting artinya guna menentukan nilai ekonomis aktiva
tetap, seperti keamanan atau keutuhan, keawetan, maupun pendayagunaan
barang-barang yang ada. Dalam mengawasi suatu aktiva tetap, CV.
Sejahtera Mandiri menjalankan berbagai pengawasan baik pengawasan
administrative, fisik maupun penggunaan. Bentuk pengawasan lain
diantaranya juga dilakukan dengan cara mengansuransikan aktiva tetap,
termasuk pengawasan dalam hal manajemen kepegawaian dengan
menempatkan karyawan yang ahli pada bidangnya supaya tercipta suatu
spesifikasi kerja yang baik.
Pada dasarnya pengawasan intern bertujuan untuk mengamankan harta
benda perusahaan yang dalam hal ini adalah aktiva tetap, memperoleh data
akuntansi yang tepat dan dipercaya dapat meningkatkan efisiensi usaha serta
mendorong kepatuhan terhadap kebijaksanaan kepemimpinan.

E. Skala Pengukuran Variabel
Skala pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
skala likert yang digunakan skala atau alat untuk mengukur sikap, pendapat, dan
persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. Dalam
penelitian fenomena sosial ini telah diterapkan secara spesifik oleh peneliti, yang
disebut sebagai variabel peneliti yang akan diuji, dan setiap jawaban dari
pertanyaan jawaban akan di beri skor atau nilai (sugiono, 2006:86).

Universitas Sumatera Utara

Untuk keperluan analisa kuantitatif penelitian ini, maka peneliti
memberikan lima alternatif jawaban kepada responden dengan menggunakan
skala 1 sampai 5 yang dapat dilihat dari tabel 1.3 berikut ini :
Instrumen skala likert
No

Pertanyaan

Skor

1

Sangat Setuju (SS)

5

2

Setuju (S)

4

3

Kurang Setuju (KS)

3

4

Tidak Setuju (TS)

2

5

Sangat tidak Setuju (STS)

1

Variabel Unsur Pengendalian Intern Aktiva Tetap (Internal Control) Pada
CV. Sejahtera Mandiri Medan
STS
NO

TS KS

S

SS

(4)

(5)

Keterangan
(1)
Apakah fungsi pemakai harus terpisah dari

1

(2)

(3)



fungsi akuntansi aktiva tetap?
Apakah transaksi perolehan, penjualan, dan
penghentian pemakaian aktiva tetap harus
2



dilaksanakan oleh lebih dari unit organisasi
yang bekerja secara independen?
Apakah anggaran investasi diotorisasi oleh
3



Rapat Umum Pemegang Saham

Universitas Sumatera Utara

Apakah surat permintaan otorisasi investasi,
surat permintaan otorisasi reparasi, surat
permintaan penghentian pemakaian aktiva



4
tetap, dan surat permintaan transfer aktiva
tetap diototorisasi oleh Direktur yang
bersangkutan dan Direktur Utama?
Apakah surat perintah kerja diototorisasi



5
kepada Departemen yang bersangkutan?
Apakah surat order pembelian diototorisasi



6
oleh pejabat yang berwenang?
Apakah laporan penerimaan barang



7
diototorisasi oleh fungsi penerimaan?
Apakah bukti kas keluar oleh fungsi



8
akuntansi?
Apakah bukti memorial diotorisasi oleh
9
kepala fungsi akuntansi?
Apakah perubahan kartu aktiva tetap harus
didasarkan pada bukti kas keluar, atau bukti
memorial, atau surat permintaan transfer
10



aktiva tetap yang dilampiri dengan
dokumen pendukung yang lengkap, yang
diototorisasi oleh pejabat yang berwenang?
11

Apakah secara periodik dilakukan



Universitas Sumatera Utara

pencocokan fisik aktiva tetap dengan kartu
aktiva tetap?
Apakah penggunaan anggaran investasi
12



sebagai alat pengendalian investasi dalam
aktiva tetap?
Apakah penutupan asuransi aktiva tetap



13
terhadap kerugian?
Apakah kebijakan akuntansi tentang
pemisahan pengeluaran modal (capital
14



expenditure) dengan pengeluaran
pendapatan (revenue expenditure)?

STS

=3x1

=

TS

=6x2

= 12

KS

=1x3

=

S

=3x4

= 12

SS

= Nihil

Total Keseluruhan

3

3
Daftar skor : 14 s/d 32 TE (Tidak Efektif)
33 s/d 51 E (Efektif)

= 30

52 s/d 70 SE (Sangat Efektif)

Dari hasil tabel variabel unsur pengendalian intern aktiva tetap (interval
control) diatas menunjukkan bahwa CV. Sejahtera Mandiri Medan masih belum
efektif, karena skor yang diperoleh adalah 30 sehingga termasuk dalam kategori
TE (Tidak Efektif).

Universitas Sumatera Utara

B. Sistem Akuntansi Aktiva Tetap
Jaringan subsistem yang membentuk sistem akuntansi aktiva tetap adalah:
1. Sistem pembelian aktiva tetap.
Sistem ini dirancang untuk melaksanakan pencatatan harga pokok aktiva
tetap yang diperoleh dari transaksi pembelian. Dokumen yang dipakai
dalam prosedur ini adalah bukti kas keluar dan bukti memorial.
2. Sistem perolehan aktiva tetap melalui pembangunan sendiri.
Sistem ini dirancang untuk mencatat harga pokok aktiva tetap yang
diperoleh perusahaan dari pembangunan yang dilaksanakan sendiri oleh
perusahaan. Dokumennya antara lain surat perintah kerja dan bukti
memorial.
3. Sistem pengeluaran modal.
Sistem ini dirancang untuk mencatat tambahan harga pokok aktiva tetap
dengan adanya pengeluaran modal. Dokumennya antara lain surat
permintaan otorisasi investasi dari manajemen puncak.
4. Sistem penghentian pemakaian aktiva tetap.
Sistem ini dirancang untuk mencatat pengurangan harga pokok dan
akumulasi depresiasi aktiva tetap yang dihentikan pemakaiannya serta laba
rugi yang timbul sebagai akibat penghentian pemakaian aktiva tetap
tersebut. Dokumennya antara bukti memorial yang dilampiri dokumen
surat permintaan penghentian dan transfer aktiva tetap.
5. Sistem transfer aktiva tetap.

Universitas Sumatera Utara

Sistem ini dirancang untuk mencatat transfer aktiva tetap dari satu pusat
pertanggungjawaban

ke

pusat

pertanggungjawaban

yang

lain.

Dokumennya adalah surat permintaan transfer aktiva tetap
6. Sistem revaluasi aktiva tetap.
Sistem ini dirancang untuk mencatat transaksi penilaian kembali aktiva
tetap. Dokumen sumbernya adalah bukti memorial.
7. Sistem akuntansi depresiasi aktiva tetap.
Sistem ini dirancang untuk mencatat biaya depresiasi aktiva tetap.
Dokumennya adalah bukti memorial.

Universitas Sumatera Utara

BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab-bab sebelumnya penulis dapat mengambil
kesimpulan yang mungkin akan sangat berguna bagi para pimpinan dan seluruh
pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan serta pada mahasiswa yang
berminat pada topik permasalahan yang diuraikan.
1.

pengawasan intern terhadap aktiva tetap pada CV Sejahtera Mandiri Medan
masih tidaknefektif karena perusahaan tidak memiliki kartu aktiva tetap,

2.

kurang terperincinya informasi daftar aktiva tetap yang dimiliki CV. Sejahtera
Mandiri Medan,

3.

tidak adanya asuransi pada semua jenis aktiva-aktiva tetap yang dimiliki oleh
CV. Sejahtera Mandiri Medan.

Universitas Sumatera Utara

B. Saran
Penulis mencoba memberikan saran sesuai dengan kemampuan yang
dimiliki penulis, yang kiranya dapat menambah manfaat dalam penulisan tugas
akhir ini. Adapun saran-saran yang penulis kemukakan adalah sebagai berikut :
1.

Sebaiknya perusahaan membuat catatan yang lengkap atas aktiva tetap
dengan membuat kartu aktiva tetap agar tercapainya suatu perusahaan yang
efektif.

2.

sebaiknya CV. Sejahtera Mandiri Medan memberikan informasi daftar aktiva
tetapnya secara terperinci, seperti berapa jumlah aktiva tetap yang rusak dan
berapa jumlah aktiva tetap yang masih diinginkan,

3.

untuk menghindari kerugian akibat kebakaran / bencana alam lainnya,
pencurian dan hal – hal lainnya, sebaiknya CV. Sejahtera Mandiri Medan
mengasuransikan aktiva tetapnya.

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Sarsimi. 2002. Metopel Teori dan Aplikasi Edisi Revisi kelima.
Yogyakarta : Penerbit Rineka Cipta IKIP
Harahap, Sofyan Syafri. 1994. Akuntansi Aktiva Tetap. Jakarta : Penerbit Raja
Grafik Persada
Ikatan Akuntan Indonesia. 2002. Standar Akuntansi Keuangan. Jakarta :
Penerbit Salemba Empat
Mulyadi. 2002. Sistem Akuntansi. Jakarta : Penerbit Salemba Empat
Niswonger, Fess, Warren. Prinsip-prinsip Akuntansi,Jilid 1 Edisi ke 14,
Diterjemahkan oleh Marianus Sinaga. 1994. Jakarta : Penerbit Salemba
Empat
Ritonga, Parlaungan. 2006. Bahasa Indonesia Untuk Perguruan Tinggi. Medan.
Penerbit Bartong Jaya
Stice, Earl K., James D Stice., K. Fred Skousen. Intermediate Accounting, edisi
ke-15, Cetakan pertama, Diterjemahkan oleh Palupi Wariati. 2004. Jakarta
: Penerbit Salemba Empat.
Niswonger, Fess, Warren. Prinsip-prinsip Akuntansi,Jilid 1 Edisi ke 14,
Diterjemahkan oleh Marianus Sinaga. 1994. Jakarta : Penerbit Salemba
Empat

Universitas Sumatera Utara

Lampiran 1

STRUKTUR ORGANISASI
CV.SEJAHTERA MANDIRI

PIMPINAN
Bpk. Nasri Dalimunthe

Wakil Pimpinan
Ibu Yanti Miharza, SE,
Ak.

Karyawan

Karyawan

Karyawan

Universitas Sumatera Utara

Lampiran 2
FLOW CHART PENERIMAAN KAS

LANGGANAN

KASIR

VERIFIKASI

AKUNTANSI

BAGIAN
KEUANGAN

BANK
PIUTANG

UANG

BKM

BKM

BUKU BESAR

BKM

BKM
N
DPUM

DPUM

BUKU
PEMB
ANTU

DPUM

A

DPUH

BUKTI
SETOR
JURNAL
PENERIM
AAN
KAS

BUKTI
SETOR

BUKTI
SETOR
BUKU
BESAR

D
BUKTI
SETOR

A
Keterangan
1) BKM : Bukti Kas Masuk
2) DPUM : Daftar Penerimaan Uang Masuk

3) D : dokumen
4) A : Arsip

5) N : Numerik

Sumber : CV Sejahtera Mandiri Medan

Universitas Sumatera Utara

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

119 3984 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1057 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 945 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

21 632 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 790 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

60 1348 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

66 1253 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

20 825 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

32 1111 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

41 1350 23