PENGARUH CARA BELAJAR MAHASISWA TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA KULIAH STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 1 DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR.

PENGARUH CARA BELAJAR MAHASISWA TERHADAP
HASIL BELAJAR PADA MATA KULIAH STUDIO
PERANCANGAN ARSITEKTUR 1 DI PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagaian dari Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan Teknik Arsitektur
di Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur FPTK UPI

Oleh

RAHAYU MULIA SARI
0900544

JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR
FAKULTAS PENDIDIKAN TEKNOLOGI DAN KEJURUAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2013
Rahayu Mulia Sari , 2014
Pengaruh cara belajar mahasiswa terhadap hasil belajar pada mata kuliah studio
perancangan arsitektur 1 di program studi pendidikan tekhnik arsitektur
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

PENGARUH CARA BELAJAR MAHASISWA
TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA KULIAH
STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 1
DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR

Oleh:
Rahayu Mulia Sari
0900544

ABSTRACT

Architectural Design Studio 1 is one of the subjects at the Architectural
Engineering Education. In studying Architectural Design Studio 1 students have various
methodologies to learn in order to understand the subject and absorb informations.
However, many students have difficulty in determining an effective way of learning.
The irregular and poor learning patterns potentially cause students to have a poor result
of learning . One of the result is that there are students who will have to retake the same
course in the next semester, cause the students didn’t have maximum result. The
purpose of this study is to determine the influence of students learning methodology
towards the result of the study in Architectural Design Studio 1 course at Architectural
Engineering Education Program.
The method that is used in this study is descriptive quantitative method, this
research also includes 53 students of Architectural Engineering Education Program in
Architectural Design Studio 1 as the respondents. The instrument that is used in study
questionnaire to find out how to know students learning methodology, and
documentation to examine the student learning result in the form of the Architectural
Engineering Education Programs final grade in a course Architectural Design Studio 1.
Based on the analysis performed using the Spearman rank correlation coefficient
indicates that the correlation between student learning methodology on learning
outcomes of students classified in the category of moderate with the amount of 0.4818.
The on student learning methodology on learning outcomes at the course Architectural
Design Studio 1 in Architectural Engineering Education Program obtained results with
coefficient of determination ( KD ) of 23% . From the results of a regression equation Y
= 24.231 + 0.5154X, shows that if student learning methodology is enhanced the
student learning outcomes will increase. The results of testing hypotheses obtained t
count of 3,927 is greater than 2,000 t table shows that Ho is rejected and Ha accepted
means that there is a positive and significant effect between student learning on learning
outcomes at the course Architectural Design Studio 1 in Architectural Engineering
Education Program.

Keywords : Method of Student Learning, Learning Outcomes, Architectural Design
Studio 1

Rahayu Mulia Sari , 2014
Pengaruh cara belajar mahasiswa terhadap hasil belajar pada mata kuliah studio perancangan
arsitektur 1 di program studi pendidikan tekhnik arsitektur
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

PENGARUH CARA BELAJAR MAHASISWA
TERHADAP HASIL BELAJAR PADA MATA KULIAH
STUDIO PERANCANGAN ARSITEKTUR 1
DI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN TEKNIK ARSITEKTUR
Oleh:
Rahayu Mulia Sari
0900544
ABSTRAK
Mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1 adalah salah satu mata kuliah di
Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur. Dalam belajar Studio Perancangan Arsitektur 1
mahasiswa memiliki cara belajar yang berbeda-beda yang menurut mereka adalah cara
terbaik dalam memahami pengetahuan dan menyerap informasi. Namun, tidak sedikit
mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menentukan cara belajar yang efektif. Pola
belajar yang buruk dan tidak teratur, berpotensi pada menurunkan hasil belajar. Terlihat
dari adanya mahasiswa yang mengulang mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1
pada semester berikutnya, disebabkan karena hasil belajar yang diperoleh mahasiswa
kurang maksimal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar pengaruh cara
belajar terhadap hasil belajar mahasiswa Pendidikan Teknik Arsitektur pada mata kuliah
Studio Perancangan Arsitektur 1.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif
kuantitatif, dengan sampel penelitian 53 mahasiswa Pendidikan Teknik Arsitektur pada
mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1. Instrument penelitian ini menggunakan
angket untuk mengetahui cara belajar mahasiswa serta dokumentasi untuk mengetahui
hasil belajar mahasiswa Pendidikan Teknik Arsitektur berupa nilai akhir pada mata
kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan menggunakan koefisien korelasi
spearman rank menunjukkan bahwa korelasi antara cara belajar terhadap hasil belajar
mahasiswa tergolong dalam kategori sedang/cukup dengan besaran 0,4818. Pengaruh
cara belajar mahasiswa terhadap hasil belajar pada mata kuliah Studio Perancangan
Arsitektur 1 di Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur diperoleh hasil dengan
koefisien determinasi (KD) sebesar 23%. Dari hasil regresi berupa persamaan Y =
24,231 + 0,5154 X ini menunjukan bahwa jika cara belajar ditingkatkan maka hasil
belajar mahasiswa akan meningkat. Hasil pengujian hipotesis diperoleh t hitung sebesar
3,927 lebih besar dari t tabel 2,000 menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima
artinya terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara cara belajar mahasiswa
terhadap hasil belajar pada mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1 di Program
Studi Pendidikan Teknik Arsitektur.
Kata Kunci : Cara Belajar Mahasiswa, Hasil Belajar, Studio Perancangan Arsitektur 1

Rahayu Mulia Sari , 2014
Pengaruh cara belajar mahasiswa terhadap hasil belajar pada mata kuliah studio perancangan
arsitektur 1 di program studi pendidikan tekhnik arsitektur
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR ISI
ABSTRAK ..................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................... ii
UCAPAN TERIMAKASIH ............................................................................. iv
DAFTAR ISI .................................................................................................. v
DAFTAR TABEL ........................................................................................... vii
DAFTAR BAGAN ......................................................................................... viii
DAFTAR DIAGRAM ..................................................................................... ix
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................... 1
A. Latar Belakang Masalah ................................................................... 1
B. Identifikasi Masalah ......................................................................... 3
C. Pembatasan Masalah ........................................................................ 3
D. Rumusan Masalah ............................................................................ 4
E. Definisi Operasional ........................................................................ 4
F. Tujuan Penelitian .............................................................................. 5
G. Manfaat Penelitian ............................................................................ 6

BAB II LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS ......................................... 7
A. Kajian Pustaka .................................................................................. 7
1. Pengertian Belajar ....................................................................... 7
2. Cara Belajar ................................................................................ 8
3. Cara Belajar di Perguruan Tinggi ................................................ 11
4. Faktor-faktor yang Berpengaruh Terhadap Cara Belajar .............. 25
5. Kegiatan Akademik Pada Mata Kuliah Studio Perancangan
Arsitektur 1 ................................................................................. 26
6. Alokasi Pertemuan Dalam Semester ........................................... 29
7. Hasil Belajar ............................................................................... 30
B. Hasil Penelitian yang Relevan .......................................................... 36
C. Kerangka Berfikir ............................................................................. 40
Rahayu Mulia Sari , 2014
Pengaruh cara belajar mahasiswa terhadap hasil belajar pada mata kuliah studio
perancangan arsitektur 1 di program studi pendidikan tekhnik arsitektur
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

D. Anggapan Dasar ............................................................................... 41
E. Hipotesis .......................................................................................... 41

BAB III METODE PENELITIAN ............................................................... 42
A. Metode Penelitian ............................................................................. 42
B. Variabel Dan Paradigma Penelitian .................................................. 43
C. Data dan Sumber Data ...................................................................... 45
D. Populasi dan Sampel Penelitian ........................................................ 45
E. Teknik Pengumpulan Data ................................................................ 46
F. Instrumen Penelitian .......................................................................... 47
G. Pengujian Instrumen Penelitian ......................................................... 50
H. Teknik Analisis Data ........................................................................ 52

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ............................... 60
A. Hasil Penelitian ............................................................................... 60
B. Pembahasan Hasil Penelitian ............................................................. 75

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ......................................................... 83
A. Kesimpulan ...................................................................................... 83
B. Saran ................................................................................................ 84

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................... 85
LAMPIRAN

Rahayu Mulia Sari , 2014
Pengaruh cara belajar mahasiswa terhadap hasil belajar pada mata kuliah studio
perancangan arsitektur 1 di program studi pendidikan tekhnik arsitektur
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Alokasi pertemuan Mata Kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1 . 29
Tabel 2.2 Penelitian yang Relevan ................................................................. 36
Tabel 2.3 Variabel Penelitian ......................................................................... 41
Tabel 3.1 Populasi Mahasiswa Pada Mata Kuliah Studio Perancangan
Arsitektur 1 .................................................................................... 46
Tabel 3.2 Skor Angket .................................................................................. 48

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Kuesioner (Angket) ........................................................ 49
Tabel 3.4 Skala Uji Kecenderungan .............................................................. 55
Tabel 3.5 Interprestasi Koefisien Korelasi Nilai R ........................................ 56
Tabel 4.1 Hasil Uji Validitas Angket Variabel X (Cara Belajar) .................... 61
Tabel 4.2 Hasil Konversi Skor Mentah Menjadi T-Score Variabel X (Cara
Belajar) .......................................................................................... 64
Tabel 4.3 Hasil Konversi Skor Mentah Menjadi T-Score Variabel Y (Hasil
Belajar)........................................................................................... 64
Tabel 4.4 Hasil Uji Kecendereungan Variabel X (Cara Belajar) .................... 66
Tabel 4.5 Hasil Uji Kecendereungan Tiap Aspek Variabel X (Cara Belajar) .. 68
Tabel 4.6 Hasil Uji Kecendereungan Variabel Y (Hasil Belajar) ................... 71
Tabel 4.7 Pedoman Untuk Memberikan Interprestasi Koefisien Korelasi ....... 73

Rahayu Mulia Sari , 2014
Pengaruh cara belajar mahasiswa terhadap hasil belajar pada mata kuliah studio
perancangan arsitektur 1 di program studi pendidikan tekhnik arsitektur
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR BAGAN

Bagan 2.1 Kerangka Berfikir ......................................................................... 40
Bagan 3.1 Hubungan Antar Variabel ............................................................... 43
Bagan 3.2 Paradigma Penelitian ...................................................................... 44

Rahayu Mulia Sari , 2014
Pengaruh cara belajar mahasiswa terhadap hasil belajar pada mata kuliah studio
perancangan arsitektur 1 di program studi pendidikan tekhnik arsitektur
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 4.1 Uji Kecenderungan Variabel X (Cara Belajar) ........................... 67
Diagram 4.2 Uji Kecenderungan Indikator Variabel X .................................... 70
Diagram 4.3 Uji Kecenderungan Variabel Y .................................................... 72
Diagram 4.4 Diagram Persamaan Regresi ...................................................... 74

Rahayu Mulia Sari , 2014
Pengaruh cara belajar mahasiswa terhadap hasil belajar pada mata kuliah studio
perancangan arsitektur 1 di program studi pendidikan tekhnik arsitektur
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Jurusan Pendidikan Teknik Arsitektur merupakan lembaga pendidikan
yang berada di Fakultas Pendidikan dan Teknologi Kejuruan Universitas
Pendidikan Indonesia. Mahasiswa yang memilih Jurusan Pendidikan Teknik
Arsitektur dibekali pengetahuan dari berbagai mata kuliah salah satunya mata
kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1. Mata Kuliah Studio Perancangan
Arsitektur 1 merupakan kuliah dasar perancangan arsitektur yang bersifat
aplikasi (praktik) berupa simulai-simulasi komprehensif kegiatan pembuatan
konsep, transformasi konsep serta proses perencanaan dan perancangan
arsitektur untuk menghasilkan desain bangunan sederhana dengan masa
bangunan tunggal pada lahan ideal, yang diberikan pada semester ke-4. Tujuan
pada mata kuliah ini adalah untuk mengetahui, memahami dan mempunyai
keterampilan dalam mengerjakan tugas-tugas terstruktur.
Tugas terstuktur yang diberikan berupa merancang rumah tinggal 2 lantai.
Untuk merancang rumah tinggal 2 lantai, mahasiswa diberi pengetahuan dan
pengalaman proses merancang bentuk dan ruang, estetika trimatra, rancangan
trimatra dan estetika, pengetahuan determinasi alam dan budaya dalam
arsitektur, pendekatan instuisi serta dasar perancangan arsitektur. Dalam
mengikuti kuliah dan menyelesaian tugas pada mata kuliah Studio Perancangan
Arsitektur 1 mahasiswa mempunyai cara belajar yang berbeda-beda, yang
menurut mereka adalah cara terbaik dalam memahami pengetahuan dan
menyerap informasi.
Cara belajar merupakan suatu cara bagaimana mahasiswa melaksanakan
rangkaian kegiatan dalam usaha belajar. Rangkaian kegiatan yang dilakukan
mahasiswa dalam belajar pada mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1
seperti mengikuti perkuliahan, belajar di studio, mengelola waktu, mengerjakan

Rahayu Mulia Sari , 2014
Pengaruh cara belajar mahasiswa terhadap hasil belajar pada mata kuliah studio
perancangan arsitektur 1 di program studi pendidikan tekhnik arsitektur
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2

tugas, melakukan asistensi dengan dosen, mencari studi literatur dan
melakukan studi banding. Namun, tidak sedikit mahasiswa yang mengalami
kesulitan dalam menentukan cara belajar yang efektif. Kenyataan yang
demikian terlihat dari masih adanya mahasiswa yang tidak menyelesaikan
tugas dan tidak melengkapi tugas-tugas yang diberikan dosen. Adanya
mahasiswa yang tidak melakukan asistensi dengan dosen. Selain itu dari
pengamatan secara langsung, adanya beberapa mahasiswa dalam mengikuti
kuliah kehadirannya kurang dari 80% dan masih ada juga mahasiswa yang
terlambat datang serta pulang sebelum jam perkuliahan selesai.
Berdasarkan permasalahan di atas, pola belajar mahasiswa masih buruk
dan tidak teratur dan berpotensi pada menurunnya hasil belajar mahasiswa.
Hasil belajar merupakan kemampuan-kemampuan atau bukti yang diperoleh
mahasiswa selama melakukan proses belajar. Pada mata kuliah Studio
Perancangan Arsitektur 1 hasil belajar yang diperoleh belum memuaskan.
Terlihat dari adanya mahasiswa yang mengulang mata kuliah ini pada semester
berikutnya. Oleh karena itu, salah satu faktor yang mempangaruhi hasil belajar
mahasiswa adalah cara belajar. Kualitas cara belajar mahasiswa akan
menentukan hasil belajar yang diperoleh mahasiswa. Untuk mendapatkan hasil
yang baik dalam belajar maka diperlukan oleh seorang mahasiswa usaha yang
keras. Usaha keras tersebut dilakukan secara terencana, terarah dan tidak putus
untuk mendapatkan hasil belajar yang lebih baik.
Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan maka penulis tertarik
untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Cara Belajar
Mahasiswa

Terhadap

Hasil

Belajar

Pada

Mata

Kuliah

Studio

Perancangan Arsitektur 1 di Program Studi Pendidikan Teknik
Arsitektur.”

3

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dapat diidentifikasi beberapa
masalah sebagai berikut :
1. Cara belajar mahasiswa dalam mengikuti mata kuliah Studio
Perancangan Arsitektur 1 kurang baik.
2. Adanya beberapa mahasiswa yang mengulang mata kuliah Studio
perancangan arsitektur 1 pada semester berikutnya karena hasil belajar
yang diperoleh belum maksimal.

C. Pembatasan Masalah
Pembatasan masalah diperlukan agar penelitian tetap pada masalah
yang diteliti dan terarah. Dalam penelitian ini pembatasan masalahnya sebagai
berikut :
1. Penelitian memfokuskan pada cara belajar mahasiswa pada mata
kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1 dengan aspek-aspek cara
mengikuti kuliah, belajar di ruang studio, mengelola waktu,
mengerjakan tugas, menghadapi asistensi dengan dosen, mencari
sumber literatur tambahan serta cara melakukan studi banding.
2. Penelitian memfokuskan pada hasil belajar mahasiswa Pendidikan
Teknik Arsitektur berupa nilai akhir ( nilai tugas 1, nilai tugas 2, UTS
dan UAS) pada mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1.

D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka rumusan masalah
yang diteliti adalah:
1. Bagaimana cara belajar mahasiswa pada mata kuliah Studio
Perancangan Arsitektur 1 di Program Studi Pendidikan Teknik
Arsitektur?

4

2. Bagaimana hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Studio
Perancangan Arsitektur 1 di Program Studi Pendidikan Teknik
Arsitektur?
3. Seberapa besar pengaruh cara belajar mahasiswa terhadap hasil belajar
pada mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1 di Program Studi
Pendidikan Teknik Arsitektur?

E. Definisi Operasional
Istilah-istilah pada judul perlu dijelaskan untuk menyamakan presepsi
mengenai arah penulisan agar tidak terjadi salah pengertian.
“Pengaruh Cara Belajar Mahasiswa Terhadap Hasil Belajar Pada Mata
Kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1 di Program Studi Pendidikan Teknik
Arsitektur.”
1. Pengaruh yaitu suatu daya yang timbul pada cara belajar mahasiswa
terhadap hasil belajar pada mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur
1 di Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur.
2. Cara belajar adalah rangkaian atau proses belajar mahasiswa dalam
usaha mencapai hasil belajar yang diharapkan. Dalam penelitian ini
rangkaian kegiatan cara belajar meliputi 7 aspek yaitu cara mengikuti
kuliah, belajar di ruang studio, mengelola waktu, mengerjakan tugas,
menghadapi asistensi dengan dosen, mencari sumber literatur
tambahan serta cara melakukan studi banding.
3. Hasil belajar adalah suatu bukti dari proses yang dilakukan mahasiswa
di dalam tempat belajar, setelah menempuh rentang waktu tertentu,
dalam bentuk angka-angka/nilai-nilai yang diperoleh dari hasil test
atau pengukuran suatu evaluasi yang berupa niai akhir yaitu nilai tugas
1, nilai tugas 2, UTS dan UAS.
4. Mata Kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1 merupakan kuliah dasar
perancangan arsitektur yang bersifat aplikasi (praktik) berupa simulai-

5

simulasi komprehensif kegiatan pembuatan konsep, transformasi
konsep serta proses perencanaan dan perancangan arsitektur untuk
menghasilkan desain bangunan sederhana dengan masa bangunan
tunggal pada lahan ideal dengan tujuan untuk mengetahui, memahami
dan

mempunyai keterampilan dalam

mengerjakan tugas-tugas

terstruktur.
Jadi definisi operasional judul penelitian secara keseluruhan
adalah suatu daya yang ditimbulkan oleh rangkaian atau proses belajar
terhadap hasil belajar mahasiswa sebagai bukti dari proses belajar yang
dilakukan mahasiswa di tempat belajar yang berupa nilai akhir pada
mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1.

F. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas tujuan penelitian yang ingin dicapai
yaitu :
1. Untuk mengetahui cara belajar mahasiswa pada mata kuliah Studio
Perancangan Arsitektur 1 di Program Studi Pendidikan Teknik
Arsitektur.
2. Untuk mengetahui hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah Studio
Perancangan Arsitektur 1 di Program Studi Pendidikan Teknik
Arsitektur.
3. Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh cara belajar mahasiswa
terhadap hasil belajar pada mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur
1 di Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur.

6

G. Manfaat Penelitian
Manfaat yang diharapkan dari penelitian yang dilakukan ini adalah
sebagai berikut :
1.

Bagi mahasiswa dengan mengetahui pengaruh cara belajar terhadap
hasil belajar maka diharapkan dapat dipergunakan sebagai bahan
pertimbangan dalam belajar sehingga diperoleh hasil yang memuaskan.

2.

Bagi dosen sebagai masukan dan evaluasi serta meningkatkan strategi
belajar mengajar. Selain itu juga dapat dijadikan sebagai masukan untuk
menyesuaikan proses belajar pola-pola cara belajar mahasiswa.

3.

Bagi penulis penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan ilmu
pengetahuan dan memberikan pengalaman belajar yang menumbuhkan
kemampuan dan keterampilan meneliti serta pengetahuan yang lebih
mendalam mengenai cara belajar pada mata kuliah Studio Perancangan
Arsitektur 1.

4.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan terhadap
ilmu pengetahuan dan dunia pendidikan tentang hasil belajar yang ada
hubungannya dengan cara belajar yang dimilki mahasiswa. Dapat
memberikan informasi atau gambaran bagi pembaca, mengenai cara
belajar mahasiswa di perguruan tinggi khususnya cara belajar pada
mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1.

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian
Pada suatu penelitian terdapat berbagai macam metode penelitian yang
digunakan, pemilihannya sangat tergantung pada prosedur, alat serta desain
penelitian yang digunakan. Menurut Sugiyono (2013:6) metode penelitian
adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid dengan tujuan dapat
ditemukan, dikembangkan dan dibuktikan suatu pengetahuan tertentu
sehingga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan
mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian deskriptif. Arikunto (2010:3) mengatakan metode penelitian
deskriptif adalah penelitian yang dimaksudkan untuk menyelidiki keadaan,
kondisi atau hal lain-lain yang sudah disebutkan untuk menyelidiki, keadaan,
kondisi, situasi, peristiwa, kegiatan dan hal lain yang hasilnya dipaparkan
dalam

bentuk

laporan

penelitian.

Penelitian

ini

dilakukan

untuk

mendeskripsikan dan menjawab persoalan-persoalan suatu fenomena atau
peristiwa yang terjadi tentang cara belajar mahasiswa Pendidikan Teknik
Arsitektur pada mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1. Penelitian
deskriptif tidak mempermasalahkan keadaan sebelum atau sesudahnya tetapi
hanya menginterprestasikan fakta yang saat ini sedang terjadi yang bertujuan
untuk menjelaskan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta
dan sifat-sifat populasi.
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini pendekatan kuantitatif.
Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang digunakan untuk meneliti pada
populasi dan sampel tertentu yang bertujuan untuk menguji hipotesis yang
telah ditetapkan (Sugiyono 2013:14). Dengan menggunakan pendekatan
Rahayu Mulia Sari , 2014
Pengaruh cara belajar mahasiswa terhadap hasil belajar pada mata kuliah studio
perancangan arsitektur 1 di program studi pendidikan tekhnik arsitektur
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

43

kuntitatif maka penelitian ini antara variabel bebas dan variabel terikatnya
dapat diukur dalam bentuk angka-angka dan kemudian dicari seberapa besar
pengaruh antara variabel cara belajar mahasiswa terhadap variabel hasil
belajar pada mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1 di Program Studi
Pendidikan Teknik Arsitektur.

B. Variabel Dan Paradigma Penelitian
1. Variabel Penelitian
Variabel adalah objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian
suatu penelitian (Arikunto 2010:161). Variabel dalam penelitian ini dibedakan
menjadi 2 jenis variabel yaitu :
a. Variabel independen (variabel bebas) merupakan variabel yang
mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya
variabel

dependen (variabel terikat). pada penelitian ini variabel

independen (X) adalah cara belajar mahasiswa Pendidikan Teknik
Arsitektur.
b. Variabel dependen (variabel terikat) merupakan variabel yang
dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas.
dalam penelitian ini variabel dependen (Y) adalah hasil belajar
mahasiswa Pendidikan Teknik Arsitektur.
Hubungan antara kedua variabel di atas digambarkan sebagai berikut :
Variabel X
(Cara Belajar Mahasiswa)

Variabel Y
(Hasil Belajar)

Bagan 3.1 Hubungan Antar Variabel
(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

44

2. Paradigma Penelitian
Paradigma penelitian digunakan sebagai paduan dalam merumuskan
masalah penelitian, merumuskan hipotesis dan menentukan teknik statistik yang
digunakan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Paradigma penelitian
yang digunakan adalah sebagai berikut
VARIABEL
BEBAS (X)

PENGARUH
CARA BELAJAR
MAHASISWA
TERHADAP
HASIL BELAJAR
PADA MATA
KULIAH STUDIO
PERANCANGAN
ARSITEKTUR 1
DI PROGRAM
STUDI
PENDIDIKAN
TEKNIK
ARSITEKTUR

VARIABEL
TERIKAT (Y)

CARA BELAJAR
MAHASISWA

HASIL BELAJAR

Aspek yang diungkapkan:
 Cara mengikutin kuliah
 Cara belajar di ruang
studio
 Cara mengelola waktu
 Cara mengerjakan tugas
 Cara menghadapi
asistensi dengan dosen
 Cara mencari sumber
literature tambahan
 Cara melakukan studi
banding

Aspek yang diukur:
 Hasil akhir mata
kuliah Studio
Perancangan
Arsitektur I, berupa
tugas 1 dan 2, UTS
dan UAS

Bagan 3.2 Paradigma Penelitian
(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

Keterangan:
: Arah Penelitian
: Lingkup Penelitian
: Proses Penelitian

H
A
S
I
L
P
E
N
E
L
I
T
I
A
N

K
E
S
I
M
P
U
L
A
N
&
S
A
R
A
N

45

C. Data dan Sumber Data
1. Data
Data adalah hasil pencatatan peneliti, baik yang berupa fakta maupun
angka, (Arikunto 2010:161). Data yang diperlukan dalam penelitian ini
adalah:
a. Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung yang
dikumpulkan secara khusus untuk keperluan penelitian yang dapat
dilakukan. Dalam penelitian ini data primernya adalah hasil angket
atau kuisioner mengenai cara belajar mahasiswa.
b. Data sekunder mengenai hasil belajar mahasiswa Pendidikan Teknik
Arsitektur berupa nilai akhir pada mata kuliah Studio Perancangan
Arsitektur 1.

2. Sumber Data
Sumber data adalah subjek dari mana data dapat diperoleh, (Arikunto
2010:161). Adapun sumber data penelitian ini sebagai berikut:
a. Responden mahasiswa Pendidikan teknik Arsitektur pada Mata
Kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1.
b. Hasil belajar mahasiswa Pendidikan Teknik Arsitektur berupa daftar
nilai tugas 1, nilai tugas 2, UTS dan UAS mahasiswa Pendidikan
Teknik Arsitektur pada mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1.

D. Populasi Dan Sampel Penelitian
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang
mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2013:117).
Populasi yang digunakan pada penelitian adalah mahasiswa Pendidikan

46

Teknik Arsitektur UPI yang sedang mengontrak mata kuliah Studio
Perancangan Arsitektur I dengan jumlah mahasiswa sebanyak 53 orang.
Jumlah populasi disajikan dalam bentuk tabel sebagai berikut:
Tabel 3.1 Populasi Mahasiswa Pada Mata Kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1
(Sumber : Dokumentasi Pribadi)

ANGKATAN
2006
2007
2008
2009
2010
2011

JUMLAH MAHASISWA
1
1
2
5
4
40

Total

53 mahasiswa

2. Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut, (Sugiyono, 2013:118). Untuk menentukan sampel penelitian
ini, teknik sampling yang digunakan adalah teknik sampling jenuh. Sugiyono
(2013:124), mengatakan sampling jenuh adalah teknik penentuan bila semua
anggota populasi digunakan sebagai sampel. Jadi sampel yang diambil adalah
seluruh jumlah populasi mahasiswa Pendidikan Teknik Arsitektur pada mata
kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1 yang berjumlah 53 mahasiswa.

E. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini terdapat beberapa teknik yang digunakan untuk
pengumpulan data guna membuktikan hipotesisnya. Teknik yang digunakan
adalah sebagai berikut:

47

1. Kuesioner (Angket)
Kuesioner (angket) adalah sejumlah pertanyaan atau pernyataan
tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden
dalam arti laporan tentang pribadi atau hal-hal yang ia ketahui, Arikunto
(2010:194). Metode angket adalah pengumpulan data yang dilakukan
secara sistematis dan digunakan untuk memperoleh data mengenai cara
belajar mahasiswa berupa daftar pertanyaan dimana mahasiswa sebagai
responden tinggal membubuhkan tanda check list pada kolom yang sesuai
dan disebarkan kepada mahasiswa Pendidikan Teknik Arsitektur yang
sedang mengontrak mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1.
Penggunaan teknik pengumpulan data dengan angket digunakan untuk
mengukur cara belajar mahasiswa Pendidikan Teknik Arsitektur pada
mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur 1.
2. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan cara pengumpulan data dari data-data
tertulis dan berguna untuk mendapatkan data tertulis tentang mahasiswa
yang sedang diteliti. Dalam penelitian dokumentasi merupakan hasil
belajar dari nilai akhir mahasiswa pada mata kuliah Studio Perancangan
Arsitektur 1 yang berupa nilai tugas 1, nilai tugas 2, UTS dan UAS.

F. Instrumen Penelitian
Dalam pencapaian keberhasilan atau mendekati kebenaran data maka
diperlukan alat ukur penelitian yang dinamakan dengan istrumen penelitian.
Sugiyono (2013:148) mengatakan instrumen penelitian adalah suatu alat ukur
yang digunakan mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati, secara
spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian. instrumen penelitian
ini adalah kuesioner (angket).

48

Kuesioner (Angket)
Penelitian ini dalam pengujian instrumennya menggunakan sklala likert
yaitu skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan presepsi
seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial, (Sugiyono
2013:134). Skala likert dipilih dengan mempertimbangkan bahwa skala
pengukuran ini memiliki reabilitas tinggi dalam mengukur cara belajar
terhadap hasil belajar mahasiswa. Dengan skala likert maka variabel yang
diukur dijabarkan menjadi indikator variabel sebagai titik tolak untuk
menyusun item-item instrumen yang berupa pertanyaan dan dibuat dalam
bentuk check list.
Setiap item pertanyaan mempunyai nilai yang berpedoman pada skala
likert dan data yang terkumpul diberikan skor sehingga dapat diukur, skor
yang diberikan sebagai berikut:
Tabel 3.2 Skor Angket
(Sumber : Buku Metode Penelitian Pendidikan)

No

Kategori

Skor

1

Selalu (S)

4

2

Sering (SR)

3

3

Kadang-Kadang (KK)

2

4

Tidak Pernah (TP)

1

Adapun kisi-kisi Kuesioner (angket) yang dijadikan sebagai pedoman
dalam membuat pertanyaan-pertanyaan pada angket dapat dilihat pada tabel di
bawah ini.

49

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Kuesioner (Angket)
Sumber : (Dokumentasi Pribadi)

Variabel

Aspek Yang
Diungkap

1) Cara mengikuti
kuliah

2) Cara belajar di











ruang studio

1

Persiapan jasmani

2, 3

Persiapan tekad

4, 5

Persiapan pikiran

6, 7

Melakukan aktivitas

Cara belajar

waktu



Keterangan

Angket

8, 9, 10,
11, 12, 13,

Angket

14

Melatih kebiasaan
memanfaatkan waktu



Soal

Persiapan sarana

belajar di ruang studio


3) Cara mengelola

Butiran

Indikator

15, 16

sekarang juga
Mengatur penggunaan
waktu studi

17, 18

Angket

Melakukan
pengelompokan dan

(variabel X)

penjatahan waktu

4) Cara



19, 20, 21

untuk belajar
Mengerjakan tugas

22, 23, 24,

mengerjakan

kuliah yang diberikan

25, 26, 27,

tugas

dosen

28

5) Cara
menghadapi



dilakukan mahasiswa

asistensi dengan
dosen
6) Cara mencari
sumber literatur

Interaksi yang

dengan dosen



Mengunjungi

29, 30, 31,
32, 33, 34

Angket

35, 36
Angket

perpustakaan
Mengakses informasi

Angket

37, 38

50

Aspek Yang

Variabel

Diungkap
tambahan



7) Cara melakukan

(variabel Y)

Soal

Keterangan

melalui internet
Mengunjungi
39, 40

bangunan-bangunan

studi banding

Hasil belajar

Butiran

Indikator

Angket

arsitektur

Nilai akhir yang

Nilai tugas 1 dan 2, UTS

diperoleh

-

dan UAS

mahasiswa

Dokumentasi

G. Pengujian Instrumen Penelitian
1. Uji Validitas Instrumen
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan
atau kasahihan suatu instrument, (Arikunto, 2010:211). Instrumen yang valid
memiliki validitas yang tinggi, begitu pula sebaliknya. Untuk mengukur
validitas dari instrument penelitian ini yang menggunakan angket/kuesioner
yang digunakan pada variabel cara belajar menggunakan rumus korelasi yang
di kemukakan oleh Pearson, yakni rumus korelasi product moment. Adapun
rumus korelasi product moment dengan angka kasar, yaitu :

rxy =
Keterangan:





2− (

rxy

: koefisien

N

: jumlah responden

X

: jumlah skor suatu butir/item

Y

: jumlah skor total

−(
2)

)(


)
2− (

2)

korelasi product moment

(Arikunto, 2010: 317)

51

Kemudian hasil dari rxy

hitung

dikonsultasikan dengan r

tabel

pada taraf

kepercayaan 95% dengan taraf signifikan 5%. jika didapat harga rxy
tabel,

hitung

>r

maka butir instrument dapat dikatakan valid. akan tetapi jika didapatkan

rxy hitung < r tabel maka butir instrument dapat dikatakan tidak valid.

2. Uji Reliabilitas Instrumen
Uji reabilitas digunakan untuk mengetahui sejauh mana ketetapan
instrumen penelitian yang dipakai sebagai alat ukur pengumpulan data. Suatu
instrument dapat dikatakan mempunyai taraf kepercayaan yang tinggi jika
instrument tersebut dapat memberikan hasil yang tetap.
Untuk menguji reabilitas pada penelitian ini, dilakukan menggunakan
teknik belah dua (slit half) dengan membagi butiran menjadi dua belahan yaitu
ganjil dan genap yang kemudian dikorelasikan, untuk memperoleh reabilitas,
hasil korelasi tersebut diperhitungkan dengan menggunakan rumus SpearmanBrown, dengan rumus sebagai berikut:

ri=

2.

b

(1 + b)

Keterangan:

ri

: reabilitas instrumen

rb

: korelasi product moment antara belahan pertama dan kedua
(Sugiyono, 2013:190)
Bila ternyata r hitung > r tabel maka didapatkan kesimpulan bahwa koefisien

korelasi reliabel, dan jika ternyata r
reliabel dan signifikan.

hitung

X + 1.5 SD
Sangat Baik
X + 0.5 SD < X < X + 1.5 SD
Baik
X - 0.5 SD < X < X + 0.5 SD
Cukup Baik
X - 0.5 SD < X < X - 0.5 SD
Kurang Baik
< X - 1.5 SD
Sangat Rendah
c. Menentukan frekuensi dan membuat persentase untuk menafsirkan data
kecendrungan variabel.

�=

� 100%

56

4. Uji Koefisien Korelasi
Uji koefisien korelasi merupakan suatu analisis yang digunakan
untuk mengukur tingkat hubungan antara variabel X (cara belajar) terhadap
variabel Y (hasil belajar). Dari hasil uji normalitas, pengolahan koefisien
korelasi untuk data yang tidak berdistribusi normal menggunakan statistik
non-parametrik. Pada penelitian ini perhitungan yang dipakai dalam
menghitung koefisien korelasi adalah dengan teknik Rank Spearman (r).
Rumus untuk Rank Spearman adalah sebagai berikut:
=1–

6

2

( 2 − 1)

Keterangan:
r2

: koefisien korelasi Rank Spearman
2

: Jumlah beda rangking antara variabel X dan variabel Y yang
dikuadratkan

n

: Jumlah responden
(Sudjana, 1992:455)
Menurut Sugiyono (2013:257) sebagai pedoman kriteria penafsiran

koefisien korelasi harga r akan dikonsultasikan dengan tabel interpretasi nilai r
sebagai berikut:
Tabel 3.5 : Interprestasi Koefisien Korelasi Nilai R
Sumber : (Buku Metode Penelitian Pendidikan)

Interval koefisien

Tingkat hubungan

0,80 – 1,000
0,600 – 0,799
0,40 – 0,599
0,20 – 0,399
0,00 – 0,199

Sangat kuat
Kuat
Sedang/cukup
Rendah
Sangat rendah

57

5. Menghitung Koefisien Determinasi
Koefisien

determinasi

bertujuan

untuk

mengetahui

besarnya

persentase pengaruh cara belajar (variabel X) terhadap hasil belajar
mahasiswa

sebagai

(variabel

Y).

koefisien

determinasi

adalah

mengkuadratkan koefisien korelasi yang telah ditemukan dan selanjutnya
dikalikan 100%. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
KD =

x 100%

Keterangan :
KD

: Koefisien determinasi
: Nilai koefisien korelasi rata-rata
(Saputra, 2007:40)

6. Uji Regresi
Pengujian regresi tidak hanya mengukur derajat keeratan hubungan
antar variabel tetapi juga mengukur besarnya serta arah dari hubungan antar
variabel tersebut. Uji regresi dalam penelitian ini menggunakan rumus
regresi linear sederhana dengan persamaan umum, sebagai berikut:

=

+

Keterangan:
: harga variabel Y yang diramalkan
a

: perpotongan garis regresi bila X = 0

b

: koefisien regresi, yaitu besarnya perubahan pada Y jika satu unit
perubahan terjadi pada X

X

: harga variabel X
(Susanti 2010:180)

58

Koefisien arah regresi linear dinyatakan dengan huruf b yang juga
menyatakan perubahan rat-rata variabel Y untuk seetiap X sebesar satu
bagian, maksudnya ialah bila hara b positif maka variabel Y akan
mengalami kenaikan/pertambahan dan sebaliknya. Untuk mencari harga a
dan b berdasarkan metode kuadrat terkecil dari pasangan data X dan Y,
digunakan rumus, sebagai berikut:
2

=

2



=

2


− (

− (

)2
)2

7. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan untuk mengetahui apakah hipotesis
yang diajukan pada penelitian ini ditolak atau diterima. terlebih dahulu
asumsikan Ho atau hipotesis nol dan Ha atau hipotesis penelitian sebagai
berikut:
Ho : tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan antara cara belajar
mahasiswa terhadap hasil belajar pada mata kuliah Studio
Perancangan Arsitektur 1 di Program Studi Pendidikan Teknik
Arsitektur.
Ha : terdapat pengaruh positif dan signifikan antara cara belajar mahasiswa
terhadap hasil belajar pada mata kuliah Studio Perancangan Arsitektur
1 di Program Studi Pendidikan Teknik Arsitektur.
Untuk menguji hipotesis tersebut digunakan rumus t-student statistik
sebagai berikut:
r n-2

t=

1−r 2

59

Keterangan :
t : uji hipotesis
r : koefisien korelasi
n : jumlah responden yang diuji
(Sugiyono, 2013: 257)
Hasil t

hitung

selanjutnya dibandingkan dengan harga t tabel pada taraf

signifikan 95% pada derajat kebebasan (dk)= n-1. dengan ketentuan Ha
diterima apabila harga t
tabel.

hitung

>t

tabel

dan Ho ditolak apabila harga t

hitung


Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

69 1618 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 417 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 377 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

8 237 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 345 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 488 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

22 429 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 277 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

13 446 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

23 511 23