PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MIPA JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER 2011 BAB I PENDAHULUAN - BAB IV OTOT referensi tugas

LAPORAN PRAKTIKUM HISTOLOGI
“Jaringan Otot”

Disusun oleh:
Kelompok 5
Aini Maskuro

(0910211107)

Reta Setia Rizki

(0910211078)

Fuad Fendy P

(0910211112)

Ardi Mega Surya Alam

(0910211077)

Mega Wahyuni

(0910211101 )

Siti Hasanah

(0910211073)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MIPA
JURUSAN PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER
2011

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 DASAR TEORI
Jaringan otot merupakan salah satu jaringan pokok didalm tubuh yang mempunyai sifat
contractil dan berfungsi utama untuk pergerakan dan sifat conductifiti walaupun kurang
berkembang. Oleh sebab itu ciri pokok sel otot ialah mengadakan kontraksi. Hampir seluruh
sitoplasmanya mengandung bahan-bahan kontraktil. Untuk mendapatkan hasil kontraksi yang
maksimal, sel otot mempunyai bentuk efektif ialah bentuk panjang, pipih dan bahan-bahan
kontraktil mengumpul pada kedua ujung sel otot tersebut. Klasifikasi sel otot pada pokoknya
dibagi dalam dua bagian yaitu secara morfologis dan secara psykologis.
Secara morfologis dibagi menjadi dua yaitu:
1. Otot seran lintang (Striated Muscle)
2. Otot Polos (Smooth Muscle)
Secara psykologis dibagi menjadi dua yaitu:
1. Voluntary Muscle (dipengaruhi kehendak)
2. Involuntary Muscle (tak dipengaruhi oleh kehendak)
Pada umumnya otot bergaris merupakan Voluntary Muscle dan otot polos merupakan In
Voluntary Muscle tetapi ada perkecualiannya yaitu jaringan otot jantung yang secara
morfologis termasuk otot seran lintang tetapi secara psykologis termasuk In Voluntary
Muscle sehingga diberi nama khusus yaitu Otot Jantung (Cardiac Muscle). Perbedaan ketiga
ciri-ciri tersebut sebagai berikut:
1.

OTOT POLOS
Terdiri atas:
a. Sel-sel memanjang dengan kedua ujungnya yang meruncing dengan nukleus terletak
ditengah bagian sel yang tebal, berbentuk oval atau silindris
b. Sitoplasma sel yang mengandung myofibril longitudinal dan substansial yang terletak
diantara myobril-myobril yang disebut sacroplasma
c. Serabut otot polos atau sel-sel otot polos tersebar diseluruh jeringan kyat atau
membentuk berkas yang disatukan oleh jeringan kyat longgar.
d. Sel-sel dalam berkas dilapisi dan diikat bersam-sama oleh membrales yang halus dan
banyak mengandung serabut retikuler yang elastis.

OTOT SERAN LINTANG
Terdiri atas:
e. Serabut-serabut otot yang berbentuk bulat, silindris atau agak pipih pada penampang
melintang
f. Sarcolema adalah membran selaput otot yang transparan tanpa struktur
g. Garis-garis melintang dari serabut-serabut otot terdiru atas (Cross striasi):
i. Discus A (Anisotrop) tampak gelap
ii. Discus I (Isotrop) agak terang
h. Nukleus oval atau agak pipih dengan axis longitudinalnya pararel tepat dibawah
sarcolemma (mamalia)
i. Crosstriasi ini disebabkan oleh segmen dari myofibril yang menyusun serabut otot
j. Seperti bekas-bekas collagen dalam tendo, maka serabut otot juga saling bergabung
membentuk berkas atau bundel primer dan beberapa berkas primer membentuk
berkas sekunder dan seterusnya.
k. Suatu lapisan tebal dan jaringan ikat pada pheripher yang disebut epymisiom,
menjaur kedalam ruangan (celah).
2.

OTOT JANTUNG
Terdiri atas:
a. Serabut otot jantung menyerupai serabut-serabut otot skelet, tetapi berbeda dalam hal
nukleus (nuklei) letaknya sentral
b. Juga ada cabang penghubung (anastomose) yang banyak sekali membentuk anyaman
c. Adanya discus intrecaltus, garis-garis melintangnya lebih rapat dan umumnya sangat
jelas
d. Pada indocardium, pada bagian lapisan permukaan dalam cor, anyaman serabut
ototnya, dilengkapi dengan serabut-serabut purkinje

Jaringan otot bersama-sama dengan sistem rangka dan saraf bertanggung jawab untuk
gerakan tubuh. Kontraksi otot senantiasa merupakan sumber terjadinya gerakan tubuh.
Kontraksi otot di tandai dengan over lapisannya filemen tipis terhadap myofi lament tebal.
Otot lurik kontraksinya dibawah control saraf non otonom. Dengan mengetahui struktur otot
akan mengetahui komponen yang berpengaruh pada kontraksinya.
Struktur jaringan otot di khususkan untuk melakukan gerakan,baik oleh badan secara
keselurhan maupun oleh perbagian tubuh yang satu terhadap lainnya.sel sel ptot sangat
berkembang

dalam

fungsi

kontraktil,dan

tidak

begitu

berkembang

dalam

hal

konduktifitas.kekhususan ini meliputi pemanjangan sel selnya sesuai sumbukontraksi dan
karena itu sel sel otot sering di sebut sebagai serat serat otot.
Pada jaringan otot,sel sel atau serat seratotot itu biasanya tergabung dalam berkas
berkas,sehingga jaringan otot tidak hanya terdiri atas serataerat otot saja karena harus
melakukan kerja mekanis,serat serat otot memerlukan banyak kapiler darah yang
mendatangkan makanan dan oksigen,dan mengangkut ke luar produk sisa yang
toksin.pembuluh pembuluh darahitu terdapat di dalam jaringan ikat fibrosa,yang juga berguna
untuk mengikat serat serat otot menjadi satu dan sebagai pembungkus pelindungsehingga
tarikannya dapat berlangsung secara efektif.juga saraf saraf terdapat di dalam jaringan itu.
Komponen jaringan ototdi bedakan berdasarkan mioglobin yang terkandung di dalamnya
makasabut otot bergaris di bedakan menjadi tiga macam:
2

serat merah
sabut otot jenis ini mempunyai diameterkecil,mempunyai warna lebih merah karena
mengandung banyak mioglobin,yang merupakan pigmen pada jaringan otot.sabut oto ini
mempunyai banyak metokondria dan pigmen cytochron serta mengandung banyak
pembuluh darah,tatapi glikogennya sedikit.nama lain dari sabut ini adalah SLOW
MUSCLES,karena kontraksinya lebih lambat di bandingkan dengan white fibers sehingga
sabut otot ini lebih tidak mudah lelah.
2.White fibers memiliki diameter lebih besar, mioglobinnya lebih sedikit sehingga
warnanya lebih pucat.demikian pula mitokondria dan pembuluh darahnya lebih sedikit,
tetapi kandungan glikogennya lebih banyak.
Sabut otot ini mempunyai kontraksi yang cepat dan kuat, tapi lebih mudah
lelah.Contohnya adalah Musc.Gastrocnimeus yang berfungsi untuk berjalan atau
berlari.
3. Intermediate fibers
Sabut ini mempunyai sifat antara Red fibers dan White fibers.
Untuk membedakan ke-3 sabut ini tidak bisa memakai proses pembuatan sediaan yang
rutin, tetapi harus memakai cara histo-kimia,misalnya pewarnaan untuk enzim untuk
enzime Succinic dehydrogenase.

REGENERASI :
Pada keadaan dewasa, mitosis pada otot sudah berhenti, sehingga daya regenerasi pada
otot yang mengalami kerusakan, sangat terbatas sekali. Perbaikan pada jaringan otot
biasanya akan terbentuk jaringan parut. Pada otot bergaris yang di latih, biasanya
hanya akan menambah diameternya saja tanpa menambah jumlah sel, keadaan ini
disebut HYPERTROPHY.
Demikian pula dengan otot jantung dan otot polos hanya bisa mngalami hypertrophy
tanpa penambahan sel (hyperplasi). Perkecualiaan pada otot polos uterus,dimana selain
mengalamihypertrophy,bisa juga mengalami hyperplasi dengan cara mitosis.
2.1 TUJUAN
1. Mengetahui struktur otot lurik, otot polos dan otot jantung
2. Mengetahui komponen-komponen penyusun otot lurik, otot polos dan otot jantung

BAB II
METODELOGI
2.1 ALAT DAN BAHAN
1.

Mikroskop

2.

Preparat otot lurik, otot polos dan otot jantung

3.

Buku gambar

4.

Buku Petunjuk Praktikum

5.

Pensil warna

6.

Buku tulis dan alat tulis

2.2 LANGKAH KERJA
1 Asistensi tentang acara praktikum hari ini
2 Mengamati preparat jaringan otot yang dipilih
3. Menggambar sel-sel jaringan otot
4. Memberi warna sesuai aslinya
5. Memberi keterangan

BAB III
HASIL PENGAMATAN

Preparat
Jaringan otot lurik

Jaringan otot polos

Gambar

Keterangan

Jaringan otot jantung

BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Jaringan otot secara umum
Jaringan otot adalah jaringan yang berperan dalam pergerakan tubuh hewan. Karena jaringan
otot inilah kita bisa menari, berlari, melompat, mencerna makanan, buang air besar,
memompa darah, dan sebagainya.
Jaringan otot ini terdiri dari sel-sel otot. Sel-sel otot yang ada dapat dikelompokkan menjadi
tiga jenis yaitu sel otot lurik, sel otot polos, dan sel otot jantung.

4.2 Struktur,fungsi,pembaharuan dan hubungan otot lurik dengan syaraf
4.2.1 Struktur dan fungsi otot lurik
Sel otot ini dinamai sel otot lurik karena miofibrilnya tersusun tidak homogen sehingga

membentuk garis-garis lurik pada jaringan otot.Setiap sel otot lurik terdiri dari serabutserabut yang disebut miofibril (serabut otot) .miofibril ini membentuk kelompok-kelompok
yang disebut cohnheimfield(lapangan cohnheim).Miofibril yang tampak memantulkan cahaya
berselang seling:gelap-terang berjejer teratur membentuk seperti pita vertikal terhadap poros
otot,garis anisotrop (pita A) tampak gelap dan garis isotrop (pita I) yang tampak terang
sehingga disebut otot lurik. Bentuk sel otot lurik adalah silinder dengan nukleus yang
banyak. Nukleus-nukleus ini terletak di pinggir/di tepi sel. Sel otot lurik sifatnya
sadar(volunter) ,saraf somatis,dan tidak tahan lelah. Sel otot lurik melekat pada rangka tubuh.
Karena melekat pada rangka tubuh, sel otot lurik juga sering disebut sel otot rangka.Sesuai
dengan fungsinya untuk menggerakkan anggota gerak badan.
Setiap sabut otot yang berbentuk silindris ini dibungkus oleh plasma membran yang
disebut sarkolemma.Setap sabut otot akan dipisahkan dengan sabut otot yang lain oleh
jaringan ikat yang disebut endoyisium.Beberapa sabut otot akan membentuk kelompok yang
disebut fasikelotot dan dibungkus oleh perimysium.Selanjutnya fasikel otot yang dibungkus
epimysium(fascia)
Letak otot polos yaitu terletak pada rangka di bawah kulit,kelopak mata,daun
telinga,lidah dan bibir.
Adapun sifat kontraksi dari otot lurik yaitu mempunyai daya kontraksi yang lebih
cepat dibandingkan dengan otot polos.Hal ini karena dipengarui kekuatan suatu otot tidak
tergantung panjangnya serat-serat otot yang bersangkutan tetapi tergantung jumlah total seratserat yang ada didalam otot itu.Otot bertambah besar akibat latihan dan hal ini disebabkan
penebalan masing-masing serat otot(hipertropi) dan bukan disebabkan bertambah banyaknya
serat-serat (hiperplasia).
4.2.2.Hubungan syaraf dengan otot lurik
Tiap otot dipersyarafi satu atau lebih syaraf yang menembus epimysium pada tempat tertentu
yang disebut “titik motor”.Syaraf itu mengandung serat-serat motorik,serat-serat sensorik
untuk gelendong otot,ujung-ujung sensorik neurotendinea untuk fasia dan syaraf otonom
untuk pembuluh darah .Secara fungsional,otot terdiri atas unit-unit motorik.Satu unit terdiri
atas satu serabut saraf dan serat-serat otot yang dipersyarafinya.Pada tempat yang

memerlukan gerakan-gerakan lembut ,misalnya pada otot mata,tetapi pada otot batang
tubuh,misalnya satu serat syaraf dapat mempersyarafi 100 atau lebih serat-serat otot.
4.2.3.Pembaharuan otot lurik
Sesudah mengalami kerusakan,serat otot memiliki kapasitas terbatas untuk melakukan
regenerasi,tetapi kerusakan berat akan diperbaiki dengan pembentukan jaringan ikat
fibrosa,dengan meninggalkan parut.Demikian pula halnya,bila syaraf atau pembuluh
darahnya terganggu alirannya,serat-serat otot akan berdegenerasi dan diganti oleh jaringan
ikat fibrosa.Walaupun demikian,pada otot dewasa terdapat sel-sel satelit.Sel-sel kecil dengan
inti tunggal terdapat diantara sarkolemma dan endomysium dan rupa-rupanya merupakan
cadangan sel-sel mioblas embrional,semasa hidup,sel-sel dapat membelah diri dan berperan
pada reparasi dan regenerasi yang dapat terjadi pada otot dewasa.

Gambar otot lurik berdasarkan literatur

4.3 Struktur,fungsi,pembaharuan dan hubungan otot polos dengan syaraf
4.3.1 Struktur dan fungsi otot polos
Berikut adalah struktur dan fungsi otot polos:


Sel otot ini dinamai sel otot polos karena memiliki miofibril yang homogen.



Bentuknya adalah gelendong dengan satu nukleus di tengahnya.



Sel otot polos sifatnya tidak sadar dan tahan lelah.



Sel otot polos terdapat pada organ-organ dalam tubuh seperti ginjal, uterus, organ
reproduksi wanita dan pria, organ sistem pencernaan, organ sistem pernapasan, iris
mata, dan pembuluh darah.



Sel otot ini juga dikenal dengan nama sel otot involunter.



Terdapat pada bagian viseral,membentuk bagian kontraktil pada dinding saluran cerna
sejak pertengahan esofagus sampai ke anus



Serat otot polos dalam keadaan relaksasi merupakan sel panjang,berbentuk
gelendong,meruncing di kedua ujungnya dan mempunyai bagian tengah yang lebih
lebar,tempat letak intinya



Ukuran tergantung tempatnya dari 20 mikron atau kurang pada pembuluh darah kecil
sampai 0,05 mm dalam rahim wanita hamil biasanya panjangnya 0,2 nm dan bergaris
tengah 6 mikron pada daerah inti



Sarkoplasmanya biasanya terlihat bersifat asidofil dan homogen,kadang-kadang
dengan daerah kecil yang terang yang menunjukkan tempat glikogen



Disebut otot polos karena tidak mempunyai garis-garis melintang



Pembuluh darah jaringan otot polos tidak terlalu banyak dan pembuluh darah ini
terdapat di dalam jaringan ikat di sekitar fasikel otot,tidak langsung melayani masingmasing sabut otot.



Diameter sabut otot polos 3-9 mikrondengan inti berbentuk seperti cerutu dan terletak
di tengah.



Sitoplasmanya disebut sarcoplasma pada sediaan tampak homogen walaupun di
dalamnya penuh dengan elemen kontraktil yaitu myofilamen.



Sifat kontraksinya merupakan kebalikan dari otot lurik.

GAMBAR OTOT POLOS BERDASARKAN LITERATUR

4.3.2 Hubungan syaraf dengan otot polos
Otot polos dipersyarafi bagian sinapsis dan para sinapsis dari sistem syaraf
otonom,yang

semua

serat

syarafnya

bersifat

postganglionik

dan

tidak

bermielin.Berdasarkan persyarafan dan fungsi,maka dapat dibedakan 2 macam otot
polos.Yaitu macam multi unit mempunyai persyarafan luas dengan semua,atau
hampir semua,sel-sel otot yang mendapatkan syaraf terminal.Susunan demikian
terdapat pada otot dari iris,arteri besar,dan ductus deferent,jadi orang yang serat-serat
ototnya berkontraksi serentak dan relatif cepat.Macam kedua memperlihatkan jauh
lebih sedikit ujung syaraf terminal,pada orang yang stimulus dari sel satu ke sel
lainnya melalui neksus-neksus.Macam unitary ini menghasilkan kontraksi yang relatif
lambat dan terdapat pada visera dan pembuluh darah yang lebih kecil.Macam
menengah juga ada.
4.3.3 Pembaharuan otot polos
Sebagian

besar

mesenkim,walaupun

otot

polos

yang terdapat

dibentuk

melalui

perkembangan

sel-sel

pada iris berasal dari ektoderm.Dalam

hubungannya dengan beberapa kelenjar dan saluran keluarnya,seperti kelenjarkelenjar liur,kelenjar keringat,dan kelenjar lakrimal,ada sel-sel dengan banyak ciri
khas otot polos yang berkembang dari ektoderm dan disebut sel mioepitel.Sel otot
polos dapat bertambah ukurannya akibat rangsangan fisiologis (misalnya dalam rahim
selama kehamilan) dan akibat rangsangan patologis (misalnya dalam arteriol pada
hipertensi).Adapula bukti-bukti bahwa walaupun penambahan besar organnya
(misalnya rahim selama kehamilan) terutama oleh bertambah besarnya masingmasing sel otot,adapula peningkatan jumlah sel akibat diferensiasi sel-sel mesenkim
yang ada di dalam dinding rahim.Ada bukti bahwa sel-sel otot polos sendiri dapat
membelah secara mitosis.

4.4 Struktur,fungsi,pembaharuan dan hubungan otot jantung dengan syaraf
4.4.1 Struktur dan fungsi otot jantung
Struktur dan fungsi otot jantung sebagai berikut:


Sel otot ini dinamai sel otot jantung karena hanya ditemui pada jantung(miokard) dan
pada dinding pembuluh darah besar yang langsung berhubungan dengan jantung.



Bentuknya seperti anyaman yang bercabang-cabang.



Miofibrilnya tersusun tidak homogen sehingga terlihat berlurik-lurik, mirip dengan sel
otot lurik.



Sel otot jantung sifatnya tidak sadar(involunter),persyarafan otonom dan sangat tahan
lelah.



Sel otot jantung inilah yang berperan dalam pemompaan darah oleh jantung.



Dibina atas serat otot,lurik,bercabang-cabang dan bertemu dengan serat
tetangga,sehingga secara keseluruhan berbentuk jalinan serat otot



Inti berada ditengah sel,satu serat hanya memiliki 1-2 inti.Inti lebih tumpul ujungnya
daripada inti serat otot lurik,mitokondria bercristae banyak.



Miofibril lurik seperti pada otot lurik,terdiri dari aktin dan miosin dengan susunan
perdempetan yang sama dengan yang terdapat pada serat otot lurik.



Terdapat discus intercalaris yang merupakan junction complex yang menghubungkan
sel bertetangga sendiri.



Otot jantung berkontraksi secara ritmis dan automatis



Setiap sel mempunyai panjang sekitar 15 milimikron,ujungnya sering terbelah dua
atau lebih,masing-masing cabang melekat padasel-sel berdekatan atau bagian
darinya,pada duscus interkalaris.



Serat otot jantung dibungkus suatu sarkolemma tipis mirip yang terdapat pada otot
rangka,dan sarkoplasma penuh dengan mitokondria.

4.4.2 Hubungan syaraf dengan otot jantung dan Pembaharuan otot jantung
Syaraf yang berhubungan langsung dengan otot jantung adalah serat syaraf otonom
halus .Otot jantung lebih tahan terhadap trauma bila dibandingkan dengan otot jenis
lainnya ,tetapi hampir tidak ada tanda-tanda regenerasi setelah terjadinya suatu
cedera.Otot jantung yang rusak diperbaiki dengan meningkatkan suatu jaringan parut.

BAB V
KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan dan pembahasan di atas dapat disimpulkan:
1. Struktur otot polos dan lurik sangat berbeda,baik dari fisiologis yang berdasarkan
kehendak maupun tidak berdasarkan kehendak otak,sedangkan otot jantung memiliki
kekhasan karena merupakan kombinasi diantara kedua otot tersebut,berbentuk lurik
namun involuntary.

2. Komponen otot polos,lurik dan jantung sangat berbeda baik dari sarkoplasmanya,serat
penyusun yang terdapat pada ke 3 jenis otot tersebut maupun sistem persyarafan yang
menyarafinya.

DAFTAR PUSTAKA
Lesson ,Rolland,dkk.alih bahasa dr.Jon Tambayon.1999.Buku ajar Histologi.Jakarta:EGC
penerbit buku kedokteran.
Yatim ,wildan.1990.Histologi modern.Bandung:Tarsito
Team mata kuliah Histologi.2011PETUNJUK PRAKTIKUM HISTOLOGI.Jember:UNMUH
JEMBER.
Team histology FK UNAIR.2003.HISTOLOGI 1.Suraabaya:lab anatomi histology FK
UNAIR

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

110 3532 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 901 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

39 819 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

18 532 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 687 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

57 1185 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

61 1085 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 689 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

29 963 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

40 1175 23