Perencanaan Dan Pengawasan Beban Operasional Pada PT. PLN (Persero) UPT Medan

TUGAS AKHIR
PERENCANAAN DAN PENGAWASAN BEBAN OPERASIONAL
PADA PT. PLN (Persero) UPT MEDAN

Diajukan Oleh :

WINDA SITI HARDIATMA
082102087

PROGRAM STUDI DIPLOMA III AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

LEMBAR PERSETUJUAN TUGAS AKHIR
NAMA

: WINDA SITI HARDIATMA

NIM

: 082102087

PROGRAM STUDI : DIPLOMA III AKUNTANSI
JUDUL

: PERENCANAAN DAN PENGAWASAN BEBAN
OPERASIONAL PADA PT PLN ( PERSERO )
UPT MEDAN

Tanggal : .................... 2011

Pembimbing

( Drs. Sucipto, MM, Ak)
NIP : 19511025 198203 1 001
Tanggal : ................... 2011

Ketua Program Studi Diploma III

Akuntansi

( Drs. Rustam, M.Si, Ak )
NIP : 19511114 198203 1 002
Tanggal :..................... 2011

Dekan

( Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec )
NIP :19550810 198303 1 004

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur penulis ucapkan ke hadirat Allah SWT yang telah
memberikan kesehatan jasmani dan rohani, serta kesabaran hati sehingga penulis bisa
menyelesaikan tugas akhir ini.Dan tak lupa shalawat beriring salam penulis
hadiahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW yang telah membawa
kita dari alam yang gelap gulita ke alam yang terang benderang seperti yang kita
rasakan saat ini.
Pembuatan serta penulisan tugas akhir ini tidak akan terlaksana dengan baik
tanpa adanya bantuan dan dukungan baik material maupun spiritual dari berbagai
pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang
sedalam-dalamnya kepada kedua orang tua tercinta, Ayahanda Muslich dan Ibunda
Susriwati dalam mencurahkan cinta dan kasih, doa dan semangat serta dukungan baik
material dan spiritual.
Penulis menyadari sepenuhnya tanpa bimbingan dan petunjuk dari dosen
pembimbing dan pihak lain, maka sulit bagi penulis dapat menyelesaikan tugas akhir
ini. Oleh karena itu pada kesempatan ini perkenankanlah penulis mengucapkan terima
kasih kepada :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec, selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.

Universitas Sumatera Utara

2. Bapak Drs. Rustam, M.Si, Ak, selaku Ketua Program Studi Diploma III
Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Sucipto, MM, Ak, selaku Dosen pembimbing penulis yang telah
meluangkan waktu untuk membimbing penulis dalam menyelesaikan tugas
akhir ini.
4. Kepada semua dosen dan staf pegawai Fakultas Ekonomi Universitas
Sumatera Utara yanhg telah banyak membantu penulis selama menjalani masa
perkuliahan.
5. Bapak Pimpinan PT PLN (Persero) UPT Medan yang telah memberikan izin
kepada penulis untuk mengadakan riset dalam rangka penyelesaian tugas
akhir.
6. Seluruh staf PT PLN (Persero) UPT MEDAN yang sudah banyak membantu
penulis dalam mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam tugas akhir
ini.
7. Kepada Abang tercinta Syahril M. Noer, dan Adik tersayang Adinda
Syahputra yang telah memberikan doa dan semangat dalam menyelesaikan
tugas akhir ini.
8. Teman-teman penulis yang banyak memberikan masukan, motivasi serta
semangat dalam menyelesaikan tugas akhir ini, khususnya untuk Ratih dan
Dhara terimakasih atas persahabatan yang indah ini, semoga hubungan ini
terjaga sampai kita tua nanti.

Universitas Sumatera Utara

9. Terima kasih juga penulis ucapkan kepada Lita,Ayu,Ami yang telah
memberikan perhatian selama ini dan bersedia menyediakan waktu buat
melepaskan penat sejenak.
10. Teman-teman Grup 18, Icha, Sari, Ridho, Rose, Defri yang telah banyak
membantu selama proses magang berlangsung, dan teman-teman angkatan
2008, khususnya Grup B yang telah banyak membantu dan menemani penulis
dalam menjalani masa perkuliahan.
Penulis menyadari bahwa tugas akhir ini masih jauh dari sempurna dikarenakan
adanya keterbatasan kemampuan dan pengetahuan penulis, karena itu penulis
memohon maaf atas segala kesalahan dan hal-hal yang kurang berkenan di hati
pembaca. Kritik dan saran yang membangun sangat penulis harapkan demi
sempurnanya tugas akhir ini.
Akhir kata, penulis berharap semoga tugas akhir ini dapat memberikan manfaat
bagi para pembaca pada umumnya dan bagi penulis pada khususnya.

Medan, 28 Juni 2011
Penulis

Winda Siti Hardiatma

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR .................................................................................

i

DAFTAR ISI ...............................................................................................

iv

BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ...........................................................

1

B. Perumusan Masalah ..................................................................

4

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian .................................................

5

D. Rencana Penulisan ....................................................................

6

E. Sistematika Penulisan ...............................................................

7

BAB II : PT PLN (PERSERO) UPT MEDAN
A. Sejarah Ringkas Perusahaan .....................................................

9

B. Visi, Misi, Motto, Nilai-nilai perusahaan, dan Makna logo ......

11



Visi ...............................................................................

11

Misi ..............................................................................

11

Motto ............................................................................

12

Nilai-nilai Perusahaan ...................................................

12

Makna Logo..................................................................

14

C. Struktur Organisasi ...................................................................

15

D. Job Description ........................................................................

16

E. Kinerja Usaha Terkini...............................................................

23

F. Rencana Kegiatan .....................................................................

24









BAB III : ANALISIS DAN EVALUASI

Universitas Sumatera Utara

A. Klasifikasi Beban Operasional ..................................................

25

B. Perencanaan Beban Operasional ...............................................

26

C. Perencanaan Baban Operasional Perusahaan.............................

29

D. Pengawasan Beban Operasional ...............................................

30

E. Pengawasan Beban Operasional Perusahaan .............................

32

F. Penyimpangan Beban Operasional............................................

33

G. Penyimpangan Beban Operasional Perusahaan
.................................................................................................

34

BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan............................................................................

36

B. Saran .....................................................................................

37

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Dalam menjalankan aktivitasnya, setiap perusahaan memiliki tujuan dan
sasaran yang hendak dicapai. Tujuan perusahaan bukan hanya untuk memperoleh
laba maksimal dengan pengorbanan tertentu untuk mempertahankan kelangsungan
hidup perusahaan namun lebih mengedepankan untuk memaksimalkan nilai
perusahaan.
Masalah yang sering dihadapi oleh perusahaan adalah bagaimana perusahaan
dapat beroperasi seefisien mungkin,sehingga dapat mencapai keuntungan yang
maksimal.Oleh karena itu,untuk mencaapi tujuan tersebut maka diperlukan
perencanaan dan pengawasan yang baik.Perencanaan dan pengawasan tersebut harus
disusun secara teliti,penuh pertimbangan,serta disesuaikan dengan kondisi dan
perkembangan perusahaan pada saat itu.
Perencanaan dan pengawasan kegiatan yang dilaksanakan suatau perusahaan
harus memadai dengan besarnya perusahaan tersebut.Kegiatan-kegiatan dalam
perusahaan semacam ini merupakan kegiatan yang saling berkaitan antara satu
dengan yang lain.Sehingga rencana kegiatan yang satu akan selaras dengan yang
lainnya.Kegagalan pelaksanaan salah satu kegiatan akan mempunyai akibat terhadap
kegiatan yang lain dalam suatu bagian,atau bahkan dengan bagian lain yang ada di
perusahaan itu.

Universitas Sumatera Utara

Dari pernyataan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa sebelum perusahaan
melakukan operasinya,pimpinan perusahaan

tersebut

harus terlebih

dahulu

merumuskan kegiatan-kegiatan apa yang akan dilakukan dan hasil apa yang akan
dicapai di masa yang akan datang, serta bagaimana melaksanakannya.Sehingga
dengan adanya rencana tersebut,maka aktivitas akan dapat terlaksana dengan
baik.Dengan demikian, perencanaan dan pengawasan pelaksanaan kegiatan dalam
perusahaan harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
Perencanaan disusun sebagai dasar berdasarkan atas pelaksanaan kegiatan
perusahaan.Perencanaan meliputi tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta
masa lalu dengan prakiraan masa lalu dengan kejadian yang akan terjadi di masa
mendatang untuk merumuskan aktivitas yang akan dilakukan pada periode
perencanaan yang dimaksud yang dianggap perlu untuk untuk mencapai hasil yang
diinginkan.
Perencanaan dianggap sebagai suatu kumpulan keputusan yang mencakup
hal-hal yang berhubungan dengan keadaan di masa yang akan dating.Oleh karena itu,
perencanaan harus mempunyai kemampuan melakukan pilihan-pilihan terbaik yang
dapat dilaksanakan untuk menghindari kegagalan.
Perencanaan

selalu

diikuti

dengan

pengawasan.Pengawasan

berarti

mendeterminasi apa yang telah dilaksanakan dengan maksud mengevaluasi prestasi
kerja, apakah dapat ditemukan efesiensi atau apakah para manager pelaksana telah
bekerja dengan baik dalam mengelola perusahaan serta menerapkan tindakantindakan korektif sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan rencana.Pengawasan juga

Universitas Sumatera Utara

dimaksudkan untuk menilai sampai sejauh mana prinsip efisiensi telah tercapai dalam
melaksanakan kegiatan serta meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja.Dengan
demikian, tujuan pengawasan bukanlah mencari kesalahan, akan tetapi mencegah dan
memperbaiki kesalahan, sehingga menjamin tercapainya tujuan-tujuan perusahaan.
Cara yang dilakukan dalam pengawasan yaitu membandingkan segala sesuatu
yang telah dijalankan dengan standard atau rencananya, serta melakukan perbaikanperbaikan bilamana terjadinya penyimpangan.Jadi, dengan pengawasan dapat
mengukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai sesuai dengan apa yang
direncanakan.
Pada PT. PLN (Persero) UPT Medan, untuk melaksanakan kegiatan
operasionalnya terlebih dahulu melakukan perencanaan terhadap beban yang
mungkin terjadi di lapangan yang ditujukan pada masing-masing bagian yang akan
menggunakan beban tersebut. Perencanaan ini dimulai dengan mengambil keputusan
apa yang disajikan dan dibutuhkan oleh tiap bagian dalam perusahaan yang dilakukan
dengan mengumpulkan data-data perusahaan mengenai situasi dan kondisi di masa
yang akan datang dengan melihat hasil operasional tahun lalu.
Pengawasan terhadap beban operasional diperlukan agar perencanaan yang
telah disusun dan dijalankan oleh tiap-tiap bagian perusahaan pada PT. PLN (Persero)
UPT Medan sesuai dengan yang diharapkan, serta dapat membandingkan kegiatan
operasional dan prestasi yang dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan apakah
dapat ditemukan efisiensi beban operasional dan kinerja perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

Perencanaan dan pengawasan diperlukan untuk mengetahui apakah terjadi
penyimpangan pada PT PLN ( Persero ) UPT Medan. Analisa terhadap
penyimpangan harus dilakukan, karena tidak ada gunanya mengetahui adanya suatu
keadaan yang kurang baik tanpa melakukan tindakan perbaikan terhadap keadaan
tersebut. Namun demikian, hal-hal yang telah sesuai dengan anggaran juga harus
tetap diwaspadai terhadap adanya kemungkinan kesesuaian yang disengaja untuk
menutupi kesalahan yang sebenarnya terjadi.
PT PLN (Persero) UPT Medan menggunakan anggaran dimana pada awal
periode ditentukan jenis anggaran beban operasional untuk setiap jenis beban yang
kemudian didistribusikan untuk setiap jenis bagian yang fungsional. Dalam hal ini,
PT PLN (Persero) UPT Medan melakukan pengawasan melalui prosedur serta catatan
yang berkaitan dengan pengamanan harta kekayaan dan catatan-catatan finansial
lainnya.Kadang kala terjadi selisih atau salah pencatatan transaksi yang menyebabkan
terjadinya penyimpangan beban operasional.
Bertitik tolak dari uraian diatas nyatalah terlihat betapa pentingnya
perencanaan dan pengawasan dalam suatu perusahaan.Hal ini mendorong penulis
tertarik untuk memilih topik tugas akhir dengan judul :
“PERENCANAAN DAN PENGAWASAN BEBAN OPERASIONAL PADA PT.
PLN ( Persero ) UPT MEDAN”.

B. Perumusan Masalah

Universitas Sumatera Utara

Sebelum diadakan analisa terhadap data-data yang diperoleh melalui
perosedur-prosedur ilmiah agar menghasilkan pembahasan yang lebih focus, terarah,
dan sistematis sesuai dengan judul tugas akhir ini, maka terlebih dahulu akan
dirumuskan masalah yang akan dibahas dalam tugas akhir ini, yaitu : “Apakah
penyusunan perencanaan dan pengawasan beban operasional yang dilakukan PT
PLN ( Persero ) UPT Medan berjalan dengan baik dan efisien ?”

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Tujuan penelitian bagi penulis :
a. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai perencanaan dan
pengawasan beban operasional yang diterapkan pada perusahaan.
b. Untuk mengetahui apakah perencanaan dan pengawasan yang
dilakukan dapat meningkatkan efisiensi perusahaan.
c. Untuk mengetahui apakah perencanaan dan pengawasan telah
dilakukan dengan efektif pada perusahaan.
d. Untuk mengetahui tindakan-tindakan yang diambil perusahaan untuk
menanggulangi masalah yang timbul dalam kegiatan operasi
perusahaan.
Manfaat penelitian bagi penulis :
a. Bagi penulis dapat menambah pengetahuan tentang perusahaan dan
aktivitasnya secara kongkret.

Universitas Sumatera Utara

b. Bagi Perusahaan dapat digunakan bahan pertimbangan dalam
mengambil keputusan untuk perencanaan serta pengawasan terhadap
beban operasional perusahaan pada masa yang akan datang sehingga
dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas perusahaan guna
mendukung kemajuan perusahaan.
c. Bagi Pembaca dapat berguna sebagai bahan pembanding dan
informasi bagi pihak lain yang berkepentingan dalam melakukan
penelitian pada masa yang akan datang.

D. Rencana Penulisan
Jadwal Survey/Observasi
Survey/observasi dilakukan setelah peneliti selesai mengikuti magang di
Fakultas Ekonomi USU. Berikut ini akan diuraikan jadwal survey peneliti.
MINGGU KE
NO

KEGIATAN
1

1

Mengurus SKS bersih.

2

Mengajukan surat permohonan judul.

3

Mengurus surat riset

4

Mengantar surat izin risat ke perusahaan

5

Mengambil surat balasan riset dari

2

3

4

perusahaan
6

Meminta data ke perusahaan mengenai

Universitas Sumatera Utara

sejarah

ringkas

perusahaan,

struktur

organisasi, uraian tugas (job description),
dan kinerja usaha terkini
7

Melakukan

wawancara

kepada

staff

perusahaan mengenai perencanaan dan
pengawasan

beban

operasional

perusahaan.

E. Sistematika Penulisan
Pembahasan dalam skripsi minor ini menyangkut bagaimana perencanaan
dan pengawasan terhadap beban operasional yang terjadi pada perusahaan yang
diteliti. Guna mengarahkan pada tujuan penulisan skripsi ini, maka penulis
memaparkan sistematika pembahasan yang terbagi menjadi empat bab, dimana
masing-masing bab terdiri dari :
BAB I

: PENDAHULUAN
Bab ini merupakan pengantar dari penulisan yang mencakup apa yang
menjadi alasan pemilihan judul, perumusan masalah, tujuan dan manfaat
penelitian, metode penelitian, dan sistematika pembahasan.

BAB II : PT. PLN (Persero) UPT MEDAN
Pada bab ini penulis memaparkan tentang gambaran umum perusahaan
yang meliputi sejarah singkat dan struktur organisasi perusahaan,

Universitas Sumatera Utara

perencanaan dan pengawasan beban operasional yang mencakup
pengertian dan penggolongan beban operasional, perencanaan beban
operasional, pengawasan beban operasional, serta penyimpangan beban
operasional yang terjadi.

BAB III : ANALISA DAN EVALUASI
Pada bab ini penulis akan menganalisa data yang diperoleh dari penelitian
berdasarkan teori yang ada serta mengevaluasi hasil analisa yang
diuraikan, yaitu tentang proses perencanaan dan pengawasan beban
operasional, serta penyimpangan anggaran beban operasional terhadap
pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh PT. PLN (Persero) UPT
MEDAN.
BAB IV : KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini, penulis mencoba menyimpulkan hasil penelitian yang
didapat dengan menganalisa data yang tersedia serta memberikan saran
yang dianggap penting untuk perbaikan dimasa yang akan datang bagi
perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
PT PLN ( Persero ) UPT MEDAN

A. Sejarah Ringkas Perusahaan
Listrik mulai dikenal di Indonesia pada akhir abad ke-19 yaitu pada masa
Pemerintahan Hindia Belanda. Pada saat itu penyediaan tenaga listrik di negara kita
dikelola oleh beberapa perusahaan salah satunya adalah NV OGEM ( Overzeese Gase
dan Electritiest Maathappy ) yang berpusat di negara Belanda, sedangkan di
Indonesia berpusat di Jakarta. Tiga puluh tahun kemudian (1923) listrik mulai ada di
Medan. Sentralnya dibangun di pertapakan kantor PLN cabang Medan yang sekarang
di jalan listrik no 12 Medan, dibangun oleh NV NIGEM/OGEM, yaitu salah satu
perusahaan swasta Belanda. Kemudian menyusul pembangunan listrik di Tanjung
Pura dan Pangkalan Brandan 1924, Tebing Tinggi 1927, Sibolga, Berastagi, dan
Tarutung 1929, Tanjung Balai 1931, Labuhan Bilik 1936, dan Tanjung Tiram 1937.
Masa penjajahan Jepang hanya mengambil alih pengelolaan perusahaan listrik
milik swasta Belanda tanpa mengadakan penambahan mesin dan perluasan jaringan.
Daerah kerjanya dibagi menjadi perusahaan listrik Sumtera, perusahaan listrik Jawa
dan seterusnya sesuai struktur organisasi pemerintahan tentara Jepang waktu itu.
Setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, dikumandangkanlah Kesatuan
Aksi Karyawan Perusahaan Listrik di seluruh penjuru tanah air untuk mengambil alih
perusahaan listrik bekas milik swasta Belanda dari tangan Jepang. Perusahaan listrik

Universitas Sumatera Utara

yang sudah diambil alih itu diserahkan kepada pemerintah RI dalam hal ini
Departemen pekerjaan umum.
Untuk mengenang peristiwa ambil alih itu, maka, dengan penetapan
Pemerintah No. 1 SD/45 ditetapkan tanggal 27 Oktober sebagai hari Listrik. Sejarah
memang membuktikan kemudian bahwa dalam suasana yang makin memburuk
dalam hubungan Indonesia-Belanda, tanggal 3 Oktober 1953 keluar Surat Keputusan
Presiders No.163 yang memuat ketentuan Nasionalisasi Perusahan Listrik milik
swasta Belanda sebagai bagian dari perwujudan Pasal 33 ayat (2) 1945. Setelah aksi
ambil alih itu, sejak tahun 1955 di Medan berdiri Perusahaan Listrik Negara distribusi
cabang Sumatera Utara (Sumatera Timur dan Tapanuli) yang mula – mula dikepalai
R.Soekarno (Merangkap Kepala di Aceh), tahun 1959 dikepalai oleh Ahmad
Syaifullah. Setelah BPU PLN berdiri dengan SK Menteri PUT No 16/1/20 Mei 1961,
maka Organisasi kelistrikan dirubah. Sumatera Utara, Aceh, Sumbar dan Riau
menjadi PLN Eksploitasi I tahun 1965, BPU PLN dibubarkan dengan peraturan
Menteri PUT No.9/PRT/64 dan dengan peraturan Menteri No.1/PRT/65 ditetapkan
pembagian daerah kerja PLN menjadi 15 Kesatuan Daerah Eksploitasi 1. Sumatera
Utara tetap menjadi Eksploitasi I.
Sebagai tindak lanjut dari pembentukan PLN Eksploitasi I Sumatera Utara
maka dengan keputusan Direksi PLN No.KPts 009/DIRPLN/66 tanggal 14 April
1966, PLN Eksplotasi I dibagi menjadi empat cabang dan satu sektor, yaitu cabang
Medan, Binjai, Sibolga, P.Siantar (berkedudukan di Tebing Tinggi). PP No 18 tahun
1972 mempertegas kedudukan PLN sebagai Perusaan Umum Listrik Negara dengan

Universitas Sumatera Utara

hak,

wewenang

dan

tanggung

jawab

membangkitkan,

menyalurkan

dan

mendistribusikan tenaga Listrik ke seluruh wilayah Negara RI.
Dalam SK Menteri tersebut PLN Eksploitasi I Sumatera Utara dirubah
menjadi PLN Eksploitasi II Sumatera Utara. Kemudian menyusul Peraturan Menteri
PUTL No. 013/PRT/75 yang merubah PLN Eksploitasi menjadi PLN Wilayah. PLN
Eksploitasi II menjadi PLN Wilayah II Sumatera Utara. Sesuai keputusan Menteri
Pertambangan dan Energi No.4564.K/702/M.PE/1993, tanggal 17 Desember 1993
telah dibentuk Tim Pengalihan Bentuk Perusahaan. Umum Listrik Negara menjadi
PT PLN (Persero) Listrik Negara.

B. Visi, Misi, Motto, Nilai-nilai Perusahaan dan Makna Logo


Visi
Diakui sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul dan

terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani.


Misi
PT PLN (Persero) UPT MEDAN memiliki beberapa misi yaitu :
1. Menjalankan bisnis kelistirikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi
pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang perusahaan.
2. Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas
kehidupan masyarakat.
3. Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.

Universitas Sumatera Utara

4. Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.
5. Membantu usaha-usaha melalui pelayanan listrik
6. Memberikan penyediaan tenaga listrik serta pelayanan pada pelanggan atau
masyarakat.
7. Memberikan

pelayanan

yang

baik

terhadap

masyarakat

dalam

pendistribusian tenaga listrik.
8. Mengembangkan penyediaan tenag listrik serta pelayanan.


Motto
PT PLN (Persero) UPT MEDAN memiliki motto “Listrik Untuk Kehidupan

yang Lebih Baik”. Dengan motto tersebut PT PLN (Persero) UPT MEDAN
berharap akan mencapai kesuksesan dalam pelayanan dan pembangunan
ketenagalistrikan.


Nilai-nilai Perusahaan
Nilai-nilai pada PT PLN (Persero) UPT MEDAN adalah sebagai berikut:
a. Peka terhadap kebutuhan pelanggan, senantiasa berusaha untuk tetap
memberikan pelayanan yang dapat memuaskan kebutuhan pelanggan
secara cepat, tepat dan sesuai.
b. Menjunjung harkat dan martabat manusia dengan segala kelebihan dan
kekurangannya serta mengakui dan melindungi hak-hak asasi dalam
menjalankan bisnis.

Universitas Sumatera Utara

c. Integritas, menjunjung tinggi nilai kejujuran, dan objektifitas dalam
pengelolaan bisnis.
d. Kualitas produk, meningkatkan kualitas dan keandalan produk secara terus
menerus dan, terukur serta menjaga kualitas lingkungan dalam
menjalankan perusahaan.
e. Peluang untuk maju, memberikan peluang yang sama dan seluas-luasnya
kepada setiap anggota perusahaan untuk berprestasi dan menduduki posisi
sesuai dengan kriteria dan kompetensi jabatan yang ditentukan.
f. Inovatif, bersedia berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan sesama
anggota perusahaan, menumbuhkan rasa ingin tahu serta meghargai ide
dan karya inovatif.
g. Mengutamakan kepentingan perusahaan untuk mencegah terjadinya
benturan kepentingan.
h. Menjamin setup keputusan yang diambil ditujukan demi kepentingan
perusahaan.
i.

Dalam pengambilan keputusan bisnis akan berorientasi pada upaya
meningkatkan nilai investasi pemegang saham.

j.


Saling percaya, integritas dan peduli terhadap masyarakat.

Makna Logo PLN

Universitas Sumatera Utara

Logo PLN
PT. PLN (Persero) UPT MEDAN mempunyai logo sebagai identitas. Yang
terdiri dari:

Bidang Persegi Penjang Vertikal
1. Bidang Persegi Panjang Vertikal menjadi bidang dasar bagi elemenelemen lambang lainnya, melambangkan bahwa PT PLN (Persero) merupakan wadah
atau organisasi yang terorganisir dengan sempurna. Berwarna kuning untuk
menggambarkan pencerahan, seperti yang diharapkan PLN bahwa listrik mampu
menciptakan pencerahan bagi kehidupan masyarakat. Kuning juga melambangkan
semangat yang menyala-nyala yang dimiliki tiap insan yang berkarya di perusahaan
ini.

Petir atau Kilat
2. Petir atau Kilat melambangkan tenaga listrik yang terkandung di
dalamnya sebagai produk jasa utama yang dihasilkan oleh perusahaan. Selain itu petir
pun mengartikan kerja cepat dan tepat para insan PT PLN (Persero) dalam
memberikan solusi terbaik bagi para pelanggannya. Warnanya yang merah
melambangkan kedewasaan PLN sebagai perusahaan listrik pertama di Indonesia dan

Universitas Sumatera Utara

kedinamisan gerak laju perusahaan beserta tiap insan perusahaan serta keberanian
dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman.

Tiga Gelombang
3. Tiga Gelombang memiliki arti gaya rambat energi listrik yang dialirkan
oteh tiga bidang usaha utama yang digeluti perusahaan yaitu pembangkitan,
penyaluran dan distribusi yang seiring sejalan dengan kerja keras para insan PT PLN
(Persero) guna memberikan layanan terbaik bagi pelanggannya. Diberi warna biru
untuk menampilkan kesan konstan (sesuatu yang tetap) seperti halnya listrik yang
tetap diperlukan dalam kehidupan manusia. Di samping itu biru juga melambangkan
keandalan yang dimiliki insan-insan perusahaan dalam memberikan layanan terbaik
bagi para pelanggannya.
Logo tersebut menandakan bahwa perusahaan ini bergerak dalam bidang
penjualan dan penyediaan tenaga listrik serta pelayanan terhadap pelanggan.

C. Struktur Organisasi
Setiap Perusahaan pasti memiliki struktur organisasi, struktur organisasi sangat
penting didalam perusahaan karena berfungsi sebagai landasan bagi seluruh fungsi
yang ada dalam organisasi untuk melaksanakan tugas,wewenang dan tanggung jawab
dari setiap fungsi.

Universitas Sumatera Utara

PT PLN (Persero) UPT MEDAN menganut struktur organisasi garis lurus staf
(line staff organization) yang sesuai dengan kondisi perusahaan tersebut karena :
a) Pembagian tugas secara jelas dapat dibedakan
b) General manajer langsung memerintah dan memberikan petunjuk-petunjuk
kepada kepala bagian untuk diteruskan kepada bawahannya yang sudah
ditentukan berdasarkan spesialisasi tugas.
Wewenang dari puncak pimpinan dilimpahkan sepenuhnya kepada bawahannya
dalam bidang pekerjaan sepanjang yang menyangkut bidang kerjanya.
PT PLN (Persero) UPT MEDAN dipimpin oleh seorang General Manager
yang membawahi beberapa manajer bagian yang terdiri dari :
1. Manajer bidang perencanaan,
2. Manajer bidang operasi,
3. Manajer bidang SDM administrasi dan keuangan.
Struktur organisasi PT PLN (Persero) UPT MEDAN dapat dilihat pada Lampiran
Beban yang telah disetujui tersebut merupakan besarnya beban yang
dialokasikan perusahaan sebagai pedoman kinerja perusahaan.

D. Job Description
Adapun uraian tugas dari PT PLN ( Persero ) UPT MEDAN adalah:
1. General Manager
Rincian tugas pokok general manajer PT PLN ( Persero ) UPT Medan
adalah :

Universitas Sumatera Utara

a. Bertanggung jawab atas pengolahan kegiatan proyek dan pembangunan
Pembangkit dan Jaringan Tenaga Listrik sesuai yang tercantum dalam
Daftar Isian Proyek (DIP), Petunjuk Operasional (PO), dan Anggaran
Investasi (AI),
b. Bertanggung jawab terhadap biaya jadwal dan mutu sesuai target kinerja
proyek induk yang tersedia
c. Memastikan bahwa semua program pembangunan dan APBN, LOAN,
APLN telah diketahui oleh direksi
d. Menetapkan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) proyek induk,
e. Mengolah kegiatan proyek dan bertindak sebagai wakil pemilik (owner),
f. Menetapkan system manajemen kinerja dan system manajemen mutu
proyek induk serta pengendaliannya,
g. Mengembangkan hubungan kerja sama dengan pihak lain untuk
kelancaran dan keberhasilan penyelesaian proyek,
h. Mengembangkan dan memelihara kompetensi anggota dalam bidang
proyek induk,
i. Mengembangkan strategi dan kebijakan pokok untuk meningkatkan kerja
proyek induk,
j. Memastikan kelancaran koordinasi dan Service Level Agreement (SLA)
dan PT. PLN (Persero) jasa konstruksi,
k. Menetapkan laporan manajemen proyek induk.
2. Kepala Audit Internal

Universitas Sumatera Utara

Rincian tugas kepala audit internal PT PLN (Persero) UPT MEDAN
adalah :
a. Bertanggung jawab atas penyelenggaraan audit manajemen untuk
menjamin pencapaian target kinerja proyek induk sesuai penetapan direksi
dengan ketentuan dan kebijakan proses manajemen sesuai dengan
peraturan perundangan yang berlaku,
b. Merumuskan program kerja pemeriksaan tahunan sesuai Program Kerja
Proyek Induk,
c. Melaksanakan audit internal, meliputi pelaksanaan kegiatan proyek induk,
keuangan, system sumber daya manusia dan administrasi,
d. Merumuskan masukan dan rekomendasi yang menyangkut proses
manajemen dan operasional,
e. Memantau tindak lanjut temuan hasil audit internal.

3. Manajer Bidang Perencanaan
Rincian tugas pokok manajer bidang perencanaan PT PLN (Persero) UPT
MEDAN adalah:
a. Bertanggung jawab atas tersedianya perencanaan kerja atas pelaksanaan
kegiatan perencanaan konstruksi pembangunan proyek pembangkit dan
jaringan, penetapan kebijakan manajemen yang strategis dalam rangka
pencapaian target kinerja proyek induk serta mendukung restrukturisasi
organisasi proyek induk,

Universitas Sumatera Utara

b. Menyusun Rencana Kerja Anggaran (RKA) proyek induk tahunan,
c. Melaksanakan evaluasi kinerja serta sosialisasi penerapannya kepada
organisasi proyek,
d. Merencanakan dan mengelola kegiatan pembebasan tanah dan mengelola
kegiatan soil investigation,
e. Menyiapkan AMDAL, UPL, dan RKL serta perijinan,
f. Mengolah dan membina sistem manajemen mutu,
g. Merumuskan standar produk/materi, serta membina penerapannya,
h. Melaksanakan perencanaan proyek yang sinergi dengan koordinasi
bersama jasa manajemen konstruksi,
i. Menetapkan laporan proyek induk.

4. Manajer Bidang Operasi
Rincian tugas manajer bidang operasi PT PLN (Persero) UPT MEDAN
adalah:
a. Bertanggung jawab atas pelaksanaan pekerjaan konstruksi pembangunan
proyek pembangkit dan jaringan, konsolidasi unit-unit proyek sesuai
dengan jadwal, biaya, dan kualitas pekerja melalui pemantauan hasik kerja
jasa manajemen konstruksi untuk pencapaian target kinerja produksi,
b. Menyusun rencana kerja staf operasi sesuai rencana kerja proyek induk.
c. Merumuskan

dan

mengevaluasi

kinerja

bidang

serta

sosialisasi

penerapannya

Universitas Sumatera Utara

d. Mengkoordinasi kegiatan pelaksanaan administrasi teknik meliputi
administrasi, tenaga asing, kontrak-kontrak dan berita pembayaran,
e. Mengkoordinasi kegiatan pengadaan dan pengendalian sarana kerja
proyek sesuai dengan kontrak agar tepat waktu sesuai kualitas dan
kuantitas,
f. Membina hubungan kerja dengan instansi terkait untuk kelancaran tugas,
g. Melaksanakan pemantauan kemajuan fisik proyek secara berkala untuk
Menghindari keterlambatan,
h. Mengelola penerimaan dan pengeluaran barang serta tata usaha gedung,
i. Memberi laporan manajemen sesuai bidangnya.

5. Manajer Bidang SDM, Administrasi dan Keuangan
Rincian tugas pokok manajer bidang SDM, Administrasi dan Keuangan
PT PLN (Persero) UPT MEDAN adalah:
a. Bertanggung jawab atas pengelolaan SDM, Administrasi dan Keuangan
untuk mendukung pelaksanaan pekerja kegiatan proyek induk dalam
mencapai kinerja target proyek induk sesuai penetapan direksi,
b. Merencanakan jenjang karir dan siklus untuk SDM tingkat pelaksanaan di
proyek induk,
c. Melaksanakan manajemen berbasis kompetensi dalam hal penetapan
posisi SDM, penilaian unjuk kerja pegawai serta pendidikan dan latihan,

Universitas Sumatera Utara

d. Melaksanakan tata usaha kepegawaian dalam hal reminsasi, mutasi data
pegawai,
e. Melaksanakan pekerjaan kesekretariatan pengolahan keluar masuk surat
serta menjamin kerahasiaannya,
f. Mengelola sistem informasi dan memelihara peralatan perangkat
kerasnya,
g. Melaksanakan penyedian dan memelihara peralatan kantor,
h. Melaksanakan pengendalian aliran kas penerimaan dan pengeluaran serta
membuat laporan rekonsiliasi keuangan,
i. Melakukan pengolahan keuangannya berdasarkan kegiatan proyek induk,
j. Melaksanakan kegiatan akuntansi biaya PDP dan aktiva tetap,
k. Menetapkan laporan manajemen di bidangnya.

6. Proyek Pembangkit
Rincian tugas pokok manajer proyek pembangkit PT PLN (Persero) UPT
MEDAN adalah:
a. Bertanggung jawab atas pengolahan kegiatan proyek pembangkit sesuai
kontrak dengan menggunakan jasa manajemen konstruksi sebagai bagian
pencapaian target kierja proyek yang ditetapkan oleh perusahaan,
b. Koordinasi pengawasan dan pengendalian teknik dan administrasi dengan
unit jasa manajemen konstruksi,

Universitas Sumatera Utara

c. Melakukan kegiatan proyek dengan fungsi sebagai pendelegasian wakil
pemilik (owner) dari poyek induk,
d. Menyusun Basic Communication dengan pihak pengguna jasa dan setiap
pihak terkait,
e. Mengevaluasi rekomendasi penyempurnaan pekerjaan proyek dari pihak
jasa manajemen konstruksi untuk proses amandemen dari pihak
konstruksi,
f. Menugaskan pengawasan mutu, tertib biaya dan ketetapan waktu
pelaksanaan proyek tehadap setiap pihak pelaksanaan konstruksi dan
pihak jasa manajemen konstruksi,
g. Menetapkan laporan manajemen proyek pembangkit.

7. Proyek Jaringan
Rincian tugas pokok manajer proyek jaringan PT PLN (Persero) UPT
MEDAN adalah:
a. Bertanggung jawab atas pengelolaan proyek jaringan sesuai kontrak
dengan menggunakan jasa manajemen konstruksi sebagai bagian
pencapaian target kinerja proyek,
b. Koordinasi pengawasan dan pengendalian teknik dan administrasi dengan
unit jasa manajemen konstruksi,
c. Melaksanakan kegiatan proyek dengan fungsi sebagai pendelegasian wakil
pemilik, (owner) dari proyek induk,

Universitas Sumatera Utara

d. Menyusun basic communication dengan pihak pengguna jasa dan setiap
pihak terkait,
e. Mengevaluasi rekomendasi penyempurnaan pekerjaan proyek dari pihak
jasa manajemen konstruksi untuk proses amandemen dengan pihak
konstruksi.

E. Kinerja Usaha Terkini
Pada tahun 2011 ini PT. PLN (Persero) UPT MEDAN memiliki beberapa
buah proyek yang harus dikerjakan baik proyek yang telah berjalan ataupun proyek
yang baru berjalan.
Adapun proyek-proyek tersebut antara lain:
a. Penyelesaian pekerjaan Gardu Induk 150 Kv Perbaungan
b. Pekerjaan transmission line 150 kV Sei Rotan - Belawan,
c. Pekerjaan transmission Line 150 kV Lamhotma - Labuhan,
d. Pekerjaan Gardu Induk 150 kV Lamhotma,
e. Pekerjaan Transmission Line 150 kV Labuhan,
f. Pekerjaan Transmission Line 150 kV Labuhan – Belawan.

F. Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan PT. PLN (Persero) UPT MEDAN pada tahun 2011 adalah
meningkatkan jumlah pasokan listrik, menjalin kerja sama dengan instansi-instansi
dan memberikan pelayanan yang lebih baik lagi kepada konsumen.

Universitas Sumatera Utara

BAB III
ANALISA DAN EVALUASI

A. Klasifikasi Beban Operasional
Beban operasional yang terjadi dalam kegiatan operasi pada PT PLN
(Persero) UPT Medan terbagi atas :
1. Beban Operasional
Beban operasional pada PT PLN (Persero) UPT Medan terdiri dari :
a. Beban Pemeliharaan, berupa :
1.) Beban Pemakaian Material
2.) Beban Jasa Borongan
b. Beban Kepegawaian, berupa :
1.) Beban Pegawai
2.) Beban Pegawai Lainnya
3.) Beban Cuti dan Lainnya
c. Beban Penyusutan Aktiva Tetap
d. Beban Administrasi
e. Beban Lain-lain
2. Beban Di Luar Operasional
Beban di luar operasional pada PT PLN (Persero) UPT Medan terdiri dari :
a. Beban Tunjangan Kesehatan Pensiun
b. Beban Lain-lain

Universitas Sumatera Utara

B. Perencanaan Beban Operasional
Perencanaan merupakan langkah awal perusahaan yang akan menentukan
tujuan perusahaan, berupa target atau hasil yang terukur dalam jangka pendek
maupun jangka panjang yang dipakai sebagai dasar untuk mengendalikan kegiatan
perusahaan.
M. Nafarin (2000 : 3) mengartikan “Perencanaan sebagai tindakan yang
dibuat berdasarkan fakta dan asumsi mengenai gambaran kegiatan yang
dilakukan pada waktu mendatang dalam mencapai tujuan yang diinginkan”.
Selanjutnya R. A Supriono (2002 : 7) mengatakan bahwa “Perencanaan
adalah proses untuk menentukan tujuan organisasi yang akan dicapai
perusahaan. Perencanaan ini dapat disusun jangka pendek, jangka panjang,
dan akan dipakai sebagai dasar untuk mengendalikan kegiatan-kegiatan
perusahaan”.
Sedangkan menurut William Carter K dan Milton F. Usry (2004 : 37),
Perencanaan adalah proses untuk menentukan tujuan organisasi yang
akan dicapai perusahaan dan mengatur strategi yang akan
dilaksanakan dengan menggunakan sumber daya yang ada.
Perencanaan ini dapat disusun untuk jangka pendek dan jangka
panjang dan akan dipakai sebagai dasar untuk mengendalikan
kegiatan perusahaan.
Dengan disusunnya perencanaan, maka manfaat yang akan diperoleh
perusahaan adalah :
1. Perencanaan dapat menetapkan kegiatan di masa yang akan datang dengan
membandingkannya dengan masa yang lalu.

Universitas Sumatera Utara

2. Perencanaan dapat mengendalikan organisasi setiap waktu.
3. Perencanaan dapat mengatasi problem yang dihadapi dengan sebaik-baiknya.
4. Perencanaan dapat memungkinkan manajer memahami keseluruhan gambaran
operasi yang lebih jauh lagi.
5. Perencanaan dapat membantu penempatan tanggung jawab lebih lanjut.
Perencanaan beban operasional sangat penting dalam suatu perusahaan
sebab beban operasional merupakan salah satu elemen yang penting dalam
pembentukan laba perusahaan. Selain itu, perencanaan beban operasional merupakan
proses penetapan peran dalam usaha pencapaian sasaran perusahaan yang
menunjukkan rencana perusahaan untuk masa yang akan datang yang harus
dicapainya.
Dalam merencanakan beban operasional perlu memperhatikan faktor-faktor
berikut ini :
a. Pengetahuan tentang tujuan dan kebijaksanaan umum perusahaan.
b. Informasi mengenai data-data tahun yang lalu.
c. Kemungkinan perkembangan kondisi ekonomi.
d. Pengetahuan tentang teknik, strategi pesaing dan gerak-gerak pesaing.
e. Kemungkinan adanya perubahan kebijaksanaan pemerintah.
f. Penelitian untuk pengembangan perusahaan.
Anggaran merupakan penjabaran dari fungsi perencanaan yang akan
memberikan manajemen proyeksi yang dapat dipercaya mengenai hasil-hasil dari
rencana yang dilaksanakan. Seluruh beban operasional yang terjadi dalam

Universitas Sumatera Utara

pelaksanaan kegiatan operasional dihadapkan dengan anggaran untuk mengetahui
penyimpangan biaya yang telah terjadi dan harus dianalisa sebab akibatnya dan
diambil tindakan perbaikan dengan tujuan untuk meminimalisir beban-beban yang
dapat merugikan perusahaan.
Pada dasarnya anggaran disusun melalui analisa yang cermat dan teliti
berdasarkan data periode tahun yang lalu, sehingga mencerminkan tindakan terperinci
untuk digunakan sebagai pedoman dalam menjalankan kegiatan perusahaan di masa
mendatang dan juga sebagai dasar untuk melakukan penilaian.
Untuk menyusun suatu anggaran sebagai suatu alat perencanaan, maka
anggaran tersebut harus realistis, fleksibel, dan kontinu. Realistis berarti tidak terlalu
optimis maupun pesimis berdasarkan kenyataan yang ada. Fleksibel memiliki peluang
untuk disesuaikan dengan keadaan yang mungkin berubah. Sedangkan kontinu dapat
berarti dilaksanakan secara terus-menerus dan bukan kegiatan yang insidental.
Dalam menyusun anggaran, perusahaan harus yakin akan kemampuannya
mengendalikan berbagai relevan variabel untuk

mencapai tujuan,

mampu

melaksanakan sistem manajemen ilmiah, mampu berkomunikasi secara efektif dan
dapat memberikan motivasi kepada anggaran serta mendorong adanya sikap
partisipasi.
Pada dasarnya yang berwenang dan bertanggung jawab atas penetapan atau
pelaksanaan beban operasional adalah pimpinan tertinggi suatu perusahaan itu
sendiri. Namun dalam hal ini penyusunan anggaran tidak dilakukan sendiri, pimpinan
dapat mendelegasikannya kepada bawahan yang berkompeten. Tetapi pada dasarnya

Universitas Sumatera Utara

pimpinan tetap harus mengawasi dan membimbing bawahannya dalam menetapkan
beban operasional tersebut.
C. Perencanaan Beban Operasional Perusahaan
Pada PT PLN (Persero) UPT Medan, untuk melaksanakan kegiatan
operasionalnya terlebih dahulu melakukan perencanaan terhadap beban yang
mungkin terjadi di lapangan yang ditujukan pada masing-masing bagian yang akan
menggunakan beban tersebut. Penyusunan perencanaan ini dipimpin oleh Manajer
dan Tim RKA ( Rencana Kerja Anggaran ). Perencanaan ini dimulai dengan
mengambil keputusan apa yang disajikan dan dibutuhkan oleh tiap bagian dalam
perusahaan yang dilakukan dengan mengumpulkan data-data perusahaan mengenai
situasi dan kondisi di masa yang akan datang dengan melihat hasil operasional tahun
lalu.
Kemudian rencana tersebut dilanjutkan dengan pembuatan anggaran beban
operasi untuk suatu periode akuntansi yang dilaksanakan oleh bagian keuangan dan
pembukuan untuk kemudian disahkan oleh Manajer. Selanjutnya, rencana tersebut
diajukan ke PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara untuk dapat disetujui oleh
Kepala Wilayah dalam hal ini General Manager. Beban yang telah disetujui tersebut
merupakan besarnya beban yang dialokasikan perusahaan sebagai pedoman kinerja
perusahaan.
Dalam merencanakan beban operasional PT PLN (Persero) UPT Medan
telah memperhatikan faktor-faktor berikut ini :
g. Pengetahuan tentang tujuan dan kebijaksanaan umum perusahaan.

Universitas Sumatera Utara

h. Informasi mengenai data-data tahun yang lalu.
i.

Kemungkinan perkembangan kondisi ekonomi.

j.

Pengetahuan tentang teknik, strategi pesaing dan gerak-gerak pesaing.

k. Kemungkinan adanya perubahan kebijaksanaan pemerintah.
l.

Penelitian untuk pengembangan perusahaan.
Berdasarkan analisa yang dilakukan oleh penulis terhadap data yang telah

diinformasikan oleh manajemen perusahaan berkaitan dengan perencanaan beban
operasional, penulis beranggapan perusahaan telah melakukan perencanaan beban
operasional dengan baik. Hal ini dapat dilihat pada laporan laba-rugi perusahaan
dimana PT PLN (Persero) UPT Medan telah menetapkan perencanaannya melalui
beban operasional guna mencapai sasaran yang diinginkan. Penyusunan perencanaan
tersebut dilakukan dengan cermat dan teliti agar perusahaan dapat berjalan
sebagaimana yang diinginkan dan hasil-hasil yang akan dicapai dapat direalisasikan.
Perusahaan telah merencanakan dan menyusun anggaran berdasarkan biaya yang
telah terjadi sebelumnya, kemudian ditambah dengan penyesuaian dan proyeksi yang
telah dibuat oleh manajemen perusahaan.

D. Pengawasan Beban Operasional
Pengawasan merupakan kegiatan penilaian dan perbaikan mengenai sejauh
mana pelaksanaan rencana telah dilakukan untuk mencapai tujuan perusahaan.
Melalui pengawasan, perusahaan dapat menghindari kemungkinan kegagalan yang

Universitas Sumatera Utara

terjadi

dan

mendorong

keberhasilan

terhadap

kinerja

perusahaan

serta

membandingkannya dengan standard kerja.
Menurut M. Sofyan Syafri (2001 : 10),
Pengawasan adalah segala usaha dan kegiatan yang dilakukan untuk
mengetahui dan menilai apakah pelaksanaan tugas sesuai dengan yang
sebenarnya. Pengawasan mencakup upaya memeriksa apakah semua
yang terjadi sesuai dengan rencana yang ditetapkan, perintah yang
dikeluarkan dan prinsip yang dianut juga dimaksudkan untuk
mengetahui kelemahan dan kesalahan agar dapat dihindari kejadian di
kemudian hari. Dalam hal ini tindakan pengawasan dijalankan agar
setiap kegiatan berjalan sesuai rencana untuk mencapai hasil atau
sasaran yang ditetapkan.

Matz dan Usry (2003 : 5) mengemukakan bahwa :
Pengawasan adalah usaha sistematis perusahaan untuk mencapai
tujuan dengan cara membandingkan prestasi kerja secara terusmenerus diawasi dan jika manajemen ingin tetap berada dalam batasbatas keteraturan yang telah digariskan, hasil nyata dari setiap
kegiatan debandingkan dengan rencana dan bila terdapat perbedaan
besar akan diambil tindakan perbaikan.
Dari defenisi tersebut, pengawasan dapat diartikan sebagai suatu proses
penetapan pekerjaan, menilai dan mengoreksi dengan maksud agar pelaksanaan
pekerjaan sesuai dengan rencana.
Pengawasan beban operasional diperlukan untuk membandingkan kegiatan
operasional dan prestasi yang dicapai dengan rencana yang telah ditetapkan apakah
dapat ditemukan efisiensi beban operasional dan kinerja perusahaan.
Pengawasan terhadap beban operasional tidak akan terlaksana dengan baik
tanpa adanya perencanaan yang telah digariskan terlebih dahulu. Untuk mendapatkan

Universitas Sumatera Utara

pengawasan yang baik terhadap beban operasional perlu diperhatikan hal-hal berikut
ini :
a. Biaya yang dikeluarkan harus disetujui oleh pihak yang berwenang dan biaya
tersebut memang benar-benar diperlukan.
b. Biaya yang terjadi merupakan tanggung jawab pengawasan yang memberi
wewenang.

E. Pengawasan Beban Operasional Perusahaan
Untuk mendapatkan pengawasan yang baik terhadap beban operasional PT
PLN (Persero) UPT Medan telah memperhatikan hal-hal berikut ini :
c. Biaya yang dikeluarkan harus disetujui oleh pihak yang berwenang dan biaya
tersebut memang benar-benar diperlukan.
d. Biaya yang terjadi merupakan tanggung jawab pengawasan yang memberi
wewenang.
Berdasarkan analisa yang dilakukan oleh penulis berkaitan dengan
pengawasan beban operasional tersebut, penulis beranggapan bahwa perusahaan telah
melaksanakan pengawasan dengan cukup baik. Hal ini dilihat dari laporan laba-rugi
perusahaan pada akhir periode dimana dapat dilihat keefisienan dari program yang
ada, kerena hal tersebut juga dijadikan dasar bagi penyusunan beban operasional
untuk periode yang akan datang.
Selain itu, pengawasan beban operasional PT PLN (Persero) UPT Medan
diawasi oleh General Manajer dan Bagian Keuangan dan tidak ada suatu sistem

Universitas Sumatera Utara

pengawasan khusus yang digunakan oleh PT PLN (Persero) UPT Medan dalam
pengawasannya.PT PLN (Persero) UPT Medan menggunakan anggaran dimana pada
awal periode ditentukan jenis anggaran beban operasional untuk setiap jenis beban
yang kemudian didistribusikan untuk setiap jenis bagian yang fungsional. Dalam hal
ini, PT PLN (Persero) UPT Medan melakukan pengawasan melalui prosedur serta
catatan yang berkaitan dengan pengamanan harta kekayaan dan catatan-catatan
finansial lainnya.

F. Penyimpangan Beban Operasional
Penyimpangan (varians) merupakan suatu sinyal. Varians yang besar, baik
menguntungkan maupun tidak menguntungkan, sebaiknya diinvestigasi dan
dianalisis. Suatu varians dapat disebabkan oleh kejadian acak yang tidak diharapkan
akan terulang kembali, atau oleh masalah sistematis yang dapat diperbaiki.
Analisa varians melibatkan penggunaan hubungan antara dua variabel yang
masing-masing terdiri dari rangkaian data untuk memantau sebab-sebab terjadinya
penyimpangan. Analisa varians digunakan secara luas dalam laporan keuangan dan
sering diaplikasikan apabila terdapat penyimpangan antara realisasi tahun berjalan
dengan realisasi tahun lalu, serta penyimpangan antara realisasi dengan anggaran,
dimana anggaran diperlakukan sebagai dasar perbandingan.
Penyimpangan beban operasional dapat diartikan sebagai perbedaan yang
diperoleh dari perbandingan antara perencanaan anggaran dengan realisasi beban

Universitas Sumatera Utara

operasional yang terjadi. Penyimpangan tersebut dapat terjadi dalam dua
kemungkinan yaitu :
a. Penyimpangan yang menguntungkan (Favorable Variance)
Penyimpangan yang menguntungkan terjadi apabila perencanaan beban lebih
besar dibandingkan dengan realisasinya.
b. Penyimpangan yang tidak menguntungkan (Unfavorable Variance)
Penyimpangan yang tidak menguntungkan terjadi apabila realisasi beban lebih
besar dibandingkan dengan perencanaannya.
Kemudian penyimpangan beban yang terjadi akan dianalisa sehingga dapat
diketahui hal-hal yang menyebabkan penyimpangan tersebut terjadi dan diputuskan
tindakan koreksi yang harus diambil.

G. Penyimpangan Beban Operasional Perusahaan
Penyimpangan-penyimpangan beban operasional yang terjadi pada PT. PLN
(Persero) UPT Medan adalah sebagai berikut :
a. Beban

Pemeliharaan

berupa

Jasa

Borongan

dianggarkan

sebesar

Rp.

5.141.112.000, realisasinya sebesar Rp. 5.547.581.334, dengan selisih sebesar Rp.
406.469.334.
b. Beban Pegawai dianggarkan sebesar Rp. 6.649.630.000, realisasinya sebesar Rp.
6.326.820.211, dengan selisih sebesar Rp. 322.809.789.
c. Beban Tunjangan Kesehatan Pensiun dianggarkan sebesar Rp. 148.980.000,
realisasinya sebesar Rp. 65.318.942, dengan selisih sebesar Rp. 83.661.058.

Universitas Sumatera Utara

Dari perbandingan antara anggaran dengan realisasi di atas, dapat dilihat
bahwa dari beban pemeliharaan berupa jasa borongan dapat diperoleh kerugian
sebesar Rp. 406.469.334. Dari beban pegawai dapat diperoleh keuntungan sebesar
Rp. 322.809.789. Sedangkan dari beban tunjangan kesehatan pensiun dapat diperoleh
keuntungan sebesar Rp. 83.661.058.
Berdasarkan analisa yang dilakukan penulis berkaitan dengan pengawasan beban
operasional terhadap pelaksanaan kegiatan pada PT PLN (Persero) UPT Medan,
penulis beranggapan bahwa secara umum PT PLN (Persero) UPT Medan mengalami
realisasi yang lebih kecil dibandingkan dengan perencanaan anggarannya. Realisasi
yang lebih kecil tersebut mengakibatkan adanya penyimpangan yang menguntungkan
(favorable variance). Hal ini dapat menunjukkan bahwa perencanaan dan pengawasan
yang dilakukan oleh PT PLN (Persero) UPT Medan dapat dikatakan telah berjalan
dengan efektif dan efisien.

Universitas Sumatera Utara

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan pada bab-bab sebelumnya, baik yang bersifat
teoritis maupun dari hasil penelitian yang telah dilaksanakan pada PT PLN (Persero)
UPT Medan, maka dapat diambil kesimpulan antara lain :
1. Perencanaan beban operasional pada PT PLN (Persero) UPT Medan yang
dilakukan melalui perumusan kegiatan telah dilaksanakan dengan baik yang
dalam penyusunannya melibatkan Manajer dan Tim RKA ( Rencana Kerja
Anggaran ), dimana anggaran tersebut disusun untuk satu periode akuntansi.
2. Dalam pengawasan beban operasional PT PLN (Persero) UPT Medan melakukan
pengawasan melalui prosedur serta catatan yang berkaitan dengan pengamanan
harta kekayaan dan catatan-catatan finansial lainnya telah dilaksanakan dengan
cukup baik. Hal ini terlihat dengan adanya penurunan yang dialami oleh beban
operasional dibandingkan anggarannya.
3. Penyimpangan yang terjadi antara realisasi dengan anggaran kemungkinan
disebabkan karena kurangnya ketidaksiapan manajemen untuk menghadapi
perubahan yang terjadi di lapangan atau terdapatnya pengawasan yang kurang
memadai terhadap biaya yang ada.

Universitas Sumatera Utara

B. Saran
Dalam hal ini, penulis akan mencoba untuk memberikan sedikit saran yang
mungkin akan bermanfaat bagi kepentingan perusahaan di masa yang akan datang.
Adapun saran yang penulis kemukakan antara lain :
1. PT PLN ( Persero ) UPT Medan sebaiknya menggunakan analisa yang lebih
luas lagi dalam merencanakan anggaran beban operasional dengan
memperhatikan faktor ekstern dan intern perusahaan.
2. Dalam merencanakan beban operasional s