Web Service Waverider Application PT. Astra International Tbk

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang Masalah

Semakin pesatnya pertumbuhan teknologi membuat perusahaan-perusahaan gencar memanfaatkan teknologi untuk lebih dekat dengan para pelanggan. Kecepatan dalam penyampaian dan penerimaan informasi serta layanan yang diberikan merupakan peluang bagi perusahaan-perusahaan untuk memberikan kepuasan bagi para pelanggan. Banyak perusahaan berlomba-lomba memberikan berbagai macam pelayanan demi tercapainya custumer satisfaction dan kepercayaan yang diberikan pelanggan kepada perusahaan tersebut. Didasari oleh hal tersebut, PT. Astra International Tbk menemukan celah untuk bisa lebih memanfaatkannya dengan membangun sebuah aplikasi berbasis mobile yang disebut dengan WaveRider Application. Pihak PT. Astra International Tbk bekerja sama dengan pihak Apple Inc. dalam membuat aplikasi WaveRider yang berjalan di iPhone (iOS). Hal ini dikarenakan selain jumlah pengguna iPhone di Indonesia yang semakin meningkat, keamanan pada Operating System (iOS) yang tertanam bisa dibilang cukup aman dari kemungkinan-kemungkinan serangan dari luar. iPhone adalah smartphone revolusioner yang didesain dan dipasarkan oleh Apple Inc. yang memiliki fungsi kamera, pemutar multimedia, SMS, dan voicemail. Selain itu telepon ini juga dapat dihubungkan dengan jaringan internet, untuk


(2)

melakukan berbagai aktivitas misalnya mengirim/menerima email, menjelajah web, dan lain-lain. Antarmuka dengan pengguna menggunakan layar sentuh multi-touch (atau bisa juga disebut dengan layar sentuh kapasitif) dengan papan ketik virtual dan tombol.

WaveRider Application adalah sebuah aplikasi berbasis CRM yang memberikan beberapa kemudahan bagi pelanggan seperti membooking service mobil, info-info terbaru dari PT. Astra International Tbk, penjualan mobil, info bengkel terdekat, dan lain-lain. Aplikasi ini akan diberikan secara cuma-cuma kepada para pelanggan yang memiliki iPhone dan berminat dengan aplikasi ini dengan cara memberikan konfirmasi kepada pihak PT. Astra Intenational Tbk. Setelah itu, pihak PT. Astra International Tbk akan memberikan suatu link yang digunakan untuk mendownload aplikasi WaveRider tersebut. Dengan adanya aplikasi ini diharapkan agar hubungan PT. Astra International Tbk dengan para pelanggannya bisa terjalin dengan baik.

1.2Perumusan Masalah

Dari latar belakang dapat dirumuskan suatu permasalahan yaitu, bagaimana sistem web service dapat mendukung jalannya aplikasi WaveRider pada iPhone dengan baik.


(3)

3

1.3Maksud dan Tujuan Maksud

Pembuatan sistem web service dimaksudkan untuk mempermudah aplikasi WaveRider pada iPhone mengakses database dan bertukar informasi karena adanya perbedaan platform.

Tujuan

Tujuan pembuatan sistem web service WaveRider Application adalah :

 Memberikan pelayanan pelanggan PT. Astra International Tbk dalam mengakses informasi yang cepat dan tepat.

 Mengintregasikan aplikasi yang berbeda platform, front end dan back end WaveRider Application.

1.4Batasan Masalah

Adapun ruang lingkup yang akan dibahas adalah : 3.1.1. Sistem web service dari aplikasi WaveRider.

3.1.2. Tidak membicarakan aplikasi WaveRider secara keseluruhan. 3.1.3. Hanya terbatas pada web service dan query database.

3.1.4. Sistem web service dibangun menggunakan tools Microsoft Visual Studio 2008 dan sebagai tempat penyimpanan database sementara adalah Microsoft SQL Server.


(4)

1.5Metodologi Penelitian

1.5.1Metodologi Pengumpulan Data

Metode yang digunakan dalam mengunpulkan data yang berkaitan dengan penyusunan laporan dan pembuatan aplikasi ini adalah sebagai berikut:

3.1.2.1. Studi Kepustakaan

Tahap ini digunakan untuk mencari informasi yang berhubungan dengan permasalahan yang akan dibahas dengan bersumber pada buku-buku, serta bacaan lain yang kiranya dapat membantu menyelesaikan pembangunan aplikasi ini. 3.1.2.2. Studi Wawancara

Tahap kedua ini digunakan untuk memperoleh data dengan cara komunikasi langsung dengan staf PT. Astra International Tbk dan BPA dari aplikasi Waverider yang mengetahui seluk beluk tentang aplikasi WaveRider ini.

3.1.2.3. Studi Dokumentasi

Dengan mengumpulkan data pendukung mengenai laporan dan dokumen tentang aplikasi ini berdasarkan kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan serta survey lapangan.

1.5.2Metodologi Pengembangan Perangkat Lunak

Dalam pengembangan aplikasi ini diperlukan beberapa tahapan antara lain, yaitu tahap analysis (identifikasi permasalahan dan perencanaan pembuatan aplikasi), design (pembuatan desain aplikasi), coding (pembuatan aplikasi),


(5)

5

testing, maintenance (implementasi dan dokumentasi). Metode yang digunakan

adalah metode The Classic Life Cycle (Paradigma Watterfall).

Tahap-tahap pengembangan perangkat lunak metode waterfall dapat dilihat pada gambar :

Coding

Testing

Maintenance Design

Analysis

Gambar I.1 Paradigma Watterfall

1. Analysis adalah tahap menganalisa hal-hal yang diperlukan dalam pelaksanaan proyek pembuatan atau pengembangan software.

2. Design adalah tahap penerjemah dari keperluan-keperluan yang dianalisis ke dalam bentuk yang lebih mudah dimengerti oleh pemakai. Yaitu dengan cara menampilkan ke dalam Diagram Konteks, Data Flow Diagram (Diagram Aliran Data), Entity Relationship Diagram, Struktur Tabel, dan Struktur Menu.

3. Coding adalah tahap penerjemah data/pemecahan masalah software yang telah dirancang ke dalam bahasa pemograman yang telah ditentukan yaitu bahasa pemrograman C# dan SQL Server.


(6)

4. Testing adalah tahap pengujian terhadap program yang telah dibuat. Pengujian ini dimulai dengan membuat suatu uji kasus untuk setiap fungsi pada perangkat lunak, kemudian dilanjutkan dengan pengujian terhadap modul-modul dan terakhir pada tampilan antar muka untuk memastikan tidak ada kesalahan dan semua berjalan dengan baik dan input yang diberikan hasilnya sesuai dengan yang diinginkan.

5. Maintenance adalah perangkat lunak yang telah dibuat dapat mengalami perubahan sesuai permintaan pemakai. Pemeliharaan dapat dilakukan jika ada permintaan tambahan fungsi sesuai dengan keinginan pemakai ataupun adanya pertumbuhan dan perkembangan baik perangkat lunak maupun perangkat keras.

1.6Sistematika Penulisan

Adapun sistematika penulisan laporan kerja prkatek ini adalah sebagai berikut:

BAB I Pendahuluan

Berisi pembahasan masalah umum yang berhubungan dengan penyusunan laporan Kerja Praktek, yang meliputi latar belakang masalah, perumusan masalah, maksud dan tujuan, batasan masalah, metode penilitian, dan sistematika penulisan.

BAB II Tinjauan Pustaka

Berisi pembahasan mengenai tempat kerja praktek, yang meliputi sejarah instansi, logo instansi, badan hukum instansi, struktur organisasi, dan landasan teori.


(7)

7

BAB III Pembahasan

Berisi pembahasan tentang hal-hal yang dilakukan selama melaksanakan kerja praktek di PT. Astra International Tbk.

BAB IV Kesimpulan dan Saran

Berisi kesimpulan berdasarkan uraian yang telah dibuat sebelumnya, serta saran untuk instansi terkait.


(8)

8

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1Profil Tempat Kerja Praktek 2.1.1Sejarah Instansi

PT Astra International Tbk, didirikan pada tahun 1987 sebagai salah satu perusahaan persekutuan dagang setelah melalui tahap perkembangannya PT Astra International Tbk dengan para pemimpin yang di bentuk secara strategis perusahaan yang menjdikan PT Astra International Tbk menjadi perusahaan luas.

2.1.1.1Berdirinya Perusahaan

Astra berdiri pada tahun 1957 sebagai sebuah perusahaan trading. Selama perkembangannya, Astra telah membentuk sejumlah aliansi bisnis strategis dengan perusahaan perusahaan global terkemuka.

Sejak tahun 1990, PT Astra International Tbk telah tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kapitalisasi pasar per 31 Desember 2009 sebesar Rp. 140 triliun.

Saat ini, Astra bergerak di 6 bidang usaha yaitu : Automotive, Financial Services, Heavy Equipment, Mining and Energy, Agribusiness, Information Technology, Infrastructure and Logistics Value Chain.


(9)

9

Pada tanggal 31 Desember 2009, Astra International memperkerjakan 126.700 orang di 154 perusahaan termasuk anak perusahaan, asosiasi, dan yang dikendalikan.

2.1.1.2Perkembangan Perusahaan

Pada tahun 1957, Astra International resmi berdiri. Lalu, di tahun 1960, usaha Astra mulai merambah ke impor alat berat, seperti mesin dan lainnya. Puncaknya, pada 1968, Astra dipercaya menjadi pemasok 800 unit truk merek Chevrolet dari Amerika Serikat. Inilah, tonggak sejarah masuknya Astra di bisnis otomotif.

Sejumlah prinsipal otomotif asing pun tergiur mengadakan kerja sama dengan Astra. Pada 1970, Toyota Motors Jepang menunjuk Astra untuk mengageni distribusi mobil merek Toyota produksinya. Tak mau ketinggalan, pihak Honda dan Fuji Xerox (produsen mesin fotokopi) dari Negeri Matahari Terbit itu juga menunjuk Astra sebagai agen produknya di Indonesia. Pada 1970, sedikitnya 72 perusahaan telah bernaung di bawah bendera Astra. Bahkan, pada 1992, jumlahnya membengkak menjadi sekitar 300 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor. Sayang, di tahun itu pula, lonceng kematian harus berdentang di markas Astra. Pada 14 Desember 1992, pemerintah melikuidasi Bank Summa, milik Edward Soeryadjaya (putra sulung William), lantaran terbelit utang. Salah satu pinjaman Edward adalah ke Handelsbank Jerman sebanyak 150 juta DM. Padahal, aset Summa tak mampu menutupi utang tersebut. Syahdan, total utang Summa ke sejumlah pihak mencapai Rp 1,5 triliun.


(10)

Di kala perahu Summa oleng. William turun tangan membantu kesulitan Edward. Tak segan-segan, William menjual sahamnya di Astra. Bahkan, ia terpaksa harus menjualnya di bawah harga pasar (ketika itu dari Rp 10.000 menjadi Rp 7.000 sampai Rp 8.000 per saham). Sejumlah konglomerat nasional— kabarnya mereka sengaja merekayasa kejatuhan Bank Summa demi mencaplok saham Astra—mendapatkan perusahaan milik William tersebut.

Pada tahun 1996, kerajaan bisnis Astra telah berada dalam genggaman

”The Big Five.” Maka, tercatatlah Putra Sampoerna yang menguasai 14,67%

saham Astra. Ada pula Bob Hasan (8,83%), Prajogo Pangestu (10,68%), Toyota Jepang (8,26%), Kelompok Salim (8,19%), dan Usman Atmadjaja (5,99%). Sisanya tersebar di tangan publik.

Namun, konsorsium itu tak lama menguasai Astra. Di saat krisis, Astra oleng lantaran aset para konglomerat di Astra dijadikan jaminan utang para konglomerat itu di sejumlah bank yang dirawat Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Astra pun masuk BPPN. Pada tahun 2000, di bawah kepemilikan BPPN, Astra dikomandani Rini Soewandi. Performanya kala itu sudah lumayan membaik.

Akhirnya, pada Maret 2003, sekitar 39,5% saham Astra dikuasai oleh konsorsium Cycle & Carriage Mauritius yang menjadi pemenang ketika BPPN menjual saham entitas bisnis ini. Pada tahun 2004, C&C Mauritius menambah porsi kepemilikan sahamnya di Astra hingga 41,76%. Pada akhir 2004,


(11)

11

kepemilikan C&C Mauritius di Astra dibeli oleh Jardine Cycle & Carriage. (JCC). Lalu, kepemilikan saham JCC di Astra meningkat hingga 50,11%.

Kini, kalau JCC sudah dikuasai Temasek, maka semakin panjanglah daftar mereka yang pernah menguasai Astra. Dan entah sampai kapan, daftar itu akan berhenti memanjang.

2.1.2Logo Instansi

Gambar 2. 1 Logo PT. Astra International Tbk

2.1.3Badan Hukum Instansi

Secara khusus, badan usaha Perseroan Terbatas diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT), yang secara efektif berlaku sejak tanggal 16 Agustus 2007, berlaku UUPT No.1 Tahun 1995 yang diberlakukan sejak 7 Maret 1996 (satu tahun setelah diundangkan) sampai dengan 15 Agustus 2007, UUPT Tahun 1995 tersebut sebagai pengganti ketentuan tentang perseroan terbatas yang diatur dalam KUHD pasal 36 sampai dengan pasal 56, dan segala perubahannya.


(12)

2.1.4Struktur Organisasi dan Job Description

2.1.4.1Struktur Organisasi

Gambar II.1 Struktur Organisasi

Astra memiliki beberapa divisi usaha dan anak perusahaan, antara lain :


(13)

13

1. PT Toyota Astra Motor sebagai Agen Tunggal Pemegang Merk Toyota di Indonesia

2. Auto 2000 sebagai salah satu Dealer Utama Toyota di Indonesia 3. PT Astra Daihatsu Motor sebagai ATPM Daihatsu di Indonesia 4. PT Pantja Motor sebagai ATPM Isuzu di Indonesia

5. PT Astra Nissan Diesel Indonesia sebagai ATPM Truk Nissan Diesel di Indonesia

6. PT Tjahja Sakti Motor sebagai ATPM BMW dan Peugeot di Indonesia

7. PT Serasi Autoraya atau biasa dikenal dengan TRAC

8. Mobil 88

9. PT Astra Honda Motor sebagai ATPM motor bermerk Honda 10. PT Astra Otoparts Tbk

2. Agro industri

1. PT Astra Agro Lestari Tbk 3. Pelayanan Finansial

1. PT Astra Credit Company atau biasa dikenal dengan ACC

2. PT Toyota Astra Financial Services

3. PT Asuransi Astra Buana dengan salah satu produk terkenalnya adalah Garda Oto

4. PT Federal International Finance 5. PT Surya Artha Nusantara Finance


(14)

4. Alat-alat Berat

1. PT United Tractors Tbk 2. PT Traktor Nusantara 3. PT Pamapersada Nusantara 5. Teknologi Informasi

1. PT Astragraphia Tbk

2. PT SCS Astragraphia Technologies 6. Infrastruktur

1. PT Astratel Nusantara 2. PT Intertel Nusaperdana

2.1.4.2Job Description

Proyek WaveRider berada pada divisi CIST Astra International. Proyek ini terdiri dari beberapa orang, antara lain :

1. Project Manager : Janhsen

2. BPA : Yudi Hartanto Indrajaya

3. Architect : Ficka Sanggra

4. Team Development :

1. Ficka Sanggra (Leader) 2. Nurhayatun (Back-End) 3. Aang Kunaifi (Back-End) 4. M Rizal Avif K (Web Service)


(15)

15

5. Galih Kurdinar (Web Service) 6. M Ichsan Aristya P (Web Service)

2.1.5Landasan Teori 1.SQL Server

Microsoft SQL Server adalah sebuah sistem manajemen basis data relasional (RDBMS) produk Microsoft. Bahasa kueri utamanya adalah Transact-SQL yang merupakan implementasi dari SQL standar ANSI/ISO yang digunakan oleh Microsoft dan Sybase. Umumnya SQL Server digunakan di dunia bisnis yang memiliki basis data berskala kecil sampai dengan menengah, tetapi kemudian berkembang dengan digunakannya SQL Server pada basis data besar.

Microsoft SQL Server dan Sybase/ASE dapat berkomunikasi lewat jaringan dengan menggunakan protokol TDS (Tabular Data Stream). Selain dari itu, Microsoft SQL Server juga mendukung ODBC (Open Database Connectivity), dan mempunyai driver JDBC untuk bahasa pemrograman Java. Fitur yang lain dari SQL Server ini adalah kemampuannya untuk membuat basis data mirroring dan clustering. Pada versi sebelumnya, MS SQL Server 2000 terserang oleh

cacing komputer SQL Slammer yang mengakibatkan kelambatan akses Internet pada tanggal 25 Januari 2003.

2..NET

Microsoft .NET Framework (dibaca Microsoft Dot Net Framework) adalah


(16)

atau telah terintegrasi ke dalam Windows (mulai dari Windows Server 2003 dan versi-versi Windows terbaru). Kerangka kerja ini menyediakan sejumlah besar solusi-solusi program untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan umum suatu program baru, dan mengatur eksekusi program-program yang ditulis secara khusus untuk framework ini. .NET Framework adalah kunci penawaran utama dari Microsoft, dan dimaksudkan untuk digunakan oleh sebagian besar aplikasi-aplikasi baru yang dibuat untuk platform Windows.

Pada dasarnya, .NET Framework memiliki 2 komponen utama: CLR dan .NET Framework Class Library. Program - program yang ditulis untuk .NET Framework dijalankan pada suatu lingkungan software yang mengatur persyaratan-persyaratan runtime program. Runtime environment ini, yang juga merupakan suatu bagian dari .NET Framework, dikenal sebagai Common Language Runtime (CLR). CLR menyediakan penampilan dari application virtual

machine, sehingga para programmer tidak perlu mengetahui kemampuan CPU

tertentu yang akan menjalankan program. CLR juga menyediakan layanan-layanan penting lainnya seperti jaminan keamanan, pengaturan memori, garbage collection dan exception handling / penanganan kesalahan pada saat runtime.

Class library dan CLR ini merupakan komponen inti dari .NET Framework. Kerangka kerja itu pun dibuat sedemikian rupa agar para programmer dapat mengembangkan program komputer dengan jauh lebih mudah, dan juga untuk mengurangi kerawanan aplikasi dan juga komputer dari beberapa ancaman keamanan.


(17)

17

CLR adalah turunan dari CLI (Common Language Infrastructure) yang saat ini merupakan standar ECMA.

Solusi-solusi program pembentuk class library dari .NET Framework mengcover area yang luas dari kebutuhan program pada bidang user interface, pengaksesan data, koneksi basis data, kriptografi, pembuatan aplikasi berbasis web, algoritma numerik, dan komunikasi jaringan. Fungsi-fungsi yang ada dalam class library dapat digabungkan oleh programmer dengan kodenya sendiri untuk

membuat suatu program aplikasi baru.

Pada berbagai literatur dan referensi di Internet, .NET Framework seringkali disingkat menjadi .NET saja.

3.C#

C# (C-sharp) merupakan suatu bahasa pemograman dalam framework .NET Kita dapat menggunakan C# untuk membuat file eksekusi yang berdiri sendiri atau untuk membuat isi atau content dinamis dalam sebuah web.

Untuk membuat sebuah aplikasi dengan bahasa c# ini yang dibutuhkan adalah sebuah text editor, seperti notepad atau menggunakan Visual Studio. Tipe file yang sangat diperhatikan dari kode C# adalah sebuah file class. Suatu class C# adalah sebuah file teks yang disimpen dengan ekstensi file *.cs. selain itu bisa dikompilasi dengan compiler c# (csc. exe) yang terdapat di command prompt yang mana membuat file eksekusi berekstensi file *.exe.


(18)

Untuk memudahkan pengaruh class – class .NET Framework, dapat menggunakan alias namespace. Alias namespace digunakan untuk merekomendasi atau memberi keterangan suatu class di dalam .NET Framework.


(19)

19

BAB III

PEMBAHASAN

3.1Jadwal Kerja Praktek

Kerja praktek dilaksanakan di PT. Astra International, Tbk yang beralamat di Jl. Gaya Motor Raya No. 8 Sunter II, Jakarta Utara. Adapun pelaksanaan kerja praktek dimulai pada tanggal 5 Juli 2010 sampai dengan 20 Agustus 2010.

3.2Teknik Kerja Praktek

Dalam pelaksanaan kerja praktek ini dibagi kedalam beberapa tahapan kegiatan antara lain :

1. Pembuatan surat permohonan kerja praktek ditujukan untuk PT. Astra International, Tbk

2. Pengajuan permohonan kerja praktek di PT. Astra International, Tbk yang beralamat di Jl. Gaya Motor Raya No. 8 Sunter II, Jakarta Utara

3. PT. Astra International, Tbk memberikan surat balasan permohonan kerja praktek

4. Pelaksanaan kerja praktek

Dalam pelaksanaan kerja praktek ini dibagi kedalam beberapa tahapan kegiatan untuk mengetahui permasalahan yang ada didalam pelaksanaan kegiatan kerja praktek ini.


(20)

1. Tahapan analisis sistem

Setelah mendapatkan data yang cukup, langkah selanjutnya adalah kegiatan analisis, kegiatan analisis terdiri dari: analisis perangkat keras, analisis perangkat lunak pembangun sistem dan analisis user 2. Perancangan sistem dan perangkat lunak

Setelah menganalisis sistem, selanjutnya adalah merancang sistem webservice dan menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan.

Perancangan perangkat lunak melibatkan identifikasi dan deskripsi abstraksi sistem perangkat lunak yang mendasar.

3. Implementasi dan pengujian Unit

Setelah membuat perancangan sistem dan perangkat lunak, langkah selanjutnya adalah perancangan perangkat lunak yang sudah dirancang direalisasikan sebagai serangkaian program atau unit program dan pengujian unit meliputi instalasi aplikasi di server dan melakukan percobaan aplikasi oleh user di computer client

3.3Data Hasil Kerja Praktek 3.3.1Analisis Masalah

Sesuai dengan hasil penelitian yang didapat, aplikasi WaveRider harus didukung oleh sebuah sistem yang mumpuni agar dapat mengakses database dan bertukar informasi dikarenakan terdapat perbedaan platform. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan sistem webservice agar masalah tersebut dapat diatasi.


(21)

21

3.3.2Analisis Sistem 3.3.2.1High Level Proses

Gambar III.1 High Level Proses

User harus terdaftar terlebih dahulu sebelum dapat menggunakan aplikasi

ini. Setelah user menginstall WaveRider ke dalam perangkat iPhonenya, user baru dapat menggunakan fitur-fitur yang disediakan. Aplikasi di iPhone mengumpulkan data dengan cara mengirim request ke web service.

3.3.2.2Proses Analisis Kebutuhan di PT. Astra International Tbk

Proses analisis kebutuhan di PT Astra International, Tbk. diawali dengan adanya pertemuan dengan seorang Business Process Analyst dengan calon pengguna aplikasi dalam forum yang disebut dengan Requirement Development Meeting atau RDM. Pada RDM akan dibicarakan mengenai kebutuhan pengguna. BPA memiliki tanggung jawab penuh untuk memahami kebutuhan pengguna dan


(22)

proses bisnisnya. Dari RDM yang dilakukan, dihasilkan sebuah dokumen yang disebut dengan Requirement Business Process atau RBP.

Gambar III.2 Proses Analisis Kebutuhan

Setelah terbentuknya sebuah RBP, BPA akan mengadakan pertemuan dengan para arsitek aplikasi dalam sebuah Architect Meeting. Pada forum ini akan dibicarakan mengenai arsitektur aplikasi beserta GUI Story Board dari aplikasi secara detail. Setelah pertemuan tersebut, terbentuklah dokumen Functional Spesification Document atau FSD.

Setelah menerima FSD dari BPA, tim Developer akan merancang Technical Spesification Design atau TSD. Proses pengembangan aplikasi harus sesuai dengan TSD yang telah dibuat.


(23)

23

Jika aplikasi sudah dinilai jadi oleh tim Developer, tim Training and Testing akan melakukan pengetesan aplikasi berdasarkan FSD. Setelah dianggap layak, aplikasi akan diserahkan ke Production untuk proses deployment aplikasi.

3.3.2.3Web Service

Standar protokol web service yang digunakan oleh WaveRider adalah SOAP dan WSDL. Standar tersebut digunakan karena kedua standar tersebut sudah terdapat pada framework .NET sebagai standar komunikasi antar platform.

1. SOAP

SOAP merupakan kependekan dari Simple Object Access Protocol. SOAP adalah protokol yang digunakan untuk pertukaran informasi yang terstruktur dalam implementasi web service. Dalam pertukaran informasi tersebut, format yang digunakan adalah XML atau Extensible Markup Language. XML memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan format lainnya, yaitu lebih mudah dibaca dengan bahasa manusia, lebih mudah untuk dideteksi kesalahannya, dan dapat digunakan pada banyak platform.

1.WSDL

WSDL atau Web Services Description Language adalah bahasa berbasis pada XML yang menggambarkan sebuah model sebagai representasi dari web service. WSDL versi 1.1 dan sebelumnya memiliki kepanjangan Web Service


(24)

dari port atau endpoint yang biasanya diwakili oleh URL HTTP. WSDL menyediakan pola XML sebagai spesifikasi dari service tersebut.

WSDL sering dikombinasikan dengan SOAP dan skema XML dalam penerapannya. Program disisi client yang sudah terkoneksi dengan web service dapat membaca dokumen WSDL untuk mengetahui service apa saja yang tersedia.

3.3.3Analisis Basis Data

Usulan untuk diagram E-R yaitu terdapat kunci yang unik (primary key) pada setiap entitas (tabel induk) yang dapat membedakan dengan atribut lainnya sehingga tabel tersebut dapat dijadikan referensi untuk tabel yang lainnya.

Dari usulan diatas maka dapat dibuat diagram E-R untuk sistem yang terdri dari beberapa tabel yang dibutuhkan untuk menyimpan data. Untuk melihat keterhubungan antar tabel yang ada maka akan digambarkan sebagai berikut :


(25)

25


(26)

3.3.4Desain 3.3.4.1Usecase

AAMS merupakan singkatan dari Astra Automotive Mobile Services yang merupakan salah satu proses bisnis yang ada pada aplikasi WaveRider, yang memiliki fungsi dalam pembookingan waktu service kendaraan pelanggan secara mobile.

End User

Display Contact

Search & Display Product Catalog

Make A Call

Download Product Catalog Display Service History Create Booking Request Display Status Booking Request Booking Call Display News & Tips

Display Notification Display Branch Info Admin Display Booking Request Send Notification Booking Request Update News & Tips

Update Notification Update Product Catalog Receive Call Update Branch Info


(27)

27

Product Catalogue berisi daftar kendaraan sebagai produk otomotif Astra

Automotive Group, terdiri dari kendaraan dan aksesories baru serta mobil bekas. End user dapat melihat katalog hirarki produk dari detail model dan merek. Dari

info detail kendaraan baru, pelanggan dapat melihat varian, warna, harga dan juga aksesoris. Jika pelanggan tertarik pada salah satu produk, mereka dapat mengkontak Astra World untuk mendapatkan infofrmasi detail dari kendaraan baru terserbut.

Di dalam Product catalogue juga disediakan suatu search engine yang memiliki fungsi untuk memudahkan pelanggan dalam mencari kendaraan yang dia cari.


(28)

End User

Display vehicle

Make a call

Display vehicle’s

accessories

Make a notification to be called New Vehicle Display vehicle Display service history Display my interest Searching

Make a call

Send email Used Car

Gambar III.5 Usecase Product Catalogue

Service pada fitur AAMS berisi pemesanan Permintaan, History Service,

dan Status Service dan Pembayaran. Pengguna dapat membuat permintaan pesanan, melihat status booking dan pembatalan pesanan pada menu Pemesanan Permintaan. Pemesanan permintaan tidak terbatas pada satu kendaraan yang dimiliki user saja, namun bisa lebih, yaitu dengan membuat profil baru untuk kendaraan yang lain.


(29)

29

End User

Create booking request

Cancel booking request

Display booking request

Create new profile of vehicle

SERVICE

Display service history

Display service status & payment

3.3.5Pengembangan Aplikasi

Pada pengembangan Aplikasi, Project Wave Rider menggunakan Metode Incremental Developtment Model. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah ini yang akan menjelaskan tentang alur dari model pengembangan Aplikasi dengan menggunakan Incremental Development Model.


(30)

Gambar III.6 Incremental Development Model

Aplikasi WaveRider ini dimulai dengan perencanaan aplikasi yang kemudian dilanjutkan pada tahap perencanaan kebutuhan aplikasi, yang terus berlanjut hingga analisis dan Design Aplikasi yang nantinya akan digunakan, setelah itu berlanjut pada Implementasi penggunaan. Setelah aplikasi dirasa cukup siap, diadakan testing terhadap aplikasi tersebut, kemudian dilakukan evaluasi terhadap kinerja dari aplikasi tersebut. Bila dirasa masih banyak kekurangan, maka proses akan kembali masuk ke dalah tahapan planning.

Di tengah-tengah tahap pengembangan aplikasi ini, terkadang sering terjadi perombakan kebutuhan dan design pihka pengembang, sehingga tidak menutup kemungkinan perubahan dasar pada aplikasi sering terjadi.


(31)

31

3.4Implementasi Sistem 3.4.1Struktur Aplikasi

Struktur aplikasi suatu project memiliki peranan penting dalam pembuatan perangkat lunak di PT Astra International, Tbk. Programmer harus berpegang pada struktur aplikasi dalam pengembangan perangkat lunak tersebut. Tujuan utamanya adalah efisiensi kinerja dan kejelasan alur sistem. Semakin bagus arsitektur aplikasi diharapkan menghasilkan aplikasi dengan kinerja yang efisien dan alur sistem yang tertata rapi. Jika suatu saat ada pengembangan lebih lanjut dari aplikasi yang sistemnya tertapa rapi, maka proses pengembangan akan lebih mudah.

Gambar III.7 Struktur Aplikasi

Secara garis besar, aristektur aplikasi WaveRider terdiri dari 5 lapisan/layer, yaitu Service Layer, Business Layer, Data Layer, Domain Layer, dan Client Testing Layer seperti pada Gambar di bawah ini


(32)

Gambar III.8 Alur Aplikasi

Gambar di atas menunjukkan Service Layer berperan sebagai jembatan utama untuk komunikasi antara aplikasi yang terinstal di iPhone dengan logika pengolahan data di web service. Business Layer adalah alur logika pengolahan data dari Data Layer menjadi informasi yang siap dikirim oleh Service Layer. Data Layer berperan sebagai jembatan utama web service dengan server database, sehingga data siap diolah oleh Business Layer. Domain Layer disediakan sebagai objek yang menjadi cikal bakal XML. Client Testing Layer berperan pada saat proses testing web service.

3.4.1.1Service Layer

Service Layer berperan sebagai jembatan utama untuk komunikasi antara aplikasi yang terinstal di iPhone dengan logika pengolahan data di web service.

Aplikasi pada iPhone akan mengirim request ke web service yang disertai dengan parameter-parameter tertentu sesuai dengan kebutuhan. Layer yang


(33)

33

pertama kali menerima adalah service front-layer. Karena service front-layer ini tidak memiliki akses terhadap data, service front-layer meneruskan request tersebut ke service back-layer.

Service back-layer ini lah yang nantinya akan memanggil class yang ada di business layer untuk mengolah data sesuai dengan bisnis proses yang direncanakan.

1.Service Front-Layer

Layer yang pertama kali menerima adalah service front-layer. Karena service front-layer ini tidak memiliki akses terhadap data, service front-layer meneruskan request tersebut ke service back-layer.

Pada layer ini, tidak terjadi pengolahan data. Layer ini hanya mengirim parameter kepada instance service back-layer dan mengirim XML yang diterima dari service back-layer.


(34)

Gambar di atas menunjukkan bahwa layer ini juga tidak memiliki akses ke banyak kelas seperti yang dapat dilakukan oleh service back-layer. Tujuannya adalah untuk mencegah adanya akses yang tertentu yang dapat membahayakan sistem. Dengan terbatasnya akses yang dimiliki oleh service front-layer, akses dari aplikasi external, dalam hal ini iPhone, tidak dapat melakukan banyak hal kecuali sesuai dengan apa yang tersusun pada service front-layer.

2.Business Layer

Business Layer pada aplikasi web service WaveRider ini berguna sebagai tempat pengubah data mentah menjadi informasi sesuai dengan proses bisnis masing-masing fungsi.


(35)

35

Dalam penerapannya, business layer sendiri terbagi menjadi beberapa bagian, upload, logging, façade, dan email seperti pada Gambar di atas. Upload bertugas untuk menangani permasalahan upload yang dilakukan oleh user eksternal. Logging berguna sebagai pencatat error yang terjadi selama proses eksekusi. Façade adalah otak dari business layer, tempat logika yang mewakili proses bisnis masing-masing fungsi. Email berperan dalam menangani email yang dikirim melalui aplikasi.

3.4.1.2Data Layer

Data layer ini menangani masalah data dalam aplikasi. Layer ini lah yang memiliki akses ke database. Layer ini lah yang mengubah data dari dalam bentuk entities dair entity framework ke dalam objek domain sesuai dengan yang ada pada Domain Layer.

1.Data Access

Pada Data Layer, hanya terdapat satu project di dalamnya yaitu Data Access. Pada Data Access ini lah aplikasi mengakses data melalui Stored Procedure yang telah disusun sebelumnya di database melalui entitiy framework. Data-data dari database tersebut nantinya diterima data access dalam bentuk entitas dari entity framework. Data access ini juga lah yang mengubah data mentah tersebut ke dalam bentuk domain-domain.


(36)

Domain Layer ini berfungsi sebagai objek utama yang diinstance oleh berbagai kelas untuk keperluan transfer data. Basis utama yang digunakan untuk menyusun domain layer adalah request format XML yang dibutuhkan oleh aplikasi pada iPhone.

3.Client Testing Layer

Client Testing Layer ini berfungsi untuk membantu melakukan testing terhadap web service yang telah selesai dibuat. Jika parameter inputan untuk function web service masih bersifat primitive, testing dapat dilakukan langsung melalui UI web servicenya. Namun jika parameter inputan untuk function web service sudah bersifat referensi (menggunakan domain), maka testing tidak dapat dilakukan langsung melalui UI web servicenya. Oleh karena itu lah layer ini dibuat.


(37)

37

3.4.2Function Web Service 3.4.2.1Cancel Booking Request


(38)

3.4.2.2Change Password


(39)

39

3.4.2.3Delete Vehicle User


(40)

3.4.2.4Get Area List


(41)

41

3.4.2.5Get Branch Info


(42)

3.4.2.6Get Branch Information Data Info


(43)

43

3.4.2.7Get Branch List


(44)

3.4.2.8Get Brand List for Branch Info


(45)

45

3.4.2.9Get Catalog Data Info


(46)

3.4.2.10Get Model


(47)

47

3.4.2.11Get Model List


(48)

3.4.2.12Get My Interest List


(49)

49

3.4.2.13Get News All


(50)

50

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

4.1Kesimpulan

1. Dengan aplikasi WaveRider ini, pelanggan dapat dengan mudah memperoleh informasi-informasi seputar info-info terbaru dari Astra International, info bengkel terdekat, penjualan mobil bekas, membooking service mobil, dan lain-lain.

2. Dengan adanya sistem web service, proses pertukaran data antar sistem yang berbeda platform menjadi bukan masalah lagi.

3. Web service pada aplikasi WaveRider menggunakan standar protokol SOAP dan WSDL yang berbasis XML sehingga dapat dengan mudah dibaca dengan bahasa manusia, lebih mudah untuk dideteksi kesalahannya, dan dapat digunakan pada banyak platform.

4.2Saran

Untuk kedepannya diharapkan aplikasi Wave Rider ini bisa diinstal dan dijalankan pada handphone-handphone lain selain iphone dengan fitur-fitur yang disesuaikan., sehingga pelanggan PT Astra International Tbk lainnya bisa menikmati layanan tersebut dimana saja dan kapan saja, sehingga jumlah pelanggan yang puas terhadap layanan PT. Astra International Tbk semakin banyak. Dan diharapkan dengan banyaknya pelanngan yang puas berdampak positif terhadap perusahaan.


(51)

WEB SERVICE WAVERIDER APPLICATION PT. ASTRA

INTERNATIONAL Tbk

KERJA PRAKTEK

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kerja Praktek

Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Universitas Komputer Indonesia

MUHAMAD ICHSAN ARISTYA PUTRA

10107167

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG


(52)

51

DAFTAR PUSTAKA

(2010). Retrieved 08 18, 2010, from dotnet :

dotnet@netindonesia.net

(2010). Retrieved 08 18, 2010, from Wikipedia:

.NET Framework - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

(2010). Retrieved 08 18 2010, from Coolite:

Coolite Toolkit - ExtJS ASP.NET Web Controls with AJAX

(2010). Retrieved 08 18 2010, from wikipedia:

Visual Basic .NET - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

(2010). Retrieved 08 18 2010, from SQL Server Indonesia User Group:

SQL Server Indonesia User Groups Community

(2010). Retrieved 08 18 2010, from Wikipedia:

Microsoft SQL Server - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

(2010). Retrieved 08 18 2010, from PETRA:

Petra Christian University Library -/jiunkpe/s1/eakt/2006/jiunkpe-ns-s1-2006-32401165-6684-astra-abstract_toc.pdf

(2010).Retrieved 08 18 2010, from Astra:


(53)

i

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kerja praktek yang berjudul Web Service WaveRider Application. Laporan ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program strata satu (S1) pada Jurusan Teknik Informatika di Universitas Komputer Indonesia Bandung.

Baik pada saat persiapan kerja praktek, selama kerja praktek maupun dalam penyusunan laporan kerja praktek ini, penulis telah banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga laporan ini dapat terselesaikan dengan baik. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Allah SWT,

2. Kerabat dan keluarga penulis,

3. Ibu Mira Kania Sabariah, S.T., M.T. selaku Ketua Jurusan IF, 4. Dosen pembimbing Penulis, Ibu Linda Salma A, S.Si., M.T.,

5. Pak Janhsen, Mas Ficka Sanggra, Mas Mujadillah selaku pembimbing lapangan kerja praktek yang telah banyak membantu dalam Kerja Praktek ini. 6. Rekan-rekan anggota projek WaveRider.

7. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah memberikan dukungan dan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi seluruh civitas akademika Teknik Informatika UNIKOM.


(54)

ii

Bandung, Januari 2011


(55)

Muhamad Ichsan Aristya Putra

Jl. Tubagus Ismail Raya No.9 Rt.06

Rw.01, Dipati Ukur, 40132 Mobile : 085722555373

Email : deathschyte62@gmail.com

Curriculum Vitae

1.

PERSONAL DETAILS

Name Muhamad Ichsan Aristya Putra

Date of Birth May 2nd, 1989

Place of Birth Jakarta

Sex Male

Nationality Indonesian

Religion Islam

Status Single

Address Jl. Tubagus Ismail Dalam No.18 Rt.04

Rw.01, Dipati Ukur, 40132

Mobile 085722555373

2.

EDUCATION

2007 – Present Indonesian Computer University (UNIKOM) Bandung

Informatics Engineering Department, Faculty of Engineering and Computer Sciences

2004 – 2007 62 Senior High School, Jakarta Major In Science 2001 – 2004 20 Junior High School, Jakarta

1995 – 2001 10 Elementary School, Jakarta

3. INFORMAL EDUCATION

 Kuliah Bersama Teknik Informatika 2008 “Job Opportunity in Information Technology” (Bandung, January 29th, 2008).

 SEMINAR OVERCLOCKING AMD, (Bandung, 2009).

 SEMINAR CLOUD COMPUTING, (Bandung, 2010).

4.

COMPUTER SKILL

Microsoft Office Applications

Programming (C, Pascal, Delphi)

Web Programming (HTML, PHP, JavaScript)

SQL Database

Networking Hardware


(56)

Bandung, January 16th, 2011 Signed


(1)

WEB SERVICE WAVERIDER APPLICATION PT. ASTRA

INTERNATIONAL Tbk

KERJA PRAKTEK

Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kerja Praktek

Program Strata Satu Jurusan Teknik Informatika Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Universitas Komputer Indonesia

MUHAMAD ICHSAN ARISTYA PUTRA

10107167

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG


(2)

51

DAFTAR PUSTAKA

(2010). Retrieved 08 18, 2010, from dotnet :

dotnet@netindonesia.net

(2010). Retrieved 08 18, 2010, from Wikipedia:

.NET Framework - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

(2010). Retrieved 08 18 2010, from Coolite:

Coolite Toolkit - ExtJS ASP.NET Web Controls with AJAX

(2010). Retrieved 08 18 2010, from wikipedia:

Visual Basic .NET - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

(2010). Retrieved 08 18 2010, from SQL Server Indonesia User Group:

SQL Server Indonesia User Groups Community

(2010). Retrieved 08 18 2010, from Wikipedia:

Microsoft SQL Server - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

(2010). Retrieved 08 18 2010, from PETRA:

Petra Christian University Library -/jiunkpe/s1/eakt/2006/jiunkpe-ns-s1-2006-32401165-6684-astra-abstract_toc.pdf

(2010).Retrieved 08 18 2010, from Astra:


(3)

i

KATA PENGANTAR

Puja dan puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas berkat rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kerja praktek yang berjudul Web Service WaveRider Application. Laporan ini ditulis sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan program strata satu (S1) pada Jurusan Teknik Informatika di Universitas Komputer Indonesia Bandung.

Baik pada saat persiapan kerja praktek, selama kerja praktek maupun dalam penyusunan laporan kerja praktek ini, penulis telah banyak mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga laporan ini dapat terselesaikan dengan baik. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. Allah SWT,

2. Kerabat dan keluarga penulis,

3. Ibu Mira Kania Sabariah, S.T., M.T. selaku Ketua Jurusan IF, 4. Dosen pembimbing Penulis, Ibu Linda Salma A, S.Si., M.T.,

5. Pak Janhsen, Mas Ficka Sanggra, Mas Mujadillah selaku pembimbing lapangan kerja praktek yang telah banyak membantu dalam Kerja Praktek ini. 6. Rekan-rekan anggota projek WaveRider.

7. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah memberikan dukungan dan bantuan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Penulis berharap laporan ini dapat bermanfaat bagi seluruh civitas akademika Teknik Informatika UNIKOM.


(4)

ii

Penulis menyadari masih terdapat kekurangan yang harus diperbaiki dari laporan ini. Oleh karena itu, kritik dan saran dari pembaca sangat kami harapkan untuk menjadikan laporan ini lebih baik lagi.

Bandung, Januari 2011


(5)

Muhamad Ichsan Aristya Putra

Jl. Tubagus Ismail Raya No.9 Rt.06 Rw.01, Dipati Ukur, 40132 Mobile : 085722555373

Email : deathschyte62@gmail.com

Curriculum Vitae

1.

PERSONAL DETAILS

Name Muhamad Ichsan Aristya Putra Date of Birth May 2nd, 1989

Place of Birth Jakarta

Sex Male

Nationality Indonesian Religion Islam

Status Single

Address Jl. Tubagus Ismail Dalam No.18 Rt.04 Rw.01, Dipati Ukur, 40132

Mobile 085722555373

2.

EDUCATION

2007 – Present Indonesian Computer University (UNIKOM) Bandung

Informatics Engineering Department, Faculty of Engineering and Computer Sciences

2004 – 2007 62 Senior High School, Jakarta Major In Science 2001 – 2004 20 Junior High School, Jakarta

1995 – 2001 10 Elementary School, Jakarta

3. INFORMAL EDUCATION

 Kuliah Bersama Teknik Informatika 2008 “Job Opportunity in Information Technology” (Bandung, January 29th, 2008).

 SEMINAR OVERCLOCKING AMD, (Bandung, 2009).

 SEMINAR CLOUD COMPUTING, (Bandung, 2010).

4.

COMPUTER SKILL

Microsoft Office Applications

Programming (C, Pascal, Delphi)

Web Programming (HTML, PHP, JavaScript)

SQL Database

Networking Hardware


(6)

5. LANGUAGES

Indonesian Speaking and Writing English Speaking and Writing Bandung, January 16th, 2011

Signed