Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2005

KARAKTERISTIK PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER
RAWAT INAP DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN
TAHUN 2005-2007

SKRIPSI

Oleh :

NERRIDA S. SARUMPAET
NIM. 041000078

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2009

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

KARAKTERISTIK PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER
RAWAT INAP DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN
TAHUN 2005-2007

SKRIPSI

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat
Untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Kesehatan Masyarakat

Oleh :

NERRIDA S. SARUMPAET
NIM. 041000078

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2009

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

HALAMAN PENGESAHAN
Skripsi Dengan Judul
KARAKTERISTIK PENDERITA PENYAKIT JANTUNG KORONER
RAWAT INAP DI RSUP H. ADAM MALIK MEDAN
TAHUN 2005-2007
Yang telah dipersiapkan dan dipertahankan oleh :
NERRIDA S. SARUMPAET
NIM : 041000078
Telah Diuji dan Dipertahankan Dihadapan Tim Penguji Skripsi
Pada Tanggal 11 Maret 2009 dan
Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat Untuk Diterima
Tim Penguji
Ketua Penguji

Penguji I

drh. Rasmaliah, M.Kes
NIP. 390009523

dr. Achsan Harahap, MPH
NIP. 130318031

Penguji II

Penguji III

Drs. Jemadi M.Kes
NIP. 131996168

drh. Hiswani, M.Kes
NIP. 132084988

Medan, Maret 2009
Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara
Dekan

dr. Ria Masniari Lubis, MSi
NIP. 131124053

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

ABSTRAK

Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian
dibeberapa negara termasuk di Indonesia. WHO melaporkan pada tahun 2001
Proportional Mortality Rate akibat PJK adalah sebesar 12,7%. Survei Kesehatan
Nasional tahun 2001 menunjukkan sebab utama kematian penduduk Indonesia
adalah penyakit jantung dan pembuluh darah sebesar 26,4%.
Untuk mengetahui karakteristik penderita Penyakit Jantung Koroner yang
dirawat inap di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2005-2007, dilakukan penelitian
deskriptif dengan desain case series dilanjutkan dengan analisa statistik. Populasi
adalah penderita PJK yang dirawat inap tahun 2005-2007 yaitu sebanyak 806 data,
dengan sampel 267 data (sampel pertahun diambil secara proporsional). Teknik
pengambilan sampel secara Simple Random Sampling dengan menggunakan tabel
angka acak.
Proporsi terbesar penderita PJK adalah kelompok umur > 55 tahun 49,1%,
laki-laki 66,7%, Batak 65,2%, Islam 55,4%, pendidikan SD 15%, pekerjaan
wiraswasta 21,3%, kawin 84,2%, daerah asal luar Medan 51,7%, sumber biaya
Askeskin 51,3%, keluhan utama nyeri dada 69,3%, faktor risiko hipertensi 67,4%,
obat-obatan 86,9%, lama rawatan rata-rata 5,99 hari, pulang berobat jalan 84,6%
dan CFR 6,4%. Hasil uji Chi-Square diperoleh ada perbedaan yang bermakna umur
berdasarkan jenis kelamin (p=0,009). Hasil uji Anova diperoleh tidak ada perbedaan
yang bermakna lama rawatan rata-rata berdasarkan umur (p = 0,733), lama
rawatan rata-rata berdasarkan sumber biaya (p = 0,213), lama rawatan rata-rata
berdasarkan keadaan sewaktu pulang (p = 0,348). Hasil uji t diperoleh tidak ada
perbedaan yang bermakna lama rawatan rata-rata berdasarkan pengobatan (p
=0,347).
Kepada pihak RSUP H. Adam Malik Medan agar memberikan informasi
kepada pasien PJK tentang faktor risiko PJK, menyarankan medical cek up, dan
masuk anggota klub jantung sehat, sehingga bisa memperbaiki keadaan penderita
setelah pulang dari rumah sakit. Pihak rumah sakit sebaiknya melengkapi pencatatan
rekam medik seperti pendidikan dan pekerjaan penderita PJK.

Kata Kunci : Penyakit Jantung Koroner (PJK), Karakteristik penderita

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

ABSTRACT

Coronary Heart Disease (CHD) is the main causes for mortality in some
countries including Indonesia. WHO reported that in 2001 Proportional Mortality
Rate from CHD 12,7%. The Survey of National Health in 2001 showed that the main
causes for mortality in Indonesia is heart disease and blood 26,4%.
To know the characteristics of the patients which are hospitalized at RSUP
H. Adam Malik Medan from year of 2005 – 2007, descriptive study has been done by
using case series design and continued with the statistical analysis. Population are in
patients of CHD from years of 2005-2007 as much as 806 data with the sample 267
data (the sample is annually taken with proportional). The technique in sampling
taken is simple random sampling using random figure table.
The highest Proportion of patients of CHD at age group > 55 year 49,1%,
male 66,7%, Batak 65,2%, Moslem 55,4%, Elementary school 15%, entrepreneurs
21,3%, married 84,2%, outside Medan 51,7%, covered by Askeskin 51,3%, chest pain
69,3%, hypertension risk factor 67,4% medicine 86,9%, average length of stay 5,99
day, discharged and becoming out patient 84,6% and CFR 6,4%. Chi-square test
shows that there is significant difference age with sex (p = 0,009). Anova test shows
that there is no significant difference average length of stay wich age (p = 0,733),
average length of stay with cost (p = 0,213), average length of stay with discharged
and becoming out patient (p =0,348). t-test shows that there is no significant
difference average length of stay with treatment (p = 0,347).
To the RSUP H. Adam Malik Medan is encouraged to give information for the
patient about risk factor, encouraged to have medical check-up and entering into
health club, in order to improve the condition after going home for the hospital. The
hospital fill in the medical record completely including education and job of patients.

Key words : Coronary Heart Disease (CHD), the patients characteristic

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama

:

Nerrida Sulastrina Sarumpaet

Tempat / Tanggal Lahir

:

Padang Siandomang / 12 Mei 1984

Jenis Kelamin

:

Perempuan

Jumlah Bersaudara

:

7 orang

Status Perkawinan

:

Belum Kawin

Alamat Rumah

:

Jl. Jamin Ginting Gg. Jati No. 2 Medan

RIWAYAT PENDIDIKAN :
1. 1990-1996

: SD Negeri 173231Padang Siandomang

2. 1996-1999

: SMP Negeri 2 Garoga

3. 1999-2002

: SMA HKBP 2 Tarutung

4. 2004-2009

: Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara Medan

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

KATA PENGANTAR

Segala puji, syukur, dan hormat hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa atas
limpahan kasih, berkat, dan AnugerahNya sehingga penulis mampu menyelesaikan
penulisan skripsi yang berjudul Karakteristik Penderita Penyakit Jantung
Koroner Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2007, sebagai
salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan di Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara.
Skripsi ini penulis persembahkan kepada orangtua tercinta“Ayahanda Gr. O.
Sarumpaet dan Ibunda TR. Simatupang” yang telah setia membesarkan penulis
dengan penuh kasih, membimbing, berkorban materi maupun moril, dan selalu
memberi dorongan bagi penulis untuk menyelesaikan pendidikan.
Penulis mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu drh. Rasmaliah,
M. Kes, dan Bapak dr. Achsan Harahap, MPH selaku dosen pembimbing serta
kepada Bapak Drs. Jemadi, M.Kes dan Ibu drh. Hiswani, M.Kes, selaku dosen
pembanding skripsi, yang telah banyak memberi ilmu, kritik maupun saran sehingga
skripsi ini menjadi lebih baik.
Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu dr. Ria Masniari Lubis, M.Si selaku Dekan Fakultas Kesehatan
masyarakat Universitas sumatera Utara.
2. Bapak Prof. dr. Sori Muda Sarumpaet, MPH selaku Kepala Departemen
Epidemiologi Fakultas Kesehatan masyarakat Universitas sumatera Utara.
3. Ibu Dra. Syarifah, MS selaku dosen pembimbing akademik.

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

4. Bapak Direktur RSUP H. Adam Malik Medan beserta staf Litbang, dan
Rekam Medis yang telah membantu penulis selama penelitian.
5. Seluruh Dosen dan Pegawai di Fakultas Kesehatan masyarakat Universitas
sumatera Utara.
6. Kak Nirawati sekeluarga, Kak Risda sekeluarga, Abang Adi sekeluarga, Adik
Yersin, Adik Sandra, dan Adik Bill tersayang yang selalu memberi semangat,
motivasi serta perhatian dengan penuh kasih sayang dan doa yang tulus
kepada penulis.
7. Bou, Kak Arta, Kak Helen, Bang Jo, Bang Bogi, Koko dan seluruh keluarga
besar penulis yang telah memberi bantuan materi, moril, perhatian, dukungan
doa dan semangat bagi penulis.
8. Sahabat- sahabatku tersayang : Imelda, Desny, Lastiar, Susi, Diessy yang
senantiasa menemani dalam doa dan memberi semangat dalam menyelesaikan
skripsi ini dan terima kasih atas hari-hari yang kita lalui bersama.
9. Teman-temanku : Nove, Dameq, Gifi, Rika, Zaro, Pida, Anie, Henny, Iwan,
Frengki, Bang Ginting, Bang Vian, Bang Budi, Kak Mey, Kak Meirta, Kak
Imelda, Ezra, Dori dan seluruh rekan mahasiswa peminatan Epidemiologi
yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih atas perhatian dan
kebersamaannya.
10. Teman-teman Pelita Jaya 19 : Enok, Tante Nelly, Tante Mely, Bellina, Tina,
Bunda, Vincent, Eva, Dian, dan semua penghuni kos, terima kasih atas doa
dan dukungannya.

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih memiliki banyak kekurangan, oleh
karena itu Penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi
perbaikan dan kesempurnaan skripsi ini. Semoga skripsi ini dapat memberikan
manfaat bagi para pembaca.
Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai kita semua. Amin.
Medan, Maret 2009
Penulis

Nerrida S. Sarumpaet

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN......................................................................
ABSTRAK ...................................................................................................
ABSTRACT ..................................................................................................
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ....................................................................
KATA PENGANTAR..................................................................................
DAFTAR ISI................................................................................................
DAFTAR TABEL ........................................................................................
DAFTAR GAMBAR...................................................................................

i
iia
iib
iii
iv
vii
x
xii

BAB 1 PENDAHULUAN ............................................................................
1.1 Latar Belakang............................................................................
1.2 Perumusan Masalah ....................................................................
1.3 Tujuan Penelitian ........................................................................
1.3.1 Tujuan Umum...................................................................
1.3.2 Tujuan Khusus..................................................................
1.4 Manfaat Penelitian .....................................................................

1
1
4
4
4
4
6

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA...................................................................
2.1 Definisi Penyakit Jantung Koroner............................................
2.2 Anatomi Jantung........................................................................
2.2.1 Anatomi Luar ..................................................................
2.2.2 Anatomi Dalam ...............................................................
2.3 Fisiologi Jantung .......................................................................
2.3.1 Proses Memompa Darah .................................................
2.3.2 Sistem Peredaran Darah Dalam Tubuh Manusia ............
2.4 Patofisiologi Penyakit Jantung Koroner ....................................
2.4.1 Angina Pektoris ...............................................................
2.4.2 Infark Miokardium ..........................................................
2.4.3 Payah Jantung (Ischemic Heart Disease)........................
2.4.4 Mati Mendadak (Sudden Cardiac Death) .......................
2.5 Epidemiologi Penyakit Jantung Koroner...................................
2.5.1 Distribusi dan Frekuensi Penyakit Jantung Koroner.......
2.5.2 Determinan Penyakit Jantung Koroner ...........................
2.6 Pencegahan Penyakit Jantung Koroner .....................................
2.6.1 Pencegahan Primordial....................................................
2.6.2 Pencegahan Primer..........................................................
2.6.3 Pencegahan Sekunder......................................................
2.6.4 Pencegahan Tersier .........................................................

7
7
7
8
8
11
11
13
14
15
15
16
16
17
17
18
25
25
25
26
28

BAB 3 KERANGKA KONSEP ..................................................................
3.1 Model Kerangka Konsep...........................................................
3.2 Definisi Operasional ..................................................................

30
30
30

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

BAB 4 METODE PENELITIAN................................................................
4.1 Jenis Penelitian ..........................................................................
4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian .....................................................
4.2.1 Lokasi Penelitian .............................................................
4.2.2 Waktu Penelitian .............................................................
4.3 Populasi dan Sampel Penelitian.................................................
4.3.1 Populasi ...........................................................................
4.3.2 Sampel.............................................................................
4.4 Metode Pengumpulan Data .......................................................
4.5 Teknik Analisa Data ..................................................................
BAB 5 HASIL PENELITIAN
5.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ........................................
5.2 Sosiodemografi.........................................................................
5.3 Sumber Biaya ...........................................................................
5.4 Keluhan Utama.........................................................................
5.5 Faktor Risiko ............................................................................
5.6 Penatalaksanaan Medis ............................................................
5.7 Lama Rawatan Rata-rata ..........................................................
5.8 Keadaan Sewaktu Pulang .........................................................
5.9 Analisa Statistik........................................................................
5.9.1 Umur Berdasarkan Jenis Kelamin...................................
5.9.2 Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan Umur..................
5.9.3 Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan Sumber Biaya ....
5.9.4 Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan
Penatalaksanaan Medis....................................................
5.9.5 Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan
Keadaan Sewaktu Pulang ...............................................
BAB 6 PEMBAHASAN
6.1 Distribusi proporsi Penderita Penyakit Jantung Koroner
Berdasarkan Sosiodemografi....................................................
6.2 Sumber Biaya ...........................................................................
6.3 Keluhan Utama.........................................................................
6.4 Faktor Risiko ............................................................................
6.5 Penatalaksanaan Medis ............................................................
6.6 Lama Rawatan Rata-rata ..........................................................
6.7 Keadaan Sewaktu Pulang .........................................................
6.8 Analisa Statistik........................................................................
6.8.1 Umur Berdasarkan Jenis Kelamin...................................
6.8.2 Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan Umur..................
6.8.3 Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan Sumber Biaya ....
6.8.4 Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan
Penatalaksanaan Medis....................................................

34
34
34
34
34
34
34
34
36
36

37
38
41
41
43
45
45
46
49
49
50
52
53
54

55
66
67
68
70
71
72
74
74
75
76
77

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

6.8.5 Lama rawatan Rata-rata Berdasarkan
Keadaan Sewaktu Pulang ...............................................

78

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN
7.1 Kesimpulan...............................................................................
7.2 Saran.........................................................................................

79
80

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Lampiran 1 : Random Number Table
Lampiran 2 : Master Data Penderita PJK
Lampiran 3 : Hasil Pengolahan Statistik
Lampiran 4 : Master Data Penderita PJK yang Meninggal
Lampiran 5 : Surat Izin Melakukan Penelitian dari FKM USU
Lampiran 6 : Surat Keterangan Telah Selesai Melakukan Penelitian dari
RSUP H. Adam Malik Medan

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1

Tabel 4.1

Tabel 5.1

Tabel 5.2

Tabel 5.3

Tabel 5.4

Tabel 5.5

Tabel 5.6

Tabel 5.7

Tabel 5.8

Tabel 5.9

Klasifikasi Hipertensi Berdasarkan Derajat Tekanan Darah
Sistolik dan Tekanan Darah Diastolik ....................................

21

Perhitungan Jumlah Sampel dari Populasi Penderita PJK
Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Setiap
Tahunnya pada Tahun 2005-2007..........................................

36

Distribusi
Proporsi
Penderita
PJK
Berdasarkan
Sosiodemografi yang Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2005-2007 .......................................................

38

Distribusi Proporsi Penderita PJK Berdasarkan Sumber
Biaya yang Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan
Tahun 2005-2007 ....................................................................

41

Distribusi Proporsi Penderita PJK Berdasarkan Keluhan
Utama yang Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan
Tahun 2005-2007 ....................................................................

41

Distribusi Proporsi Penderita PJK Berdasarkan Gabungan
Keluhan yang Sama yang Rawat Inap di RSUP H. Adam
Malik Medan Tahun 2005-2007 ............................................

42

Distribusi Proporsi Penderita PJK Berdasarkan Faktor
Risiko yang Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan
Tahun 2005-2007 ....................................................................

43

Distribusi Proporsi Penderita PJK Berdasarkan Gabungan
Faktor Risiko yang Sama yang Rawat Inap di RSUP H.
Adam Malik Medan Tahun 2005-2007..................................

44

Distribusi
Proporsi
Penderita
PJK
Berdasarkan
Penatalaksanaan Medis yang Rawat Inap di RSUP H. Adam
Malik Medan Tahun 2005-2007 ............................................

45

Distribusi Proporsi Penderita PJK Berdasarkan Lama
Rawatan Rata- rata yang Rawat Inap Di RSUP H. Adam
Malik Medan Tahun 2005-2007 ...........................................

45

Distribusi Proporsi Penderita PJK Berdasarkan Keadaan
Sewaktu Pulang yang Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2005-2007 ........................................................

46

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

Tabel 5.10

Tabel 5.11

Tabel 5.12

Tabel 5.13

Tabel 5.14

Tabel 5.15

Tabel 5.16

Distribusi Proporsi Umur Penderita PJK yang Meninggal
Berdasarkan Karakteristik Penderita PJK yang Rawat Inap
di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2007..............

47

Distribusi Proporsi Umur Berdasarkan Jenis Kelamin
Penderita PJK yang Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2005-2007 ........................................................

49

Distribusi Proporsi Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan
Umur Penderita PJK yang Rawat Inap di RSUP H. Adam
Malik Medan Tahun 2005-2007 ............................................

50

Distribusi Proporsi Faktor Risiko Berdasarkan Umur
Penderita PJK yang Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2005-2007 .........................................................

51

Distribusi Proporsi Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan
Sumber Biaya Penderita PJK yang Rawat Inap di RSUP H.
Adam Malik Medan Tahun 2005-2007..................................

52

Distribusi Proporsi Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan
Penatalaksanaan Medis Penderita PJK yang Rawat Inap di
RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2007..................

53

Distribusi Proporsi Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan
Keadaan Sewaktu Pulang Penderita PJK yang Rawat Inap
di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2007..............

54

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1

Anatomi Jantung Manusia.....................................................

11

Gambar 6.1

Diagram Pie Proporsi Penderita PJK yang di Rawat Inap
Berdasarkan Umur di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2007 ...............................................................................

55

Diagram Pie Proporsi Penderita PJK yang di Rawat Inap
Berdasarkan Jenis Kelamin di RSUP H. Adam Malik Medan
Tahun 2005-2007 ....................................................................

56

Diagram Pie Proporsi Penderita PJK yang di Rawat Inap
Berdasarkan Suku di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2007 ..............................................................................

58

Diagram Pie Proporsi Penderita PJK yang di Rawat Inap
Berdasarkan Agama di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2007 ...............................................................................

59

Diagram Pie Proporsi Penderita PJK yang di Rawat Inap
Berdasarkan Pendidikan di RSUP H. Adam Malik Medan
Tahun 2005-2007 ....................................................................

60

Diagram Pie Proporsi Penderita PJK yang di Rawat Inap
Berdasarkan Pendidikan yang Tercatat di RSUP H. Adam
Malik Medan Tahun 2005-2007 .............................................

61

Diagram Pie Proporsi Penderita PJK yang di Rawat Inap
Berdasarkan Pekerjaan di RSUP H. Adam Malik Medan
Tahun 2005-2007 ....................................................................

62

Diagram Pie Proporsi Penderita PJK yang di Rawat Inap
Berdasarkan Pekerjaan yang tercatat di RSUP H. Adam
Malik Medan Tahun 2005-2007 .............................................

63

Diagram Pie Proporsi Penderita PJK yang di Rawat Inap
Berdasarkan Status Perkawinan di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2005-2007 ........................................................

64

Gambar 6.10 Diagram Pie Proporsi Penderita PJK yang di Rawat Inap
Berdasarkan Daerah Asal di RSUP H. Adam Malik Medan
Tahun 2005-2007 ....................................................................

65

Gambar 6.2

Gambar 6.3

Gambar 6.4

Gambar 6.5

Gambar 6.6

Gambar 6.7

Gambar 6.8

Gambar 6.9

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

Gambar 6.11 Diagram Pie Proporsi Penderita PJK yang di Rawat Inap
Berdasarkan Sumber Biaya di RSUP H. Adam Malik Medan
Tahun 2005-2007 ....................................................................

66

Gambar 6.12 Diagram Bar Proporsi Penderita PJK yang di Rawat Inap
Berdasarkan Keluhan Utama di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2005-2007 ........................................................

67

Gambar 6.13 Diagram Bar Proporsi Penderita PJK yang di Rawat Inap
Berdasarkan Faktor Risiko di RSUP H. Adam Malik Medan
Tahun 2005-2007 ....................................................................

68

Gambar 6.14 Diagram Pie Proporsi Penderita PJK yang di Rawat Inap
Berdasarkan Penatalaksanaan Medis di RSUP H. Adam
Malik Medan Tahun 2005-2007 ............................................

70

Gambar 6.15 Diagram Pie Proporsi Penderita PJK yang di Rawat Inap
Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang di RSUP H. Adam
Malik Medan Tahun 2005-2007 ............................................

72

Gambar 6.16 Diagram Bar Proporsi Umur Berdasarkan Jenis Kelamin
Pada Penderita PJK yang di Rawat Inap di RSUP H. Adam
Malik Medan Tahun 2005-2007 .............................................

74

Gambar 6.17 Diagram Bar Proporsi Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan
Umur Pada Penderita PJK yang di Rawat Inap di RSUP H.
Adam Malik Medan Tahun 2005-2007...................................

75

Gambar 6.18 Diagram Bar Proporsi Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan
Sumber Biaya Pada Penderita PJK yang di Rawat Inap di
RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2007...................

76

Gambar 6.19 Diagram Bar Proporsi Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan
Penatalaksanaan Medis Pada Penderita PJK yang di Rawat
Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2007.......

77

Gambar 6.20 Diagram Bar Proporsi Lama Rawatan Rata-rata Berdasarkan
Keadaan Sewaktu Pulang Pada Penderita PJK yang di
Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 20052007.........................................................................................

78

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Indonesia saat ini sedang mengalami beban ganda dalam menghadapi masalah
penyakit. Disatu sisi penyakit-penyakit menular (communicable disease) masih
menjadi masalah kesehatan dan disisi lain penyakit tidak menular (non communicable
disease) yang merupakan penyakit degeneratif semakin meningkat.1 Hal ini seiring
dengan terjadinya transisi epidemiologi yaitu adanya kecenderungan perubahan pola
penyakit dari penyakit menular ke penyakit tidak menular.2
Perubahan pola struktur masyarakat dari suatu negara agraris yang sedang
berkembang menuju negara industri telah membawa perubahan perilaku dan gaya
hidup masyarakat seperti pola konsumsi makanan dan berkurangnya aktivitas fisik.
Perubahan tersebut telah memberi pengaruh terhadap terjadinya transisi epidemiologi
dengan semakin meningkatnya Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti Penyakit
Jantung Koroner (PJK), Stroke, Hipertensi, dan Kanker.2
Berdasarkan laporan World Health Organization (WHO 2001), pada tahun
2000 PTM menyebabkan 58,5% kesakitan dan 68,1% kematian di dunia, dan
diperkirakan pada tahun 2020 kesakitan ini akan meningkat menjadi 60% dan
kematian menjadi 73%. Di wilayah Asia Tenggara dimana Indonesia adalah salah
satu diantaranya pada tahun 2000 dilaporkan PTM menyebabkan 56,7% kesakitan
dan 61% kematian. 3

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

Penyakit Jantung Koroner merupakan salah satu bentuk dari penyakit
kardiovaskuler (penyakit jantung dan pembuluh darah) yang menjadi penyebab
kematian nomor satu di dunia.2
Menurut laporan WHO 2001, jumlah penderita penyakit kardiovaskuler tahun
2000 mencapai 151 juta dan mengakibatkan 16,7 juta kematian (Case Fatality Rate
akibat kardiovaskuler sebesar 11,06%), dengan rincian penderita PJK 55,7 juta
(36,9%), stroke 45,7 juta (30,3%), radang jantung 6,6 juta (4,4%), penyakit jantung
rematik 6,5 juta (4,3%), penyakit jantung lainnya 36,5 juta (24,1%), dan kematian
akibat PJK 6,9 juta (41,3%), akibat stroke 5,1 juta (30,5%), akibat radang jantung 400
ribu (2,4%), akibat penyakit jantung rematik 300 ribu (1,8%), penyakit jantung
lainnya 4 juta (24%). Ini berarti Case Fatality Rate akibat Penyakit Jantung Koroner
sebesar 12,38%.3
Menurut laporan WHO (2002), pada tahun 2001 jumlah penderita PJK
mencapai 58,7 juta, yaitu 4% dari seluruh kesakitan di dunia dan menyebabkan 7,1
juta kematian (Case Fatality Rate akibat PJK sebesar 12,09%). Proporsi kematian
akibat PJK, 4,6% di Afrika, 13,5% di Amerika, 7,3% di Timur Tengah, 33,7% di
Eropa, 27,5% di Asia tenggara, dan 13,4% di Asia Pasifik.4
Pada tahun 2005 menurut data WHO, penyakit kardiovaskuler menyebabkan
17,5 juta kematian yang merepresentasikan 30% dari seluruh kematian di dunia
(Proportional Mortality Rate sebesar 30%), dari kematian ini 7,6 juta (43,4%) karena
PJK, 5,7 juta (32,6%) karena stroke dan 4,2 juta (24%) karena penyakit jantung
lainnya. Jumlah kematian akibat penyakit kardiovaskuler diperkirakan akan mencapai
20 juta pada tahun 2015.5

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

Di Inggris penyakit kardiovaskuler menyebabkan kematian satu dari dua
penduduk dalam populasi (50% kematian akibat penyakit kardiovaskuler), dan
menyebabkan hampir 250 ribu kematian pada tahun 1998 dengan proporsi 22,2%
diantaranya karena PJK. Satu dari empat laki-laki dan satu dari lima perempuan
meninggal karena Penyakit Jantung Koroner.6
Berdasarkan Profil Kesehatan Sumatera Utara tahun 2004 yang mengutip
hasil SKRT 1992, SKRT 1995, dan SURKESNAS 2001 diketahui bahwa dari 10
penyakit utama penyebab kematian, penyakit kardiovaskuler berada pada peringkat
pertama dengan proporsi pada tahun 1992 sebesar 16%, tahun 1995 sebesar 18,9%
dan tahun 2001 menjadi 26,4%.7
Berdasarkan Profil Kesehatan Indonesia tahun 2005 diketahui dari 10
penyakit utama penyebab kematian di rumah sakit di Indonesia tahun 2005 Penyakit
Jantung Koroner berada pada peringkat ke 5 dengan proporsi sebesar 2,67% dari
seluruh kematian di rumah sakit.8
Berdasarkan Profil Kesehatan Sumatera Utara, pada tahun 2000 dilaporkan
bahwa pola penyakit pasien rawat inap pada kelompok umur

60 tahun di seluruh

rumah sakit di propinsi Sumatera Utara, penderita Penyakit Jantung Koroner berada
pada urutan ke 3 dengan proporsi sebesar 2,66% dan pola kematian berada pada
urutan ke 7 dengan proporsi kematian sebesar 2,39%.9
Menurut hasil penelitian Irma Romauli di Rumah Sakit Haji Medan tahun
2000-2004 terdapat 290 orang penderita Penyakit Jantung Koroner dengan rincian
pada tahun 2000 ditemukan proporsi penderita PJK yang dirawat inap sebesar
51,68%, tahun 2001 sebesar 48,2%, tahun 2002 sebesar 30%, tahun 2003 sebesar

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

54,6%, dan pada tahun 2004 sebesar 56,16% dari seluruh penderita penyakit jantung
yang dirawat inap. Hasil penelitian Ahmad Irfan di Rumah Sakit Martha Friska
Medan terdapat 148 penderita PJK rawat inap selama tahun 2004.10,11
Data yang diperoleh dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H. Adam Malik
Medan pada survei pendahuluan tercatat penderita PJK yang dirawat inap pada tahun
2005-2007 sebanyak 806 data. Dengan rincian pada tahun 2005 proporsi sebesar
1,78% dari seluruh penderita rawat inap (134 data), tahun 2006 proporsi sebesar
2,22% dari seluruh penderita rawat inap (219 data), dan tahun 2007 proporsi sebesar
3,49% dari seluruh penderita rawat inap (453 data). Berdasarkan latar belakang diatas
maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui karakteristik penderita Penyakit
Jantung Koroner yang dirawat inap di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 20052007.

1.2 Perumusan Masalah
Belum diketahuinya karakteristik penderita Penyakit Jantung Koroner yang
dirawat inap di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2005-2007.

1.3 Tujuan Penelitian
1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui karakteristik penderita Penyakit Jantung Koroner yang
dirawat inap di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2005-2007.

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

1.3.2 Tujuan Khusus
a.

Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita Penyakit Jantung Koroner
berdasarkan sosiodemografi yaitu umur, jenis kelamin, suku, agama,
pendidikan, pekerjaan, status perkawinan dan daerah asal.

b.

Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita Penyakit Jantung Koroner
berdasarkan sumber biaya.

c.

Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita Penyakit Jantung Koroner
berdasarkan keluhan utama.

d.

Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita Penyakit Jantung Koroner
berdasarkan faktor risiko.

e.

Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita Penyakit Jantung Koroner
berdasarkan penatalaksanaan medis.

f.

Untuk mengetahui lama rawatan rata-rata penderita Penyakit Jantung
Koroner.

g.

Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita Penyakit Jantung Koroner
berdasarkan keadaan sewaktu pulang.

h.

Untuk mengetahui perbedaan proporsi umur berdasarkan jenis kelamin.

i.

Untuk mengetahui perbedaan lama rawatan rata-rata berdasarkan umur.

j.

Untuk mengetahui perbedaan lama rawatan rata-rata berdasarkan sumber
biaya.

k.

Untuk mengetahui perbedaan lama rawatan rata-rata berdasarkan
penatalaksanaan medis.

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

l.

Untuk mengetahui perbedaan lama rawatan rata-rata berdasarkan keadaan
sewaktu pulang.

1.4 Manfaat penelitian
1.4.1

Sebagai bahan masukan bagi pihak RSUP H. Adam Malik Medan dalam
mengelola perawatan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik terhadap
penderita Penyakit Jantung Koroner.

1.4.2

Sebagai sarana penambah wawasan dan pengetahuan bagi penulis tentang PJK
dan sebagai salah satu prasyarat menyelesaikan studi di FKM USU Medan.

1.4.3

Sebagai bahan informasi dan referensi untuk penelitian selanjutnya tentang
Penyakit Jantung Koroner.

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Definisi Penyakit Jantung Koroner
Penyakit Jantung Koroner adalah penyakit jantung akibat penyempitan atau
penyumbatan pembuluh nadi koroner. Penyempitan atau penyumbatan ini dapat
menghentikan aliran darah ke otot jantung yang sering ditandai dengan rasa nyeri.
Dalam kondisi lebih parah kemampuan jantung dalam memompa darah dapat
hilang.12
Menurut WHO, Penyakit Jantung Koroner adalah gangguan pada miokardium
karena ketidakseimbangan antara aliran darah koroner dengan kebutuhan oksigen
miokardium sebagai akibat adanya perubahan pada sirkulasi koroner yang dapat
bersifat akut (mendadak) maupun kronis (menahun).13

2.2 Anatomi Jantung
Jantung terletak dalam rongga dada bagian kiri agak ketengah, tepatnya diatas
sekat diafragma yang memisahkan rongga dada dengan rongga perut. Di sebelah kiri
dan kanan jantung terdapat kedua paru-paru. Otot jantung terbentuk dari serabutserabut otot yang bersifat khusus dan dilengkapi jaringan saraf yang secara teratur
dan otomatis memberikan rangsangan berdenyut bagi otot jantung. Jantung
memompa darah yang kaya akan oksigen dan zat makanan ke seluruh tubuh,
termasuk arteri koroner, serta memompa darah yang kurang oksigen ke paru-paru
untuk mengambil oksigen.14

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

Ukuran dan berat jantung tergantung pada umur, jenis kelamin, tinggi badan,
lemak epikardium dan nutrisi seseorang. Anatomi jantung dapat dibagi dalam dua
kategori yaitu anatomi luar dan anatomi dalam.15
2.2.1 Anatomi Luar15
a. Perikardium
Perikardium merupakan jaringan ikat tebal yang berfungsi sebagai
pembungkus jantung.
b. Kerangka jantung
Kerangka jantung terdiri dari jaringan ikat yang tersusun dengan kompak pada
bagian tengah jantung yang merupakan tempat pijakan atau landasan ventrikel,
atrium, dan katup-katup jantung.
2.2.2 Anatomi Dalam15
Jantung terdiri dari 4 ruang yaitu atrium kanan dan atrium kiri, serta ventrikel
kanan dan kiri.
a. Atrium kanan
Atrium kanan terletak agak kedepan. Darah vena mengalir kedalam jantung
melalui vena kava suferior dan inferior masuk kedalam atrium kanan, yang
tertampung selama fase sistol ventrikel. Kemudian selama fase diastol, darah atrium
kanan akan mengalir kedalam ventrikel kanan melalui katup trikuspid. Tebal rata-rata
dinding atrium kanan adalah 2 mm.
b. Ventrikel kanan
Letak ruang ini paling depan didalam rongga dada. Ventrikel menampung
aliran darah yang berasal dari atrium kanan, kemudian dipompakan keparu-paru.

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

Ventrikel kanan berbentuk bulan sabit atau setengah bulatan, berdinding tipis dengan
tebal 4-5 mm.
c. Atrium kiri
Atrium kiri menerima darah dari empat vena pulmonal yang berasal dari paruparu. Letak atrium kiri adalah di postero-superior dari ruang jantung lain, sehingga
pada foto sinar tembus dada tidak tampak. Tebal dindingnya 3 mm, sedikit lebih tebal
dari dinding atrium kanan.
d. Ventrikel kiri
Ventrikel kiri berbentuk lonjong. Tebal dinding ventrikel kiri adalah 2-3 kali
lipat dinding ventrikel kanan sehingga menempati 75% massa otot jantung
seluruhnya. Tebal dinding ventrikel kiri saat diastol adalah 8-12 mm.
e. Katup jantung
Antara atrium, ventrikel, dan pembuluh darah besar yang keluar dari jantung
terdapat katup-katup jantung untuk memungkinkan darah mengalir dalam satu arah.
Katup jantung terdiri dari :
1. Katup mitral/bikuspid : katup yang menghubungkan antara atrium kiri dengan
ventrikel kiri
2. Katup trikuspid : katup yang menghubungkan antara atrium kanan dengan
ventrikel kanan.
3. Katup seminularis arteri pulmonal : katup yang mengatur aliran darah keluar
jantung dari ventrikel kanan, sebagai saluran pembuluh darah ke paru-paru.

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

4. Katup seminularis aorta : katup yang mengatur aliran darah keluar jantung dari
ventrikel kiri, sebagai saluran pembuluh darah yang mengalirkan darah ke
seluruh tubuh.
f. Persarafan jantung
Jantung dipersarafi oleh sistem otonom yaitu saraf simpatis dan parasimpatis.
g. Perdarahan jantung
1. Arteri
Perdarahan otot jantung berasal dari aorta melalui dua pembuluh koroner
utama yaitu arteri koroner kanan dan arteri koroner kiri.
2. Vena
Aliran darah balik dari otot jantung dan sekitarnya melalui vena koroner yang
berjalan berdampingan dengan arteri koroner.
3. Perdarahan limfe
Pembuluh limfe pada jantung terdiri dari 3 kelompok pleksus, yaitu
subendokardial, miokardial, dan subepikardial.

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

Gambar 2.1 Anatomi Jantung Manusia

Sumber: A sketch of the heart.[adapted from FH Martini, Fundamentals of Anatomy
& Physiology (3rd Edition)] 16

2.3 Fisiologi Jantung
2.3.1 Proses Memompa darah
Jantung merupakan salah satu organ paling penting dalam tubuh. Jantung
merupakan pompa yang kuat dalam mendorong darah ke seluruh tubuh. Pada
dasarnya jantung terdiri atas dua pompa yaitu: jantung kanan (atrium kanan dan
ventrikel kanan) ke paru-paru dan jantung kiri (atrium kiri dan ventrikel kiri)
keseluruh bagian tubuh lainnya. Ventrikel kiri memompa darah yang mengandung

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

oksigen dan kaya dengan zat gizi ke berbagai macam organ dalam tubuh melalui
arteri.
Darah meninggalkan ventrikel kiri melalui katup aorta dan masuk ke dalam
aorta. Setelah melewati berbagai macam organ, darah kembali ke atrium kanan
melalui pipa-pipa berdinding tipis yang disebut urat darah halus (vein). Kandungan
oksigen (O2) dalam darah yang kembali ke atrium kanan lebih rendah daripada
pompa jantung kiri karena sebagian besar oksigen telah digunakan oleh berbagai
organ tubuh. Sebaliknya kandungan karbon dioksida (CO2) lebih tinggi.
Atrium kanan mendorong darah ke ventrikel kanan melalui katup trikuspid.
Darah yang tidak mengandung banyak oksigen kemudian masuk ke arteri pulmonal
melalui katup pulmonal dan masuk ke dalam paru-paru untuk menerima O2 dan
membuang CO2. Proses ini bisa terjadi karena darah dialirkan melalui pembuluhpembuluh darah berdinding yang sangat tipis disebut kapiler, yang membentuk suatu
jaringan yang mengelilingi kantong udara untuk mempermudah pertukaran gas.
Darah yang kaya dengan oksigen masuk kembali ke dalam jantung pada atrium kiri
melalui pembuluh darah pulmonal. Kemudian darah masuk ke dalam ventrikel kiri
melalui katup mitral dan siklus peredaran darah tersebut terus berjalan.17
Jantung berdenyut rata-rata 70 kali per menit dan tiap kali berdenyut
memompakan 60 cc darah ke pembuluh nadi dengan tekanan sampai 130 mmHg. Ini
berarti setiap harinya jantung berdenyut 100.800 kali dan darah yang berhasil
dipompakan secara terus-menerus sebanyak 6.048 liter. Dalam keadaan bekerja fisik
atau berolah raga, kerja jantung dapat meningkat menjadi 2 sampai 5 kali
dibandingkan dengan dalam keadaan istirahat. Pada waktu bekerja, berbagai alat

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

tubuh membutuhkan zat-zat makanan dan oksigen yang lebih banyak melalui
peredaran darah yang infestasinya juga meningkat.14
2.3.2 Sistem Peredaran Darah Dalam Tubuh Manusia14
Secara garis besar sistem peredaran darah tubuh manusia terdiri dari tiga
sistem aliran darah, yaitu:
a. Sistem Peredaran Darah Kecil
Dari ventrikel jantung kanan, darah mengalir ke paru-paru melalui katup
pulmonal untuk mengambil oksigen dan melepaskan karbon dioksida kemudian
masuk ke atrium kiri. Sistem peredaran darah kecil ini berfungsi membersihkan darah
yang setelah beredar ke seluruh tubuh memasuki atrium jantung kanan dengan kadar
oksigen yang rendah antara 60-70% serta kadar karbon dioksida yang tinggi antara
30-40%. Setelah beredar melalui kedua paru-paru, kadar zat oksigen meningkat kirakira 96% serta karbon dioksida menurun.
Proses pembersihan gas dalam jaringan paru-paru berlangsung khususnya
dalam gelembung-gelembung paru-paru yang halus dan berdinding sangat tipis
dimana gas oksigen dari udara diserap oleh komponen sel darah merah. Adapun gas
CO2 dikeluarkan sebagian melalui udara pernafasan.
Dengan demikian darah yang memasuki atrium kanan disebut darah kotor
kurang oksigen, sedangkan darah yang memasuki atrium kiri disebut sebagai darah
bersih kaya oksigen.
b. Sistem Peredaran Darah Besar
Darah kaya oksigen dari atrium kiri memasuki ventrikel kiri melalui katup
mitral, untuk kemudian dipompakan ke seluruh tubuh manusia dan membawakan zat

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

oksigen serta bahan makanan yang diperlukan oleh seluruh sel-sel dari alat-alat
tubuh. Darah ini dipompakan keluar dari ventrikel kiri melewati katup aorta serta
memasuki pembuluh nadi utama, selanjutnya melalui cabang-cabang pembuluh ini
darah disalurkan ke seluruh bagian tubuh.
c. Sistem Peredaran Darah Koroner
Sistem peredaran darah koroner terpisah dari sistem peredaran darah kecil
maupun sistem peredaran darah besar. Artinya khusus untuk menyuplai darah ke otot
jantung, yaitu melalui pembuluh koroner dan kembali melalui pembuluh balik yang
kemudian menyatu serta bermuara langsung kedalam ventrikel kanan.
Melalui sistem peredaran darah koroner ini, otot jantung mendapatkan
oksigen, nutrisi, serta zat-zat lain agar dapat menggerakkan jantung sesuai dengan
fungsinya. Dari sini terlihat bahwa bila pembuluh arteri koroner terganggu, misalnya
ada plak (kolesteroel, lemak, kalsium, dan lain-lain) aliran darah ke otot jantung
berkurang sehingga jantung tidak dapat bekerja secara normal.

2.4 Patofisiologi Penyakit Jantung Koroner
Otot jantung diberi oksigen dan nutrisi yang diangkut oleh darah melalui
arteri-arteri koroner utama yang bercabang menjadi sebuah jaringan pembuluh lebih
kecil yang efisien.14 Gangguan pada arteri menyebabkan terjadinya Penyakit Jantung
Koroner. Penyakit ini berkaitan dengan gangguan suplai darah pada otot jantung
sehingga jantung akan mengalami kekurangan darah dengan segala manifestasinya.2
Timbulnya

Penyakit

Jantung

Koroner

walaupun

tampak

mendadak

sebenarnya melalui perlangsungan yang lama (kronik). Penyakit Jantung Koroner

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

berkaitan dengan atherosclerosis yaitu terjadi kekakuan dan penyempitan lubang
pembuluh darah yang akan menyebabkan gangguan atau kekurangan suplai darah
untuk otot jantung. Gambaran klinik adanya Penyakit Jantung Koroner dapat berupa
angina pektoris, infark miokardium, payah jantung (ischemic heart disease), dan mati
mendadak (Sudden death).2
2.4.1 Angina Pektoris
Angina pektoris adalah gejala yang terjadi bila otot jantung tidak menerima
pasokan darah yang cukup. Angina bisa menyebabkan penderita merasa nyeri dada,
rasa tidak nyaman atau dada terasa sesak. Seringkali kondisi tersebut disertai dengan
keringat, sesak napas atau pusing.17 Angina merupakan sebuah tanda atau peringatan
bahwa terdapat penyempitan urat nadi koroner yang mengakibatkan suplai darah
tidak cukup ke otot jantung.14
Angina pektoris meliputi :
a. Angina pektoris stabil
Nyeri dada timbul saat melakukan aktivitas biasanya berlangsung singkat (15 menit) dan rasa nyeri hilang bila penderita istirahat. Selain aktivitas fisik, nyeri
dada dapat dipropokasi oleh stres, emosi, anemia, udara dingin.6,18
b. Angina pektoris tidak stabil
Sakit dada yang tiba-tiba terasa. Sering timbul waktu istirahat atau terjadi
lebih berat secara mendadak.14
2.4.2 Infark Miokardium
Infark miokardium terjadi bila aliran darah ke pembuluh arteri koroner
terhalang dan mengakibatkan sebagian otot jantung mengalami kerusakan. Infark

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

miokardium umumnya disebabkan oleh penyumbatan arteri coroner secara tiba-tiba
yaitu karena pecahnya plak lemak atherosklerosis pada arteri koroner 14,19
Infark miokardium sering didahului oleh keluhan dada terasa tidak enak (chest
discomfort). Intensitas nyeri dada biasanya bervariasi, seringkali sangat berat bahkan
banyak penderita tidak dapat menahan rasa nyeri tersebut. Nyeri dada biasanya
berlangsung lebih dari 30 menit bahkan sampai berjam-jam, kualitas nyerinya sering
dirasakan seperti tertekan, diremas-remas, tercekik, berat, tajam, ataupun seperti
terbakar.18,19
2.4.3 Payah Jantung (Ischemic Heart Disease)
Pada prinsipnya iskemik yang terjadi pada Penyakit Jantung Koroner
disebabkan oleh karena terjadinya gangguan keseimbangan antara suplai dan
kebutuhan oksigen miokardium. Dengan adanya atherosclerosis maka aliran darah
koroner akan berkurang, terutama pada saat kebutuhan meningkat (saat aktivitas)
sehingga terjadilah payah jantung.18
2.4.4 Mati Mendadak (Sudden Cardiac Death)
Pada peristiwa ini jantung mendadak berhenti yang sering disebut sebagai
cardiac arrest. Penyebab yang paling sering adalah karena detak jantung terlalu cepat
atau iramanya tidak teratur yang disebabkan oleh kerusakan pada sistem listrik
jantung. Peristiwa seperti ini dapat ditolong bila pasien mendapat pertolongan dalam
beberapa menit.14
Kematian mendadak terjadi pada 50% penderita yang tanpa keluhan
sebelumnya sedangkan selebihnya disertai keluhan yang mati mendadak 6 jam

Nerrida S. Sarumpaet : Karakteristik Penderita Penyakit Jantung Koroner Rawat Inap Di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2005, 2009.
USU Repository © 2009

setelah keluhan. Proses ini dimulai dengan trombosis pembuluh darah koroner yang
disusul dengan nekrosis yang disertai aritmia ventrikel.2

2.5 Epidemiologi Penyakit Jantung Koroner
2.5.1 Distribusi dan Frekuensi Penyakit Jantung Koroner
a. Menurut Orang
WHO melaporkan bahwa pada tahun 2000 proporsi beban penyakit di dunia
akibat PJK adalah 3,8% terdiri atas 4,2% penderita pria dan 3,4 % penderita wanita
dengan proporsi kematian akibat PJK adalah 12,4% terdiri atas 12,2% kematian pria
dan 12,6% kematian wanita.3
Berdasarkan penelitian Pittaraman Damanik di RSUP H. Adam Malik tahun
2000-2004 penderita Penyakit Jantung Koroner paling banyak ditemukan pada jenis
kelamin laki-laki yaitu 144 orang (62,6%) dan jenis perempuan 86 orang (37,4%).20
b. Menurut Tempat
Penyakit Jantung Koroner

lebih banyak terjadi pada negara maju

dibandingkan negara sedang berkembang dan lebih banyak