Karakteristik Penderita Hydrocephalus Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2009

KARAKTERISTIK PENDERITA HYDROCEPHALUS
RAWAT INAP DI RSUP. H. ADAM MALIK MEDAN
TAHUN 2005-2009

SKRIPSI

Oleh :
VILINO MELDA SITEPU
NIM. 061000147

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Hydrocephalus adalah keadaan patologi otak yang mengakibatkan
bertambahnya Cairan Serebrospinalis (CSS) dengan tekanan intrakarnial yang
meninggi sehingga terdapat pelebaran ruangan tempat mengalirnya CSS. Di RSUP
H. Adam Malik Kota Medan terdapat 141 penderita pada tahun 2005-2009.
Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain case series. Populasi adalah
data penderita hydrocephalus rawat inap di RSUP H. Adam Malik Kota Medan
tahun 2005-2009 sebanyak 141 data. Sampel adalah data seluruh populasi (total
sampling) dilanjutkan dengan analisis statistik uji chi square, t-test, Anova atau uji
Kruskal Wallis.
Kecendrungan kunjungan penderita hydrocephalus berdasarkan data tahun
2005-2009 menunjukkan penurunan dengan persamaan garis y = − 5,7 x + 45,3 . Umur
termuda 5 hari (1 orang) dan yang tertua berumur 55 tahun (2 orang), serta proporsi
tertinggi pada kelompok umur 0-6 tahun 69,5%. Sex ratio 1,14, suku Jawa32,6%,
agama Islam 77,3%, pendidikan belum sekolah/tidak tamat SD 74,5%, pekerjaan
belum bekerja 70,9%, sumber biaya Jamkesmas 81,6%, pembesaran kepala 64,5%,
hydrocephalus non komunikans 45,4%, kelainan kongenital 43,3%, penatalaksanaan
medis pemberian obat-obatan 60,3%, lama rawatan rata-rata 13,77 hari, pulang
berobat jalan 76,6%, pulang atas permintaan sendiri 19,9% dan Case Fatality Rate
(CFR) 3,5%. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna
antara umur berdasrkan klasifikasi hydrocephalus (p=0,110), ada perbedaan
proporsi yang bermakna antar keluhan utama berdasarkan klasifikasi hydrocephalus
(p=0,026), proporsi keluhan utama kejang secara bermakna lebih tinggi pada
hydrocephalus non komunikans dibandingkan dengan hydrocephalus komunikans
(X2=7,325, p=0,026; 23,4% vs 9,4%), tidak ada perbedaan yang bermakna antara
lama rawatan rata-rata berdasarkan sumber biaya (p=0,919), lama rawatan ratarata berdasarkan keadaan sewaktu pulang (p=0,925), penatalaksanaan medis
berdasarkan sumber biaya (p=0,747).
Diharapkan kepada dokter dan perawat RSUP H. Adam Malik Medan agar
memberikan pemahaman kepada penderita dan keluarga penderita tentang
penatalaksanaan hydrocephalus agar dapat mengurangi jumlah penderita yang
pulang atas permintaan sendiri. Kepada Dokter RSUP H. Adam Malik Medan
diharapkan untuk melengkapi pencatatan rekam medik khususnya yang berkaitan
dengan hydrocephalus yaitu riwayat penyakit sebelumnya, jenis kelainan kongenital
dan klasifikasi hydrocephalus. Kepada ibu hamil diharapkan untuk melakukan
antenatal care.

Kata Kunci: Hydrocephalus, Karakteristik Penderita

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Hydrocephalus is a state of brain pathology that resulted in increased
cerebrospinal fluid (CSF) with a rising intrakarnial pressure so that there is
widening of the room where the flow of CSF. In H. Adam Malik Medan Hospital
Centre there were 141 patients in 2005 to 2009.
This is descriptive research with case series design. The population is 141
hydrocephalus patients hospitalized in H. Adam Malik Medan Hospital Centre in
2005-2009. Sample is the entire population data (total sampling) continued by
statistical analysis chi square, t-test, Anova or Kruskal Walli.
Based on 2005-2009 data, there was aqueous decreasing tendency of
hydrocephalus cases as it showed by the formula y=-5,7+45,3. The youngest age 5
days (one person) and the oldest was 55 year (two persons), and the highest
proportion was in the age 0-6 years old 69,5%. Sex ratio 1,14, Jawanese 32,6%,
Moslem 77,3%, education is not school / did not complete primary school 74,5%, of
work is not working, funding source Jamkesmas 81,6%, enlargement of the head
64,5%, hydrocephalus non communicans 45,4%, congenital abnormalities 43,3%,
medical management of drugs 60,3%, the average treatment time 13,77 days,
returned 76,6% outpatient. Statistical analysis showed there wasn’t significant
difference between age on basis of classification (p=0,110), there was significant
difference between the main complaint on basis of classification of hydrocephalus
(p=0,026), proportion of chief complaints seizures were significantly higher in non
communicans hydrocephalus compared with hydrocephalus communicans, there
wasn’t significant difference between the old treatment based on average cost
sources (p=0,919), duration of treatment based on state average during the home (
p=0,925), medical management based on source of funding (p = 0,747).
To doctors and nurse in H. Adam Malik Medan Hospital Centre to give
understanding to the patients and their families about the of hydrocephalus in order
to reduce the number of patients who returned at their own request. The Medical
Records is expected to complete the data in H. Adam Malik Medan Hospital Centre
especially related with hydrocephalus such as family medical history of disease and
types of congenital abnormalities and classification of hydrocephalus. To pregnant
women
are
expected
to
perform
antenatal
care.

Keywords: Hydrocephalus, the characteristics of patient

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Nama

: Vilino Melda Sitepu

Tempat/Tanggal Lahir

: Binjai/ 08 Oktober 1988

Agama

: Islam

Status Perkawinan

: Belum Menikah

Jumlah anggota keluarga

: 4 (empat) bersaudara

Nama Ayah

: Sehat Sitepu

Nama Ibu

: Alm. Siti Sumarni Perangin-angin

Alamat rumah

: Jln. Aek Song – songan Kec.Bandar Pulau, Kab.
Asahan.

Riwayat Pendidikan

: 1. SDN No. 013835 B. Pulau

(1994 – 2000)

2. SLTP Negeri 1 B. Pulau

(2000 – 2003)

3. SMA Negeri 1 B. Pulau

(2003 – 2006)

4. FKM USU MEDAN

(2006 – 2011)

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Allah SWT karena atas berkat dan
rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul “Karakteristik
Penderita Hydrocephalus Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2009”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan
di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sumatera Utara Medan.
Skripsi ini penulis persembahkan kepada Ayahanda Sehat Sitepu dan Ibunda
Alm. Siti Sumarni Pa yang telah membesarkan, membimbing, dan mendidik penulis
dengan kasih sayang serta memberikan dukungan dan do’a kepada penulis dalam
menyelesaikan pendidikan.
Terima kasih kepada Dosen Pembimbing I Bapak Prof. Dr. Sori Muda
Sarumpaet dan Dosen Pembimbing II Ibu drh. Rasmaliah, M.Kes serta Dosen
Pembanding I Ibu Prof. dr. Nerseri Barus, MPH serta Dosen Pembanding II Bapak
Drs. Jemadi M. Kes yang telah meluangkan waktu dan pikirannya dalam memberi
saran, kritikan dan bimbingan kepada penulis sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.
Dalam penulisan skripsi ini tidak terlepas dari bantuan dan dukungan berbagai
pihak, untuk itu pada kesempatan ini penulis juga ingin menyampaikan terima kasih
kepada:
1. Bapak Dr. Drs. Surya Utama, M.S selaku Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu drh. Rasmaliah, M. Kes selaku Kepala Bagian Epidemiologi.
3. Bapak Dr. Drs. R. Kintoko Rochadi M.Kes selaku Dosen Pembimbing Akademik.
4. Bapak Direktur Utama, Bapak Direktur SDM dan Pendidikan, Kepala Instalasi
Litbang dan Staff, dan Kepala Instalasi Rekam Medik beserta Staff serta seluruh
pihak terkait dalam penelitian ini di RSUP H. Adam Malik Medan.
5. Seluruh Dosen dan Pegawai di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas
Sumatera Utara.
6. Ibu Ratna yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Universitas Sumatera Utara

7. Seluruh keluarga yang penulis sayangi: Ayahanda Sehat Sitepu dan Ibunda Alm.
Siti Sumarni Pa, Kakanda Nova Klara Sitepu, S.Pd dan Adinda Dessy Yulia
Sitepu, Siti Karolina Sitepu, Ibu Butet, Adinda Windi dan Adinda Farhan
Ramadhan Sitepu yang sudah begitu bijak memahami penulis apa adanya dan
senantiasa memberi dukungan kepada penulis.
8. Sahabat- sahabat terbaikku (Eva, Firdha, Nia, Dani, Bang Ari, Weyha dan Desi)
terima kasih atas semangat, saran, masukan, doa, dan canda tawa selama ini.
9. Para alumni yang telah banyak membantu penulis dalam penyelesaian skripsi ini.
10. Temen-temen peminatan Epidemiologi FKM-USU, Media, Arinil, Sintha, Vera,
Anta, Mika, Vivi, Bang Rafael, Kak Frida, Kak Nur, Kak Neni, Kak Lia, semua
kakak yang dipemondokan Hasanah (Kak Mida,Kak Ika dan Kak Debi) dan
lainnya terima kasih atas doa, bantuan, semangat dan kebersamaannya dalam
meraih gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat.
11. Temen-teman pengurus dan mantan pengurus PHBI FKM USU dan HIMAB
Bandar Pulau terima kasih atas doa dan dukungan kepada penulis.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih banyak kekurangan, oleh karena
itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan
dan kesempurnaan skripsi ini.
Semoga Alllah SWT selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada kita semua dan
semoga skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca. Amin…

Medan, Januari 2011
Penulis

Vilino Melda Sitepu

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

ABSTRAK ......................................................................................................
ABSTRACT....................................................................................................
DAFTAR RIWAYAT HIDUP ........................................................................
KATA PENGANTAR ....................................................................................
DAFTAR ISI ..................................................................................................
DAFTAR TABEL...........................................................................................
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................
DAFTAR LAMPIRAN...................................................................................

i
ii
iii
iv
vi
ix
xi
xiii

BAB 1 PENDAHULUAN ...............................................................................
1.1. Latar belakang ................................................................................
1.2. Perumusan Masalah........................................................................
1.3. Tujuan Penelitian ...........................................................................
1.3.1. Tujuan Umum .......................................................................
1.3.2. Tujuan Khusus .....................................................................
1.4. Manfaat Penelitian..........................................................................

1
1
5
5
5
5
7

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ...................................................................... 8
2.1. Pengertian Hydrocephalus ............................................................. 8
2.2. Anatomi dan Fisiologi Hydrocephalus ............................................ 8
2.3. Etiologi .......................................................................................... 9
2.3.1. Kelainan Bawaan
........................................................................
10
2.3.2. Infeksi ......................................................................................... 11
2.3.3. Neoplasma .................................................................................. 13
2.3.4. Perdarahan .................................................................................. 13
2.4. Epidemiologi.................................................................................. 14
2.4.1. Distribusi dan Frekuensi ........................................................ 14
2.4.2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi ....................................... 16
2.5. Klasifikasi Hydrocephalus .............................................................. 17
2.5.1. Gambaran Klinis ................................................................... 17
2.5.2. Waktu Pembentukan ............................................................ 17
2.5.3. Proses Terbentuknya ............................................................. 17
2.5.4. Sirkulasi Cairan Serebrospinal ............................................... 18
2.6. Gambaran Klinis ............................................................................ 18
2.6.1. Neonatus ................................................................................ 18
2.6.2. Dewasa................................................................................. 19
2.7. Pencegahan .................................................................................... 20
2.7.1. Pencegahan Primer ................................................................ 20

Universitas Sumatera Utara

2.7.2. Pencegahan Sekunder ............................................................ 21
2.7.3. Pencegahan Tersier ............................................................... 23

BAB 3 KERANGKA KONSEP ......................................................................
3.1. Kerangka Konsep ...........................................................................
3.2. Definisi Operasional .......................................................................
BAB 4 METODE PENELITIAN ...................................................................
4.1. Jenis dan Rancangan Penelitian.......................................................
4.2. Lokasi dan Waktu Penelitian...........................................................
4.2.1. Lokasi Penelitian...................................................................
4.2.2. Waktu Penelitian ...................................................................
4.3. Populasi dan Sampel.......................................................................
4.3.1 Populasi ................................................................................
4.3.2 Sampel .................................................................................
4.4. Metode Pengumpulan Data .............................................................
4.5. Teknik Pengolahan dan Analisa Data ..............................................
4.5.1. Analisis Univariat ................................................................
4.5.2. Analisis Bivariat ..................................................................

25
25
25
30
30
30
30
30
30
30
31
31
31
31
32

BAB 5 HASIL PENELITIAN.............................................................................. 33
5.1. Gambaran Umum RSUP H. Adam Malik Medan................................ 33
5.1. Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Berdasarkan
Tahun .............................................................................................. 36
5.2. Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Berdasarkan
Sosiodemografi .............................................................................. 36
.............................................................................................................
5.3. Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Berdasarkan
Keluhan Utama .............................................................................. 40
5.4. Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Berdasarkan
Klasifikasi Hydrocephalus .............................................................. 40
5.5. Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Berdasarkan
Riwayat Penyakit Sebelumnya ........................................................ 41
5.6. Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Berdasarkan
Penatalaksanaan Medis ................................................................... 42
5.7. Lama Rawatan Rata-Rata Penderita Hydrocephalus ........................ 43
5.8. Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Berdasarkan
Keadaan Sewaktu Pulang................................................................ 44
5.9. Analisa Statistik ............................................................................. 47
5.12.1. Umur Berdasarkan Klasifikasi Hydrocephalus ................... 47
5.12.2. Keluhan Utama Berdasarkan Klasifikasi Hydrocephalus .... 48
5.12.3. Penatalaksanaan Medis Berdasarkan Sumber Biaya ............ 49
5.12.4. Lama Rawatan Rata-Rata Berdasarkan Sumber Biaya ........ 50

Universitas Sumatera Utara

5.12.5. Penatalaksanaan Medis Berdasarkan Keadaan Sewaktu
Pulang .............................................................................. 51
5.12.6. Lama Rawatan Rata-Rata Berdasarkan Keadaan Sewaktu
Pulang .............................................................................. 52

BAB 6 PEMBAHASAN ..................................................................................
6.1. Distribusi Penderita Hydrocephalus Berdasarkan Tahun ..................
6.2. Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Berdasarkan
Sosiodemografi ..............................................................................
6.2.1. Umur dan Jenis Kelamin .......................................................
6.2.2. Suku .....................................................................................
6.2.3. Agama ..................................................................................
6.2.4. Pendidikan ............................................................................
6.2.5. Pekerjaan ..............................................................................
6.2.6. Status Perkawinan .................................................................
6.2.7. Sumber Biaya .......................................................................
6.3. Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Berdasarkan
Keluhan Utama ..............................................................................
6.4. Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Berdasarkan
Klasifikasi Hydrocephalus ..............................................................
6.5. Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Berdasarkan
Riwayat Penyakit Sebelumnya ........................................................
6.6. Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Berdasarkan
Penatalaksanaan Medis ...................................................................
6.7. Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Berdasarkan
Lama Rawatan Rata-Rata ...............................................................
6.8. Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Berdasarkan
Keadaan Sewaktu Pulang................................................................
6.9. Analisa Statistik .............................................................................
6.9.1. Umur Berdasarkan Klasifikasi Hydrocephalus .....................
6.9.2. Keluhan Utama Berdasarkan Klasifikasi Hydrocephalus ......
6.9.3. Penatalaksanaan Medis Berdasarkan Sumber Biaya..............
6.9.4. Lama Rawatan Rata- Rata Berdasarkan Sumber Biaya .........
6.9.5. Penatalaksanaan Medis Berdasarkan Keadaan Sewaktu
Pulang ................................................................................
6.9.6. Lama Rawatan Rata-Rata Berdasarkan Keadaan Sewaktu
Pulang ................................................................................

53
53
54
54
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
69
69
70
72
73
74
76

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN ............................................................ 78
7.1. Kesimpulan .................................................................................... 78
7.2. Saran.............................................................................................. 80

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

DAFTAR TABEL
Tabel 5.1.

Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Rawat Inap di RSUP
H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2009 Berdasarkan Rincian
Tahun .............................................................................................. 36

Tabel 5.2.

Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Rawat Inap
Berdasarkan Umur dan Jenis Kelamin di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2005-2009 ................................................................. 37

Tabel 5.3.

Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Rawat Inap
Berdasarkan Sosiodemografi di RSUP H. Adam Malik Medan
Tahun 2005-2009 ............................................................................ 38

Tabel 5.4.

Distribusi Proporsi Penderita Hydocephalus Rawat Inap
Berdasarkan Keluhan Utama di RSUP H. Adam Malik Medan
Tahun 2005-2009 ............................................................................ 40

Tabel 5.5.

Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Rawat Inap
Berdasarkan Klasifikasi Hydrocephalus di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2005-2009 ................................................................. 40

Tabel 5.6.

Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Rawat Inap
Berdasarkan Riwayat Penyakti Sebelumnya di RSUP H. Adam
Malik Medan Tahun 2005-2009 ....................................................... 41

Tabel 5.7.

Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Rawat Inap
Berdasarkan Penatalaksanaan Medis di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2005-2009 ................................................................. 43

Tabel 5.8.

Lama Rawatan Rata-Rata Penderita Hydrocephalus Rawat Inap di
RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2009 .............................. 43

Tabel 5.9.

Distribusi Proporsi Penderita Hydrocephalus Rawat Inap
Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2005-2009 ................................................................. 45

Tabel 5.10. Distribusi Proporsi Umur Berdasarkan Klasifikasi Hydrocephalus
Penderita Hydrocephalus Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2005-2009 ................................................................. 47

Universitas Sumatera Utara

Tabel 5.11. Distribusi Proporsi Keluhan Utama Berdasarkan Klasifikasi
Hydrocephalus Penderita Hydrocephalus Rawat Inap di RSUP H.
Adam Malik Medan Tahun 2005-2009 ............................................. 48
Tabel 5.12. Distribusi Proporsi Penatalaksanaan Medis Berdasarkan Sumber
Biaya Penderita Hydrocephalus Rawat Inap di RSUP H. Adam
Malik Medan Tahun 2005-2009 ....................................................... 49
Tabel 5.13. Distribusi Lama Rawatan Rata-Rata Berdasarkan Sumber Biaya
Penderita Hydrocephalus Rawat Inap di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2005-2009 ................................................................. 50
Tabel 5.14. Distribusi Proporsi Penatalaksanaan Medis Berdasarkan Keadaan
Sewaktu Pulang Penderita Hydrocephalus Rawat Inap di RSUP H.
Adam Malik Medan Tahun 2005-2009 ............................................. 51
Tabel 5.15. Distribusi Lama Rawatan Rata-Rata Berdasarkan Keadaan
Sewaktu Pulang Penderita Hydrocephalus Rawat Inap di RSUP H.
Adam Malik Medan Tahun 2005-2009 ............................................. 52

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1.

Anatomi Otak .................................................................................. 9

Gambar 2.2.

Hydrocephalus................................................................................. 20

Gambar 6.1.

Grafik Garis Trend Kunjungan Penderita Hydrocephalus
Berdasarkan Tahun di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2009 ....................................................................................... 53

Gambar 6.2.

Diagram Bar Penderita Hydrocephalus Berdasarkan Umur
dan Jenis Kelamin di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2009 ....................................................................................... 54

Gambar 6.3.

Diagram Bar Suku Penderita Hydrocephalus yang Dirawat
Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2009 ................... 56

Gambar 6.4.

Diagram Pie Agama Penderita Hydrocephalus yang Dirawat
Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2009 ................... 57

Gambar 6.5.

Diagram Pie Pendidikan Penderita Hydrocephalus yang
Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 20052009 ................................................................................................ 58

Gambar 6.6.

Diagram Bar Pekerjaan Penderita Hydrocephalus yang
Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 20052009 ................................................................................................ 59

Gambar 6.7.

Diagram Pie Status Perkawinan Penderita Hydrocephalus
yang Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun
2005-2009 ....................................................................................... 60

Gambar 6.8.

Diagram Pie Sumber Biaya Penderita Hydrocephalus yang
Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 20052009 ................................................................................................ 61

Gambar 6.9.

Diagram Bar Keluhan Utama Penderita Hydrocephalus yang
Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 20052009 ................................................................................................ 62

Gambar 6.10.

Diagram Pie Klasifikasi Hydrocephalus Penderita
Hydrocephalus yang Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2005-2009 ................................................................. 63

Universitas Sumatera Utara

Gambar 6.11.

Gambar 6.12.

Diagram Bar Riwayat Penyakit Sebelumnya Penderita
Hydrocephalus yang Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2005-2009 ................................................................ 64
Diagram
Pie
Penatalaksanaan
Medis
Penderita
Hydrocephalus yang Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2005-2009 ................................................................. 65

Gambar 6.13.

Diagram Pie Keadaan Sewaktu Pulang Penderita
Hydrocephalus yang Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik
Medan Tahun 2005-2009 ................................................................. 67

Gambar 6.14.

Diagram Bar Umur Penderita Hydrocephalus Berdasarkan
Klasifikasi Hydrocephalus yang Dirawat Inap di RSUP H.
Adam Malik Medan Tahun 2005-2009 ............................................. 69

Gambar 6.14.

Diagram Bar Keluhan Utama Penderita Hydrocephalus
Berdasarkan Klasifikasi Hydrocephalus yang Dirawat Inap di
RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2009 .............................. 70

Gambar 6.15.

Diagram
Bar
Penatalaksanaan
Medis
Penderita
Hydrocephalus Berdasarkan Sumber Biaya yang Dirawat
Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2009 ................... 72

Gambar 6.17.

Diagram Bar Lama Rawatan Rata-Rata Penderita
Hydrocephalus Berdasarkan Sumber Biaya yang Dirawat
Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005-2009 ................... 73

Gambar 6.16.

Diagram
Bar
Penatalaksanaan
Medis
Penderita
Hydrocephalus Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang yang
Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 20052009 ............................................................................................... 74

Gambar 6.18.

Diagram Bar Lama Rawatan Rata-Rata Penderita
Hydrocephalus Berdasarkan Keadaan Sewaktu Pulang yang
Dirawat Inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 20052009 ................................................................................................ 76

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Analisa Kecenderungan dengan Metode Kuadrat Terkecil (Least
Squares)
Lampiran 2. Master Data
Lampiran 3. Output Master Data
Lampiran 4. Surat Penelitian dari FKM USU
Lampiran 5. Surat Selesai Penelitian dari RSUP H. Adam Malik Medan

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Hydrocephalus adalah keadaan patologi otak yang mengakibatkan
bertambahnya Cairan Serebrospinalis (CSS) dengan tekanan intrakarnial yang
meninggi sehingga terdapat pelebaran ruangan tempat mengalirnya CSS. Di RSUP
H. Adam Malik Kota Medan terdapat 141 penderita pada tahun 2005-2009.
Penelitian ini bersifat deskriptif dengan desain case series. Populasi adalah
data penderita hydrocephalus rawat inap di RSUP H. Adam Malik Kota Medan
tahun 2005-2009 sebanyak 141 data. Sampel adalah data seluruh populasi (total
sampling) dilanjutkan dengan analisis statistik uji chi square, t-test, Anova atau uji
Kruskal Wallis.
Kecendrungan kunjungan penderita hydrocephalus berdasarkan data tahun
2005-2009 menunjukkan penurunan dengan persamaan garis y = − 5,7 x + 45,3 . Umur
termuda 5 hari (1 orang) dan yang tertua berumur 55 tahun (2 orang), serta proporsi
tertinggi pada kelompok umur 0-6 tahun 69,5%. Sex ratio 1,14, suku Jawa32,6%,
agama Islam 77,3%, pendidikan belum sekolah/tidak tamat SD 74,5%, pekerjaan
belum bekerja 70,9%, sumber biaya Jamkesmas 81,6%, pembesaran kepala 64,5%,
hydrocephalus non komunikans 45,4%, kelainan kongenital 43,3%, penatalaksanaan
medis pemberian obat-obatan 60,3%, lama rawatan rata-rata 13,77 hari, pulang
berobat jalan 76,6%, pulang atas permintaan sendiri 19,9% dan Case Fatality Rate
(CFR) 3,5%. Hasil uji statistik menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna
antara umur berdasrkan klasifikasi hydrocephalus (p=0,110), ada perbedaan
proporsi yang bermakna antar keluhan utama berdasarkan klasifikasi hydrocephalus
(p=0,026), proporsi keluhan utama kejang secara bermakna lebih tinggi pada
hydrocephalus non komunikans dibandingkan dengan hydrocephalus komunikans
(X2=7,325, p=0,026; 23,4% vs 9,4%), tidak ada perbedaan yang bermakna antara
lama rawatan rata-rata berdasarkan sumber biaya (p=0,919), lama rawatan ratarata berdasarkan keadaan sewaktu pulang (p=0,925), penatalaksanaan medis
berdasarkan sumber biaya (p=0,747).
Diharapkan kepada dokter dan perawat RSUP H. Adam Malik Medan agar
memberikan pemahaman kepada penderita dan keluarga penderita tentang
penatalaksanaan hydrocephalus agar dapat mengurangi jumlah penderita yang
pulang atas permintaan sendiri. Kepada Dokter RSUP H. Adam Malik Medan
diharapkan untuk melengkapi pencatatan rekam medik khususnya yang berkaitan
dengan hydrocephalus yaitu riwayat penyakit sebelumnya, jenis kelainan kongenital
dan klasifikasi hydrocephalus. Kepada ibu hamil diharapkan untuk melakukan
antenatal care.

Kata Kunci: Hydrocephalus, Karakteristik Penderita

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
Hydrocephalus is a state of brain pathology that resulted in increased
cerebrospinal fluid (CSF) with a rising intrakarnial pressure so that there is
widening of the room where the flow of CSF. In H. Adam Malik Medan Hospital
Centre there were 141 patients in 2005 to 2009.
This is descriptive research with case series design. The population is 141
hydrocephalus patients hospitalized in H. Adam Malik Medan Hospital Centre in
2005-2009. Sample is the entire population data (total sampling) continued by
statistical analysis chi square, t-test, Anova or Kruskal Walli.
Based on 2005-2009 data, there was aqueous decreasing tendency of
hydrocephalus cases as it showed by the formula y=-5,7+45,3. The youngest age 5
days (one person) and the oldest was 55 year (two persons), and the highest
proportion was in the age 0-6 years old 69,5%. Sex ratio 1,14, Jawanese 32,6%,
Moslem 77,3%, education is not school / did not complete primary school 74,5%, of
work is not working, funding source Jamkesmas 81,6%, enlargement of the head
64,5%, hydrocephalus non communicans 45,4%, congenital abnormalities 43,3%,
medical management of drugs 60,3%, the average treatment time 13,77 days,
returned 76,6% outpatient. Statistical analysis showed there wasn’t significant
difference between age on basis of classification (p=0,110), there was significant
difference between the main complaint on basis of classification of hydrocephalus
(p=0,026), proportion of chief complaints seizures were significantly higher in non
communicans hydrocephalus compared with hydrocephalus communicans, there
wasn’t significant difference between the old treatment based on average cost
sources (p=0,919), duration of treatment based on state average during the home (
p=0,925), medical management based on source of funding (p = 0,747).
To doctors and nurse in H. Adam Malik Medan Hospital Centre to give
understanding to the patients and their families about the of hydrocephalus in order
to reduce the number of patients who returned at their own request. The Medical
Records is expected to complete the data in H. Adam Malik Medan Hospital Centre
especially related with hydrocephalus such as family medical history of disease and
types of congenital abnormalities and classification of hydrocephalus. To pregnant
women
are
expected
to
perform
antenatal
care.

Keywords: Hydrocephalus, the characteristics of patient

Universitas Sumatera Utara

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang
Pembangunan kesehatan merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia,

bagi masyarakat, swasta maupun pemerintah untuk mencapai tujuan akhirnya yaitu
kesejahteraan masyarakat. Hal ini juga merupakan Tujuan Pembangunan Milenium
atau lebih dikenal dengan istilah Millenium Development Goals (MDGs) yang
dicetuskan WHO (World Health Organization) pada tahun 2000. Indonesia termasuk
salah satu dari 189 negara yang menyepakati 8 (delapan) tujuan Millenium
Development Goals (MDGs), yang pencapaianya dicanangkan paling lambat pada
tahun 2015. Indonesia menargetkan pada tahun 2015 Angka Kematian Bayi (AKB)
diturunkan menjadi 170 bayi per 10.000 kelahiran.1,2
Berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada tahun 1997,
Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia adalah 46 bayi per 1.000 kelahiran
kemudian mengalami penurunan pada tahun 2007 menjadi 35 bayi per 1.000
kelahiran. Bila dirincikan 157.000 bayi meninggal dunia pertahun atau 430 bayi
meninggal per hari. Hal ini menunjukka n bahwa Angka Kematian Bayi (AKB) di
Indonesia sekarang ini merupakan kematian bayi tertinggi di negara ASEAN.2
Penanganan

kesehatan

reproduksi

juga

dilakukan

pengelolaan

dan

meningkatkan potensi reproduksi manusia, sehingga mengangkat kesejahteraan
keluarga dan masyarakat. Dalam ruang lingkup kesehatan, reproduksi dapat
mengalami gangguan, yang mengakibatkan kegagalan fungsi seorang wanita untuk
hamil dan melahirkan bayi sehat. Salah satu dari penyebab yang mempengaruhi

Universitas Sumatera Utara

adalah infeksi TORCH (Toxoplas, Orther’s, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes
simplex virus).3
Infeksi ini jika terjadi pada awal kehamilan dapat menyebabkan abortus, lahir
mati, premature, atau kelainan kongenital berupa hydrocephalus, mikrophtalmia,
mikrosephalus, dan endophtalmia. Jika infeksi terjadi pada akhir kehamilan dapat
menyebabkan retardasi mental, retinokoroiditis, dan lesi pada organ tubuh.Di
Indonesia sering dijumpai bayi yang dilahirkan dengan kelainan kongenital seperti
hydrocephalus, kejang, korioretinitis, hepatospenomegali dan lain – lain.3,4
Kelainan

kongenital

merupakan

penyebab

penting

terjadinya

abotus/keguguran, lahir mati atau kematian segera setelah lahir (perinatal). Kadang kadang suatu kelainan kongenital belum ditemukan beberapa saat setelah kelahiran
bayi. Kelainan kongenital pada bayi baru lahir dapat berupa satu jenis kelainan saja
atau dapat pula beberapa kelainan kongenital yang terjadi secara bersamaan yang
disebut kelainan kongenital multiple.2
Hydrocephalus dapat terjadi pada setiap golongan umur, karena berbagai hal
yang menyebabkannya. Sekarang dokter mulai mengidentifikasi dan menemukan hal
yang berbeda dari hydrocephalus yang muncul pada golongan dewasa. Tekanan
normal pada

intrakranial ditemukan pada orang dewasa yang

menderita

hydrocephalus. Berbeda dari hydrocephalus yang di diagnosis pada masa bayi dan
kanak-kanak.5
Data di Amerika Serikat pada tahun 2006 menyatakan 15%-30% wanita
mempunyai antibodi terhadap toxoplasma. Menurut Sunaryo (2006), infeksi TORCH
di Indonesia pada kehamilan menunjukkan prevalensi cukup tinggi, berkisar antara

Universitas Sumatera Utara

5,5% sampai 84%. Beberapa penelitian di Indonesia memperoleh, dari ibu yang
menderita Toxoplasmosis, sebanyak 56% bayi dapat menderita Toxoplasmosis
kongenital bila ibu tersebut tidak diberi pengobatan selama kehamilan. Infeksi
TORCH oleh Cornain dan kawan – kawan (1994) pada 67% wanita kasus infertilitas
didapatka sebanyak 10,3 Toxoplasma, 13,8% positif Rubella, 13,8% positif infeksi
CMV. Prevalensi toxoplasmosis di Jakarta sebesar 61,6%, Bandung 74,5%, Surabaya
55,5%, Yogyakarta 55,4%, Denpasar 23,0%, dan Semarang 44,0%.3
Insiden kelainan bawaan di Indonesia tahun 2009 berkisar 15 per 1.000
kelahiran. Angka kejadian ini akan menjadi 4 – 5% bila bayi diikuti terus sampai
berusia 1 tahun. Menurut Maryuni tahun 2009, angka kejadian kelainan kongenital
dibeberapa rumah sakit di Indonesia yaitu RSCM Jakarta tahun 1975 – 1979
sebanyak 11,61 per 1.000 kelahiran hidup dan RS Pirngadi Medan tahun 1977 –
1980 sebanyak 3,3 per 1.000 kelahiran hidup.2
Hydrocepkalus
hydrocephalus

Komunikans

berdasarkan

merupakan

sirkulasi

cairan

salah

satu

cerebrospinal.

dari

klasifikasi

Hydrocephalus

Komunikans dapat disebabkan oleh meningitis bakterialis, toksoplasmosis, infeksi
virus sitomegalo, dan perdarahan subaraknoid. Hydrocephalus ini terjadi ketika aliran
CSF diblokir setelah keluar dari ventrikel.6,7
Secara keseluruhan insiden dari Hydrocephalus Infantil di dunia tahun 2002
adalah sekitar 1-2 per 1.000 kelahiran. Insiden hydrocephalus yang diperoleh pada
orang dewasa tidak diketahui karena terjadi sebagai akibat dari cedera, penyakit, atau
faktor lingkungan. Hydrocephalus pada orang dewasa dapat terjadi pada 1 per 1.000
orang.8,9

Universitas Sumatera Utara

Di Inggris pada tahun 2005 hydrocephalus terjadi 6,46 per 10.000 kelahiran, 1
kematian janin akibat hydrocephalus dan 5 kasus aborsi diinduksi terjadi setelah
diagnosis pralahir hydrocephalus.10
Insidens Hydrocephalus Kongenital di Amerika Serikat pada tahun 2008
adalah 3 per 1.000 kelahiran hidup, kasus spina bifida disertakan bawaan
hydrocephalus terjadi pada 2-5 kelahiran per 1.000 kelahiran. Sedangkan insidens
Hydrocephalus Akuisita tidak diketahui persis karena berbagai gangguan yang
menyebabkan itu. 8,11
Prevalensi hydrocephalus pada tahun 2008 di dunia cukup tinggi, di Belanda
dilaporkan terjadi kasus sekitar 6,5 per 10.000 kelahiran pertahun dan di Amerika
Serikat 2 per 1.000 kelahiran pertahun.12
Pada tahun 1996 kasus hydrocephalus di Indonesia mencapai 20 kasus per
10.000 kelahiran. Sementara itu Thanman (2006), melaporkan bahwa insidens
hydrocephalus antara 2 – 40 setiap 10.000 kelahiran.2
Dari hasil survei pendahuluan di RSUP H. Adam Malik Medan tahun 2005 2009 diperoleh jumlah penderita hydrocephalus sebanyak 141 orang, dengan rincian
tahun 2005 sebanyak 33 orang, 2006 sebanyak 36 orang, 2007 sebanyak 39 orang,
tahun 2008 sebanyak 21 orang dan tahun 2009 sebanyak 12 orang.
Bardasarkan latar belakang yang telah dikemukakan di atas maka perlu
dilakukan penelitian tentang karakteristik penderita hydrocephalus di RSUP H. Adam
Malik Medan tahun 2005 – 2009.

Universitas Sumatera Utara

1.2.

Perumusan Masalah
Belum diketahui karakteristik penderita hydrocephalus yang dirawat inap di

RSUP H.Adam Malik Medan Tahun 2005 – 2009.

1.3.

Tujuan Penelitian

1.3.1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui gambaran karakteristik penderita hydrocephalus

yang

dirawat inap di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2005 – 2009.
1.3.2. Tujuan Khusus
a. Untuk mengetahui kecenderungan kunjungan penderita hydrocephalus ke
RSUP H.Adam Malik berdasarkan data pada tahun 2005 – 2009.
b. Untuk mengetahui distribusi proporsi penderita hydrocephalus menurut
sosiodemografi: umur, jenis kelamin, suku, agama, pendidikan, pekerjaan,
status perkawinan.
c. Untuk

mengetahui

distribusi

proporsi

penderita

hydrocephalus

proporsi

penderita

hydrocephalus

penderita

hydrocephalus

penderita

hydrocephalus

berdasarkan keluhan utama.
d. Untuk

mengetahui

distribusi

berdasarkan klasifikasi hydrocephalus.
e. Untuk

mengetahui

distribusi

proporsi

berdasarkan lama keluhan rata – rata.
f. Untuk

mengetahui

distribusi

proporsi

berdasarkan riwayat penyakit sebelumnya.

Universitas Sumatera Utara

g. Untuk

mengetahui

distribusi

proporsi

penderita

hydrocephalus

berdasarkan penatalaksanaan medis yang didapatkan penderita.
h. Untuk

mengetahui

distribusi

proporsi

penderita

hydrocephalus

berdasarkan sumber biaya.
i. Untuk mengetahui lama rawatan rata – rata penderita hydrocephalus.
j. Untuk

mengetahui

distribusi

proporsi

penderita

hydrocephalus

berdasarkan keadaan sewaktu pulang.
k. Untuk mengetahui perbedaan proporsi umur berdasarkan klasifikasi
hydrocephalus.
l. Untuk mengetahui perbedaan proporsi keluhan utama berdasarkan
klasifikasi hydrocephalus.
m. Untuk mengetahui perbedaan proporsi penatalaksanaan medis berdasarkan
sumber biaya.
n. Untuk mengetahui distribusi lama rawatan rata – rata berdasarkan sumber
biaya.
o. Untuk mengetahui perbedaan proporsi penatalaksanaan medis berdasarkan
keadaan sewaktu pulang.
p. Untuk mengetahui distribusi lama rawatan rata – rata berdasarkan keadaan
sewaktu pulang.

Universitas Sumatera Utara

1.4.

Manfaat Penelitian

1.4.1. Sebagai bahan masukan dan memberikan informasi bagi RSUP H.Adam
Malik Medan terutama pembuatan keputusan untuk meningkatkan pelayanan
kesehatan dalam perawatan dan pengobatan bagi penderita hydrocephalus.
1.4.2. Menambah wawasan penulis serta menerapkan ilmu yang telah diperoleh
penulis selama masa perkuliahan di FKM USU.

Universitas Sumatera Utara

BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

Pengertian Hydrocephalus
Hydrocephalus

adalah

keadaan

patologi

otak

yang

mengakibatkan

bertambahnya Cairan Serebrospinalis (CSS) dengan tekanan intrakarnial yang
meninggi sehingga

terdapat pelebaran ruangan

tempat

mengalirnya CSS.

Hydrocephalus Kongenital umumnya terjadi sekunder akibat malformasi susunan
saraf pusat atau stenosis aquaduktus. Hydrocephalus biasanya timbul selama periode
neonatus atau pada awal masa bayi. Harus dibedakan dengan pengumpulan cairan
lokal tanpa tekanan intrakarnial yang meninggi seperti pada kista porensefali atau
pelebaran ruangan CSS akibat tertimbunnya CSS yang menempati ruangan, sesudah
terjadinya atrofi otak. Hydrocephalus yang tampak jelas dengan tanda – tanda klinis
yang khas disebut hydrocephalus yang manifes. Sementara itu, hydrocephalus
dengan ukuran kepala yang normal disebut sebagai hydrocephalus yang tersembunyi.
Dikenal Hydrocephalus Kongenital dan Hydrocephalus Akuisita.13,14,15

2.2.

Anatomi dan Fisiologi
Ruangan CSS mulai terbentuk pada minggu kelima masa embrio, terdiri dari

sistem ventrikel, sistem magna pada dasar otak dan ruangan subaraknoid yang
meliputi seluruh susunan syaraf. CSS yang dibentuk dalam sistem ventrikel oleh
pleksus koroidalis kembali ke dalam peredaran darah melalui kapiler dalam piamater
dan araknoid yang meliputi seluruh susunan syaraf pusat (SSP). Hubungan antara
sistem ventrikel dan ruang subaraknoid adalah melalui foramen Magendie di median

Universitas Sumatera Utara

dan foramen Luschka di sebelah lateral ventrikel IV. Aliran CSS yang normal ialah
dari ventrikel lateralis melalui foramen Monroi ke ventrikel III, dari tempat ini
melalui saluran yang sempit akuaduktus Sylvii ke ventrikel IV dan melalui foramen
Luscha dan Magendie ke dalam ruang subaranoid melalui sisterna magna. Penutupan
sisterna basalis menyebabkan gangguan kecepatan resorpsi CSS oleh sistem kapiler.13
Secara rinci anatomi otak dapat dilihat pada gambar berikut ini:

Gambar 2.1. Anatomi Otak

2.3.

Etiologi
Kasus hydrocephalus terjadi 2 per 1.000 kelahiran. Kondisi ini bisa dideteksi

sejak masih dalam kandungan (Congenital Hydrocephalus) sehingga tindakan lanjut
dari kondisi ini sudah bisa disiapkan sejak sebelum persalinan.16

Universitas Sumatera Utara

Hydrocephalus terjadi bila terdapat penyumbatan aliran CSS pada salah satu
tempat antara tempat pembentukan CSS dalam sistem ventrikel dan tempat absorpsi
dalam ruang subarachnoid. Akibat penyumbatan terjadi dilatasi ruangan CSS di
atasnya. Penyebab penyumbatan aliran CSS yang sering terdapat pada bayi dan anak
ialah:
2.3.1.

Kelainan bawaan
a. Stenosis aquaduktus sylvii
Adalah penyumbatan aliran CSS pada tingkat saluran air dari sylvii (antara

ventrikel ketiga dan keempat di otak). Merupakan penyebab yang terbanyak pada
hydrocephalus bayi dan anak (60-90%). Akuaduktus dapat merupakan saluran buntu
sama sekali atau abnormal lebih sempit dari biasa. Umumnya gejala hydrocephalus
terlihat sejak lahir atau progresif dengan cepat pada bulan-bulan pertama setelah
lahir. Stenosis aquaduktus juga merupakan penyebab yang sangat umum dari
hydrocephalus kongenital. Dengan kejadian hydrocephalus 5 sampai 10 per 10.000
kelahiran hidup,

stenosis aquaduktus menyumbang sekitar 20% dari kasus

hydrocephalus.13,17,18
b. Spina bifida dan kranium bifida
Hydrocephalus pada kelainan ini biasanya berhubungan dengan sindrom
Arnold-Chiari akibat tertariknya medula spinalis dengan medula oblongata dan
serebelum letaknya lebih rendah dan menutupi foramen magnum sehingga terjadi
penyumbatan sebagian atau total. Kasus hydrocephalus karena spina bifida terjadi
pada 20 – 50 per 10.000 kelahiran hidup.13,19

Universitas Sumatera Utara

c. Sindrom Dandy-Walker
Dandy-Walker juga merupakan penyebab penting Hydrocephalus Kongenital,
meskipun terjadi lebih jarang. Merupakan atresia kongenital foramen Luschka dan
Magendie dengan akibat Hydrocephalus Obstruktif dengan pelebaran sistem ventrikel
terutama ventrikel IV yang dapat sedemikian besarnya hingga merupakan suatu kista
yang besar di daerah fosa posterior. Sindrom tersebut terjadi pada sekitar 1 per
30.000 kelahiran hidup. Meskipun cacat yang hadir pada saat lahir, hydrocephalus
tidak selalu hadir dalam periode neonatal. Sekitar 80% dari semua Dandy-Walker
akan di diagnosis pada usia satu tahun, meskipun beberapa diagnosa mungkin
tertunda hingga remaja atau dewasa.13,19
d. Kista araknoid
Dapat terjadi kongenital tetapi dapat juga timbul akibat trauma sekunder suatu
hematoma.13
e. Anomali Pembuluh Darah
Dalam kepustakaan dilaporkan terjadinya hydrocephalus akibat aneurisma
arterio-vena yang mengenai arteria serebralis posterior dengan vena Galeni atau sinus
transversus dengan akibat obstruksi akuaduktus.13
2.3.2. Infeksi16,18
Infeksi pada selaput meningen dapat menimbulkan perlekatan meningen
sehingga dapat terjadi obliterasi ruang subarachnoid. Pelebaran ventrikel pada fase
akut meningitis purulenta terjadi bila aliran CSS terganggu oleh obstruksi mekanik
eksudat purulenta di aquaduktus silvii sisterna basalis.

Universitas Sumatera Utara

Selain itu, ibu hamil sering menderita beberapa infeksi, infeksi ini dapat
berpengaruh pada perkembangan normal otak bayi. Seperti:
a. CMV (Cytomegalovirus)
Merupakan virus yang menginfeksi lebih dari 50% orang dewasa
Amerika pada saat mereka berusia 40 tahun. Juga dikenal sebagai virus yang paling
sering ditularkan ke anak sebelum kelahiran. Virus ini bertanggung jawab untuk
demam kelenjar.
b. Campak Jerman (rubella)
Merupakan suatu penyakit menular yang disebabkan oleh virus rubella.
Virus ditularkan dari orang ke orang melalui udara yang ditularkan ketika orang
terinfeksi batuk atau bersin, virus juga dapat ditemukan dalam air seni, kotoran dan
pada kulit. Ciri gejala dari beberapa rubella merupakan suhu tubuh tinggi dan ruam
merah muda.
c. Mumps
Merupakan sebuah virus (jangka pendek) infeksi akut di mana kelenjar
ludah, terutama kelenjar parotis (yang terbesar dari tiga kelenjar ludah utama)
membengkak.
d. Sifilis
Merupakan PMS (Penyakit Menular Seksual) yang disebabkan oleh
bakteri Treponema pallidum.
e. Toksoplasmosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh parasit berseltunggal yaitu Toxoplasma gondii.

Universitas Sumatera Utara

2.3.3. Neoplasma
Hydrocephalus oleh obstruksi mekanis yang dapat terjadi di setiap tempat
aliran CSS. Pengobatan dalam hal ini ditujukan kepada penyebabnya dan apabila
tumor tidak mungkin dioperasi, maka dapat dilakukan tindakan paliatif dengan
mengalirkan CSS melalui saluran buatan atau pirau. Pada anak yang terbanyak
menyebabkan penyumbatan ventrikel IV atau akuaduktus sylvii bagian terakhir
biasanya suatu glioma yang berasal dari serebelum, sedangkan penyumbatan bagian
depan ventrikel III biasanya disebabkan suatu kraniofaringioma.13
2.3.4. Perdarahan
Telah banyak dibuktikan bahwa perdarahan sebelum dan sesudah lahir dalam
otak, dapat menyebabkan fibrosis leptomeningen terutama pada daerah basal otak,
selain penyumbatan yang terjadi akibat organisasi dari darah itu sendiri.10
Meskipun banyak ditemukan pada bayi dan anak, sebenarnya hydrocephalus
juga bisa terjadi pada dewasa. Hanya saja, pada bayi gejala klinisnya tampak lebih
jelas, sehingga lebih mudah dideteksi dan didiagnosis. Hal ini dikarenakan pada bayi
ubun-ubunnya masih terbuka, sehingga adanya penumpukan cairan otak dapat
dikompensasi dengan melebarnya tulang-tulang tengkorak. Terlihat pembesaran
diameter kepala yang makin lama makin membesar seiring bertambahnya tumpukan
CSS. Sedangkan pada orang dewasa, tulang tengkorak tidak lagi mampu melebar.
Akibatnya berapapun banyaknya CSS yang tertumpuk, tidak akan mampu menambah
besar diameter kepala.16

Universitas Sumatera Utara

2.4. Epidemiologi
2.4.4. Distribusi dan Frekuensi
a. Orang
Hydrocephalus internus atau penumpukan cairan serebrospinalis yang
berlebihan dalam ventrikel otak dengan akibat pembesaran kranium, terjadi pada satu
diantara 2.000 janin dan merupakan 12% diantara malformasi berat yang ditemukan
pada waktu lahir. Cacat yang sering terjadi bersamaan adalah spina bifida yang
ditemukan pada sepertiga kasus. Seringkali lingkaran kepala melampaui 50 cm, dan
terkadang mencapai 80 cm. Volume cairan biasanya antara 500 dan 1500 ml, tetapi
dapat mencapai 5 liter. Presentasi sungsang ditemukan pada sepertiga kasus. Apapun
presentasinya, biasanya akan terjadi disproporsi sephalopelvik, dan biasanya
mengakibatkan distosia yang berat.20
Pada umumnya, kejadian hydrocephalus sama pada laki-laki dan perempuan.
Insiden hydrocephalus menyajikan kurva usia bimodal. Satu puncak terjadi pada
masa bayi dan terkait dengan berbagai bentuk cacat bawaan. Dipuncak lain terjadi di
masa dewasa yaitu mewakili sekitar 40% dari total kasus hydrocephalus.10
Dalam sebuah penelitian (1968 - 1976) yang berbasis rumah sakit di Amerika
Serikat dengan total 174

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

103 3187 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

37 799 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

36 711 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

16 462 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 615 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

53 1061 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

53 967 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 584 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

24 850 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

35 1052 23