Bagian bagian Biro atau Iklan

BAGIAN-BAGIAN DALAM BIRO IKLAN
1.Studio Kreatif
Departemen ini bertanggung-jawab untuk merubah ide-ide yang ditemukan oleh tim kreatif (Pengarah
Seni ataupun Penulis Naskah) kedalam bentuk yang dapat lebih “mudah” dilihat dan dipahami oleh
orang kebanyakan. Sederhananya: tugas mereka adalah memvisualisasikan ide-ide yang awalnya
hanya bersifat “dalam angan-angan” atau baru berupa coretan-coretan sederhana. Jadi, kecuali
materi iklan itu hanya berbentuk audio (suara), maka untuk materi-materi lainnya, peran studio ini
akan dibutuhkan.
Staf Studio yang menggunakan kemampuan tangannya (secara manual) dalam memvisualisasikan
suatu ide disebut Visualizer. Individu ini harus mempunyai keahlian menggambar yang tinggi dalam
berbagai gaya sesuai dengan kebutuhan dari tim kreatifnya.
Selain secara manual, visualiasi ide tersebut juga dapat dilakukan dengan bantuan peralatan
komputer dan perangkat lunak. Individu yang mampu melakukan hal ini disebut sebagai Graphic
Designer. Seorang Graphic Designer harus mampu menangkap ide-ide yang disampaikan tim
kreatifnya dan menggunakan segala kemampuannya dan penguasaannya atas perangkat komputer
dan perangkat lunaknya untuk menghasilkan karya grafis yang diharapkan oleh tim kreatifnya.
Untuk materi-materi yang akan membutuhkan proses lebih lanjut seperti iklan televisi, maka hasil
akhir dari departemen ini adalah gambar-gambar visual yang akan digunakan sebagai
patokan/bimbingan bagi penuntasan proses selanjutnya oleh rumah produksi iklan televisi (dikenal
dengan istilah story-board).
Seorang staf Studio Kreatif juga diharapkan mempunyai pengetahuan mengenai pengaruh/psikologi

warna, komposisi disain, jenis-jenis huruf (font), efek cahaya, jenis-jenis media iklan (jenis-jenis
kertas, plastik dan bahan-bahan lainnya yang bisa menjadi media iklan) dan dalam beberapa
penugasan dibutuhkan pula keahlian dalam memahami bentuk secara 3 dimensi.
Satu catatan kecil yang Penulis ingin sampaikan disini bahwa masih sering terjadi kesalah-pahaman
di antara pelamar pekerjaan ke biro iklan yang mencampur-adukan pemahaman antara fungsi
Pengarah Seni (Art Director) dengan Graphic Designer. Satu hal yang membedakan secara nyata ke
dua fungsi ini adalah bahwa seorang Pengarah Seni tidaklah dituntut kemampuannya dalam
menggambar secara manual ataupun dalam penguasaan perangkat lunak yang berkaitan dengan
disain grafis. Seorang Pengarah Seni dituntut untuk lebih memfokuskan daya pikirnya dalam
penciptaan ide-ide yang orisinil dan kreatif.
2.Produksi Cetak dan Audio Visual
Departemen ini bertanggung-jawab untuk meneruskan proses kerja yang dilakukan di departemen
Studi Kreatif sampai suatu materi iklan benar-benar siap ditayangkan. Produksi Cetak bertanggungjawab untuk bekerja sama dengan percetakan sehingga menghasilkan materi-materi iklan cetak.
Sedangkan Produksi Audio Visual akan bekerja sama dengan rumah produksi iklan TV maupun
rumah produksi radio untuk menghasilkan iklan-iklan TV atau radio.
Kunci keberhasilan dari departemen ini dapat diukur dari beberapa kriteria berikut:
Kualitas yang tinggi
Harga/biaya yang kompetitif
Waktu penyelesaian yang tepat waktu
Untuk menunjang keberhasilannya, seorang Produser Cetak harus menguasai dengan baik detil

proses cetak (seperti jenis kertas, jenis mesin cetak, pencampuran tinta warna dan lain-lain).
Sedangkan Produser Audio Visual harus menguasai proses kerja dalam suatu rumah produksi,
memahami fungsi alat-alat/teknologi yang digunakan rumah produksi serta mempunyai wawasan
yang luas sehingga mampu memilih sutradara film iklan yang sesuai dengan yang diharapkan oleh
tim kreatif.
3.Pencarian Model (Casting/Talent Department)
Departemen ini berfungsi untuk membantu tim kreatif dan tim Produksi Cetak dan Audio Visual dalam

menyediakan alternatif model iklan yang sesuai dengan ide tim kreatif. Model ini dalam pengertian
yang seluas-luasnya, dalam arti, bisa saja model itu adalah sebagai seorang individu secara lengkap,
bisa pula hanya model untuk suatu bagian tubuh tertentu (model rambut, model tangan, model kaki
dan lain-lain), termasuk juga model suara.
Seorang pencari model yang handal akan mampu menerjemahkan ide-ide kreatif dari tim kreatif dan
memberikan saran-saran profesionalnya dalam mencari model iklan yang sesuai. Ia juga harus
mempunyai wawasan yang luas dan mata yang ‘tajam’ dalam menemukan model iklan yang cocok.
Tidaklah selalu suatu model hanya dilihat dari kondisi fisiknya saja karena karakter dan gaya/perilaku
seseorang juga dapat mempengaruhi apakah ia akan cocok ataukah tidak menjadi model suatu iklan.
Pencari model juga harus dibekali dengan kemampuan membujuk seseorang agar mau menjadi
model iklan.
4.Manajemen Proyek (Project Management)

Departemen ini berfungsi sebagai ‘pengawas’ (controller) atas berlangsungnya suatu proses kerja
perusahaan periklanan. Keberhasilan departemen ini akan ditentukan oleh kriteria-kriteria berikut:
Pekerjaan yang tepat waktu (on-time)
Anggaran/biaya yang tidak melebihi rencana awal (on-budget)
Kualitas yang tepat/sesuai dengan pesanan (on-quality)
Untuk dapat melakukan fungsinya dengan profesional, seorang staf Manajemen Proyek harus
memahami dengan sangat baik seluruh proses kerja di perusahaan periklanan. Ia juga harus
memahami kuantitas dan kualitas seluruh tenaga kerja yang tersedia dan mampu mengatur dengan
baik pembagian waktu kerja serta beban kerja mereka. Mereka juga harus mampu bekerja dalam
tekanan yang tinggi, mengambil keputusan di saat-saat yang genting dan selalu siap dengan alternatif
pemecahan masalah, termasuk bila suatu pekerjaan terpaksa harus diselesaikan oleh pihak-pihak di
luar perusahaan (out-sourcing).
5.Departemen Lini Bawah (Below-The-Line Department)
Departemen ini akan sangat bervariasi dari satu biro iklan ke biro iklan lainnya. Hal ini didorong oleh
makin derasnya kebutuhan akan promosi yang bersifat “lini bawah”. Promosi “lini atas” biasanya
dikaitkan dengan promosi melalui media-media yang konvensional; seperti media cetak (koran,
majalah, tabloid, billboard dan lain sebagainya), media audio (radio), dan media audio visual (televisi,
bioskop). Pengembangan lebih detil dari fungsi ini akan tergantung dari orientasi bisnis suatu
perusahaan periklanan. Pengertian mengenai promosi ’lini bawah’ inipun saat ini terus berkembang
dengan pesat dan semakin luas areanya.

Beberapa contoh yang dapat diuraikan disini, misalnya:
Events Marketing:
Bertugas untuk mencari bentuk-bentuk kegiatan (events) yang dapat mendukung promosi suatu
produk. Kegiatan itu bisa berupa: pertunjukan musik, demo penggunaan suatu produk, lomba olahraga, pameran, dan lain sebagainya.
Retail Marketing:
Bertugas untuk mencari celah-celah media baru yang ada di area transaksi (retail area) untuk
menggugah minat konsumen. Contoh sederhananya antara lain: pemasangan poster di dekat konter
pembayaran, pemasangan materi-materi iklan di suatu warung, pemasangan stiker promosi di lantai
sautu toko, pemasangan rak/lemari pajang khusus (booth) disuatu supermarket dan lain sebagainya.
Sponsored Program:
Bertugas mencari kemungkinan suatu promosi dapat ”ditempelkan” dalam bentuk mensponsori suatu
kegiatan yang sudah ada atau menciptakan suatu kegiatan/program khusus. Program yang paling
umum disponsori adalah film-film atau program di televisi ataupun program di radio. Tapi kegiatan ini
telah berkembang cukup jauh sehingga saat ini bahkan suatu film bioskop-pun dapat disponsori oleh
suatu produk.
Interactive & Direct Marketing:
Dalam konteks ini, Interactive Marketing/Promotion adalah suatu pendekatan dimana suatu kegiatan
dilakukan sedemikan rupa sehingga memunculkan interaksi antara suatu produk dengan
konsumennya secara langsung. Program-program promosi interaktif ini paling sering ditemui di dunia


maya melalui penampilan web-site dari suatu produk atau kegiatan yang disponsori suatu produk
tertentu. Bentuk ini sebenarnya adalah pengembangan dari kegiatan lapangan (events) yang
mempertemukan suatu produk dengan konsumennya pula.
Direct Marketing/Promotion adalah suatu pendekatan pemasaran ataupun promosi yang dilakukan
dengan cara mengirimkan suatu pesan khusus (bisa melalui kurir ataupun SMS/MMS) dan biasanya
konsumen sekaligus dapat melakukan pemesanan pembelian barang/jasa melalui pesan khusus
tersebut.
6.Riset Media (Media Research)
Departemen ini sangat erat berhubungan dengan fungsi Perencanaan Media. Fungsi mereka adalah
membantu Perencana Media dengan memberikan masukan-masukan mengenai perilaku konsumen
yang berkaitan dengan penggunaan media massa (misalnya: seberapa sering seseorang membaca
koran per minggunya, dimana atau kapan mereka paling sering membaca koran dan lain
sebagainya).
Di Indonesia, ada beberapa biro riset media independen yang datanya dapat dibeli oleh biro iklan.
Departemen ini dapat pula berfungsi untuk melakukan pengolahan data-data riset dari biro riset
media independen itu untuk kemudian menyajikan hasil telaah/analisanya kepada Perencana Media.
7.Jasa Terpadu (Central Service Division)
Divisi ini merupakan gabungan dari beberapa departemen penunjang yang bersifat umum (nyaris
selalu ada di perusahaan manapun juga). Dalam divisi ini terdapat antara lain fungsi keuangan, pajak,
akunting, bagian umum, personalia/SDM, dan teknologi informasi yang Penulis rasa tidak perlu

dijabarkan di sini.
Seperti dapat Anda baca di atas, sebenarnya cukup banyak posisi/fungsi di perusahaan periklanan
yang tidak berkaitan langsung dengan suatu bidang pendidikan tertentu. Dan sampai saat kinipun
belum ada institusi pendidikan yang mampu mencetak tenaga ahli periklanan secara umum dan
mampu memenuhi kebutuhan seluruh fungsi-fungsi di atas. Hal ini berakibat perusahaan periklanan
yang profesional akan menyediakan program orientasi dan pelatihan agar individu-individu yang
bekerja di sana dapat secepatnya beradaptasi dengan pekerjaan-pekerjaan mereka.
Sedikit tambahan mengenai gambaran umum ciri-ciri pekerjaan yang ada pada perusahaan
periklanan:
a. Variasi pekerjaan yang kompleks
b. Dinamika perubahan yang cepat
Perubahan dari sisi klien
Perubahan dari sisi internal perusahaan
Perubahan dari sisi mitra kerja lainnya
c. Tenggat waktu pekerjaan yang singkat
d. Bekerja dalam tim dan menghadapi berbagai jenis kepribadian
e. Lingkungan sosial yang relatif informal
f. Struktur organisasi cenderung datar dan matriks
g. Kebutuhan akan pengetahuan yang luas (tingkat intelektual yang tinggi)
h. Tingginya tingkat keluar-masuk karyawan (employee turn-over rate)

i. Karyawan relatif berusia muda (rata-rata 30-32 tahun)
j. Tantangan untuk selalu memunculkan ide-ide kreatif
Setiap jenis perusahaan dan pekerjaan akan membutuhkan individu dengan karakter dan
kemampuan yang berbeda pula. Beberapa karakter individu yang dapat menunjang keberhasilan
dalam karir Anda di suatu perusahaan periklanan adalah:
1. Kreatifitas (Creativity):
Kreatifitas adalah inti kehidupan dari suatu perusahaan periklanan. Jiwa kreatifitas harus mengalir di
seluruh departemen dan di seluruh perusahaan periklanan, bukan hanya kewajiban dari
tim/departemen kreatif saja.

2. Semangat dan Kecintaan Terhadap Pekerjaan (Passionate):
Kreatifitas yang maksimum hanya dapat muncul bila ada semangat kerja untuk selalu mencapai yang
terbaik dan menimbulkan kekaguman bagi semua pihak.
3. Berani Mengambil Resiko (Risk Taking):
Resiko gagal adalah sesuatu yang wajar dalam proses kreatifitas dan inovasi. Perusahaan periklanan
akan menghargai pengambilan resiko yang berhasil (tanpa harus memberikan `hukuman` atas ide
kreatif yang gagal).
4. Dorongan & Kepercayaan (Empowerment & Trust):
Menghargai tiap kontribusi dari tiap individu untuk membangun suasana kerja yang saling percaya
hingga karyawan memunculkan seluruh pontensi-potensi mereka semaksimal mungkin.

5. Proaktif (Proactive):
Individu yang proaktif adalah inti suatu tim yang mampu berprestasi maksimal untuk menciptakan ideide yang mengagumkan. Perusahaan periklanan mendukung dan mendorong karyawannya untuk
melakukan inisiatif dan bertanggung-jawab penuh dalam menciptakan dan mendukung ide-ide yang
cemerlang tersebut.
6. Ceria (Fun):
Suasana kerja yang menyenangkan dibutuhkan untuk merangsang dan terus menjaga tingkat enerji
dan kreatifitas yang tinggi sehingga perlu diciptakan suasana yang menyenangkan bagi semua orang
dengan tetap menjaga rasa saling menghargai satu sama lain.

Sumber :
http://developmentcountry.blogspot.com/2009/12/bagian-bagian-dalam-biro-iklan.html