SLIDE DDA BUKU 3 SISTEM PENGENDALIAN MAN

DIKLAT DASAR-DASAR AUDIT

BUKU 3
SISTEM PENGENDALIAN
MANAJEMEN

PUSAT PENGEMBANGAN AKUNTANSI DAN KEUANGAN

KENAPA PERLU MEMAHAMI
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN?
1. NORMA UMUM AUDIT: Fungsi pokok Satuan Pengawasan
Intern, yaitu menilai dan memberikan saran terhadap
pengendalian manajemen yang ada.
2. Defnisi Internal Auditing menurut IIA: Audit Internal adalah
kegiatan assurance dan konsultasi yang independen dan
obyektif, yang dirancang untuk memberikan nilai tambah
dan meningkatkan kegiatan operasi organisasi. Audit internal
membantu organisasi untuk mencapai tujuannya, melalui
suatu pendekatan yang sistematis dan teratur untuk
mengevaluasi dan meningkatkan efektivitas pengelolaan
risiko, pengendalian, dan proses governance.
3. Standar Profesi Audit Internal PAII: Fungsi audit internal harus
membantu organisasi dalam memelihara pengendalian intern
yang efektif dengan cara mengevaluasi kecukupan, efsiensi
dan efektivitas pengendalian tersebut, serta mendorong
peningkatan pengendalian intern secara berkesinambungan

DASAR-DASAR AUDIT

2

UU NO 1 TH 2004 TTG
PERBENDAHARAAN NEGARA


PASAL 56 AYAT 4 : Kepala satuan kerja perangkat daerah
selaku Pengguna Anggaran/Pengguna Barang memberikan
pernyataan bahwa pengelolaan APBD telah diselenggarakan
berdasarkan sistem pengendalian intern yang memadai dan
akuntansi keuangan telah diselenggarakan sesuai dengan
standar akuntansi pemerintahan.



BAB X PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH Pasal 58:
1. Dalam rangka meningkatkan kinerja, transparansi, dan
akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, Presiden
selaku Kepala Pemerintahan mengatur dan
menyelenggarakan sistem pengendalian intern di
lingkungan pemerintahan secara menyeluruh.
2. Sistem pengendalian intern sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) ditetapkan dengan peraturan pemerintah.
DASAR-DASAR AUDIT

3

PP NO. 60 TH 2008 TTG
SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH
• Pasal 43

– Pimpinan Instansi Pemerintah wajib melakukan
pemantauan Sistem Pengendalian Intern.
– Pemantauan Sistem Pengendalian Intern sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan melalui
pemantauan berkelanjutan, evaluasi terpisah, dan
tindak lanjut rekomendasi hasil audit dan reviu lainnya.

• Pasal 45

– Evaluasi terpisah sebagaimana dimaksud dalam Pasal
43 ayat (2) diselenggarakan melalui penilaian sendiri,
reviu, dan pengujian efektivitas Sistem Pengendalian
Intern.
– Evaluasi terpisah dapat dilakukan oleh aparat
pengawasan intern pemerintah atau pihak eksternal
pemerintah.
– Evaluasi terpisah dapat dilakukan dengan
menggunakan daftar uji pengendalian intern
sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang
merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Peraturan Pemerintah ini.
DASAR-DASAR AUDIT

4

PP NO. 60 TH 2008 TTG
SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH


Pasal 48

– Pengawasan intern sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47
ayat (2) huruf a dilakukan oleh aparat pengawasan intern
pemerintah.
– Aparat pengawasan intern pemerintah sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) melakukan pengawasan intern
melalui:



• audit;
• reviu;
• evaluasi;
• pemantauan; dan
• kegiatan pengawasan lainnya.
Pasal 49

– Aparat pengawasan intern pemerintah sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 48 ayat (1) terdiri atas:
– BPKP;
– Inspektorat Jenderal atau nama lain yang secara fungsional
melaksanakan pengawasan intern;
– Inspektorat Provinsi; dan
– Inspektorat Kabupaten/Kota.
DASAR-DASAR AUDIT

5

APA ITU?
• PENGENDALIAN?
• SISTEM
PENGENDALIAN
MANAJEMEN (SPM)?
DASAR-DASAR AUDIT

6

FUNGSI MANAJEMEN
• PERENCANAAN,
• PELAKSANAAN,
• PENGENDALIAN,

DASAR-DASAR AUDIT

7

KENAPA DIPERLUKAN
LANGKAH‑LANGKAH PENGENDALIAN?

• ADAKALANYA PERENCANAAN
TIDAK SEJALAN DENGAN TUJUAN
YANG TELAH DITETAPKAN.
• PELAKSANAAN TIDAK
SELAMANYA SESUAI DENGAN
PERENCANAAN ATAU DENGAN
TUJUAN.
DASAR-DASAR AUDIT

8

PENGENDALIAN?
• TINDAKAN PIMPINAN DALAM MENGARAHKAN DAN
MENGAWASI KEGIATAN ORGANISASI AGAR
KEGIATAN ORGANISASI BERJALAN KE ARAH YANG
DIKEHENDAKI, SERTA APABILA TERJADI
PENYIMPANGAN HARUS DIADAKAN KOREKSI.
• LANGKAH‑LANGKAH UNTUK MENDAPATKAN
KEYAKINAN APAKAH PELAKSANAAN SUDAH
SESUAI DENGAN TUJUAN ATAU RENCANA YANG
DITETAPKAN UNTUK KEMUDIAN DIIKUTI DENGAN
LANGKAH PERBAIKAN.
• LANGKAH‑LANGKAH YANG DITEMPUH UNTUK
MENGARAHKAN KEGIATAN AGAR SESUAI DENGAN
TUJUAN ATAU RENCANA YANG DITETAPKAN.
DASAR-DASAR AUDIT

9

SISTEM PENGENDALIAN
MANAJEMEN (SPM)?

CARA‑CARA YANG TERATUR
YANG DIGUNAKAN OLEH
PIMPINAN DALAM
MELAKSANAKAN
FUNGSI PENGENDALIAN
DASAR-DASAR AUDIT

10

HUBUNGAN
KEGIATAN
DAN
PENGENDALIAN
DASAR-DASAR AUDIT

11

KEGIATAN
LANGKAH‑LANGKAH
TERTENTU YANG PERLU
DILAKSANAKAN UNTUK
MENCAPAI TUJUAN YANG
TELAH DITETAPKAN.
DASAR-DASAR AUDIT

12

KEGIATAN DAPAT DIKELOMPOKKAN
MENJADI:
1. KEGIATAN RUTIN: MEMPUNYAI POLA KEGIATAN YANG
SAMA, DILAKSANAKAN SECARA TERUS‑MENERUS, SELALU
BERULANG DARI WAKTU KE WAKTU
CONTOH:
– KEGIATAN PENGADAAN BAHAN BAKU
– KEGIATAN PRODUKSI
– KEGIATAN PEMELIHARAAN GEDUNG
2. KEGIATAN PROYEK: HANYA BERLANGSUNG SEKALI SAJA
HINGGA SELESAI DAN TIDAK BERULANG
CONTOH:
– KEGIATAN PEMBANGUNAN GEDUNG KANTOR
– KEGIATAN PERLUASAN PABRIK
– KEGIATAN PEMBANGUNAN SISTEM PENGOLAHAN DATA

DASAR-DASAR AUDIT

13

HUBUNGAN KEGIATAN DAN
PENGENDALIAN
• HUBUNGANNYA SANGAT ERAT.
• UNTUK DAPAT MELAKUKAN PENGENDALIAN,
SESEORANG HARUS MEMPUNYAI GAMBARAN ATAU
INFORMASI YANG LENGKAP TENTANG KEGIATAN YANG
DILAKUKAN. INFORMASI YANG LENGKAP MENGENAI
KEGIATAN SANGAT DIBUTUHKAN SEBAGAI DASAR
SUATU TINDAKAN PENGENDALIAN OLEH SETIAP
MANAJER.
• UNTUK MENCAPAI TARAF PELAKSANAAN YANG BAIK,
SESEORANG TIDAK BOLEH MENGABAIKAN TINDAKAN
PENGENDALIAN.
• PENGENDALIAN BERTUJUAN MELAKUKAN TINDAKAN
PERBAIKAN ATAS KEKURANGAN YANG ADA SERTA
MENGARAHKAN KEGIATAN AGAR SELARAS DENGAN
PATOKAN YANG TELAH DITETAPKAN ATAU TUJUAN
YANG DIKEHENDAKI.
DASAR-DASAR AUDIT

14

CONTOH PENGENDALIAN
KEGIATAN
PENGENDALIAN KEGIATAN RUTIN

• UNTUK MEMANTAU KEHADIRAN KARYAWAN : DAFTAR
HADIR ATAU TIME CLOCK CARD.
• UNTUK MEMANTAU KEGIATAN PARA KARYAWAN : MEDIA
KARTU YANG MENCANTUMKAN NOMOR PERINTAH KERJA
DAN ATAU LAPORAN PELAKSANAAN KEGIATAN.
• PIMPINAN UNIT, BAGIAN, SEKSI, ATAU MANDOR
DIPERLUKAN UNTUK MENGENDALIKAN KEGIATAN
MELALUI MEDIA TADI.
• JADUAL/KEGIATAN ATAU RENCANA KERJA SERTA
BERBAGAI STANDAR DAN PROSEDUR JUGA MERUPAKAN
SARANA DALAM RANGKA MENGENDALIKAN KEGIATAN.
MISALNYA, DALAM SUATU KEGIATAN PROSES
PRODUKSI, DIKENAL ADANYA JADUAL PRODUKSI,
STANDAR PEMAKAIAN BAHAN, PROSEDUR PERMINTAAN
BAHAN DAN PERALATAN DLL.
DASAR-DASAR AUDIT

15

CONTOH PENGENDALIAN
KEGIATAN

PENGENDALIAN KEGIATAN PROYEK
• MENGGUNAKAN RENCANA YANG DISEBUT
RENCANA INVESTASI YANG MEMUAT
ANGGARAN BIAYA PEMBANGUNAN, KEGIATAN
YANG HARUS DILAKUKAN, JADUAL
PELAKSANAANNYA, VOLUME PEKERJAAN DAN
HARGANYA.
• ALAT KENDALI LAIN UNTUK MENJAGA
KUALITAS HASIL KEGIATAN PROYEK ADALAH
BESTEK ATAU URAIAN SYARAT‑SYARAT
PEKERJAAN YANG TERCANTUM RINCIAN
BAHAN‑BAHAN YANG HARUS DIGUNAKAN,
PERBANDINGAN CAMPURANNYA DAN SYARATSYARAT TEKNIS LAINNYA.
DASAR-DASAR AUDIT

16



SISTEM PENGENDALIAN
MANAJEMEN?
SISTEM DAN PROSEDUR YANG DITETAPKAN OLEH MANAJEMEN

YANG HARUS DIIKUTI AGAR KEGIATAN YANG DILAKSANAKAN
DAPAT MEMENUHI RENCANA DAN MENCAPAI TUJUAN YANG
TELAH DITETAPKAN
• MENURUT NORMA AUDIT SPI BUMN/BUMD: PENGENDALIAN
MANAJEMEN MENCAKUP SELURUH SISTEM ORGANISASI,
KEBIJAKSANAAN, PROSEDUR, DAN PRAKTIK‑PRAKTIK YANG
DITERAPKAN DALAM MENGELOLA URUSAN‑URUSAN INSTANSI
ATAU BADAN USAHA DALAM MENGUSAHAKAN PELAKSANAAN
PEKERJAAN YANG DITUGASKAN SECARA BERDAYA GUNA,
HEMAT, DAN BERHASIL GUNA.
• MENURUT COSO: PENGENDALIAN MANAJEMEN ADALAH SUATU
PROSES YANG DILAKUKAN OLEH MANUSIA (DEWAN DIREKSI,
MANAJEMEN DAN PEGAWAI) YANG DIRANCANG UNTUK
MEMBERIKAN SUATU KEYAKINAN YANG MASUK AKAL/MEMADAI
UNTUK MENCAPAI TUJUAN-TUJUAN SEBAGAI BERIKUT:
– KEANDALAN INFORMASI
– KETAATAN PADA PERATURAN YANG BERLAKU
– EFFISIENSI DAN EFEKTIVITAS OPERASI
DASAR-DASAR AUDIT

17

SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
=
SISTEM PENGENDALIAN INTERN
• ISTILAH PENGENDALIAN MANAJEMEN:
BERKAITAN DENGAN AUDIT OPERASIONAL
(OLEH AUDITOR INTERN)
• ISTILAH PENGENDALIAN INTERN: DIKAITKAN
DENGAN AUDIT UMUM ATAU KEUANGAN
(OLEH AUDITOR EKSTERN).
• KEDUANYA DAPAT DIPERGUNAKAN UNTUK
MENUNJUKKAN PENGENDALIAN BAIK DI
LINGKUNGAN INSTANSI PEMERINTAH MAUPUN
DI DALAM DUNIA USAHA.
DASAR-DASAR AUDIT

18

TUJUAN SPM
• TUJUAN UMUM : AGAR TUGAS‑TUGAS DAN KEWAJIBAN YANG
DIBUTUHKAN DALAM PERATURAN PERUNDANG‑UNDANGAN
DILAKSANAKAN SECARA HEMAT, EFISIEN DAN EFEKTIF SERTA DENGAN
MEMPERHATIKAN PERSYARATAN DAN PEMBATASAN DALAM
PERUNDANG‑UNDANGAN YANG BERLAKU SERTA MEMAJUKAN DAN
MELINDUNGI KEPENTINGAN BADAN USAHA.
• TUJUAN MENURUT COSO :
– KEANDALAN INFORMASI
– KETAATAN PADA PERATURAN YANG BERLAKU
– EFFISIENSI DAN EFEKTIVITAS OPERASI
• TUJUAN MENURUT “STANDARD FOR PROFESSIONAL PRACTICE OF
INTERNAL AUDITING (STANDARD 300), SCOPE OF WORK” ADALAH
UNTUK MEYAKINKAN:
– KEANDALAN DAN INTEGRITAS INFORMASI
– KETAATAN DENGAN KEBIJAKAN, RENCANA, PROSEDUR, HUKUM
DAN PERATURAN
– KEAMANAN AKTIVA
– PEMAKAIAN SUMBER DAYA YANG EKONOMIS DAN EFISIEN
– PENCAPAIAN TUJUAN DAN SASARAN OPERASI ATAU PROGRAM
YANG DITETAPKAN.
DASAR-DASAR AUDIT

19

PERKEMBANGAN
UNSUR-UNSUR
SISTEM
PENGENDALIAN
INTERN/MANAJEMEN
DASAR-DASAR AUDIT

20

AWALNYA,
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN/INTERN

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

MELIPUTI 8 UNSUR YAITU:
ORGANISASI
KEBIJAKSANAAN
PROSEDUR
PERSONALIA
PERENCANAAN
PENCATATAN
PELAPORAN
AUDIT INTERN
DASAR-DASAR AUDIT

1
21

SELANJUTNYA,
SISTEM PENGENDALIAN
MANAJEMEN/INTERN BERUBAH
MENJADI STRUKTUR
PENGENDALIAN INTERN
(DIKEMBANGKAN OLEH AICPA)
DENGAN UNSUR-UNSURNYA
MELIPUTI:
1. LINGKUNGAN PENGENDALIAN,
2. SISTEM AKUNTANSI,
3. PROSEDUR PENGENDALIAN
DASAR-DASAR AUDIT

2
22

TERAKHIR,
STRUKTUR PENGENDALIAN MANAJEMEN/INTERN
KEMBALI MENJADI
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN/INTERN
YANG TERDIRI 5 UNSUR (DIKEMBANGKAN OLEH
COSO) YANG MELIPUTI:
1. LINGKUNGAN PENGENDALIAN (CONTROL
ENVIRONMENT)
2. PENILAIAN RISIKO (RISK ASSESSMENT)
3. KEGIATAN PENGENDALIAN (CONTROL ACTIVITIES)
4. INFORMASI DAN KOMUNIKASI (INFORMATION AND
COMMUNICATIONS)
5. PEMANTAUAN (MONITORING).

3

DASAR-DASAR AUDIT

23

BAGAIMANA UNSUR
SISTEM
PENGENDALIAN
INTERN MENURUT
PP NO. 60 TH 2008 TTG
SISTEM PENGENDALIA
N INTERN PEMERINTAH
DASAR-DASAR AUDIT

24

BAGAIMANA SISTEM PENGENDALIAN INTERN
MENURUT
PERMENDAGRI
NO. 13 TH 2006 TENTANG PEDOMAN PENGELOLAAN KE
UANGAN DAERAH

Bagian Kedua
Pengendalian Intern
Pasal 313
(1)Dalam rangka meningkatkan kinerja transparansi dan akuntabilitas
pengelolaan keuangan daerah, kepala daerah mengatur dan
menyelenggarakan sistem pengendalian intern di lingkungan
pemerintahan daerah yang dipimpinnya.
(2)Pengendalian intern sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan
proses yang dirancang untuk memberikan keyakinan yang memadai
mengenai pencapaian tujuan pemerintah daerah yang tercermin dari
keandalan laporan keuangan, efsiensi dan efektivitas pelaksanaan
program dan kegiatan serta dipatuhinya peraturan perundangundangan.
(3)Pengendalian intern sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sekurangkurangnya memenuhi kriteria sebagai berikut:
– terciptanya lingkungan pengendalian yang sehat;
– terselenggaranya penilaian risiko;
– terselenggaranya aktivitas pengendalian;
– terselenggaranya sistem informasi dan komunikasi; dan
– terselenggaranya kegiatan pemantauan pengendalian.
(4)
Penyelenggaraan pengendalian intern sebagaimana dimaksud pada
ayat (1) berpedoman pada ketentuan peraturan perundang-undangan.
DASAR-DASAR AUDIT

25

UNSUR-UNSUR
PENGENDALIAN
INTERN
MENURUT COSO
DASAR-DASAR AUDIT

26

UNSUR-UNSUR PENGENDALIAN
INTERN
MENURUT COSO
1. LINGKUNGAN PENGENDALIAN (CONTROL
ENVIRONMENT)
2. PENILAIAN RISIKO (RISK ASSESSMENT)
3. KEGIATAN PENGENDALIAN (CONTROL
ACTIVITIES)
4. INFORMASI DAN KOMUNIKASI
(INFORMATION AND COMMUNICATIONS)
5. PEMANTAUAN (MONITORING).
DASAR-DASAR AUDIT

27

1

LINGKUNGAN PENGENDALIAN
(CONTROL ENVIRONMENT)

LINGKUNGAN PENGENDALIAN
• Merupakan pengaruh gabungan dari berbagai faktor dalam
membentuk, memperkuat, atau memperlemah efektivitas
kebijakan dan prosedur tertentu.
• Mencerminkan keseluruhan sikap, kesadaran dan tindakan
dari dewan komisaris, manajemen, pemilik dan pihak lain
mengenai pentingnya pengendalian dan tekanannya pada
badan usaha yang bersangkutan.
• Oleh karena itu manajemen dan seluruh pegawai harus
menciptakan dan memelihara lingkungan dalam
keseluruhan organisasi yang menimbulkan perilaku positif
dan mendukung terhadap pengendalian manajemen yang
sehat.
• Lingkungan pengendalian yang positif merupakan landasan
bagi unsur sistem pengendalian manajemen yang lainnya.
• Lingkungan pengendalian memberikan aturan dan struktur
serta iklim kondisi (climate) yang mempengaruhi kualitas
pengendalian manajemen.
DASAR-DASAR AUDIT
29

LINGKUNGAN
PENGENDALIAN
Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan
pengendalian antara lain adalah:

a. Integritas dan nilai-nilai etis yang dijaga
(maintained) dan ditunjukkan oleh manajemen dan
stafnya.
b. Komitmen manajemen terhadap kompetensi.
c. Filosof dan gaya operasi manajemen.
d. Struktur organisasi
e. Cara mendelegasikan kewenangan dan tanggung
jawab dalam keseluruhan organisasi.
f. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia yang
baik.
g. Berbagai faktor ekstern yang mempengaruhi operasi
dan praktek badan usaha, seperti pemeriksaan yang
dilakukan oleh badan legislatif dan lembaga
pemerintah.
DASAR-DASAR AUDIT

30

a. Integritas dan nilai-nilai etis yang dijaga
(maintained) dan ditunjukkan oleh manajemen dan
stafnya

• Integritas adalah kesetiaan terhadap nilai-nilai yang
secara bersama-sama dianggap benar.
• Integritas juga berarti kesetiaan terhadap visi dan misi
organisasi serta penjabarannya dalam bentuk tugas
pokok dan fungsi.
• Kode etik secara formal digunakan di lingkungan
profesional untuk memaksakan standar profesi yang
pengawasannya tidak bisa mendapatkan bantuan
masyarakat bahkan pemakai jasanya.
• Penerapan etika dapat diamati pada terdapatnya
keinginan berbuat lebih dari apa yang diatur dalam
peraturan atau kemauan untuk mengerjakan tugastugasnya meskipun tidak terdapat mekanisme
pengawasan yang mengawasinya.
• Oleh karena itu, etika sering diturunkan derajat artinya
dan dipersamakan dengan perilaku yang positif
DASAR-DASAR AUDIT

31

a. Integritas dan nilai-nilai etis yang dijaga
(maintained) dan ditunjukkan oleh manajemen dan
stafnya
• Pimpinan perusahaan dapat merancang mekanisme
penegakan integritas dan nilai etika sekurang-kurangnya
dengan:
– Menyusun dan menerapkan aturan perilaku di
lingkungan kerjanya;
– Memberikan keteladanan pelaksanaan aturan perilaku
pada setiap level manajemen;
– Menegakkan tindakan disiplin yang tepat atas
penyimpangan terhadap kebijakan dan prosedur
dan/atau pelanggaran terhadap aturan perilaku;
– Menjelaskan dan mempertanggungjawabkan atas
adanya setiap intervensi atau pengabaian pengendalian
internal; dan
– Menghilangkan peluang/godaan untuk berperilaku tidak
etis
DASAR-DASAR AUDIT

32

b. Komitmen terhadap Kompetensi
• Kompetensi yang cukup merupakan prasyarat bagi
terbentuknya suatu struktur organisasi dengan
pelaksana kegiatan yang profesional.
• Komitmen terhadap kompetensi dapat dilakukan
pimpinan organisasi dengan melakukan sekurangkurangnya:

– Mengidentifkasi dan mendefnisikan kegiatan yang
dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas dan fungsi pada
masing-masing posisi dalam organisasi
– Menyusun standar kompetensi untuk setiap tugas dan
fungsi pada masing-masing posisi dalam dalam organisasi
– Menyelenggarakan pelatihan dan pembimbingan
(counseling) untuk membantu pegawai mempertahankan
dan meningkatkan kompetensi pekerjaannya.
– Memilih jajaran pimpinan instansi yang memiliki
kemampuan manajerial dan pengalaman teknis yang luas
dalam pengelolaan dalam organisasi
DASAR-DASAR AUDIT

33

c. Filosof dan gaya operasi
manajemen

• Kepemimpinan merupakan faktor penting dalam
pengorganisasian usaha-usaha untuk pencapaian tujuan.
Terlebih dalam masyarakat Indonesia yang dalam latar
belakang budayanya menganut prinsip-prinsip mengikuti
mereka yang dituakan (paternalistik).
• Peran pemimpin memiliki dampak yang luas dalam
menciptakan pola perilaku keseluruhan masyarakat.
• Kepemimpinan yang mampu secara kondusif menciptakan
lingkungan kerja yang diperlukan bagi percepatan pencapaian
tujuan dapat ditunjukkan sekurang- kurangnya dengan:

– Sikap (attitude) pimpinan yang selalu mencerminkan pertimbangan
risiko dalam setiap pengambilan keputusan.
– Sikap pimpinan yang positif dan mendukung fungsi fungsi tertentu
dalam penerapan sistem pengendalian internal.
– Perlindungan atas aset dan informasi dari akses dan/atau
penggunaan yang tidak sah;
– Interaksi yang intensif dengan pejabat pada tingkatan yang lebih
rendah.
– Sikap pimpinan yang positif dan responsif terhadap pelaporan yang
berkaitan dengan keuangan, penganggaran, dan kegiatan/program.
DASAR-DASAR AUDIT

34

e. Struktur organisasi
• Efsiensi dan efektivitas usaha pencapaian tujuan berbanding lurus
dengan ketepatan struktur pengorganisasian yang dipilih.
• Studi terhadap pengorganisasian dan metode koordinasinya
meyakini konsep bahwa tidak ada bentuk tunggal struktur
organisasi yang cocok untuk berbagai jenis kegiatan.
• Untuk mendapatkan struktur organisasi yang efektif dan efsien
untuk mewadahi usaha-usaha pencapaian tujuan, struktur
organisasi sekurang kurangnya harus memiliki ciri-ciri sebagai
berikut:
– Rancangan struktur organisasi sesuai ukuran dan sifat kegiatan;
– Rancangan struktur organisasi memberikan kejelasan wewenang dan
tanggung jawab dalam organisasi;
– Rancangan struktur organisasi memberikan kejelasan hubungan dan
jenjang pelaporan internal dalam organisasi;
– Rancangan struktur organisasi dievaluasi dan dilakukan penyesuaian
periodik sehubungan dengan perubahan lingkungan stratejik;
– Rancangan struktur organisasi diisi dengan jumlah pegawai yang
sesuai untuk posisi manajerial.

• Karena unsur ketaatan terhadap perundangan, penyusunan
struktur organisasi instansi tertentu harus berpedoman pada
peraturan perundang-undangan yang berlaku.
DASAR-DASAR AUDIT

35

f. Cara mendelegasikan kewenangan dan
tanggung jawab dalam keseluruhan
organisasi.
• Perusahaan melaksanakan operasi dalam volume yang
sangat besar.
• Struktur organisasi terbentuk melalui suatu pendelegasian
kewenangan operasi dengan pembatasan yang dilakukan
dengan penetapan standar prosedur.
• Manajemen yang melaksanakan operasi seringkali
melaksanakan keputusan yang terstruktur
• Namun peningkatan daya tawar masyarakat mengakibatkan
pula semakin tingginya tuntutan masyarakat, sehingga
keputusan operasi pelayanan masyarakat bergeser ke arah
operasi yang makin tidak terstruktur.
• Pola keputusan terstruktur perlu diubah menjadi keputusan
tidak terstruktur yaitu dengan Kebijakan pendelegasian
kewenangan yang lebih luas
• Profesionalisme pegawai diperlukan untuk menyiapkan
personil agar siap menerima pelimpahan kewenangan dan
tanggung jawab.
DASAR-DASAR AUDIT

36

f. Cara mendelegasikan kewenangan dan
tanggung jawab dalam keseluruhan
organisasi.
• Semakin luasnya metode pendelegasian kewenangan dalam
organisasi, akan menciptakan struktur yang
terdesentralisasi sehingga akan meningkatkan daya
tanggap organisasi terhadap segala kejadian
dilingkungannya.
• Akan tetapi meluasnya desentralisasi akan membawa risiko
penyimpangan dari visi dan misi institusi sehingga
membutuhkan model pengawasan yang menekankan pada
kompetensi dan pemahaman.
• Pendelegasian wewenang dan tanggung jawab yang tepat
dapat dilaksanakan dengan memperhatikan sekurangkurangnya ketentuan sebagai berikut:




Wewenang diberikan kepada pejabat/pegawai yang tepat sesuai dengan tingkat
tanggung jawabnya dalam rangka pencapaian tujuan ;
Pejabat/pegawai yang ditunjuk sebagaimana dimaksud pada huruf a memahami bahwa
wewenang dan tanggung jawab yang diberikan terkait dengan pihak lain dalam
organisasi;
Pejabat/pegawai yang ditunjuk sebagaimana dimaksud pada huruf b memahami bahwa
pelaksanaan tanggung jawab dan wewenang terkait dengan penerapan sistem
pengendalian internal.

DASAR-DASAR AUDIT

37

g. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia
yang baik
• Dari sisi permintaan konsumen, muncul tuntutan yang semakin
tinggi atas kualitas penyerahan barang dan jasa,
• Dari sisi penawaran, kemampuan institusi penyedia barang dan jasa
juga semakin hari semakin meningkat, ditunjang oleh kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
• Akan tetapi, kemampuan pelayanan institusi akan sangat tergantung
dari kualitas sumber daya manusia yang dimiliki. Sumber daya
manusia yang berkualitas, membuat organisasi mampu
melaksanakan pembelajaran demi meningkatkan kualitas proses
internal dan memahami kebutuhan pemangku kepentingan.
• Untuk mendapatkan kualitas sumber daya manusia yang mampu
mendorong proses pembelajaran seperti yang dihendaki bagi usaha
meyakinkan pencapaian tujuan melalui berbagai metode
pengendalian termasuk pengendalian internal pemerintah, perlu
ditetapkan suatu kebijakan sumber daya manusia.
• Penyusunan dan penerapan kebijakan pembinaan sumber daya
manusia harus dilaksanakan dengan memperhatikan sekurangkurangnya ketentuan sebagai berikut:
– Penetapan kebijakan dan prosedur sejak rekrutmen sampai dengan
pemberhentian dan pemensiunan pegawai.
– Penelusuran latar belakang calon pegawai dalam proses rekrutmen.
– Pengawasan periodik yang memadai terhadap pegawai.
DASAR-DASAR AUDIT

38

2

PENILAIAN RISIKO
(RISK ASSESSMENT)

PENILAIAN RISIKO
• Pengendalian manajemen harus memberikan penilaian
risiko yang dihadapi unit organisasi baik dari luar
maupun dari dalam.
• risiko dikenali sebagai berbagai ketidakpastian yang
mempunyai dampak negatif bagi pencapaian tujuan organisasi.
• Penilaian risiko adalah identifkasi dan analisis dari
risiko-risiko relevan yang berkaitan dengan pencapaian
tujuan dan pembentukan dasar untuk penentuan cara
risiko dikelola.
• Sehubungan dengan penilaian risiko, manajemen perlu
untuk:
1. mengidenfkasikan risiko-risiko
2. mempertimbangkan: a. seluruh interaksi yang signifkan
antara unit organisasi dengan pihak-pihak lain, b. faktor-faktor
internal baik pada tingkatan unit organisasi maupun pada
tingkatan kegiatan.

DASAR-DASAR AUDIT

40

Identifikasi Risiko
• Identifkasi risiko adalah proses mengenali ketidakpastian
yang mempengaruhi efektivitas pencapaian tujuan.
• Oleh karena itu usaha-usaha untuk mengidentifkasi risiko
tidak dapat dilepaskan dari pembahasan terhadap aspekaspek yang terkait dengan penetapan dan pencapaian
tujuan.
• Pengkaitan proses identifkasi risiko dengan tujuan organisasi
dilakukan agar proses identifkasi risiko dapat langsung dan
fokus mengarah pada usaha-usaha pencapaian tujuan.
• Identifkasi risiko sekurang-kurangnya harus dilakukan
dengan:
– menggunakan metodologi yang sesuai untuk tujuan
organisasi dan tujuan pada tingkat kegiatan secara
komprehensif;
– menggunakan mekanisme yang memadai untuk
mengenali risiko dan faktor eksternal dan faktor internal;
– menilai faktor-faktor lain yang dapat meningkatkan risiko
yang dihadapi organisasi
DASAR-DASAR AUDIT

41

PENILAIAN RISIKO
• Metode-metode identifkasi risiko mungkin
mencakup:
1. Kegiatan pemeringkatan (ranking activities) secara
kualitatif dan kuantitatif,
2. Peramalan dan perencanaan strategis,
3. Pertimbangan terhadap temuan audit dan penilaian
lainnya.

• Setelah diidentifkasi, risiko tersebut harus
dianalisis untuk dinilai pengaruh yang mungkin
(possible efect).
• Analisis risiko pada umumnya mencakup:
1. Estimasi besarnya risiko,
2. Penilaian kemungkinan terjadi, serta
3. Penentuan bagaimana mengelola risiko dan langkah apa
yang harus ditempuh.
DASAR-DASAR AUDIT

42

3

KEGIATAN PENGENDALIAN
(CONTROL ACTIVITIES)

KEGIATAN PENGENDALIAN





Pengendalian adalah usaha mengarahkan kegiatan untuk mencapai tujuan
yang memerlukan pengorbanan sumber daya.
Untuk mendapatkan nilai nilai efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber
daya untuk tujuan pelaksanaan aktivitas pengendalian, pimpinan wajib
menyelenggarakan kegiatan pengendalian sesuai dengan ukuran,
kompleksitas, dan sifat dan tugas dan fungsi.
Pedoman lain bagi penyelenggaraan kegiatan pengendalian yang efisien
dan efektif mengharuskan pimpinan instansi pemerintah untuk:
– Mengutamakan kegiatan pengendalian pada kegiatan pokok organisasi;
– Mengkaitkan kegiatan pengendalian dengan proses penilaian risiko;
– Menyesuaikan atau memilih kegiatan pengendalian yang cocok dengan sifat
khusus organisasi;
– Menetapkan secara tertulis setiap kebijakan dan prosedur;
– Meyakinkan bahwa prosedur yang telah ditetapkan benar-benar dilaksanakan;
– Mengevaluasi secara teratur untuk memastikan bahwa kegiatan-kegiatan
pengendalian yang ditetapkannya masih sesuai dan berfungsi seperti yang
diharapkan.

DASAR-DASAR AUDIT

44

KEGIATAN PENGENDALIAN
• Kegiatan pengendalian adalah kebijakan, prosedur,
teknik, dan mekanisme yang menegakkan arahan
manajemen, seperti proses untuk tetap berpegang
pada ketentuan.
• Kegiatan pengendalian meliputi suatu cakupan yang
luas dari kegiatan yang berbeda seperti persetujuan,
otorisasi, verifkasi, rekonsiliasi, review terhadap
kinerja, pemeliharan keamanan, serta pembuatan dan
pemeliharaan catatan yang terkait dengan penyediaan
bukti dari pelaksanaan kegiatan-kegiatan dan juga
dokumentasi yang sesuai.
• Kegiatan pengendalian sangat membantu untuk
memastikan bahwa arahan manajemen dilaksanakan.
DASAR-DASAR AUDIT

45

KEGIATAN PENGENDALIAN
• Contoh Kegiatan Pengendalian:










Review dari tingkat atas (top level) atas kinerja.
Review manajemen pada tingkat fungsional atau kegiatan
Manajemen sumber daya manusia
Pengendalian atas proses pengolahan informasi
Pengendalian fsik atas aktiva berisiko (vulnerable)
Penetapan dan review atas indikator dan pengukuran kinerja
Pemisahan tugas
Pelaksanaan transaksi dan kejadian yang sesuai (proper)
Pencatatan yang akurat dan tepat waktu atas transaksi dan
kejadian.
– Pembatasan akses dan akuntabilitas atas sumber daya dan
catatan.
– Dokumentasi yang baik atas transaksi.
DASAR-DASAR AUDIT

46

4

INFORMASI DAN KOMUNIKASI

(INFORMATION AND COMMUNICATIONS)







INFORMASI DAN
KOMUNIKASI
Sistem informasi dan
komunikasi mempunyai pengaruh yang mendasar
terhadap setiap usaha pencapaian tujuan organisasi.
Melalui sistem informasi dan komunikasi yang handal, setiap personil akan
mendapatkan pemahaman yang sempurna terhadap tujuan dan usahausaha organisasi untuk mencapainya.
organisasi wajib mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan
informasi yang berkaitan dalam bentuk dan waktu yang tepat untuk
memudahkan pelaksanaan pengendalian dan tanggung jawab.
Komunikasi atas informasi wajib diselenggarakan secara efektif baik
komunikasi di dalam organisasi maupun komunikasi dengan pihak luar yang
terkait.
Untuk menyelenggarakan komunikasi yang efektif, organisasi sekurangkurangnya harus:
a. Menerapkan berbagai bentuk dan sarana untuk mengkomunikasikan informasi
penting dengan pegawai dan pihak lain yang terkait.
b. Mengelola, mengembangkan, dan memperbarui sistem informasi untuk
meningkatkan kegunaan dan keandalan komunikasi informasi secara terus
menerus.

DASAR-DASAR AUDIT

48

4. INFORMASI DAN
KOMUNIKASI
• Informasi diperlukan oleh keseluruhan unit
organisasi untuk mencapai semua tujuannya.
• Mengingat pentingnya informasi, maka informasi
seharusnya
a. dicatat dan dikomunikasikan kepada
manajemen dan pihak lain dalam unit
organisasi yang membutuhkannya
b. disajikan dalam suatu format tertentu dan
dalam kurun waktu tertentu yang
memungkinkan mereka (penerima informasi)
melaksanakan pengendalian manajemen dan
tanggung jawab lainnya.
DASAR-DASAR AUDIT

49

4. INFORMASI DAN
KOMUNIKASI

• Untuk menjalankan dan mengendalikan kegiatannya,
manajemen suatu unit organisasi harus memiliki
komunikasi yang relevan, terpercaya dan tepat waktu
berkaitan dengan kejadian internal maupun eksternal.
• Komunikasi yang efektif harus timbul dalam pengertian
yang luas sehingga informasi itu dapat mengalir ke
bawah, menyamping, dan ke atas dalam suatu organisasi.
• dalam komunikasi internal, manajemen harus memastikan
bahwa terdapat cukup alat untuk berkomunikasi dengan,
dan memperoleh informasi dari stakeholders eksternal
yang mungkin punya dampak penting atas unit organisasi
dalam pencapaian tujuannya.
• Manajemen teknologi informasi yang efektif sangat
penting untuk memperoleh pencatatan dan komunikasi
informasi yang berguna, dapat dipercaya, dan
berkelanjutan.
DASAR-DASAR AUDIT

50

5

PEMANTAUAN
(MONITORING)

5. PEMANTAUAN
• Pemantauan dalam pengendalian manajemen harus menilai
kualitas kinerja dari waktu ke waktu serta memastikan
bahwa temuan audit dan review lainnya segera
ditindaklanjuti (diselesaikan/resolved).
• Jenis pemantauan:
1.Pemantauan yang dilakukan secara terus menerus dan
disatukan dengan kegiatan suatu unit organisasi (rutin).
2.Evaluasi pengendalian terpisah (non-rutin)
• pengendalian manajemen harus dirancang untuk
meyakinkan bahwa pemantauan berkelanjutan terjadi
selama kegiatan normal.
• Pemantauan meliputi kegiatan-kegiatan manajemen rutin
dan supervisi, pembandingan, rekonsiliasi, dan tindakantindakan yang lain dalam pelaksanaan tugas.
DASAR-DASAR AUDIT

52

5. PEMANTAUAN
• evaluasi pengendalian terpisah (non rutin) dapat dilakukan
dengan memusatkan secara langsung pada keefektifan
pengendalian pada waktu tertentu.
• Evaluasi terpisah dapat berbentuk:
– penilaian sendiri (self-assessment) seperti halnya
penelaahan disain pengendalian dan pengujian langsung
atas pengendalian manajemen
– Penilaian oleh unit auditor internal atau auditor eksternal.
• Defsiensi yang ditemukan selama pemantauan yang
berkelanjutan atau melalui evaluasi terpisah harus
dikomunikasikan kepada individu yang bertanggung jawab
terhadap fungsi tersebut dan juga kepada manajemen
minimal satu tingkatan di atas individu yang bertanggung
jawab tersebut.
• Sedangkan untuk persoalan yang serius harus dilaporkan ke
top management.

DASAR-DASAR AUDIT

53

5. PEMANTAUAN
• Seperti disebutkan di atas, Pemantauan pengendalian intern
juga harus meliputi kebijakan dan prosedur untuk memastikan
bahwa temuan audit dan review lainnya segera diselesaikan.
Sehubungan dengan hal tersebut, para manajer bertugas untuk
1. Segera mengevaluasi temuan audit dan review lainnya, termasuk
yang menunjukkan defsiensi dan rekomendasi yang dilaporkan oleh
auditor dan pihak lain yang mengevaluasi kegiatan unit organisasi,
2. Menentukan tindakan yang sesuai sebagai tanggapan atas temuan
serta rekomendasi audit dan review,
3. Melengkapi seluruh tindakan yang mengoreksi atau mengatasi
masalah yang menjadi perhatian manajemen.

• Proses penyelesaian dimulai pada saat hasil audit atau review
dilaporkan kepada manajemen, dan dianggap selesai hanya
setelah terdapat tindakan yang:
1) Mengoreksi defsiensi yang teridentifkasi,
2 Menghasilkan peningkatan/perbaikan (improvement), atau
3) Menunjukkan bahwa temuan dan rekomendasi tidak memerlukan
tindakan manajemen.
DASAR-DASAR AUDIT

54

UNSUR-UNSUR
SISTEM PENGENDALIAN
MANAJEMEN
MENURUT NORMA AUDIT
SPI BUMN/D
DASAR-DASAR AUDIT

55

UNSUR-UNSUR
SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN
MENURUT NORMA AUDIT SPI BUMN/D
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

ORGANISASI
KEBIJAKSANAAN
PROSEDUR
PERSONALIA
PERENCANAAN
PENCATATAN
PELAPORAN
AUDIT INTERN
DASAR-DASAR AUDIT

56

1. ORGANISASI




Langkah penting dalam melaksanakan kegiatan adalah membentuk suatu
organisasi dengan selayaknya, Kemudian perlu diperoleh pegawai yang
memenuhi syarat dan ditentukan tugas serta tanggung jawab masing‑masing.
Beberapa prinsip dan faktor yang perlu dipertimbangkan dalam melakukan
penilaian terhadap organisasi adalah:
1.

2.

3.

4.

Harus ada pembagian tugas sehingga tidak ada seorang pun yang mengendalikan
semua tahap dari suatu transaksi atau kegiatan. (tidak seorangpun dibenarkan
melaksanakan proses transaksi dari awal sampai akhir tanpa ikut campur orang lain).
Setiap pelaksana harus memiliki kewenangan untuk mengambil tindakan yang
diperlukan dengan segera dan bersifat memutuskan agar dapat melaksanskan
tanggung jawabnya dengan baik, kalau tidak, akan timbul bentrokan‑bentrokan,
penundaan, dan kelambanan dalam organisasi.
Masing‑masing tanggung jawab harus ditetapkan dengan sejelas‑jelasnya, sehingga
tidak terjadi tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas. Penetapan tugas dan tanggung
jawab tersebut juga dimaksudkan agar jangan terjadi pelemparan kesalahan pada
orang lain mengenai tidak diambilnya suatu tindakan atau pengambilan tindakan yang
salah.
Setiap orang diharuskan mempertanggungjawabkan cara pelaksanaan tugasnya dan
hasil‑hasil yang dicapainya dalam hubungan dengan apa yang seharusnya dicapai.

DASAR-DASAR AUDIT

57

2. KEBIJAKSANAAN
• Kebijaksanaan: setiap peraturan yang mengharuskan, membimbing
atau membatasi tindakan‑tindakan
• Kebijaksanaan‑kebijaksanaan : pola‑pola perilaku yang telah
ditentukan lebih dahulu, yang harus diperhatikan dalam
melaksanakan kegiatan‑kegiatan suatu badan usaha.
• Kebijaksanaan : merupakan pernyataan maksud manajemen untuk
bertindak dengan cara tertentu.
• Persyaratan yang berlaku untuk kebijaksanaan badan usaha
adalah:
1. Kebijaksanaan itu harus dinyatakan secara jelas dan dalam bentuk
tertulis, serta disusun secara sistematis dalam pedoman atau bentuk
publikasi lainnya.
2. Kebijaksansan itu harus dikomunikasikan secara sistematis pada semua
pejabat atau pegawai organisasi agar pejabat atau pegawai organisasi
tersebut dapat mengetahui, memahami dan melaksanakannya.
3. Kebijaksanaan itu harus selaras dengan peraturan
perundang‑undangan yang berlaku.
4. Kebijaksanaan harus disusun sedemikian rupa agar dapat mendorong
pelaksanaan kegiatan‑kegiatan secara hemat, efsien dan efektif
5. Kebijaksanaan‑kebijaksanaan perlu ditinjau kembali secara berkala
dan mungkin perlu direvisi sesuai dengan perubahan keadaan yang
terjadi.
DASAR-DASAR AUDIT

58

3. PROSEDUR
• Prosedur adalah langkah‑langkah yang digunakan untuk
melaksanakan kegiatan‑kegiatan sesuai dengan kebijaksanaan
yang telah ditetapkan.
• Prinsip‑prinsip dan persyaratan yang berlaku untuk kebijaksanaan
badan usaha di atas, juga berlaku untuk prosedur, dengan
tambahan sebagai berikut:
1. Harus ada suatu program audit intern yang kontinyu atau secara
berkala untuk menghasilkan saran perbaikan terhadap
prosedur‑prosedur.
2. Untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kekurangan atau
kekeliruan maka prosedur harus dikoordinasikan sedemikian rupa
sehingga hasil pekerjaan seorang pegawai secara otomatis dicek oleh
pegawai lain yang bebas melakukan tugasnya tanpa dipengaruhi
orang lain.
3. Untuk kegiatan yang tidak bersifat mekanis, prosedur jangan terlalu
rinci agar tidak menghambat penggunaan pertimbangan dalam
menghadapi situasi yang tidak lazim.
4. Untuk mengusahakan agar tercapai efsiensi dan kehematan yang
maksimal, maka prosedur yang ditetapkan harus sesederhana dan
semurah mungkin.
5. Prosedur tidak boleh saling tumpang tindih, bertentangan atau
merupakan duplikat dari prosedur lainnya.
DASAR-DASAR AUDIT

59

4. PERSONALIA
• fungsi manajemen yang penting : melakukan pembagian tugas
dan kewajiban kepada orang‑orang yang mampu
melaksanakannya dengan baik. Oleh karena itu dalam mencari
pegawai, yang pertama‑tama harus ditentukan adalah
persyaratan keahlian yang harus dipenuhi. Langkah berikutnya
adalah mengusahakan untuk memperoleh pegawai yang
memiliki kualifkasi yang diperlukan, atau yang bisa dilatih untuk
melaksanakan pekerjaan itu dengan memuaskan.
• Bentuk pengendalian langsung terhadap pekerjaan para pegawai
adalah supervisi.
• Praktik‑praktik yang dianjurkan sehubungan dengan usaha untuk
menciptakan sistem pengendalian manajemen dalam bidang
personalia yang memuaskan, antara lain:
1. Pengadaan latihan dan kursus‑kursus bagi para pegawai dengan
tujuan memberikan kesempatan untuk menambah kemampuan dan
agar pegawai mengetahui kebijaksanaan‑kebijaksanaan dan
prosedur‑prosedur baru.
2. Penyediaan informasi mengenai tugas‑tugas dan tanggung jawab dari
bagianbagian lainnya dalam organisasi dengan maksud para pegawai
dapat memahami lebih baik bagaimana dan di mana posisi pekerjaan
mereka dalam organisasi sebagai keseluruhan.
3. Pemeriksaan terhadap pelaksanaan kerja semua pegawai untuk
menentukan apakah semua persyaratan yang pokok sudah dipenuhi.
DASAR-DASAR AUDIT

60

5. PERENCANAAN
• Setiap kegiatan perlu dilakukan perencanaan
lebih dahulu untuk menentukan kebutuhan badan
usaha yang bersangkutan mengenai pegawai dan
sumber‑sumber daya serta menghubungkan
kebutuhan tersebut dengan penyediaan dana.
• Dalam membuat perencanaan harus diperhatikan:
1. Persyaratan dan pembatasan peraturan yang ada
2. Adanya keharusan bahwa pelaksanaan program dan
kegiatan‑kegiatan dilakukan sehemat, dan seefsien
mungkin.
3. Adanya keharusan penggunaan sumber dana dan
sumber daya secara efsien.

• Anggaran merupakan perencanaan pendahuluan
dari kegiatan yang digambarkan secara fnansial.
Badan usaha setiap tahun mempersiapkan
anggaran tahunan sebagai landasan untuk
pelaksanaan kegiatan masing‑masing.
DASAR-DASAR AUDIT

61

6. PENCATATAN
• Pencatatan dilakukan terhadap kegiatan
operasi dan keuangan perusahaan yang
menghasilkan informasi bagi pimpinan
dalam rangka mengendalikan kegiatan,
sumber dana dan sumber daya.
• Pencatatan menyediakan kerangka kerja
yang dapat disesuaikan untuk menetapkan
tanggung jawab pada bidang‑bidang
kegiatan tertentu dan pada waktu
bersamaan menghasilkan informasi
sebagai sarana untuk menilai operasi.
DASAR-DASAR AUDIT

62

7. PELAPORAN






Pelaporan manajemen diperlukan dalam setiap organisasi untuk memberikan
informasi yang mutakhir tentang perkembangan atau pencapaian tujuan suatu
kegiatan. Informasi demikian perlu sekali bagi manajemen sebagai landasan
untuk pengendalian.
Prinsip‑prinsip berikut ini penting artinya dalam menyusun sistem pelaporan
manajemen yang memuaskan:
1.
Laporan harus dibuat sesuai dengan tanggung jawab yang ditetapkan.
2.
Orang‑orang atau unit‑unit hendaknya diharuskan melaporkan tentang
hal‑hal yang berada di bawah pengendalian mereka.
3.
Biaya pengumpulan data dan penyiapan pelaporan harus lebih rendah dari
pada manfaat yang diperoleh.
4.
Pelaporan harus dibuat sesederhana mungkin, konsisten dengan pokok
persoalannya.
5.
Jika mungkin, laporan pelaksanaan harus menunjukkan perbandingan dengan
(a) standar biaya, standar kualitas, standar prestasi atau pelaksanaan, (b)
anggaran (c) pelaksanaan di masa lampau.
6.
Apabila pelaksanaan tidak bisa dilaporkan dalam bentuk angka‑angka maka
harus disusun bentuk laporan yang menonjolkan kelainan atau hal‑hal yang
memerlukan perhatian manajemen.
7.
Agar memiliki nilai maksimum, laporan harus dibuat tepat pada waktunya.
Sistem pelaporan perlu ditelaah secara periodik untuk menentukan apakah
sistem itu sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. Hal ini penting untuk
menghindarkan dibuatnya laporan yang tidak perlu, atau di antara informasi
yang dilaporkan sebenamya tidak diperlukan, atau ternyata informasi yang
diperlukan ternyata tidak mencukupi.
DASAR-DASAR AUDIT

63

8. AUDIT INTERN



Suatu mekanisme penting lainnya untuk memberikan informasi kepada
manajemen adalah dengan mengadakan sistem audit intern terhadap kegiatan,
metode, sistem, prosedur dan praktik.
Beberapa prinsip dan kebijaksanaan dasar yang menyangkut sistem audit
intern dalam suatu badan usaha adalah sebagai berikut:
1. Pihak manajemen tertinggi harus membentuk suatu organisasi audit intern
yang paling sesuai dengan kebutuhan yang ada.
2. Semua jenis kegiatan audit dalam suatu badan usaha harus
dikoordinasikan dan perlu ditetapkan dengan jelas,
3. Pimpinan tertinggi badan usaha harus menetapkan kewenangan, sifat dan
ruang lingkup pekerjaan audit intern, sehingga martabat, tanggung jawab
dan tugas mereka diakui dengan sepantasnya dalam badan usaha.
5. Guna mendorong perhatian dan diambilnya tindakan yang selayaknya
sehubungan dengan temuan‑temuan, maka organisasi audit intern harus
bertanggung jawab pada pejabat yang cukup tinggi. Organisasi ini harus
berdiri bebas dari pejabat‑pejabat yang bertanggung jawab langsung
mengenai operasi yang diaudit agar penilaian yang dilakukan bisa lebih
objektif.
6. Audit intern merupakan suatu fungsi staf atau fungsi penasehat (advisory)
dan tidak boleh mencakup supervisi pelaksana operasi. Audit intern tidak
boleh sampai mengendalikan atau mengarahkan tindakan secara langsung
karena fungsi mereka adalah membantu pihak manajemen dengan jalan
memberikan informasi yang bisa menjadi landasan tindakan manajemen
DASAR-DASAR AUDIT

64

EVALUASI/REVIEW/
PENILAIAN TERHADAP
SISTEM
PENGENDALIAN
MANAJEMEN
DASAR-DASAR AUDIT

65

KENAPA PERLU REVIEW DAN
EVALUASI SPM?
• DALAM PELAKSANAAN AUDIT ATAS SETIAP
KEGIATAN ATAU BAGIAN, AUDITOR INTERN
HARUS MELAKUKAN REVIEW DAN EVALUASI
TERHADAP PENGENDALIAN MANAJEMEN YANG
BERLAKU MENGENAI KECUKUPAN DAN
EFEKTIVITASNYA.
• REVIEW DAN EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN
MANAJEMEN DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR:
– UNTUK MENENTUKAN LUASNYA PROSEDUR
AUDIT DAN DALAMNYA PENGUJIAN-PENGUJIAN
YANG AKAN DILAKUKAN SERTA UNTUK
PENYUSUNAN PROGRAM AUDIT.
– UNTUK MEMBERIKAN SARAN-SARAN
PERBAIKAN/REKOMENDASI KEPADA
MANAJEMEN
DASAR-DASAR AUDIT

66

DALAM HAL AUDIT ULANG, WAKTU
YANG DIPERLUKAN UNTUK
MEREVIEW DAN MENILAI
KEADAAN SISTEM PENGENDALIAN
MANAJEMEN AKAN RELATIF LEBIH
SINGKAT DARIPADA AUDIT
PERTAMA KALI, OLEH KARENA
DATA UNTUK ITU TELAH TERSEDIA
DARI HASIL AUDIT SEBELUMNYA.
DASAR-DASAR AUDIT

67

CARA MENDOKUMENTASIKAN
PEMAHAMAN (EVALUASI) TERHADAP
PENGENDALIAN INTERN ATAU
PENGENDALIAN MANAJEMEN DAPAT
DIGUNAKAN:

• NARRATIVES,
• FLOWCHARTS, ATAU
• INTERNAL CONTROL QUESTIONNAIRES
(ICQ)
• ATAU KOMBINASI DARI KETIGANYA.
DASAR-DASAR AUDIT

68

TAHAP-TAHAP REVIEW DAN PENILAIAN
• Pengimpulan data dan informasi
Kumpulkan data mengenai sistem pengendalian
manajemen antara lain dengan jalan mempelajari
manual yang ada, mempelajari operasi yang
sesungguhnya dan mengadakan wawancara
(interview) dengan pejabat yang berkepentingan.
• Penelaahan
Siapkan catatan tertulis mengenai sistem
pengendalian manajemen melalui media sebagai
berikut:
– Daftar pertanyaan tentang pengendalian
manajemen
– Bagan arus (Flow-Chart).
Daftar ini dilengkapi dengan uraian tertulis
(narrative).
DASAR-DASAR AUDIT

69

TAHAP-TAHAP REVIEW DAN PENILAIAN
• Pengujian
Setelah dilakukan penelaahan, sistem pengendalian
manajemen tersebut perlu dikonfrmasikan dengan
melakukan berbagai pengujian ketaatan (test of
compliance).
• Kesimpulan.
Hasil evaluasi harus dapat menentukan di mana
kekuatan dan kelemahan sistem pengendalian
manajemen, hal mana berpengaruh dalam
penyusunan program audit. Jika auditor
mengidentifkasikan adanya kelemahan dalam
sistem yang mempengaruhi aspek lainnya termasuk
terjadinya in-efsiensi dalam produksi atau kegiatan
lain, maka timbul tanggung jawab bagi auditor
untuk memberitahukan temuannya itu kepada
manajemen.
DASAR-DASAR AUDIT

70

DAFTAR PEDOMAN MEREVIEW
DAN MENILAI SPM
PERTANYAAN MENGENAI SPM
BAGAN ARUS DILENGKAPI
DENGAN URAIAN TERLULIS
DAFTAR HASIL PENGUJIAN
KESIMPULAN DAN
PENILAAN SPM
DASAR-DASAR AUDIT

PROGRAM
AUDIT

SURAT KE
MANAJEME
N
71

Daftar pedoman untuk mereview dan
menilai sistem pengendalian
manajemen terdiri dari dua bagian,
yaitu:
• Bagian pertama : memuat petunjuk-petunjuk adanya
pengendalian manajemen yang memuaskan yang
dapat dipakai sebagai pegangan.
• Bagian kedua : memuat pertanyaan-pertanyaan yang
harus dijawab oleh auditor pada waktu mereview dan
menilai sistem pengendalian manajemen.
Pertanyaaan-pertanyaan ini sambil disesuaikan
dengan keadaan obyek yang diaudit, dicatat dalam
daftar pertanyaan tentang sistem pengendalian
manajemen.
• Format daftar pertanyaan tentang sistem
pengendalian manajemen dapat dilihat pada
Lampiran 1.
DASAR-DASAR AUDIT

72

Tahap-tahap pekerjaan review
dan penilaian SPM
• Pertanyaan tentang sistem
pengendalian manajemen dan
penyusunan bagan arus (Lampiran
3/1 dan 3/2, Lampiran 2,
Lampiran 3/1 dan 3/2)
• Pengujian (Lampiran 4 )
• Kesimpulan penilaian hasil sistem
pengendalian manajemen (Lampiran
5)
DASAR-DASAR AUDIT

73

Jika auditor sudah mengetahui dan memahami
sistem pengendalian, maka lebih memungkinkan
bagi auditor untuk dapat memberikan penilaian
atas sistem pengendalian manajemen serta
untuk menemukan aspek-aspek yang akan
memberikan peluang terjadinya
kesalahan/kelemahan sebagai akibat kurang
cukupnya pengendalian.
Apabila ternyata terdapat kelemahan-kelemahan
dalam sistem pengendalian manajemen yang
cukup material, maka auditor akan menyiapkan
rekomendasi untuk menajemen.

DASAR-DASAR AUDIT

74

Pada saat selesainya pekerjaan review dan
menilai sistem pengendalian manajemen,
pada berkas audit sudah harus terdapat:

• Pertanyaan tentang sistem pengendalian
manajemen yang sudah dijawab
• Bagan arus sistem pengendalian
manajemen yang sudah dilakukan
pengujian transaksi secara terbatas
yang dilengkapi dengan uraian tertulis
• Daftar hasil pengujian transaksi
• Kesimpulan penilaian sistem
pengendalian
DASAR-DASAR AUDIT

75

BAGAIMANA CARA MELAKUKAN
EVALUASI ATAS SISTEM
PENGENDALIAN MANAJEMEN MENURUT

PP NO. 60 TH 2008 TTG SISTE
M PENGENDALIAN INTERN PEM
ERINTAH

DASAR-DASAR AUDIT

76

BAGAIMANA CARA MELAKUKAN
EVALUASI ATAS SISTEM
PENGENDALIAN MANAJEMEN
MENURUT
PERMENDAGRI NO. 23 TH 2007 TT
G PEDOMAN TATACARA PENGAWA
SAN PENYELENGGARAAN PEMDA
DASAR-DASAR AUDIT

77

TERIMA KASIH
SAMPAI JUMPA LAGI
DI LAIN
KESEMPATAN
DASAR-DASAR AUDIT

78