Pengaruh Kinerja Pegawai terhadap Efektifitas Pengelolaan Objek Wisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru

Pengaruh Kinerja Pegawai terhadap Efektifitas Pengelolaan Objek Wisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru HENDRY ANDRY

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Islam Riau (UIR) Jl. Kaharuddin Nasution No. 113 Perhentian Mar poyan Pekanbaru 28284 e-mail: hendry_amar fa27@yahoo.com

Abstrak: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana pengar uh kiner ja pegawai terhadap efektifitas pengelolaan objek wisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru. Populasi penelitian ini adalah pegawai yang pemegang jabatan struktural dengan menggunakan metode sensus maka sampel penelitian ini adalah 18 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menyebarkan angket kepada pegawai Dinas Kebudayaan dan Par iwisata Kota Pekanbaru. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana dengan pengolahan data menggunakan SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ter dapat pengaruh yang signifikan antara kiner ja pegawai terhadap efektifitas pengelolaan objek wisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru yang diketahui dari nilai sig. probalitisnya (0,000) lebih kecil dari 0,05. Pengaruh kiner ja pegawai terhadap efektifitas pengelolaan objek wisata pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru adalah sebesar 82,90% sedangkan sisanya sebesar 17,10% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian. Berdasarkan angket yang disebarkan kepada responden diketahui juga bahw a kiner ja pegawai pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru secara umum sudah berjalan baik; dan efektifitas pengelolaan objek wisata oleh pegawai di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru sudah berjalan dengan efektif.

Kata kunci: kinerja pegawai, efetifitas pengelolaan.

PENDAHULUAN

kembangan organisasi atau lembaga Di dalam situasi global seperti negara dalam hal ini pemerintahan sekarang ini dituntut kemampuan ber - daerah, terutama dalam menghadapi iklim saing dan kerja keras dari segenap lapisan, kompetisi yang semakin ketat setelah termasuk

dalam diberlakukannya otonomi daerah. pelaksanaan otonomi daerah sebagaimana

aparat

birokrasi

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata termaktub dalam UU No. 32 2004 tentang Kota Pekanbaru sebagai salah satu dari Pemerintahan Daerah. Kemampuan ber - sekian banyak organisasi publik atau saing ditentukan oleh pegawai yang ber - organisasi pemerintah daerah yang kualitas, berketerampilan tinggi, kreatif, memiliki maksud dan tujuan bersama inovatif, disiplin, melek teknologi, dan yang dikoordinasikan dalam bentuk profesional. Kinerja pegawai sangat sejumlah pekerjaan melalui pembagian penting bagi kelangsungan dan per - tugas dan fungsi dengan serangkaian Dinas Kebudayaan dan Pariwisata termaktub dalam UU No. 32 2004 tentang Kota Pekanbaru sebagai salah satu dari Pemerintahan Daerah. Kemampuan ber - sekian banyak organisasi publik atau saing ditentukan oleh pegawai yang ber - organisasi pemerintah daerah yang kualitas, berketerampilan tinggi, kreatif, memiliki maksud dan tujuan bersama inovatif, disiplin, melek teknologi, dan yang dikoordinasikan dalam bentuk profesional. Kinerja pegawai sangat sejumlah pekerjaan melalui pembagian penting bagi kelangsungan dan per - tugas dan fungsi dengan serangkaian

dalam keserasian semua pihak yang secara menyelenggarakan birokrasi dibidang langsung terlibat dalam pelaksanaan suatu kebudayaan dan pariwisata.

serta

efektifitas

pekerjaan. Persoalan dalam pengem- Pariwisata terdiri dari dua aspek bangan kepariwisataan saat ini di kota

yaitu aspek kelembagaan dan aspek Pekanbaru adalah baik atau tidak baiknya substansial. Dari aspek kelembagaannya kinerja pegawai serta efektif atau tidak pariwisata, dapat dilihat dari sisi efektifnya pengelolaan objek wisata yang manajemen, yakni bagaimana perkem- ada. Hal ini dapat dilihat dari fenomena bangannya mulai dari direncanakan, yaitu; belum terkelolanya dengan baik dikelola, sampai dipromosikan kepada objek wisata Danau Wisata Sri Bandar publik dalam hal ini adalah para Kahyangan Lembasari, hal ini bisa dilihat wisatawan. Dilihat dari aspek substansi

dari adanya wahana permainan anak-anak pariwisata merupakan bagian dari suatu

yang r usak, kurangnya falisitas keber - masyarakat, yakni ber kaitan dengan cara sihan seperti tong sampah dan wc umum, penggunaan

hal ini terkait dengan tugas dan fungsi dimilikinya. Bidang Pembinaan dan Pengembangan Kepariwisataan merupakan sektor Industri Pariwisata; belum maksimalnya yang penting dalam pembangunan karena

dapat menjadi sumber penghasilan promosi yang dilakukan sehingga gaung devisa bagi pemerintah pusat dan tentang even pariwisata dan objek wisata menjadi pendapatan asli daerah bagi di kota Pekanbaru tidak diketahui oleh pemerintah daerah. Kepariwisataan yang masyarakat, hal ini merupakan salah satu dikelola dan dikembangkan dengan baik tugas dan fungsi seksi promosi di Bidang akan menjadi sektor andalan bagi Pengembangan dan Pemasaran. pemerintah daerah.

Permasalahan pokok yang diteliti Berdasarkan Peraturan Daerah Kota dalam penelitian ini adalah bagaimanakah

Pekanbaru No.8 tahun 2008 Pasal 23 pengaruh kinerja pegawai terhadap Dinas

Pariwisata efektivitas pengelolaan objek wisata pada mempunyai tugas pokok melaksanakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota sebagian Urusan Pemerintah Daerah Kota Pekanbaru?

Kebudayaan

dan

Pekanbaru di Bidang Kebudayaan dan KONSEP TEORI

Pariwisata serta

menyelenggarakan Kinerja Pegawai

fungsi; perumusan kebijakan teknis di Kinerja adalah keluaran yang bidang kebudayaan dan pariwisata; dihasilkan

fungsi-fungsi atau menyelenggarakan ur usan pemerintahan indikator-indikator suatu pekerjaan atau

oleh

dan pelayanan umum; penyusunan dan profesi dalam waktu tertentu (Wirawan, rencana kerja, pemantauan dan evaluasi; 2009: 5). Keluaran yang dihasilkan oleh pembinaan dan pelaporan; penyelengga- suatu pekerjaan tersebut dapat meliputi raan urusan penatausahaan dinas; dan hal berikut ini. pelaksanaan tugas-tugas lain.

Pertama , Keterampilan kerja; adalah Efektifitas kerja atau pelaksanaan penguasaan keahlian dan kemampuan kerja pegawai merupakan tanggungjawab dasar yang dimiliki oleh pegawai terhadap

seorang pegawai dalam upaya mencapai penguasaan prosedur (metode, teknik, tata keberhasilan melaksanakan kegiatan kerja seorang pegawai dalam upaya mencapai penguasaan prosedur (metode, teknik, tata keberhasilan melaksanakan kegiatan kerja

masing sebagaimana yang terdapat dalam Kedua , Kualitas kerja. Kualitas kerja struktur organisasi. adalah hasil dari pelaksanaan tugas yang

Kedua , Target kerja. Adalah adanya berkaitan dengan mutu penyelesaian sasaran rencana pekerjaan yang akan pekerjaan pegawai yang menunjukan dicapai. ketelitian, kerapian, kebersihan, dan tanpa

Ketiga , Hubungan Kerja. Hubungan adanya kesalahan tertentu.

kerja adalah terjadinya hubungan yang Ketiga , Tanggung jawab. Tanggung harmonis antara atasan dan bawahan jawab adalah kesediaan untuk melibatkan maupun antara anggota dengan anggota diri sepenuhnya dan menanggung kon- yang lain. sekuensi akibat suatu kesalahan, kelalaian

Keempat , Fasilitas kerja. Fasilitas ataupun kecerobohan pribadi dalam kerja

tersedianya sarana menjalankan tugas.

adalah

penunjang bagi setiap pegawai untuk Keempat , Prakarsa. Prakarsa adalah melakukan pekerjaan. kemampuan pegawai dalam mengembang-

Kelima , Tingkat kemampuan kerja. kan ide atau gagasan dan tindakan yang Tingkat kemampuan dalam bekerja adalah menunjang penyelesaian tugas.

sanggup menyelesaikan pekerjaan yang Kelima , Disiplin kerja. Disiplin kerja akan dan telah dikerjakan. Kemampuan adalah kesediaan pegawai mematuhi menganalisis data adalah penganalisisan peraturan organisasi, berkaitan dengan setiap pekerjaan yang akan dan telah ketepatan waktu masuk atau pulang kerja, dikerjakan. jumlah kehadiran, serta keluar bukan

Keenam , Kemampuan menganalisis urusan dinas.

data. Kemampuan dalam menganalisis Keenam , Kerjasama. Kerjasama data adalah penganalisaan setiap pe- adalah kemampuan pegawai membina kerjaan yang akan dan telah dikerjakan. hubungan dengan pegawai lain dalam

Ketujuh , Kemampuan mengevaluasi. menyelesaikan tugas.

Kemampuan mengevaluasi adalah melaku- Ketujuh ,

Kuantitas pekerjaan. kan evaluasi kembali terhadap pekerjaan Kuantitas pekerjaan

adalah

jumlah yang telah dilakukan.

pencapaian hasil pekerjaan rutin yang Berdasarkan konsep teori di atas diselesaikan pegawai disbudpar setiap maka variabel dari penelitian ini adalah harinya.

kinerja pegawai dan efekitifitas kerja/ pengelolaan. Pada peneltian ini variabel bebas (X) adalah kinerja pegawai dan

Efektifitas Kerja

variabel terikatnya (Y) adalah efektifitas Efektifitas

kemampuan pengelolalaan objek wisata pada Dinas individu

adalah

Pariwisata Kota memperoleh dan memanfaatkan sumber Pekanbaru. dayanya secara maksimal dalam rangka

atau

organisasi

untuk Kebudayaan

dan

Berdasarkan permasalahan di atas mencapai tujuan operasi dan operasional maka hipotesis penelitian ini adalah organisasi (Siagian, 2007: 77). Efektifitas terdapat pengaruh yang signifikan antara dalam bekerja dapat ditunjukkan oleh hal- kinerja pegawai terhadap efektifitas hal berikut ini.

pengelolaan objek wisata pada Dinas Pertama , Uraian jabatan. Uraian Kebudayaan

Pariwisata Kota jabatan yang jelas adalah adanya Pekanbaru. pembagian tugas dari setiap pegawai

dan dan

METODE

dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Penelitian ini dilakukan di Dinas

Tingkat signifikansi penelitian ini Kebudayaan

Kota adalah 0,05 (5%). Kritetia pengujiannya Pekanbaru. Populasi penelitian ini adalah adalah jika Sig. Probalitas > dari 0,05 maka pegawai di Dinas Kebudayaan dan H 0 diterima dan H a ditolak, jika Sig. Pariwisata Kota Pekanbaru yang terdiri Probalitasnya < 0,05 maka H 0 ditolak dan

dan

Pariwisata

dari Kepala Dinas; Sekretaris; Kasubag. H a diterima.

Kepegawaian, Umum dan Perlengkapan; Kasubag.

Keuangan;

Kasubag.

Penyusunan Program; Kepala Bidang HASIL Pembinaan Seni dan Budaya; Kasi. Deskripsi Data Kesenian; Kasi. Nilai Budaya; Kasi. Sejarah Kinerja Pegawai

dan Purbakala; Kepala Bidang Pengem- Penyelenggaraan tugas dan fungsi bangan Pemasaran; Kasi. Promosi; Kasi. sebuah

menggambarkan Bimbingan Masyarakat; Kasi. Informasi kinerja pegawainya dalam pencapaian dan

organisasi

Bidang tujuan organisasi yang telah ditetapkan Pembinaan dan Pengembangan Industri bersama. Untuk itu perlu diketahui kinerja Pariwisata; Kasi. Jasa Pariwisata; Kasi. pegawai pada Dinas Kebudayaan dan Rekreasi dan Hiburan; Kasi. Sarana dan Pariwisata Kota Pekanbaru dengan Prasarana Pariwisata; Unit Pelaksana menetapkan variabel bebas yaitu kinerja Teknis Dinas; yang jumlahnya adalah 18 pegawai dengan tujuh indikator yaitu: orang. Sampel penelitian ini mengguna- keterampilan

Dokumentasi;

Kepala

kualitas kerja, kan teknik sensus dimana sampelnya tanggungjawab,

kerja,

prakarsa, disiplin, adalah

jabatan kerjasama dan kuantitas kerja. Penulis struktural di Dinas Kebudayaan dan membuat pertanyaan yang diajukan untuk Pariwisata

pegawai

pemegang

yang variabel kinerja pegawai seluruhnya berjumlah 18 orang.

Kota

Pekanbaru

berjumlah 21 pertanyaan. Masing-masing Data

dioperasionalisasikan ke penelitian ini adalah data primer yang dalam tujuh indikator tersebut kemudian diperoleh dari angket. Peneliti membuat disebarkan kepada 18 pegawai di Dinas daftar pertanyaan yang telah disusun Kebudayaan

yang

digunakan

dalam pertanyaan

Pariwisata yang secara sistematis berkaitan dengan dijadikan responden dalam penelitian ini. variabel

dan

kemudian Berikut ini adalah jawaban dari responden disebarkan kepada responden yang untuk setiap indikator yang disajikan terdidri 18 orang pegawai yang memegang dalam tabel. jabatan struktural.

penelitian

dan

Pertama , Indikator Keterampilan Analisis data yang digunakan pada Kerja. Berdasarkan

kuisioner yang penelitian ini adalah analisis regresi linier diberikan kepada 18 orang pegawai yang sederhana. Sebelum dilakukan analisis dijadikan responden, maka diperoleh regresi linier sederhana maka butir -butir jawaban seperti pada tabel berikut ini.

Tabel 1 : Distribusi Tanggapan Responden terhadap Indikator Keterampilan Kerja

Jumlah No.

Jumlah Responden

Item yang dinilai Skor

3 2 1 Responden

1. Kemampuan bekerja

18 45 yang ditetapkan

Total Skor 181 Kategori

Baik

Sumber: Pengolahan data, 2013. Dari tabel di atas dapat dijelaskan jawaban responden ini termasuk kedalam

variabel kinerja pegawai pada indikator kategori baik. Artinya kinerja pegawai keterampilan kerja dengan beberapa item pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata penilaian yaitu kemampuan beker ja, Kota Pekanbaru dilihat dari indikator penguasaan prosedur yang ditetapkan, keterampilan kerja masuk kedalam dan pengalaman bekerja, didapat hasil kategori baik. skor jawaban 18 orang pegawai yang

Kedua , Indikator Kualitas Kerja. dijadikan

181. Berdasarkan kuisioner yang diberikan Berdasarkan skor yang diperoleh dari kepada responden, maka diperoleh kuisioner yang telah disebar, maka jawaban seperti pada tabel berikut ini.

responden

yaitu

Tabel 2 : Distribusi Tanggapan Responden terhadap Indikator Kualitas Kerja

Jumlah No.

Jumlah Responden

Item yang dinilai Skor

3 2 1 Responden

1. Hasil kerja sesuai

- kemampuan

15 3 18 48 2. Hasil kerja sesuai

11 6 1 18 46 ketentuan

- yang ditetapkan

94 Kategori

Total Skor

Baik

Sumber: Pengolahan data, 2013. Dari tabel di atas dapat dijelaskan jawaban responden ini termasuk kedalam

variabel kinerja pegawai pada indikator kategori baik. Artinya kinerja pegawai kualitas kerja dengan beberapa item pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata penilaian yaitu hasil kerja sesuai Kota Pekanbaru dilihat dari indikator kemampuan, dan hasil kerja dengan kualitas kerja masuk kedalam kategori

ketentuan yang ditetapkan, didapat hasil baik .

skor jawaban 18 orang pegawai yang

Ketiga , Indikator Tanggung Jawab .

94. Berdasarkan kuisioner yang diberikan Berdasarkan skor yang diperoleh dari kepada responden, maka diperoleh kuisioner yang telah disebar, maka jawaban seperti pada tabel berikut ini.

dijadikan responden

yaitu

Tabel 3 : Distribusi Tanggapan Responden terhadap Indikator Tanggung Jawab

Jumlah No.

Jumlah Responden

Item yang dinilai Skor

3 2 1 Responden

1. Mengutamakan 6 10 2 18 40 kepentingan

13 5 18 31 dalam bekerja

tugas

Total Skor

Kategori Cukup Baik

Sumber: Pengolahan data, 2013. Dari tabel di atas dapat dijelaskan kuisioner yang telah disebar, maka

variabel kinerja pegawai pada indikator jawaban responden ini termasuk kedalam tanggungjawab dengan item penilaian kategori cukup baik. Artinya kinerja mengutamakan kepentingan tugas dalam pegawai pada Dinas Kebudayaan dan bekerja dengan pertanyaan bersediakah Pariwisata Kota Pekanbaru dilihat dari mengerjakan tugas pekerjaan sementara indikator tanggungjawab masuk kedalam

pada waktu bersamaan ada keperluan lain kategori cukup baik .

yang mendesak dan pernahkah mengerja-

Keempat ,

Indikator

Prakarsa .

kan tugas dengan

hati. Berdasarkan kuisioner yang diberikan Didapatkan hasil skor jawaban 18 orang kepada 18 orang pegawai yang dijadikan pegawai yang dijadikan responden yaitu responden, maka diperoleh jawaban

separuh

71. Berdasarkan skor yang diperoleh dari seperti pada tabel berikut ini.

Tabel 4 : Distribusi Tanggapan Responden terhadap Indikator Prakarsa

Jumlah No.

Jumlah Responden

Item yang dinilai Skor

3 2 1 Responden

1. Hasil kerja sesuai

18 51 kemampuan

18 51 2. Hasil kerja sesuai

18 48 yang ditetapkan 3. Kesanggupan

14 3 1 18 49 memberikan saran

Total Skor 289 Kategori

Baik

Sumber: Pengolahan data, 2013. Dari tabel di atas dapat dijelaskan disebar, maka jawaban responden ini

variabel kinerja pegawai pada indikator termasuk kedalam kategori baik. Artinya prakarsa dengan beberapa item penilaian kinerja pegawai pada Dinas Kebudayaan yaitu pengembangan ide atau gagasan dan Pariwisata Kota Pekanbaru dilihat dalam bekerja, mengurangi kesalahan dari indikator prakarsa masuk kedalam dalam bekerja,

kesanggupan untuk kategori baik .

memberikan saran, didapat hasil skor

Berdasarkan jawaban 18 orang pegawai yang dijadikan kuisioner

Kelima ,

Disiplin .

diberikan kepada responden yaitu 289. Berdasarkan skor responden, maka diperoleh jawaban yang diperoleh dari kuisioner yang telah seperti pada tabel berikut ini.

yang

Tabel 5 : Distribusi Tanggapan Responden terhadap Indikator Disiplin

Jumlah No.

Jumlah Responden

Item yang dinilai Skor

3 2 1 Responden

1. Ketaatan

- peraturan organisasi

terhadap

18 48 2. Ketaatan

terhadap terhadap

18 48 waktu penyelesaian

Total Skor 175 Kategori

Baik

Sumber: Pengolahan data, 2013 Keenam , Indikator Kerjasama. kepada responden, maka diperoleh

Berdasarkan kuisioner yang diberikan jawaban seperti pada tabel berikut ini.

Tabel 6 : Distribusi Tanggapan Responden terhadap Indikator Kerjasam

Jumlah No.

Jumlah Responden

Item yang dinilai Skor

3 2 1 Responden

1. Mampu melibatkan

18 46 diri dalam hu-bungan

pegawai lain

86 Kategori

Total Skor

Baik

Sumber: Pengolahan data, 2013 Dari tabel di atas dapat dijelaskan kinerja pegawai pada Dinas Kebudayaan

variabel kinerja pegawai pada indikator dan Pariwisata Kota Pekanbaru dilihat kerjasama dengan item penilaian mampu dari indikator kerjasama masuk ke dalam

melibatkan diri dalam hubungan kerja kategori baik .

dengan pegawai lain, didapat hasil skor

Indikator. Kuantitas jawaban 18 orang pegawai yang dijadikan Pekerjaan. Berdasarkan kuisioner yang responden yaitu 86. Berdasarkan skor diberikan kepada responden, maka yang diperoleh dari kuisioner yang telah diperoleh jawaban seperti pada tabel disebar, maka jawaban responden ini berikut ini. termasuk kedalam kategori baik. Artinya

Ketujuh ,

Tabel 7 : Distribusi Tanggapan Responden terhadap Indikator Kuantitas Pekerjaan

Jumlah No.

Jumlah Responden

Item yang dinilai Skor

3 2 1 Responden

1. Jumlah pencapaian

18 43 hasil standar kerja

Total Skor

43 Kategori

Baik

Sumber: Pengolahan data, 2013 Dari tabel di atas dapat dijelaskan penilaian yaitu jumlah pencapaian hasil

variabel kinerja pegawai pada indikator standar kerja, didapat hasil skor jawaban kuantitas pekerjaan dengan satu item

18 orang pegawai yang dijadikan 18 orang pegawai yang dijadikan

kategori baik . Tabel 8 : Rekapitulasi Distribusi Tanggapan Responden terhadap Variabel

Kinerja Pegawai (X) pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru

Jumlah

No. Indikator

1. Keterampilan kerja

Baik 2. Kualitas kerja

18 94 Baik 3. Tanggungjawab

18 71 Cukup Baik 4. Prakarsa

Baik 5. Disiplin kerja

Baik 6. Kerjasama

18 86 Baik 7. Kuantitas pekerjaan

18 43 Baik

Total Skor

Sumber: Pengolahan Data, 2013 Dari tabel di atas terlihat bahwa

hasil-hasil dari rekapitulasi distribusi tanggapan r espon- indikator tersebut di atas maka dapat den berdasarkan indikator -indikator yang dinyatakan bahwa Kinerja Pegawai pada telah ditetapkan sebelumnya, didapatkan Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan kesimpulan bahwa keseluruhan indikator Kota Pekanbaru sudah baik. Hal ini dengan beberapa item pertanyaan yang bertolak ukur dari Kinerja Pegawai yang ditanggapi responden memperoleh total baik telah diberikan oleh pegawai di Dinas skor 918 dan termasuk kedalam kategori Kebudayaan

Berdasarkan

Pariwisata Kota “Baik”. Dengan rincian butir pertanyaan Pekanbaru. dari

diperoleh skor 181 dengan kategori “baik”,

indikator kualitas kerja diperoleh skor 94 Efektifitas Pengelolaan Objek Wisata

indikator pada Dinas Kebudayaan dan tanggungjawab diperoleh skor 71 dengan Pariwisata Kota Pekanbaru

dengan kategori

“baik”,

kategori “cukup baik”, indikator prakarsa

konteks pembangunan diperoleh skor 289 dengan kategori “baik”, nasional, seiring dengan pelaksanaan indikator disiplin kerja diperoleh skor 175 otonomi daerah, kabupten/ kota merupa- dengan

Dalam

indikator kan unit yang sangat strategis untuk kerjasama diperoleh skor 86 dengan keberhasilan pembangunan khususnya kategori “baik”, indikator kuantitas pembangunan pelayanan publik. Oleh pekerjaan diperoleh skor 43 dengan karena itu aparat di kabupaten/ kota harus kategori “baik”.

sumber daya pembangunan seperti sumber daya

memperkuat memperkuat

diharapkan pembangunan diketahui efektifitas kerja pegawai pada nasional akan jauh lebih berhasil tidak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota hanya dalam meningkatkan kesejahteraan Pekanbaru dalam mengelola objek wisata bangsa melainkan juga dalam hal yang ada di Kota Pekanbaru dengan pemerataan sehingga kesenjangan yang menetapkan

variabel bebas yaitu terjadi pada masyarakat dan kesenjangan efektifitas kerja pegawai dalam mengelola

yang terjadi antar daerah dapat di- objek wisata dengan tujuh indikator yaitu: minimalisir.

uraian jabatan, target kerja, hubungan Sehubungan dengan itu dalam hal

kerja, fasilitas kerja, tingkat kemampuan pengelolaan objek wisata di daerah bekerja, kemampuan menganalisis data, kabupaten/ kota yang merupakan tugas kemampuan mengevaluasi. Penulis mem- pokok dan fungsi dinas pariwisata di buat pertanyaan yang diajukan untuk

masing-masing daerah kabupaten/ kota perlu dibuat suatu perencanaan strategis. variabel efektifitas kerja pegawai dalam Perencanaan strategis yang mengacu pada mengelola objek wisata seluruhnya tugas pokok dan fungsi Dinas Kebudayaan berjumlah 14 pertanyaan. Masing-masing dan Pariwisata Kota Pekanbaru dicapai pertanyaan dioperasionalisasikan ke da- dengan membuat visi yakni Terwujudnya lam tujuh indikator tersebut kemudian Kota

Pusat disebarkan kepada 18 pegawai struktural Kebudayaan Melayu dan Kota Wisata yang di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata yang Bernuansa Melayu Berlandaskan Iman dan dijadikan responden dalam penelitian ini. Taqwa.

Pekanbaru

Menjadi

Pertama , Indikator Uraian Jabatan. Penyelenggaran tugas dan fungsi Berdasarkan kuisioner yang diberikan

sebuah organisasi menggambarkan kepada responden, maka diperoleh efektifitas kerja

pegawainya dalam jawaban seperti pada tabel berikut ini. pencapaian tujuan organisasi yang telah

Tabel 9 : Distribusi Tanggapan Responden terhadap Indikator Uraian Jabatan

Jumlah No.

Jumlah Responden

Item yang dinilai Skor

3 2 1 Responden

1. Rincian tugas setiap

18 48 pegawai

Total Skor

48 Kategori

Efektif

Sumber: Pengolahan Data, 2013 Dari tabel di atas dapat dijelaskan termasuk kedalam kategori efektif. Artinya

variabel efektifitas kerja pegawai pada kerja pegawai pada Dinas Kebudayaan dan indikator uraian jabatan dengan item Pariwisata Kota Pekanbaru dilihat dari penilaian rincian tugas setiap pegawai, indikator uraian jabatan masuk kedalam

didapat hasil skor jawaban 18 orang kategori efektif .

pegawai yang dijadikan responden yaitu Kedua , Indikator Target Kerja. dengan skore 48. Ber dasarkan skor yang Berdasarkan kuisioner yang diberikan diperoleh dari kuisioner yang telah kepada responden, maka diperoleh disebar, maka jawaban responden ini jawaban seperti pada tabel berikut ini.

Tabel 10 : Distribusi Tanggapan Responden terhadap Indikator Target Kerja

Jumlah No.

Jumlah Responden

Item yang dinilai Skor

Total Skor

88 Kategori

Efektif

Sumber: Pengolahan Data, 2013 Dari tabel di atas dapat dijelaskan jawaban responden ini termasuk kedalam

variabel efektifitas kerja pegawai pada kategori efektif. Artinya kerja pegawai indikator target kerja dengan beberapa pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata item penilaian yaitu item adanya rencana Kota Pekanbaru dilihat dari indikator kerja dan item hasil yang ingin dicapai, target kerja masuk kedalam kategori

didapat hasil skor jawaban 18 orang efektif .

pegawai yang dijadikan responden yaitu

Ketiga , Indikator Hubungan Kerja .

dengan skor 88. Berdasarkan kuisioner yang diberikan Berdasarkan skor yang diperoleh kepada responden, maka diperoleh dari kuisioner yang telah disebar, maka jawaban seperti pada tabel berikut ini.

Tabel 11 : Distribusi Tanggapan Responden terhadap Indikator Hubungan Kerja

Jumlah No.

Jumlah Responden

Item yang dinilai Skor

6 8 4 18 38 2. Kekompakan dalam

Total Skor 138 Kategori

Efektif

Sumber: Pengolahan Data, 2013 Dari tabel di atas dapat dijelaskan termasuk kedalam kategori efektif. Artinya

variabel efektifitas kerja pegawai pada kerja pegawai pada Dinas Kebudayaan dan indikator hubungan ker ja dengan dua item Pariwisata Kota Pekanbaru dilihat dari penilaian yaitu item kerjasama antar indikator hubungan kerja masuk kedalam

pegawai dan item kekompakan dalam kategori Efektif .

bekerja, didapat hasil skor jawaban 18 Keempat , Indikator Fasilitas Kerja orang pegawai yang dijadikan responden Berdasarkan kuisioner yang diberikan yaitu dengan skore 138. Berdasarkan skor kepada 18 orang pegawai yang dijadikan yang diperoleh dari kuisioner yang telah responden, maka diperoleh jawaban disebar, maka jawaban responden ini seperti pada tabel berikut ini.

Tabel 12 : Distribusi Tanggapan Responden terhadap Indikator Fasilitas Kerja No.

Item yang dinilai

Jumlah Responden

Jumlah Skor

3 2 1 Responden

1. Kondisi sarana dan 11 6 1 18 46 prasarana

Total Skor

46 Kategori

Efektif

Sumber: Pengolahan Data, 2013 Dari tabel di atas dapat dijelaskan kategori efektif. Artinya kerja pegawai

variabel efektifitas kerja pegawai pada pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata indikator fasilitas kerja dengan beberapa Kota Pekanbaru dilihat dari indikator item penilaian yaitu item kondisi sarana fasilitas kerja masuk kedalam kategori

dan prasarana serta item kelengkapan Efektif .

Indikator Tingkat jawaban 18 orang pegawai yang dijadikan Kemampuan Kerja . Berdasarkan kui- responden yaitu dengan skore 46. sioner yang diberikan kepada 18 orang Berdasarkan skor yang diperoleh dari pegawai yang dijadikan responden, maka kuisioner yang telah disebar, maka diperoleh jawaban seperti pada tabel jawaban responden ini termasuk kedalam berikut ini.

peralatan kerja, didapat hasil skor

Kelima ,

Tabel 13 : Distribusi Tanggapan Responden terhadap Indikator Tingkat Kemampuan Kerja

Jumlah No.

Jumlah Responden

Item yang dinilai Skor

3 2 1 Responden

1. Pemahaman uraian

18 47 Sesuai Prosedur

Total Skor 190 Kategori

Efektif

Sumber: Pengolahan Data, 2013 Dari tabel di atas dapat dijelaskan kategori efektif. Artinya kerja pegawai

variabel efektifitas kerja pegawai pada pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata indikator tingkat kemampuan bekerja Kota Pekanbaru dilihat dari indikator dengan beberapa item penilaian yaitu tingkatan kemampuan bekerja masuk

Pemahaman uraian tugas dan pelaksanaan kedalam kategori Efektif .

kerja sesuai prosedur, didapat hasil skor Keenam , Indikator Kemampuan jawaban 18 orang pegawai yang dijadikan Menganalisis Data . Berdasarkan kuisioner responden yaitu dengan skore 190. yang diberikan kepada responden, maka Berdasarkan skor yang diperoleh dari diperoleh jawaban seperti pada tabel kuisioner yang telah disebar, maka

berikut ini.

jawaban responden ini termasuk kedalam

Tabel 14 : Distribusi Tanggapan Responden terhadap Indikator Kemampuan Menganalisis Data

Jumlah No.

Jumlah Responden

Item yang dinilai Skor

3 2 1 Responden

1. Kelengkapan

18 43 dan informasi

Total Skor

88 Kategori

Efektif

Sumber: Pengolahan Data, 2013 Dari tabel di atas dapat dijelaskan kategori efektif. Artinya kerja pegawai

variabel efektifitas kerja pegawai pada pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata indikator kemampuan menganalisa data Kota Pekanbaru dilihat dari indikator dengan satu item penilaian yaitu item kemampuan menganalisa data masuk

kelengkapan data dan informasi, didapat kedalam kategori fektif .

hasil skor jawaban 18 orang pegawai yang Ketujuh , Indikator Kemampuan dijadikan responden yaitu dengan skore Mengevaluasi.

Berdasarkan kuisioner

88. Berdasarkan skor yang diperoleh dari yang diberikan kepada responden, maka kuisioner yang telah disebar, maka diperoleh jawaban seperti pada tabel jawaban responden ini termasuk kedalam berikut ini.

Tabel 15 : Distribusi Tanggapan Responden terhadap Indikator Kemampuan Mengevaluasi

Jumlah No.

Jumlah Responden

Item yang dinilai Skor

3 2 1 Responden

18 48 kerja

1. Adanya data realisasi

Total Skor

Kategori Efektif

Sumber: Pengolahan Data, 2013 Dari tabel di atas dapat dijelaskan Kota Pekanbaru dilihat dari indikator

variabel efektifitas kerja pegawai pada kemampuan mengevaluasi masuk indikator

kemampuan mengevaluasi kedalam kategori efektif. dengan item penilaian adanya data

Berdasarkan dari hasil jawaban realisasi kerja, didapat hasil skor jawaban responden pada masing-masing indikator

18 orang pegawai yang dijadikan efektifitas kerja pegawai yang terdiri dari responden yaitu dengan skore 48. tujuh indikator tersebut dapat dibuat Berdasarkan skor yang diperoleh dari rekapitulasi distribusi jawaban responden kuisioner yang telah disebar, maka

untuk melihat rata-rata skor secara jawaban responden ini termasuk ke dalam keseluruhan seperti yang dapat dilihat kategori efektif. Artinya kerja pegawai

pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dari tabel berikut ini.

Tabel 16 : Rekapitulasi Distribusi Tanggapan Responden terhadap Variabel Efektifitas Pengelolaan Objek Wisata (Y) pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru

Jumlah

No. Indikator

1. Uraian Jabatan 18 48 Efektif 2. Target Kerja

18 88 Efektif 3. Hubungan Kerja

Efektif

4. Fasilitas Kerja 18 46 Efektif 5. Tingkat

Efektif Kerja 6. Kemampuan

Kemampuan

18 88 Efektif Menganalisis Data 7. Kemampuan

18 48 Efektif Mengevaluasi

Total Skor

Sumber: Pengolahan Data, 2013 Dari tabel 2 di atas terlihat bahwa dikatakan valid. Berdasarkan uji validitas

rekapitulasi distribusi tanggapan respon- dengan menggunakan SPSS maka 21 butir den berdasarkan indikator -indikator yang pertanyaan dari angket yang dinyatakan telah ditetapkan sebelumnya, didapatkan valid sebanyak 15 butir pertanyaan. kesimpulan bahwa keseluruhan indikator Untuk uji validitas variabel Efektifitas dengan beberapa butir pertanyaan yang Pengelolaan menggunakan analisis faktor. ditanggapi responden memperoleh total Dari 14 butir pertanyaan dari angket yang skor 646 dan termasuk kedalam kategori dinyatakan valid sebanyak 11 butir “efektif”. Dengan rincian butir pertanyaan pertanyaan. dari indikator tingkat kemampuan bekerja diperoleh skor 190 dengan kategori “efektif”,

indikator

kemampuan Uji Reliabilitas

menganalisa data diperoleh skor 88

masing-masing variabel dengan kategori “efektif”, indikator dinyatakan

Setelah

maka langkah kemampuan mengevaluasi diperoleh skor selanjutnya adalah menguji reliabilitas.

valid

dilakukan dengan uraian jabatan diperoleh skor 48 dengan menggunakan cronbach’s alpha , dimana kategori “efektif”, indikator target kerja insrumen dinyatakan reliabel apabila nilai diperoleh skor

48 dengan kategori “efektif”, indikator Uji

reliabilitas

88 dengan kategori koefisien reliabilitas yang diperoleh lebih “efektif”,

indikator hubungan kerja besar dari 0,60. Berdasarkan uji diperoleh skor 138 dengan kategori reliabiliats, diperoleh koefesien reliabilitas “efektif”, indikator fasilitas kerja diperoleh masing-masing variabel lebih besar dari skor 46 dengan kategor i “efektif”.

0,60 maka variabel Kinerja Pegawai dan Efektifitas Pengelolaan dikatakan reliabel.

Analisis Data Uji Validitas

Analisis Regresi Linier Sederhana

Setelah item masing-masing variabel menggunakan analisis regresi linier dinyatakan valid dan reliabel maka sederhana

instrumen dilakukanlah analisis regresi linier penelitian

maka

untuk

angket sederhana. Dalam melakukan analisis dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Uji regresi, peneliti menggunakan program validitas untuk variabel Kinerja Pegawai SPSS IBM dengan metode enter. Hasil menggunakan kriteria jika koefisien pengolahan data tersebut dapat dilihat signifikan < 0,05 maka butir pertanyaan pada tabel-tabel berikut ini.

yang

ber bentuk

Tabel 3: Descriptive Statistic

Mean

Std. Deviation N

Kinerja Pegawai

18 Efektifitas Pengelolaan

Tabel 4: Coefficients

Unstandardized

Standardized

Model

Coefficients

Coefficients

t Sig.

B Std. Error

Beta

(Constant)

5,002 0,000 Kinerja Pegawai

Tabel 5: Model Summary

Std. Error

Change Statistic

Adjusted

Model R

of the

R Square

Square R Square

F Change

estimate

Change

Tabel 6: Anova

Model Mean Square

Sum of

Df F Sig.

Squares

Berdasarkan tabel 3 di atas, statistik maka akan diikuti dengan kenaikan deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata efektifitas pengelolaan sebesar 0,727. kinerja pegawai adalah sebesar 32,98

Berdasarkan tabel 5, dapat juga dengan standar deviasi sebesar 6,095 dari diketahui kuat lemahnya hubungan antara jumlah data sebanyak 18 responden. variabel X dengan variabel Y.

Nilai Sedangkan jika dilihat rata-rata efektifitas koefisien

sebesar 0,910 pengelolaan adalah 28,58 dengan standar menunjukkan bahwa hubungan yang deviasi 7,633 dari jumlah data 18 sangat kuat antara kinerja pegawai dengan responden.

korelasi

efektifitas pengelolaan. Adapun nilai Berdasarkan tabel 4 di atas, maka koefisien determinasi mengukur seberapa dapat dibuat persamaan regresi sederhana besar peran variabel X dalam menjelaskan sebagai berikut: Ŷ= 12,206 + 0,727. Dari variabel Y. Berdasarkan tabel 5 di atas persamaan regresi dapat dijelaskan bahwa diketahui

nilai koefisien nilai konstanta yang merupakan efektifitas determinasi sebesar sebesar 0,829 yang pengelolaan (Y) jika tidak ada kinerja menunjukkan bahwa besarnya pengaruh pegawai (X) sebesar 12,206. Koefisien kinerja pegawai dalam menjelaskan regresi 0,727 berarti apabila terjadi efektifitas pengelolaan adalah sebesar peningkatan kinerja pegawai sebesar 1% 82,90% sedangkan sisanya sebesar

bahwa

17,90% dipengaruhi oleh variabel lain 17,90% dipengaruhi oleh variabel lain

dan Pariwisata Kota Pekanbaru sudah Setelah dilakukan analisis regresi baik. Hal ini bertolak ukur dari efekttifitas linier sederhana

selanjutnya pengelolaan objek pariwisata yang telah dilakukan pengujian hipotesis atau uji diberikan oleh pegawai

maka

di Dinas signifikansi. Hipotesis penelitian ini Kebudayaan

Pariwisata Kota adalah terdapat pengaruh yang signifikan Pekanbaru. antara

dan

pegawai pada Dinas efektifitas pengelolaan objek wisata pada Kebudayaan

Pariwisata Kota Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Pekanbaru

dan

ditunjukkan oleh tujuh Pekanbaru.

Berdasarkan tabel 6, indikator yaitu: keterampilan kerja, diketahui bahwa nilai F hitung menunjukkan kualitas kerja, tanggung jawab, prakarsa, nilai sebesar

77,338 dengan sig. disiplin, kerjasama dan kuantitas kerja. Probabilitas 0,000 lebih kecil dari 0,05, Sedangkan efektifitas pengelolaan pada maka H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota demikian

ditunjukkan oleh tujuh signifikan antara kinerja pegawai terhadap indikator yaitu: uraian jabatan, target efektifitas pengelolaan objek wisata pada kerja, hubungan kerja, fasilitas kerja, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota tingkat kemampuan bekerja, kemampuan Pekanbaru.

terdapat

pengaruh

yang Pekanbaru

menganalisis data, kemampuan meng- evaluasi.

PEMBAHASAN Berdasarkan pengujian hipotesis Kinerja Pegawai penelitian di atas diketahui bahwa Keterampilan Kerja

terdapat pengaruh yang signifikan antara Organisasi publik saat ini di negara kinerja pegawai terhadap efektifitas sedang

berkembang termasuk di pengelolaan objek wisata pada Dinas Indonesia menjadi sorotan masyarakat Kebudayaan

melayani kepentingan Pekanbaru hal ini dapat diketahui dari masyarakat, karena pelayanan yang nilai sig. Probabilitasnya (0,000) lebih diberikan pada umumnya belum memuas- kecil dari 0,05.

dan

Pariwisata

Kota dalam

hal

kan publik, apalagi jika dibandingkan Hubungan antara kinerja pegawai dengan organisasi bisnis/ swasta. Sehingga dengan efektifitas pengelolaan objek tidak mengherankan kalau organisasi wisata pada Dinas Kebudayaan dan swasta sering dijadikan alternatif pilihan Pariwisata Kota Pekanbaru memiliki kebijakan untuk menyelesaikan berbagai hubungan yang kuat terlihat dari nilai persoalan dalam penyelenggaraan pe- koefisien

publik. Oleh karena itu Sedangkan pengaruh kinerja pegawai pemerintah daerah melalui dinas–dinas terhadap efektifitas pengelolaan objek yang ada dituntut meningkatkan peran wisata pada Dinas Kebudayaan dan dan

dalam memberikan Pariwisata Kota Pekanbaru adalah sebesar pelayanan kepada masyarakat melalui 82,90% sedangkan sisanya sebesar kinerja pegawai dinas-dinas dimaksud. 17,10% dipengaruhi oleh variabel lain.

fungsinya

Salah satu indikator kinerja pegawai adalah keterampilan kerja.

Secara umum dapat dikatakan akan meningkatkan produktifitas seorang bahwa keterampilan kerja mutlak diperlu- pegawai dalam menyelesaikan pekerjaan kan atau dimiliki seor ang pegawai dalam dalam rangka pencapaian visi, misi dan menunjang

karirnya

dalam

suatu tujuan organsiasi.

organisasi. Semakin terampil seorang pegawai semakin banyak hasil positif yang

didapat dari kreatifitas pegawai tersebut Tanggung Jawab Segala sesuatu yang diperbuat oleh

untuk menunjang pencapaian tujuan anak cucu Adam dalam menjalani organisasi yang terlihat dari visi dan misi kehidupan ini memiliki konsekuensi

organisasi tersebut. Hal ini akan mening- terhadap apa yang telah diperbuatnya. katkan profesional seor ang pegawai dalam Konsekuensi

tersebut merupakan menyelesaikan pekerjaan dan memberi- tanggungjawab terhadap hal-hal apa saja

kan pelayanan maksimal kepada publik yang telah dilakukan. Dalam dunia kerja atau masyarakat sebagai wujud pen- tanggung jawab lebih dikedepankan capaian visi, misi dan tujuan organisasi.

sebagai suatu kesanggupan seorang

Kualitas Kerja

pegawai dalam melaksanakan tugas dan Kita menyadari suatu produk apakah kewajiban

telah diserahkan itu berbentuk barang atau jasa akan kepadanya, dengan baik dan tepat waktu

yang

memiliki value atau nilai dilihat dari serta berani memikul risiko atas kualitasnya. Begitu juga kerja seorang keputusan atau kegiatan yang dilakukan- pegawai dalam suatu lembaga atau nya. Dalam penelitian ini tanggungjawab organisasi bisa dilihat dari kualitas kerja merupakan indikator variabel terikat yaitu yang diberikannya kepada organisasi kinerja pegawai yang dinilai dengan item tempat dia bekerja. Kualitas kerja merupa- penilaian

mengutamakan kan evaluasi ketepatan, kelengkapan atau kepentingan tugas dalam bekerja dengan

yaitu

kerapian pekerjaan yang diselesaikan. pertanyaan bersediakah mengerjakan Kualitas kerja juga merupakan mutu atau tugas pekerjaan sementara pada waktu nilai penyelesaian sebuah pekerjaan yang bersamaan ada keperluan lain yang dilakukan oleh seorang pegawai. Dari mendesak dan pernahkah mengerjakan kualitas kerja seorang pegawai dapat tugas dengan separuh hati. dilihat bagaimana mutu atau nilai hasil

Secara umum dapat dikatakan pekerjaan yang diberikan seorang pegawai bahwa tanggung jawab merupakan bentuk

terhadap pencapaian tujuan organisasi loyalitas dan pengabdian seorang pegawai yang mewadahinya dalam bekerja.

kepada organisasi sekaligus bentuk Secara umum dapat dikatakan eksistensi diri seorang pegawai dalam

kualitas kerja menjadi tolak ukur penilaian menunjang karirnya pada suatu terhadap

dalam organisasi. Semakin tinggi loyalitas dan menunjang

seorang

pegawai

suatu pengabdian seorang pegawai maka makin organisasi. Semakin berkualitas seorang tinggi pula rasa memilikinya terhadap pegawai maka semakin baik output atau organisasi tempat dia bekerja sehingga hasil kerja yang diberikan seorang secara tak langsung seorang pegawai akan pegawai dan semakin banyak hasil positif memberikan segala daya dan upayanya yang didapat dari kualitas pegawai dalam

karirnya

pada

pencapaian tujuan tersebut untuk menunjang pencapaian organisasi tempatnya bekerja. tujuan organisasi yang terlihat dari visi

rangka

dan misi organisasi tersebut. Hal ini juga

Prakarsa

telah dipercayakan kepada dirinya. Setiap manusia pasti memiliki Dikaitkan dengan seorang pegawai sikap prakarsa dalam kehidupannya sebagai disiplin ini adalah besarnya tanggungj suatu anugrah untuk menjalani kehidupan. awab terhadap tugas-tugas yang diberikan Prakarsa dalam dunia kerja merupakan kepadanya. Sehubungan dengan itu kemampuan seorang pegawai untuk seorang pemimpin selalu menghendaki mengambil langkah-langkah atau melak- bawahannya harus bersikap disiplin, sanakan suatu tindakan yang diperlukan karena dengan disiplin tujuan yang akan dalam melaksanakan tugas pokok tanpa dicapai dapat lebih efektif dan efisien. menunggu perintah dan bimbingan dari

Disiplin juga diartikan sebagai seorang atasan.

Dalam penelitian ini

kesediaan atau kesetiaan seorang pegawai prakarsa merupakan salah satu indikator

untuk bertingkah laku yang baik dalam dari variabel kinerja pegawai. Indikator

sebuah organisasi. Pada hakekatnya prakarsa ini dinilai dari beberapa item

disiplin juga sebagai pembatas kebebasan penilaian yaitu pengembangan ide atau

seorang pegawai. Oleh karena itu dalam gagasan dalam bekerja, mengurangi

usaha menegakkan disiplin kerja pegawai kesalahan dalam bekerja, kesanggupan

tidak dapat dilaksanakan secara asal- dalam memberikan sar an.

asalan. Dengan kata lain disiplin bukan Secara umum dapat dikatakan hanya sekedar untuk disiplin saja, tetapi bahwa prakarsa merupakan bentuk juga harus dapat menunjang tujuan yang kemampuan seorang pegawai dalam ingin dicapai oleh sebuah organisasi. menyelesaikan

permasalahan

yang

Dalam penelitian ini disiplin juga ditemui ketika melaksanakan pekerjaan. merupakan salah satu indikator dari Sehingga bisa memberikan solusi terhadap variabel kinerja pegawai. Indikator permasalahan tersebut sesuai dengan disiplin ini dinilai dari beberapa item kewenangan yang diberikan kepadanya penilaian seperti ketaatan terhadap tanpa harus menunggu perintah atau peraturan organisasi, ketaatan terhadap instruksi dari atasan. Semakin bagus prosedur pelaksanaan kerja, ketaatan prakarsa seorang pegawai maka semakin terhadap waktu penyelesaian pekerjaan. mudah seorang atasan dalam membina Secara umum dapat dikatakan pegawainya dalam pencapaian tujuan bahwa disiplin merupakan bentuk sikap organisasi,

kepatuhan atau ketaatan seorang pegawai memberikan sedikit instruksi dan sedikit

dalam mematuhi semua ketentuan dan kewenangan maka permasalahan yang

peraturan yang berlaku dalam sebuah kebetulan

organisasi. Tapi disiplin ini bisa terlaksana melaksanakan pekerjaan dapat terpecah- dengan baik jika ada yang menjadi suri kan. teladan dalam hal berdisiplin ini. Tentunya

yang menjadi suri tauladan itu adalah pimpinan itu sendiri. Bagaimana seorang

Disiplin

pegawai akan disiplin jika ternyata atasan Banyak dijumpai keberhasilan atau

sendiri tidak kesuksesan seseorang dalam berkarya

atau

pimpinannya

mencerminkan sikap disiplin yang tinggi. atau bekerja diawali dengan sikap disiplin Semakin tinggi disiplin seorang atasan

dalam segala kegiatan atau aktifitasnya. atau pimpinan maka akan semakin tinggi Sikap disiplin menggambarkan atau pula disiplin seorang pegawai karena ada mencerminkan besarnya rasa tanggungj suri tauladan yang bisa dicontohnya. awab seseorang terhadap sesuatu yang dalam segala kegiatan atau aktifitasnya. atau pimpinan maka akan semakin tinggi Sikap disiplin menggambarkan atau pula disiplin seorang pegawai karena ada mencerminkan besarnya rasa tanggungj suri tauladan yang bisa dicontohnya. awab seseorang terhadap sesuatu yang

Kerjasama

kerja yaitu jumlah pencapaian hasil Kerja sama merupakan inti dari pekerjaan yang diselesaikan pegawai sebuah kegiatan administrasi yang ada setiap harinya dalam sebuah organisasi. dalam sebuah organisasi. Karena dengan Indikator kuantitas pekerjaan ini dinilai bekerja sama maka tujuan yang ditetapkan dari satu item penilaian yaitu item jumlah bersama dapat dicapai secara efektif dan pencapaian hasil standar kerja. efisien. Kegiatan kerjasama manusia dapat

Secara umum dapat dikatakan terjadi dalam berbagai organisasi.

bahwa kuantitas pekerjaan merupakan Aktifitas dan tujuan or ganisasi tidak jumlah pencapaian hasil kerja yang

akan berjalan lancar tanpa adanya merupakan pekerjaan rutin yang kerjasama baik diantara sesama pegawai diselesaikan dalam w aktu tertentu setiap

maupun antara bawahan dengan atasan. harinya. Semakin bagus atau banyak Pimpinan atau atasan harus berperan jumlah pencapaian hasil kerja yang sebagai contoh bagi semua pegawai untuk diselesaikan setiap harinya semakin bagus saling harga menghargai dan hormat nilai atau kuantitas pekerjaan seorang menghormati sesama pegawai sehingga pegawai. Dan ini akan membuat pekerjaan terjalin kerjasama yang baik. Kerjasama dan tugas dalam sebuah organisasi akan juga merupakan salah satu indikator dari menjadi efektif dan efisien. Sebab dengan variabel kinerja pegawai dalam penelitian demikian tidak akan terjadi penumpukan ini. Indikator kerjasama ini dinilai dari kerja, dikarenakan setiap pekerjaan kemampuan melibatkan diri dalam diselesaikan dengan tepat dan benar hubungan kerja dengan pegawai lain.

setiap harinya. Artinya tidak terjadi Kerjasama juga merupakan salah satu penundaan kerja yang membuat mutu

indikator dari variabel kinerja pegawai pelayanan yang didapatkan oleh publik dalam penelitian ini. Indikator kerjasama atau masyarakat akan menjadi semakin ini dinilai dari item mampu melibatkan baik. diri dalam hubungan kerja dengan pegawai lain.

Secara umum dapat dikatakan Efektifitas Pengelolaan bahwa kerjasama merupakan bentuk Uraian Jabatan

kegiatan administrasi

pada

sebuah

yaitu adanya pembagian tugas/ pekerjaan dari setiap

Uraian

jabatan

organisasi dalam rangka pencapaian pegawai pada suatu organisasi. Uraian

tujuan yang telah ditetapkan bersama. jabatan dimaksud agar setiap pegawai Dihubungkan dengan pegawai, kerjasama dapat mengetahui tugas pokok dari merupakan kemampuan seorang pegawai

jabatan yang dipegangnya dan kepada untuk bekerja bersama orang lain dalam siapa dirinya harus bertanggungjawab menyelesaikan suatu tugas dan pekerjaan

atas pekerjaan yang dilakukannya. Hal ini yang telah ditetapkan bersama.

akan mempermudah pegawai tersebut dalam melaksanakan tugasnya.

Kuantitas Pekerjaan Bicara tentang hasil atau output Target Kerja

suatu kegiatan pasti ada nilai disana. Target Kerja yaitu adanya sasaran Biasanya diukur dengan sebutan kualitas rencana kerja yang akan dicapai oleh

dan kuantitas. Dihubungkan dengan suatu organisasi dan anggota yang ada dan kuantitas. Dihubungkan dengan suatu organisasi dan anggota yang ada

menyelesaikan pekerjaannya penelitian ini target kerja merupakan seperti yang diharapkan maka hal ini akan salah satu indikator dari variabel selain memuaskan pekerja itu sendiri efektifitas kerja pegawai. Indikator target begitu juga terhadap organisasi tempat kerja ini dinilai dari dua item penilaian pegawai tersebut bekerja, karena dengan yaitu item adanya rencana kerja dan hasil begitu apa yang menjadi tujuan organisasi yang ingin dicapai.

tersebut.

Dalam mampu

dapat dicapai. Dalam penelitian ini tingkat kemampuan bekerja merupakan salah satu indikator dari variabel efektifitas

Hubungan Kerja


Dokumen yang terkait

PERANAN KOMPENSASI SEBAGAI VARIABEL MODERASI DALAM PENGARUH MOTIVASI KERJA, KEPUASAN KERJA DAN GAYA KEPEMIMPINAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI (Studi Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Kerinci)

1 1 11

PERAN CITRA INSTANSI SEBAGAI PEMODERASI PADA PENGARUH KUALITAS PELAYANAN DAN NILAI PELANGGAN TERHADAP KEPUASAN PUBLIK DALAM PENGURUSAN PERIZINAN (Studi pada Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Kerinci)

0 0 14

Pengaruh Tinggi Chamber Terhadap Distribusi temperatur Udara dan Residence Time Pulse Drying Chamber

0 0 5

DAMPAK KEBIJAKAN FISKAL TERHADAP KINERJA SEKTOR PERTANIAN DI PROVINSI RIAU The Impact of Fiscal Policy on Performance of Agriculture in Riau Province Dinda Julia, Alla Asmara dan Heriyanto

0 0 16

ANALISIS EKONOMI USAHATANI PADI SAWAH DI KECAMATAN RAMBAH SAMO KABUPATEN ROKAN HULU Economic Analysis of Lowland Rice Farming in Rambah Samo District Rokan Hulu Regency Darus, Saipul Bahri dan Ujang Paman

0 0 6

Pelaksanaan Tugas Humas Oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru Melalui Event Job Expo 2012 Dalam Mengurangi Pengangguran Di Pekanbaru Bunga Febrina Dyah Pithaloka Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau ABSTRAK - Pelaksanaan Tugas Humas Oleh

0 0 14

Peranan Humas Dalam Mensosialisasikan Surat Edaran Gubernur Nomor 800UM01.20 Tahun 2014 Tentang Seragam PNS Pada Badan Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi Provinsi Riau Syarifah Aini Eka Putri Dyah Pithaloka, M.Si Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas

0 0 13

Strategi Komunikasi Sales PT. Asuransi Jiwa Generali Indonesia Dalam Mempromosikan Produk Penjualan Asuransi Perusahaan DiKota Pekanbaru Novria Sari Dyah Pithaloka Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Islam Riau ABSTRAK - Strategi Komunikasi Sales PT

0 0 13

Sistem Pengarsipan Jurusan Berbasis Web pada Politeknik Negeri Sriwijaya (Tinjauan pada SAP Jurusan)

0 0 14

Pelaksanaan Koordinasi Perencanaan Pembangunan antara Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa

0 0 17

Dokumen baru

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

76 1887 16

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 496 43

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

28 438 23

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

9 263 24

PENGARUH PENERAPAN MODEL DISKUSI TERHADAP KEMAMPUAN TES LISAN SISWA PADA MATA PELAJARAN ALQUR’AN HADIS DI MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI TUNGGANGRI KALIDAWIR TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

19 381 23

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

31 579 14

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

25 508 50

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

10 322 17

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

15 499 30

KREATIVITAS GURU DALAM MENGGUNAKAN SUMBER BELAJAR UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 2 NGANTRU TULUNGAGUNG Institutional Repository of IAIN Tulungagung

26 590 23