Analisis Perencanaan Produksi Agregat Guna Meminimalkan Biaya Produksi di Bagian Produksi Kaleng pada Pabrik "X" Cimahi.

(1)

vi Universitas Kristen Maranatha

ABSTRACT

Currently, bussines industry has increase. The bussinesman must have high response of competitiveness towards change. In manufacturing industries, the fulfilling consumer demand and production activities being related on company activities.

“X” Factory as the object research is a factory that produce plastic and tin. The

case in these company are inability in fulfilling fluctuation demand, and master scheduling production activities of tin, that causing high production cost. Aggregat Plan become alternative solution. In fulfilling fluctuation demand, a pattern can be generated by utilizing proper demand calculation, amongst other, Simple Moving Average, Weighted Moving Average, Exponential Smoothing, Trend Projection. The lowest forecasting calculation become data of Aggregate Planning. These 3 methods of Aggregate Planning are Level Strategy, Chase Strategy, and Mixed Strategy. Based on research and calculation, the Total Cost of these 3 methods are Level Strategy Rp.185,724,000,-, Chase Strategy Rp.182,682,000,-, Mixed Strategy Rp. 368,034,000,- and Total Cost of Company Rp. 454,659,000,-. It means the lowest Total Cost Production by Chase Strategy. Gap between Chase Strategy and Total


(2)

vii Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK

Saat ini, perkembangan dunia bisnis semakin maju. Hal ini mewajibkan para pelaku bisnis tanggap akan perubahan dan persaingan. Dalam industry manufaktur pemenuhan permintaan konsumen (pasar) dan kegiatan produksi perusahaan menjadi hal yang berkaitan dengan kelangsungan perusahaan.

Pabrik X sebagai objek penelitian adalah pabrik yang bergerak dalam industry manufaktur yang memproduksi plastik dan kaleng. Permasalahan yang muncul dalam pabrik X ini adalah ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan yang berfluktuatif dan juga penjadwalan induk kegiatan produksi kaleng sehingga menyebabkan cost produksi yang tinggi. Perencanaan Agregat menjadi alternatif solusi permasalahan ini. Dalam memenuhi permintaan yang berfluktuatif, dilakukan peramalan permintaan dengan metode Simple Moving Average, Weighted Moving Average, Exponential Smoothing, dan Trend Projection. Nilai peramalan dengan tingkat kesalahan terkecil digunakan untuk selanjutnya dilakukan perencanaan Agregat. Perencanaan Agregat yang digunakan adalah menggunakan metode Level Strategy, Chase Strategy, dan Mixed Strategy.

Berdasarkan hasil penelitian dan perhitungan Total Cost dari perencanaan perusahaan dan 3 strategi tersebut adalah, kebijakan perusahaan Rp. 454,659,000,-, Level Strategy Rp. 185,724,000,-, Chase Strategy Rp. 182,682,000,-, dan Mixed Strategy Rp. 368,034,000,-. Hal itu berarti Chase Strategy merupakan perencanaan Agregat dengan total cost terendah, lebih kecil dibandingkan Total Cost perusahaan sebesar Rp. 271,977,000,-.


(3)

viii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

LEMBAR PENGESAHAN ... ii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN KARYA TULIS SKRIPSI ... iii

KATA PENGANTAR ... iv

ABSTRACT ... vi

ABSTRAK ... vii

DAFTAR ISI ... viii

DAFTAR GAMBAR ... xi

DAFTAR TABEL ... xii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi dan Pembatasan Masalah ... 3

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.4 Kegunaan Penelitian ... 4

1.5 Sistematika Pembahasan ... 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA DAN KERANGKA PEMIKIRAN ... 7

2.1 Manajemen Operasi ... 7

2.2 Keputusan Strategis Manajemen Operasi ... 8


(4)

ix Universitas Kristen Maranatha

2.4 Forecasting ... 11

2.5 Jenis-jenis Peramalan ... 12

2.6 Tujuh Langkah Sistem Peramalan ... 12

2.7 Pendekatan Peramalan ... 14

2.7.1 Forecasting Time Horizons ... 14

2.7.2 Metode Kualitatif ... 15

2.7.3 Metode Kuantitatif ... 16

2.7.4 Menghitung Kesalahan Peramalan ... 19

2.8 Perencanaan Agregat ... 20

2.8.1 Strategi Perencanaan Agregat ... 21

2.8.2 Strategi Campuran Untuk Membuat Perencanaan Agregat ... 24

2.8.3 Biaya Dalam Perencanaan Agregat ... 25

2.9 Kerangka Pemikiran ... 26

BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN ... 29

3.1 Objek Penelitian ... 29

3.2 Struktur Organisasi ... 30

3.3 Proses Produksi ... 32

3.4 Metode Penelitian ... 34

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... 34

BAB IV ANALISIS PEMBAHASAN... 36

4.1 Pengumpulan Data ... 36


(5)

x Universitas Kristen Maranatha

4.2.1 Peramalan Menggunakan Simple Moving Average ... 39

4.2.2 Peramalan Menggunakan Weighted Moving Average ... 41

4.2.3 Peramalan Menggunakan Exponential Smoothing 0,1 ... 43

4.2.4 Peramalan Menggunakan Exponential Smoothing 0,5 ... 45

4.2.5 Peramalan Menggunakan Trend Projection ... 46

4.3 Kesalahan Peramalan ... 50

4.4 Perencanaan Agregat ... 52

4.5 Perencanaan Agregat Pabrik X... 54

4.6 Perencanaan Agregat Menggunakan Level Strategy ... 55

4.6.1 Perhitungan Perencanaan Agregat Level Strategy ... 56

4.7 Perencanaan Agregat Menggunakan Chase Strategy ... 57

4.7.1 Perhitungan Perencanaan Agregat Menggunakan Chase Strategy ... 58

4.8 Perencanaan Agregat Menggunakan Mixed Strategy ... 59

4.8.1 Perhitungan Perencanaan Agregat Menggunakan Mixed Strategy ... 60

4.9 Perbandingan Total Cost ... 60

BAB V SIMPULAN ... 62

5.1 Simpulan ... 62

5.2 Saran ... 62

DAFTAR PUSTAKA ... 64


(6)

xi Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran ... 28

Gambar 3.1 Struktur Organisasi Pabrik X ... 30

Gambar 3.2 Flow Process Chart Kaleng ... 33

Gambar 4.1 Permintaan Produk Kaleng Periode Mei 2012-April 2014 ... 37


(7)

xii Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Jumlah Permintaan Produk Kaleng Periode Mei 2012-Desember 2013... 3

Tabel 4.1 Permintaan Produk Kaleng Mei 2012 – Desember 2013 ... 36

Tabel 4.2 Permalan Permintaan Mengguankan Simple Moving Average 3 Bulan .... 39

Tabel 4.3 Permalan Permintaan Mengguankan Weighted Moving Average 3 Bulan 41 Tabel 4.4 Permalan Permintaan Mengguankan Exponential Smothing α = 0,1 ... 43

Tabel 4.5 Permalan Permintaan Mengguankan Exponential Smothing α = 0,5 ... 45

Tabel 4.6 Permalan Permintaan Mengguankan Trend Projection ... 47

Tabel 4.7 Perhitungan Kesalahan Peramalan ... 52

Tabel 4.8 Perencanaan Agregat Pabrik X ... 54

Tabel 4.9 Perencanaan Agregat Level Strategy... 55

Tabel 4.10 Perencanaan Agregat dengan Chase Strategy ... 57

Tabel 4.11 Perencanaan Agregat Mixed Strategy ... 59


(8)

1 Universitas Kristen Maranatha

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dewasa ini kegiatan berwirausaha semakin menjadi pilihan banyak orang untuk memenuhi kebutuhan hidup, baik yang berukuran besar seperti halnya perusahaan, maupun yang berukuran kecil. Hal tersebut menjadikan persaingan dalam dunia wirausaha semakin ketat. Terdapat dua faktor yang mempengaruhi kelangsungan suatu kegiatan usaha, yaitu internal dan eksternal. Faktor internal meliputi tenaga kerja, kualitas produk, proses produksi, sumber daya, baik manusia maupun bahan baku, yang semuanya berujung pada manajemen perusahaan itu sendiri. Sedangkan faktor eksternal kondisi pasar, persaingan, kebijakan pemerintah, dll.

Manajemen pada kegiatan operasional suatu perusahaan berdampak besar terhadap keseimbangan antara produksi dengan permintaan suatu produk tertentu. Keseimbangan antara produksi dengan permintaan perlu tercapai untuk menjaga kepuasaan konsumen dan juga menekan biaya produksi maupun biaya simpan. Permintaan yang berfluktuatif terhadap suatu produk menjadi salah satu faktor yang membuat keseimbangan antara produksi dengan permintaan sulit tercapai. Hal tersebut menjadi kesulitan sendiri bagi manajer operasional dalam menentukan kuantitas yang akan diproduksi.

Dalam kegiatan operasional, perencanaan produksi diperlukan untuk mengatasi permintaan yang berfluktuatif, tanpa adanya perencanaan produksi sulit rasanya suatu perusahaan menekan biaya produksi karena akan banyak biaya yang


(9)

BAB I PENDAHULUAN 2

Universitas Kristen Maranatha

seharusnya bisa diminimalisasi dengan kegiatan produksi yang terjadwal. Salah satu teknik yang digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan menggunakan perencanaan agregat. Metode ini diperlukan departemen perencanaan dan pengendalian produksi untuk membuat jadwal induk.

Pada pabrik X sebagai perusahaan manufaktur penghasil galon, toples, kaleng, dll sering terjadi permasalahan serupa. Pabrik yang sudah berdiri sejak tahun 1996 ini merupakan pabrik cabang dari pabrik pusat yang beralamat di Jalan Ciroyom no.4. Pabrik X ini beralamat di Jalan Cimindi Raya No. 17.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan ditemukan permasalahan perencanaan produksi agregat. Hal itu dapat terlihat dari permintaan produk yang tidak dapat terpenuhi oleh pabrik X. Selama ini pabrik X membiarkan mereka kehilangan pesanan dan kehabisan persediaan, hal tersebut akan memunculkan biaya stockout.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada pabrik X, permasalahan yang ditemukan berupa tidak tercapainya permintaan konsumen dan biaya produksi yang besar. Maka dari itu penulis bermaksud untuk membuat penelitian dengan judul “Analisis Perencanaan Produksi Agregat Guna Meminimalkan Biaya Produksi Di Bagian Produksi Kaleng Pada Pabrik X Cimahi”.

1.2 Identifikasi dan Pembatasan Masalah

Pembatasan masalah dilakukan terhadap jenis produk kaleng. Pembatasan masalah ini dilakukan bertujuan agar penelitian yang dilakukan lebih terfokus terhadap barang yang mengalami permasalahan. Kaleng dipilih sebagai produk yang akan


(10)

BAB I PENDAHULUAN 3

Universitas Kristen Maranatha

diteliti, hal itu didasari oleh permintaan kaleng yang berfluktuatif dan juga permintaan kaleng yang sering sekali tidak dapat terpenuhi oleh pabrik.

Setelah melakukan observasi langsung terhadap pabrik X, diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 1.1

Jumlah Permintaan Produk Kaleng Periode Mei 2012-Desember 2013

Periode Jumlah Permintaan

Jumlah Produksi

Kelebihan/ Kekurangan

Mei 2012 13.560 11.400 -2.160

Juni 2012 18.480 16.200 -2.280

Juli 2012 17.100 14.540 -2.560

Agustus 2012 18.800 17.430 -1.370

September 2012 22.500 16.400 -6.100

Oktober 2012 13.470 11.200 -2.270

November 2012 21.200 16.660 -4.540

Desember 2012 27.600 17.600 -10.000

Januari 2013 27.560 18.500 -9.060

Februari 2013 38.900 28.150 -10.750

Maret 2013 22.700 14.640 -8.060

April 2013 49.650 21.430 -28.220

Mei 2013 38.600 13.420 -25.180

Juni 2013 22.430 14.200 -8.230

Juli 2013 20.500 12.170 -8.330

Agustus 2013 32.870 30.530 -2.340

September 2013 25.930 21.350 -4.580

Oktober 2013 24.320 20.320 -4.000

November2013 14.570 14.570 0

Desember 2013 13.980 13.980 0

Sumber : pabrik X.

Data di atas adalah jumlah permintaan dan produksi yang dihasilkan oleh pabrik X periode Mei 2012-Desember 2013. Pabrik X memproduksi kaleng sesuai permintaan konsumennya, namun banyak permintaan kaleng yang tidak dapat


(11)

BAB I PENDAHULUAN 4

Universitas Kristen Maranatha

terpenuhi. Sebagai contoh adalah bulan Mei 2012, pabrik X tidak dapat memenuhi permintaan kaleng sebesar 2,160 unit.

Berdasarkan latar belakang dan data terlampir diatas, maka permasalahan yang dapat ditemukan adalah sebagai berikut:

a. Bagaimana penerapan perencanaan produksi saat ini pada pabrik X ?

b. Strategi perencanaan agregat apa yang sesuai dengan perusahaan untuk memenuhi permintaan yang berfluktuatif?

c. Berapa minimalisasi biaya dengan menggunakan perencanaan strategi perencanaan agregat yang dipilih?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang penelitian dan identifikasi masalah yang ditemukan, penelitian ini bertujuan untuk:

a. Merencanakan kegiatan produksi guna memenuhi permintaan konsumen dengan kondisi permintaan yang berfluktuatif.

b. Mencari alternatif strategi terbaik guna menekan biaya produksi.

c. Mengetahui besarnya biaya yang dapat dihemat oleh perusahaan dengan strategi yang telah dipilih.

1.4 Kegunaan Penelitian

Adapun manfaat yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Bagi perusahaan


(12)

BAB I PENDAHULUAN 5

Universitas Kristen Maranatha

Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi alternatif perusahaan dalam kegiatan perencanaan produksinya,guna meminimalisir biaya produksi dan ketepatan dalam memenuhi pesanan konsumen yang berfluktuatif.

b. Bagi akademisi

Memberikan pandangan tentang pentingnya perencanaan agregat dalam suatu perusahaan dan penerapan langsung dalam perusahaan.

c. Bagi pihak lain

Manfaat khususnya bagi para praktisi dan universitas yaitu sebagai tambahan referensi bagi penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan perencanaan agregat.

1.5 Sistematika Pembahasan

Penelitian yang dilakukan pada Pabrik X ini dibuat dalam bentuk skripsi, dengan sistematika pembahasan sebagai berikut:

Bab 1. Pendahuluan

Pendahuluan ini meliputi latar belakang, masalah yang berisi tentang fenomena yang terjadi di perusahaan. Identifikasi masalah berisi bentuk-bentuk pertanyaan dari masalah yang timbul dari perusahaan yang diteliti. Tujuan penelitian menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan dapat menjawab indetifikasi masalah. Pada bab ini pun dijelaskan kegunaan penelitian bagi akademisi, perusahaan, dan peneliti.


(13)

BAB I PENDAHULUAN 6

Universitas Kristen Maranatha

Bab 2. Kajian Pustaka

Bab ini menguraikan kerangka berpikir serta penjelasan berbagai teori yang berkaitan dengan permasalahan yang terdapat dalam perusahaan guna mendukung analisa dan pemecahan masalah tersebut.

Bab 3. Metode Penelitian dan Objek Penelitian

Bab ini menjelasakan tentang metode penelitian yang digunakan, metode pengumpulan data, serta menjelaskan perusahaan itu sendiri sebagai objek penelitian.

Bab 4. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bab ini berisi pemaparan data hasil dari penelitian, yang selanjutnya dijadikan dasar analisa guna memecahkan permasalahan yang ada dengan menggunakan metode dan teori yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Bab 5. Simpulan dan Saran

Pada bab ini memberikan suatu kesimpulan dari suatu proses penelitian yang selanjutnya dijadikan saran dan masukan bagi perusahaan dalam perencanaan agregatnya.


(14)

62 Universitas Kristen Maranatha

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Dari hasil penelitian dan perhitungan yang sudah dilakukan sebelumnya, didapatkan kesimpulan sebagai berikut:

1. Perencanaan Agregat yang dilakukan pabrik X saat ini dengan menggunakan jumlah tenaga kerja tetap sebesar 6 orang, dan membiarkan pabrik kehilangan persediaan yang akan memunculkan biaya stockout. Total biaya dengan perencanaan ini sebesar Rp. 454,659,000,-

2. Chase strategy merupakan strategi perencanaan agregat terbaik, dilihat dari total

cost terendah. Total Cost dengan menggunakan chase strategy sebesar Rp. 182,682,000,- untuk jangka waktu satu tahun kedepan.

3. Biaya yang dapat dihemat dengan menggunakan Chase Strategy sebesar Rp. 271,977,000,- dibandingkan dengan strategi yang digunakan perusahaan saat ini.

5.2 Saran

Dari hasil penelitian dan perhitungan yang telah dilakukan sebelumnya, penulis memiliki saran sebagai berikut:

1. Perusahaan sebaiknya menggunakan chase strategy untuk memproduksi kaleng kurun waktu satu tahun ke depan, dikarenakan Total Cost yang rendah.

2. Perusahaan sebaiknya memaksimalkan produksi dengan menambah jumlah tenaga kerja dan menghindari kehilangan pesanan.


(15)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 63

Universitas Kristen Maranatha

3. Perusahaan sebaiknya mengindari subkontrak produk karena akan memakan biaya yang besar dan juga terdapat minimal order saat melakukan subkontrak.


(16)

64 Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Chase, Jacobs. Operations and Supply Chain Management. Global Edition. New

Dan Reid, R., Sanders, Nada R. Operations Management An Integrated Approach.International Student Version. 2010.

Finch, Byron J. Third Edition. Operations Now: Supply Chain Profitability and Performance. Mc Graw Hill International Edition. New York. 2008.

Fitri, dan Hery Prasetya. Manajemen Operasi. Cetakan 1. CAPS. Jakarta. 2011. Heizer, Jay & Render, Barry.NinthEdition. Principles of Operation Management.

Pearson International Edition. New Jersey. 2008.

Krajewski, Lee J. Ritzman, Larry P. & Malhotra, Manoj. Eight Edition. Operation Management: Processesand Value Chains. Pearson Prentice Hall. 2007. Nazir, Ph.D, Moh. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. 2009.

Russell & Taylor. Operations Management. International Student Version. 2011. Schroeder, R.G., Susan Meyer Goldstein & M. Johnny Rungtusanatham. Sixth

Edition. Operation Management in the Supply Chain : Decisions and Cases. Mc Graw Hill International Edition. New York. 2013.

Stevenson, William J. & Sum Chee Chuong. Operations Management : An Asian Perspective. Fifth Edition. Mc Graw Hill Ryerson, Ltd. New York. 2010. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan

R&D). Alfabeta. Bandung. 2013.

Suliyanto, SE., M.Si. Metode Riset Bisnis. C.V Andi Offset. 2009. York, 2011.


(1)

BAB I PENDAHULUAN 4

Universitas Kristen Maranatha

terpenuhi. Sebagai contoh adalah bulan Mei 2012, pabrik X tidak dapat memenuhi permintaan kaleng sebesar 2,160 unit.

Berdasarkan latar belakang dan data terlampir diatas, maka permasalahan yang dapat ditemukan adalah sebagai berikut:

a. Bagaimana penerapan perencanaan produksi saat ini pada pabrik X ?

b. Strategi perencanaan agregat apa yang sesuai dengan perusahaan untuk memenuhi permintaan yang berfluktuatif?

c. Berapa minimalisasi biaya dengan menggunakan perencanaan strategi perencanaan agregat yang dipilih?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang penelitian dan identifikasi masalah yang ditemukan, penelitian ini bertujuan untuk:

a. Merencanakan kegiatan produksi guna memenuhi permintaan konsumen dengan kondisi permintaan yang berfluktuatif.

b. Mencari alternatif strategi terbaik guna menekan biaya produksi.

c. Mengetahui besarnya biaya yang dapat dihemat oleh perusahaan dengan strategi yang telah dipilih.

1.4 Kegunaan Penelitian

Adapun manfaat yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: a. Bagi perusahaan


(2)

BAB I PENDAHULUAN 5

Universitas Kristen Maranatha

Hasil penelitian ini diharapkan bisa menjadi alternatif perusahaan dalam kegiatan perencanaan produksinya,guna meminimalisir biaya produksi dan ketepatan dalam memenuhi pesanan konsumen yang berfluktuatif.

b. Bagi akademisi

Memberikan pandangan tentang pentingnya perencanaan agregat dalam suatu perusahaan dan penerapan langsung dalam perusahaan.

c. Bagi pihak lain

Manfaat khususnya bagi para praktisi dan universitas yaitu sebagai tambahan referensi bagi penelitian selanjutnya yang berhubungan dengan perencanaan agregat.

1.5 Sistematika Pembahasan

Penelitian yang dilakukan pada Pabrik X ini dibuat dalam bentuk skripsi, dengan sistematika pembahasan sebagai berikut:

Bab 1. Pendahuluan

Pendahuluan ini meliputi latar belakang, masalah yang berisi tentang fenomena yang terjadi di perusahaan. Identifikasi masalah berisi bentuk-bentuk pertanyaan dari masalah yang timbul dari perusahaan yang diteliti. Tujuan penelitian menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukan dapat menjawab indetifikasi masalah. Pada bab ini pun dijelaskan kegunaan penelitian bagi akademisi, perusahaan, dan peneliti.


(3)

BAB I PENDAHULUAN 6

Universitas Kristen Maranatha

Bab 2. Kajian Pustaka

Bab ini menguraikan kerangka berpikir serta penjelasan berbagai teori yang berkaitan dengan permasalahan yang terdapat dalam perusahaan guna mendukung analisa dan pemecahan masalah tersebut.

Bab 3. Metode Penelitian dan Objek Penelitian

Bab ini menjelasakan tentang metode penelitian yang digunakan, metode pengumpulan data, serta menjelaskan perusahaan itu sendiri sebagai objek penelitian.

Bab 4. Hasil Penelitian dan Pembahasan

Bab ini berisi pemaparan data hasil dari penelitian, yang selanjutnya dijadikan dasar analisa guna memecahkan permasalahan yang ada dengan menggunakan metode dan teori yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Bab 5. Simpulan dan Saran

Pada bab ini memberikan suatu kesimpulan dari suatu proses penelitian yang selanjutnya dijadikan saran dan masukan bagi perusahaan dalam perencanaan agregatnya.


(4)

62 Universitas Kristen Maranatha

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Dari hasil penelitian dan perhitungan yang sudah dilakukan sebelumnya, didapatkan kesimpulan sebagai berikut:

1. Perencanaan Agregat yang dilakukan pabrik X saat ini dengan menggunakan jumlah tenaga kerja tetap sebesar 6 orang, dan membiarkan pabrik kehilangan persediaan yang akan memunculkan biaya stockout. Total biaya dengan perencanaan ini sebesar Rp. 454,659,000,-

2. Chase strategy merupakan strategi perencanaan agregat terbaik, dilihat dari total cost terendah. Total Cost dengan menggunakan chase strategy sebesar Rp.

182,682,000,- untuk jangka waktu satu tahun kedepan.

3. Biaya yang dapat dihemat dengan menggunakan Chase Strategy sebesar Rp. 271,977,000,- dibandingkan dengan strategi yang digunakan perusahaan saat ini.

5.2 Saran

Dari hasil penelitian dan perhitungan yang telah dilakukan sebelumnya, penulis memiliki saran sebagai berikut:

1. Perusahaan sebaiknya menggunakan chase strategy untuk memproduksi kaleng kurun waktu satu tahun ke depan, dikarenakan Total Cost yang rendah.

2. Perusahaan sebaiknya memaksimalkan produksi dengan menambah jumlah tenaga kerja dan menghindari kehilangan pesanan.


(5)

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 63

Universitas Kristen Maranatha

3. Perusahaan sebaiknya mengindari subkontrak produk karena akan memakan biaya yang besar dan juga terdapat minimal order saat melakukan subkontrak.


(6)

64 Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Chase, Jacobs. Operations and Supply Chain Management. Global Edition. New

Dan Reid, R., Sanders, Nada R. Operations Management An Integrated

Approach.International Student Version. 2010.

Finch, Byron J. Third Edition. Operations Now: Supply Chain Profitability and

Performance. Mc Graw Hill International Edition. New York. 2008.

Fitri, dan Hery Prasetya. Manajemen Operasi. Cetakan 1. CAPS. Jakarta. 2011. Heizer, Jay & Render, Barry.NinthEdition. Principles of Operation Management.

Pearson International Edition. New Jersey. 2008.

Krajewski, Lee J. Ritzman, Larry P. & Malhotra, Manoj. Eight Edition. Operation

Management: Processesand Value Chains. Pearson Prentice Hall. 2007.

Nazir, Ph.D, Moh. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. 2009.

Russell & Taylor. Operations Management. International Student Version. 2011. Schroeder, R.G., Susan Meyer Goldstein & M. Johnny Rungtusanatham. Sixth

Edition. Operation Management in the Supply Chain : Decisions and Cases. Mc Graw Hill International Edition. New York. 2013.

Stevenson, William J. & Sum Chee Chuong. Operations Management : An Asian

Perspective. Fifth Edition. Mc Graw Hill Ryerson, Ltd. New York. 2010.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Alfabeta. Bandung. 2013.

Suliyanto, SE., M.Si. Metode Riset Bisnis. C.V Andi Offset. 2009. York, 2011.