IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PENDAFTARA. docx

Jurnal Informanika, Volume 4 No.1, Januari-Juni 2018

ISSN :2407-1730

IMPLEMENTASI SISTEM INFORMASI PENDAFTARAN IZIN USAHA PADA
DINAS BADAN PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU PERIZINAN
KABUPATEN MUSI RAWAS BERBASIS WEBSITE DENGAN METODE OBJECT
ORIENTED PROGRAMMING
DAVIT IRAWAN
Program Studi Teknik Informatika, STMIK Musi Rawas Lubuklinggau
Jl. Jend Besar Soeharto Kel.Lubuk Kupang Kec.Lubuklinggau Selatan II Kota Lubuklinggau
Sumatera Selatan
Telp: (0733 ) 3280300
E-Mail : davitirawan88@gmail.com
ABSTRAK
Perkembangan teknologi komputer sekarang ini telah berkembang pesat, khususnya dalam
bidang teknologi informasi pengolahan data yang akurat akan menghasilkan informasi yang
baik. Dalam pengolahan informasi tersebut banyak sekali faktor-faktor yang menjadi acuan
dalam menentukan format informasi yang akan dibuat. Penggunaan website dalam
menyampaikan informasi sangat membantu dan bermanfaat bagi semua pihak, salah satunya
pada Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Perizinan Kabupaten Musi Rawas
yang beralamatkan di Jl. Lintas Sumatera Komplek Perkantoran Pemkab Musi Rawas. Dalam
pelaksanaan pelayanan perizinan masih menggunakan sistem manual, maka peneliti mencoba
mengimplementasikan dalam sistem informasi pendaftaran perizinan dengan menggunakan
website secara online tanpa harus datang langsung ke kantor. Mungkin cara ini juga dapat
membantu dan mempermudah masyarakat yang ingin mendaftarkan usahanya. Hasil yang
diharapkan peneliti dalam penggunaan website secara online dapat mempercepat kinerja
pegawai dalam penerimaan pendaftaran izin usaha.
Kata kunci : Sistem Informasi Pendaftaran Izin Usaha.
I.

PENDAHULUAN

meningkatkan efektifitas dan keefesienan
setiap melakukan pekerjaannya.
Suatu
lembaga
atau
instansi
pemerintahan maupun swasta harus
mempunyai sistem informasi yang baik
guna menunjang kelancaran dalam
menjalankan administrasi kantor. Sistem
informasi yang baik yaitu sistem informasi
yang mudah di mengerti oleh setiap orang
sehingga, sumber daya manusia dalam
suatu Instansi atau lembaga sangatlah
penting dimana manusia yang menjalankan
aktivitas atau pekerja yang diberikan oleh
Instansi tersebut bertanggung jawab dalam
memajukan instansi atau lembaga.
Di setiap lembaga atau instansi
pemerintahan, teknologi informasi sangat
menunjang,
karena
mempengaruhi
peningkatan dan pemanfaatan informasi

Perkembangan teknologi komputer
sekarang ini terasa sangat pesat. Kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang
sangat mempengaruhi berbagai aktivitas
instansi atau lembaga, baik swasta maupun
negeri. Karena hampir di setiap bidang
komputer mempunyai peranan yang sangat
penting sebagai alat bantu manusia dalam
menjalankan
pekerjaan
sehari-hari.
Informasi merupakan salah satu kebutuhan
masyarakat yang sangat penting di era
teknologi dan globalisasi saat ini.
Informasi berkembang begitu pesat karena
ditunjang dengan perkembangan teknologi
yang semakin canggih. Perkembangan
teknologi informasi memberikan banyak
keuntungan bagi masyarakat dalam
6

Jurnal Informanika, Volume 4 No.1, Januari-Juni 2018
dalam segala bidang, salah satunya pada
Badan Penanaman Modal dan Pelayanan
Terpadu Perizinan Kabupaten Musi Rawas
yang beralamatkan di Jl. Lintas Sumatera
Komplek Perkantoran Pemkab Musi
Rawas.
Dalam penyelenggaraan pelayanan
perizinan dan untuk memudahkan bagi
masyarakat dalam perizinan, yang
mengatur prosedur dan tata cara pemberian
pelayanan perizinan. Untuk meningkatkan
kinerja pelayanan publik yang prima
diperlukan pengukuran kinerja pelayanan
publik secara jujur dan benar–benar
dilakukan oleh setiap pegawai, sehingga
akan mempengaruhi pelayanan kepada
masyrakat.

ISSN :2407-1730

atau hasil yang di rasakan dibandingkan
dengan harapannya, sehingga kepuasan
masyarakat
dalam
pelayanan
unit
pemerintah dan juga sebagai tolak ukur
kinerja pegawai atau aparatur dalam
memberikan
pelayanan
kepada
masyarakat. Banyak sekali hal yang terjadi
dimasyarakat dalam pelayanan terutama
perizinan, dalam menggambarkan suatu
permasalahan yang ada pada masyarakat.
Peneliti tertarik untuk mengetahui lebih
jauh tentang pandangan atau pemikiran
masyarakat dalam memperoleh pelayanan.
Berdasarkan kenyataan yang penulis
amati, bahwa kurang maksimalnya
memberikan prosedur pelayanan dalam
mengurus izin gangguan, batas waktu yang
diberikan oleh petugas pelayanan belum
tepat, saranan dan prasarana belum
lengkap, pelayanan diberikan oleh petugas
kepada masyarakat masih rendah dan
seringnya petugas yang masih menunda
pelayanan kepada masyarakat.

Berdasarkan pasal 3 Peraturan Presiden RI
Nomor
27
Tahun
2009
tentang Pelayanan Terpadu Satu Pintu di
Bidang
Penanaman
Modal
bahwa
Pelayanan Terpadu Satu Pintu di bidang
penanaman modal untuk membantu
memperoleh
kemudahan
pelayanan,
mengenai penanaman modal dengan cara
mempercepat,
menyederhanakan pelayanan dan
meringankan atau menghilangkan biaya
pengurusan perizinan dan non perizinan.
Peraturan Daerah Nomor 23 Tahun
2011 Izin Gangguan (HO) diperuntukkan
bagi anggota masyarakat yang akan
melaksanakan usaha yang berpotensi
menimbulkan gangguan bagi masyarakat
di sekitar lokasi usaha, dimana untuk
legalisasi harus mengajukan perizinan
kepada BPM PTP. HO diberikan agar
pemohon yang bersangkutan dalam
melaksanakan
usaha
menimbulkan
gangguan seminimal mungkin.
Ada beberapa pelayanan publik
yang diberikan aparatur pemerintah kepada
masyarakat dapat berupa fisik dan non
fisik, meliputi perizinan : Surat Izin
Tempat Usaha / Izin Gangguan ( HO ),
IMB, SIUP, TDP. Pelayanan publik yang
baik sebagai pelayanan umum yang prima.
Kepuasan adalah tingkat perasaan
seseorang setelah membandingkan kinerja

Berdasarkan latar belakang diatas
maka peneliti tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul : Implementasi
Sistem Informasi Pendaftaran Izin
Usaha Pada Dinas Badan Penanaman
Modal
dan
Pelayanan
Terpadu
Perizinan Kabupaten Musi rawas
Berbasis Web Dengan Metode Object
Oriented Programming.
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Definisi Implementasi
Implementasi adalah suatu tindakan
atau pelaksaan dari sebuah rencana yang
sudah disusun secara matang dan
terperinci (Kristanto, Andri 2010:15).
Menurut A.S, Rosa dan M. Shalahuddin.
(2015:246) Implementasi merupakan salah
satu unsure pertahapan dari keseluruhan
pembangunan sistem komputerisasi yaitu
masalah perangkat lunak (software) karena
perangkat lunak yang digunakan haruslah
sesuai denngan masalah yang akan
7

Jurnal Informanika, Volume 4 No.1, Januari-Juni 2018
diselesaikan,disamping masalah perangkat
keras itu sendiri.
2.2 Pengertian Sistem

ISSN :2407-1730

Surat izin usaha perdagangan (SIUP) yang
merupakan pelindung setiap pelaku usaha
yang akan mendirikan usaha perdagangan.
SIUP merupakan bentuk pemenuhan syarat
berdirinya usaha atau sekedar formalitas,
tanpa pemahaman mendalam terkait SIUP.
Padahal pemilik SIUP sebenarnya
mempunyai beberapa hak antara lain
melakukan kegiatan usaha sesuai SIUP
yang dimiliki, mendapat pembinaan dari
pemerintah daerah untuk kelangsungan
kegiatannya, dan mendapatkan jaminan
penyelenggaraan dalam rangka melakukan
kegiatan sesuai SIUP yang dimiliki.
(Rozak, H. Abdul, 2013:21)

Sistem adalah kumpulan dari
beberapa instruksi ysng saling mendukung
dan
bekerja
sama
menghasilkan
pengolahan kompleks. Sistem yang
dimaksud adalah suatu proses kerja yang
memanfaatkan
computer
sebagai
pengolahan
data
sehingga
dapat
menghasilkan informasimyang dibutuhkan
oleh penggunanya ( F. K. Sibero,
Alexander 2011:10). Sistem adalah
kumpulan yang saling bterkait dan
mempunyai satu tujuan yang ingin dicapai
(A.S, Rosa dan M. Shalahuddin 2015:291).

2.5
Definisi
Objek
Oriented
Programming (OOP)
Sistem berorientasi objek merupakan
sebuah sistem yang dibangun dengan
berdasarkan metode berorientasi objek
adalah sebuah sistem yang komponennya
dibungkus
(dienkapsulasi)
menjadi
kelompok data dan fungsi. Setiap
komponen dalam sistem tersebut dapat
mewarisis atribut dan sifat dan komponen
lainnya. Dan dapat berinteraksi satu sama
lain. (A.S, Rosa dan M. Shalahuddin,
2015:104)

2.3 Informasi
Menurut A.S, Rosa dan M. Shalahuddin,
Informasi adalah Sekumpulan data yang
memiliki maksud dan tujuan serta dapat
memberikan keterangan akurat yang
diperlukan dalam pengambilan keputusan.
Ditinjau dari sisi komputer, informasi
adalah suatu hasil pengolahan data dari
sistem komputer
yang dibutuhkan
pengguna yang memiliki manfaat bagi
penggunanya. Hasil pengolahan dari
kumpulan-kumpulan informasi yang saling
terkait satu dan lainnya disebut sistem
informasi.

a. Kelas (class)
Kelas (class) adalah sekumpulan
objek-objek dengan karakteristik yang
sama. Kelas merupakan definisi statik dan
himpunan objek yang sama yang mungkin
lahir atau diciptakan dan kelas tersebut.
Sebuah kelas akan mempunyai sifat
(atribut). Kelakuan (operasi/metode),
hubungan (relationship) dan arti. Suatu
kelas dapat diturunkan dan kelas yang lain,
dimana atribut dan kelas semula dapat
diwariskan ke kelas yang baru. Secara
teknis, kelas adalah sebuah struktur
tertentu dalam pembuatan perangkat lunak.
Kelas merupakan bentuk struktur pada
kode program yang menggunakan
metodologi berorientasi objek. (A.S, Rosa
dan M. Shalahuddin, 2015:104)

2.4 Pengertian Pendaftaran Izin Usaha
Menurut A.Puspitasari, Heni (2011),
Pendaftaran adalah pencatatan identitas
pendaftaran merupakan suatu hal ynag
sangat penting. Pengertian pendaftaran
disini pada dasarnya hanya untuk
memperlancar dan mempermudah dalam
pendaftaran sehingga terorganisir, teratur
dengan cepat atau tepat.
Pendaftaran Izin usaha merupakan suatu
bentuk persetujuan atau pemberian izin
dari
pihak
berwenang
atas
penyelenggaraan suatu kegiatan usaha oleh
seorang pengusaha atau suatu perusahaan.
8

Jurnal Informanika, Volume 4 No.1, Januari-Juni 2018
Pengertian kelas (class), kelas digunakan
untuk membuat objek, dan berperan
sebagai tipe data dari objek. Kelas
merupakan sarana pengkapsulan kumpulan
data dan kumpulan method yang
mengoperasikan kumpulan data tersebut.
(Wirawan , I Made Agus, 2014:69)

ISSN :2407-1730

Tanpa inheritance, maka semua attribute
dan method yang pernah dibuat dan
butuhkan kelas lain, harus ditulis ulang
seluruhnya. Dengan inheritance, seorang
programmer ingin memodifikasi suatu
attribute atau method yang dimanfaatkan
subkelas, maka dilakukan modifikasi
attribute dan method tersebut pada kelas
supernya. (Wirawan, I Made Agus,
2014:83)

b. Objek (objek)
Objek (objek) adalah abstrak dan
sesuatu yang mewakili dunia nyata seperti
benda, manusia, satuan organisasi, tempat,
kejadian, struktur, status, atau hal-hal lain
yang bersifat abstrak. Objek merupakan
suatu entitas yang mampu menyimpan
informasi (status) dan mempunyai operasi
(kelakuan) yang dapat diterapkan atau
dapat berpangaruh pada status objeknya.
Objek mempunyai siklus hidup yaitu
diciptakan, dimanipulasi, dan dihancurkan.
(A.S, Rosa dan M. Shalahuddin, 2015:106)
Objek adalah kunci untuk memahami
konsep dari pemrograman berorientasi
objek. Pada dunia nyata objek dapat
berupa: anjing, meja, pesawat televisi,
sepeda, dan lain-lain. Setiap objek
memiliki dua karakteristik yaitu: state
(ciri-ciri)
dan
perilaku
(behavior)
(Wirawan, I Made Agus, 2014:1)

d. Enkapsulsasi (encapsulation)
Enkapsulsasi (encapsulation) adalah
pembungkusan atribut data dan layanan
(operasi-operasi) yang dipunyai objek
sehingga objek untuk menyembunyikan
implementasi dan objek sehingga objek
lain tidak mengetahui cara kerjanya (A.S,
Rosa dan M. Shalahuddin, 2015:108)
Enkapsulsasi
(encapsulation)
adalah
menyembunyikan method suatu objek dari
objek lain. Attribute maupun method
disembunyikan dengan cara memberikan
modifier private. Method dalam kelas yang
sama, yang memberikan nilai pada
attribute private disebut method setter,
sedangkan method masih dalam kelas yang
sama, yang mengambil nilai dari attribute
private disebut getter (Wirawan, I Made
Agus, 2014:82)

c. Pewarisan (Inheritance)
Pewarisan (Inheritance) adalah
mekanisme yang memungkinkan satu
objek mewarisi sebagian atau seluruh
definisi dan objek lain sebagai bagian dan
dirinya. (A.S, Rosa dan M. Shalahuddin,
2015:109)
Pewarisan (Inheritance)
adalah
semua attribute dan method dari suatu
kelas super dapat diwariskan ke subkelas.
Dalam hirarki kelas, jika kelas C
merupakan turunan kelas B, dan kelas B
merupakan turunan kelas A, maka otomatis
attribute dan method kelas A juga
diwariskan kelas C. Bentuk pewarisan :
[ modifier ] class namaSubkelas
extend namaKelasSuper {
// classBody
}

III. METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Metodologi Pengumpulan Data
Dalam pengumpulan data-data
penulis telah mengunakan beberapa
metode yaitu :
1. Teknik Pengamatan (Observasi)
Penulis melakukan pengamatan secara
langsung ke Badan Penanaman Modal
dan Pelayanan Terpadu Perizinan agar
data yang diperoleh sesuai dengan
keadaan yang sebenarnya.
2. Teknik Wawancara (Interview)
Interview
adalah
metode
pengumpulan data dengan cara
9

Jurnal Informanika, Volume 4 No.1, Januari-Juni 2018
melakukan tanya jawab secara
langsung dengan karyawan dan
karyawati pada Badan Penanaman
Modal dan Pelayanan Terpadu
Perizinan
sehingga
penulis
mendapatkan data yang diperlukan.
3. Teknik Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah suatu
metode pengumpulan data dengan cara
mengambil atau mengumpulkan
dokumen-dokumen yang dianggap
penting dalam penulisan Jurnal
Penelitian ini.
4. Studi Pustaka
Metode pustaka adalah suatu metode
pengumpulan data dengan cara
mencari sumber-sumber tertulis seperti
buku yang bersangkutan dengan
maksud melengkapi data yang
dibutuhkan dalam penelitian.

ISSN :2407-1730

1). Keuntungan Metode Waterfall :
a). Kualitas dari sistem yang dihasilkan
akan baik, ini dikarenakan oleh
pelaksanaannya secara bertahap
sehingga tidak terfokus pada
tahapan tertentu.
b). Dokumen pengembangan sistem
sangat terorganisir, karena setiap
fase harus terselesaikan dengan
lengkap sebelum melangkah ke
fase berikutnya. Jadi setiap fase
akan
mempunyai
dokumen
tertentu.
c). Metode ini masih lebih baik
digunakan
walaupun
sudah
tergolong
kuno
daripada
menggunakan pendekatan asalasalan. Selain itu, metode ini juga
masih masuk akal jika kebutuhan
sudah diketahui dengan baik.

3.2. Metodologi Pengembangan Sistem
1. Metode Waterfall.
Metode waterfall mengusulkan
sebuah
pendekatan
kepada
perkembangan perangkat lunak yang
sistematik dan sekuensial yang mulai
pada tingkat dan kemajuan sistem pada
seluruh
analisis,
desain,
kode,
pengujian, dan pemeliharaan. Metode
ini
melingkupi
aktivitas-aktivitas
sebagai berikut : rekayasa dan
pemodelan sistem/informasi, analisis
kebutuhan,
desain,
coding,
pemeliharaan dan pengujian (Rosa A.S,
M. Shalahuddin, 2015:28).

2). Kelemahan Metode Waterfall :
a). Diperlukan manajemen yang baik
karena proses pengembangan tidak
dapat dilakukan secara berulang
sebelum terjadinya suatu produk.
b). Kesalahan kecil akan menjadi
masalah besar jika tidak diketahui
sejak awal pengembangan yang
berakibat pada tahapan selanjutnya.
c).

Pelanggan sulit menyatakan
kebutuhan secara eksplisit sehingga
tidak
dapat
mengakomodasi
ketidakpastian pada saat awal
pengembangan.

d). Pelanggan harus sabar, karena
pembuatan perangkat lunak akan
dimulai ketika tahap desain sudah
selesai sedangkan pada tahap
sebelum desain bisa memakan waktu
yang lama.

Gambar 1. Metode Waterfall.
Sumber : A.S, Rosa dan M. Shalahuddin,
2015.

e).
Pada
kenyataannya,
jarang
mengikuti urutan sekuensial seperti
10

Jurnal Informanika, Volume 4 No.1, Januari-Juni 2018

ISSN :2407-1730

pada teori. Iterasi sering terjadi
menyebabkan masalah baru.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2.
Hasil
Sistem yang dihasilkan adalah Implementasi Sistem Informasi Pendaftaran Izin Usaha Pada
Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Perizinan Kabupaten Musi Rawas Berbasis
Web Dengan Metode Object Oriented Programming. Sistem ini dapat membantu
mempermudah calon wirausaha untuk mendaftarkan usahanya pada Badan Penanaman
Modal dan Pelayanan Terpadu Perizinan melalui web. Sistem ini terdiri atas halamanhalaman menu dan sub menu yang dapat dipilih.
4.3.
Pembahasan
Layanan perizinan usaha melalui web pada Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu
Perizinan Kabupaten Musi Rawas merupakan sebuah cara yang akan membantu calon
wirausaha baru untuk mendaftarkan usahanya dan dapat melihat hasilnya, setelah melakukan
pendaftaran melalui website. Berikut ini akan dibahas tampilan-tampilan yang ada pada
Implementasi Sistem Informasi Pendaftaran Izin Usaha Dengan Metode Object Oriented
Programming.
1) Halaman Menu Utama
Halaman menu utama adalah tampilan menu utama atau awal pada Implementasi Sistem
Informasi Pendaftaran Izin Usaha Dengan Metode Object Oriented Programming.

Gambar 2 Halaman Menu Utama(Beranda)
2) Halaman Profil.
Menu profil merupakan menu yang berisikan sejarah, moto, visi-misi, serta tujuan pada
Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Perizinan Kabupaten Musi Rawas.

11

Jurnal Informanika, Volume 4 No.1, Januari-Juni 2018

ISSN :2407-1730

Gambar 3 Halaman Profil.
3) Halaman Login Admin
Halaman ini khusu di peruntungkan bagi admin untuk dapat masuk kehalaman ini harus
menggunakan username dan password khusus admin. Halaman admin ini sangat berguna
bagi admin dalam hal memanipulasi data.

Gambar 4 Halaman Login Admin.
4) Halaman Input Data Pemilik Usaha.
Halaman ini adalah halaman dimana calon wirausaha harus memasukan data pemilik usaha
dan menyimpannya.

12

Jurnal Informanika, Volume 4 No.1, Januari-Juni 2018

ISSN :2407-1730

Gambar 5 Halaman Input Data Pemilik Usaha.
5) Halaman Input Data Umum Perusahaan.
Halaman ini adalah halaman dimana calon wirausaha harus memasukan data umum
perusahaan mereka dan menyimpannya.

Gambar 6 Halaman Input Data Umum Perusahaan.
6) Halaman Saran.
Halaman ini adalah halaman di mana para calon wirausaha yang ingin menyampaikan saran
nya pada pelayanan kami, silahkan masukkan dan kirim.

13

Jurnal Informanika, Volume 4 No.1, Januari-Juni 2018

ISSN :2407-1730

Gambar 7 Halaman Saran
7) Halaman Output Data Umum Perusahaan.
Halaman ini adalah hasil inputan data umum perusahaan yang telah tersimpan.

Gambar 8 Halaman Output Data Umum Perusahaan.
7) Halaman Output Data Pemilik Perusahaan.
Halaman ini adalah hasil inputan data pemilik perusahaan yang telah tersimpan.

Gambar 8 Halaman Output Data Pemilik Perusahaan.
4.4. Pengujian Sistem
Pengujian dilakukan dalam satu tahap, yaitu pengujian black box testing. Pendekatan
pengujian dengan menggunakan struktur control dari modul untuk memastikan cakupan
lengkap dan deteksi kesalahan maksimum diharapkan atau tidak. Berikut ini table rencana
pengujian dari sistem yang diharapkan:
Tabel 1. Rencana Pengujian
Item Uji
Detail Uji
Jenis Uji
Login Admin
Tombol Login Black
Admin
Box
14

Jurnal Informanika, Volume 4 No.1, Januari-Juni 2018
Pilih
Halaman
Utama
Pilih Input Data
Pemilik Usaha

Tombol
Halaman Utama
Tombol Input
Data
Pemilik
Usaha
Pilih Input Data Tombol Input
Perusahaan
Data
Perusahaan

ISSN :2407-1730

Black
Box
Black
Box
Black
Box

1. Pengujian Login Admin
Pengujian Login Admin merupakan pengujian fungsionalitas dengan cara memilih
dan menekan tombol login
Tabel 2. Pengujian Login Admin
Kasus dan Hasil Uji (data normal)
Data
Masuka
n

Yang
diharapkan

Input
Menampilk
userna
an Halaman
me dan Utama
passwor
d

Pengamatan

Kesimpulan

Dapat
[v] diterima
Menampilk [ ] ditolak
an Halaman
Utama

Kasus dan Hasil Uji (data salah)
Data
Masuka
n

Yang
diharapkan

Pengamatan

Kesimpulan

Input
userna
me dan
passwor
d

Tampilakan
peringatan
username
atau
password
salah

Tidak Dapat [v] diterima
Menampilk [ ] ditolak
an Halaman
Utama

2. Pengujian Halaman Utama.
Pengujian halaman utama merupakan pengujian fungsionalitas dengan cara memilih
dan menekan tombol home
Tabel 3. Pengujian Halaman Utama.
15

Jurnal Informanika, Volume 4 No.1, Januari-Juni 2018

ISSN :2407-1730

Kasus dan Hasil Uji (data normal)
Data
Yang
Pengama Kesimp
Masu diharapka tan
ulan
kan
n
Pilih
Menampi Dapat
[v]
tomb lkan
Menamp diterim
ol
Halaman ilkan
a
home Utama
Halaman [
]
Utama
ditolak
Kasus dan Hasil Uji (data salah)
Data
Yang
Pengama Kesimp
Masu diharapka tan
ulan
kan
n
Pilih
Menampi Tidak
[v]
tomb lakan
Dapat
diterim
ol
peringata Menamp a
home n
ilkan
[
]
halaman
Halaman ditolak
utama
Utama
3. Pengujian Input Data Pemilik Usaha.
Pengujian Input Data Pemilik Uasaha merupakan pengujian fungsionalitas dengan
cara memilih dan menekan tombol simpan.
Tabel 4. Pengujian Input Data Pemilik Usaha.
Kasus dan Hasil Uji (data normal)
Data
Yang
Pengama Kesimp
Masu diharapk tan
ulan
kan
an
Input Menampi Dapat
[v]
data
lkan
Menampi diterima
pemil laporan
lkan
[
]
ik
data
laporan
ditolak
usaha pemilk
data
usaha
pemilik
usaha
Kasus dan Hasil Uji (data salah)
Data
Yang
Pengama Kesimp
Masu diharapk tan
ulan
kan
an
Input Tampilak Tidak
[v]
data
n
Dapat
diterima
pemil peringata Menampi [
]
ik
n nama lkan
ditolak
usaha pengurus laporan
telah
data
terdaftar perusaha
an
16

Jurnal Informanika, Volume 4 No.1, Januari-Juni 2018

ISSN :2407-1730

4. Pengujian Input Data Umum Perusahaan.
Pengujian Input Data Umum Perusahaan merupakan pengujian fungsionalitas
dengan cara memilih dan menekan tombol simpan.
Tabel 5. Pengujian Input Data Umum Perusahaan.
Kasus dan Hasil Uji (data normal)
Data
Yang
Pengama Kesimp
Masuk diharapk tan
ulan
an
an
Input
Menamp Dapat
[v]
data
ilkan
Menamp diterim
umum laporan
ilkan
a
perusa data
laporan
[
]
haan
umum
data
ditolak
perusaha umum
an
perusaha
an
Kasus dan Hasil Uji (data salah)
Data
Yang
Pengama Kesimp
Masuk diharapk tan
ulan
an
an
Input
Tampila Tidak
[v]
data
kn
Dapat
diterim
umum peringat Menamp a
perusa an
ilkan
[
]
haan
perusaha laporan
ditolak
an telah data
terdaftar umum
perusaha
an

V. KESIMPULAN DAN SARAN
5.`1 Kesimpulan
Dari hasil penelitian penulis, dapat diambil beberapa kesimpulan antara lain sebagai
berikut :
a. Dengan adanya implementasi sistem informasi pendaftaran izin usaha pada Badan
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Perizinan Kabupaten Musi Rawas Dengan
Metode Object Oriented Programming ini dapat membantu pihak kantor dan
masyarakat dalam masalah pelayanan perizinan usaha di Kabupaten Musi Rawas.
b. Dapat mempermudah kebutuhan informasi pendaftaran izin usaha baru pada Badan
Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Perizinan Kabupaten Musi Rawas.
5.2 Saran
17

Jurnal Informanika, Volume 4 No.1, Januari-Juni 2018

ISSN :2407-1730

Berikut adalah saran-saran untuk pengembangan lebih lanjut terhadap implementasi
sistem informasi pendaftaran izin usaha Dengan Metode Object Oriented Programming ;
a. Diharapkan aplikasi yang telah dirancang dapat diterapkan sehingga dapat
mengurangi tingkat kesalahan dalam pendaftaran izin usaha sehingga dapat
menyajikan informasi yang dibutuhkan dengan cepat, tepat, dan akurat.
b. Diharapkan adanya pengembangan sistem yang lebih kompleks sehingga dapat
memenuhi kebutuhan kantor yang lebih luas.
5. DAFTAR PUSTAKA
Aditama, Roki. 2013. Sistem Informasi Akademik Kampus Berbasis Web Dengan Php,
Yogyakarta : Lokomedia.

A.Puspitasari, Heni. 2011. PemrogramanWeb Database dengan PHP dan MySQL Tingkat
Lanjut, Yogyakarta : Skripta Media Creative.
A.S, Rosa dan M. Shalahuddin. 2015. Rekayasa Perangkat Lunak, Bandung : Informatika
Bandung.
Bambang Eka Purnama, 2013. Sistem Informasi Pendaftaran Perdagangan Kecamatan
Tulakan.
F.K Sibero, Alexander. 2011. Kitab Suci Web Programming, Yogyakarta : MediaKom.
Guslendra, 2012. Implementasi Bahasa Pemrograman Java Didukung Dengan Database
Mysql Dalam Merancang Sistem Informasi Pendataan Pendaftaran Izin Dagang Pada
Dinas Perdagangan Kab. Maringin.
Kristanto, Andri. 2010. Perancangan Sistem Informasi dan Aplikasinya, Yogyakarta : Gava
Media.
Maulana, Murad. 2010. Membangun Website Dinamis Tanpa Background IT dengan CMS
Drupal 6.0, Yogyakarta : Andi.
Muh. Nur Luthfi Azis, 2012. Komputerisasi Usaha Kecil dan Menengah Pada Kantor Dinas
Perdagangan Kecamatan Kebon Agung.
Nugroho, Bunafit. 2014. Panduan Membuat Aplikasi Inventory Barang dengan Visual Basic
6, Jakarta : PT Elex Media Komputindo.
Rozak, H. Abdul. 2013. Toko Baju Online dengan PHP dan MySQL, Palembang : Maxikom.
Sidik, Betha. 2012. Pemrograman Web Dengan HTML, Bandung : Informatika.
Wirawan, I Made Agus. 2014.
Pemrograman Berorientasi Objek
Edisi 2, Yogyakarta : Jambusari.

18

Jurnal Informanika, Volume 4 No.1, Januari-Juni 2018

19

ISSN :2407-1730