DESAIN INTERIOR BALI MUSIC INDEPENDENT CENTER JL. BY PASS NGURAH RAI TUBAN BALI

(1)

DESAIN INTERIOR

BALI MUSIC INDEPENDENT CENTER

JL. BY PASS NGURAH RAI, TUBAN - BALI

Oleh

Fajar Puput Wahyu Ana NIM : 2005.05.009 Program Studi Desain Interior

Jurusan Desain

FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN

INSTITUT SENI INDONESIA DENPASAR


(2)

kekuatan sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah Tugas Akhir ini dengan baik dan lancar walaupun masih banyak kekurangan yang perlu dikoreksi dan diperbaiki. Karya ilmiah tugas akhir studio dengan judul “ Desain Interior Bali Music Independent Center“ merupakan persyaratan mata kuliah Tugas Akhir. Adapun tujuan dari penulisan karya ilmiah tugas akhir studio ini adalah memenuhi persyaratan akademik untuk mencapai gelar kesarjanaan Strata Satu (SI) pada Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar.

Disadari bahwa karya ilmiah Tugas Akhir ini masih jauh dari sempurna dan masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan. Untuk itu sangat diharapkan kritik dan saran yang membangun dari semua pihak guna penyempurnaannya. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih

Denpasar, 25 Maret 2013

Penulis


(3)

KATA PENGANTAR ……….ii

DAFTAR ISI ………iii

A. BAB I PENDAHULUAN ……….1

Latar Belakang Masalah ……….1

Pengertian Judul ……….2

Rumusan Masalah ……….3

Batasan Masalah ……….3

Manfaat dan Tujuan ……….3

Metode Analisa Data ……….4

Sistematika Penulisan ……….6

Kerangka Pemikiran ……….7

B. BAB II TINJAUAN PUSTAKA ……….8

Tinjauan Umum ……….8

Tinjauan Umum Pekembangan Musik di Bali ……….8

Tinjauan Umum Musik Indie ……….…………9

Tinjauan Tentang Club ………..….10

Parameter ………...11

C. BAB III TINJAUAN KHUSUS ………..…….12

Tujuan Perencanaan Desain Interior Bali Music Independent Centre ...……12

Bali Music Independent Centre ………...13

Data Fisik ………..……….14


(4)

Hubungan Antar Ruang ………..…….21

Analisis Zonasi dan Sirkulasi ………..……….22

Analisis Elemen Pembentuk Ruang ………..…….24

Analisis Elemen Pelengkap Pembentuk Ruang ………..….27

Analisis Fasilitas ………..….27

Analisa Utilitas ………..……….29

Visualisasi Desain ………..….29

E. BAB V PENUTUP Kesimpulan ………..….33

Saran ……….………..…33


(5)

1

memacu juga perkembangan musik di tanah air. Guruh Gipsy, Gang Pegangsaan, God Bless, Giant Step, Super Kid, The Rollies merupakan bagian dari sederet nama yang bisa disebut sebagai peletak pondasi musik Indonesia pada masa kontemporer. Secara musikalitas mereka adalah maestro-maestro dunia musik Indonesia. Mereka juga mempopulerkan semangat kemerdekaan (independent / indie) dalam berkarya. Walau pada jaman itu belum ada manajemen musik yang cukup bagus, tapi dengan pengalaman seadanya mereka mulai bekerja sama membangun jaringan. Hal itu dilakukan guna meluaskan musik mereka. Tercatat pula Majalah Aktuil, banyak membantu perkembangan musik pada masa 70an. Melalui tulisan dan peran aktif individu-individu di dalamnya, Aktual mempromosikan band-band pada jaman itu.

Perkembangan musik Indie di Bali cukup menjamur namun sarana untuk menyalurkan kreativitas serta ekspresi pemusik Indie belum terlalu berkembang. Tidak terlalu banyak orang bisa mengapresiasi musik Indie karena mereka tidak memiliki sarana yang tepat. Banyak studio musik yang bermuculan untuk mengembangkan bakat bermusik tetapi tidak secara langsung menghubungkan para pemusik tersebut pada labe-label tertentu dan tidak memberikan ruang khusus bagi penikmat musik untuk saling berkomunikasi dan bertukar pikiran mengenai musik. Kondisi inilah yang menjadi peluang bagi Bali Music Independent Centre untuk memberikan apresiasi dan menjadi sarana berkumpul bagi para pemusik Indie Bali untuk saling bertukar pikiran dan menyalurkan kreativitas mereka.

Bali Music Independent Centre terletak di jalan By Pass Ngurah Rai. Lokasi ini cukup strategis karena aksesnya mudah, bukan merupakan kawasan padat penduduk serta rumah tinggal dan terletak disebelah jalan raya. Lokasi ini awalnya adalah merupakan sebuah toko retail pakaian dan dialih fungsikan menjadi Bali Music Independent Centre karena daerah sekitarnya merupakan bangunan pabrik


(6)

2 sehingga apabila dijadikan tempat berkegiatan musik tidak akan mengganggu lingkungan sekitarnya. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis mengangkat Bali Music Independent Centre sebagai kasus perancangan tugas akhir.

Pengertian Judul

Keadaan musik Indie Indonesia mengalami perkembangan dengan baik, hal ini dapat dilihat dari banyaknya anak muda yang memilih jalur musiknya Indie, selain itu juga acara-acara yang bertemakan musik Indie pada saat ini semakin sering diadakan, akan tetapi belum adanya fasilitas yang benarbenar dikhususkan untuk para musisi, peggemar musik Indie dapat menikmati setiap acara-acara Indie sesuai dengan yang diinginkan.

Berdasarkan uraian diatas maka timbulah sebuah tempat khusus yang menyediakan semua informasi-informasi yang dibutuhkan secara terpusat, dimana tempat tersebut orang awam dapat menikmati musik Indie dan bila tertarik dapat memperdalam pengetahuannya ditempat tersebut dengan nilai-nilai rekreatif juga tercakup didalamnya dan dapat pula mempelajari tentang sejarah dan perkembangannya, serta cara bermain musik Indie. Sedangkan untuk para musisi dan pecinta musik Indie dapat menikmati fasilitas bermain musik dengan kualitas akustik yang baik dengan kapasitas pengunjung yang memadai. Selain itu Bali Music Independent Centre juga memberikan sebuah fasilitas yang memaknai bagi para musisi, pecinta/penikmat musik Indie untuk dapat saling bertukar informasi, berkumpul dalam sebuah komunitas yaitu sebuah lndie Club.

Semua kegiatan yang ada di Bali Music Independent Centre ini bertemakan musik Indie dengan segala jenisnya dan mewadahi kegiatan rekreatif dan edukatif yang menyenangkan dan layak dijual. Pemilihan judul ini dilakukan berdasarkan data yang diperoleh mengenai kecendrungan didalam dunia musik Indie dan termasuk data perkembangan musik Indie Indonesia umumnya dan khususnya Bali.


(7)

3 Rumusan Masalah

a. Bagaimana mewujudkan interior ruang yang mencerminkan bahwa desain tersebut adalah desain ruang yang akan menjadi pusat kegiatan musik Indie tanpa mengurangi persyaratan fungsi yang harus dipenuhi ?

b. Bagaimana menganalisis berbagai masalah yang muncul terhadap perancangan Desain interior Bali Music Independent Centre sehingga mampu memberikan fasilitas yang dapat menunjang kegiatan di dalam Bali Music Independent Centre?

Batasan Masalah

a. Perencanaan Desain interior Bali Music Independent Centre (pusat) sebagai club sebagai fungsi utama dan fungsi - fungsi pendukung yang lainnya seperti galeri, bar, fasilitas hiburan di mana merupakan tempat berinteraksi sosial bagi para penggemar musik Indie.

b. Menghadirkan dan memberikan image atau atmosphere dari musik Indie tersebut ke dalam sebuah desain, bentuk interior bangunan, menciptakan ruang yang ergonomis.

Manfaat dan Tujuan

Manfaat dari Desain interior Bali Independent Music Center :

a. Menambah wawasan dalam proses desain interior pada kasus Desain interior Bali Music Independent Centre . Adapun kekurangan dan kelebihan yang ada pada hasil penelitian ini, dapat memperkaya ilmu bagi pembaca dan dapat menghasilkan perancangan yang lebih baik lagi.

b. Sebagai bahan masukan agar dunia interior dan kontribusinya dapat dikenal luas secara riil oleh masyarakat umum. Serta menjadikan salah satu alternatif tempat berkumpul dan sekaligus tempat bertemu banyak orang bagi penikmat musik Indie.


(8)

4 c. Desain ini diharapkan mampu memberikan/menambahkan teori-teori baru

yang berkembang di masyarakat untuk melengkapi teori-teori yang sudah ada sehubungan dengan kasus yang diangkat.

Tujuan dari Desain interior Bali Independent Music Center :

c. Desain interior Bali Music Independent Centre ini diharapakan dapat memperluas daya tampung kegiatan para penggemar musik Indie sebagai tempat bersosialisasi dan berinteraksi antar sesama penggemar musik Indie d. Dapat menambah dan meningkatkan komunikasi, konsultasi antara seniman-

seniman musik lndie, pemerhati Indie, pecinta & penggemar musik Indie, serta masyarakat pada umumnya.

e. Salah satu upaya untuk menghadirkan suatu tempat di mana penggemar musik Indie dapat berkumpul bersama dan saling berinteraksi.

Metode Analisa Data

Metode penelitian dan teknik pengumpulan data yang akan digunakan adalah analisis deskriptif yang menguraikan dengan cara menganalisis masalah dalam sebuah perancangan interior Desain interior Bali Music Independent Centre untuk mendapatkan data yang relatif lengkap dan akurat metode pengumpulan data yang dilakukan diantaranya melalui:

a. Studi literatur

Yang diambil dari buku-buku (pustaka) dan juga dengan pengumpulan data yang diunduh melalui internet. Yang berkaitan dengan perancangan Bali Music Independent Centre. Tujuan :

Untuk mendapatkan pengertian awal serta gambaran permasalahan.

Untuk mendapatkan data-data primer dan sekunder yang berhubungan dengan kebutuhan fungsi studi.


(9)

5 b. Observasi

Survei lapangan, yang akan dilakukan pada fasilitas-fasilitas yang berkaitan dengan Indie, di antaranya : studio musik Indie.Tujuan :

Memperoleh gambaran dan data satu kasus proyek Melihat kondisi dan potensi satu kasus proyek tersebut.

Memperoleh gambaran tentang interior pada sebuah bangunan pusat kesenian musik.

Mengetahui sistem ruang dan kebutuhan ruang.

c. Wawancara

Agar informasi-informasi mengenai Sejarah dan perkembangan Indie lebih detail. Wawancara dituju pada pemilik sebuah bar yang merupakan tempat para komunitas indie khususnya daerah Bali sering mengapresiasikan kreativitasnya yaitu adalah Twice Bar yang terletak di daerah Kuta. Dimana dari wawancara tersebut didapat beberapa informasi tentang penggemar music Indie seperti kegiatan yang biasa dilakukan oleh para penggemar music Indie, wadah apa saja yang dapat digunakan dalam mengapresiasikan music Indie tersebut.

d. Dokumentasi

Melakukan pendokumentasian hasil survey lapangan, seperti: Pengambilan photo acara-acara yang ada dalam sebuah cafe, tempat-tempat potensial yang berkonsepkan Indie


(10)

6 Sistematika Penulisan

Dalam penulisan laporan ini akan disampaikan hal-hal yang menyangkut fasilitas Desain interior Bali Music Independent Centre . Dalam bentuk analisis deskriptif yang akan dilanjutkan dengan perencanaan desain dalam konsep-konsep desain interior yang mengeluarkan image atau tema Indie tersebut. Adapun sistematika pembahasan meliputi :

Dalam bab I Pendahuluan, dijelaskan mengenai latar belakang alasan memilih kasus yang diambil, batasan masalah serta metode desain yang digunakan dalam pengumpulan data yang berhubungan dengan Bali Music Independent Centre dan terakhir penjabaran sistem dari pengantar karya ini. Sedangkan dalam bab II Tinjauan Pustaka, Menguraikan tentang teori-teori yang berkaitan secara langsung dengan kasus Desain interior Bali Music Independent Centre , serta mengenai sejarah singkat tentang musik Indie dan perjalanan sejarah Indie dan tentang perkembangan musik Indie secara umum. Setelah itu pada Bab III Tinjauan Dan Analisa Data, Menguraikan tentang data kasus yang diambil, yaitu mengenai data non fisik serta data fisik dari Desain interior Bali Music Independent Centre . Kemudian dilakukan analisis terhadap kebutuhan ruang, elemen pembentuk ruang, elemen pelengkap pembentuk ruang, fasilitas, utiltas dan dekorasi. Dan pada Bab IV yaitu Konsep Desain, menguraikan konsep desain yang digunakan dalam Desain interior Bali Music Independent Centre . Didahulukan dengan latar belakang pemilihan konsep, aplikasi konsep secara langsung dalam desain serta kriteria desain yang digunakan dalam perancangan. Selanjutnya Bab V Penutup, berisikan kesimpulan dan saran dari keseluruhan topik pembahasan yang dipaparkan di dalam pengantar karya ini.


(11)

7

Bagan 1.1 Kerangka Pemikiran

Kerangka Pemikiran

Beberapa komponen dasar yang terlibat dalam proses Desain interior Bali Music Independent Centre digambarkan dalam bentuk skema bagan pada halaman berikut :

Studi kasus :

Bali Music Independent Centre

Faktor manusia Data lapangan :

Fisik Non fisik Data literatur & Data Parameter Identifikasi masalah analisis Sintesis Desain F E E D B A C K C O N T R O L Gagasan Ide


(12)

8 B.BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan Umum

Bali adalah nama salah satu provinsi di Indonesia dan juga merupakan nama pulau terbesar yang menjadi bagian dari provinsi tersebut. Selain terdiri dari Pulau Bali, wilayah Provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil di sekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Serangan.

Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan sebutan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura. (wikipedia.org/wiki/Bali)

Tinjauan Umum Pekembangan Musik di Bali

Pasang surutnya perkembangan lagu Bali seakan-akan tergantung pada warna musik baru yang mampu dipadukan ke dalam tren lagu Bali yang telah ada. Setelah melewati masa-masa keemasan dengan warna musik yang telah banyak mengalami perkembangan dari musik-musik sebelumnya, akhirnya lagu Bali harus kembali menerima kenyataan tentang penurunan anime masyarakat terhadap lagu Bali. Terlihat pula perkembangan lagu Bali pada dekade ini bergerak ke arah pembentukan satu genre yaitu Pop. Walaupun para musisi telah banyak memasukkan warna lain pada musik mereka namun hal tersebut tidaklah membuat suatu perubahan yang mencolok pada hits-hits yang ada saat itu. Tapi yang jelas, terobosan-terobosan baru pada arrangement musik dan penyusunan lirik yang semakin tertata semakin menguatkan posisi lagu Bali di kalangan masyarakat umum. Perkembangan media pada tahun-tahun ini juga sedikit banyak telah memberikan kontribusi yang positif pada perkembangan lagu Bali. Ditambah lagi dengan adanya peningkatan daya beli


(13)

9 masyarakat yang semakin meningkat, membuat lagu Bali semakin mendapat tempat di hati masyarakat. Masuknya unsur melayu dalam lagu Bali membuat musisi-musisi Bali yang kreatif mencoba untuk memadukan unsur dan jenis musik yang lain ke dalam lagu Bali. Perkembangan lagu Bali yang sangat jauh berkembang membuat beberapa kalangan memberikan penilaian yang positif ataupun negatif tentang genre-genre baru ini. Namun, semuanya kembali berpulang pada nurani kita sendiri dan kita sendiri yang berhak untuk menentukan lagu apa dan aliran mana yang kita sukai. Genre / Aliran Musik. Genre / Aliran Musik dalam lagu Bali ternyata tidaklah mudah untuk diklasifikasikan karena musisi Bali cenderung mengkombinasikan suatu genre dengan genre lainnya. Sebuah album rock yang diluncurkan oleh penyanyi Bali ternyata tidak semuanya juga mencerminkan lagu rock yang sesungguhnya, tetapi sudah merupakan suatu kombinasi musik antara pop, rock, reggae dan lainnya.

Tinjauan Umum Musik Indie

Musik Indie adalah musik politik independen (kemerdekaan), pembedaan / perpindahan dari jalur alternative major yang dirasakan monoton sehingga banyak musisi berubah menjadi jalur indie. Musik idealis yang tidak dipengaruhi tahun, zaman dan industri. Sehingga mempunyai komunitas yang tersendiri dan bermacam-macam jenis dan banyak jumlahnya. Musik indie merupakan eksperimen dari musisi itu sendiri sehingga menimbulkan inovasi serta variasi musik di bandingkan musik-musik mainstream (Major) sekarang. Para penikmat musik-musik Indie umumnya adalah musisi dan player bahkan pendengar dan musik tersebut dipengaruhi oleh gaya berpakaian (fashion) sehingga mereka mencermati setiap zaman dan potensi musik yang akan dimunculkan.

Dan pada era punk tahun 70-an. Pertarungan dua ideologi kejenuhan, melahirkan semangat Do it Yourself (DIY). Semangat DIY menjadi semboyan utama Flower Generation, sebutan buat generasi di pertengahan 60-an sampai 70-an. Pada era itu sistem seolah dijungkirbalikan (do it yourself) termasuk dalam cara merilis rekaman. Momen itulah menjadi awal dari musik indie yang kita kenal sekarang.


(14)

10 Ledakan punk ini menyebar di seluruh dunia sampai muncul istilah-istilah seperti new wave dan post-punk saat ini. Tapi, di Indonesia sendiri band-band punk ini tidak sampai, hanya gaya fashionnya saja yang diambil.

Tahun 90-an ini pergerakan indie bergerak secara sporadis. S.I.D (Superman Is Dead) bisa dikatakan menjadi indie band Bali yang meraih sukses. S.I.D merilis EP secara indie mengikuti alur yang non-formalis dan lebih bergerak lebih santai dan mereka punya fan base yang kuat karena mereka mulai dari bawah dan punya struktur yang kuat. Dari masa itu hingga sekarang, perkembangan musik indie Bali terus meningkat. Bukan hanya di sisi band indie saja, tapi juga elemen-elemen yang mendukungnya seperti majalah indie, trend internet seperti MySpace dan facebook, panggung-panggung reguler, label indie bahkan juga fashion (distro).

Tinjauan Tentang Club

Sarana rekreasi yang berbentuk Club pertama dikenal di Inggris pada akhir abad ke-19. Kebudayaan ini sebenarnya sudah lama ada, tetapi belum berbentuk lembaga dan hanya dikenal dikalangan bangasawan saja. Baru pada akhir abad 19 kegiatan ini mvlai melembaga menjadi suatu Club (pada awalnya disebut Country Club). (Club Operation & Management : Ted E. White, Florida Interntional University)

Dikemukakan bahwa dalam kebudayaan yunani kuno, orang-orang sering mengadakan pertemuan disuatu tempat untuk bertukar pikiran mengenai filsafat, agama, politik, dan lain-lain. Mereka juga memiliki kebiasaan mandi bersama dan dipijat, sambil berbincang-bincang mengenai kesusasteraan atau hal lain yang bersifat, sedangkan pada abad ke-17, adalah coffe shop yang menjadi tempat yang paling digemari orang untuk bertemu dan berbincang-bincang mengenai berbagai masalah. Kebiasaan ini juga merupakan salah satu rujukan terbentuknya Club. (Enciclopedy Americana Vol. VII Hal,568, 1971)


(15)

11 Parameter

Pada gambar gallery di atas terlihat menggunakan warna-warna yang berani sebagai bentuk ekspresi diri. Memberikan kesan inovatif dan mencerminkan suasana yang diinginkan.

Pada gambar diatas memperlihatkan bentuk-bentuk ekspresionis, imajinatif , dinamis, ergonomis. Dalam artian bentuk bentuk itu semua muncul terjadi begitu saja . tidak mempunyai aturan baku .

Gambar Gallery (urbaninterior.com)

Gambar Cafe (urbaninterior.com)


(16)

12 Gambar diatas adalah merupakan gambaran penggunaan material-material yang bersih umumnya product fabrikan tapi tidak menutup kemungkinan eksperimen material dan bersifat tidak terlalu sulit untuk dibentuk, untuk melakukan permainan-permainan bentuk, sesuai dari penggayaan yang dipilih, dan juga material-material yang akan mengalami pengolahan dari warna, dan akan dilakukan finishing, sesuai dengan yang diinginkan, sehingga image yang diharapkan tercapai.

C.BAB III TINJAUAN KHUSUS

Tujuan Perencanaan Desain Interior Bali Music Independent Centre

Meningkatkan komunikasi antara seniman-seniman musik indie, pemerhati Indie, penggemar & pecinta musik Indie, serta masyarakat adalah tujuan utama dari perencanaan Interior Bali Music Independent Centre. Adapun tujuan lain dari perencanaan Interior Bali Music Independent Centre sebagai berikut :

a. Memenuhi kebutuhan para seniman musik, khususnya seniman musik Indie dengan memberikan suatu sarana untuk menampilkan hasil kreasi mereka. b. Mengembangkan kemampuan para generasi muda penggemar musik Indie

dengan memberikan sarana berlatih.

Gambar Retail (urbaninterior.com)


(17)

13 c. Salah satu upaya untuk menghadirkan suatu tempat di mana penggemar musik

Indie dapat berkumpul bersama dan saling berinteraksi.

d. Meningkatkan apresiasi, aspirasi, dan partisipasi masyarakat terhadap musik Indie.

e. Mengeksistensikan musik kreatif kontemporer khususnya musik Indie di Bali f. Menghadirkan hiburan dan pelatihan musik Indie yang bermutu kepada

masyarakat.

Bali Music Independent Centre

Bali Music Independent Centre mempunyai arti suatu tempat atau pusat bagi para penggemar musik Indie untuk dapat berkumpul bersama, mengadakan pertemuan dan saling berinteraksi, dimana segala kegiatan yang berlangsung pada Bali Music Independent Centre ini ditunjang dengan fasilitas utama dan fasilitas penunjang.

Tempat ini menyediakan sarana-sarana berupa sarana pertemuan anggota, sarana komersil dan hiburan, juga disediakan sarana pelatihan atau kursus musik yang praktis, interakrif, serfa disediakan pula sarana performance atau pertunjukan. Sarana kegiatan yang ada di Bali Music Independent Centre ini bertemakan musik Indie dengan segala jenisnya dan mewadahi kegiatan rekreatif dan edukatif yang menyenangkan dan layak dijual.

Pengadaan fasilitas komersil dan hiburan yang masih bertemakan musik ditujukan dalam konteks proyek terhadap segi ekonomi. Adapun jenis kegiatan komersial yang diwadahi adalah :

a. Cafe Indie yang dijadikan sebagai gerbang utama kompleks ini. Hal ini ditujukan menandai identitas dari kompleks ini sekaligus sebagai sarana pencipta dari nafas utama dari fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh kompleks Bali Music Independent Centre . Adapun didalam Bali Music Independent Centre ini disediakan fasilitas toko memorabilia yang berhubungan dengan musik Indie. Sedangkan Cafe Indie itu sendiri adalah


(18)

14 suatu tempat dimana pengunjung dapat menikmati hiburan musik Indie sambil makan, minum, dan bersosialisasi.

b. Toko yang menjual alat-alat musik, buku-buku musik, dan toko rekaman yang menjual koleksi rekaman baik yang berupa kaset, CD, maupun piringan hitam serta merchandise dari band – band Indie.

c. Gallery untuk menampilkan karya – karya yang berhubungan dengan music indie berupa sejarah dan perkembangannya.

Data Fisik

a. Peta Lokasi

Lokasi Bali Music Independent Centre berada di seputar jalan By Pass Ngurah Rai yang menghubungkan antara Kuta, legian dan Nusa Dua. Jalan By Pass merupakan jalur yang sangat padat. Ini berarti kondisi site memiliki nilai yang sangat strategis. Lingkungan disekitar yang juga merupakan kawasan pusat usaha yang

lokasi

Pulau Bali Daerah Tuban


(19)

15 mejual barang-barang kerajinan.Lingkungan sekitar bangunan yang aman, dekat dengan pemukiman penduduk dan kegiatan kepariwisataan, memberikan kemudahan akses bagi masyarakat local dan wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.

b. Denah Awal

Perancangan Lokasi Bali Music Independent Centre memilih rencana lokasi di Jl. By Pass Ngurah Rai,Tuban - Bali. Lokasi ini awalnya adalah merupakan bangunan sebuah toko retail khusus menjual kebutuhan surfing.

Data Non Fisik

a. Nama Kasus : Bali Music Independent Centre b. Alamat alih Fungsi : Jl. By Pass Ngurah Rai, Tuban-Bali c. Nama Pengelola : Mr.zio

d. Berdiri pada tahun : Tahun 2001 e. Luas Bangunan : 1173,98m2 f. Luas Tanah : 1405,36m2

g. Jumlah Karyawan : Waiter = 6 Orang


(20)

16 Kasir = 2 Orang

Cheff = 4 Orang OB = 2 Orang h. Waktu Oprasional : 09.00-24.00 Wita

i. Jenis Usaha : Café, Bar, Gallery, Retail

j. Tamu Mayoritas : Kalangan menengah keatas, anak muda, komunitas musik Indie

k. Jam padat tamu : Siang Jam 12.00-14.00 Wita Malam Jam 19.00-24.00 Wita l. Kapasitas : Minimal 30 - maksimal 50 orang m. Tamu perhari : Rata-rata 30 - 50 orang

n. Struktur Organisasi

Untuk tugas masing-masing jabatan adalah sebagai berikut :

1. Pemilik sebagai pemimpin tertinggi, bertanggung jawab menentukan keputusan.

2. Cashier menerima pembayaran atau transaksi yang dilakukan pengunjung. 3. Chief Cook mengatur penyiapan dan pengolahan makanan yang akan

disajikan atau dijual.

4. Chief waitres mengatur pekerjaan persiapan sebelum melayani tamu seperti membersihkan ruangan, membersihkan alat makan, memeriksa kekurangan kafe secara umum dan merapikan kembali kafesetelah tutup.

Owner / pemilik

chasier waitress cheff OB


(21)

17 5. OB/office boy.melakukan pekerjaan seperti membersihkan dan menyiapkan

kebutuhan pegawai pada bagian kantor.

o. Runtutan Aktivitas

D.BAB IV KONSEP DESAIN Konsep Umum Perancangan

Bali Music Independent Centre ini merupakan sebuah fasilitas untuk masyarakat yang menjadi member dalam Indie Club, dan juga diperuntukkan untuk

Entrance Area cafe

Area kasir Rest room

Bagan 3.2 Pola Aktivitas Konsumen

March Shop

Entrance Area kasir

Bagan 3.3 Pola Aktivitas Konsumen

Rest room

Jalur pegawai Ruang pegawai gudang

Dapur

Area café March Shop

Bagan 3.4 Pola Aktivitas Pegawai


(22)

18 masyarakat umum, berfungsi sebagai tempat yang dapat memudahkan masyarakat pencinta musik, khususnya musik Indie, untuk memperoleh informasi-informasi dalam konteks musik Indie, saling berinteraksi antar sesama pecinta musik Indie, mengadakan pertunjukan-pertunjukan musik (musik Indie), selain itu juga sebagai tempat yang memberikan nilai edukatif dan rekeratif.

Dengan keberadaan Bali Music Independent Centre ini dapat memberikan kontribusi yang sangat baik dalam perkembangan musik,khususnya musik Indie, Indonesia (khususnya Bali), untuk dapat menyelenggarakan acara-acara yang bertemakan musik Indie itu sendiri.

Alasan utama dalam pemilihan tema adalah di sesuaikan dengan musik Indie itu sendiri yaitu sebuah jenis musik yang identik dengan karakter kreatif, ekspresif, dinamis, oleh karena itu pemilihan tema ini sangat mendukung setiap kegiatan-kegiatan yang akan diadakan pada Bali Music Independent Centre .

Gaya yang diangkat adalah Urban, dimana urban sendiri memiliki makna yaitu sifatnya progresif, adanya suatu perubahan yang dinamis atau bergerak, rasional, yang dalam pengaplikasian terhadap perancangan interior tidak baku dengan bentuk-bentuk tertentu, dan hal-hal lain akan tetapi tetap mengutamakan aspek fungsional, dianggap sesuai dengan karakter Indie itu sendiri yang cenderung berubah ubah dan temporer. Dalam hal yang umum urban berarti perkotaan sedangkan berdasarkan konteks desain, urban adalah membuat sesuatu hubungan antara gerakan manusia, tempat dan bentuk suatu perkotaan serta alam, pengelolaan hidup, kelangsungan hidup dan ekonomi kedalam penciptaan tempat - tempat dengan keindahan dengan identitas yang berbeda Dan hal ini lebih terfokus pada psikis suatu daerah Bali yang bergerak dalam bidang daerah yang kreatif.


(23)

19 Unsur – Unsur Visual

Unsur-unsur visual yang akan diterapkan di dalam perencanaan dan perancangan Bali Music Independent Centre ini, adatah antara lain:

a. Konsep Bentuk

Bentuk-bentuk yang didinginkan pada perancangan Bali Music Independent Centre ini adalah bentuk - bentuk ekspresionis , imajinatif , dinamis, ergonomis. Dalam artian bentuk bentuk itu semua muncul terjadi begitu saja , tidak mempunyai aturan baku .

b. Konsep Wama

Penggunaan warna pada Bali Music Independent Centre ini, didasari pada upaya perwujudan apresiasi yang mewakili jiwa Indie dari para kaum yang berjiwa muda sebagai pengguna itu sendiri, yaitu suasana akrab dan nyaman. Untuk itu warna-warna yang digunakan adalah warna-warna yang berani dan menghasilkan kesan inovasi kreatif, dimana mencerminkan suasana yang diinginkan.

c. Konsep Material

Konsep material yang digunkan pada perencanaan Desain interior Bali Music Independent Centre ini adalah material-material yang bersih umumnya product fabrikan tapi tidak menutup kemungkinan eksperimen material dan bersifat tidak terlalu sulit untuk dibentuk, untuk melakukan permainan-permainan bentuk, sesuai dari penggayaan yang dipilih, dan juga material-material yang kan mengalmi pengolahan dari warna, dan akn dilakukan finishing, sesuai dengan yang diinginkan, sehingga image yang diharapkan tercapai. Secara keseluruhan elelmen-elemen interior (dinding, lantai, ceiling, furniture, dll) yang ada pada perancangan Desain Interior Bali Music Independent Centre ini, akan menggunakan material yang mengalami pengolahan, baik dari bentuk, warna, hingga sampai pada saat tahap finishing.


(24)

20 d. Konsep lantai

Agar tidak terkesan membosankan, treatment pada lantai sebaiknya perlu diperhatikan. Dengan menggunakan cara permainan pola pada material serta naad, akan menjadikan lantai terlihat lebih menarik dan dinamis. Selain itu, lantai yang tidak menggunakan naad akan mendapatkan pengolahan khusus yaitu dengan memberikan warna yang lebih cerah pada bagian yang memiliki hubungan dengan dinding. Hal ini dimaksudkan agar pengolahan yang dilakukan tidak akan memberikan kesan yang monoton.

e. Konsep Dinding

Dinding tidak hanya sebatas sebagai pembatas ruang namun juga dijadikan sebagai elemen pendukung. Dinding tidak dibuat pasif, diam, tidak berbicara, namun dibuat menarik dan dinamis. Dinding yang dibuat harus mempertimbangkan aspek keamanan dengan menggunakan permukaan yang rata, serta penggunaan wall treatment untuk mendukung suasana. Selain itu, dinding menggunakan material awet dan tahan lama. Untuk area publik seperti lobby, dan Gallery, dinding dapat dibuat atraktif dengan backdrop dan wall treatment dengan bias lampu. Penggunaan naad horizontal dapat membuat dinding lebih berarti. Selain sebagai penghubung dinding dengan lantai, penggunaan plint dapat memudahkan dalam maintenance.

f. Konsep Plafon

Sama halnya dengan dinding, plafon tidak dibiarkan polos. Pada bagian enterance dapat menggunakan up ceiling, dengan bagian ceiling yang dibuat lebih tinggi untuk memberikan kesan menerima. Drop ceiling dapat digunakan pada beberapa area publik seperti area tunggu lobby untuk mengikat furniture yang ada di bawahnya. Bentuk ceiling yang organis dapat membantu dalam memberikan arah.


(25)

21 g. Konsep Fumiture

Penggunaan jenis furniture harus juga mendapatkan perhatian khusus. Bila dilihat dari segi perawatannya, furniture yang digunakan haruslah yang memiliki kemudahan serta fungsionalis dalarp pemakaiannya. Selain untuk meminimalkan kemungkinan menempelnya debu serta kotoran pada sela-sela detail, penggunaan furniture dengan bentuk sederhana dan simpel juga dapat mendukung konsep modern yang diterapkan. Material yang berasal dari industri akan dipadu - padankan dengan material yang bersumber dari alam. Seperti besi stainless dengan kayu yang dibera finishing, material kaca dan material kayu, dan lain sebagainya.

Hubungan Antar Ruang

Berikut ini adalah bagan yang menunjukkan hubungan kedekatan antar ruang pada perancangan Desain Interior Bali Music Independent Centre :


(26)

22 Analisis Zonasi dan Sirkulasi

Sonasi pada lantai satu dikelompokkan berdasarkan aktivitas pengunjung dan karyawan. Zona public berada pada area yang berhubungan langsung dengan entrance. Zona public pada lantai satu meliputi area Kafe, area Bar, area Kasir dan area lounge. Untuk Zona Semi Private sendiri meliputi Ruang Artis, Rest Room, ,Store March, dan Area Stage. Sedangkan Zona Private berada pada area yang berdekatan dengan sirkulasi khusus karyawan, zona ini meliputi Pantry, Locker, Toilet Pegawai, Service Room, Kitchen, Ready Stock Kitchen, Ready Stock Store.

Nama Ruang Keterangan

Main Entrance Berada di bagian luar bangunan, sebagai akses keluar masuk utama serta penghubung antara ruang luar dan ruang dalam.

Lounge Area Berada di dalam bangunan yang berdekatan dengan Bar area, dan chasier area untuk memudahkan pengunjung apabila ingin memesan makanan dan minuman serta melakukan transaksi pembayaran.

Store March Berada berdekatan dengan main entrance yang memiliki akses tersendiri untuk pengunjung yang hanya ingin berbelanja di store march agar tidak menganggu pengunjung yang berada di area café.

Chasier Area Chasier Area berdekatan dengan area café, dan area lounge untuk mempermudah para pengunjung saat melakukan tranksaksi.

Bar Area Bar area berdekatan dengan chasier area serta lounge area dan café area untuk memudahkan pengunjung apabila ingin memesan minuman.

Artis Room Artis Room berada berdekatan dengan Stage Area serta memiliki akses keluar masuk tersendiri agar tidak menganggu pengunjung pada area café.

Stage Area Stage area letaknya berdekatan dengan artis room, untuk mempermudah akses bagi para penghibur ketika akan melakukan live perfomance.


(27)

23 Rest Room Berada dekat dengan Lounge Area, Café Area, Bar

areasehingga memudahkan para pengunjung untuk mengaksesnya.

Pantry Pantry terletak dibagian khusus karyawan berdekatan dengan locker sehingga memudahkan para karyawan untuk beraktivitas.

Locker locker berada dekat dengan pantry dan memiliki akses tersendiri agar tidak menganggu para pengunjung.

Toilet Pegawai Terletak berdekatan dengan service room dan mudah diakses oleh karyawan.

Service Room Service room berdekatan dengan dapur dan toilet sehingga memudahkan karyawan untuk mengakses peralatan kebersihan.

Kitchen Dapur terletak berdekatan dengan ready stock kitchen, bar dan kasir sehingga memudahkan dalam hal penyajian.

Ready Stock Kitchen Berdekatan dengan dapur untuk memudahkan dalam mengambil bahan – bahan makanan untuk di masak dan disajikan.

Ready Stock Store Berada didalam area store march untuk mempermudah penyimpanan stok pada store march.

Nama Ruang Keterangan

Manager room berdekatan dengan admin room dan letaknya menghadap area café sehingga memudahkan para pengunjung yang ingin meminta ijin untuk melakukan pameran dan mengawasi kegiatan di area café.

Admin room Berada dekat dengan manager room dan toilet sehingga tidak mengganggu pengunjung gallery

toilet Berada dekat dengan manager room ,admin room serta control room sehingga memudahkan akses pengelola.

Control room Letaknya di bagian barat bangunan yang mengarah langsung pada stage area sehingga dapat mengontrol kegiatan di area stage.


(28)

24 Analisis Elemen Pembentuk Ruang

Dalam perancangan Desain interior Bali Music Independent Centre ini menggunakan konsep “Urban”. Konsep ini secara fisik akan terlihat dalam elemen -elemen interior yang dirancang. Dalam pengaplikasian konsep ini suasana interior yang ingin dicapai adalah suasana yang imajinatif namun tetap ergonomis dimana sesuai dengan konsep urban tersebut. Terdapat beberapa unsur penggunaan material yang digabungkan sehingga tercipta sebuah desain yang berbeda Berikut ini adalah penjabaran tentang elemen interior pada perancangan ini

1. Lantai


(29)

25 Tabel Analisis Lantai

Area / Ruang Jenis Lantai Keterangan

- Café area - Main entrance - Bar area - Store march - Gallery

Bahan : Semen Finishing : Epoxy Tekstur : Halus

Penggunaan bahan semen epoxy dengan tekstur halus berguna untuk memperluas ruang.

- Lounge area - Stage area

Bahan : kayu sungkai Finishing : Natural Clear : semi doff

Bahan Parquete digunakan untuk menambah kesan hangat pada area lounge dan stage sehingga terkesan lebih akrab.


(30)

26 - Admin room

- Manager room - Control room - Artis room - Pantry - Locker - Kitchen

Bahan : Granito

Kode : Salsa rustic temple Warna : hitam

Dim : 60 x 60 cm Finishing : halus Pola : Diagonal

Untuk memberi kesan tegas pada ruangan digunakan keramik berwarna hitam serta finishingnya halus. Agar tidak terlihat monoton pola lantai yang digunakan adalah diagonal.

- Rest room - Toilet lt.2 - Toilet pegawai - Service room - Ready stock store - Ready stock kitchen

Bahan : Keramik Merk : ASIAN TILE Warna : hitam Dim : 20 x 20 cm tekstur : Kasar Pola : Diagonal

Menggunakan keramik berwarna hitam untuk menyesuaikan dengan ruangan yang lain. Digunakan keramik dengan tekstur kasar agar tidak licin dan terjadi kecelakaan.

2. Dinding

Dinding pada Desain Interior Bali Music Independent Centre hampir di seluruh ruangan menggunakan finishing semen epoxy. Dibeberapa area seperti area lounge menggunakan partisi dengan material kayu mahoni yang difungsikan juga sebagai penutup dari peredam suara di dinding tersebut. Pada Store March menggunakan bahan batu bata yang dinishing dengan cat dinding berwarna putih.

3. Plafon

Plafon pada area lounge , area bar, area Stage dibuat dengan sistem lambersering dengan bahan kayu ulin yang difinishing natural. Sedangkan pada area dan ruangan lainnya plafon menggunakan material gypsum.


(31)

27 Analisis Elemen Pelengkap Pembentuk Ruang

Elemen pelengkap pembentuk ruang seperti pintu hanya terdapat pada ruang - ruang tertutup yang terjaga privasinya seperti pada manager room, kitchen, admin room, control room, locker, ready stock, dan rest room. Sedangkan area café pada lantai satu tidak terdapat penggunanan pintu karena ruangnya merupakan sebuah area dimana terdapat beberapa area yang menjadi satu yaitu lounge area, dan café area serta bar area. Sedangkan untuk jendela terdapat pada bagian publik seperti store march sehingga berguna memperlihatkan display yang ada.

Analisis Fasilitas

Fasilitas yang di desain untuk Bali Music Independent Centre disesuaikan dengan nilai ergonomis bagi penggunanya, sehingga tidak menimbulkan cedera pada saat digunakan. Fasilitas juga didesain berdasarkan fungsi dengan memperhatikan nilai estetika. Fasilitas yang ada dalam Bali Music Independent Centre tidak hanya bermanfaat bagi aktifitas namun dapat menjadi unsur estetis ruangan. Oleh karena itu desain yang digunakan dipilih untuk mewakili tema dan konsep yang ingin ditampilkan. Material yang berasal dari industri akan dipadu - padankan dengan material yang bersumber dari alam. Seperti besi stainless dengan kayu yang diberi finishing, material kaca dan material kayu, dan lain sebagainya.


(32)

28 Sofa pada area Café menggunakan bahan multiplek yang difinishing HPL dengan tekstur kayu natural serta di furnishing menggunakan kulit sintetis. Sedangkan pada sofa area Lounge menggunakan material stainlees yang difurnishing dengan kulit sintetis serta disablon dengan motif yang memiliki hubungan dengan musik.

Meja Bar menggunakan material Kayu mahoni dengan finishing natural, dan top table menggunakan material granite warna hitam agar tidak mudah kotor atau terkena noda.

Meja makan pada area Lounge menggunakan material kayu mahoni yang difinishing natural serta pada bagian kaki meja dipadukan dengan stainless.

Gambar Meja Bar


(33)

29 Analisa Utilitas

Pencahayaan

Bangunan Bali Music Independent Centre menghadap ke arah Timur. Area paling timur adalah Lounge area dan Store march. Untuk efisiensi cahaya maka optimalisasi pencahayaan alami pada pagi hari dilakukan dengan memberi celah masuk cahaya yang optimal dimana pada bagian Timur diletakan jendela-jendela pada store march. Pengoptimalan cahaya di setiap ruang dibantu dengan pencahayaan buatan yang dihitung kebutuhannya sesuai yang ditentukan oleh fungsi ruang.

Visualisasi Desain


(34)

30 Gambar 4.12 Area Bar


(35)

31 Gambar 4.14 Area café


(36)

32 Gambar 4.16 Area Gallery


(37)

33 E.BAB V PENUTUP

Kesimpulan

Perkembangan musik Indie di Indonesia menuntut agar adanya sebuah fasilitas yang benar-benar dapat memberikan kontribusi yang sangat baik bagi para masyarakat pencinta dan penikmat music indie Indonesia umumnya, khususnya masyarakat warga Bali

Musik indie selalu berkembang pesat dari waktu ke waktu; hal ini dapat dilihat dari banyaknya bermunculan para peminat musik indie dan anak-anak muda berbakat dalam bidang seni musik, juga banyaknya pertunjukan musik indie. Hai inilah yang menjadi tuntutan para penggemar maupun musisi musik indie untuk memiliki suatu fasilitas yang dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan mereka.

Karena itu adanya Bali Music Independent Centre dalam perencanaan ini pada dasarnya bertujuan untuk menyediakan fasilitas multi fungsi yang khusus mewadahi para penggemar musik indie agar dapat berkumpul bersama dan dapat menjadi suatu kesatuan yang utuh dan lebih mengangkat perkembangan kegiatan apresiasi musik dan hiburan musik, khususnya musik indie, selain itu dengan adanya perencanaan Bali Music Independent Centre ini diharapkan dapat lebih meningkatkan apresiasi masyarakat tentang musik Indie.

Saran

Dalam pengadaan fasilitas pada Bali Music Independent Centre ini masalah utama diangkat adalah perencanaan pada interior bangunannya, yang didalamnya harus mempertimbangkan banyak aspek diantaranya adalah aspek pengguna aspek bangunan yang menyangkut perencanaan system lingkungan interior, struktur dan Dengan memperhatikan seluruh aspek yang ada diharapkan Bali Music Independent Centre ini dapat menjadi suatu fasilitas yang baik yang dapat memberikan suasana baru bagi ruang Daerah Bali yang bersifat rekreatif dan edukatif bagi masyarakat


(38)

34 pada umumnya dan para penggemar musik indie pada khususnya sehingga keberadaannya memang dirasakan perlu bagi masyarakat luas.

F.Daftar Pustaka

Ching, Francis D. K, 1980, Bentuk Ruang dan Susunannya. Erlangga, Jakarta. Ching, Francis D. K. 1996. Interior Designing Illustrated. London : International Thomson Publishing Inc.

Jhon M. Ecchlox & Hasan Shadily. 1990. Kamus Inggris Indonesia. PT. Gramedia, Jakarta.

Mangunwijaya, Y.B. 1981. Pasal-Pasal Pengantar Fisika Bangunan. Jakarta : PT.Gramedia

Marizar, Eddy. 2003. Designing Furniture. Yogyakarta : Media Pressindo

Neuferst Ernst.1991. Data Arsitek, Jilid 2, Edisi kedua (Alih Bahasa Sjamsu

Amri). Erlangga. Jakarta.

Panero, Julius. 2003. Dimensi Manusia dan Ruang. Jakarta : Erlangga

Poerwadarminta, W.J.S, 1983. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta; Balai Pustaka

Satwiko, Prasasto, 2004. Fisika Bangunan 1. Yogyakarta : Andi

Suptandar, Pamudji, 1995, Perancangan Tata Ruang Dalam. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, universitas Trisakti, Jakarta.

Suptandar, Pamudji, 1985. Interior Design, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Jakarta.

Wardono, Prabu. 1996. Prinsip Desain Interior. Bandung : ITB

Fred Lawson. 1994. Restaurant, Club, and Bars, Planning, Design and Invesment for FOOD Service.


(39)

35 Ted E. White. Club Operation & Mangement. International University, Florida.

Internet :

Music Biz Magazine (5 / 12 / 2012) www.Gitaris.com (11 / 12 / 2012)

www.riwayat band-band dari bali.com (17 / 12 / 2012)

httpa/en.wikipedia.org/wiki/independent_music (17 / 12 / 2012) http://www.la.lights.com/ (20 / 12 / 2012)

http://www.bbc.co.uk/indonesian/programmes/storyJ2007/06/070610 indie.shtml (20 / 12 / 2012)

http:/Iwww.aboutmusic.orq (20 / 12 / 2012) www.urbanimage.com (23 / 12 / 2012) www.Interior urban.com (23 / 12 / 2012)


(1)

30 Gambar 4.12 Area Bar


(2)

31 Gambar 4.14 Area café


(3)

32 Gambar 4.16 Area Gallery


(4)

33

E.BAB V PENUTUP

Kesimpulan

Perkembangan musik Indie di Indonesia menuntut agar adanya sebuah fasilitas yang benar-benar dapat memberikan kontribusi yang sangat baik bagi para masyarakat pencinta dan penikmat music indie Indonesia umumnya, khususnya masyarakat warga Bali

Musik indie selalu berkembang pesat dari waktu ke waktu; hal ini dapat dilihat dari banyaknya bermunculan para peminat musik indie dan anak-anak muda berbakat dalam bidang seni musik, juga banyaknya pertunjukan musik indie. Hai inilah yang menjadi tuntutan para penggemar maupun musisi musik indie untuk memiliki suatu fasilitas yang dapat mengakomodasi seluruh kebutuhan mereka.

Karena itu adanya Bali Music Independent Centre dalam perencanaan ini pada dasarnya bertujuan untuk menyediakan fasilitas multi fungsi yang khusus mewadahi para penggemar musik indie agar dapat berkumpul bersama dan dapat menjadi suatu kesatuan yang utuh dan lebih mengangkat perkembangan kegiatan apresiasi musik dan hiburan musik, khususnya musik indie, selain itu dengan adanya perencanaan Bali Music Independent Centre ini diharapkan dapat lebih meningkatkan apresiasi masyarakat tentang musik Indie.

Saran

Dalam pengadaan fasilitas pada Bali Music Independent Centre ini masalah utama diangkat adalah perencanaan pada interior bangunannya, yang didalamnya harus mempertimbangkan banyak aspek diantaranya adalah aspek pengguna aspek bangunan yang menyangkut perencanaan system lingkungan interior, struktur dan Dengan memperhatikan seluruh aspek yang ada diharapkan Bali Music Independent Centre ini dapat menjadi suatu fasilitas yang baik yang dapat memberikan suasana baru bagi ruang Daerah Bali yang bersifat rekreatif dan edukatif bagi masyarakat


(5)

34 pada umumnya dan para penggemar musik indie pada khususnya sehingga keberadaannya memang dirasakan perlu bagi masyarakat luas.

F.Daftar Pustaka

Ching, Francis D. K, 1980, Bentuk Ruang dan Susunannya. Erlangga, Jakarta. Ching, Francis D. K. 1996. Interior Designing Illustrated. London : International Thomson Publishing Inc.

Jhon M. Ecchlox & Hasan Shadily. 1990. Kamus Inggris Indonesia. PT. Gramedia, Jakarta.

Mangunwijaya, Y.B. 1981. Pasal-Pasal Pengantar Fisika Bangunan. Jakarta : PT.Gramedia

Marizar, Eddy. 2003. Designing Furniture. Yogyakarta : Media Pressindo Neuferst Ernst.1991. Data Arsitek, Jilid 2, Edisi kedua (Alih Bahasa Sjamsu Amri). Erlangga. Jakarta.

Panero, Julius. 2003. Dimensi Manusia dan Ruang. Jakarta : Erlangga

Poerwadarminta, W.J.S, 1983. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta; Balai Pustaka

Satwiko, Prasasto, 2004. Fisika Bangunan 1. Yogyakarta : Andi

Suptandar, Pamudji, 1995, Perancangan Tata Ruang Dalam. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, universitas Trisakti, Jakarta.

Suptandar, Pamudji, 1985. Interior Design, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Trisakti, Jakarta.

Wardono, Prabu. 1996. Prinsip Desain Interior. Bandung : ITB

Fred Lawson. 1994. Restaurant, Club, and Bars, Planning, Design and Invesment for FOOD Service.


(6)

35 Ted E. White. Club Operation & Mangement. International University, Florida.

Internet :

Music Biz Magazine (5 / 12 / 2012) www.Gitaris.com (11 / 12 / 2012)

www.riwayat band-band dari bali.com (17 / 12 / 2012)

httpa/en.wikipedia.org/wiki/independent_music (17 / 12 / 2012) http://www.la.lights.com/ (20 / 12 / 2012)

http://www.bbc.co.uk/indonesian/programmes/storyJ2007/06/070610 indie.shtml (20 / 12 / 2012)

http:/Iwww.aboutmusic.orq (20 / 12 / 2012) www.urbanimage.com (23 / 12 / 2012) www.Interior urban.com (23 / 12 / 2012)