Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Opini Audit Going Concern Pada Perusahan Manufaktur Terbuka (Tbk)

SKRIPSI

ANALISIS FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPINI
AUDIT GOING CONCERN PADA PERUSAHAAN
MANUFAKTUR TERBUKA (Tbk)

OLEH

RISTI YUANDA PUTRI
090522057

PROGRAM STUDI STRATA I AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2011

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul:
“Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Opini Audit Going Concern
Pada Perusahan Manufaktur Terbuka (Tbk)”
Adalah benar hasil karya saya sendiri dan judul yang dimaksud belum pernah
dimuat, dipublikasikan, atau diteliti oleh mahasiswa lain dalam konteks penulisan
skripsi untuk Program Reguler S-1 Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara. Semua sumber data dan informasi yang diperoleh
telah dinyatakan dengan jelas dan benar adanya. Apabila dikemudian hari
pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima sanksi yang ditetapkan oleh
Universitas Sumatera Utara.

Medan,
Juli 2011
Yang membuat pernyataan,

Risti Yuanda Putri
NIM: 090522057

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah memberikan
nikmat dan kemudahannya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini tepat
waktu guna memperoleh gelar Sarjana Ekonomi pada Fakultas Ekonomi
Departemen Akuntansi Universitas Sumatera Utara. Shalawat beriring salam
penulis hadiahkan kepada Rasulullah SAW yang syafa’atnya diharapkan di
akhirat kelak.
Sepanjang proses penyusunan skripsi ini, penulis mendapatkan banyak
bantuan, dukungan, serta do’a dari berbagai pihak.

Oleh karena itu, dalam

kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada:
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, MEc. Selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara.
2. Bapak Drs. Firman Syarif, M.Si, Ak dan Ibu Dra. Mutia Ismail, MSi, Ak.
selaku Ketua Program Studi S1 Akuntansi serta Sekretaris Program Studi
S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Arifin Akhmad, M.Si, Ak selaku Dosen Pembimbing. Terima
kasih atas semua waktu dan bimbingan yang telah diberikan kepada
penulis selama proses penyusunan dan penyelesaian skripsi ini.
4. Bapak Drs. Syamsul Bahri TRB, MM, Ak selaku Dosen Pembanding/
Penguji I dan Bapak

Drs. Chairul Nazwar, M.Si, Ak selaku Dosen

Pembanding/ Penguji II atas saran-sarannya.

Universitas Sumatera Utara

5. Kedua orang tua penulis, Ayahanda Erdi dan Ibunda Teti Warningsih
terima kasih atas semua kasih sayang, do’a, dukungan, didikan, dan
semangat yang sangat berarti. Semoga penulis dapat menjadi anak yang
dapat dibanggakan.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat penulis harapkan dari para
pembaca untuk penulisan selanjutnya. Akhir kata, penulis berharap semoga skripsi
ini bermanfaat bagi para pembacanya.

Medan,

Juli 2011

Risti Yuanda Putri
NIM: 090522057

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas audit,
kondisi keuangan perusahaan, opini audit tahun sebelumnya, pertumbuhan
perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap opini audit going concern pada
perusahaan manufaktur terbuka (Tbk). Variabel independen penelitian ini adalah
kualitas audit, kondisi keuangan perusahaan, opini audit tahun sebelumnya,
pertumbuhan perusahaan dan ukuran perusahaan.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur
yang terdaftar di BEI tahun 2008-2010 dengan jumlah anggota populasi sebanyak
150 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive
sampling diperoleh 57 perusahaan sampel dengan 171 data observasi sebagai unit
analisis (57 x 3 tahun). Pengujian atas hipotesis penelitian dilakukan dengan uji
statistic deskriptif, uji Z-Score dan uji regresi logisitk.
Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan regresi logistik dinyatakan bahwa
variable kualitas audit berpengaruh signifikan terhadap opini going
concern.Variabel kondisi keunangan perusahaan tidak berpengaruh signifikan
terhadap opini going concern.
Opini audit tahun sebelumnya, variabel
pertumbuhan perusahaan dan ukuran perusahan tidak berpengaruh signifikan
terhadap opini going concern.
Kata kunci: kualitas audit, kondisi keuangan perusahaan, opini audit tahun
sebelumnya, pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan dan opini
goimg concern

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The purpose of this study was to determine the effect of audit quality,
financial condition, audit opinion the previous year, company growth and
company size on the going concern audit opinion on the company opened
manufacturing (Tbk). The independent variable of this study is the quality of the
audit, the financial condition of companies, audit opinion the previous year,
company growth and company size.
The population used in this study were manufacturing companies listed on the
Stock Exchange in 2008-2010 with the number of members of the population of
150 firms. The sampling technique used was purposive sampling technique in
which the number of samples obtained in this study were 57 companies with 171
sample data observations as the unit of analysis (57 x 3 years). Testing of
hypothesis testing research conducted with descriptive statistics, test the Z-Score
and regression test logisitk.
Based on the results of hypothesis testing with logistic regression revealed that
variables significantly influence the quality of audit opinion concern.Variabel
financial condition of the company going no significant effect on going-concern
opinion. Audit opinion the previous year, the company's growth and size variables
did not significantly influence the company's going concern opinion.
Key words: quality audit, the financial condition of the company, the audit
opinion the previous year, company growth, company size and opimi
going concern

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI

PERNYATAAN .................................................................................................. i
KATA PENGANTAR ........................................................................................ii
ABSTRAK......................................................................................................... iv
ABSTRACT ....................................................................................................... v
DAFTAR ISI ..................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ............................................................................................. ix
DAFTAR GAMBAR .......................................................................................... x
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xi

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ............................................................... 1
B. Perumusan Masalah...................................................................... 5
C. Tujuan Penelitian ......................................................................... 5
D. Manfaat Penelitian ....................................................................... 5

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teoritis..................................................................................... 7
1.Jenis Opini Auditor Independen.......................................................... 7
2. Opini Audit Going Concern ................................................................ 9
a. Pengertian Opini Audit Going Concern .......................................... 9

Universitas Sumatera Utara

b. Faktor Yang Mempengaruhi Auditor Dalam Menerbitkan
Opini Audit Going Concern ...........................................................10
c.

Contoh

LAI

dengan

Opini

WTP

dan

TMP

Going

Concern.................................................................................11
3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Opini Audit Going Concern di
Perusahaan Manufaktur Terbuka (Tbk) ............................................14
a. Kualitas Audit...............................................................................14
b. Kondisi Keuangan ........................................................................15
c. Opini Audit Tahun Sebelumnya ....................................................19
d. Pertumbuhan Perusahaan ...........................................................20
e. Ukuran Perusahaan......................................................................20
B. Tinjauan Penelitian Terdahulu...............................................................21
C. Kerangka Konseptual dan Hipotesis Penelitian ......................................24
1. Kerangka Konseptual ........................................................................24
2. Hipotesis Penelitian..........................................................................26

BAB III

METODE PENELITIAN
A. Jenis Penelitian ......................................................................... 27
B. Jenis dan Sumber Data............................................................... 27
C. Populasi Penelitian .................................................................... 28
D. Sampel Penelitian ...................................................................... 28
E. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................29
F. Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel ....................................30

Universitas Sumatera Utara

G. Metode Analisis Data ................................................................ 33
1. Pengujian Analisis Statistik Deskriptif ...............................................33
2. Analisis Z-Score ................................................................................34
3. Analisis Regresi Logistik .................................................................... 36

BAB IV

ANALISIS HASIL PENELITIAN
A. Hasil Pengumpulan Data .......................................................................40
B. Analisis Statistik Deskriptif ....................................................................42

C. Pengujian Regresi Logistik ........................................................ 44
1.

Menguji Kelayakan Model Regresi .................................... 44

2 . Menilai keseluruhan model (overall model fit) .................... 44
3.

Koefisien Determinasi (Nagelkerke R Square).................... 46

4. Uji Multikolineritas ............................................................. 46
5. Matriks Klasifikasi ...............................................................47
6. Pengujian Hipotesis Regresi Logistik .................................. 48
D. Pembahasan Hasil Penelitian ...................................................... 51

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan ................................................................................ 53
B. Keterbatasan .............................................................................. 54
C. Saran .......................................................................................... 54

DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................... 56
LAMPIRAN ..................................................................................................... 58

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL

Nomor

Judul

Halaman

Tabel 2.1

Tinjauan Penelitian Terdahulu .................................................... 21

Tabel 3.1

Pengukuran Variabel................................................................... 32

Tabel 3.2

Kriteria Titik Cut Off Model Z-Score............................................35

Tabel 4.1

Statistik Deskriptif ...................................................................... 42

Tabel 4.2

Uji Kelayakan Model Regresi ..................................................... 44

Tabel 4.3

Uji Kelayakan Keseluruhan Model 1........................................... 45

Tabel 4.4

Uji Kelayakan Keseluruhan Model 0........................................... 45

Tabel 4.5

Uji Koefisien Determinasi........................................................... 46

Tabel 4.6

Uji Multikolineritas .................................................................... 47

Tabel 4.7

Uji Regresi Logistik ................................................................... 49

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR

Nomor

Judul

Halaman

Gambar 2.1

Kerangka Konseptual.................................................................. 24

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN

Nomor

Judul

Halaman

Lampiran i

Populasi dan Sampel Penelitian........................................... 58

Lampiran ii

Data Penelitian.................................................................... 63

Lampiran iii

Statitstik Deskriptif ............................................................. 79

Lampiran iv

Uji Kelayakan Model Regresi.............................................. 79

Lampiran vii

Uji Keseluruhan Model ....................................................... 81

Lampiran viii

Matrix Klasifikasi ............................................................... 82

Lampiran ix

Pengujian Hipotesis Regresi Logistik ................................. 82

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas audit,
kondisi keuangan perusahaan, opini audit tahun sebelumnya, pertumbuhan
perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap opini audit going concern pada
perusahaan manufaktur terbuka (Tbk). Variabel independen penelitian ini adalah
kualitas audit, kondisi keuangan perusahaan, opini audit tahun sebelumnya,
pertumbuhan perusahaan dan ukuran perusahaan.
Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur
yang terdaftar di BEI tahun 2008-2010 dengan jumlah anggota populasi sebanyak
150 perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive
sampling diperoleh 57 perusahaan sampel dengan 171 data observasi sebagai unit
analisis (57 x 3 tahun). Pengujian atas hipotesis penelitian dilakukan dengan uji
statistic deskriptif, uji Z-Score dan uji regresi logisitk.
Berdasarkan hasil uji hipotesis dengan regresi logistik dinyatakan bahwa
variable kualitas audit berpengaruh signifikan terhadap opini going
concern.Variabel kondisi keunangan perusahaan tidak berpengaruh signifikan
terhadap opini going concern.
Opini audit tahun sebelumnya, variabel
pertumbuhan perusahaan dan ukuran perusahan tidak berpengaruh signifikan
terhadap opini going concern.
Kata kunci: kualitas audit, kondisi keuangan perusahaan, opini audit tahun
sebelumnya, pertumbuhan perusahaan, ukuran perusahaan dan opini
goimg concern

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT

The purpose of this study was to determine the effect of audit quality,
financial condition, audit opinion the previous year, company growth and
company size on the going concern audit opinion on the company opened
manufacturing (Tbk). The independent variable of this study is the quality of the
audit, the financial condition of companies, audit opinion the previous year,
company growth and company size.
The population used in this study were manufacturing companies listed on the
Stock Exchange in 2008-2010 with the number of members of the population of
150 firms. The sampling technique used was purposive sampling technique in
which the number of samples obtained in this study were 57 companies with 171
sample data observations as the unit of analysis (57 x 3 years). Testing of
hypothesis testing research conducted with descriptive statistics, test the Z-Score
and regression test logisitk.
Based on the results of hypothesis testing with logistic regression revealed that
variables significantly influence the quality of audit opinion concern.Variabel
financial condition of the company going no significant effect on going-concern
opinion. Audit opinion the previous year, the company's growth and size variables
did not significantly influence the company's going concern opinion.
Key words: quality audit, the financial condition of the company, the audit
opinion the previous year, company growth, company size and opimi
going concern

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah
Krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1997/1998 membawa
dampak buruk bagi kelangsungan hidup perusahaan. Perekonomian mengalami
keterpurukan dan banyak perusahaan yang gulung tikar tidak bisa meneruskan
usahanya. Selain itu kita juga tidak lupa pada krisis keuangan global yang terjadi
tahun 2008 lalu yang telah memberikan dampak buruk bagi perkembangan dunia
khusunya dunia perbankan. Krisis yang berasal dari Amerika Serikat ini
membawa dampak yang luar biasa terhadap perekonomian dan sistem keuangan
semua negara di dunia tak terkecuali di Indonesia. Krisis ini ditandai dengan
bangkrutnya salah

satu bank investasi terbesar di Amerika Serikat, Lehman

Brothers. Krisis ini memberikan efek domino di seluruh dunia termasuk
Indonesia. Keberadaan perusahaan bisnis merupakan ciri dari sebuah lingkungan
ekonomi yang dalam jangka panjang bertujuan untuk mempertahankan
kelangsungan hidup (going concern). Kelangsungan hidup usaha selalu
dihubungkan dengan kemampuan manajemen dalam mengelola entitas agar
bertahan hidup.
Going concern adalah kemampuan perusahaan dalam mempertahankan
kelangsungan hidupnya selama periode waktu pantas, yaitu tidak lebih dari satu
tahun sejak tanggal laporan keuangan auditan (IAI, 2001: SA Seksi 341.1 paragraf
2). Opini going concern merupakan asumsi dalam pelaporan keuangan suatu

Universitas Sumatera Utara

perusahaan sehingga jika suatu perusahaan mengalami kondisi yang berlawanan
dengan asumsi kelangsungan usaha, maka perusahaan tersebut dimungkinkan
mengalami masalah untuk survive.
Secara umum, beberapa hal yang dapat mempengaruhi auditor dalam
menerbitkan opini audit going concern (IAI, 2001: SA Seksi 341.3 paragraf 6)
antara lain terjadinya: trend negatif, petunjuk lain tentang kemungkinan kesulitan
keuangan perusahaan, masalah intern, dan masalah luar yang terjadi. Adapun
contoh kejadian dari trend negatif adalah arus kas negatif. Contoh kejadian dari
petunjuk lain tentang kemungkinan kesulitan keuangan perusahaan adalah dan
penunggakan pembayaran dividen. Contoh kejadian dari masalah intern adalah
pemogokan kerja dan ketergantungan besar atas sukses projek tertentu. Contoh
kejadian dari masalah luar yang terjadi adalah pengaduan gugatan utama dan
keluarnya undang-undang.
Fenomena yang terjadi di lapangan menunjukkan banyak perusahaan go
public menerima opini audit going concern. Pengeluaran opini audit going
concern ini sangat berguna bagi para pemakai laporan keuangan untuk membuat
keputusan yang tepat dalam berinvestasi, karena ketika seorang investor akan
melakukan investasi ia perlu untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan
terutama yang menyangkut tentang kelangsungan hidup perusahaan tersebut
(Santosa dan Wedari, 2007). Bahkan tidak sedikit dari auditor gagal memberikan
opini going concern kepada auditee, yaitu keadaan dimana perusahaan yang tidak
sehat namun menerima pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified).
Kesalahan dalam memberikan opini audit akan berakibat fatal bagi para pemakai

Universitas Sumatera Utara

laporan keuangan tersebut. Hal ini berarti, menuntut auditor untuk lebih
mewaspadai hal-hal potensial yang dapat mengganggu kelangsungan hidup suatu
perusahaan. Inilah alasan mengapa auditor turut bertanggung jawab atas
kelangsungan hidup suatu perusahaan meskipun dalam batas waktu tertentu yaitu
satu tahun sejak tanggal penerbitan laporan auditor (IAI, 2001: SA Seksi 341.1
paragraf 2).
Kasus-kasus

skandal

akuntansi

dalam

tahun-tahun

belakangan

ini

memberikan bukti lebih jauh tentang kegagalan audit yang membawa akibat
serius bagi masyarakat bisnis. Dalam kasus Enron, perusahaan tersebut telah
diaudit dengan opini wajar tanpa pengecualian namun setelah beberapa saat
ternyata Enron tidak mampu untuk terus beroperasi atau sudah tidak mampu lagi
untuk going concern. Kasus Enron mencuatkan kembali konsep penilain terhadap
going concern perusahaan yang diaudit. Kegagalan dalam mendeteksi
kemungkinan ketidakmampuan klien untuk going concern, seperti kasus Enron
dan WorldCom menimbulkan social cost yang besar bagi auditor. Hal itu
menyebabkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap profesi auditor menjadi
menurun.
Penelitian ini merupakan pengembangan dan replikasi dari penelitian Eko dkk
(2006), Arga (2007), Solikah (2007), Wahyu (2009) dan Ferima (2010). Peneliti
yang dilakukan oleh Eko dkk (2006) dengan menggunakan empat variabel
independen yaitu: Kualitas Audit, Kondisi Keuangan Perusahaan, Opini Audit
Tahun Sebelumnya, Pertumbuhan Perusahaan menyatakan bahwa

variabel

kondisi keuangan perusahaan dan opini audit tahun sebelumnya berpengaruh

Universitas Sumatera Utara

signifikan terhadap penerimaan opini audit going concern. Penelitian yang
dilakukan oleh Arga (2007) dengan menggunakan lima variabel independen yaitu:
Kualitas Audit, Kondisi Keuangan Perusahaan, Opini Audit Tahun Sebelumnya,
Pertumbuhan Perusahaan, dan Ukuran Perusahaan menyatakan bahwa hanya
opini audit tahun sebelumnya yang positif berpengaruh terhadap

opini audit

going concern. Penelitian yang dilakukan oleh Solikah (2007) dengan
menggunakan tiga variabel independen yaitu: Kondisi Keuangan Perusahaan,
Pertumbuhan

Perusahaan dan Opini Audit Tahun Sebelumnya menyatakan

Kondisi keuangan perusahaan dan opini audit tahun sebelumnya berpengaruh
signifikan terhadap opini audit going concern. Penelitian yang dilakukan oleh
Wahyu (2009) dengan menggunakan empat variabel independen yaitu Financial
Distress, Debt

Default, Auditor Changes, Opini Audit Tahun Sebelumnya

menyatakan bahwa Financial Distress, Auditor Changes dan Opini Audit Tahun
Sebelumnya berpengaruh signifikan terhadap opini audit going concern.
Hasil penelitian diatas memotivasi peneliti untuk melakukan penelitian
lanjutan dengan variabel yang sama mengenai faktor yang berpengaruh terhadap
pemberian opini audit going concern pada perusahaan. Pada penelitian ini, peneliti
menggunakan variabel kualitas audit, kondisi keuangan perusahaan, opini audit
tahun sebelumnya, pertumbuhan perusahaan dan ukuran perusahaan, dengan
populasi perusahaan manufaktur terbuka (Tbk) tahun 2008-2010. Hasil penelitian
dilaporkan dalam bentuk skripsi dengan judul “Analisis Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur
Terbuka (Tbk)”.

Universitas Sumatera Utara

B. Perumusan Masalah
Dari latar belakang masalah yang diuraikan di atas, penulis merumuskan
permasalahan sebagai berikut: “Apakah kualitas audit, kondisi keuangan
perusahaan, opini audit tahun sebelumnya, pertumbuhan perusahaan dan ukuran
perusahaan berpengaruh terhadap opini audit going concern pada

perusahaan

manufaktur terbuka (Tbk)?”

C. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kualitas audit,
kondisi keuangan perusahaan, opini audit tahun sebelumnya, pertumbuhan
perusahaan dan ukuran perusahaan terhadap opini audit going concern pada
perusahaan manufaktur terbuka (Tbk).

D. Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitian yang diperoleh dalam penelitian ini adalah
sebagai berikut:
1. Bagi peneliti
Penelitian ini dapat menambah pengetahuan peneliti dan dapat lebih
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi opini audit going concern,

Universitas Sumatera Utara

2. Bagi peneliti selanjutnya
Hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan para pembaca maupun
sebagai salah satu bahan referensi atau bahan pertimbangan bagi penelitian
selanjutnya,
3. Bagi investor
Hasil penelitian ini dapat digunakan bagi investor yang ingin berinvestasi
agar mempunyai bahan pertimbangan dalam menetapkan keputusan
investasi.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teoritis
1. Jenis Opini Auditor Independen
Laporan audit merupakan media yang dipakai oleh auditor dalam
berkomunikasi dengan lingkungannya. Opini audit diberikan oleh auditor
melalui beberapa tahap audit sehingga auditor dapat memberikan kesimpulan
atas opini yang harus diberikan atas laporan keuangan yang diauditnya. Arens
dan Lobbecke (2003: 36) mengemukakan bahwa laporan audit adalah langkah
terakhir dari seluruh proses audit. Dengan demikian auditor dalam memberikan
opini sudah didasarkan pada keyakinan profesionalnya
Menurut IAI(2001) dalam SA Seksi 326 bahwa tujuan audit atas laporan
keuangan oleh auditor independen pada umumnya adalah untuk menyatakan
pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan,
hasil usaha, perubahan ekuitas, dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi
yang berlaku umum di Indonesia. Laporan auditor juga merupakan sarana bagi
auditor untuk menyatakan pendapatnya atau apabila keadaan mengharuskan,
untuk menyatakan tidak memberikan pendapat.
Auditor dapat memilih tipe pendapat yang akan dinyatakan atas laporan
keuangan auditan. Tipe pendapat tersebut adalah pendapat wajar tanpa
pengecualian (unqualified opinion), pendapat wajar tanpa pengecualian dengan
bahasa penjelas (unqualified opinion with explanatory language), pendapat

Universitas Sumatera Utara

wajar dengan pengecualian (qualified opinion), pendapat tidak wajar (adverse
opinion) dan pernyataan tidak memberikan pendapat (disclaimer of opinion)
(Mulyadi, 2002: 20).
Opini auditor tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut (Mulyadi,2002:2022):
a. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)
Dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, auditor menyatakan bahwa
laporan keuangan menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material
sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia.
Laporan audit dengan pendapat wajar tanpa pengecualian diterbitkan
oleh auditor jika kondisi berikut ini terpenuhi :
1) Semua laporan neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas,
dan laporan arus kas terdapat dalam laporan keuangan.
2) Dalam pelaksanaan perikatan, seluruh standar umum dapat dipenuhi
oleh auditor.
3) Bukti cukup dapat dikumpulkan oleh auditor, dan auditor telah
melaksanakan perikatan sedemikian rupa sehingga memungkinkan
untuk melaksanakan tiga standar pekerjaan lapangan.
4) Laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi berterima
umum di Indonesia.
5) Tidak ada keadaan yang mengharuskan auditor untuk menambah
paragraf penjelas atau modifikasi kata-kata dalam laporan audit.
b. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Bahasa Penjelas
(Unqualified Opinion with Explanatory Language).
Dalam keadaan tertentu, auditor menambahkan suatu paragraf
penjelas (atau bahasa penjelas yang lain) dalam laporan audit, meskipun
tidak mempengaruhi pendapat wajar tanpa pengecualian atas laporan
keuangan auditan. Paragraf penjelas dicantumkan setelah paragraf
pendapat.
Keadaan yang menjadi penyebab utama ditambahkannya suatu paragraf
penjelas atau modifikasi kata-kata dalam laporan audit baku adalah:
1) Ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi berterima umum.
2) Keraguan besar tentang kelangsungan hidup entitas.
3) Auditor setuju dengan suatu penyimpangan dari prinsip akuntansi
yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan.
4) Penekanan atas suatu hal
5) Laporan audit yang melibatkan auditor lain.
c. Pendapat Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion)
Pendapat wajar dengan pengecualian diberikan apabila auditee
menyajikan secara wajar laporan keuangan, dalam semua hal yang material

Universitas Sumatera Utara

sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia, kecuali untuk
dampak hal-hal yang dikecualikan.
Pendapat wajar dengan pengecualian dinyatakan dalam keadaan :
1) Tidak adanya bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan
terhadap lingkup audit.
2) Auditor yakin bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari
prinsip akuntansi berterima umum di Indonesia, yang berdampak
material, dan ia berkesimpulan untuk tidak menyatakan pendapat tidak
wajar,
d. Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion)
Pendapat tidak wajar diberikan oleh auditor apabila laporan keuangan
auditee tidak menyajikan secara wajar laporan keuangan sesuai dengan
prinsip akuntansi berterima umum,
e. Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer of Opinion)
Auditor menyatakan tidak memberikan pendapat jika ia tidak
melaksanakan audit yang berlingkup memadai untuk memungkinkan auditor
memberikan pendapat atas laporan keuangan. Pendapat ini juga diberikan
apabila ia dalam kondisi tidak independen dalam hubungannya dengan
klien.
2. Opini Audit Going Concern
a. Pengertian Opini Audit Going Concern
Opini audit going concern adalah opini yang dikeluarkan oleh auditor
untuk mengevaluasi apakah ada kesangsian tentang kemampuan perusahaan
untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya (IAI,2001:SA Seksi 341).
Laporan audit dengan modifikasi mengenai going concern merupakan suatu
indikasi bahwa dalam penilaian auditor terdapat risiko auditee tidak dapat
bertahan dalam bisnis. Dari sudut pandang auditor, keputusan tersebut
melibatkan beberapa tahap analisis. Auditor harus mempertimbangkan hasil
dari operasi, kondisi ekonomi yang mempengaruhi perusahaan, kemampuan
membayar hutang, dan kebutuhan likuiditas di masa yang akan datang.
Going concern dipakai sebagai asumsi dalam pelaporan keuangan
sepanjang tidak terbukti adanya informasi yang menunjukkan hal

Universitas Sumatera Utara

berlawanan (contrary information). Biasanya informasi yang secara
signifikan dianggap berlawanan dengan asumsi kelangsungan hidup satuan
usaha adalah berhubungan dengan ketidakmampuan satuan usaha dalam
memenuhi kewajiban pada saat jatuh tempo tanpa melakukan penjualan
sebagian besar aktiva kepada pihak luar melalui bisnis biasa, restrukturisasi
utang, perbaikan operasi yang dipaksakan dari luar dan kegiatan serupa
yang lain (IAI, 2001: SA Seksi 341.1 paragraf 1).
b. Faktor mempengaruhi auditor dalam menerbitkan opini audit going
concern
Secara umum, contoh kondisi dan peristiwa jika di pertimbangkan
secara keseluruhan, menunjukkan adanya kesangsian besar tentang
kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya
dalam waktu yang pantas adalah sebagai berikut (IAI, 2001: SA Seksi 341.3
paragraf 6):
1) Trend negatif, sebagai contoh kerugian operasi yang berulang kali
terjadi, kekurangan modal kerja, arus kas negatif dari kegiatan usaha,
ratio keuangan penting yang jelek.
2) Petunjuk lain tentang kemungkinan kesulitan keuangan, sebagai
contoh kegagalan dalam memenuhi kewajiban utangnya atau
perjanjian serupa, penunggakan pembayaran deviden, penolakan oleh
pemasok terhadap pengajuan permintaan pembelian kredit biasa
restrukturisasi utang, kebutuhan untuk mencari sumber atau metode
pendanaan baru atau penjualan sebagian besar aktiva.
3) Masalah intern, sebagai contoh pemogokan kerja atau kesulitan
hubungan perburuhan yang lain, ketergantungan besar atas sukses
projek tertentu, komitmen jangka panjang yang tidak bersifat
ekonomis, kebutuhan untuk mencari sumber atau metode pendanaan
baru atau penjualan sebagian besar aktiva.
4) Masalah luar yang terjadi, sebagai contoh pengaduan gugatan
pengadilan, keluarnya undang – undang, atau masalah-masalah lain yang
kemungkinan membahayakan kemampuan perrusahaan untuk beroperasi,
kehilangan franchise, lisensi atau paten penting, kehilangan pelanggan

Universitas Sumatera Utara

atau pemasok utama, kerugian akibat bencana besar seperti gempa bumi,
banjir, kekeringan, yang tidak diasuransikan atau diasuransikan namun
dengan pertanggungan yang tidak memadai.
IAI(2001) dalam SA Seksi 341.2 memberikan pedoman kepada auditor
tentang dampak kemampuan satuan usaha dalam mempertahankan
kelangsungan hidupnya terhadap opini auditor sebagai berikut:
1) Auditor mempertimbangkan apakah hasil prosedur yang dilaksanakan
dalam perencanaan, pengumpulan bukti audit untuk berbagai tujuan
audit, dan penyelesaian auditnya, dapat mengidentifikasi keadaan atau
peristiwa yang secara keseluruhan manunjukkan adanya kesangsian
besar mengenai kemampuan perusahaan dalam mempertahankan
kelangsungan hidupnya dalam jangka waktu pantas. Mungkin
diperlukan untuk memperoleh informasi tambahan mengenai kondisi
dan peristiwa beserta bukti-bukti yang mendukung informasi yang
mengurangi kesangsian auditor.
2) Jika auditor yakin bahwa terdapat kesangsian mengenai kemampuan
perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya dalam
jangka waktu pantas, auditor harus:
a) Memperoleh informasi mengenai rencana manajemen yang
ditujukan untuk mengurangi dampak kondisi dan peristiwa
tersebut.
b) Menetapkan kemungkian bahwa rencana tersebut secara efektif
dilaksanakan.
3) Setelah auditor mengevaluasi rencana manajemen, ia mengambil
kesimpulan apakah ia masih memiliki kesangsian besar mengenai
kemampuan perusahaan dalam mempertahankan kelangsungan
hidupnya dalam jangka waktu yang pantas.
c. Contoh laporan auditor independen dengan opini tidak memberikan
pendapat dan wajar tanpa pengecualian dari going concern
Auditor independen berarti auditor profesional yang menyediakan
jasanya kepada masyarakat umum, terutama dalam bidang audit atas laporan
keuangan yang dibuat oleh kliennya. Berikut ini adalah contoh laporan
auditor independen yang berisi pernyataan tidak memberikan pendapat
(IAI,2001: SA Seksi 341 paragraf12):

Universitas Sumatera Utara

Laporan Auditor Independen
[Pihak yang dituju oleh auditor]
Kami telah mengaudit neraca PT KXT tanggal 31 Desember 20X2 serta
laporan laba rugi,laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Laporan keuangan
adalahtanggung jawab manajemen Perusahan. Tanggung jawab kami
terletak pada pernyataan pendapat atas laporan keuangan berdasarkan
audit kami.
Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang diterapkan
Ikatan Akuntansi Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami
merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan
memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu
audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang
mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan.
Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan
estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap
penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit
kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.
Karena adanya ketidakpastian besar mengenai kemampuan perusahaan
dalam mempertahankan kelangsungan hidup seperti yang kami
kemukakan dalam paragraf di atas, maka keadaan ini tidak
memungkinkan kami untuk menyatakan, dan kami tidak menyatakan,
pendapat atas laporan keuangan tersebut di atas.
[Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntansi publik, nomor izin
kantor akuntan publik]
[Tanggal]
Apabila setelah mempertimbangkan dampak kondisi dan peristiwa
seperti trend negatif dan masalah intern. Maka auditor tidak menyangsikan
kemampuan perusahaaan dalam mempertahankan kelangsungan hidupnya
dalam jangka waktu pantas maka auditor memberikan pendapat wajar tanpa
pengecualian. Berikut ini adalah contoh laporan auditor independen yang
berisi pernyataan wajar tanpa pengecualian dengan paragraf penjelasan
mengenai kemampuan satuan usaha dalam mempertahankan kelangsungan
hidupnya (IAI, 2001: SA Seksi 341.7 paragraf 15):

Universitas Sumatera Utara

Laporan Auditor Independen
[Pihak yang dituju oleh auditor]
Kami telah mengaudit neraca PT KXT tanggal 31 Desember 20X2 serta
laporan laba rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan arus kas untuk
tahun yang berakhir pada tanggal-tanggal tersebut. Lapaoran keuangan
adalah tanggung jawab manajemen Perusahaan. Tanggun jawab kami
terletak pada pernyataan pendapat ats laporan keuangan berdasarkan
audit kami.
Kami melaksanakan audit berdasarkan standar auditing yang ditetapkan
Ikatan Akuntansi Indonesia. Standar tersebut mengharuskan kami
merencanakan dan melaksanakan audit agar memperoleh keyakinan
memadai bahwa laporan keuangan bebas dari salah saji material. Suatu
audit meliputi pemeriksaan, atas dasar pengujian, bukti-bukti yang
mendukung jumlah-jumlah dan pengungkapan dalam laporan keuangan.
Audit juga meliputi penilaian atas prinsip akuntansi yang digunakan dan
estimasi signifikan yang dibuat oleh manajemen, serta penilaian terhadap
penyajian laporan keuangan secara keseluruhan. Kami yakin bahwa audit
kami memberikan dasar memadai untuk menyatakan pendapat.
Menurut pendapat kami, laporan keuangan yang kami sebut di atas
menyajikan secara wajar, dalam semua hal yang material, posisi
keuangan PT KXT tanggal 31 Desember 20X2, dan hasil usaha serta arus
kas untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan
prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia.
Lampiran keuangan terlampir telah disusun dengan anggapan perusahaan
akan melanjutkan usahanya secara berkelanjutan. Seperti yang diuraikan
dalam Catatan X atas laporan keuangan, perusahaan telah mengalami
kerugian yang berulangkali dari usahanya dan mengakibatkan saldo
ekuitas negatif serta tanggal 31 Desember 20X2, jumlah kewajiban
lancar Perusahaan melebihi jumlah aktiva sebesar Rp YYY. Rencana
manajemen untuk mengatasi masalah ini juga telah diungkapkan dalam
Catatan X. Laporan keuangan terlampir tidak mencakup penyesuaian
yang berasal dari masalah tersebut.
[Tanda tangan, nama rekan, nomor izin akuntansi publik, nomor izin
kantor akuntan publik]
[Tanggal]

Universitas Sumatera Utara

3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Opini Audit Going Concern di
Perusahaan Manufaktur Terbuka (Tbk)
a. Kualitas Audit
Auditor bertanggung jawab untuk menyedikan informasi yang
berkualitas tinggi yang akan berguna untuk pengambilan keputusan para
pemakai laporan keuangan. Auditor yang mempunyai kualitas audit yang
baik lebih cenderung akan mengeluarkan opini audit going concern apabila
klien

tidak

mempunyai

masalah

mengenai

kelangsungan

hidup

perusahaannya (Arga dan Linda, 2007). Maksudnya, auditor harus
memberikan pendapatnya mengenai kelangsungan hidup perusahaan
(auditee), dalam IAI dengan pendapat wajar tanpa pengecualian (unqualified
opinion) atau pendapat wajar tanpa pengecualian dengan bahasa penjelas
(unqualified opinion with explanatory language).
Penelitian De Angelo (1981) dalam Arga Fajar Santosa (2007:145)
menyatakan bahwa auditor skala besar memiliki insentif yang lebih untuk
menghindari kritikan

kerusakan reputasi dari pada auditor skala kecil.

Auditor skala besar juga lebih cenderung mengungkapkan masalah-masalah
yang ada karena mereka lebih kuat menghadapi resiko proses peradilan.
Argumen tersebut berarti bahwa auditor skala besar memiliki kemungkinan
atau dorongan yang lebih untuk melaporkan masalah going concern
kliennya apabila terbukti klien terdapat masalah untuk melangsungkan
usahanya dibandingkan dengan auditor skala kecil.

Universitas Sumatera Utara

b. Kondisi Keuangan Perusahaan
Kondisi keunangan perusahaan merupakan kondisi dimana keuangan
perusahaan dalam keadaan tidak sehat atau krisis. Kondisi keuangan
perusahaan dinilai dengan menggunakan nilai nilai Z- Score. Nilai ZScore

biasa

digunakan

untuk

melihat

potensi

financial

distress

(Kebangkrutan) pada perusahaan. Kebangkrutan sendiri biasanya diartikan
sebagai suatu keadaan atau situasi dimana perusahaan gagal atau tidak
mampu lagi memenuhi kewajiban-kewajiban debitur karena perusahaan
mengalami kekurangan dan ketidakcukupan dana untuk menjalankan atau
melanjutkan usahanya sehingga tujuan ekonomi yang ingin dicapai oleh
perusahaan dapat tercapai yaitu profit, sebab dengan laba yang diperoleh
perusahaan bisa digunakan untuk mengembalikan pinjaman, membiayai
operasi perusahaan dan kewajiban-kewajiban yang harus dipenuhi bisa
ditutup dengan laba atau aktiva yang dimiliki.
Menurut Hanafi dan Halim (2003: 261) prediksi financial distress
perusahaan ini menjadi perhatian banyak pihak. Pihak-pihak yang
menggunakan model tersebut meliputi:
1) Pemberi pinjaman. Penelitian berkaitan dengan prediksi financial
distress menpunyai relevansi terhadap institusi pemberi pinjaman,
baik dalam memutuskan apakah akan memberikan suatu pinjaman dan
menentukan kebijakan untuk mengawasi pinjaman yang telah
diberikan.
2) Investor. Model prediksi financial distress dapat membantu investor
ketika akan menilai kemungkinan masalah suatu perusahaan dalam
melakukan pembayaran kembali pokok dan bunga.
3) Pembuat peraturan. Lembaga regulator mempunyai tanggung jawab
mengawasi kesanggupan membayar hutang dan menstabilkan
perusahaan individu.

Universitas Sumatera Utara

4) Pemerintah. Prediksi financial distress juga penting bagi pemerintah
dan antitrust regulation.
5) Auditor. Model prediksi financial distress dapat menjadi alat yang
berguna bagi auditor dalam membuat penilaian going concern suatu
perusahaan.
6) Manajemen. Apabila perusahaan mengalami kebangkrutan maka
perusahaan akan menanggung biaya langsung (fee akuntan dan
pengacara) dan biaya tidak langsung (kerugian penjualan atau
kerugian paksa akibat ketetapan pengadilan).
Kondisi keuangan perusahaan menggambarkan tingkat kesehatan
perusahaan sesungguhnya. Pada perusahaan yang tidak sehat banyak
ditemukan indikator masalah going concern. Santosa dan Wedari (2007)
dalam Wahyu (2009) menyatakan bahwa semakin baik kondisi keuangan
perusahaan semakin kecil kemungkinan bagi auditor untuk memberikan
opini audit going concern, karena auditor hanya akan memberikan opini ini
jika perusahaan dikatakan bangkrut atau sulit melanjutkan kelangsungan
hidup usahanya.
Mengacu pada penelitian yang dilakukan wahyu (2009:29), maka
penelitian ini menggunakan model prediksi kebangkrutan untuk mengukur
kondisi keuangan perusahaan yaitu Z-Score Altman (1968). Edward I
Altman di New York University pada pertengahan tahun 1960
menggunakan analisis diskriminan dengan menyusun suatu model untuk
memprediksi kebangkrutan perusahaan. Dalam studinya setelah menyeleksi
22 rasio keuangan, Altman menemukan lima jenis rasio yang dapat
dikombinasikan untuk melihat perbedaan antara perusahaan yang bangkrut
dan berlanjut. Fungsi diskriminan Z (Zeta) yang ditemukannya adalah :
Z = 1,2 Z1 + 1,4 Z2 + 3,3 Z3 + 0,6 Z4 + 99,9 Z5

Universitas Sumatera Utara

Dimana :
Z1 = working capital/total asset
Z2 = retained earnings/total asset
Z3 = earnings before interest and taxes/total asset
Z4 = market capitalization/book value of debt
Z5 = sales/total asset
Model yang telah dikembangkan oleh Altman ini mengalami suatu revisi.
Revisi yang dilakukan oleh Altman merupakan penyesuaian agar model prediksi
kebangkrutan ini tidak hanya untuk perusahaan – perusahaan manufaktur (Tbk)
melainkan juga dapat diaplikasikan untuk perusahaan – perusahaan di sektor
swasta baik yang go public maupun non go public. Persamaan baru yang
diperoleh sebagai berikut :
Z = 0,717 Z1 + 0,847 Z2 + 3,107 Z3 + 0,420 Z4 + 0.998 Z5
Dimana :
Z1 = working capital/total asset
Z2 = retained earnings/total asset
Z3 = earnings before interest and taxes/total asset
Z4 = market capitalization/book value of debt
Z5 = sales/total asset
(Edward I Altman, 1983 dalam Wahyu (2009:31)
Z Score yang dikembangkan Altman tersebut selain dapat digunakan
untuk menentukan kecenderungan kebangkrutan, dapat juga digunakan
sebagai ukuran dari keseluruhan kinerja keuangan perusahaan. Hal yang

Universitas Sumatera Utara

menarik mengenai Z Score adalah keandalannya sebagai alat analisis tanpa
memperhatikan bagaimana ukuran perusahaan. Meskipun seandainya
perusahaan sangat makmur, bila Z Score mulai turun dengan tajam, lonceng
peringatan harus berdering. Atau, bila perusahaan baru saja survive, Z Score
bisa digunakan untuk membantu mengevaluasi dampak yang telah
diperhitungkan dari perubahan upaya – upaya manajemen perusahaan.
Penelitian yang dilakukan Altman untuk perusahaan yang bangkrut dan
tidak bangkrut menunjukkan nilai tertentu. Kriteria yang digunakan untuk
memprediksi kebangkrutan perusahaan dengan model diskriminan adalah
dengan melihat zone of ignorance yaitu daerah nilai Z, dimana
dikategorikan sebagai berikut : pada tabel 2.1.
Tabel 2.1
Kriteria titik cut off Model Z- Score
Kriteria
Nilai Z
Tidak bangkrut jika Z >
2,99
Bangkrut jika Z <
1,81
Daerah rawan bangkrut (grey area)
1,81 – 2,99
Sumber: Edward I Altman (1983) dalam Wahyu (2009:23 )

Menurut Altman, semua perusahaan yang mempunyai Z Score lebih
besar dari 2,99 menunjukkan perusahaan yang tidak mempunyai
permasalahan (non bankrupt company). Perusahaan yang mempunyai Z
Score antara 2,67 sampai 2,99 menunjukkan indikasi sedikit masalah
(meskipun tidak serius). Perusahaan yang mempunyai Z Score antara 1,8
sampai 2,67 memberikan indikasi apabila perusahaan tidak melakukan
perbaikan yang radikal, perusahaan mungkin akan mengalami ancaman
kebangkrutan dalam jangka waktu 2 tahun. Z-Score dibawah 1,8

Universitas Sumatera Utara

menunjukkan indikasi perusahaan menghadapi ancaman kebangkrutan yang
serius sehingga para investor dan kreditur seharusnya berhati – hati dalam
melakukan investasi.
c. Opini Audit Tahun Sebelumnya
Mutchler (1984) dalam Eko dkk (2006:9) melakukan wawancara
dengan praktisi auditor yang menyatakan bahwa perusahaan yang menerima
opini audit going concern pada tahun sebelumnya lebih cenderung untuk
menerima opini yang sama pada tahun berjalan. Mutchler (1985) dalam Eko
dkk (2006) menguji pengaruh ketersediaan informasi publik terhadap
prediksi opini audit going concern, yaitu tipe opini audit yang telah diterima
perusahaan. Hasilnya menunjukkan bahwa model discriminant analysis
yang memasukkan tipe opini audit tahun sebelumnya mempunyai akurasi
prediksi keseluruhan yang paling tinggi sebesar 89,9 persen dibanding
model yang lain.
Penelitian oleh Carcello dan Neal (2000) serta Rahmadhany (2004)
dalam Eko dkk (2006:9) memperkuat bukti mengenai opini audit going
concern yang diterima tahun sebelumnya dengan opini audit going concern
tahun berjalan. Ada hubungan positif yang signifikan antara opini audit
going concern tahun sebelumnya dengan opini audit going concern tahun
berjalan. Apabila pada tahun sebelumnya auditor telah menerbitkan opini
audit going concern, maka akan semakin besar kemungkinan auditor untuk
menerbitkan kembali opini audit going cocern pada tahun berikutnya.

Universitas Sumatera Utara

d. Pertumbuhan Perusahaan
Dalam penelitian ini pertumbuhan perusahaan diproksikan dengan rasio
pertumbuhan penjualan. Rasio ini mengukur seberapa baik perusahaan
mempertahankan posisi ekonominya, baik dalam industrinya maupun dalam
kegiatan ekonomi secara keseluruhan Weston dan Copeland (1992) dalam
Solikah (2007:38). Penjualan merupakan kegiatan operasi utama auditee.
Auditee yang mempunyai rasio pertumbuhan penjualan yang positif
mengindikasikan bahwa auditee dapat mempertahankan posisi ekonominya
dan lebih dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya (going concern).
Penjualan yang terus meningkat dari tahun ke tahun akan memberi
peluang auditee untuk memperoleh peningkatan.laba. Semakin tinggi rasio
pertumbuhan penjualan auditee, akan semakin kecil kemungkinan auditor
untuk menerbitkan opini audit going concern.
e. Ukuran Perusahaan
Mc Keown et al (1991) dalam

Arga (2007:146) menyatakan

perusahaan besar lebih banyak menawarkan fee audit yang lebih tinggi dari
pada yang ditawarkan oleh perusahaan kecil. Dalam kaitannya mengenai
kehilangan fee audit yang signifikan tersebut, sehingga auditor mungkin
ragu untuk mengeluarkan opini audit going concern pada perusahaan besar.
Mutchler (1985) dalam Arga (2007:146) menyatakan bahwa auditor lebih
sering mengeluarkan opini audit going concern pada perusahan kecil karena
auditor

mempercayai

bahwa

perusahaan-perusahaan

besar

dapat

menyelesaikan kesulitan-kesulitan keuangannya dari pada perusahaan kecil.

Universitas Sumatera Utara

B. Tinjauan Penelitian Terdahulu
Penelitian yang berhubungan dengan penelitian ini adalah Setyano dkk (2006)
dengan judul penelitian “Pengaruh Kualitas Audit, Kondisi Keuangan Perusahaan,
Opini Audit Tahun Sebelumnya, Pertumbuhan perusahaan Terhadap Opini Audit
Going Concern. Arga (2007) dengan judul penelitian “ Faktor-Faktor Yang
Mempengaruhi Kecenderungan Penerimaan Opini Audit Going Concern”. Solikah
(2007)

dengan judul penelitian “

Pengaruh Kondisi Keuangan Perusahaan,

Pertumbuhan Perusahaan, Dan Opini Audit Tahun Sebelumnya Terhadap Opini
Audit Going

Concern “, Ferima (2010) dengan judul penelitian “Pengaruh

Corporate Governance Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern”,
Wahyu dkk (2009) dengan judul penelitian “ Pengaruh Financial Distress, Debt
Default, Auditor Changes Dan Opini Audit Tahun Sebelumnya Terdaftar Opini
Audit Going Concern

Pada Perusahaan Property And Real

Estate Yang

Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”. Rangkuman Tinjauan penelitian terdahulu
ini tercantum pada tabel 2.2.

No
1

Peneliti
(Tahun)
Setyarno
dkk
(2006)

Tabel. 2.2
Tinjauan Penelitian Terdahulu
Judul
Analisis
Variabel
Penelitian
Pengaruh
regresi
Independen:
Kualitas
logistik
− Kualitas
Audit, Kondisi
Audit
Keuangan
− Kondisi
Perusahaan,
Keuangan
Opini Audit
Perusahaan
Tahun
− Opini Audit
Sebelumnya,
Tahun
Pertumbuhan
Sebelumnya

Hasil
− variabel
kondisi
keuangan
perusahaan
dan
opini
audit tahun
sebelumnya
berpengaruh
signifikan
terhadap
penerimaan

Universitas Sumatera Utara

No

Peneliti
(Tahun)

Judul

Analisis
Penelitian

Perusahaan
Terhadap
Opini Audit
Going
Concern

2

Arga
(2007)

3

Solikah Pengaruh
(2007) Kondisi
Keuangan

Variabel

− Pertumbuha
n Perusahaan
Dependen:
Opini Audit
Going
Concern

Analisis Faktor Regresi
Faktor Yang
Logistik
Mempengaruh
i
Kecenderunga
n Penerimaan
Opini Audit
Going
Concern

Regresi
Logistik

Tabel.2.2 (Lanjutan)
Hasil
opini audit going
concern.
− variabel kualitas
audit
dan
pertumbuhan
perusahaan tidak
menunjukkan
pengaruh yang
signifikan
terhadap
penerimaan opini
audit
going
concern.

Independen:
− Kualitas audit,
− Kualitas
Kondisi
Audit
keuangan,
Pertumbuhan
− Kondisi
perusahaan dan
Keuangan
Ukuran
Perusahaan
perusahaan
− Opini Audit
tidak
Tahun
berpengaruh
Sebelumnya
terha

Dokumen yang terkait

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPINI AUDIT GOING CONCERN

0 14 14

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPINI AUDIT Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur Tahun 2011-2014.

0 5 14

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPINI AUDIT Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur Tahun 2011-2014.

0 1 15

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

0 3 18

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KECENDERUNGAN PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecenderungan Penerimaan Opini Audit Going Concern.

0 2 16

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia.

0 2 14

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN PADA Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia.

0 1 14

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN PADA PERUSAHAAN Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur di BEI Tahun

0 1 14

ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERIMAAN OPINI AUDIT GOING CONCERN PADA Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur Di Bursa Efek Indonesia.

0 2 15

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI OPINI AUDIT GOING CONCERN.

0 0 31