Analisis Hubungan Laba Akuntansi, Laporan Arus Kas Operasi Dengan Deviden Tunai Pada Industri Perbankan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia

SKRIPSI
ANALISIS HUBUNGAN LABA AKUNTANSI, ARUS KAS OPERASI
DENGAN DEVIDEN TUNAI PADA INDUSTRI PERBANKAN YANG
TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA

OLEH :

NAMA

: SURYA WARNI SIBARANI

NIM

: 090522020

DEPARTEMEN : AKUNTANSI

Guna Memenuhi Salah Satu Syarat
Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi
Medan
2011

Universitas Sumatera Utara

PERNYATAAN
Dengan ini saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul:
“ANALISIS HUBUNGAN LABA AKUNTANSI, LAPORAN ARUS KAS
OPERASI DENGAN DEVIDEN TUNAI PADA INDUSTRI PERBANKAN
YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA”
Adalah benar hasil karya saya sendiri yang disusun sebagai tugas akhir guna
untuk memperoleh gelar Sarjana Ekonomi Universitas Sumatera Utara Medan.
Apabila dikemudian hari pernyataan ini tidak benar, saya bersedia menerima
sanksi sesuai peraturan yang berlaku.

Medan, 24 Juni 2011
Yang membuat pernyataan

Surya Warni Sibarani
NIM: 090522020

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Studi ini menganalisa hubungan antar laba akuntansi dan arus kas dari
operasi dengan deviden tunai pada perusahaan perbankan periode 2007 sampai
2009. Studi ini dilakukan untuk mengetahui mana yang mempunyai hubungan
yang paling signifikan dengan deviden tunai. Data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah laporan keuangan dari tiap perusahaan, yang dipublikasikan
melalui website www.idx.co.id.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian

ini adalah metode

statistik inferensi non parametrik. Metode sampel yang digunakan yaitu metode
purposive sampling. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah laba
akuntansi ( X1) dan arus kas operasi ( X2) sebagai variabel independen, dan
deviden tunai ( Y) sebagai variabel dependen yang meliputi 30 perusahaan.
Penelitian

ini menyimpulkan bahwa kedua variabel independen mempunyai

hubungan yang signifikan dengan deviden tunai, tetapi yang mempunyai
hubungan yang paling signifikan dan kuat adalah laba akuntansi.
Kata kunci : Laba akuntansi, arus kas operasi dan deviden tunai.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
This study analyzed the correlation earning and cash flow from operations to
the dividend cash of the banking companies since 2007 up to 2009. This study was
also intended to know which performance measures have the most significant
effect to the dividend cash. Data that used in this research is financial statements
from each company, publized through website www.idx.co.id.
Analysis method that used in this research is statistic method with inferensi
non parametrik. Sampling method that used is purposive sampling. Variables
that used in this research are earnings (X1) and operating cash flow (X2) as
variable independent, and dividend cash (Y) as variable dependent consist of the
30 firms. This research concludes that both of two independent variables have
positive significant correlation toward dividend cash, but the most significant
correlation was from earnings .
Key word : earnings, operating cash flow and dividend cash

Universitas Sumatera Utara

KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Warahmatullaahi Wabarkaatuh
Segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat
dan petunjuk-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan judul
“Analisis Hubungan Laba Akuntansi, Arus Kas Operasi Dengan Deviden Tunai
Pada Industri Perbankan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”. Dalam
penulisan skripsi ini, penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari
sempurna, karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat
membangun demi kemajuan dimasa yang akan datang.
Terwujudnya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan serta dukungan dari
berbagai pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih dan penghargaan
yang setinggi-tingginya kepada :
1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, M.Ec selaku Dekan Fakultas Ekonomi
Universitas Sumatera Utara,
2. Bapak Drs. Firman Syarif, MSi, Ak, selaku Ketua Program Studi S1
Akuntansi dan Ibu Dra. Mutia Ismail, MM, Ak, selaku Sekretaris Program
Studi S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
3. Bapak Drs. Sucipto, MM, Ak selaku Dosen Pembimbing yang banyak
memberikan bimbingan dalam rangka terwujudnya penulisan tugas akhir ini,
4. Bapak Drs. Syahrul Rambe, MM, Ak selaku Dosen Penguji yang banyak
memberikan bimbingan dalam rangka terwujudnya penulisan tugas akhir ini,

Universitas Sumatera Utara

5. Ibu Dra. Mutia

Ismail, MM, Ak selaku Dosen Penguji yang banyak

memberikan bimbingan dalam rangka terwujudnya penulisan tugas akhir ini,
6. teristimewa kepada Ibunda tercinta Hasniar Br Manalu yang telah banyak
membantu dan memberi semangat kepada penulis baik moril maupun materil
dengan tulus dan ikhlas serta mengorbankan apa yang terbaik dari mereka
untuk kepentingan penulis selama mengikuti perkuliahan sampai dengan
selesai.
Akirnya penulis berharap semoga skripsi ini bermanfaat bagi kita semua
dan apabila dalam penulisan skripsi ini terdapat kata-kata yang kurang
berkenan, penulis menghaturkan maaf yang sebesar-besarnya, semoga Allah
SWT senantiasa meridhoi kita semua, Amin Ya Robbal’Alamin.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh.

Medan, 24 Juni 2011
Penulis

Surya Warni Sibarani
090522020

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR ISI
Halaman
PERNYATAAN.......................................................................................

i

ABSTRAK .............................................................................................

ii

ABSTRACT ............................................................................................

iii

KATA PENGANTAR ...........................................................................

iv

DAFTAR ISI...........................................................................................

vi

DAFTAR TABEL ..................................................................................

ix

DAFTAR GAMBAR .............................................................................

xi

DAFTAR LAMPIRAN .......................................................................

xii

BAB I

BAB II

PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah...................................................

1

1.2. Perumusan Masalah ........................................................

3

1.3. Tujuan Penelitian ...........................................................

3

1.4. Manfaat Penelitian ..........................................................

3

TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teoritis .............................................................

5

Universitas Sumatera Utara

BAB III

2.1 Laba Akuntansi ......................................................

5

2.2 Arus Kas Operasi ....................................................

5

2.3 Pengertian Deviden ................................................

7

2.4 Teori Kebijakan Deviden ........................................

8

B. Tinjauan Penelitian Terdahulu ...................................

11

C. Kerangka Konseptual.................................................

12

D. Hipotesis Penelitian....................................................

13

METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian............................................................

14

B.

Jenis dan Sumber Data ................................................

14

C.

Metode Pengumpulan Data ..........................................

15

D.

Populasi dan Sampel Penelitian ...................................

15

E.

Teknik Pengambilan Sampel........................................

15

F.

Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel...........

17

3.1 Variabel Independen (bebas)....................................

17

3.2 Variabel Dependen .................................................

18

G. Metode Analisis Data .....................................................

19

3.1 Korelasi Spearman Rank ........................................

20

3.2 Uji t .........................................................................

21

H. Jadwal Penelitan .............................................................

22

Universitas Sumatera Utara

BAB IV

BAB V

ANALISIS HASIL PENELITIAN
A. Data Penelitian .................................................................

23

B. Deskripsi Data Penelitian ................................................

23

C. Analisis Objek Penelitian ................................................

24

D. Hasil Analisis Statistik .....................................................

32

KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan .....................................................................

40

B. Keterbatasan Penelitian ..................................................

41

C. Saran..................................................................................

42

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................

43

LAMPIRAN ...........................................................................................

45

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR TABEL
No Tabel

Judul

Halaman

2.1

Aktivitas Operasi .......................................................

5

2.2

Tinjauan Penelitian Terdahulu.............................. .....

11

3.1

Sampel Perusahaan Perbankan....................................

16

3.2

Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel ........

19

3.3

Jadwal Penelitian .......................................................

22

4.2

Data Laba Akuntansi..................................................

25

4.3

Data Laba Akuntansi.................................................

25

4.4

Data Laba Akuntansi 2009 .......................................

26

4.5

Deskriptive Statistik Laba Akuntansi .........................

27

4.6

Data Arus Kas Operasi 2007......................................

27

4.7

Data Arus Kas Operasi 2008 .......................................

28

4.8

Data Arus Kas Operasi 2009 .......................................

28

4.9

Deskriptive Statistik Arus Kas Operasi......................

29

4.10

Data Deviden Tunai 2007 .........................................

30

4.11

Data Deviden Tunai 2008 ...........................................

30

Universitas Sumatera Utara

4.12

Data Deviden Tunai 2009 .........................................

31

4.13

Deskriptive Statistik Deviden Tunai...........................

32

4.14

Korelasi Spearman Rank 2007 ..................................

33

4.15

Korelasi Spearman Rank 2008 .................................

34

4.16

Korelasi Spearman Rank 2009 ..................................

35

4.17

Tabel Uji t 2007 .......................................................

37

4.18

Tabel Uji t 2008 ........................................................

38

4.19

Tabel Uji t 2009..........................................................

39

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR GAMBAR
No. Gambar

Judul

Halaman

2.1

Kerangka Konseptual .....................................................

12

4.1

Histogram ........................................................................

24

Universitas Sumatera Utara

DAFTAR LAMPIRAN
No. Lampiran

Judul

Halaman

i

Daftar Perusahaan Sampel ...............................................

45

ii

Data penelitian tahun 2007-2009 ....................................

46

iii

Descriptive Statistik Laba Akuntansi ..............................

50

iv

Descriptive StatistikArus Kas Operasi.............................

50

v

Descriptive Statistik Deviden Tunai ..............................

51

vi

Korelasi Spearman Rank Tahun 2007 .............................

51

vii

Korelasi Spearman Rank Tahun 2008 ............................

52

viii

Korelasi Spearman Rank Tahun

..................................

53

ix

Uji t 2007-2009 ..............................................................

54

x

Gambar Histogram .........................................................

55

Universitas Sumatera Utara

ABSTRAK
Studi ini menganalisa hubungan antar laba akuntansi dan arus kas dari
operasi dengan deviden tunai pada perusahaan perbankan periode 2007 sampai
2009. Studi ini dilakukan untuk mengetahui mana yang mempunyai hubungan
yang paling signifikan dengan deviden tunai. Data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah laporan keuangan dari tiap perusahaan, yang dipublikasikan
melalui website www.idx.co.id.
Metode analisis yang digunakan dalam penelitian

ini adalah metode

statistik inferensi non parametrik. Metode sampel yang digunakan yaitu metode
purposive sampling. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah laba
akuntansi ( X1) dan arus kas operasi ( X2) sebagai variabel independen, dan
deviden tunai ( Y) sebagai variabel dependen yang meliputi 30 perusahaan.
Penelitian

ini menyimpulkan bahwa kedua variabel independen mempunyai

hubungan yang signifikan dengan deviden tunai, tetapi yang mempunyai
hubungan yang paling signifikan dan kuat adalah laba akuntansi.
Kata kunci : Laba akuntansi, arus kas operasi dan deviden tunai.

Universitas Sumatera Utara

ABSTRACT
This study analyzed the correlation earning and cash flow from operations to
the dividend cash of the banking companies since 2007 up to 2009. This study was
also intended to know which performance measures have the most significant
effect to the dividend cash. Data that used in this research is financial statements
from each company, publized through website www.idx.co.id.
Analysis method that used in this research is statistic method with inferensi
non parametrik. Sampling method that used is purposive sampling. Variables
that used in this research are earnings (X1) and operating cash flow (X2) as
variable independent, and dividend cash (Y) as variable dependent consist of the
30 firms. This research concludes that both of two independent variables have
positive significant correlation toward dividend cash, but the most significant
correlation was from earnings .
Key word : earnings, operating cash flow and dividend cash

Universitas Sumatera Utara

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang Masalah
Tujuan pembagian dividen untuk memaksimumkan pemegang saham atau

harga saham dan menunjukan likuiditas perusahaan. Dari sisi investor deviden
merupakan salah satu motivator untuk menanamkan dana dipasar modal. Investor
lebih memilih dividen yang berupa kas dibandingkan dengan capital gain.
Perilaku ini diakui oleh Gordon-Litner sebagai “The bird in the hand theory”
bahwa satu burung di tangan lebih berharga daripada seribu burung di udara.
Selain itu investor juga dapat mengevaluasi kinerja perusahaan dengan menilai
besarnya deviden yang dibagikan
Dari sisi emiten kebijakan dividen sangat penting bagi mereka, apakah
sebagai keuntungan perusahaan akan lebih banyak digunakan untuk membayar
deviden

dibanding

retain

earning

atau

sebaliknya.

Dalam

penetapan

kebijaksanaan mengenai pembagian deviden, faktor yang menjadi perhatian
manajemen adalah besarnya laba yang dihasilkan perusahaan. Ada dua ukuran
kinerja akuntansi perusahaan yaitu laba akuntansi dan total arus kas.
Laba akuntansi adalah laba dari kaca mata perekayasa akuntansi atau
kesatuan usaha karena keperluan untuk menyajikan informasi secara objektif
dan terandalkan. Laba akuntansi yang digunakan dalam penelitian ini adalah
laba yang didapat dari selisih hasil penjualan dikurangi harga pokok
penjualan dan biaya-biaya operasi perusahaan (laba bersih).

Universitas Sumatera Utara

Informasi arus kas berguna untuk menilai kemampuan perusahaan dalam
menghasilkan kas, laporan arus kas melaporkan arus kas selama periode tertentu
dan diklasifikasikan menurut aktivitas operasi, investasi dan pendanaan. Jumlah
arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menentukan
apakah dari kegiatan operasi perusahaan dapat menghasilkan arus kas yang cukup
untuk melunasi pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan, membayar
deviden dan melakukan investasi baru tanpa mengandalkan sumber pendanaan
dari luar.
Murtanto (2004) dalam penelitiannya yang menganalisis hubungan antara
laba akuntansi dan laba tunai dengan deviden kas. Mereka menganalisis
perusahaan industri Barang Konsumsi pada tahun 1999, 2000 dan 2001.
Berdasarkan penelitiannya itu disimpulkan bahwa adanya hubungan yang kuat
antara laba akuntansi terhadap deviden kas.
Elizabeth (2000) dalam penelitiannya yang menganalisis hubungan laba
akuntansi dan arus kas operasi dengan deviden kas, dengan menggunakan
koefisien korelasi Spearman Rank, ia menganalisa 25 perusahaan yang Go publik
di BEJ pada tahun 1992, 1993 dan 1994. Berdasarkan penelitiannya itu
disimpulkan bahwa ada konsistensi hubungan yang signifikan antara laba
akuntansi dan arus kas operasi dengan dividen kas. Pada umumnya laba akuntansi
lebih mempengaruhi besarnya dividen kas yang dibagikan daripa arus kas operasi.
Penelitian ini merupakan replikasi penelitian Elizabeth (2000) dengan judul
“ Analisis Hubungan Laba Akuntansi, Arus Kas Operasi Dengan Deviden Tunai

Universitas Sumatera Utara

Pada Industri Perbankan yang terdaftar di BEI. Tahun penelitian yang digunakan
yaitu tahun 2007,2008,2009.
1.2

Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka penulis

merumuskan masalah yang diteliti:
1. apakah terdapat hubungan yang signifikan antara laba akuntansi dengan
deviden tunai?
2. apakah terdapat hubungan yang signifikan antara arus kas operasi dengan
deviden tunai?
1.3

Tujuan Penelitian
1. untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan anatara laba
akuntansi dengan deviden tunai,
2. untuk mengetahui apakah ada hubungan yang signifikan anatara arus kas
operasi dengan deviden tunai,

1.4

Manfaat Penelitian
1. Bagi peneliti, penelitian ini diharapkan menambah pengetahuan peneliti
tentang pasar modal khususnya yang berkaitan dengan hubungan antara
laba akuntansi,arus kas operasi dengan deviden kas pada perusahaan
industri perbankan yang terdaftar di BEI,
2. Investor

maupun

calon

investor,

sebagai

pertimbangan

dalam

pengambilan keputusan untuk membeli, menjual atau menahan saham

Universitas Sumatera Utara

bedasarkan harapan atas dividen kas yang dibagikan menggunakan
informasi laba akuntansi yang dilaporkan perusahaan,
3. Emiten maupun calon emiten, sebagai bahan pertimbangan dalam
pengambilan keputusan dividen agar memaksimumkan nilai perusahaan,
4. Akademisi, untuk menambah wawasan tentang prilaku pasar modal
khususnya mengenai kebijakan dividen.

Universitas Sumatera Utara

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.

Tinjauan Teoritis
Laba Akuntansi
Kinerja akuntansi dari suatu perusahaan dapat diukur dengan laba
akuntansi dan total arus kas. FASB Statemenet dalam Sofyan (2003:241)
mendefenisikan “accounting income atau laba akuntansi sebagai perubahan
dalam ekuitas (net asset) dari suatu entity selama satu periode tertentu yang
diakibatkan oleh transaksi dan kejadian atau peristiwa yang berasal bukan
dari pemilik”. Di dalam laba akuntansi terdapat berbagai komponen pokok
yaitu: laba kotor, laba usaha, laba sebelum pajak dan laba sesudah pajak.
Sehingga dalam menentukan besarnya laba akuntansi investor dapat melihat
dari perhitungan laba setelah pajak. Sofyan (2003:299) menyatakan bahwa
“Accounting Income adalah perbedaan antara realisasi penghasilan yang
berasal dari transaksi perusahaan pada periode tertentu dikurangi dengan
biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan penghasilan itu”.
Arus Kas Operasi
Stice dan Skousen (2004: 320) menjelaskan berbagai aktivitas yang
termasuk dalam aktivitas operasi adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1
Aktivitas Operasi
Kas Diterima dari:
1. penjualan barang atau jasa,
2. penjualan efek yang diperdagangkan,
3. pendapatan bunga,
4. pendapatan dividen.
Sumber Stice dan Skousen (2004:320

Kas dikeluarkan untuk:
1. pembelian persediaan,
2. gaji dan upah,
3. pajak,
4. beban bunga,

Universitas Sumatera Utara

Dalam PSAK No. 2 paragraf 12 (IAI : 2002) dinyatakan bahwa
jumlah arus kas yang berasal dari aktivitas operasi merupakan
indikator yang menentukan apakah dari operasinya perusahaan
dapat menghasilkan arus kas yang cukup untuk melunasi
pinjaman, memelihara kemampuan operasi perusahaan,
membayar dividen dan melakukan investasi baru tanpa
mengandalkan pada sumber pandanaan dari luar. Informasi
mengenai unsur tertentu arus kas historis bersama dengan
informasi lain, berguna dalam memprediksi arus kas operasi
masa depan.
Menurut Sofyan (2003:258) ada 2 bentuk dalam menyajikan laporan
arus kas, yaitu sebagai berikut:
1. Direct Method
Dalam metode ini pelaporan arus kas dilakukan dengan cara
melaporkan kelompok-kelompok penerimaan kas dan
pengeluaran kas dari kegiatan operasi secara lengkap (gross),
dan baru dilanjutkan dengan kegiatan investasi dan
pembiayaan.
2. Indirect Method
Dalam metode ini net income disesuaikan (reconcile) dengan
menghilangkan:
a. pengaruh transaksi yang masih belum direalisasi (deferral)
dari arus kas masuk dan keluar yang accrued seperti
Piutang dan Utang.
b. Pengaruh perkiraan yang terdapat dalam kelompok
investasi dan pembiyaan yang tidak mempengaruhi kas
seperti: Penyusustan, Amortisasi, Laba Rugi dari Penjualan
Aktiva Tetap dan dari operasi yang dihentikan (yang
berkaitan dengan investasi), Laba Rugi pembatalan utang
(transaksi pembiayaan).
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan arus kas operasi yang
berasal dari perhitungan metode tidak langsung (indirect methode).

Universitas Sumatera Utara

Pengertian Deviden
Stice at al (2004:902) menyatakan bahwa “Deviden adalah pembagian
kepada pemegang saham dari suatu perusahaan secara proporsional sesuai
dengan jumlah lembar saham yang dipegang oleh masing-masing pemilik”.
Besarnya dividen yang dibagikan biasanya tercermin dalam devidend pay
out ratio (DPR). DPR merupakan ratio hasil perbandingan antara deviden
dengan laba yang tersedia bagi para pemegang saham biasa.
Deviden yang bisa diperoleh investor ada dua jenis, yaitu deviden kas
dan deviden non kas. Deviden kas (cash deviden) adalah deviden yang
dibayarkan perusahaan kepada investor dalam bentuk uang tunai. Deviden
non kas adalah deviden yang dibayarkan kepada investor dalam bentuk
saham dengan proporsi tertentu, misalnya seperti deviden saham dan
deviden aktiva.

Pada kenyataannya para investor lebih tertarik pada

pembayaran deviden dalam bentuk uang tunai, sebab dapat meminimalisir
ketidakpastian atas investasinya terhadap suatu perusahaan.
Menurut Lukas (Lukas 2008:351) “Kebijakan pembagian dividen adalah
suatu keputusan untuk menentukan berapa besar bagian laba akan dibagikan
kepada para pemegang saham dan akan ditahan dalam perusahaan
selanjutnya diinvestasikan kembali”.

Kebijakan pembagian dividen

tergantung pada keputusan rapat umum pemegang saham (RUPS).
Kebijakan dividen penting bagi perusahaan dengan dua alasan, yaitu:
a. Pembayaran dividen mungkin akan mempengaruhi nilai perusahaan
yang tercermin dari harga saham perusahaan tersebut.

Universitas Sumatera Utara

b. Laba ditahan biasanya merupakan sumber dana internal yang
terbesar dan terpenting bagi pertumbuhan perusahaan.
Teori Kebijakan Deviden
Menurut Lukas (2008:352) beberapa teori yang relevan dalam kebijakan
deviden adalah :
a. Teori Dividen Tidak Relevan dari Modigliani dan
Miller
Menurut Modigliani dan Miller (MM) , nilai suatu
perusahaan tidak ditentukan oleh besar kecilnya DPR, tapi
ditentukan oleh laba bersih sebelum pajak ( EBIT ) dan
kelas risiko perusahaan. Jadi menurut MM, dividen adalah
tidak relevan.
Pernyataan MM ini didasarkan pada beberapa asumsi
penting yang lemah seperti :
1. Pasar modal sempurna dimana semua investor adalah
rasional.
2. tidak ada biaya emisi saham baru jika perusahaan menerbitkan
saham baru.
3. Tidak ada pajak
4. Kebijakan investasi perusahaan tidak berubah.
Pada praktiknya :
a).Pasar modal yang sempurna sulit ditemui ; b). biaya emisi
saham baru pasti ada ; c). pajak pasti ada ; d). kebijakan
investasi perusahaan tidak mungkin tidak berubah.
Beberapa ahli menentang pendapatan MM tentang dividen
adalah tidak relevan dengan menunjukkan bahwa adanya
biaya emisi saham baru akan mempengaruhi nilai
perusahaan. Modal sendiri dapat berasal dari laba ditahan
dan menerbitkan saham biasa baru.
Beberapa ahli menyoroti asumsi tidak adanya pajak. Jika ada
pajak maka penghasilan investor dari dividen dan dari
capital gains ( kenaikan harga saham ) akan dikenai pajak.
Seandainya tingkat pajak untuk dividen dan capital gains
adalah sama, investor cenderung lebih suka menerima
capital gains dari pada dividen karena pajak pada capital
gains baru dibayar saat saham dijual dan keuntungan diakui
/ dinikmati. Dengan kata lain, investor lebih untung karena
dapat menunda pembayaran pajak. Investor lebih suka bila

Universitas Sumatera Utara

perusahaan menetapkan DPR yang rendah, menginvestasikan
kembali keuntungan dan menaikkan nilai perusahaan atau
harga saham.
b. Teori The Bird in the Hand
Gordon dan Lintner menyatakan bahwa biaya modal sendiri
(Ks) perusahaan akan naik jika DPR rendah karena investor
lebih suka menerima dividen dari pada capital gains.
Menurut mereka, investor memandang dividend yield (D1/Po)
lebih pasti dari pada capital gains yield (g). Perlu diingat
bahwa dilihat dari sisi investor, biaya modal sendiri dari
laba ditahan
( KS ) adalah tingkat keuntungan yang
disyaratkan investor pada saham. KS adalah keuntungan dari
dividen ( dividend yield ) ditambah keuntungan dari capital
gains ( capital gains yield ).
Modigliani dan Miller menganggap bahwa argumen Gordon
dan Lintner ini merupakan suatu kesalahan ( MM
menggunakan istilah “ The Bierd in the hand Fallacy “ ) .
Menurut MM, pada akhirnya investor akan kembali
menginvestasikan dividen yang diterima pada perusahaan
yang sama atau perusahaan yang memiliki risiko yang
hampir sama.
c. Teori Perbedaan Pajak
Teori ini diajukan oleh Litzenberger dan Ramaswamy.
Mereka menyatakan bahwa karena adanya pajak terhadap
keuntungan dividen dan capital gains, para investor lebih
menyukai capital gains karena dapat menunda pembayaran
pajak. Oleh karena itu investor mensyaratkan suatu tingkat
keuntungan yang lebih tinggi pada saham yang memberikan
dividend yield tinggi, capital gains yield rendah dari pada
saham dengan dividend yield rendah, capital gains yield
tinggi. Jika pajak atas dividend lebih besar dari pajak atas
capital gains, perbedaan ini akan makin terasa.
Jika manajemen percaya bahwa teori “ Dividen tidak relevan
“ dari MM adalah benar, maka perusahaan tidak perlu
memperdulikan berapa besar dividen yang harus dibagi, Jika
mereka menganut teori “ The Bird in the Hand “, mereka
harus membagi seluruh EAT dalam bentuk dividen. Dan
bila manajemen cenderung mempercayai teori perbedaan
pajak ( Tax Differential Theory ), mereka harus menahan
seluruh EAT atau DPR = 0 %. Jadi ke 3 teori yang telah
dibahas mewakili kutub – kutub ekstrim dari teori tentang

Universitas Sumatera Utara

kebijakan dividen. Sayangnya test secara empiris belum
memberikan jawaban yang pasti tentang teori mana yang
paling benar.
d. Teori Signaling Hypothesis
Ada bukti empiris bahwa jika ada kenaikan dividen, sering
diikuti dengan kenaikan harga saham. Sebaliknya pernurunan
diveden pada umumnya menyebabkan harga saham turun.
Fenomena ini dapat dianggap sebagai bukti bahwa para
investor lebih menyukai dividen dari pada capital gains.
Tapi MM berpendapat bahwa suatu kenaikan dividen yang
diatas biasanya merupakan suatu “ sinyal “ kepada para
investor bahwa manajemen perusahaan meramalkan suatu
penghasilan yang baik diveden masa mendatang. Sebaliknya,
suatu penurunan dividen atau keanikan dividen yang
dibawah keanaikan normal ( biasanya ) diyakini investor
sebagai suatu sinyal bahwa perusahaan menghadapi masa
sulit diveden waktu mendatang.
Seperti teori dividen yang lain , teori Signaling Hypotesis
ini juga sulit dibuktikan secara empiris. Adalah nyata bahwa
perubahan dividen mengandung beberapa informasi.
Tapi sulit dikatakan apakah kenaikan dan penurunan harga
setelah adanya kenaikan dan penurunan dividen semata-mata
disebabkan oleh efek sinyal atau disebabkan karena efek
sinyal dan preferensi terhadap dividen.
e. Teori Clientele Effect
Teori ini menyatakan bahwa kelompok (clientele) pemegang
saham yang berbeda akan memiliki preferensi yang berbeda
terhadap kebijakan dividen perusahaan.
Kelompok pemegang saham yang membutuhkan penghasilan
pada saat ini lebih menyukai suatu Dividend payout Ratio
yang tinggi. Sebaliknya kelompok pemegang saham yang
tidak begitu membutuhkan uang saat ini lebih senang jika
perusahaan menahan sebagian besar laba bersih perusahaan.
Jika ada perbedaan pajak bagi individu ( misalnya orang lanut
usia dikenai pajak lebih ringan ) maka pemegang saham
yang dikenai pajak tinggi lebih menyukai capital gains
karena dapat menunda pembayaran pajak. Kelompok ini
lebih senang jika perusahaan membagi dividen yang kecil.
Sebalinya kelompok pemegang saham yang dikenai pajak
relatif rendah cenderung menyukai dividen yang besar.
Bukti empiris menunjukkan bahwa efek dari Clientele ini ada.
Tapi menurut MM hal ini tidak menunjukkan bahwa lebih

Universitas Sumatera Utara

baik dari dividen kecil, demikian sebaliknya. Efek Clientele
ini hanya mengatakan bahwa bagi sekelompok pemegang
saham, kebijakan dividen tertentu lebih menguntungkan
mereka .
B.

Tinjauan Penelitian Terdahulu

Tahun
Penelitian
2004

Tabel 2.2
Tinjauan Penelitian Terdahulu
Peneliti
Judul
Hasil Penelitian
Hermi

2004

Murtanto

2000

Elizabeth

Analisis
Pengaruh
Laba
Bersih,
Arus Kas
Operasi
terhadap
deviden
kas

Pada penelitiannya yang
menganalisis hubungan laba
bersih dan arus kas operasi
terhadap deviden kas pada
perusahaan manufaktur di
BEJ pada periode 19992002
(dengan
korelasi
spearman
rank.
Hermi
(2004) menyatakan bahwa
terdapat hubungan yang
signifikan antara laba bersih
dengan deviden kas.
Analisis
Pada
penelitian
yang
hubungan
Hubungan menganalisis
antara laba akuntansi dan
Antara
laba tunai dengan deviden
Laba
Akuntansi kas pada perusahaan industri
dan Laba Barang Konsumsi pada
Tunai
tahun 1999-2001 dengan
Dengan
menggunakan
korelasi
Deviden
spearman
rank,
Kas
menyimpulkan
bahwa
adanya hubungan yang
positif dan kuat antara laba
akuntansi dan deviden kas.
Analisis
Penelitiannya
yang
hubungan menganalisis hubungan laba
laba
akuntansi dan arus kas
akuntansi operasi dengan dividen kas,
dan arus dengan
menggunakan
kas
koefisien korelasi Spearman
operasi
Rank, ia menganalisa 25
dengan
perusahaan yang go publik
deviden
di BEJ pada tahun 1992,
kas pada 1993 dan 1994. Berdasarkan

Universitas Sumatera Utara

perusahaa
n yang go
publik di
BEJ

penelitiannya
itu
disimpulkan bahwa ada
konsistensi hubungan yang
signifikan
antara
laba
akuntansi dan arus kas
operasi dengan dividen kas.
Pada
umumnya
laba
akuntansi
lebih
mempengaruhi
besarnya
deviden kas yang dibagikan
daripada arus kas operasi.

Sumber: Diolah oleh peneliti (2011)
C.

Kerangka Konseptual
Kerangka konseptual merupakan sintesis dari tinjauan teori dan tinjauan
penelitian terdahulu serta alasan-alasan logis. Adapun kerangka konseptual
dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
Laba Akuntansi
(X1)

H1
Deviden Tunai
yang diterima

Arus Kas Operasi
(X2)

oleh pemegang
saham(Y)
H2

Gambar 2.1
Kerangka Konseptual
Besar kecilnya dividen yang dibagikan perusahaan tergantung dari
kebijakan dividen yang ditempuh oleh perusahaan. Dalam menentukan
deviden yang akan diberikan kepada pemegang saham tentunya perusahaan
akan memperhatikan laba akuntansi yang diperoleh, karena dividen yang
dibagikan kepada pemegang saham merupakan bagian dari laba. Jika suatu
perusahaan bisa memperoleh laba yang semakin besar, maka secara teoritis

Universitas Sumatera Utara

perusahaan akan mampu menetapkan deviden yang makin besar. Jumlah
arus kas yang berasal dari aktivitas operasi perusahaan merupakan indikator
yang menentukan apakah kegiatan operasi perusahaan dapat menghasilkan
arus kas yang cukup untuk membayar dividen yang telah ditetapkan dalam
kebijakan dividen. Semakin besar arus kas operasi perusahaan maka
semakin besar deviden yang ditetapkan karena perusahaan memiliki kas
untuk membayar dividen dan semakin kecil arus kas yang dihasilkan
perusahaan dari aktivitas operasinya maka akan semakin kecil devidennya.
D.

Hipotesis Penelitian
Hipotesis adalah jawaban sementara yang harus diuji kebenarannya atas

suatu penelitian yang dilakukan agar dapat mempermudah dalam menganalisis.
Dari kerangaka konseptual yang telah diuraikan di atas, maka hipotesis yang
diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
H01 : tidak terdapat hubungan yang signifikan antara laba akuntansi
dengan deviden tunai,
HA1 : terdapat hubungan yang signifikan antara laba akuntansi dengan
deviden tunai,
H02 : tidak terdapat hubungan yang signifikan antara arus kas operasi
dengan deviden tunai,
HA2 : terdapat hubungan yang signifikan antara arus kas operasi dengan
deviden tunai

Universitas Sumatera Utara

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.

Desain penelitian
Penelitian ini menggunakan “desain kausal yang berguna untuk menganalisa

hubungan antara suatu variabel dengan variabel lainnya atau bagaimana suatu
variabel mempengaruhi variabel lainnya” ( Umar, 2003: 30 ). Variabel yang
digunakan dalam penelitian ini adalah : laba akuntansi, arus kas dari aktivitas
operasi sebagai variabel independent, serta deviden tunai sebagai variabel
dependen.
B.

Jenis dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu “data

yang berbentuk angka dalam arti sebenarnya” (Singgih, 2004:13), dan data
tersebut juga merupakan data sekunder yaitu data / informasi yang telah diolah
dan diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan - perusahaan dengan
kategori industri Perbankan yang terdaftar di BEI periode 2007-2009 yang
meliputi net erning (laba bersih), arus kas operasi dan nilai deviden kas, melalui
situs resmi BEI yaitu www.idx.co.id, ringkasan kinerja perusahaan yang diperoleh
melalui ICMD (Indonesian Capital Market Directory), serta situs www.dunia
investasi.com.

Universitas Sumatera Utara

C.

Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan

mendokumentasikan data sekunder yang diperlukan berupa laporan-laporan
keuangan dan ringkasan kinerja yang dipublikasikan oleh BEI.
D.

Populasi dan Sampel Penelitian
Menurut Kuncoro (2008 : 55) “populasi adalah wilayah generalisasi yang

terdiri dari obyek atau subyek yang menjadi kuantitas dan karakteristik tertentu
yang

ditetapkan

oleh

peneliti

untuk

dipelajari

dan

kemudian

ditarik

kesimpulannya”. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan
perbankan yang terdaftar (listing) di Bursa Efek Indonesia selama periode 2007,
2008,2009. Berdasarkan data yang diperoleh dari Indonesia Capital Market
Directori (ICMD). Perusahaan yang menjadi populasi dari penelitian ini adalah 10
perusahaan.
Menurut Erlina dan Mulyani (2007 : 81) “sampel adalah bagian populasi
yang digunakan untuk memperkirakan karakteristik populasi”. Sampel yang
digunakan dalam penelitian ini ditentukan dengan teknik penentuan sampel
dengan metode purpose sampling.
E.

Teknik Pengambilan Sampel
Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purpose sampling,

defenisi purpose samping menurut Erlina (2004:87) yaitu “Teknik pengambilan
sampel berdasarkan suatu kriteria tertentu. Kriteria yang digunakan dapat
berdasarkan pertimbangan (judgment) atau berdasarkan kuota tertentu”.

Universitas Sumatera Utara

Pertimbangan yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. perusahaan tersebut terdaftar di BEI dengan kategori Industri Perbankan
pada tahun 2007-2009,
2. perusahaan telah menerbitkan dan mempublikasikan laporan keuangan
auditan untuk tahun buku 2007-2009,
3. perusahaan tersebut tidak sedang berada dalam proses delisting pada
periode tersebut,
4. perusahaan tersebut membayar deviden tunai pada tahun 2007-2009
Setelah dipilih dengan kriteria yang sudah ditetapkan di atas dapatlah 10
perusahaan sebagai sampel, maka jumlah sampel 10 x 3 tahun = 30 sampel
Daftar perusahaan yang menjadi sampel adalah sebagai berikut:
Tabel .3.1
Sampel Perusahaan Perbankan
No

Nama Perusahaan

Kriteria

1

PT Bank Himpunan Saudara 1906Tbk

2

PT Bank Pan Indonesia Tbk

3

PT Bank OCBC NISP Tbk

4

PT Bank Mayapada Tbk

5

PT Bank Mega Tbk

6

PT
Bank
Windu
Internasional Tbk

7

PT Artha Graha InternasionalTbk

8

PT Bank Victoria Internasional Tbk

9

PT

Bank

Tabungan

Keterangan

   X Bukan Sampel
 X  X Bukan Sampel
   X Bukan Sampel
    Sampel

  X X Bukan Sampel

Kentjana  X  X Bukan Sampel
   X Bukan Sampel
   X Bukan Sampel

Pensiunan  X  X Bukan Sampel

Universitas Sumatera Utara

Nasional Tbk

 X  X Bukan Sampel

10

PT Bank SwadesiTbk

11

PT Bank Permata Tbk

12

PT Bank Internasional IndonesiaTbk

13

PT Bank CIMB Niaga Tbk

14

PT Bank Bumi Artha Tbk

15

PT Bank Mandiri Tbk

16

PT Bank Danamon Tbk

17

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk

 X X X Bukan Sampel

PT Bank Bukopin Tbk

20

PT Bank Central AsiaTbk

21

PT
Bank
IndonesiaTbk

ICB

    Sampel
    Sampel
    Sampel
    Sampel

`18 PT Bank Negara IndonesiaTbk
19

  X X Bukan Sampel

    Sampel
    Sampel
    Sampel
    Sampel

Bumiputera     Sampel

Sumber: diolah oleh peneliti (2011
F.

Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
3.1 Variabel independen (bebas)
Variabel independen (bebas) adalah variabel yang menjelaskan atau
mempengaruhi variabel lain.Variabel independen (bebas) yang digunakan
dalam penelitian ini adalah laba akuntansi dan arus kas operasi. Variabel
independen disimbolkan dengan “X”
Laba akuntansi yang digunakan dalam penellitian ini adalah laba bersih
yang didapat dari selisih antara pendapatan yang operatif maupun tidak dan

Universitas Sumatera Utara

seluruh biaya operatif maupun tidak. Ukuran laba bersih sebagai variabel
laba akuntansi mendasar pada penelitian Elizabeth (2000) dan Murtanto dan
Febby (2004). Alasan penggunaan laba bersih sebagai variabel laba
akuntansi dikarenakan laba bersih adalah laba yang menunjukan kinerja dan
pertanggung jawaban manajemen.
3.2 Variabel dependen (terikat)
Variabel dependen (terikat) adalah variabel yang dijelaskan atau yang
dipengaruhi oleh variabel independen. Variabel dependen dalam penelitian
ini adalah deviden tunai, dimana variabel dependen disimbolkan dengan
“Y”.
Dividen yang dimaksud dalam penelitian ini adalah dividen tunai.
Besarnya dividen tunai dapat dilihat pada laporan keuangan tahunan pada
bagian laporan perubahan ekuitas tahun berikutnya. Hal ini dikarenakan
penelitian ini bertujuan untuk mencari keeratan hubungan antara laba
akuntansi dan arus kas operasi periode ini dengan nilai dividen tunai yang
dibagikan perusahaan. Misalnya penulis akan meneliti laporan keuangan
tahun 2007, maka nilai dividen tunai diperoleh dari laporan perubahan
ekuitas yang disajikan pada laporan keuangan tahun 2008.

Universitas Sumatera Utara

Tabel 3.2
Defenisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Variabel

Konsep Variabel

Laba
Akuntansi
(X1)

Selisih
bersih
antara Nilai
laba Nominal
penerimaan
dan akuntansi per
pengeluaran
perusahaan lembar saham
yang berasal dari laporan
laba rugi tahunan.

Arus
Kas Selisih
bersih
antar
operasi(X2) penerimaan
dan
pengeluaran kas dan
setara kas yang berasal
dari aktivitas operasi
selama satu tahun buku,
sebagaimana tercantum
dalam laporan arus kas
Deviden
Tunai (Y)

Indikator

Ukuran

Nilai arus kas Nominal
dari aktivitas
operasi
perlembar
saham

Distribusi Laba dalam Nilai deviden Nominal
bentuk kas oleh sebuah tunai
perusahaan
kepada
pemegang sahamnya.

Sumber : diolah oleh peneliti (2011)
G.

Metode Analisis Data
Secara garis besar, metode statistik yang akan digunakan dalam pengujian

hipotesis penelitian adalah

“stastistik inferensi

yang

berkaitan dengan

pengambilan keputusan dari data yang telah dicatat dan diringkas tersebut”
(Singgih Santoso, 2005:3). Dalam praktek, satatistik inferensi dapat dilakukan
dengan metode parametrik ataupun metode non parametrik. Penelitian ini
menggunakan metode statistik inferensi non parametrik dimana “data yang ada

Universitas Sumatera Utara

tidak berdistribusi normal, atau jumlah data sangat sedikit serta level data nominal
atau ordinal” (Singgih Santoso, 2005: 378).
3.1 Korelasi Spearman Rank
Penelitian ini menggunakan model Korelasi Spearman menurut wahid
(2003:136) “korelasi Spearman Rank digunakan untuk mencari hubungan
atau untuk menguji signifikansi hipotesis asosiatif bila masing-masing
variabel yang dihubungkan berbentuk ordinal dan sumber data antar
variabel tidak harus sama”. Inti dari analisis korelasi adalah mengukur
kekuatan hubungan antar variabel, tanpa menunjukan adanya sebab-akibat.
Pada dasarnya Korelasi Spearman ini adalah mencari korelasi antar jenjang
atau posisi urutan data, bukan nilai data” (Wahid Sulaiman, 2003: 136).
Rumus untuk menghitung korelasi Spearman secara manual adalah:


 6 D2 
∑ 
r = 1− 
 n(n 2 − 1) 





Dimana:
r = Koefisien Korelasi Spearman (Rank Order)
d = Merupakan perbedaan peringkat untuk setiap pasangan
n = Jumlah pasangan pengamatan

Universitas Sumatera Utara

Untuk mandapatkan basarnya nilai korelasi spearman penelitian ini dapat
menggunakan perhitungan dengan menggunakan software SPSS.
3.2 Uji t
Nilai korelasi yang didapatkan dari penelitian merupakan nilai korelasi
sampel, yang merupakan harga estimasi dari koefisien korelasi populasi
yang dilambangkan dengan r. Untuk selanjutnya kita akan mengadakan uji
hipotesis mengenai koefisien korelasi populasi yang tidak diketahui
berdasarkan pada estimasi nilai koefisien korelasi sampel, yaitu r.
Pengujian hipotesis untuk korelasi secara manual digunakan Uji t. Hasil
dari perhitungan Uji t akan menunjukkan hipotesis yang akan diterima.
Berikut ada 2 kriteria yang digunakan dalam mengambil keputusan:
a. jika t hitung > t tabel, H0 ditolak
b. jika t hitung < t tabel , H0 diterima

Universitas Sumatera Utara

H.

Jadwal Penelitian
Perencanaan jadwal penelitian adalah sebagai berikut:
Tabel 3.3
Jadwal Penelitian

Tahapan

Feb

Maret

April

Mei

Juni

Penelitian

2011

2011

2011

2011

2011

Study Pendahuluan
Pengajuan Proposal
Penyetujuan Proposal
Bimbingan Proposal
Seminar Proposal
Pengumpulan dan
Pengolahan Data
Bimbingan dan
Penyelesaian Skripsi
Sumber: diolah oleh penulis(2011)

Universitas Sumatera Utara

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.

Data penelitian
Data dari perusahaan yang diteliti diperlukan untuk menganalisis hubungan

dalam penelitian ini. Hal tersebut dilakukan agar dapat dianalisi hubungan antara
Laba Akuntansi, Arus Kas Operasi dengan Deviden Tunai. Analisis tersebut
diperlukan sebelum membahas hubungan dari variabel independent yaitu laba
akuntansi da arus kas operasi dengan variabel dependen yaitu deviden tunai.
Populasi yang diteliti dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan
yang terdaftar di BEI selama 2007-2009. perusahaan yang dijadikan sampel
adalah berjumlah 10 perusahaan., dimana perusahaan tersebut telah memenuhi
kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Jumlah sampel secara keseluruhan
adalah 30 untuk 3 tahun dari tahun 2007-2009
B.

Deskripsi Data Penelitian
Berikut ini adalah histogram dari ketiga variabel yang digunakan dalam

penelitian ini. Dengan adanya histogram ini, maka dapat dilihat apakah data yang
digunakan dalam penelitian ini memiliki normalitas.

Universitas Sumatera Utara

Gambar 4.1
Histogram
Gambar histogram di atas menunjukkan penyebaran data dari ketiga
variabel selama periode pengamatan menyebar secara tidak normal. Hal tersebut
dikarenakan garis lengkung yang tidak simetris dan data cenderung lebih condong
ke kiri. Hal tersebut bukan merupakan suatu hal yang berarti karena data yang
tidak

berdistribusi normallah

yang

lebih

sesuai menggunakan statistik

nonparametrik.
C.

Analisa Objek Penelitian

Universitas Sumatera Utara

Analisis objek dimulai dengan data. Data-data tersebut dikumpulkan selama
periode pengamatan untuk dianalisis lebih lanjut. Berikut akan disajikan tabel
yang memuat semua data dari ketiga variabel tersebut.

Tabel 4.2
Data Laba Akuntansi
Tahun 2007
Nama Perusahaan
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
PT Bank Central AsiaTbk
PT Bank Mandiri Tbk
PT Bank Danamon Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Negara IndonesiaTbk
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Mayapada Tbk
PT Bank Bumi Artha Tbk
PT Bank ICB Bumiputera IndonesiaTbk
Sumber : www.idx.co.id

Laba Akuntansi
4,838,001,000,000
4,489,252,000,000
4,346,224,000,000
2,117,000,000,000
1,508,386,000,000
897,928,000,000
375,126,000,000
40,447,000,000
20,801,644,265
20,647,835,000

Tabel 4.3
Data Laba Akuntansi
Tahun 2008
Nama Perusahaan
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
PT Bank Central AsiaTbk
PT Bank Mandiri Tbk
PT Bank Danamon Tbk
PT Bank Negara IndonesiaTbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Mayapada Tbk
PT Bank Bumi Artha Tbk
PT Bank ICB Bumiputera IndonesiaTbk
Sumber : www.idx.co.id

Laba Akuntansi
5,958,368,000,000
5,776,139,000,000
5,312,821,000,000
1,530,022,000,000
1,222,485,000,000
678,189,000,000
368,807,000,000
40,965,181,000
27,621,261,140
1,925,744,000

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4.4
Data Laba Akuntansi
Tahun 2009
Nama Perusahaan
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
PT Bank Mandiri Tbk
PT Bank Central AsiaTbk
PT Bank Negara IndonesiaTbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Danamon Tbk
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Mayapada Tbk
PT Bank Bumi Artha Tbk
PT Bank ICB Bumiputera IndonesiaTbk
Sumber : www.idx.co.id

Laba Akuntansi
7,308,292,000,000
7,155,000,000,000
6,807,242,000,000
4,837,995,000,000
1,568,130,000,000
1,532,533,000,000
362,191,000,000
41,098,969,000
28,213,676,725
5,043,438,000

Berikut merupakan perincian dari laba akuntansi yang terbesar dan terkecil
selama periode pengamatan:
a. Pada tahun 2007 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memperoleh laba

akuntansi terbesar yaitu 4,838,001,000,000 dan PT Bank ICB
Bumiputera IndonesiaTbk memperoleh laba akuntansi terkecil
yaitu 20,647,835,000,
b. Pada tahun 2008 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memperoleh laba

akuntansi terbesar yaitu 5,958,368,000,000 dan PT Bank ICB
Bumiputera IndonesiaTbk memperoleh laba akuntansi yang terkecil
yaitu 1,925,744,000,
c. Pada tahun 2009 PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memperoleh laba

akuntansi terbesar yaitu 7,308,292,000,000 dan PT Bank ICB

Universitas Sumatera Utara

Bumiputera

IndonesiaTbk

memperoleh

laba

terkecil

yaitu

5,043,438,000.
Untuk mengetahui nilai minimum, maksimum serta mean dari modal kerja
dapat dilihat pada tabel deskriptif yang dihasilkan dari perhitungan komputer
SPSS 18.0 sebagai berikut:
Tabel 4.5
Deskriptive Statistik Laba Akuntansi
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean
Std. Deviation
Ln_LA
30
21.38
29.62 26.9755
2.45627
Valid N (listwise) 30
Sumber : Data primer yang diolah
Berdasarkan Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa nilai rata-rata laba akuntansi
perusahaan selama tahun 2007 -2009 sebesar26.97 %, dengan nilai minimum
sebesar 21.38 % dan nilai maksimum sebesar 21.38%

serta standar deviasi

sebesar 2.45627.
Tabel 4.6
Data Arus Kas Operasi
Tahun 2007
Nama Perusahaan
PT Bank Negara IndonesiaTbk
PT Bank Central AsiaTbk
PT Bank Mandiri Tbk
PT Bank Bumi Artha Tbk
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
PT Bank ICB Bumiputera IndonesiaTbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Mayapada Tbk
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Danamon Tbk
Sumber : www.idx.co.id

Arus Kas Operasi
10,187,279,000,000
8,806,087,000,000
5,803,964,000,000
34,255,108,520
23,989,827,000
(86,348,263,000)
(89,504,000,000)
(839,228,740,000)
(2,197,021,000,000)
(4,977,809,000,000)

Universitas Sumatera Utara

Tabel 4. 7
Data Arus Kas Operasi
Tahun 2008
Nama Perusahaan
PT Bank Danamon Tbk
PT Bank Mandiri Tbk
PT Bank Mayapada Tbk
PT Bank Bumi Artha Tbk
PT Bank ICB Bumiputera IndonesiaTbk
PT Bank Central AsiaTbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank Negara IndonesiaTbk
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
Sumber : www.idx.co.id

Arus Kas Operasi 2008
3,116,534,000,000
521,717,000,000
103,507,932,000
(113,390,381,912)
(346,017,924,000)
(1,743,764,000,000)
(2,520,629,000,000)
(2,594,636,000,000)
(12,340,073,000,000)
(14,213,727,000,000)

Tabel 4.8
Data Arus Kas Operasi
Tahun 2009
Nama Perusahaan
PT Bank Mandiri Tbk
PT Bank Negara IndonesiaTbk
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
PT Bank ICB Bumiputera IndonesiaTbk
PT Bank Bumi Artha Tbk
PT Bank Mayapada Tbk
PT Bank Danamon Tbk
PT Bank Bukopin Tbk
PT Bank CIMB Niaga Tbk
PT Bank Central AsiaTbk
Sumber : www.idx.co.id

Arus Kas
Operasi 2009
12,360,087,000,000
1,343,479,000,000
1,277,129,000,000
413,816,934,000
223,430,644,619
173,034,917,000
(1,098,934,000,000)
(2,199,392,000,000)
(2,617,834,000,000)
(18,660,401,000,000)

Universitas Sumatera Utara

Berikut merupakan perincian dari arus kas operasi yang terbesar dan terkecil
selama periode pengamatan:
a. Pada tahun 2007 PT Bank Negara Indonesia Tbk memperoleh Arus

Kas Operasi terbesar yaitu 10,187,279,000,000 dan PT Bank
Danamon Tbk memperoleh Arus Kas Operasi yang terkecil yaitu
(4,977,809,000,000),
b. Pada tahun 2009 PT Bank Danamon Tbk meperoleh Arus Kas

Operasi yang terbesar yaitu 3,116,534,000,000 dan PT Bank
Rakyat Indonesia Tbk memperoleh Arus Kas Operasi yang terkecil
yaitu (14,213,727,000,000),
c. Pada tahun 2009 PT Bank Mandiri Tbk memperoleh Arus Kas

Operasi yang terbesar yaitu

12,360,087,000,000 dan PT Bank

Central AsiaTbk memperoleh Arus Kas Operasi yang terkecil yaitu
(18,660,401,000,000).
Untuk mengetahui nilai minimum, maksimum serta mean dari arus kas
operasi dapat dilihat pada tabel deskriptif yang dihasilkan dari perhitungan
komputer SPSS 18.0 sebagai berikut:
Tabel 4.9
Deskriptive Statistik Arus Kas Operasi
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean
Std. Deviation
Ln_AKO
14
23.90
30.15 27.3659
2.09316
Valid N (listwise) 14
Sumber : Data primer yang diolah

Universitas Sumatera Utara

Berdasarkan Tabel 4.9 dapat diketahui bahwa nilai rata-rata arus kas
operasi perusahaan